Apr 10, 2015

Keadaan Pendidikan dan Pendidikan Guru saat ini

Aslm, berikut saya tayangkan konsep dan pemikiran saya secara singkat berkaitan dengan keadaan 



pendidikan dan pendidikan guru di Indonesia, dalam rangka (bagian dari) memberikan masukan tentang reformasi LPTK, yang sedang digodog secara keseluruhan oleh tim kecil Majelis Guru Besar UNY. Selamat membaca dan memberi komentar atau berkontribusi pemikiran tambahan.

Keadaan Pendidikan dan Pendidikan Guru saat ini
Oleh: Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Pendidikan di Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan dan tantangan yang kompleks dan mendasar, sekaligus kita menyongsong harapan di tengan era global. Bangsa Indonesia dengan pasti tidak dapat menghindar dari pergaulan Pasar Bebas seperti GATT, WTO, AFTA dan pergaulan dunia yang mempengaruhi segala aspek berkehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Sebagai bangsa yang relatif muda (belum sampai berumur satu abad), tentulah jika masa depan kita berorientasi kepada kecenderungan modus (standar) internasional dewasa ini, akan banyak dijumpai kekurangan-kekurangan yang bersifat ontologis baik yang menyangkut sumber daya manusia maupun penguasaan teknologi.

Derasnya aliran barang, jasa, pengetahuan, dan teknologi dari luar negeri tidak diimbangi dengan kesadaran adanya aliran pemikiran/paham, karakter atau gaya hidup yang tidak sesuai dengan karakter dan budaya bangsa. Sehingga bangsa dan masyarakat Indonesia dewasa ini bersifat terbuka absolut dari pengaruh luar. Hal inilah yang menyebabkan bangsa Indonesia dewasa ini seakan mengalami disorientasi baik dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan. Dewasa ini Indonesia sedang mengalami disorientasi epoleksosbud, yang ditandai dengan bergesernya orientasi pendidikan dari nasionalisme dan jati diri bangsa menuju berorientasi isme-isme baru pengaruh dunia Barat seperti Pragmatisme, Kapitalisme, Utilitarianisme, Materialisme, Liberalisme, bahkan Hedonisme.   Revolusi mental yang digulirkan oleh Presiden Joko Widodo kiranya patut direnungkan, digali dan diimplementasikan untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan. Revolusi mental perlu didukung dengan penguatan 4 (empat) pilar yaitu: Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan BhinekaTunggal Ika.

Kegamangan pendidikan salah satunya disebabkan oleh keraguan menetapkan komitmen terhadap konsep pendidikan yang berkarakter Indonesia. Selama ini bangsa Indonesia telah terbuai dengan janji dan implementasi berbagai konsep pendidikan dari luar yang ternyata hanya menjauhkan atau mencerabut marwah ke Indonesiaan dari generasi ke generasi berikutnya. Sudah saatnya kita menggali, mengembangkan dan mengimplementasikan harta karun konsep pendidikan asli Indonesia yaitu yang salah satunya telah digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Hanya di Indonesialah terdapat konsep ing ngarsa sung tuladha dan tut wuri handayani. Sementara di negara-negara Barat, mereka hanya unggul ing madya mangun karsa. Sehingga pendidikan di negara-negara Barat bersifat linear yaitu maju berkelanjutan tanpa batas dan tanpa mengetahui akhir ujung bentuk masyarakat dan peradaban yang diinginkan; sedangkan di negara-negara Timur termasuk Indonesia, pendidikan mempunyai potensi besar untuk bersifat siklik, yaitu mengedepankan interaksi (Agama: silaturakhim) untuk melakukan ikhtiar dalam kodratnya untuk semata-mata memperoleh ridhla Allah SWT. Dengan demikian, jelaslah kiranya bahwa konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara cukup menjanjikan solusi untuk mengatasi krisis multidimensi bangsa. Adalah tantangan dan tugas kita semua, para pelaku dan stake holder pendidikan untuk mampu menggali dan mengimplementasikannya; sementara pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional diharapkan mampu memfasilitasi dan membuat kebijakan kependidikan yang selaras dengan semangat pengembangan jati diri bangsa.

