Sep 25, 2017

*PARALOGOS*


Oleh: Marsigit UNY
4 Agustus 2017


*Petruk*:
Paralogos itu apa rama?

*Semar*:
Uhe ... dunia itu ada 2, yaitu tidak paham atau paham. Maka tindakan manusia juga ada 2, yaitu tindakan berdasarkan pemahaman atau tindakan tidak berdasar pemahaman.

*Petruk*:
Tidak paham?

*Semar*:
Uhe... tidak paham itu ada 2, yaitu tidak paham dalam pikir atau tidak paham dalam hati.

*Petruk*:
Hati?

*Semar*:
Uhe... paham juga ada 2, yaitu paham dalam pikir atau paham dalam hati.

*Petruk*:
Paham dalam hati?

*Semar*:
Uhe... ilmu ada 2, yaitu ilmu dalam pikir atau ilmu dalam hati. Ilmu dalam hati itu doa atau ibadahmu. Ilmu dalam pikir itu ilmu duniamu. Jadi paham dalam hati adalah tidak ada keraguan di dalam keyakinan dan amalan ibadahmu. Sebaliknya dikatakan tidak paham di dalam hati. Sebenar benar tidak paham di dalam hati adalah godaan syaitan. N'au dzubilah mindzalik.

*Petruk*:
Paham dalam pikir?

*Semar*:
Dikatakan paham di dalam pikir jika kamu dapat menentukan sikap atau mengambil langkah. Jika tidak demikian maka disebut tidak paham dalam pikir. Jadi, sebenar benar tidak paham dalam pikir adalah bingung di dalam pikir dan tindakanmu. Yang demikian dikatakan tidak berilmu. Maka orang bingung adalah orang yang tidak berilmu.

*Petruk*:
Bingung dalam tindakan?

*Semar*:
Sudah saya katakan, tindakan ada 2 yaitu tindakan berdasar pemahaman atau tindakan tidak berdasar pemahaman. Berdoa adalah tindakan berdasar pemahaman dalam hati. Menghitung adalah tindakan berdasar pemahan pikir.

*Petruk*:
Bernafas, tidur, menangis, tindakan anak kecil atau balita, manula, terkejut, dst... itu tindakan yang seperti apa?

*Semar*:
Bernafas, tidur, bangun, terkejut itu bukan tindakan berdasar pemahaman tetapi tindakan berdasar potensi vital atau potensi hidup.

*Petruk*:
Balita?

*Semar*:
Tindakan balita itu tindakan berdasar potensi vital. Jika tindakan Balita belum berdasar pemahaman hati atau pemahaman pikir, maka dikatakan tindakannya berdasar pemahaman intuitif.

*Petruk*:
Pemahaman intuitif?

*Semar*:
Pemahaman intuitif adalah paham tanpa sebab. Sebetulnya ada sebab tetapi lupa kapan, dimana dan dari mana pahamnya.

*Petruk*:
Tindakan manula?

*Semar*:
Manusia usia lanjut yang sudah pikun, tindakannya juga berdasar pahaman intuitif. Sebenar benar pemahaman intuitif adalah pengalaman. Jadi, baik Balita maupun Manula, tindakannya berdasarkan pemahaman pengalaman.

*Petruk*:
Pengalaman?

*Semar*:
Ada 3 macam pengalaman, yaitu pengalaman spiritual, pengalaman logika, dan pengalaman kenyataan.

*Petruk*:
Pengalaman logika?

*Semar*:
Ada 2 logika, yaitu logika berawalan atau logika tidak berawalan. Logika berawalan adalah logika formal yaitu logika matematika nya orang dewasa. Logika tidak berawalan yaitu logikanya anak anak atau logikanya orang awam atau logika intuitif. Maka walaupun sudah manula atau linglung, kemungkinan masih bisa menghitung, karena menggunakan logika intuitif atau logika pengalaman.

*Petruk*:
Paralogos?

*Semar*:
Para itu di luar, atau di luar jangkauan, atau tidak sekedar, atau lebih dari itu. Paranormal itu lebih dari sekedar normal. Paramiliter itu lebih dari sekedar militer. Paralogos itu bukan sembarang logika. Karena bukan sembarang logika maka bagi logika awam bisa dianggap keliru. Logikanya para dewa itu adalah paralogos.

*Petruk*:
Dewa?

*Semar*:
Ayam dewanya cacing, maka cacing tak paham logikanya ayam. Manusia dewanya ayam, maka ayam tak paham logikanya manusia.

*Petruk*:
Jadi, paralogos?

*Semar*:
Logika ayam adalah paralogosnya cacing. Logika manusia adalah paralogosnya ayam. Logika dewa adalah paralogosnya manusia. Logika Menteri adalah paralogosnya dosen. Logika orang berilmu adalah paralogosnya orang belum berilmu.

*END*


124 comments:

  1. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Hal yang kami pahami di sini adalah perbedaan level/dimensi logika. Seseorang tidak akan mampu memahami logika orang lain yang memiliki dimensi/level yang ada di atasnya. Dan logika yang dimensinya ada di atas pemahaman orang tersebut merupakan paralogos bagi orang tersebut.

    ReplyDelete
  2. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Setelah membaca, saya belajar tentang paham. Paham dalam hidup ini ada dua yaitu paham dalam pikiran dan paham dalam hati. Agar hidup seimbang maka harus paham dalam pikiran dan paham dalam hati. Apabila hanya paham dalam pikiran tanpa paham dalam hati maka setiap langkah dan perbuatan yang dilakukan atas campur tangan dari syetan sedangkan apabila paham dalam hati tanpa paham dalam pikiran akan bingung dalam melangkah. Maka dari itu, perlu berusaha untuk menyeimbangkan antara paham dalam pikiran dan paham dalam hati dengan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT dan selalu berikhtiar.

    ReplyDelete
  3. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Selama ini, saya selalu memandang logika orang lain itu salah ketika tidak dapat dipahami oleh saya sendiri. Namun, dari bacaan ini saya mengerti bahwasannya logika kita juga bertingkat. Jika kita belum bisa berlogika sama dengan yang dilakukan orang lain, bisa dikatakan kita masih berada di logika yang biasa-biasa saja jika dibandingkan dengan orang lain tersebut. Disini saya mulai memahami bahwa jika logika kita sama dengan orang lain, maka logika kita setara, namun jika tidak sama, berarti logika kita berbeda. Oleh karena itu, jika kita menerangkan matematika kepada orang lain, seyogyanya menggunakan logika yang dapat dipahami oleh orang tersebut. Karena ketika kita mengajar matematika, kita merupakan paralogosnya siswa. Sehingga suatu saat kita harus mengimbangi logika berfikir mereka
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  4. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP Kelas B 2017

    Assalamu'alaikum
    This is one of amazing article. Yang semakin meyakinkan saya bahwa orang bingung = orang tak berilmu. Seringkali kita dihantui perasaan bingung yang sebenarnya berasal dari diri kita sendiri bukan karna pilihan yang membuat bingung. Mengapa kita sering menjadi orang yang bingung, karena kita belum ber-ilmu, kita belum banyak mencari tahu dan membaca. Seperti yang dikatakan Semar ilmu ada 2, yaitu ilmu dalam pikir atau ilmu dalam hati. Ilmu dalam hati itu doa atau ibadahmu. Ilmu dalam pikir itu ilmu duniamu. Itulah faktor mengapa orang menjadi bingung karna hanya sibuk mencari ilmu dalam pikir namun lupa akan ilmu dalam hati. Sehingga pemahaman yang dibangun hanya dalam pikiran saja, namun belum pemahaman dalam hati.

    ReplyDelete
  5. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya belajar dari ulasan ini terkait sejauhmana jangkauan kemampuan dalam berpikir ataupun bertindak setiap individu tergantung pada level kedudukan dan ilmu yang dimilikinya. Bahkan setiap orang tentunya memiliki kapasitas yang berbeda-beda. Layaknya kedudukan orangtua dengan anak. Orangtua sejatinya menginginkan anaknya menjadi orang yang sukses di masa mendatang. Oleh karena itu, terkadang orangtua membuat aturan yang disiplin. Namun, bagi anak yang berusia remaja hal ini menjadi suatu hal yang dapat mengekangnya. Meskipun tujuan tersebut mengarah pada hal yang baik, remaja tersebut belum mampu untuk berpikir sejauh itu. Hal ini dikarenakan remaja ingin menghabiskan masa mudanya dengan hura-hura semata. Padahal bagi orangtua itu merupakan hal yang dapat mengarahkan anaknya menjadi orang yang sukses di kemudian hari. Perumpamaan lainnya, seorang dosen yang menjadi fasilitator dalam perkuliahan sudah lebih dahulu belajar sesuai dengan bidang yang didalami dan ditekuni dibanding mahasiswanya. Tentunya seorang dosen memiliki pemahaman yang jauh lebih luas terkait dengan bidang keilmuwannya yang sudah spesifik dibanding kemampuan mahasiswanya.

    Ulasan ini memberikan pandangan bagi saya terkait dengan pola pikir kita akan dapat dipahami oleh orang yang sependapat dengan kita. Selain itu, dapat pula dikaitkan dengan hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sebagai contoh, Tuhan akan selalu mendengarkan dan memahami doa-doa manusia yang dihaturkan dengan berbagai cara dan bahasa dikarenakan ia mengerti berbagai bahasa manusia. Oleh karena itu, Tuhan selalu dapat mengabulkan segala permintaan hamba-Nya. Bukti dari pengabulan dari doa-doa tersebut tidak dapat dipikirkan ataupun dimaknai oleh manusia apakah itu sebagai hadiah, ujian, doa yang memang terkabulkan atau sebagainya. Dibalik itu semua, sejatinya Tuhan sudah terlebih tahu akan makna dari pengabulan atas setiap doa hamba-Nya.

    ReplyDelete
  6. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Paralogos. Saya melihat seperti ada tingkatan layaknya anak tangga. Dia yang berada pada anak tangga ke dua adalah paralogos dia yang berada pada anak tangga ke satu atau di bawahnya. Dari sini pula saya melihat kemunculan "dimensi". Di mana semua yang di dunia ini duduk pada dimensi masing-masing, berbeda satu sama lain. Dari tulisan ini, saya semakin belajar memahami apa itu "paham" yang sesungguhnya. "Paham dalam pikir, maka ayo pajam dalam hati". Terimakasih

    ReplyDelete
  7. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Paham dalam pikir menuntun kita dalam menjalani hidup didunia. Namun paham dalam pikir saja tidak cukup untuk menuntun kita melewati alam spiritual kita. Oleh karenanya kita juga harus paham dalam hati untuk bisa melintasi alam spiritual kita. Karena pada dasarnya paham dalam pikir(memiliki ilmu) dengan paham dalam hati saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Sebagaimana ungkapkan salah seseorang filsuf yang mengatakan bahwa "Agama tanpa ilmu cacat dan ilmu tanpa agama lumpuh".

