Jul 16, 2015

NARASI BESAR IDEOLOGI DAN POLITIK PENDIDIKAN DUNIA

Dear all,



Saya berharap pemikiran saya berikut dapat dibaca oleh sebanyak-banyaknya para pemikir di Indonesia ataupun di dunia:

https://www.academia.edu/14097700/NARASI_BESAR_IDEOLOGI_DAN_POLITIK_PENDIDIKAN_DUNIA

Semoga bermanfaat.

Marsigit, Indonesia

96 comments:

  1. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    politik pendidikan sudah marak salah satunya akan dihapuskannya UN tetapi mungkin tidak jadi karena beberapa alasan politik dari petinggi. saya kurang tau juga tetapi kalau seperti itu alangkah tidak kasihan kepada para siswa atau peserta didik di Negeri ini yang sedang berjuang untuk belajar dan terus belajar agar keinginan nya dan keinginan orangtuanya dapat tercapai. semoga pendidikan di Negeri ini menjadi lebih baik kembali.

    ReplyDelete
  2. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Politik pendidikan dunia, politik tak lepas dari pendidikan dan begitu juga sebaliknya. Pendidikan memajukan ekonomi, tekonologi dan politik saat ini. Politik memajukan pendidikan saat ini atau membuat bingung pendidikan saat ini?

    ReplyDelete
  3. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Dibalik ideologi sebuah pendidikan terdapat banyak dan kompleks sekali hal-hal yang membentuknya. Ideologi dan politik merupakan dua hal berbeda tetapi saling berkaitan. Begitu banyak permasalahan dalam pendidikan di Indonesia, salah satu penyebabnya adalah ideologi pendidikan yang dianut masih berubah-ubah. Oleh karena itu diusulkan ideologi pancasila sebagai ideologi pendidikan kita sesuai dengan ideologi negara kita Indonseia.

    ReplyDelete
  4. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Ideologi yang paling tepat dan sesuai dengan bangsa Indonesia sejatinya hanyalah Pancasila. Pancasila adalah cerminan jati diri bangsa Indonesia. Sehingga pelaksanaan pendidikan yang paling sesuai pun juga pendidikan yang berlandaskan Pancasila. Seperti yang di sampaikan Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.

    ReplyDelete
  5. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan yang berlandaskan Pancasila akan membentuk anak Indonesia yang menjinwai Pancasila yaitu anak yang berkarakter taqwa, mandiri, dan cendekia. Implementasi Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayan sangat diharapkan mampu menuntun siswa untuk meraih cita-citanya dengan tetap berkarakter pancasila. Yang lebih penting lagi adalah sudah menjadi tugas kita yaitu guru dan calon guru untuk memberikan contoh yang baik bagi anak didik kita, yaitu manusia yang berbudi pekerti yang luhur.

    ReplyDelete
  6. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Bangsa Indonesia berasaskan pancasila, sehingga segala aspek kehidupan bangsa harus berlandaskan kepada pancasila. Sebagaimana yang tercantum pada pancasila, sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan demikian ideologi bangsa yang tertinggi adalah spiritual. Negara Indonesia adalah negara yang berbagama terlepas dari agama apapun, yang jelas agama atau kepercayaan merupakan landasan tertinggi ideologi bangsa. Begitupun dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  7. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menurut Ki Hadjar Dewantara "Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti, pikiran, dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita."

    ReplyDelete
  8. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Pancasila, maka setiap kegiatan di Indonesia harus berasaskan Pancasila, begitupun dengan pendidikan. Pendidikan di Indonesia harus sesuai dengan nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila. contohnya sekarang ini pendidikan berorientasi menuju pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  9. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Gaya hidup yang mengutamakan kenikmatan atau kesenangan sangat mempengaruhi dunia pendidikan di Indonesia, itulah paham Hedonisme. Mungkin yang perlu kita benahi adalah teori baik di masa lampau yang telah kita lupakan setidaknya diterapkan kembali, seperti teori yang dirumuskan oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. Dengan konsep tersebut yang sesuai dengan karakter dan budaya bangsa Indonesia pengaruh gaya hidup hedonisme yang mempengaruhi dunia pendidikan akan dapat dihilangkan secara perlahan.

    ReplyDelete
  10. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Kapitalisme pendidikan terjadi apabila prinsip kapitalisme digunakan di dalam sektor pendidikan, negara tidak membatasi kepemilikan perorangan di dalam sektor pendidikan, artinya satuan penyelenggara pendidikan dapat dikuasai oleh perorangan (sektor swasta atau aktor non negara), dimana segala kebijakannya diatur oleh sektor swasta tersebut. Pengelola sektor pendidikan (pihak swasta) ini, mulai bersaing antara satu dengan lainnya. Bagi pihak pengelola pendidikan yang memenangkan persaingan akan mendapatkan pengguna jasa pendidikan lebih banyak. Modal dari pihak pengelola sektor pendidikan pun akan masuk dan dapat diakumulasikan. Ketika mengikat maka akan terjadi monopoli, sehingga penentuan harga (biaya pendidikan) tanpa ada penawaran dan permintaan terlebih dahulu dengan para pengguna jasa pendidikan. Pengelola pendidikan pun menawarkan harga (biaya pendidikan) tanpa memikirkan kemampuan dari pihak pengguna jasa pendidikan. Jelas hal ini akan merugikan bagi pihak pengguna jasa pendidikan, karena mereka tidak diberi kesempatan untuk menawar harga (biaya pendidikan). Akhirnya, akan muncul kesenjangan-kesenjangan bahwa orang yang kaya lah yang bisa mendapatkan pendidikan tersebut. Sedangkan bagi pihak pengguna jasa pendidikan yang kurang mampu, akan kesulitan dalam mendapatkan pendidikan tersebut.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  11. Dheanisa Prachma M
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Penndidikan dalam pendekatan sosialis harus dilakukan dengan penyadaran danmendorong manusia mengenali dan melawan hambatan-hambatan material yang ada. Selanjutnya, pendidikan secara menyeluruh harus digunakan untuk menciptakan tatanan yang sesuai bagi hakikat manusia, yaitu tatanan di manakontradiksi berupa hubungan produksi yang eksploitatif(kapitalisme)digantikan dengan hubungan produksi yang setara. Karena itu, pendidikanharus demokratis, menciptakan kondisi anak-anak didik yang benar-benar bebas, rasional, aktif, dan independen.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  12. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    Pend. Matematika A 2014

    Pendidikan yang spiritualis perlu ditampilkan dengan cara menerapkan pendidikan agama yang berorientasi spiritual. Jika pendidikan agama yang berorientasi spiritualitas ini dapat dilakukan, maka ilmu pengetahuan yang dikembangkan di Barat tidak akan menimbulkan mudharat, justru sebaliknya, ilmu pengetahuan seperti itu akan mampu menghasilkan peradaban yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari peradaban yang telah mereka dicapai.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  13. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Pendidikan yang demokratik adalah pendidikan yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk mendapatkan pendidikan di sekolah sesuai dengan kemampuannya. Pengertian demokratik di sini mencakup arti baik secara horizontal maupun vertikal.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  14. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Yang mana maksud demokrasi secara horizontal adalah bahwa setiap anak, tidak ada kecualinya, mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan sekolah.
    Sementara itu, yang dimaksud dengan demokrasi secara vertikal adalah bahwa setiap anak mendapat kesempatan yang sama untuk mencapai tingkat pendidikan sekolah yang setinggi-tingginya, sesuai dengan kemampuannya.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  15. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Indonesia sekarang menganut sistem pendidikan nasional. Namun, sistem pendidikan nasional masih belum dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Ada beberapa sistem di Indonesia yang telah dilaksanakan, di antaranya:

    Sistem Pendidikan Indonesia yang berorientasi pada nilai.
    Sistem pendidikan ini telah diterapkan sejak sekolah dasar. Disini peserta didik diberi pengajaran kejujuran, tenggang rasa, kedisiplinan, dsb. Nilai ini disampaikan melalui pelajaran Pkn, bahkan nilai ini juga disampaikan di tingkat pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

    Indonesia menganut sistem pendidikan terbuka.
    Menurut sistem pendidikan ini, peserta didik di tuntut untuk dapat bersaing dengan teman, berfikir kreatif dan inovatif

    Sistem pendidikan beragam.
    Di Indonesia terdiri dari beragam suku, bahasa, daerah, budaya, dll. Serta pendidikan Indonesia yang terdiri dari pendidikan formal, non-formal dan informal.