Ditengah kegamangan politik, ekonomi, sosial dan budaya maka dalam bidang pendidikan terdapat pertanyaan guru seperti apakah dewasa ini yang dianggap ideal bagi bangsa ini? Berbagai penelitian menunjukkan bahwa selama ini, walaupun telah mengalami berbagai fase perubahan kurikulum yang dibarengi dengan berbagai macam peraturan perundangan, masih saja kualitas pendidikan belum seperti yang diharapkan, terutama jika dilihat dari prestasi yang dibandingkan dengan prestasi pendidikan bangsa-bangsa lain. Walaupun hasil penelitian OECD tahun 2015 menunjukkan adanya inovasi pembelajaran, tetapi herannya mengapa prestasi belajar masih belum memuaskan? Penjelasannya adalah bahwa inovasi pembelajaran yang terjadi dan sudah mulai menampakan bentuknya merupakan kerja keras dan hasil dari pelaksanaan kurikulum KTSP beserta segala usaha inovatif lainnya seperti adanya projek-projek SEQIP, PEQIP, IMSTEP-JICA, Lesson Study, CTL, dst. Disorientasi bidang epoleksosbud ditengarai sebagai biangnya segala persoalan yang muncul dalam bidang pendidikan, sehingga mengaburkan bahwa inovasi yang berhasil dilakukan adalah baru langkah awal, sedangkan prestasi belajar adalah langkah berikutnya. Disorientasi epoleksosbud menyebabkan timbulnya anomali paradigma kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, yang pada gilirannya menghasilkan ketidakteraturan pola kehidupan masyarakat yang dapat berujung pada perikehidupan yang anarkhis dan mendegradasi peradaban bangsa.

Pengembangan pendidikan di Indonesia terkendala oleh adanya anomali paradigma pendidikan yaitu: pendidikan jangka panjang versus pendidikan jangka pendek, pendidikan terdesentralisasi versus pendidikan terpusat, pendidikan terbuka versus pendidikan tertutup, inovasi pendidikan versus status quo pendidikan, pendidikan sebagai kebutuhan versus pendidikan sebagai investasi, pendidikan yang melestarikan versus pendidikan yang konstruktif, pendidikan berorientasi proses versus pendidikan berorientasi hasil, pendidikan untuk semua versus pendidikan terkanalisasi, pendidikan berorientasi jati diri bangsa versus pendidikan berorientasi pasar dst. Selama anomali paradigma tersebut belum memperoleh solusinya maka selama itu pula persoalan pendidikan masih bersifat imanent dan latent.

Akibat lanjut dari adanya persoalan pendidikan yang belum tuntas maka berdampak pula pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar. Anomali paradigma pada gilirannya juga muncul dalam pengembangan pendidikan guru di Indonesia, misalnya: guru sebagai pengembang pendidikan versus guru sebagai pelaksana pendidikan, guru kelas versus guru mata pelajaran, guru pusat versus guru daerah, pendidikan guru concurant versus pendidikan guru consecutive, tanggung jawab masyarakat versus tangung jawab pemerintah, idealitas pendidikan versus pragmatisme pendidikan, dst.

Dengan kondisi seperti tersebut di atas maka banyak persoalan pendidikan yang menghadang didepan kita: kegamangan penerapan kurikulum, kontroversi (fungsi) ujian nasional, persoalan sertifikasi guru dan dipenuhinya jam mengajar, penguatan peran LPTK, sinergitas antar lembaga birokrasi pendidikan, persoalan penempatan guru, pengembangan profesionalitas guru, peran lembaga penjaminan mutu yang overlaping dengan peran LPTK, reformasi pendidikan, overlaping permendiknas, sustainabilitas dan akuntabilitas pendidikan, pemerataan pendidikan, partisipasi pendidikan, standar nasional pendidikan guru, pendidikan karakter dan karakter bangsa, dst.

Terdapat harapan dari apa yang disampaikan oleh Mendikbud Anies Baswedan bahwa pengembangan pendidikan guru akan dilakukan dengan memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan.


Yogyakarta, 9 April 2015


38 comments:

  1. efi septianingsih
    pep kelas b
    17701251013

    benar sekeli tentang keadaan pendidikan dan pendidik guru diindonesia yang masih banyak harus pengembangan
    banyak punya yang hanya dijadikan sebagai ajang untuk menglahirkan generasi-generasi penerus (sekolah yayasan atau swasta)
    balik lagi kepada indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki beragam suku bangsa yang berbeda adat istiadatnya, sehingga menyulitkan untuk dipantau lebih jauh
    peran pemerintah daerah sangat penting akan hal ini, karena mereka yang mensensus penduduk pada daerah2 tertentu

    ReplyDelete
  2. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Pendidikan di Indonesia sekarang berubah-ubah tergantung pemerintah yang sedang menjabat. setiap kali berganti presiden, mentri pendidikan juga akan berganti, akibatnya kebijakan tentang pendidikan juga ikut berganti. Kita dapat lihat dari kurikulum yang sering berubah-ubah dari Kurikulum Berbasis Kompetensi atau disingkat KBK yang di perkenalkan pada tahun 2004 dan hanya bertahan selama 2 tahun, karena pada tahun 2006 KBK digantikan oleh Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Perubahan yang singkat ini ini membuat guru menjadi kebingungan, karena belum selesai pelatihan dan pemahaman guru tentang sebuah kurikulum, kurikulum yang baru muncul dan menggantikan nurikulum lama. Kasus terakhir adalah kurikulum 2013 yang di cetuskan oleh mendikbud M. Nuh,tetapi belum lama kurikulum itu berjalan, 2014 presiden sudah berganti dan mendikbud dijabat oleh Anies Baswedan. Dampaknya langsung terlihat, Kurikulum 2013 dikembalikan ke kurikulum KTSP sambil menunggu kesiapan sekolah-sekolah dalam menerapkan kurikulum 2013
    `

