Apr 10, 2015

Keadaan Pendidikan dan Pendidikan Guru saat ini

Aslm, berikut saya tayangkan konsep dan pemikiran saya secara singkat berkaitan dengan keadaan 



pendidikan dan pendidikan guru di Indonesia, dalam rangka (bagian dari) memberikan masukan tentang reformasi LPTK, yang sedang digodog secara keseluruhan oleh tim kecil Majelis Guru Besar UNY. Selamat membaca dan memberi komentar atau berkontribusi pemikiran tambahan.

Keadaan Pendidikan dan Pendidikan Guru saat ini
Oleh: Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Pendidikan di Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan dan tantangan yang kompleks dan mendasar, sekaligus kita menyongsong harapan di tengan era global. Bangsa Indonesia dengan pasti tidak dapat menghindar dari pergaulan Pasar Bebas seperti GATT, WTO, AFTA dan pergaulan dunia yang mempengaruhi segala aspek berkehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Sebagai bangsa yang relatif muda (belum sampai berumur satu abad), tentulah jika masa depan kita berorientasi kepada kecenderungan modus (standar) internasional dewasa ini, akan banyak dijumpai kekurangan-kekurangan yang bersifat ontologis baik yang menyangkut sumber daya manusia maupun penguasaan teknologi.

Derasnya aliran barang, jasa, pengetahuan, dan teknologi dari luar negeri tidak diimbangi dengan kesadaran adanya aliran pemikiran/paham, karakter atau gaya hidup yang tidak sesuai dengan karakter dan budaya bangsa. Sehingga bangsa dan masyarakat Indonesia dewasa ini bersifat terbuka absolut dari pengaruh luar. Hal inilah yang menyebabkan bangsa Indonesia dewasa ini seakan mengalami disorientasi baik dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan. Dewasa ini Indonesia sedang mengalami disorientasi epoleksosbud, yang ditandai dengan bergesernya orientasi pendidikan dari nasionalisme dan jati diri bangsa menuju berorientasi isme-isme baru pengaruh dunia Barat seperti Pragmatisme, Kapitalisme, Utilitarianisme, Materialisme, Liberalisme, bahkan Hedonisme.   Revolusi mental yang digulirkan oleh Presiden Joko Widodo kiranya patut direnungkan, digali dan diimplementasikan untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan. Revolusi mental perlu didukung dengan penguatan 4 (empat) pilar yaitu: Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan BhinekaTunggal Ika.

Kegamangan pendidikan salah satunya disebabkan oleh keraguan menetapkan komitmen terhadap konsep pendidikan yang berkarakter Indonesia. Selama ini bangsa Indonesia telah terbuai dengan janji dan implementasi berbagai konsep pendidikan dari luar yang ternyata hanya menjauhkan atau mencerabut marwah ke Indonesiaan dari generasi ke generasi berikutnya. Sudah saatnya kita menggali, mengembangkan dan mengimplementasikan harta karun konsep pendidikan asli Indonesia yaitu yang salah satunya telah digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Hanya di Indonesialah terdapat konsep ing ngarsa sung tuladha dan tut wuri handayani. Sementara di negara-negara Barat, mereka hanya unggul ing madya mangun karsa. Sehingga pendidikan di negara-negara Barat bersifat linear yaitu maju berkelanjutan tanpa batas dan tanpa mengetahui akhir ujung bentuk masyarakat dan peradaban yang diinginkan; sedangkan di negara-negara Timur termasuk Indonesia, pendidikan mempunyai potensi besar untuk bersifat siklik, yaitu mengedepankan interaksi (Agama: silaturakhim) untuk melakukan ikhtiar dalam kodratnya untuk semata-mata memperoleh ridhla Allah SWT. Dengan demikian, jelaslah kiranya bahwa konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara cukup menjanjikan solusi untuk mengatasi krisis multidimensi bangsa. Adalah tantangan dan tugas kita semua, para pelaku dan stake holder pendidikan untuk mampu menggali dan mengimplementasikannya; sementara pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional diharapkan mampu memfasilitasi dan membuat kebijakan kependidikan yang selaras dengan semangat pengembangan jati diri bangsa.

Ditengah kegamangan politik, ekonomi, sosial dan budaya maka dalam bidang pendidikan terdapat pertanyaan guru seperti apakah dewasa ini yang dianggap ideal bagi bangsa ini? Berbagai penelitian menunjukkan bahwa selama ini, walaupun telah mengalami berbagai fase perubahan kurikulum yang dibarengi dengan berbagai macam peraturan perundangan, masih saja kualitas pendidikan belum seperti yang diharapkan, terutama jika dilihat dari prestasi yang dibandingkan dengan prestasi pendidikan bangsa-bangsa lain. Walaupun hasil penelitian OECD tahun 2015 menunjukkan adanya inovasi pembelajaran, tetapi herannya mengapa prestasi belajar masih belum memuaskan? Penjelasannya adalah bahwa inovasi pembelajaran yang terjadi dan sudah mulai menampakan bentuknya merupakan kerja keras dan hasil dari pelaksanaan kurikulum KTSP beserta segala usaha inovatif lainnya seperti adanya projek-projek SEQIP, PEQIP, IMSTEP-JICA, Lesson Study, CTL, dst. Disorientasi bidang epoleksosbud ditengarai sebagai biangnya segala persoalan yang muncul dalam bidang pendidikan, sehingga mengaburkan bahwa inovasi yang berhasil dilakukan adalah baru langkah awal, sedangkan prestasi belajar adalah langkah berikutnya. Disorientasi epoleksosbud menyebabkan timbulnya anomali paradigma kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, yang pada gilirannya menghasilkan ketidakteraturan pola kehidupan masyarakat yang dapat berujung pada perikehidupan yang anarkhis dan mendegradasi peradaban bangsa.

Pengembangan pendidikan di Indonesia terkendala oleh adanya anomali paradigma pendidikan yaitu: pendidikan jangka panjang versus pendidikan jangka pendek, pendidikan terdesentralisasi versus pendidikan terpusat, pendidikan terbuka versus pendidikan tertutup, inovasi pendidikan versus status quo pendidikan, pendidikan sebagai kebutuhan versus pendidikan sebagai investasi, pendidikan yang melestarikan versus pendidikan yang konstruktif, pendidikan berorientasi proses versus pendidikan berorientasi hasil, pendidikan untuk semua versus pendidikan terkanalisasi, pendidikan berorientasi jati diri bangsa versus pendidikan berorientasi pasar dst. Selama anomali paradigma tersebut belum memperoleh solusinya maka selama itu pula persoalan pendidikan masih bersifat imanent dan latent.