    ReplyDelete
  8. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Ada juga orang yang mengatakan bahwa paham itu adalah mengerti.Mengenai paham dalam pikir dan paham dalam hati,saya ingin mengutarakan sesuatu.Jika kita liat, ada sebagian orang cerdas dalam agama misalnya, semua waktunya dia luangkan untuk berbicara tentang Tuhan, namun di satu sisi ritual keagaman yang diperintahkan oleh Tuhan seperti sholat, puasa dan lain-lain,jarang bahkan tidak pernah dikerjakan.Padahal sejatinya dia tau kalau itu merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan,,bagaimana dengan hal ini,apakah ada kaitannya dengan paham di dalam hati dan paham di dalam pikir?Anaknda mohon pencerahannya Bapak.Terimakasih banyak sebelumnya.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  9. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Menurut saya, paralogos itu terkait dengan tingkatan dimensi kita. Sering kita sulit untuk memahami pola pikir atau logika orang yang dimensinya lebih tinggi dari kita. Logika mereka sudah sangat tinggi bahkan menjadi paralogosnya orang-orang awam. Mungkin bagi orang awam, logika mereka bisa dianggap keliru.

    ReplyDelete
  10. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Pak. Dari tulisan di atas saya dapat menyimpulkan bahwa tidak semua orang memiliki dimensi dan tingkat pengetahuan yang sama. Jika berbicara dengan orang yang memiliki dimensi dan tingkat pengetahuan yang berbeda tentu akan terjadi miskonsepsi atau salah paham di salah satu atau keduanya.

    ReplyDelete
  11. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    S2 PEP Kelas B 2017

    dimensi logika sangat mempengaruhi kecakapan kita di dunia. Bagi saya yang menarik dalam tulisan di atas adalah tentang hierarki nalar. Hierarki nalar sangat ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman. Sejatinya kita sebagai manusia memiliki batasan dalam bernalar. Hal itulah yang menjadi pemahaman penting manusia dalam menggali ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  12. Terimakasih bapak atas pencerahan dan ilmunya. Jika manusia paham dalam hati-nya maka muncullah iman yang nantinya membuat manusia itu berilmu dengan doa dan ibadahnya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  13. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Dalam artikel ini saya menjadi dapat memahami mengenai paham. Orang yang paham adalah orang yang berilmu, Ilmu dalam pikir dan Ilmu dalam hati. Ilmu dalam pikir mengenai ilmu dunia, yang mana kita dapat menentukan sikap dan mengambil langkah mengenai apa yang ada didunia.Jika sikap dan langkah yang kita ambil adalah benar berarti kita paham mengenai ilmu dalam pikir, sebaliknya jika kita tidak paham maka kita bingung, ketika kita bingung kita tidak berilmu. Ilmu dalam hati itu do'a dan ibadah, ketika kita tidak ada keraguan, adamya keyakinan dan amalan ibadah maka ini lah disebut paham dalam hati, tetapi tidak ada keyakinan dan adanya keraguan didalam hati berarti hati sudah dikuasi oleh setan.

    ReplyDelete
  14. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari tulisan di atas, saya melihat bahwa terdapat perbedaan tingkatan logika seseorang. Jika ditinjau lebih jauh, tidak semua orang akan mempunyai tingkatan logika yang sama. Dengan adanya tingkatan logika ini, seseorang tidak akan mampu memahami logika pemikiran orang lain yang berada di atas tingkatan logikanya. Perbedaan tingkatan logika atau adanya dimensi logika inilah yang berkaitan dengan paralogos. Seperti contoh yang Pak Prof. berikan yaitu logika orang berilmu adalah paralogosnya orang belum berilmu.

    ReplyDelete
  15. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari dialog di atas saya menarik kesimpulan bahwa paralogos adalah pemahaman di luar ilmu pengetahuan atau pemikiran yang kita miliki. Tidak semua hal yang terjadi di dunia ini dapat terpecahkan oleh akal pikiran kita, terkadang disitulah peranan hati diperlukan untuk mepertimbangkan segala baik buruknya suatu keputusan yang akan kita ambil. lebih baik lagi apabila keputusan yang kita ambil diminta melalui istiqoroh kepada allah swt. Karena di mata tuhan tidak ada sesuatu yang tidak bisa terjadi meskipun diluar pemikiran dan kemapuan manusia.

    ReplyDelete
  16. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih prof, seperti yang terkadang prof. Marsigit tanyakan ketika di kelas, "Apakah sudah mulai bingung?" disini diartikan bahwa kami mulai belajar, karena terdapat kebingungan-kebingungan. Disini kaitannya dengan dimensi dari kami (para mahasiswa) yang berbeda dimensi dengan prof. Marsigit, yang dimensinya lebih tinggi. Sesungguhnya bingung menandakan kita mulai belajar dan menemukan kunci dari kebingungan yang kita hadapi akan membukakan pintu bagi kebingungan yang lain, karena begitulah ilmu.

    ReplyDelete
  17. Devi Nofriyanti
    17709251041
    Pps UNY P.Mat B 2017

    Cukup memberikan pencerahan tulisannya Pak.
    Semoga saya dan teman-teman yang membaca blog ini termasuk ke dalam kelompok orang yang paham dalam pikir dan paham dalam hati. Aamiin ya Rabb

    ReplyDelete
  18. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Terimakasih atas penjelasannya Pak. Artikel ini membantu menjawab pertanyaan saya tentang menentukan prioritas. Saya pernah berada dalam keadaan bingung menentukan prioritas, maka berarti saya tidak memiliki ilmu dalam hal itu, kendala itulah yang membuat saya bertanya pada orang lain, bisa dikatakan bahwa saya sedang belajar untuk memperoleh ilmu tentang prioritas. Sering saya dengar dalam perkuliahan Bapak bahwa tidak apa kami bingung karena hal itu menunjukkan bahwa kami sedang belajar.

    ReplyDelete
  19. Junianto
    17709251065
    PM C

    Artikel Prof ini sangat menarik karena menyajikan beberapa pandangan. Ilmu hati berkaitan dengan dunia spiritual manusia sementara ilmu pikiran merupakan ilmu dunia. Ketika kita berdoa dan beribadah maka kita menggunakan ilmu hati karena berkaitan dengan spiritual, sebalikny ketika kita menghitung, membaca maka kita sedang menggunakan ilmu dalam pikir. Setiap manusia juga memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Saya menggaris bawahi pada penjelasan mengenai paralogos. Dalam pengertian ini mengandung makna bahwa kita tidak boleh memaksakan apa yang kita pahami kepada orang lain dan sebaliknya. Misalnya sebagai guru, kita tidak boleh memaksakan ilmu kepada siswa karena bisa jadi itu adalah paralogos bagi mereka, seperti halnya seorang mahasiswa yang terkadang tidak memahami ilmu dari dosen karena memang mahasiswa belum sampai kepada ilmunnya.

    ReplyDelete
  20. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Manusia memiliki tingkat kepahaman yang berbeda-beda terhadap sesuatu hal. Misalnya dalam memahami sesuatu yang tidak lumrah, seseorang tidak mampu menangkap apa esensi yang ingin disampaikan, namun beberapa dapat melakukannya. Sesuatu yang diluar kebiasaan bisa disebut dengan paralagos, para itu di luar, atau di luar jangkauan. Misalnya paranormal itu lebih dari normal, artinya dia melebihi kemampuan orang yang normal.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  21. Manusia yang paham dalam pikirnya seperti yang bapak katakana adalah manusia yang dapat menentukan sikap atau mengambil langkah. Hal ini memang sulit. Jika kita tidak bisa melalukan hal tersebut akan terjadi kebingungan, maka sebab itu dinamakan orang yang tidak berilmu.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  22. Riandika Ratnasari
    17709251043
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Seseorang dapat berlogika dengan baik akibat dari pengalaman yang dia peroleh. Seseorang yang dapat menentukan sikap dan mengambil keputusan merupakan seseorang yang paham akan pikir. Para itu berarti lebih. Maka sebenar-benarnya mahluk ciptaan Nya yang ada di bumi memiliki tingkatan tingkatan tertentu. Seperti hanya ayam dewanya cacing, menjelaskan bahwa ayam lebih berkuasa dari cacing karna cacing merupakan makanan ayam. Cacing juga tidak bisa memahami logika ayam. Di atas ayam ada manusia. Nah, untuk logika orang berilmu adalah paralogosnya orang belum berilmu berarti dewa logos.
    Terimakasih Bapak Marsigit.

    ReplyDelete
  23. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Baik Balita maupun Manula, tindakannya berdasarkan pemahaman pengalaman. Maka benar apabila guru terbesar adalah pengalaman. Jika pemahaman tidak dapat digunakan, maka pengalamanlah yang penting pada hal ini. Bukan hanya balita dan manula, orang dewasa pun juga perlu dengan pengalaman. Pengalaman yang banyak akan memebrikan sebuah pembelajaran yang positif bagi kehidupan dan dapat memperbaiki kehidupan di masa selanjutnya.

