Apr 10, 2015

Keadaan Pendidikan dan Pendidikan Guru saat ini

Aslm, berikut saya tayangkan konsep dan pemikiran saya secara singkat berkaitan dengan keadaan 



pendidikan dan pendidikan guru di Indonesia, dalam rangka (bagian dari) memberikan masukan tentang reformasi LPTK, yang sedang digodog secara keseluruhan oleh tim kecil Majelis Guru Besar UNY. Selamat membaca dan memberi komentar atau berkontribusi pemikiran tambahan.

Keadaan Pendidikan dan Pendidikan Guru saat ini
Oleh: Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Pendidikan di Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan dan tantangan yang kompleks dan mendasar, sekaligus kita menyongsong harapan di tengan era global. Bangsa Indonesia dengan pasti tidak dapat menghindar dari pergaulan Pasar Bebas seperti GATT, WTO, AFTA dan pergaulan dunia yang mempengaruhi segala aspek berkehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Sebagai bangsa yang relatif muda (belum sampai berumur satu abad), tentulah jika masa depan kita berorientasi kepada kecenderungan modus (standar) internasional dewasa ini, akan banyak dijumpai kekurangan-kekurangan yang bersifat ontologis baik yang menyangkut sumber daya manusia maupun penguasaan teknologi.

Derasnya aliran barang, jasa, pengetahuan, dan teknologi dari luar negeri tidak diimbangi dengan kesadaran adanya aliran pemikiran/paham, karakter atau gaya hidup yang tidak sesuai dengan karakter dan budaya bangsa. Sehingga bangsa dan masyarakat Indonesia dewasa ini bersifat terbuka absolut dari pengaruh luar. Hal inilah yang menyebabkan bangsa Indonesia dewasa ini seakan mengalami disorientasi baik dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan. Dewasa ini Indonesia sedang mengalami disorientasi epoleksosbud, yang ditandai dengan bergesernya orientasi pendidikan dari nasionalisme dan jati diri bangsa menuju berorientasi isme-isme baru pengaruh dunia Barat seperti Pragmatisme, Kapitalisme, Utilitarianisme, Materialisme, Liberalisme, bahkan Hedonisme.   Revolusi mental yang digulirkan oleh Presiden Joko Widodo kiranya patut direnungkan, digali dan diimplementasikan untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan. Revolusi mental perlu didukung dengan penguatan 4 (empat) pilar yaitu: Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan BhinekaTunggal Ika.

Kegamangan pendidikan salah satunya disebabkan oleh keraguan menetapkan komitmen terhadap konsep pendidikan yang berkarakter Indonesia. Selama ini bangsa Indonesia telah terbuai dengan janji dan implementasi berbagai konsep pendidikan dari luar yang ternyata hanya menjauhkan atau mencerabut marwah ke Indonesiaan dari generasi ke generasi berikutnya. Sudah saatnya kita menggali, mengembangkan dan mengimplementasikan harta karun konsep pendidikan asli Indonesia yaitu yang salah satunya telah digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Hanya di Indonesialah terdapat konsep ing ngarsa sung tuladha dan tut wuri handayani. Sementara di negara-negara Barat, mereka hanya unggul ing madya mangun karsa. Sehingga pendidikan di negara-negara Barat bersifat linear yaitu maju berkelanjutan tanpa batas dan tanpa mengetahui akhir ujung bentuk masyarakat dan peradaban yang diinginkan; sedangkan di negara-negara Timur termasuk Indonesia, pendidikan mempunyai potensi besar untuk bersifat siklik, yaitu mengedepankan interaksi (Agama: silaturakhim) untuk melakukan ikhtiar dalam kodratnya untuk semata-mata memperoleh ridhla Allah SWT. Dengan demikian, jelaslah kiranya bahwa konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara cukup menjanjikan solusi untuk mengatasi krisis multidimensi bangsa. Adalah tantangan dan tugas kita semua, para pelaku dan stake holder pendidikan untuk mampu menggali dan mengimplementasikannya; sementara pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional diharapkan mampu memfasilitasi dan membuat kebijakan kependidikan yang selaras dengan semangat pengembangan jati diri bangsa.

Ditengah kegamangan politik, ekonomi, sosial dan budaya maka dalam bidang pendidikan terdapat pertanyaan guru seperti apakah dewasa ini yang dianggap ideal bagi bangsa ini? Berbagai penelitian menunjukkan bahwa selama ini, walaupun telah mengalami berbagai fase perubahan kurikulum yang dibarengi dengan berbagai macam peraturan perundangan, masih saja kualitas pendidikan belum seperti yang diharapkan, terutama jika dilihat dari prestasi yang dibandingkan dengan prestasi pendidikan bangsa-bangsa lain. Walaupun hasil penelitian OECD tahun 2015 menunjukkan adanya inovasi pembelajaran, tetapi herannya mengapa prestasi belajar masih belum memuaskan? Penjelasannya adalah bahwa inovasi pembelajaran yang terjadi dan sudah mulai menampakan bentuknya merupakan kerja keras dan hasil dari pelaksanaan kurikulum KTSP beserta segala usaha inovatif lainnya seperti adanya projek-projek SEQIP, PEQIP, IMSTEP-JICA, Lesson Study, CTL, dst. Disorientasi bidang epoleksosbud ditengarai sebagai biangnya segala persoalan yang muncul dalam bidang pendidikan, sehingga mengaburkan bahwa inovasi yang berhasil dilakukan adalah baru langkah awal, sedangkan prestasi belajar adalah langkah berikutnya. Disorientasi epoleksosbud menyebabkan timbulnya anomali paradigma kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, yang pada gilirannya menghasilkan ketidakteraturan pola kehidupan masyarakat yang dapat berujung pada perikehidupan yang anarkhis dan mendegradasi peradaban bangsa.

Pengembangan pendidikan di Indonesia terkendala oleh adanya anomali paradigma pendidikan yaitu: pendidikan jangka panjang versus pendidikan jangka pendek, pendidikan terdesentralisasi versus pendidikan terpusat, pendidikan terbuka versus pendidikan tertutup, inovasi pendidikan versus status quo pendidikan, pendidikan sebagai kebutuhan versus pendidikan sebagai investasi, pendidikan yang melestarikan versus pendidikan yang konstruktif, pendidikan berorientasi proses versus pendidikan berorientasi hasil, pendidikan untuk semua versus pendidikan terkanalisasi, pendidikan berorientasi jati diri bangsa versus pendidikan berorientasi pasar dst. Selama anomali paradigma tersebut belum memperoleh solusinya maka selama itu pula persoalan pendidikan masih bersifat imanent dan latent.

Akibat lanjut dari adanya persoalan pendidikan yang belum tuntas maka berdampak pula pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar. Anomali paradigma pada gilirannya juga muncul dalam pengembangan pendidikan guru di Indonesia, misalnya: guru sebagai pengembang pendidikan versus guru sebagai pelaksana pendidikan, guru kelas versus guru mata pelajaran, guru pusat versus guru daerah, pendidikan guru concurant versus pendidikan guru consecutive, tanggung jawab masyarakat versus tangung jawab pemerintah, idealitas pendidikan versus pragmatisme pendidikan, dst.

Dengan kondisi seperti tersebut di atas maka banyak persoalan pendidikan yang menghadang didepan kita: kegamangan penerapan kurikulum, kontroversi (fungsi) ujian nasional, persoalan sertifikasi guru dan dipenuhinya jam mengajar, penguatan peran LPTK, sinergitas antar lembaga birokrasi pendidikan, persoalan penempatan guru, pengembangan profesionalitas guru, peran lembaga penjaminan mutu yang overlaping dengan peran LPTK, reformasi pendidikan, overlaping permendiknas, sustainabilitas dan akuntabilitas pendidikan, pemerataan pendidikan, partisipasi pendidikan, standar nasional pendidikan guru, pendidikan karakter dan karakter bangsa, dst.

Terdapat harapan dari apa yang disampaikan oleh Mendikbud Anies Baswedan bahwa pengembangan pendidikan guru akan dilakukan dengan memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan.


Yogyakarta, 9 April 2015


71 comments:

  1. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    menurut saya, keadaan pendidikan dan pendidikan guru di indonesia masih mengkhawatirkan. banyak lulusan pendidikan guru yang masih dikatakan belum mampu menjadi seorang guru. ini menjadi catatan penting bagi guru maupun calon guru untuk mempersiapkan mental di kemudian hari.