Akibat lanjut dari adanya persoalan pendidikan yang belum tuntas maka berdampak pula pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar. Anomali paradigma pada gilirannya juga muncul dalam pengembangan pendidikan guru di Indonesia, misalnya: guru sebagai pengembang pendidikan versus guru sebagai pelaksana pendidikan, guru kelas versus guru mata pelajaran, guru pusat versus guru daerah, pendidikan guru concurant versus pendidikan guru consecutive, tanggung jawab masyarakat versus tangung jawab pemerintah, idealitas pendidikan versus pragmatisme pendidikan, dst.

Dengan kondisi seperti tersebut di atas maka banyak persoalan pendidikan yang menghadang didepan kita: kegamangan penerapan kurikulum, kontroversi (fungsi) ujian nasional, persoalan sertifikasi guru dan dipenuhinya jam mengajar, penguatan peran LPTK, sinergitas antar lembaga birokrasi pendidikan, persoalan penempatan guru, pengembangan profesionalitas guru, peran lembaga penjaminan mutu yang overlaping dengan peran LPTK, reformasi pendidikan, overlaping permendiknas, sustainabilitas dan akuntabilitas pendidikan, pemerataan pendidikan, partisipasi pendidikan, standar nasional pendidikan guru, pendidikan karakter dan karakter bangsa, dst.

Terdapat harapan dari apa yang disampaikan oleh Mendikbud Anies Baswedan bahwa pengembangan pendidikan guru akan dilakukan dengan memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan.


Yogyakarta, 9 April 2015


173 comments:

  1. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Pendidikan memiliki peranan penting dalam suatu kemajuan bangsa. Pendidikan tidak akan terlepas dengan pemuda begitu pula sebaliknya.

    ReplyDelete
  2. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Dewasa ini dunia pendidikan mendapat banyak sorotan karena gagalnya dalam pembentukan karakter dan moral generasi muda. Menghadapi hal tersebut banyak yang berlomba menciptakan media dan metode baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Media dan metode yang digunakan sebagian besar berkiblat pada era modern atau globalisasi dan meninggalkan budaya dan kekayaan bangsa sendiri. Hal itu semakin membuat generasi muda lupa dengan jati diri nya, jati diri Indonesia dan jati diri Pancasila. Dalam pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran hendaknya dikembalikan ke budaya bangsa, tidak meninggalkan budaya dan kekayaan bangsa indonesia, untuk memperbaiki jati diri yang sekarang mulai kebarat-baratan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  3. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Marsigit yang telah menulis tulisan ini. Melalui tulisan ini saya menjadi lebih terbuka dalam melihat kondisi pendidikan dan pendidikan guru saat ini. Dengan begitu saya menjadi tau apa saja yang perlu saya perbaiki sebagai calon guru dan juga sebagai pelaksana pendidikan guru. Sehingga saya dan teman-teman saya diharapkan bisa memperbaiki apa yang sekarang perlu diperbaiki dan apa yang perlu ditingkatkan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  4. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Dalam tulisan ini saya tertarik dengan pernyataan semboyan dari Ki Hajar Dewantara. Saya baru menyadari bahwa memang semboyan seperti itu hanya ada di Indonesia. Semboyan yang menunjukan bahwa pendidikan yang seharusnya bersifat siklik, dan kontinu. Setelah lebih memahami makna semboyan itu diharap saya dapat menerapkannya salam kegiatan mengajar dan belajar saya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  5. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan adanya globalisasi banyak dari aspek kehidupan di Indonesia yang terpengaruh, salah satunya adalah pendidikan. Pendidikan di Indonesia kini selalu menganggap bahwa pendidikan barat lebih baik. Padahal jika dicermati seperti apa yang disampaikan Prof Marsigit. Sesungguhnya Indonesia memiliki sistem yang lebih baik, dengan adanya sistem yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara. Yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani.

    ReplyDelete
  6. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan adanya konsep pendidikan yang telah digagas oleh Ki Hajar Dewantara, seharusnya permasalahan dalam pendidikan di Indoneisa dapat diminimalisir. Salah satunya dengan menerapkan kurikulum yang tepat sesuai dengan apa yang telah disampaikan beliau. Namun kenyataannya di Indonesia setiap kali ganti masa pemerintahan, ataupun ganti Mentri Pendidikan, selalu diiringi dengan pergantian kurikulum. Sehingga menurut saya, alangkah lebih baik jika kita menentukan suatu kurikulum yang dapat berlajan terus dengan menggunakan konsep yang diampaikan Ki Hajar Dewantara.

    ReplyDelete
  7. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mengenai anomali pendidikan tentang pendidikan terpusat vs pendidikan terdesentralisasi. Yang saya tangkap adalah tentang pengembangan pendidikan di pusat ataupun di daerah. Menurut saya alangkah lebih baik jika keduanya dapat berjalan berdampingan. Dimana dengan pendidikan terpusat, kita dapat mengembangkan pendidikan secara maksimal. Selanjutnya dengan pendidikan terdesentralisasi, setelah dikembangkannya pendidikan di pusat, dapat menerapkannya di daerah-daerah. Dan hal ini juga harus didorong dengan pembangunan insftastruktur di daerah.

    ReplyDelete
  8. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Keadaan pendidikan dan pendidikan guru saat ini di negri ini cukup memprihatinkan. Menurut pengalaman saya dengan dalih-dalih menjadikan guru adalah sahabat terdekat siswa justru membuat siswa menjadi berperilaku kurang sopan kepada guru karena siswa merasa seperti teman dan tidak memiliki batasan kepada guru. Guru bersahabat dengan siswa dengan batasan yang jelas kiranya tidak ada rugi agar guru dapat memahami karakter siswa, namun jika tidak ada batasan yang jelas maka akan membuat sikap dan mental siswa menjadi kurang baik.

    ReplyDelete
  9. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang baik harus diimbangi dengan karakter manusia yang baik pula. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan asli Indonesia yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Konsep ini adalah konsep yang hanya dimiliki Indonesia. Ketika di dunia barat hanya unggul ing madya mangun karsa maka kita memiliki potensi yang lebih karena kita memiliki dua modal yang mendukung ing madya mangun karsa yaitu ing ngarsa sung tuladha dan ing ngarsa sung tuladha. Oleh karena itu menjadi tugas kita sebagai calon pendidikan untuk berusaha mengimplementasikan kedua konsep yang tidak dimiliki oleh dunia barat tersebut.