    ReplyDelete
  24. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Saya suka dengan kalimat Prof Marsigit pada bagian "tindakan manusia juga ada 2, yaitu tindakan berdasarkan pemahaman atau tindakan tidak berdasar pemahaman". Tindakan berdasarkan pemahaman merupakan buah dari pendidikan, dimana ia secara sadar melakukan suatu aktivitas. Berbeda dengan tindakan tanpa dasar pemahaman yang barangkali merupakan sebuah reflek atau buah dari insting. Hal seperti ini bias kita lihat pada bayi, barangkali ia minum asi dari ibunya tidak berdasarkan pemahaman bahwa ia haus sehingga butuh minum, tapi ia hanya berupa dorongan naluri saja

    ReplyDelete
  25. Ternyata seseorang yang belum paham, yang belum berilmu adalah paralogos dari orang yang paham, yang berilmu. Jadi, di setiap tingkat ini, manusia yang belum paham tidaklah mengerti apa yang dimaksudkan oleh orang yang berilmu.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  26. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Membaca postingan ini saya teringat maqolah 'ilmu itu berada dalam hati, bukan dalam lisan". Berdasarkan bacaan tersebut, dikatakan bahwa ilmu terdiri dari ilmu dalam hati dan ilmu dalam pikir. Ilmu dalam hati meliputi doa dan ibadah-ibadah, sedangkan ilmu dalam pikir merupakan ilmu-ilmu duniawai. Saya tertarik untuk menambahkan bahwa ilmu dalam pikir kita bisa mengekspornya menjadi ilmu dalam hati. Ilmu dalam hati merupakan ilmu yang meliputi doa dan ibadah. Kita tahu bahwa segala sesuatu yang kita lakukan tergantung pada niatnya. Oleh karena itu, segala macam ilmu dunia yang kita miliki kemudian kita ajarkan atau amalkan dan diniati sebagai ibadah, maka saat itu pula ilmu tersebut bukan hanya berkedudukan sebagai ilmu pikir saja, melainkan ilmu hati yang kita implementasikan dalam ibadah kita. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  27. Paralogos yang diulas oleh Prof Marsigit tersebut merupakan hal baru bagi sebagian pembaca, termasuk saya. Terima kasih prof atas ilmu baru ini. Jika mengulas tentang paralogos dengan ditekankan bahwa paralogos ialah logikanya para dewa. Dicontohkan bahwa ayam adalah dewanya para cacing, orang dewasa ialah dewanya anak-anak. Seperti halnya dalam pembelajaran, guru merupakan dewanya siswa. Namun dalam pergaulan sehari-hari, teman seun=muran atau teman sejawat dapat juga menjadi dewa kita, jika mereka memiliki pengalaman atau pemahaman yang tidak kita miliki. Bahkan anak kecil bisa menjadi paralogos untuk kita. Sehingga manusia dengan pendidikan sepanjang hayatnya tidak boleh menyombongkan diri terhadap paralogos yang sebenarnya kurang dapat diterima sebagian logika orang-orang. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  28. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Berfikir memberi kemungkinan manusia untuk memperoleh pengetahuan, dalam tahapan selanjutnya pengetahuan itu dapat menjadi fondasi penting bagi kegiatan berfikir yang lebih mendalam. Kemampuan manusia untuk menggunakan akal dalam memahami lingkungannya merupakan potensi dasar yang memungkinkan manusia berfikir, dengan berfikir manusia menjadi mampu melakukan perubahan dalam dirinya.

    ReplyDelete
  29. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih prof. Marsigit atas tulisan di atas. Ulasan yang cukup menarik dan rasanya membuat kantong ilmu saya menjadi bertambah. Benar sekali bahwa ilmu itu ada yang di dalam pikIran dan ada yang di dalam hati. Pentingnya kita sebagai manusia yang berpikir hendaknya menyeimbangkan antara keduanya. Kita harus berada pada titik tengah garis interval antara ilmu pikir dan ilmu hati. Ilmu dalam pikir adalah ilmu duniawi yang kita dapat seiring berjalannya waktu kita hidup di dunia, sedang ilmu dalam hati berarti berkaitan dengan spiritualitas berupa doa dan ibadah. Jikalau kita hanya cenderung kepada salah satu, kualitas hidup kita akan sulit mencapai ketenangan dan zona nyaman, karena pentingnya ilmu itu tidak hanya untuk diri sendiri namun di aplikasikan dan di manfaatkan untuk orang-orang di sekitar kita. Dan yang dikatakan salah satu diaolog di atas juga menyadarkan saya bahwa pondasi dari berilmu dalam pikiran dan hati adalah pemahaman intuitif atau yang berasal dari pengalaman. Sehingga, setelah mendapatkan pengalaman sedari dini, kemudian dipupuk dengan ilmu-ilmu duniawi dan akhirat dengan selaras, maka kemungkinan besar manusia akan mencapai pada zona nyaman dan ketentraman jiwa di hati dan pikirannya dalam menjalankan kehidupannya. Wallahu'alam bishowab.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  30. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Terima kasih atas artikelnya pak. Paralogos istilah yang baru saya dengar. Mengutip dari kalimat di artikel tersebut, logika orang berilmu adalah paralogosnya orang belum berilmu. Jadi semua yang belum akan menjadi sudah apabila ada keinginan dan usaha. Contohnya orang yang tidak bisa menjadi bisa apabila memiliki keinginan dan usaha untuk belajar.

    ReplyDelete
  31. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.

    Dari percakapan antara petruk dan semar tadi, saya menjadi mengerti bahwa selain logika kita sendiri ternyata masih ada logika yang lebih tinggi lagi. Logika yang lebih tinggi tersebut berasal dari logika-logika orang-orang yang pemahaman dan pengetahuannya melebihi dengan apa yang kita miliki, akan tetapi kita tidak akan bisa memahami logika-logika mereka karena pemahaman dan pengetahuan yang kita miliki masih kurang sehingga berbeda dengan yang mereka miliki. Sekian dan terima kasih.

    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  32. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Postingan "Paralogos" ini kembali mendefinisikan sesesuatu dengan menggunakan tesis dan antitesis, dan pada postingan ini yang didefinisikan adalah paralogos. Dengan menguraikan dari paham dan tidak paham kemudian pemahaman dibagi juga menjadi pemahaman pikiran dan pemahaman hati, saya dapat belajar bahwa pemahaman tidak selalu berdasarkan kemampuan pada pemikiran saja, akan tetapi juga ada pemahaman lain yang juga sama pentingnya. Dan, ada beberepa manusia itu hanya paham pikiran namun tidak paham hati, maka itulah yang seringkali mengeksploitasi orang lain. Namun, ada juga manusia yang lebih paham hati namun kurang pada paham pikiran, sehingga selalu melibatkan perasaan tanpa memikirkan apakah telah sesuai logika atau tidak. Maka, sebaiknya selalu diseimbangkan antara paham hati dan paham pikiran. Sehingga tidak menjadi hati paralogosnya pikiran atau sebaliknya.

    ReplyDelete
  33. Vidiya Rachmawati
    PM A

    Artikel di atas memberikan gambaran tentang tingkat berpikir atau dimensi ilmu. Bahwa yang dimaksud paralogos menurut pemahaman saya adalah level berpikir yang tingkatnya lebih tinggi. Oleh karena itu orang dengan level berpikir lebih rendah tidak dapat memahami pemikiran orang yang tingkatnya lebih tinggi dari level pemikirannya. Hal ini menjadikan pembelajaran bagi kita, khususnya apabila mengajar matematika untuk anak SD kita tidak dapat menggunakan logika anak SMA. Jadi anak SD tidak bisa diajar langsung dengan teorema atau rumus-rumus. Sebaiknya kita memfasilitasi konstruksi ilmu untuk anak melalui kegiatan. Demikian terimakasih.

    ReplyDelete
  34. Gamarina Isti Ratnasari
    Pendidikan Matematika Kelas B (Pasca)
    17709251036


    Paralog dalam dunia kesehatan dapat diartikan sebagai salah satu dari sepasang gen yang berasal dari gen leluhur yang sama, sedangkan pada kehidupan paralog dapat menyatakan sebagai logika orang lain yang digunakan oleh yang lain. Paralog ini bias dijadikan sebagai ide pemikiran yang dapat diajadikan acuan untuk melakukan tindakan. Contohnya logika ayam adalah paralogosnya cacing, logika manusia adalah paralogosnya ayam, logika dewa adalah paralogosnya manusia, logika menteri adalah paralogosnya dosen, logika orang berilmu adalah paralogosnya orang belum berilmu.

    ReplyDelete
  35. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Paralogos berarti logika diluar jangkauan seseorang atau sesuatu. Berarti logika itu bertingkat-tingkat. Bisa dikatakan diatas logika ada logika yang mempunyai interpretasi masing-masing yang berbeda. Jadi kalau ada orang yang merasa paling pintar itu salah, karena pasti ada yang lebih pintar darinya. Semakin tahu maka kita akan semakin tidak tahu.

    ReplyDelete
  36. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Sejatinya hidup adalah proses untuk mencari kepahaman. Dari yang awalnya tidak paham berusaha secara aktif untuk paham. Sedangkan paham itu meliputi 2 hal yaitu paham hati dan paham pikir. Apa yang harus dipahami tentunya segala hal termasuk ilmu. Ilmu juga meliputi dua hal yaitu ilmu hati dan pikir. Tentunya kedua kepemahaman dan kedua ilmu ini haruslah seimbang. kalaupun tidak jangan sampai kepemahaman dan ilmu hati itu berkurang, ia lah yang seharusnya unggul. Sedangkan logos yaitu yang ada dalam pikir atau logika. Paralogos berarti dimensi diatasnya. Contohnya logika guru adalah paralogosnya siswa.

    ReplyDelete
  37. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dalam menjalani hidup, dalam berpikir, dalam mengambil keputusan, dalam melakukan aktivitas kita harus selalu memadupadankan pemahaman hati dan pikir. Memahami secara keilmuan tentang apa yang kita lakukan di dalam pikir, dan memahami secara kebenaran spiritual apa yang kita lakukan di dalam hati. Kadang kala, kita terjebak dan tergoda oleh setan dalam melakukan suatu perbuatan. Pikiran kita mengetahui apa yang sebaiknya kita lakukan, apa yang benar dan apa yang salah, kita paham dalam pikiran kita. Namun kita tidak paham dalam hati kita. Akibatnya kita menggunakan pemahaman dalam pikiran untuk melakukan perbuatan yang kurang semestinya, perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Maka dari itu, sebenar-benarnya hidup adalah memadukan pemahaman pikiran dan hati, keduanya harus sama-sama paham, sehingga akan menciptakan tindakan yang baik, yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  38. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Terimakasih sebelumnya Pak, karena dengan berkomentar di blog ini membuat saya lebih banyak menulis walau hanya menulis komentar yang mungkin masih jauh dari nilai kebenaran.
    Dari postingan itu saya bisa lebih tahu tentang pemahaman dan ilmu. Karena sebenarnya setiap pemahaman dan ilmu itu saling berkaitan, dengan adanya pemahaman maka akan ada ilmu yang tidak menimbulkan keraguan. Keraguan itu muncul karena hati dan pikiran belum mencapai kesepakatan satu kesepakatan. Keraguan (kebimbangan) itu muncul karena adanya godaan syetan, maka sudah selayak nya ilmu dalam pikir dan ilmu dalam hati haruslah dipunyai oleh setiap manusia yang masih mempunyai akal dan pikiran yang sehat.

