Sep 25, 2017

*Matematika Ibadah*


Oleh: Marsigit


*Togog*:
Mar, apa bisa ngibadah di matematika.

*Semar*:
Bisa ning ora kabeh. Ora kena kabeh. Ora oleh kabeh.

*Togog*:
Sebabe?

*Semar*:
Ngibadah kuwi ora mung pikir. Ngibadah kuwi uga rasa, ati, donga, barakah, ikhtiar, lan tekdir. Mangka matematika kuwi pikir.

*Togog*:
Matematikane _taqwa_?

*Semar*:
Matematikane _taqwa_ kuwi _manut aturan_, _manut rumus_. Aturane sing Gawe Urip.

*Togog*:
Matematikane _dosa_ ?

*Semar*:
_Dosa_ kuwi _negatif_. Banyaknya dosa iti bilangan negatif.

*Togog*:
Matematikane pahala?

*Semar*:
_Pahala_ bisa dianggep _positif_. Banyaknya pahala itu bilangan positif. Tetapi pahala dikurangi dosa itu bukan pengurangan bilangan. Itu kuasa Alloh SWT.

*Togog*:
Matematikane _lahir_ e uwong?

*Semar*:
_Durung lahir_ kuwi _umpama, misal_. _Uwis lahir_ kuwi _object pikir_ utawa _konsep_. Psikologinya lahir itu otonom. Tetapi lahirnya seseorang itu Kehendak Alloh SWT.

*Togog*:
Matematikane _ayah_ ?

*Semar*:
_Ayah_ kuwi _Superset_. _Anak_ kuwi _himpunan bagian__subset_ atau _anggota himpunan_._Suami Isteri_ itu _2 himpunan yang saling berpotongan_ atau Joint Set.

*Togog*:
_Hubungan suami isteri_ ?

*Semar*:
_Hubungan suami isteri_ itu bisa _relasi_ bisa _fungsi_. Tetapi hubungan suami isteri yang lebih mulia adalah _hubungan spiritual_yaitu hubungan karana Alloh SWT.

*Togog*:
Matematikane _lebaran_ ?

*Semar*:
_Lebaran_ itu rumusnya f(x)=0.

*Togog*:
Kok?

*Semar*:
f itu fungsi, x itu tindakanmu. 0 itu ampunan atau hilangnya dosa. Namun sebenar benar yang terjadi adalah bahwa ampunan dosa itu Kuasa Alloh SWT.

*Togog*: _Iklas_ ?

*Semar*:
_Ikhlas_ itu x^0=1. Dibaca x pangkat nol sama dengan satu.

*Togog*:
Kok?

*Semar*:
x^0 = 1. x itu sembarang orang. 0 itu ikhlas dalam beribadah. 1 itu kuasa Tuhan. Jadi setiap orang siapapun, apapun pangkatnya, kalau ikhlas dalam beribadah, dan Alloh SWT ridlo, maka insya Alloh ibadahnya akan diterima.

*Togog*:
Cara menghilangkan dosa?

*Semar*:
Gunakan rumus _lim f(x)/x = 0_, dimana x menuju ~. f(x) adalah tindakanmu. x adalah permohonan ampunmu menuju ~, artinya mohon ampun secara terus menerus dengan sepenuh hati. Dosamu bilangan tertentu, yang terbagi dengan permohonan ampunmu bilangan tak hingga, jika Alloh SWT, ridlo, insya Alloh dosamu diampuni, yaitu menjadi 0.

*Togog*:
Matematikanya _jabat tangan_ ?

*Semar*:
_Jabat tangan_ itu fungsi _onto bijektif_ atau _korespondensi 1-1_. _Jabat tangan_ itu _operasi saling memaafkan_. Jika diniatkan dan dijalankan dengan ikhlas, dan jika Alloh SWT ridlo, insya Allah dosa dosa orang yang saling bersalaman diampuni. Kita praktekan besok Selasa, 4 Juli 2017 di halaman Auditorium UNY
.
*Togog*:
Matematikanya _mati_ ?

*Semar*:
Jika A adalah himpunan orang hidup. Maka orang meninggal itu bukan anggota himpunan A. Juga orang hidup ditambah orang mati adalah semua orang yang pernah hidup. Jika B adalah himpunan orang mati, maka orang hidup bukan anggota B. A dan B adalah 2 himpunan yang saling asing atau Disjoint Set. Artinya tidak ada orang yang hidup sekaligus mati. Tetapi sebenar benar hidup dan mati itu adalah urusan Alloh SWT.

*Togog*:
Matematikanya _doa_ ?

*Semar*:
Jika C adalah himpunan doa doa. Jika * adalah operasi antar doa. Maka himpunan C bersifat tertutup terhadap operasi doa, yaitu bahwa _doa1 * doa2_ adalah tetap doa. Tetapi C tidak bersifat komutatif yaitu bahwa _doa1 * doa2_ tidaklah sama dengan _doa2 * doa1_. Tidak dapat ditentukan apakah C mempunyai elemen identitas. Juga tidak dapat ditentukan apakah C bersifat asosiatif terhadap operasi *. Hal itu disebabkan karena anggota C, yaitu _doa_ semata mata Kuasa Alloh SWT. Jadi berdoalah karana Alloh SWT.

*Togog*:
Matematikanya _ihtiar_. ?

*Semar*:
Ihtiar itu rumusnya _f(x)=1_. Dimana x adalah segala ihtiarmu, dan 1 adalah Esanya Alloh atau Kuasa Alloh SWT. Lakukanlah ihtiar sesuka hatimu asal semuanya dalam atau menuju ridlo Alloh SWT.

*Togog*:
Matematikanya _tidur_. ?

*Semar*:
Rumus tidur adalah y=f(x), 0
*Semar*:
Tahu kesimpulannya Gog?

*Togog*:
Tidak.

*Semar*:
Kesimpulannya adalah jangan sekali kali hanya mengandalkan matematika atau pikiran saja untuk urusan ibadah, tetapi gunakan hati dan tuntunan yang telah diberikan Alloh SWT melalui kitab Suci, para Nabi, Hadist dan Ulama.

END



209 comments:

  1. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    matematika ibadah dalam portingan diatas bahwasanya matematika jika dapat diterapkan dalam ibadah, mulai dari melakukan kebaikabn dengan mendapatkan pahala, sampai dengan mendapatkan dosa.Matematika itu olah pikir dan termasuk ilmu yang diturunkan Allah SWT, sebaik-baiknya ilmu yang bermanfaat ketika kita dapat mengajarkan dan dapat semakin dekat dengan yang menerunkan ilmu, dengan keikhlasan dan keistiqomahan dalam menuntut ilmu disertai memasukkan segala urusan kepada Allah SWT untuk meraih ilmu yang berkah. Allah menyukai orang yang berilmu.

    ReplyDelete
  2. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Percakapan di atas memberikan sebuah ilustrasi bagaimana hubungan matematika dan ibadah, di dalam pelajaran matematika kita mempunyai sebuah aturan atau pedoman seperti adanya definisi, aksioma, konsep, dll. Sedangkan dalam ibadah kita juga mempunyai aturan dan pedoman berupa Al-qur'an dan Al-Hadist. Masalah sejauh mana imbalan atas ibadah kita itu adalah urusan sang maha kuasa, kita hanya bisa ikhtiar dan berdoa serta memperkuat iman dan taqwa kita agar kita selalu berada pada jalan yang linier dalam menjalani dan memecahkan rumus hidup kita.

    ReplyDelete
  3. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Postingan yang dituliskan diatas sangat menginspiratif. Seandainya setiap guru bisa menjelaskan atau mengaitkan indahnya matematika dengan ibadah dan agama kita maka saya yakin siswa akan mencintai pelajaran matematika. setiap ibadah punya aturan, dan setiap matematika juga mempunyai aturan. Sama Hal nya dengan kita sebagai muslim yang berkewajiban menjaga shalat 5 waktu, jika 1 x 0 = 0, kita ibaratkan 1 adalah nilai pahala akan perbuatan lain, akan tetapi 0 itu adalah ibadah shalat yang tidak dilaksanakan, maka sama saja perbuatan kita akan sia-sia. Dan tak lupa pula bahwa dengan ikhlas dan istiqamah dalam meraih dan mengejar ilmu dunia dan akhirat karena Allah. Maka yakin saja Allah SWT akan memberi balasan yang sangat indah di suatu hari nanti.

    ReplyDelete
  4. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari tulisan ini kami mendapatkan inspirasi bahwa konsep matematika bisa dibawa ke ranah pendidikan spiritual. Terima kasih banyak Pak, mohon jika nanti di kelas (tempat kami bekerja) kami akan menggunakan tulisan ini sebagai bahan untuk penguatan pendidikan spiritual pada pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  5. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017

    Terima kasih untuk tulisannya Prof Marsigit
    Dari tulisan ini semakin meyakinkan saya bahwa setiap mata pelajaran atau ilmu yang kita pelajari seharusnya bisa mendekatkan diri kita pada Allah SWT. Dan ruh seperti ini seharusnya juga dibawa Guru atau Pendidik dalam mendidik anak didiknya. Dengan begitu, semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin bertambahlah ketaqwaannya pada Allah.

    ReplyDelete
  6. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    Assalamu'alaikum wr. Wb.
    Alhamdulillah dengan membaca artikel ini saya menjadi semakin yakin dengan ilmu yang sedang saya tekuni. Matematika tidak hanya sebatas ilmu hitung yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tapi juga dapat digunakan sebagai sarana menerapkan ibadah. Namun demikian, kita juga harus tetap ingat bahwa pahala dan dosa itu kuasa Allah SWT. Manusia tidak dapat ikut campur sedikit pun. Yang harus kita lakukan adalah beribadah sebaik-baiknya, menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Taqwa
    Wassalamu'alaikum wr. Wb.

    ReplyDelete
  7. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum wr.wb. dan
    Selamat Malam,

    Terima kasih bapak atas postingan ini, postingan ini sangat menarik dan insipiratif sekali. Ternyata matematika bukan hanya dapat diilustrasikan dalam bentuk kegiatan/objek yang nyata namun juga dapat dilustrasikan dalam hubungan manusia dengan tuhannya atau dalam hal spiritual (yaitu beribadah). Dengan membuat-membuat pengilustrasikan seperti ini maka pembelajaran akan menjadi sangat menarik, mudah dipahami dapat dapat mendorong rasa ingin tahu siswa untuk mempelajarinya lebih lanjut karena siswa akan lebih mudah belajar jika diawali dengan hal-hal yang pernah dilakukan/ditemui oleh siswa.

    Selamat Malam, dan
    Wassalamualaikum,wr.wb.

    ReplyDelete
  8. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Melalui artikel ini, kita perlu memahami ilmu pengetahuan sebagai anugerah dari Allah SWT, maka tak ada satupun anugerah yang diberikan Allah bertujuan untuk menjauhi kita dari ibadah atau bersyukur. Dalam contoh kali ini, Bapak mencoba menunjukkan kaitan matematika sebagai ilmu, dengan kegiatan spiritual, namun diakhirnya juga ditutup dengan memaknai bahwa setinggi-tingginya ilmu yang ingin diraih, apabila tiba masa untuk berdoa, sholat, dan beribadah kepada Allah, maka lakukanlah dengan sebenar-benar ikhlas.

    ReplyDelete
  9. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Saya semakin yakin bahwa Matematika atau ilmu duniawi lain sebenarnya bisa dikaitkan dengan urusan ibadah atau agama sehingga dapat memperkuat rasa syukur kita terhadap sang pencipta sekaligus meningkatkan level keimanan kita.

    ReplyDelete
  10. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    luar biasa, disadari ataupun tidak Matematika merupakan bagian dari kehidupan kita, setiap kejadian, phenomena, tindakan kita sehari2 merupakan bentuk real dari model matematika, walaupun ada beberapa bagian dari hidup kita yg tidak bisa dolgikakan atau di bentuk model matematika, hanya bisa dipahami dengan hati yang bersih dan suci.

    ReplyDelete
  11. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Terimakasih kepada Bapak Marsigit atas ilmu dan informasi yang telah dibagikan kepada kami.

    Berdasarkan aturan kurikulum yang saat ini berlaku, dalam pembelajaran di kelas harus selalu dikaitkan dengan nilai ketakwaan, nilai sikap dan sosial, nilai pengetahuan, serta nilai keterampilan. Selama ini banyak orang (bahkan terkadang saya juga termasuk di dalamnya) yang berpikir dan beranggapan bahwa mengkaitkan matematika dengan nilai ketakwaan dan sikap sosial itu susah. Berbeda dengan mata pelajaran seperti pkn, agama, bilogi, dll.

    dengan membaca artikel ini, saya menjadi menyadari bahwa sebenarnya sangat mudah mengkaitkan matematika ke nilai-nilai ketkawaan dan sikap sosial. banyak sekali nilai-nilai ketakwaan dan sikap sosial yang terkandung di dalam matematika.

    ReplyDelete
  12. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Sebatas yang saya tahu bahwa apabila kita membagi ilmu secara umum dengan ikhlas dengan niat membantu orang lain kita akan mendapat pahala karena telah melakukan sebuah hal yang bermanfaat bagi orang lain. Namun, artikel di atas telah membuka pikiran saya bahwasanya belajar matematika dapat bernilai pahala. Yaitu bilangan-bilangan bernilai positif. Cukup menarik. Artinya bilangan tersebut berada pada kuadran I yang mana merupakan himpunan semua bilangan yang dibatasi oleh sumbu x positif dan sumbu y positif. Diberikan sumbu x positif menyatakan hubungan kita dengan sesama dan sumbu y positif merupakan hubungan kita dengan Allah. Lebih lanjut jika boleh berpendapat bahwa matematika pahala menurut pemikiran saya dapat digambarkan dengan grafik y=x. Artinya semakin banyak kebaikan yang kita lakukan atau kita berikan kepada sesama Allah akan semakin ridho atas apa-apa yang kita perbuat. Demikian terima kasih.

    ReplyDelete
  13. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setelah membaca artikel yang berjudul matematika ibadah,saya mendapat pengetehuan baru ternyata setiap kegiatan yang dilakukan manusia di dunia ini memiliki hubungan dengan matematika, termasuk juga ibadah. Meskipun tidak semua ilmu Matematika tidak dapat diimplementasikan dalam beribadah, tetapi dari beberapa contoh yang bapak berikan kami menjadi semakin termotivasi dalam mempelajari matematika. Terimakasih atas Ilmu baru yang Bapak telah diberikan, semoga semakin banyak lagi ilmu yang kami peroleh setelah membaca blog Bapak.

    ReplyDelete
  14. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B 17701251024

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terima kAih prof atas bacaan yang sangat integrasi inter koneksi antara perkara akhirat (ibadah) dan yang kerap kali d pandang hanya sebagai perkara dunia (matematika). Ibadah bukan hanya bisa dilakukan dengan shalat, dzikir, shalawat, dll namun lebih dari itu perkara-perkara yang dianggap sebagai perkara dunia apabila di niatkan untuk akhirat maka insyaAllah bernilai ibadah. Seperti dalam matematika, seperti yang telah di tuliskan Prof. Maesigit di atas tulisan yang sangat2 greade yang menggunakan komponen2 dalam matematika untuk menggambarkan hal2 yang ada dalam konteks ibadah seperti idul fitri = f(x)=0.
    sebaliknya perkara-perkara akhirat jika dilakukan dengan slaah niat akan menjadi perkara dunia saja. karena hadits rosulullah " sesungguhnya perbuatan itu bergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang mendapat apa yang diniatkannya". terima kasih

    ReplyDelete
  15. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya belajar dari ulasan di atas bahwa antara aktivitas dunia dan akhirat merupakan satu hal yang sangat berkaitan. Dalam hal ini mempelajari ilmu matematika yang dapat diinterpretasikan ke dalam sudut pandang akhirat. Namun, perlu juga melihat dan mempelajari pondasi urusan akhirat melalui sumber yang lain, seperti Kitab suci, Para Nabi, Ulama, dan Hadits. Ini dapat pula dikatakan bahwa kita dapat mencari kebenaran dalam tindakan ataupun yang mendasari ibadah kita dalam kehidupan sehari-hari sebaiknya diperoleh dari berbagai sumber yang shohih. Dalam ibadah kunci utamanya adalah hati. Hati pula yang dapat memberikan titik hitam (keburukan) dan putih (kebaikan) dalam hidup manusia.

    ReplyDelete
  16. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Artikel Bapak mengingatkan saya pada cerita teman saya, seorang muridnya bertanya "Bu, untuk apa kita belajar matematika? Apa jika saya pintar matematika bisa masuk surga? Kan kalau mau masuk surga kita harus rajin ibadah, berjihad di jalan Allah, berbakti kpd orangtua, puasa, mengaji, dan melakukan apa yang Allah perintahkan. Lalu kenapa kita harus beajar matematika, Bu?" Dan pada saat itu teman saya hanya terdiam, ia bingung mau menjawab pertanyaan murid tsb. Dengan postingan artikel ini bisa menjadi inspirasi bagi guru matematika bahwa matematikapun bisa dikaitkan dengan ibadah sehari-hari. Selain menjadikannya kontekstual juga sebagai muhasabah diri bagi murid dan guru. Pembelajaran seperti inilah yang dibutuhkan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  17. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Terimakasih pak, setelah membaca postingan bapak tentang matematika ibadah. Saya jadi mengetahui bahwa melalui konsep matematika guru bisa menanamkan nilai-nilai spritual kepada siswa, ini sangat membantu memberi inspirasi pada guru matematika dalam mengembangkan kompetensi spritual (KI 1) dalam implementasi K13.

    ReplyDelete
  18. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Spiritual itu adalah puncaknya ilmu, maka sebagai manusia ciptaan Allah SWT tentunya kita sadar bahwa tugas utama kita di bumi ini adalah untuk beribadah dan mencari ridho-Nya. Namun ibadah itu bukan perkara yang dapat kita nalar dengan logika pikir atau dijadikan sebagai obyek pikir. Seperti contoh bahwa pahala adalah nilai positif dan dosa adalah negatif,maka seberapa banyak pahala dan dosa kita bukan sesederhana operasi pemjumlahan dan pengurangan. Itu semua adalah kuasa Allah SWT. Setelah membaca penuh artikel ini, tentunya kita sebagai manusia merasa kecil, banyak hal yang memang pada dasarnya logika atau pikir kita tidak akan mampu menggapainya. Hidup kita, langakah kita adalah utama untuk beribadah dan mencari RidhoNya, karena kekuatan satu-satunya yang dapat menolong kita adalah Kuasa Allah.

    ReplyDelete
  19. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Beribadah tidak hanya identik dengan sholat, mengaji, sedekah, berhaji, dan lain-lain. Dari bangun tidur hingga tidur lagi semuanya dapat bernilai ibadah di mata Allah SWT dengan syarat semua kegiatan tersebut dilakukan dengan niat hanya karena Allah SWT. Termasuk dalam belajar matematika, belajar matematikapun dapat bernilai ibadah di hadapan Allah SWT jika niatnya karena Allah SWT. Apalagi dari penjelasan di atas bahwa ternyata materi matematika yang abstrak dapat juga diselipkan nilai-nilai spiritual. Sehingga belajar matematika pun dapat meningkatkan karakter religius siswa.