    ReplyDelete
  3. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami merasa bahwa konsep pendidikan yang ditemukan dan dicanangkan oleh Ki Hajar Dewantoro merupakan konsep pendidikan yang sangat baik, dan konsep ini sesungguhnya dapat digunakan sebagai ciri khas pendidikan bangsa Indonesia. Kami merasa saat ini merupakan waktu yang tepat bagi kami untuk mempelajari dan menggali lebih dalam mengenai filosofi pendidikan yang disampaikan Ki Hajar Dewantoro tersebut, Kami berharap kmai mampu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan jaman yang ada, tanpa menghilang ciri khasnya. Kami juga berharap LPTK sebagai salah satu lembaga yang bisa "mendoktrin" calon-calon guru dan guru-guru yang ada di Indonesia untuk mengembangkan lagi filosofi itu. Jika demikian bisa terlaksana, kami yakin bahwa sistem pendidikan di Indonesia akan dikenal luas, tanpa harus mengadopsi cara Luar Negeri, karena banyak hal dalam ciri khas bangsa Indonesia sangat berbeda dengan luar negeri.

    ReplyDelete
  4. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pendidikan di Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan dan tantangan yang kompleks dan mendasar. Diluar kurikulum, profesionalisme guru, dan juga beberapa kebijakan pemerintah salah satu persoalan yang kian mendasar adalah tentang bagaimana pandangan masyarakat pada pendidikan. Banyak masyarakat terutama di pedesaan dan juga daerah 3T yang tidak memiliki minat dan motivasi pada pendidikan. Terkadang masyarakat hanya melihat hasil akhir dari pendidikan, namun tidak melihat bagai mana proses yang tejadi dalam dunia pendidikan itu berlangsung.

    ReplyDelete
  5. Rigia TIrza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Terdapat harapan dari apa yang disampaikan oleh Mendikbud Anies Baswedan bahwa pengembangan pendidikan guru akan dilakukan dengan memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan."
    Ya sebaiknya harapan itu tidak hanya menjadi harapan saja, tetapi juga dicari jalan keluarnya. Terlalu banyak pihak yang membonceng ditengah kebijakan pendidikan yang dibuat. Itulah yang membuat pendidikan Indonesia sulit berkembang.

    ReplyDelete
  6. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Setiap manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karakter merupakan jati diri yang telah diberi muatan sosial sehingga setiap manusia sudah sesuai dengan porsinya masing-masing, maka tidak akan bisa sama persis antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Tugas kita sebagai guru adalah memberikan pendidikan yang bermuatan karakter kepada siswa karena pendidikan karakter mengandung suatu tindakan mendidik yang diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu dalam hal ini adalah siswa yang dilakukan secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik.

    ReplyDelete
  7. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. Indonesia merupakan negara yang besar dengan berbagai budayanya. Perkembangan teknologi membuat budaya luar masuk dan mengeser budaya lokal, padahal tidak semua budaya luar sesuai untuk indonesia. Kebebasan yang dianut budaya barat misalnya, tidak sesuai dengan budaya jawa yang serba teratur, untuk lewat didepan orang yang lebih tua saja orang jawa punya aturan dan sopan santunnya tersendiri. Pendidikan merupakan hal penting yang menentukan masa depan suatu bangsa. budaya indonesia harus dipertahankan lewat pendidikan. Guru perlu membantu mempertahankan budaya lokal, jangan malah ikut-ikutan budaya luar sebab guru ialah contoh. Pendidikan Indonesia juga memiliki budayanya sendiri. Finlandia bisa sukses dengan sekolah 5 jam per hari dan tanpa PR, Korea Selatan bisa sukses dengan belajar sistem drill, maka menurut saya Indonesia pasti juga bisa sukses dengan caranya sendiri asalkan konsisten, jangan berganti-ganti kebijakan. Peningkatan kompetensi guru dan kekonsistenan kebijakan menurut saya dapat membuat pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh..

    ReplyDelete
  8. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Saya percaya dengan pendapat bahwa pendidikan dapat mengubah nasib seseorang. Dengan pendidikan yang baik, orang yang kurang mampu dapat mengangkat hidupnya. Pendidikan yang baik dapat membuat sumber daya manusia menjadi berkualitas sehingga pendidikan bukan hanya dapat mengubah nasib seseorang, melainkan nasib bangsa juga. Namun, jika kita melihat pendidikan di Indonesia saat ini, kondisinya masih memprihatinkan atau kurang perhatian dari pihak pemerintah. Fasilitas-fasilitas pendidikan masih belum memadai, terutama di daerah-daerah terpencil. Masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki, mulai dari kurikulum, kualitas guru, dan kebijakan-kebijakan pemerintah.

