Jul 9, 2015

Angket Terbuka Kesulitan Penyusunan RPP

ANGKET


ANALISIS KESULITAN DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SESUAI KURIKULUM 2013



Yth. Semua Mahasiswa PPG Mat Angkatan ke III, Mahasiswa S1 Matkul Etnomatematika dan Ethnomathematics, Mahasiswa S1 Mat Kul Mikroteaching dan Mahasiswa Mat Kul Learning Trajectory S2 Pendidikan Dasar.

Kami memohon dengan hormat kesediaan Saudara/i untuk mengisi angket ini sesuai dengan pengalaman dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembeajaran berdasarkan Kurikulum 2013 (termasuk lampirannya yaitu Lembar Kerja Siswa dan penilaiannya). Pengisian angket ini bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai kesulitan atau kendala dalam menyusun RPP sesuai dengan Kurikulum 2013. Dengan diketahuinya letak kesulitan penyusunan RPP ini, kami sebagai peneliti akan berusaha menyampaikan kepada pemangku kebijakan berbagai saran dan usulan sebagai upaya agar calon guru atau guru tidak lagi mendapatkan kendala dalam menyusun RPP sesuai kurikulum 2013 di masa yang akan datang. Lebih khusus hasil penelitian ini akan saya gunakan untuk masukkan perbaikan program PPG Matematika, Matakuliah Etnomatematika dan Learning Trajectory, dan Microteaching.

Atas partisipasi dan kerja sama yang diberikan, disampaikan terima kasih.
Mohon Angket yang sudah diisi dapat dikirim kembali ke alamat emil:  marsigitina@yahoo.com

Yogyakarta, 9 Juli 2015
Hormat kami,

Prof Dr Marsigit, MA dan tim peneliti
Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta


Nama                                   :
Asal Perguruan Tinggi S1 :
Alamat Rumah                  :



Pernyataan:
Angket ini saya isi sesuai dengan pengalaman yang saya miliki selama menyusun RPP berdasarkan Kurikulum 2013 untuk mata pelajaran matematika.

Tanggal           :




Petunjuk pengisian:
Angket ini terdiri dari Bagian A, B dan C.

Jawablah pertanyaan sesuai dengan pilihan yang diberikan dan dengan menuliskan hasil refleksi terhadap pengalaman penyusunan RPP yang dimiliki.


BAGIAN A. Komponen dan Sistematika RPP

1.       Apakah Anda menyusun RPP sesuai dengan sistematika yang ditentukan di dalam kurikulum 2013 yaitu seperti yang tercantum pada Permendikbud No. 103 Tahun 2014? Pilih salah satu jawaban dan tuliskanlah alasan Anda.

Pilihan
Alasan
a.       Ya, selalu






b.      Kadang-kadang






c.       Saya tidak tahu format tersebut








2.       RPP Kurikulum 2013 memiliki banyak komponen. Seberapa mudah atau sulit menyusun komponen tersebut, pilih skor (dengan memberikan tanda x) sesuai hasil penilaian terhadap diri Anda sendiri.
Skor diberikan antara 1 sampai dengan 9, dimana skor 1: sangat mudah ------- Skor 9: sangat sulit

No.
Seberapa mudah atau sulit menyusun komponen
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1.
Identitas sekolah









2.
Kompetensi Inti









3.
Kompetensi Dasar









4.
Indikator Pencapaian Kompetensi









5.
Uraian materi









6.
Pendekatan/metode/strategi pembelajaran









7.
Media/alat pembelajaran









8.
Sumber belajar









9.
Banyaknya pertemuan









10.
Alokasi waktu tahap pembelajaran












No.
Seberapa mudah atau sulit menyusun komponen
1
2
3
4
5
6
7
8
9
11.
Kegiatan pembuka pembelajaran:
mengkondisikan siswa









12.
Kegiatan apersepi (materi prasyarat)









13.
Kegiatan saintifik dalam pembelajaran inti









14.
Lembar kerja siswa









15.
Mengarahkan siswa ke tujuan pembelajaran









16.
Kegiatan penutup pembelajaran









17.
Teknik penilaian hasil belajar









18.
Instrumen penilaian









19.
Remedial









20.
Pengayaan











3.       Komponen manakah dalam RPP yang perlu dan tidak perlu.

No.
Seberapa mudah atau sulit menyusun komponen
Perlu
Tidak perlu
Tidak tahu
1.
Identitas sekolah



2.
Kompetensi Inti



3.
Kompetensi Dasar



4.
Indikator Pencapaian Kompetensi



5.
Uraian materi



6.
Pendekatan/metode/strategi pembelajaran



7.
Media/alat pembelajaran



8.
Sumber belajar



9.
Banyaknya pertemuan



10.
Alokasi waktu tahap pembelajaran



11.
Kegiatan pembuka pembelajaran:
mengkondisikan siswa



12.
Kegiatan apersepi (materi prasyarat)



13.
Kegiatan saintifik dalam pembelajaran inti



14.
Lembar kerja siswa



15.
Mengarahkan siswa ke tujuan pembelajaran



16.
Kegiatan penutup pembelajaran



17.
Teknik penilaian hasil belajar



18.
Instrumen penilaian



19.
Remedial



20.
Pengayaan






4.       Tambahan catatan hasil refleksi/komentar mengenai sistematika dan komponen RPP dalam Kurikulum 2013:






BAGIAN B. Pengembangan RPP

1.       Penyusunan indikator pencapaian kompetensi dasar
a.       Jelaskan perbedaan antara indikator pembelajaran dengan kompetensi dasar.





b.      Jelaskan dasar penyusunan indikator pembelajaran.





c.       Apakah tujuan menyusun indikator pencapaian kompetensi dasar.





d.      Berikut ini adalah salah satu kompetensi dasar dalam Kurikulum 2013.
Menentukan luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma, dan limas.
Tentukan indikator pencapaian kompetensi dasar tersebut:







e.      Berikut ini adalah salah satu kompetensi dasar dalam Kurikulum 2013.
Memprediksi pola barisan dan deret aritmatika dan geometri atau barisan lainnya melalui pengamatan dan memberikan alasannya.
Tentukan indikator pencapaian kompetensi dasar tersebut:






f.        Refleksikan kendala atau kesulitan yang dialami ketika menyusun indikator pencapaian kompetensi dasar






2.       Penyusunan skema pencapaian kompetensi
a.       Jelaskan yang dimaksud dengan skema pencapaian kompetensi.





b.      Apakah hubungan antara skema pencapaian kompetensi dengan indikator pencapaian kompetensi dasar.





c.       Apakah tujuan menyusun skema pencapaian kompetensi.





d.      Jelaskan bagaimana Anda menyusun uraian materi dalam RPP.







e.      Jelaskan bagaimana Anda memilih pendekatan/metode/strategi pembelajaran.







f.        Refleksikan kendala atau kesulitan yang dialami ketika menyusun skema pencapaian kompetensi dasar











3.       Pengembangan materi apersepsi
a.       Jelaskan yang dimaksud dengan apersepsi.





b.      Apakah hubungan antara skema pencapaian kompetensi dengan materi apersepsi.





c.       Jelaskan bagaimana Anda menyusun kegiatan apersepsi.





d.      DIberikan indikator pencapaian kompetensi adalahmenentukan panjang garis singgung persekutuan dalam.Menurut Anda, bagaimana kegiatan apersepsi yang diperlukan untuk pencapaian kompetensi ini.







e.      Jelaskan bagaimana Anda memilih strategi atau teknik pelaksanaan apersepsi.






f.        Refleksikan kendala atau kesulitan yang dialami ketika mengembangkan kegiatan/materi apersepsi.











4.       Pengembangan aktivitas pembelajaran inti
a.       Jelaskan yang dimaksud dengan pembelajaran inti.





b.      Apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam mengembangkan aktivitas pembelajaran inti.






c.       Apakah Lembar Kerja Siswa selalu diperlukan dalam pembelajaran inti? Mengapa?







d.      Jelaskan apa saja yang perlu dituliskan di RPP pada komponen pembelajaran inti.







e.      Jelaskan bagaimana Anda memilih pendekatan/metode/strategi pembelajaran inti.







f.        Refleksikan kendala atau kesulitan yang dialami ketika mengembangkan aktivitas pembelajaran inti.









a.       Jelaskan mengapa perlu menarik kesimpulan pada akhir pembelajaran.





b.      Jelaskan strategi/teknik apa saja yang Anda gunakan untuk mengembangkan kegiatan menarik kesimpulan.





c.       Apa yang Anda lakukan ketika alokasi waktu yang direncanakan untuk kegiatan menarik kesimpulan ternyata tidak sesuai dengan pelaksanaan.





d.      Diberikan indikator pencapaian kompetensi: menemukan jaring-jaring kubus.
Menurut Anda, apa kesimpulan pembelajarannya?







e.      Pada akhir pembelajaran, selain menarik kesimpulan apakah ada kegiatan lain yang perlu dikembangkan?





f.        Refleksikan kendala atau kesulitan yang dialami ketika menyusun skema pencapaian kompetensi dasar










BAGIAN C: Aspek Pelaksanaan Kurikulum 2013

A.       Butir-butir angket ini bersifat terbuka. Kami harap Anda berkenan menjawab berdasarkan pengalaman Anda.
1.       Secara umum, aspek apa dari Kurikulum 2013 yang menurut Anda sulit untuk dilaksanakan?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

2.       Menurut Anda, apakah terdapat perbedaan signifikan antara RPP berdasarkan KTSP dengan RPP berdasarkan Kurikulum 2013? Jelaskan.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
3.       Aspek apa yang Anda pertimbangkan saat merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

4.       Apakah Anda mengalami kesulitan saat merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi? Jika iya, apa kesulitan Anda dan strategi apa yang Anda lakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

5.       Saat menyusun Tujuan Pembelajaran, aspek apa yang Anda pertimbangkan dan adakah kesulitan yang Anda alami? Jelaskan.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

6.       Saat merencanakan Kegiatan Pembelajaran, sebutkan dua langkah Pendekatan Saintifik (5M) yang menurut Anda paling sulit. Jelaskan alasan Anda.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

7.       Saat merencanakan Kegiatan Pembelajaran, sebutkan dua langkah Pendekatan Saintifik (5M) yang menurut Anda paling mudah. Jelaskan alasan Anda.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..




