Jul 16, 2015

NARASI BESAR IDEOLOGI DAN POLITIK PENDIDIKAN DUNIA

Dear all,



Saya berharap pemikiran saya berikut dapat dibaca oleh sebanyak-banyaknya para pemikir di Indonesia ataupun di dunia:

https://www.academia.edu/14097700/NARASI_BESAR_IDEOLOGI_DAN_POLITIK_PENDIDIKAN_DUNIA

Semoga bermanfaat.

Marsigit, Indonesia

11 comments:

  1. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika

    Terima kasih atas referensi yang bapak sajikan. Pertama-tama, dengan jujur, saya ingin mengatakan bahwa, analisis-analisis, baik itu sejarah mauun hakikat-hakikat ideologi besar yang bapak tuliskan di beberapa slide PP tersebut, masih sangat asing bagi saya yang sangat jarang bersentuhan dengan pembahasan-pembahasan filsafat. Kedua, mungkin nanti di satu pertemuan di dalam kelas, bapak berkenan untuk menjelaskan point-point penting yang ingin disampaikan oleh tulisan bapak, sehingga dengan itu kami dapat lebih mudah dalam memahaminya.

    ReplyDelete
  2. Junianto
    17709251065
    PMC

    Dari postingan Prof. Marsigit tersebut, saya menjadi tahu tentang berbagai macam dosa pendidikan Indonesia ataupun kesalahan-kesalahan dalam penerapan pendidikan di Indonesia. Dari berbagai dosa pendidikan tersebut, saya sepakat bahwa Pendidikan dengan demokrasi Pancasila adalah yang paling tepat diterapkan di Indonesia. Karena Pancasila memang diambil dari budaya dan nilai luhur bangsa Indonesia dan Pancasila berasal dari bangsa Indonesia. Ketika kita menrapkan pendidikan kapitalis ataupun liberala tentu tidak cocok karena itu tidak berasal dari bangsa kita sendiri. Untuk itu sudah saatnya para pemegang kebijakan pendidikan dan sel;uruh elemen pendidikan bangsa Indonesia mengembalikan sistem pendidikan kepada Pancasila.

    ReplyDelete
  3. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih bapak atas ilmunya. Hal yang saya ketahui menjadi bertambah. Secara khusus, saya akan mengomentari tentang kalimat ini: "StrukturI lmu yang dikembangkan Dunia Kontemporer tidak mampu menjangkau Spiritualitas". Sedikit banyak saya setuju dengan statement tersebut. Terbukti dengan beberapa kali perubahan kurikulum belum pernah ada kurikulum yang diterima secara umum sebagai kurikulum yang memerdekakan pikir dan spiritualitas. Yang kedua, saya akan berkomentar tentang dosa-dosa pendidikan di Indonesia: "monokultur". Monokultur berarti tidak multikultural. Penelitian skripsi saya tentang pendidikan multikultural. Berawal dari kekhawatiran saya dengan beberapa lembaga pendidikan yang tak terkendali. Yang lupa dengan tujuan pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Lah bangsa kan berbhineka tunggal ika, tapi saya melihat lembaga pendidikan di Indonesia berdiri tegak pada golongan masing-masing. Agak lucu dan menyimpang menurut saya. Karena pendidikan yang seperti ini masuk pada pendidikan yang membelenggu.

    ReplyDelete
  4. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terima kasih Pak Prof. atas sumber belajar yang diberikan. Melalui link tersebut, saya sedikit banyak tahu tentang kondisi ideologi dan politik pendidikan.
    Berdasarkan slide PPT yang Pak Prof. sajikan, saya melihat terdapat ketidakseimbangan di dalam pendidikan kontemporer Indonesia. Misalnya, antara peran guru dan peran siswa. Disini siswa dipandang seperti “empty vessel” atau wadah kosong sedangkan guru dipandang sebagai think tank yaitu sebagai pelaksana terkendali. Disini terlihat proses belajar mengajar itu adalah sebagai proses pemindahan pengetahuan dari guru kepada siswa.
    Namun, menurut saya sebaiknya dalam proses pembelajaran siswa hendaklah sebagai aktornya, dan guru sebagai fasilitatornya. Guru memberi ruang gerak kepada siswanya untuk menggali potensi yang ada dalam dirinya sehingga mereka benar-benar memahami materi pelajaran dengan baik.

    ReplyDelete
  5. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    melalui link di atas ternyata banyak sekali hal-hal baru yang tidak saya ketahui selama ini. Dan semakin membuat saya tertarik ketika membaca bagian dosa-dosa pendidikan. Wacana yang nenarik bagi saya. Ini berarti banyak sekali PR bagi kita semua terutama para pendidik untuk memperbaiki hal tersebut.

