Sep 25, 2017

*PARALOGOS*


Oleh: Marsigit UNY
4 Agustus 2017


*Petruk*:
Paralogos itu apa rama?

*Semar*:
Uhe ... dunia itu ada 2, yaitu tidak paham atau paham. Maka tindakan manusia juga ada 2, yaitu tindakan berdasarkan pemahaman atau tindakan tidak berdasar pemahaman.

*Petruk*:
Tidak paham?

*Semar*:
Uhe... tidak paham itu ada 2, yaitu tidak paham dalam pikir atau tidak paham dalam hati.

*Petruk*:
Hati?

*Semar*:
Uhe... paham juga ada 2, yaitu paham dalam pikir atau paham dalam hati.

*Petruk*:
Paham dalam hati?

*Semar*:
Uhe... ilmu ada 2, yaitu ilmu dalam pikir atau ilmu dalam hati. Ilmu dalam hati itu doa atau ibadahmu. Ilmu dalam pikir itu ilmu duniamu. Jadi paham dalam hati adalah tidak ada keraguan di dalam keyakinan dan amalan ibadahmu. Sebaliknya dikatakan tidak paham di dalam hati. Sebenar benar tidak paham di dalam hati adalah godaan syaitan. N'au dzubilah mindzalik.

*Petruk*:
Paham dalam pikir?

*Semar*:
Dikatakan paham di dalam pikir jika kamu dapat menentukan sikap atau mengambil langkah. Jika tidak demikian maka disebut tidak paham dalam pikir. Jadi, sebenar benar tidak paham dalam pikir adalah bingung di dalam pikir dan tindakanmu. Yang demikian dikatakan tidak berilmu. Maka orang bingung adalah orang yang tidak berilmu.

*Petruk*:
Bingung dalam tindakan?

*Semar*:
Sudah saya katakan, tindakan ada 2 yaitu tindakan berdasar pemahaman atau tindakan tidak berdasar pemahaman. Berdoa adalah tindakan berdasar pemahaman dalam hati. Menghitung adalah tindakan berdasar pemahan pikir.

*Petruk*:
Bernafas, tidur, menangis, tindakan anak kecil atau balita, manula, terkejut, dst... itu tindakan yang seperti apa?

*Semar*:
Bernafas, tidur, bangun, terkejut itu bukan tindakan berdasar pemahaman tetapi tindakan berdasar potensi vital atau potensi hidup.

*Petruk*:
Balita?

*Semar*:
Tindakan balita itu tindakan berdasar potensi vital. Jika tindakan Balita belum berdasar pemahaman hati atau pemahaman pikir, maka dikatakan tindakannya berdasar pemahaman intuitif.

*Petruk*:
Pemahaman intuitif?

*Semar*:
Pemahaman intuitif adalah paham tanpa sebab. Sebetulnya ada sebab tetapi lupa kapan, dimana dan dari mana pahamnya.

*Petruk*:
Tindakan manula?

*Semar*:
Manusia usia lanjut yang sudah pikun, tindakannya juga berdasar pahaman intuitif. Sebenar benar pemahaman intuitif adalah pengalaman. Jadi, baik Balita maupun Manula, tindakannya berdasarkan pemahaman pengalaman.

*Petruk*:
Pengalaman?

*Semar*:
Ada 3 macam pengalaman, yaitu pengalaman spiritual, pengalaman logika, dan pengalaman kenyataan.

*Petruk*:
Pengalaman logika?

*Semar*:
Ada 2 logika, yaitu logika berawalan atau logika tidak berawalan. Logika berawalan adalah logika formal yaitu logika matematika nya orang dewasa. Logika tidak berawalan yaitu logikanya anak anak atau logikanya orang awam atau logika intuitif. Maka walaupun sudah manula atau linglung, kemungkinan masih bisa menghitung, karena menggunakan logika intuitif atau logika pengalaman.

*Petruk*:
Paralogos?

*Semar*:
Para itu di luar, atau di luar jangkauan, atau tidak sekedar, atau lebih dari itu. Paranormal itu lebih dari sekedar normal. Paramiliter itu lebih dari sekedar militer. Paralogos itu bukan sembarang logika. Karena bukan sembarang logika maka bagi logika awam bisa dianggap keliru. Logikanya para dewa itu adalah paralogos.

*Petruk*:
Dewa?

*Semar*:
Ayam dewanya cacing, maka cacing tak paham logikanya ayam. Manusia dewanya ayam, maka ayam tak paham logikanya manusia.

*Petruk*:
Jadi, paralogos?

