Sep 25, 2017

Beberapa Pemikiran Yang Mulia Sri Paduka Paku Alam X, dari Yogyakarta untuk Indonesia UNY, 30 Agustus 2017



Dirisensikan oleh Prof Dr. Marsigit, M.A.,  berdasarkan ingatan semata ketika mengikuti presentasinya.Mohon maaf sebelumnya jika ada yang kurang pas.

Menurut Yang Mulia Sri Paduka Paku Alam X:

Peran Yogyakarta untuk Indonesia, dapat diraih salah satunya dengan menumbuh kembangkan budaya unggul Yogyakarta untuk Indonesia.

Dalam konteks sejarah kita bisa meniru kepeloporan Bung Karno melawan penjajah dengan slogan sikap patriot: diplintheng mentheleng, ditombak lakak lakak, dibedhil mecicil.

Budaya dikembangkan bukan sebagai tujuan, tetapi sebagai alat. Dunia sudah pernah bermacam macam menggunakan politik sebagai panglima, ekonomi sebagai panglima dan juga budaya sebagai panglima.

Candi Borobudur, Angkorwat, Piramida dst adalah artefak menunjukkan bangsa bangsa pernah menjadikan sebagai panglima.

 Yang paling penting dari budaya adalah strategi budaya. Ciri budaya Jogja antara lain filosofi golong gilig artinya hubungan habluminanash habluminallah, dilambangkan dengan Tugu Jogja.

Orang Jogja bersifat dan diharapkan ekspresif, teguh, konsisten dan tanggung jawab. Unggul dalam seni dan budaya,
teguh konsisten bersifat progresif dan dinamis.

Strategi budaya berupa pengkayaan budaya, interaksi budaya, dan penjelmaan budaya modern, yang di dalamnya memuat disiplin integrasi budaya dengan sifat antara lain mempunyai semangat sawiji, greget ora mingkuh, merubah kebiasaan tengok belakang menjadi tengok ke depan.

Dengan semangat seperti Joko Lodang kita bisa mewujudkan bangsa yang unggul di Asia Tenggara pada th 2025.

Untuk mencapai Visi itu, kita harus menumbuh kembangkan kultur baru yaitu the culture of exellent, di segala bidang kehidupan. Dunia bisa dibangun diatas budaya meraih keakbaran. Kita harus mempunyai karakter dan ketekunan untuk meraih prestasi akbar.

Jika ditelisik lebih dalam, maka segala macam keunggulan budaya akhirnya adalah kembali pada manusianya. Keunggulan budaya akan diwujudkan oleh manusia manusia yang mempunyai keunggulan spiritualitas dan keunggulan intelektualitas. Contoh karya karya unggul kita adalah karya Sutasoma, Empu Tantular, Borobudur, penemuan teknik Pilar Sosrobahu, dst.

Menurut Samuel Hutington, melalui pendidikan, kita dapat meraih keunggulan budaya, yaitu budaya istimewa.

Strategi pengembangan Yogyakarta, sesuai dengan teori interaksi mayoritas dan minoritas kreatif. Kaum minoritas seperti intelektual dari kampus adalah motor penggerak yang menyegarkan kepada mayoritasnya yang sudah mulai jenuh.

Budaya Yogyakarya juga dikembangkan melalui 4 pilar K, yaitu: Kampung, Kampus, Kantor dan Kota.

Dengan terwakilinya mahasiswa baru UNY dari semua propinsi di Indonesia, membuktikan bahwa Yogyakarya masih tetap menjadi magnet bagi pelajar di Indonesia.

Salah satu keistimewaan budaya Yogyakarta karena antara lain betsifat cair dan kenthal, sekaligus. Masyarakat Yogyakarta bersifat cair artinya bersifat terbuka dan toleran kepada siapa saja termasuk pendatang. Kekenthalannya adalah aroma dari sifat cair yang dihirupnya. Sehingga Yogyakarya selalu dirindukan oleh segenap komponen bangsa.

