Sep 25, 2017

FILSAFAT PEMBAGIAN

Oleh: Marsigit UNY
22 September 2017



Secara maknawi pembagian dapat diturunkan dari kategori. Makna dari kategori adalah pembeda.

Pembagian dengan makna pembeda tidak harus menghasilkan jumlah tetapi kuantitas pada umumnya.

Selembar kertas dibagi 2,  yang satu luas yang lain sempit.

Jadi ada perbedaan antara membagi benda kongkrit dan benda pikir. Bilangan termasuk benda pikir.

Kita hanya dapat membagi obyek saja, tetapi sifat atau karakter hanya bisa dibedakan.

Jelas bahwa membagi itu pasti membedakan, tetapi membedakan tidak tentu membagi. Misal membedakan sifat warna yang sangat biru dengan agak biru.

Suatu bilangan adalah benda pikir yang sudah kehilangan sifat kongkritnya. Jika bilangan masih mempunyai sifat kongkritnya maka 8 dibagi 2 hasilnya bisa saja nol, karena 8 yang dimaksud terbuat dari triplek.

Sekarang kita fokus saja pada pembagian bilangan sebagai benda pikir. Pembagian bilangan terdiri dari tiga unsur yaitu: bilangan terbagi, bilangan pembagi, dan kegiatan membagi.

Bilangan pembagi suatu konsep menentukan tempat atau wadah sebanyak bilangan pembagi.

Kegiatan membagi adalah kegiatan mengisi setiap wadah dengan banyak bilangan satuan yang sama.

Bilangan pembagi merupakan banyaknya wadah yang secara adil dilakulan dengan kegiatan membagi.

Pembagian bilangan dengan kegiatan membagi secara adil dapat menghasilkan sifat bahwa bilangan terbagi, terbagi habis oleh bilangan pembaginya.

Untuk memperoleh banyaknya isi yaitu banyaknya bilangan yang sama pada tiap wadah, maka kegiatan membagi dapat dilakukan dengan mengisi wadah satu persatu secara bergiliran, yang diambil dari bilangan terbagi, sampai bilangan terbaginya habis.

Contoh kasus misalnya 12 dibagi 4. Maka 12 adalah bilangan terbagi. Bilangan pembaginya adalah 4.

Maka pembagian bilangan 12 dengan bilangan 4 menunjukkan keadaan adanya 4 wadah yang akan diisi secara adil satu persatu dari bilangan 12, sampai habis.

Maka kegiatan membagi 12 dibagi 4 dapat divisualisasikan dengan benda konkrit 12 kerikil dan 4 kotak yang secara bergilir diisi satu persatu bilangan satuan yang diambil dari 12, sampai habis. Diperoleh tiap kotak berisi 3 kerikil, untuk menghabiskan 12 kerikil tanpa sisa.

Kegiatan di atas kemudian dinamakan bahwa:
12 dibagi 4 hasilnya 3.

Apapun alat peraga dapat dibuat berdasar konsep ontologis tersebut. Tetapi hendaknya jangan sebaliknya, justru alat peraga yang bikin bingung.

Demikian semoga bermanfaat.

115 comments:

  1. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Cara lain untuk menjelaskan pembagian pada siswa SD yaitu menjadikan siswa-siswa itu sebagai alat peraganya. Misal guru memerintahkan 4 siswa yaitu : Andi, Budi, Nana, dan Ali untuk maju ke depan kelas. Guru memberikan 12 buah permen kepada Andi, lalu meminta Andi untuk membagi permen tersebut kepada 3 siswa lainnya: Budi, Nana, dan Ali, sama banyak. Kemudian Andi memberikan permen-permen pada masing-masing temannya sama banyak, yaitu masing-masing 4 buah permen. Konsep ini untuk menjelaskan konsep 12:3=4.

    ReplyDelete
  2. Vidiya Rachmawati
    PM A
    17709251019

    Pembagian merupakan salah satu operasi hitung yang cukup sulit dipahami siswa. Terutama untuk siswa tingkat sekolah dasar terjadang mereka memandang pembagian sebagai suatu momok yang menakutkan. Terlebih lagi apabila pembagian tersebut mengandur unaur bilangan negatif atau pecahan desimal. Ini cukup rumit bagi siswa. Oleh karena itu, konsep dasar pembagian harus dikenalkan dengan baik sebelum siswa diberikan soal-soal pembagian yang sudah memuat bilangan kompleks. Nah, menurut saya cara mengajarkan pembagian untuk anak SD dapat dilakukan dengan cara "mengelompokkan". Sebagai contoh 12 apel akan dibagi kepada 4 anak sama banyak, maka dapat digunakan dengan mengelompokkan 12 apel ke dalam 4 wadah sampai tidak tersisa, sehingga masing-masing wadah akan berisi sejumlah apel yang sama.

    ReplyDelete
  3. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Benar adanya prof. Sebenarnya alat peraga matematika merupakan hal yang dibutuhkan sekali oleh guru dalam memahamkan anak muridnya mengenai beberapa pokok bahasan matematika yang terdapat alat peraganya didalamnya. Namun, dalam membuat alat peraga, harus diperhatika sisi kemanfaatannya dan apakah dapat memahamkan siswa atau palah membingungkan siswa. Karena jika alat peraga tersebut hanya membuat siswa bingung, itu artinga alat peraga tersebut bukan membantu kegiatan belajar siswa namun hanya sebagai aksesoris belaka. Sehingga kebermanfaatannya tidak terlalu diperhatikan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  4. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Tulisan ini membuat kami menyadari bahwa dalam membuat/memilih alat peraga matematika kita harus memahami benar filosofis ontologis dari konsep matematika yang akan diperagakan. Menggunakan alat peraga dalam pembelajaran hendaknya mempermudah proses pembelajaran, jangan sampai menggunakan alat peraga justru malah membuat siswa kesulitan dalam proses belajar.

    ReplyDelete
  5. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Operasi pembagian salah satu operasi perhitungan yang cukup dianggap sulit bagi anak-anak sekolah dasar, bahkan tak jarang juga anak sekolah menengah pertama masih mengalami kendala dalam melakukan operasi pembagian. Hal ini karena ketika awal mempelajari pembagian tidak diawali dengan memvisualisasikan operasi pembagian kedalam benda konkret, sehingga ketika awal belajar siswa sudah mengalami kesulitan karena daya nalarnya belum sampai pada nalar yang tingkatannya lebih tinggi, siswa akan terus merasa kesulitan ketika melakukan operasi pembagian. Berbeda dengan siswa yang mendapatkan visualisasi pembagian dengan benda konkret, pasti siswa lebih memahami konsep dan maknanya. Jadi, visualisasi dengan benda konkret itu sangatlah penting, contohnya dengan alat peraga. Alat peraga yang baik harus konkret dan memudahkan penggunanya, bukan membuat yang abstrak tambah abstrak dan membuat bingung penggunanya. Dengan menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran, dapat meningkatkan semangat dan motivasi belajar siswa.

    ReplyDelete
  6. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Awalnya, kini, menurut saya adalah hal mudah membagi bilangan yang masih tergolong satuan hingga puluhan. tetapi menjadi sulit ketika saya pelan-pelan mengikuti alur tulisan ini. Wahhh, betapa proses itu penting, betapa proses itu guru terbaik. Ternyata ilmu yang saya miliki terkait bagi membagi barulah ilmu sekonyong-konyong. Alangkah beruntungnya, kali ini diberi kesempatan melihat alur pembagian seindah ini.

    ReplyDelete
  7. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saat saya membaca ulasan ini, saya diberi kesempatan untuk terus berpikir secara kreatif. Filsafat pembagian yang begitu unik. Pembagian yang merupakan turunan dari kategori dan kategori itu sendiri bermakna pembeda. Contoh selembar kertas dibagi dua dan hasilnya yang satu luas yang lain sempit, sangat membuka paradigma saya yang selama ini hanya melihat pembagian dari sudut pandang bilangan saja. Sungguh luar biasa jawaban dari contoh tersebut dan ini membutuhkan pemikiran yang kreatif.

    Satu kalimat yang menjadi fokus saya saat membaca ulasan ini, yaitu "membagi itu pasti membedakan namun membedakan tidak tentu membagi". Saya baru mengetahui ada kaitan antara membagi dan membedakan dimana pembagian berlaku dalam pembedaan namun belum tentu sebaliknya. Kemudian, pembagian hanya untuk objek saja, tetapi sifat atau karakter itu hanya bisa dibedakan. Ya, saya sependapat dengan hal ini. Contohnya, tipe kepribadian antara individu satu dengan yang lain bertujuan hanya untuk membedakan tingkah lakunya saja.

    ReplyDelete
  8. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Terimakasih banyak pak.Membagi menurut KBBI.1) menceraikan (memecahkan, memisahkan, membelah menjadi beberapai bagian yang sama.contohnya:” Ia membagi tanah menjadi tiga bagian.2) memecahkan (menyederhanakan) bilangan dengan bilangan tertentu(matematika) contohnya: ia membagi bilangan 60 itu dengan 2 (60:2).3) memecahkan sesuatu lalu memberikannya kepada pihak lain. Contoh: Ia telah membagi seluruh harta pasukannya kepada orang lain kepada ketiga orang anaknya.4) memberikan (sebagian) untuk orang lain. Contohnya: dia selalu membagi keuntungannya dengan saya.Penjelasan tentang filsafat pembagian jika dikaitkan dengan pengertian meurut KBBI, termasuk kategori yang kedua di dalam pengertian KBBI.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  9. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Membaca postingan Bapak memberikan informasi tentang hakikat pembagian dan penjelasan tentang konsep pembagian. Berdasarkan paparan tersebut dapat dijadikan pedoman untuk mengajarkan konsep pembagian kepada anak dengan menggunakan benda-benda yang dekat dengan anak sehingga akan mempermudah anak dalam memahami konsep pembagian.
    Beberapa anak SD yang saya jumpai mampu menjawab hasil pembagian dari dua bilangan tetapi kurang memahami makna pembagian. Mereka juga kesulitan apabila menjumpai jenis soal cerita. Sehingga perlu adanya pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami konsep pembagian.

