Oct 21, 2017

Urgensi Filsafat dalam Pendidikan Islam untuk Pendidikan Karakter




Dear all,

Ass, boleh dibaca makalah saya terbaru berjudul "Urgensi Filsafat dalam Pendidikan Islam untuk Pendidikan Karakter", dengan akses berikut:

https://www.academia.edu/27850256/KARAKTER_ISLAM_DALAM_SEJARAH_PERGULATAN_MEMPEREBUTKAN_KEKUASAAN_FILSAFAT_IDEOLOGI_ILMU_MATEMATIKA_DAN_PENDIDIKAN_

Demikian semoga bermanfaat.

Wss

Marsigit

73 comments:

  1. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu’alaikum, Wr.Wb.
    Saya sangat setuju bahwa filsafat berfungsi sebagai factor yang mensuport bagi pemeluk agama untuk meningkatkan peribadatan. Agama perupakan keyakinan oleh pemeluknya terhadap Tuhan. Dengan filsafat yang merupakan olah piker, kita dapat memahami dan menafsirkan butir-butir dari agama sehingga kita dapat mengamalkan dan melakasanakan ajaran-ajaran Agama.

    ReplyDelete
  2. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3

    Saya setuju mengenai guru terkadang kurang memahami matematika sekolah dan matematika dewasa yang tertera pada akhir makalah. Contohnya saja seorang guru SD mengajar matematika untuk SD sama dengan caranya mengajar matematika pada orang dewasa. Saya berpendapat bahwa matematika di SD harus diajarkan secara realistik sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa.

    ReplyDelete
  3. Lukman
    18701264003
    PEP S3

    Para ulama menjelaskan ajaran Islam. Mereka tidak berfilsafat. Filsafat lah yang mengkategorisasikan penjelasan para ulama sebagai bagian sekte-sekte filsafat. Wallohu A'lam.

    ReplyDelete
  4. Agama mengendalikan manusia agar tidak merusak diri mereka sendiri, terutama eksistensi hakikat manusia. Pengendalian itu diwujudkan dengan memanfaatkan semua instrumen yang dianugerahkan kepada manusia, termasuk akal pikiran. Oleh karenanya saya setuju dengan refleksi panjenengan di halaman tiga artikel di atas:

    “Setingg-tinggi ilmu dan pikiran (filsafat) tidaklah mampu mengetahui segala seluk beluk hati (spiritual). Sehebat-hebat ucapan, tidaklah mampu mengucapkan semua yang dipikirkan. Sehebat-hebat tulisan, tidaklah mampu menulis semua ucapan. Sehebat-hebat perbuatan, tidaklah mampu melaksanakan semua tulisan. Maka janganlah kita mengandalkan hanya pikiran (filsafat) saja untuk memaknai spiritual (agama), melainkan bahwa gunakan dan jadikan hati kita masing-masing sebagai komandan dalam hidup kita. Sesungguhnya, di dalam hati itulah bernaung ilmu spiritualitas kita masing-masing.”

    ReplyDelete
  5. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018
    Terkait topik bahasan mengenai Urgensi Filsafat dalam Pendidikan Islam untuk Pendidikan Karakter, pada link https://www.academia.edu/27850256/KARAKTER_ISLAM_DALAM_SEJARAH_PERGULATAN_MEMPEREBUTKAN_KEKUASAAN_FILSAFAT_IDEOLOGI_ILMU_MATEMATIKA_DAN_PENDIDIKAN_, adalah sbb...

    ReplyDelete
  6. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Bahwa, pendidikan karakter sangat erat kaitannya dengan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Filfat irisan dari ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio. dan islam yaitu agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah SWT.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
      Besse Rahmi Alimin
      18709251039
      s2 Pendidikan Matematika 2018
      Sehingga, topik bahasan mengenai Urgensi Filsafat dalam Pendidikan Islam untuk Pendidikan Karakter adalah adanya paham yang melogikakan spiritual sebagai wujud realitas dan obyektivitas, sehingga terrkadang menentang hati kecil yang paling dalam, padal sebagai manusia yang berkeyakinan tidak akan mengubah akzioma menjadi teorema.

      Delete
  7. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Persoalan-persoalan yang dihadapi oleh filsafat dan agama itu untuk sebagaian sama, mengenai dasar-dssar hidup, tujuan hidup, kesusilaan, hidup sesudah hidup di dunia, kebahagian manusia, pengabdian kepada Tuhan dsb. Kedua-duanya merupakan tuntutan kodrat kita untuk mecapai kebenaran, kebahagian dan pengetahuan yang mendalam tentang hakikat sesuatu. Filsafat “ingin menguasai”, seseorang seakan-akan hendak menggeggam alam semesta dengan pikirnnya. Dan sikap “ingin dikuasai” oleh bahagia itu terlaksana dengan sempurna dalam agama. Sebab disni kita berhadapan dengan Pencipta sumber kebahagian sebagai tujuan akhir kita. sikap ingin menguasai disini akan insyaf dengan kekurangan dan keterbatasan kita sebagai manusia, maka manusia menyerah dan tunduk yaitu Sami’na Waata’na.

    ReplyDelete
  8. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P. Mat A 2018

    Agama memiliki kedudukan tertinggi dalam aspek kehidupan manusia. Agama adalah ciptaan Allah dan Allah adalah jalan kebaikan. Kalau kita ingin selamat, maka berilmu dan berpedomanlah pada agama termasuk dalam berfilsafat. Agama mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Agama mengatur apa yang harus dilakukan seorang manusia dari bangun tidur sampai tidur kembali. Agama mengatur pikiran manusia. Maka ketika kita berfilsafat hendaklah berpatokan pada agama supaya tidak menjadi liar. Dengan melakukan hal tersebut, maka kita bisa mengolah rasa dan karsa, karakter, sikap yang kita ambil apakah sesuai dengan ajaran agama atau tidak. Kalau kita benar dalam berfilsafat berlandaskan agama, maka pendidikan karakter bisa dengan baik dilaksanakan. Filsafat merupakan proses dimana pola pikir kita terhadap suatu permasalahan menjadi lebih terbuka, sehingga jika diiringi dengan ilmu agama makan akan membentuk karakter kita menjadi karakter yang lebih bijaksana, tidak hanya itu tetapi pembentuk karakter yang baik dengan landasan yang baik pula.