Pendatang dari manapun akan merasa nyaman diterima oleh masyarakat Yogya, silahkan bisa diamati ditempat kost, di pasar, dll.

Anda para mahasiswa dari luar Yogyakarta, datang dan tinggal di Yogyakarta tidak perlu harus menjadi orang Yogya. Tetapi cukup mengerti dan pahami budaya Yogya. Yang dari Aceh, Bengkulu, Batak, Dayak, Sulawesi, Papua dst, silahkan jadilah dirimu sendiri tetapi yang mengerti dan paham budaya Yogya.

Ingin saya tambahkan secara filosofis historis tentang Kota Yogyakarta. Kota Yogyakarya didirikan oleh seorang genius yang visioner, yaitu the founding father kota Pangeran Mangkubumi yang kemudian berjuluk Sultan Hamengku Buwono I.

Beliau membangun Kraton Yogyakarta sudah mempunyai visi jauh ke depan, dengan membuat garis imaginer yang menghubungkan Laut Kidul, Kraton dan Gunung Metapi.

Laut Selatan digambarkan sebagai samodra, ibarat tinta untuk menuliskan ilmu tidak akan habis habisnya. Jadi begitulah harapan seorang raja.

Kemudian keutara melewati desa Mijilan dan Plengkung Gading terus Alun alun Utara sampai Tugu. Itu semua menggambarkan perjalanan hidup rohani manusia Yogyakarta.

Di Alun alun Utara, jika ke kiri ada Masjid Kauman itu berarti pilihan spiritual. Jika diteruskan ke utara ada Pasar Bringharjo dan Perkantoran Kepatihan itu lambang urusan dunia. Sampai Tugu Golong Gilig itu artinya sampai tahap manunggaling kawula Gusti.

Semua yang ada di Yogyakarta itu bermakna dan mempunyai arti. Mulai dari tanaman, baju dst. Pohon Asem kasengsem. Pohon Sawo Kecik, becik. Dst. Baju Abdi Dalem juga dipenuhi simbil simbol mulai dari warna, pola dan kancing baju, dinamakan baju Pranakan, karena ada saatnya Raja dan Abdi Dalem mengenakan baju jenis sama untuk menggambarkan kesamaan derajat didepan Tuhan.

Agar supaya para pendatang bisa segera beradaptasi dengan warga Yogya maka metode yang paling tepat adalah silaturahim. Di Yogyakarta diperkantoran kita kembangkan budaya dialog. Kita bisa berdialog dengan siapa saja.

Disadari sifat cair masyarakat Yogya juga menjadi satu kelemahan, oleh karena itu filternya adalah kembali kepada diri masing masing dengan mengembangkan sikap terbuka, toleran, dialogis dan kebersamaan atau gotong royong. Tidak ada yang bisa menang sendiri di Yogyakarta. Kesendirian hakekatnya adalah keterpencilan. Oleh karena itu janganlah dikembangkan sikap egoistis yang berlebihan.

Kita tidak dapat menampik kemajuan teknologi. Di Yogyakarta pun ada konsep pengembangan Teknopark, yang diinspirasi dari kesuksesan Lembah Silikon. Jalur Selatan dibangun jalan untuk memajukan ekonomi.

Kami tidak mendorong Kota Yogyakarya sebagai Kota Pariwisata, sebab jika demikian hukum yang terjadi adalah you pay you get titik. Tetapi kami membuat dan memberi fasilitas agar pariwisata di Yogya bisa maju.

Mengenai pengaruh budaya asing. Banyak turis manca negara datang ke Malioboro, bukan karena bikini, melainkan karena budaya. Karakter Yogya sangat penting. Silahkan saja turis manca datang berbikini, nyatanya orang Yogya tidak terpengaruh, tidak juga berbikini.

