Apr 10, 2015

Keadaan Pendidikan dan Pendidikan Guru saat ini

Aslm, berikut saya tayangkan konsep dan pemikiran saya secara singkat berkaitan dengan keadaan 



pendidikan dan pendidikan guru di Indonesia, dalam rangka (bagian dari) memberikan masukan tentang reformasi LPTK, yang sedang digodog secara keseluruhan oleh tim kecil Majelis Guru Besar UNY. Selamat membaca dan memberi komentar atau berkontribusi pemikiran tambahan.

Keadaan Pendidikan dan Pendidikan Guru saat ini
Oleh: Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Pendidikan di Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan dan tantangan yang kompleks dan mendasar, sekaligus kita menyongsong harapan di tengan era global. Bangsa Indonesia dengan pasti tidak dapat menghindar dari pergaulan Pasar Bebas seperti GATT, WTO, AFTA dan pergaulan dunia yang mempengaruhi segala aspek berkehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Sebagai bangsa yang relatif muda (belum sampai berumur satu abad), tentulah jika masa depan kita berorientasi kepada kecenderungan modus (standar) internasional dewasa ini, akan banyak dijumpai kekurangan-kekurangan yang bersifat ontologis baik yang menyangkut sumber daya manusia maupun penguasaan teknologi.

Derasnya aliran barang, jasa, pengetahuan, dan teknologi dari luar negeri tidak diimbangi dengan kesadaran adanya aliran pemikiran/paham, karakter atau gaya hidup yang tidak sesuai dengan karakter dan budaya bangsa. Sehingga bangsa dan masyarakat Indonesia dewasa ini bersifat terbuka absolut dari pengaruh luar. Hal inilah yang menyebabkan bangsa Indonesia dewasa ini seakan mengalami disorientasi baik dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan. Dewasa ini Indonesia sedang mengalami disorientasi epoleksosbud, yang ditandai dengan bergesernya orientasi pendidikan dari nasionalisme dan jati diri bangsa menuju berorientasi isme-isme baru pengaruh dunia Barat seperti Pragmatisme, Kapitalisme, Utilitarianisme, Materialisme, Liberalisme, bahkan Hedonisme.   Revolusi mental yang digulirkan oleh Presiden Joko Widodo kiranya patut direnungkan, digali dan diimplementasikan untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan. Revolusi mental perlu didukung dengan penguatan 4 (empat) pilar yaitu: Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan BhinekaTunggal Ika.

Kegamangan pendidikan salah satunya disebabkan oleh keraguan menetapkan komitmen terhadap konsep pendidikan yang berkarakter Indonesia. Selama ini bangsa Indonesia telah terbuai dengan janji dan implementasi berbagai konsep pendidikan dari luar yang ternyata hanya menjauhkan atau mencerabut marwah ke Indonesiaan dari generasi ke generasi berikutnya. Sudah saatnya kita menggali, mengembangkan dan mengimplementasikan harta karun konsep pendidikan asli Indonesia yaitu yang salah satunya telah digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Hanya di Indonesialah terdapat konsep ing ngarsa sung tuladha dan tut wuri handayani. Sementara di negara-negara Barat, mereka hanya unggul ing madya mangun karsa. Sehingga pendidikan di negara-negara Barat bersifat linear yaitu maju berkelanjutan tanpa batas dan tanpa mengetahui akhir ujung bentuk masyarakat dan peradaban yang diinginkan; sedangkan di negara-negara Timur termasuk Indonesia, pendidikan mempunyai potensi besar untuk bersifat siklik, yaitu mengedepankan interaksi (Agama: silaturakhim) untuk melakukan ikhtiar dalam kodratnya untuk semata-mata memperoleh ridhla Allah SWT. Dengan demikian, jelaslah kiranya bahwa konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara cukup menjanjikan solusi untuk mengatasi krisis multidimensi bangsa. Adalah tantangan dan tugas kita semua, para pelaku dan stake holder pendidikan untuk mampu menggali dan mengimplementasikannya; sementara pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional diharapkan mampu memfasilitasi dan membuat kebijakan kependidikan yang selaras dengan semangat pengembangan jati diri bangsa.