    ReplyDelete
  10. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Melalui tulisan di atas, saya memahami bahwa dalam mengajarkan pembagian kepada siswa terutama pada tingkat dasar hendaknya menerapkan atau menggunakan alat peraga. Dengan adanya alat peraga diharapkan pemahaman siswa pada materi pembagian dapat tercapai dengan baik. Oleh karena itu, dalam memilih atau membuat alat peraga khususnya alat peraga matematika, sebaiknya dibuat berdasarkan konsep ontologis. Sehingga dengan adanya alat peraga, dapat membantu siswa dalam memahami materi, bukan sebaliknya malah membuat siswa menjadi bingung.

    ReplyDelete
  11. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Tulisan ini kembali menyadarkan kita bahwa konsep pembagian serta konsep matematika dapat diperkenalkan dengan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, pemilihan alat peraga harus sesuai dengan materi yang akan diajarkan.

    ReplyDelete
  12. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Tulisan bapak kali ini, memberi artian yang sangat bagus. Bahwa dalam pembagian terdapat 3 aspek, yaitu bilangan terbagi, bilangan pembagi, dan kegiatan membagi. Kesetiap aspek memiliki ketentuan masing-masing. Selain itu dari penjelasan bapak, dapat saya simpulkan bahwa menggunakan alat peraga dalam pembagian merupakan alternatif yang sangat bagus demi memberikan pemahaman kepada siswa.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  13. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Tulisan bapak ini secara implisit mengajarkan bahwa kita sebagai calon pendidik dan pengajar harus berusaha membuat pembelajaran matematika realistik yang berorientasi pada pengalaman nyata kepada siswa agar konsep matematika yang terbentuk bisa bertahan lama. Selain itu proses rekontruksi konsep dan definisi yang abstraksi menjadi lebih bersifat realitas dengan menunjukkan contoh-contoh dari kehidupan nyata yang dikaitkan dengan materi pembelajaran.

    ReplyDelete
  14. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Pembagian merupakan materi yang tersulit menurut anak-anak pada jenjang pendidikan sekolah dasar. Pada materi ini, konsep yang benar sangat dibutuhkan agar tidak terjadi miskonsepsi pada materi selanjutnya, karena sejatinya semua materi matematika itu membentuk spiral. Dari artikel ini saya sangat berterimakasih karena telah me-refresh ingatan kami tentang konsep pembagian. Dengan pemahaman konsep yang benar dan baik, tentunya jika pembelajaran disampaikan dengan media pembelajaran akan menjadikan pembelajaran menjadi semakin mudah dipahami.

    ReplyDelete
  15. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Penjelasan proses pembagian yang sangat detail. Kita juga dapat menggunakan alat peraga berupa permainan tradisional yaiti “dakon”. Dakon sebagai wadah dan biji kopi (atau yang lain) sebagai bilangan terbagi. Selain itu, saya juga teringat pada masa SD saya dulu pernah disuruh membawa lidi dengan jumlah tertentu. Karena guru juga harus dapat memberikan praktek secara langsung tanpa harus selalu menulis angka di papan tulis. Hal ini juga dapat menarik daya tarik dan daya ingat siswa.

    ReplyDelete
  16. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Kalimat-kalimat awal dari tulisan bapak mencerahkan saya bahwa pembagian itu tidak selalu membaginya sama besar. Tergantung apakah ia termasuk benda piker atau benda konkrit. Misalnya saja seorang Ayah yang mempunyai uang 20.000. Si Ayah ini hendak memberikan uang saku pada dua anaknya, satu sekolah di SMA dan satu lagi di SD. Tentu sang Ayah ini tidak membagi uang 20.000 tersebut menjadi sama besar, per anak mendapatkan 10.000. Tapi sang Ayah pasti akan memberikan uang saku pada anaknya yang SMA lebih besar daripada adiknya. Demikianlah konsep adil, yaitu memberikan bagian orang lain sesuai dengan kebutuhan/bagiannya. Adil tidak selalu berarti membaginya sama besar

    ReplyDelete
  17. Devi Nofriyanti
    17709251041
    Pps UNY P.Mat B 2017

    Berbicara tentang pembagian, benak saya langsung tertuju pada anak SD. Seperti yang bapak tuliskan, konsep pembagian bisa diberikan melalui benda-benda konkrit. Dulu saya pernah mengajar privat anak kelas 3, dia merasa kesulitan untuk menjawab soal pembagian yang diberikan oleh gurunya di sekolah. namun ketika saya jabarkan konsep melalui benda konkrit, dia bisa membayangkan ataupun menggambarkannya sehingga soal tersebut bisa dengan mudah dia jawab.

    ReplyDelete
  18. Junianto
    PM C
    17709251065

    Sebagian besar objek matematika adalah benda pikir bukan benda konkret. Maka dari itu, terkadang siswa sulit memahami materi karena mereka tidak bisa melihat benda yang sedang dipelajari. Disinilah yang menjadi tugas seorang guru untuk selalu berinovasi bagaimana membuat siswa paham akan materi yang dipelajari. Peran alat peraga dalam membantu siswa belajar sangat penting karena akan menghadirkan benda pikir menjadi benda konkret. Namun, pemilihan alat peraga juga harus tepat agar benar-benar membuat siswa merasa terbantu bukan sebaliknya.

    ReplyDelete
  19. Riandika Ratnasari
    17709251043
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Materi pembagian mulai diberikan ketika anak berada pada bangku sekolah dasar kelas 2. Kebanyakan guru mengajarkan tentang pembagian dengan mengurangi bilangan terbagi dengan bilangan pembagai sampai sama dengan nol. Konsep tersebut menurut saya sangat sulit ditangkap oleh siswa dalam memahami pembagian. Setelah saya membaca tulisan bapak, saya terinspirasi untuk mengajarkan siswa les saya dalam memahami pembagian. Sebab menurut saya pembagian merupakan salah satu fondasi di dalam belajar matematika. Terimakasih Bapak Marsigit.

    ReplyDelete
  20. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Membaca postingan Prof Marsigit ini mengingatkan kuliah umum PM kemarin, narasumber menampilkan tanyangan bagaimana seorang guru di sekolah dasar di US mengenalkan konsep pembagian. siswa diberi masalah mengenai mesin minuman dengan slot 6 botol, kemudian guru memberikan inisiasi bahwa jumlah minuman yang tersedia misalkan 216, ada berapa minumanyang tersedia di setiap slot, dari masalah tersebut siswa berpikir keras melakukan uji coba bagaimana menyelesaikan maslaah tersebut, berbagai ide kreatif penyelesaian muncul hingga pada akhirnya dapat menjawab dengan baik bahwa setiap slot berisi 36 botol yang dapat dikeluarkan. Sedangkan kegiatan pembagian dalam sekolah dasar saya rasa dapat dikenalkan melalui permainan mencongak, yakni game sederhana yang dapat membuat siswa tertarik tanpa kehilangan esensi pembelajaran matematika. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  21. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih prof. Marsigit atas artikel kali ini. Tulisan di atas menerangkan secara gamblang bahwa setelah diketahui adanya indikator pembeda, barulah dikategorikan dan kemudian terjadilah pembagian. Membagi itu membedakan namun membedakan belum tentu membagi. Misal saja seorang ibu membagikan uang jajan kepada anaknya dengan membedakannya sesuai usia dan tingkat kebutuhannya. Namun jika ibu itu membedakan anaknya dengan membagi uang jajan secara adil dan merata, maka sistem pembagian seperti tidaklah tepat karena anak terkecil akan mendapat uang jajan dengan nominal yang sama dengan anak terbesar. Jikalau kita bicara mengenai sistem pembagian dalam matematika, itu merupakan salah satu operasi bilangan yang tidak mudah dipahami siswa secara langsung. Sebagian besar guru mungkin juga menggunakan benda konkret sebagai pemberian contoh agar siswa tidak hanya mengandalkan benda pikir saja, namun juga mendapatkan contoh realnya. Seperti contoh kasus 12 kerikil yang dibagi dalam 4 wadah dengan isi yang sama banyak, maka sisa yang didapat adalah nol. Sedangkan jika 12 kerikil dibagi dalam 5 wadah dengan isi yang sama banyak maka akan terlihat secara jelas isi kerikil tiap wadah dan sisa kerikilnya. Demikianlah pemberian ilustrasi yang tepat agar mudah mengingat dan memahami konsep dasar pembagian.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  22. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Operasi pembagian sering membuat siswa kebingungan, kurangnya pemahaman tentang konsep pembagian menjadi salah faktor besarnya. Artikel diatas memberikan tambahan referensi kepada guru dalam memberikan pemahaman tentang pembagian melalui konsep dasar operasi pembagian. Guru bisa membuat media pembelajaran untuk materi pembagian seperti dicontohkan diatas, atau bisa juga membuat yang berbeda namun dengan konsep yang sama.

    ReplyDelete
  23. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Setelah membaca postingan bapak kali ini saya lebih memahami konsep pembagin itu sendiri. Pada dasarnya kita hanya bisa membagi obyek saja, semisal laki-laki dan perempuan. Sebaliknya, kita tidak bisa membaginya melainkan membedakan salah satu yg termasuk di dalamnya, semisal tingkah laku yg humoris dgn yg pendiam sekali, pemarah dgn yg penyabar sekali,
    Jika keduanya dapat di bandingkan maka tidak terjadi pembagian yg efektif.