    ReplyDelete
  9. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Pendidikan di Finlandia yang notabene nomor wahid di dunia, belum tentu cocok jika diterapkan di Indonesia. Konsep pendidikan asli Indonesia adalah yang dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Dimana semboyannya yang terkenal yakni ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Ing ngarsa sung tuladha artinya di depan memberi contoh. Ing madya mangun karsa berarti di tengah memberi semangat. Tut wuri handayani bermakna di belakang memberikan daya kekuatan. Saya setuju dengan pernyataan Bapak bahwa Ki Hajar Dewantara melalui ajarannya merupakan salah satu solusi untuk mengatasi krisis multidimensi bangsa.

    ReplyDelete
  10. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Akhir-akhir ini masuknya budaya barat ke indonesia sangat deras. Tetapi masyarakat kita masih rendah dalam berpikir kritis. Cenderung menerima dan meniru secara utuh perilaku bangsa barat tanpa menyaringnya dan mempertimbangkan kecocokannya dengan budaya Indonesia. Saya setuju bahwa hal ini adalah salah. Seharusnya kita sebagai masyarakat Indonesia.

    ReplyDelete
  11. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Indonesia sedang dihadapkan dengan banyak masalah yang harus dihadapi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, ditambah lagi dengan adanya pengaruh dari luar dengan adanya globalisasi. Semua permasalahan ini harus segera diselesaikan karena dapat berdampak pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar.

    ReplyDelete
  12. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Yang kita rasakan saat ini adalah adanya ketertinggalan di dalam mutu pendidikan baik pendidikan formal maupun informal. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia agar tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain.

    ReplyDelete
  13. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Baik keadaan pendidikan maupun pendidikan guru saat ini sebenarnya masih jauh dari harapan. Meskipun demikian, tetap tidak boleh putus asa untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik lagi. Guru sebagai pendidik merupakan suatu profesi, yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan. Guru juga harus mampu menjadi panutan/contoh teladan bagi anak didik. Karena pada dasarnya perubahan perilaku yang dapat ditunjukan oleh peserta didik juga dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang guru.
    Wassalamu'alaikum wr. Wb.

    ReplyDelete
  14. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Realitas pendidikan saat ini, masih banyak siswa yang belum memiliki pribadi yang baik, tidak memiliki tata krama ketika berbicara dengan gurunya, bahkan secara terang-terangan berani melawan atau pun membantah nasihat guru. Peran orang tua juga harus ikut mendukung, di rumah siswa harus diajari tata krama yang baik, sopan santun, maupun diajari tutur kata yang lemah lembut. Sampai saat ini, kesadaran siswa terhadap tata krama semakin berkurang.
    Wassalamu'alaikum wr. Wb.

    ReplyDelete
  15. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Konsep pendidikan yang disampaikan Ki Hajar Dewantara malah lebih lengkap dibanding konsep-konsep di negara barat. Metode saintifik yang sekarang digunakan yang bercirikan berpusat pada siswa dan guru sebagai fasilitator hanya masuk pada konsep ing madya mangn karsa. Padahal ada konsep ing ngarsa sung tuladha diman guru bisa memberikan teladan untuk peningkatan karakter siswa. Juga ada konsep tutu wuri handayani, dimana guru bisa memberikan dorongan motivasi dari belakang sehingga siswa menjadi semangat belajar, juga mendorong potensi-potensi yang dimiliki siswa supaya berkembang.

    ReplyDelete
  16. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Pendidikan pada aat ini yang saya lihat adalah banyaknya perubahan karena perkembangan di bidang teknologi sehingga memberikan pengaruh atau dampak baik itu positif maupun negatif kepada peserta didik. Jika kita berbicara mengenai dunia pendidikan yang maju, maka kebanyakan mindset orang akan berpikir mengenai sekolah yang memberikan fasilitas teknologi yang memadahi juga. Oleh karenanya, dunia pendidikan sekarang ini memang mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman agar dapat memfasilitasi dunia pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  17. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    sudah tidak heran lagi jika pendidikan di Indonesia termasuk peringkat dibawah diantara negara-negara lain. dapat dilihat dari hasil PISA dan TIMSS. banyak masalah yang dihadapi oleh negara berkembang seperti Indonesia, apalagi dengan masuknya pasar bebas, Indonesia harus mampu mengimbangi perkembangan jaman