    ReplyDelete
  9. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Agama merupakan keyakinan yang diamalkan oleh pemeluk. Sumber ajaran Agama berasal dari Tuhan. Agama diturunkan sebagai pedoman moral untuk manusia dengan cara memahami, menafsirkan dan mengamalkannya. Sementara filsafat merupakan olah pikir reflektif manusia. Dengan demikian menurut makalah tersebut, filsafat sebagai olah pikir memiliki kemungkinan untuk dapat mengembangkan kemampuan memahami dan menafsirkan butir-butir ajaran agama. Filsafat diharapkan dapat mendukung pemeluk agama untuk meningkatkan kualitas ibadahnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umi Arismawati
      18709251037
      S2 Pendidikan Matematika B 2018

      Assalamu'alaikum, wr, Wb.
      Filsafat dapat mendukung pemeluk agama untuk meningkatkan kualitas ibadah. Karena dalam Ibadah sendiri perlu adanya pahaman dan ilmu tentang agama yang disana memerlukan olah pikir manusia. Walaupun tidak semua perihal agama dapat diterima oleh olah pikir. Karena agama itu juga melibatkan hati dan kepercayaan.

      Delete
  10. Nurul Huda
    18701264005
    S3 PEP 2018
    Komunitas pesantren sebagai institusi yang lahir dari basis dan doktrin Islam, secara cermat dan berani berhasil dalam berdialektika dengan fakta kehidupan. Pada zaman penjajahan komunitas pesantren melakukan perlawanan bukan hanya karena mengeksploitasi dan memperlakukan rakyat secara tidak manusia, tetapi lebih dari itu doktrin agama adalah landasan paling dasar sehingga perlawanan itu terjadi secara terus menerus. Komunitas pesantren juga mampu memberikan jalan keluar secara teologis pada masalah-masalah kritis terkait dengan landasan dasar berbangsa dan bernegara, seperti perdebatan dasar negara dalam piagam Jakarta, dan asas tunggal Pancasila. Hingga komunitas pesantren telah menetapkan secara tegas bahwa NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, dan UUD 1945 adalah final, paripurna, dan kaffah bagi Bangsa Indonesia. Ini sekadar untuk menggambarkan pentingnya filsafat Islam yang mewujud dalam karakter.

    ReplyDelete
  11. Darmanto Minggele
    18701264006
    S3 PEP 2018
    Pendidikan Islam dan pendidikan karakter mencetak anak didik menjadi makhluk yang memiliki karakter-karakter atau nilai-nilai yang lebih baik. Pendidikan Islam dengan ruang lingkupnya yang jelas dan terperinci tidak keluar dari tuntunan AlQur’an dan Al-Sunnah sehingga berjalan searah dengan pendidikan karakter antara lain pembentukan sifat-sifat yang baik pada setiap anak didik. Keberhasilan
    pendidikan Islam tidak tergantung pada baik atau tidaknya salah satu komponen pendidikan melainkan satu sama lain saling keterkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

    ReplyDelete
  12. Hanif cahyo adi kistoro
    18701264004
    S3 PEP 2018

    salah satu ciri karakter pendidikan islam adalah visioner dan dinamis. seperti kita tahu jaman masa klasik dunia islam sudah mencapai peradaban yang tinggi. salah satunya adlah karena ilmu pengetahuan yang berkembang pesat. konsep pemikirna filsafat para tokoh yunani di gabungkan dan dikembangkan dengan ajaran ajaran islam memunculkan penemuan penemuan ilmu pengetahuan ynag tinggi. pemikiran al ghazali, ibnu sina ibnu rusdy dan lainnya adalah beberapa contoh adanya pemikiran filsafat dan pemikiran islam yang kemudian memunculkan ilmu pengetahuan yang sangat tinggi. salah satu contoh lan dalam ilmu matematika bagaimana al khawarizmi menemukan angka dari 0 sampai 10. itulah bukti bahwa islam sangat sesuai dengan ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  13. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Filsafat dan agama adalah dua hal yang berjalan bersama-sama. Telah dijelaskan bahwa filsafat bersifat intensif dan ekstensif yaitu berpikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya tanpa berbenturan dengan agama apalagi melampaui agama. Fungsi filsafat adalah memperjelas dan memperkaya bentuk atau formnya dan juga substansinya agar nilai karakter islamiah dapat muncul melalui bentuk material, formal, normatif dan spiritual.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rosi Anista
      18709251040
      S2 Pendidikan Matematika B

      Saya setuju dengan pendapat bahwa fungsi dari filsafat adalah untuk memperjelas dan memperkaya substansi agr nilai-nilai dalam suatu ilmu pengetahuan menjadi lebih luas. Karena sebenar-benar berfilsafat adalah berpikir, maka cakupan filsafat itu sendiri memang sangat luas namun tetap sesuai dengan ruang dan waktu.

      Delete
  14. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Filsafat dalam diri seseorang dapat dilihat dari cara berpikirnya karena filsafat merupakan kemampuan mengolah pikiran. Benar bahwa cara berpikir seseorang berbeda-beda maka dari itu penafsiran terhadap sesuatu hal sangat mungkin terjadinya perbedaan. Oleh karenanya filsafat dapat juga diartikan dirimu, karena sebenar-benar filsafat adalah dirimu. Kenalilah dirimu dan cara berpikirmu maka engkau akan tahu aliran filsafat yang ada dipikiranmu seperti apa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umi Arismawati
      18709251037
      S2 Pendidikan Matematika B 2018

      Assalamu'alaikum, wr, Wb.
      Filsafat merupakan olah pikir. Untuk itu dapat disebut juga bahwa filsafat merupakan pikiranmu. Setiap orang dapat berfilsafat karena setiap orang pasti memiliki pola berpikir masing-masing yang kadang berbeda-beda.

      Delete
  15. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Pendidikan islam merupakan bentuk bantuan dalam membelajarkan seseorang kearah yang lebih baik, sebab pendidikan islam memiliki pedoman jelas yaitu Al-Qur'an dan As Sunnah. Pendidikan islam itu sendiri merupakan pondasi utama sebelum seseorang melangkah lebih jauh dalam mengarungi kehidupan, menumbuhkan keyakinan yang islami akan membantu kita ketika mendapati kegaduhan dalam menjalankan kehidupan. Hal ini sejalan dengan filsafat yang mana pokok utamanya adalah olah pikir, ketika pikiran dan hati (keyakinan) memiliiki sinkronisasi yang kuat maka selalu ada kemudahan dalam mendapti masalah nantinya.

    ReplyDelete
  16. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Saya sagat tertarik dengan kutipan “Maka janganlah kita mengandalkan hanya pikiran (filsafat) saja untuk memaknai spiritual (agama), melainkan bahwa gunakan dan jadikan hati kita masing-masing sebagai komandan dalam hidup kita”. Untuk itu dalam memahami agama harus dengan hati dan pikiran. Pedoman agama islam adalah dengan Al-Qur'an dan As Sunnah. Untuk itu pelajari dan laksanakan ibadah dengan sepenuh hati dan hindari larangan Nya.