Ditengah kegamangan politik, ekonomi, sosial dan budaya maka dalam bidang pendidikan terdapat pertanyaan guru seperti apakah dewasa ini yang dianggap ideal bagi bangsa ini? Berbagai penelitian menunjukkan bahwa selama ini, walaupun telah mengalami berbagai fase perubahan kurikulum yang dibarengi dengan berbagai macam peraturan perundangan, masih saja kualitas pendidikan belum seperti yang diharapkan, terutama jika dilihat dari prestasi yang dibandingkan dengan prestasi pendidikan bangsa-bangsa lain. Walaupun hasil penelitian OECD tahun 2015 menunjukkan adanya inovasi pembelajaran, tetapi herannya mengapa prestasi belajar masih belum memuaskan? Penjelasannya adalah bahwa inovasi pembelajaran yang terjadi dan sudah mulai menampakan bentuknya merupakan kerja keras dan hasil dari pelaksanaan kurikulum KTSP beserta segala usaha inovatif lainnya seperti adanya projek-projek SEQIP, PEQIP, IMSTEP-JICA, Lesson Study, CTL, dst. Disorientasi bidang epoleksosbud ditengarai sebagai biangnya segala persoalan yang muncul dalam bidang pendidikan, sehingga mengaburkan bahwa inovasi yang berhasil dilakukan adalah baru langkah awal, sedangkan prestasi belajar adalah langkah berikutnya. Disorientasi epoleksosbud menyebabkan timbulnya anomali paradigma kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, yang pada gilirannya menghasilkan ketidakteraturan pola kehidupan masyarakat yang dapat berujung pada perikehidupan yang anarkhis dan mendegradasi peradaban bangsa.

Pengembangan pendidikan di Indonesia terkendala oleh adanya anomali paradigma pendidikan yaitu: pendidikan jangka panjang versus pendidikan jangka pendek, pendidikan terdesentralisasi versus pendidikan terpusat, pendidikan terbuka versus pendidikan tertutup, inovasi pendidikan versus status quo pendidikan, pendidikan sebagai kebutuhan versus pendidikan sebagai investasi, pendidikan yang melestarikan versus pendidikan yang konstruktif, pendidikan berorientasi proses versus pendidikan berorientasi hasil, pendidikan untuk semua versus pendidikan terkanalisasi, pendidikan berorientasi jati diri bangsa versus pendidikan berorientasi pasar dst. Selama anomali paradigma tersebut belum memperoleh solusinya maka selama itu pula persoalan pendidikan masih bersifat imanent dan latent.

Akibat lanjut dari adanya persoalan pendidikan yang belum tuntas maka berdampak pula pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar. Anomali paradigma pada gilirannya juga muncul dalam pengembangan pendidikan guru di Indonesia, misalnya: guru sebagai pengembang pendidikan versus guru sebagai pelaksana pendidikan, guru kelas versus guru mata pelajaran, guru pusat versus guru daerah, pendidikan guru concurant versus pendidikan guru consecutive, tanggung jawab masyarakat versus tangung jawab pemerintah, idealitas pendidikan versus pragmatisme pendidikan, dst.

Dengan kondisi seperti tersebut di atas maka banyak persoalan pendidikan yang menghadang didepan kita: kegamangan penerapan kurikulum, kontroversi (fungsi) ujian nasional, persoalan sertifikasi guru dan dipenuhinya jam mengajar, penguatan peran LPTK, sinergitas antar lembaga birokrasi pendidikan, persoalan penempatan guru, pengembangan profesionalitas guru, peran lembaga penjaminan mutu yang overlaping dengan peran LPTK, reformasi pendidikan, overlaping permendiknas, sustainabilitas dan akuntabilitas pendidikan, pemerataan pendidikan, partisipasi pendidikan, standar nasional pendidikan guru, pendidikan karakter dan karakter bangsa, dst.

Terdapat harapan dari apa yang disampaikan oleh Mendikbud Anies Baswedan bahwa pengembangan pendidikan guru akan dilakukan dengan memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan.


Yogyakarta, 9 April 2015


20 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Menjalankan pendidikan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bermacam persoalan sering menjadi penghambat pertumbuhan pendidikan baik di daerah, di pusat, bahkan hingga di tingkat dunia. Persoalan yang dihadapi tidak jauh berkisar antara unsur yang terdapat dalam pendidikan itu sendiri, yaitu berupa tujuan pendidikan, subjek pendidikan, objek pendidikan, materi atau kurikulum pendidikan, dan lain sebagainya. Dalam proses pembelajaran, seringkali terdapat kendala pada subjek dan objek pendidikan, yaitu guru dan siswa. Munculnya fenomena yang terjadi antara guru dan siswa kadang memberikan dampak negatif bagi perkembangan ranah kognitif, ranah efektif, dan ranah psikomotorik siswa. Untuk ranah kognitif diperlukan analisis yang tajam untuk menemukan solusi atau langkah yang jelas untuk memperbaiki hal tersebut. Menjawab fenomena yang ada, perlu dilakukan kajian teori yang nantinya dapat memberikan pengalaman bersama untuk memecahkan permasalahan yang ada.

