Sep 25, 2017

*INTOLERANSI*



Oleh:
Marsigit UNY, 12 Juli 2017


*Togog*:
Intoleransi itu apa Lung, Reng, Truk, Gong, Mar?

*Mbilung*:
_Intolerasi_ itu tidak peduli.

*Gareng*:
_Intoleransi_ itu tidak toleran.

*Petruk*:
_Intoleransi_ itu mau menang sendiri.

*Bagong*:
Kalau kamu apa Mar?

*Semar*:
Ue ... nanti dulu. Semua bisa punya pendapat masing masing. Tetapi apapun pendapatmu semua itu sifatnya intuitif dan hipothetical. Walaupun begitu tetaplah engkau semua dapat dikatakan sedang mencari kebenaran. Bermacam macam cara orang mencari kebenaran itu. Untuk lebih jernihnya saya ingin bertanya dulu kepada Togog, kenapa kamu bertanya seperti itu?

*Togog*:
Iya, melihat gejala di masyarakat sepertinya ada fenomena intoleransi.

*Semar*:
E ... kamu tidak jelas, tetapi saya sudah dapat menangkap. Intoleransi dikaitkan dengan paham radikalisme begitu kan?

*Semar* :
Begini, secara psikilogis, intoleransi itu adalah kutub lawannya toleransi. E...dari jenisnya, Toleransi itu: kemerdekaan, bebas tetapi bertanggung jawab, keterbukaan, akses informasi dan teknologi, demokrasi, kesamaan hak gdan kewajiban, pengakuan hak dan kesadaran melaksanakan kewajiban, inovasi dan kreativitas, sama, kebersamaan, beda, perbedaan, kebinekaan, toleransi itu pilihan atau alternatif, toleransi itu hak asasi dan kewajiban asasi manusia, toleransi itu hidup, toleransi itu pikiran dan juga perasaan, toleransi itu menterjemahkan, toleransi itu bahasa, toleransi itu silaturahim, toleransi itu hermenitika.

*Semar*:
Dari ekstensinya, Toleransi itu: titik, garis, bidang, ruang, sempit, sendiri, bersama, semua, luas, bersama, sedikit, banyak, pluralitas_.

*Semar*:
Dari intensitasnya, Toleransi itu ethernity, langit, udara, angin, uap, api, bumi, tanah, batu, air, melayang, menrawang, transformasi, mengembang, ringan, sedang, berat, rendah, tinggi, relatif, hakiki.

*Semar*:
Maka aku katakan jika tidaklah demikian itu maka aku sebut sebagai intoleransi.

*Bagong*:
Aneh, apa ada toleransi batu?

*Semar*:
E hanya kamu tidak dapat melihat saja. Keadaan aman tenteram itu antara lain disebabkab oleh toleransinya para batu batu itu. Maka jika para batu, tanah, dan air tidak bertoleransi lagi atau jika mereka sudah intoleransi maka akan terjadi tanah longsor, banjir bandang, gunung meletus, tsunami, dsb. Jadi baru hanya intoleransi batu batu saja ternyata dapat menjadi bencana bagi kehidupan manusia. Apalagi intoleransi manusia.

*Togog*:
Kaitannya dengan intoleransi paham ?

*Semar*:
E .. kamu mesti harus tahu struktur hirarkhi dunia dari bawah ke atas yaitu: pertama, kenyataan-benda mati-benda hidup-tumbuhan-dan binatang; kedua, naik ke aturan-tata cara-tata krama-undang undang; ketiga, naik ke pikiran, pengetahuan atau ilmunya manusia, paham, filsafat, aliran ilmu, macam macam ilmu; keempat, naik lagi ke hati-perasaan-etik estetika, nilai baik buruk; kelima, naik lagi keyakinan manusia, macam macam keyakinan, Agama, akidah, dan; naik keenam, naik lagi, hakikat, syariat dan yang paling tinggi adalah makrifat menuju Kuasa Alloh SWT.

*Togog*:
Apa maksudnya hirarkhi?