    ReplyDelete
  24. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Terima kasih bapak karena telah memberikan wawasan baru kepada kami mengenai salah satu cara mengajarkan pembagian pada anak. Anak pada usia-usia sekolah dasar cenderung akan lebih mudah belajar melalui benda konkret, benda yang mereka ketahui dan ada dihadapannya. Oleh karena itu penggunaan alat peraga untuk memperkenalkan dan mengajarkan suatu konsep yang baru bagi anak sangat penting dan berharga manfaatnya. Akan tetapi kita harus berhati-hati dalam menentukan alat peraga, jangan sampai alat peraga yang kita pilih itu nantinya malah akan membuat anak semakin kebingungan. Sehingga alat peraga yang dipilih haruslah yang sesuai dengan kemampuan berpikir siswa, mudah digunakan, diketahui oleh siswa, bermakna bagi anak untuk menemukan serta memahami konsep yang sedang dipelajari, dst. Sekian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan, dan terima kasih.

    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  25. Muh Wildanul Firdaus
    17709251012
    Pendidikan matematika S2

    Dalam mengajarkan pembagian kepada anak kita juga sekaligus dapat mengungkap makna keadilan dan kesamarataan, sehingga karakter adil bisa muncul dalam diri anak.

    ReplyDelete
  26. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    Assalamu'alaikum wr. Wb.
    Terimakasih Prof. atas postingan filsafat pembagian yang mengaitkan matematika dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian saya dapat memahami bahwa seadil-adilnya kita melakukan pembagian dalam pikiran, sebenar-benarnya kita tidak akan pernah bisa adil dalam kenyataan meskipun kita telah berusaha membagi dengan seadil-adilnya. Hanya Sang Pembagi Hidup yang mampu membagi adil secara mutlak.
    Wassalamu'alaikum wr. Wb.

    ReplyDelete
  27. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Guru dalam melaksanakan kegiatan mengajar selalu memikirkan bagaimana agar pembelajaran yang disampaikan akan menarik perhatian siswa dan pada akhirnya siswa dapat memahami pelajaran dengan baik. Sehingga, Guru akan melakukan inovasi-inovasi dalam mengajar, salah satunya dengan menggunakan alat peraga dalam kegiatan mengajar. Dengan kata lain bahwa alat peraga itu memiliki fungsi membantu mempermudah siswa untuk memahami suatu pelajaran. Begitulah yang saya telaah dari postingan ini. Postingan ini mengatakan bahwa penggunaan alat peraga untuk membuat agar tidak bingung, bukan malah membuat lebih bingung. Alat peraga itu juga tidak selalu berbahankan sesuatu yang mahal, namun dapat juga memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitar kita.

    ReplyDelete
  28. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berbicara masalah pembagian, memang materi tersebut termasuk materi yang sulit dipahami oleh para siswa terutama siswa sekolah dasar. Untuk mengajarkan materi pembagian ke anak SD, kita perlu memilih Alat Peraga yang tepat dan konkret untuk menjelaskannya. Saya ingat ketika saya masih kecil, untuk belajar pembagian, guru saya menyuruh saya untuk menggunakan lidi ataupun batu-batu kecil. Belajar jadi mudah dan menyenangkan.

    ReplyDelete
  29. Gamarina Isti Ratnasari
    Pendidikan Matematika Kelas B (Pasca)
    17709251036


    Pembagian dapat diturunkan dari kategori. Makna dari kategori adalah pembeda. Pembagian dengan makna pembeda tidak harus menghasilkan jumlah tetapi kuantitas pada umumnya. Pada matematika pembagian bilangan terdiri dari tiga unsur yaitu: bilangan terbagi, bilangan pembagi, dan kegiatan membagi. Dalam mengajarkan kepada siswa tentang pembagian dapat menggunakan berbagai cara tetapi untuk anak sekolah dasar alagkah baiknya mengajarkan pembagian menggunakan benda konkret , dan masalah yang dihadapi siswa juga dala memahami pembagian tersebut dengan masalah konkret. Caranya dapat dengan menggunakan batu krikil dimana batu tersebut dibagi menjadi beberapa bagian yang dapat meperjelas kepada siswa

    ReplyDelete
  30. Bilangan yang merupakan sifat pola pikir yang telah kehilangan sifat kongkritnya. Maka alangkah baiknya diberikan terlebih dahulu dari hal kongkret untuk menerapkan konsep pembagian. Karena bisa jadi ada siswa yang berfikir bahwa dibagi itu tidak mesti sama ukuran hasilnya antara yang satu dengan yang lain. Jelaskan terlebih dahulu kepada siswa bahwa dalam kehidupan kita harus membagi agar yang satu dengan yang lain pada ukuran/bentuk yang sama. Sangat bagus jika dijelaskan dengan alat peraga.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  31. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Belajar matematika bagi anak adalah aktivitas menemukan pola. Konsep-konsep sebaiknya diberikan secara bertahap, dimulai dengan contoh-contoh konkrit. Tak cukup hanya dengan itu, contoh yang disajikan sebisa mungkin harus berkonteks dengan sesuatu yang dekat dengan siswa, sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dari contoh-contoh tersebut siswa dibimbing untuk mendapatkan konsep melalui seragkaian aktivitas mengamati, melakukan, dan menemukan pola. Dengan melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pemebalajaran matematika, harapannya siswa akan mendapat pengalaman belajar yang lebih bermakna. Untuk dapat melakukan kegiatan pembelajaran seperti ini tentu dibutuhkan kreatifitas dan inisiatif yang tinggi dari guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  32. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, dari sini saya menyadari perlunya pemahaman guru ketika akan membuat alat peraga terutama pada materi pembagian. Seperti kita ketahui pembagian diajarkan terakhir setelah penjumlahan pengurangan dan perkalian, ini menandakan pembagian perlu mendapatkan perhatian lebih dibanding yang lain. Pemahaman guru akan pembuatan media diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami pembagian.

    ReplyDelete
  33. indah purnama sari
    17701251035
    pep b

    pembagi sudah tentu pembeda, namun pembeda belum tentu pembagi. begitu kalimat diatas yang sangat masuk kedalam pikiran saya pak. jika kita membagi sesuatu sudah pasti kita membedakan hal yang kita bagi tadi. namun jika membedakan sesuatu belum tentu kita mengelompokkan mengelompokkan semuanya.
    "Apapun alat peraga dapat dibuat berdasar konsep ontologis tersebut. Tetapi hendaknya jangan sebaliknya, justru alat peraga yang bikin bingung."

    yang saya pahami dari kalimat diatas, pintar-pintarlah jadi fasilitator dalam pendidikan namun jangan sampai kekereatifan kita justru semakin membuat murid bingung

    ReplyDelete
  34. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menyimak artikel filsafat pembagian dan implementasinya di dalam pembelajaran, saya menyadari hal-hal yang simpel dapat berpengaruh besar pada perkembangan siswa di masa yang akan datang. Pembagian merupakan operasi hitung dasar bersama penjumlahan, pengurangan, dan perkalian. Kembali ke fungsi utama alat peraga, yaitu untuk memudahkan siswa memahami materi. Mendidik bukan hanya memberikan ilmu, namun memahami diri siswa secara mendalam untuk mengetahui bagaimana cara mengajar yang tepat. Karena setiap siswa adalah unik, maka tugas guru sangat berat untuk mendidik seluruh siswa dengan keunikan berbeda-beda untuk memahami materi yang sama. Pembagian memang terlihat enteng dan simpel, namun keteledoran kita mentransfer ilmu dapat menyesatkan siswa hingga di masa mendatang.

    ReplyDelete
  35. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Untuk memberikan pengalaman belajar, sangat tepat jika menggunakan alat peraga yang sederhana namun mudah dipahami siswa. Jadi alat peraga tidak harus terbuat dari bahan yang mahal. Siswa akan mudah menerima materi jika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  36. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Tidak dapat dipungkiri bahwa materi pembagian adalah materi yang cukup sulit diajarkan pada siswa sekolah dasar. Yang sulit bukan mengajarkan bagaimana pengerjaan soalnya namun menanamkan konsep yang benar tentang pembagian itu sendiri. Anak-anak sangat senang akan kegiatan dikelas. Pengalam saya mengajarkan pembagian pada anak SD dengan membagi mereka menjadi beberapa kelompok kemudian memberikan beberapa plastic bag dan stick, kemudian saya meinta mereka secara berkelompok untuk membagi stick-stick itu ke dalam plastic bag yang berikan dengan jumlah yang sama.