    ReplyDelete
  20. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Ulasan di atas membahas tentang percakapan antara togog dan semar yang membahas antara matematika dan ibadah. Analogi dari ulasan di atas memberikan gambaran bagi saya bahwa beribadah itu sebagai suatu hal yang infinity atau tidak terbatas. Bahkan ketika kita melakukan hal yang buruk dan dosa, itupun berimplikasi pada kewajiban kita untuk tetap beribadah kepada Allah SWT. Sebagai umatNya sdah menjadi kewajiban kita untuk beribadah kepadaNya dengan menggunakan pikiran, akal, dan hati kita yang telah diberikan oleh Allah SWT. Analogi ini juga bisa dijadikan bahan yang menarik untuk disampaikan pada siswa, yaitu dalam hal integrasi interkoneksi antara pembelajaran matematika dengan konteks keislaman.

    ReplyDelete
  21. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Terima kasih atas ilmu yang diberikan.
    Dari bacaan di atas dapat ditangkap bahwa Ibadah itu segala aktivitas kita yang kita niatkan ikhlas hanya untuk Allah SWT sesuai dengan apa yang Allah perintahkan dan sukai. Sehingga ada Ibadah yang kaitannya dengan Tuhan misalkan orang muslim ibadah berkaitan dengan tuhan yaitu dengan Sholat,, Puasa, dzikir dll. Sedangkan ibadah yang berkaitan dengan manusia misalnya sedekah, menolong orang lain dll. Ibadah juga berkaitan erat dengan hati bagaimana agar ibadah yang kita lakukan itu senantiasa ikhlas hanya untuk Allah. Ibadah berkaitan dengan ikhtiar kita mendekatkan diri pada Allah. Tetapi ibadadah tidak hanya di hati seharusnya kita juga dalam pikir mengimani. Lalu bagaimana kaitannya ibadah dengan berpikir dan matematika. Kaitannya yaitu dengan memikirkan matematika dengan mengkaitkan dengan ibadah itu juga menjadi sesuatu yang penting. Maka ditekan kan dalam hal ini Ibadah haruslah seimbang antara pikiran dan hatinya, tapi utamanya adalah hati.

    ReplyDelete
  22. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika B (S2)

    Beribadah merupakan kewajiban bagi manusia, segala bentuk kasih sayang yang telah diberikan Tuhan kepada kitasering tidak kita sadari sehingga sebagai manusia akan merasa kufur atau tidak bersyukur ysng telah dianugrahkan Tuhan kepada kita. Padahal kehidupan ini sebenarnya adalah kesempatan kita untuk beribadah kepada Tuhan. Istilahnya adalah manusia macam apa kita yang telah diberikan semua nikmat ini tapi malas beribadah bahkan seering tidak sengaja menduakan Tuhan. Hal seperti itu dapat dilihat dari sering tidak fokusnya dalam solat, malas bangun pagi, tidak tepat waktu. Selain itu juga sering melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat yang malahdapat menimbulkan dosa yang menumpuk.

    ReplyDelete
  23. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Matematika lain yang berhubungan dengan ibadah bisa juga digambarkan dalam memahami mengapa – bertemu dengan – berubah menjadi +. Contohnya seperti ini
    Melaksanakan = +
    Tidak melaksanakan = –
    Hal baik = +
    Hal buruk = –
    Bagus = +
    Tidak bagus = –
    Diperoleh seperti ini:
    Melaksanakan hal baik = bagus
    Melaksanakan hal buruk = tidak bagus
    Tidak melaksanakan hal bail = tidak bagus
    Tidak melaksanakan hal tidak baik = bagus
    Semoga bermanfaat.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  24. Junianto
    17709251065
    PM C

    Dari postingan Prof ini saya dapat menangkap pesan bahwa ilmu apapun bisa dikaitkan dengan ilmu yang lain jika kita bisa melihat dari sudut pandang yang tepat. Contohnya seperti Prof mengaitkan antara matematika dan agama. Sungguh sangat menginspirasi saya sebagai mahasiswa Prof dengan adanaya postingan ini. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari postingan ini bahwasanya hati dan pikiran seyogyanya selalu digunakan secara beriringan terutama dalam beribadah kepada Tuhan. Pikiran kita gunakan untuk mempelajari tuntunan-Nya sesuai dengan Qur’an dan Hadits, sedangkan hati kita gunakan untuk menghadirkan Tuhan dalam setiap perbuatan/ ibadah kita. Itulah mengapa ilmu dan iman juga harus dilakukan secara berdampingan.

    ReplyDelete
  25. Riandika Ratnasari
    1709251043
    Pascasarjana Pendidikan Matematika Kelas B (2017)
    Berdasarkan ulasan yang bapak ceritakan tentang hubungan matematika dengan ibadah, saya mendapatkan bahwa apa yang kita pelajari dari materi matematika dapat diimplementasikan dalam ibadah. Mengutip dari kata-kata bapak "Ngibadah kuwi ora mung pikir. Ngibadah kuwi uga rasa, ati, donga, barakah, ikhtiar, lan tekdir. Mangka matematika kuwi pikir." yang berati bahwa ibadah tidak hanya pikir. Ibadah juga meliputi rasa, ati, doa, barakah, ikhtiar, dan takdir. Padahal matematika merupakan pikir.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  26. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menarik mengulas matematika dari segi keagamaan, berasal dari lingkungan yang mengedepankan kesinambungan antara agama, sosial dan sains memberikan pengalaman dan pengetahuan tersendiri mengenai integrasi matematika dan agama, namun dari postingan ini semakin menambah khazanah keilmuan matematika yang dipadukan dengan keagamaan. Banyak hal beru saya temukan dalam postingan tersebut, terima kasih prof

    ReplyDelete
  27. Menerapkan konsep limit dalam kehidupan dapat berupa pandangan bahwa manusia tidaklah sempurna, dan tidak ada yang sempurna, sehingga kesempurnaan manusia merupakan limit yang tidak akan pernah menyentuk grafik kesempurnaan. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWt. Pembelajaran matematika di sekolah masih sangat jarang yang dikaitkan dengan kehidupan keagamaan siswa, padahal kehidupan agama merupakan aspek kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dari siswa, danselamanya akan terus melekat. Sebenarnya dengan pembelajaran matematika yang mengintegrasikan kebenaran matematika dengan nilai-nilai keagamaan maupun ilmu-ilmu sosial, konsep yang didapatkan siswa akan semakin melekat dan bermakna. Ambil contoh dalam pembelajaran logika matematika, banyak buku teks yang menyajikan konsep logika secara terpisah antara masing-masing elemen pernyataannya, sedangkan dalam kehidupan sehari-hari siswa tidaklah demikian. Terlebih logika (kalimat majemuk) dapat diintegrasikan dengan pengetahuan keagamaan baik dari segi sejarah, maupun dalam kitab suci yang tentunya mengandung banyak sekali malima majemuk di dalamnya. Mengapa tidak kita pertimbangkan untuk menyampaikannya kepada siswa? Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  28. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Saya belajar tentang hubungan antara matematika dengan kehidupan. Seringkali belajar matematika tanpa mengetahui makna dibalik konsep yang dipelajari. Setelah saya membaca postingan Bapak, ternyata saya sadar bahwa terdapat hubungan antara matematika dengan ibadah. Apabila belajar matematika dihubungkan dengan beribadah maka akan menunjukkan bahwa ternyata belajar matematika tidak semata-mata hanya untuk kepentingan dunia saja dan manfaat belajar matematika pun juga akan lebih banyak. Selain itu menghubungkan konsep matematika untuk menunjukkan kuasa Allah dan keterbatasan manusia juga akan menjadi pengingat manusia untuk tidak bersikap sombong dan bangga diri.

    ReplyDelete
  29. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Untuk menyelesaikan suatu soal dalam matematika, dibutuhkan rumus yang tepat agar dapat dihasilkan jawaban yang benar. Salah menggunakan rumus, maka jawabannyapun dapat dipastikan salah besar. Begitu juga diperlukan langkah pengerjaan yang tepat pula agar soal tersebut dapat terselesaikan, karena rumus yang tepat apabila disertai dengan langkah yang salah / bahkan kurang akurat sedikitpun, maka hasilnyapun pasti salah. Kesimpulannya adalah, untuk mendapatkan hasil yang benar maka harus menggunakan rumus yang tepat serta langkah pengerjaan yang tepat pula. Dalam ibadahpun demikian. Diperlukan rumus yang tepat adalah Al-Qur’an, langkah yang tepat itu telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam memperjalankan Al-Qur’an, hasil yang benar itu adalah selamat di akhirat kelak karena telah melaksanakan isi Al-Qur’an sesuai contoh Rasulullah SAW.

    ReplyDelete
  30. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualikum wr wb.Meskipun saya kurang mengerti tentang bahasa jawa,namun dari judul penulisan sudah dapat dipahami kalau matematika ada kaitannya dengan ibadah.Dalam matematika,ada yang namanya operasi matematika ,ada tanda positif (+ ) dan ada tanda negatif. Sebagaimana yang telah diungkapkan, pahala yang didapatkan dari melakukan suatu hal yang baik bernilai positif, dan dosa yang didapatkan dari melakukan yang buruk itu bernilai negatif.Allah itu Maha Esa,Maha Tunggal sebagaimana yang dilukiskan di dalam surah Al-ikhlas ayat pertama (1) yang artinya “Allah Maha Esa” Kalau dalam matematika Esa itu dilambangkan dengan angka satu (1).Itu menandakan bahwa tak ada sesembahan yang patut untuk disembah, yang patut untuk diibadahi,yang patut untuk diminta, melainkan Dia Allah Subhanahuwa ta ala Tuhan semesta Alam.Tuhan itu Maha berdiri sendiri.Tuhan Maha pencumburu.Jangankan Allah manusia saja kalau diduakan mereka akan marah dan terkadang cemburu.Begitupula dengan Allah,Dia akan cemburu kalau hambanya menduakan-Nya.Hanya kepada-Nyalah kita menyembah dan memohon pertolongan, sebagaimana firman-Nya di dalam Al-qur’an surah Alf-fatihah ayat 5 yang artinya “Hanya kepada Engkau yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

    ReplyDelete
  31. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Ternyata matematika sangatlah dekat dengan kehidupan kita, banyak aspek yang menunjukkan konsep matematika dalam kehidupan. Saya jadi berpikir bahwa sebelum ada istilah matematika sebenarnya matematika sudah ada dan para ahli baru mengemukakan istilah matematika. Hal ini membuat matematika jauh dari kehidupan, padahal kita dapat mempelajari matematika lewat budaya kita sehari-hari.

    ReplyDelete
  32. Saya yang berasal dari Sumatra, dan tinggal di Yogyakarta baru 2 bulan, dan tidak ada sedikit pun berasal dari keturunan Jawa, dan tidak mengerti bahasa Jawa. Tentunya sangat kesulitan untuk mengerti percakapan dari tokoh-tokoh diatas. Alhamdullah, berkat bantuan teman yang bisa berbahasa Jawa, mengartikannya untuk saya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  33. Percakapan yang berbahasa Jawa memberikan pengalaman baru bagi saya untuk mencoba belajar sedikit-sedikit bahasa Jawa. Yang ternya bahasa Jawa pun menurut info dari teman saya yang berasal dari Jawa, memiliki dua tipe yaitu bahasa halus dan bahasa kasar. Sungguh keberagaman bahasa di Indonesia unik.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  34. Latifah Pertamawati
    17709251026
    S2 PM B

    Bismillah..

    Saya pribadi dulunya adalah orang yang lebih mengandalkan akal/ pikiran pribadi dalam memandang sesuatu. Sering kali saya berpikir bahwa terkadang kenyataan itu tidak masuk akal (kenapa bisa begini padahal begitu). Saat usia saya masih belasan, bapak saya selalu berkata kepada saya, "Tidak semua hal itu bisa dihitung dengan Matematika. Ada faktor-faktor lain yang tidak bisa dikontrol dan dihitung dengan Matematika. Kuncinya adalah ikhlas dan jalani hidupmu menurut ketentuan Allah. Kalau seperti itu, nanti hidupmu pastinya akan lebih tenang." Memang perlahan-lahan saya mengerti akan hal tersebut. Suatu hari, saya mulai menghubungkan grafik fungsi cos x dengan apa yang terjadi di lingkungan saya tinggal, dimana saat x=0 nilai y bukan 0, tetapi 1; saat x=90, nilai y malah 0. Walaupun sedikit tidak nyambung dan mungkin menurut bapak/ teman-teman tidak relevan, tetapi dari hubungan tersebut saya kemudian mengambil kesimpulan bahwa apa yang terjadi terhadap seseorang itu tergantung fungsi (dalam hidup) nya (apakah itu y=x, y=x^2, dll) yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti diri sendiri (usaha), lingkungan (motivasi orang lain) dan Allah sebagai Dzat mutlak yang merencanakan segala sesuatu.

    Terima kasih, pak. Apa yang bapak sampaikan disini menambah wawasan saya terhadap (hitungan) Matematika dalam hidup dan lebih membuat saya yakin atas kuasa Allah. Ternyata memang bisa, konsep Matematika dapat diterapkan dalam memahami kehidupan, walaupun tentu hal tersebut tergantung cara pandang kita dalam melihat suatu hal.

    ReplyDelete
  35. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pengetahuan yang begitu bermanfaat sekali, matur suwun sanget nggih Pak. Dulu yang saya tau hanya perumpamaan bilang positif dari matematika adalah pahala dan perumpamaan bilangan negatif dari matematika adalah dosa, dan dosa itu janganlah di + dan di x tetapi harus di - , tetapi kalo pahala harus di + dan di x tidak boleh di -.
    Percakapan Togog dan Semar ini sangat perlu sekali diterapkan dalam proses pembelajaran matematika jika siswa menanyakan apa manfaat dari belajar matematika untuk diakhirat nanti, toh matematika tidak dipertanyakan oleh malikat diakhirat nanti. Jadi matematika itu tidak hanya melulu mengenai angka yang hubungannya dengan ilmu duniawi, tetapi berhubungan juga dengan ibadah, ketaqwaan, dan akhirat. Karena sesungguhnya semua ilmu yang ada merupakan karunia yang Allah berikan kepada kita semua. Dengan begitu, belajar apapun kita sudah semestinya kita selalu mengingatnya dan bersyukur atas semua karunia dan nikmat yang Allah berikan. Semoga ketaqwaan kita kepada-Nya semakin bertambah.

    ReplyDelete
  36. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.
    Postingan yang sangat menarik, membahas korelasi antara matematika dan ibadah. Dari postingan tersebut saya jadi mengetahui bahwa kita dapat beribadah dengan matematika, walaupun tidak secara keseluruhan. Dalam matematika banyak aturan yang mengingatkan kita untuk selalu beribadah kepada Allah SWT. Saya jadi sedikit mngerti bahwa matematika tidak hanya ilmu, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami dan memperkuat iman.

    Wassalamualaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  37. Tri WUlaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Ora keno kabeh, ora oleh kabeh"

    "Ngibadah kuwi ora mung pikir. Ngibadah kuwi uga rasa, ati, donga, barakah, ikhtiar, lan tekdir. Mangka matematika kuwi pikir"

    Dari begitu panjang dan indahnya alur matematika ibadah di atas, dari beberapa analogi rumus ibadah matematika di atas, dari sekian banyak pengetahuan baru yang ku peroleh di atas, tetap memberikan satu hal yang tak mungkin ditingggal oleh ku, oleh mu, oleh nya, dan oleh mereka, pokoknya oleh siapapun yaitu "......jangan sekali kali hanya mengandalkan matematika atau pikiran saja untuk urusan ibadah, tetapi gunakan hati dan tuntunan yang telah diberikan Alloh SWT melalui kitab Suci, para Nabi, Hadist dan Ulama"

    Karena sekali lagi, pikiran boleh mengembara asal hati ikut serta

    ReplyDelete
  38. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    S2 PEP Kelas B 2017

    Sangat menginspirasi, kebijaksanaan setiap manusia dalam membawa dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan sangat penting untuk mengacu kepada dalil-dalil yang saya yakini sebagai Tri Hita Karana yaitu menjaga hubungan manusia kepada tuhan, sesama manusia, dan manusia terhadap semesta. Ilmu yang dibawa dengan dalil terseut bagi saya akan menciptakan keharmonisan dalam dunia dan dapat dipertanggungjawaban kepada Tuhan Yang Maha Esa

    ReplyDelete
  39. Dalam matematika kita bisa beribadah, tergantung pada diri kita sendiri. Menggunakan pikiran untuk menghitung apa sajakah ibadah yang telah kita rasakan, hati, doa, barakah, ikhtiar, dan takdir yang telah ditetapkan Allah SWT.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  40. Devi Nofriyanti
    17709251041
    Pps UNY P.Mat B 2017

    Terima kasih untuk tulisannya Prof
    sungguh luar biasa bisa mengaitkan matematika dengan ibadah. hal yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya bahwa hal itu bisa dikaitkan seperti yang prof paparkan.
    saya suka analoginya lebaran : f(x)=0, kembali ke fitrah :D

    ReplyDelete
  41. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B (S2)

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Dari postingan mengenai matematika ibadah, saya jadi dapat mengetahui bahwa ibadah yang kita lakukan kepada Allah bisa dikaitkan dgn rumus2 matematika yg ada. ini diibaratkan ketika mengerjakan soal matematika harus lah berdasarkan rumus-rumus yang ada agar kita dapat mengetahui jawaban yang benar dalam mngerjakan soal tersebut, dan masalah ibadah yang kita kerjakan sehari hari haruslah berdasarkan kitab dan hadist yang ada, sehingga ibadah yang kita kerjakan sesuai dgn apa yng diperintahkan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  42. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr.Wb,
    Terima kasih atas postingan bapak,, saya teringat dengan pengalaman mengajar saya waktu lalu di salah satu sekolah swasta di Makassar. Saat itu saya mengajar kelas 7 SMP mengenai operasi bilangan bulat. Ketika saya mengajar teorinya (penjumlahan dan pengurangan bilangan positif dan negatif), kebanyakan siswa tidak mengerti, lalu saya mencoba untuk membawanya ke dalam contoh sikap moral, misalnya, bilangan negatif dikali dengan bilangan negatif, maka hasilnya positif. Jika dibawa ke dalam ranah moralitas maka maknanya “mengatakan salah pada suatu hal yang salah maka itu adalah benar, begitu juga mengatakan benar pada suatu hal yang salah maka itu salah”. Setelah operasi bilangan dimisalkan seperti itu maka siswapun mengerti.