*Semar*:
E ... struktur dunia itu ekstensif dan intensif. Hirarki itu artinya intensif, tingkatan atau kedalaman. Kamu bisa menyebabkan intoleransinya batu dengan cara melemparkannya hingga mengenai Mbilung. Sehingga intoleransinya batu itu menggambarkan intoleransimu ke Mbilung. Tetapi jika Alloh SWT berkehendak menciptakan intoleransinya batu secara besar besaran misal Gunung meletus, maka semua tanpa kecuali akan terkena dampaknya. Yang membedakan dampaknya hanyalah ekstensi atau cakupannya.

*Togog*:
Intoleransi paham belum dijawab?

*Semar*:
Paham, apapun pahamnya jika itu dalam ranah diri manusia maka belum sampai kepada Kuasa Alloh SWT kecuali hanya berikhtiar menuju ke sana. Sebab tiadalah manusia kecuali yang di Kehendaki, mampu masuk ke ranah Kuasa Alloh SWT. Setinggi tinggi paham, jika itu dipikirkan oleh manusia maka jatuhnya pada aliran filsafat. Filsafat itu debatable sebab aku beda dengan kamu. Sedangkan filsafat itu adalah diriku atau dirimu. Sehebat hebat pikiran manusia itu urusan dunia. Selebihnya intoleransi itu jatuhnya pada ideologi, politik, sosial dan budaya, yaitu urusan dunia. Sedangkan urusan dunia sesuai dengan kodrat sunatullohnya, bersifat beda atau plural. Maka toleransi itu urusan dunia, yaitu urusan mengikuti hakekat perbedaannya. Jadi toleransi hakiki itu kodrat sunat Alloh SWT yang menciptakan keanekaragaman dunia. Jika kita mampu bersifat toleran maka kita sudah mengamalkan sunatulloh Nya. Namun intoleransi hakiki juga kodrat sunatullohnya Alloh SWT yang merupakan Kuasa mutlak Nya. Tidak ada toleransi bagi dirimu untuk menjalankan Perintah dan meninggalkan Larangan Nya. Artinya sebenar benar toleransi atau intoleransi hakiki adalah hanya milik Alloh SWT semata. Sedangkan manusia itu adanya hanyalah toleransi atau intoleransi relatif.

END

25 comments:

  1. Restu Widhi Laksana
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251022
    Bismillahirrokhmanirrokhim
    Dari uraian secara ekstensif dan intensif tentang toleransi yang mencakup segala hal saya ingin memberikan kesimpulan berdasar pemahaman saya. Bahwa sesuatu yang berjalan baik sesuai Sunatullah dan tidak merugikan atau mendatangkan manfaat bisa dikatakan sebagai sebuah bentuk toleransi. Contohnya seperti penggambaran toleransi batu. Selama batu tersebut diam dan tdak merugikan makhluk lain maka batu tersebut sedang menunjukkan bentuk toleransinya. Sedangkan semua hal yang berdampak buruk pada orang lain atau makhluk lain adalah sebuah bentuk intoleransi. Karena mendatangkan kebaikan maupun keburukan adalah kuasa dari Allah SWT maka segala bentuk toleransi dan intoleransi yang terjadi sejatinya adalah karena Sunatullah atau seizin Allah. Kira- kira begitulah yang dapat saya fahami dari artikel diatas.

    ReplyDelete
  2. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu’alaikum, Wr.Wb.
    Yang dapat saya ambil dari artikel diatas adalah bahwa toleransi merupakan menerima perbedaan dan toleransi yang saling hakiki itu merupakan korat sunatAllah. Akan tetapi ada beberapa hal yang tidak ada toleransi yaitu untuk menjalankan Perintah dan meninggalkan Larangan Nya.