    ReplyDelete
  2. Kusuma Wardani D.S
    1430124107
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendidikan memiliki peran yang cukup penting dalam mengembangkan potensi peserta didik agar emiliki akhlak yang mulia, berwawasan luas, bertaqwa, mandiri, dan cendekia. Dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut diperlukan kerjasama dari semua pihak salah satunya adalah peran guru dalam pembelajaran. Guru seharusnya menjadi fasilitator agar menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik.

    ReplyDelete
  3. Kusuma Wardani D.S
    1430124107
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam paradigma belajar (Moch. & Abdurrachman, 2007) siswa sebagi subjek dan pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi melainkan suatu proses yang harus digeluti, dipikirkan, dan dikonstruksi oleh siwa sendiri sehingga siswa sendirilah yang harus aktif. Sehingga pembelajaran disini bukan lagi aktif mentransfer pengetahuan melainkan bagaimana menciptakan kondisi belajar dan merencanakan jalannya pembelajaran dengan materi yang sesuai bagi siswa dan siswa dapat memperoleh pengamalaman belajar yang optimal.

    ReplyDelete
  4. Kusuma Wardani D.S
    1430124107
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran matematika tersebut juga ditentukan oleh perencanan pembelajaran yang baik dari guru itu sendiri mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran, pemilihan pendekatan dan metode pembelajaran yang sesuai sehingga memungkinkan siswanya terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  5. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hal yang perlu dilakukan untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia salah satunya adalah dengan menanamkan pendidikan karakter. Guru memegang peranan penting dalam hal ini. Guru yang berkualitas tidak hanya pandai dalam akademik saja, tetapi dia mampu mendidik siswa agar siswa memiliki nilai-nilai karakter. Dengan kata lain, guru disini berperan tidak sekedar sebagai “transfer of knowledge” akan tetapi sebagai “transfer of value”.

    ReplyDelete
  6. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Majunya teknologi yang membawa globalisasi di setiap negara menuntut kita untuk meningkatkan kualitas bangsa demi menyambut persaingan secara global. Beberapa tahun yang lalu gencar terdapat sekolah yang berbasis internasional, namun pada akhirnya dihilangkan karena belum sempurnanya sistem tersebut. Dengan kembalinya kita ke konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara, semoga siswa-siswa dapat mendalami jiwa kebangsaannya dan mampu bersaing secara internasional dengan membawa karakter bangsa Negara Kita dan tidak mudah hanyut dalam pengaruh negatif globalisasi.

    ReplyDelete
  7. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Globalisasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari, jika kita menghindari globalisasi maka kita akan dikucilkan oleh masyarakat dunia sehingga suka tidak suka kita harus menghadapi globalisasi. Globalisasi jangan dijadikan sebagai beban, akan tetapi dijadikan sebagai sebuah tantangan untuk memacu semangat perubahan agar menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  8. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Pendidikan di Indonesia memiliki banyak persoalan yang harus dihadapi seperti kegamangan penerapan kurikulum, kontroversi fungsi ujian nasional, persoalan sertifikasi guru dan dipenuhinya jam mengajar, penguatan peran LPTK, pemerataan pendidikan, partisipasi pendidikan, standar nasional pendidikan guru, pendidikan karakter dan masih banyak lagi. Maka dari itu perlu dilakukan revolusi mental yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo. Revolusi mental harus memperhatikan empat pilar yaitu: Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan BhinekaTunggal Ika. Dengan revolusi mental diharapkan kualitas lembaga pendidikan dan pendidik meningkat dan dapat menyelesaikan masalah - masalah pendidikan yang ada di Indonesia.

    ReplyDelete
  9. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan merupakan proses untuk mempersiapkan SDM di masa mendatang. Di tulisan ini disampaikan bahwa pendidikan Indonesia mengalami kegamangan, disorientasi. Mestinya hal ini harus segera menemui titik terang. Pasalnya saat ini Indonesia ditantang oleh zaman agar memiliki sistem pendidikan yang baik dan orientasi nya jelas. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan antara kebutuhan pasar dan jatidiri bangsa. Kedua hal tersebut layaknya harus disatukan dalam membangun sistem pendidikan.

    ReplyDelete
  10. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari pemaparan di postingan tersebut, telah dijabarkan beberapa masalah yang ada di dunia pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah Ujian Nasional (UN). UN saat in memang bukanlah syarat utama dan satu-satunya penentu kelulusan para siswa, tetapi menjadi salah satu syarat penentu kelulusan tersebut. Namun, UN masih menjadi momok bagi siswa. Mereka ketakutan tidak dapat nilai yang bagus, sehingga mengakibatkan mereka lebih mengutamakan untuk dapat memperoleh nilai yang bagus di UN mereka, dari pada mengutamakan pemahaman pada benak mereka terkait suatu kompetensi. Selain itu, ini membuat mereka hanya mempelajari suatu kompetensi matapelajaran yang di-UN-kan saja, tidak pada kompetensi yang lain.

    UN juga sarat akan digunakan berbagai macam cara untuk mendapatkan nilai yang bagus, termasuk cara yang tidak baik atau tercela, seperti mensontek atau membeli kunci jawaban dari pihak ketiga, yang entah kenapa kunci jawaban tersebut “mujarab”. Bagi siswa, ini dapat merugikan. Selain tidak membuat mereka “berkembang”, juga dapat mencederai kejujuran dari siswa-siswa sekolah.

    Sudah berkali-kali digadangkan bahwa UN akan dihapuskan. Akan tetapi masih perlu ditentukan solusi terbaik atau metode terbaik untuk dapat mengganti UN, karena UN ialah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam tingkat nasional.

    ReplyDelete
  11. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Konsep revolusi mental yang digemborkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo terutama saat kampanye memang begitu menarik perhatian. Revolusi mental dalam pendidikan diharapkan akan menghasilkan potensi besar untuk bersifat siklik, seperti dalam artikel di atas, yaitu mengedepankan interaksi untuk melakukan ikhtiar dalam kodratnya untuk semata-mata memperoleh ridhla Allah SWT. Allah SWT menjadi tujuan akhirnya. Apa artinya, siswa pandai matematika, juara olimpiade, tetapi hobi tawuran, mabuk-mabukan, berjudi, bahkan narkoba. Begitulah kalau guru dan siswa hanya mengejar akademik, memperjuangkan “nilai” dan “kelulusan” semata. Sesungguhnya revolusi mental lebih menekankan pada revolusi dari segi karakter yang tercermin lewat moral. Belajar adalah ibadah yang selayaknya akan mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Namun sayangnya khalayak menilai kualitas pendidikan lebih dilihat dari nilai Hasil Ujian Nasional. Jadi jangan heran kalau “mengejar nilai UN” menjadi aktivitas di atas segala-galanya.

    ReplyDelete
  12. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Pengembangan pendidikan saat ini, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain pengembangan kompetensi kepala sekolah, guru. Dan juga peningkatan kuakitas pendukung proses pembelajaran, seperti sarana prasarana. Namun, sekarang ini perlunya pemerataan kualitas pendidikan juga diperlukan. Karena dapat dilihat kualitas pendidikan masih belum merata. Hal ini juga diharapkan bisa menjadi prioritas pemerintah. Karena peningkatan mutu pendidikan sebaiknya diimbangi dengan pemerataannya.

    ReplyDelete
  13. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017
    Terima kasih banyak Pak Prof. Marsigit. Setelah membaca penjelasan ini, dan merenungkan pengalaman kami(saya) dengan kesaksian-kesaksian guru yang telah saya temui, memang demikian realitanya. Indonesia memiliki teori belajar yang bagus dari Ki Hadjar Dewantara tapi malah kurang dimaksimalkan dalam pengembangannya. Dan ada satu lagi masalah politis adalah kecenderungan "gengsi", yaitu seakan ada rasa enggan dari pengampu kebijakan untuk meneruskan program sebelumnya. Sehingga ada istilah "menteri baru, kurikulum baru".
    Terima kasih banyak Pak, atas paparan dan pencerahanya

    ReplyDelete
  14. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kegamangan Indonesia salah satunya memang kurangnya konsistensi terhadap kurikulum yang diterapkan. Indonesia kerap mengikuti perkembangan kurikulum dari luar namun tidak diikuti dengan kesiapan dari dalam. Sosialisasi memang sudah, tapi seharusnya jangan terburu-buru menerapkan jika belum 80% pelaksana pendidikan siap menerima peralihan kurikulum. Akibatnya, kurikulum berganti dengan cepat bahkan kembali lagi ke kurikulum sebelumnya, dengan meninggalkan beberapa persen skolah percobaan kurikulum baru. Hal seperti ini menyebabkan kebingungan di berbagai tingkat pendidikan, tidak hanya guru sebagai pelaku utama. Mahasiswa yang sedang melakukan penelitian, penerbit buku yang sedang mengembangkan karya baru, tak terkecuali para siswa di sekolah.