    ReplyDelete
  10. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca artikel ini, saya menyadari bahwa Indonesia memiliki konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara yang merupakan konsep pendidikan yang sangat baik, yaitu konsep pendidikan yang seimbang antara “karakter manusia yang baik” dan “manusia berilmu pengetahuan yang baik”. Namun sayangnya, implementasi dari konsep Ki Hajar Dewantara masih belum terlaksana secara maksimal. Sudah saatnya kita menjiwai konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara dan sedikit demi sedikit melaksanakannya dalam pembelajaran sebagai sarana terdekat kita sebagai calon pendidik.

    ReplyDelete
  11. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penentu kemajuan bangsa. Hanya bangsa yang cerdas dan berkarakter kuat yang mampu mengatasi persoalan zamannya. Pendidikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan dan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu perlu adanya perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Namun dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dipungkiri akan banyak permasalah-permasalahan yang dihadapi salah satunya perkembangan IPTEK yang jika tidak dapat disikapi dengan baik akan menimbulkan permasalahan yang lebih serius. Selain itu ketidakpastian penerapan kurikulum juga merupakan hambatan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Pergantian kurikulum yang sangat sering saat ini tidak memikirkan dengan serius apakah siswa dan guru dapat menerima dan beradaptasi dengan sistem atau kurikulum yang baru tersebut.

    ReplyDelete
  12. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan di Indonesia tidak lepas dari pengaruh pergaulan internasional. Misal saja dalam pembelajaran matematika banyak mengadaptasi dari luar seperti RME (Realistic Mathematics Education) diadaptasi dari Belanda juga CTL (Contextual Teaching learning) yang diadaptasi dari Amerika. Salah satu penyebabnya adalah karena umur negara Indonesia yang masih relatif muda.

    ReplyDelete
  13. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Memang tidak dipungkiri dewasa ini masyarakat Indonesia tengah mengalami disorientasi dalam berbagai aspek. Dalam artikel ini disebutkan penyebabnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai karakter dan budaya bangsa Indonesia akibatnya segala sesuatu yang masuk dibiarkan masuk tanpa melalui proses filtrasi terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  14. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu upaya Presiden Joko Widodo untuk menanggulangi dampak pengaruh luar yakni dengan revolusi mental memang harus di dukung oleh seluruh elemen bangsa. Dalam dunia pendidikan revolusi mental sendiri telah diimplementasikan dalam kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  15. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu pembeda sistem pendidikan di Indonesia dan di barat adalah konsep kurikulum ang diusung. Dimana di Indonesia pendidikan tidak lepas dari konsep yang telah di usung oleh Ki Hajar Dewantara yakni ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani

    ReplyDelete
  16. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Konsep pendidikan yang ditawarkan oleh Ki hajar dewantara sangat relevan untuk mengatasi krisis dan disorientasi multidimensi. Hal ini dikarenakan dalam pengimplementasiannya menuntut ilmu bertujuan untuk mencapai Ridha Allah SWT. Ketika tujuan mencari Ridha Allah telah mendarah daging dalam hati maka setiap orangpun dalam mengambil keputusan akan selalu mempertimbangkan baik-buruknya.

    ReplyDelete
  17. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Disorientasi epoleksosbud ternyata memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam bidang pendidikan itu sendiri. Disini dijelaskan ternyata pemerintah telah mengalami beberapa pergantian kurikulum untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Usaha pemerintah berhasil dilihat mulai beragamnya inovasi pembelajaran akan tetapi itu tidak dibarengi dengan peningkatan prestasi belajar siswa dan salah satu penyebab rendahnya adalah disorientasi epoleksosbud

    ReplyDelete
  18. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dampak dari adanya disorientasi epoleksosbud adalah munculnya anomali paradigma pendidikan dimana pendidikan dari setiap segi dipandang berbeda-beda. Anomali pendidikan tadi kemudian menjadi penyebab terhambatnya pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru serta prestasi belajar siswa. Pandangan terhadap penempatan guru juga mengalami perbedaan sehingga berdampak pada kualitas pendidikan serta prestasi belajar siswa.

    ReplyDelete
  19. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dampak-dampak disorientasi epoleksosbud tadi kemudian memberikan permasalahan lainnya dalam aparatur pendidikan itu sendiri. Sehingga untuk menekan dampak lainnya dari lembaga kependidikan lainnya Mendikbud Anies Baswedan mengusulkan untuk mengembangkan pendidikan guru hal ini bertujuan untuk mengefektivitaskan proses pendidikan serta dalam proses penyelesaian masalah dalam bidang pendidikan itu sendiri.

    ReplyDelete
  20. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Permasalahan pendidikan di Indonesia dewasa ini sesungguhnya sangat komplek. Hal ini dikarenakan oleh kenyataan kompleksnya dimensi-dimensei eksternal pendidikan itu sendiri. Dimensi-dimensi eksternal pendidikan meliputi dimensi sosial, politik, ekonomi, budaya, dan bahkan juga dimensi global. Permasalahan pendidikan di Indonesia saat ini diantaranya yaitu Globalisasi, perubahan social, system kelembagaan pendidikan, profesionalisme guru.

    ReplyDelete
  21. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pemerataan pendidikan merupakan salah satu permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia saat ini. Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga Negara untuk memperoleh pendidikan.Saat ini kondisi pendidikan di Indonesia masih belum merata. Misalnya saja di kota-kota besar sarana dan prasarana pendidikan disana sudah sangat maju. Sedangkan di desa-desa hanya mengandalkan sarana dan prasarana seadanya. Bukan hanya masyarakat di desa saja yang masih tertinggal pendidikannya. Daerah-daerah di Indonesia timur bukan hanya sarana dan prasarana yang kurang tapi juga kurangnya tenaga pengajar sehingga sekolah-sekolah disana masih membutuhkan guru-guru dari daerah-daerah lain.

    ReplyDelete
  22. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih atas informasi yang Bapak berikan, saya jadi lebih mengetahui lebih mendalam tentang keadaan pendidikan dan pendidikan guru pada saat ini. Banyak sekali persoalan pendidikan yang belum tuntas sama seperti yang telah Bapak jelaskan dalam posting ini, dan persoalan itu pun harus diselesaikan agar pendidikan di negeri ini menjadi semakin baik.

