Sep 25, 2017

*METAFISIK*



Oleh: Marsigit UNY


*Gareng*:
Rama, Tejamaya itu siapa?

*Semar*:
Tejamaya itu metafisiknya Togog.

*Gareng*:
Metafisik? Lha metafisiknya rama Semar?

*Semar*:
Metafisiknya Semar itu ilmu. Metafisiknya Gareng itu hati. Metafisiknya Petruk itu perbuatan atau perilaku. Metafisiknya Bagong itu kenyataan.

*Gareng*:
Apakah metafisiknya saya hanya hati?

*Semar*:
Metafisik itu banyak, tidak tunggal. Metafisikmu itu selain dirimu.

*Gareng*:
Wa lah kok mbalah bingung aku?

*Semar*:
Metafisik, meta itu maksud di sebaliknya yang engkau lihat atau dengar.

*Gareng*:
Wah semakin pening kepalaku?

*Semar*:
Daun ini warnanya apa?

*Gareng*:
Daun itu warnanya hijau.

*Semar*:
Itu benar bagi pikiran dan pengelihatanmu. Tetapi aku sedang berpikir yang tidak sama dengan pikiran dan penglihatanmu.

*Gareng*:
Ya semua orang pasti akan mengatakan daun itu hijau.

*Semar*:
Itu karena kamu dan yang lain tidak melihat dan berpikir metafisiknya.

*Gareng*:
Lha metafisik warna daun hijau itu apa?

*Semar*:
Ilmu, pengetahuan dan teknologimu akan menentukan jenis metafisiknya.

*Gareng*:
Metafisik kok perlu ilmu?

*Semar*:
Secara metafisik, daun ini warnanya justru selain hijau atau bukan hijau.

*Gareng*:
Kamu aneh, jelas daun itu warnanya hijau kok dikatakan bukan hijau. Lha kalau bukan hijau, apa warna daun itu.

*Semar*:
Secara metafisik, warna daun itu ya selain hijau, bisa merah, kuning, biru, ungu, dst.

*Gareng*:
Kok bisa?

*Semar*:
Inilah gunanya ilmu. Warna itu adalah sinar yang engkau lihat dan pikir. Engkau tidak akan pernah bisa melihat benda jika tidak ada sinar yang dipantulkan atau keluar dari benda itu.

*Gareng*:
Apa iya?

*Semar*:
Coba lihat nih. Lampu saya matikan. Mana daunnya?

*Gareng*:
Wah gelap, semua hitam. Berarti daunnya warnanya hitam ya?

*Semar*:
Betul sekali. Sekarang, lampu kuning saya nyalakan.

*Gareng*:
Kok daunnya menjadi berwarna kuning?

*Semar*:
Betul sekali. Sekarang saya nyalakan lampu merah.

*Gareng*:
Kok daunnya jadi berwarna merah?

*Semar*:
Betul sekali. Sekarang jendela saya bukak, semua lampu saya matikan. Sinar matahari dari luar menyinari daun.

*Gareng*:
Wah sekarang daunnya menjadi berwarna hijau.

*Semar*:
Betul sekali. Jadi warna benda itu tergantung sinar yang keluar atau memantul dari benda itu. Maka secara metafisik, warna dari daun ini adalah _semua warna_ kecuali hijau. Sebab warna warna yang lain terserap oleh daun, dan telah menjadi milik daun. Sedang daun tidak mampu menyerap warna hijau, maka warna hijau memantuk sampai penglihatan dan pikiranmu, kemudian kamu mengatakan daun ini berwarna hijau. Secara metafisik, itu keliru. Jadi secara metafisik, semua penglihatan kita akan warna benda itu keliru. Yang bukan warna milik benda itu yang terpantul ke mata kita itulah yang selalu kita sebut warna benda.

*Bagong*:
Dolanan metafisik itu apa gunanya?

*Semar*:
E semua kenyataan mempunyai metafisiknya sendiri sendiri. Maka semua pikiran, perasaan, ibadah, doa, keyakinan, maksud, tujuan, ucapan, tulisan dst mempunyai metafisik masing masing.

*Bagong*:
Iya gunanya untuk apa?

*Semar*:
Mengerti banyak maksud dari maksud maksud, mengerti banyak maksud dari perbuatan, mengerti banyak maksud dari tulisan, ucapan dan kenyataan itulah yang dimaksud orang berilmu. Maka sebenar benar ilmu itu adalah metafisik.

*Petruk*:
Apa metafisik bisa untuk pendidikan moral rama?