    ReplyDelete
  2. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Memang entah disadari atau tidak, kegamangan pendidikan di Indonesia hingga saat ini pun masih berlangsung. Proses pendidikan yang dilakukan oleh negara-negara lain yang terlihat lebih unggul dari Indonesia membuat Indonesia tergiur untuk menjadi seperti negara-negara itu. Namun tanpa disadari, Indonesia sebenarnya juga telah memiliki harta karun konsep pendidikan yang telah ada sejak dulu yang telah di gagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Jika kita benar-benar mengikuti itu dan menerapkannya di era globalisasi dengan pasar bebasnya, maka dirasa gagasan sangat cocok denngan Indonesia.

    ReplyDelete
  3. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Persoalan pendidikan yang belum tuntas maka memberikan dampak pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar. kualitas pendidikan Indonesia diharapkan tidak mengalami penurunan padahal sudah diusahakan dengan diberlakukan kurikulum baru. Kadang kala perlu disadari juga bahwa permasalahan tak datang hanya dari pihak pendidik, pemerintah. namun dari dalam diri siswa juga. perlu adanya minat belajar siswa. apalagi di era sekarang ini, siswa dihantui dengan gemerlapnya smartphone yang tak digunakan sebagaimana mestinya.

    ReplyDelete
  4. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu indikator keberhasilan adanya pendidikan dapat dilihat dari perilaku. Pendidikan di Indonesia, maka dikatakan berhasil apabila karakter-karakter bangsa atau perilaku-perilaku bangsa selalu diterapkan dan dijaga kapanpun dan dimanapun. Namun, yang terjadi di negeri kita saat ini adalah permasalahan yang menantang bagi dunia pendidikan Indonesia untuk dapat mengembalikan nilai-nilai karakter bangsa Indonesia yang mulai luntur dengan masuknya berbagai macam hal dari luar negeri yang diserap dan diterima tanpa adanya filter.
    Oleh karena itu, kualitas pendidikan dan pendidik dapat menjadi langkah awal untuk mengembalikan nilai-nilai karakter bangsa yang hilang. Kita semua, dari berbagai elemen masyarakat harus ikut serta dalam mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih baik. Kita semua harus memiliki kesadaran yang tinggi bahwa untuk mencapai semua itu, dibutuhkan kekuatan dari seluruh elemen masyarakat tidak hanya melalui para pemegang jabatan dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  5. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Pendidikan dan guru saat ini menjadi topik perbincangan yang sering dibicarakan, karena dengan adanya pendidikan negara akan bisa maju. Kita tahu bahwa konsep pendidikan asli Indonesia yaitu yang salah satunya telah digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Dan memang benar hanya di indonesia yang menerapkan konsep ini apalagi dilambang sekolah kita sellau ada tulisan tut wuri handayani yang berarti kita/ guru sebagai pendorong bagi kemajuan pserta didika kita. Kita selalu dibelakang mereka kita sellau mensuport anak-anak murid kita sampai dia berhasil. Baik itu anak SD, SMP, SMA hingga Mahasiswa (i). Dengan menggunakan konsep ki hajar dewantara adalah sebuah tantang yang besar bagi guru. Memang tidak gampang dalam menjalaninya akan tetapi kalau kita berusaha pasti bisa. Pendidikan di barat dan timur juga berbeda yang mana pendidikan di barat mereka hanya unggul ing madya mangun karsa. Sehingga pendidikan di negara-negara Barat bersifat linear yaitu maju berkelanjutan tanpa batas dan tanpa mengetahui akhir ujung bentuk masyarakat dan peradaban yang diinginkan sedangkan di negara Timur termasuk Indonesia, pendidikan mempunyai potensi besar untuk bersifat siklik, yaitu mengedepankan interaksi (Agama: silaturakhim) untuk melakukan ikhtiar dalam kodratnya untuk semata-mata memperoleh ridhla Allah SWT

    ReplyDelete
  6. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu bahasan yang menjadi perhatian saya adalah pengembangan guru yang salah satunya akan dilakukan dengan memperkuat kompetensi guru. Hal yang sering dilakukan untuk memperkuat kompetensi guru adalah dengan penataran. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah kegiatan penataran tersebut berpengaruh terhadap kompetensi guru. Tidak sedikit guru yang mengikuti penataran, namun belum menerapkan ilmu yang diperoleh. Inilah yang menjadi koreksi bersama, bahwa penataran adalah salah satu sarana yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru, bukan malah hanya menjadi agenda rutin para pendidik.