    ReplyDelete
  23. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan adalah salah satu yang menjadi tolak ukur jati diri suatu bangsa. Adanya pendidikan yang berkualitas dalam suatu negara sangat didambakan oleh setiap warganegaranya. Namun pada kenyataannya persoalan-persoalan dalam dunia pendidikan terus muncul. Di Indonesia sendiri kegamangan pendidikan telah menjadi persoalan pelik yang baik disadari atau tidak mampu menimbulkan perubahan pada karakter dan budaya bangsa. Hal inilah yang memunculkan tanda-tanda krisis multidimensi bangsa. Namun dengan adanya konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, merupakan salah satu konsep yang digadang-gadang mampu menangani masalah krisis multidimensi bangsa dapat benar-benar menjadi konsep pendidikan yang mampu menangani masalah krisis multidimensi bangsa

    ReplyDelete
  24. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya sangat setuju dengan tulisan Prof Marsigit di atas, bahwa sebenarnya Bangsa Indonesia memiliki konsep pendidikan yang hebat yaitu konsep yang digagas oleh Bapak Pendidikan Indonesia KI Hadjar Dewantara yaitu “Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”. Konsep pendidikan tersebut sebenarnya lebih hebat dari konsep pendidikan bangsa-bangsa lain di luar sana, tetapi sangat disayangkan belum maksimal dalam pelaksanaannya, sehingga potensi besar bangsa Indonesia belum terkembangkan.

    ReplyDelete
  25. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam tulisan di atas dikatakan bahwa inovasi pendidikan di Indonesia telah berkembang, tetapi prestasi dari bangsa Indonesia belum terlihat mengalami peningkatan yang signifikan. Menurut saya, hal itu dikarenakan hasil mengikuti proses tetapi tidak dalam waktu yang singkat. Jadi, agar prestasi bangsa Indonesia dapat meningkat, baik guru, tenaga kependidikan, pemerintah, masyarakat, harus tetap terus berusaha untuk melakukan inovasi-inovasi terhadap pendidikan, jika itu dilakukan secara terus menerus, maka nantinya prestasi bangsa Indonesia juga dapat meningkat.

    ReplyDelete
  26. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Persoalan-persoalan pendidikan juga harus terus menerus diatasi agar pengembangan kualitas pendidikan dapat maksimal. Hal ini tentu membutuhkan dukungan dari banyak pihak, bukan hanya usaha dari pemerintah, tetapi juga harus dilakukan oleh pihak sekolah seperti kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lainnya, dan juga dari masyarakat. Jika persoalan-persoalan pendidikan cepat diselesaikan, maka pemerintah dapat lebih maksimal dalam usahanya mengembangkan kualitas pendidikan dari berbagai aspek

    ReplyDelete
  27. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Yaaa, kita tengah melihat fenomena pendidikan di Indonesia saat ini masih terseok-seok. Mencari pegangan sehingga dapat berdiri kembali. Sebuah lembaga atau sistem layaknya tubuh. Memiliki bagian dengan tugasnya masing-masing. Ketika tubuh itu jatuh, maka semua anggota tubuh harus berkoordinasi agar dapat berdiri kembali. Otak akan berpikir bagaimana cara untuk berdiri, mata untuk melihat keadaan sekitar, tangan akan bergerak mencari pegangan, kaki juga akan bergerak sehingga mampu menopang tubuh, dan lain sebagainya. Begitupun sebuah lembaga atau sistem, maka semua harus berkoordinasi secara serentak dan kompak.

    ReplyDelete
  28. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Dalam permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses telah dijelaskan bahwa salah satu teori yang dianut adalah teori mengajar Ki Hajar Dewantara yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Sehingga sudah semestinya teori tersebut tercermin dalam proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan permendikbud mengacu atau diturunkan berdasarkan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) yang merupakan rincian dari tujuan pendidikan nasional.

    ReplyDelete
  29. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Dalam permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses telah dijelaskan bahwa salah satu teori yang dianut adalah teori mengajar Ki Hajar Dewantara yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Sehingga sudah semestinya teori tersebut tercermin dalam proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan permendikbud mengacu atau diturunkan berdasarkan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) yang merupakan rincian dari tujuan pendidikan nasional.

    ReplyDelete
  30. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Baiknya kualitas suatu pendidikan dipengaruhi oleh pendidik dalam memberikan pembelajaran di kelas. sekarang ini ada program PPG bagi penigkatan kualitas guru, namun sekarang ini keadaan guru yang ada di daerah tertinggal dan daerah maju sangat berbeda, sehingga keadaan pendidikan di indonesia tidak merata, dengan adanya SM3T sangat baik untuk pemenuhan tenaga pendidik di daerah tertinggal.

    ReplyDelete
  31. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Kemajuan pendidikan Indonesia ada pada kesadaran setiap pelakunya, entah itu dari pihak pemerintah sampai kepada siswa bahkan masyarakat. Namun esensi pendidikan Indonesia yang menjadikan Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai jati dirinya kini sedang mengalami degradasi moral. Oleh karena itu, kesadaran kita semua sangat penting, maka tugas guru adalah untuk memperbaikinya malalui pendidan karakter. Revolusi karakter dapat menjadi salah satu caranya.

    ReplyDelete
  32. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 pendidikan Matematika A 2014

    Konsep pendidikan yang telah ada sejak dahulu yang telah di gagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani sesungguhnya konsep pendidikan yang lebih hebat dari negara-negara lain. Tetapi pada kenyataann, konsep tersebut tidak diterapkan secara utuh. di era zaman sekarang ini banyak pendidik yang sudah tidak lagi bisa menjadi panutan.

    ReplyDelete
  33. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pemerintah sudah berusaha menjadikan pendidikan di Indonesia lebih maju, dengan memperhatikan kesejahteraan guru serta sudah terdapat program yang dapat meratakan pendidikan di Indonesia yaitu program SM3T. Untuk program PPG sendiri diharapakan dapat meningkatkan kualitas calon-calon pendidik di Indonesia.

    ReplyDelete
  34. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Sebagian besar negara di dunia, pendidikan dijadikan indikator kemajuan suatu bangsa. Bahkan di negara-negara maju, pendidikan begitu diagung-agungkan dengan jalan terus meng-upgrade sistemnya maupun kualitasnya. Banyak orang begitu pesimis dengan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  35. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013
    Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Dengan begitu banyaknya masalah yang menjegal pendidikan Indonesia seperti yang disebutkan di atas, tak perlu kaget ketika orientasi masyarakat terhadap pendidikan di Indonesia begitu pasif. Berusaha memperbaiki pendidikan yang ada saat ini bukan berarti harus menurunkan sistem pendidikan di negara-negar maju. Kita harus bisa menyaringnya, mengambil yang baik dan membuang yang buruk untuk diterapkan dalam pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  36. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Indonesia memiliki konsep pendidikan ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Konsep ini hendaknya harus selalu diterapkan, karena ini salah satu aset bangsa yang membedakannya dengan konsep pendidikan di negara lain. Melalui konsep ini, diminta adanya interaksi yang baik dan berkualitas, baik secara horizontal (interaksi antara guru dan siswanya) maupun secara vertikal (interaksi antara pelaku pendidikan dengan Allah, untuk mencapai keridoan-Nya).