8.       Jelaskan hal-hal yang Anda pertimbangkan dalam memilih metode/model/strategi pembelajaran.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..




9.       Saat menyusun penilaian, aspek apa yang Anda pertimbangkan dan adakah kesulitan yang Anda alami? Jelaskan.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..





10.   Dari keseluruhan komponen RPP berdasarkan Kurikulum 2013, komponen apa yang menurut Anda sulit untuk dibuat?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

11.   Informasi ataupun pelatihan seperti apa yang Anda butuhkan untuk meningkatkan kemampuan Anda dalam menyusun RPP berdasarkan Kurikulum 2013? Jelaskan alasan Anda.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

116 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP merupakan suaturencana atau gambaran singkat dan kecil bagaimana pembelajaran berlangasung. RPP termasuk perangkat pembelajaran yang sangat penting untuk tercapainya proses pembelajaran. Mengapa?, Karena dengan adanya RPP, dapat menjadi acuan dan petunjuk mencapai tujuan atau kegiatan apa saja selanjutnya. Setiap RPP alangkah baiknya jika dibuat variasi dan inovatif agar terjadi pembelajaran yang tidak monoton bagi siswa. Terdapat pula Lembar Kegiatan Siswa dan penilaian siswa untuk mengukur kemampuan siswa. Mengacu pada kurikulum apa yang diterapkan, sebaiknya sebagai seorang guru tidak boleh mengeluh karena RPP yang banyak. Jika kita ikhlas hati dan ikhlas pikit demi masa depan pendidikan maka akan mendapatkan kesuksesan di masa depan kelak. Amiiin

    ReplyDelete
  2. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    saya memiliki pengalaman tersendiri dalam menyusun rpp K 13. Saat soasialisai Penggunaan K 13 mulai dijalankan, sekolah melaksanakn pelatihan bagi para guru untuk lebih mengenal komponen serta struktur apa saja yang ada dalam K 13 sekaligus menghasilkan perangkat K13 yang nantinya sebagai bekal bagi guru saat menerapkan K 13 di sekolah. Awalnya, hampir semua guru merasa kesulitan dalam mehami struktur penyusunan K13 terlebih lagi pada bagian lembar penilaian siswa yang dirasa terlalu banyak dalam segi kuantitas sehingga para guru merasa akan lebih memakan waktu dan perhatian guru akan lebih terbagi antara mengontrol pembelajaran dikelas dan membuat penilaian dikelas sendiri.

    ReplyDelete
  3. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Jika melihat dari tujuan angket ini agar tidak lagi mendapatkan kendala dalam menyusun RPP sesuai kurikulum 2013 di masa yang akan datang, ini adalah tujuan yang sangat baik, karena memang masih sangat susah menyusun RPP K.13, sehingga pasti masih terdapat beberapa kesulitan yang dialami oleh para mahasiswa. Selain itu sebagai mahasiswa, saya juga mendapat referensi yang baik tentang bagaimana menyusun angket terbuka. Terimkasih prof Marsigit sudah memberikan contoh kepada kita para mahasiswa untuk selalu peduli terhadap kesulitan-kesulitan yang dialami

    ReplyDelete
  4. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Salah satu unsur penting yang perlu disusun guru sebelum melakukan proses pembelajran adalah RPP. RPP berisikan rencana-rencana yang dirancang sedemikian rupa agar pembelajaran yang dilakukan bersama siswa berlangsung interaktif, inovatif, dan membantu siswa dalam memahami materi dengan suasana yang menyenangkan. Terkadang kita dalam merancang RPP kesulitan dalam menentukan metode, pendekatan atau pun strategi yang tepat untuk menunjang proses pembelajaran. Karena kita harus menyesuaikan dengan kondisi siswa, sehingga akan tercipta pembelajaran yang inovatif. Dalam bagian apersepsi dimana itu adalah pijakan awal guru untuk menarik perhatian siswa agar termotivasi untuk memulai pembelajaran. Sebagai guru pun kita tidak boleh merancang pembelajaran dengan menyamakan kemampuan siswa, karena sesungguhnya tidak ada siswa yang mempunyai kemampuan sama.

    ReplyDelete
  5. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan pengalaman saya dalam membuat RPP yang saya gunakan untuk microteaching, salah satu kesulitan yang saya alami adalah ketika membuat Lembar Kerja Siswa (LKS). Pembelajaran yang saintifik adalah pembelajaran yang menerapkan 5M di dalam aktivitas siswa. Beberapa materi matematika sekolah bisa menerapkan prinsip 5M dimana siswa aktif dalam menemukan suatu konsep. Namun, tidak sedikit materi matematika sekolah yang sulit jika dituangkan dalam prinsip 5M. Kesulitan lainnya adalah apersepsi. Aersepsi digunakan guru untuk melangkah ke materi yang akan dipelajari dengan menggunakan pengetahuan yang sudah dipelajari sebelumnya. Namun, tidak mudah memilih apersepsi yang tepat untuk memuali pembelajaran.

    ReplyDelete
  6. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Setelah saya melihat isi angket tersebut, saya sangat berterima kasih kepada pak prof marsigit karena dengan angket ini sangat berguna dan sangat bermanfaat untuk membuat RPP menggunakan kur 2013. Dan Angket ini menjembatani para pendidik untuk merefleksikan tentang situasi dan kondisi yang dialami saat penyusunan RPP

    ReplyDelete
  7. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Secara tidak langsung bapak telah memberikan langkah-langkah dan aspek-aspek apa yang perlu dibuat dalam menyusun rpp berdasarkan kurikulum 2013. Memang benar bahwa dalam menyusun rpp kurikulum 2013 ini mungkin setiap guru mengalami kesulitan. Saya juga merasakan hal demikian, saya kesulitan dalam menentukan materi yang akan menjadi apersepsi. Kemudian merasa bingung apakah langkah-langkah dalam rpp tersebut harus selalu berurutan atau tidak. Saya juga masih kesulitan dalam menentukan waktu setiap langkah pembelajaran dan sering sekali waktu yang telah direncanakan tidak sesuai serta selalu kekurangan waktu untuk pembelajaran.

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Kesulitan guru dalam menyusun RPP, menurut pengalamn saya saat PPL. Saya pernah bertanya kepada guru-guru bahwa kesulitan itu karena adanya perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum akan berimbas kepada perubahan susunan komponen dalam RPP. RPP disusun mengikuti kaidah-kaidah dalam kurikulum. Kurikulum yang berlaku sekarang adalah Kurikulum 2013. Ini artinya RPP Kurikulum 2013 yang disusun sekarang akan berbeda susunannya dengan RPP pada kurikulum sebelumnya (KTSP). Perubahan ini seringkali menyulitkan guru.

    ReplyDelete
  9. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pelaksanaan pembelajaran didahului dengan penyusunan RPP yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada buku pegangan guru, buku siswa atau silabus yang telah ditetapkan. Bertentangan dengan penjelasan di atas, fakta yang ada mengindikasikan bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam menyusun ataupun mengembangkan RPP sesuai ketentuan kurikulum yang berlaku, terutama tentang pengembangan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik dan pengembangan penilaian autentik.

    ReplyDelete
  10. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang baik dimulai dari penyusuna RPP yang baik pula. Namun terkadang saya terlalu fokus dengan hal-hal tertentu yang membuat kurang fokus terhadap pengolahan bahan ajar . Padahal pengolahan bahan ajar menjadi hal yang esensial dalam perencanaan pembelajaran.

    ReplyDelete
  11. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Berdasarkan pengalaman saya, kesulitan yang paling sering saya alami ketika meyusun RPP untuk pembelajaran mikro adalah ketika memilih materi apersepsi dan bagaimana menyusun skema yang menghubungkan antara materi apersepsi dengan materi yang akan diajarkan. Selain itu, saya juga kesulitan dalam meyusun skema hubungan antar materi yang dipelajari agar menjadi runtut dan mudah dipahami. Kemudian, saya juga kesulitan dalam menyusun LKS yang sesuai dengan sintak pendekatan yang dipilih, sehingga sering kali praktik pembelajaran yang dilakukan tidak sesuai dengan sintak pendekatannya. Dengan melihat dan memahami isi angket yang ada di postingan ini, secara tidak langsung saya telah mempelajari bagaimana cara menyusun RPP yang baik.
    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  12. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Dalam menyusun RPP, saya masih sering merasa kesulitan. Dalam mata kuliah Microteaching saya mulai terbiasa dengan RPP dan LKS namun saya tetap masih sering mengalami kebingungan bagaimana agar kita dapat membuat LKS yang benar benar memfasilitasi siswa untuk paham akan suatu materi. Banyak sekali masukan dari Prof Marsigit, dan Ibu Heri R saat kami microteaching, misalnya harus sinkronnya sintak pada LKS dengan pendekatan yg telah ditentukan pada RPP (misal saintifik di LKS harus ada 5M) dll.
    Yang kedua, saya juga kadang masih sedikit kesulitan mengenai masalah apersepsi. Padahal hal tersebut sangat penting pada pembelajaran saat itu. Seringkali pada penerapannya guru melakukan apersepsi dengan penjelasan, dalam mata kuliah microteaching kami diajarkan untuk meminimalisir hal tersebut.
    Masih banyak hal yang harus saya pelajari tentang penyusunan maupun penerapan RPP dan LKS yang ideal.