    ReplyDelete
  7. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Keadaan pendidikan dan pendidikan guru saat ini menurut saya yang perlu disoroti saat ini adalah keadaan minimnya pendidik di daerah pelosok. Di luar sana banyak sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pendidik karena kesadaran pendidik yang hanya ingin mengajar pada sekolah di kota besar. salah satu alasan tenaga pendidik baru tidak memilih daerah terpencil karena takut tidak diperhatikan pemerintah kesejaheraannya. Oleh karena itu, perlu digencarkan seminar-seminar dari pendidik berpengalaman di kota besar untuk memberikan pengetahuan dan motivasi ke pada pendidik yang berada di daerah pelosok di Indonesia dengan cara terjun langsung untuk menyaksikan dan memberikan saran untuk meningkatkan kompetensi siswa maupun guru pada daerah tersebut. Hal tersebut akan sangat membantu ditengah pesatnya pengembangan-pengembangan perangkat pembelajaran dan model pembelajaran yang banyak muncul saat ini.

    ReplyDelete
  8. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Indonesia haruslah mempertahankan ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani agar pendidikan siklik. Seperti negara timur lain indonesia mengintegrasikan pendidikan dengan proses spiritual yang mengutamakan interaksi. Proses interaksi tersebut dilaksanakan agar pendidikan selaras dengan salah satu tujuan hidup manusia yaitu memperoleh rida-Nya.

    ReplyDelete
  9. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Jika kita lihat saat ini, kondisi pendidikan Indonesia masih saja memprihatinkan, terutama mengenai fasilitas pendidikan di daerah-daerah, baik sarana maupun prasarana pendidikan. Masih saja terdengar kabar ada bangunan sekolah yang tidak layak untuk digunakan. Begitulah kondisi pendidikan Indonesia saat ini dibeberapa daerah. Sentuhan tangan dari pemerintah belum terasa secara merata.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    53. Melihat kondisi pendidikan di Indonesia saat ini dari segi pendidik atau guru. Menurut apa yang saya temukan di lapangan ketika kegiatan PPL dengan beberapa kali mengamati proses pembelajaran di kelas, pembelajaran yang dilakukan masih sangat berpusat pada guru. Siswa cenderung bersifat pasif dan beberapa nampak tidak tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Nah, sebagai seorang calon guru, masalah ini adalah "PR" bagi kita bersama, mengenai bagaimana kita dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi siswa dan menjadi fasilitator yang baik bagi mereka untuk membangun dan menemukan pengetahuan baru.

    ReplyDelete




  11. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014



    Pendidikan yang baik akan melahirkan generasi yang baik pula. Untuk itu perlu adanya hubungan yang sinergi baik antara pemerintah, pendidik, peserta didik, dan masyarakat. Apabila terjadi kesenjangan di antara komponen tersebut tentu akan berdampak pada kondisi pendidikan. Di era global ini, pendidikan karakter perlu digiatkan, mengingat banyaknya generasi penerus bangsa yang melanggar norma. Pendidkan tidak hanya berada di sekolah, melainkan setiap saat bahkan kita belajar. Misal dalam masyarakat kita dapat belajar bagaimana menghargai orang lain, bagaimana bersyukur, bagaimana berperilaku sopan dll.