    Sistem pendidikan yang efisien dalam pengelolaan waktu.
    Di dalam KBM, waktu di atur sedemikian rupa agar peserta didik tidak merasa terbebani dengan materi pelajaran yang disampaikan karena waktunya terlalu singkat atau sebaliknya.

    Sistem pendidikan yang disesuaikan dengan perubahan zaman.
    Dalam sistem ini, bangsa Indonesia harus menyesuaikan kurikulum dengan keadaan saat ini. Oleh karena itu, kurikulum di Indonesia sering mengalami perubahan / pergantian dari waktu ke waktu, hingga sekarang Indonesia menggunakan kurikulum KTSP.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  16. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Problem yang dihadapi bangsa Indonesia di bidang pendidikan mencakup tiga pokok problem, yaitu:

    Pemerataan Pendidikan
    Saat ini bangsa Indonesia masih mengalami di bidang pemerataan pendidikan. Hal tersebut dikarenakan pendidikan di Indonesia hanya dapat dirasakan oleh kaum menengah ke atas. Agar pendidikan di Indonesia tidak semakin terpuruk, maka pemerintah harus mengambil kebijakan yang tepat. Misalnya, adanya kebijakan wajib belajar 9 tahun. Kebijakan ini dilaksanakan dari mulai bangku SD hingga SMP. Pemerintah membuat kebijakan dengan meratakan tenaga pendidik di setiap daerah.

    Biaya pendidikan
    Keadaan ekonomi Indonesia yang semakin terpuruk berdampak pula pada pendidikan di Indonesia. Banyak sekali anak yang tidak dapat mengenyam pendidikan karena biaya pendidikan yang mahal. Maka dari itu, agar bangsa Indonesia tidak semakin terbelakang, Pemerintah mulai mengeluarkan dana BOS, yang diberikan kepada peserta didik di SD dan SMP. Hal tersebut dilakukan dengan membebaskan biaya SPP atau membuat kebijakan free-school bagi pendidikan dasar. Dengan dikeluarkan kebijakan tersebut, di harapkan semua pendidikan dapat dirasakan di semua kalangan masyarakat Indonesia.

    Kualitas Pendidikan
    Selain kedua masalah tersebut, permasalahan yang paling mendasar adalah masalah mutu pendidikan. Karena sekarang ini pendidikan kita masih jauh tertinggal jika di bandingkan dengan negara-negara lain. Hal tersebut di buktikan dengan banyaknya tenaga pendidik yang mengajar namun tidak sesuai dengan bidangnya. Selain itu, tingkat kejujuran dan kedisiplinan peserta didik masih rendah. Contohnya: dengan adanya kecurangan-kecurangan yang dilakukan saat mengikuti Ujian Nasional peserta didik cenderung pilih mendapat jawaban secara instan, misalnya dengan membeli jawaban soal UN. Oleh karena itu, mutu pendidikan harus diperbaiki, maka pemerintah membuat kebijakan yang berupa peningkatan mutu pendidik. Yang dilakukan dengan cara mengevaluasi ulang tenaga pendidik agar sesuai dengan syarat untuk menjadi pendidik. Selain itu, pemerintah harus meningkatkan sarana dan prasarana, misalnya memperbaiki fasilitas gedung, memperbanyak buku, dll.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  17. Harumas Anom
    14301244013
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Terimakasih kepada Pak Marsigit yang telah membagikan tautan tentang Narasi Besar Ideologi dan politik pendidikan dunia. Semoga seperti postingan yang lain, saya mendapatilmu dari apa yang bapak bagikan.

    ReplyDelete
  18. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Assalamu'alaykum Wr.Wb.
    Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang - Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman (UU No.20 Tahun 2003). Pada prakteknya hal ini belum terlaksana dengan baik terutama pendidikan yang berdasarkan pada Pancasila.

    ReplyDelete
  19. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Sedikit saran pendidikan kita mengikuti ideologi pancasila, sehingga tidak terjadi dosa - dosa pendidikan. Seperti yang digambarkan evolusi manusia yang berujung menjadi "binatang babi" hal ini dikarenakan gaya hidup konsumtif, hedonis, materialis, dan sebagainya. Seharusnya hal yang demikian tidak akan terjadi jika pendidikan yang berlandaskan pada ideologi pancasila diterapkan dengan baik.
    Wassalamu'alaykum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  20. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Teriimakasih atas link yang Bapak berikan, sangat bermanfaat bagi semua orang yang membaca isi dari narasi tersebut.

    ReplyDelete
  21. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam link yang Bapak berikan, sebenarnya saya tidak banyak bisa memahami isi dari powerpoint Bapak. Hal ini karena ketidaktahuan saya mengenai materi yang sampaikan. Tapi ada satu slide yang saya bisa sedikit menangkapnya, yaitu Dosa-dosa Pendidikan yang disimpulkan oleh Bapak sendiri. Ada beberapa kategori pendidikan yang dianggap sebagai dosa-dosa pendidikan, yaitu: pendidikan esensialisme mutlak, esensialisme, lascar, berbasis pasar, spiritualisme mutlak, konservatif mutlak, liberalisme mutak, kapitalisme, humanisme mutlak, konstruksi sosial, sentralistik, positif, formalism, saintifik mutlak.

    ReplyDelete
  22. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Ideologi yang mengacu pada Pancasila sesungguhnya merupakan hal yang oaling tepat untuk warga Indonesia, salah satunya di bidang pendidikan. Namun saat ini santernya hoax membuat banyak pihak "memutarbalikkan" pancasila sehingga banyak terjadi perpecahan karena kurangnya keyakinan dalam diri. Hal ini juga tercermin dari banyaknya dosa-dosa dalam dunia pendidikan yang terjadi pada pendidikan di Indonesia, tentu menjadi bahan introspeksi bersama dari semua elemen yang berkecimpung di dalam dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  23. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017
    Terima kasih banyak Pak Prof. Marsigit. Paparan dan penjelasan ini memberikan gambaran kondisi dunia secara umum dan kondisi Indonesia pada akhir-akhirnya. Setelah saya membaca dan merenung kembali dengan kondisi pendidikan dan politik di negara kita, sepertinya benar bahwa kita berada dalam krisis multidimensional, serta solusi yang ditawarkan sangat berpotensi untuk bisa menanggulangi kondisi tersebut. Semoga para pemimpin kita bisa memahami kondisi ini dan bisa mengambil solusi yang selaras dengan solusi yang ditawarkan jni.
    Terima kasih banyak Pak, atas paparan dan pencerahanya

    ReplyDelete
  24. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kata pertama yang saya lontarkan untuk bacaan ini adalah “SUPER”. Kenapa demikian, ternyata pengetahuan tentang pendidikan di Dunia tidak semudah dan segampang yang kita fikirkan. Begitu banyak sekali pengetahuan-pengetahuan tentang pendidikan di Dunia yang tidak diketahui para pendidik.
    Dari bacaan yang diberikan oleh bapak, saya sangat tertarik karena penyampaian yang diberikan berupa penyampaian global mengenai dunia, mengerucut kependidikan dunia, mengerucut ke pendidikan Asia Tenggara lalu lebih kerucut lagi pada pendidikan Indonesia, negara kita tercinta. Penyampaian yang runtut sedikit memberikan pencerahan kepada saya karena pemahaman mengenai pembukaan materi yang diberikan butuh pemahaman ekstra, ataupun bisa di bilang sangat ekstra. Namun walaupun demikian, setelah membaca sampai finish, maksud dan tujuannya antara lain yaitu kita mnegetahui dunia pendidikan di Indonesia kita sekarang ini. Sangat memprihatinkan jika memang keadaan pendidikan di Indonesia seperti itu pada tahun 2015, bisa jadi tahun ini, 2017, juga dunia pendidikan Indonesia masih begitu adanya. Dari data yang diberikan bapak mengenai perkembangan pendidikan Indonesia, sangatlah miris karena ternyata kita kalah jauh dari Negara Singapura yang notabenya Negara kecil dibandingkan Indonesia. Perkembangan pendidikan di Singapura bisa dikatakan mengalami kenaikan menuju hal yang positif. Jadi tidak heran jika memang Singapura masuk pada ranking pertama yang termasuk pada –Very High Human Development- serta memperoleh Ranking 5 Dunia yang terpaut jauh dari Indonesia yang menduduki ranking 114.
    Perkembangan pendidikan di Indonesia yang memang bisa dikatakan menurun ini memang tidak lepas dari peranan pemerintah yang ada sekarang ini. Jika dilihat dosa-dosa pendidikan yang tertulis pada tulisan bapak, saya merasa saya tidak sanggup lagi untuk membaca karena terlalu banyak dosa yang ada pada dunia pendidikan ini. Namun, setelah bapak memberikan beberapa solusi yang diberikan, hati agak merasa tenang karena memang benar, inti dari pendidikan Indonesia agar maju adalah jiwa nasionalisme. Jadi landasan-landasan yang ada kita gunakan agar mengembangkan pendidikan Indonesia saat ini. Selain itu, kita memiliki tokoh besar yaitu Ki Hajar Dewantara yang memiliki teori belajar yang bapak sebutkan pada tulisan tersebut. Jadi kenapa tidak kita mulai mengkaji teori belajar tersebut agar dapat digunakan dalam dunia pendidikan Indonesia.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  25. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Idealnya pendidikan kita menganut idelogi public educator, sesuai dengan falsafah bangsa kita, Demokrasi Pancasila. Berbagai upaya telah dilakukan, baik dari sistem hingga praktik di lapangan untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Perubahan paradigma pembelajaran menuju pembelajaran inovatif pun tengah diupayakan. Namun, terdapat banyak kesenjangan antara kondisi ideal dengan kenyataan yang terjadi. Hal ini diakibatkan oleh berbagai permasalahan yang kompleks sehingga membuat kita sulit untuk benar-benar menunjung tinggi falsafah bangsa. Hal ini membuat kita hampir kehilangan jati diri bangsa kita sendiri. Seperti yang diungkapkan dalam tabel politik dan ideologi pendidikan tersebut. Bangsa kita yang semestinya menjunjung tinggi demokrasi justru tergerus oleh kehidupan kontemporer sehingga menganut pendidikan kontemporer.