    ReplyDelete
  37. Assalamualaikum Wr.Wb.
    Terima kasih banyak Prof. Dengan mengikuti tulisan ini, kami dapat belajar bahwa makna pembagian tidak hanya identik dengan operasi matematika. Oleh karena itu, seperti yang di ungkapkan dalam tulisan Prof bahwa kami belajar bahwa pembagian dalam makna kehidupan manusia masih tidak bisa terlepas dari sifat dan karakter dan pembagian yang berkaitan benda pikir seperti bilangan sudah pasti hasilnya.
    Jika difokuskan dalam pembagian dalam kehidupan sehari-hari bahwa bersikap membagi tentang apa yang kita miliki merupakan hal yang masih sulit dilakukan karena hal tersebut berkaitan dengan sikap ikhlas memerikan apa yang kita miliki kepada orang lain dan jika pembagian di kontekskan dalam operasi matematika bahwa jika melihat pembelajaran di sekolah dasar bahwa pembelajaran ketika materi pembagian memerlukan cara metode khusus untuk memberikannya kepada siswa karena tidak semua siswa dapat memahami konsep pembagian secara abstrak dengan mudah. Oleh karenanya, jika flashback kepada filsafat bilangan nol, bahwa mereka yakni para siswa yang belum mempelajari pembagian boleh jadi bilang masih pada tahap pengetahuan nol tentang pembagian . Untuk menambah pengetahuan mereka, maka siswa diajak untuk belajar dengan pembelajaran intuitif yang mengedepankan pengalaman dan alat peraga merupakan salah satu fasilitas untuk membantu siswa dalam belajar, dan tentunya fasilitas ini di desain sedemikian rupa agar dalam pengunaanya dapat benar-benar mempermudah dan bukan malah membuat siswa tambah bingung.Terima kasih Prof.
    Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024

    ReplyDelete
  38. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kita telah mengenal pembagian sejak di Sekolah Dasar (SD). Dalam ddefinisi yang sederhana, pembagian merupakan membagi suatu bilangan dalam beberapa kelompok dengan jumlah yang sama. Namun, setelah membaca artikel di atas, saya baru tersadar bahwa dalam pembagian/membagi benda konkrit dan benda pikir terdapat perbedaan. Selama ini, kalau terdapat kata membagi/pembagian, saya hanya terpikir pada pembagian benda pikir. Terima kasih Prof atas sharing ilmunya.

    ReplyDelete
  39. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Selain itu, artikel di atas juga menyadarkan saya bahwa betapa pentingnya cara penyampaian materi kepada peserta didik. Penggunaan alat peraga dapat mempermudah peserta didik dalam memahami materi. Alat bantu peraga juga cenderung lebih interaktif, membantu peserta didik menjadi lebih terlibat dalam pembelajaran mereka sendiri.

    ReplyDelete
  40. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Sama dengan topik pada artikel-artikel sebelumnya tentang intuisi anak dalma pembelajaran. Mengajarkan pembagian hendaknya dilakukan dengan kegiatan atau dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Bisa juga dengan mengembangkan media pembelajaran yang dapat merangsang intuisi siswa dalam membangun pengetahuannya. Yang utama, dalam pembagian terdapat tiga hal dasar yang perlu dipahami siswa. Yaitu bilangan yang dibagi, bilangan pembagi dan kegiatan membagi.
    Dalam menentukan bilangan yang dibagi dan yang terbagi, guru dapat memilihkan bilangan yang sesuai alias tidak bersisa. Namun, dalam mengajarkan kegiatan membagi satu yang harus diperhatikan ialah siswa mengerti dan paham bahwa yang dimaksud kegiatan membagi di sini ialah membagi secara adil atau sama banyak. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam kegiatan membagi siswa. Hal ini dikarenakan menurut pengalaman saya, anak usia sekolah dasar awal mengerti pembagian itu hanya asal membagi sesuatu menjadi beberapa bagian tetapi tidak perlu sama besar atau sma banyak.

    ReplyDelete
  41. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017
    Assalamu'alaikum wr wb.
    Dari postingan diatas dapat memberikan infromasi tentang konsep dasar dari pembagian. Pembagian itu termasuk kategori pembeda, yangmana pembagian itu tidak harus selalu membedakan dalam sebuah jumlah(kuantitas) saja. Hakikat dasar dari sebuah pembagian adalah adil.

    ReplyDelete
  42. Konsep dasar pembagian itu diajarkan di tingkat sekolah dasar, sehingga konsep yang ditanamkan oleh seorang guru haruslah kuat, agar konsep tersebut dapat lama melekat diingatan siswa. Konsep yang ditanamkan akan lebih jika pendekatan konsep itu dengan masalah konkrit(nyata) sebelum pembagian tersebut menjadi abstrak. Bisa saja seorang guru akan menyuruh siswa untuk membagikan kelereng di dalam beberapa tempatnya di depan kelas secara adil. Dengan adanya kegiatan nyata (alat bantu/alat peraga), siswa akan lebih mudah dalam mendapatkan konsep dasar dari pembagian sebelum ke konsep yang abstraknya.

    Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    ReplyDelete
  43. Kartika Kirana
    17701251039
    PEP S2 B

    Trimakasih untuk artikel ini. Bertambah satu sumber lagi yang meyakinkan bahwa alat oeraga sungguh penting untuk pembelajaran. Pembagian ini diajarkan di kelas 2 sekolah dasar. Saya mempunyai pengalaman yang menarik dengan belajar pembagian ini. Pada saat belajar perkalian, media tidak terlalu banyak digunakan. Ketika belajar pembagian, digunakanlah alat peraga berupa sedotan Dan wadah berupa gelas gelas plastik. Anak anak senang Dan mereka merasakan bahwa belajar pembagian itu menyenangkan Dan lebih mudah daripada belajar perkalian.
    Anak di kelas 2, sekitar usia 7-8 tahun, memang masih berada pada tahapan berpikirnya konkret. Masih perlu banyak bersentuhan langsung dengan sumber belajar.

    ReplyDelete
  44. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Ada hal baru yang saya temui dalam postingan ini yakni mengenai filsafat atau filosofinya pembagian. Pembagian menjadi beda maknanya jika ditinjau dari obyek fikir dan obyek kongkret. Misal 6 yang merupakan obyek fikir, jika dibagi 2 hasilnya ialah 3. Tetapi apabila 6 merupakan obyek konkret seperti sepatu yang berukuran 6, jika dibagi dua makan tidak akan berfungsi lagi atau bernilai 0. Kemudian, kita hanya dapat membagi obyek saja, sedangkan sifatnya tidak bisa dibagi tetapi dapat dibedakan. Misalnya buah apel dibagi dua, maka obyeknya dapat terbagi dua sedangkan sifatnya masih tetap sama. Dan kesimpulannya ialah bahwa membagi itu pasti membedakan, tetapi membedakan belum tentu membagi. Dengan demikian, mempelajari filosofi dari obyek-obyek matematika akan dapat membantu guru untuk membuat pelajaran matematika tersebut lebih bermakna.

    ReplyDelete
  45. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Artikel yang berjudul filsafat pembagian di atas menunjukan bahwa pembagian memiliki dua makna yang berbeda, pertama pembagian dari obyek fikir dan yang kedua pembagian dari objek konkret. pada pembagian dalam obyek fikir 2 dibagi 2 maka hasilnya menjadi 1, hal ini sudah menjadi ketentuan yang sudah disetujui dan dianggap benar.sedangkan pembagian dalam objek konkret 2 dibagi 2 hasilnya belum tentu 1. Misal pada pembagian warisan tanah seluas 2 hektar kepada 2 anak laki-laki dan perempuan, maka hasilnya laki-laki mendapat 4/3 hektar sedangkan anak perempuan mendapat 2/3 hektar.

    ReplyDelete
  46. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Pembagian merupakan salah satu materi yang cukup sulit dipahami siswa, padahal materi pembagian merupakan salah satu materi dasar yang penting dalam pembelajaran matematika. Karena itulah penting bagi guru untuk mengembangkan suatu alat peraga agar siswa lebih mudah memahami materi pembagian. Dalam membuat alat peraga tersebut tentunya guru harus memperhatikan karakteristik siswa dan lingkungan yang ada. Ada siswa yang mungkin sudah dapat memahami pembagian melalui alat peraga berupa gambar, ada pula siswa yang baru dapat memahami pembagian apabila dia beraktifitas melakukan pembagian menggunakan benda-benda konkret. Alat peraga yang dibuat juga harus disesuaikan dengan lingkungan agar benda maupun hal-hal lain yang digunakan sebagai contoh maupun alat peraga merupakan sesuatu yang familier bagi siswa. Dan yang terpenting dalam membuat alat peraga guru harus memperhatikan aspek kemudahan bagi siswa untuk memahami materi tersebut melalui alat peraga yang disajikan.

    ReplyDelete
  47. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Pembagian adalah salah satu operasi bilanga yang dipelajari pada pembelajaran matematika disekolah. Pembagian diajarkan dari jenjang sekolah dasar. Penjabaran diatas membahas tentang filsafat pembagian. Bahwa konsep pembagian adalah abstrak dalam pikiran, karena tidak pernah benar-benar ada pembagian yang ideal di dunia. Dalam konsep tersebut pembagian adalah sebuah proses pengisian mengisi wadah yang disediakan dengan banyak bilangan yang sama. Konsep ini harus dipahami sedemikian sehingga dalam membuat alat peraga. Alat peraga yang baik adlah alat peraga yang memudahkan siswa untuk memahami, bukan menambah persoalan.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  48. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Mewujudkan konsep pembagian dari yang kompleks menjadi kongkret dibuuhkan pemahaman yang mendalam tentang konsep pembagian tersebut. Memahami konsep secara ontologis menjauhkan kita dari sikap salah asumsi dan persepsi. Maka dari itu untuk dapat mengubah konsep matematika menjadi kongkret melalui media pembelajaran haruslah sesuai pemahaman agar tidak justru membuat tambah komlpleks atau salah konsep.