    ReplyDelete
  12. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Pendidikan merupakan hal yang penting dan mendasar bagi kemajuan suatu bangsa. Indonesia senantiasa melakukan pembaharuan terkait kurikulum pendidikan. Hal tersebut merupakan suatu upaya untuk selalu memperbaiki dan mengikuti perkembangan jaman. Seperti misalnya saat ini digencarkan pendidikan karakter.Hal tersebut didasari oleh maraknya kasus kejahatan di Indonesia, korupsi, dll. Kemudian kini juga digencarkan model" pembelajaran student centered. Hal tersebut dimaksudkan agar tercetak generasi yang cerdas, mandiri, kreatif, dan inovatif.
    Untuk menyukseskan tujuan yang akan dicapai tentu semua unsur pendidikan harus saling bersinergi. Misalnya, dengan adanya kebijakan kurikulum yang seperti saat ini, seharusnya guru juga sudah dapat mengimplementasikan dengan kecakapan yang mumpuni untuk menjadi fasilitator, bukan lagi bersikap menjadi "diktator" yang terus memberi pembelajaran searah.

    ReplyDelete
  13. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Implementasi Pendidikan dan Pendidikan Guru di Indonesia memang masih perlu banyak perbaikan dan pemantapan di beberapa aspek. Salah satunya adalah kurang matangnya penerapan Kurikulum 2013 saat ini. Mulai dari tahapan persiapan sampai dengan praktiknya yang bahkan belum merata saat ini dan menimbulkan banyak pertanyaan bagi guru dalam praktiknya. Kemudian, dengan adanya sertifikasi guru ini menjadi menarik sekali, karenanya banyak lembaga pendidikan yang menawarkan kemampuannya dalam mencetak guru di Indonesia. Ini tentu juga harus diimbangi dengan kualitas yang baik.

    ReplyDelete
  14. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Konsep pendidikan yang diajarkan Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani kalau diterapkan di jaman era global seperti sekarang ini, maka akan menghasilkan indonesia yang tangguh. Dimana yang di depan dapat menjadi panutan atau contoh, yang di tengah menjadi penjalar atau penyeimbang sepantara, dan yang di belakan melakukan dorongan (prajurit, ibaratnya). Seorang guru dapat menjadi contoh bagi anak didiknya dan dapat membimbing dengan sabar dan bijaksana maka akan menghasilkan generasi penerus yang baik (berkarakter).

    ReplyDelete
  15. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Siap ataupun tidak Indonesia akan dihadapkan kepada pergaulan internasional yang terbuka. Zaman dimana persaingan semakin ketat. Subjek yang dilibatkan tidak hanya antar negara tapi antar individu lintas negara. Untuk itu peran pendidikan akan teramat penting untuk mempersiapkan SDM. Dengan Pendidikan diharapkan Indonesia akan memiliki SDM yang siap dan berdaya saing tinggi untuk menjawab tantangan global di berbagai bidang kehidupan. Walaupun faktanya belum berhasil bila ditinjau dari hasil PISA. Menjadi negara dengan peringkat 10 terendah patut dijadikan renungan. Pasalnya Indonesia adalah negara langganan PISA sejak tahun 2000. Tentunya butuh kontribusi dari setiap insan yang berkarya di bidang Pendidikan untuk memperbaikinya.

    ReplyDelete
  16. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Kemajuan teknologi dan derasnya arus globalisasi memanglah menjadi salah satu tantangan yang besar bagi bangsa Indonesia. Khususnya bagi pendidikan dan pendidik yang ada di Indonesia. Kemajuan pendidikan di Indonesia sangatlah dibutuhkan untuk menghadapi tantangan ini. Pemerintahpun terus berusaha untuk memajukan pendidikan yang ada di Indonesia ini dengan memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Akan tetapi pada kenyataannya sistem pendidikan yang ada belumlah terlaksana dengan baik dan benar sesuai dengan konsep pendidikan asli dari Indonesia seperti apa yang digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara. Oleh karenanya dalam memajukan pendidikan di Indonesia ini yang dibutuhkan tidak hanya dalam segi pendidikan saja akan tetapi moralitas dan budaya juga harus diperbaiki.

    ReplyDelete
  17. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi suatu bangsa. Dunia pendidikan ini yang akan membantu kemajuan suatu bangsa. Maka dari itu, sudah selayaknya bahwa pendidikan di Indonesia ini harus sangat diperhatikan. Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Aanak-anak yang berada dalam daerah pedalaman berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Karena pada saat ini masih banyak anak di luar sana yang tidak bisa merasakan duduk dalam bangku pendidikan. Selain itu, pendidikan juga perlu ditingkatkan dimanapun kita berada. Tidak hanya di sekolah, akan tetapi dalam lingkungan-lingkungan kecilpun sudah harus diterapkan yang namanya pendidikan, misalnya dalam keluarga. Hal ini akan bepengaruh dengan mutu generasi bangsa.