*Semar*:
Logika ayam adalah paralogosnya cacing. Logika manusia adalah paralogosnya ayam. Logika dewa adalah paralogosnya manusia. Logika Menteri adalah paralogosnya dosen. Logika orang berilmu adalah paralogosnya orang belum berilmu.

*END*


18 comments:

  1. Restu Widhi Laksana
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251022
    Bismillahirrokhmanirrokhim
    Uraian dari artikel sederhana ini lebih mudah dicerna untuk menjelaskan konsep paralogos. Bahwa sebuah tindakan manusia didasarkan pada pemahaman pikiran(pengetahuan) dan pemahaman hati(keyakinan). Tindakan berdasarkan pemahaman pikir tanpa pemahaman hati cenderung menghasilkan orang atheis yang memuja ilmu pengetahuan yang sebenarnya kurang rasional karena keberadaan Allah dapat dirasakan dan ditelaah secara rasional.Pemahaman hati tanpa pemahaman pikir menyebabkan banyaknya ekstrimis dalam berbagai aliran keyakinan. Maka mendapat keseimbangan antara keduanya baik dengan cara sadar maupun intuitif adalah kunci untuk mendapat pengetahuan yang hakiki.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Samsul Arifin / 18701261007 / S3 PEP 2018

    Di dunia ini memang diciptakan berpasang-pasangan..ada siang ada malam, ada terang ada gelap, ada paham pasti ada tidak paham.dll.. di kepercayaan Cina ada "Ying dan Yang"..
    Tanpa salah satunya, maka tidak ada semua, karena tidak definisi untuk menggambarkannya..
    Begitu juga ada logika ada paralogos..di mana paralogos menggambarkan ketidak pamahaman terhadap suatu logika, namun bukan berarti paralogos itu pihak yg lemah, yang bodoh atau apapun istilahnya..
    Dalam mendidik, Logika orang tua tentunya paralogos bagi anak-anaknya karena anak-anaknya belum paham logika orangtuanya..

    ReplyDelete
  4. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Terkait topik bahasan mengenai Paralogos, seperti yang termuat dalam artikel ini bahwa Para itu di luar, atau di luar jangkauan, atau tidak sekedar, atau lebih dari itu. Paranormal itu lebih dari sekedar normal. Paramiliter itu lebih dari sekedar militer. Paralogos itu bukan sembarang logika. Karena bukan sembarang logika maka bagi logika awam bisa dianggap keliru. Logikanya para dewa itu adalah paralogos. Sehingga yang didapat dari pernyataan tersebut adalah paralogos merupakan dewa atau penguasa untuk suatu semesta pembicaraan akan tetapi tidak akan melewati kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  5. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Saya tertarik dengan penjelasan paham dalam hati dan paham dalam pikir. Ketika kita tidak mengalami keraguan dalam melakukan ibadah, maka kita sudah paham dalam hati.

    ReplyDelete
  6. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Saya tertarik dengan kata "tidak paham dalam pikir atau tidak paham dalam hati". Tidak paham dalam pikir itu ketika kita ragu atau bahkan tidak dapat mengambil keputusan dalam melakukan tindakan. Sedangkan tidak paham dalam hati itu adalah hati kita sudah tertutup oleh nafsu syaitan sehingga kita akan sangat mudah meninggalkan ibadah kita.

    ReplyDelete
  7. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Point penting yang saya suka dari artikel ini adalah tentang "Pemahaman intuitif" pemahaman ini adalah ketika kita paham tanpa ada sebab (pengalaman) atau Sebenarnya ada sebab namun lupa darimana memahaminya. Jadi, semua tindakan itu pasti ada pengalamannya yang mendahuluinya.

    ReplyDelete
  8. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Akan semakin banyak pengalamannya. Maka seseorang tersebut akan menjadi paralogos bagi orang sekitarnya yang belum memiliki pengalaman. Sehingga, pemikiran orang yang belum memiliki pengalaman akan menganggap PARALOGOS orang yang lebih dahulu memiliki pengalaman tersebut.

    ReplyDelete
  9. Nurul Huda
    18701264005
    S3 PEP 2018

    Manusia maqom paralogos dibutuhkan keluasan bacaan, pengalaman yang cukup, kematangan berfikir, dan kemenepan hati. Sehingga setiap keputusan yang dibuat selalu terukur dan terprediksi dengan baik. Margin of errornya kecil. Semakin tinggi maqom para logos semakin kecil errornya.