    ReplyDelete
  37. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan adalah suatu hal yang krusial. Melalui pendidikan, negara dapat mewujudkan salah satu dari empat tujuan bangsa, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak hanya itu, pendidikan mampu mencetak masyarakat yang berkualitas. Namun ini juga perlu ditunjang dengan pendidikan yang juga memiliki kualitas yang baik.

    Pendidikan yang baik juga ditunjang melalui kualitas guru yang baik. Pada saat ini, guru dituntut untuk dapat berinovasi di dalam pembelajarannya di kelas, sehingga peningkatan kualitas guru perlu dilakukan.

    ReplyDelete
  38. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    Pendidikan Matematika A 2014

    Globalisasi memang menjadi hal yang tidak dapat dihindarkan. Yang dapat kita lakukan hanya mengikuti arusnya agar tidak tertinggal dan terpuruk. Namun dalam mengikuti arus globalisasi ini kita harus mempunyai filter yang kuat dan berpegang teguh pada pedoman kita yaitu pancasila, UUD, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Jika tidak, maka identitas dan karakter bangsa Indonesia akan hilang. Dalam hal ini, pendidikan menjadi hal yang penting untuk kita agar dapat bertahan di era global ini, sehingga pendidikan harus selalu ditingkatkan kualitasnya. Peningkatan kualitas pendidikan harus selalu sejalan dengan konsep asli pendidikan Indonesia, salah satunya yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani, agar identitas dan karakter bangsa Indonesia tetap terjaga. Namun, dalam peningkatan kualitas pendidikan bukan hal yang mudah, banyak masalah yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama antara pemerintah, guru, dan masyarakat.

    ReplyDelete
  39. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    menurut saya, keadaan pendidikan dan pendidikan guru di indonesia masih mengkhawatirkan. banyak lulusan pendidikan guru yang masih dikatakan belum mampu menjadi seorang guru. ini menjadi catatan penting bagi guru maupun calon guru untuk mempersiapkan mental di kemudian hari.

    ReplyDelete
  40. Kusuma Wardani D.S
    1430124107
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendidikan memiliki peran yang cukup penting dalam mengembangkan potensi peserta didik agar emiliki akhlak yang mulia, berwawasan luas, bertaqwa, mandiri, dan cendekia. Dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut diperlukan kerjasama dari semua pihak salah satunya adalah peran guru dalam pembelajaran. Guru seharusnya menjadi fasilitator agar menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik.

    ReplyDelete
  41. Kusuma Wardani D.S
    1430124107
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam paradigma belajar (Moch. & Abdurrachman, 2007) siswa sebagi subjek dan pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi melainkan suatu proses yang harus digeluti, dipikirkan, dan dikonstruksi oleh siwa sendiri sehingga siswa sendirilah yang harus aktif. Sehingga pembelajaran disini bukan lagi aktif mentransfer pengetahuan melainkan bagaimana menciptakan kondisi belajar dan merencanakan jalannya pembelajaran dengan materi yang sesuai bagi siswa dan siswa dapat memperoleh pengamalaman belajar yang optimal.

    ReplyDelete
  42. Kusuma Wardani D.S
    1430124107
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran matematika tersebut juga ditentukan oleh perencanan pembelajaran yang baik dari guru itu sendiri mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran, pemilihan pendekatan dan metode pembelajaran yang sesuai sehingga memungkinkan siswanya terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  43. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hal yang perlu dilakukan untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia salah satunya adalah dengan menanamkan pendidikan karakter. Guru memegang peranan penting dalam hal ini. Guru yang berkualitas tidak hanya pandai dalam akademik saja, tetapi dia mampu mendidik siswa agar siswa memiliki nilai-nilai karakter. Dengan kata lain, guru disini berperan tidak sekedar sebagai “transfer of knowledge” akan tetapi sebagai “transfer of value”.

    ReplyDelete
  44. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Majunya teknologi yang membawa globalisasi di setiap negara menuntut kita untuk meningkatkan kualitas bangsa demi menyambut persaingan secara global. Beberapa tahun yang lalu gencar terdapat sekolah yang berbasis internasional, namun pada akhirnya dihilangkan karena belum sempurnanya sistem tersebut. Dengan kembalinya kita ke konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara, semoga siswa-siswa dapat mendalami jiwa kebangsaannya dan mampu bersaing secara internasional dengan membawa karakter bangsa Negara Kita dan tidak mudah hanyut dalam pengaruh negatif globalisasi.

    ReplyDelete
  45. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Globalisasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari, jika kita menghindari globalisasi maka kita akan dikucilkan oleh masyarakat dunia sehingga suka tidak suka kita harus menghadapi globalisasi. Globalisasi jangan dijadikan sebagai beban, akan tetapi dijadikan sebagai sebuah tantangan untuk memacu semangat perubahan agar menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  46. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Pendidikan di Indonesia memiliki banyak persoalan yang harus dihadapi seperti kegamangan penerapan kurikulum, kontroversi fungsi ujian nasional, persoalan sertifikasi guru dan dipenuhinya jam mengajar, penguatan peran LPTK, pemerataan pendidikan, partisipasi pendidikan, standar nasional pendidikan guru, pendidikan karakter dan masih banyak lagi. Maka dari itu perlu dilakukan revolusi mental yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo. Revolusi mental harus memperhatikan empat pilar yaitu: Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan BhinekaTunggal Ika. Dengan revolusi mental diharapkan kualitas lembaga pendidikan dan pendidik meningkat dan dapat menyelesaikan masalah - masalah pendidikan yang ada di Indonesia.

    ReplyDelete
  47. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan merupakan proses untuk mempersiapkan SDM di masa mendatang. Di tulisan ini disampaikan bahwa pendidikan Indonesia mengalami kegamangan, disorientasi. Mestinya hal ini harus segera menemui titik terang. Pasalnya saat ini Indonesia ditantang oleh zaman agar memiliki sistem pendidikan yang baik dan orientasi nya jelas. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan antara kebutuhan pasar dan jatidiri bangsa. Kedua hal tersebut layaknya harus disatukan dalam membangun sistem pendidikan.

    ReplyDelete
  48. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari pemaparan di postingan tersebut, telah dijabarkan beberapa masalah yang ada di dunia pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah Ujian Nasional (UN). UN saat in memang bukanlah syarat utama dan satu-satunya penentu kelulusan para siswa, tetapi menjadi salah satu syarat penentu kelulusan tersebut. Namun, UN masih menjadi momok bagi siswa. Mereka ketakutan tidak dapat nilai yang bagus, sehingga mengakibatkan mereka lebih mengutamakan untuk dapat memperoleh nilai yang bagus di UN mereka, dari pada mengutamakan pemahaman pada benak mereka terkait suatu kompetensi. Selain itu, ini membuat mereka hanya mempelajari suatu kompetensi matapelajaran yang di-UN-kan saja, tidak pada kompetensi yang lain.