    ReplyDelete
  49. proses tidak mengkhianati hasil, dari postingan diatas memberikan ilmu baru lagi bahwa untuk tinggkatan sebagai contoh anak SD matematika dalam memperlajari pembagian, pada tingkatannya, agar lebih mudah, karena pada anak usia tersebut masih saja ada siswa yang kurang memahami
    oleh karena itu peran pendidik sangat berperan akan hal tersebut

    Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    ReplyDelete
  50. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Filsafat pembagian, dari ulasan ini saya belajar bahwa alat peraga pembelajaran itu tidak perlu mewah dan mahal namun yang terpenting alat peraga itu mampu memahamkan siswa bukannya membingunkan siswa. Seperti dalam ulasan ini mengenai menanamkan konsep pembagian kepada siswa. Alat peraga yang digunakan tidaklah mahal, hanya kerikil dan kotak saja. Oleh karena itu, maksimalkan apa yang ada di sekitar kita untuk kita jadikan medai pembelajaran yang dapat membantu memahamkan konsep kepada siswa. Terimakasih

    ReplyDelete
  51. Latifah Fitriasari / 17709251055 / PPs PMC

    Dalam pembagian khususnya pecahan seorang guru biasanya mengajarkan jika pecahan dibagi dengan pecahan maka dikalikan dengan sebaliknya (pembilang di bawah dan penyebut di atas) padahal jika dilogika pembagian selalu menghasilkan bilangan lebih kecil dari bilangan yang dibagi tetapi tidak dengan 1/2 : 1/4 = 2, ternyata 1/2 < 2. Bagaimana itu bisa terjadi? Biasanya murid-murid tidak pernah menanyakan hal tersebut karena sudah dianggap biasa karena siswa hanya menerima pengetahuan secara mentah-mentah dan guru kurang memberi kesempatan siswa untuk berpikir kritis.

    ReplyDelete
  52. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Di dalam proses pembagian sebagai landasannya adalah siswa harus paham proses perkalian. Kebanyakan siswa mengalami kesulitan ketika harus melakukan operasi pembagian pada materi pecahan hal ini umumnya terjadi karena siswa kurang paham dan tidak hapal konsep perkalian. Maka dari itu sebaiknya guru benar-benar memastikan bahwa setiap siswa paham dan fasih di dalam konsep perkalian.

    ReplyDelete
  53. Eka Luthfiana Lathifah
    177092510062
    PPs P.Mac C

    Pembagian merupakan turunan dari kategori. Dalam pembagian terdapat 3 unsur bilangan yaitu: bilangan terbagi, bilangan pembagi, dan kegiatan membagi. Dalam filsafat bilangan pembagi itu dimisalkan sebagai wadah. Kegiatan membagi merupakan kegiatan mengisi setiap wadah dengan banyak bilangan sama rata.

    ReplyDelete
  54. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Semua operasi dalam matematika memiliki filosopinya masing-masing. Siswa belajar pembagian akan lebih sulit dibandingkan dengan belajar perkalian. Mungkin kalau pembagian yang tidak memiliki sisa sedikit lebih mudah jika dibandingkan dengan pembagian bersisa. Sebagai pendidik dan tenaga pengajar matematika selain harus memiliki pemahaman terhadap konsep operasi pembagian juga harus tahu pula mengenai filosopinya agar dapat melaksanakan pembelajaran matematika menjadi lebih bermakna. Pembelajaran yang bermakna tentu tidak mudah dilakukan karena banyak faktor yang harus diperhatikan, contohnya adalah penggunaan model pembelajaran yang tepat, media, buku sumber, dan bagaimana kemampuan awal siswa.

    ReplyDelete
  55. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Mungkin akan lebih mudah mengenalkan pembagian pada siswa jika dimulai dengan konsep perkalian terlebih dahulu dan dengan menggunakan alat peraga matematika, karena pembagian diajarkan pada tahap sekolah dasar yang mana siswanya masih dalam tahapan berpikir formal dan membutuhkan pemahaman konsep dengan adanya keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar , lalu bisa juga dikaitkan dengan budaya masyarakat setempat di sekolah tersebut berada. Biasanya mereka akan lebih tertarik jika pembelajaran matematika dikaitkan dengan konteks lingkungan atau budaya setempat. Sehingga siswa akan menganggap matematika bukan sebagai suatu mata pelajaran yang abstrak akan tetapi sebagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan berada dekat di sekitar kita.

    ReplyDelete
  56. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Bilangan adalah sesuatu yang ada dalam pemikiran kita. 1, 2, 3, dst hanyalah lambangnya dan 2 apel, 4 buku adalah contoh penggunaannya. Untuk mengajarkan pembagian, guru dapat menggunakan alat peraga karena sesuatu yang abstrak akan mudah dipahami dengan memberikan contoh kongkritnya. Prinsip alat peraga adalah sebagai jalan untuk memudahkan bagi guru dalam memberikan pemahaman kepada siswa. Guru harus memikirkan alat peraga yang cocok dengan materi yang akan dibahas. Jangan sampai alat peraga malah menjadi sesuatu yang malah menghambat pemahaman siswa.

    ReplyDelete
  57. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B
    Mewujudkan konsep pembagian dari yang kompleks menjadi kongkret dibuuhkan pemahaman yang mendalam tentang konsep pembagian tersebut. Memahami konsep secara ontologis menjauhkan kita dari sikap salah asumsi dan persepsi. Maka dari itu untuk dapat mengubah konsep matematika menjadi kongkret melalui media pembelajaran haruslah sesuai pemahaman agar tidak justru membuat tambah komlpleks atau salah konsep.

    ReplyDelete
  58. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Saya akhirnya menyadari aplikasi filsafat dalam kehidupan sehari-hari sangatlah praktis. Mengajarkan siswa hanya pengertiannya saja ketika mengajar akan sangat fatal akibatnya. Untuk membantu pemahaman siswa mengenai koknsep tersebut memang lebih mudah menggunakan media. Banyak media yang tersedia kadang malah membingungkan guru. Sudah bagus-bagus dibuat tapi guru tak bisa menggunakannya. Akan lebih baik jika guru dapat membuat sendiri alat peraga yang cocok untuk anak didiknya, tetapi tentu tetap memperhatikan konsep ontologisnya.

    ReplyDelete
  59. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  60. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Banyak siswa yang dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, dan perkalian tetapi lemah terhadap pembagian. Dengan melihat kondisi ini, maka seorang guru harus mampu menanamkan konsep pembagian di dalam benak siswa yaitu melalui retention dari operasi perkalian. Dengan siswa benar-benar paham terhadap proses perkalian maka siswa akan lebih mudah dalam melakukan proses pembagian. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru yaitu membuat suatu proses pembelajaran matematika yang bermakna dan berwawasan.

    ReplyDelete
  61. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Untuk bisa belajar pembagian, siswa harus memahami konsep perkalian. Dari berbagai penelitian, penyebab siswa sulit melakukan pembagian bilangan karena masih bayak siswa yang miskonsepsi dengan perkalian, tidak sedikit siswa belajar perkalian dengan menghafal perkalian 1-10, itulah yang menyebabkan siswa sering sulit mengerjakan perkalian. Konsep dasar pembagian adalah perkalian. Alat peraga bisa menjadi alat bantu untuk memudahkan siswa memahami konsep perkalian.

    ReplyDelete
  62. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Konsep perkalian dan pembagian merupakan dua hal yang sangat berhubungan erat. Tiadalah belajar pembagian menjadi mudah jika tidak menguasai perkalian. Kedua-duanya merupakan objek pikir yang menggunakan benda pikir berupa bilangan. Apabila dasarnya tidak kuat, maka akan kesulitan dalam pengaplikasiannya kelak. Dalam proses pembelajaran, guru perlu menyajikannya dengan baik dan tepat agar konsep matematika dapat dibangun siswa dengan baik.

    ReplyDelete
  63. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Pembagian tidak hanya berkaitan dengan bagian dari matematika saja, yaitu 4
    : 2 = 2. Pembagian itu memiliki wadah, kegiatan mebagi, dan banyaknya wadah yang terisi secara adil. Esensi lain dari pembagian misalnya ketika amil zakat akan membagi zakat bagi kaum fakir miskin, maka kegiatan yang dilakukan harus sesuai dengan aturan-aturan dan pembagian yang dilakukan haruslah secara adil. Sehingga ketiga aspek yaitu wadah, kegiatan membagi dan keadilan dapat dilakukan secara adil.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  64. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pembagian Filsafat Seperti telah dikemukakan sebelumnya, pada tahap awal kelahiran filsafat apa yang disebut filsafat itu sesungguhnya mencakup seluruh ilmu pengetahuan. Kemudian, filsafat itu berkembang sedemikian rupa menjadi semakin rasional dan semakin sistematis. Filsafat merupakan bidang studi sedemikian luasnya sehingga diperlukan pembagian yang lebih kecil lagi. Dalam pembagian tersebut tidak ada tata cara pembagian. Salah satu pendekatan klasik yang senantiasa berguna untuk menjelaskan pokok pembahasan filsafat adalah dengan menyajikan pembagian filsafat secara singkat berdasarkan contoh khas permasalahan filsafat yang digeluti.

    ReplyDelete
  65. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Konsep pembagian memperhatikan tiga unsur dalam pembagian tersebut, baik itu bilangan pembaginya yaitu sebagai wadah, kegiatan membagi yaitu sebagai kegiatan mengisi setiap wadah, dan pembagian bilangan yaitu sebagai banyaknya wadah. maka dijelaskan pula, bahwa tujuan pembagian tersebut adalah untuk memperoleh banyaknya isi pada wadah.
    Konsep pembagian bila di bawa kedalam konteks real dengan benda konkret atau alat peraga yang sesuai akan sangat membantu siswa mempelajari konsep pembagian, yang sebenarnya dapat dipelajari tanpa melalui proses kompleks yang hanya berkisar pada bilangan serta berorientasi pada hasil akhir tanpa paham aplikasi atau konteks nyata dalam kehidupannya. Konsep membagi secara spiritual memiliki pesan moral tersendiri yaitu tentang bagaimana seseorang membagi dalam kehidupannya yang memperlihatkan bagaimana mereka untuk bersikap adil.

    ReplyDelete
  66. Junianto
    PM C
    17709251065

    Seperti kita ketahui bersama bahwa objek matematika adalah benda pikir yang letaknya di pikiran kita. Oleh karena itu, berbagai macam alat oeraga yang digunakan dalam memudahkan konsep pembagian hanyalah sebagai metode untuk mencoba mengkonkretkan benda pikir. Tentu alat peraga dalam pembelajaran sangat membantu siswa dalam memahami konsep pembagian karena siswa bisa memgang, melihat dan menggunakan objek tersebut. Berbeda halnya dengan benda pikir yang tidak bisa dilihat dan hanya diketahui oleh orang yang memikirkan benda tersebut.