    ReplyDelete
  39. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Paralogos yang saya pahami dari bacaan di atas adalah logika yang sesuai dengan ruang dan waktu. Semua orang adalah potensi, potensi yang memiliki pilihan. Setiap orang memiliki potensi untuk paham dan potensi untuk tidak paham. Maka memiliki paham juga adalah pilihan. Paham seseorang akan berkembang sesuai dengan ruang dan waktu karena pemahaman yang sekarang akan berbeda dengan pemahamannya nanti atau besok. Mungkin hari ini belum paham, namun besok sudah paham. Itulah mengapa pemahaman haruslah dikejar, salah satunya dengan membaca dan merenungkan.

    ReplyDelete
  40. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Walaupun sudah beberapa kali mendengar istilah paralogis di beberapa artikel yang saya baca di blog Bapak, namun baru kali ini saya membaca mengenai penjelasan mengenai paralogos melalui percakapan di atas. Menurut saya, paralogos merupakan suatu ilmu atau pengetahuan yang tidak dapat dijangkau, berada jauh di atas, berkembang jauh lebih maju dari apa yang telah kita pahami.

    ReplyDelete
  41. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terima kasih Prof, dari artikel diatas dapat dapat dipahami bahwa paham haruslah seimbang antar hati dan fikiran. Paham sendiri terbagi menjadi beberapa tingkatan sesuai dimensinya. Kita dapat memahami sesuatu apabila dimensi fikiran kita belum sampai pada levelnya.

    ReplyDelete
  42. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Membaca artikel ini saya jadi bertanya, dapatkah seorang berilmu berbicara dan saling paham dengan orang yang tidak berilmu. Seekor cacing apakah mungkin dapat memahami logika seekor ayam? Dapatkah seorang yang tidak berilmu menggapai logika seorang yang berilmu? Logika apa yang dapat digunakan dalam situasi seperti ini? Pengetahuan bertemu dengan bukan pengetahuan?
    Mohon bantuan untuk kekacauan pikiran saya mengenai paralogos ini. Terimakasih.

    ReplyDelete
  43. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Paralogos, setelah membaca ulasan ini hal yang dapat saya tangkap yaitu mengenai jangkauan pemahaman atau berpikir. Jangkauan pemahaman setiap orang itu berbeda-beda tergantung level atau dimensinya. Seseorang tidak mampu memahami jangkauan berpikir orang yang memiliki level diatasnya. Misalanya logikannya presiden akan sulit dipahami oleh anak balita. Hal itu karena seorang presiden memiliki dimensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak balita. Oleh karena itu, logikanya presiden akan menjadi paralogosnya anak balita. Terimakasih.

    ReplyDelete
  44. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih pak atas ilmu yang diberikan melalui postingan ini
    saya sangat setuju pak dengan apa yang bapak katakan di dalam postingan ini bahwasannya ilmu dalam hati itu lah ibadah dan pendekatan diri kepada sang pencipta. jika kita melakukan sesuatu tanpa ada landasan ilmu perbuatan kita ialah sia -sia. bahkan saya pernah mendengar tidur nya orang berilmu itu ibadah. karena ia tau hal-hal sunnah apa saja yangdikerjakan sebelum tidur.
    semoga kita semua termasuk orang-orang yang berilmu dan diangkat derajatnya oleh Allah SWT

    ReplyDelete
  45. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Postingan yang kaya akan makna. Selain memberikan penjelasan tentang apa itu paralogos, postingan ini juga memberikan penjelasan tentang pemahaman, tindakan, jenis-jenis paham, dan jenis-jenis ilmu. Bahwa ilmu itu terbagi menjadi dua yakni ilmu dalam hati dan ilmu dalam fikir. Ilmu dalam hati adalah doa dan ilmu dalam fikir adalah ilmu dunia. Sedangkan paralogos merujuk kepada logika yang tingkatnya lebih tinggi dari logika awam. Sehingga paralogos itu dikatakan sebagai logikanya para dewa. Oleh karena itu, kita harus terus berusaha untuk selalu menimba ilmu agar mempunyai logika yang baik bagi mereka yang menjadikan kita paralogosnya.

    ReplyDelete
  46. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Paralogos, sebuah judul artikel yang sangat menarik menurut saya. Dalam artikel ini dijelaskan bahwa dalam paralogos dunia itu dibagi menjadi dua bagian, paham dan tidak paham. dari dua bagian tadi terdapat pula bagiannya lagi,yang dibagi lagi menjadi dua bagian. Pada bagian tidak paham, dibagi menjadi tidak paham dalam pikiran dan tidak paham dalam hati, untuk bagian paham juga dibahgi menjadi dua bagian yaitu paham dalam pikiran dan paham dalam hati. Hati dan Pikiran memiliki dunia yang berbeda. Pikiran lebih mempercayai sesuatu yang bersifat fisik dan dapat diterima oleh logika, sedangkan hati lebih condong ke bagaimana kita merasa atau apa yang kita rasakan terhadap suatu kejadian.

    ReplyDelete
  47. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Ketika kita tidak memahami logika seseorang maka bisa jadi pemahaman kita lebih rendah dari orang tersebut. Maka paralogos seperti anak tangga. Anak tangga yang diatas adalah paralogos bagi anak tangga dibawahnya. Maka sebagai seorang manusia tentu kita harus terus menaiki anak tangga agar pemahaman kita semakin meningkat dan meningkat. Agar dalam mengambil keputusan kita dapat mengambil keputusan berdasarkan pemahaman pikir, sehingga ketika kita dihadapkan pada pilihan kita tidak akan bingung memilihnya. Dan kita juga harus menyadari bahwa pastilah ada anak tangga yang lebih tinggi dari yang kita pijak, pastilah selalu ada paralogos bagi kita, sehingga kita tidak pernah berpuas diri dan sombong dengan pemahaman yang kita miliki.

    ReplyDelete
  48. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Manusia itu awalnya tidak paham akan sesuatu, tetapi ia merasa telah memahami segala hal. Untuk bisa paham manusia harus sadar bahwa dirinya tidak paham, maka dari itu tidak paham pun penting, karena dari ketidak pahaman itu manusia bisa paham. Manusia itu tidak bisa sadar dengan sendirinya, untuk sadar bahwa manusia itu tidak paham manusia itu membutuhkan bantua. Bantuan dari manusia lain, lingkungan, ataupun hidayah dari tuhan. Dari ketidak pahaman itu manusia mulai belajar dan berubah. Manusia yang terus belajar samapai suatu saat sampai titik dimana bahwa manusia itu sadar, bahwa mereka memang tidak paham yang ada dan mungkin ada, kecuali sebagian kecil sekali. Dan sebagian kecil itu adalah karunia tuhan. Namun ada juga manusia yang tersesat diatas ilmu, maka landasilah seluruh pemahaman dan ketidak pahaman dengan iman.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  49. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Paham manusia ada dua macam, yaitu paham pikiran dan paham hati. Paham pikiran apabila kita mampu mengetahui ilmu dunia misalnya materi pada mata kuliah di matematika. Sedangkan paham hati apabila kita berdoa dan beribadah. Kedua paham tersebut yang menentukan sikap kita dalam kehidupan sehari-hari. Apabila seseorang bingung dalam pikiran maupun sikapnya, maka ia dikatakan sedang tidak paham atau sedang tidak berilmu. Maka ia sedang melakukan kegiatan dengan tidak ada pemahaman.
    Pemahaman suatu individu dan individu yang lainnya berbeda-beda. Sebagian lebih tinggi dari pada sebagian yang lain. Paham yang lebih tinggi inilah yang dinamakan paralogos atau pahamnya para dewa. Dewa yang dimaksud ialah seseorang atau suatu subjek yang tingkatannya lebih tinggi dari orang atau subjek lain. Contohnya ayam adalah dewanya cacing karena cacing tak akan paham bagaimana ayam memangsanya, sedangkan ayam mengetahui bagaimana mencari cacing di dalam tanah. Contoh lain ialah dosen dewanya mahasiswa, karena mahsiswa tidak mengetahui ilmu-ilmu yang dimiliki dosen terkait dengan mata kuliahnya. Tetapi dosen bisa mengetahui ilmu-ilmu yang dimiliki mahasiswanya dengan cara assessment.

    ReplyDelete
  50. Eka Luthfiana Lathifah
    177092510062
    PPs P.Mat C

    Paham itu ada dua, yaitu paham dalam pikiran dan paham didalam hati. Dalam kehidupan kita harus paham pikiran dan juga paham hati, karena jika salah satunya tidak paham maka hidupnya tidak akan seimbang.
    Paralogos merupakan perbedaan tingkat dimensi logika yang tidak dapat dipahami oleh dimensi logika tingkat dibawahnya.

    ReplyDelete
  51. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Setiap manusia pasti punya pemahaman masing-maisng, logika yang berjalan sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Kita tidak bisa memaksakan agar orang lain memiliki pemikiran yang sama seperti pemikiran kita. Oleh karena itu akan lebih baik kalo sebagai sesama manusia kita salin mengisi dan memahami kemampuan masing-masing.

    ReplyDelete
  52. Semua memiliki tingkat pemahaman yang berbeda berdasarkan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang didapat oleh karena itu adanya paralogos
    Yang menjadikan tingkatannya berdasarkan spiritual juga

    Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    ReplyDelete
  53. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Yang membedakan manusia satu dan yang lainnya dalah keputusannya. Keputusan didasari oleh pemahaman. Sebenar-benar keputusan adalah yang dilandasi dengan pemahaman dalam hati dan pemahaman dalam pikir. Keputusan yang dihasilkan logos selalu ditentang oleh mitos karena logika logos adalah hal yang salah menurut mitos. Begitu pula paralogos dipandang sebagai kekeliruan oleh orang awam dan itulah sebenar-benar kerugian orang yang tidak berilmu, tidak dapat melihat kebenaran meskipun kebenaran itu telah datang ke hadapannya. Semoga kita selalu bersemangat menuntut ilmu sehingga tidak termasuk ke dalam golongan orang yang merugi.

    ReplyDelete
  54. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Ayam dewanya cacing maka cacing tidak paham logikanya ayam.
    Logika ayam adalah paralogosnya cacing.
    Dari pernyataan diatas maka dapat dikatakan bahwa paralogos adalah logika yang tidak terpikirkan oleh makhluk yang dibawahnya.
    Misalkan logika elang adalah paralogosnya tikus.

    ReplyDelete
  55. Insan A N/PPs Pm C 2017
    Paham dan tidak paham erat kaitannya dalam pembelajaran. Siswa sudah memahami dan siswa belum memahami. Banyak faktor yang membuat paham dan tidak paham. Paham karena logikanya berjalan, tidak paham karena logikanya berhenti. Guru mempunyai pemahaman yang berbeda dengan siswa, maka pemahaman guru adalah paralogos pemahaman siswa. Implikasiya, ajarkanlah pembelajaran menurut pemahaman siswa, karena jika di ajarkan dengan pemahaman guru, maka siswa menjadi tidak paham.