    ReplyDelete
  3. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3

    Saya sepakat bahwa toleransi dan intoleransi manusia itu relatif. Sebeenar-benar toeransi dan intoleransi adalah milik Allah. Mengapa demikian? Hal ini karena kita akan menganggap orang lain intoleransi sesuai dengan value yang kita miliki. Bisa jadi, mereka yang kita anggap melakukan intoleransi sudah melakukan toleransi sesuai dengan value yang mereka miliki. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat Indonesia untuk menyepakati value yang baik sehingga dapat menghargai value masing-masing tanpa menyakiti satu dengan yang lain.

    ReplyDelete
  4. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Terkait topik bahasan mengenai INTOLERANSI bahwa intoleransi erat kaitannya dengan sikap tegas, konsekuen, atau taat asas. Yang dibutuhkan dalam demokrasi adalah toleransi dalam arti positif. Hanya perlu diingat bahwa toleransi dalam arti positif itu hanya dapat dijamin oleh sebuah pemerintahan yang mempraktikkan intoleransi dalam arti positif.

    ReplyDelete
  5. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P. Mat A 2018

    Inteloransi merupakan sikap yang bertolak belakang dengan sikap toleran. Sikap toleran sendiri mrupakan sikap dimana saling menghargai, menjaga dalam suatu keadaan dimasyarakat atau dlam suatu kelompok. Namun, untuk intoleran sendiri yang selalu bertolak belakang dengan toleran merpakan kondisi dimana dimasyarakat adanya suatu perbedaan. Akan tetapi pada artikel diatas saya menangkap bahwa sejatinya toleran dan intoleran sendiri tidak dapat di nyatakan dalam suatu definisi yang tetap. Karena setiap kepala manusia memndefinisikan intoleran akan berbeda-beda, namun dalam kondisi yang terjadi dimasyarakat akan lebih dapat dijeaskan dari kejadian yang ada di masyarakat. Namun untuk mencapai suatu keadaan yang ideal dalam masyaraat intoleran sendiri ada bermacam-macam seperti hanya toleransi yang juga banyak dalah hal tertentu, sehingga penggunaan sikap memahami dan menghargai baiknya disesuaikan dengan ruang dan waktu dimana kita berada.

    ReplyDelete
  6. Nurul Huda
    18701264005
    S3 PEP 2018
    Setelah membaca tulisan bapak tentang Intoleransi ini, saya ingin berbagi pengalaman dalam bekerja dalam isu keragaman, terutama di Cirebon dengan basis pesantren. Ini tulisan lama dalam sub judul "Para Nyai dan Para Kiai Moderat: Pengalaman dan Pengamalan dari Cirebon" yang telah dimuat dalam buku "Membangun Kebersamaan dalam Keragaman: Petikan Pengalaman dari Cirebon (Fahmina: 2012). Karena keterbatasan ruang disini yang maksimal hanya 4.096 karakter, maka saya buat beberapa postingan (comment)

    ReplyDelete
  7. Nurul Huda
    18701264005
    S3 PEP 2018

    Bagian I:

    Sembilan belas ilmuwan dari berbagai perguruan tinggi di Amerika mengunjungi Cirebon. Mereka ingin mengetahui kerja-kerja kemanusiaan yang dilakukan beberapa lembaga dan komunitas di Cirebon. Di mulai dari Fahmina, bertemu dengan para tokoh lintas agama dan komunitas marginal lainnya. Lalu silaturrahim dengan Nasruddin Aziz, Wakil Wali Kota Cirebon di Balai Kota Cirebon.
    Perjalanan berlanjut ke Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur Kuningan, berdialog bersama Rama Djatikusuma. Rama Djati bercerita tentang pluralitas di Cigugur, terutama pluralitas agama dan kepercayaan yang dianut masyarakat. Bahkan tak sedikit dalam satu keluarga (rumah) yang memiliki kepercayaan dan agama yang berbeda-beda. Namun mereka tetap hidup dalam damai. Pesan perdamaian itu berulang-ulang disampaikan Rama Djati. Meski demikian, upaya-upaya untuk menggoyang kedamaian di Cigugur tetap ada, terutama oleh kelompok-kelompok yang sering melakukan kekerasan atas nama agama tertentu.