    ReplyDelete
  67. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Setelah sebelumnya ada filsafat 0 maka kali ini ada filsafat pembagian. Dari kata dasar nya bagi yang berarti membandingkan, memecahkan memisah, membelah, menjadikan beberapa bagian yang sama, menjadi beberapa bagian yang berbeda. Namun yang kita kenal secara umum pembagian yaitu menjadikan suatu objek menjadi beberapa bagian secara sama. Padahal konsep ini hanya berlaku pada bilangan yang ada dipikiran kita. Untuk membangun pengetahuan tentang pembagian siswa, kita dapat melakukan dari hal kongkrit seperti pembagian 6 batu di bagi 2 maka akan menghasilkan 3 batu. Dari bentuk kongkrit ini dapat kita tarik ke bentuk bilangan dalam benda pikir untuk melatih kemampuan berfikir abstrak siswa. Sehingga siswa tidak langsung di berikan materi pada bilangan yang ada di pikiran.

    ReplyDelete
  68. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017
    Pembagian menurut saya tidak selalu hilang atau berkurang. Mungkin kalo kita memberikan makanan kepada orang lain makanan itu akan berkurang, namun berbeda ketika kita memberikan ilmu. Ilmu kita tidak akan berkurang meskipun sudah dibagi bagi bahkan ilmu kita akan bertambah, semakin banyak relasi, semakin banyak rejeki.

    ReplyDelete
  69. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Jika pengenalan [embagian kepada anak menggunakan konsep matematika saja, maka tidak akan mudah peserta didik itu memahami makna pembagian di dalam matematika. Karena pembagian yang ada di matematika tidak sama dengan pembagian yang ada di dunia nyata. Jika kita lihat bahwa pembagian di matematika murni itu lebih condong pada pembagian nilai yang sama, namun jika dalam kenyataan, pembagian itu tidak harus sama, yang penting adil sesuai dengan kebutuhan individu
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  70. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saya menyadari perlunya pemahaman guru ketika akan membuat alat peraga terutama pada materi pembagian. Seperti kita ketahui pembagian diajarkan terakhir setelah penjumlahan pengurangan dan perkalian, ini menandakan pembagian perlu mendapatkan perhatian lebih dibanding yang lain. Pemahaman guru akan pembuatan media diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami pembagian.

    ReplyDelete
  71. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Pembagian merupakan salah satu materi dasar yang penting untuk dipelajari oleh siswa. Materi pembagian berguna sebagai prior knowledge untuk berbagai materi dalam matematika. Karena itulah seorang guru perlu untuk mengembangkan pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam materi pembagian. Agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar pembelajaran harus sesuai dengan dunia anak yaitu berupa aktivitas. Maka guru juga perlu mengembangkan media pemebelajaran berbasis aktivitas yang dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam materi pembagian.

    ReplyDelete
  72. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Konsep dalam sebuah pembagian adalah adil, adil dalam membagi yang ada dan yang mungkin ada. Segala sesuatu yang bisa di bagi itu harus mempunyai sifat adil, setiap manusia itu mempunyai keterbasan, maka manusia tidak bisa adil secara sempurna. Maka yang Maha Adil dalam Kesempurnaa hanya Allah.
    Apapun metode pembalajaran tentang pembagian, tetap saja pembagian yang dilakukan harus bersifat sama rata atau adil.

    ReplyDelete
  73. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Menarik sekali perihal konsep pembagiannya pak. dari tulisan ini saya baru mengetahui bahwa pembagian dapat dikategorikan sebagai pembeda pada benda konkrit. sedangkan apa yang kita gunakan selama ini perhitungan menggunakan benda pikir. membicarakan tentang pembagian benda pikir, saya jadi teringat dengan siswa privat saya dulu. siswa saya kelas 3 SD mampu mengerti konsep pembagian setelah dijelaskan dengan contoh konkrit seperti yang bapak jabarkan ditulisan ini tentang pembagian untuk mengisi wadah. mengajar anak SD memang membutuhkan kreativitas agar pelajaran mampu dipahami siswa dengan baik. guru dituntut untuk mampu menggunakan ataupun membuat alat peraga yang membantu siswa belajar.

    ReplyDelete
  74. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    seperti yang telah dipaparkan oleh Pak Marsigit bahwa objek matematika adalah benda pikir sehingga sebagai seorang pendidik harus bisa memvisualisasikan benda pikir tersebut menjadi benda nyata atau yang dikenal dengan alat praga. Pembuatan alat praga harapannya dapat mendukung proses pembelajaran sehingga dapat membuat peserta didik lebih mengetahui dan memahami secara mendalam objek matematika tersebut, bukan sebaliknya.

    ReplyDelete
  75. Woro Alma manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Konsep pembagian dengan memanfaatkan alat peraga seperti yang disampaikan oleh Pak Marsigit dapat digunakan untuk membantu peserta didik yang kesulitan dalam belajar masalah pembagian. Menurut pengalam bersekolah saat SD dahulu, pembagian dapat dikatakan materi yang sulit untuk dipahami oleh anak SD yang baru belajar pembagian. Dengan memanfaatkan alat peraga benda konkrit seperti batu, hal ini dapat mempermudah penalaran anak mengenai konsep pembagian yaitu salah satu konsep dasar pada pembelajaran matematika. Ketika menggunakan alat peraga tersebut memang benar harus didasari dengan konsep ontologisnya agar tidak terjadi salah konsep yang dapat berakibat kebingungan.

    ReplyDelete
  76. Finda Ayu Annisa
    S1 Pendidikan Matematika 2015 A
    15301241024

    Seperti yang telah dijelaskan oleh Pak Marsigit di atas bahwa pembagian bilangan terdiri dari tiga unsur yaitu: bilangan terbagi, bilangan pembagi, dan kegiatan membagi.
    Pembagian bilangan dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan membagi secara adil yang dapat menghasilkan sifat bahwa bilangan terbagi habis oleh bilangan pembaginya.

    ReplyDelete
  77. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Filsafat Pembagian
    Pembagian merupakan bagian dari operasi matematika yang sulit dibandingkan dengan operasi matematika yang lain seperti penjumlahan, pengurangan dan perkalian. Seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari, kita akan lebih mudah menghitung jumlah dan kurangnya uang saku untuk membeli sesuatu. Mudah untuk mengalikan perasaan suka, rindu dan sayang menjadi lebih banyak. Namun dalam operasi pembagian pasti selalu mengalami kesulitan, contohnya kita selalu merasa ragu untuk membagi kebahagiaan dengan orang lain seolah diri kita sendirilah yang menjadikan kebahagiaan itu terlahir, padahal tanpa orang lain kita belum tentu bahagia begitu pula kebahagiaan itu sendiri tidak akan berkurang apabila kita mampu membaginya dengan orang lain agar mereka bisa merasaka adilnya kebahagiaan. Untuk itu dalam pelajaran pembagian matematika perlu adanya media belajar yang akan mempermudah siswa untuk memahami konsep pembagian dengan baik. Sehingga kita juga bisa mengaplikasikan pembagian dengan baik dan adil pula dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  78. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pembagian merupakan materi dasar yang penting dalam matematika, karena pembagian merupakan prior knowledge bagi materi-materi lain dalam matematika. Apabila seorang siswa mengalami kesulitan dalam belajar pembagian maka besar kemungkinan dia akan mengalami kesulitan pula dalam memahami materi-materi matematika lainnya. Dalam mengajarkan siswa memahami konsep pembagian ini memang alangkah lebih baik apabila menggunakan alat peraga. Objek matematika sendiri terdiri dari benda-benda konkrit dan benda-benda pikir. Mengingat materi pembagian diajarkan pada tingkah sekolah dasar, alat peraga yang digunakan lebih mudah berupa benda konkrit, contohnya saja seperti batu. Dengan menggunakan alat peraga seperti batu diharapkan konsep pembagian ini akan benar-benar tertanam di dalam benak siswa. Sehingga konsep pembagian yang diajarkan pun akan bertahan lama dalam benak siswa. Dengan menguasai konsep pembagian akan membantu memudahkan siswa dalam menguasai materi matematika lainnya.

    ReplyDelete
  79. Luluk Mauluah
    Dikdas S3 17706261012

    Konsep pembagian menggunakan istilah wadah tersebut sangat berkaitan dengan konsep definisi perkalian sebagai penjumlahan berulang.
    Contoh: 3x2 didefinisikan dengan 3 wadah, masing-masing isinya 2 buah, sehingga 3x2 = 2+2+2
    Konsep ini akan dapat menjelaskan dengan jernih saat dikaitkan dengan soal cerita: misal dipunyai 4 ikat kembang, 5 truk beras, 2 karung terigu dsb.
    Namun konsep ini harus didasari dengan adanya penjelasan, belum membahas konsep KOMUTATIF perkalian. Sehingga protes orangtua yang pernah heboh terjadi sampai mengundang Prof Yohanes Surya untuk turun tangan mestinya dapat dijelaskan.