    ReplyDelete
  43. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya tertarik dengan ikhlas yang dalam matematika diperumpamakan dengan x^0=1.. Sebarang orang x, dengan pangkat 0 yang melambangkan keikhlasan, akan menuju kuasa Allah SWT disimbolkan bilangan 1. Pangkat 0 saya interpretasikan sebagai keikhlasan sejati. Hidup adalah mengharap ridho dan pahala hanya karena Allah SWT, bukan karena pangkat, jabatan, iming-iming, atau ingin dipuji orang lain. Jikalau kita sudah terlanjur memiliki banyak dosa, maka janganlah kita brehenti untuk memohon ampun. Berdasarkan uraian di atas dapat diperumpamakan sebagai lim f(x)/x = 0, untuk x menuju ~ (tak hingga). f(x) adalah tindakan kita. x adalah permohonan ampun menuju tak hingga, InsyaAllah dengan memohon ampun terus-menerus dan bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan, akan membawa kita pada bilangan 0 yang berarti pengampunan dosa.

    ReplyDelete
  44. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana


    Ibadah bukan hanya pikiran, namun juga melibatkan rasa, hati, barakah, ikhtiar, dan takdir. Begitulah awalan postingan ini yang dapat saya kutip. Artinya dalam beribadah kita melibatkan semua elemen yang ada pada diri kita. Begitu juga dengan uraian berikutnya. Ternyata pada setiap konsep, definisi, contoh dan elemen-elemen matematika yang lainnya dapat dikaji dalam spritual. Tentunya dengan ada pengkajian untuk mendapatkan hubungan antara matematika dan spiritual seperti ini akan menambah rasa syukur kita dan merasakan nikmat ibadah itu tidak hanya dari mengadahkan tangan, namun dengan belajar karena Allah SWT. Meskipun kita mengatahui bahwa dengan belajar, bekerja dan lain-lain itu juga merupakan ibadah, kita juga harus mengingat seperti kalimat terakir dari postingan ini yaitu " jangan sekali kali hanya mengandalkan matematika atau pikiran saja untuk urusan ibadah, tetapi gunakan hati dan tuntunan yang telah diberikan Alloh SWT melalui kitab Suci, para Nabi, Hadist dan Ulama".

    ReplyDelete
  45. Melalui percakap tersebut kita juga bisa mengambil maknanya bahwa dalam matematika itu kita belajar untuk bertakwa. Dalam matematika kita harus sesuai aturan, sesuai, rumus, sesuai aturan yang telah ditetapkan. Takwa begitu juga ditunjukkan kepada Allah SWT.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  46. Dalam matematika kita juga bisa lihat bahwa dosa adalah suatu hal yang negative untuk dilakukan. Semakin banyak dosa, maka diri ini akan semakin ditandai menuju kearah tanda negative. Bukankah dalam matematika juga ada symbol negative. Maka dari itu matematia itu dosa.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  47. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    terimakasih prof, saya tertarik dengan "Ihtiar itu rumusnya _f(x)=1_. Dimana x adalah segala ihtiarmu, dan 1 adalah Esanya Alloh atau Kuasa Alloh SWT. Lakukanlah ihtiar sesuka hatimu asal semuanya dalam atau menuju ridlo Alloh SWT" hal ini mengajarkan bahwa dalam berusaha atau berikhtiar haruslah semaksimal mungkin dan dapat dilakukan dengan berbagai cara, namun tidaklah perlu kita memikirkan hasilnya, karena hasil yang kita peroleh merupakan kewenangan Allah, perlunya keikhlasan dalam berikhtiar agar kita mampu menerima apapun hasil ikhtiar kita.

    ReplyDelete
  48. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs Pend Mat B 2017

    Matematika ibadah ini sangat menarik bagi saya. Keseluruhan isinya menunjukkan bahwa segala hal dalam matematika dapat dikaikan dengan kehidupan manusia, termasuk aspek ibadah. Hal tersebut juga terlihat bahwa segala sesuatu adalah tentang cara pandang kita, dan kearah mana sesuatu hal itu dibawa. maka itulah hasilnya. Baik itu menjadi postif atau negatif (dosa).

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  49. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Terima kasih Prof atas artikel yang disajikan. Dari sini saya pun bisa mengambil hikmah bahwa matematika mengajarkan kita untuk melakukan segala sesuatu sesuai aturan begitupun dalam beribadah. Ha ini juga mengajarkan kita untuk tidak hanya mengandalkan fikiran dalam beribahd tapi juga mengutamakan hati dalam pelaksanaannya.

    ReplyDelete
  50. Matematika bisa kita umpamakan dengan pahala yang merupakan suatu hal yang positif. Semakin banyak pahala yang kita dapatkan, maka semakin positif orang tersebut. Maka bisa diibaratkan pahala tersebut adalah bilangan positif. Namun dengan adanya dosa yang merupakan bilangan negative, bukan berarti akan terjadi suatu pengurangan bilangan, karena itu adalah kehendak, kuasa Allah SWT.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  51. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    S2 PMC 2017

    Assalamu'alaikum wr wb
    terimakasih atas postingan tentang matematika ibadah. dengan membaca postingan ini saya jadi ingat dosen pada saat S1 yang pernah membicarakan hal tersebut, namun hanya sekilas dan tidak kompleks seperti postingan dari pak Marsigit. postingan ini juga bisa menjadi materi untuk dibagikan ke peserta didik agar mereka lebih termotivasi untuk mempelajari matematika.

    wassalamu'alaikum wr. wb

    ReplyDelete
  52. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah.
    Terimakasih prof. Marsigit atas postingan di atas. Dewasa ini, pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan manusia semakin hari semakin meningkat. Bahkan, sebuah penghambaan diri terhadap Tuhan atau biasa yang kita sebut dengan aktivitas ibadah pun dapat diibaratkan dalam ilmu matematika. Saya tertarik dengan tulisan bapak, bahwa “Ihtiar itu rumusnya f(x)=1, dimana x adalah segala ihtiarmu, dan 1 adalah esanya Allah atau Kuasa Allah swt”. Jadi sangat masuk akal, seberapa besar usaha atau ihtiar kita kepada Allah dalam meminta apapun, tetap lah Kuasa Allah yang berjalan, yang menentukan, yang memberi kepastian dan jawaban yang kita tidak tahu apakah yang kita minta itu sesuai dengan Ridho Nya atau tidak. Dengan demikian, sebagai mahkluk ciptaannya, jangan lah pernah putus asa dalam berihtiar untuk mencapai hidup yang penuh dengan keridhoanNya.

    ReplyDelete
  53. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Percakapan di atas mengingatkan saya pada salah satu perkataan dosen saya pada S1 dulu bahwa dimanapun kalian berada pasti akan tetap menjumpai matematika. Dalam percakapan di atas, matematika dikaitkan dengan ibadah. Beberapa hal dalam hal ibadah dapat diartikan/dianalogikan ke dalam bahasa matematika. Dan ini dapat mempermudah kita dalam memahami ibadah dilihat dari matematikanya. Terima kasih Pak.

    ReplyDelete
  54. Insan A N/ PPs S2 PM C 2017
    Bismillah
    Menanggapi terkait matematikanya mati_jika dalam himpunan A adalah kelompok orang hidup, dan himpunan B adalah kelompok orang yang mati. Maka jelas secara fisik Himpunan A dan B adalah saling lepas atau disjoint set. Namun secara dalam hubungannya dengan spritual, masih ada hubungannya antara orang hidup dan mati, yaitu amal jariyah, doa anak soleh, maka secara spiritual matematika orang mati dan hidup adalah sebuah himpunan yang beririsan.

    ReplyDelete
  55. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Matematika merupakan ilmu hitung yang saya suka. Dari percakapan Togog dengan Semar membuat saya bahwa ilmu tidak hanya bisa diaplikasikan untuk menghitung atau mencari sesuatu saja tetapi juga sebagai ibadah. Saya juga teringat dengan dengan guru SMA saya tetapi bukan matematika melainkan fisika. Beliau mengatakan bahwa ilmu fisika pun bisa membuktikan kendaraan seperti apa yang kecepatannya bisa ditempuh dengan satu malam saja oleh Nabi Muhammad SAW. Tetapi saya tertarik dengan kesimpulan yang dibuat oleh pak Marsigit, terlepas dari ilmu dunia apapun, kita harus tetap menggunakan hati dan pedoman yang sudah diberikan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  56. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    saya pernah baca buku karya Hadi Susanto—putra daerah Lumajang yang kini menjadi Dosen Matematika di Universitas ternama di Inggris, dengan judul "TUHAN PASTI AHLI MATEMATIKA" disitu dia jelaskan matematika ilmu yang dasarnya adalah ibadah, dibuku ini dia menjelaskan tentang serunya matematika dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menghitung punahnya suatu bahasa, rumus meletakkan laptop ketika meja kerja penuh, zat alir pada rokok, hingga strategi memenangkan perang dengan hitungan matematis.
    dari postingan bapak ini saya jadi makin semangat untuk mempelajari ilmu hitung, walaupun saya juga gak meanampikkan bahwasannya saya tertarik dalam segala ilmu yang bersifat pendidikan. yang saya inginkan semua ilmu saya bisa bermanfaat bagi negara ataupun paling tidak kota saya sendiri.
    dan saya yakin semua ilmu yang dipelajari dan disampaikan dengan iklhas adalah adang pahala bagi setiap orang didunia ini

    ReplyDelete
  57. Matematika itu adalh kelahiran. Seseorang lahir adalah suatu objek berpikir konsep utama. Lahir itu secara psikologi adalah otonom. Tetapi apakah sesorang tersebut dilahirkan atau tidak adalah kehendak Allah SWt.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  58. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Termakasih Prof, saya sangat tertarik dengan “matematika ibadah” ini. Dari sini saya bisa dapatkan bahwa sesungguhnya matematika sangat erat kaitannya dengan kehidupan (terlebih ibadah), walaupun tidak secara keseluruhan. Melalui matematika kita bisa menambah iman, berikhtiar di jalan Allah.SWT. Dengan matematika kita bisa berusaha lebih mendekatkan diri pada Allah.SWT. Analogi seperti ini bisa disampaikan kepada siswa, sehingga belajar matematika akan dapat menambah karakter religius siswa.

    ReplyDelete
  59. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Matematika ibadah, sangat menarik. Bahwa ternyata matematika sebagai objek pikir dapat dikaitkan dengan masalah ibadah. Dari berbagai contoh perihal matematika ibadah yang disampaikan, salah satu yang menurut saya sangat menarik dan dapat saya pahami adalah matematikanya ikhtiar, yaitu f(x)=1, dimana x adalah segala macam ikhtiar, sedangkan 1 adalah kuasa Allah. Pelajaran penting dari perumpamaan ini adalah jelas bahwa apapun yang dilakukan atau diikhtiarkan oleh manusia, sekuat apapun ikhtiarnya, pada akhirnya Allah lah yang menentukan hasilnya. Sangat menarik.

    ReplyDelete
  60. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas potingan yang sangat menginspirasi ini. Dari tulisan ini saya memahami bahwa matematika tidak hanya sekedar ilmu yang berkaitan dengan rumus dan angka-angka saja. Namun matematika dapat dinaikkan dimensinya menjadi tingkatan spiritual. Dengan memahami kaitan matematika dalam ibadah, akan menambah tingkat keimanan kita terhadap Allah SWT. Tetapi yang musti digaris bawahi adalah bahwa dalam urusan ibadah jangan hanya mengandalkan pikiran atau hitung-hitungan saja. Bahwa kita telah banyak melakukan kebaikan dan dosa-dosa akan tertutupi dengan kebaikan tersebut. Karena sesungguhnya hal tersebut hanyalah kuasa Allah SWT semata. Untuk itu, gunakanlah hati dan tuntunan Allah SWT yang dalam beribadah.

    ReplyDelete
  61. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berdasarkan artikel yang bapak tulis tentang matematika ibadah,ternyata matematika dapat mencakup kehidupan manusia. Didalam matematika pun terdapat konsep beribadah juga. Terdapat konsep pahala, lahirnya orang, ayah, lebaran dan lain sebagainya. Tidak dapat dipungkiri jika matematika meliputi seluruh kehidupan manusia. Hanya bergantung kepada manusia bagaimana mau memandang kehidupannya.

    ReplyDelete
  62. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Matematika ibadah ini dapat digunakan selingan untuk para siswa bahwa matematika tidak melulu tentang suatu hal yang abtrak. ternyata dalam kehidupan sehari sehari siswa dapat dikaitkan dengan matematika. Hal tersebut dapat digunakan untuk memberikan motivasi terhadap siswa maupun guru sendiri sehingga lebih bersemangat mengaplikasikan dalam kehidupan serta lebih bersemangat dalam pelajaran matematika.

    ReplyDelete
  63. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Matematika ternyata memiliki banyak hal-hal menarik yang dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, salah satunya dalam hal ibadah. Dalam metematika terdapat rumus, teorema, dan lemma yang kita gunakan unruk menyelesaikan soal-soal. Maka dalam hidup ini pun kita memiliki aturan-aturan, yaitu aturan dari Allah Swt, maka dalam menyelesaikan permasalahan hidup ini kita harus mengikuti aturan Nya agar memperoleh solusi. Tetapi tidak semua hal dalam matematika bisa dikaitkan dengan ibadah. Jika dosa adalah bilangan negatif dan pahala adalah bilangan positif, maka gabungan antara dosa dan pahala yang kita miliki bukan semata-mata penjumlahan dari bilangan-bilangan tersebut. Allah Swt lah yang menentukan pahala dan dosa kita. Tugas kita hanyalah melakukan sebanyak mungkin amal saleh dan menghindari berbuat dosa. Maka ada hal-hal dari matematika yang terkait dengan ibadah ada pula yang tidak sesuai karena sebenar-benar matematika hanyalah pikiran sedangkan ibadah juga terkait dengan hati.

    ReplyDelete
  64. Bisa kita misalkan pula bahwa dalam himpunan. Ayah adalah anggota superset, anak adalah anggota himpunan bagian subsetnya. Hubungan suami istri itu bisa kita naggap adalah sebuah himpunan yang saling berpotongan atau himpunan gabungan yang mempunyai kesamaan. Maka dari itu matematikanya ayah.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  65. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)


    Dalam cerita pewayangan, togog dan semar adalah saudara, mereka berdua diutus ke dunia manusia. Dalam cerita ini, togog berdiskusi dengan semar bahwa beribadah di matematika itu bisa, tapi tidak semua ibadah selalu berkaitan dengan matematika. karena ibadah itu kolaborasi antara pikiran, hati, dan iman. Sangat menarik ada kaitan matematika dengan ibadah, bisa menambah motivasi dalam belajar agama maupun matematika.

    ReplyDelete
  66. Dalam relasi atau fungsi di matematika bisa juga kita hubungkan dengan hubungan suami istri. Mereka terhubung akan suatu kesamaan. Suatu hubungan pada relasi atau fungsinya yang lebih muliah adalah hubungan spiritual karena Allah SWT.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  67. Lebaran bisa juga kita matematikan. Lebaran itu mempunyai rumus f(x)=0. Karenna pada kesempatan tersebut Allah memberikan kita hadiah yang besar yaitu kembali suci, artinya apa? Aritinya apa kembali putih, tidak ada setitik kotoran dalam diri kita. Namun apakah semua insan akan seperti itu, itu adalah kuasa Allah SWT untuk mengampuni dosa kita, semoga hamba-hamba yang niat ikhlas memohon ampun pada hari itu bisa berumus f(x)=0.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  68. Setiap insan manusia yang beribadah kepada Allah SWT dengan ikhlas, Allah SWT tak pernah memandang derajat atau pangkat seseorang tersebut di dunia, yang Allah lihat adalah keikhlasannya dalam beribadah, maka segala kuasa untuk diterima ibadahnya kita serahkan saja pada Allah SWT. Maka dari itu ikhlas adalah x^0=1.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  69. Dalam matematika juga terdapat cara menghilangkan dosa. Pada limit f(x)/x=0, tindakan yang kita lakukan senantiasa tak terkendali apakah itu yang baik atau yang buruk. Alangkah baiknya bahwa setiap harinya kita memohon ampunan untuk menuju pendekatan limit pada rumus tersebut menuju angka 0.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  70. Pada fungsi onto bijektif atau korespondensi 1-1 kita juga bisa melihat bahwa jabat tangan bisa merupakan suatu contoh operasi untuk saling memaafkan. Setiap hamba yang berjabat tangan saling maaf memaafkan, semoga dosa diantara keduanya dihapuskan, semoga bisa menjalani hidup lebih nyaman lagi.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  71. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Artikel ini meyakinkan bahwa setiap bidang ilmu memiliki keterkaitan dengan spiritual. Matematika juga menunjukkan bahwa alam semesta ini tidak ada batasnya dan manusia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan alam semesta. Sungguh tidak ada yang mampu menghitung banyak kuasanya. Alhamdulillah terima kasih atas hasil pemikirannya, semoga kita semakin berilmu semakin meningkatkan ketaqwaan kita terhadap Allah swt.

    ReplyDelete
  72. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Terimakasih atas wawasan barunya, saya baru sadar kalau banyak materi matematika yang selama ini hanya saya pikir sebagai materi duniawi saja ternyata banyak kaitannya dengan ilmu-ilmu kehidupan dan akhirat yang kompleks. Semoga dengan artikel ini kita semakin memperbaiki ibadah dan semakin introspeksi diri.

    ReplyDelete
  73. Dalam hal kematian pun ada matematikanya. Himpunan orang yang hidup tidak bisa digabungkan sekaligus dengan orang yang mati. Semoga hidup dan mati kita hanya untuk Allah SWT.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  74. Doa adalah juga ada matematikanya. Setiap doa yang kita panjatkan hanya mengharap ridho dari Allah SWT.

    Ikhtiar itu adalah matematika. Setiap ikhtiar yang kita lakukan selalu harus diimbangi di dalam hati kita dengan Allah SWT.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  75. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Matematika ibadah, dari ulasan ini saya dapat disimpulkan bahwasanya dalam beribadah kita harus menyeimbangkan antara pikiran, hati dan tuntunan yang diberikan Allah SWT. Selain itu belajar matematika ternyata dapat kita integrasikan dan interkoneksikan dengan ilmu agama. Salah satunya x^0 = 1 dapat dihubungakan dengan ikhlas. Misalnya x itu dianalogikan dengan semua orang dan 0 dianalogikan dengan ikhlas beribadah, sedangkan 1 dianlogikan dengan kekuasaan tugas. Maka x^0=1 dapat menjelakan bahwasanya setiap orang yang melalukan ibadah dengan ikhlas dan diridhoi Allah, maka insyaallah ibadah tersebut akan diterima oleh Allah swt. Oleh karena itu niatkan semua yang kita lakukan untuk ibadah, maka jika allah ridho kita akan mendapatkan kenikmatan dunia dan akhirat. Terimakasih.

    ReplyDelete
  76. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan postingan di atas dapat disimpulkan bahwa belajar matematika merupakan suatu ibadah. Tidak hanya dalam bidang matematika, bidang lain pun jika ditelaah juga merupakan ibadah, karena belajar merupakan ibadah. Semua diciptakan oleh Allah dan akan kembali kepada Allah. Dalam melakukan ibadah diperlukan niat dan hati yang ikhlas sesuai tuntutan Allah SWT, karena sesuatu jika dikerjakan dengan ikhlas maka akan terasa nikmat dan senang hati dalam mengerjakannya. Lain halnya jika dilakukan dengan pikiran saja maka ibadah yang dikerjakan akan terbatas sebagai kewajiban saja.