    ReplyDelete
  15. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Kondisi pendidikan Indonesia saat ini mengalami krisis, karena tidak memperhatikan kehidupan Indonesia yang majemuk dan tidak menggunakan pengetahuan yang secara nyata. Untuk itu sebagai manusia kita dituntut untuk selalu berpikir memecahkan berbagai macam problem-problem yang terjadi baik di masa kini maupun masa mendatang. Selain itu belum ada kekuatan dasar seperti alat untuk identifikasi suatu fenomena yang menerapkan pendidikan secara efektif. Menurut saya sebagian besar guru di Indonesia dalam mendidik hanya bersifat monoton. Banyak guru-guru yang tak paham akan media dalam proses pembelajaran. Padahal media sangat berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Media pendidikan dapat dipergunakan untuk membangun suatu pemahaman dan penguasaan objek pendidikan. Sangat setuju dengan harapan bapak Anies Baswedan bahwa pengembangan pendidikan guru akan dilakukan dengan memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya. Tetapi sebaiknya pelatihan pengembangannya tersebut dilakukan secara periodik.

    ReplyDelete
  16. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak atas penjelasan dan informasinya.
    Ki Hajar Dewantara telah menggagas konsep pendidikan yang sesuai dengan bangsa Indonesia. Jangan sampai konsep tersebut luntur akibat pengaruh dari luar. Yang diperlukan adalah karakter yang baik dan peningkatan kemampuan berpikir agar dapat mencegah lunturnya budaya bangsa akibat adanya pasar bebas dunia.

    ReplyDelete
  17. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dewasa ini masuknya budaya barat ke indonesia sangat deras. Tetapi masyarakat kita masih rendah dalam berpikir kritis. Cenderung menerima dan meniru secara utuh perilaku bangsa barat tanpa menyaringnya dan mempertimbangkan kecocokannya dengan budaya Indonesia. Saya setuju bahwa hal ini adalah salah. Seharusnya kita sebagai masyarakat Indonesia. Khususnya para pemuda harus lebih waspada dalam menyerap budaya barat. Menambah informasi itu boleh-boleh saja asalkan masih sesuai dengan norma bermasyarakat. Jangan sampai tujuan kita yang ingin mengubah Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju malah hancur di tengah jalan sebelum mencapai apa yang dicita-citakan. Salah satu contoh labilnya sikap bangsa kita terhadap budaya luar adalah dalam lingkup pendidikan. Kita lebih tergiur dengan sistem-sistem pendidikan dari luar negeri yang menjanjikan kesuksesan dengan mengesampingkan karakter pendidikan bangsa ini sendiri. Bahwa indonesia melalui gagasan Ki Hajar Dewantoro memiliki konsep pendidikan ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani yang memiliki arti yang sangat kuat dan menjadi suatu solusi bagi permasalahan pendidikan kita. Tergantung bagaimana sikap kita dalam memahami dan mengimplementasikannya. Dalam hal ini inovasi sangat diperlukan dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Seorang guru yang cerdas adalah ia yang selalu berinovasi dalam kegiatan pembelajaran.

    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  18. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Pak. Memang benar bahwa sistem pendidikan Indonesia masih jauh ketinggalan dengan negara-negara lain. Banyak hal yang perlu dibenahi, kurikulum yang terus berganti, sarana dan prasarana serta kualitas pendidik yang perlu ditingkatkan, dll. Namun menurut saya masalah terbesar pendidikan di Indonesia adalah kemerosotan moral. Pendidikan di sekolah belum mampu mensejajarkan kualitas akademik dengan kualitas moral siswa. Kita banyak menyaksikan siswa yang melakukan kekerasan terhadap guru dan begitupun sebaliknya. Apalah gunanya unggul pada pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, Sains, dll jika tidak dibarengi dengan sikap yang baik.

    ReplyDelete
  19. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Keadaan pendidikan di Indonesia belakangan ini memang sangat memprihatinkan. Hal ini sangat jelat terlihat dimana ada keragu-raguan dalam menerapkan kurikulum di sekolah. Pemerintah mempunyai program dan kurikulum yang sangat baik untuk siswa, namun dalam penerapannya pada dunia pendidikan di Indonesia masih kurang persiapan sehingga pada pelaksanaannya dilapangan baik itu siswa, guru maupun dosen merasa kesulitan.

    ReplyDelete
  20. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B 2017

    Saya setuju dengan pemaparan pada postingan ini. Pendapat saya, arus kebijakan pendidikan di Indonesia mengalami "eror" pada tahap implementasinya. Terlihat bahwa sesungguhnya Indonesia memiliki konsep pendidikan yang bagus, sebut saja trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantoro. Konsep yang begitu bagus belum dapat terimplementasi secara optimal.

    Kurikulum, terus berganti, malah seakan semakin susah mendekati konsep pendidikan yang sudah ada. Terus berganti, membingungkan bukan? tentu ini mempengaruhi kualitas pendidikan saat ini. Saya sangat setuju dengan harapan pada postingan ini, bahwa: "memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan".
    Di dalamnya disebutkan satu harapan dalam meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam menyelesaikan persoalan pendidikan. Secara pribadi, saya menaruh porsi yang lumaya besar pada harapan ini. Di mana menurut saya, di Indonesi masih minim peningkatan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya keterkagetan-keterkagetan yang muncul mengiringi lahirnya suatu kebijakan baru.

    ReplyDelete
  21. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Postingan ini sungguh telah menyadarkan saya. Selama ini, saya termasuk salah satu orang yang terus-menerus membandingkan pendidikan di Indonesia dengan pendidikan di negara-negara maju yang lain, dan pada akhirnya saya menganggap bahwa pendidikan di Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan pendidikan di negara-negara lainnya, dan kemudian saya menganggap bahwa prinsip-prinsip atau dasar-dasar pendidikan negara lain lebih baik daripada prinsip pendidikan di Indonesia, sehingga menginginkan agar Indonesia mengikuti gaya pendidikan negara luar. Tetapi saya salah. Indonesia sendiri ternyata sudah memiliki konsep pendidikan yang sangat baik yang digagas oleh tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, yakni ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Selama ini kita sudah sering mendengar kalimat-kalimat ini tetapi tidak memahaminya dengan baik, bahwa ternyata konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara tersebut menjanjikan untuk dapat mengatasi masalah-masalah pendidikan di Indonesia, hanya saja selama ini kita bangsa Indonesia belum melaksanakan konsep pendidikan tersebut dengan baik dan maksimal. Oleh karena itu, marilah kita sebagai generasi pendidikan bangsa Indonesia menggali lebih dalam lagi konsep pendidikan asli dari negeri kita sendiri dan menerapkannya, sehingga suatu saat nanti kualitas pendidikan di Indonesia dapat disejajarkan dengan kualtias pendidikan di negara maju lainnya.

    ReplyDelete
  22. BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Pada dasarnya dari tulisan ini, saya berfikir untuk mengajak segenap para calon guru di masa yang akan dating untuk kembali menggunakan produk kita sendiri yang pada dasarnya bisa dikatakan lebih baik daripada produk luar. Karena dengan itu, kita bisa dijadikan contoh oleh anak-anak yang kita ajar guna mencintai karya local dalam segala hal. Salah satunya yaitu mulai mengkaji kembali teori belajar menurut Ki Hajar Dewantara yang pada dasarnya sangat berbeda sekali dengan apa yang kita lakukan saat ini. 3 Filosofi yang diberika oleh bliau merupakan sekelumit saja dari teori pembelajaran Ki hajar Dewantara. Pada kajian yang say abaca, terdapat juga 3N dalam belajar anak yaitu –Ngerti, Ngrasa, Nglakoni (Mujito, 2014) yang merupakan salah satu turunan dari Sistem Among. Among memiliki makna menjaga kelangsungan hidup batin siswa dengan mendampingi dan mengarahkan. Bukan hanya membiarkan perkembangan siswa namun juga menjaga agar keadaan batin siswa tetap dalam keadaan baik (Sudjana, 2011: 13, 48, 76). Jadi masih banyak sekali metode-metode pengajaran yang dicontohkan oleh Ki Hajar Dewantara agar pembelajaran di Indonesia memang murni dari pembelajaran orang Indonesia sendiri yang lebih mengetahui keadaan masyarakat Indonesia dibandingan dengan pembelajaran orang asing.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  23. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Saya sangat sependapat dengan pemaparan Prof Marsigit diatas, saya pun merasa bahwa esensi pendidikan Indonesia yang menggunakan jati dirinya sendiri sesuai Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sedang mengalami krisis moral yang sangat memprhatinkan seiring dengan perkembangan zaman. Pragmatisme dan hedonisme benar-benar memberikan pengaruh terhadap karakter siswa. Maka dari itu, telah menjadi tugas guru untuk mendidik siswa melalui pendidan karakter.

