Sep 25, 2017

*Matematika Ibadah*


Oleh: Marsigit


*Togog*:
Mar, apa bisa ngibadah di matematika.

*Semar*:
Bisa ning ora kabeh. Ora kena kabeh. Ora oleh kabeh.

*Togog*:
Sebabe?

*Semar*:
Ngibadah kuwi ora mung pikir. Ngibadah kuwi uga rasa, ati, donga, barakah, ikhtiar, lan tekdir. Mangka matematika kuwi pikir.

*Togog*:
Matematikane _taqwa_?

*Semar*:
Matematikane _taqwa_ kuwi _manut aturan_, _manut rumus_. Aturane sing Gawe Urip.

*Togog*:
Matematikane _dosa_ ?

*Semar*:
_Dosa_ kuwi _negatif_. Banyaknya dosa iti bilangan negatif.

*Togog*:
Matematikane pahala?

*Semar*:
_Pahala_ bisa dianggep _positif_. Banyaknya pahala itu bilangan positif. Tetapi pahala dikurangi dosa itu bukan pengurangan bilangan. Itu kuasa Alloh SWT.

*Togog*:
Matematikane _lahir_ e uwong?

*Semar*:
_Durung lahir_ kuwi _umpama, misal_. _Uwis lahir_ kuwi _object pikir_ utawa _konsep_. Psikologinya lahir itu otonom. Tetapi lahirnya seseorang itu Kehendak Alloh SWT.

*Togog*:
Matematikane _ayah_ ?

*Semar*:
_Ayah_ kuwi _Superset_. _Anak_ kuwi _himpunan bagian__subset_ atau _anggota himpunan_._Suami Isteri_ itu _2 himpunan yang saling berpotongan_ atau Joint Set.

*Togog*:
_Hubungan suami isteri_ ?

*Semar*:
_Hubungan suami isteri_ itu bisa _relasi_ bisa _fungsi_. Tetapi hubungan suami isteri yang lebih mulia adalah _hubungan spiritual_yaitu hubungan karana Alloh SWT.

*Togog*:
Matematikane _lebaran_ ?

*Semar*:
_Lebaran_ itu rumusnya f(x)=0.

*Togog*:
Kok?

*Semar*:
f itu fungsi, x itu tindakanmu. 0 itu ampunan atau hilangnya dosa. Namun sebenar benar yang terjadi adalah bahwa ampunan dosa itu Kuasa Alloh SWT.

*Togog*: _Iklas_ ?

*Semar*:
_Ikhlas_ itu x^0=1. Dibaca x pangkat nol sama dengan satu.

*Togog*:
Kok?

*Semar*:
x^0 = 1. x itu sembarang orang. 0 itu ikhlas dalam beribadah. 1 itu kuasa Tuhan. Jadi setiap orang siapapun, apapun pangkatnya, kalau ikhlas dalam beribadah, dan Alloh SWT ridlo, maka insya Alloh ibadahnya akan diterima.

*Togog*:
Cara menghilangkan dosa?

*Semar*:
Gunakan rumus _lim f(x)/x = 0_, dimana x menuju ~. f(x) adalah tindakanmu. x adalah permohonan ampunmu menuju ~, artinya mohon ampun secara terus menerus dengan sepenuh hati. Dosamu bilangan tertentu, yang terbagi dengan permohonan ampunmu bilangan tak hingga, jika Alloh SWT, ridlo, insya Alloh dosamu diampuni, yaitu menjadi 0.

*Togog*:
Matematikanya _jabat tangan_ ?

*Semar*:
_Jabat tangan_ itu fungsi _onto bijektif_ atau _korespondensi 1-1_. _Jabat tangan_ itu _operasi saling memaafkan_. Jika diniatkan dan dijalankan dengan ikhlas, dan jika Alloh SWT ridlo, insya Allah dosa dosa orang yang saling bersalaman diampuni. Kita praktekan besok Selasa, 4 Juli 2017 di halaman Auditorium UNY
.
*Togog*:
Matematikanya _mati_ ?