    ReplyDelete
  56. Yolpin Durahim
    17709251029
    Pps. P. Mat B 2017
    Iman adalah sesuatu yang diyakini dalam hati, diikrarkan secara lisan dan dibuktikan dalam ama perbuatan. Maka kepahaman dalam ilmu hati merupakan bagian dari keimanan seseorang. Namun itu saja tidak cukup, butuh keberanian dalam lisan dan perbuatannya untuk menunjukan bukti keimanan itu sebagai realisasi dari ilmu hati.

    ReplyDelete
  57. Yolpin Durahim
    17709251029
    Pps. P. Mat B 2017
    Saya pernah membaca sebuah buku, bahwa seseorang dikatakan bijak jika ia mampu mengambil keputusan dalam hidupnya. Sebab ia memahami adanya konsekuensi dari pilihan tersebut yang harus diterima. Tindakan berdasarkan pemahaman yang benar akan menghasilkan keputusan yang bijak. Namun dalam hal ini, seseorang harus senantiasa membuka diri dan terus belajar, mendulang ilmu baik dunia dan akhirat untuk menajamkan pemahaman pikiran dan hati agar terus berkembang baik.

    ReplyDelete
  58. Yolpin Durahim
    17709251029
    Pps. P. Mat B 2017
    Menurut saya kebingungan adalah awal dari sebab seseorang mengetahui sesuatu, sehingga dari gejala bingung itu akan hadir keinginan untuk berusaha memahami. Diantaranya lewat proses belajar tanpa henti. Maka ketika seseorang tidak bingung, hanya ada dua sebabnya, tidak tahu atau sudah tahu. Tidak tahu karena belum berilmu dan tahu berarti sudah mulai berilmu.

    ReplyDelete
  59. Pangestika Nur Afnia
    PEP B S2
    17701251037

    Melalui artikel ini saya mengetahui bahwa ada 2 macam ilmu, yaitu ilmu dalam pikir dan ilmu dalam hati. Selama ini saya selalu mengaitkan bahwa ilmu adalah suatu hal yang berhubungan dengan pikiran saja. Dan itu artinya selama ini saya hanya fokus untuk mendapatkan ilmu dunia saja. Padahal ilmu dalam hati jika tidak dipahami maka mudah tergoda rayuan syaitan. Terima kasih Prof untuk tulisan yang sarat manfaat ini

    ReplyDelete
  60. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Dikatakan bahwa paralogos adalah bukan sembarang logika. Seseorang yang dikatakan paralogos, ia lah orang yang paham akan tindakannya. Tetapi sebelum paham akan tindakannya, ia juga harus lah paham akan pikir dan hatinya. Apa yang ia pikirkan dan apa yang ia katakan dalam hatinya akan tercermin dalam tindakannya. Dikatakan paham akan pikir apabila orang tersebut dapat menentukan sikap dan langkah yang sesuai sehingga terhindar dari kebingungan, karena sebenar-benar orang yang bingung adalah orang yang tidak berilmu atau masalah dunia. Sedangkan paham dalam hati adalah masalah keyakinan, tidak boleh ada keraguan sedikitpun di dalam hati, karena jika sedikit saja hati kita tidak percaya atau tidak bedoa, disitulah kesempatan syaitan masuk ke dalam hati dan pikiran kita. Sehingga, paralogos adalah oang yang paham akan pikiran dan hatinya sehingga sikap dan tindakannya adalah cermin dari ilmu yang digapainya.

    ReplyDelete
  61. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Filsafat mengadung pemahaman yang meliputi logos dan mitos. Untuk memenuhi kedua aspek tersebut kita harus memahami unsur ontologi maupun epistimologi yang di dalamnya memuat wadah dan isi keilmuan. Filsafat adalah diri kita sendiri maka dari itu dalam mencapai logos kita memerlukan pegetahuan baik yang bersifat empiris maupun non empiris. Ada langkah yang terkdang baru kita sadari bahwa untuk mencapai paralogos salah satunya melalui membaca unsure filsafat itu sendiri, seperti yang ada diblog prof ini yang banyak sekali mengandung unsure dan aspek filsafat baik secara eksplisit maupun implisit.

    ReplyDelete
  62. Metia Novianti
    17709251021
    P.Mat A S2 2017

    Kita harus menyesuaikan hati dan pikiran dalam bertindak agar setiap tindakan yang dilakukan berdasarkan pemahaman dan tidak bias terhadap salah satunya. Setiap tindakan yang diambil akan memiliki sebab akibat, konsekuensi dan mencerminkan diri kita sebenarnya. Paham dalam hati adalah tidak ada keraguan di dalam keyakinan dan amalan ibadah. Sedangkan paham di dalam pikir yaitu jika kita dapat menentukan sikap atau mengambil langkah. Seperti yang telah dituliskan dalam artikel di atas, paralogos itu bukan sembarang logika. Logika orang berilmu adalah paralogosnya orang belum berilmu. Jadi, paralogos mesti bertindak sesuai pemahamannya dalam hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  63. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Tindakan manusia itu dapat dilihat berdasarkan unsur yang melandasi tindakan tersebut, sehingga jika kita mampu memahami hal demikian, kita tidak akan dengan mudah menghina ataupun merendahkan seseorang. Karena pada dasarnya seseorang melakukan suatu tindakan dapat berlandaskan ilmu tentang hal tersebut, ataupun bahkan tidak memiliki ilmu tentang itu sama sekali. Sehingga sangat wajar jika ia melakukan hal yang salah. Maka janganlah mudah menghakimi seseorang.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  64. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Paralogos merupakan kesesaan yang terjadi tanpa suatu kesengajaan tetapi karena ketidaktahuan. Catatan menurut sokrates, kebaikan sama dengan pengetahuan, Dosa adalah kekurangtahuan. b. Kesesatan karena bahasa, bentuk dan isi. Jika seeorang mengemukakan sebuah penalaran yang sesat dan dia sendiri tidak melihatnya sebagai sesuatu kesesatan, maka penalaran sasat seperti itu disebut paralogis. Sebaliknya, jika penalaran yang sesat itu sengaja dilakukan untuk menyesatkan orang lain disebut sofisme.

    ReplyDelete
  65. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dari beberapa cerita di atas bisa saya pahami bahwa paralogos itu merupakan logika dari sesuatu yang lebih tinggi daripada kita, terutama dari segi ilmu. Misalnya logika dosen adalah paralogosnya mahasiswa. Jadi, ilmu seorang dosen itu akan menjadi paralogosnya ilmu seorang mahasiswa. Terkadang mahasiswa tidak memahami apa yang disampaikan dosen karena mahasiswa belum sampai kepada ilmunya. Inilah makna dari paralogos, dimana para berarti di luas dan logos artinya logika.

    ReplyDelete
  66. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Adanya kepahaman atau ketidakpahaman dikarenakan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Berdasarkan bacaan ini, kita dapat mengetahui bahwa ilmu tersebut dibagi menjadi dua yaitu ilmu dalam hati dan ilmu dalam pikir. Secara sederhana maka ilmu dalam hati merupakan ilmu agama dan ilmu dalam pikr merupakan ilmu dunia. Dengan saling berhermeneutika antar kedua ilmu tersebut akan menciptakan keselarasan untuk memahami akan suatu hal. Maka menuntut ilmu, jangan hanya menuntut ilmu dunia karena tidak akan selamat di akhirat. Begitupun sebaliknya, dibutuhkan pula ilmu akhirat karena tidak akan selamat hidup di dunia tanpa meyakini akhirat.

    ReplyDelete
  67. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Siswa yang selama ini belajar mengenai suatu ilmu memerlukan banyak sekali pemahaman yang sesuai dengan keadaan mereka. Kita sebagai pengajar merupakan paralogos bagi siswa kita, karena logika kita itu sudah tinggi di atas siswa yang kita ajar, sehingga jika sebagai pengajar yang baik selayaknya berfikir untuk memberikan apa yang mudah dipahami oleh logika mereka. Hal ini akan memberikan dampak yang baik terhadap perkembangan kemampuan mereka.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  68. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Paralogos berarti kumpulan logos/logika. Berdasarkan cerita percakapan tersebut yang dapat saya pahami bahwasannya paralogos adalah logika dari suatu hal yang derajatnya lebih tinggi dari pada kita dilihat dari segi ilmunya. Misalkan manusia paralogosnya ayam, Guru paralogosnya siswa, dosen paralogosnya mahasiswa, Kyai paralogosnya santri. Hal ini berarti guru/dosen/kyai memiliki ilmu yang lebih tinggi atau memiliki pengalaman yang lebih banyak.

    ReplyDelete
  69. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saya teringat, seperti yang terkadang prof. Marsigit tanyakan ketika di kelas, "Apakah sudah mulai bingung?" disini diartikan bahwa kami mulai belajar, karena terdapat kebingungan-kebingungan. Disini kaitannya dengan dimensi dari mahasiswa)yang berbeda dimensi dengan prof. Marsigit, yang dimensinya lebih tinggi. Bingung menandakan kita mulai belajar dan menemukan kunci dari kebingungan yang kita hadapi akan membukakan pintu bagi kebingungan yang lain, karena begitulah ilmu.

    ReplyDelete
  70. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  71. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Berdasarkan ulasan di atas, logos merupakan ilmu pengetahuan suatu subjek. Dapat dipahami dari ulasan bahwa suatu kesombongan akan menyebabkan kita berubah menjadi mitos. Hal ini terjadi pada logos, ketika dia telah bersifat sombong berusaha mencampurkan hal-hal diluar logos dengan merasa paling benar maka saat itu pula para logos berubah menjadi para mitos. Begitu pula pada hati, hati yang hakikatnya memiliki sifat bersih namun jika telah merasuki syaitan maka akan berubah menjadi kesombongan dan merasa paling benar akan segala hal. Namun ada titik pertaubatan hati dan logos yaitu ketika mereka menyerahkan masalah mereka kepada Allah SWT dan tidak melakukan perbuatan yang sama.

    ReplyDelete
  72. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Ketika seorang siswa tidak memahami apa yang dijelaskan oleh guru bukan berarti siswa itu bodoh tetapi karena baginya guru adalah paralogos. Maka sebagai paralogos bagi siswa guru perlu belajar agar Bahasa yang digunakan oleh guru sesuai dengan pemahaman siswa. Misalkan ketika menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru tidak perlu menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran adalah agar siswa dapat menyelesaikan persamaan, menentukan solusi dan sebagainya. Tetapi tujuan pembelajaran tersebut disampaikan secara tidak langsung dengan Bahasa siswa.