*Semar*:
Nau dzubilah mindzalik. Sebenar benar godaan syaitan kepada manusia adalah godaan metafisik, yaitu menggoda manusia dengan ketidak tahuan manusia sendiri. Maka penyakit hidup manusia ialah manakala dia sudah tergoda metafisiknya syaiton, yaitu merasa mengerti banyak perkara. Maka pendidikan moral yang diperlukan adalah pendidikan agar manusia secara metafisik mampu mengetahui beberapa maksud dibalik perkara. Sebenar benar manusia bermoral jika dia mampu mengakui tidak mengerti beberapa atau banyak perkara.

*END*




14 comments:

  1. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Terkait topik bahasan mengenai metafisik bahwa metafisika memiliki tingkat keumuman yang paling tinggi, memang benar bahwa metafisika mencakup ke arah pembicaraan tentang alam ghaib atau ketuhanan, tetapi itu segi khususnya saja bukan segi umum dari metafisika itu sendiri. Metafisika pun menyelidiki tentang sesuatu yang objek fisik juga seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan benda alam lainnya. Dari sini semakin jelas bahwa metafisika tidak sekedar tentang alam ghaib tetapi juga tentang semua yang ada.

    ReplyDelete
  2. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Artikel di atas mengajarkan kepada kita tentang manusia bermoral yang merasa tidak mengerti beberapa perkara. Saya merasa akan berbahaya jika kita merasa memahami banyak perkara. Hal ini akan menimbulkan kesombongan sehingga malas untuk belajar. Ketika orang merasa tidak mengerti beberapa perkara, maka, dia kana lebih menghargai orang yang mengerti, mau belajar, dan tidak merasa sombong merasa lebih baik dari yang lain.

    ReplyDelete
  3. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Metafisik merupakan sesuatu dibalik yang fisik. Semua benda ataupun fenomena yang kita lihat, dengar, dan rasakan itu barulah fisiknya saja. Namun metafisik berada disebalik itu. Telah dijelaskan bahwa mempelajari metafisik itu berguna untuk mengerti banyak maksud dari maksud-maksud, mengerti maksud dari perbuatan, mengerti banyak maksud dari tulisan, ucapan, dan kenyataan. Namun, metafisik tidak boleh disalahgunakan, kita harus hati-hati dengan godaan metafisik. Bahaya ketika seseorang merasa mengerti paling banyak perkara. Padahal orang yang mengerti banyak perkara sebenarnya tidak banyak mengerti. Karena hati dan pikiran mereka telah tertutup oleh godaan syetan. Na’udzubillah.

    ReplyDelete
  4. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika

    "Metafisik a adalah selain a"
    Hal tersebut dapat membuat kita banyak sudut pandang. Seperti Daun terlihatHijau, tapi pada nyatanya, tanpa cahaya daun tidak terlihat. Hal tersebut dapat kita tarik hikmahnya. Karena sebenarnya sesuatu itu bukan cuma sebenarnya yg kita lihat, tapi ada juga hal lain. Dengan kejadian akhir-akhir ini bahwa kerusuhan di sosmed karena sempitnya sudut pandang. Maka perluasan sudut pandang itu perlu.
    "Metafisik sesuatu benda adalah bukan benda tersebut. Metafisiknya warna langit bukanlah biru, bisa jadi orange ataupun hitam."

    Terimakasih

    ReplyDelete
  5. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Saya sangat tertarik dengan artikel metafisik ini. Karena, saya pernah mengikuti kuliah dengan prof marsigit terkait warna yang kita lihat bukanlah warna satu satunya yang melekat pada benda. Sebenar benarnya, kita sedang melakukan determin terhadap benda tersebut. Maka, sebaik baik manusia itu jangan determin terhadap suatu apapun.

    ReplyDelete
  6. Restu WIdhi Laksana
    18709251022
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Bismillahirrokhmanirrokhim
    Belajar metafisik ini sangat menyenangkan dan bermanfaat, bukan hanya karena kita jadi memikirkan sebuah fenomena dengan banyak sudut pandang, tetapi juga dengan belajar metafisik kita menjadi tahu betapa banyak keragaman pola pikir yang bisa dilakukan untuk menyikapi sebuah fenomena. Seorang sufi dan para petapa pada zaman dahulu mungkin adalah orang yang mempelajari metafisik segala sesuatu lebih banyak dibanding orang lain. Mempelajari metafisik ini juga dapat membuat kita lebih bijak dan lebih resisten dalam menghadapi faham radikal dan ekstrem dari suatu kelompok.

    ReplyDelete
  7. Nurul Huda
    19701264005
    S3-PEP 2018
    Metafisik itu menyingkap dibalik yang tampak secara fisik. Ini kerja para ilmuwan yang sangat penting. Jika ilmuwan hanya bias melihat yang fisik saja tanpak bisa menyibak apa yang menyebabkan fisik itu tampak begitu, maka maqomnya belum sampai pada ilmuwan yang berintegritas.