    ReplyDelete
  10. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Tindakan manusia bisa mempunyai dua kemungkinan yaitu tindakan berdasarkan pemahaman dan tindakan tidak berdasarkan pemahaman. Tindakan tidak berdasarkan pemahaman biasanya dialami anak kecil maupun orang awam. Biasanya seorang anak bertindak bukan karena dia paham tapi karena melihat apa yang dilakukan oleh orang dewasa, sehingga mereka menirukannya. Namun tidak hanya anak kecil, namun juga ada orang dewasa yang bertindaktidak berdasarkan pemahaman, orang tersebut biasa disebut dengan orang awam. Selain itu ada juga yang bertindak sesuai dengan apa yang dipikirkan namun tidak sesuai dengan hatinya. Hal ini berarti dia sudah terkena godaan syeitan, karena sesungguhnya paham dalam hati adalah tidak ada keraguan di dalam keyakinan dan amalan ibadahnya. Sebaik-baiknya orang adalah mereka yang bisa memiliki pemahaman yang selaras antara pemahaman dalam pikir maupun pemahaman dalam hati.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  11. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Segala hal yang dilakukan manusia bersumber dari hati dan pikiran. Baik buruknya, benar salahnya bergantung pada pemahaman hati dan pikiran. Namun demikian, manusia bisa juga bertindak tanpa pemahaman. Itulah karunia Allah yang sangat luar biasa. Di mana manusia diberi kelebihan untuk tetap dapat bertindak dalam situasi dan kondisi bagaimanapun.

    ReplyDelete
  12. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Kata paralogos memiliki arti bukan sembarang logika, setiap orang punya pemikiran logikanya masing-masing. Karena tipe orang yang mengedepankan logika akan tidak mudah menerima masukan dari orang lain. Logikanya orang awam berbeda dengan orang dewasa, ini menunjukkan bahwa tingkat penguasaan logika seseorang berbeda-beda. Karena sebenar-benar paralogos adalah bukan sembarang logika.

    ReplyDelete
  13. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Pikiran manusia yang diciptakan untuk berpikir dan memegang isi dunia mempunyai sisi lain yang bisa jadi menguntungkan maupun merugikan bagi mereka. Karena bila pikiran manusia menjadi tidak paham maka koneksi antar saraf dalam pikiran ada yang terputus dan bila pikiran manusia bisa merangkap semua sehingga menjadi paham maka koneksi antar saraf pikiran terhubung dengan baik dan bisa menjadi pemahaman yang baik bagi manusia.

    ReplyDelete
  14. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Paralogos merupakan sesuatu yang terdapat diluar pemikiran kita, bisa pemikiran dalam hati atau sesuatu yang muncul sebelum kita berpikir atau bisa disebut intuisi. Berbicara tentang logika, tentu harus selaras dengan hati. Logika dan hati adalah dua hal yang saling berkaitan namun seringkali tidak sejalan.

    ReplyDelete
  15. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
    Dunia yang berjalan ini terdapat dua yaitu tidak paham dan paham. Tidak paham bisa terjadi apabila logos dan logika manusia tidak berjalan dengan semestinya. Sedangkan paham bisa terjadi apabila logos manusia bisa berjalan dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan keselarasan dan keseimbangan pikiran manusia agar logos bisa berjalan dengan baik dan tercipta pemahaman yang paham. Terima kasih.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. Lukman
    18701264003
    S3 PEP 2018

    Paranormal berarti orang yang di luar jangkauan normal, namun kalau semua para normal berkumpul, jadilah normal, dan yang normal menjadi paranormal. Sebuah uji validitas, dan juga reliabilitas ditentukan oleh uji coba...yang sepengetahun saya validitas dan reliabilitas ditentukan oleh banyaknya 'pilihan yang serupa' atau saling mendukung. Jadi satu saat, yang disebut para bisa menjadi tidak para. Contohnya...jaug sebelum HP ditemukan, maka orang2 yang mengaku telah berbicara dengan orang di benua seberang dianggap gila, namun sekarang tidak lagi. Dalam pembangunan pendidikan diperlukan orang2 'gila' atau para ini...untuk keluar dari mbulet.nya permasalahan...Maaf. Terima kasih.

    ReplyDelete
  18. Hanif cahyo Adi Kistoro
    18701264004 / S3 PEP 2018

    diatas langait masih ada langit, diatas pemikiran kita ada yang lebih tinggi lagi pemikirannya. orang yang sudah melewati pemikiran dewa adalah paralogos. berpikir lebih luas. paralogos melewati ruang dan waktu. kalau seseorang sudah mendapatkan hakikat maka pemikiran, ucapan dan tindakan lebih memancar dari orang yang dibawahnya.

    ReplyDelete