    ReplyDelete
  17. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Pendidikan tidak semata-mata hanya untuk mengasah kemampuan otak dan pikiran menjadi lebih kritis, namun yang lebih penting adalah pendidikan mengenai pembentukan karakter, etika dan akhlak. Filsafat merupakan olah pikir kita, hendaknya dalam olah pikir yang ada dalam pikiran selalu diselipkan mengenai spiritual agar membentuk karakter yang lebih baik. Agama juga merupakan pedoman dalam olah pikir manusia. karena dengan agama seseorang mampu membentuk karakter dan tingkah laku yang baik dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  18. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P. Mat A 2018

    Berfilsafat hendaknya dilandasi dengan Agama. Agama mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Agama mengatur apa yang harus dilakukan seorang manusia dari bangun tidur sampai tidur kembali. Agama mengatur pikiran manusia. maka dalam kehiudpan ini dapat diatus dengan mengkomunikasikan dan menggunakan aturan yang memang harus ditaati, pikiran dan komunikasi dalam membrikan pendidikan agama untuk mencapai tingkat spiritual yang baik.

    ReplyDelete
  19. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  20. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    “Setingg-tinggi ilmu dan pikiran (filsafat) tidaklah mampu mengetahui segala seluk beluk hati (spiritual). Sehebat-hebat ucapan, tidaklah mampu mengucapkan semua yang dipikirkan. Sehebat-hebat tulisan, tidaklah mampu menulis semua ucapan. Sehebat-hebat perbuatan, tidaklah mampu melaksanakan semua tulisan. Maka janganlah kita mengandalkan hanya pikiran (filsafat) saja untuk memaknai spiritual (agama), melainkan bahwa gunakan dan jadikan hati kita masing-masing sebagai komandan dalam hidup kita. Sesungguhnya, di dalam hati itulah bernaung ilmu spiritualitas kita masing-masing.” -Marsigit-

    ReplyDelete
  21. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    Salah satu yang perlu dilakukan kalangan islamis dalam melawan hegemoni power now atau post modernis adalah meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan. Beberapa dekade ini, jarang sekali kita menemukan ilmuan muslim yang mengasilkan terobosan dalam bidang ilmu pengetahuan. Hal in sangat berbeda dengan kondisi umat isalam ketika orang barat eropa berada pada era dark age. Ilmuwan seperti al khawarismi, al farabi, ibnu sina dst berhasil mengalahkan dunia barat dengan kecemerlangan ilmu pengetahuan yang mereka miliki.

    ReplyDelete
  22. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Dimensi spiritual menjadi landasan ketika berfilsafat dan menjadi tujuan akhir berfilsafat. Saat berfilsafat perlu adanya benteng spiritual atau agama sementara berfilsafat semata-mata berpikir dan berlindung dibawah naungan Tuhan Yang Maha Esa dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Seperti yang diungkapkan pada file tsb bahwa filsafat berfungsi sebagai supporting factor bagi pemeluk agama untuk meningkatkan kualitas peribadayannya. Hal ini lantaran ilsafat merupakan olah pikir yang reflektif dari manusia sehingga ada kemungkinannya dapa mengembangkan kemampuan memahami butir-butir agama.

    ReplyDelete
  23. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Kalimat yang saya petik dari bacaan beliau yaitu,“Fungsi agama kemudian adalah memedomani agar umatnya mampu beribadat sebaik-baiknya sekaligus sebagai sumber moral (karakter), petunjuk kebenaran…” yang bisa dipahami dari sini adalah bahwa filsafat yang merupakan dasar dari olah pikir manusia juga diperlukan dalam Pendidikan Islam karena berdasar fungsi agama tersebut yang merupakan sumber moral seseorana. Sebagaimana yang diketahui bahwa karakter, moral yang ada pada seseorang merupakan dasar dari pikiran masing-masing, bagaimana mereka menghidupkan tombol moral yang baik dan buruk bergantung pada jalannya pikiran mereka sehingga digunakanlah filsafat dalam Pendidikan Islam.

    ReplyDelete
  24. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    filsafat adalah cara pandang untuk mencari suatu nilai-nilai kebenaran. Agama merupakan tuntunan manusia yang melapisi hati manusia yang menjadikan manusia berkiblat. Karakter merupakan sifat dasar yang dimiliki oleh manusia. Karakter manusia bisa dibentuk dengan didikan lingkungan dan pengalaman. Karakter dapat dipengaruhi oleh psikologi, penglihatan, dan pola pikir. Urgensinya manusia tidak bisa hidup tanpa agama serta manusia tidak bisa hidup tanpa adanya suatu budaya karena budaya dapat membentuk karakter. terimakasih

    ReplyDelete
  25. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Filsafat dan agama dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena agama atau spiritual lah yang menjadikan sebagai batasan dalam filsafat. Filsafat juga berperan dalam membantu kita untuk memperdalam ilmu spiritual kita. Dengan begitu karakter bangsa yang cerdas diharapkan dapat terwujud.

    ReplyDelete
  26. Hanif cahyo adi kistoro
    18701264004
    S3 PEP 2018

    salah satu tugas Rasulullah Muhammad SAW diutus adalah untuk memperbaiki akhlak. cara memeprbaiki adalah dengan pendidikan. nabi pun sebelum menjadi Rasul beliau dai kecil sudah dididk langsung oleh Allah SWT. beliau tidak melakukan hal - hal yang dilarang oleh ajaran Nabi sebelumnya yaitu berbuat maksiat dll. sampai puncaknya ketika beliau menerima wahyu dan dibersihkan hatinya oleh malaikat atas perintah Allah. dalam ajaran islam sangat sarat dengan nilai - nilai pendidikan. karena tujuan utama menjadi hamba adalah menjadi pribadi yang bertakwa. sementara menjadi takwa butuh proses dan pengarahan.

    ReplyDelete
  27. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  28. Sintha Sih Dewanti
    18701261013
    PPs S3 PEP UNY

    Pembentukan kepribadian dalam pendidikan Islam sangatlah penting. Kepribadian ini meliputi sikap, sifat, reaksi, perbuatan, dan perilaku. Perkembangan kepribadian ini dapat dibentuk melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan upaya yang dirancang dan dilaksanakan untuk membantu siswa memahami nilai-nilai dan perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan.

    ReplyDelete
  29. Darmanto Minggele
    18701264006
    S3 PEP

    Assalamualaikum W W
    Setelah membaca makalah Prof. yang berjudul "Urgensi Filsafat dalam Pendidikan Islam untuk Pendidikan Karakter" semakin memperjelas peran filsafat itu sendiri sebagai suatu kajian keilmuan yang akan mengantarkan seorang insan beriman dalam perjalanan spiritualnya menuju ke akhlakhul karimah dalam keIslamannya.

    ReplyDelete
  30. Darmanto Minggele
    18701264006
    S3 PEP

    Assalamualaikum W W
    Setelah membaca makalah Bapak yang berjudul "Urgensi Filsafat dalam Pendidikan Islam untuk Pendidikan Karakter" semakin memperjelas peran filsafat itu sendiri sebagai suatu kajian keilmuan yang akan mengantarkan seorang insan beriman dalam perjalanan spiritualnya menuju ke akhlakhul karimah dalam keIslamannya.