    ReplyDelete
  77. Pangestika Nur A
    PEP B- Pascasarjana
    17701251037

    Tulisan yang sangat menarik. Ternyata pembelajaran matematika dapat juga diaplikasikan dalam hal religi. Saya setuju dengan kesimpulan perkataan dari Semar bahwa jangan sekali-kali hanya menggunakan matematika untuk urusan ibadah. Matematika Allah berbeda dengan matematika makhluk. Ketika bersedekah uang misalnya, dalam hitungan manusia uang yang dimiliki akan berkurang tetapi hitungan Allah tidaklah demikian. Sejatinya ketika bersedekah uang kita tidaklah berkurang, uang kita justru bertambah.

    ReplyDelete
  78. Matematika itu juga adalah tidur. Dalam hal ibadah tak sepatutunya kita selalu bermatematika atau pikiran saja, tapi gunakanlah hati nurani kita yang sesungguhnya punya jawaban atas semua pertanyaan hidup dan jangan lupa Allah SWT telah menurunkan tuntutan hidup yaitu Al-Quran.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  79. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Tulisan matematika ibadah dapat dikatakan sindiran terhadap perhitungan pahala dan dosa dimana ibadah memiliki beberapa variable yang dapat dirumuskan dan di-angka-kan. Pada dasarnya semua perintah dan larangan dari Allah SWT selalu memiliki makna dibaliknya dan merupakan sesuatu yang logis, sehingga sesuai dengan konsep matematika yang selalu beralasan dan logis dalam perumusannya. Namun konsep agama begitu banyak memiliki variable maka tingkat kerumitan menjadi sangat tinggi. Hal ini yang menjadikan ibadah sulit untuk dirumuskan mengingat otak manusia yang hanya dapat difungsikan sekitar 20% dari keseluruhan fungsi otak. Lebih lanjut, disinilah peran dari rasul dan kitabnya untuk memberikan kemudahan bagi umat manusia dalam menyederhanakan rumus masuk surga.

    ReplyDelete
  80. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Setiap ilmu pasti ada manfaatnya, dalam hal tersebut diatas menjelaskan manfaat mempelajari matematika dalam kehidupan sehhari-hari, matematika adalah ilmu yang pasti, didalamnya kita mempelajari suatu hubungan, bisa dianalogikan ke dala kehidupan nyata, dimana kita bisa membuat penalaran kita semakin baik ataupun bisa semakin buruk, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

    ReplyDelete
  81. matematika urusan dunia, tidak digunakan oleh hati
    karena maatematika bersifat relatif berbeda dengan hati
    mengajarkan juga agar jiwa lebih damai untuk saya pribadi


    Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    ReplyDelete
  82. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Matematika adalah ibunya ilmu pengetahuan. Matematika tidak hanya bisa dipandang sebagai ilmu murni atau ilmu eksak tapi ilmu matematika juga terkandung banyak makna tentang kehidupan. Bila kita cermati banyak prinsip-prinsip matematika yang sejalan dengan spiritual. Namun kita tidak boleh hanya terpaku dengan ilmu matematika dan atau pikiran dalam beribadah. Kembalikanlah segala sesuatunya pada kitab suci dan hadis karena itulah sebenar-benar sumber ilmu. Dan bila masih disinggahi kebingungan tentang sesuatu yang tidak dibahas dalam dua tuntunan tersebut maka ikutilah kata hatimu.

    ReplyDelete
  83. Tico Miladina
    14301244014
    S1 Pendidikan Matematika

    Matematika dari jabat tangan memang kerap sekali muncul dalam pembelajaran matematika. Namun, saya takjub dengan hal seperti lebaran, dosa, ikhlas, yang berkaitan dengan agama memiliki rumus matematika sendiri. Salah satu yang saya tangkap disini adalah nilai 0, bagiamana bisa nilai 0 dikaitkan dengan ikhlas? Jika nilai tersebut bukan 0, melainkan sesuatu yang tak terhingga, apakah akan berarti "sangat tidak ikhlas"?

    ReplyDelete
  84. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Matematika mengajarkan kita untuk selalu siap dan harus bisa dalam memecahkan masalah agar ketika melanjutkan sekolah yang lebih tinggi kita tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti seleksi tes masuk. Sedangkan ibadah mengajarkan kita untuk selalu siap dan harus bisa mencari ridhonya Allah agar kelak ketika kita sudah dijemput oleh sang kuasa kita memiliki bekal iman dan taqwa serta amal ibadah yang akan kita pertanggung jawabkan kelak. Jadi hidup di dunia ini sama dengan sebuah filosofi seperti menyemai bibit di ladang yang luas.

    ReplyDelete
  85. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Belajar ilmu matematika apabila hanya menggunakan pikiran saja, maka yang terjadi adalah rasa sombong dan merasa telah mengetahui banyak ilmu. Mempelajari matematika hendaknya juga menggunakan hati dan diniatkan sebagai ibadah. Ibadah agar mendapat ilmu matematika, ibadah agar dapat menerapkan ilmu matematika, dan bagi guru ibadah agar dapat mengejarkan ilmu matematikanya sehingga menjadi amal jariyah.
    Matematika sebagai ibadah maknanya bagi saya ialah selalu ikhlas dan semangat dalam belajar matematika, menerapkannya dalam kehidupan demi kebaikan, serta mengajarkannya kepada siswa saya agar kelak menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak terputus walau kita telah meninggal. Aamiin.

    ReplyDelete
  86. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Manusia di muka bumi berkewajiban untuk beribadah kepada Allah SWT. Beribadah kepada Allah SWT tidak hanya melalui pikiran saja, melainkan harus dengan semua aspek yang dimiliki manusia, seperti hati, lisan, dan tindakan. Segala ibadah tersebut tetu harus sesuai dengan tuntunan dari Allah SWT. Sebagai contohnya, seperti dalam matematika yaitu mengikuti kebenaran yang sudah ada dan meyakini kebenarannya. Akan tetapi, matemematika hanya sebagian kecil cara manusia dalam beribadah kepada Allah. Terdapat aspek-aspek lain yang dapat dianalogikan seperti manusia beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  87. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Matematika adalah ilmu yang berkaitan dengan kebenaran secara logika. Matematika pun dapat membantu memberikan penjelasan dengan bahasa simbolik secara ilmiah terhadap Islam, sebagai contoh bagaimana kita bersedekah, bagaimana hubungan matematika dengan keikhlasan, maupun kebenaran kebenaran yang tertulis dalam Al-Qur'an yang dapat dibuktikan juga menggunakan matematika.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orang Islam itu harus pandai bermatematika. Matematika adalah ilmu pasti yang tidak akan pernah menggunakan rumus kemungkinan, sehingga hasilnya pun pasti bukan mungkin. Untuk menyelesaikan suatu soal dalam matematika, dibutuhkan rumus yang tepat agar dapat dihasilkan jawaban yang tepat pula atau yang sesuai dengan apa yang diharapkan.

      Delete
  88. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Beribadah merupakan suatu kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh umat yang ada di dunia. Hal ini mencerminkan bahwa manusia hanyalah segelintir pasir yang suatu saat pasti akan berkumpul disuatu titik, dimana jika pada saat itu tiba maka setiap orang akan diminta pertanggungjawabannya dalam peribadatan yang telah dilakukannya selama dia hidup. Ibadah yang kita lakukan tidak dapat dihitung seperti yang kita lakukan dalam proses pembelajaran matematika, karena yang tau jumlah dan kadar serta kualitas ibadah kita hanyalah sang Illahi yang telah menciptakan kita di dunia ini, yang selalu kita sembah dalam setiap do’a yang kita tuturkan dalam ibadah wajib maupun ibadah sunnat yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  89. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Ibadah ada di langit. Matematika yang merupakan pikir ada di bumi. Bagaimana bisa mengukur apa yang ada di langit menggunakan apa yang ada di bumi? Karena sesungguhnya jika kita masih menggunakan pikir itu adalah urusan bumi, belum sampai ke urusan ibadah kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekedar sharing yaa sist Rigia..., saya Luluk Mauluah Dikdas S3.
      Matematika merupakan hasil olah pikir makhluk bumi, dan dapat mendekatkan makhluk bumi untuk memahami langit. Menurut Reys et al [Helping Children Learn Mathematics :1998,p 2]:
      ”..........Mathematics is a study o patterns and relationships, is a way of thinking, is an art, is a language, and is a tool. ..........”
      Nah..., kedudukan matematika sebagai alat ini yang dapat digunakan untuk sekedar mencari setitik sinar bagaimana urusan ibadah itu. Terutama dalam mengukur, menghitung, sehingga manusia mempunyai bayangan seberapa sih, yang dimaksud itu.
      1. Misal di konsep Islam: ada konsep pahala, 10 kali, 100 kali dsb. Contoh lain: jika salat berjamaah maka pahalanya lipat 27 derajat.
      2. Misal saat membahas akhirat ada istilah abadi..., seberapa sih abadi itu?
      Jika dicontohkan vonis seorang pencuri: nenek Minah mencuri 3 kakao milik PT Rumpun Sari Antan [m.detik.com, 11 Mei 2016] dan diganjar hukuman 1 bulan 15 hari. Jika 1 kakao dihargai 5 ribu , maka 3 kakao= 15 ribu. Bandingkan maka jika ada koruptor terbukti mengambil uang rakyat 1T, pun andaikan dibagi 50 orang koruptor, maka seorang koruptor dapat bagian 20 M, maka mariii kita hitung hukumannya berapa tahun mestinya jika disejajarkan dengan nenek Minah tadi.
      20 M= 20.000 jt jika dibagi 15.000, hasilnya = 1.333.333, 333 kali banyaknya.
      Kalikan dengan lamaa hukuman: 1 bulan 15 hari diringankan, dibulatkan jadi 1 bulan maka hukumannya adalah 1.333.333 bulan, jika dibagi 12 maka satuannya menjadi tahun yaitu hasilnya = 111.111, 111 tahun ...Dapat dilihat di sini bahwa abadi nampak nyata dengan bantuan matematika [Ket: koruptor dihukum seratus sebelas ribu seratus sebelas tahun] Jika satu geerasi umurnya 100 tahun, maka hukumannya menghabiskan lebih dari 1000 turunan...jauuuuh..., tak hanya 7 turunan hehe...
      3. Kisah Muwafiq dari Damaskus tak kalah menginspirasi berkaitan dengan matematika ibadah. Muwafiq yang menabung untuk berhaji, mengurungkan niatnya berhaji, tapi menghabiskan uangnya untuk sodakoh pada keluarga miskin tetangganya. Dan balasannya adalah: Muwafiq membuat orang yang berhaji tahun itu mabrur karena ridla pada apa yang dilakukannya.
      Dari sini coba kita hitung, jika dikurskan biaya haji 35 jt dikalikan sebanyak kuota haji Indonesia saja [ tidak sedunia] kuranglebih 200.000 orang, berarti sodakoh yang diberikan Muwafiq senilai 35 jt x 200.000= 7.000.000 jt = 7T....
      Naaah...itu baru hitungan matematika bumi, yang nampak,...maka yang tidak nampak: keridlaan Allah swt Tuhan Pengasih Penyayang...tak bisa lah makhluk ini menghitung...
      Tapi nampak nyata, matematika bisa membantu manusia memaknai jalan ibadahnya...
      .........
      Mari..., kita lanjut sharing ini...
      Salam matematika membumi melangit...

      Delete
  90. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Kajian tentang matematika ibadah berarti berkaitan dengan amal baik dan amal buruk. Karena ibadah itu sejatinya adalah kumpulan ketaatan manusia sebagai hamba. Namun amal buruk merupakan pengurang akan amal baiknya. Sehingga semakin banyak amal buruk yang dilakukan manusia maka semakin berkurangnya amal baiknya. Semoga kita selalu menjadi hamba yang terus memohon ampunan atas segala dosa yang telah kita lakukan setiap saat, baik yang disadari ataupun tidak.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  91. Junianto
    PM C

    Dari postingan ini bisa saya pahami kaitan antara matematika dengan ibadah. Jika selama ini matematika hanya menggunakan pikiran saja maka untuk mengaitkan matematika dengan ibadah maka harus digunakan hati juga. Pikiran untuk menilai benar dan salah, sementara hati untuk menilai baik dan buruknya sesuatu. Maka dari itu, perlu juga kita menggunakan hati etika belajar matematika sehingga kita tidak hanya berorientasi pada hasil yang benar tetapi juga pada proses yang baik. Harapannya dengan cara seperti ini tidak akan dijumpai siswa yang mencontek, dll.

    ReplyDelete
  92. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Jika matematika kita ajarkan kepada peserta didik bukan untuk mengejar akurikulum namun lebih condong pada apa yang dibutuhkan peserta didik, maka sebenarnya kita telah melakukan ibadah karena tidak terlalu menuntut apa yang sebenarnya tidak mereka kuasai. Selain itu, jika kita memberikan yang terbaik dan totalitas dalam memberikan pengetahuan mengenai matematika, hal tersebut juga dihitung sebagai ibadah. Namun harus digaris bawahi, usahakan selalu membaca basmallah karena jika memulai sesuatu dengan basmallah maka akan memberikan hal yang positif terhadap apa yang akan kita lakukan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  93. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Leres pak. Matematika menika gadhahi kathah manfaat kagem gesang kita sedaya. Ananging kaitanipun ibadah, mboten pareng namung ngandalaken pikiran kalian matematika. Ibadah menika kedhah ngagem ati lan tuntunan ingkang sampun kaparingaken Allah dhumateng kita sedaya. Kita kedhah ikhtiar, doa, ugi tawakal dumateng Allah SWT. Mugi kita sedaya dipun ridhoi Allah. Amin

    ReplyDelete
  94. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari legei diatas dapat kita pahami bahwa dalam berfikir jangan hanya menggunakan logika tapi gunakanlah juga hati sebagai penuntun dan pembatasmu. Saat loginka bisa menyesatkan kita disitulah hati berfungsi untuk membawa kita kembali kepada jalan yang diridhoi oleh Allah SWT

    ReplyDelete
  95. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saya tertarik dengan "Ikhtiar itu rumusnya _f(x)=1_. Dimana x adalah segala ikhtiarmu, dan 1 adalah Esanya Alloh atau Kuasa Alloh SWT. Lakukanlah ihtiar sesuka hatimu asal semuanya dalam atau menuju ridlo Alloh SWT" hal ini mengajarkan bahwa kita harus memaksimalkan usaha atau ikhtiar dan dapat dilakukan dengan berbagai cara, namun tidaklah perlu kita mendiktekan hasilnya, karena hasil yang kita peroleh merupakan kewenangan Allah, Dalam ikhtiar tanamkanlah keikhlasan dalam berikhtiar agar kita mampu bersyukur menerima apapun hasil ikhtiar kita. dan tidak lupa ikhtiar kita hanya meminta hasil pada Allah bukan pada yang selain Allah.

    ReplyDelete
  96. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs Pend Matematika C 2017

    Matematika merupakan ilmu implementasi dalam beribadah. Seperti cara menghilangkan dosa.
    Dengan menggunakan rumus lim f(x)/x = 0, dimana x menuju ~. f(x) adalah tindakanmu. x adalah permohonan ampunmu menuju ~,apabila diibaratkan bilangan itu dosa misalkan diambil bilangan 1. Bilangan 1 dibagi x( permohonan ampunmu bilangan tak hingga) sama dengan 0,sebagai manusia yang mempunyai dosa bagaimana caranya kita melakukan usaha dalam bentuk permohonan ampun semaksimal mungkin supaya hasilnya menjadil nol, ini artinya jika Allah SWT ridho dengan usaha yang dilakukan maka dosanya akan diampuni menjadi nol.

    ReplyDelete
  97. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Setelah membaca artikel yang berjudul matematika ibadah,saya mendapat pengetehuan baru ternyata setiap kegiatan yang dilakukan manusia di dunia ini memiliki hubungan dengan matematika, termasuk juga ibadah. Meskipun tidak semua ilmu Matematika tidak dapat diimplementasikan dalam beribadah, tetapi dari beberapa contoh yang bapak berikan kami menjadi semakin termotivasi dalam mempelajari matematika. Terimakasih atas Ilmu baru yang Prof Marsigit telah diberikan, semoga semakin banyak lagi ilmu yang kami peroleh setelah membaca blog dari Prof Marsigit.

    ReplyDelete
  98. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Dalam mengejar dan menuntut ilmu adalah ibadah. Semua yang dikerjakan dalam hidup ini, yang bernilai baik tetap ada nilai ibadah. Matematika, jika dikerjakan dengan hati dan pikiran serta bernilai baik untuk diri sendiri dan orang lain, maka akan ada nilai ibadah disitu. Akan tetapi jika manusia mengandalkan matematika tanpa tuntunan agama, maka tetap tidak ada nilai ibadah di hadapan Allah.

    ReplyDelete
  99. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B
    Matematika dapat digunakan untuk mengggambarkan kegiatan sehari-hari kita. Selama ini matematika merupakan representasi dari berbagai kejadian yang ada dalam kehidupan. Misalnya proses bertambahnya penduduk setiap tahun, itu dapat dimodelkan secara matematika. Demikian juga dengan ibadah, ternyata juga dapat digambarkan secara matematika.

    ReplyDelete
  100. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Matematika dan ibadah keduanya memiliki keterkaitan. Matematika dan ibadah mengenal adanya benar dan salah. Begitu pula ibadah. Ibadah dan urusan duniawi seharusnya seimbang. Seringkali pekerjaan yang banyak ini melalaikan segalanya. Melalaikan pekerjaan yang lebih ke akhirat, dalam hal ini ibadah. Seringkali pekerjaan duniawi melalaikan ibadah kepadaNya.

    ReplyDelete
  101. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Seseorang yang menguasai ilmu matematika seharusnya menyadari betapa pentingnya ibadah dalam menjalani hidup ini. Semakin seseorang menguasai ilmu matematika, seharusnya pikirannya lebih terbuka dan daya nalarnya mampu untuk memahami apa arti penting dari ibadah bagi dirinya untuk bekal di dunia maupun di akhirat.

    ReplyDelete
  102. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Ternyata matematika sangatlah dekat dengan kehidupan kita, banyak aspek yang menunjukkan konsep matematika dalam kehidupan. Saya jadi berpikir bahwa sebelum ada istilah matematika sebenarnya matematika sudah ada dan para ahli baru mengemukakan istilah matematika. Hal ini membuat matematika jauh dari kehidupan, padahal kita dapat mempelajari matematika lewat budaya kita sehari-hari.