Tugas mahasiswa adalah belajar dan menyelesaikan studi. Kalau sudah lulus, silahkan kembali ke daerah masing masing. Bangunlah daerahmu masing masing. Janganlah menjadi seperti kacang lupa kulitnya.

Pada akhirnya saya tegaskan bahwa budaya Yogyakarta itu yang membangun adalah termasuk anda anda semua para pendatang. Kita teringat pidato Kanjeng Sultan HB X walaupun sudah menyelesaikan pendidikan di Barat, tetapi tetaplah saya orang Jawa.

End

10 comments:

  1. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Saya sepakat dengan kalimat warga luar Yogya tidak perlu menjadi orang Yogya, cukup pahami budaya yang ada. Selain itu saya juga tertarik dengan pidato Kanjeng Sultan HB X yang mengatakan bahwa sudah menyelesaikan pendidikan di Barat tetapi masih tetapp orang Jawa. Artinya, di manapun kita menuntut ilmu, maka, kita harus mengingat jati diri kita sebenarnya.

    ReplyDelete
  2. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat pagi Prof.
    Yogyakarta mempunyai ciri khas dari budayanya. Budaya ini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat lokal saja melainkan semua orang yang mengunjungi jogja baik sebagai wisatawan maupun orang-orang yang menuntut ilmu di Yogyakarta. Saat ini dapat dikatakan Yogyakarta adalah mininya Indonesia jika dilihat dari sudut pandangan mahasiswa. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri budaya daerah lainpun masuk dalam wilayah Yogyakarta. Kuatnya budaya yang dimiliki Yogyakarta tidak membuat hilangnya budaya ini karena mungkin terdapat pengaruh budaya yang masuk. Hal ini seakan membuat Yogyakarta semakin memperkenalkan budayanya kepada semua orang. Alhasil, orang-orang yang datang ke Yogyakarta dapat menikmati dan memahami budaya Yogyakarta itu sendiri. Terima kasih.

    ReplyDelete
  3. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika

    Yogyakarta memang luar biasa. Tentang visionernya para Sri Sultan Hamengkubuwono X dan juga sebelumnya menunjukkan antisipasi yang luar biasa. Yang paling teringat dari beberapa warga Jogja adalah dibangunnya Jalan Lingkar (Ring Road). Pada jaman dahulu mungkin Sri Sultan HB IX banyak dapat ejekan dari bbrpa org bahwa "kendaraan dikit tapi jalannya luas" seperti itu. Dan pada kenyataannya Ringan Road lah yg dapat meredam laju kemacetan di Jogja disaat kota2 besar lainnya terjebak macet yg luar biasa. Visi yg luar biasa dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX .

    Terimakasih

    ReplyDelete
  4. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Membicarakan Yogyakarta seperti tidak pernah ada habisnya. Tentu saja karena keunikan Yogyakarta yang tak habis digali, bahkan terus bertambah. Yogyakarta menjadi salah satu kota tujuan bagi banyak orang di Indonesia, bahkan mancanegara. Selain sebagai kota tujuan untuk menuntut ilmu, Yogyakarta juga kota tujuan wisata populer untuk turis dalam negeri maupun asing. Bagi yang pernah tinggal atau berkunjung di Yogyakarta, kota ini biasanya menjadi kota yang senantiasa dirindukan.