    ReplyDelete
  31. Puspitarani
    19709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2019
    penanaman pendidikan karakter pada zaman ini sangat dibutuhkan. Apalagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sudah bukan hal baru bahwa sebagian besar peserta didik sudah kehilangan karakter mereka. Maka, oleh karena itu dalam kurikulum 2013 ini pemerintah juga manggalakkan permasalahan pendidikan karakter. akan sangat disayangkan jika orang pintar, jenius, inovatif, namun tidak memiliki karakter yang baik. kecerdasan itu hanya akan menjadi bencana bagi dirinya sendiri maupun sekitarnya. untuk mencegah hal tersebut maka perlu adanya penanaman pendidikan karakter dari usia dini, salah satu cara penanaman pendidikan karakter ini adalah dalam proses belajar mengajar, guru dapat menyisipkan beberapa nilai karakter kepada siswa.

    ReplyDelete
  32. Heriansyah
    19701261017
    S3 PEP

    Terima kasih prof atas pencerahannya..
    Problematika dunia Islam sekarang terjadi polarisasi keilmuan, disatu sisi ada yg meng"haram"kan ilmu filsafat dan sejenisnya disisi lain ada kelompok yg mem"boleh" kan semua hal tanpa ada batasan. Padahal sejarah Islam membuktikan bahwa peradaban Islam mengalami kejayaan yg luar biasa ketika mampu mengakomodasi pemikiran filsafat dalam mengembangkan nilai-nilai Islam. Sekularisme Islam hanya akan menyebabkan nilai-nilai Islam tercabut dari akar ketuhanan sebaliknya radikalisme Islam akan menyebabkan kejumudan berpikir dan berkreasi (ijtihad) yg mjd landasan peradaban keilmuan Islam.
    Islam sangat menghargai peranan akal dg segala keterbatasannya. Baik akal (ilmu) maupun Wahyu (agama Islam) adalah media yg Allah ciptakan utk menuntun manusia melaksanakan peranannya sebagai Khalifah fil ardh sesuai dg fungsinya masing-masing..

    ReplyDelete
  33. Sintha Fardu Anggraeni
    19709251071/ D
    S2 Pendidikan Matematika 2019

    Filsafat merupakan awal sumber berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di semua Negara di dunia ini. Salah satu ilmu yang berkembang adalah Pendidikan agama islam. Pendidikan agama islam sangat penting untuk membentuk kepribadian sesuai dengan Al- Quran dan Hadits yang diterapkan pada kehidupan bermsyarakat. Peran agama islam yang pertama sebagai motivator, agama islam memberikan dorongan batin, akhlak dan moral manusia yang mendasari dan melandasi cita-cita dan perbuatan manusia dalam seluruh asapek kehidupan, termasuk dalam usaha dan pembangunan. Kedua, agama islam sebagai creator (pencipta) dan innovator (pembaharu), memberikan semangat dorongan untuk bekerja kreatif (mempunyai kemampuan untuk mencipta) dan produktif (banyak menghasilkan) dengan penuh dedikasi (pengabdian) untuk membangun kehidupan dunia yang lebih baik dan kehidupan khirat yang baik pula.peran ketiga sebagai integrator (menyatu padukan), baik individual maupun sosial, dalam arti bahwa agama mengintregasikan dan menyerasikan segenap aktivitas manusia, baik sebagai perseorangan maupun anggota masyarakat. Dari ketiga peran tersebut Pendidikan agama islam sangat penting dalam pembentukan Pendidikan karakter.

    ReplyDelete
  34. Assalamualaikum
    Ahmad syajili
    19709251066

    Filsafat dan agama itu ada lah dua hal yang berbeda namun tidak bisa di pisahkan. Agama memiliki kedudukan tertinggi dalam aspek kehidupan manusia. Agama adalah ciptaan Allah dan Allah adalah jalan kebaikan. Kalau kita ingin selamat, maka berilmu dan berpedomanlah pada agama termasuk dalam berfilsafat. Agama mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Agama mengatur apa yang harus dilakukan seorang manusia dari bangun tidur sampai tidur kembali. Agama mengatur pikiran manusia. Maka ketika kita berfilsafat hendaklah berpatokan pada agama supaya tidak menjadi liar.

    ReplyDelete
  35. Achmad Rante Suparman
    19701261010
    S3 PEP

    Terima kasih atas tulisannya yang luar biasa Prof.

    Berbicara tentang Filsafat artinya berbicara tentang penyelidikan menggunakan akal budi mengenai hakikat sesuatu yang ada atau mungkin ada, sebab, asal serta hukum-hukumnya. Sedangkan berbicara tentang agama artinya berbicara tentang kepatuhan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa, tata cara beribadah dan keimanan (kepercayaan).
    Islam adalah kebenaran Pasif dan Ilmu adalah kebenaran aktif
    Jika berbicara tentang kebenaran Pasif artinya kebenaran yang dipercaya tanpa ada keraguan di dalamnya (Al Qur’an), sedangkan kebenaran aktif adalah kebenaran yang akan selalu dan selalu dicari kebenaran yang sesungguhnya, sehingga tidak akan pernah ditemukan kebenaran yang final akan hal ini.

    Tulisan Prof menekankan pada Urgensi Filsafat dalam Pendidikan Islam.

    Jika kita memaknai dua kata di atas, maka antara Filsafat dan Islam merupakan dua hal yang seharusnya memiliki hubungan yang erat, akan tetapi dalam batasan tertentu. Filsafat dan Islam sendiri adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sejarah mencatat bahwa kajian filsafat dalam Islam telah berlangsung sangat lama, sehingga kita mengenal ada 3 tahapan kajian filsafat Islam, yaitu tahapan klasik, tahapan pertengahan dan tahapan modern

    Filsafat tidak akan mampu mengubah kebenaran pasif, akan tetapi filsafat mampu menguatkan kebenaran pasif melalui pencarian kebenaran yang sesuai dengan kajian filsafat. Sesuai dengan kutipan Prof “Kajian Filsafat bersifat intensif dan ekstensif. Intensif maksudnya adalah dalam sedalam-dalamnya sampai tidak ada yang lebih dalam. Ekstensif artinya luas seluas-luasnya”.
    Akan tetap perlu digarisbawahi bahwa sedalam-dalamnya kajian filsafat, kajian kebenaran pasif lebih dalam dan seluas-luasnya kajian filsafat, lebih luas kajian kebenaran pasif.