    ReplyDelete
  103. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Matematika adalah ilmu, ilmu itu bisa kita gunakan untuk beribadah. Manusia belajar matematika adalah untuk membuka pikirannya. Tetapi dalam belajar kita juga harus membuka hati kita, supaya kita sadar bahwa kita belajara itu adalah ibadah. Belajar tanpa ibadah hanyalah kesombongan yang akan kita dapat. Kita akan semaki tersesat dalam pikiran kita. Orang yang cerdas pikiran tetapi tidak beribadah adalah orang yang sangat berbahaya, membahayakan diri sendiri dan orang lain.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  104. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Setinggi-tingginya ilmu yang kita miliki kita harus kembali menyadari bahwa segala sesuatunya tidak terlepas dari nikmat Allah SWT. ilmu pengetahuan sellau berkaitan dengan kuasa Allah. sehingga sebagai hambanya kita harus senantiasa bersyukur dan berdoa dengan khusuk menggunakan hati kita.

    ReplyDelete
  105. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Dibalik rumus matematika, dibalik simbol-simbol dan notasi, kita bisa memaknai dari berbagai sisi atau sudut pandang termasuk dari kacamata spiritual. Hal ini terkait pula metafisik dalam simbol, rumus, atau notasi matematika. Pemaknaan secara spiritual ini mengarahkan kita untuk lebih dekat pada Allah SWT setelah mempeljaari konsep matematika.

    ReplyDelete
  106. Azamul Fadhly Noor Muhammad
    17706261006
    PPs S3 Pendidikan Dasan Konsesntrasi Matematika SD

    Setelah saya membaca artikel bpk Prof., saya jadi memahami konsep matematika bila ditarik suatu korelasi dengan ibadah. Ternyata matematika juga bisa dibawa fleksibel sesuai dengan apa yang kita hadapi. Seperti pertemuan minggu lalu yang mana Bpk Prof. menyebut matematika dibagi menjadi 4 bagian, yaitu matematika di Langit, Matematika di Bumi, Matematika Tetap dan Matematika Berubah. Konsep artikel ini kalau boleh saya hubungkan dengan matematika di langit, maka matematika ini hanya bisa ditelaah oleh orang-orang yang mempunyai pengetahuan luas tentang bidang matematika, atau dengan kata lain matematika ditingkat tinggi.

    ReplyDelete
  107. M. Zainudin
    16701261019
    PEP
    f(x)=0, dimana x adalah tindakan, maka jika harga x bernilai positif, maka harga pengampunan 0, logis.
    Allah maha luar biasa, matematika bagian dari anugerah yang menyimpan berbagai makna untuk direnungi

    ReplyDelete
  108. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  109. Luluk Mauluah
    Dikdas S3 17706261012

    Hehe ...Semar..., gimana pendapatmu kalau ada yang bilang seperti ini: relasi atau fungsi bisa juga menggambarkan matematikane perkawinan, tetapi ya...bisa menyimpang dari matematika ngibadah.
    Kalau di 6 negara ini: Norwegia, Islandia, Kanada, Swedia, China, dan India: jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan[tribunnews.com: 17 Des 2017]
    Semisal mau menjodohkan perkawinan dengan domainnya perempuan, maka fungsinya tidak pernah onto/surjektif. Tetapi kalau mau poliandri..., berarti yang terjadi adalah bukan fungsi tetapi relasi saja. Naah..., kalau mau poligami, jelaslah semakin banyak laki-laki yang jomblo...haha....., tetapi masih berupa fungsi siiih...

    ReplyDelete
  110. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301241046
    manusia yang memiliki iman kepada Tuhan Yang Maha Esa wajib juga mendalami ilmu pengetahuan untuk mempertebal keimanan, serta memahami bagaimana sesungguhnya kebesaran Tuhan. Ibadah pun harus dilakukan berdasarkan ilmu agar ibadah yang dilakukan dapat mengantarkan kita dalam surga-Nya kelak. Ilmu matematika yang pasti dan abstrak ternyata memiliki korelasi dengan ibadah, seperti yang telah ditulis oleh bapak Marsigit. Selain hal tersebut, masih banyak hal dalam matematika yang dapat dianalogikan dengan bagaimana ibadah kita. Salah satunya adalah Keimanan manusia. Diriwayatkan oleh Imam al-Hakim dalam Mustadrak-nya, dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda,, “Sesungguhnya iman akan rusak dalam diri kalian laksana rusaknya baju, maka mohonlah kepada Allah untuk memperbarui iman dalam kalbu kalian.”
    Sehingga dapat kita ketahui bahwa iman seseorang dapat rusak dan terperbaharui, bahwa dari waktu ke waktu keimanan para manusia tidak stabil, kadang naik dan kadang turun. Karena itu, keimanan manusia dapat di gambarkan grafiknya pada koordinat kartesius dan akan menyerupai grafik fungsi Sinus atau Cosinus, yaitu jika nilai x bertambah besar, maka nilai y terkadang naik dan terkadang turun. Jika dianalogikan dengan iman, manusia yang berada pada titik puncak keimanannya kepada Allah SWT, maka dia sedang berada di titik ekstrim maksimum dan derajatnya dapat melampaui para malaikat. Sebaliknya jika manusia melakukan dosa yang besar dan melupakan Allah SWT, maka dia sedang berada di titik ekstrim minimum dan derajatnya bisa lebih rendah dari hewan.

    ReplyDelete
  111. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301241046
    manusia yang memiliki iman kepada Tuhan Yang Maha Esa wajib juga mendalami ilmu pengetahuan untuk mempertebal keimanan, serta memahami bagaimana sesungguhnya kebesaran Tuhan. Ibadah pun harus dilakukan berdasarkan ilmu agar ibadah yang dilakukan dapat mengantarkan kita dalam surga-Nya kelak. Ilmu matematika yang pasti dan abstrak ternyata memiliki korelasi dengan ibadah, seperti yang telah ditulis oleh bapak Marsigit. Selain hal tersebut, masih banyak hal dalam matematika yang dapat dianalogikan dengan bagaimana ibadah kita. Salah satunya adalah Keimanan manusia. Diriwayatkan oleh Imam al-Hakim dalam Mustadrak-nya, dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda,, “Sesungguhnya iman akan rusak dalam diri kalian laksana rusaknya baju, maka mohonlah kepada Allah untuk memperbarui iman dalam kalbu kalian.”
    Sehingga dapat kita ketahui bahwa iman seseorang dapat rusak dan terperbaharui, bahwa dari waktu ke waktu keimanan para manusia tidak stabil, kadang naik dan kadang turun. Karena itu, keimanan manusia dapat di gambarkan grafiknya pada koordinat kartesius dan akan menyerupai grafik fungsi Sinus atau Cosinus, yaitu jika nilai x bertambah besar, maka nilai y terkadang naik dan terkadang turun. Jika dianalogikan dengan iman, manusia yang berada pada titik puncak keimanannya kepada Allah SWT, maka dia sedang berada di titik ekstrim maksimum dan derajatnya dapat melampaui para malaikat. Sebaliknya jika manusia melakukan dosa yang besar dan melupakan Allah SWT, maka dia sedang berada di titik ekstrim minimum dan derajatnya bisa lebih rendah dari hewan.

    ReplyDelete
  112. Lisfiyati Mukarromah
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301241042

    Assalamualaikum wr. wb.
    Saya setuju dengan postingan bapak Marsigit.
    Sebagai umat beragama,segala sesuatu kita harus diniati dengan ibadah agar mendapat ridho Allah SWT. Belajar matematikapun harus kita niati dengan ibadah. Kita juga bisa memandang matematika dari sudut pandang yang berbeda, yaitu sudut pandang agama seperti pada contoh-contoh dalam postingan di atas. Selain pada contoh-contoh diatas, kita juga bisa melihat bahwa agama Islam sangat erat kaitannya dengan matematika. Contoh realnya yaitu dalam menghitung harta yang wajib dizakati, kita juga memerlukan ilmu matematika.
    Intinya kita belajar ilmu apapumn, harus kita niati dengan ibadah. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang bisa semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.
    Terimakasih,...

    Wassalamualaikum Wr. wb

    ReplyDelete
  113. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Ilmu matematika dapat dikaitkan dengan ibadah, akan tetapi ibadah belum tentu semuanya bisa dikaitkan dengan ilmu matematika melainkan kembali lagi sebagai kehendak Allah SWT. Sayogyanya ilmu matematika adalah ilmu yang didapat dengan berpikir, mengandalkan penalaran. Sedangkan ibadah tidak hanya berpikir, melainkan mencakup berbagai aspek baik secara lisan, dengan hati maupun tindakan. Maka dari itu kita menghindari yang namanya mengandalkan pikiran saja saat beribadah, tetapi juga harus menggunakan hati dan sesuai dengan tuntunan dan syariat yang diajarkan.

    ReplyDelete
  114. Alvi Khoirunnisak
    15301241012
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Cerita yg sangat bagus,Pak.
    Bagi saya sendiri, banyak hal yang dapat dipelajari dari matematika. Salah satu contoh, Matematika dapat melatih seseorang utk selalu teliti dan berhati-hati melalui operasi hitung dalam menyelesaikan suatu masalah. Salah satu langkah menghitung, salah tanda positif dan negatif, dapat membuat hasil juga salah. Dan lain sebagainya, seperti yang telah Bapak sebutkan.
    Tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat. Ilmu apapun, memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Matematika sendiri, tanpa disadari selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk urusan agama.
    Jumlah dan urutan rukun iman, rukun islam, dan sebagainya tentu membutuhkan peran bilangan dan angka. Hal lain dalam agama yg membutuhkan matematika adalah perhitungan zakat dan hak waris misalnya. Kapan suatu harta benda dikatakan mencapai nisab utk wajib zakat, dan seterusnya.
    Terlepas dari itu semua, ilmu apapun yg seseorang miliki, haruslah diamalkan dan diterapkan utk hal-hal yg baik. Agar ilmu tersebut bermanfaat. Akan sia-sia jika seseorang memiliki banyak ilmu namum tidak diamalkan. Apalagi digunakan untuk hal-hal yg mebawa mudhorot.
    Semoga ilmu yg Bapak bagikan dapat bermanfaat bagi kami semua. Dan semoga kami juga dapat mengamalkan ilmu yg sudah kami dapatkan.
    Terimakasih Pak..

    ReplyDelete
  115. Luluk Mauluah
    17706261012 Dikdas S3

    Diskusi kepada sist Rigia Tirza:

    Sekedar sharing yaa sist Rigia..., saya Luluk Mauluah Dikdas S3.
    Matematika merupakan hasil olah pikir makhluk bumi, dan dapat mendekatkan makhluk bumi untuk memahami langit. Menurut Reys et al [Helping Children Learn Mathematics :1998,p 2]:
    ”..........Mathematics is a study o patterns and relationships, is a way of thinking, is an art, is a language, and is a tool. ..........”
    Nah..., kedudukan matematika sebagai alat ini yang dapat digunakan untuk sekedar mencari setitik sinar bagaimana urusan ibadah itu. Terutama dalam mengukur, menghitung, sehingga manusia mempunyai bayangan seberapa sih, yang dimaksud itu.
    1. Misal di konsep Islam: ada konsep pahala, 10 kali, 100 kali dsb. Contoh lain: jika salat berjamaah maka pahalanya lipat 27 derajat.
    2. Misal saat membahas akhirat ada istilah abadi..., seberapa sih abadi itu?
    Jika dicontohkan vonis seorang pencuri: nenek Minah mencuri 3 kakao milik PT Rumpun Sari Antan [m.detik.com, 11 Mei 2016] dan diganjar hukuman 1 bulan 15 hari. Jika 1 kakao dihargai 5 ribu , maka 3 kakao= 15 ribu. Bandingkan maka jika ada koruptor terbukti mengambil uang rakyat 1T, pun andaikan dibagi 50 orang koruptor, maka seorang koruptor dapat bagian 20 M, maka mariii kita hitung hukumannya berapa tahun mestinya jika disejajarkan dengan nenek Minah tadi.
    20 M= 20.000 jt jika dibagi 15.000, hasilnya = 1.333.333, 333 kali banyaknya.
    Kalikan dengan lamaa hukuman: 1 bulan 15 hari diringankan, dibulatkan jadi 1 bulan maka hukumannya adalah 1.333.333 bulan, jika dibagi 12 maka satuannya menjadi tahun yaitu hasilnya = 111.111, 111 tahun ...Dapat dilihat di sini bahwa abadi nampak nyata dengan bantuan matematika [Ket: koruptor dihukum seratus sebelas ribu seratus sebelas tahun] Jika satu geerasi umurnya 100 tahun, maka hukumannya menghabiskan lebih dari 1000 turunan...jauuuuh..., tak hanya 7 turunan hehe...
    3. Kisah Muwafiq dari Damaskus tak kalah menginspirasi berkaitan dengan matematika ibadah. Muwafiq yang menabung untuk berhaji, mengurungkan niatnya berhaji, tapi menghabiskan uangnya untuk sodakoh pada keluarga miskin tetangganya. Dan balasannya adalah: Muwafiq membuat orang yang berhaji tahun itu mabrur karena ridla pada apa yang dilakukannya.
    Dari sini coba kita hitung, jika dikurskan biaya haji 35 jt dikalikan sebanyak kuota haji Indonesia saja [ tidak sedunia] kuranglebih 200.000 orang, berarti sodakoh yang diberikan Muwafiq senilai 35 jt x 200.000= 7.000.000 jt = 7T....
    Naaah...itu baru hitungan matematika bumi, yang nampak,...maka yang tidak nampak: keridlaan Allah swt Tuhan Pengasih Penyayang...tak bisa lah makhluk ini menghitung...
    Tapi nampak nyata, matematika bisa membantu manusia memaknai jalan ibadahnya...
    .........
    Mari..., kita lanjut sharing ini...
    Salam matematika membumi melangit...

    ReplyDelete
  116. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007

    f(x)=0 adalah suatu fungsi tindakan dan niat yang bernilai positif, akan mendapatkan dosa sebesar 0. sayangnya, kadang ada orang yang melakukan suatu hal yang positif namun ada hal negatif yang ada dibaliknya. kadang ada orang yang melakukan hal yang baik namun memiliki niat maupun tujuan yang buruk.
    sungguh luar biasa jika dapat memaknai ilmu yang didapat dan menghubungkannya dengan nilai - nilai kehidupan maupun menghubungkannya dengan ibadah. hal ini akan menambah kebermanfaatan ilmu tersebut. ilmu yang baik dan akhlak yang baik, insyaAllah akan menuntun kita menuju kebahagiaan dunia akhirat.

    ReplyDelete
  117. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Matematika Ibadah
    Setelah membaca artikel dari bapak Prof. Marsigit saya jadi mengerti bahwa matematika dapat dikaitkan dengan ilmu ibadah, namun semuanya dikembalikan lagi kepada Allah SWT. Memang benar bahwa tidak akan ada ilmu yang tidak bermanfaat dalam kehidupan seseorang, asalkan orang tersebut mau menerapkannya dengan baik. Namun menurut saya terkait cara menghilangkan dosa tidak hanya dengan rumus f(x)/x=0, dimana x menuju tak hingga. Walaupun dengan keterangan bahwa f(x) merupakan banyaknya dosa seseorang, kemudian orang tersebut melakukan banyak tindakan untuk memohon ampun sebesar x sampai tak hingga, maka jika Allah meridhoi dosa orang tersebut akan diampuni menjadi 0 karena Allah maha pengampun. Namun jika orang tersebut hanya mengandalkan pernyataan bahwa seberapa banyak dosa yang diperbuat akan selalu diampuni Allah dengan cara memohon ampun secara terus menerus, tidak menandakan bahwa orang tersebut bersungguh-sungguh untuk mengakui kesalahannya, dan akan terus melakukan kesalahan karena yakin dengan rumus tersebut. Seharusnya setiap orang yang benar-benar ingin bertaubat dan menghilangkan dosa, mereka perlu menanamkan pada diri mereka untuk tidak lagi berbuat dosa walaupun yakin bahwa Allah maha pengampun. Hidup dan mati seseorang tidak ada yang tahu, maka dari itu apabila ingin menghapus dosa jangan sampai terus menerus melakukan kesalahan karena tau bahwa Allah akan mengampuninya tetapi harus berhenti melakukan hal yang berdosa tersebut sebelum terlambat untuk memohon ampun kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  118. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Matematika ibadah yang telah dipaparkan secara gamblang oleh Pak Marsigit sangatlah benar. Memang benar semua hal yang kita lakukan harus diniatkan untuk ibadah termasuk dalam mempelajari dan mendalami ilmu matematika. Ilmu pengetahuan yang saat ini sudah ada di dunia ataupun belum ada yang mengetahuinya sejatinya semua berasal dari Yang Maha Mengetahui, sehingga seharusnya dengan memplejari suatu ilmu pengetahuan dapat menambah iman kita terhadap Sang Pemilik Ilmu bukan sebaliknya.

    ReplyDelete
  119. Woro Alma manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Setelah membaca postingan di atas, pemikiran saya menjadi terbuka bahwasanya ilmu matematika juga dapat dikaitkan dengan ilmu agama. Ini dapat diartikan bahwa matematika merupakan salah satu disiplin ilmu pengetahuan yang digunakan sebagai pendekatan dalam menjelaskan ajaran agama. Hal ini dapat menambah keyakinan seseorang bahwa semua ilmu pengetahuan itu bernilai kebaikan dan bisa mengantarkan kepada kebaikan pula serta meningkatkan keimanan dan kedekatan kepada Allah. Ketika kita beribadah hendaknya memang jangan hanya didasari dengan matematika atau pikiran saja sepeti yang disampaikan oleh Bapak Marsigit, namun juga perlu diimbangi dengan ilmu lainnya khususnya sesuai syariat agama.

    ReplyDelete
  120. Finda Ayu Annisa
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241024

    Setelah saya membaca artikel yang dituliskan oleh Pak Marsigit, saya baru mengerti “Apakah matematika ibadah itu?”. Dari artikel tersebut telah dipaparkan bahwa ilmu matematika dapat dikaitkan dengan ibadah, tetapi tidak bisa semua dan tidak boleh semua ilmu matematika dikaitkan dengan ibadah. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya ibadah tidak hanya berfikir tetapi ibadah harus menggunakan rasa, hati, doa, barokah, ikhtiar, dan takdir, sedangkan ilmu matematika adalah ilmu untuk berfikir. Apabila kita mencari ilmu matematika dengan niat dan jalan yang ikhlas serta Allah meridloinya maka insya Allah dosa dosa orang yang saling bersalaman diampuni.