    ReplyDelete
  26. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum,Wr.Wb
    Terimakasih pak atas filenya akan saya download. Disini saya mendapatkan pengetahuan yang banyak, salah satunya mengetahui tentang pendidikan kapitalisme, saintisisme, sosialisme, spiritual, demokrasi, dan kontemporer indonesia dengan/secara filsafat, ideologi, politik, moral, sosial, budaya/karakter, ilmu, epistemologi pendidikan, kurikulum, tujuan pendidikan, teori mengajar, teori belajar, peran guru, kedudukan siswa, teori evaluasi, dan sumber/alat belajar.

    ReplyDelete
  27. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Terimakasih Prof. Marsigit atas link nya. Postingan di atas menggambarkan bagaimana perkembangan idiologi dan politik pendidikan di dunia dari awal sampai solusi yang ditawarkan sekarang. Saya setuju dengan idiologi dan politik pendidikan yang ditawarkan Prof. Marsigit untuk Indonesia, yakni idiologi dan politik pendidikan demokrasi pancasila. Idiologi dan politik pendidikan demokrasi pancasila berlandaskan pada pancasila, berkarakter jati diri bangsa, dengan tujuan yang mulia yakni memperoleh hidup yang selamat, sejahtera lahir-batin serta dunia akhirat. Pendidikan yang berlandaskan jati diri bangsa sendiri akan mengantarkan kepada kita untuk mencintai dan menjaga bangsa ini. Tujuan pendidikan yang tidak hanya sebatas dunia, tetapi juga sampai akhirat akan mengantarkan kita kepada keberkahan hidup.

    ReplyDelete
  28. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika

    Terima kasih atas referensi yang bapak sajikan. Pertama-tama, dengan jujur, saya ingin mengatakan bahwa, analisis-analisis, baik itu sejarah mauun hakikat-hakikat ideologi besar yang bapak tuliskan di beberapa slide PP tersebut, masih sangat asing bagi saya yang sangat jarang bersentuhan dengan pembahasan-pembahasan filsafat. Kedua, mungkin nanti di satu pertemuan di dalam kelas, bapak berkenan untuk menjelaskan point-point penting yang ingin disampaikan oleh tulisan bapak, sehingga dengan itu kami dapat lebih mudah dalam memahaminya.

    ReplyDelete
  29. Junianto
    17709251065
    PMC

    Dari postingan Prof. Marsigit tersebut, saya menjadi tahu tentang berbagai macam dosa pendidikan Indonesia ataupun kesalahan-kesalahan dalam penerapan pendidikan di Indonesia. Dari berbagai dosa pendidikan tersebut, saya sepakat bahwa Pendidikan dengan demokrasi Pancasila adalah yang paling tepat diterapkan di Indonesia. Karena Pancasila memang diambil dari budaya dan nilai luhur bangsa Indonesia dan Pancasila berasal dari bangsa Indonesia. Ketika kita menrapkan pendidikan kapitalis ataupun liberala tentu tidak cocok karena itu tidak berasal dari bangsa kita sendiri. Untuk itu sudah saatnya para pemegang kebijakan pendidikan dan sel;uruh elemen pendidikan bangsa Indonesia mengembalikan sistem pendidikan kepada Pancasila.

    ReplyDelete
  30. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih bapak atas ilmunya. Hal yang saya ketahui menjadi bertambah. Secara khusus, saya akan mengomentari tentang kalimat ini: "StrukturI lmu yang dikembangkan Dunia Kontemporer tidak mampu menjangkau Spiritualitas". Sedikit banyak saya setuju dengan statement tersebut. Terbukti dengan beberapa kali perubahan kurikulum belum pernah ada kurikulum yang diterima secara umum sebagai kurikulum yang memerdekakan pikir dan spiritualitas. Yang kedua, saya akan berkomentar tentang dosa-dosa pendidikan di Indonesia: "monokultur". Monokultur berarti tidak multikultural. Penelitian skripsi saya tentang pendidikan multikultural. Berawal dari kekhawatiran saya dengan beberapa lembaga pendidikan yang tak terkendali. Yang lupa dengan tujuan pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Lah bangsa kan berbhineka tunggal ika, tapi saya melihat lembaga pendidikan di Indonesia berdiri tegak pada golongan masing-masing. Agak lucu dan menyimpang menurut saya. Karena pendidikan yang seperti ini masuk pada pendidikan yang membelenggu.

    ReplyDelete
  31. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terima kasih Pak Prof. atas sumber belajar yang diberikan. Melalui link tersebut, saya sedikit banyak tahu tentang kondisi ideologi dan politik pendidikan.
    Berdasarkan slide PPT yang Pak Prof. sajikan, saya melihat terdapat ketidakseimbangan di dalam pendidikan kontemporer Indonesia. Misalnya, antara peran guru dan peran siswa. Disini siswa dipandang seperti “empty vessel” atau wadah kosong sedangkan guru dipandang sebagai think tank yaitu sebagai pelaksana terkendali. Disini terlihat proses belajar mengajar itu adalah sebagai proses pemindahan pengetahuan dari guru kepada siswa.
    Namun, menurut saya sebaiknya dalam proses pembelajaran siswa hendaklah sebagai aktornya, dan guru sebagai fasilitatornya. Guru memberi ruang gerak kepada siswanya untuk menggali potensi yang ada dalam dirinya sehingga mereka benar-benar memahami materi pelajaran dengan baik.

    ReplyDelete
  32. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    melalui link di atas ternyata banyak sekali hal-hal baru yang tidak saya ketahui selama ini. Dan semakin membuat saya tertarik ketika membaca bagian dosa-dosa pendidikan. Wacana yang nenarik bagi saya. Ini berarti banyak sekali PR bagi kita semua terutama para pendidik untuk memperbaiki hal tersebut.