    ReplyDelete
  36. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  37. Dea Armelia
    19709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2019
    Filsafat merupakan cara pandang untuk mengetahui sesuatu nilai kehidupan dengan benar atau proses pola pikir terhadap suatu masalah dg lebih terbuka yg mana bersifat intesif dan ektensif yaitu berpikir sedalam dalamnya dan seluas-luasnya.
    Oleh karena itu agar memperjelas bentuk dan substansinya diperlukanlah hal yg mengatur pikiran manusia yaitu agama.
    Agama merupakan kedudukan tinggi dlm aspek kehidupan dan pedoman bagi manusia agar menjadi manusia yg berkiblat. Oleh sebab itu filsafat hrs diiringi dg ilmu agama agar lebih bijaksana dalam proses berpikir, yg mana dpt mengolah karakter kita dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional, spiritualitas dan kepribadian.

    ReplyDelete
  38. Karakter agama (Islam) yang sangat kental dalam peradaban dunia apalagi di Negara Indonesia yang memang penduduknya kurang lebih 80% beragama Islam. Kebenaran Islam yang merupakan kebenaran absolut akan selalu menarik menjadi kajian dalam perkembangan diberbagai bidang ilmu (filsafat, matematikailmu lainnya). Saya setuju Kampus atau Universitas pada dasarnya merupakan lembaga yang mempunyai peran untuk menyatukan ilmu islam dan non islam dan yang relevan dalam hal ini Kampus UIN yang mana ada mata kuliah dasar umum (MKDU) yang bisa memfasilitasi.

    ReplyDelete
  39. Ratna Hidayah
    19706261007
    S3 Pendidikan Dasar

    Ilmu pengetahuan, filsafat dan agama saling menunjang dalam kehidupan manusia. Tuhan memberikan akal, budi dan keyakinan pada manusia. Melalui tiga aspek tersebut, manusia dapat mendapat kebahagiaan yang sebenarnya. Dalam studi agama, manusia perlu menggunakan pendekatan secara utuh dan komprehensif.

    ReplyDelete
  40. Rafhi Febryan Putera
    19706261003
    Pendidikan Dasar 2019

    Filsafat dalam islam dikenal dengan ilmu qalam, dan mempelajari fisafat mampu meningkatkan daya kritis kita dalam berbagai hal, namun dalam islam ada batasan-batasan dalam berfilsafat yaitu iman, karena tidak semua hal bisa di filsafatkan.

    namun untuk filsafat dalam bidang pendidikan khususnya pendidikan dasar, penting untuk dipelajari dalam rangka meningkatkan kompetensi berifikir kita untuk mencari kebenaran hal-hal yang berkaitan dalam pendidikan

    ReplyDelete
  41. M.Habibi
    19706261004
    DIKDAS S3

    Terima kasih prof atas jabaran yang luar biasa.
    Bertambah pengetahuan kami bahwa ternyata Islam memiliki peranan penting dalam proses lahirnya ilmu filsafat dan ideologi pendidikan. Pada dasarnya filsafat itu merupakan suatu kajian keilmuan yang akan mengantarkan seorang insan beriman dalam perjalanan spiritualnya. Sejatinya semakin filsafat seseorang itu, maka sesungguhnya imannya akan semakin bertambah.

    ReplyDelete
  42. Wiwin Mistiani
    PEP S3
    19701261011
    Terimakasih prof.. Super sekali penjelasan prof tentang urgensi filsafat dalam pendidikan islam untuk pendidikan karakater. Dari penjelasan prof ada 3 hal yang saya dapat simpulkan
    1. Untuk memmaknai spiritual tidak cukup dengan dengan olah pikir(filsafat) saja. Namun filsafat bisa dijadikan alat bagi pemeluk agama untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaannya. Seperti halnya untuk memahami Alquran dan hadis di perlukan ilmu dan olah pikir ( filsafat) sehingga pemeluk agama tidak sekedar taklit buta.
    2. Agama itu bersifat absolut..dan untuk memcapai kebenaran itu di butuhkan filsafat. Sehingga Alquran berulang ulang menyebut" afala takqilun, afala tatafakkarun.. Ini
    merupakan isyarat bagi manusia untuk berfikir / filsafat untuk bisa membaca tanda tanda kebesaran ilahi.
    3. Al jahiluna halka illal alimun
    Wal alimuna halka illal amilun.
    Wal amiluna halka illal mukhlisun.
    Orang yang bodoh itu akan merugi kecuali mereka yang berilmu
    Orang yang berilmu itu juga akan merugi jika tanpa amal
    Dan orang yang hanya beramal juga akan merugi jika tanpa keikhlasan.




    ReplyDelete
  43. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  44. Selamat pagi Prof dan teman-teman
    Urgensi filsafat dalam pendidikan Islam untuk pendidikan karakter. Dari judul ini setidaknya ada tiga kelompok yang bisa saya petahkan

    Urgensi filsafat/
    pendidikan Islam/
    pendidikan karakter/

    dari tiga kelompok diatas maka masing-masing pertanyaannya adalah
    mengapa prof Marsigit menggunakan kata "urgensi" dalam artikel ini? Kata urgensi artinya keharusan yang mendesak. Keharusan yang mendesak sama artinya dengan Unit Gawat darurat kalau dimaknai oleh orang kesehatan. Kalau orang lapar berarti keharusan untuk makan karena kalau tidak mengambil tindakan berarti yang bersangkutan bisa pingsan. Menurut teman-teman bisa tidak saya menggunakan analogi ditas untuk memahami istila "urgensi filsafat" dalam artikelnya prof Marsigit- Urgensi filsafat dalam pendidikan Islam untuk pendidikan karakter

    kedua, pendidiikan karakter diartikan sebagai pendidikan untuk memanusiakan manusia karena hanya manusia yang karakternya perlu diperhatikan. Kalau pendidikan karakternya dimaknai seperti itu, maka pertanyaannya adalah karakter manusia yang bagaimana yang seyogyanya perlu mendapat penangan yang urgen?

    Dua pertanyaan itu yang muncul dibenak saya setelah saya membaca artikel dari Prof Marsigit.

    ReplyDelete
  45. Choirul Amri ( 19709251078)
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D

    Pendidikan agama selalu relevan dalam kaitannya untuk membina karakter tiap insan, keberhasilan pendidikan tersebut dapat dinilai dari seorang individu dengan melihat bagaimana pola pikir atau cara berfikirnya dan juga etika yang dimilikinya. Disinilah eratnya hubungan antara filsafat, pendidikan dan etika. Ketiganya tidak dapat dipisahkan. Etika atau karakter yang baik adalah bukti yang dapat dicermati sebagai hasil dari proses pendidikan dengan pemahaman logis filsafatnya. maka Orang yang berilmu atau mempunyai ilmu pengetahuan tinggi, ia akan memiliki nilai-nilai dan norma-norma yang tinggi pula atau menjunjung norma dan moral akibat dari pemahamannya dengan aturan baik yang datangnya dari Tuhan ataupun dari aturan manusia. Dengan menggunakan cara fikir filsafat, maka ia akan dapat bertindak tanduk untuk memanusiakan manusia, yaitu saling menghormati dan menghargai juga akan dapat menerima sebuah perubahan dengan baik. Seperti dizaman modern ini banyak perubahan dalam corak kehidupan sehingga berbagai macam teori serta pemikiran-pemikiran juga moral-moral haruslah bisa diselaraskan agar dapat memudahkan untuk mencapai suatu kebenaran tunggal melalui logika filsafah yang diikuti dengan pemahaman dari Alquran dan Sunnah. Jika antara filsafat, pendidikan dan etika dapat berjalan dengan baik maka akan terbentuklah sebuah peradaban yang maju diberbagai bidang karena saling memahami, yang dicirikan dengan berkembangnya pendidikan, terutama dalam pendidikan Islam yang keberhasilannya dicirikan dengan etika atau karakter manusianya.