    ReplyDelete
  18. Ilania Eka Andari
    17709251050
    s2 pmat c 2017

    Arus globalisasi memang telah sangat berpengaruh dalam segala aspek kehidupan bangsa Indonesia. Pergeseran nilai dan norma sedang terjadi besar-besaran di dalam masyarakat. Anak muda zaman dulu memang tidak sepandai anak muda zaman sekarang. Akan tetapi anak muda zaman dahulu masih sangat menjunjung tinggi nilai dan norma agama, kesopanan serta kesusilaan dalam masyarakat. Sedangkan anak muda zaman sekarang yang jauh lebih pandai namun sudah tidak memperhatikan lagi nilai dan norma yang ada. Maka tidak heran jika banyak generasi penerus bangsa yang memiliki jabatan tinggi melakukan tindak korupsi. Korupsi di Indonesia tidak akan habis jika hanya menangkap pelakunya saja tanpa melakukan pencegahan terhadap generasi yang akan datang. Disinilah peran pendidikan sangat penting. Pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan tetapi juga nilai agama, sosial dan moral.

    ReplyDelete
  19. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru saja, tetapi semua unsur-unsur yang terlibat didalamnya. Oleh katrena itu kepala sekolah, fasilitas, sarana dan prasarana juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan, guna menjadikan pendidikan Indonesia lebih baik. Kepala sekolah tidak boleh hanya menjadi orang yang memimpin, tanpa bisa menjadi seorang yang mendidik. Karena jika hal demikian terjadi, maka ia tidak akan mengerti permasalahan apa yang dialami oleh guru. Dimana nantinya ia dapat memberi solusi yang baik atas permasalahan yang terjadi dilingkup sekolah.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  20. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Pengembangan pendidikan saat ini, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain pengembangan kompetensi kepala sekolah, guru. Dan juga peningkatan kualitas sarana prasarana penunjang pembelajaran. Saat ini perlu adanya pemerataan kualitas pendidikan. Hal ini diharapkan bisa menjadi prioritas pemerintah. Peningkatan mutu pendidikan sebaiknya diimbangi dengan pemerataan di semua tempat.

    ReplyDelete
  21. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Keadaan guru dan pendidikan guru saat ini 1.
    Terima kasih Prof. atas elegi nya, mudah mudahan dapat menjadi tempat refleksi para guru dan pemangku kebijakan dan birokrasi pendidikan mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas hingga Mendikbud. Jika melihat capaian prestasi siswa Indonesia memang masih rendah. Hal ini di tunjukan dengan rangking yang sangat rendah pada PISA dan TIMMS. Hasil PISA dan TIMMS ini menunjukan bahwa siswa Indonesia cenderung menerapkan hasil belajar pada cara-cara instan. Sehingga apa yang perlu guru lakukan adalah memberikan soal-soal non rutin agar pengetahuan siswa dapat berkembang.

    ReplyDelete
  22. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Keadaan guru dan pendidikan guru saat ini 2.
    Tentang keadaan guru dan pendidikan guru saat ini saya setuju sekali dengan Prof. Marsigit. Melihat fenomena yang ada di masyarakat perang guru lebih cenderung ke arah transfer ilmu sains dan sosial. Guru tidak lagi menjadi insan yang di gugu dan di tiru sepeti singkatnya. Bahkan slogan pahlawan tanpa tanda jasa pun sekarang sudah tidak pernah saya dengar. Kiblat pengembangan pendidikan Indonesia yang mengarah kepada pendidikan karakter melalui k13 sudah sangat baik. Semua program d susun agar membentuk siswa yang memiliki kecerdasan emosionalnya dan kecerdasan spiritual. Namun pada prakteknya dikembalikan kepada guru sebagai ujung tombak. Bila guru mampu pelaksana peran nya maka tujuan pendidikan akan semakin dekat tercapai.

    ReplyDelete
  23. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terima kasih Prof atas artikel yang disajikan. Saya ingin sedikti berkomentar mengenani professionalitas guru. Guru di indonesia bukan tidak dapat mengembangkan kemampuan mereka namun kurang diberikan kesempatan untuk itu. Guru dibebani dengan jam mengajar yang snagat banyak dengan pelatihan yang sangat kurang sangat bebeda dengan guru di negara lain dimana mereka di fasilitasi dengan pengembangan keprofesian yang memadai. Semoga ke depannya pemerintah bisa lebih mempertimbangkan hal tersebut.

    ReplyDelete
  24. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih banyak prof. Marsigit atas postingan di atas. Iyap, seperti itulah keadaan pendidikan dan pendidikan guru saat ini di Indonesia. Saya sangat setuju, walaupun pendidikan di Indonesia telah mengalami berbagai macam fase perubahan kurikulum yang diiringi dengan berbagai macam peraturan perundangan, masih saja kualitas pendidikan belum seperti yang diharapkan, terutama jika dilihat dari prestasi yang dibandingkan dengan prestasi pendidikan bangsa-bangsa lain. Kalau berpatokan dengan negara lain, memang kualitas kita masih jauh. Karena, mereka lebih banyak praktek dari pada teori. Sedangkan kalau urusan teori jelas Indonesia dapat dikatakan unggul dibandingkan negara-negara luar. Saya hanya berharap, postingan bapak di atas banyak dibaca oleh pemangku pendidikan, para pengambil kebijakan pendidikan, para penentu nasib dan segala peraturan perundang-undangan tentang pendidikan. Sehingga, itu menjad refleksi bersama bagaimana keadaan pendidikan kita, baik untuk pendidikan anak maupun guru masih terbilang rendah dan kurang.