    ReplyDelete
  24. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B 2017

    Menanggapi perihal keadaan pendidikan di Indonesia yang masih memiliki beberapa PR yang harus dikerjakan dan ditingkatkan baik itu untuk para pendidik, metode pengajaran, perkembangan teknologi, serta pengembangan karakter anak didik. Begitu sangat kompleks yang dihadapi namun sejauh ini semua jajaran yang berkecimpung dalam dunia pendidikan terus mengupayakan adanya peningkatan dalam bidang pendidikan di Indonesia. Menurut saya pribadi, aspek yang saat ini sangat penting untuk diperhatikan yaitu pembangunan dan pengembangan karakter bagi para ilmuwan atau semua stake holder dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan jika dalam diri individu tersebut memiliki karakter positif, seperti sikap integritas pada area akademik maka ia mampu membentengi diri dari pengaruh nilai-nilai atau idealisme di luar falsafah dari bangsanya sendiri. Dengan begitu, orang-orang yang sudah mengenyam pendidikan tetap memiliki jati diri dengan berpedoman pada falsafah bangsanya dan sulit untuk digoyahkan oleh pihak manapun. Sebagaimana anjuran dalam Agama Islam untuk menuntut ilmu walau sampai ke negeri Cina. Statement tersebut bermakna bahwa pengetahuan telah tersebar luas ke seluruh penjuru negeri, hanya saja kita yang harus selalu mawas diri dan menjaga jati diri bangsa sendiri. Perkembangan teknologi seperti saat ini juga dapat berdampak secara positif dimana memudahkan individu dalam mengakses ilmu pengetahuan dari berbagai sumber.

    ReplyDelete
  25. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum, Wr.Wb
    Dengan membaca postingan bapak ini, saya sebagai calon guru nantinya akan waspada terhadap masalah pendidikan nantinya. Postingan ini memberi wawasan mengenai pendidikan saat ini yang terjadi di Indonesia khususnya, banyak ananomali paradigma yang membuat kegamangan. Dengan anomali yang banyak tersebut belum memperoleh solusinya maka selama itu pula persoalan pendidikan masih bersifat imanent dan latent. Akibat lanjut dari adanya persoalan pendidikan yang belum tuntas maka berdampak pula pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar. Selain itu banyak juga anomali mengenai pendidikan guru. Dengan kondisi seperti tersebut di atas maka banyak persoalan pendidikan yang menghadang didepan kita: kegamangan penerapan kurikulum, kontroversi (fungsi) ujian nasional, persoalan sertifikasi guru dan dipenuhinya jam mengajar, penguatan peran LPTK, sinergitas antar lembaga birokrasi pendidikan, persoalan penempatan guru, pengembangan profesionalitas guru, peran lembaga penjaminan mutu yang overlaping dengan peran LPTK, reformasi pendidikan, overlaping permendiknas, sustainabilitas dan akuntabilitas pendidikan, pemerataan pendidikan, partisipasi pendidikan, standar nasional pendidikan guru, pendidikan karakter dan karakter bangsa, dst. Dengan demikian, saya sebagai calon guru harus mengetahui masalah pendidikan yang sekarang terjadi, agar saya bisa mengatasi atau menghindari masalah yang sama untuk kedepannya. Terdapat harapan dari apa yang disampaikan oleh Mendikbud Anies Baswedan bahwa pengembangan pendidikan guru akan dilakukan dengan memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan. Semoga kedepannya pendidikan guru akan meningkat sesuai yang diharapkan Mendikbud.

    ReplyDelete
  26. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Menarik mengulas tulisan di atas. Derasnya arus globalisasi termasuk terciptanya pasar bebas antar negara memberikan peluang sekaligus tantangan yang besar bagi Indonesia untuk dapat bersaing dengan negara lain. Pendidikan merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas SDM sehingga Indonesia dapat bersaing dengan negara lain. Namun sayangnya pendidikan di Indonesia saat ini masih mengalami berbagai permasalahan. Kebanyakan konsep pendidikan kita menganut konsep dari luar yang kurang memperhatikan kebudayaan kita sendiri. Hendaknya pendidikan berlandaskan pada karakter bangsa kita sendiri agar adat dan budaya kita tidak ikut tergerus dalam arus globalisasi. Saya setuju bahwa konsep pendidikan yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara dapat menjadi salah satu solusi bagi permasalahan pendidikan kita. Kemudian masalah selanjutnya ialah bagaimana kita dapat mengaplikasikan konsep tersebut agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

    ReplyDelete
  27. Junianto
    17709251065
    PM C

    Ketika berbicara tentang masalah pendidikan di Indonesia tentu tidak akan pernah selesai. Sehingga menurut saya, yang harus menjadi fokus saat ini adalah mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya. Hampir semua pakar pendidikan bahkan kalangan non-pendidikan mengetahui masalh pendidukan di Indonesia. Namun, tidak semua orang tahu bagaimana cara mengatasi maslah tersebut. Bahkan ketika kita sudah tahu solusiya pun belum tentu bisa diterapkan dengan baik. Maka dari itu, solusi dan cara merealisasikannya menjadi hal yang sangat utama untuk segera dilaksanakan.

    ReplyDelete
  28. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A

    Bicara tentang permasalahan pendidikan di Indonesia tidak akan pernah ada habisnya. Arus globalisasi yang masuk ke Indonesia pun berdampak kepada pendidikan Indonesia. Indonesia yang masih mengadopsi pendidikan seperti di luar negeri dinilai belum cukup mampu menyesuaikan dengan karakter bangsa ini. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memberikan kebermaknaan kepada penuntut pendidikan dan pihak yang terkait. Oleh karena itu, perlu adanya kemantapan kebijakan pendidikan Indonesia yang dapat diterapkan oleh tenaga pendidik di Indonesia.

    ReplyDelete
  29. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Berbicara masalah pendidikan di indonessia memang adalah topik yang tidak akan ada habisnya, banyak kajian, penelitian, dan pendapat ilmiah yang diutarakan oleh para pakar pendidikan yang bisa digunakan sebagai acuan dalam memajukan sistem pendidikan di negera ini, namun yang perlu menjadi perhatian penting sampai saat ini adalah bagaimana pelaku pendidikan (guru) bisa sejahtera terutama guru-guru yang telah mengabdikan dirinya dalam waktu yang sudah berjalan dalam puluhan tahun yang telah banyak mempelopori lahirnya para akademisi dan politisi sukses di negera ini yang sampai saat ini masih miris kalau ditinjau dari aspek kesejahteraan hidupnya.

    Wassalamu'alaikum wr.wb

    ReplyDelete
  30. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Artikel yang menarik untuk disimak karena dengan membicarakan masalah pendidikan berarti telah menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan di Indonesia. Pendidikan di Indonesia sampai saat ini seakan kehilangan jati diri yang sebenarnya. Masih terombang-ambing ditengah derasnya pengaruh dari luar. Dengan keadaan pendidikan Indonesia yang seperti ini, tentunya sedikit banyak akan berdampak pada kualitas pendidikan di Indonesia. Misalnya pada hasil riset TIMMS yang menunjukkan prestasi siswa Indonesia hanya mencapai peringkat 41 dari 45 negara peserta.
    Walaupun telah berbagai macam usaha yang dilakukan, akan tetapi masih saja kondisi pendidikan Indonesia belum mampu bersaing di dunia global. Untuk itu, diperlukan usaha yang lebih, terutama bagi para pelaku pendidikan untuk bangkit dan menggali pendidikan Indonesia yang berlandaskan karakter bangsa.