    UN juga sarat akan digunakan berbagai macam cara untuk mendapatkan nilai yang bagus, termasuk cara yang tidak baik atau tercela, seperti mensontek atau membeli kunci jawaban dari pihak ketiga, yang entah kenapa kunci jawaban tersebut “mujarab”. Bagi siswa, ini dapat merugikan. Selain tidak membuat mereka “berkembang”, juga dapat mencederai kejujuran dari siswa-siswa sekolah.

    Sudah berkali-kali digadangkan bahwa UN akan dihapuskan. Akan tetapi masih perlu ditentukan solusi terbaik atau metode terbaik untuk dapat mengganti UN, karena UN ialah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam tingkat nasional.

    ReplyDelete
  49. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Konsep revolusi mental yang digemborkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo terutama saat kampanye memang begitu menarik perhatian. Revolusi mental dalam pendidikan diharapkan akan menghasilkan potensi besar untuk bersifat siklik, seperti dalam artikel di atas, yaitu mengedepankan interaksi untuk melakukan ikhtiar dalam kodratnya untuk semata-mata memperoleh ridhla Allah SWT. Allah SWT menjadi tujuan akhirnya. Apa artinya, siswa pandai matematika, juara olimpiade, tetapi hobi tawuran, mabuk-mabukan, berjudi, bahkan narkoba. Begitulah kalau guru dan siswa hanya mengejar akademik, memperjuangkan “nilai” dan “kelulusan” semata. Sesungguhnya revolusi mental lebih menekankan pada revolusi dari segi karakter yang tercermin lewat moral. Belajar adalah ibadah yang selayaknya akan mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Namun sayangnya khalayak menilai kualitas pendidikan lebih dilihat dari nilai Hasil Ujian Nasional. Jadi jangan heran kalau “mengejar nilai UN” menjadi aktivitas di atas segala-galanya.

    ReplyDelete
  50. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Pengembangan pendidikan saat ini, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain pengembangan kompetensi kepala sekolah, guru. Dan juga peningkatan kuakitas pendukung proses pembelajaran, seperti sarana prasarana. Namun, sekarang ini perlunya pemerataan kualitas pendidikan juga diperlukan. Karena dapat dilihat kualitas pendidikan masih belum merata. Hal ini juga diharapkan bisa menjadi prioritas pemerintah. Karena peningkatan mutu pendidikan sebaiknya diimbangi dengan pemerataannya.

    ReplyDelete
  51. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017
    Terima kasih banyak Pak Prof. Marsigit. Setelah membaca penjelasan ini, dan merenungkan pengalaman kami(saya) dengan kesaksian-kesaksian guru yang telah saya temui, memang demikian realitanya. Indonesia memiliki teori belajar yang bagus dari Ki Hadjar Dewantara tapi malah kurang dimaksimalkan dalam pengembangannya. Dan ada satu lagi masalah politis adalah kecenderungan "gengsi", yaitu seakan ada rasa enggan dari pengampu kebijakan untuk meneruskan program sebelumnya. Sehingga ada istilah "menteri baru, kurikulum baru".
    Terima kasih banyak Pak, atas paparan dan pencerahanya

    ReplyDelete
  52. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kegamangan Indonesia salah satunya memang kurangnya konsistensi terhadap kurikulum yang diterapkan. Indonesia kerap mengikuti perkembangan kurikulum dari luar namun tidak diikuti dengan kesiapan dari dalam. Sosialisasi memang sudah, tapi seharusnya jangan terburu-buru menerapkan jika belum 80% pelaksana pendidikan siap menerima peralihan kurikulum. Akibatnya, kurikulum berganti dengan cepat bahkan kembali lagi ke kurikulum sebelumnya, dengan meninggalkan beberapa persen skolah percobaan kurikulum baru. Hal seperti ini menyebabkan kebingungan di berbagai tingkat pendidikan, tidak hanya guru sebagai pelaku utama. Mahasiswa yang sedang melakukan penelitian, penerbit buku yang sedang mengembangkan karya baru, tak terkecuali para siswa di sekolah.

    ReplyDelete
  53. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Kondisi pendidikan Indonesia saat ini mengalami krisis, karena tidak memperhatikan kehidupan Indonesia yang majemuk dan tidak menggunakan pengetahuan yang secara nyata. Untuk itu sebagai manusia kita dituntut untuk selalu berpikir memecahkan berbagai macam problem-problem yang terjadi baik di masa kini maupun masa mendatang. Selain itu belum ada kekuatan dasar seperti alat untuk identifikasi suatu fenomena yang menerapkan pendidikan secara efektif. Menurut saya sebagian besar guru di Indonesia dalam mendidik hanya bersifat monoton. Banyak guru-guru yang tak paham akan media dalam proses pembelajaran. Padahal media sangat berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Media pendidikan dapat dipergunakan untuk membangun suatu pemahaman dan penguasaan objek pendidikan. Sangat setuju dengan harapan bapak Anies Baswedan bahwa pengembangan pendidikan guru akan dilakukan dengan memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya. Tetapi sebaiknya pelatihan pengembangannya tersebut dilakukan secara periodik.

    ReplyDelete
  54. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak atas penjelasan dan informasinya.
    Ki Hajar Dewantara telah menggagas konsep pendidikan yang sesuai dengan bangsa Indonesia. Jangan sampai konsep tersebut luntur akibat pengaruh dari luar. Yang diperlukan adalah karakter yang baik dan peningkatan kemampuan berpikir agar dapat mencegah lunturnya budaya bangsa akibat adanya pasar bebas dunia.

    ReplyDelete
  55. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dewasa ini masuknya budaya barat ke indonesia sangat deras. Tetapi masyarakat kita masih rendah dalam berpikir kritis. Cenderung menerima dan meniru secara utuh perilaku bangsa barat tanpa menyaringnya dan mempertimbangkan kecocokannya dengan budaya Indonesia. Saya setuju bahwa hal ini adalah salah. Seharusnya kita sebagai masyarakat Indonesia. Khususnya para pemuda harus lebih waspada dalam menyerap budaya barat. Menambah informasi itu boleh-boleh saja asalkan masih sesuai dengan norma bermasyarakat. Jangan sampai tujuan kita yang ingin mengubah Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju malah hancur di tengah jalan sebelum mencapai apa yang dicita-citakan. Salah satu contoh labilnya sikap bangsa kita terhadap budaya luar adalah dalam lingkup pendidikan. Kita lebih tergiur dengan sistem-sistem pendidikan dari luar negeri yang menjanjikan kesuksesan dengan mengesampingkan karakter pendidikan bangsa ini sendiri. Bahwa indonesia melalui gagasan Ki Hajar Dewantoro memiliki konsep pendidikan ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani yang memiliki arti yang sangat kuat dan menjadi suatu solusi bagi permasalahan pendidikan kita. Tergantung bagaimana sikap kita dalam memahami dan mengimplementasikannya. Dalam hal ini inovasi sangat diperlukan dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Seorang guru yang cerdas adalah ia yang selalu berinovasi dalam kegiatan pembelajaran.