    ReplyDelete
  25. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Banyak sekali tantangan dalam menjalankan pendidikan, memang tidak mudah, butuh perjuangan disana. Bermacam problema tentu saling muncul berganti menjadi penghambat pertumbuhan pendidikan. Persoalan muncul di setiap aspek dan level, di pusat maupun di daerah-daerah. Dalam proses pembelajaran, yang bisa dibilang menjadi bagian penting dalam pendidikan, seringkali terdapat tantangan yang harus dihadapi, terutama pada subjek dan objek pendidikan, yaitu guru dan siswa. Tantangan ini bisa jadi kadang memberikan dampak negatif bagi perkembangan ranah kognitif, ranah efektif, dan ranah psikomotorik siswa. Namun jika dihadapi dengan bijak, dapat menjadi suatu pengalaman yang mendewasakan. Untuk ranah kognitif diperlukan analisis yang tajam untuk menemukan solusi atau langkah yang jelas untuk memperbaiki hal tersebut. Menjawab fenomena yang ada, perlu dilakukan kajian teori yang nantinya dapat memberikan pengalaman bersama untuk memecahkan permasalahan yang ada.

    ReplyDelete
  26. Assalamualaikum Wr. Wb. Menurut saya keadaan pendidikan dan pendidikan di Indonesia terjebak pada reduksionisme yaitu pengerdilan makan pendidikan yang hanya dibatasi pada penguasaan materi dan cederung mendiskreditkan aspek moral terutama filsafat. Banyak guru mengabaikan hal semacam itu karena menganggap bahwa yang terpenting adalah penguasaan materi. Itulah mengapa, dalam sistem pendidikan kita, yang ada hanya kebijakan pendidikan, bukan kebijaksanaan pendidikan.

    ReplyDelete
  27. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Masalah tersebut masih relevan dengan permasalahan guru saat ini. Terkait dengan kontroversi penyelenggaraan UN ternyata mempengaruhi kompetensi seorang guru. Dalam mengejar pencapaian skor tinggi pada UN, banyak guru mengabaikan kualitas proses pembelajaran. Baik guru dan siswa sama-sama test oriented dan goal oriented, tanpa process oriented. Tidak dipungkiri, setiap pembelajaran hanya diisi dengan membahas bank soal atau pengenalan rumus-rumus singkat. Materinyapun hanya seputar kisi-kisi materi UN, yang mereduksi substansi dari matematika. Hal ini perlu dievaluasi oleh para pemangku kebijakan pendidikan.

    ReplyDelete
  28. Wawan
    17703261038
    S3-Ilmu Pendidikan-Pendidikan Matematika

    Berbagai masalah tersebut memang menjadi isu utama dalam sistem pendidikan kita, bahkan sejak negara ini berdiri. Masalah mutu menjadi hal yang paling disoroti, karena sudah sejak lama masalah ini muncul namun sampai sekarang belum dapat ditangani dengan baik. Perubahan kurikulum yang dianggap sebagai solusi dalam peningkatan mutu nyatanya tidak lebih dari sekedar "unjuk gigi" dari suatu kepemimpinan nasional yang baru. Banyak guru yang tetap menggunakan 'gaya lama' meskipun kurikulum sudah berganti-ganti.. Masalah karakter juga menjadi sorotan utama dalam sistem pendidikan Nasional saat ini. Bahkan dua tahun terakhir sudah ada dua pendidik yang harus meregang nyawa karena ulah peserta didiknya. Seorang mahasiswa di Medan yang tega membunuh Dosene karena masalah skripsi, Guru di Madura yang dianiaya sampai tewas hanya karena dibangunkan saat tidur di Kelas. Ini mengerikan, bahkan bisa jadi ini hanya awal. Jika tidak segera ditangani masalah karakter ini, bisa jadi ke depan pendidikan kita akan semakin buruk. Atas dasar itu pendidikan karakter mutlak harus diimplementasikan secara nyata. Bukan lagi sebagai pendukung suatu pelajaran namun harus benar-benar terintegrasi dengan pelajaran tersebut. Buat apa pandai matematika namun tidak bermoral.. Atas dasar itu, sistem Tripusat ki Hajar Dewantara harus digalakkan kembali. Peran berbagai pihak dalam mengembangkan kompetensi dan perilaku peserta didik harus disadarkan kembali. Sinergitas antara lembaga pendidikan, keluarga dan masyarakat merupakan sesuatu yang sangat penting.

