Jul 16, 2015

NARASI BESAR IDEOLOGI DAN POLITIK PENDIDIKAN DUNIA

Dear all,



Saya berharap pemikiran saya berikut dapat dibaca oleh sebanyak-banyaknya para pemikir di Indonesia ataupun di dunia:

https://www.academia.edu/14097700/NARASI_BESAR_IDEOLOGI_DAN_POLITIK_PENDIDIKAN_DUNIA

Semoga bermanfaat.

Marsigit, Indonesia

23 comments:

  1. efi septianingsih
    pep
    kelas b
    17701251013

    masyarakat indonesia banyak yang kaget dengan ideologi dan politik yang semakin maju dan semakin menguntungkan bagi oknum-oknum yang memiliki andil dan dana yang besar, ialah sang power bagi yang kurang memiliki kekuatan spiritual yang baik
    kerena masih minimnya iman dan spiritual terhadap Tuhan YME oleh karena itu dikacaukanlah pikiran dan hati mereka
    banyak yang mengaku bertuhan namun hanya mengaku, itu saja

    ReplyDelete
  2. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit

    Kami mempelajari bahwa dari paparan awal Prof Marsigit bahwa yang ada dan yang mungkin ada sebagai staring point, digambarkan menjadi dua ideologi besar yaitu tetap dan berubah. Yang tetap dan berubah tersebut menjadi dua alur besar yang ada di dalam kehidupan di dunia ini. Pada analisis akhir, sangat menarik bagi kami kesimpulan dan aplikasinya didunia pendidikan Indonesia. Terima kasih Bapak atas skemanya yang telah diberikan.

    ReplyDelete
  3. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terima kasih Prof atas paparan yang disampaikan diatas. Dari hal diatas kami mencoba pahami bahwa titik awal dari ilmu adalah yang ada dan yang mungkin ada. Keduanya memiliki potensi untuk berubah entar linear, siklik , membangun ataupun formasi lain tergantungan dengan pengadanya. Keduanya memiliki potensi untuk tidak berubah atau tetap. Pendidikan tidaj terlepas dengan ideology dan politic. Dalam era sekarang ini bisa saja, dan mungkin sudah terjadi bahwa pendidikan menjadi tunggangan politik yang tidak sehat bagi pihak – pihak tertu. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda penerus bangsa harus menyadari dan memahami agar pendidikan menjadi ideology dan politik yang sehat agar mampu menghasilkan output-output yang berkualitas. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  4. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari yang telah bapak sampaikan dalam Narasi Besar Ideologi dan Politik Pendidikan Dunia, ada beberapa hal yang dapat saya pelajari, diantaranya adalah yang ada dan yang mungkin ada merupakan titik awal atau starting point dalam ideologi pendidikan. Dalam perjalanannya, mungkin saja akan tetap atau berubah tergantung kondisinya. Ideologi dan politik dalam pendidikan bisa saja merugikan apabila digunakan hanya untuk kepentingan politik atau kepentingan sebagian orang dan niatnya bukan benar-benar untuk membangun pendidikan yang berkualitas.

    ReplyDelete
  5. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Keberhasilah suatu pendidikan dan sistem itu salah satunya dipengaruhi oleh ideologi yang dianut. Ada berbagai macaam idiologi diantaranya liberalism, kapitalism, ataupun sosialism. Indonesia sendiri menganut demokrasi pancasila, sebagai dasar negaranya. Sehingga pendidikan di Indonesia akan menjadi lebih sesuai dengan karakter bangsa Inndonesia saat idiologi pendidikan yang dianut juga idiologi pancasila. Selain itu idiologi ini juga tidak memisahkan antara agama dan ilmu pengetahuan, sehingga akan menciptakan pribadi yang humanis bukan pribadi yang kapitalis dan liberalis. Terimakasih

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Pada materi di link tersebut saya tertarik pada bagian ‘Indonesian Ways of Life’. Terdapat lima lapisan atau level yang tampak pada sketsa tersebut dengan panah mengarak ke atas., dan leverl teratasnya ialah ketuhanan. Saya mengartikan ini sebagi ideology pancasila yang ada di Indonesia yang berbeda dengan ideology-ideologi di negara lain terutama negara kapitalis. Seperti yang kita tahu ketuhanan merupakan sila pertama pancasila yang artinya menjadi landasan utama dalam berbangsa dan bernegara. Berbeda dengan Negara kapitalis yang mengutamakan materi.