    ReplyDelete
  73. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Orang yang tahu adalah paralogosnya orang yang belum tahu. Orang yang berilmu adalah paralogosnya orang yang belum menguasai ilmu itu. Semua orang berpotensi untuk menjadi paralogos jika memiliki tekad dan kerja keras untuk belajar dan memperbaiki diri serta saling berbagi ilmu dan pengalaman kepada sesama.

    ReplyDelete
  74. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Ternyata itu yang dimaksudkan dengan paralogos, yaitu logika nya dewa dari sesuatu. awalnya ysaya mengira seperti maksud dari logos yaitu kebalikan dari mitos, atau dengan kata lain para logos itu seperti logos-logos yang teus mengalalmi perubahan. ternyata ada arti lain.

    ReplyDelete
  75. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Logika adalah salah satu kelebihan yang diberikan kepada manusia. logika adalah salah satu gerbang dari ilmu. Dari artikel diatas saya jadi tahu bahwa paralogos itu merupakan logika dari sesuatu yang lebih tinggi ilmunya dari kita. Misalnya logika dosen adalah paralogosnya mhasiswa, sehingga otomatis ilmu dari dosen tersebut akan diikuti oleh mahasiswa. Mahasiswa terkadang bingung dengan apa yang disampaikan dosen, hal ini dikarenakan ilmu dosen lebih tinggi dari mahasiswa. Maka dari itu paralogos itu lebih luas daripada logika.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  76. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    dari tulisan ini hal yang dapat saya pelajari bahwa ada 2 pemahaman yang mesti kita raih, yaitu paham pikir dan paham hati. paham pikir berarti kita mampu berinteraksi dengan lingkungan karena ilmu yang kita miliki, sedangkan paham hati masuk ke ranah spiritual yang dapat digapai dengan doa. doa yang baik adalah doa yang dipanjatkan dalam hati yang ikhlas. paham pikir dan paham hati menimbulkan ikhlas hati dan ikhlas pikir. sebaik-baik manusia adalah yang bisa memiliki keduanya. semoga kita tergolong ke dalam hamba Allah yang seperti itu, berilmu dan ahli ibadah. aamiin allahumma aamiin.

    ReplyDelete
  77. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Paralogos merupakan tingkatan berpikir di atas logos. namun perlu digarisbawahi bahwa tingkatan ini dapat berubaha tergantung ruang dan waktu. di tulisan ini dikatakan bahwa paralogos adalah logosnya para dewa. sedangkan dalam filsafat dewa itu dapat diartikan sesuai dengan ruang dan waktunya. misal presiden adalah dewanya rakyat, guru adalah dewanya siswa, dan seterusnya. sehingga bagi siswa pemikiran/ilmunya guru jauh lebih tinggi daripada dirinya.

    ReplyDelete
  78. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Paralogos adalah cara berfikirnya orang filsafat. Dengan logos kita akan mampu memecahkan misteri-misteri dalam mitos. untuk meningkatkan pemahaman tentang logos kita harus selalu meningkatkan notions kita misalnya melalui membaca artikel maupun elegi-elegi dari blok Prof. Marsigit ini agar kita berkembang dan berwawasan dengan dilandasi oleh pengetahuan-pengatahuan yang bersifat rasional.

    ReplyDelete
  79. M. Zainudin
    16701261019
    PEP

    Paralogos merupakan diluar jangkauan atau diluar logika dari

    ReplyDelete
  80. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Ada dua ilmu yaitu ilmu dalam pikir dan ilmu dalam hati. Ilmu dalam hati itu merupakan doa dan ibadah. Ilmu dalam hati berarti tidak ada keraguan didalam keyakinan. Ilmu dalam pikir merupakan ilmu dunia. Dalam ilmu pikir dapat digunakan untuk menentukan sikap atau mengambil langkah. Sehingga apabila tidak paham dalam berpikir maka manusia akan merasa kesulitan untuk menentukan tidakan, dan yang seperti ini dikatakan tidak berilmu. Maka dari itu orang yang bingung dikatakan orang yang tidak berilmu. Sehingga setiap orang perlu untuk menyesuaikan hati dan pikiran dalam bertindak, agar setiap tindakan yang dilakukan merupakan tidakan yang baik dan benar.

    ReplyDelete
  81. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dalam artikel di atas, dijelaskan bahwa para adalah di luar jangkauan atau lebih dari itu. Contoh Paralogos adalah bukan sembarang logika. Berarti paralog adalah logika yang bukan sembarang, logika bagi manusia bisa dianggap keliru oleh dewa. Karena Paralogos adalah logika yang bukan sembarangan maka paralogos yang dimaksud adalah logika para dewa. Logika dewa adalah paralogosnya manusia. Maka manusia tidak dapat mengetahui logikanya para dewa.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  82. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Dari artikel di atas saya dapat belajar bahwa logika orang berilmu adalah paralogosnya orang belum berilmu. Sehingga mungkin saja kita belum tentu paham apa yang dimaksudkan oleh orang yang lebih berilmu ketimbang kita. Itulah mengapa terkadang kita harus mengimani sesuatu terlebih dahulu sebelum bisa membuktikannya karena memang keterbatasan ilmu yang kita miliki. Seperti misalnya dalam pembelajaran matematika, pada saat masih di bangku sekolah mungkin kita menelan mentah-mentah suatu aturan, rumus, ataupun data. Hal tersebut dikarenakan mungkin memang belum waktunya untuk membuktikan dikarenakan prior knowledge yang masih terbatas. Maka dari itu logika guru adalah paralogosnya siswa.

    ReplyDelete
  83. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Tindakan manusia itu ada dua, yaitu paham dan tidak paham. Maka tindakan manusia juga ada 2, yaitu tindakan berdasarkan pemahaman atau tindakan tidak berdasarkan pemahaman. Paham dan tidak paham ada 2,yaitu paham dalam hati dan paham dalam pikir. Paham dalam hati berkaitan dengan doa dan ibadah. Paham dalam pikir berkaitan dengan ilmu dunia, berkaitan dencan cara mengambil sikap atau langkah. Dalam hidup, harus seimbang antara paham pikir dan paham hati. Apalah guna, jika paham dalam pikir tetapi tidak paham dalam hati. Begitu juga sebaliknya.

    ReplyDelete
  84. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    Pendidikan Matematika A 2015/S1
    15301241046
    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Tindakan manusia ada yang berdasarkan paham pikir dan paham hati. Paham pikir berarti segala sesuatu yang dapat kita pahami secara logika, seperti matematika, sains dan lain sebagainya. Paham hati berarti segala sesuatu yang dapat kita pahami dengan hati, contohnya iman, dalam mengimani Tuhan pencipta alam kita menggunakan hati kita untuk mempercayainya. Dengan paham hati, kita mempercayai tanda-tanda kekuasaan Tuhan di alam semesta ini, kemudian kita dapat membuktikan kebesaran Tuhan yang tertulis dalam kitab suci secara ilmiah dengan paham pikir.

    ReplyDelete
  85. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Paralogos dikatakan sebagai logika yang berbeda. Pengalaman logika sendiri dibedakan menjadi dua yaitu logika berawal yang merupakan logika orang dewasa dan logika tidak berawalan yang merupakan logika anak-anak atau orang awam. Paralogos adalah logika yang tidak mudah bahkan sulit dipahami. Saya kagum dengan Bapak Marsigit yang menganalogikan paralogos dengan sangat sederhana tetapi dapat mengena. Disebutkan bahwa Logika ayam adalah paralogosnya cacing. Artinya, cacing tidak paham dengan logika si ayam tetapi ayam paham bagaimana logika cacing segingga antara cacing dengan ayam akan lebih unggul si ayam. Begitupun manusia. Seberilmu apapun manusia di dunia, sesunggunya logika yang dimiliki atau ilmu yang dimilikinya hanya sebagian kecil dari segala ilmu yang dimiliki oleh Allah Swt.

    ReplyDelete
  86. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Paralogos bukanlah sembarang logika. Ada dua tindakamn yaitu paham atau tidak paham. Kedua paham itu dilandaskan hati dan pikiran. Ilmu ada dua yaitu oilmu dalam pikir dan ilmu dalam hati. Ilmu dalam hati adalah doa dan ibadah sedangkan ilmu dalam pikir adalah ilmu dunia. Jika sesorang yalin dalam hatinya itu artinya sesorang tersebut paham dalam hati. Sedangkan paham dalam langkah itu jika seseorang mampu menentukan sikap dan langkah dalam mengambil tindakan dengan baik. Jadi paham pada hati itu mpenting untuk menyakini bahwa semua yang ada didalam hidup ini adalah Kuasa Allah sehingga akan meningkatkan rasa syukur terhadap Allah atas semua yang telah diberikan didunia ini.

    ReplyDelete
  87. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007
    Logika orang berilmu itu paralogosnya orang yang tidak berilmu. Logika orang yang lebih berilmu itu paralogosnya orang berilmu. Logika orang berilmu itu dianggapa di luar jangkauan jika dipandang oleh orang yang belum berilmu. Ini terjadi karena tingkat ilmu atau logikanya berbeda. Logika guru pun paralogosnya siswa. Karena logika guru itu logika diluar jangkauan bagi siswa. Karena ilmu guru adalah ilmu orang dewasa, berbeda dengan siswa. Sehingga ketika memberi pembelajaran, guru sebaiknya tidak memaksa siswa menyemakan logika siswa dengan logika guru. Karena siswa tidak akan mampu.

    ReplyDelete
  88. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Para itu artinya di luar atau di luar jangkauan. Sedangkan logos itu suatu pertimbangan akal (pikiran), asal kata dari logika. Jadi paralogos dapat dikatakan logika yang berada di luar jangkauan pikiran (akal) manusia. Paralogos itu logikanya para dewa. Semua makhluk yang ada di dunia ini bisa memiliki paralogos, logika ayam adalah paralogosnya cacing, logika manusia adalah paralogosnya ayam, logika dewa adalah paralogosnya manusia, logika orang berilmu adalah paralogosnya orang berilmu.