    ReplyDelete
  13. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebagai calon guru saya masih harus terus belajar bagaimana menyusun RPP dengan baik dan benar sesuai dengan kurikulum 2013. RPP sangat penting disusun karena RPP merupakan sebuah miniatur dan menjadi acuan dalam melakukan segala aktivitas dalam pembelajaran. Melalui pembelajaran mikro saya belajar bagimana menyusun RPP. Akan tetapi, terdapat kesulitan-kesulitan yang saya alami dalam menyusun RPP tersebut, salah satunya yaitu apersepsi dan penyusunan LKS. Bagaimana caranya melakukan apersepsi yang baik dan benar serta relevan dengan materi yang akan diajarkan, serta bagaimana menyusun LKS yang dapat memenuhi kebutuhan siswa yang beragam. Selain itu, bagaimanakah caranya menyusun skema antar materi secara runtut dan mudah dipahami. Melalui post Prof Marsigit ini terlihat kepedulian yang begitu besar akan kesulitan-kesulitan yang kami alami (baik guru maupun calon guru), semoga nantinya kami melalui proses belajar dan pengalaman dapat lebih mudah dalam membuat RPP yang sesuai.

    ReplyDelete
  14. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    RPP merupakan salah satu komponen penting yang digunakan oleh guru sebagai acuan dalam pelaksanaaan kegiatan pembelajaran. Untuk itu, guru harus mampu menyusun RPP dengan benar.
    Berdasarkan pengalaman saya ketika membuat RPP untuk microteaching, saya sering mengalami kesulitan dalam penyusunan RPP Kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik melibatkan kegiatan 5M (Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Mengasosiasi, Mengomunikasikan). Namun, seringkali saya masih bingung dan merasa bahwa tidak semua materi dapat disusun dengan kegiatan 5M tersebut. Selain itu, saya juga sering merasa kesulitan dalam menentukan apersepsi apa yang dapat membantu siswa dalam memahami materi yang akan dipelajari.

    ReplyDelete
  15. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Adanya kurikulum baru (Kurikulum 2013) emang kerap kali menimbulkan banyak pertanyaan dan kesulitan bagi guru pemula maupun senior, termasuk dalam penyusunan RPP. Dalam pembelajaran saintifik terutama, menurut pengalaman pribadi saya, dalam langkah pendekatan saintifik ada langkah menanya. Ketika penyusunan RPP, kesulitannya adalah menyusun list pertanyaan yang mungkin muncul dan guru munculkan dalam suatu materi, apalagi jika diterapkan pada kelas yang pasif. Kemudian dalam penyusunan tujuan pembelajaran biasanya kesulitan yang dialami adalah merumuskan indikator ketercapaian pembelajaran yang harus dirinci oleh guru, karena dalam permendikbud hanya tertera KI dan KD saja.

    ReplyDelete
  16. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut pendapat saya, dengan adanya angket tersebut sangat berguna untuk mengetahui kendala dalam menyusun RPP yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Seorang guru yang menyusun RPP dengan benar sebelum pembelajaran, akan sangat membantu dan pembelajaran menjadi lebih terarah. Dengan merencanakan pelaksanaan pembelajaran yang baik maka akan memudahkan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan target atau tujuan yang ingin dicapai.

    ReplyDelete
  17. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Berdasarkan apa yang saya rasakan selama membuat RPP untuk kegiatan micro teaching, saya masih merasa kesulitan yaitu pada penentuan apersepsi serta LKS yang digunakan. Saya masih kesulitan dalam memilih materi apersepsi serta cara penyampaiannya. Selain itu juga dalam pemilihan kegiatan-kegiatan yang ada pada LKS. Dalam suatu pembuatan RPP, kegiatan inti dan LKS yang dibuat harus berkesinambungan atau sejalan. Karena pada dasarnya tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik apabila kegiatan apersepsi serta kegiatan inti yang ada adalah disusun dan dilaksanakan dengan baik. Oleh karenanya RPP yang baik sangatlah dibutuhkan dalam hal ini agar dapat mendukung kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  18. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Menurut saya, kesulitan yang saya alami saat menyusun RPP adalah ketika mengorganisasikan materi, artinya pada saat menentukan materi prasyarat, materi yang dipelajari, dan kelanjutan dari materi tersebut. Masih kesulitan bagaimana menyusun materi yang bisa mudah dipahami siswa dan itu bermakna bagi siswa. Selain itu juga kesulitan dalam menyusun kegiatan dalam LKS yang selaras dengan metode yang digunakan.

    ReplyDelete
  19. Muahmmad Nur Fariza
    14301241024
    Pendidikan Matematika A 2014

    RPP jadi perangkat yang harus disusun oleh guru untuk mendesain pembelajaran dalam kelas. Namun untuk menyusun RPP yang baik saya sendiri mengalami kesulitan. Kesulitannya adalah di bagian inti pembelajaran yang merupakan hal yang sangat esensial dalam RPP. Terkadang kebingungan dalam memilih bagian yang ditempatkan sebagai permulaan pembelajaran.

    ReplyDelete
  20. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    RPP merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang harus dimilikioleh guru untuk membantu dalam proses pembelajaran. Berdasarkan pengalaman saya selama penyususnan RPP untuk proses micro teaching saya mengalami beberapa kesulitan diantaranya yaitu kesulitan dalam proses menyelaraskan antara kegiatan pembelajaran dengan tujuan ataupun indikator yang akan dicapai, menyusun kegiatan yang mampu memberikan keleluasaan siswa untuk mempelajari suatu konsep. Dengan adanya angket kesulitan penyusunan RPP dapat digunakan sebagai upaya untuk mengurangi hambatan dalam menyusun RPP berbasis K-13.

    ReplyDelete
  21. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    angket merupakan salah satu alat untuk mengumpulkan data dilapangan, melihat dari isi angket ini, dapat kita ketahui bahwa tujuan dari angket ini adalah untuk melihat bagaimana kesulitan dan hambatan yang terjadi di sekolah bagi para guru dalam menerapkan kurikulum 2013. dengan mengisis angket ini tentu data dilapangan dapat kita olah dan mendapatkan hasil berupa kesimpulan apa yang sebenarnya dibutuhkan guru untuk mencapai tujuan dari pendidikan yang ingin dicapai.

    ReplyDelete
  22. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga pendidikan yang berisi tentang rancangan pembelajaran yang disebut kurikulum sudah sering mengalami perubahan, tentunya dengan berubahnya kurikulum maka otomatis aka nada perubahan dalam RPP. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam RPP memuat kegiatan awal, inti, dan penutup, strategi yang digunakan dalam pembelajaran hingga penilaian. Angket ini akan melihat dari sisi mana guru kesulitan dalam menyusun RPP Kurikulum 2013 tersebut.

    ReplyDelete
  23. Agus Cahyanto
    14301241033
    Pendidikan Matematika A 2014
    RPP merupakan perangkat pembelajaran yang harus disusun oleh guru sebelum pembelajaran dilakukan, sehingga rpp memiliki peran penting dalam terlaksananya pembelajaran yang baik. Namun berdasarkan pengalaman kuliah micro teaching, saya masih kesulitan dalam menyusun lks yang baik, yakni saya masih kesulitan menyusun kegiatan dalam lks secara sistematis agar siswa dapat memahami konsep materi yang diajarkan. sehingga dengan angket ini diharapkan dapat membantu guru dalam menyusun rpp yang baik dan benar.

    ReplyDelete
  24. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) merupakan keharusan yang dipenuhi oleh guru. Segala praktik yang akan dilakukan di kelas tertuang di dalamnya. Oleh karena itu RPP terus dievaluasi, dicari masalah dan apa saja kelemahan sehingga dapat di sempurnakan secara berkelanjutan. Hal tersebut untuk mencapai tujuan pencampaian pembelajaran secara maksimal.

    ReplyDelete
  25. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    RPP merupakan salah satu unsur terpenting yang harus dipersiapkan oleh guru sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Dalam prakteknya guru masih sering mengalami kesulitan dalam menyusun RPP, sehingga kebanyakan guru hanya mengopy RPP yang sudah ada. Padahal saat melakukan pembelajaran, cara mengajar guru yang satu pasti akan berbeda dengan guru yang lainnya. Bahkan cara mengajar guru yang sama di kelas yang berbeda juga belum tentu sama dikarenakan kemampuan setiap siswa yang bervariasi. Oleh karena itu penting sekali bagi kita untuk mengetahui dimana letak kesulitan-kesulitan yang sering dialami saat membuat RPP. Sehingga ke depannya bisa diperbaiki.

    ReplyDelete
  26. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    RPP merupakan persiapan yang dilakukan oleh guru sebelum mengajar, baik itu persiapan materi maupun mental, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan siswa untuk mau terlibat secara penuh.
    Menurut pengalaman saya dalam menyusun RPP, bagian yang cukup sulit yaitu pada apersepsi. Apersepsi merupakan kegiatan penting dalam pembelajaran, apabila apersepsi yang diberikan tidak tepat/salah dapat membuat siswa tidak terangsang untuk belajar dan kemauan dari dalam diri siswa untuk mempelajari materi tersebut sangat rendah. Hal tersebut mengakibatkan tujuan dari pembelajaran tidak tercapai.