    ReplyDelete
  80. M. Zainudin
    16701261019
    PEP

    Konsep pembagian yang menjadi salah satu referensi penting dalam pembelajaran dasar

    ReplyDelete
  81. Haniek Sri Pratini
    S3 IP Kons PMat 17703261029

    Konsep pembagian menggunakan istilah wadah dalam tataran teknis lebih mudah dipahami oleh siswa. Terlebih apabila dieksplorasi menggunakan media. Salah satu media yang dapat digunakan dan cukup dekat dengan dunia anak adalah menggunakan permainan DAKON yang dimodifikasi. Sebagai contoh dapat dilihat pada link berikut https://www.youtube.com/watch?v=-IeSbYBP7iE
    Menggunakan permainan dakon, selain memudahkan siswa memahami konsep pembagian juga dapat menarik minat siswa untuk belajar matematika. Selain itu, pemanfaatan dakon juga dapat memperkenalkan sekaligus melestarikan salah satu permainan tradisional Indonesia kepada generasi jaman NOW yang barangkali tidak mengenal lagi permainan ini.

    ReplyDelete
  82. Alvi Khoirunnisak
    15301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Sangat menarik, konsep pembagian yang selama ini saya kira hanya tentang bilangan dengan bilangan yang sudah pasti menghasilkan suatu bilangan pasti pula. namun ternyata dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai bentuk lain dari pembagian :)
    Tentu saja untuk pembagian nyata dalam kehidupan ralasi yang digunakan adalah adil dengan bukan sama dengan. karena adil tidak harus sama :)
    terimakasih sudah membagikan ilmunya, Pak :)

    ReplyDelete
  83. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Saya sependapat jika memang dalam pembuatan alat peraga harus didasari oleh konsep ontologisnya. Sehingga materi yang abstrak dapat divisualisasikan ke dalam benda konkret untuk mempermudah pemahaman siswa. Terutama dalam materi pembagian yang merupakan bekal utama bagi seorang siswa mempelajari matematika. Maka dengan adanya bantuan alat peraga yang sesuai dapat mempermudah siswa belajar materi pembagian. Yangmana tujuan tersebut dapat tercapai dengan adanya pemahaman yang baik tentang filsafat pembagian.

    ReplyDelete
  84. Siti Efiana
    15301241029
    Pend.Mat I 2015

    Mengajarkan konsep pembagian kepada siswa memang bukan hal yang mudah, apalagi dalam pembagian pecahan, misalkan saja 1 : 0.5, yang menghasilkan bilangan 2, untuk siswa SD, bisa saja akan timbul pertanyaan, 'bilangan ini dibagi, tetapi kenapa kok bilangannya malah bertambah?'. Apalagi jika nanti sudah sampai pada konsep pembagian pecahan dibagi pecahan. Nah, tentu saja sebagai seorang pendidik kita harus benar-benar bisa memberikan pemahaman, yang simpel dan tidak berbelit-belit, agar siswa mudah memahami dan tidak terjadi salah konsep. Perlu juga dicari alat peraga yang bisa memudahkan siswa, bukan.malah membuat bingung.

    ReplyDelete
  85. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Sesuatu semakin dibagi maka semakin bertambah. Bukan berkurang tetapi justru semakin bertambah. Meski pembaginya adalah bilangan asli yang lebih besar dari 1. Dalam benak anak, konsep pembagian inilah yang sangat susah untuk mereka pahami. Berbeda dengan penambahan, pengurangan maupun perkalian. Maka dibutuhkannya media ataupun alat peraga yang sesuai dan tidak membingungkan untuk membantu mereka dalam memahami konsep pembagian.

    ReplyDelete
  86. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    tidak semua yang dibagi itu akan berkurang dan tidak semua membedakan itu membagi. jika kita kaitkan dengan kehidupan sehari-hari, jelas membagi itu ada yang tidak berkurang. seperti membagi ilmu, dengan membagi ilmu yang kita miliki tidak akan berkurang justru akan bertambah tidak akan semakin lepas tetapi akan semakin mendangkal. tetapi berbeda konsep dengan pembagian pada bilangan, seperti yang telah bapak sampaikan bahwa pembagian merupakan operasi hitung dalam matematika yang sulit dipahami, terkadang banyak guru yang menggunakan media/alat bantu mengajar tetapi justru membingungkan siswa. sehingga konsep keterbagian ini tidak melekat pada benak siswa.

    ReplyDelete
  87. Almaida alvi zahrotunnisa
    15301241046
    Pendidikan matematika A 2015

    terimakasih atas ilmunya yang sangat bermanfaat Pak, konsep pembagian merupakan salah satu dasar perhitungan dalam matematika. Akan tetapi, pembagian memang sulit untuk dipahami anak. Saya banyak menemukan anak SMP yang belum paham konsep pembagian dengan benar, bahkan untuk pembagian bilangan yang masih sederhana. Sehingga guru harus bisa menemukan media yang tepat untuk membuat siswa memahami pembagian.

    ReplyDelete
  88. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    Pendidikan Matematika A 2015

    Mengajarkan konsep pembagian kepada anak memanglah tidak mudah. Diperlukan strategi yang tepat untuk mengajarkan konsep tersebut. Misalnya saja menggunakan alat peraga yang tepat, sehingga dapat membantu anak dalam memahami konsep pembagian dan juga akan lebih bermakna dalam benak mereka.

    ReplyDelete
  89. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007
    Konsep pembagian adalah konsep dasar dalam pembelajaran matematika. Konsep pembagian ini akan mendukung konsep-konsep lain dalam matematika. Konsep pembagian ini adalah benda pikir. Karna pembelajaran yang berkaitan dengan pembagian ini diberikan sebagai konsep dasar, maka penting untuk siswa paham betul tentang materi. Maka dari itu, meninjau dari tingkat perkembangan kognitif siswa yang masih harus menghubungkan materi pembelajaran tersebut, pembelajaran perlu dihubungkan dengan benda-benda konkrit. Nah, contohnya, dalam pembelajaran pembagian, siswa dapat membagi 35 biji kecik dalam 7 lubang mainan dakon. Dimana 35 sebagai bilangan yang dibagi, dan 7 sebagai pembagi. Alat peraga lain dapat dikembangkan untuk memfasilitasi benda pikir menjadi benda konkrit.

    ReplyDelete
  90. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Pembagian merupakan konsep dasar dalam matematika. Mengajarkan konsep pembagaian apada siswa tidak mudah, dibutuhkan metode dan alat peraga yang tepat dalam mengajarakan konsep pembagian agar konsep tersebut bermakna bagi siswa sebagai bekal untuk mempelajari konsep lainnya. Pembagian tidak selamanya berkurang, mislanya membagi ilmu. Membagi ilmu tidak berkurang tetapi menambah pemahaman kita untuk menguasai ilmu tersebut.

    ReplyDelete
  91. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puspitarani
      15301244008
      S1 Pendidikan Matematika A 2015
      Terima kasih Bapak atas artikel yang telah Bapak share kepada kami. Konsep pembelajaran pembagian yang mudah adalah dengan contoh, misalnya Andi punya satu roti lalu dibagi kepada adiknya dan dia, dengan catatan setiap anak harus mendapatkan roti yang sama/adil. maka roti tersebut akan dibagi dua secara adil. maka pembagian akan bersisa nol jika dibagi secara adil. namun tanpa pembagian yang adil, maka bisa saja Andi mendapatkan bagian roti yang lebih banyak daripada adiknya, sehingga nantinya ada sisa roti yang seharusnya diberikan untuk adiknya secara adil, maka pembagian itu ada sisanya jika tidak habis dibagi. Konsep pembagian yang lebih luas kita kenal dengan cara porogapit.

      Delete
  92. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    Pendidikan Matematika
    Mengajarkan konsep pembagian bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu perlu adanya media atau alat peraga pembelajaran yang tepat, sehingga siswa dapat dengan mudah memahaminya. Bilangan merupakan benda pikir yang terkadang sulit untuk dipahami siswa dalam belajar pembagian, maka daari itu diperlukan benda konkrit seperti batu atau permen sebagi alat peraga dalam mengenalkan konsep pembagian kepa siswa di sekolah dasar.

    ReplyDelete
  93. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Konsep pembagian merupakan konsep dasar yang sangat penting, untuk itu kita perlu mengajarkan pembagian dengan pembelajaran bermakna agar "nyantol" di siswa. Selain itu, bilangan merupakan benda pikir seperti yang telah Bapak paparkan sebelumnya. Maka perlu alat peraga atau pembelajaran berkonteks dengan konteks kehidupan nyata agar siswa lebih mudah menangkap. Terimakasih Bapak, artikelnya sangat membantu kami calon pendidik sebagai referensi dalam mengajarkan konsep pembagian.

    ReplyDelete
  94. Julialita Muhariani
    1501241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pembagian merupakan salah satu konsep dasar matematika. Namun, baik dalam hal membelajarkan maupun mempelajarinya tidaklah mudah. Masih banyak siswa yang masih kesulitan jika melakukan operasi pembagian. Oleh karenanya, seorang guru berperan penting untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya mungkin dengan membuat media pembelajaran yang sekiranya dapat membuat siswa lebih memahami konsep pembagian.

    ReplyDelete
  95. Kristanti
    15301241041
    pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih pak atas ilmu yang sudah dibagikan, saya tertarik dengan kalimat "Apapun alat peraga dapat dibuat berdasar konsep ontologis tersebut. Tetapi hendaknya jangan sebaliknya, justru alat peraga yang bikin bingung." Pembagian sudah diajarkan kepada anak-anak saat masih SD, oleh karena itu pembagian harus dikenalkan dengan hal-hal yang menarik, misalnya dengan alat peraga seperti yang sudah dicontohkan. dengan begitu, diharapkan siswa akan mudah menerima konsep pembagian, tetapi jangan sampai alat peraga yang tujuannya untuk membantu siswa justru membuat siswa sulit untuk menerima konsep pembagian. Disinilah tugas pendidik untuk tau kemampuan berpikir siswa.