    ReplyDelete
  18. Anwar Novianto
    16706261005
    S3 Pendidikan Dasar 2016

    Sebagai pendidik atau guru merupakan orang tua kedua setelah orang tua kandung. Bahkan tidak mengherankan jika anak-anak lebih percaya terhadap gurunya dari pada orang tuanya sendiri. Sekedar contoh dalam pembelajaran matematika tentang penggunaan rumus atau cara untuk menyelesaikan soal, pasti anak-anak akan lebih percaya terhadap gurunya dari pada cara yang diajarkan oleh orang tuanya. Jika cara yang diajarkan oleh orang tua berbeda dengan cara yang diajarkan oleh guru, tidak mengherankan jika anak akan melontarkan kata-kata “cara yang diajarkan Bu/Pak guru tidak seperti itu, aku mau pakai cara yang diajarkan Bu/Pak guru saja”. Konsep pendidikan di Indonesia yang sudah lama dicetuskan oleh Bapak Pendidikan kita yaitu Ki Hadjar Dewantara baru kita sadari beberapa tahun ini. Kurikulum baru yang menekankan pendidikan karakter, yang menggembar-gemborkan karakter bangsa baru akhir-akhir ini saja mulai getol membahana untuk memaksimalkan pendidikan karakter. Padahal, jika kita amati semboyan dari KHD yaitu olah hati olah pikir olah raga olah rasa maka karakter seseorang pasti akan terbentuk sejak kecil dengan sendirinya. Dengan catatan orang tua dan pendidikan harus berperan secara maksimal. Sebagai tauladan yang baik untuk anak-anak dengan ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Jadilah pendidik yang dapat mendidik, dan mendidik yang baik adalah dengan memberikan contoh/perilaku agar ditiru oleh anak-anak generasi yang akan datang. jadilah pendidik yang profesional dengan menguasai empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik kompetensi kepribadian kompetensi profesional dan kompetensi sosial

    ReplyDelete
  19. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Masalah pendidikan akan selalu ada jika tidak ada sinergi antara penggiat-penggiat pendidikan. Semakin maju jaman tentu akan mempengaruhi keadaan dan perkembangan pendidikan, utamanya di Indonesia. Pengaruh luar yang masuk ke Indonesia dapat menggerus dan mempengaruhi karakter bangsa Indonesia, oleh sebab itu pendidikan dan guru tentunya dapat menjadi salah satu sarana pembangun karakter dalam pendidikan maka pendidikan harus bisa membangun karakter bangsa. Seperti yang termuat dalam postingan ini bahwa Indonesia telah memiliki konsep pendidikannya sendiri seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara, konsep tersebut apabila dapat diimplementasikan dengan baik akan mampu mengembangkan jati diri dan karakter bangsa. Selain itu, perlunya pengembangan kualitas pendidik dan profesional guru agar pendidikan dapat berjalan lebih baik dari sebelumnya.

    ReplyDelete
  20. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kemajuan suatu bangsa (Indonesia). Melalui pendidikan, diharapkan tercipta masyarakat yang kompeten di bidangnya dan berkarakter luhur sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Pesatnya perkembangan dan kemajuan zaman mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia. Hal ini jelas bahwa pendidikan akan terus menyesuaikan kebutuhan zaman. Karena kebutuhan semakin kompleks maka, pendidikan juga harus mampu memenuhinya. Akan tetapi, walaupun sudah dilaksanakannya inovasi-inovasi di dunia pendidikan di Indonesia, entah mengapa masih nampak stagnan? Bahkan, semakin kesini banyak terjadi kasus yang tidak pantas dilakukan oleh oknum-oknum pendidikan, yang mengindikasi lunturnya karakter bangsa.
    Salah satu aktor yang mempengaruhi lunturnya karakter bangsa adalah kurangnya kemampuan untuk memfilter dan memberi tameng pada derasnya arus globalisasi. Oleh karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh melupakan jati diri kita yang termuat dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Bahkan, kita memiliki konsep asli pendidikan Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain, yaitu konsep yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara. Kita telah memiliki harta karun tersendiri, selanjutnya yang dibutuhkan adalah sinergi dari subjek-subjek pendidikan, baik itu pemerintah, masyarakat, orang tua, guru, maupun siswa. Semua subjek tersebut bertanggung-jawab atas kemajuan kualitas pendidikan.

    ReplyDelete