    Dewasa ini, konsep ketuhanan sebagai ideologi teratas bangsa Indonesia sudah semakin pudar. Hal ini nampak pada perilaku masyarakatnya yang tidak menecerminkan ketuhanan melainkan materialistis. Dikhawatirkan, bangsa ini nantinya akan mengikuti gaya materialistis bangsa barat dan melupakan ideology pancasilanya. Contohnya, banyak orang lebih suka menampakkan kekayaannya di media social dengan membelanjakan sebagian bersar hartanya untuk berfoya-foya, bahkan ada yang menggunakan yang bukan hartanya untuk kesenangan pribadi. Contoh lain, anak-anak muda lebih sering galau dengan hal-hal duniawi dan mudah depresi, bukannya mengadu kepada tuhannya tetapi malah ke dunia maya. Semoga kita terhindar dari perbuatan yang demikian, serta dapat menjaga dan mengamalkan ideologi pancasila ini sebagai cerminan bangsa Indonesia yang luhur.

    ReplyDelete
  8. Latifah Fitriasari
    PM C

    Dari yang ada dan mungkin ada, berkembang menjadi tetap dan berubah, kemudian berkembang lagi menjadi yang ada dalam pikir dan yang ada di luar pikir. Dalam hal ini dunia pendidikan dijadikan alat legitimate penguasa untuk mempertahankan “status quo” dengan cara memasung kebebasan akademik. Hal ini bersumber dari etika sosial (moral maupun politik) sehingga etika sosial ini kemudian menjadi sistem nilai yang mengarah pada etika politik. Padahal pendidikan tidak boleh terbawa arus politik yang berkembang namun sebagai sarana untuk menstabilkan nilai dan norma masayarakat.

    ReplyDelete
  9. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Pendidikan dan politik merupakan dua elemen yang penting dalam sistem sosial politik suatu Negara. Kedua elemen ini terkadang selalu dipisahkan, sehingga seakan-akan tidak berhubungan satu dengan yang lain. Padahal keduanya saling berkaitan. Pendidikan berpengaruh terhadap orang-orang yang akan menjalankan dan mengelola dunia pemerintahan ataupun dunia politik, begitu pula sebaliknya.

    ReplyDelete
  10. Assalamualaikum, wr.wb.
    Menurut hasil PISA dan TIMSS 2015 Indonesia masih berada diurutan 64 dari 72 negara dan 45 dari 50 negara, hal ini menunjukkan bahwa mutu pendidikan Indonesia masih dapat diakatakan rendah. Padahal pendidikan Indonesia selalu diubah dan direvisi namun hasilnya pendidikan Indonesia masih rendah. Hal ini disebabkan oleh Pendidikan Indonesia yang sebenarnya terjadi saat ini belumlah mencerminkan pendidikan bagi bangsa yang menganut paham demokrasi, justru malah mencermikan pendidikan kapitalisme. Sebagai contohnya kurikulum dalam pendidikan demokrasi harusnya merupakan kebutuhan namun saat ini kurikulum hanya instrumen egosentris (instrumennya para pejabat/dewa); Pembelajaran yang harusnya bersifat kontruktivis ternyata masih bersifat tranfer pengetahuan dari guru ke siswa. Sekian dan Terima Kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  11. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    "When we wake up in the morning, we need to run". Ada yang perlu dikerjar saat kita terbangun. hal ini saya petik dari salah satu statement yang ada pada artikel bapak. Hal ini sangat berpengaruh pada pendidikan yang ada. Ibarat guru dan murid yang sama sama berlari. Kemudian menjadi sebuah dosa-dosa pendidikan yang terjadi di Indonesia. Kemudian apakah solusi yang dapat diberikan untuk hal ini? salah satunya adalah penanaman pendidikan pancasilais yang dapat di Implementasikan di Indonesia. Begitulah pendidikan, harus ada gebrakan baru dan ikut berkembang seiring zaman dengn tidak mengesampingkan esensi esensi yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  12. Disini . Prof. Marsigit menawarkan sebuah solusi untuk mengatasi krisis tersebut yaitu konsep Politik Pendidikan Indonesia dengan nama "Pendidikan Demokrasi Pancasila". Tujuan Pendidikan sebaiknya diarahkan untuk memperoleh hidup selamat, sejahtera lahir batin dan dunia akhirat, yang dapat di capai melalui memfasilitasi guru sesuai ajaran Ki Hajar Dewantara: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani.

    ReplyDelete
  13. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dewasa ini semakin marak praktek-praktek politik dalam dunia pendidikan. Politik dalam pendidikan memang bisa dikatakan sangat sulit untuk didapatkan titik keidealannya. Hal ini dikarenakan oleh beberapa hal diantaranya para tokoh pendidikan yang seakan tidak tahu menahu bahwa mereka sedang berada di jalur yang salah, juga pada dasarnya politik dalam artian kekuasaan ini seakan sudah merenggut prinsip dan ideologi orang-orang tentang bagaimana tetap adanya permainan politik kekuasaan.

    ReplyDelete
  14. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Terima kasih Prof. atas link yang disampaikan diatas. Berdasarkan referensi yang caya baca, dapat saya pahami bahwa awal dari sebuah ilmu adalah yang ada dan yang mungkin ada. Keduanya memiliki potensi untuk berubah dan juga memiliki potensi untuk tidak berubah atau tetap. Pendidikan tidak akan pernah terlepas dengan ideologi dan politik. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda penerus bangsa harus menyadari dan memahami agar pendidikan menjadi ideologi dan politik yang sehat agar mampu menghasilkan output-output yang bagus baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
    Wassalamu'alaikum wr. Wb.