    ReplyDelete
  89. Bayu Widyanto
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244010

    Paralogos bukan merupakan sembarang logika. Para itu berarti diluar jangkauan, jadi paralagos itu logika yang diluar jangkauan. misalnya dewa paham akan logika kita tapi kita tidak paham logika dewa maka dapat juga dibilangan logikanya dewa adalah paralogosnya kita(manusia) karena logika kita tidak sampai untuk memahami logikanya dewa. Mungkin karena pengetahuan kita hanya berapa % nya saja.

    ReplyDelete
  90. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Memang benar bahwa tindakan itu ada dua yaitu tindakan berdasar pemahaman dan tindakan tidak berdasar pemahaman. Tindakan baik dengan didasarkan pemahaman maka akan mendapatkan pahala, misalnya dalam beribadah, jika kita paham apa yang kita lakukan maka InsyaAllah ibadah kita diterima. Tapi jika kita melakukan ibadah tapi tidak paham dasarnya, maka hanya akan sia-sia.

    ReplyDelete
  91. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Paralogos dikatakan bukan sembarang logika. Dapat diartikan juga sebagai logika yang lebih tinggi kedudukannya dari segi ilmu dibandingkan dengan kita. Dapat diilustrasikan dengan, logika guru adalah paralogosnya siswa. Siswa terkadang tidak dapat memahami logika yang ada pada guru. Hal ini dikarenakan logika siswa belum sampai kepada logika guru yang sudah memiliki ilmu.

    ReplyDelete
  92. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Terima kasih artikelnya, Prof. awalnya saya tidak mengetahui apa itu paralogos, kemudian setelah membaca artikel ini saya tahu bahwa paralogos bukan sebarang logika, misalkan saja logika orang berilmu adalah paralogosnya orang belum berilmu. Kemudian, ada kalimat yang berbunyi “Dikatakan paham di dalam pikir jika kamu dapat menentukan sikap atau mengambil langkah. Jika tidak demikian maka disebut tidak paham dalam pikir. Jadi, sebenar benar tidak paham dalam pikir adalah bingung di dalam pikir dan tindakanmu. Yang demikian dikatakan tidak berilmu. Maka orang bingung adalah orang yang tidak berilmu” Dari kalimat ini saya menyimpulkan betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan, yaitu untuk menentukan langkah dalam kehidupan, sehingga mari semangat dalam menuntut ilmu, lagipula bukankah Allah akan menaikkan derajat orang berilmu?:)

    ReplyDelete
  93. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Artikel Bapak mengingatkan saya mengenai pepatah "di atas langit masih ada langit", selalu ada yang lebih atas/lebih unggul dari kita. Orang yang lebih pandai dari kita merupakan paralogos dari kita, merupakan langit di atas kita. Sebelum bertindak kita harus paham terlebih dahulu, baik dalam hati maupun paham dalam pikir agar tindakan yang kita lakukan kita bukan tindakan yang sembarangan.

    ReplyDelete
  94. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terima kasih Bapak atas artikel Paralogos yang telah Bapak share kepada kami. Dari artikel ini saya dapat memperoleh ilmu bahwa diatas langit masih ada langit, jangan terlalu senang dan puas dulu dengan pencapaian yang kita peroleh saat ini, namun baiknya kita mempersiapkan diri untuk menggapai keinginan kita yang lain.Ilmu dalam kehidupan ini sangatlah penting, ilmu kita gunakan untuk membuat hidup kita lebih baik lagi dari sebelumny, dan Allah pun sudah menjaikan barang siapa yang menuntut ilmu untuk memperoleh ridho dari Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya. Semoga kita termasuk golongan orang yang berilmu.. Aamiin.

    ReplyDelete
  95. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Tindakan itu ada 2 yaitu paham dan tidak paham . Sedangkan paham itu juga ada 2 yaitu paham dalam hati dan paham dalam pikir. Paralogos bukanlah sembarang logika. Misalkan logika orang berilmu paralogosnya orang tidak berilmu. Logika orang yang berilmu paralogosnya orang yang lebih berilmu. Sehingga paralogos dapat diartikan logika yang tingkatannya lebih tinggi.

    ReplyDelete
  96. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Setiap hendak bertindak kita harus menyeimbangkan hati dan pikiran kita. Jangan sampai keduanya berbeda dan tak sejalan. Paralogos juga memiliki banyak makna sesuai dengan konteksa, namun secara garis besar paralogos dapat diartikan sebagai tingkatan logika yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  97. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Dalam dunia ini terdapat 2, paham dan tidak paham dimana paham dibagi menjaddi 2 yaitu paham dalam pikir dan paham dalam hati. Beegitu juga ilmu, ilmu dalam hati yang berarti kehidupan spiritual dan ilmu dalam pikiryang berati ilmu dalam dunia. Jadi, paham dalam hati adalah keyakinan dalam kehidupan spiritual ddan paham dalam pikir membuat kita dapat menentuukan sikap atau mengambil langkah.

    ReplyDelete
  98. Lisfiyati Mukarromah
    15301241042
    Pendidikan Matematika A 2015
    Program S1
    Terimakasih Prof telah membagikan artikel tentang paralogos di atas. Berdasarkan tulisan di atas bisa saya pahami bahwa logika orang berilmu adalah paralogosnya orang yang belum berilmu. Dengan demikian logika matematika guru matematika adalah paralogosnya logika matematika siswa. Seorang siswa belum tentu memahami logika guru, tetapi seorang guru harus memahami logika siswa. Dengan memahami jalan pikiran siswa, guru bisa menjadi lebih mudah memilih metode pembelajaran yang cocok dengan siswa tersebut. Guru juga bisa mengajarkan sesuatu logika yang rumit dengan bahasa yang sederhana sehingga bisa diterima dengan logika siswa.
    Terimakasih.


    ReplyDelete
  99. Farisa Yunilasari
    15301241025
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Setiap tindakan yang diambil akan memiliki sebab akibat, konsekuensi dan mencerminkan diri kita sebenarnya. Ada 2 pemahaman yang mesti kita raih, yaitu paham pikir dan paham hati. paham pikir berarti kita mampu berinteraksi dengan lingkungan karena ilmu yang kita miliki, sedangkan paham hati masuk ke ranah spiritual yang dapat digapai dengan doa. Logika orang berilmu adalah paralogosnya orang belum berilmu. Jadi, paralogos mesti bertindak sesuai pemahamannya dalam hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  100. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari artikel ini saya memahami bahwa paralogos merupakan bukan sembarang logika, tidak sekedar logika, lebih dari logika, dan sebagainya. Misalnya saja ilmu dosen menjadi paralogosnya ilmu mahasiswa, logikanya orang berilmu menjadi paralogosnya orang yang belum berilmu. Untuk mencapai orang berilmu, perlulah menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Namun perlu diingat pula, jangan pula bersikap sombong dengan ilmu yang telah didapat. Ilmu dibedakan menjadi dua yaitu ilmu dalam pikir dan ilmu dalan hati. Ketika paham dalam pikir, maka dapat bersikap atau menentukan langkah. Ketidakpahaman dalam pikir ditandai dengan kebingungan. Kebingungan didasarkan pada pemahaman intuitif, pemahaman yang tidak dapat didasarkan pada apapun dan terjadi begitu saja. Pemahaman berdasarkan paham dalam hati dan paham dalam pikir. Keduanya tercermin melalui tindakan yang dibedakan menjadi dua yaitu tindakan berdasarkan pemahaman dan tidak berdasarkan pemahaman.

    ReplyDelete
  101. Rina Anggraeni
    15301241043
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Dari bacaan di atas dikatakan bahwa paham di dalam pikir jika kamu dapat menentukan sikap atau mengambil langkah. Jika tidak demikian maka disebut tidak paham dalam pikir. Jadi, sebenar benar tidak paham dalam pikir adalah bingung di dalam pikir dan tindakanmu. Yang demikian dikatakan tidak berilmu. Maka orang bingung adalah orang yang tidak berilmu. Paralogos sendiri itu bukan sembarang logika. Karena bukan sembarang logika maka bagi logika awam bisa dianggap keliru. Logikanya para dewa itu adalah paralogos. Terima kasih Prof, dari bacaan tersebut menambah kosakata baru bagi wawasan saya yaitu paralogos. Sebelum membaca ini saya belum tahu apa itu paralogos. Ternyata paralogos itu sebuah logika tetapi bukan sembarang logika.

    ReplyDelete
  102. Amayda Ade Pramesti
    15301244012
    S1 Pend.Mat A 2015

    tindakan itu ada 2 yaitu tindakan berdasarkan pemahaman dan ketidak pahamana. paham itu ada 2 yaitu paham hati dan paham pikir. paham hari yaitu dengan berdoa dan beribadah sedangkan paham pikir itu ilmu dunia. paralogos yang berarti bukan sembarang logika. hal yang saya dapat dalam postingan ini adalah jika ingin mengambil suatu tindakan haruslah selaras dengan hati dan pikiran. terimaksih Prof atas ilmu yang sudah diberikan

    ReplyDelete
  103. Zudhy Nur Alfian
    15301241035
    S1 Pend Matematika 2015

    Paralogos secara terminologi berasal dari dua kata yaitu para dan logos. Para berarti di luar, sedangkan logos berarti logika atau pikir. Sehingga paralogos dapat diartikan sebagai hal yang diluar logika atau istilahnya adalah di luar nalar. Logika dalam hal ini adalah pola pikir manusia. Logika adalah sesuatu yang dapat di terima oleh kebanyakan masyarakat pada umumnya dan tidak menentang norma yang berlaku. Logika juga bisa diartikan sebagai tahu atau paham. Sementara itu dalam kehidupan, ada keputusan yang harus mempertimbangkan logika. Jikalau keputusan dengan minim pemahaman maka bisa saja menghasilkan keputusan yang keliru.

    ReplyDelete
  104. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Metafisik dapat diartikan juga sebagai makna tersembunyi dari penampilan fisik suatu benda atau suatu kejadian. Seperti yang kita ketahui setiap benda dan setiap kejadian selalu memiliki makna tersembunyi yang tidak serta merta tampak dalam pandangan pertama. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita tidak langsung menilai sesuatu hanya dari tampak luarnya saja dan lebih mengamati serta mencoba melihat dari sudut pandang yang lain sebelum menilai sesuatu hal.

    ReplyDelete
  105. Intan Heryani Putri
    15301241011
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Terima kasih atas ilmunya, Prof. Saya menangkap bahwa paralogos itu satu tingkat lebih tinggi dibandingkan logika. Pemahaman tingkat tinggi. Saya sepakat bahwa sebuah pemahaman berupa dari dua hal yaitu paham dalam pikir dan paham dalam hati. Manusia perlu mengolah dua hal pokok ini: pikiran dan hati untuk bersinergi memahami yang terjadi dalam kehidupan ini.