    ReplyDelete
  31. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Ada beberapa hal yang saya pahami dari postingan ini. Salah satunya adalah bahwa sebenarnya Indonesia memiliki identitasnya sendiri untuk mengembangkan sistem pendidikan di Indonesia. Namun pada kenyataannya, sistem pendidikan di Indonesia kini dipengaruhi oleh berbagai paham isme-isme yang dianut oleh negara Barat. Bahwa sebenarnya Indonesia memiliki semboyan dalam dunia pendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu ing ngarsa sung tuladha (di depan sebagai teladan), ing madya mangun karsa (di tengah menumbuhkan motivasi), dan tut wuri handayani (di belakang mendorong), sedangkan negara Barat jika dikaji secara umum hanyalah menganut ing madya mangun karsa. Hal ini mengindikasikan bahwa di negara Barat tidak menempatkan guru sebagai teladan untuk muridnya. Sedangkan pendidikan di Indonesia semestinya tetap memegang teguh semboyan tersebut. Maka alangkah baiknya jika pendidikan guru di Indonesia mengedepankan juga pendidikan moral dan agama, sehingga murid dapat mengeksplor dan mengembangkan atau menemukan ilmunya dengan bebas namun tetap dalam batas, sehingga tidak menyalahi keberadaan Tuhan.

    ReplyDelete
  32. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dengan telah terbukanya pergaulan dunia, maka dengan ini sudah terbukalah batas batas antar Negara dan status masyarakat sekarang telah menjadi masyarakat gobal. Meskipun telah menjadi salah satu masyatakat global, akan lebih baik jika masyarakat Indonesia tetap memiliki karakteristiknya sendiri. Salah satunya adalah karakteristik di bidang pendidikan yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara. Adapun konsep yang dibawa oleh beliau adalah ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Akan menjadi nilai lebih yang dimiliki bang Indonesia jika mampu mengaplikasikan konsep pendidikan tersebut. Semua system saling mendukung baik system tersebut merupakan system yang berada di depan ditengah maupun dibelakang.

    ReplyDelete
  33. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalalmu'alaikum wr.wb

    Disorientasi ipoleksosbud (ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya) tidak disadari oleh kebanyakan orang. untuk menghadapi bergesernya orientasi pendidikan, apakah hanya melibatkan orang-orang yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi? mungkin kita sekarang juga lebih bisa memikirkan bagaimana caranya agar sebagian besar rakyat juga bisa memahami hal tersebut. walaupun kita tidak bisa memaksakan, khususnya bagi orang-orang tua dan saudara-saudara kita yang tinggal di daerah terpencil, kadang mereka tidak peduli dengan hal-hal semacam itu.

    ReplyDelete
  34. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Penanaman karakter hendaknya dimulai sejak dini pada masyarakat Indonesia ini tak lain melalui pendidikan di rumah. Namun berdasarkan pengalaman terjun langsung ke salah satu sd di tengah kota Yogyakarta, karakter anak sudah mulai terlihat condong ke arah tidak baik. Banyak kata kata terlontar dari mulut kecil mereka kata kata yang tidak pantas diucapkan untuk anak sebelia mereka. Hal ini tidak terlepas dari lingkungan social tiap hari anak bersosialisasi. Lingkungan keluarga merupakan kunci anak dapat membentuk karakter keindonesiannya. Anak lebih banyak menghabiskan waktu dilingkungan rumah dan sekitarnya dari pada di lingkungan sekolah. Sehingga lingkungan sekolah hanya memiliki peran yang sedikit dalam penanaman karakter dibandingkan dengan lingkungan rumahnya. Jika pihak sekolah dengan pihak orang tua siswa tidak mengkomunikasikan dengan baik tentnag penanaman karakter ini, sepertinya akan mustahil konsep pendidikan berkarakter Indonesia ini akan terwujud.

    Selain itu terdapat juga paradigm sekolah disalah satu daerah di boyolali bahwa orangtua siswa berpandangan bahwa anaknya yang bersekolah di sekolah luar negeri (swasta) lebih bagus dari pada jika disekolahkan di sekolah negeri. Kenyatan ini menimbulkan akibat sekolah di desa tempat anak sekolah dasar tersebut menetap kekurangn siswa.tak jarang juga terdapat kelas yang tidak ada muridnya bahkan sampai ada yang terancam akan ditutup karena tidak ada siswa.

    ReplyDelete
  35. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Terkait dengan pendidikan guru saat ini. Guru yang mendapat tugas di daerah yang terpencil tersebut kurang dalam melakukan profesionalismenya sebagai seorang guru. Hal ini tercemin ketika masuk sekolah yang dimolorkan hingga 30 menit dari awal masuk. Jam pulang yang dicepatkan dari biasanya serta adanya jam kosong yang mana anak dibiarkan bermain tanpa pengawasan. Selain itu juga sarpras sekolah yang tidak memenuhi/ tidak layak. Walaupun pihak kepala sekolah telah meminta ke dinas pendidikan setempat. Hal ini menunjukkan kurang efektifnya birokrasi pendidikan sehingga perlu adanya peninjauan ulang terhadap birokrasi yang terkait agar kualitas pendidikan dapat meningkat.

    ReplyDelete
  36. Insan A N/ PPs S2 PM C 2017
    Paradigma dalam memandang pendidikan dewasa ini sangat berpengarh dalam pelaksanaan nya dilapangan. Stake holder dan pelaksana pendidikan memandang bahwa pendidikan dewasa ini masih berorientasi jangka pendek,sistem masih bersifat materialis. Hal ini mudah dilihat dari bagaimana sistem sertifikasi, pemenuhan jam mengajar, dll. Hal ini menjadikan guru atau pendidik berfokus pada sertifikasi dan pemenuhan material lainnya, daripada berfokus pada pengembangan diri siswa.

    ReplyDelete
  37. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menilik kembali oernyataan Pak Marsigit mengenai KTSP yang sebenarnya telah membawa angin segar bagi perkembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia, berdasarkan tukar pikiran bersama beberapa guru dan seorang kepala sekolah dasar di tanah kelahiran saya, beliau berargumen bahwa sebenarnya KTSP sangat progresif di sekolah mereka. KKEmajuan sekolah mulai dapat terlihat, di sisi lain pemerintah mulai mengubah konsep kurikulum yang mau tak mau harus diikuti oleh seluruh sekolah. Ibu kepala sekolah di sana berpendapat mengenai kebijakan pengelolaan sekolah yang sangat fleksibel di zaman pemberlakuan KTSP, sehingga sekolah dapat mengembangkan diri secara bebas dan maksimal sesuai zona perkembangan dan kemajuan yang mungkin dicapai. Namun menilik kebijakan manajemen sekolah saat ini, lebih ribet dan membatasi sekolah. Andaikan sekolah membutuhkan es campur untuk siswa-siswanya. Namun peraturan hanya membolehkan sekolah untuk berbelanja es teh atau es jeruk saja misalnya, padahal itu semua tidak dibutuhkan sekolah. Oleh sebab itu, manipulasi dilakukan demi tercukupinya kebutuhan siswa maupun kebutuhan sekolah. Sehingga beliau menilai dan lebihasertif terhadap kebijakan yang berlaku saat KTSP tengah berjaya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  38. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Jika berbicara mengenai pendidikan guru, dewasa ini memang sangat digencarkan pendidikan untuk guru yang telah mengabdi di sekolah untuk dapat memenuhi kualifikasi seorang pendidik. Banyak beasiswa dan program kerja sama yang ditawarkan baik dari kemendikbud maupun kemenag demi mengentaskan pendidikan guru sekolah maupun guru madrasah. Hal ini disambut baik oleh sekolah-sekolah, banyak diantaranya menyekolahkan guru-guru mereka untuk lebih meningkatkan kualitas pendidik mereka. Saat kita memandang pendidikan di Indonesia, kita tidak bisa memandangnya secara parsial maupun hanya sebatas region tertentu. Hal ini tentu dilatarbelakangi pendidikan berjalan sebagai sistem, bukan sebagai suatu program yang berdiri sendiri dan Indonesia adalah negara kepulauan, sehingga monitoring dan evaluasi yang dilakukan haruslah menyeluruh. Kita tidak boleh menutup mata terhadap perkembangan pendidikan di daerah 3T, dengan adanya program SM3T yang dicanangkan oleg pemerintah memberikan harapan baru semoga pendidikan di Indonesia dapat berubah menjadi yang lebih baik lagi. WAllahu a'lam

    ReplyDelete
  39. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Masalah pendidikan di Indonesia selalu menjadi hal yang menarik untuk di bahas. Setiap 5 tahun sekali selalu saja ada perubahan yang dilakukan pemerintah dengan tujuan untuk menaikkan mutu pendidikan. Apakah tidak bisa dilakukan sebuah ujicoba terhadap peraturan yang baru tersebut di satu sekolah atau daerah terlebih dahulu? jika berhasil barulah diterapkan di semua sekolah yang ada di Indonesia. Setiap siswa dan guru di daerah mempunyai tantangan sendiri dalam mencapai target yang diinginkan pemerintah pusat.

