Sep 25, 2017

BAGONG TENAYA 11: Sepuluh Besar

Oleh: Marsigit UNY
19 Sept 2017



Bagong: Saya merasa senang dan bersyukur rama, UNY bisa menjadi universitas terbesar nomor 10 di Indonesia.

Semar: Lho itu bukan pencapaian biasa, tetapi luar biasa. Kita semua patut bersyukur untuk itu.

Gareng: Apa maknanya Ma?

Semar: Itu juga menunjukan kita leading di atas LPTK lainnya. Kita duduk jajar dengan universitas universitas besar lain seperti UGM, ITB, IPB, UNDIP, ITS, UÌ, dst.

Petruk: Apa resepnya kita bisa menjadi universitas terbesar no 10 di Indonesia, Ma?

Semar: Banyak faktornya. Sebetulnya saya punya feeling yang kuat UNY bisa meraih tempat seperti ini.

Bagong: Iya apa faktornya?

Semar: Faktornya antara lain sejarah lahirnya UNY dari IKIP, faktor kepemimpinan, keteladanan senior, good governance dan academical athmospher yang kondusif.

Petruk: Faktor sejarah?

Semar: Wider mandate dari IKIP menjadi universitas itu suatu langkah yang berani dan strategic. Saya bisa mengatakan seperti itu karena sekarang sudah terbukti.

Petruk: Kepemimpinan?

Semar: Kita bersyukur, karena sejak berdirinya IKIP Yogyakarta hingga Universitas Negeri Yogyakarta sampai sekarang, transisi kepemimpinan selalu berjalan mulus tidak ada kendala satu apapun.

Petruk: Good governance?

Semar: Kita juga patut bersyukur, selama ini sepanjang sejarahnya, universitas kita tidak pernah punya masalah perihal tata kelola administrasi, keuangan maupun akademik.

Gareng: Keteladanan senior?

Semar: Begini Reng, yang namanya teladan itu hakiki. Atmosphere kita itu atmosphere pendidik. Secara hakiki, seorang pendidik itu mempunyai karakter dan jiwa keteladanan yang baik. Ternyata keteladanan di UNY itu telah mengalir dan tersebar melalui para pemimpin, para Guru Besar, para dosen, dosen senior, dan mahasiswa mahasiswa senior. Para pendiri, para perintis, para rektor UNY beserta jajaran, para peraih medali, para scopusist,  patut menyandang pahlawan universitas.

Bagong: Athmosphere?

Semar: Ini yang tidak kalah pentingnya. Seperti kata Sri Paduka Paku Alam X, UNY seperti halnya Yogyakarta, mempunyai sifat cair sekaligus kenthal.

Bagong: Cair ?

Semar: UNY bersifat cair berarti UNY mempunyai sifat demokratis, terbuka, dialogis, konstruktif, positif thinking, pluralitas, multi ethnic, lentur dan adaptabel. Itu dibuktikan mahasiswa UNY itu meliputi semua propinsi di Indonesia.

Bagong: Kental?

Semar: Nah UNY yang cair kemudian terikat oleh visi : UNY yang unggul, kreatif dan inovatif berdasar cendekia, mandiri dan bernurani. Visi itu mengikat seluruh civitas UNY menjadi alat kejuangan yang solid, kental dan futuristik. Jadi kekentalan UNY itu adalah buah dari sifat cairnya. Hebat bukan? Kekentalan UNY terjalin oleh kerjasama yang baik antar komponen: mahasiswa, dosen, karyawan, dan pejabatnya.

Petruk: Kedepan kita harus bagaimana?

Semar: Kedepan kita tetap kuatkan perjuangan kita sesuai kemampuan masing masing. Jangan dikira? Tentu universitas universitas yang lain tidak tinggal diam. Melalui tridarma perguruan tinggi, mari kita pertahankan kedudukan sepuluh besar, syukur bisa meningkat. Sekarang ini sudah mulai tronthong tronthong jurnal internasional sudah mulai banyak dicapai.

Bagong: Kok dengaren rama Semar bicara panjang lebar dan bersemangat juga?

Semar: Ee ... saya dengan kamu semua sebentar lagi harus pulang Karang Kabulutan. Sudah cukup lama aku dengan kamu berdiam di balai kerajaan. Banyak pengalaman yang kita peroleh, setidaknya pengalaman itu ya yang aku ceritakan tadi. Saya minta maaf dan juga memintakan maaf kamu kamu semua atas segala kesalahan, kelancangan yang disengaja atau tidak. Semoga semua bandara, kerabat, handaitolan sudi kiranya memberikan maafnya. Aamiin. Adanya kita hanya harus selalu bersyukur dan bersyukur serta berdoa semoga UNY tetap barokah dan jaya di Indonesia. Aamiin.

PURNA

No comments:

Post a Comment