    ReplyDelete
  121. Alvi Khoirunnisak
    15301241012
    Pendidikan Matematika A 2015
    S-1
    Terimakasih telah membagikan cerita yg luarbiasa Pak :)
    Selama ini beberapa kali saya mendapat pertanyaan bagaimana menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin dari cerita Bapak ini saya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tsb.
    Bagi saya sendiri, matematika dapat mengajarkan banyak hal. Salah satunya melatih untuk teliti dalam setiap hal. Dalam manghitung suatu jawaban matematika misalnya. Tanda operasi, koma, dab angka benar-benar harus teliti. Karena salah satu langkah saja, hasil akhirnya juga akan salah.
    Dan ilmu apapun yg kita miliki, hanya dg menuntut ilmu tsb saja sudah mendapatkan banyak kebaikan. Apalagi jika kita mengamalkan dan membagikan ilmu tersebut kepada orang lain.
    Semoga ilmu yg Bapak sampaikan dapat selalu kami amalkan :)

    ReplyDelete
  122. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari tulisan Pak Marsigit tersebut saya mengerti bahwa ternyata matematika dapat dikaitkan dengan ilmu agama. Setiap ilmu yang kita pelajari pastilah bermanfaat. Ilmu apapun itu memiliki peranannya masing-masing dalam kehidupan. Termasuk ilmu matematika yang memiliki peran sendiri dalam urusan agama. Jumlah rukun iman, rukun islam dan rakaat shalat pun menggunakan angka yang erat kaitannya dengan matematika. Selain itu, menurut saya dalam ibadah pun seseorang harus pandai dalam ber-matematika. Matematika adalah ilmu yang pasti sehingga hasilnya pun akan “pasti” bukan “mungkin”. Untuk menyelesaikan soal matematika juga dibutuhkan rumus yang tepat agar mendapatkan jawaban yang benar. Setelah menggunakan rumus yang tepat, maka selanjutnya diperlukan langkah yang tepat agar soal dapat terselesaikan dengan benar. Sama halnya dengan ibadah, diperlukan rumus dan langkah yang tepat agar hasilnya pun benar dihadapan Allah S.W.T. Rumus yang tepat dalam ibadah adalah Al-Quran, langkah yang tepat adalah apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dan hasilnya adalah keselamatan fiddunya wal akhirat.

    ReplyDelete
  123. Hanifah Prisma Sindarus
    15301241002
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari tulisan Pak Marsigit tersebut saya mengerti bahwa ternyata matematika dapat dikaitkan dengan ilmu agama. Setiap ilmu yang kita pelajari pastilah bermanfaat. Ilmu apapun itu memiliki peranannya masing-masing dalam kehidupan. Termasuk ilmu matematika yang memiliki peran sendiri dalam urusan agama. Jumlah rukun iman, rukun islam dan rakaat shalat pun menggunakan angka yang erat kaitannya dengan matematika. Selain itu, menurut saya dalam ibadah pun seseorang harus pandai dalam ber-matematika. Matematika adalah ilmu yang pasti sehingga hasilnya pun akan “pasti” bukan “mungkin”. Untuk menyelesaikan soal matematika juga dibutuhkan rumus yang tepat agar mendapatkan jawaban yang benar. Setelah menggunakan rumus yang tepat, maka selanjutnya diperlukan langkah yang tepat agar soal dapat terselesaikan dengan benar. Sama halnya dengan ibadah, diperlukan rumus dan langkah yang tepat agar hasilnya pun benar dihadapan Allah S.W.T. Rumus yang tepat dalam ibadah adalah Al-Quran, langkah yang tepat adalah apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dan hasilnya adalah keselamatan fiddunya wal akhirat.

    ReplyDelete
  124. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Setelah saya membaca artikel Pak Marsigit, saya menyadari bahwa ada banyak sekali konsep dalam matematika yang berkaitan dengan ibadah. Dalam hal beribadah kita harus menggunakan hati dan tuntunan yang diberikan oleh Allah SWT yaitu senantiasa berniat bahwa ibadah itu ditujukan kepada Allah SWT. Karena apabila kita melakukan ibadah dengan cara yang benar tetapi niatnya tidak ditujukan kepada Allah SWT maka hal tersebut tidaklah bernilai ibadah bahkan akan dinilai sebagai suatu dosa. Sama halnya dalam belajar matematika, kita harus mempelajarinya dengan cara yang benar dan bersungguh-sungguh serta berniat untuk ibadah, agar setiap kesulitan yang kita hadapi dalam belajar matematika tetap kita jalani dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  125. Sinta Mutiara Dewi
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241018

    Saya setuju dengan tulisan Pak Marsigit pada postingan bapak di atas. Apa yang bapak tulis menambah pemahaman saya mengenai matematika ibadah. Ternyata banyak sekali keterkaitan matematika dengan ibadah. Kita bisa beribadah di dalam matematika. Namun tidak semua hal tentang matematika berkaitan dengan ibadah, karena matematika adalah ilmu yang melibatkan pikiran, sedangkan dalam beribadah melibatkan rasa, hati, doa, berkah, ikhtiar, dan takdir, tidak hanya melibatkan pikiran. Sehingga dalam beribadah, kita tidak boleh hanya mengandalkan matematika atau pikiran saja, namun hati dan tuntunan agama juga harus dilibatkan agar ibadah kita mendapat ridlo dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  126. Fitria Restu Asuti
    15301241040
    Pendidikan Matematika A 2015

    Maa syaa Allah, sangat luas ilmu yang ada di dunia ini semata-mata untuk menunjukkan besarnya kuasa Allah swt. Setelah membaca artikel bapak, saya sadar bahwa dari segi matematika saja sudah begitu banyak istilah yang menggambarkan konsep iman, islam dan ikhsan bahkan sampai pada kematian. Lantas bagaimana jika seluruh konsep ilmu yang ada di dunia ini dapat dipelajari oleh manusia? Apakah manusia masih lalai atas nikmat Robbnya?
    Namun seperti halnya pepatah yang disampaikan oleh Buya Hamka "Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Sedangkan ilmu tanpa iman bagaikan lentera di tangan pencuri". Hal ini mengingatkan kita bahwa antara iman dan ilmu harus selalu berjalan beriringan agar ibadah kita terlaksana dengan tepat dan ilmu kita, kita manfaatkan dengan benar.

    ReplyDelete
  127. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  128. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    Pendidikan Matematika I 2015

    Saya sependapat dengan kesimpulan yang diberikan pada artikel “Matematika Ibadah” oleh Prof. Marsigit di atas, kurang lebihnya menurut saya adalah bahwa sudah menjadi kewajiban bagi umat manusia untuk menyembah Tuhannya. Terkhusus bagi seorang muslim, menuntut ilmu adalah bentuk ibadah dan wajib hukumnya. Salah satu ilmu yang harus dipelajari yaitu matematika. Yangmana matematika pasti mengandalkan pikiran dan berkutat pada ranah realm logic. Bisa dikatakan bahwa matematika merupakan ilmu yang paling dekat dengan Allah SWT, karena didalam kitab suci Al- Qur’an pun berisi banyak intisari dari ilmu matematika di dalamnya, seperti misalnya perhitungan untuk menentukan kapan puasa, pertimbangan hisab, dan ketentuan zakat yang dihitung dengan penuh pertimbangan, keakuratan, serta logis . Dan melalui matematika dapat mendekatkan manusia dengan Tuhan, karena matematika memang rasional, dalam artian dengan nalar yang baik kita dapat menyadari betapa hebatnya Allah SWT dengan segala ciptaannya yang teratur, berfungsi, dan saling berkesinambungan, namun dalam hal ini menggunakan pikiran saja untuk menyembah Tuhannya belumlah cukup, karena keikhlasan serta ketaqwaan juga perlu digunakan. Karena ridho Allah SWT tidak pernah diketahui pasti dari sisi mana Dia melihat kesungguhan hambanya dalam beribadah. Seperti kutipan quotes Einstein bahwa “Science without religion is lame, and religion without science is blind”. Dalam hal ini saya berpandangan bahwa antara ilmu pengetahuan (matematika) dan agama (ibadah) haruslah seimbang dan berjalan seiringan.

    ReplyDelete
  129. Siti Efiana
    15301241029
    Pendidikan Matematika I 2015

    Saya sangat terkesan dengan postingan Bapak. Postingan Matematika Ibadah ini membuka pikiran saya bahwa Ilmu matematika memang sangat bisa dikaitkan dengan ilmu Agama :)
    Seperti yang kita tahu, berdakwah dan menyerukan kebaikan memang kewajiban dari seorang insan, sehingga dengan mengaitkan matematika dengan hal-hal yang telah disebutkan di atas, sedikit banyak kita bisa mendulang pahala, yaitu dengan mengajarkan ilmu matematika dan berdakwah.
    Kemudian, postingan ini.juga merupakan dasar untuk mematahkan argumen bahwa ilmu matematika (selain perhitungan) jarang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena pada kenyataannya, matematika memang sangat lekat pada kehidupan kita.

    ReplyDelete
  130. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Cerita/artikel yang bagus dan menarik. Setelah membaca postingan cerita/artikel ini saya jadi mengetahui lebih banyak lagi dalam matematika yang dapat dihubungkan dengan ibadah. Sebagai umat islam memang sudah sejatinya beribadah kepada Allah swt, dan umat non islam pun juga haruslah tunduk dan patuh terhadap Tuhannya. Cerita ini mengajarkan mempelajari ilmu matematika tidak hanya untuk pengetahuan semata, namun juga mengajarkan spiritual. Matematika dapat dihubungkan dengan setiap perbuatan ibadah kepada Allah SWT. Rumus f(x) = ~ misalnya, dapat diartikan jika x suatu kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas maka hasilnya pun bisa tak terbatas, sesuai dengan kehendak Allah swt. Namun ibadah tidak hanya mengandalkan pemikiran matematika saja. Sependapat dengan kesimpulan Semar, urusan ibadah dilakukan dengan hati ikhlas atau ridho dalam ikhtiar, doa, dan tawakal kepada Sang Pencipta sesuai dengan tuntunan yang telah diberikan melalui kitab Suci serta para Nabi dan Rasul Nya.

    ReplyDelete
  131. Bayu Widyanto
    15301244010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Setelah membaca postingan mengenai matematika ibadah, ternyata banyak sekali hal yang dapat dikaitkan dengan matematika. Memang matematika banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu saya setuju bahwa
    jangan sekali kali hanya mengandalkan matematika atau pikiran saja untuk urusan ibadah, tetapi gunakan hati dan tuntunan yang telah diberikan Allah SWT melalui kitab Suci, para Nabi, Hadist dan Ulama. Karena memang ibadah memerlukan pikiran dan hati( jiwa raga).

    ReplyDelete
  132. Intan Heryani Putri
    15301241011
    Pendidikan Matematika I 2015

    Saya sangat suka membaca postingan ini. Benar, saya sepakat dengan isinya. Ibadah tak melulu soal sholat dan puasa. Bukan selalu tentang berceramah di atas mimbar, di hadapan jamaah dalam masjid. Ibadah adalah juga tentang matematika. Belajar matematika adalah ibadah, jika diniatkan untuk mencari ilmu dalam mencari ridho Allah. Kuliah di Pendidikan Matematika juga ibadah, jika lagi-lagi niatnya ikhlas lillahi ta’ala. Dan seseorang akan mendapatkan tergantung apa yang dia niatkan. Satu hal yang tak kalah menarik tentang rumus matematika pernah saya dapatkan juga di Training ESQ (Emotional and Spiritual Quotient), ZMP namanya. Zero Mind Process, proses menzerokan hati dan pikiran. Mengenolkan Tuhan- Tuhan lain selain-Nya sebagai bentuk kepasrahan penuh hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mengenolkan semua belenggu kehidupan yang menjauhkan diri dari Tuhannya. Sehingga 1 diri kita, 1 hati kita ini, satu tauhid kita ini, jika dibagi dengan 0 dalam materi limit maka akan menghasilkan takhingga (~) dimana artinya ketakhinggaan itu lah kedekatan kita pada-Nya. Semakin 0 gangguannya, semakin besar nilainya menuju tak hingga, semakin dekat kita kepada Tuhan kita. Jadi ketika kita mengenolkan alias membersihkan hati kita, maka kita akan mendekat kepada Yang Maha Tak Terhingga.

    ReplyDelete
  133. assalamualaikum wr,wb
    Ki nawe… saya IBU linda,tki di malaysia
    mengucapkan banyak2 terima
    kasih kepada ki.Nawe
    atas dana ghaib yang
    kemarin aki berikan alhamdulillah ternyata itu benar2 ada
    dan berkat bantuan
    ki nawe saya bisa
    melunasi semua hutan2
    orang tua saya yang ada di
    BANK BRI dan bukan hanya
    itu AKi NAWE alhamdulillah
    sekarang saya sudah bisa
    bermodal sedikit untuk
    mencukupi kebutuhan
    keluarga saya sehari2. itu
    semua berkat bantuan KI NAWE sekali lagi
    makasih banyak yah KI NAWE…
    yang ingin merubah nasib
    seperti saya hubungi KI NAWE di nomor
    0852-1837-9259 dijamin
    100% ada atau silahkan
    buktikan sendiri PESUGIHAN TAMPA TUMBAL

    ReplyDelete
  134. Eka Susanti
    15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    MasyaAllah, artikel yang sangat menarik sekali. Belajar ibadah di matematika. Komsep-konsep ini dapat kita ajarkan kepada semua orang terutama anak-anak agar mereka merasakan kebermaknaan matematika. Bukan hanya sekedar mengoperasikan angka-angka tapi juga meresapi makna khusus di dalamnya. Sangat bermanfaat untuk memotivasi mereka. Apalagi untuk meningkatkan rasa iman dan taqwa kita kepada Tuhan. Bukan hanya intelektual saja yang harus kita asah tapi juga emosi dan spiritual.

    ReplyDelete
  135. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Terima kasih bapak atas artikel yang sangat luar biasa. Dari artikel bapak tersebut kami belajar memaknai matematika dari sudut pandang spiritual. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi kami para calon pendidik, mengingat seorang pendidik bukan hanya bertanggung jawab atas pengajaran ilmu tapi juga moral. Dengan makna-makna diatas akan membuat siswa lebih memaknai pembelajaran matematika sekaligus memotivasi mereka agar lebih bertaqwa.

    ReplyDelete
  136. Yuni Pratiwi
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241005

    Terima kasih pak, setelah saya membaca artikel bapak ini pikiran saya menjadi lebih terbuka terutama dalam belajar matematika. Selama ini mungkin saya belum melibatkan aspek spiritual saya dalam belajar matematika. Dengan adanya pemaparan dari bapak diatas yang sangat gamblang insyaAllah akan memberikan sudut pandang lain terhadap matematika, bahwasannya Matematika tidak hanya sekedar berhitung tetapi juga tentang bagaimana kita mengaitkan dengan aspek spiritual kita. Pak saya mau bertannya, bagaimana cara agar kita (calon pendidik) dapat belajar matematika dengan melibatkan aspek spiritual secara keseluruhan agar kelak ilmu yang akan kita tebar juga Barakah?
    terimakasih

    ReplyDelete
  137. Isykarima Nur Salamah
    15301241032
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Setelah saya membaca artikel bapak saya sangat terkesan. Kenyataannya matematika slalu dijadikan momok oleh sebagian banyak pelajar. Dibalik semua itu matematika sangat banyak kaitannya dengan kehidupan sehari hari, apalagi kaitannya dengan ibadah seperti pada artikel bapak. Apalagi ibadah adalah suatu kewajiban khususnya bagi yg beragama islam.
    Terimakasih artikel bapak telah memotivasi saya dan para pembaca agar mengikutsertakan aspek spiritual dalam mempelajari matematika.
    Hal ini sangat bermanfaat bagi kami yg kelak akan menjadi seorang pendidik, agar kami dapat mengajarkan matematika dengan bermakna. Meskipun tidak menjadi seorang gurupun hal ini dapat bermanfaat dalam mendidik anak kelak, karna orang tua adalah guru pertama yg dimiliki anak.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  138. Alfiani Indah Puspita Sari
    15301241027

    Saya terkesan dengan artikel yang bapak tulis. Saya menjadi tahu banyak sekali hal dari matematika yang dapat kita kaitkan dengan ibadah. Hal yang demikian bisa kita gunakan untuk memotiviasi spiritual siswa. Sehingga pada saat melakukan proses pembelajaran, kita tidak hanya menyampaikan materi, tapi juga memotivasi siswa dalam hal spiritual. Selain itu, saya juga sangat setuju dengan kesimpulan yang bapak berikan, bahwa sebagai ciptaan Allah, kita harus senantiasa beribadah kepada-Nya, senantiasa menaati aturan dan menjauhi larangannya sesuai yang ada pada Al Quran dan Hadist.

    ReplyDelete
  139. endar chrisdiyantoApril 2, 2018 at 9:59 PM

    Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika a 2015
    15301244011
    Setelah membaca artikeli matematika ibadah ini, isinya sangat berkesan. Ibadah itu tidak hanya berpikir tapi juga dengan hati dan perasaan. Matematika ibadah ini memberikan pencerahan bahwa hidup yang dijalani saat ini haruslah menyertakan Allah SWT disetiap melangkah. Semua yang dijalanakan , smeua yang dialami dan semua yang ditakdirkan sudah diatur oleh Allah dan manusia hanya menjalankan perntah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Matematika ibadah ini memberikan gambaran bahwa kehidupan yang dijalani saat ini sudah ada rumus seperti matematika pada umunya. Akan tetpai rumus kehidupan ini hanya Allah SWTyang tahu dan sebagai umat manusia sennatasa meningkatkan rasa syukur pada Allah dari apa yang sudah diberikan.

    ReplyDelete
  140. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Matematia berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.
    Saya terkesan dengan artikel ini karena membuat saya mengerti bahwa ilmu matematika dapat dikaitkan dengan kehidupan spiritual (ibadah). Dari artikel ini juga semakin mengerti bahwa Segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan merupakan rencana dan kehendak Tuhan dan yang perlu digaris bawahi adalah ibadah jangan hanya mengandalkan matematika (pikiran saja) tetapi gunakan hati dan tuntunan dari Tuhan.

    ReplyDelete
  141. Farisa Yunilasari
    15301241025
    Pendidikan Matematika A 2015

    Setelah saya membaca blog di atas ternyata matematika dan ibadah memiliki keterkaitan. Segala sesuatu di dunia ini atas rencana dan kehendak alloh. Ibadah dan urusan duniawi seharusnya seimbang. Seringkali pekerjaan yang banyak ini melalaikan segalanya. Melalaikan pekerjaan yang lebih ke akhirat, dalam hal ini ibadah. Seringkali pekerjaan duniawi melalaikan ibadah kepadaNya. Oleh sebab itu janganlah memikirkan matematika saja atau ibadah saja , akan tetapi memikirkan keduanya .

    ReplyDelete
  142. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas cerita yang menarik tentang ibadah dan matematika. hampir semua masalah di dalam kehidupan menggunakan matematika. Matematika selalu digunakan di dalam kehidupan. seperti saat kita melakukan transaksi jual-beli, kita belajar Kimia Fisika juga menggunanakan Matematika. dan ternyata saat kita meninggal nanti juga berhubungan dengan matematika. seperti yang sudah disebutkan bahwa amalan baik kita sebut sebagai bilangan positif, sedangkan amalan yang buruk kita sebut sebagai bilangan negatif. matematika juga digunakan untuk menghitung zakat dan sebagainya.dan kelak matematika juga akan digunakan untuk menghisab amal perbuatan kita di Yaumul Hisab.