    ReplyDelete
  8. Nurul Huda
    18701264005
    S3 PEP 2018
    Bagian II:
    Menjelang ashar, rombongan meluncur kembali ke Cirebon, dengan tujuan Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Babakan Ciwaringin. Kediaman Nyai Masrifah Amva, pengasuh pesantren tersebut. Pondok Pesantren ini sepeninggal KH. Muhammad, diasuh langsung oleh Nyai Masrifah Amva. Sesampai di pesantren, rombongan diterima langsung oleh Nyai Masrifah Amva di ruang tamu yang memang sangat luas.
    Nyai Masrifah Amva menceritakan tentang keterbukaan pesantrennya terhadap dunia luar. Misalnya, Ken Zuraida istri WS. Rendra dari Bengkel Teater Rendra juga sedang membuat workshop al-Barzanji, bersama santri Kebon Jambu sekitar 6 bulan untuk dipentaskan di beberapa kota di Indonesia. Seni di Pesantren harus dinamis, terbuka, dan berdialog dengan kemajuan di luar. Ken Zuraida membantu untuk kemajuan seni dan budaya pesantren. Nyai Masrifah Amva juga memberi contoh nyata, dengan menerbitkan banyak buku sastra, puisi, cerpen, novel, otobiografi, dan tentu saja buku khas pesantren seperti kumpulan doa-doa. Nyai Masrifah Amva juga mengundang musisi papan atas Iwan Fals dan Ki Ageng Ganjur untuk mentas di Pesantrennya. Semuanya dilakukan untuk membuka cakrawala para santrinya bahwa dunia luar itu luas, dunia itu terbuka lebar, dan setiap santri harus tahu itu. Nyai Masrifah Amva juga menceritakan tamu-tamu yang datang bukan hanya dari umat Islam tetapi juga dari beragam agama. Di ruang tamu yang lumayan luas itu, sejenis pendopo, terpajang foto-foto para tamu dan juga cover buku, serta kliping berita media.
    Karena bertepatan dengan bulan puasa ramadhan, di kediaman Nyai Masrifah Amva dilakukan buka puasa bersama. Selepas Maghrib, ada suguhan pentas seni, ada tari saman dari Aceh, dan sajian khas Cirebon, Tari Topeng Kelana, yang dimainkan santri putri Pondok Pesantren Kebon Jambu. Ribuan santri bersuka cita dengan pentas ini. Rombongan tamu yang duduk berjajar pun luar biasa memberikan apresiasi.
    Tari Topeng dimainkan santri, merupakan kegiatan yang belum terbiasa dipentaskan dan dipelajari di pesantren. Namun Nyai Masrifah Amva mengajarkan kepada santri dan mementaskannya di hadapan tamu-tamu. Menurut Nyai Masrifah Amva, Tari Topeng memiliki filosofi yang sangat bagus tentang kehidupan. Karena itu, setiap santri penting untuk mempelajarinya. Ilmu bisa didapat dan dipelajari dari mana saja. Dari Tari Topeng kita memahami watak-watak manusia, dan bagaimana mestinya menjadi manusia yang baik. Jika pesantren abai terhadap seni, jangan salahkan bila para pekerja seni, seniman, dan budayawan juga akan abai terhadap pesantren. Pesantren harus merangkul dan mengayomi semua, tegas Nyai Masrifah Amva.