*Semar*:
Jika A adalah himpunan orang hidup. Maka orang meninggal itu bukan anggota himpunan A. Juga orang hidup ditambah orang mati adalah semua orang yang pernah hidup. Jika B adalah himpunan orang mati, maka orang hidup bukan anggota B. A dan B adalah 2 himpunan yang saling asing atau Disjoint Set. Artinya tidak ada orang yang hidup sekaligus mati. Tetapi sebenar benar hidup dan mati itu adalah urusan Alloh SWT.

*Togog*:
Matematikanya _doa_ ?

*Semar*:
Jika C adalah himpunan doa doa. Jika * adalah operasi antar doa. Maka himpunan C bersifat tertutup terhadap operasi doa, yaitu bahwa _doa1 * doa2_ adalah tetap doa. Tetapi C tidak bersifat komutatif yaitu bahwa _doa1 * doa2_ tidaklah sama dengan _doa2 * doa1_. Tidak dapat ditentukan apakah C mempunyai elemen identitas. Juga tidak dapat ditentukan apakah C bersifat asosiatif terhadap operasi *. Hal itu disebabkan karena anggota C, yaitu _doa_ semata mata Kuasa Alloh SWT. Jadi berdoalah karana Alloh SWT.

*Togog*:
Matematikanya _ihtiar_. ?

*Semar*:
Ihtiar itu rumusnya _f(x)=1_. Dimana x adalah segala ihtiarmu, dan 1 adalah Esanya Alloh atau Kuasa Alloh SWT. Lakukanlah ihtiar sesuka hatimu asal semuanya dalam atau menuju ridlo Alloh SWT.

*Togog*:
Matematikanya _tidur_. ?

*Semar*:
Rumus tidur adalah y=f(x), 0
*Semar*:
Tahu kesimpulannya Gog?

*Togog*:
Tidak.

*Semar*:
Kesimpulannya adalah jangan sekali kali hanya mengandalkan matematika atau pikiran saja untuk urusan ibadah, tetapi gunakan hati dan tuntunan yang telah diberikan Alloh SWT melalui kitab Suci, para Nabi, Hadist dan Ulama.

END



20 comments:

  1. Restu Widhi Laksana
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251022
    Bismillahirrakhmanirrakhim
    Setelah saya membaca kembali sebanyak 3x barulah sedikit tampak maksud dan pesan dari artikel tulisan Prof. Marsigit, maka izinkan saya menuliskan pemahaman saya mengenai tulisan tersebut.
    Menurut pemahaman saya dari tulisan di atas, bahwa tidak semua ibadah yang kita lakukan yang dituntunkan oleh Allah dan Rasulullah dapat diukur maupun di jelaskan dengan analogi ilmu. Beberapa memang dapat kita analogikan dengan ilmu yang kita fahami karena hakikatnya manusia selalu mencoba untuk menghubungkan konsep konsep yang ia pelajari. Namun seperti yang di katakan Semar bahwa beberapa dapat kita analogikan dengan ilmu (matematika dalam hal ini) tetapi tidak semuanya, karena ibadah juga menyangkut rasa, doa, dan takdir. Kemudian penjelasan beberapa anlogi terebut ditutup dengan baik oleh kesimpulan Semar untuk tidak mengandalkan logika pikiran dan ilmu manusia saja untuk mengerti hakikat dari ibadah. Dan benar bahwa ketika kita beribadah tidak mungkin kita telaah hitungannya dan kita telaah semua maksud dan kegunaannya karena ilmu manusia tidak menjangkau ilmu Allah. Jadi tugas kita memikirkan apa yang dapat kita pikirkan dan melakukan tanpa bertanya apa yang diperintahkan Allah walau kita belum paham maksudnya.