    ReplyDelete
  143. Siti Nur fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Saya sangat terkesan dengan artikel yang Prof tulis. Matematika memang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. dan ternyata matematika dapat dikaitkan dengan ibadah. Dari artikel tersebut kita bisa belajar memaknai matematika dilihat dari sudut pandang spiritual. Hal tersebut menyadarkan kepada kita bahwasannnya sebagai seorang pendidik tugas kita tidak hanya mentransfer ilmu-ilmu matematika saja tetapi kita juga harus menanamkan nilai-nilai agama pada proses pembelajaran. Sehingga menyadarkan siswa bahwa hidup itu tidak hanya soal duniawi saja.

    ReplyDelete
  144. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika

    Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu'alaykum Wr. wb.
    Terimakasih pak, dengan membaca artikel ini saya mendapat ilmu baru bahwa matematika dapat dikaitkan dengan ibadah, tetapi semua tetap kembali kepada Allah SWT. Saya tertarik dengan perkataan Semar bahwa untuk menghilangkan dosa "Gunakan rumus _lim f(x)/x = 0_, dimana x menuju ~. f(x) adalah tindakanmu. x adalah permohonan ampunmu menuju ~, artinya mohon ampun secara terus menerus dengan sepenuh hati. Dosamu bilangan tertentu, yang terbagi dengan permohonan ampunmu bilangan tak hingga, jika Alloh SWT, ridho, insya Alloh dosamu diampuni, yaitu menjadi 0." dalam hal tersebut kita telah mengaitkan matematika dalam ibadah, tetapi saat matematika dikaitkan dengan ibadah maka kita tidak hanya mengandalkan pikiran saja, melainkan menggunakan hati dan tuntunan yang telah diajarkan, karena segala yang terjadi adalah kehendak dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  145. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Saya sangat terkesan dengan tulisan Bapak. Tulisan ini membuat saya berpikir, “wah ternyata hubungan matematika dengan ibadah sangat erat dan nyata.” Dan tentu hubungan-hubungan tersebut belum pernah terpikirkan oleh saya.
    Setelah membaca tulisan di atas, tentu saya setuju dengan kesimpulan yang Bapak tuliskan, bahwa dalam urusan ibadah kita tidak dapat hanya mengandalkan pikiran dan matematika, namun harus menggunakan hati dan tuntunan-tuntunan yang sudah ada seperti kitab suci, hadits-hadits, dan ulama. Karena seperti yang kita ketahui, sekarang banyak sekali manusia yang hanya mengandalkan pikiran mereka, tanpa menggunakan hati dan tuntunan yang sudah diberikan oleh Allah swt dalam hal beribadah yang berdampak pada tidak sampainya keterbatasan pemikiran manusia dalam memahami kekuasaan Allah, sehingga menimbulkan pertentangan-pertentangan antara pemikiran dan hati serta tuntutnan-tuntunan yang ada.
    Tulisan yang sangat menginspirasi dan membuka pikiran, Pak.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  146. Okta Islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Cerita yang sangat menarik dan mengesankan. Bagi beberapa orang atau bahkan banyak orang menganggap matematika itu sekedar ilmu hitung yang abstrak dan tidak ada kaitanya dengan kehidupan sehari-hari, padahal matematika lebih dari itu. Matematika adalah ilmu yang dekat dengan kita.
    Dalam kehidupan sehari-hari, matematika dapat dikaitkan dengan ibadah. Matematika dan ibadah seperti subset, dimana ibadah adalah semestanya dan matematika himpunan bagiannya. Di setiap ilmu yang ada pada matematika akan selalu ada nilai ibadahny namun tidak sebaliknya. Seperti pada kesimpulan ceritadi atas, lewat matematika kita bisa beribadah. Namun, ibadah yang kita lakukan tidak bisa hanya mengandalkan matematika dan pikiran, tapi memerlukan hati, keikhlasan, serta tuntunan yang sudah ada. Oleh karena itu, kita harus melakukannya secara berimbang namun tetap mendahulukan ibadah karena segala hal yang terjadi adalah kehendak Allah SWT.

    ReplyDelete
  147. Julialita Muhariani
    15301241004
    Pendidikan Matematika A 2015

    Saya tertarik pada kalimat yang berbunyi bahwa: x^0 = 1. x itu sembarang orang. 0 itu ikhlas dalam beribadah. 1 itu kuasa Tuhan. Kita sebagai hamba-Nya telah mengetahui tugas kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada-Nya. Jadi, kita harus senantiasa meniatkan segala perbuatan (baik) dengan tujuan semata-mata untuk beribadah kepada Allah dan mendapatkan ridho dari-Nya dengan hati serta pikiran yang ikhlas tanpa mengharap sesuatu yang lain. Masalah diterima tidaknya amal ibadah kita hanya Allah yang tahu, yang perlu kita lakukan adalah menjalankan semua perintah-Nya dengan ikhlas tanpa memikirkan rumus matematika untuk menghitung manfaat apa yang akan diperoleh jika kita telah beribadah kepada Allah.

    ReplyDelete
  148. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismillah,
    Terimakasih atas postingannya Pak, sangat bermanfaat sekali. Setelah saya membaca postingan Bapak di atas, pemikiran saya jadi lebih terbuka. Saya jadi menyadari bahwa matematika memiliki banyak keterkaitan dengan ibadah. Seperti yang Bapak contohkan di atas, matematika itu manut aturan, manut rumus, sama hal nya dengan taqwa dalam beribadah, yaitu mengikuti aturan yang Allah tetapkan. Saya juga jadi tersadar bahwa ternyata kita dapat berdakwah melalui matematika. kkhususnya bagi yang kelak akan menjadi guru. SIswa tidak hanya diajarkan tentang ilmu-ilmu matematikanya saja, tetapi juga kaitannya dengan agama/spiritual. Sehingga, semakin banyak ilmu matematika yang diterima siswa, semakin tinggi pula keimanannya.

    ReplyDelete
  149. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika a 2015
    15301244011
    Setelah membaca artikeli matematika ibadah ini, isinya sangat berkesan. Ibadah itu tidak hanya berpikir tapi juga dengan hati dan perasaan. Matematika ibadah ini memberikan pencerahan bahwa hidup yang dijalani saat ini haruslah menyertakan Allah SWT disetiap melangkah. Semua yang dijalanakan , smeua yang dialami dan semua yang ditakdirkan sudah diatur oleh Allah dan manusia hanya menjalankan perntah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Matematika ibadah ini memberikan gambaran bahwa kehidupan yang dijalani saat ini sudah ada rumus seperti matematika pada umunya. Akan tetpai rumus kehidupan ini hanya Allah SWTyang tahu dan sebagai umat manusia senantiasa meningkatkan rasa syukur pada Allah dari apa yang sudah diberikan

    ReplyDelete
  150. Lisfiyati Mukarromah
    15301241042
    Pendidikan Matematika A 2015
    Program S1
    Segala perbuatan baik jika kita niatkan dengan ibadah, maka akan mendapatkan pahala. Begitu juga belajar ilmu matematika, jika kita bisa melihat dari sudut pandang ibadah dan kita niatkan belajar matematika untuk ibadah, maka bisa mendapatkan pahala.
    Berdasarkan yang saya pahami dari tulisan Prof Marsigit di atas, matematika sangat erat kaitannya dengan ibadah. Banyak ilmu matematika yang bisa dikaitkan dengan ibadah, tetapi tidak semua ibadah bisa dikaitkan dengan ilmu matematika. Matematika adalah ilmu tentang berpikir dan berlogika, sedangkan ibadah itu tidak hanya satu aspek berpikir saja, namun juga meliputi beberapa aspek lain, diantaranya yaitu perasaan, hati,barokah, ikhtiyar, takdir dan keyakinan, serta harus sesuai dengan syariat Islam
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  151. Dwi Nur Rohman
    15301244006
    Pendidikan Matematika I 2015
    Program S1

    Cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan bermacam-macam. Menuntut ilmu bahkan sudah dijelaskan oleh Allah dalam Al Qur’an bahwa barang siapa yang berilmu dan beramal soleh, maka akan ditingkatkan derajatnya beberapa derajat. Salah satu cara beribadah adalah dengan menuntut ilmu. Tetapi masih banyak cara lain dalam beribadah. Dan tentu saja ilmu yang didapat akan bernilai ibadah ketika bisa diamalkan dan bermanfaat untuk orang lain. Jangan sampai dengan ilmu yang didapat hanya akan menimbulkan kesombongan, karena ilmu dalam hal ini matematika hanyalah sebagian kecil dari ilmu-ilmu yang ada di dunia, dan hal tersebut perlu diimbangi dengan ilmu akhirat.

    ReplyDelete
  152. Rina Anggraeni
    15301241043
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Terima kasih atas cerita di atas Prof. Saya jadi sadar dan mengetahui bahwa dalam melakukan segala hal di dunia ini jangan hanya mengandalkan pikiran saja, gunakan hati juga. Apalagi dalam urusan ibadah, haruslah sesuai dengan ketentuan Allah SWT dan dengan niat yang benar-benar ditujukan hanya karena Allah ta'ala.

    ReplyDelete
  153. Hartanti Siamah
    15301241017
    Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih prof atas cerita yang prof berikan. Saya sangat terkesan pada cerita tersebut dan menambah wawasan bagi saya. Matematika bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari pada sesuatu yang tidak banyak kita ketahui. Matematika itu ibadah namun ibadah tidak bisa hanya mengandalkan matematika, tetapi juga menjalankan segala tuntunan yang telah diberikan Alloh SWT melalui kitab Suci, para Nabi, Hadist dan Ulama.

    ReplyDelete
  154. Muhammad Labib Hidayaturrohman
    15301241023
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Terimakasih pak atas ilmu yang bapak berikan,menurut saya kita sebagai manusia yang taat pada Allah SWT. Wajib mematuhi segala perintah-Nya. Salah satu pertintahnya adalah menuntut ilmu. Salah satu ilmu yang ada adalah matematika yang melatih diri kita dalam berpikir logis dalam hidup ini. Ibadah dalam Islam juga dapat dimisalkan dalam bentuk matematika seperti yang bapak sebutkan dalam artikel bapak, saya merasa senang dan lebih terbuka pikiran saya ketika saya membaca artikel bapak. Namun saya percaya bahwa tida dapat dimisalkan oleh matematika, karena dalam beribadah kita tidak boleh menggunakan pikir secara penuh, yang kita butuhkan juga adalah rasa, hati, doa, dll sehingga kesimpulan yang bisa saya ambil adalah kita belajar matematika dapat menjadi sebagian dari ibadah kita, namun tidak sepenuhnya. Terimakasih

    ReplyDelete
  155. Amayda Ade Pramesti
    15301244012
    S1 Pend.Mat A 2015

    dari postingan diatas, saya dapat menemukan makna matematika dalam ibadah. Terutama untuk Ikhlas yang dikaitkan dengan materi x^0 = 1, hal ini memaknai bahwa setiap manusia dari pangkat tertinggi maupun rendah jika beribadah dengan ikhlas maka setiap ibadah yang dilakukan pasti akan diridoi oleh Allah SWT. Terimaksih Prof atas ilmu yang sudah diberikan

    ReplyDelete
  156. Nurrina Rhomadita
    15301241026
    Pendidikan Matematika I 2015

    Dari cerita diatas dapat saya petik ilmu bahwa semua ilmu yang kita miliki, semua ilmu yang ada di dunia ini seluruhnya diturunkan oleh Allah SWT. segala bentuk pengetahuan itu memiliki makna dan kegunaan dengan tujuan yang baik yang dikemas dalam bentuk/simbol yang berbeda - beda. tidak ada ilmu yang tidak baik, yang tidak baik adalah sikap manusia terhadap ilmu yang ada.

    ReplyDelete
  157. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Terimakasih atas postingannya prof, sungguh suatu artikel yang sangat menarik. Dari artikel tersebut dapat terlihat bahwa konsep-konsep dalam matematika sangat erat kaitannya dengan ibadah, yang kadang hal tersebut tidak dapat kita sadari. Dengan membaca artikel prof Marsigit mengenai matematika ibadah tersebut, telah menambah motivasi saya untuk dapat mempelajari matematika lebih lanjut. Disamping itu, saya sangat setuju dengan kesimpulan dari artikel tsb bahwa kita tidak boleh hanya mengandalkan pikiran untuk beribadah, melainkan dengan hati dan tuntunan yang telah diberikan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  158. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Dari percakapan Togog dan Semar, matematika adalah salah satu ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan ibadah. Simbol-simbol matematika dapat memberikan gambaran tentang dosa, pahala, hubungan anatar manusia,ikhlas,ikhtiar,tidur,dan menurut saya itu menarik sekali. Selain itu, matematika mengajarkan kita untuk bertaqwa sesuai dengan aturan dari pencipta kita. Hal utama dari ibadah dan taqwa adalah hati. Sehingga, pikiran dan hati harus seimbang agar dapat menjalani hidup yang selaras dengan aturan.

    ReplyDelete
  159. Seftika Anggraini
    18709251016
    PPs PM A 2018

    Dari percakapan tersebut dikatakan bahwa suami Isteri itu 2 himpunan yang saling berpotongan dan hubungan suami isteri bisa dikatakan sebagai relasi atau fungsi. Itu berarti bahwa suami dan isteri adalah dua hal yang saling berhubungan dengan kedudukan yang sama. Suami bukan superset dari isteri sebagai subsetnya seperti yang banyak terjadi bahwa suami sangat mendominasi isteri. Hubungan suami dan isteri yang baik adalah hubungan yang mencari ridha Allah SWT.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  160. Agnes Teresa Panjaitan
    S2 pendidikan matematika A 2o18
    18709251013

    Terimakasih pak, tulisan bapak memberikan kesan dan pesan yang cukup mendalam tentang matematika. Matematika adalah ilmu yang dekat dengan kehidupan sehari hari. Kita juga dapat mempelajari konsep matematika dalam aktivitas kita. Saya juga setuju dengan apa yang menjadi kesimpulan dari tulisan ini. Kita mempelajari matematika dengan berpikir dalam hidup dan ibadah juga boleh demikian, tetapi berpikir dengan logika saja tidak cukup, diperlukan hati yang murni untuk bisa memahami hal tersebut

    ReplyDelete
  161. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    Segala sesuatu yang kita lakukan itu secara ontologis itu adalah ibadah. Karena manusia itu diciptakan oleh Allah SWT sebenar-benarnya adalah untuk beribadah. Ibadah juga bisa berwujud banyak hal secara epistemologi dapat melalui matematika, ekonomi, kesenian, semut, air, metakognitif, metafisika dll. Dalam dunia pendidikan khususnya kurikulum terletak pada KI 1. Oleh karena itu, dalam beribadah tidak cukup hanya dengan menggunakan fikiran tetapi juga "rasa, ati, donga, barakah, ikhtiar, lan tekdir"

    ReplyDelete
  162. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    Matematika adalah objek fikir, sedangkan jika engkau berfikir maka pada hakekatnya engkau adalah sedang hidup. sebaliknya jika engkau hidup tetapi tidak berfikir, maka hakikatnya engkau adalah mayat hidup. mati yang hidup. Sehingga tentu saja matematika juga bisa digunakan untuk menggambarkan fenomena dan istilah dalam kehidupan manusia seperti yang Prof sampaikan di atas. Sungguh gagasasn yang sangat mendalam prof.

    ReplyDelete
  163. Elsa Apriska
    18709251005
    S2 PM A 2018

    Dari percakapan diatas membuka wawasan saya bahwa matematika ternyata tidak hanya sekedar ilmu hitung tetapi juga bisa dikaitkan dengan pemahaman spiritual dalam hal ini ibadah. Dari contoh-contoh yang dipaparkan semua sangat menarik seperti mengenai nilai positif pada pahala dan nilai negatif pada dosa, bahwa pahala yang kita peroleh akan berkurang seiring dosa yang kita perbuat walaupun tentu saja perhitungan pahala dan dosa tidak kita ketahui secara tepat karena hal itu merupakan kuasa-Nya. Percakapan diatas juga mengingatkan kita bahwa belajar tidak hanya menggunakan logika tetapi lebih dari itu hal penting yang harus digunakan adalah belajar dengan hati sehingga kita senantiasa bersyukur akan ilmu yang dikaruniakan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  164. Dini Arrum Putri
    18709251003
    S2 P Math A 2018

    Pada dasarnya matematika tidak hanya dipelajari sebagai pelajaran di sekolah saja. Matematika bisa dipelajari dimana saja, semua berhubungan dengan metamatika, seolah matematika hidup berdampingan dengan kita dan belajar Matematika itu merupakan ibadah, bahkan dalam al-quran pun dikatakan, contohnya saja masalah pembagian harta warisan, bagaimana kita bisa membagi warisan dengan adil dan sesuai syariat agama jika ilmu matematika kita masih rendah. Jadi segala sesuatu di dunia ada kerterkaitannya dengan matematika, di dalam aturan agama pun dijelaskan bahwa perlu belajar matematika untuk bisa menjadi pemimpin. Maka dari itulah matematika bisa disebut sebagai ibadah.

    ReplyDelete
  165. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    PPS Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr. wb.

    Terimakasih sebelumnya Pak atas ilmu baru yang telah Bapak berikan. Tidak dipungkiri bahwa matematika sangat banyak kaitannya dengan Agama. Salah satunya pada postingan tersebut yaitu hubungan matematika dan ibadah. Matematika tidak hanya berkaitan dengan ilmu-ilmu yang digunakan dalam hubungan manusia dengan manusia tetapi matematika juga dapat menjelaskan bagaimana hubungan kita dengan sang Maha Besar Alloh SWT. Dalam pembelajaran di sekolah juga bisa diterapkan pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan Agama sehingga selain dapat mengajarkan Ilmu matematika kepada siswa, guru juga dapat mengajarkan nilai-nilai Agama di dalamnya. Dengan demikian, semakin kita mendalami suatu ilmu, memahami suatu ilmu maka semakin bertambah pula ketaqwaan kita, semakin menyadari betapa ciptaan (Ilmu) Alloh SWT yang sungguh luar biasa. Subhanalloh.
    Wassalamu'alaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  166. Bayuk Nusantara KR.J.T
    18701261006
    S3 Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP)

    Terima kasih sudah mengingatkan kami untuk selalu menggunakan ke ikhlasan dalam beribadah, prof. Dari artikel tersebut, saya menemukan bahwa ketika kita beribadah, tidak perlu memperhjitungkan berapa pahala yang akan kita dapat karena itu semua hak prerogatif Allah SWT. Oleh karena itu, di akhir artikel disimpulkan bahwa ketika beribadah, kita harus menggunakan hati. Ibadah tidak boleh dilandasai dengan keterpaksaan karena takut akan dosa, tetapi ibadah harus dilandasi dengan hati dan tuntunan yang benar. Dengan demikian, kita akan ikhlas dalam melakukan ibadah tanpa memperhitungkan amalan yang sudah kita buat.