    ReplyDelete
  33. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Dengan melihat sajian dari Pak Prof tersebut, membuka mata saya bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan terhadap pembelajaran yang pernah saya lakukan. Dengan adanya refleksi dari bacaan yang telah disajikan tersebut kedepan saya akan perlahan-lahan memperbaiki sisi-sisi kekurangan terhadap pembelajaran yang saya lakukan agar terbentuknya iklim belajar yang efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  34. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Bidang pendidikan adalah salah satu bidang yang utama dan disoroti dalam suatu negara. Tentunya pendidikan di suatu negara tidak terlepas dari tindakan politik. Sayangnya, yang terjadi di Indonesia, politikus-politikus banyak yang hanya mementingkan jabatan dan keuntungan pribadi atau kelompok. Maka sebenarnya semua kurikulum dan kebijakan pendidikan adalah permainan yang mengatasnamakan pendidikan. Pendidikan perlu kesetaraan-kesamaan-equity. Tapi yang terjadi di Indonesia adalah kesenjangan dan ketimpangan. Itu adalah suatu bukti bahwa pendidikan di Indonesia telah dijadikan ranah untuk “berkorupsi”. Padahal orang-orang yang merancang sistem pendidikan, konten-konten, kurikulum, dan sebagainya adalah para cendekiawan, bukanlah para pelaku politik. Pelaku politik hanya mengatakan apa yang diinginkannya, kemudian para cendekiawanlah yang bekerja. Boleh dibilang sangat tidak pantas, memang, tapi setidaknya peluh para cendekiawan yang telah bekerja keras boleh diapresiasi, karena kini pendidikan di Indonesia sudah mulai berubah ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  35. Insan A N/Magister PMat C 2017
    Dari slide presentasi yang disajikan, beberap hal dapat saya temukan tentang ideologi pendidikan. Pendidikan dan sistemnya sangat dipengaruhi oleh ideologi yang dianut. Baik itu kapitalisme, sosialisme, ataupun liberalisme. Secara umum dari paham tersebut selalu mendiversikan antara agama dan ilmu pengetahuan sains. Pendidikan di indonesia harus lah memiliki paham sendiri berdasarkan karakteristik masyarakat.Pembelajaran harus selalu berdasarkan ideologi pancasila yang tidak mendiversikan antara agama dan ilmu pengetahuan sains.

    ReplyDelete
  36. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Berdasarkan PPt yang sudah saya baca, pendidikan kontemporer Indonesia masih menganggap siswa sebagai wadah kosong dan guru sebagai wadah lain. Tidak lain tujuannya hanya memindahkan ilmu dari wadah 1 ke wadah yang lainnya. Pendidikan demokrasi Indonesia merupakan solusi dimana di dalam pendidikan tersebut tidak menghilangkan jati diri Indonesia dan hakikat Ilmu tetap bersumber pada spiritual. Teori mengajar dan teori belajar yang diusungpun merupakan semboyan yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Indonesia). Dari teori-teori itu memiliki makna yang bagus untuk diterapkan pada masa yang sekarang. Guru memberi contoh yang baik sehingga siswa dapat meniru, guru sebagai fasilitator memberikan bantuan kepada siswa dalam menyelesaikan soal, dan guru juga dibelakang siswa untuk memberi motivasi lebih.

    ReplyDelete
  37. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Terdapat bagian yang mengulas RME dalam postingan Bapak, berbekal sedikit pengetahuan yang saya miliki mengenai pelaksanaan RME di Kelas, banyak guru yang kesulitan mengaplikasikan konsep ini, bahkan segelintir dari mahasiswa yang notabene dibekali lebih mengenai RME juga masih kesulitan mengaplikasikannya dalam pembelajaran di kelas.
    Terlebih dalam RME terdapat "starting point" yang harus ditentukan oleh guru secara presisi sehingga dapat mengekspos karakter siswa di kelas tersebut. RME dirasa dapat menjawab kegundahan dan gap siswa mengenai matematika dan kehidupan, namun perlu diingat bahwa siswa yang telah masuk pemahaman matematis secara abstrak tidak seharusnya diberi RME yang dapat dilihat sebagai usaha guru untuk memperkenalkan konsep matematika secara konkret kepada siswa. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  38. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Berkaitan dengan paradigma baru yang tangah diusahakan dalam pendidikan di Indonesia, sumber dan media pembelajaran yang senantiasa mengalami kemajuan tentu sangat membantu guru dalam menyampaikan materi di kelas, walaupun tetap saja ada guru yang masih kekeh ingin mempertahankan sistem pembelajaran yang telah mendarah daging. Orientasi guru yang tengah diusahakan menjadi student oriented dijembatani dengan diberlakukannya kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifiknya. Pendekatan ini mengharuskan guru mengelola kelas dengan tanpa memberikan materi secara langsungf, melainkan melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan penemuan ulang konsep yang tengah dipelajari. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  39. Terimakasih atas ilmu baru yang Prof Marsigit berikan. Banyak yang belum saya ketahui tentang dosa-dosa pendidikan yang telah Prof simpulkan dalam bentuk PPt serta dituliskan juga solusinya. Khususnya epistemologi pendidikan yang berlandaskan Pancasila yang disitu terdapat karakter Indonesia yang bernurani,adil, beradab, jujur, cendekia, mandiri, dan kerjasama yang dimana semuanya itu telah mencakup isi dari Pancasila. Tujuan pendidikan Pancasila mengarahkan perhatian pada moral yang diharapkan terwujud dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perilaku yang memancarkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai golongan agama, kebudayaan, dan beraneka ragam kepentingan, perilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan perorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran diarahkan pada perilaku yang mendukung upaya terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan berlandaskan pancasila maka tingkah laku kita akan terlindungi dari hal-hal yang tidak sesuai dengan pancasila.

    ReplyDelete
  40. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Aminnn,,,Anakndapun berdo’a semoga apa yang bapak cita-citakan atau yang bapak inginkan cepat disegerakan oleh Allah.Sayapun banyak belajar dari berbagai tulisan bapak,ada banyak pelajaran yang dapat saya petik.Salah satunya bagaimana cara berfilsafat.Anaknda berharap, semua hasil karya bapak dapat dibaca dan dinikmati oleh semua khalayak baik dalam negeri maupun luar negeri .Aminn.wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  41. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Munculnya dosa-dosa pendidikan di Indonesia dikarenakan pendidikan di Indonesia yang seharusnya berlandaskan pada UUD dan Pancasila pada prakteknya tidak semuanya sesuai dengan UUD dan Pancasila. Untuk terhindar dari dosa pendidikan seharusnya kesemua dalam pendidikan di Indonesia kembali pada UUD dan Pancasila. Dengan demikian, tujuan pendidikan untuk menciptakan insan yang bernurani, adil, beradab, jujur, cendekia, mandiri, kerjasama dapat tercapai. Maka perkembangan gaya hidup manusia modern yang cenderung mengarah ke gaya hidup konsumerisme dan hedonisme serta acuh terhadap lingkungan sekitar dengan gaya hidup yang bisa dibilang mrip dengan "binatang" tidak perlu terjadi.

    ReplyDelete
  42. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Berdasarkan paparan bapak, membuka mata saya bahwa sangat banyak kesalahan-kesalahan atau dosa-dosa dalam pendidikan yang telah dilakukan. Sehingga sangat banyak "PR" yang harus kita selesaikan. Namun dari itu semua sistem pendidikan yang kita laksanakan harus berdasarkan ideologi tanah air tercinta yaitu berdasarkan ideologi Pancasila. Dan semoga pendidikan di Indonesia semakin membaik. Amin.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  43. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Banyak hal menarik yang dapat diambil dan dipahami dari materi materi yang Prof. Marsigit sampaikan. Salah satunya mengenai solusi untuk masalah politik dan ideologi pendidikan yang terjadi di Indonesia saat ini. Saya sangat sependapat bahwa sistem pendidikan yang paling tepat untuk Indonesia adala pendidikan demokrasi Pancasila, yakni pendidikan yang berdasar filsafat dan ideologi Pancasila, berlandaskan politik demokrasi sebagaimana termuat dalam UUD '45, serta mengedepankan karakter atau jatidiri bangsa Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika. Untuk membangun generasi yang cinta pada negrinya, tentu harus dimulai dengan meletakkan dasar-dasar luruh yang dianut di negeri tersebut pada segala sendi dan salah satu langkah strategis tentu melalui jalur pendidikan.

    ReplyDelete
  44. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Narasi yang telah Bapak tuliskan cukup kompleks bagi saya. Ulasan dosa-dosa pendidikan humanisme mutlak menjadi sorotan utama saya, yang meliputi anti spiritualisme, hedonisme, egosentris, dan dunia terbelah. Bagi saya, seseorang yang benar-benar terdidik mampu menjadi lebih humanis. Dapat pula dikatakan proses pendidikan menjadikan seseorang untuk memanusiakan manusia, bukan malah sebaliknya (seperti mengeksploitasi ataupun merugikan orang lain). Saya sangat setuju solusi atas dosa-dosa pendidikan yang ada melalui Pendidikan Demokrasi Pancasila. Esensi dari pendidikan itu sendiri bukanlah suatu paksaan bagi individu. Menurut saya nilai-nilai pendidikan dari semboyan Ki Hadjar Dewantara memiliki makna yang begitu mendalam. Karakter yang beliau bentuk dalam dunia pendidikan juga begitu kuat, seperti penciptaan jiwa yang merdeka, cakap dan berguna bagi masyarakat dan bangsa. Saya merasa di era saat ini sangat penting untuk merefleksikan kembali Pendidikan Demokrasi Pancasila tersebut. Bagi generasi saat ini juga diharapkan dapat mengenal sosok pahlawan dalam bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  45. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Secara umum banyak ideologi yang berupaya menggerogoti bangsa Indonesia. Sejak peperangan antar blok barat dan blok timur, Indonesia terus berupaya untuk berdaulat dengan mengambil posisi non-blok. Pancasila yang merupakan pilar bangsa Indonesia merupakan ceriman utuh bangsa yang tidak dapat ditawar lagi. Salah satu instrument penting agar bangsa Indonesia tetap dapat berdiri kokoh adalah melalui sistem pendidikan. Pendidikan utama bangsa Indonesia adalah teladan, maka ideologi pendidikan patutnya didasari dengan fundamentalisme utama, yaitu teladan.