    ReplyDelete
  96. Bayu Widyanto
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244010

    Mengajarkan konsep pembagian bukanlah perkara mudah bagi guru. Konsep pembagian ini merupakan salah satu konsep dasar matematika. Dalam proses pembelajaran, guru perlu menyiapkan media atau alat peraga yang mendukung dan memudahkan siswa memahami konsep pembagian. Tentu saja media atau alat peraga yang disiapkan/dibuat secara tepat sehingga konsep pembagian dapat berkesan/bermakna pada siswa.

    ReplyDelete
  97. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Pembagian merupakan salah satu materi dasar dalam matematika. Tentu pemahan konsep-konsep matematika tidak dapat berjalan dengan baik tanpa pemahaman mengenai konsep pembagian. Namun, pembagian merupakan salah satu konsep matematika yang dianggap sulit oleh peserta didik. Mengajarkan konsep pembagian dengan menggunakan alat peraga sebagai benda konkrit merupakan hal yang tepat agar konsep dapat tersampaikan dan melekat pada ingatan peserta didik.

    ReplyDelete
  98. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    “Kita hanya dapat membagi objek, tetapi sifat atau karakter hanya bisa dibedakan”. Saya sangat setuju dengan pendapat Prof. Marsigit terkait filsafat pembagian yang menyatakan bahwa membagi itu pasti membedakan, tetapi membedakan tidak tentu membagi. Jikia di analogikan dalam kehidupan bernegara, Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beraneka ragam suku dan budaya yang tentunya memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Indonesia boleh berbeda-beda namun tidak boleh terbagi. Rakyatnya disatukan dengan kalimat “Bhineka Tunggal Ika”. Kemudian jika dimasukkan dalam konsep agama Islam, dalam Islam boleh ada bermacam-macam golongan tetapi tidak terbagi karena tetap disatukan dengan kalimat tauhid yang sudah dikrarkannya. MasyaaAllah, matematika adalah ilmu yang sangat dekat dengan kehidupan manusia.

    ReplyDelete
  99. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Dari artikel Bapak, hal yang dapat saya simpulkan adalah pembagian bilangan menggunakan prinsip "adil adalah sama". Pembagian bilangan, seperti yang telah Bapak sampaikan pada artikel di atas bahwa kegiatan membagi adalah kegiatan mengisi setiap wadah dengan banyak bilangan satuan yang sama. Untuk mengajarkan konsep pembagian lebih baik menggunakan alat peraga yang menggambarkan sesuatu yang akan dibagi (bilangan terbagi), wadah (pembagi), dan maupun kegiatan membagi. Dengan menggunakan alat peraga seperti kerikil dan wadah, permen dan toples, dakon, dan sebagainya, diharapkan siswa terbantu untuk memahami konsep pembagian dari benda konkret ke benda pikir (bilangan).

    ReplyDelete
  100. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismillah,
    Terimakasih Prof atas artikelnya. Pembagian merupakan konsep dasar dalam matematika. Namun, meskipun masih merupakan konsep dasar, ternyata mengajarkan konsep ini tidaklah mudah. Dalam melakukan pembelajaran konsep pembagian diperlukan media atau alat yang menunjang pembelajaran, nantinya siswa berperan aktif dalam penggunaan alat dan media tersebut, sehingga siswa mempunyai pengalaman langsung dalam proses pembelajaran konsep pembagian. Pembelajaran seperti ini akan lebih bermakna bagi siswa.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  101. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Mengajarkan konsep pembagian merupakan hal yang tidak mudah. Siswa seringkali kesulitan memvisualisasikan jika bilangan pembagi lebih besar daripada bilangan terbagi. Sehingga dibutuhkan pembelajaran yang benar-benar dapat membuat siswa paham dan jelas akan konsep ini. Saya setuju dengan Professor bahwa bagaimanapun alat peraga yang dibuat, haruslah tetap membuat mudah siswa belajar bukan membuat siswa kebingungan.

    ReplyDelete
  102. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Konsep pembagian merupakan salah satu dasar dalam matematika. Dalam matematika sendiri, pembagian dikaitkan dengan bilangan. Namun dalam artikel ini, konsep pembagian tidak hanya berlaku untuk bilangan saja, tetapi terdapat pula pembagian dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam kehidupan maupun bilangan, pembagian adalah adil, namun adil tidak harus sama.
    Konsep pembagian dalam bilangan haruslah diajarkan kepada siswa dengan benar. Jika terjadi kesalahan konsep, siswa akan mengalami kesulitan dalam belajar matematika secara lebih lanjut. Konsep pembagian yang diajarkan kepada siswa dapat menggunakan alat peraga. Setuju dengan artikel ini, alat peraga jangan menjadikan pengenalan konsep malah membingunkan. Alat peraga yang dibuat haruslah sesuai dan dapat membimbing siswa dengan baik.
    Terimakasih Prof, artikel yang menarik dan menambah wawasan kami.

    ReplyDelete
  103. Lisfiyati Mukarromah
    15301241042
    Pendidikan Matematika A 2015
    Program S1

    Terimakasih Prof sudah mengajarkan filsafat pembagian melalui artikel di atas.
    Mengajarkan konsep pembagian kepada siswa pada jenjang SD merupakan bukan hal yang mudah. Siswa SD masih menggunakan benda konkret untuk belajar matematika. Pengajaran konsep matematika pada jenjang SD akan menjadi lebih mudah jika menggunakan alat peraga. Ilustrasi pembagian oleh Prof Marsigit pada artikel tersebut sangat cocok diterapkan pada pembelajaran. Siswa bisa menggunakan alat peraga berupa benda konkret seperti batu dan wadah untuk belajar konsep pembagian. Guru juga diharapkan bisa lebih kreatif lagi dalam pengembangan alat peraga yang lain yang bisa memudahkan siswa, bukan malah membingungkan siswa.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  104. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Terimakasih Prof atas artikel diatas. Pembagian merupakan konsep matematika yang dasar dan sangat penting. Meskipun dasar tapi kenyataannya masih banyak siswa yang susah memahami konsep itu sendiri. Sehingga perlu adanya media yang inovatif dan sangat membantu siswa dalam memvisualisasi pembagian itu sendiri. Sebagai seorang guru yang merupakan fasilitator siswa dalam belajar sudah seyogyanya guru memberi fasiltas yang menunjang pemahaman siswa.

    ReplyDelete
  105. Rina Anggraeni
    15301241043
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Terima kasih Prof atas artikel filsafat pembagian di atas. Dalam mengajarkan pembagian untuk pertama kali memang sangat sulit karena jujur saya pernah mendapati kejadian yang seperti itu. Jika anak-anak dijelaskan tentang pembagian hanya dengan kata-kata walaupun sebelumnya dia pernah belajar tentang pembagian dia tidak akan paham paham. Memang benar Prof dalam menjelaskan pembagian hendaknya gunakan peraga benda konkrit seperti contoh di atas, namun jangan peraga yang membingungkan peserta didik.

    ReplyDelete
  106. Amayda Ade Pramesti
    15301244012
    S1 Pend.Mat A 2015

    pembagian menjadi materi yang agak sulit dipahami siswa sampai masih ada siswa SMA pun masih bingung dengan pembagian. dalam hal inilah guru ditantang untuk membuat alat peraga yang mudah dipahami siswa dan menjadikan siswa dapat memaknai pembagian itu memalalui alat peraga tersebut

    ReplyDelete
  107. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Dari postingan ini, saya memperoleh informasi mengenai apa itu "pembagian". Membelajarkan pembagian kepada siswa perlu dimulai dengan menggunakan benda konkrit kemudian baru dilanjutkan dengan benda pikir (bilangan). Penggunaan benda konkrit pada kegiatan pembagian (membagi) berupa kegiatan mengisi suatu wadah dengan benda yang sama satu demi satu.

    ReplyDelete
  108. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Bahwa cara membelajarkan pembagian kepada siswa bukanlah suatu hal yang mudah. Guru seharusnya berusaha untuk meminimalisir terjadinya miskonsepsi pada siswa terhadap "pembagian" itu sendiri. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh guru untuk meminimalisir terjadinya miskonsepsi tersebut adalah dengan menggunakan/memanfaatkan alat peraga matematika dalam pembelajaran pembagian. Salah satu alat peraga yang dapat digunakan adalah model garis bilangan. Petunjuk penggunaan alat peraga ini dapat diperoleh dengan mengklik tautan berikut: http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/ALAT%20PERAGA%20PEMBELAJARAN%20MATEMATIKA%20upload.pdf

    ReplyDelete
  109. Zudhy Nur Alfian
    15301241035
    S1 Pend Matematika 2015

    Terimakasih atas ilmunya Prof.
    Tulisan ini mengingatkan kami sebagai para calon pendidik agar mengetahui bagaimana asal usul dari operasi hitung pembagian. Sering saja terkait dengan konsep operasi hitung pembagian ini pendidik bingung menjelaskan ke peserta didik karena kurangnya bekal yang dimiliki. Selain itu, proses pemberian informasi kepada peserta didik yang langsung diberikan definisi operasi ini membuat peserta didik seakan-akan dicekoki oleh definisi yang diberikan. Harapannya pendidik dapat menjelaskan asal usul operasi ini sehingga peserta didik dapat paham akan operasi ini.

    ReplyDelete
  110. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  111. Intan Heryani Putri
    15301241011
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Pembagian dalam matematika mungkin cukup abstrak bagi siswa dibandingkan materi yang lain. Saya sepakat bahwa alat peraga dapat mempermudah menyampaikan konsep perkalian kepada siswa, seperti dicontohkan pada artikel tersebut menggunakan kerikil. Semoga pembaca khususnya calon guru-guru matematika dapat belajar untuk memberikan pengajaran yang terbaik pada siswanya, misalnya dengan cara menggunakan alat peraga yang baik dan tidak membingungkan siswa.

    ReplyDelete