    ReplyDelete
  40. Lembaga Pendidikan Tenaga Kerja
    Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Sebagai negara yang masih berkembang, persolan pendidikan menjadi salah satu topik penting untuk dibahas dan dievaluasi setiap tahunnya. Permasalahn tersebut dapat diatasi dengan adanya kesadaran dari masyrakatnya itu sendiri. Dengan memberikan masukan seperti yang bapak tulis, merupakan sumbangan kepada dunia pendidikan yang memang diperlukan oleh bangsa ini. Kesadaran siswa dalam menuntut ilmu dan kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan bagi anak juga dirasa sangat perlu untuk ditingkatkan. Merubah paradigma dari pendidikan untuk investasi ke pendidikan sebagai kebutuhan merupakan hal penting yang dapat mengurangi permasalahan di dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  41. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih prof. Marsigit atas postingan di atas. Ulasan di atas menyadarkan kita bahwa keadaan pendidikan dan pendidikan guru saat ini terjadi kegamangan yang disebabkan karena keraguan penetapan komitmet pada konsep pendidikan yang berkarakter. Disorientasi yang terjadi pada bidang epoleksosbud, memang tidak dapat dipungkiri dan telah menjadi salah satu faktor yang membuat pendidikan di Indonesia menjadi tidak ke indonesiaan, seperti yang pernah diutarakan oleh Ki Hajar Dewantoro. Padahal, pendidikan merupakan kunci yang berpengaruh besar terhadap kesuksesan dan kemajuan suatu bangsa, karena negara lain melihat sejauh mana masyarakat di indonesia mampu bersaing secara global, baik secara nasional maupun di kancah internasional. Hal itu juga tidak telepas dari para tenaga kependidikan yang juga harus mumpuni dan berkompeten dalam melaksakan proses pendidikan kepada para peserta didik. Pembuat kebijakan tertinggi pun haruslah tegas dan kuat dalam menghadapi segala pengaruh dari luar, serta memahami dan memiliki jiwa 4 pilar yakni pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Dengan begitu, pengembangan pendidikan dan pendidikan guru mampu meningkatkan kualitasnya dari jaman ke jaman.
    Wassalamualaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  42. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum wr.wb. dan
    Selamat Malam,

    Pendidikan sangat berperan penting dalam pembangunan bangsa, namun hingga kini pendidikan masih menjadi salah satu persoalan bangsa Indonesia yang hingga kini belum ketemu titik terang pemecahannya. Segala macam cara, perubahan, dan perbaikan sudah dilakukan namun hasilnya masih belum memenuhi harapan yang diinginkan. Pendidikan Indonesia seharusnya berlandaskan pada landasan negara kita sendiri (yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika) yang sudah sesuai dengan karakter dan budayanya, jangan berlandaskan landasan negara lain yang tidak sesuai dengan karakter dan budaya bangsa Indonesia. Karena jika demikian generasi-generasi yang akan dihasilkan pun tidak akan seperti yang harapkan, mereka akan lebih berkarakter dan berbudaya bangsa lain ketimbang berkarakter dan berbudaya Indonesia serta mereka pun akan lupa dengan karakter dan budaya bangsanya sendiri. Oleh karena itu, pendidikan menjadi masalah yang tiada henti-hentinya mendapat perhatian dan dicari solusinya demi kebaikan bangsa & negara, dan karena itu pemerintah beserta pihak-pihak yang berada dalam lingkungan pendidikan perlu terus bekerja sama mencari atau memperbarui pendidikan Indonesia sehingga nantinya mampu menghasilkan generasi-generasi yang berkarakter Indonesia.

    Selamat Malam, dan
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  43. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B 2017

    Pendidikan merupakan hal yang sangat berharga bagi suatu bangsa yang akan menentukan kualitas dan mutu suatu bangsa. Kegagalan pendidikan suatu bangsa adalah kegagalan perkembangan suatu bangsa.
    Sangat disayangkan, bangsa Indonesia belum berhasil dalam pendidikannya. Keberhasilan pendidikan di Indonesia bergantung pada semua elemen yang ada di dalamnya. Salah satunya adalah tidak meratanya pendidikan di Indonesia (kualitas dan kuantitas guru di berbagai daerah di Indonesia).
    Pemerintah memiliki banyak strategi dalam menanganinya, salah satunya dengan adanya beasiswa bagi calon guru. Agar nantinya tercetak guru-guru yang berkualitas dan profesional dibidangnya. Sehingga guru tidak hanya sekedar memberikan asupan materi saja, namun juga sebagai pemikir untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  44. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Terkait pendidikan di indonesia dihantui berbagai macam masalah.Terkait dengan berbagai macam fasilitas dan media seperti gedung misalnya.Banyak gedung yang telah rusak dan tidak layak untuk ditempati.Bagian atap gedung bocor ketika hujan.Ini salah satu masalah yang harus perlu diselesaikan.Sampai ada lokasi belajarnya dipindahkan ke rumah-rumah.Keadaan pendidikan indonesia juga belum merata.Perlu kita menatap lebih dalam tentang kondisi sekolah diberbagai polosok daerah.Sepertinya masih yang belum terisolir, misalnya jalan yang ditempuh oleh anak-anak ke sekolah bagi daerah terpencil masih sangat menyedihkan.Mengenai pendidikan guru sekarang sudah jauh dari kata menciptakan guru yang profesional.Jadi, bagaimana mungkin bisa menciptakan murid atau siswa yang cerdas?Yang perlu dibangun untuk menjadi pondasi yang kuat bagi pendidikan di negeri ini, mungkin dari sisi karakter atau sifatnya.Betapa banyak orang cerdas, namun karakternya masih kurang indah.Saya sangat setuju yang dikatakan oleh bapak bahwa pendidikan harusnya mengedapan agama (silaturrakhim) untuk melakukan ikhtiar dalam mencari ridho Allah semata.Dan saya berpikir bahwa itulah yang seperti kurang dalam pendidikan ini.Semoga keadaan pendidikan dan pendidikan guru menjadi sesuatu yang diharapkan.

    ReplyDelete
  45. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Sedikit saja mencermati apa yang terjadi di dunia pendidikan kita saat ini, barang kali kita akan langsung tersadar bahwa pendidikan di Indonesia saat ini bisa dikatakan tengah dalam permasalah yang cukup kompleks. Mimpi besar untuk menjadi salah satu negara yang maju di dunia pendidikan seringkali tidak diimbangi oleh kerjasama yang sinergi dari semua pihak yang berkepentingan di dunia pendidikan itu sendiri. Oleh sebab itu, andaikan semua pihak di dunia pendidikan baik itu pemerintah, sekolah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat saling bahu - membahu membentuk kerjasama yang sinergi, berkerja dengan tulus ikhlas untuk memajukan dunia pendidikan sesuai dengan bidang kerja masing-masing, bukan tidak mungkin sedikit demi sedikit permasalahan ini akan terurai dan dunia pendidikan Indonesia akan mengalami kemajuan dan akan menjadi salah satu negara yang diperhitungkan di dunia pendidikan internasional.

    ReplyDelete
  46. Riandika Ratnasari
    17709251043
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Mengubah itu butuh waktu dan waktu itu bergantung pada ruang. Waktu itu tak terbatas dan berjalan. Keputusan menjadi yang terpenting untuk mengubah sebuah kebiasaan. Keputusan di ambil berdasarkan pengalaman yang di peroleh. Oleh karena itu, pengalaman pada dunia pendidikan di Indonesia ini sangat banyak, dari kurikulum yang berganti dan birokasi yang sulit. Hal ini membuat guru tidak fokus untuk mengajar namun untuk melengkapi aturan yang di tetapkan pemerintah. Mimpi yang tinggi itu perlu, tapi kita juga harus melihat kenyataan. Karena kenyataan kadang tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Mengubah pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik hanya dapat di mulai dari diri kita sendiri dan perlunya menanamkan budaya serya cinta tanah air. Karena dengan budaya kita dapat mengenalkan negara kita di kancah Internasional dan dengan cinta tanah air akan membuat orang untuk berfikit memajukan negaranya di mulai dari pendidikan.
    Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmu yang diberikan .

    ReplyDelete
  47. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Hal yang paling menarik perhatian saya adalah ternyata indonesia masih gamang dalam menentukan konsep pendidikan karekter. Karena saat ini di Indonesia masih dipengaruhi oleh sistem pendidikan dari barat. Padahal Ki Hajar Dewantara telah menetankan tiga konsep pendidikan yang sangat linier dengan karakteristik dan budaya orang indonesia. Namun kita tetap menjadikan Pendidikan barat sebagai kiblat utama. Sehingga akibat dari itu semua marwah bangsa Indonesia mulai terkikis. Sehinnga diharapkan Kementerian Pendidikan Nasional dapat memfasilitasi pendidikan Indonesia ke ranah yang lebih baik.