    ReplyDelete
  27. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam RPP terdapat kegiatan 5M dan dalam sebuah RPP terdapat beberapa lampiran. salah satunya lampiran LKS. LKS yang dilampirkan harus dapat memfasilitasi siswa dalam menemukan sebuah konsep dan bukan hanya kumpulan soal semata saja. LKS penting sebagai penunjang pembelajaran. oleh karenanya guru wajib membuat LKS dengan baik dan benar sehingga dapat memfasilitasi siswa.

    ReplyDelete
  28. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Terkadang guru kurang memahami bagaimana cara membuat RPP dengan baik agar siswa dapat mengerti konsep yang diajarkan. Karena di dalam RPP sudah mencakup semua hal yang akan dilakukan di dalam kelas, mulai pelaksaaan pembelajaran sampai penilaian. Biasanya letak kesulitan ada di LKS dan model pembelajaran yang digunakan. Mungkin guru bisa menyelidiki terlebih dahulu apa yang siswa butuhkan untuk memahami konsep yang akan diajarkan, lalu menetapkan bagaimana LKS dibuat dan model pembelajaran apa yang cocok diterapkan untuk memahamkan konsep tersebut kepada siswa.

    ReplyDelete
  29. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    Pendidikan Matematika I 2014

    Angket yang Prof publikasikan diatas memudahkan para guru dan calon guru dalam mengidentifikasi bagian manakah yang kami merasa kesulitan dalam menyusunnya. Banyak unsur dalam RPP dengan pendekatan saintifik yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah penerapan/sintaks 5M dalam LKS. Dari pengalaman saya membuat RPP untuk microteaching, terkadang hal yang sulit adalah menentukan kegiatan siswa di tahap mengamati dan mengasosiasi. Masalah/konteks nyata untuk digunakan dalam LKS seringkali kurang pas dengan materi yang diambil. Tetapi dengan eksplorasi kembali, diharapkan pengambilan konteks dapat disesuaikan

    ReplyDelete
  30. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Penyebab dibuatnya Angket Terbuka Kesulitan Penyusunan RPP ini tentunya berawal dari banyaknya guru maupun mahasiswa calon guru yang masih mengalami kesulitan dalam pembuatan RPP. Memang untuk menyusun RPP yan benar-benar sesuai dengan tuntutan kurikulum itu memang tidak mudah. Dengan angket ini, kita bisa merefleksikan diri kita sendiri, seperti mengetahui bagian mana yang kurang, sehingga kita dapat melengkapi hal-hal yang masih kurang dalam penyusunan RPP.

    ReplyDelete
  31. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Guru yang baik adalah guru yang dapat merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Dalam tahap perencanaan guru perlu menusun RPP. Bagi saya menyusun RPP tidak mudah dikarenakan banyak hal yang harus diperhatikan. Apalagi di bagian inti pembelajaran yang merupakan hal yang paling utama. Dibutuhkan pembiasaan dalam penyusunan RPP agar dapat menyusunnya dengan baik.

    ReplyDelete
  32. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 PMI 2014

    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah salah satu bentuk persiapan yang dilakukan guru sebelum melakukan pembelajaran dikelas. RPP sangat membantu guru dalam meningkatan rasa percaya diri dan juga mengurangi rasa grogi saat mengajar dikelas. Oleh sebab itu RPP sangatlah penting dimiliki oleh guru. Akan tetapi, pembuatan RPP bukanlah sesuatu hal yang mudah, selain semua gambaran proses pembelajaran dijabarkan secara detail, guru juga harus menyusun berdasarkan kurikulum yang sedang berlaku. Menurut saya, Pembuatan RPP pada bagian pemberian apersepsi yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan tidak mudah, karena pada bagian pemberian apersepsi kita harus mengetahui alur pembelajaran sebelum materi yang akan diajarkan, selain itu pembuatan LKS yang baik yang sesuai dengan materi yang diajarkan dan sesuai dengan kurikulum juga bukanlah sesuatu yang mudah dibuat. Menurut saya, pembuatan RPP selain kita harus menguasai materi, kita juga harus mampu memahami kurikulum yang sedang berlangsung serta harus melakukan banyak latihan-latihan.

    ReplyDelete
  33. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesulitan yang saya alami saat penyusunan RPP pada saat micro teaching yaitu pada bagian apresepsi dan LKSnya. Apalagi LKS yang mempunyai pendekatan Discovery Learning, lebih sulit untuk pembuatan alurnya agar siswa bisa menyimpulkan dengan bahasa mereka sendiri tentang materi yang telah dipelajari.

    ReplyDelete
  34. Elli susilawati
    16709251073
    Pmat D pps 2016

    Angket terbuka seperti ini sangat bermanfaat sekali menurut saya karena masih banyak guru atau mahasiswa prodi kependidikan yang masih kesulitan dan kurang baik dalam penyusunan Rpp. Sehingga dari angket spt ini bisa dikatahui dan dianalisis kesulitan serta solusinya.

    ReplyDelete
  35. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    sebenarnya saya ingin bertanya mengenai cara penggunaan media pada suatu pembelajaran agar tidak membuang buang waktu pembelajaran karena adanya media tersebut. bagaimana media diolah sedemikian rupa agar dapat lebih membuat siswa paham akan suatu materi tetapi efektif diterapkan saat pembelajaran dan tidak membuang buang waktu pembelajaran. karena menurut saya media dapat membantu siswa dalam pembentukan konsep maupun dalam memvisualisasikan konsep yang tengah dipelajari.

    ReplyDelete
  36. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesulitan saya ketika membuat RPP adalah menentukan apersepsi yang esensial kemudian setelah menentukan apersepsi bagaimana mengelola apersepsi tersebut sedemikian sehingga siswa dapat terpancing untuk mempelajari materi lebih lanjut.

    ReplyDelete
  37. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1Pendidikan matematika I 2014

    Saya sering mengalami kesulitan dalam menyusun LKS yang inovatif dan mampu mewakili sintaks dari model pembelajaran yang digunakan. Penggunaan bahasa yang interaktif dan dapat dibayangkan oleh siswa juga merupakan kendala yang sering saya alami dalam menyusu LKS.

    ReplyDelete
  38. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S2 Pendidikan Matematika I 2014

    RPP dibuat sebagai acuan untuk melakukan proses pembelajaran. LKS dibuat untuk membantu siswa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. kesulitan saya saat menyusun RPP adalah ketika membuat apresepsi dan membuat alur berpikir pada LKS.

    ReplyDelete
  39. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Angket terbuka ini sangat membantu bagi guru dan calon guru, karena dengan angket ini guru dan calon guru dapat merefleksi diri terhadap kesulitannya dan bersama sama dengan yang lain mencari solusi dari kesulitan kesulitan yang dihadapi.

    ReplyDelete
  40. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan seperangkat rencana yang menjadi pedoman guru dalam melaksanakan tahapan pembelajaran. Namun kenyataan banyak guru beranggapan bahwa menyusun RPP tidak penting. Bagi mereka, yang terpenting adalah masuk di kelas dan siswa mendapat pelajaran. Pemikiran demikian ini perlu menjadi perhatian para Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah. Suatu hal yang tidak bisa ditawar, bahwa RPP wajib disusun oleh guru sebelum guru masuk kelas. Karena dengan adanya perencanaan guru telah menetapkan segala keperluan serta metode yang harus diterapkan ketika melaksanakan pembelajaran termasuk dapat mengelolah waktu secara efisien. Dengan demikian memungkinkan tujuan pembelajaran mudah dicapai. Oleh karena itu diperlukan model RPP yang memenuhi standar minimal.

    ReplyDelete
  41. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Bagi seorang guru, perlu menyadari bahwa seharusnya proses pembelajaran terjadi secara internal pada diri peserta didik, akibat adanya stimulus luar yang diberikan guru, teman, lingkungan. Proses tersebut mungkin pula terjadi akibat dari stimulus dalam diri peserta didik yang terutama disebabkan oleh rasa ingin tahu. Proses pembelajaran dapat pula terjadi sebagai gabungan dari stimulus luar dan dalam. Dalam proses pembelajaran, guru perlu mengembangkan kedua stimulus pada diri setiap peserta didik. Guru wajib mempertimbangkan karakteristik materi yang dibelajarkan serta peserta didik yang akan dibelajarkan. Di dalam pembelajaran, peserta didik perlu difasilitasi untuk terlibat secara aktif mengembangkan potensi dirinya menjadi kompetensi. Guru menyediakan pengalaman belajar bagi peserta didik untuk melakukan berbagai kegiatan yang memungkinkan mereka mengembangkan potensi yang dimiliki mereka menjadi kompetensi yang ditetapkan dalam sebuah perencanaan. Inilah sebabnya penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran penting untuk disusun oleh guru.

    ReplyDelete
  42. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hasil angket ini diharapkan dapat memberi gambaran kepada calon-calon guru yang lain bagian manakah yang dijumpai kesulitan dalam penyusunan RPP yang sesuai dengan kurikulum 2013 sehingga dapat difokuskan evaluasi dan perbaikannya di bagian tersebut,atau mungkin dapat diadakan kajian khusus mengatasi permasalahan umum tersebut

    ReplyDelete
  43. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdasarkan kurikulum 2013, ada beberapa kesulitan yang seringkali saya hadapi. Ada beberapa hal penting yang sering kali dilupakan oleh guru,diantaranya adalah menyusun apersepsi dan motivasi. Apersepsi harus disusun dengan tepat sehingga antara pengetahuan yang telah dimiliki siswa dengan pengetahuan atau konsep yang akan dipelajari oleh siswa benar-benar berkaitan, sehingga siswa tidak akan mengalami kesulitan saat melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Apersepsi yang disusun harus melibatkan seluruh siswa secara aktif. Selain itu, bagian terpenting lainnya adalah motivasi. Motivasi pada bagian pendahuluan menjadi penting dalam pembelajaran karena siswa akan tertarik mempelajari sesuatu jika mereka tahu alasan mengapa mereka harus mempelajarinya.