    ReplyDelete
  46. Assalamu'alaykum wr wb
    Dwi Kawuryani
    19709251061
    Pendidikan Matematika S2 D
    Saya sangat setuju bahwa Islam saat ini sedang menghadapi banyak tantangan. Dengan membaca artikel ini saya jadi belajar bahwa beragama tidak hanya sekedar melakukan ibadah namun juga harus mengerti maknanya, harus diiringi dengan pembentukan karakter didalam diri melalui proses belajar dan proses berpikir.
    Selain belajar tentang ilmu agama, dalam artikel ini juga saya belajar tentang bagaimana menjadi guru yang lebih baik, yaitu tentang pentingnya pemahaman matematika oleh guru.
    Wassalamu'alaikum wr wb

    ReplyDelete
  47. Delyanti Azzumarito Pulungan
    PEP S3
    19701261013

    Assalammualaikum. Semoga prof dalam keadaan sehat yaa...
    Saya sangat tertarik sekali dengan pernyataan Prof di artikel yang menyebutkan bahwa saat ini Dunia islam menghadapi tantangan besar yaitu terdikotominya pemikiran. Tapi memang sulit untuk menghindari hal itu, karena tidak seperti Filsafat dan "ilmu" lainnya yang sifatnya terbuka dan berkembang, agama justru sebaliknya. Sebagai sebuah Dogma, sulit menerapkan sifat terbuka bagi agama. Sehingga benar pernyataan Prof dalam artikel, bahwa Filsafat berperan sebagai supporting factor sehingga agama dapat dipahami, dihayati, dan diamalkan dengan lebih baik.

    Meski sayangnya, kebanyakan kita saat ini justru menjauhi filsafat, karena hanya dipandang dari satu sisi, yaitu sebagai sesuatu yang kerap bertentangan dengan agama. Barangkali inilah yang kemudian membuat Islam menjadi terpinggirkan. Islam selalu dianggap sebagai hal yang terpisah dari Filsafat, pun sebaliknya. Setelah membaca artikel Prof ini, saya jadi berpikir, boleh jadi justru melalui filsafat, Islam dapat dihayati lebih dalam.

    Terima kasih atas pencerahannya, Prof.

    Best Regard.

    ReplyDelete
  48. Rona Happy Mumpuni
    19709251059
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Pendidikan karakter di Indonesia memang sedang digalakkan,dan tak dapat dipungkiri bahwa pendidikan islam adalah salah satu bentuk upaya untuk mewujudkan pendidikan karakter yang baik. Namun semakin berkembangnya zaman, kita semua mengetahui bahwasannya banyak sekali tantangan yang kita hadapi dewasa ini. Peranan filsafat dalam mendukung pendidikan islam untuk terwujudnya pendidikan karakter di Indonesia adalah sangat penting. Tidak serta merta sebagai akar dari ilmu, tetapi juga merupakan pondasi yang dapat menopang badai tantangan yang terkesan akibat pengaruh globalisasi.

    Dalam artikel yang Prof.Marsigit paparkan juga mengajak saya untuk berefleksi sehingga nantinya saya belajar bahwa menjadi guru matematika yang baik tidaklah mudah.Pemahaman matematika yang baik dan ilmu agama yang yang baik pula insyaallah akan mewujudkan seorang cendekiawan muslim yang berkarakter.

    ReplyDelete
  49. Aulia Nur Arivina
    18709251051
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pada salah satu bagian makalah Bapak, tertulis jika ingin menerapkan metode pembelajaran inovatif maka perlu menerapkan prinsip: untuk siswa yang berbeda-beda seyogyanya mempelajari matematika yang berbeda dan bermacam-macam walau memerlukan waktu yang berbeda-beda tetapi dengan metode yang berbeda-beda pula, dan alat yang berbeda-beda serta hasil yang boleh berbeda. Jadi dalam menggunakan metode pembelajaran tertentu perlu memperhatikan karakteristik siswa dan materi pembelajaran yang akan disampaikan. Karena tidak ada satu model pun yang cocok untuk semua materi dan karakteristik siswa yang beragam.

    ReplyDelete
  50. Aulia Nur Arivina
    18709251051
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Saya setuju dengan hasil diskusi Bapak dengan beberapa Guru matematika Internasional tentang perbedaan matematika untuk orang dewasa dan anak kecil. Mayoritas guru matematika di seluruh dunia tidak dapat membedakan matematika untuk orang dewasa dan anak kecil sehingga dapat mempengaruhi partisipasi siswa dan motivasi siswa untuk belajar. Guru yang baik dalah guru yang mengajar sesuai dengan bagaimana siswa belajar.

    ReplyDelete
  51. Aulia Nur Arivina
    18709251051
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dunia Islam menghadapi tantangan besar yaitu terkategorisasinya (dikotomi) pemikiran: Islam vs Barat, akhirat vs dunia, agama vs umum, spiritual vs sekuler, hati vs otak, takdir vs ikhtiar, fatal vs vital, potensi vs fakta , final vs terbuka, absolut vs relatif , tunggal vs plural , iman vs iptek, tradisional vs modern, spiritual vs material, spiritualism vs humanism, spiritualism vs materialism, ulama vs umaroh, syurga vs neraka, pahala vs pahala dosa, agama vs kebudayaan, agama vs filsafat, mitos vs logos, kebaikan vs keburukan, habluminallah vs habluminanash. Perbedaan dimensi struktur dunia akan menentukan karakter setiap penghuninya dengan 2 komponen “takdir” dan “ikhtiar” yang berinteraksi secara dinamis dan kontekstual sehingga memberikan manusia karakter final (tertutup) dan karakter berubah (terbuka). Interaksi keadaan karakter manusia yang tertutup dan terbuka, memungkinkan manusia untuk menggapai dimensi yang lebih tinggi, atau justru terperosok ke sebaliknya ke dimensi yang lebih rendah. Maka sebagai manusia yang beragama, hendaknya sebelum memutuskan segala sesuatu perlu dipikirkan terlebih dahulu secara bijaksana.