    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  56. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Pak. Memang benar bahwa sistem pendidikan Indonesia masih jauh ketinggalan dengan negara-negara lain. Banyak hal yang perlu dibenahi, kurikulum yang terus berganti, sarana dan prasarana serta kualitas pendidik yang perlu ditingkatkan, dll. Namun menurut saya masalah terbesar pendidikan di Indonesia adalah kemerosotan moral. Pendidikan di sekolah belum mampu mensejajarkan kualitas akademik dengan kualitas moral siswa. Kita banyak menyaksikan siswa yang melakukan kekerasan terhadap guru dan begitupun sebaliknya. Apalah gunanya unggul pada pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, Sains, dll jika tidak dibarengi dengan sikap yang baik.

    ReplyDelete
  57. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Keadaan pendidikan di Indonesia belakangan ini memang sangat memprihatinkan. Hal ini sangat jelat terlihat dimana ada keragu-raguan dalam menerapkan kurikulum di sekolah. Pemerintah mempunyai program dan kurikulum yang sangat baik untuk siswa, namun dalam penerapannya pada dunia pendidikan di Indonesia masih kurang persiapan sehingga pada pelaksanaannya dilapangan baik itu siswa, guru maupun dosen merasa kesulitan.

    ReplyDelete
  58. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B 2017

    Saya setuju dengan pemaparan pada postingan ini. Pendapat saya, arus kebijakan pendidikan di Indonesia mengalami "eror" pada tahap implementasinya. Terlihat bahwa sesungguhnya Indonesia memiliki konsep pendidikan yang bagus, sebut saja trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantoro. Konsep yang begitu bagus belum dapat terimplementasi secara optimal.

    Kurikulum, terus berganti, malah seakan semakin susah mendekati konsep pendidikan yang sudah ada. Terus berganti, membingungkan bukan? tentu ini mempengaruhi kualitas pendidikan saat ini. Saya sangat setuju dengan harapan pada postingan ini, bahwa: "memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan".
    Di dalamnya disebutkan satu harapan dalam meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam menyelesaikan persoalan pendidikan. Secara pribadi, saya menaruh porsi yang lumaya besar pada harapan ini. Di mana menurut saya, di Indonesi masih minim peningkatan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya keterkagetan-keterkagetan yang muncul mengiringi lahirnya suatu kebijakan baru.

    ReplyDelete
  59. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Postingan ini sungguh telah menyadarkan saya. Selama ini, saya termasuk salah satu orang yang terus-menerus membandingkan pendidikan di Indonesia dengan pendidikan di negara-negara maju yang lain, dan pada akhirnya saya menganggap bahwa pendidikan di Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan pendidikan di negara-negara lainnya, dan kemudian saya menganggap bahwa prinsip-prinsip atau dasar-dasar pendidikan negara lain lebih baik daripada prinsip pendidikan di Indonesia, sehingga menginginkan agar Indonesia mengikuti gaya pendidikan negara luar. Tetapi saya salah. Indonesia sendiri ternyata sudah memiliki konsep pendidikan yang sangat baik yang digagas oleh tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, yakni ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Selama ini kita sudah sering mendengar kalimat-kalimat ini tetapi tidak memahaminya dengan baik, bahwa ternyata konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara tersebut menjanjikan untuk dapat mengatasi masalah-masalah pendidikan di Indonesia, hanya saja selama ini kita bangsa Indonesia belum melaksanakan konsep pendidikan tersebut dengan baik dan maksimal. Oleh karena itu, marilah kita sebagai generasi pendidikan bangsa Indonesia menggali lebih dalam lagi konsep pendidikan asli dari negeri kita sendiri dan menerapkannya, sehingga suatu saat nanti kualitas pendidikan di Indonesia dapat disejajarkan dengan kualtias pendidikan di negara maju lainnya.

    ReplyDelete
  60. BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Pada dasarnya dari tulisan ini, saya berfikir untuk mengajak segenap para calon guru di masa yang akan dating untuk kembali menggunakan produk kita sendiri yang pada dasarnya bisa dikatakan lebih baik daripada produk luar. Karena dengan itu, kita bisa dijadikan contoh oleh anak-anak yang kita ajar guna mencintai karya local dalam segala hal. Salah satunya yaitu mulai mengkaji kembali teori belajar menurut Ki Hajar Dewantara yang pada dasarnya sangat berbeda sekali dengan apa yang kita lakukan saat ini. 3 Filosofi yang diberika oleh bliau merupakan sekelumit saja dari teori pembelajaran Ki hajar Dewantara. Pada kajian yang say abaca, terdapat juga 3N dalam belajar anak yaitu –Ngerti, Ngrasa, Nglakoni (Mujito, 2014) yang merupakan salah satu turunan dari Sistem Among. Among memiliki makna menjaga kelangsungan hidup batin siswa dengan mendampingi dan mengarahkan. Bukan hanya membiarkan perkembangan siswa namun juga menjaga agar keadaan batin siswa tetap dalam keadaan baik (Sudjana, 2011: 13, 48, 76). Jadi masih banyak sekali metode-metode pengajaran yang dicontohkan oleh Ki Hajar Dewantara agar pembelajaran di Indonesia memang murni dari pembelajaran orang Indonesia sendiri yang lebih mengetahui keadaan masyarakat Indonesia dibandingan dengan pembelajaran orang asing.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  61. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Saya sangat sependapat dengan pemaparan Prof Marsigit diatas, saya pun merasa bahwa esensi pendidikan Indonesia yang menggunakan jati dirinya sendiri sesuai Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sedang mengalami krisis moral yang sangat memprhatinkan seiring dengan perkembangan zaman. Pragmatisme dan hedonisme benar-benar memberikan pengaruh terhadap karakter siswa. Maka dari itu, telah menjadi tugas guru untuk mendidik siswa melalui pendidan karakter.