    ReplyDelete
  29. Eka Cahya Sari Putra
    17706261010
    Pendidikan Dasar S3

    Kebijakan pendidikan yang selalu berubah-ubah berdasarkan siapa yang menjadi pimpinan memang menjadi sebuah permasalahan yang sangat memengaruhi jalannya sistem pendidikan di Indonesia. Jika diperhatikan tiap kebijakan seakan berjalan sendiri-sendiri, mengikuti latar belakang sang pemangku kebijakan, tidak terdapat benang merah yang menghubungkan tiap-tiap kebijakan tersebut. Hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh perilaku sebagian besar masyarakat yang menganggap "pemangku kebijakan" belum melaksanakan tugasnya jika hanya melanjutkan apa yang telah ada sebelumnya.
    Di sisi lain, dari pihak pendidik pun masih banyak yang terlena dalam zona nyaman mereka. Saat mendapat kebijakan baru, banyak dari mereka yang menolak dengan alasan hanya karena malas untuk berubah tanpa mengkaji terlebih dahulu kebijakan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran akan peran mereka sebagai pendidik itu masih kurang. Banyak kita temui seorang guru yang seharusnya mendidik anak menjadi hanya sekedar mengajar saja. Mereka hanya sekedar menyampaikan materi, bahkan lebih parahnya lagi, pengajaran yang terjadi hanya sebatas pertemuan dalam kelas untuk melaksanakan apa yang ada dalam silabus dan rpp.

    ReplyDelete
  30. Eka Cahya Sari Putra
    17706261010
    Pendidikan Dasar S3

    Kebijakan pendidikan yang selalu berubah-ubah berdasarkan siapa yang menjadi pimpinan memang menjadi sebuah permasalahan yang sangat memengaruhi jalannya sistem pendidikan di Indonesia. Jika diperhatikan tiap kebijakan seakan berjalan sendiri-sendiri, mengikuti latar belakang sang pemangku kebijakan, tidak terdapat benang merah yang menghubungkan tiap-tiap kebijakan tersebut. Hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh perilaku sebagian besar masyarakat yang menganggap "pemangku kebijakan" belum melaksanakan tugasnya jika hanya melanjutkan apa yang telah ada sebelumnya.
    Di sisi lain, dari pihak pendidik pun masih banyak yang terlena dalam zona nyaman mereka. Saat mendapat kebijakan baru, banyak dari mereka yang menolak dengan alasan hanya karena malas untuk berubah tanpa mengkaji terlebih dahulu kebijakan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran akan peran mereka sebagai pendidik itu masih kurang. Banyak kita temui seorang guru yang seharusnya mendidik anak menjadi hanya sekedar mengajar saja. Mereka hanya sekedar menyampaikan materi, bahkan lebih parahnya lagi, pengajaran yang terjadi hanya sebatas pertemuan dalam kelas untuk melaksanakan apa yang ada dalam silabus dan rpp.

    ReplyDelete
  31. Luluk Mauluah
    Dikdas S3 17706261012
    Saya sangat tertarik dengan kalimat prof Marsigit ini:
    ".................... Kegamangan pendidikan salah satunya disebabkan oleh keraguan menetapkan komitmen terhadap konsep pendidikan yang berkarakter Indonesia....."
    Sungguh di era global sekarang ini, sangat dibutuhkan distingsi karakter bangsa. Sangat dipahami bersama, kita banyak memiliki nilai adiluhung dalam berkehidupan dan berkebudayaan. Nilai-nilai itulah yang dipupuk menjadi dasar penetapan kebijakan pendidikan.
    Setelah ditetapkan blue print kebijakan pendidikan, maka dapat dilanjutkan kemudian menciptakan/menjalankan sistem tata negara yang sesuai pula dengan kondisi geografis, sosiologis dan antropologis Indonesia, tidak terlalu mengekor dengn negara lain yang tentu saja sangat berbeda dengan Indonesia. Belajar kepada negara lain tidak tabu, bahkan harus, tetapi diselaraskan ,dan diadaptasi sesuai konteks keindonesiaan adalah keniscayaan.
    Dan yang tidak kalah pentingnya adalah menciptakan sistem koordianasi pusat, daerah yang harmonis, yang tentu membutuhkan tokoh-tokoh panutan, teladan yang kesemuanya harus muncul dari dalam bangsa Indonesia ini.
    Tentu tidaklah mudah mengharmonisasikan, orkestra mahabesar sebesar Indonesia Raya ini, tetapi dengan semangat memperbaiki masa depan, jika terus diupayakan dari yang kecil, bersinergi, bersama, digaungkan dan diimplementasikan, niscaya harapan kemajuan pendidikan Indonesia bukanlah harapan maya.