    ReplyDelete
  106. Agnes Teresa Panjaitan
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251013

    Paralagos adalah kata yang masih asing bagi saya. Namun setelah membaca tulisan ini menambah wawasan saya bahwa setiap mahluk memiliki logika yang adalah paralagosnya mahluk lain. Ketika kita kebingungan dalam pikir dan tindakan kita dikatakan sebagai tidak berilmu bukan hanya karna kita tidak belajar.

    ReplyDelete
  107. Dini Arrum Putri
    18709251003
    S2 P Math A 2018

    Tulisannya sungguh menarik pak. Seperti yang sudah sebelumnya dibahas bahwa semua tindakan memang harus didasarkan oleh dua landasan atau dua paham yaitu paham hati dan paham pikiran. Pikiran kita sudah yakin untuk melakukan hal itu namun jika hati tidak ikhlas maka hasilnya pun tidak akan baik. Begitu juga ketika kita melakukan dengan hati yang sudah ikhlas tapi pikiran kita masih mengatakan bahwa itu ragu. Maka dari itulah semuanya harus sejalan, hati dan pikiran harus seimbang

    ReplyDelete
  108. Elsa Apriska
    18709251005
    S2 PMA 2018

    mencermati tukisan diatas kita bisa memahami bahwa tindakan manusia ada yang berdasarkan pemahaman dan tidak. Pemahamanpun ada yanh dalam pikir dan dalam hati. Kegiatan berdoa dan beribadah merupakan paham dalam hati artinya tidak ada keraguan di dalam keyakinan dan ibadah. Berkaitan dengan paralogos saya memahami bahwa paralogos adalah diluar logika. Seperti contoh yang disebutkan cacing paralogosnya ayam. Cacing tidak akan pernah paham logikanya ayam. Begitu juga manusia paralogosnya Tuhan. Manusia tidak akan pernah paham logikanya Tuhan. Yg perlu dipahami hanyalah bagaimana kita berdoa dan beribadah pada Nya dengan paham dalam hati.

    ReplyDelete
  109. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018

    Di dunia ada 2 paham dalam pikiran dan dalam hati. Kita menghitung termasuk paham dalam pikiran,sedangkan berdoa termasuk paham dalam hati. Jika kita paham dalam hati berarti tidak ada keraguan dalam keyakinan dan amalan, sedangkan paham dalampikiran jika kita dapat mengambil langkah atau bersikap. Untuk menjadi manusia yang berpaham, kita harus menyeimbangkan paham pikiran dan paham hati.

    ReplyDelete
  110. Seftika Anggraini
    18709251016
    PPs Pend. Matematika A 2018

    Paralogos adalah logikanya para dewa atau kalau boleh saya simpulkan adalah logika tingkat tinggi, betul tidak Prof?
    Lalu bagaimana untuk mencapai tingkatan logika paralogos?
    Terima kasih

    ReplyDelete
  111. Bayuk Nusantara KR.J.T
    18701261006
    S3 Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP)

    Menarik sekali, prof mengenai tindakan manusia berdasarkan pemahaman dan tidak berdasarkan pemahaman. Saya mebgartikan bahwa manusia bertindak berdasarkan pemahaman ketika memiliki ilmu mengenai suatu topik sehingga akan bertindak sesuai dengan apa yang dipahami. Akan tetapi, bisa juga manusia yang bertindak tidak berdasarkan pemahaman. Contohnya saja kita tidak memahami suatu tempat, tetapi kita tetap mendatangi tempat tersebut. Ini yang dikatakan tindakan manusia tidak berdasarkan pemahaman.

    ReplyDelete
  112. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Manusia memang dikarunia hati dan pikiran oleh Yang Maha Kuasa. Sudah selayaknya manusia menggunakan hati dan pikirannya untuk memahami sesuatu. Akan tetapi, manusia memang bukan makhluk yang sempurna. Manusia tetap memiliki kelemahan. Meski manusia memiliki hati dan pikiran, terkadang tetap tidak mampu memahami. Dalam keterbatasan tersebut, Allah telah memberikan manusia intuisi, sehingga manusia tetap dapat menjalani kehidupan tanpa pemahaman. Seperti layaknya bayi maupun manula.

    ReplyDelete
  113. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb
    Paralogos seperti yang telah dijelaskan adalah logikanya dewa. Logikanya dewa adalah logika yang berawalan yaitu logika formal logikanya orang dewasa. Logika ada alah salah bentuk pengalaman. Jadi dapat disimpulkan bahawa paralogos adalah tingkatan tertinggi seseorang dalam berlogika. Dari situ apakah untuk mencapai menjadi paralogos berlaku bagi sesorang yang sudah banyak berpengalaman dan sudah memiliki ilmu yang tinggi?
    Wassalamu'alaikum wr wb

    ReplyDelete
  114. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    Paralogos adalah logika maha tinggi. Uraian dalam artikel ini adalah hasil dari logika paralogos karena mengandung ilmu pikiran yang sangat tinggi dan sulit untuk dipahami oleh orang biasa yang belum banyak berilmu. Meskipun demikian, karena paralogos masih merupakan logika berfikir, maka tidak akan sebanding dengan logika hati yaitu doa yang lebih hebat. Sehebat-hebat logika adalah logika doa/logika spiritual.

    ReplyDelete
  115. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Setinggi-tingginya langit maka pasti ada lagi langit yang lebih tinggi. Ini berarti bahwa setinggi-tingginya ilmu seseorang pasti ada batasan kemampuannya dalam memahami sesuatu. Batasan-batasan ini yang disebut dengan dimensi. Manusia sebagai ciptaan tidak akan mampu menyelami pikiran Penciptanya karena perbedaan dimensi. Kemampuan manusia dalam memahami hanya sampai dibatas-batas mana Pencipta mengijinkannya.

    ReplyDelete
  116. SUHERMI
    18709251007
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA A

    Paralogos sebagai logikanya para Dewa, logika Tuhan, logika Allah SWT yang tidak dapat dicapai dengan logika manusia sehingga kita umat manusia hanya bisa meyakini dengan hati sebagai bentuk iman kita kepada Allah dan kuasa Allah yang tanpa batas terhadap segala bentuk peristiwa umat manusia di muka bumi. Sebagai contoh mukjizat dan peristiwa yang di alami para Nabi, yang di dalamnya terdapat 3 pengalaman sekaligus, yaitu pengalaman spiritual, pengalaman logika dan pengalaman kenyataan, yang secara logika tidak berawalan, yang membuat kita yakin bahwa para nabi adalah manusia pilihan, dan merupakan pemahaman intuitif kita sebagai manusia untuk meyakini keberadaan Tuhan, Allah SWT. Sehingga Tuhan, Allah SWT adalah paralogosnya manusia.

    ReplyDelete
  117. Yuntaman Nahari
    18709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Paralogos adalah logika tingkat tinggi, bahkan terkadang di luar jangkauan. Logika ayam adalah paralogosnya cacing, logika cacing adalah paralogosnya tanah, logika menteri adalah paralogosnya dosen, logika orang berilmu adalah paralogosnya orang belum berilmu. Logika orang berilmu memang cukup sulit untuk dicerna bagi orang yang belum berilmu. Seperti logika dosen adalah paralogosnya mahasiswa. Mahasiswa sering merasa kesulitan dalam mencerna logika dosen, karena logika tersebut sangat tinggi, bahkan terkadang sulit untuk dijangkau. Jadi dalam paralogos terdapat tingkatan-tingkatan yang setiap tingkatannya menempati dimensi masing-masing. Di atas langit pun masih ada langit berikutnya, jangan sombong dan jangan merasa hebat.

    ReplyDelete
  118. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika 2018 A
    Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Terimkasih prof atas ilmunya yang telah dibagikan tentang “Paralogos”
    Paralogos: diluar logika, bukan sembarang berpikir, pemahaman tingkat tinggi. Logika Presiden bisa jadi adalah paralogosnya rakyat. Dimana sering tidak menggunakan paham dalam hati hanya untuk kepentingan tertentu tanpa memperdulikan yang lain. Dan itu termasuk kategori dzolim. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin

    ReplyDelete
  119. Samsul Arifin
    18701261007
    S3 PEP 2018

    Di dunia ini memang diciptakan berpasang-pasangan..ada siang ada malam, ada terang ada gelap, ada paham pasti ada tidak paham.dll.. di kepercayaan Cina ada "Ying dan Yang"..
    Tanpa salah satunya, maka tidak ada semua, karena tidak definisi untuk menggambarkannya..
    Begitu juga ada logika ada paralogos..di mana paralogos menggambarkan ketidak pamahaman terhadap suatu logika, namun bukan berarti paralogos itu pihak yg lemah, yang bodoh atau apapun istilahnya..
    Dalam mendidik, Logika orang tua tentunya paralogos bagi anak-anaknya karena anak-anaknya belum paham logika orangtuanya..

    ReplyDelete
  120. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Dari dialog di atas, paralogos merupakan bukan sebarang logika atau di luar logika. Artinya seseorang tidak akan mampu memahami logika orang lain jika logika orang lain tersebut bukan berada di level nya, entah level logika yang lebih tinggi atau malah lebih rendah. Mungkin jika ditarik kesimpulan bahasa sederhananya, A adalah paralogosnya B jika pemikiran/ logika A tidak sama dengan pemikiran/logika B.

    ReplyDelete
  121. Anggoro Yugo Pamungkas
    18709251026
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    2 Dunia yang saya tahu cuma dunia nyata dan dunia tidak nyata. nah ternyata ini ada penggolongan dunia yang lain, yaitu dunia paham dan dunia tidak paham. Dalam dialog tersebut dikatakan orang bingung yaitu orang yang tidak berilmu. jika orang berilmu tetapi kadang mengalami kebingungan, apa juga di katakan orang yang berilmu menjadi tidak berilmu?
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  122. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B

    Dari dialog diatas yang dapat saya simpulkan yaitu paralogos merupakan sesuatu di luar nalar atau ketidakpahaman atas suatu logika. Seperti paralogosnya manusia adalah Allah, dimana nikmat yang diberikan oleh Allah tidak dapat dihitung menggunakan logika manusia.

    ReplyDelete
  123. Hendra B.
    18701261008
    PEP S3 2018

    paham pikir dan paham hati.
    paham pikir cenderung dikategorikan mengenai tindakan sedangkan paham hati dikategorikan berkenaan dengan idabadah.
    Eehhh seperti ada sekat atau pembatasan dari keduanya antara pikiran dan hati.

    ReplyDelete