    ReplyDelete
  46. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Fakta yang disebutkan memang benar adanya. Salah satu nya yaitu terlalu sedikit pembelajaran agama yang diberlakukan di sekolah. Hanya 2 jam pelajaran dalam seminggu. Andaikata ibaratkan matematika 4-6 jam/minggu, maka perbandingannya 1:3. Bahkan sempat ada isu pelajaran agama akan dihapuskan oleh pemerintah. Menurut saya itu tidaklah benar jika pelajaran agama dihapuskan, dan hanya akan membuat para siswa jauh dari nilai agama, apalagi pancasila.

    ReplyDelete
  47. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    sedikit tambahan.
    Solusi diakhir slide yang bapak bagikan sangat bijak dan baik. Saya sangat setuju dengan ideologi dan politik pendidikan untuk Indonesia, yakni ideologi dan politik pendidikan demokrasi pancasila. Dengan berlandaskan pada pancasila diharapkan pendidikan Indonesia akan menghasilkan berkarakter jati diri bangsa, dengan tujuan yang mulia yakni memperoleh hidup yang selamat, sejahtera lahir-batin serta dunia akhirat. Jika seandainya para menteri pendidikan itu mengerti filsafat pendidikan, maka akan lebih baik jika solusi yang telah bapak tuliskan itu diimplementasikan dan dikembangkan.

    ReplyDelete
  48. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Pancasila merupakan ideologi yang mendasari Negara Republik Indonesia. Pancasila telah mengimpun keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia. Pendidikan yang ada di Indonesia sudah sebaiknya berlandasakan pancasila. Karena pancasila sudah disusun berdasarkan keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia. Sehingga dengan berlandaskan pancasila dapat menyelesaikan permasalahan yang terdapat dalam pendidikan Indonesia. Semoga solusi yang diberikan oleh bapak dapat diimplementasikan dan diterapkan dengan baik.

    ReplyDelete
  49. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Filsafat bermula dari yang ada dan yang mungkin ada. Kemudian berkembang menjadi filsafat sesuai jamannya mulai dari sifat-sifat dunia. Mulai dari sifat dunia yang tetap dan berubah. Yang tetap berkembang menjadi Absolutism, konsisten atau koheren, Identitas, dalam pikiran, analitik dan a priori. Yang berubah berkembang menjadi berubah, korespondensi, plurarism, dalam pengalaman, rasio dan a Posteriori. Yang kemudian memunculkan Imanuel kant yang menyimpulkan menjadi ilmu adalah sintetik a priori.
    Kemudian yang menarik adalah fenomena Comte yang menarik tapi sangat berbahaya. Dimana ini bahayanya adalah saat mengabaikan akhirat dan lebih memilih duniannya. Ini yang melandasi kurikulum 2013. Sehingga kita perlu berhati-hati. Sejatinya diri ini memiliki filsafat Pancasila yang bersifat monodualisme ada hubungannya dengan dunia dan akhirat. Jadi sebenar-benar ilmu itu bagaimana menyeimbangkan antara yang ada didunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  50. Junianto
    17709251065
    PM C

    Sistem pendidikan di Indonesia saya kira sudah cukup baik, terbukti dengan tidak sedikitnya ilmuwanyang dilahirkan oleh pendidikan dalam negeri. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa pembenahan dan perbaikan perlu terus dilakukan guna menciptakan pendidikan yang lebih berkualitas. Dari postingan prof, saya juga menjadi lebih paham tentang kesalahan/ dosa pendidikan Indonesia. Demikian pula bahwa pendidikan dengan demokrasi Pancasila adalah yang paling tepat diterapkan di Indonesia. Karena Pancasila memang diambil dari budaya dan nilai luhur bangsa Indonesia dan Pancasila berasal dari bangsa Indonesia. Ketika kita menrapkan pendidikan kapitalis ataupun liberal tentu tidak cocok karena itu tidak berasal dari bangsa kita sendiri.

    ReplyDelete
  51. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Hubungan antara pendidikan dan politik bukan sekedar hubungan saling mempengaruhi, tetapi juga hubungan fungsional. Lembaga-lembaga dan proses pendidikan menjalankan sejumlah fungsi politik yang signifikan. Jika kita melihat realitas politik di Indoneaia saat ini, maka hendaknya pendidikan dijadikan salah satu hal yang di netralkan, khususnya jika kita melihat kondisi politik di Indonesia saat ini. Ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan lembaga pendidikan sebagai penyalur dari kepentingan politik tertentu. Selain itu jika pendidikan tidak dinetralisir dari dunia politik, maka kepentingan politik akan dimasukkan ke dalam lembaga pendidikan, dan ini akan memecahkan konsentrasi lembaga terhadap pendidikan, yang pada akhirnya akan merusak nilai-nilai mulia pendidikan.

    ReplyDelete
  52. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Pendidikan demokrasi di Indonesia yang memiliki ideology Pancasila dinilai cocok berdasarkan teorinya untuk Indonesia. Masyarakat Indonesia yang majemuk diharapkan dapat memperoleh tujuan pendidikan itu sendiri yaitu pembebasan kebutuhan reformasi. Guru berperan sebagai fasilitator, dan kurikulum yang dibuat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan semua penuntut pendidikan. Namun sebenar-benarnya pendidikan adalah mencapai kebutuhan hidup di dunia dan juga akhirat, karena segala sesuatu tak lepas dari kuasa Tuhan. Oleh karena itu ilmu akhirat sebagai bekal juga diperlukan dalam persiapan kehidupan kelak.

    ReplyDelete
  53. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Ada tiga ideologi besar yang mendasari penyelenggaraan pendidikan di dunia, yaitu konservatisme, liberalisme, kritisme radikal. Indonesia menurut saya tidak menganut ketiga-tiganya karena, sistem pendidikan di Indonesia sering berubah-ubah. Perubahan itu tentunya dimaksudkan baik yaitu agar tercipta pendidikan yang bagus. Indonesia yang menganut ideologi politik pancasila, tentunya harus punya landasan ideologi pendidikan yang mandiri, tidak harus meniru sama persis dengan negara lain.

    ReplyDelete
  54. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Sebelumnya saya ucapkan banyak terimaksih kepada Pak Marsigit yang telah membagikan link terkait narasi besar ideologi dan politik pendidikan dunia ini. Sebelumnya saja izin untuk mendownload filenya Pak. Dari tulisan tersebut banyak sekali hal menarik untuk dipahami, terutama pada bagian dosa-dosa pendidik. Dari beberapa dosa pendidik yang telah dipaparkan tersebut, sudah sepatutnya Indonesi menganut pendidikan demokrasi Pancasila, karena landasan negara Indonesia itu adalah Pancasila. Dimana dalam Pancasila terdapat berbagai macam karakter bangsa Indonesia yang bernurani, adil dan beradab, bersatu, bijaksana, jujur, dll. Oleh sebab itu, sudah waktunya Indonesia menggunakan kembali sitem pendidikan yang sesuai dengan pancasila.

    ReplyDelete
  55. Manusia yang diciptakan dengan pikiran oleh Allah, mulai menggunakan pikirannya tentang isi dunia yang dia tinggali. Maka mulai bermunculanlah manusia-manusia cerdas yang dengan pikiran yang berbeda-beda menciptakan ilmunya, teorinya, pendaptnya, pengetahuannya tentang setiap aspek kehidupan dalam dunia, yang diturunkan kepada generasi berikutnya melalui system pendidikan, namun apakah yang telah dipikirkan manusia telah sesuai yang diinginkan oleh sang Pencipta? Maka, wahai manusia pikirkanlah lagi.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  56. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    setelah saya baca, pun tidak sepenuhnya saya pahami, saya teringat pada penjelasan bapak pada kuliah filsafat tentang narasi besar dunia atau awal dan akhir zaman. pemahaman aguste comte yang menganggap agama tidak penting atau hanya menghambat perkembangan ilmu pengetahuan menjadi titik tolak apa yang terjadi hingga saat ini. semakin besar tantangan kita di dunia pendidikan agar terikut oleh arus comte. menarik sekali solusi yang bapak tawarkan tentang pendidikan demokrasi pancasila semoga dibaca oleh pengambil keputusan (pemerintah) dan bisa direalisasikan.