    ReplyDelete
  9. Nurul Huda
    18701264005
    S3 PEP 2018
    Bagian III:
    Selain ke kediaman Masriyah Amva, ada juga rombongan yang mengunjungi kediaman Nyai Afwah Mumtazah di Pondok Pesantren Aisyah Kempek Cirebon. Nyai Afwah Mumtazah yang menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah ISIF Cirebon ini, adalah contoh lain pengasuh pesantren yang memperjuangkan kesetaraan gender dan keragaman. Di Pondok Pesantren Aisyah, Nyai Afwah Mumtazah mengembangkan pendidikan kesehatan reproduksi, dan mengajarkan kitab yang memiliki visi keadilan dan kesederajatan.
    Nyai Afwah Mumtazah juga memberikan keluasan kepada santri-santrinya untuk berdialog langsung dengan tamu yang datang dan ingin berdiskusi bersama para santri. Di kediaman Nyai Afwah Mumtazah, juga sangat terbuka bagi siapa saja yang datang. Para tamu yang datang bukan hanya dari berbagai agama yang ada di Indonesia, tetapi juga dari manca negara seperti Singapura, Australia, Amerika, dan Inggris. Nyai Afwah Mumtazah adalah salah satu ulama perempuan yang memiliki pemikiran sangat progresif di Cirebon. Karena itu Nyai Afwah Mumtazah, sangat sering diminta menjadi pemateri atau fasilitator dalam berbagai forum tingkat nasional di berbagai kota di Indonesia, untuk isu pluralisme, demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan gender.
    “Santri semestinya belajar hal-hal yang ada di luar sana, Karena hidup tidak selamanya di pesantren. Kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan nyata dimana santri akan bermasyarakat. Masalah di masyarakat itu komplek, karena itu setiap santri harus memiliki bekal yang cukup selain ilmu agama. Saya juga juga belajar dari ilmu-ilmu di luar pesantren, supaya tahu dan bisa membekali santri secara lebih baik,” alasan Nyai Afwah Mumtazah atas keterbukaan pesantrennya.
    Nyai Afwah Mumtazah sejak tahun 2012 juga didapuk sebagai ketua Rabithah Ma’ahid As-Salafiy Cirebon (Ikatan Pesantren Salafi Cirebon), yang telah menerbitkan kitab-kitab kuning untuk pesantren, seperti kitab Mambaus’sa’adah, yang telah dijadikan rujukan dan bahan mengaji di berbagai pesantren di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

    ReplyDelete
  10. Intoleransi
    Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Intoleransi adalah lawan dari toleransi. Intoleransi mengarah pada hal-hal yang negatif seperti tidak peduli, tidak toleran, mau menang sendiri, dan lain sebagainya. Sedangkan toleransi megarah pada hal-hal yang positif seperti peduli terhadap sesama, pengakuan hak dan kesadaran melakukan kewajiban, kesamaan hak dan kewajiban, dan lain-lain. Sebenar-benar toleransi atau intoleransi hanyalah milik Allah SWT. Sedangkan apapun yang dilakukan manusia sesungguhnya hanya bersifat relatif. Manusia hanya bisa berusaha dan berbuat yang terbaik untuk mendapatkan yang terbaik.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Kata intoleransi merupakan antonim dari toleransi yang mengandung makna yang luas berdasarkan konteks ruang dan waktunya. Dalam kehidupan kita terdapat sesuatu yang dapat ditoleransikan dan intoleransi, sebagaimana kita hidup dibawah aturan, ada hukum yang berlaku sesuai kadar perbuatan seseorang karena kita merupakan warga Indonesia maka kita harus taat dengan aturan yang berlaku yaitu UUD 1945. Misal, ada yang mencuri sandal dimesjid maka kita masih bisa mentolerir kejahatan tersebut, namun ketika yang dicuri sesuatu yang sangat berharga maka tidak ada lagi toleransi. Jalur yang dapat ditempuh adalah jalur hukum sesuai aturan yang berlaku. Inilah kenapa toleransi dan intoleransi penggunaannya bergantung pada konteksnya. Sebaik-baik kehidupan adalah toleransi dan intoleransi.

    ReplyDelete
  13. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P. Mat A 2018

    Intoleransi merupakan lawan dari toleransi. Dalam hidu papalagi sebagai manusia yang hidup dalam suatu masyarakat toleransi sangat dibutuhkan untuk menciptakan ketentraman bermasyarakat. toleransi yang kita lakukan itu merupakan toleransi relatif, karena pandangan satu dengan yang lain tentang toleransi berbeda. sebenar-benarnya toleransi murni adalah milik Allah semata. toralansi manusia hanya pada urusan dunia bukan urusan akhirat. Masyarakat itu bersifat plural, begitu banyak keanekaraman yang ada dalam dunia, banyk suku, agama, budaya, dll untuk ketia saling mengenal dan memahami satu dengan yang lain agar terciptanya keharmonisan, kedamaian, ketenangan dll dalah hidup ini.