    ReplyDelete
  15. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Dari materi tersebut saya dapat mengamati mengenai proses dari paham idealisme dan realisme itu muncul. Dari yang ada dan kemungkinan ada, lalu bisa berkembang menjadi tetap dan berubah, kemudian juga berkembang lagi yang ada dalam pikir atau idealisme dan yang ada diluar pikir realisme.

    ReplyDelete
  16. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C


    dalam kelas saya sering sekali mendengarkan kalimat "yang ada dan yang mungkin ada", dari kalimat tersebut dikembangkan menjadi ada yang tetap dan ada yang berubah. berdasarkan paparan yang diberikan prof. di link tersebut, dapat diketahui bahwa ada perbedaan pandangan mengenai hukum kehidupan di Indonesia dan di dunia luar. dalam paparan tersebut juga prof.Marsigit memberikan konsep/solusi agar dapat mensejahterakan kehidupan.

    ReplyDelete
  17. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Lgi-lagi, dunia pendidikan dikuasai oleh mereka orang-orang eropa. Pendidkan yang diberikan di eropa memberikan dampak yang baik pada perkembangan siswa mereka. Pendidikan yang berkualitas selalu mereka upayakan agar siswa mereka dapat mengembangkan kemampuan mereka semaksimal mungkin. Disana, guru diberikan pelatihan yang baik dan tidak menuntut terlalu banyak ini itu, namun mereka fokus untuk mengembangkan kemampuan siswa mereka. Jika seorang guru diarahkan pada satu aspek, dan siswa juga fokus pada aspek yang mereka kuasai, maka siswa akan lebih condong memiliki semangat yang luar biasa karena mereka belajar karena kesenangan bukan karena tuntutan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  18. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Hal yang pertama terlintas dalam pikiran ketika membuka link tersebut adalah pendidikan bangsa Indonesia sejak zaman dahulu sudah tertinggal dibanding barat. Dapat dilihat bahwa para filsuf berpengaruh dunia mulai dari Comte, Plato, Aristoteles, hingga Kant bukanlah orang Indonesia. Merupakan Pekerjaan Rumah besar bagi pendidikan Indonesia agar setara dengan pendidikan negara-negara maju.

    ReplyDelete
  19. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Analisis yang menjadi fokus awal adalah menganalisa yang ada dan mungkin ada. Sehingga kemudian ia terus berkembang menjadi sesuatu hal baru ataupun teori baru. Selain itu yang ada merupakan awal dari kehidupan. Maka sangat wajar untuk mengetahui tentang suatu ha;l, kita harus mengkaji dari asal muasal hal tersebut.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  20. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari materi yang ada dalam link tersebut. mulai dari tatanan ideology besar yang ada di dunia ini, yangmana ideology besar ini memberikan dampak pada ideology yang bangsa kita ini anut, hingga ulasan mengenai kondisi dari pendidikan kita sendiri. Sebagaimana yang kita rasakan bahwa kondisi pendidikan bangsa kita ini tidaklah berada dalam kondisi yang ideal. Hal ini tergambar jelas dalam point-point yang disajikan dalam materi yang relevan atau memang bersifat ada dalam kondisi kehidupan berbangsa kita.

    ReplyDelete
  21. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terima kasih Prof atas segal sumber informasi yang diberikan kepada kami. Yang dapat saya pahami adalah yang ada dan yang mungkin ada merupakan titik awal yang mana dibagi menjadi 2 ideolpgi besar yakni tetap dan berubah. Kemudian dari hal tersbut berkembang lagi menjadi yang ada adalam pikir (idealisme) dan yang ada di luar pikir (realisme).

    ReplyDelete
  22. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Saya tertarik dengan bagian akhir dari materi yang Prof. Marsigit sampaikan, mengenai solusi untuk masalah politik dan ideologi pendidikan di Indonesia saat ini. Saya sangat sependapat bahwa sistem pendidikan yang paling tepat untuk Indonesia adala pendidikan demokrasi Pancasila, yakni pendidikan yang berdasar filsafat dan ideologi Pancasila, berlandaskan politik demokrasi sebagaimana termuat dalam UUD '45, serta mengedepankan karakter atau jatidiri bangsa Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika

    ReplyDelete
  23. Assalamualailkum Wr. Wb. Sangat penting memang untuk memahami narasi besar ideologi dan politik pendidikan dunia. Itu tidak hanya bermanfaat untuk penguatan kemampuan secara teoritis, tetapi juga berpengaruh untuk memetakan tendensi-tendensi politik ekonomi dalam dunia pendidikan, terutama dalam konteks Indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai dasar Negara (ideologi Negara).

    ReplyDelete