    ReplyDelete
  52. Annisa Nur Arifah
    18709251058
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Saya sangat setuju bahwa filsafat mampu mendorong dalamnya keagamaan seseorang. Dengan hakikat dari filsafat yang bertujuan untuk mengetahui makna dari segala sesuatu, maka ilmu agama seseorang akan lebih bermakna dan mendalam ketika menggunakan filsafat dalam keagamaan.

    ReplyDelete
  53. Sekar Hidayatun Najakh
    19701251007
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaykum wr wb...
    Hakikat manusia adalah tidak sempurna, kontradiktif dengan kesempurnaan. Sedangkan kesempurnaan adalah mutlak milik Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Dengan memahami ilmu filsafat, manusia akan lebih mengerti tentang perannya sebagai manusia yang termasuk salah satu penegak tonggak peradaban kehidupan melalui agama.

    Terimakasih Prof...

    ReplyDelete
  54. Sekar Hidayatun Najakh
    19701251007
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaykum wr wb...
    Filsafat sangat erat kaitannya dengan akal. Fungsi akal sangat tinggi dalam memahami wahyu sehingga akal menyampaikan manusia pada ketauhidan. Posisi akal berkaitan dengan pencarian pengetahuan dapat dilibatkan dalam metode-metode. Misalnya belajar dengan metode pendekatan Ma'rifatullah, yakni pengetahuan diperoleh dengan menyentuh hakikat ilmu dan wilayah intuisi kebenaran. Filsafat mendorong manusia mencari pengetahuan intuitif yang senantiasa melibatkan tiga alat, yakni panca indera, akal, dan hati.

    Terimakasih Prof.

    ReplyDelete
  55. Sekar Hidayatun Najakh
    19701251007
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaykum wr wb...
    Filsafat sangat erat kaitannya dengan akal, memburu pengetahuan, dan membuktikan kebenaran. Filsafat memberi jalan untuk berpikir dalam penyempurnaan iman dan keyakinan yang lahir dari hukum-hukum Allah tertuang dalam kitab suci Al Quran dan Al Hadist. Pengetahuan yang dapat diresapi diantaranya adalah, pengetahuan tentang keimanan kepada Allah yang menciptakan segala sesuatu, pengetahuan mengenai perilaku atau akhlak dan etika, serta pengetahuan mengenai perbuatan manusia di dalam keseharian secara formal dan sosial. Maka benar jika filsafat di dalam pendidikan Agama, terkhusus pada Agama Islam membentuk karakter yakni adanya kewajiban bagi manusia untuk menghiasi diri dengan sifat-sifat yang utama dari akhlak, serta sebisa mungkin menghindari sifat-sifat yang tidak diperkenankan di dalam aturan-aturan agama.

    Terimakasih Prof.

    ReplyDelete
  56. Nani Aprilia
    19701261016
    S3 PEP Angkatan 2019

    Assalamualaikum

    Didalam Aspek kehidupan Agama adalah aspek yang paling tertinggi. Agama akan mengatur segala aspek kehidupan manusia dan membawa kepada jalan kebenaran jika di pahami dan diimplemetasi dengan benar. ketika kita memahami sebuah filsafat maka agama gunakan sebagai pedoman yang mendasarinya. membahas filsafat adalah membahas penjelasan menggunakan akal budi/olah pikir mengenai hakekat sesuatu yang ada dan mengenai ada dan mungkin ada, sebab, serta hukumnya. sedangkan agama berbicara tentang kepatuhan terhadap Tuhan YME yang diwujudkan dengan keimanan. jika berbicara fisafat dan agama 2 hal yang erat hubungannya akan tetapi memiliki pada batasan tertentu. hal ini sesuai dengan kutipan Prof dalam artikel dimana kajian filsafat bersifat intensif dan ektensif. intensif adalah sedalam-dalamnya sampai tidak ada yang lebih dalam. ekstensif artinya seluas-luasnya. dengan memahmi filsafat yang benar, untuk mencari kebenaran yang terjadi dialam, maka kita bisa mendalami agama dan mempercayai agama dengan sepenuh hati. artinya filsafat sebagai jembatan untuk terus mencari/menyelidiki mellaui olah pikir/akal dengan menelaah yang ada dan mungkin ada terkait sebab akibat yang terjadi di alam dan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam benak manusia. sehingga jika kita memahami agama dengan benar maka akan terinternalisasi dengan baik dalam diri sehingga terwujud dalam sikap (karakter).

    Terima Kasih

    Wasalam

    ReplyDelete
  57. Khintoko Intan Permatasari
    19701251020
    S2 PEP A 2019

    Agama merupakan kedudukan tertinggi dalam aspek kehidupan manusia. Agama mengatur apa yang boleh dilakukan manusia dan melarang apa yang tidak boleh dilakukan manusia. Agama merupakan komunikasi spritual manusia dengan Allah SWT. Agama juga mengatur pola pikir manusia. Untuk itu, janganlah kita selalu mengandalkan pikiran untuk memaknai spritiual. Namun haruslah gunakan hati sebagai penengahnya. Dengan begitu, kita bisa mengolah rasa apakah yang kita perbuat sesuai dengan ajaran-ajaran agama. Pola pikir yang berlandaskan ajaran - ajaran agama akan membentuk karakter setiap individu dengan sendirinya. Karakter yang baik terbentuk karena landasan yang baik juga.

    ReplyDelete
  58. Jupriyanto
    19706261006
    Pendidikan Dasar S3

    Assalamualaikum... Apapun yang didapatkan di dunia akan kembali dan diserahkan ke Alloh Swt, termasuk ilmu yang didapatkan. Puncak keterpenuhan kebutuhan seseorang ketika menempatkan spiritual sebagai kulminasi hidupnya. Wassalamualaikum

    ReplyDelete
  59. Lovie Adikayanti
    19709251068
    S2 Pendidikan Matematika D

    Assalamualaikum wr.wb
    filsafat pendidikan Islam berfungsi untuk mengarahkan dan memberikan landasan pemikiran yang sistematik, mendalam, logis, universal terhadap berbagai masalah yang beroperasi dalam bidang pendidikan dengan menempatkan Al-Qur’an sebagai dasar acuannya. Filsafat sangat penting jika diterapkan pada proses pembelajaran terutama untuk meningkatkan pendidikan karakter peserta didik.

    ReplyDelete
  60. Lovie Adikayanti
    19709251068
    S2 Pendidikan Matematika D

    Assalamualaikum wr.wb
    filsafat pendidikan Islam berfungsi untuk mengarahkan dan memberikan landasan pemikiran yang sistematik, mendalam, logis, universal terhadap berbagai masalah yang beroperasi dalam bidang pendidikan dengan menempatkan Al-Qur’an sebagai dasar acuannya. Filsafat sangat penting jika diterapkan pada proses pembelajaran terutama untuk meningkatkan pendidikan karakter peserta didik.