    ReplyDelete
  14. Lukman
    18701264003
    S3 PEP 2018

    Semprul: "Prul, toleransi itu kan baik...caranya bagaimana ya...jujur aku kadang kesal kepada yang tidak sealiran denganku."

    Kemprul: "Bisa bertoleransi itu adalah anugerah...toleransi hakiki terwujud bila memahami...dan itu butuh ilmu dan pengalaman."

    Semprul: "Maksudnya?"

    Kemprul: "Contoh...NU, MD, Mazhab, Thoriqoh itu kapal... samudranya Islam, Mutiaranya Tauhid atau Makrifatulloh, keindahannya Akhlakul Karimah...pahamkah?"

    Semprul: "Jadi harus tahu apa itu NU, Muhammadiyah, Thoriqoh, Islam, tauhid, makrifatullah, aklhalkul karimah ya Prul."

    Kemprul: "Ya begitulah..."

    Semprul: "Memang butuh ngaji lebih banyak ini...he he."

    ReplyDelete
  15. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Menghargai perbedaan, persamaan, melerai perdebatan, pertikaian, merupakan salah satu bentuk perilaku yang menuntut untuk kesadaran diri dan membenarkan yang salah. Merangkul semua pihak yang hanya mau berbeda tidak mau disamakan, meskipun padahal yang berbeda-beda tetap berbeda tetapi bergabung dalam satu lingkup yang sama yang disebut toleransi. Bila kesannya hanya mau berkelompok dengan yang sepaham dengannya dan menolak kehadiran di luar kelompok tersebut disebut lawan dari toleransi. Sehngga harusnya perlu dilakukan musyawarah secara rasional agaar bisa tercapai maksud dan tujuan dengan adanya toleransi.

    ReplyDelete
  16. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    intoleransi adalah suatu keadaan atau kejadian maupun sikap dari satu orang atau kelompokter terhadap lainnya baik itu dalam dunia sosial maupun industri. intoleransi itu anti tesis toleransi. intoleransi itu adalah sebuah keadaan yang memaksakan sesuatu sesuai dengan apa yang menjadi standar dari pribadi masing-masing. terkadang intoleransi juga dibutuhkan atau diperlukan ketika seseorang mempertahankan prinsip atau nilai-nilai kebenaran. terimkasih

    ReplyDelete
  17. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Menjadi berbeda sering dijadikan sasaran untuk menjadi toleransi dan tidaknya. Maksudnya, berbeda suku saja sudah siap akan beberapa beda pandangan yang akan berujung pada tidak toleransi. Bila mengharap untuk toleransi akan melalui banyak hal dan bisa berujung perdebatan panjang. Sehingga toleransi tidaknya dimulai dari dalam hati dan dilanjutkan pada pikiran untuk menganggap bahwa semua yang berbeda jangan dibedakan, tetapi untuk dirangkul bersama dan menjauhi intoleransi.

    ReplyDelete
  18. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Intoleransi merupakan kebalikan dari toleransi. Jika toleransi adalah sikap saling menghargai berarti intoleransi merupakan sikap tidak menghargai bisa dalam segala aspek kehidupan. Misalnya intoleransi antar umat beragama, intoleransi dalam budaya dan masih banyak lagi. Intoleransi erat kaitannya dengan paksaan terhadap suatu keinginan atau pilihan orang lain. Orang yang memiliki sikap intoleransi cenderung tidak menerima pemikiran atau pilihan lain selain pemikiran atau pilihan dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  19. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Intoleransi memiliki makna yang berlawanan dengan toleransi, mereka memiliki makna sesuai presepsi masing-masing orang. toleransi menciptakan perdamaian antara sesama manusia. Terkadang intoleransi dibutuhkan dalam hidup karena ruang dan waktunya. Intoleransi memiliki makna yang sepadan dengan hukum yang harus ditegakkan karena alasan yang tidak dapat diampuni (misalnya dalam bidang akidah menjalankan sholat lima waktu). Makanya benar bahwa dikatakan toleransi atau intoleransi yang hakiki hanya milik Allah SWT semata. Kita sebagai manusia hanya toleransi dan intoleransi relatif.