    ReplyDelete
  57. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Ternyata ada banyak sekali dosa pendidikan pada berbagai ideologi. Indonesia yang berideologi pancasila sudah seharusnya pendidikan kita juga disesuaikan dengan ideologi pancasila. Dalam ideologi pancasila pendidikan bukan semata-mata ilmu pengetahuan tetapi juga moral, karakter. sebagaimana yang disebutkan Prof. Marsigit bahwa hakikat ilmu dalam pendidikan demokrasi pancasila adalah saintifik-spiritualisme. Sayangnya menurut saya saat ini bagian spiritual ini sering dilupakan. Banyak sekolah yang berlomba-lomba bagaimana agar siswa-siswanya memperoleh nilai UN tertinggi, dapat diterima disekolah lanjutan yang favorit. Spiritualisme siswa kurang tersentuh sehingga banyak siswa yang akhirnya menghalalkan segala cara. Padahal spiritual ini merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia, yang merupakan salah satu hal penting agar bangsa ini menjadi bangsa yang beradab. Karena itulah pendidikan sedini mungkin harus menekankan spiritual, moral, karakter agar siswa tidak hanya menjadi seorang yang cerdas, seorang yang berilmu, tapi juga menjadi seorang yang berkarakter sehingga ilmunya dapat digunakan dengan baik.

    ReplyDelete
  58. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Setiap perkembangan zaman pemikiran manusia juga akan berkembang. Ideologi pertama umat manusia diawali dari tahun 2000 sebelum masehi dengan tokohnya Aristoteles dan aliranya biasa disebut Aristotelianisme serta Palto dengan alirannya yang biasa disebut Platonisme. Aristoteles merupakan murid dari Plato, perbedaan utama antara pemikiran Plato dan Aristoteles terletak pada gagasan tentang ide. Plato beranggapan bahwa ide muncul terlebih dahulu. Sedangkan menurut Aristoteles panca indra lah yang kemudian menghasilkan ide. Plato beraliran idealis-empiris yang bersifat matematis. Sebaliknya Aristoteles bersifat realis dan menekankan pada kebenaran ilmiah. Meskipun berbeda, tetapi keduanya memberikan sumbangan besat terhadap pemikiran mengenai interpretasi dunia.

    ReplyDelete
  59. efi septianingsih
    pep
    kelas b
    17701251013

    masyarakat indonesia banyak yang kaget dengan ideologi dan politik yang semakin maju dan semakin menguntungkan bagi oknum-oknum yang memiliki andil dan dana yang besar, ialah sang power bagi yang kurang memiliki kekuatan spiritual yang baik
    kerena masih minimnya iman dan spiritual terhadap Tuhan YME oleh karena itu dikacaukanlah pikiran dan hati mereka
    banyak yang mengaku bertuhan namun hanya mengaku, itu saja

    ReplyDelete
  60. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit

    Kami mempelajari bahwa dari paparan awal Prof Marsigit bahwa yang ada dan yang mungkin ada sebagai staring point, digambarkan menjadi dua ideologi besar yaitu tetap dan berubah. Yang tetap dan berubah tersebut menjadi dua alur besar yang ada di dalam kehidupan di dunia ini. Pada analisis akhir, sangat menarik bagi kami kesimpulan dan aplikasinya didunia pendidikan Indonesia. Terima kasih Bapak atas skemanya yang telah diberikan.

    ReplyDelete
  61. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terima kasih Prof atas paparan yang disampaikan diatas. Dari hal diatas kami mencoba pahami bahwa titik awal dari ilmu adalah yang ada dan yang mungkin ada. Keduanya memiliki potensi untuk berubah entar linear, siklik , membangun ataupun formasi lain tergantungan dengan pengadanya. Keduanya memiliki potensi untuk tidak berubah atau tetap. Pendidikan tidaj terlepas dengan ideology dan politic. Dalam era sekarang ini bisa saja, dan mungkin sudah terjadi bahwa pendidikan menjadi tunggangan politik yang tidak sehat bagi pihak – pihak tertu. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda penerus bangsa harus menyadari dan memahami agar pendidikan menjadi ideology dan politik yang sehat agar mampu menghasilkan output-output yang berkualitas. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  62. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari yang telah bapak sampaikan dalam Narasi Besar Ideologi dan Politik Pendidikan Dunia, ada beberapa hal yang dapat saya pelajari, diantaranya adalah yang ada dan yang mungkin ada merupakan titik awal atau starting point dalam ideologi pendidikan. Dalam perjalanannya, mungkin saja akan tetap atau berubah tergantung kondisinya. Ideologi dan politik dalam pendidikan bisa saja merugikan apabila digunakan hanya untuk kepentingan politik atau kepentingan sebagian orang dan niatnya bukan benar-benar untuk membangun pendidikan yang berkualitas.

    ReplyDelete
  63. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Keberhasilah suatu pendidikan dan sistem itu salah satunya dipengaruhi oleh ideologi yang dianut. Ada berbagai macaam idiologi diantaranya liberalism, kapitalism, ataupun sosialism. Indonesia sendiri menganut demokrasi pancasila, sebagai dasar negaranya. Sehingga pendidikan di Indonesia akan menjadi lebih sesuai dengan karakter bangsa Inndonesia saat idiologi pendidikan yang dianut juga idiologi pancasila. Selain itu idiologi ini juga tidak memisahkan antara agama dan ilmu pengetahuan, sehingga akan menciptakan pribadi yang humanis bukan pribadi yang kapitalis dan liberalis. Terimakasih

    ReplyDelete
  64. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  65. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Pada materi di link tersebut saya tertarik pada bagian ‘Indonesian Ways of Life’. Terdapat lima lapisan atau level yang tampak pada sketsa tersebut dengan panah mengarak ke atas., dan leverl teratasnya ialah ketuhanan. Saya mengartikan ini sebagi ideology pancasila yang ada di Indonesia yang berbeda dengan ideology-ideologi di negara lain terutama negara kapitalis. Seperti yang kita tahu ketuhanan merupakan sila pertama pancasila yang artinya menjadi landasan utama dalam berbangsa dan bernegara. Berbeda dengan Negara kapitalis yang mengutamakan materi.

    Dewasa ini, konsep ketuhanan sebagai ideologi teratas bangsa Indonesia sudah semakin pudar. Hal ini nampak pada perilaku masyarakatnya yang tidak menecerminkan ketuhanan melainkan materialistis. Dikhawatirkan, bangsa ini nantinya akan mengikuti gaya materialistis bangsa barat dan melupakan ideology pancasilanya. Contohnya, banyak orang lebih suka menampakkan kekayaannya di media social dengan membelanjakan sebagian bersar hartanya untuk berfoya-foya, bahkan ada yang menggunakan yang bukan hartanya untuk kesenangan pribadi. Contoh lain, anak-anak muda lebih sering galau dengan hal-hal duniawi dan mudah depresi, bukannya mengadu kepada tuhannya tetapi malah ke dunia maya. Semoga kita terhindar dari perbuatan yang demikian, serta dapat menjaga dan mengamalkan ideologi pancasila ini sebagai cerminan bangsa Indonesia yang luhur.

    ReplyDelete
  66. Latifah Fitriasari
    PM C

    Dari yang ada dan mungkin ada, berkembang menjadi tetap dan berubah, kemudian berkembang lagi menjadi yang ada dalam pikir dan yang ada di luar pikir. Dalam hal ini dunia pendidikan dijadikan alat legitimate penguasa untuk mempertahankan “status quo” dengan cara memasung kebebasan akademik. Hal ini bersumber dari etika sosial (moral maupun politik) sehingga etika sosial ini kemudian menjadi sistem nilai yang mengarah pada etika politik. Padahal pendidikan tidak boleh terbawa arus politik yang berkembang namun sebagai sarana untuk menstabilkan nilai dan norma masayarakat.

    ReplyDelete
  67. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Pendidikan dan politik merupakan dua elemen yang penting dalam sistem sosial politik suatu Negara. Kedua elemen ini terkadang selalu dipisahkan, sehingga seakan-akan tidak berhubungan satu dengan yang lain. Padahal keduanya saling berkaitan. Pendidikan berpengaruh terhadap orang-orang yang akan menjalankan dan mengelola dunia pemerintahan ataupun dunia politik, begitu pula sebaliknya.