    ReplyDelete
  5. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Budaya dikembangkan bukan sebagai tujuan, namun sebagai alat. Indonesia mempunyai banyak kebudayaan. Setiap daerah mempunyai ciri khas berupa kebudayaan. Misalnya saja kebudayaan Jogja. Budaya yogyakarta dikembangkan melalui 4 pilar K yaitu kampung, kampus, kantor, dan kota. Yogyakarta mempunyai daya pikat tersendiri. Sampai-sampai banyak sekali orang di luar Jogja yang berbondong-bondong datang ke Jogja. Jogja juga disebut sebagai kota pelajar, sehingga banyak sekali yang merasa penasaran dan tergiur untuk melanjutkan studinya di Jogja. Akan tetapi jangan sampai menjadi seperti kacang yang lupa dengan kulitnya. Ketika sudah selesai menempuh studi alangkah lebih baiknya jika kembali dan membangun desanya, sehingga apa yang kita peroleh bisa berguna bagi orang lain.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  6. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Setiap manusia memang diwajibkan untuk menuntut ilmu. Bahkan ada pepatah yang berbunyi: tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina. Artinya seseorang disarankan untuk senantiasa menuntut ilmu/ belajar, kemanapun itu, meskipun harus merantau jauh dari tempat tinggal. Namun yang perlu diingat, seperti yang ada dalam tulisan ini, jangan sampai melupakan tanah kelahiran. Jika sudah mendapat ilmu dari tanah rantau, maka pulanglah. Karena rumah telah menunggumu dengan ramah. Menanti aksi nyatamu untuk membawa perubahan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dita Aldila Krisma
      18709251012
      PPs Pendidikan Matematika A 2018

      Meski Jogja memberi banyak kenangan. Meski Jogja memberi kenyamanan. Perlu menjadi catatan bahwa putra-putri daerah mempunyai hak untuk kembali ke daerahnya. Membangun daerah tempat tinggal berbekal ilmu pengetahuan yang diperoleh di Jogja. Kapanpun Jogja masih mau memelukmu kembali saat kau merindukannya.

      Delete
  7. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Jogja memang punya magnetnya tersendiri, sehingga hingga kini masih sangat diminati baik bagi wisatawan, budayawan tetunya hingga calon-calon ilmuwan. Hanya Jogja menurut saya kota yang mempunyai paket paling lengkap, mulai dari budayanya, wisatanya, hingga pendidikannya. Jika dikota lain mungkin wisata atau pendidikannya saja yang dikembangkan maka di Jogja tidak hanya wisata atau pendidikannya. Jogja merupakan lambang keseimbangan yang patut ditiru baik para pengunjungnya, terlebih lagi penduduknya. Lambang keseimbangan antara dunia dan akhirat. Lambang dunia karena ada begitu banyak tempat wisata dan pusat perbelanjaan yang dapat memuaskan kehidupan dunia dan ada keraton dengan kebiasaanya yang kental akan islam dan budaya jawanya serta tak lupa pula jogja merupakan kota pendidikan yang merupakan salah satu alasan yang dapat menjadi bekal untuk akhirat. Jogja kini telah menjadi kota kedua bagi selain kota asal saya. Jogja dengan sejuta pesonanya, sungguh pasti akan sangat aku rindukan kelak.

    ReplyDelete
  8. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Seperti halnya nama dari kota DIY yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, dari kata-kata tersebut jelas bahwa dalam kota yogyakarta ini adalah istimewa, salah satu kenapa saya ingin melanjutkan studi pendidikan saya di yogyakarta adalah karena kota ini adalah istimewa. Banyak hal yang membuat kota yogya menjadi istimewa seperti kekentalan budaya di yogya, pelestarian batik-batik, pemeliharaan budaya para leluhur, bangunan-bangunan yang masih kental dengan budaya jawa, dan masih banyak lagi. Banyak pendatang ke yogyakarta untuk kepentingan bermacam-macam, ada yang datang untuk menuntut ilmu, ada juga yang ingin mengenal lebih jauh kebudayaan yang ada di Yogya.

    ReplyDelete
  9. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Yogyakarta kaya akan filosofisnya. Dasar filosofi pembangunan daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Hamemayu Hayuning Bawana. Dasar tersebut ebagai cita-cita luhur untuk menyempurnakan tata nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta berdasarkan nilai budaya daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Selain itu, nilai-nilai kearifan lokal di Yogyakarta terus ditingkatkan. Nilai-nilai tersebut bukanlah penghambat kemajuan di era global, namun menjadi kekuatan dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia untuk berkompetisi dan memajukan daerah.

    ReplyDelete