    ReplyDelete
  20. ibarat hakikat dalam kehidupan selalau ada yang di sebut kebalikan. ada siang aa malam, ada dunia ada akhirat, ada orang yang baik dan orang buruk, ada orang yang toleran dan intoleran dan seterusnya. intoleran muncul karena tidak adanya keseimbangan dalam hidup. karena munculnya sifat syetan yaitu egois. manusia sekarang banyak dipengaruhi sifat ini. ingin menang sendiri, ingin berkuasa sendiri, ingin mneikamati sendiri. sehingga muncullah intoleran. salah satau resepnya adalah dengan menyeimbangkan ego kita. ketisa sudah seimang akan muncl menghargai orang lain.karena keseimbangan itu baik buat kia

    ReplyDelete
  21. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Saya beranggapan bahwa intoleransi adalah paksaan yang didasari oleh ego, mereka yang menganut intoleransi adalah mereka yang sukar menerima pendapat dan pemahaman orang lain. Karena mereka percaya bahwa pendapat atau pemahamannya yang benar, serta cenderung kepada teori-teori yang dibuatnya lebih banyak mengandung radikalisme.

    ReplyDelete
  22. Membahas tentang fenomena intoleransi, saat ini yang paling melekat dan menonjol dalam kehidupan bermasyarakat adalah tentang paham radikalisme. Paham ini tidak hanya merubah tatanan dalam suatu negara atau ideology negara, akan tetapi juga mampu merubah keyakinan masyarakat dalam beragama. Di Indonesia, sudah banyak diketahui paham radikal yang sangat melenceng terhadap agama dan ideology negara.

    ReplyDelete
  23. Proses paham radikal yang terjadi mengakibatkan kalangan tertentu tidak dapat menerima perbedaan antar ummat beragama. Segala jenis intoleransi semua termuat sesuai dengan kualifikasi yang terbagi berdasarkan ekstensinya dan intensitasnya. Tulisan bapak ini sangat membuka pikiran untuk memahami lebih jauh tentang intoleransi bahwa sebenar benar toleransi dan intoleransi hakiki adalah hanya milik Allah SWT semata. Sedangkan manusia itu adanya hanyalah toleransi dan intoleransi relatif.

    ReplyDelete
  24. Darmanto Minggele
    PEP S3
    18701264006

    Intoleransi adalah sikap primitf
    Setuju dgn mas Semar Toleransi adalah kodrat Ilahiah.

    ReplyDelete
  25. Indra Kusuma Wijayanti
    18709251046
    PMAT C PPS 2018

    Berdasarkan tulisan ini, sesungguhnya kita diajak bertoleransi dalam mengenalkan intoleransi. Mengapa demikian, karena toleransi dan intoleransi merupakan dua sikap yang saling bertolak belakang. Namun tidak ada definisi yang paling tepat untuk menjelaskan apa itu toleransi dan intoleransi. Hal ini karena keheterogenan manusia dan keterbatasan akal manusia. Isi kepala manusia yang satu dengan manusia yang lain pastilah berbeda, perbedaan akan tetap menjadi perbedaan, dan hanya akan menimbulkan perdebatan tak berujung, namun perbedaan pendapat tentang intoleransi inilah yang sesungguhkan menumbuhkan sikap toleransi pada diri manusia. Toleransi dapat kita tunjukkan dalam hal apapun, kecuali pada kewajiban kita dalam menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi larangan Tuhan, sikap yang harus kita tunjukkan pada hal ini adalah intoleransi.

    ReplyDelete