    ReplyDelete
  8. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Sebenar-benar ilmu adalah metafisik. Mengetahui banyak maksud dari suatu perkara. Berpikir metafisik berarti berpikir secara luas dari berbagai sudut pandang. Meta berarti sebaliknya yang didengar atau dilihat. Misalnya saja orang melihat bahwa daun berwarna hijau. Namun jika berpikir metafisiknya warna daun adalah warna selain itu. misalnya saja berada pada kegelapan, maka daun bisa berubah warna menjadi hitam. Ketika berada pada ruang yang dipenuhi lampu berwarna merah, maka daun tersebut akan berubah warna merah. Warna daun bisa bermacam-macam. Hal ini tentu bisa memperkaya pengetahuan dan bisa mengerti banyak hal. Namun ini berbahaya jika sudah tergoda metafisiknya syaiton yang merasa mengerti bayak hal sehingga menjadikannya sombong dan lupa diri. Jadi, berusaha mengetahui banyak hal memang baik dilakukan namun tetap hati-hati jangan sampai terkena godaan syaiton.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  9. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Metafisika merupakan istilah yang tak mudah untuk didefinisikan. Metafisika mencoba untuk mengklarifikasi bentuk pokok yang dimengerti orang-orang di dunia mengenai keberadaan sesuatu, obyek dan sifat-sifatnya, ruang dan waktu, sebab dan akibat dan segala kemungkinan yang terjadi di dalamnya. Pusat cabang dari metafisika adalah ontology, cosmologi dan epistemology.

    ReplyDelete
  10. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Segala sesuatu yang nyata memiliki metafisiknya masing-masing. Karena metafisik adalah sesuatu yang berada dibalik yang kita lihat atau dengar dan metafisik itu tidak tunggal. Hal ini menunjukkan bahwa sesuatu yang kita lihat secara langsung belum tentu itulah yang terlihat secara kasat mata berdasarkan pandangan metafisiknya. Karena sebenar-benar metafisik adalah selain yang terlihat.

    ReplyDelete
  11. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P. Mat A 2018

    Metafisik merupakan kegiatan setelah melihat kualitas pertama.Sbagai contoh kita melihat laut maka pada umumnya orang akan mengatakan bahwa laut berwarna biru. sebenarnya adalah warna pembentuk laut itu selain warna biru. sehingga metafisik itu melihat sesuatu yang ada dalam sebali apa yang lita lihat, sesuatu yang sebenarnya bukan hanya yang kita lihat saja.

    ReplyDelete
  12. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Menurut wikipedia, metafisika adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan proses analitis atas hakikat fundamental mengenai keberadaan dan realitas yang menyertainya. Kajian mengenai metafisika umumnya berporos pada pertanyaan mendasar mengenai keberadaan sifat-sifat yang meliputi realitas yang dikaji. Metafisika memiliki tingkat keumuman yang paling tinggi, memang benar bahwa metafisika mencakup ke arah pembicaraan tentang alam ghaib atau ketuhanan, tetapi itu segi khususnya saja bukan segi umum dari metafisika itu sendiri. Metafisika pun menyelidiki tentang sesuatu yang objek fisik juga seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan benda alam lainnya.

    ReplyDelete
  13. Lukman
    19701264003
    S3-PEP 2018

    Kebalikan Metafisiknya Setan

    1. Manusia diperintah untuk mencari ilmu, kemudian
    2. Mengamalkan ilmunya, kemudian
    3. Manusia akan terilhami ilmu-ilmu baru, kemudian
    4. Manusia mengamalkan ilmu lama dan ilmu baru tersebut, kemudian
    5. Seperti itulah terus menerus, yang kemudian
    6. Manusia menjadi sadar betapa banyaknya ilmu itu dibanding kekuatan pikiran dan pemahamannya
    7. Karenanya, sesungguhnya orang yang memahami ilmu dan mengamalkannya, semakin lama akan..
    8. Semakin banyak yang belum dipahaminya, lalu...
    9. Manusia yang berilmu itu akan semakin rendah hati...

    ReplyDelete
  14. Hanif cahyo Adi Kistoro
    S3 PEP/ 18701264004

    Meta fisik itu bukan penampakan keseluruhan. hal yang tidak nampak dibalik hal nyata adalah termasuk fakta. meskipun tidak semua bisa melihat hal yang metafisik. hanya yang sudah mempunyai ilmu linuwih yang bisa menembus dunia metafisik.

    ReplyDelete