    ReplyDelete
  44. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih bapak. Angket terbuka kesulitan penyusunan RPP sangat membantu saya dalam memematakan dan merumuskan kesulitan yang saya alami secara lebih detail. Insyaallah setelah mengisi angket ini dengan jujur, kedepannya akan bisa mencari solusi dari kesulitan yag dialami sehingga pembelajaran matematika dapat menjadi lebih baik yaitu lebih memfasilitasi siswa dalam mengkonstruk pengetahuan.

    ReplyDelete
  45. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih bapak. Angket terbuka kesulitan penyusunan RPP sangat membantu saya dalam memematakan dan merumuskan kesulitan yang saya alami secara lebih detail. Insyaallah setelah mengisi angket ini dengan jujur, kedepannya akan bisa mencari solusi dari kesulitan yag dialami sehingga pembelajaran matematika dapat menjadi lebih baik yaitu lebih memfasilitasi siswa dalam mengkonstruk pengetahuan.

    ReplyDelete
  46. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Sebelum melaksanakan proses pembelajaran, guru harus menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Beberapa bagian yang khas menurut Kurikulum 2013 adalah rencana proses pembelajaran dan penilaian. Proses pembelajaran khas dibandingkan kurikulum sebelumnya karena menggunakan metode ilmiah (saintifik) dengan muatan 5M (mengamati, menanya, menyimpulkan, mengasosiasi, dan mengomunikasikan). Begitu pula penilaian, dibandingkan dengan Kurikulum 2013, muatan penilaian sangat khas karena memuat 4 kompetensi, yaitu kompetensi sikap spiritual (K1), kompetensi sikap sosial (K2), kompetensi pengetahuan (K3) dan kompetensi ketrampilan (K4). Kekhasan ini yang menimbulkan kesulitan guru. Dalam penyusunan rencana proses pembelajaran guru relatif kesulitan dalam menyusun alur pembelajaran sehingga memuat 5M secara baik. Salah satu yang paling membuat guru kesulitan
    adalah fase “menanya”. Pada dasarnya fase menanya telah dianjurkan pada implementasi
    kurikulum sebelumnya secara implisit dan belum tegas. Fakta lapangan pada implementasi
    kurikulum sebelumnya kemampuan menanya siswa masih belum berkembang. Penekanan yang tidak tegas membuat muatan tersebut dipandang tidak wajib sehingga dalam proses pembelajaran kurang diperhatikan. Siswa masih belum terbiasa untuk mengkritisi materi pembelajaran dan
    melayangkan pertanyaan. Guru juga belum terbiasa dalam memberikan stimulus pada siswa agar bertanya. Fakta tersebut membuahkan permasalahan pokok karena dengan tegas Kurikulum 2013 meletakan aspek menanya pada pondasi proses pembelajaran

    ReplyDelete
  47. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kurikulum 2013 menuntuut pembelajaran yang berpusat pada siswa. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun guru pun harus memuat kegiatan-kegiatan yang melibatkan siswa. Hal yang paling sulit dalam penyusunan RPP K13 yaitu dalam proses pembuatan LKS yang menuntut adanya kegiatan siswa secara aktif. RPP harus mampu mengarahkan siswa untuk memahami materi secara mandiri, menyelesaikan masalah, hingga mampu menyimpulkan sendiri materi yang diajarkan.

    ReplyDelete
  48. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    angket terbuka tersebut sangat bagus untuk mengetahui kesulitan kesulitan yang dialami oleh guru dalam melakukan proses pembelajaran Kurikulum 2013. harapannya setelah mengetahui kesulitan kesulitan yang dialami akan adanaya penindaklanjutan untuk mengevaluasi dan mengatasi kesulitan dan hambatan yang ada sehingga pelaksanaan kedepan akan lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  49. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    saat saya melakukan microteaching, saya menggunakan kurikulum 2013 dengan pendekatan saitifik. saya merasa kesulitan dalam menyusun apresepsi yang tepat dan menentukan alur LKS agar siswa dapat mengerti alur penemuan konsep pada LKS yang telah saya buat, selain itu kesulitan yang lain adalah ketika ada beberapa siswa yang kurang aktif sedangkan pembelajaran kurikulum 2013 diarahkan untuk siswa berpikir kritis, aktif, dan kreatif.

    ReplyDelete
  50. RPP sangat berguna dalam melaksanakan pembelajaran. Yang sering terjadi adalah rencana yang telah dibuat pada implementasinya banyak mengalami kendala, mulai dari siswa yang tidak bisa mengikuti petunjuk untuk melakukan kegiatan yang telah direncanakan. Terutama pada bagian diskusi, siswa kesulitan untuk berdiskusi tentang materi karena tidak memahami materi dan ingin diberi contoh terlebi dahaulu dan pada kegiatan mengomunikasikan hasil, banyak siswa tidak mau menjelaskan tetapi hanya menuliskan pada papan tulis.

    ReplyDelete
  51. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau biasa disingkat dengan RPP yang disusun saat ini harus sesuai kurikulum 2013. Hal ini dimaksudkan karena dalam kurikulum 2013 tersebut menekankan pada pembelajaran yang berpusat kepada siswa. Sedangkan guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  52. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya pribadi, dalam penyusunan RPP yang paling sulit adalah dalam membuat Apersepsi. Hal ini dikarenakan apersepsi yang disusun harus merupakan penghubung antara materi prasyarat dan materi yang akan dipelajari. Hal ini perlu berlatih agar apersepsi yang dibuat sesuai dengan skema dalam RPP yang kita buat.

    ReplyDelete
  53. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Kesulitan yang masih saya rasakan dalam penyusunan RPP yaitu yang pertama pada bagian apersepsi, dalam menentukan materi prasyarat yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan. Selanjutnya pada bagian penyusunan LKS yang memfasilitasi siswa guna mengkonstruk pengetahuannya.

    ReplyDelete
  54. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya mengalami kesulitan dalam membuat RPP menggunakan pendekatan scientifik terutama dalam mengarahkan dari sintaks mengamati ke menanya. Bagaimana guru menyediakan suatu objek yang dapat di amati siswa sehingga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan materi yang akan diajarkan.

    ReplyDelete
  55. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saat menyusun RPP juga guru harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan respon siswa dalam proses pembelajaran. Ini memudahkan guru untuk mengetahui alur berpikir siswa dan menetaui arah pembelajaran yang akan dibawa

    ReplyDelete
  56. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kompetensi Dasar (KD) adalah pengetahuan, keterampilan dan sikap minimal yang harus dicapai oleh siswa untuk menunjukkan bahwa siswa telah menguasai standar kompetensi yang telah ditetapkan, oleh karena itulah maka kompetensi dasar merupakan penjabaran dari standar kompetensi. Sedangkan indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.

    ReplyDelete
  57. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ada beberapa ketentuan dalam merumuskan indikator di antaranya sebagai berikut: (1) setiap KD dikembangkan sekurang-kurangnya menjadi tiga indikator (2) keseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam kata kerja yang digunakan dalam SK dan KD (3) Indikator yang dikembangkan harus menggambarkan hirarki kompetensi (4) rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua aspek, yaitu tingkat kompetensi dan materi pelajaran (5) Indikator harus mengakomodir karakteristik mata pelajaran sehingga menggunakan kata kerja operasional yang sesuai dan (6) rumusan indikator dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator penilaian yang mencakup ranak kognitif, afaktif, dan/atau psikomotor.

    ReplyDelete
  58. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, tujuan penyusunan indikator pembelajaran adalah untuk mengukur ketercapaian kompetensi siswa sesuai dengan kompetensi dasar. Indikator disusun untuk mempermudah guru dalam mengajarkan suatu materi dan menilai ketercapaian siswa pada materi tersebut.

    ReplyDelete
  59. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu kompetensi dasar dalam Kurikulum 2013 adalah “Menentukan luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma, dan limas”. Dari kompetensi dasar tersebut, dapat disusun indikator pencapaian kompetensi dasar yaitu (1) menemukan rumus luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma, dan limas, (2) menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma, dan limas.

    ReplyDelete
  60. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu kompetensi dasar dalam Kurikulum 2013 adalah “Memprediksi pola barisan dan deret aritmatika dan geometri atau barisan lainnya melalui pengamatan dan memberikan alasannya”. Dari kompetensi dasar tersebut, dapat disusun indikator pencapaian kompetensi dasar yaitu (1) menemukan pola barisan dan deret aritmatika dan geometri atau barisan lainnya, dan (2) menjelaskan hasil temuan pola barisan dan deret aritmatika dan geometri atau barisan lainnya

    ReplyDelete
  61. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kendala yang saya alami ketika menyusun indikator pencapaian kompetensi dasar adalah penggunaan kata kerja operasional untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar. Terlebih lagi, jika kompetensi dasar yang akan dicapai adalah “menjelaskan”. Saya kesulitan untuk menurunkan kata kerja operasional yang dapat mengukur kompetensi menjelaskan selain menjelaskan itu sendiri.