    Demikia, terimakasih.

    ReplyDelete
  48. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  49. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Keadaan pendidikan saat ini memang bisa dibilang sangat gamang. Terlihat dari pemerataan kurikulum yang belum sempurna. Saat ini sekolah nasional menjadi terbagi tiga, ada yang kurikulum 2013 revisi, kurikulum 2013, dan bahkan masih ada yang menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan, sedangkan evaluasinya sama-sama menggunakan Ujian Nasional yang notabenenya semua kemampuan siswa dianggap sama. Hal ini menimbulkan kegamangan terutama bagi siswa yang sekolahnya masih menerapkan ktsp.

    ReplyDelete
  50. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Guru merupakan garda terdepan untuk menuntun generasi bangsa menjadi generasi yang lebih baik. Namun, peran LPTK sebagai lembaga yang merupakan gerbong pengantar guru ke pada misi mulianya. LPTK banyak memiliki PR terhadap kualitas guru. Namun, selain LPTK yang memiliki tanggung jawab terhadap kualitas guru, kita juga harus melihat peran pemerintah sebagai pemberi ruang terhadap inovasi guru. Jika kualitas guru telah baik, namun kebijakan pendidikan tidak didasarkan pada keleluasaan guru dalam berinovasi tentu menjadi hal yang mustahil dalam mengembangkan pendidikan. Bagi saya, banyak aspek yang mempengaruhi kualitas guru.

    ReplyDelete
  51. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017

    Terima kasih prof untuk ulasannya. Saya juga merasakan bahwa arah pendidikan kita masih gamang mau dibawa kemana. Seperti yang prof katakan, "pendidikan jangka panjang versus pendidikan jangka pendek, pendidikan terdesentralisasi versus pendidikan terpusat, pendidikan terbuka versus pendidikan tertutup, inovasi pendidikan versus status quo pendidikan, pendidikan sebagai kebutuhan versus pendidikan sebagai investasi, pendidikan yang melestarikan versus pendidikan yang konstruktif, pendidikan berorientasi proses versus pendidikan berorientasi hasil, pendidikan untuk semua versus pendidikan terkanalisasi, pendidikan berorientasi jati diri bangsa versus pendidikan berorientasi pasar dst." Kita juga terkesan belum percaya diri untuk mengembangkan Pancasila beserta budaya bangsa sebagai identitas pendidikan kita, dan justru melihat rumput tetangga lain, mengadopsi pendidikan dari negara-negara lain dan mencampur adukkannya tanpa melihat apakah hal tersebut sesuai dengan karakater dan kepribadian bangsa kita

    ReplyDelete
  52. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pendidikan guru saat ini memang telah dilakukan perbaikan-perbaikan disetiap bidang, namun kompetensi yang diperoleh guru masih sangat kurang hal ini disebabkan salah satunya adalah kurangnya pelatihan-pelatihan guru yang dilaksanakan terutama pada daerah-daerah yang jauh dari sudut kota. Harusnya LPTK atau pemerintah harus lebih jeli dan intensif dalam memadang gejala ini, sehingga kompetensi guru saat ini bisa merata terutama salah satunya adalah kompetensi dalam menggunakan media pembelajaran sperti komputer dll. Maka dari itu diharapkan kedepannya agar fasilitas sekolah-sekolah di daerah pedalaman atau jauh dari sudut kota dapat diperhatikan lagi dengan seksama.

    ReplyDelete
  53. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Keadaan Pendidikan dan Guru merupakan permasalahan yang panjang sekali jika ingin diuraikan. Indonesia memiliki banyak kepulauan, kebudayaan, suku dan ras yang mana bisa memperngaruhi keadaan pendidikan dan pendidikan guru. Dengan keberagaman yang begitu banyak pemerintah berusaha dengan mengelurakan kebijakan-kebijakan yang dapat menyelesaikan permasalahan pendidikan dan bisa memberikan keadilan kepada semua elemen pendidikan yang ada di Indonesia. Namun, permasalahan lain tidak hanya datang dalam negara sendiri melainkan adanya pengaruh dari negara lainpun bisa menjadi permasalahan baru. Melihat ke negara-negara yang memiliki perkembangan pendidikan yang maju tidak ada salahnya, namun akan lebih bijak jika kita mengoptimalkan konsep pendidikan yang telah disusun oleh tokoh pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara yang berdasarkan pendapat bapak ini merupakan konsep yang sangat bagus yang mana di negara lain tidak memiliki konsep dasar selengkap dan bersifat siklik seperti miliki kita. Semoga kita sebagai orang-orang yang peduli dengan pendidikan kita bisa saling berpegangan tangan untuk memajukan pendidikan kita yang berdasarkan kekayaan dalam negeri.

    ReplyDelete
  54. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B


    Saya setuju dengan pendapat Prof.
    Marsigit yang mengatakan "Pengembangan pendidikan di Indonesia terkendala oleh adanya anomali paradigma pendidikan" sebagaimana di paparkan diatas, para pelaku dan pengembang pendidikan di Indonesia terlalu asik bermain dengan anomali-anomali tersebut, sehingga mulai melupakan konsep pendidikan yang telah disusun oleh bapak pendidikan kita (Ki Hajar Dewantara), konsep yang benar-benar sesuai dengan karakter Indonesia, konsep yang dikembangkan bukan atas dasar kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan dengan tujuan kemajuan bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  55. Karakter bangsa Indonesia yang saat ini sedang mendapat banyak badai dari pengaruh luar mempengaruhi bidang pendidikan Indonesia yang mempunyai banyak persoalan. Berbagai macam pengaruh konsep pendidikan dari luar yang membuat kita kurang mampu memfilter konsep yang sesuai dengan karakter bangsa yang sesungguhnya. Diharapkan kedepannya pemimpin kita mampu untuk menggiring para contributor di bidang pendidikan (guru, kepala sekolah, dll)untuk pengembangan pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik yang sesuai dengan karakter bangsa yang kokoh yang tidak tergoncang pengaruh luar yang tidak sesuai.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  56. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Memang iri rasanya melihat Negara-negara lain yang memiliki kualitas pendidikan yang baik, sehingga ada keinginan dari kita untuk mencontoh, mencoba mengaplikasikan apa yang mereka lakukan kepada para siswa kita. Tetapi sayangnya, hal itu tidaklah cukup untuk meningkatkan kualitas pendidikan Negara kita.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  57. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Mengapa? Karena pada dasarnya pembangunan pendidikan di Negara ini terkendala oleh banyaknya permasalahan-permasalahan mendasar sehingga pondasi pendidikan yang keropos inilah yang menghalangi kita membangun pendidikan ini. Seperti layaknya sebuah bangunan, dengan pondasi yang keropos kita tidak akan bisa membangun bangunan tersebut lebih tinggi lagi karena tanpa pondasi yang kokoh, bangunan tersebut akah runtuh.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  58. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Keadaan pendidikan saat ini memang bisa dibilang sangat gamang. Terlihat dari pemerataan kurikulum yang belum sempurna. Saat ini sekolah nasional menjadi terbagi tiga, ada yang kurikulum 2013 revisi, kurikulum 2013, dan bahkan masih ada yang menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan, sedangkan evaluasinya sama-sama menggunakan Ujian Nasional yang notabenenya semua kemampuan siswa dianggap sama. Hal ini menimbulkan kegamangan terutama bagi siswa yang sekolahnya masih menerapkan ktsp.

    ReplyDelete
  59. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Melihat dunia pendidikan di Indonesia saat ini memang tertinggal sangat jauh dari negara-negara lain. Jujur, yang saya rasakan saat ini Indonesia di Era digital mengalami krisis moral. Budaya ketimuran kita semakin hari semakin terkikis digantingan dengan budaya barat. Ini dikarenakan sebagian besar orang indonesia masih sangat kurang dalam memfilter budaya atau hal-hal dari luar. Begitu banyak potret krisis moral yang terjadi, seperti, pudarnya kualitas keimanan, hilangnya kejujuran, hilangnya rasa tanggung jawab. Kira-kira apakah faktor yang menyebabkan terjadinya kerusakan moral generasi muda kita?. Menurut saya, hanya satu kuncinya yaitu pendidikan karakter. Pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini. Dan harus dilaksanakan oleh semua lapisan masayarakat, semua harus terlibat, dari pihak pemerintah sampai pihak keluarga sendiri.

    ReplyDelete
  60. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamualaikum wr.wb.