    ReplyDelete
  167. SUHERMI
    18709251007
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA A

    Penggalan cerita yang sederhana tapi penuh makna. Membuat saya menyadari bahwasannya segala bentuk perbuatan dalam kehidupan ada matematikanya, dimana perhitungan dan hasil akhirnya tetap di tangan Allah. Jadi hendaknya segala kebaikan yang kita lakukan hendaklah dilakukan dengan ikhlas dan di niatkan karena Allah, sehingga nantinya dapat bernilai pahala. Dan yang menarik bagi saya adalah bagaimana matematika menghilangkan dosa. Sungguh kita manusia tidak ada yang tidak berdosa, dan tak ada yang sanggup menghitung betapa banyak dosa yg telah kita lakukan. Dan cara menghilangkannya adalah dengan perbanyak tindakan memohon ampunan dan melakukan amal kebaikan serta mengingat bahwa ampunan-Nya sangat luas, sehingga kita tidak boleh berputus asa dari rahmat dan ampunan-Nya.

    ReplyDelete
  168. SUHERMI
    18709251007
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA A

    Penggalan cerita yang sederhana tapi penuh makna. Membuat saya menyadari bahwasannya segala bentuk perbuatan dalam kehidupan ada matematikanya, dimana perhitungan dan hasil akhirnya tetap di tangan Allah. Jadi hendaknya segala kebaikan yang kita lakukan hendaklah dilakukan dengan ikhlas dan di niatkan karena Allah, sehingga nantinya dapat bernilai pahala. Dan yang menarik bagi saya adalah bagaimana matematika menghilangkan dosa. Sungguh kita manusia tidak ada yang tidak berdosa, dan tak ada yang sanggup menghitung betapa banyak dosa yg telah kita lakukan. Dan cara menghilangkannya adalah dengan perbanyak tindakan memohon ampunan dan melakukan amal kebaikan serta mengingat bahwa ampunan-Nya sangat luas, sehingga kita tidak boleh berputus asa dari rahmat dan ampunan-Nya.

    ReplyDelete
  169. Yuntaman Nahari
    18709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Setelah membaca postingan matematika ibadah, saya mendapatkan banyak pelajaran baru dimana matematika dapat bernilai ibadah. Banyak sekali konsep matematika yang berhubungan dengan ibadah seperti yang tertera dalam postingan ini. Konsep tersebut dapat dijadikan pengingat bagi manusia agar selalu mengingat ibadah, melakukan segala sesuatu diniatkan untuk ibadah. Postingan ini sungguh menginspirasi saya, dimana ngibadah kui ora mung pikir. Ngibadah kui uga rasa, ati, donga, barakah, ikhtiar, lan tekdir. Jadi, matematika merupakan bagian kecil dari ibadah yang harus kita lakukan dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  170. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Matematika itu luas. Dari bacaan diatas bahwa matematika dan ibadah memiliki hubungan. Namun tidak lah semua ibadah dapat dimatematika. Ibadah merupakan hubungan manusia dengan Allah. Ibadah merupakan kesatuan dari pikiran, rasa, hati, doa, barokah, ikhtiar dan takdir. Sedangkan matematika merupakan olah pikir, olah pikir berkaitan dengan ilmu dan pengetahan. Dengan ilmu ibadah menjadi terarah. Menuntut ilmu merupakan ikhtiar untuk mendapatkan barakah, ketentraman hati, kemapanan dan bekal menjadi manusia yang beradab.

    ReplyDelete
  171. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Awalnya saya berpikir bahwa ibadah itu hanya pada saat kita berdoa atau secara khusus memisahkan diri dan datang pada Tuhan namun kenyataannya ibadah ada keseluruhan hidup manusia itu sendiri. Apa saja kegiatan yang dilakukan bahkan tidur sekalipun adalah ibadah. Termasuk dalam mempelajari matematika . Semua perilaku manusia dapat dihampiri dan paling tidak dapat dijelaskan oleh matematika tetapi pada akhirnya itu semua kembali pada kuasa Tuhan. Ini berarti bahwa kemampuan untuk memahami materi diberikan oleh Tuhan dan hasil dari pemahaman itu adalah dalam kuasa Tuhan juga, sehingga manusia tidak dapat meninggikan dirinya karena manusia bergantung pada Kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  172. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

    Sejatinya manusia diciptakan Allah SWT untuk beribadah, belajar adalah salah satu bentuk ibadah. Belajar ilmu matematika mengajarkan kita untuk memecahkan masalah- masalah di kehidupan ini. Tetapi setelah saya membaca postingan ini “Matematika Ibadah”, saya telah menyadari bahwa ilmu yang kita pelajari pada hakikatnya adalah sesuatu yang menjadikan seorang hamba semakin dekat dan takut terhadap Rabb-nya.

    ReplyDelete
  173. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  174. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Tulisan ini semakin menyadarkan saya bahwasanya matematika sejatinya sangat dekat dengan kehidupan kita. Dan jika kita mau menggunakan pikiran kita, mau melakukan olah pikir, maka akan ada makna kehidupan yang dapat kita ambil darinya. Terima kasih Prof.

    ReplyDelete
  175. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika 2018 A

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terimakasih Prof atas tulisan yang menginspirasi dan mengingatkan bagi para pembaca terutama saya sendiri. Dalam matematika ada yang namanya rumus, aturan logaritma, perkalian, pembagian, dan aturan yang lain semua itu dijadikan pedoman untuk memecahkan seberapa rumit soal matematika yang diberikan, begitu juga dengan kehidupan ada tuntunan yang dapat digunakan untuk membuat hati dan pikiran kita menjadi tenang dalam setiap aktivitas yang kita lakukan yaitu dengan beribadah. Bahwasannya semua hal dan pekerjaan yang kita lakukan di dunia ini harus diniatkan untuk selalu beribadah kepada Allah SWT. Tidak ada niat yang lain.

    ReplyDelete
  176. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamu"alaikum Wr. Wb
    Terima kasih atas ilmunya Prof. tulisan ini mengajarkan saya bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, semua karena "kuasa Allah". Oleh karena itu segala bentuk ibadah, amal, maupun perbuatan harusnya diniatkan memang semata-mata hanya karena Allah semata. Saya sangat setuju dengan kesimpulan dari semar, memang tidak seharusnya kita hanya mengandalkan pikiran semata dalam urusan ibadah. Karena kapan hanya mengandalkan pikiran semata, ibadah hanya akan berangkat dari niat yang salah dan langkah dalam ibadah kita akan salah arah atau tersesat, bisa saja ibadah itu dilakukan hanya karena ingin mengais perhatian orang lain, ingin mendapatkan popularitas, dsb. Tapi ibadah yang berangkat dari niat yang baik semata-mata karena Allah SWT InsyaAllah atas kuasa Allah akan sampainya ke Allah SWT juga. Agar perjalanan ibadah kita tidak tersesat atau berada dijalan yang benar maka kita butuh tuntunan yaitu kitab Suci, para Nabi, Hadist dan Ulama.

    ReplyDelete
  177. Nani Maryani
    18709251008
    S2 Pendidikan Matematika (A) 2018

    Assalamu'alaikum Wr. Wb
    Terimakasih banyak Prof. atas tulisannya yang menyadarkan saya bahwa sesungguhnya kita semua sebagai manusia wajib menuntut ilmu, termasuk ilmu Matematika. Matematika merupakan mother of science, sehingga semua yang didunia ini berhubungan dengan matematika. Akan tetapi, berbeda jika dalam hal beribadah kepada Allah SWT, sehebat-hebatnya kita dalam bidang matematika, tidak akan pernah bisa melebihi Allah dalam segala perhitungannya untuk dunia, baik dosa, pahala, jodoh, hidup maupun mati. Yang bisa manusia lakukan hanyalah berikhtiar, berserah diri, dan terus memperbaiki niat serta memperbaiki diri kita setiap harinya.

    ReplyDelete
  178. Samsul Arifin
    18701261007
    S3 PEP

    Dalam Ibadah selalu menggunakan ilmu matematika ("Berhitung")...Manusia dalam melakukan ibadah akan menghitung plus minus, untung rugi, tambah atau kurang, ganjaran atau hukuman, reward atau punishment terhadap apa yang telah dilakukan di dunia...Dengan menggunakan matematika dalam ibadah, manusia berusaha untuk mencapai keuntungan, kelebihan, surplus, nilai positif dari sang pencipta yang pada akhirnya mendapatkan reward "Surga" dikehidupan yg abadi.

    ReplyDelete
  179. Aji Joko Budi Pramono
    PEP S-3 thn 2018
    18701261003

    matematika adalah ibadah dari mulai arit matioka sederhana sampai terumit semua adalah ibadah...namun orang beribadah tidak hanya cukup dengan berfikir dan menganalisa angka-angka saja, namun beribadah harus secara totalitas mulai dari sikap, perilaku, tindakan, hati dan fikiran. Beribadah juga bisa melibatkan keluarga, baik hubungan antara orang tua dan anak, suami dan istri,jika dalam suatu keluarga terjadi keeratan baik fisik dan batin sehingga satu keluarga bisa hidup secara toleran maka hal tersebut j8uga bisa di sebut sebagai ibadah

    ReplyDelete
  180. Hendra B.
    PEP S.3 2018
    18701261008

    matematika dalam filsafat aksiologi
    Matematika berbicara tentang pembagian (:), perkalian (x), Penjumlahan (+) pengurangan (-).
    keempat operasi ini digunakan secara bersamaan dalam satu kasus, misalnya
    Bersedekah akan melibatkan keempat operasi ini, ketika melakukan sedekah maka operasi pembagian (:) berarti kita sedang membagikan herta ke orang lain, Perkalian (X) akan menambah tabungan pahala kita diakhirat , Penjumlahan (+) akan menambah keimanan kita terhadap Alloh, Pengurangan (-) ketika kita berbagi maka akan mengurangi sedikit kesusahan saudara kita.
    sehingga jika manusia ingin kaya dengan cara menambah harta di dunia maka ini adalah pemahan yang keliru, karena sesungguhnya orang yang kaya menurut perhitungan Alloh mereka yang bersedekah meskipun dalam keadaan miskin.
    wallahu a'lam bissawaf.

    ReplyDelete
  181. Anggoro Yugo Pamungkas
    18709251026
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Ternyata dalam beribadah bisa di kaitkan dalam ilmu matematika, memang terlihat lucu tetapi itu memang benar. matematika dan beribadah mempunyai kaitan, tetapi tidak semua.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  182. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Cerita tentang matematika ibadah sangat membuat saya terkesan. Dibalik rumus-rumus matematika ternyata terdapat banyak hal yang bisa dipelajari. Matematika pada dasarnya dipenuhi dengan rumus-rumus, angka-angka, dan simbol-simbol yang cukup rumit. Akan tetapi, cerita ini membuktikan bahwa dalam matematika kita tidak hanya diajarkan untuk berhitung saja, melainkan juga belajar untuk lebih mensyukuri hidup ini dan melakukan segala sesuatu hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  183. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu’alaikum wr wb
    Terimakasih pak atas dialog yang telah memberikan pengetahuan baru bagi saya. Dari dialog tersebut saya menjadi tahu bahwa dalam mempelajari suatu ilmu dalam hal ini matematika semata-mata merupakan sarana untuk mendekatkan pikiran dan hati kita kepada Allah SWT. Matematika yang sering kali kita pandang sebagai ilmu untuk berhitung, ternyata dapat digunakan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui konsep, definisi dan unsur lainnya yang ada didalam matematika. Namun demikian, kita juga harus ingat bahwa apa yang kita lakukan di dunia adalah untuk mendapatkan pahala dan ridho dari Allah agar selalu pada jalan yang terarah.

    ReplyDelete
  184. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Setelah membaca tulisan bapak diatas, saya memahami satu hal bahwa segala sesuatu di dunia ini telah diatur oleh Allah SWT. Tugas kita sebagai manusia adalah menjalankan aturan dengan sebaik-sebaiknya tanpa pernah menghitung apa yang akan kita dapatkan kelak. Matematika ikhlas mengajarkan bahwa dengan menaati apa yang telah di tetapkan-Nya dan menyerahkan semua hasilnya kepada Yang Maha Kuasa, berarti kita belajar ikhlas tanpa mengharapkan imbalan terhadap apa yang telah dan akan kita kerjakan, karena tugas manusia adalah ikhlas untuk menjalankan kewajiban-kewajiban yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Dan terima kasih atas tulisan yang sangat bermanfaat ini, karena dengan tulisan ini saya sendiri tersadar bahwa dalam beribadah (apapun bentuk ibadahnya) harus dilakukan dengan niat yang tulus dan secara ikhlas lillahi ta'ala.

    ReplyDelete
  185. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Setelah saya membaca dialog di atas kesimpulan yang saya dapat bahwa ilmu pengetahuan dan agama adalah dua hal yang berkaitan pak, tidak terkecuali ilmu matematika. Disinilah dapat kita lihat salah satu alasan mengapa matematika merupakan suatu ilmu pasti yang diajarkan di semua jenjang sekolah. Tentunya dari tulisan ini saya menjadi tahu penerapan hakikat matematika dalam kehidupan beribadah.

    ReplyDelete
  186. 18701261002
    S3 PEP

    Salam Hormat, Prof.
    Dialog yang memberikan inspirasi yang luar biasa. Dari dialog diatas, memberikan makna bahwa ternyata matematika model yang diuraikan diatas memiliki relevansi dengan konteks kehidupan ini. sungguh mempesona penjelasan-penjelasannya.Namun satu kesimpulan yang bisa diambil dari dialog tersebut adalah bahwa matematika itu penting bagi kehidupan ini. Namun ibadah itu yang paling utama dan terutama. Terima kasih, Prof.Marsigit.



    ReplyDelete
  187. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Ibadah itu luas, termasuk cara-cara pelaksanaan dalam beribadah. Matematika juga adalah ibadah, karena matematika adalah bagian dari ilmu. Ilmu sejatinya memiliki manfaat yang baik bagi banyak orang dan orang yang sedang menuntut ilmu juga kerap dikatakan sedang beribadah. Orang yang mengajarkan dan berbagi ilmu juga sedang melakukan ibadah. Jika matematika itu ibadah, maka ada kesempatan untuk matematika bisa juga menjadi dosa. Semoga kita semua bisa menjadi bagian dari orang-orang yang menempatkan matematika sebagai ibadah dan menjadi ladang pahala, amiin.

    ReplyDelete
  188. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  189. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Merupakan salah satu keunikan dalam dunia matematika, dimana sebagian besar orang mengenal matematika bahwa suatu ilmu hitung yang kaitannya selalu dengan simbol-simbol. Namun ketika membaca tulisan diatas, kita bisa tahu bahwa ilmu matematika bisa dikaitkan dengan ibadah. Bertkaitan dengan hal itu, matematika dan ibadah memiliki persamaan dimana kita tahu bersama bahwa matematika adala ilmu pasti begitupun dengan ibadah bahwa segala perbuatan pasti akan mendapatkan balasan dari Allah Ta’ala. Matematika akan bernilai ibadah apabila ilmu matematika yang kita miliki bisa bermanfaat buat orang lain, sebagaimana dalam hadis bahwasanya ketika kita meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalannya kecuali tiga hal, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. Maka dari itu semoga ilmu matematika kita bisa bernilai ibadah disisi Allah Ta’ala dan menjadi amal jariyah untuk kita semua.

    ReplyDelete
  190. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Artikel ini sangat menarik. Ternyata bisa juga matematika di representasikan kedalam kehidupan beragama. Dari artikel diatas, dapat saya pahami bahwa Alloh lah yang dapat menilai ilmu kita. Alloh lah yang menentukan semuanya. Kita hanya dapat merepresentasikannya dalam konsep matematika. Asalkan kita ikhlas mempelajarinya, inshaAlloh Alloh membalas apa yang sudah kita lakukan

    ReplyDelete
  191. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    sungguh sesuatu yang harus selalu disyukuri adalah nikmat dari sebuah pembelajaran matematika. melalui formula matematika dapat tergambar dengan jelas awal kehidupan hingga akhir kehidupan. secara matematis Allah memperhitungkan segala perilaku makhluk ciptaanya dan mendapatkan balasan yang sesuai juga jujur yg diakumulasi dari banyaknya perbuatan baik ataupun buruk. pada akhirnya akan diputuskan surga atau neraka bagi makhluknya dan keputusan Allah adalah mutlak tidak bisa diubah.

    ReplyDelete
  192. Desi Nurwidawati
    18701261009 S3 PEP 2018

    Dalam ibadah memang tidak hanya mengandalkan pikiran, tetapi juga hati, pikiran sebagai merupakan bekal ilmu yang mendasari iman. Untuk menjadi takwa harus berilmu terlebih dahulu seterusnya menuju iman (keyakinan). Ilmu pengetahuan seperti matematika merupakan ilmu pengetahuan ilmiah yang asalnya Alloh. Melalui belajar matematika jika kita pahami dengan hati dan pikiran yang ikhlas akan menjadikan insan yang bertaqwa

    ReplyDelete
  193. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
    Bacaan diatas sangat menarik, Pak Prof. Matematika bisa dipandang dari berbagai segi dalam kehidupan. Sebenar-benar matematika adalah perspektif. Ya, perspektif kita memandang matematika dari segi kehidupan. Bacaan diatas mengajarkan kita bahwasanya dalam kehidupan ini banyak sekali perspektif. Kenapa? Karena setiap orang mempunyai perspektif yang berbeda terhadap sesuatu. Tugas kita adalah menghargai perspektif orang lain. Kita boleh mempunyai perspektif sendiri terhadap suatu hal namun kita juga harus menghargai persepektif orang lain. Karena hidup akan damai apabila kita saling menghargai satu sama lain. Semoga kita selalu belajar untuk menghargai perspektif orang lain. Terima kasih.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  194. Janu Arlinwibowo
    PEP 2018

    Semua hal bergantung pada sudut pandang. Sudut pandang bergantung pada nilai yang dianut. Misal kita berpikir positif maka semua hal dapat dijabarkan dalam bingkat kepositifan demikian pula sebaliknya jika negatif. Filsafat membuat orang dapat berpikir lebih dalam sehingga mampu menghikmahi berbagai hal. Matematika adalah suatu bahasa yang membutuhkan olahpikir dan dituangkan melalui simbol-simbol. Sehingga tiap proses olah pikir dan simbolnya pun dapat dijabarkan dalam bingkai-bingkai nilai melalui pemikiran mendalam dan meluas.

    ReplyDelete
  195. Kartianom
    18701261001
    S3-PEP 2018

    Terimakasih Prof sudah menunjukkan keindahan matematika dalam menjelaskan kewajiban umat manusia kepada pencipta-Nya. Matematika hanya akan menjadi deretan angka yang kering jika tidak dialiri dengan kata. Kata pun sebaliknya, akan cenderung susah diterima jika tidak dibarengi dengan bukti empiris. Artinya, dalam hal beribadah tidak cukup hanya mengandalkan akal, perlu penyederhanaan melalui hati dan tuntunan yang telah diberikan Alloh SWT melalui kitab Suci, para Nabi, Hadist dan Ulama.

    ReplyDelete