    ReplyDelete
  32. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301241046

    terimakasih pak Marsigit, artikel ini membuat saya lebih mengetahui apa yang menjadi permasalahan terkait pendidikan di Indonesia.
    Akhir-akhir ini pendidikan memang mulai menjadi sorotan masyarakat. Mulai timbul kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia. Salah satun yang menyebabkan kesadaran ini adalah globalisasi yang dirasakan kuat dan merajalela. Kemajaun teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang terbuka sehingga orang bebas membandingkan kehidupan dengan negara lain.
    Kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan baik pendidikan formal maupun informal setelah kita membandingkannya dengan pendidikan di negara lain. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Pendidikan yang baik memerlukan banyak hal, salah satumya adalah guru yang berkompeten. Sayangnya, saat ini masih banyak guru yang kurang berkualiatas. Rendahnya kualitas guru bisa di atasi, misalnya, peningkatan kesejahteraan, membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru.

    ReplyDelete
  33. Puspitarani
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244008

    Waalaikumsalam Pak
    Terima kasih sudah menge-share tentang keadaan pendidikan dan pendidikan guru di Indonesia. Dari beberapa artikel dan koran yang saya baca keadaan pendidikan dan guru masih tergolong rendah di dunia. Setiap ganti menteri pasti diganti juga kurikulumnya. Mulai dari soal UN 20 paket, sekolah hanya lima hari, full day school hingga kurikulum 2013 yang "kurang bersahabat" bagi guru maupun peserta didik.Masih belum baik masalah penyebaran tenaga pendidik di Indonesia karena masih berpusat di Pulau Jawa. Masih banyak guru yang kurang berkualitas, kesejahteraan guru-guru pengabdian yang massih rendah dan sebagainya. Semoga sedikit demi sedikit masalah mengenai keadaan pendidikan dan pendidikan guru dapat teratasi dengan baik dan semoga nantinya saya bisa menjadi pendidik yang baik. Aamiin

    ReplyDelete
  34. Siti Nur fatimah
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241045

    Terimakasih Prof. Marsigit, artikel yang disajikan diatas membuat kami sadar bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih menjadi perhatian. Hal tersebut terlihat dari banyaknya kendala yang mempengaruhi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Seperti kebijakan-kebijakan pendidikan yang selalu berubah ubah setiap ganti pemerintahan, rendahnya kualitas guru, rendahnya kesejahteraan guru, sarana dan prasarana yang kurang memeadai dan sebagainya. Semua pihak harus saling bersinergi untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  35. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Pak Prof Marsigit untuk artikel ini. Benar adanya bahwa masih banyak permasalahan pendidikan yang terjadi di Indonesia ini, seperti kurangnya kualitas pendidikan. Pergantian kurikulum merupakan salah satu hal yang mempengaruhi kualitas pendidikan ini. Kurikulum yang berganti-ganti inilah membuat bingung guru begitu juga siswanya, akan lebih baik jika dilakukan penyempurnaan kurikulum bukan mengganti/mengubahnya. Permasalahan lain dalam pendidikan adalah pemerataan pendidikan dan guru, sarana dan prasarana pendidikan yang masih minim, kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan, dan sebagainya. Perlu adanya kerjasama dari pemerintah, pelaku pendidikan, dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan pendidikan yang ada.

    ReplyDelete
  36. Amayda Ade Pramesti
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244012

    Terimakasi kepada Prof Marsigit tentang artikel yang sudah beliau sajikan mengenai pendidikan di Indonesia. Tentang masih rendahnya pendidikan Indonesia di dunia dan factor – factor apa saja yang masih menjadi penghambat majunya pendidikan Indonesia. Kurikulum yang sering berganti, kesejahteraan guru yang masih rendah , dan pemerataan pendidikan yang masih rendah. Pemerintah bisa lebih mengkaji lagi kurikulum yang telah ditetapkan agar semua sekolah dapat menerapkan kurikulum tersebut dan mudah untuk dilaksanakan bagi pesertadidik maupun guru.

    ReplyDelete
  37. JATMIKO
    17703261032
    S3-Ilmu Pendidikan-Pendidikan Matematika

    Terima kasih Prof. Marsigit.
    Saya kira ini hanya sebagian kecil dari kekurangan dalam sistem pendidikan kita. Sebenarnya masih banyak lagi masalah-masalah yang muncul. Sebagai contoh sistem yang ada di sekolah, belum siapnya sistem yang ada disekolah membuat pelaksanaan pendidikan tidak dapat berjalan dengan maksimal.
    terimakasih

    ReplyDelete
  38. M. Zainudin
    16701261019
    PEP

    semua butuh proses, perbaikan pendidikan dan kualitas manusia bukan hanya tanggung jawab salah satu pihak tetapi semua lapisan masyarakat indonesia

    ReplyDelete