    Penjelasan artikel kali ini ckup menarik untuk dipelajari, dimana disini menjelaskan bahwa inovasi pendidikan yang terjadi di indonesia tidak diikuti dengan prestasi yang didapat oleh pelajar yang ada di indonesia,hal itu dikarnakan masyrakat indonesia belum benar - benar mampu untuk mengimplememtasikan inovasi yang diinginkan oleh pendidikan yang seharusnya terjadi di indonesia.
    dan tenaga pengajar di indonesia juga dituntut untuk mengerti dan lebih progresif dalam memberikan pemahaman inovasi dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  61. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Melihat kegamangan dan keterbukaan bangsa kita terhadap pemikiran-pemikiran dari luar membuat saya melihat sedikit rasa tidak percaya diri akan karakter yang kita miliki. Oleh karena itu muncul program penguatan karakter bagi siswa. Pengaruh luar yang begitu deras masuk ke Indonesia akan menimbulkan kebingungan yang sama bagi generasi selanjutnya jika mereka tidak dibekali jiwa Indonesia.

    ReplyDelete
  62. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Semakin maju teknologi yang membawa globalisasi di setiap negara menuntut kita untuk meningkatkan kualitas bangsa demi menyambut persaingan secara global. beberapa tahun yang lalu gencar terdapat sekotalh-sekolah yang berbasis internasional, namun pada akhirnya dihilangkan karena belum sempurnanya sistem tersebut. sistem memang bagus, namun sayangnya banyak kepribadian bangsa yang tidak diperoleh siswa sehingga siswa kehilangan jiwa nasionalismwnya. dengan kembalinya kita ke konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara, semoga siswa-siswa dapat mendalami jiwa kebangsaannya dan mampu bersaing secara internasional dengna membawa karakter bangsa Indonesia dan tidak mudah hanyut dalam pengaruh negatif globalisasi.

    ReplyDelete
  63. Junianto
    PM C
    17709251065

    4. Berbicara masalah pendidikan di Indonesia bahkan di dunia sekalipun tidaka akan ada habisnya. Selalu perlu dilakukan perbaikan dan inovasi guna meningkatkan kualitas pendidikan dan semua elemennya. Di Indonesia juga tidak terlepas dari masalah pendidikan yang perlu adanya solusi konkret. Menemukan solusi bukanlah hal yang mudah apa lagi merealisasikan solusi. Diperlukan kerja keras dan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat untuk bisa mencapainya.

    ReplyDelete
  64. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr. Wb
    Pendidikan merupakan kebutuhan mutlak bagi setiap manusia agar mereka mampu berkembang dengan baik dan dapat berkompetisi di dunia. Kami sependapat dengan apa yang di paparkan oleh Prof. Marsigit, M.A bahwa kita hidup di era global dengan segala macam informasi, teknologi, budaya luar dll dapat mudah diakses maka agar tidak kehilangan nilai-nilai kearifan negeri sendiri maka perlu setiap warna Negara memiliki pengan yang kuat agar tidak terjebak dalam berbagai informasi yang diterima karena sesunnguhnya segala informasi yang berada di era globar tidak semuannya dapat di terima. Oleh karena itu, pendidikan penjadi pionir penting untuk selalu ditegakkan. Semoga pendidikan yang ada di Indonesia dapat berjalan dan memaksimalkan hasil capaian. Amien Terima kasih Prof.

    ReplyDelete
  65. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya sebagai seorang guru Juga sedang berada di tengah kemelut ini. Negara Indonesia sangat plural, sehingga di satu sisi sentralisasi menjadi pilihan pendidikan, namun masih banyak daerah yang belum siap juga bila dilakukan desentralisasi pendidikan.
    Namun bagaimana pun kondisi saat ini, Negara harus maju pendidikan nya. Dimulai dari guru yang kompeten. Guru yang senantiasa belajar dan mampu berkolaborasi. Ke depan, generasi emas harus disiapkan untuk kemajuan yang serba pesat. Maka guru hendaknya menyiapkan murid untuk senantiasa belajar, terbuka Dan rendah hati berkolaborasi dengan banyak orang. Mulai dari mana? Dari tiap tiap pribadi guru. Sebab pendidikan itu adalah keteladanan. Ing ngarsa sung tuladha, ing madya Mangun karsa, tut wuri Handayani.

    ReplyDelete
  66. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Peningkatan kompetensi guru mutlak diperlukan karena dengan meningkatnya kompetensi guru akan berdampak pada kualitas pembelajaran di kelas. Menurut saya untuk mengoptimalkan peran guru dalam proses pembelajaran, guru jangan dibebani tugas selain mengajar di kelas. Semisal RPP, modul, soal ujian, evaluasi pembelajaran seharusnya ada tim khusus yang menangani itu, jadi guru fokus mengajar sembari menanamkan karakter pada peserta didik.

    ReplyDelete
  67. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Konsep pendidikan yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara memiliki keunikan tersendiri, berbeda dari konsep-konsep negara lain, karena konsep yang diusung mengedepankan interaksi untuk melakukan ikhtiar dalam kodratnya untuk semata-mata memperoleh ridha Allah. Konsep ini seharusnya bisa mengatasi atau dapat memberikan solusi atas segala permasalahan terkait pendidikan dan pendidikan guru saat ini. Karena dengan konsep itu artinya dalam proses pendidikan kita ikhlaskan berjihad di jalan Allah, maka dibutuhkan ikhlas dan ikhtiar. Tetapi bagaimana dengan persoalan pendidikan mengenai ujian nasional yang tidak juga menemukan titik terangnya. Meskipun saat ini hasil UN tidak lagi dijadikan sebagai syarat mutlak kelulusan, masih saja guru dan siswa lebih mengejar hasil UN dibanding dengan meningkatkan proses pembelajaran. Bagaimana hal itu tidak terjadi, meskipun hasil UN tidak lagi menjadi syarat mutlak kelulusan tetapi dijadikan nilai untuk masuk ke jenjang sekolah selanjutnya, sama saja belum ada solusi untuk masalah ini.

    ReplyDelete
  68. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- Pascasarjana
    17701251037

    Findanlia sukses dengan metode pembelajarannya karena menerapkan metode pembelajaran yang cocok dengan iklim belajar siswa di negara tersebut. Pendidikan Indonesia belum tentu semaju Finlandia jika Indonesia menerapkan metode pembelajaran sepertii Finlandia, karena metode pembelajaran di Finlandia belum tentu sesuai dengan karakter Indonesia. Indonesia mempunyai tokoh pendidikan yang mencerminkan kepribadian Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara. Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani adalah ajaran dari Ki Hajar Dewantara yang seharusnya diaplikasikan di sekolah-sekolah.

    ReplyDelete
  69. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    Mengulas tentang potret pendidikan kita saat ini nampaknya memang masih terdapat PR besar yang mesti diselesaikan. Saya cukup takut membayangkan disorientasi epoleksosbud yang bapak gambarkan. Seperti yang kita ketahui bahwa pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dengan membuat kurikulum baru (k2013), menjadikan UN bukan sebagai standar penentu kelulusan, dan sebagainya. berbagai kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah, hendaknya didukung oleh kualitas guru. saya berharap semakin banyak calon guru atau guru yang sadar akan peran pentingnya di dunia pendidikan sehingga tidak berpangku tangan menunggu kebijakan pemerintah namun selalu bersikap terbuka, berupaya mempelajari hal-hal baru yang mendukungnya membelajarakan siswa.

    ReplyDelete
  70. Gamarina Isti Ratnasari
    Pendidikan Matematika Kelas B (Pasca)
    17709251036

    Salah satu hal yang terdapat di UUD 1945 adalah mencerdaskan bangsa Indonesia dan hal tersebut dapat ditemukan dan dioleh melalui pendidikan. Saya pernah membaca curahan hati siswa di internet yang menyatakan bahwa dia jauh-jauh dating ke sekolah dengan membawa uang yang telah diberikan dari hasil kerja keras orangtuanya. Namun saat sampai ke sekolah guru jarang masuk dan saat mengajar pun hal yang monoton dan terkesan tidak ikhlas. Dari hal tersebut menurut saya pendidikan di Indonesia dapat lebih berkemabng ketika gurunya sendiri mau mengemabngkan pengetahuannya dalam pelakasanaan mengajarnya, bukan hanya sebagai kewajiban mengajar karena telah digaji namun guru dapat bertindak sebagai teman bagi siswa yang ingin membantu siswa dalam mencerdaskan siswa tersebut demi kelangsungan bangsa Indonesia.

    ReplyDelete