    ReplyDelete
  6. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Dengan melihat sajian dari Pak Prof tersebut, membuka mata saya bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan terhadap pembelajaran yang pernah saya lakukan. Dengan adanya refleksi dari bacaan yang telah disajikan tersebut kedepan saya akan perlahan-lahan memperbaiki sisi-sisi kekurangan terhadap pembelajaran yang saya lakukan agar terbentuknya iklim belajar yang efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  7. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Bidang pendidikan adalah salah satu bidang yang utama dan disoroti dalam suatu negara. Tentunya pendidikan di suatu negara tidak terlepas dari tindakan politik. Sayangnya, yang terjadi di Indonesia, politikus-politikus banyak yang hanya mementingkan jabatan dan keuntungan pribadi atau kelompok. Maka sebenarnya semua kurikulum dan kebijakan pendidikan adalah permainan yang mengatasnamakan pendidikan. Pendidikan perlu kesetaraan-kesamaan-equity. Tapi yang terjadi di Indonesia adalah kesenjangan dan ketimpangan. Itu adalah suatu bukti bahwa pendidikan di Indonesia telah dijadikan ranah untuk “berkorupsi”. Padahal orang-orang yang merancang sistem pendidikan, konten-konten, kurikulum, dan sebagainya adalah para cendekiawan, bukanlah para pelaku politik. Pelaku politik hanya mengatakan apa yang diinginkannya, kemudian para cendekiawanlah yang bekerja. Boleh dibilang sangat tidak pantas, memang, tapi setidaknya peluh para cendekiawan yang telah bekerja keras boleh diapresiasi, karena kini pendidikan di Indonesia sudah mulai berubah ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  8. Insan A N/Magister PMat C 2017
    Dari slide presentasi yang disajikan, beberap hal dapat saya temukan tentang ideologi pendidikan. Pendidikan dan sistemnya sangat dipengaruhi oleh ideologi yang dianut. Baik itu kapitalisme, sosialisme, ataupun liberalisme. Secara umum dari paham tersebut selalu mendiversikan antara agama dan ilmu pengetahuan sains. Pendidikan di indonesia harus lah memiliki paham sendiri berdasarkan karakteristik masyarakat.Pembelajaran harus selalu berdasarkan ideologi pancasila yang tidak mendiversikan antara agama dan ilmu pengetahuan sains.

    ReplyDelete
  9. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Berdasarkan PPt yang sudah saya baca, pendidikan kontemporer Indonesia masih menganggap siswa sebagai wadah kosong dan guru sebagai wadah lain. Tidak lain tujuannya hanya memindahkan ilmu dari wadah 1 ke wadah yang lainnya. Pendidikan demokrasi Indonesia merupakan solusi dimana di dalam pendidikan tersebut tidak menghilangkan jati diri Indonesia dan hakikat Ilmu tetap bersumber pada spiritual. Teori mengajar dan teori belajar yang diusungpun merupakan semboyan yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Indonesia). Dari teori-teori itu memiliki makna yang bagus untuk diterapkan pada masa yang sekarang. Guru memberi contoh yang baik sehingga siswa dapat meniru, guru sebagai fasilitator memberikan bantuan kepada siswa dalam menyelesaikan soal, dan guru juga dibelakang siswa untuk memberi motivasi lebih.

    ReplyDelete
  10. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Terdapat bagian yang mengulas RME dalam postingan Bapak, berbekal sedikit pengetahuan yang saya miliki mengenai pelaksanaan RME di Kelas, banyak guru yang kesulitan mengaplikasikan konsep ini, bahkan segelintir dari mahasiswa yang notabene dibekali lebih mengenai RME juga masih kesulitan mengaplikasikannya dalam pembelajaran di kelas.
    Terlebih dalam RME terdapat "starting point" yang harus ditentukan oleh guru secara presisi sehingga dapat mengekspos karakter siswa di kelas tersebut. RME dirasa dapat menjawab kegundahan dan gap siswa mengenai matematika dan kehidupan, namun perlu diingat bahwa siswa yang telah masuk pemahaman matematis secara abstrak tidak seharusnya diberi RME yang dapat dilihat sebagai usaha guru untuk memperkenalkan konsep matematika secara konkret kepada siswa. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  11. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Berkaitan dengan paradigma baru yang tangah diusahakan dalam pendidikan di Indonesia, sumber dan media pembelajaran yang senantiasa mengalami kemajuan tentu sangat membantu guru dalam menyampaikan materi di kelas, walaupun tetap saja ada guru yang masih kekeh ingin mempertahankan sistem pembelajaran yang telah mendarah daging. Orientasi guru yang tengah diusahakan menjadi student oriented dijembatani dengan diberlakukannya kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifiknya. Pendekatan ini mengharuskan guru mengelola kelas dengan tanpa memberikan materi secara langsungf, melainkan melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan penemuan ulang konsep yang tengah dipelajari. Wallahu a'lam

    ReplyDelete