    ReplyDelete
  2. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu’alaikum, Wr.Wb.
    Beberapa hal yang dapat saya ambil dari artikel “Matematika Ibadah” adalah bahwa ibadah itu tidak hanya dalam pikiran saja akan tetapi juga menyangkut pada rasa, hati, dia, barokah, ikhtiar, dan takdir. Yang dimaksud matematika dalam artikel ini merupakan pikiran manusia. Sehingga jangan sekali kali hanya mengandalkan matematika atau pikiran saja untuk urusan ibadah, tetapi gunakan hati dan tuntunan yang telah diberikan Alloh SWT melalui kitab Suci, para Nabi, Hadist dan Ulama.

    ReplyDelete
  3. Samsul Arifin / 18701261007 / S3 PEP 2018

    Dalam Ibadah selalu menggunakan ilmu matematika ("Berhitung")...Manusia dalam melakukan ibadah akan menghitung plus minus, untung rugi, tambah atau kurang, ganjaran atau hukuman, reward atau punishment terhadap apa yang telah dilakukan di dunia...Dengan menggunakan matematika dalam ibadah, manusia berusaha untuk mencapai keuntungan, kelebihan, surplus, nilai positif dari sang pencipta yang pada akhirnya mendapatkan reward "Surga" dikehidupan yg abadi.

    ReplyDelete
  4. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Dari artikel di atas, saya dapat menyimpulkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita tidak hanya menggunakan pikirans aja tetapi juga menggunakan hati. Hal ini terlihat pada kalimat akhir artikel di atas. Saya setuju bahwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari, maka, harus seimbang. Tidak hanya menggunakan pikiran, tetapi juga menggunakan hati.

    ReplyDelete
  5. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Terkait topik tentang Matematika Ibadah bahwa Syarat yang pertama merupakan konsekuensi dari syahadat laa ilaaha illallaah, karena ia mengharuskan ikhlas beribadah hanya kepada Allah dan jauh dari syirik kepada-Nya. Sedangkan syarat kedua adalah konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah, karena ia menuntut wajibnya taat kepada Rasul, mengikuti syari’atnya dan meninggal-kan bid’ah atau ibadah-ibadah yang diada-adakan. Adapun bahagia karena Allah dan perasaan takut kepada-Nya, maka itulah kebahagiaan yang tidak akan terhenti dan tidak hilang, dan itulah kesempurnaan dan keindahan serta kebahagiaan yang hakiki. Maka, barangsiapa yang menghendaki kebahagiaan abadi hendaklah ia menekuni ibadah kepada Allah semata. Maka dari itu, hanya orang-orang ahli ibadah sejatilah yang merupakan manusia paling bahagia dan paling lapang dadanya. Sedangkan keterkaitan ibadah dengan Matematika bahwa dalam beribadah erat kaitannya dengan operasi matematika, misalnya menambah pahala dan mengurangi dosa, dan seterusnya.

    ReplyDelete
  6. Well said Prof!
    In spiritual matters, one shouldn't use head knowledge alone but also should interact with such knowledge in the mind and soul for true worship of his/her maker.

    ReplyDelete
  7. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P. Mat A 2018

    Dalam artikel tersebut, matematika diterapkan dalam ibadah, mulai dari melakukan kebaikabn dengan mendapatkan pahala, sampai dengan mendapatkan dosa. Matematika itu olah pikir dan termasuk ilmu yang diturunkan Allah SWT, sebaik-baiknya ilmu yang bermanfaat ketika kita dapat mengajarkan dan dapat semakin dekat dengan yang menerunkan ilmu, dengan keikhlasan dan keistiqomahan dalam menuntut ilmu disertai memasukkan segala urusan kepada Allah SWT untuk meraih ilmu yang berkah. Allah menyukai orang yang berilmu.

    ReplyDelete
  8. Nurul Huda
    18701264005
    S3 PEP 2018

    Setiap mendengar kata ibadah, pikiran saya selalu ke relasi Tuhan, Allah dan manusia. Dulu, saya meyakini bahwa ibadah manusia pada Allah hanya yang terkait dengan peribadatan, seperti shalat, puasa, shodaqoh, haji, dan sejenisnya. Tetapi saat ini pemahaman itu meluas bahwa segala yang dilakukan manusia, apapun itu adalah ibadah. Kuncinya ada di niat.