    ReplyDelete
  68. Assalamualaikum, wr.wb.
    Menurut hasil PISA dan TIMSS 2015 Indonesia masih berada diurutan 64 dari 72 negara dan 45 dari 50 negara, hal ini menunjukkan bahwa mutu pendidikan Indonesia masih dapat diakatakan rendah. Padahal pendidikan Indonesia selalu diubah dan direvisi namun hasilnya pendidikan Indonesia masih rendah. Hal ini disebabkan oleh Pendidikan Indonesia yang sebenarnya terjadi saat ini belumlah mencerminkan pendidikan bagi bangsa yang menganut paham demokrasi, justru malah mencermikan pendidikan kapitalisme. Sebagai contohnya kurikulum dalam pendidikan demokrasi harusnya merupakan kebutuhan namun saat ini kurikulum hanya instrumen egosentris (instrumennya para pejabat/dewa); Pembelajaran yang harusnya bersifat kontruktivis ternyata masih bersifat tranfer pengetahuan dari guru ke siswa. Sekian dan Terima Kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  69. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    "When we wake up in the morning, we need to run". Ada yang perlu dikerjar saat kita terbangun. hal ini saya petik dari salah satu statement yang ada pada artikel bapak. Hal ini sangat berpengaruh pada pendidikan yang ada. Ibarat guru dan murid yang sama sama berlari. Kemudian menjadi sebuah dosa-dosa pendidikan yang terjadi di Indonesia. Kemudian apakah solusi yang dapat diberikan untuk hal ini? salah satunya adalah penanaman pendidikan pancasilais yang dapat di Implementasikan di Indonesia. Begitulah pendidikan, harus ada gebrakan baru dan ikut berkembang seiring zaman dengn tidak mengesampingkan esensi esensi yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  70. Disini . Prof. Marsigit menawarkan sebuah solusi untuk mengatasi krisis tersebut yaitu konsep Politik Pendidikan Indonesia dengan nama "Pendidikan Demokrasi Pancasila". Tujuan Pendidikan sebaiknya diarahkan untuk memperoleh hidup selamat, sejahtera lahir batin dan dunia akhirat, yang dapat di capai melalui memfasilitasi guru sesuai ajaran Ki Hajar Dewantara: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani.

    ReplyDelete
  71. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dewasa ini semakin marak praktek-praktek politik dalam dunia pendidikan. Politik dalam pendidikan memang bisa dikatakan sangat sulit untuk didapatkan titik keidealannya. Hal ini dikarenakan oleh beberapa hal diantaranya para tokoh pendidikan yang seakan tidak tahu menahu bahwa mereka sedang berada di jalur yang salah, juga pada dasarnya politik dalam artian kekuasaan ini seakan sudah merenggut prinsip dan ideologi orang-orang tentang bagaimana tetap adanya permainan politik kekuasaan.

    ReplyDelete
  72. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Terima kasih Prof. atas link yang disampaikan diatas. Berdasarkan referensi yang caya baca, dapat saya pahami bahwa awal dari sebuah ilmu adalah yang ada dan yang mungkin ada. Keduanya memiliki potensi untuk berubah dan juga memiliki potensi untuk tidak berubah atau tetap. Pendidikan tidak akan pernah terlepas dengan ideologi dan politik. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda penerus bangsa harus menyadari dan memahami agar pendidikan menjadi ideologi dan politik yang sehat agar mampu menghasilkan output-output yang bagus baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
    Wassalamu'alaikum wr. Wb.

    ReplyDelete
  73. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Dari materi tersebut saya dapat mengamati mengenai proses dari paham idealisme dan realisme itu muncul. Dari yang ada dan kemungkinan ada, lalu bisa berkembang menjadi tetap dan berubah, kemudian juga berkembang lagi yang ada dalam pikir atau idealisme dan yang ada diluar pikir realisme.

    ReplyDelete
  74. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C


    dalam kelas saya sering sekali mendengarkan kalimat "yang ada dan yang mungkin ada", dari kalimat tersebut dikembangkan menjadi ada yang tetap dan ada yang berubah. berdasarkan paparan yang diberikan prof. di link tersebut, dapat diketahui bahwa ada perbedaan pandangan mengenai hukum kehidupan di Indonesia dan di dunia luar. dalam paparan tersebut juga prof.Marsigit memberikan konsep/solusi agar dapat mensejahterakan kehidupan.

    ReplyDelete
  75. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Lgi-lagi, dunia pendidikan dikuasai oleh mereka orang-orang eropa. Pendidkan yang diberikan di eropa memberikan dampak yang baik pada perkembangan siswa mereka. Pendidikan yang berkualitas selalu mereka upayakan agar siswa mereka dapat mengembangkan kemampuan mereka semaksimal mungkin. Disana, guru diberikan pelatihan yang baik dan tidak menuntut terlalu banyak ini itu, namun mereka fokus untuk mengembangkan kemampuan siswa mereka. Jika seorang guru diarahkan pada satu aspek, dan siswa juga fokus pada aspek yang mereka kuasai, maka siswa akan lebih condong memiliki semangat yang luar biasa karena mereka belajar karena kesenangan bukan karena tuntutan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  76. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Hal yang pertama terlintas dalam pikiran ketika membuka link tersebut adalah pendidikan bangsa Indonesia sejak zaman dahulu sudah tertinggal dibanding barat. Dapat dilihat bahwa para filsuf berpengaruh dunia mulai dari Comte, Plato, Aristoteles, hingga Kant bukanlah orang Indonesia. Merupakan Pekerjaan Rumah besar bagi pendidikan Indonesia agar setara dengan pendidikan negara-negara maju.

    ReplyDelete
  77. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Analisis yang menjadi fokus awal adalah menganalisa yang ada dan mungkin ada. Sehingga kemudian ia terus berkembang menjadi sesuatu hal baru ataupun teori baru. Selain itu yang ada merupakan awal dari kehidupan. Maka sangat wajar untuk mengetahui tentang suatu ha;l, kita harus mengkaji dari asal muasal hal tersebut.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  78. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari materi yang ada dalam link tersebut. mulai dari tatanan ideology besar yang ada di dunia ini, yangmana ideology besar ini memberikan dampak pada ideology yang bangsa kita ini anut, hingga ulasan mengenai kondisi dari pendidikan kita sendiri. Sebagaimana yang kita rasakan bahwa kondisi pendidikan bangsa kita ini tidaklah berada dalam kondisi yang ideal. Hal ini tergambar jelas dalam point-point yang disajikan dalam materi yang relevan atau memang bersifat ada dalam kondisi kehidupan berbangsa kita.

    ReplyDelete
  79. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terima kasih Prof atas segal sumber informasi yang diberikan kepada kami. Yang dapat saya pahami adalah yang ada dan yang mungkin ada merupakan titik awal yang mana dibagi menjadi 2 ideolpgi besar yakni tetap dan berubah. Kemudian dari hal tersbut berkembang lagi menjadi yang ada adalam pikir (idealisme) dan yang ada di luar pikir (realisme).

    ReplyDelete
  80. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Saya tertarik dengan bagian akhir dari materi yang Prof. Marsigit sampaikan, mengenai solusi untuk masalah politik dan ideologi pendidikan di Indonesia saat ini. Saya sangat sependapat bahwa sistem pendidikan yang paling tepat untuk Indonesia adala pendidikan demokrasi Pancasila, yakni pendidikan yang berdasar filsafat dan ideologi Pancasila, berlandaskan politik demokrasi sebagaimana termuat dalam UUD '45, serta mengedepankan karakter atau jatidiri bangsa Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika

    ReplyDelete
  81. Assalamualailkum Wr. Wb. Sangat penting memang untuk memahami narasi besar ideologi dan politik pendidikan dunia. Itu tidak hanya bermanfaat untuk penguatan kemampuan secara teoritis, tetapi juga berpengaruh untuk memetakan tendensi-tendensi politik ekonomi dalam dunia pendidikan, terutama dalam konteks Indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai dasar Negara (ideologi Negara).

    ReplyDelete
  82. Siti Efiana
    S-1 P. Matematika I 2015
    15301241029

    Terima kasih atas pemaparannya Prof. Saya tertarik dengan bagian akhir materi, ya, saya setuju dengan solusi yang Prof tawarkan yaitu politik dan ideologi pendidikan demokrasi pancasila karena menurut saya hal itu sangat sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia. Semoga suatu saat nanti, Indoensia bisa mengimplementasikan hal ini sehingga akan tercipta generasi-generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul dalam prestasi tetapi juga anggun dalam perilaku dan tidak melupakan jati diri bangsanya sendiri.