    ReplyDelete
  62. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saat merencanakan Kegiatan Pembelajaran, dua langkah Pendekatan Saintifik (5M) yang menurut saya paling sulit adalah pada bagian Menanya dan Mengumpulkan Informasi. Pada beberapa contoh RPP yang saya amati, dua langkah tersebut sering menjadikan pertanyaan karena berbeda antara RPP satu dengan RPP yang lainnya. Setelah saya mengikuti perkuliahan Bapak Marsigit pada hari Jumat, 2 Juni 2017, saya mengetahui bahwa langkah Menanya sebenarnya adalah “Hipotesis”, pada kegiatan pembelajaran di luar negeri, langkah tersebut berarti siswa membuat hipotesis terkait apa yang diamati dan nantinya pada langkah Mengumpulkan Informasi siswa akan mencoba mencari informasi apakah hipotesisnya benar atau salah.

    ReplyDelete
  63. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal-hal yang dipertimbangkan dalam memilih metode/model/strategi pembelajaran adalah kondisi kelas dan siswa, dapat juga dengan memperhatikan materi yang akan diajarkan. Misalkan untuk materi yang muatannya banyak, tidak cocok menggunakan model Teams Games Tournament (TGT) karena akan memakan waktu yang lama. Untuk materi yang muatannya banyak mungkin dapat menggunakan model Jigsaw atau metode-metode diskusi yang lainnya.

    ReplyDelete
  64. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari keseluruhan komponen RPP berdasarkan Kurikulum 2013, komponen yang paling sulit dibuat adalah pada bagian kegiatan apersepsi. Akan tetapi, setelah saya mengikuti perkuliahan Etnomatematika dan membaca beberapa postingan di blog ini, saya terinspirasi dari tulisan-tulisan Bapak Marsigit bahwa kegiatan apersepsi yang baik adalah yang dapat dirasakan oleh semua siswa, yaitu dengan membuat kuis atau pre-test kecil yang ditujukan untuk seluruh siswa.

    ReplyDelete
  65. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk saya pribadi, pelatihan untuk meningkatkan kemampuan saya dalam menyusun RPP pada saat ini adalah dari diri saya sendiri dengan banyak-banyak membaca berbagai contoh RPP yang telah dibuat. Karena sedang melaksanakan microteaching, saya dapat belajar dari penampilan saya sendiri atau belajar dari penampilan teman sekelompok saya, juga dengan menggali informasi dari teman-teman yang berbeda kelompok microteaching.

    ReplyDelete
  66. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika saya telah menjadi guru di sekolah tertentu, informasi ataupun pelatihan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan saya dalam menyusun RPP berdasarkan Kurikulum 2013 adalah seperti kegiatan yang biasa dilakukan oleh Bapak Marsigit yaitu dengan Lesson Study, seperti Lesson Study yang pernah dilakukan di sebuah sekolah di Bantul. Dengan kegiatan semacam itu, kemampuan mengajar dan menyusun RPP dapat diperbaiki dan dikembangkan melalui saran-saran dari guru lain.

    ReplyDelete
  67. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesulitan penyusunan RPP yaitu yang pertama adalah penyusunan indikator pembelajaran, indikator pembelajaran yang harus lebih rinci dan baik serta memperhatikan HOTS, artinya penggunaan kata untuk indikator harus sesuai dengan kaidah kompetensi C1 sampai C6, diharapkan untuk pembuatan indikator minimal menggunakan C3.

    ReplyDelete
  68. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Selanjutnya yaitu pembuatan tujuan pembelajaran, banyak ditemukan bahwa satu indikator memiliki satu tujuan, padahal diharuskan satu indikator memiliki minimal 2 tujuan pembelajaran. Sulitnya yaitu penggunaan indikator kata ketercapaian siswa setelah belajar materi.

    ReplyDelete
  69. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bagian Apersepsi, apersepsi atau kegiatan mengingat kembali materi sebelumnya (prior knowledge) yang diperlukan dalam kegiatan inti, pemilihan apersepsi ini juga harus tepat karena tingkat ketercapian tujuan pembelajaran juga dipengaruhi oleh prior knowledge yang dimilki sisiwa. Pada kegiatan apersepsi diharapkan melibatkan siswa. Kemudian perpindahan dari kegiatan pendahuluan ke inti diharapkan baik, yaitu diperlukan trigger yang dapat memancing keingin tahuan siswa untuk mempelajari materi inti.

    ReplyDelete
  70. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bagian penyususnan LKS dimana dalam metode discovery learning diharapkan pada bagian mengamati atau investigasi harus tepat, pembuatan kegiatan mengamati tersebut saya pribadi sering menemukan kesulitan,karena terkadang dalam penyusunanya kegiatan mengamati saya lebih kepada kegiatan yang mengarah ke induktif, padahal pembelajaran yang induktif tersebut tidak dianjurkan dalam pembelajaran. Berikutnya yaitu kegiatan menanya, guru harus pintar-pintar dalam membimbing siswa untuk mengarahkan kepada tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  71. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesulitan dalam penyusunan RPP yaitu pemilihan setting pembelajaran, memilih TPS, STAD, dan atau yang lainnya. karena ini mempengaruhi kepada tujuan yang akan di capai, kesalahan dalam pemilihan setting pembelajaran akan berdampak pada waktu pembelajaran yang tidak sesuai dengan rencana.

    ReplyDelete
  72. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Sebagai seorang guru, kita wajib atau harus bisa menyusun RPP dengan baik dan benar. Kemampuan tersebut tentunya kita pelajari ketika masih berada di bangku perkuliahan. Karenanya, ketika perkuliahan berlangsung, hendaknya mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, karena dipungkiri atau tidak, pengetahuan yang kita peroleh akan sangat berguna ketika terjun dalam dunia pendidikan. Selain itu, agar pendidikan dapat maju, dan guru tidak hanya mengandalkan internet untuk mendownload RPP.

    ReplyDelete
  73. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    RPP merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan RPP guru akan dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang telah direncanakan sehingga pembelajaran akan fokus pada tujuan yang akan dicapai dan tidak melebar kemana mana. Berdasarkan pengalaman saya menyusun RPP, bagian apersepsi dan LKS merupakan hal yang cukup sulit, karena apersepsi merupakan bagian yang sangat penting dalam mengawali proses pembelajaran sehingga guru harus memberikan apersepsi yang tepat. Sedangkan pemilihan kegiatan pada LKS juga harus tepat, karena LKS merupakan sarana bagi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

    ReplyDelete
  74. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    RPP sangatlah berperan penting dalam pembelajaran, RPP juga bisa dikatakan sebagai SIM dalam melakukan pembelajaran sebab bila tidak ada perencaan sebelum melaksanakan proses pembelajaran itu sama saja dengan membiarkan proses pembelajaran tidak berjalan semestinya. RPP merupakan perangkat yang akan membantu bagaimana pembelajaran dilakukan dengan efektif dan efisien. Tentunya RPP disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku. Berdasaran pengalaman membuat RPP selama ini, hal yang paling sulit adalah penentuan pendekatan dan media yang cocok untuk siswa.

    ReplyDelete
  75. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya sebagai mahasiswa pendidikan, penyusunan RPP itu tidak mudah.Terlebih lagi dengan kurikulum saat ini yaitu kurikulum 2013, penyusunan RPP semakin dituntut untuk lebih spesifik. Kegiatan apersepsi dan motivasi (pengunaan contoh kehidupan sehari-hari) merupakan salah satu hal terpenting dalam penyusunan RPP kurikulum 2013, dan saya merasa kesulitan dalam penyusunan bagian tersebut. Adanya angket ini bermanfaat bagi guru dan calon guru sebagai tempat keluh kesah mereka dalam penyusunan RPP. Bagi peneliti, angket ini dapat sebagai bahan evalusi dan pemahaman guru serta calon guru mengenai penyusunan RPP kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  76. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Banyak diantara guru maupun calon guru yang masih kesulitan dalam menyusun RPP sendiri untuk membuat pedoman pembelajaran. Angket terbuka ini, dapat menjadi solusi dan bahan evaluasi dimana kesulitan yang dialami guru dalam mengembangkan RPP. Angket terbuka ini juga dapat dijadikan pedoman untuk membuat pembeljaran yang berkesinambungan atau learning trajektory. Membuat struktrur dalam proses peembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi lebih terarah.

    ReplyDelete
  77. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.

    Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup satu kompetensi dasar yang terdiri atas satu indicator atau beberapa indikator untuk satu kali pertemuan atau lebih.

    RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh.

    ReplyDelete
  78. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah untuk :

    (1) mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar mengajar;
    (2) dengan menyusun rencana pembelajaran secara profesional, sistematis dan berdaya guna, maka guru akan mampu melihat, mengamati, menganalisis, dan memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis dan terencana.

    ReplyDelete
  79. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Sementara itu, fungsi rencana pembelajaran adalah sebagai acuan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar ( kegiatan pembelajaran ) agar lebih terarah dan berjalan secara efektif dan efisien. Dengan kata lain rencana pelaksanaan pembelajaran berperan sebagai scenario proses pembelajaran. Oleh karena itu, rencana pelaksanaan pembelajaran hendaknya bersifat luwes ( fleksibel ) dan member kemungkinan bagi guru untuk menyesuaikan dengan respon siswa dalam proses pembelajaran yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  80. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Dalam membuat RPP tentu saya memiliki banyak kesulitan, salah satunya adalah pemahaman saya yg sedikit. Seorang guru dalam membuat rpp diharuskan memiliki pemahaman yang cukup. Selain itu harus dipikirkan secara matang terkait inovasi apa yang akan dibawa ke kelas agar siswa lebih memahami pelajaran. Selain itu harus terjadi keterkaitan antara rpp dengan kegiatan pwmbelajaran yang terjadi di kelas. Terkadang ketika saya melakukan mikroteaching terjadi ketidaksinkronan antara rpp yang saya buat dengan kegiatan saya di dalam kelas.
    Masalah lain juga terjadi di pengaturan waktu. Ketika menyusun rpp waktu yang dipakai sudah tepat, namun ketika pembelajaran berlangsung malah terjadi kemoloran sehingga waktu yang digunakan tidak sesuai dengan rpp

    Terimakasih

    ReplyDelete
  81. Dheanisa Prachma Maharani
    !4301241037
    S1 Pend. Matematika

    Melalui angket yang dibuat oleh Prof. Marsigit ini, kami para calon guru dan para guru merasa sangat terbantu. Lewat angket ini kami bisa melakukan refleksi diri terkait kekurangan kami dalam menyusun rpp. Melalui kekurangan ini, kami bisa melakukan evaluasi agar nantinya rpp yang kami buat bisa lebih baik lagi

    Terimakasih

    ReplyDelete
  82. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Banyak diantara kalangan para guru ataupun mahasiswa yang masih mengalami kesulitan dalam penyusunan RPP yang sesuai dengan Kurikulum 2013 dan kebutuhan siswa. Melalui angket ini, diharapkan guru ataupun mahasiswa dapat terbantu dalam menyusun RPP dengan baik.