    ReplyDelete
  9. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Segala sesuatu bisa bernilai ibadah. Dalam matematika ibadah bisa dengan menaati aturan-aturan yang ada, menggunakan rumus yang sesuai, dan sebagainya. Dalam matematika mengurangi bilangan negatif merupakan sebuah kebaikan sama halnya dengan mengurangi keburukan maka itu merupakan nilai ibadah. Selain itu, menambahkan bilangan positif juga merupakan suatu kebaikan dan hal ini juga dapat berupa ibadah jika dilakukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan menambah dan meningkatkan kebaikan kita agar dapat lebih dekat Yang Maha Kuasa dan bisa mendapatkan kebahagiaan dari-Nya. amin
    Wassalamualaikum wr.ab.

    ReplyDelete
  10. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Assalamualaikum wr.wb.
    Matematika Ibadah. matematika itu pikir dan salah satunya ibadah itu pikir, dengan berfikir dan didasari ilmu maka ibadah kita bisa baik. karena salah satu guru mengatakan "ngibadah ora di elmoni kwi ora dadi" artinya ibadah tanpa dengan didasari ilmu itu tidak jadi.
    Wassalamualaikum wr.ab.

    ReplyDelete
  11. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Assalamualaikum wr.wb.
    dengan membaca artikel ini kita bisa memahami bahwa jangan mengandalkan pikiran saja untuk urusan ibadah, tetapi gunakan hati dan tuntunan yang telah diberikan Alloh SWT sehingga apa yang kita hajatkan bisa tercapai.
    Wassalamualaikum wr.ab.

    ReplyDelete
  12. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Merupakan salah satu keistimewaan tersendiri dalam dunia matematika, dimana sebagian besar orang mengenal matematika bahwa suatu ilmu hitung yang kaitannya selalu dengan rumus dan simbol-simbol. Namun setelah membaca tulisan diatas, kita bisa tahu bahwa ilmu matematika bisa dikaitkan dengan ibadah. Bertkaitan dengan hal itu, matematika dan ibadah memiliki persamaan dimana kita tahu bersama bahwa matematika adala ilmu pasti begitupun dengan ibadah bahwa segala perbuatan pasti akan mendapatkan balasan dari Allah Ta’ala dan balasan bergantung pada perbuatan yang dilakukan. Jika perbuatan itu baik maka balasannya juga akan baik atau jauh lebih baik sedangkan perbuatan itu buruk maka akan mendapatkan balasan yang sama pula yaitu keburukan.

    ReplyDelete
  13. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Kaitannya dengan matematika ibadah adalah matematika akan bernilai ibadah apabila ilmu matematika yang kita miliki bisa bermanfaat buat orang lain, sebagaimana dalam hadis bahwasanya ketika kita meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalannya kecuali tiga hal, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. Maka dari itu semoga ilmu matematika kita bisa bernilai ibadah disisi Allah Ta’ala dan menjadi amal jariyah untuk kita semua.

    ReplyDelete
  14. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Berdasarkan tulisan tesebut dapat saya pahami bahwa, seberapa banyakpun pernyataan matematika yang dapat didefinisikan sama dengan spiritualitas, tetap saja bahwa urusan ibadah adalah sesuatu yang tidak cukup jika hanya mengandalkan matematika atau pikiran saja. Ibadah adalah sesuatu yang berhubungan dengan hati dan ada aturan-aturan yang menentukannya. Ibadah juga memerlukan yang namanya keikhlasan, Seperti apa yang dijelakan dalam Surah Al-Ikhas maka kita harus memurnikan segala yang kita lakukan hanya karena dan untuk Allah. Pun begitu dengan ibadah, juga memerlukan dan mengharuskan keikhlasan dari sang pelaku ibadah. Jika tidak dibarengi dengan keikhlasan maka rusaklah nilai ibadahnya.