    ReplyDelete
  61. M. Ikhsan Ghozali
    19701261003
    PEP S3 2019

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Gambaran dalam artikel Prof. Marsigit di atas begitu menohok bagi kondisi pendidikan Islam dewasa ini. Setelah berjaya dalam waktu lama di abad pertengahan, peradaban Islam perlahan memudar. Betapa tidak, banyak hasil pemikiran para cendekiawan Muslim yang menjadi warisan peradaban modern. Ironisnya, dogma "tertutupnya pintu ijtihad" memberi pengaruh negatif bagi peradaban Islam hingga kemunculan Fazlur Rahman yang mendobrak pintu tersebut. Sayangnya, umat islam sudah terlanjur jauh tertinggal. Saah satu penyebabnya adalah dikotomi keilmuan dan dihindarinya filsafat karena dianggap tidak sejalan bahkan bertentangan dengan ajaran Islam. Padahal, cendekiawan Muslim dulu juga merupakan filsuf. Mereka menggunakan filsafat sebagai tool yang batas penggunaannya dikontrol dengan ajaran Islam.
    Dalam artikel tersebut, Prof. Marsigit telah memberikan uraian permasalahan dan kndisi pendidikan Islam, khususnya di Indonesia, saat ini secara komprehensif. Meski begitu, tawaran solusi juga diungkap dan patut dipertimbangkan secara bijak guna memperkuat upaya-upaya yang telah banyak dilakukan untuk mengeluarkan pendidikan Islam dari kemarjilannya, utamanya di kalangan perguruan tinggi.
    Demikanlah, mohon maaf dan terima kasih.
    Wassalamu'alaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  62. Sri Ningsih
    19709251064
    S2 Pendidikan Matematika kelas D

    Filsafat berfungsi sebagai factor yang mensuport bagi pemeluk agama untuk meningkatkan peribadatan. Karena dengan berfilsafat berarti sedang proses berpikir. Bukankah dalam mengerjakan ibadah berarti kita berpikir juga bahwa itu merupakan perintah Tuhan.

    ReplyDelete
  63. Fitria Restu Astuti
    19709251069
    S-2 Pendidikan Matematika D 2019

    Saya sependapat dengan ungkapan bahwa filsafat dapat berfungsi sebagai salah satu factor pendukung seseorang dalam hal peribahatan. Hal ini dikarenakan dalam seseorang dalam mempelajari filsafat sama artinya dia sedang belajar tentang arti kehidupan. Sebagaimana sebenar-benar kehidupan itu adalah aturan dan bagi pemeluk agama islam aturan yang paling dasar tertata rapi dalam kitab suci alquran. Dengan memahami filsafat dan dikaitkan dengan apa yang Allah turunkan kepada umat manusia maka filsafat dapat menjadi trigger seseorang untuk betibadah.

    ReplyDelete
  64. Latifa Krisna Ayu
    19709251060
    S2 Pendidikan Matematika D

    Posisi Islam dalam dunia saat ini memang sangat memprihatinkan. Dalam dunia modern saat ini, kaum non spiritual lebih banyak berkontribusi dibandingkan dengan kaum agamis. Bahkan akhirnya kaum agamis mau tidak mau harus mempelajari dan menguasai pemahaman kaum non spiritualis untuk mengikuti kemajuan zaman modern saat ini. Namun di sisi lain agama adalah penuntun atau pedoman bagi penganutnya dalam menjalani kehidupan sebaik-baiknya. Maka sesungguhnya posisi agama berada di tempat yang utama. Agama dapat menjelaskan hal yg logis dan tidak logis. Sayangnya metode yang dimiliki oleh kaum agamis saat ini memang belum saintifik sehingga sulit menyaingi metode saintifik kaum nonagamis
    Terima kasih

    ReplyDelete
  65. Vera Yuli Erviana
    NIM 19706261005
    S3 Pendidikan Dasar 2019

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    “Pendididikan yang hanya mengasah kemampuan kognitif saja”, ernyataan seperti itu sejatinya kurang tepat. Di dalam Pendidikan diajarkan berbagai hal baik itu tentang karakter, sikap, etika, akhlak, dan banyak hal lainnya. Salah satu bentuk penanaman Pendidikan adalah melalui jalur agama. Di atas filsafat ada sesuai yang bernama agama, sehingga dalam kita berfikir harus perpedoman pada agama (Al Qur’an dan sunnah). Karena sejatinya segala sesuatu bersumber dari Al Quran dan sunnah, dan itu sudah dibuktikan melalui penelitian-penelitian modern. Bahwa apa yang ada di Al Quran tertanya memang benar.

    ReplyDelete
  66. Dikotomi antara agama dan ilmu pengetahuan (sains) hingga sekarang masih menjadi topik yang penting untuk didiskusikan. Dalam islam, sudah ribuan ayat yang terbukti kebenarannya melalui kajian sains. Hal ini sewajarnya meningkatkan keimanan seseorang (muslim) yang mempelajari. Namun di sisi lain, secara ekstrem ada pihak yang men'dewa'kan ilmu pengetahuan sehingga tidak mempercayai adanya Tuhan. Dalam hal ini, filsafat sangat berperan di antara keduanya (agama dan ilmu pengetahuan). Dengan filsafat, seorang yang beragama tidak akan menganggap agama semata-mata bersifat dogmatis dan orang tersebut juga akan lebih cerdas dari sekadar menguasai ilmu pengetahuan. Semoga dengan membaca tulisan Prof. Marsigit tersebut, orang menjadi lebih sadar dan halus pemikiran serta akhlaknya.

    Ikhsanudin (PEP-S3/19701261001)

    ReplyDelete
  67. Muh. Asriadi AM
    19701251008
    PEP A 2019
    Saya sangat sependapat bahwa filsafat islam sangat memiliki peranan penting dalam mendidik karekter. sebab dalam kajian filsafat islam sangat kental dengan nilai keruhanian. Tentunya nilai ini jika sudah melekat di hati sanubari manusia, maka secara otomatis perlakunnya kan selalu baik. Ketika sesaorang dengat dengan pencipta (tuhan) maka dia pasti kan selau menjaga sikap dan sifatnya akar tidak bertentangan dengan nilai-nilia dalam bingkai agama

    ReplyDelete
  68. Memang secara ontologis agama dan filsafat berbeda. Agama seperti diyakini dan diamalkan oleh pemeluknya berasal dari Tuhan, sedangkan filsafat merupakan oleh pikir manusia. Namun keduan memiliki keterkaitan yang sangat kuat. Keduanya ibarat 2 sisi mata uang. Keduanya akan menuntun kita menajadi pribadi yang paripurna dalam menjalani kehidupan di dunia ini

    ReplyDelete