    ReplyDelete
  83. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Membuat PP merupakan hal wajib yang harus dikuasai oleh guru sebagai komponen sebuah perancangan desain pembelajaran yang akan dilakukan. akan tetapi, banyak guru yang belum sepenuhnya mampu dengan baik untuk membuat RPP. Terlebih untuk mahasiswa calon gur, RPP merupakan hal baru yang tentu saja sulit untuk dibuat. dengan adanya angket ini, sangat memantu kita calon guru untuk membuat RPP yang baik dan betul.

    ReplyDelete
  84. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Setelah membaca angket tersebut saya dapat merefleksi diri saya dalam penyusunan RPP. Dengan begitu saya dapat mengetahui bagian mana yang harus saya perbaiki dan mana yang harus saya tingkatkan lagi.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  85. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Berdasarkan pengalaman saya dalam pembuatan RPP, saya merasa kesulitan dalam penyusunan lembar kerja siswa. Saya masih mengalami kesulitan dalam menentukan konten-konten lembar kerja, apakah sudah sesuai dengan indikator ataukah belum, terlebih saya baru memiliki sedikit wawasan tentang pembelajaran sehingga saya belum begitu mengerti apakah konten lembar kerja yang saya buat sudah dapat digunakan untuk membantu siswa dalam belajar ataukah belum, apakah sudah dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa ataukah belum.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  86. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam penyusunan RPP saya sering mengalami kesulitan. Namun untuk mengatasi kesulitan tersebut saya akan bertanya kepada orang yang saya anggap lebih mengerti dari pada saya. Orang tersebut bisa teman saya atau dosen pengampu saya. Selain itu saya bisa mencari referensi RPP yang telah ada, bagaimana penyusunan RPP dan RPP yang baik itu yang seperti apa. Tulisan diatas juga menjadi salah satu sumber belajar saya, dapat menjadi bahan refleksi diri saya dalam penyusunan RPP.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  87. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    angket merupakan instrumen nontes untuk mengukur atau mengetahui suatu topik atau masalah tertentu. pada postingan ini, dicantumkan angket kesulitan penyusunan RPP sesuai kurikulum 2013. angket ini bertujuan untuk mendata dan mengumpulkan informasi mengenai kesulitan penyusunan RPP yang dialami beberapa guru, sesuai dengan pengalaman mereka. perubahan sisteamtika dari SK-KD menjadi KI dan indikator mungkin menjadi salah satu faktor kesulitan tersebut. mengingat penting nya penyusunan RPP sebelum pembelajaran dilaksanakan, dan peran RPP sebagai acuan guru dalam pembelajaran di kelas, maka angket ini sangat bermanfaat untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyulitkan dalam penyusunan RPP.

    ReplyDelete
  88. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    RPP adalah salah satu acuan guru dalam melakukan kegiatan belajar-mengajar di kelas, dengan mengikuti langkah yang telah disusun di RPP yang telah dibuat, diharapkan pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan tujuan dari pembelajaran tersebut dapat terpenuhi dan tercapai. Akan tetapi, tentunya sebagai calon guru, terkadang masih ditemukan kesulitan dalam menciptakan suatu RPP yang baik dan benar. Maka dari itu, kami sebagai calon guru perlu untuk selalu belajar, berlatih, dan berdiskusi terkait pembuatan dari RPP.

    ReplyDelete
  89. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebagai calon guru tentu kadang merasa kesulitan untuk dapat membuat RPP yang baik, agar tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai. Untuk mengatasinya, selain belajar, berlatih, dan berdiskusi terkait pembuatan RPP, calon guru perlu untuk mengidentifikasi kesulitan apa saya yang dialami guru ketika membuat suatu RPP.

    Angket di atas merupakan angket terbuka yang membantu guru untuk mengetahui kesulitan yang mereka alami ketika menyusun RPP. Selain itu, melalui angket terebut secara tidak langsung kita dipahamkan mengenai karakter yang baik dari suatu RPP yang sesuai dengan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  90. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Angket terbuka ini sangat bermanfaat bagi guru dan calon guru lainnya, disisi lain dapat menjadi bahan diskusi mengenai penyusunan RPP. Tidak dipungkiri bahwa menyusun RPP terkadang pasti memiliki kendala, kendala yang sayaa alami saat menyusun RPP dalam microteaching adalah saya sendiri kesulitan dalam menentukan apresepsi dan juga tidak semua materi dapat di kemas ke dalam pendekatan saintifik sedangkan kuriikulum 2013 ini mengacu pada pendekatan saintiifik.

    ReplyDelete
  91. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kesulitan yang mungkin dialami guru dalam penyusunan RPP yaitu belum terlalu dipahaminya dengan benar seluk-beluk penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Jika guru belum memahami benar seluk-beluk penyusunannya, maka secara otomatis rasa malas akan muncul ketika hendak menyusunnya. Sebenarnya ini adalah alasan klasik, karena pada tahun-tahun ini pemerintah sudah menggalakkan berbagai program sosialisasi yang menyangkut penyusunan RPP.

    ReplyDelete
  92. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    RPP merupakan perangkat utama dalam pembelajaran yang memuat perencanaan dan prosedur kegiatan yang menjadi pegangan seorang guru daalam mengajar di kelas. Akan tetapi, sampai saat ini saya masih menemui beberapa kesulitan dalam penyusunan RPP tersebut. Angket yang dibagikan oleh Prof Marsigit tersebut sangat bermanfaat guna menjadi refleksi diri dan sebagai tolak ukur dalam penyusunan RPP. Khususnya dalam kurikulum 2013 yang menggunakan metode 5M (Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengasosiasi, Mengomunikasi) dimana pada metode tersebut menekankan pada peran aktif siswa.

    ReplyDelete
  93. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kesulitan yaitu kerap dihadapi yaitu perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum akan berimbas kepada perubahan susunan komponen dalam RPP. RPP disusun mengikuti kaidah-kaidah dalam kurikulum. Kurikulum yang berlaku sekarang adalah Kurikulum 2013. Ini artinya RPP Kurikulum 2013 yang disusun sekarang akan berbeda susunannya dengan RPP pada kurikulum sebelumnya (KTSP). Perubahan ini seringkali menyulitkan guru.

    ReplyDelete
  94. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Saya ingin bertanya bagaimana menyusun LKS yang menjadi lampiran RPP sehingga di dalam LKS tersebut siswa dapat menemukan konsep matematika dan LKS tersebut bukan hanya kumpulan soal saja.

    ReplyDelete
  95. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Angket terbuka kesulitan penyusunan RPP sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami guru ketika harus membuat RPP sebelum melakukan pembelajaran di kelas. Kesulitan-kesulitan yang telah teridentifikasi nantinya dapat dicari solusi-solusinya secara bersama-sama. Sehingga proses tindak lanjut dapat segera dilaksanakan dan proses pembelajaran dikelas dapat dilakukan berdasarkan kurikulum 2013. Selain itu dengan memperbaiki kesulitan yang telah teridentifikasi guru menjadi terbiasa dan terlatih untuk membuat RPP, sehingga proses penerapan Kurikulum 2013 yang sedang digencarkan di Indonesia dapat terealisasikan dengan baik.

    ReplyDelete
  96. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal yang dianggap paling sulit dalam penyusunan RPP oleh kebanyakan orang adalah pada bagian RPP. Jika membaca beberapa postingan di blog ini yang terkait, akan ditemui solusi untuk kesulitan apersepsi tersebut, solusi yang ditawarkan oleh Bapak Marsigit. Pada RPP, bagian apersepsi dituliskan bahwa siswa mengerjakan tes kecil atau tes jawab cepat, kemudian dilampirkan pada lampiran untuk soal-soal tesnya, cukup 2 atau 3 soal saja, tetapi mencakup seluruh materi yang dibahas sebelumnya. Semoga bermanfaat untuk yang mengalami kesulitan dalam menentukan apersepsi.

    ReplyDelete
  97. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    RPP merupakan rancangan awal sebelum pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan antara guru terhadap siswanya. Dalam menyusun RPP, perlu dipertimbangkan banyak unsur yang harus dituangkan didalamnya nya, antara lain metode pembelajaran, pendekatan pembelajaran yang sesuai, bahan ajar yang akan digunakan, penilaian yang mengukur kompetensi yang hendak dicapai, dan lain sebagainya. Keberhasilan KBM di kelas sudah bisa diprediksi dari detail-detail sederhana yang tertuang di dalam RPP yang direncanakan oleh guru yang bersangkutan.

