Sep 25, 2017

*UJIAN KEIKHLASAN*



Oleh: Marsigit UNY



*Semar*:
Ue lah... dunia terasa hangat memanas, ternyata ada aktor intelektualnya. Togog, huebat kamu, bisa bikin pengaruh macam macam. Cuma sayangnya, yang kamu buat itu, pengaruh buruk.

*Togog*:
Aku memang turun ke bumi dalam keadaan kurang ikhlas, karena di fitnah Manikmaya. Sudah tekdirku aku menjadi sarana menyebarkan ketidak ikhlasanku di dunia ini.

*Semar*:
Ue lah... buruk ya buruk, tetapi jangan ditular tularkan ke orang lain.

*Togog*:
Lho apa kamu lupa tentang hakikat hidup, ajaran kakek Sang Ywang Tunggal? Sebenar benar orang hidup itu adalah ujian. Barang siapa lulus dari godaanku, pertanda dia lulus dalam hidupnya.

*Semar*:
Tetapi, jika orang yang engkau pengaruhi menjadi buruk betul gara gara kamu, apakah engkau tidak menanggung dosa?

*Togog*:
Dosa adalah setiap ketidak ikhlasan. Aku turun ke bumi dalam keadaan tidak ikhlas, itu artinya, aku dalam keadaan dosa.

*Semar*:
Sudah tahu dosa, kok diterus teruskan? Kenapa tidak istighfar mohon ampun kepada yang Kuasa?

*Togog*:
Berbuat salah, buruk, dosa itu lebih enak, lebih murah dan lebih menyenangkan, juga lebih nyata dan lebih praktis.

*Semar*:
O lah ternyata kamu sudah menjadi buruk betul. Padahal dulu kamu dewa kakaku bernama Tejamaya. Itulah ternyata, kamu selalu berpikir buruk, maka kamu akan terkena keburukan juga. Yah dunia itu pilihan. Itu sudah menjadi pilihanmu.

*Togog*:
Lha kamu turun ke bumi menjadi orang miskin, menjadi orang berderajat rendah seperti itu, apa tidak susah?

*Semar*:
O lah ... ternyata keburukanmu telah menutup pikiran dan hatimu. Dulu kamu adalah dewa yang cerdas dan baik hati. Tetapi sekarang sudah tertutup hati dan pikiranmu. Ternyata hidup itu bisa mengalami penurunan kualitas. Maka kamu tergolong orang yang merugi.

*Togog*:
Kalau saya melihat dirimu seperti itu tidak tahan. Sudah miskin, tak merasa kalau miskin.

*Semar*:
E hue... begini aku merasa senang. Walaupun aku juga difitnah oleh Manikmaya, tidak aku rasakan sebagai fitnah, tetapi aku rasakan sebagai ujian. Turun ke bumi bagiku bukan siksaan, tetapi anugerah bisa mengalami berbagai kesempatan hidup. Walaupun miskin asal kaya di dalam hati. Bagiku, di dunia itu tidak ada orang miskin. Orang harus selalu merasa bersyukur apapun keadaannya. Engkau bernapas tidak perlu beli oksigen, minum air sumur melimpah, melihat dan mendengar apa saja bisa. Kamu diberi kesehatan. Bukankah itu semua adalah kekayaan dan anugerah yang diberikan Alloh SWT kepada kita. Kurang rasa syukurmu itulah penyebab engkau merasa miskin.

*Togog*:
Lung, endi ombeku karo obate sisan. Wis krasa nggliyer.

*Semar*:
E lah dalah, dijak bicara, jebul mulai mabuk Togog ini. O hidupmu aluamah dan hedonisme Gog. Naudzubilah mindzalik. Reng, Truk lan Bagong jangan dekat dekat kerbau kotor, nanti bisa ikut kotor. Ayo jauhi Togog. Jangan dekat dekat. Hidup itu ada 2 pilihan: ikhlas atau tidak ikhlas. Pilihan itu akan menjadi awal, proses dan tujuan atau hasil dari hidupmu. Jika awal dari hidupmu tidak ikhlas maka seluruh hidupmu juga akan tidak ikhlas. Sebenar benar tidak ikhlas adalah dosa dan neraka. Itulah anak anakku, maka selalu berdoalah dan memohon ampun kepada Alloh SWT dan memohon bimbingan dalam hidupmu. Semoga kebaikan kebaikanmu menjadi amal amalmu. Aamiin ya robbul alamin.

*END*






















No comments:

Post a Comment