    ReplyDelete
  15. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Tersenyum merupakan bentuk ibadah, semua yang baik-baik adalah ibadah termasuk mencari ilmu merupakan salah satu bentuk usaha untuk memperbaiki diri yang bisa disebut ibadah. Sehingga, para siswa belajar dan menuntut ilmu diharapkan dapat membagi ilmunya kepada saudara-saudaranya karena berbagi tidak harus dalam bentuk barang tetapi juga berbentuk ilmu yang barokah dan bisa membantu kesulitan orang lain. Contohnya siswa belajar matematika yang kebanyakan mereka akan menjauhinya dan akhirnya enggan belajar matematika lagi, bila ada siswa lain yang mesupportnya dan membantu hingga siswa mulai menerapkan matematika pada semua kegiatannya maka sudah termasuk ibadah.

    ReplyDelete
  16. Lukman
    18701264003
    S3 PEP 2018

    Ikhlas = Nol atau Kosong?

    Ikhlas dalam kata Arab ikhlash (الإخلاص) berasal dari kata خَلَصَ خُلوصـــــــاً ، وخلاصاً, yang berarti bersih dan hilang kotorannya. Kalimat أخلص الشيء berarti membersihkannya dari cacatnya. Dari etimologi ini ikhlas lebih tepat disebut Nol daripada disebut kosong. Nol daripada yang mengotorinya. Bagaikan ruangan kosong namun ada ruangannya. Ruangan inilah Nol. Baitullah isinya kosong, namun ada dinding2nya. Ikhlas itu Nol dindingnya adala lillahi ta'ala. Wallohu A'lam.

    ReplyDelete
  17. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 PEndidikan Matematika

    Bahwa dasarnya ibadah itu bab hati. Karena Pikir dengan Hati itu harus ada relasi. Pikir tanpa diikat dengan Hati , malah akan mendewakan pikiran, seperti filsuf-filsuf atheis, paham-paham agnostik, dll. Sedangkan hati tanpa pikir adalah sebuah keniscayaan. Ibadah itu bab Hati dan Hati itu tmpatnya berharap. Kita berfikir kritis tpi tidak berharap itu sinis, Kita berharap tapi tidak berfikir kritis itu naif.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  18. Lumaurridlo
    18701261010
    S3-PEP 2018

    matematika ibadah

    akal pikiran merupakan ciptaan tuhan. matematika lahir berdasarkan akal pikiran manusia melalui tuntunan tuhan. ibadah merupakan satu cara penghambaan diri kepada tuhan. dalam beribadah ada jumlah maupun rumus-rumus tertentu secara matematis, namun memiliki makna yang hanya dapat dimaknai dan dijalankan oleh hati yang ikhlas. matematika dapat digunakan sebagai alat untuk dapat memahami eksistensi tuhan melalui peribadatan yang memiliki jumah maupun rumus tertentu

    ReplyDelete
  19. hanif cahyo adi kistoro
    PEP S3 / 18701264004
    hitungan matematika Tuhan dengan manusia sangat berbeda. manusia sering melihat hitungan pad ayang beruwujud dan bermateri. semenatar Allah mengajarkan bahawa hitungan dari Allah luas dan tidak dapat dihitung. contoh sederhana adalah rejeki. bagi manusia rejeki hanya berupa uang. tetapi sering tidak sadar bahwa kesehatan, kesempatan, kemudahan dan lainnya adalah rejeki yang tidak dapat duangkan.

    ReplyDelete
  20. Cinta Adi Kusumadewi
    18709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2018

    Menilik kehidupan tentang ibadah dari sisi matematika. Matematika memodelkan objek-objeknya untuk mengilustrasikan makna ibadah. Dengan asumsi bahwa kebaikan yang menghasilkan pahala adalah positif dan sesuatu yang dosa merupakan hal yang negatif. Begitu pula sekumpulan pahala akan membentuk bilangan-bilangan positif, dan sebaliknya. Dengan keilmuan matematika yang kita punya, maka dapat digunakan sebagai ilmu yang dikaruniaNya sebagai sandaran dalam beribadah.

    ReplyDelete