    ReplyDelete
  98. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Adapun dalam penyusunan RPP, terdapat beberapa kendala yang muncul ke permukaan. Misalnya ketika seorang guru benar-benar baru pertama kali terjun ke lapangan, yang belum begitu paham mengenai kondisi lapangan yang ada, entah SDM siswanya, kurikulum yang diterapkan di satuan pendidikan yang dituju, maka jelas dalam penyusunan RPP nya akan menemukan berbagai kendala. Mungkin dapat diminimalisir dengan dilakukannya observasi terlebih dahulu. Akan tetapi perlu diingat bahwa ketika sudah benar-benar terjun di lapangan secara langsung, pasti terdapat detail-detail sederhana yang belum tercover di dalam perencanaan. Dengan demikian, seorang guru wajib untuk melatih kemampuannya untuk menghadapi kejadian yang tak terduga seperti ini.

    ReplyDelete
  99. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Selain itu, tidak sedikit dari guru tetap saja melakukan pembelajaran yang sifatnya monoton. Tidak ada variasi dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan, meskipun di dalam RPP yang telah dibuat sebelumnya adalah berbeda antara topik pembelajaran yang satu dengan lainnya. Artinya, yang menjadi kesulitan disini adalah bagaimana menerapkan RPP yang telah dibuat menjadi langkah nyata yang dilakukan ketika proses KBM berlangsung.

    ReplyDelete
  100. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Selanjutnya, bagi pengajar yang benar-benar berusaha untuk membuat serta menerapkan RPP yang hendak dibuat, terkadang mereka terkendala oleh permintaan kurikulum yang sedang berlaku. Bahkan dalam satu kurikulum yang sama, isi atau konten serta penekanan yang diharapkan adalah tidak sama. Sehingga memunculkan keraguan dan kerancuan dalam penyusunan RPP. Apabila ini benar terjadi, maka akan sedikit berpengaruh terhadap output yang diharapkan tercapai dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  101. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tercapainya suatu pembelajaran sesuai yang diharapkan, didalamnya terdapat penyusunan RPP yang baik dan rapi. Dari postingan Prof, membantu siapa saja untuk lebih baik lagi dalam penyusunan RPP. karena kebanyakan masih belum terlalu mementingkan penyusunan RPP. padahalan penyusunan RPP yang baik dan benar itu merupakan langkah awal menuju keberhasilan suatu pembelajaran.

    ReplyDelete
  102. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kemudian point yang sangat krusial dalam penyusunan RPP adalah berkaitan dengan media ajar yang hendak dipakai. Misalnya adalah LKS. Dalam penyusunan LKS, pembelajaran akan lebih mengena di siswa apabila terdapat keterkaitan yang kuat antara materi pembelajaran dengan kasus yang ada di lapangan, tentu yang masuk pada nalar serta perkembangan siswa yang bersangkutan. Nahhh, disini kemampuan penyusun RPP untuk melakukan hal tersebut sangat perlu diasah sehingga lebih mudah dalam mencapai tujuan pembelajaran yang dikehendaki

    ReplyDelete
  103. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Secara umum, dalam hal ini pengalaman saya saat mikro teaching. Bagian yang sulit untuk disusun menurut saya adalah bagian menyusun indikator dan metode dalam pembelajaran. Karena dalam penyusunan indikator harus memahami kedalaman makna dari KI yang ingin dicapai. Serta metode yang digunakan karena keterbatasan pemikiran saya sulit untuk menentukan metode yang tepat dari pilihan metode yang ada dipikiran. Sehingga dalam penyusunannya kadang-kadang tercampur metode yang saya pilih dengan metode yang tidak saya pilih.

    ReplyDelete
  104. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika ditanya tentang hal-hal yang dipertimbangkan dalam memilih metode/model/strategi pembelajaran. Yang saya pertimbangkan adalah keluasan dariu materi yang akan diajarkan, dalam hal ini saya mencari learning trajektor \y yang sudah ada dan mempelajarinya dengan baik sehingga dapat memunculkan trajectory baru yang susuai dengan konsep kurikulum sekarang yaitu agar siswa yang lebih banyak beraktivitas dalm memperoleh pengetahuannya.

    ReplyDelete
  105. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk kali ini saya lebih setuju bahwa KTSP ini disebut sebagai Kurikulum 2006 karena K13 juga KTSP. Perbedaan signifikan antara RPP berdasarkan Kurikulum 2006 dengan RPP berdasarkan Kurikulum 2013 itu seperti perbedaan dalam pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif. Dalam hal ini K06 itu sebagai pembelajaran tradisional dan K13 itu harus sebagai pembelajran inovatif. Sehingga K06 itu lebih berpusatpada guru dan K13 pada siswa. Namun dalam pelaksanaan K13 masih terkesan K06 yaitu dengan paradikma old humanisnya paul ernest.

    ReplyDelete
  106. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Kesulitan yang saya alami dalam menyusun RPP ketika micro teaching adalah dalam membuat apersepsi. Dalam apersepsi benar-benar harus diperhatikan karena ini merupakan bekal siswa untuk bisa mengaitkan konsep yang telah mereka pelajari sebelumnya dengan yang akan dipelajari pada saat itu. Selain itu juga dalam pembuatan LKS yang bisa benar-benar tersusun organisasi materinya dengan baik.

    ReplyDelete
  107. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih Prof karna sudah memberi wadah kepada pembaca yang merasa masih kesulitan dalam penyusunan RPP dengan cara mengisi angket tersebut. menurut saya, dalam penyususan RPP itu dilihat sekilas tampak mudah, namun sebenarnya membutuhkan kofokusan agar RPP yang dihasilkan baik dan rapi.

    ReplyDelete
  108. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan pengalaman saya dalam menyusun RPP, kesulitan yang sering saya alami adalah cara menyampaikan apersepsi. Apersepsi merupakan kegiatan yang sangat penting dalam pembelajaran, terutama pada pembelajaran matematika. Hal ini dikarenakan matematika memiliki karakteristik antara satu materi dengan materi yang lain saling berkaitan. Oleh karena itu, ketika kita akan mengajarkan suatu konsep baru kepada siswa, kita perlu mengingatkan kembali konsep-konsep yang telah mereka pelajari terkait konsep yang akan mereka kembali. Tantangan bagi guru adalah bagaimana menyusun kegiatan apersepsi sehingga guru benar-benar yakin bahwa semua siswa memiliki materi prasyarat yang cukup.

    ReplyDelete
  109. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan pengalaman sebagai mahasiswa pendidikan matematika, selama perkuliahan dalam menyusun RPP khususnya dalam pendekatan saintifik adalah ide atau cara penyajian masalah observasi yang seperti apa sehingga mampu memfasilitasi siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Di butuhkan waktu yang cukup lama untuk memunculkan ide yang efektif.

    ReplyDelete
  110. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kegiatan apersepsi merupakan salah satu kegiatan yang berperan penting dalam proses pembelajaran. Apersepsi dapat membantu siswa mengingat materi sebelumnya yang berguna dalam memahami materi saat itu.

    ReplyDelete
  111. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu kesulitan dalam menyusun RPP terletak pada apersepsi. Yaitu bagaimana menentukan materi yang relevan atau materi prasyarat dengan materi saat itu agar apersepsi tepat sasaran sesuai dengan tujuan diadakannya apersepsi.

    ReplyDelete
  112. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Selama perkuliahan bersama dengan Prof. Marsigit, saya menjadi tahu bahwa yang harus dilakukan dalam kegiatan apersepsi tidak hanya sekedar bertanya, melainkan memfasilitasi siswa untuk melakukan sesuatu. Dengan kegiatan yang dilakukan siswa selama proses apersepsi maka siswa akan benar-benar mengingat dan mempunyai bekal prasyarat yang dibutuhkan. Tidak hanya sekedar pura-pura ingat atau paham.

    ReplyDelete
  113. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Postingan diatas memberikan kita gambaran pada aspek manakah yang dirasa masih dijumpai kesulitan dari guru yang sedang menyusun RPP kurikulum 2013. Dengan hal tersebut, dapat diketahui akar masalahnya sehingga dapat ditemukan solusi yang efektif

    ReplyDelete
  114. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam penyusunan rpp terdapat beberapa kesulitan yaitu untuk menyesuaikan antara terori Pembelajaran, fase-fase nya dengan yang akan dilakukan di kelas. Ini sulit dikarenakan perincian kegiatan harus benar-benar mencerminkan fase-fase tersebut. Seringkali saya memakai teori pembelajaran tertentu di kelas mikro akan tetapi tidak mencerminkan fase-fase atau sintaks Pembelajaran nya.

    ReplyDelete
  115. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebagai calon guru, saya sudah beberapa kali diberi tugas untuk menyusun RPP. Dalam penyusunannya, menurut saya yang paling sulit adalah saat menentukan materi untuk apersepsi. Dalam menentukan materi apersepsi, sebenarnya dapat dilakukan dengan peta konsep. Namun terkadang saya masih bingung sejauh apa materi yang harus diujikan kepada siswa untuk mengecek penguasaan materi prasyarat siswa. Selain apersepsi, terkadang sulit juga dalam pemilihan pendekatan yang akan digunakan. Karena guru perlu memilih cara untuk menyampaikan materi yang seefektif mungkin, maka pemilihan pendekatan pembelajaran yang akan digunakan juga sangat penting untuk dicermati.

    ReplyDelete
  116. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Komponen yang tidak perlua ada di RPP menurut saya adalah kegiatan pembuka : pengkondisian siswa. Kegiatan pengkondisian siswa seharusnya menjadi kegiatan pra pembelajaran. Sedangkan ketika sudah memulai pembelajaran seharusnya siswa sudah dalam kegiatan siap belajar. Jika tidak, kegiatan pembuka dapat diisi dengan mengecek kehadiran siswa.

    ReplyDelete