    ReplyDelete
  83. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Terimakasih Prof atas link yang dibagikan. Saya memahami bahwa ilmu dimulai dari ada dan dari yang mungkin ada. Keduanya bisa tetap dan bisa berubah. Tetap bahwa ilmu itu tidak mengalami perkembangan selanjutnya dan yang mungkin ada itu sedang mangalami proses perkmbangan untuk menjadi ada. Dari isi yang ada pada link juga dijelakan bahwa sistem pendidikan yang sesuai untuk bangsa Indonesia yaitu sistem pendidikan yang yang berlandaskan pancasila yang merupakan dasar dan juga ideologi bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  84. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Terima kasih Prof. Dari Narasi Besar Ideologi dan Politik Pendidikan Dunia, saya memahami bahwa titik awal suatu ilmu itu ada dan yang mungkin ada. Dalam perjalananannya, mungkin keduanya akan tetap atau berubah. Pendidikan tidak lepas dari politik dan ideologi. Oleh karenanya, kita sebagai generasi muda hendaknya memahami dengan baik agar pendidikan berkembang menjadi ideologi dan politik yang sehat bukan sebagai alat tunggangan politik yang tidak sehat (menguntungkan pihak-pihak tertentu).

    ReplyDelete
  85. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Pak telah membagikan link yang sangat bermanfaat. Berdasarkan ppt Bapak yang berjudul Narasi Besar Ideologi dan Politik Pendidikan Dunia, Saya mengetahui bahwa ilmu itu berawal dari yang ada dan yang mungkin ada. Dalam prosesnya bisa tetap dan bisa juga berubah. Yang ada itu berpotensi linier, berpotensi siklik, berpotensi membentuk, dan sebagai unsur pembangun hidup. Pendidikan sendiri tidak terlepas dari politik dan ideologi. Namun perlu diingat lagi bahwa jangan sampai pendidikan itu dijadikan sebagai alat politik yaitu hanya diperuntukkan untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu.

    ReplyDelete
  86. Yolanda Lourenzia Tankwele
    15301241033
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Narasi besar Ideologi dan politik pendidikan dunia ini Prof Marsigit membahas banyak hal daru yang ada dan mungkin ada, positivisme, sampai politik dan ideologi pendidikan demokrasi Pancasila. Pendidikan demokrasi pancasila seharunya yang berlaku di Indonesia mengimplementasikan trilogi kepemimpinan pendidikan dari KI Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

    ReplyDelete
  87. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Terima kasih Prof. atas informasi dan ilmunya yang telah dibagikan. Dari beberapa sumber pada link di atas menambah pengetahuan saya tentang narasi besar ideologi dan politik pendidikan dunia. Di sisi lain, saya setuju jika politik dan ideologi pendidikan demokrasi Pancasila dapat menjadi salah satu solusi yang ampuh dalam mewujudkan tujuan pendidikan itu sendiri. Hal tersebut dikarenakan Pancasila merupakan landasan negara yang ideal, yangmana menjunjung tinggi nilai-nilai yang mulia.

    ReplyDelete
  88. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari artikel yang dibagikan, Prof. Marsigit mengusulkan suatu solusi yaitu Politik dan Ideologi
    Pendidikan Demokrasi Pancasila dengan filsafat dan ideologi Pancasila. Politik dari Pendidikan Demokrasi Pancasila yaitu berdasarkan Demokrasi UUD 45 Amandemen dengan moral Pancasila dan kehidupan sosialnya berdasarkan kebhinekaan. Budaya karakter yang tercermin dalam Pancasila merupakan Jati diri bangsa Indonesia dengan hakikat ilmu Saintifik-Spiritualisme tanpa melupakan keagungan Allah SWT yang telah melimpahkan ilmu yang luas untuk dipelajari. Karakter yang diunggulkan dalam Pendidikan demokrasi Pancasila ini yaitu bernurani, adil, beradab, jujur, cendekia, mandiri, kerjasama. Saya sangat setuju dengan usul yang disampaikan oleh Prof. Marsigit karena menurut saya Pancasila seharusnya sudah mandarah daging dalam kehidupan bangsa Indonesia. Jadi dalam membelajarkan ilmu kepada anak juga harus berdasarakan nilai-nilai Pancasila.

    ReplyDelete
  89. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Terimakasih, Prof. atas link yang telah di bagikan. Dari Narasi Besar Ideologi dan Politik Pendidikan Dunia, saya memahami bahwa sejatinya ilmu di mulai dari ada dan yang mungkin ada. Seiring berjalannya waktu, keduanya bisa tetap ataupun bisa berubah. Tetap maksudnya ilmu tersebut tidak mengalami perubahan atau perkembangan selanjutnya, sedangkan yang mengalami perubahan atau mengalami proses perkembangan dari mungkin ada menjadi ada.

    ReplyDelete
  90. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih pak, atas paparannya yang sudah disampaikan.
    Jika berbicara mengenai politik dan pendidikan sungguh seperti ironi. Karena dalam politik, tujuan dari pendidikan akan dianggap sebelah mata. Karena politik mempunyai sistemnya sendiri. Mungkin kebijakan yang keluar dari politik kelihatannya bagus namun dalam pelaksanaan itu hanya sebuah formalitas mungkin nol dipelaksaanaanya.

    ReplyDelete
  91. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    15301241046
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

    Terimakasih atas link yang diberikan Prof, dari link tersebut salah satu hal yang saya setujiu adalah struktur Ilmu yang dikembangkan Dunia Kontemporer dan pandangan scienticsm tidak mampu menjangkau Spiritualitas. Karena Dunia Kontemporer dan pandangan scienticsm hanya terpaku pada logika dan pengetahuan, kadang mengesampingkan atau bahkan meniadakan aspek spiritualitas. Padahal seharusnya, segala yang ada di dunia ini berada di bawah spiritualitas. Semoga kita dijauhkan dari hal semacam itu, dan pengetahuan yang kita miliki justru semakin mempertebal iman kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  92. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Terimakasih Prof atas link yang Prof lampirkan pada artikel ini. Setelah saya buka link tersebut saya mendapatkan banyak hal yang baru. Dimana seperti pada power point yang Prof buat berjudul “Narasi Besar Ideologi dan Politik Pendidikan Dunia” saya baru mengetahui bahwasegala ilmu itu berasal dari “ada” dan “mungkin ada”. Sehingga seiring dengan berjalannya waktu, semua itu pasti ada perubahannya. Jika tidak maka kita akan ketinggalan jaman. Seperti halnya dengan pendidikan dimana sistem pendidikan yang sesuai dengan Indonesia yaitu sistem pendidikan yang berlandaskan pancasila, yang merupakan landasan pula bagi bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  93. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari link yang telah diberikan, ada beberapa hal yang saya pelajari, diantaranya adalah yang ada dan yang mungkin ada merupakan titik awal atau starting point dalam ideologi pendidikan. Dalam perjalanannya, dapat tetap atau berubah tergantung kondisinya. Saya setuju jika Pendidikan Indonesia menggunakan pendidikan demokrasi pancasila seperti yang dijabarkan. Namun dalam perkembangannya dapat berubah sesuai dengan kondisi perkembangan siswa dan tujuan pendidikan.

    ReplyDelete
  94. Amayda Ade Pramesti
    15301244012
    S1 Pend.Mat A 2015

    terimakasih Prof atas linknya sangat bermanfaat,dari artikel diatas yang saya dapatkan bahwa membangun pengetahuan dan ilmu pengetahuan dimulai dari yang ada dan yang mungkin ada. dan pendidikan Indonesia menggunakan pendidikan demokratis akan membantu Indonesia dalam mewujudkan tujuan pendidikan Indonesia

    ReplyDelete
  95. Alvi Khoirunnisak
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241012

    Terimakasih Prof, sudah membagikan link power point Prof ini. Memang benar bahwa sistem pendidikan di dunia ini semakin berkembang sesuai dengan ranah ruang dan waktu. Di Indonesia sendiri, perkembangan pendidikan dapat dilihat dari perubahan-perubahan kurikukum yang terjadi. Duku pengetahuan hanya berdasar ada dan mungkin ada, karena orang-orang semakin berkembang pemikirannya, kemudian menjadi ilmu pasti dan logika.

    ReplyDelete