    ReplyDelete
  62. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B 2017

    Menanggapi perihal keadaan pendidikan di Indonesia yang masih memiliki beberapa PR yang harus dikerjakan dan ditingkatkan baik itu untuk para pendidik, metode pengajaran, perkembangan teknologi, serta pengembangan karakter anak didik. Begitu sangat kompleks yang dihadapi namun sejauh ini semua jajaran yang berkecimpung dalam dunia pendidikan terus mengupayakan adanya peningkatan dalam bidang pendidikan di Indonesia. Menurut saya pribadi, aspek yang saat ini sangat penting untuk diperhatikan yaitu pembangunan dan pengembangan karakter bagi para ilmuwan atau semua stake holder dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan jika dalam diri individu tersebut memiliki karakter positif, seperti sikap integritas pada area akademik maka ia mampu membentengi diri dari pengaruh nilai-nilai atau idealisme di luar falsafah dari bangsanya sendiri. Dengan begitu, orang-orang yang sudah mengenyam pendidikan tetap memiliki jati diri dengan berpedoman pada falsafah bangsanya dan sulit untuk digoyahkan oleh pihak manapun. Sebagaimana anjuran dalam Agama Islam untuk menuntut ilmu walau sampai ke negeri Cina. Statement tersebut bermakna bahwa pengetahuan telah tersebar luas ke seluruh penjuru negeri, hanya saja kita yang harus selalu mawas diri dan menjaga jati diri bangsa sendiri. Perkembangan teknologi seperti saat ini juga dapat berdampak secara positif dimana memudahkan individu dalam mengakses ilmu pengetahuan dari berbagai sumber.

    ReplyDelete
  63. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum, Wr.Wb
    Dengan membaca postingan bapak ini, saya sebagai calon guru nantinya akan waspada terhadap masalah pendidikan nantinya. Postingan ini memberi wawasan mengenai pendidikan saat ini yang terjadi di Indonesia khususnya, banyak ananomali paradigma yang membuat kegamangan. Dengan anomali yang banyak tersebut belum memperoleh solusinya maka selama itu pula persoalan pendidikan masih bersifat imanent dan latent. Akibat lanjut dari adanya persoalan pendidikan yang belum tuntas maka berdampak pula pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar. Selain itu banyak juga anomali mengenai pendidikan guru. Dengan kondisi seperti tersebut di atas maka banyak persoalan pendidikan yang menghadang didepan kita: kegamangan penerapan kurikulum, kontroversi (fungsi) ujian nasional, persoalan sertifikasi guru dan dipenuhinya jam mengajar, penguatan peran LPTK, sinergitas antar lembaga birokrasi pendidikan, persoalan penempatan guru, pengembangan profesionalitas guru, peran lembaga penjaminan mutu yang overlaping dengan peran LPTK, reformasi pendidikan, overlaping permendiknas, sustainabilitas dan akuntabilitas pendidikan, pemerataan pendidikan, partisipasi pendidikan, standar nasional pendidikan guru, pendidikan karakter dan karakter bangsa, dst. Dengan demikian, saya sebagai calon guru harus mengetahui masalah pendidikan yang sekarang terjadi, agar saya bisa mengatasi atau menghindari masalah yang sama untuk kedepannya. Terdapat harapan dari apa yang disampaikan oleh Mendikbud Anies Baswedan bahwa pengembangan pendidikan guru akan dilakukan dengan memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan. Semoga kedepannya pendidikan guru akan meningkat sesuai yang diharapkan Mendikbud.

    ReplyDelete
  64. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Menarik mengulas tulisan di atas. Derasnya arus globalisasi termasuk terciptanya pasar bebas antar negara memberikan peluang sekaligus tantangan yang besar bagi Indonesia untuk dapat bersaing dengan negara lain. Pendidikan merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas SDM sehingga Indonesia dapat bersaing dengan negara lain. Namun sayangnya pendidikan di Indonesia saat ini masih mengalami berbagai permasalahan. Kebanyakan konsep pendidikan kita menganut konsep dari luar yang kurang memperhatikan kebudayaan kita sendiri. Hendaknya pendidikan berlandaskan pada karakter bangsa kita sendiri agar adat dan budaya kita tidak ikut tergerus dalam arus globalisasi. Saya setuju bahwa konsep pendidikan yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara dapat menjadi salah satu solusi bagi permasalahan pendidikan kita. Kemudian masalah selanjutnya ialah bagaimana kita dapat mengaplikasikan konsep tersebut agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

    ReplyDelete
  65. Junianto
    17709251065
    PM C

    Ketika berbicara tentang masalah pendidikan di Indonesia tentu tidak akan pernah selesai. Sehingga menurut saya, yang harus menjadi fokus saat ini adalah mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya. Hampir semua pakar pendidikan bahkan kalangan non-pendidikan mengetahui masalh pendidukan di Indonesia. Namun, tidak semua orang tahu bagaimana cara mengatasi maslah tersebut. Bahkan ketika kita sudah tahu solusiya pun belum tentu bisa diterapkan dengan baik. Maka dari itu, solusi dan cara merealisasikannya menjadi hal yang sangat utama untuk segera dilaksanakan.

    ReplyDelete
  66. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A

    Bicara tentang permasalahan pendidikan di Indonesia tidak akan pernah ada habisnya. Arus globalisasi yang masuk ke Indonesia pun berdampak kepada pendidikan Indonesia. Indonesia yang masih mengadopsi pendidikan seperti di luar negeri dinilai belum cukup mampu menyesuaikan dengan karakter bangsa ini. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memberikan kebermaknaan kepada penuntut pendidikan dan pihak yang terkait. Oleh karena itu, perlu adanya kemantapan kebijakan pendidikan Indonesia yang dapat diterapkan oleh tenaga pendidik di Indonesia.

    ReplyDelete
  67. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Berbicara masalah pendidikan di indonessia memang adalah topik yang tidak akan ada habisnya, banyak kajian, penelitian, dan pendapat ilmiah yang diutarakan oleh para pakar pendidikan yang bisa digunakan sebagai acuan dalam memajukan sistem pendidikan di negera ini, namun yang perlu menjadi perhatian penting sampai saat ini adalah bagaimana pelaku pendidikan (guru) bisa sejahtera terutama guru-guru yang telah mengabdikan dirinya dalam waktu yang sudah berjalan dalam puluhan tahun yang telah banyak mempelopori lahirnya para akademisi dan politisi sukses di negera ini yang sampai saat ini masih miris kalau ditinjau dari aspek kesejahteraan hidupnya.

    Wassalamu'alaikum wr.wb

    ReplyDelete
  68. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Artikel yang menarik untuk disimak karena dengan membicarakan masalah pendidikan berarti telah menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan di Indonesia. Pendidikan di Indonesia sampai saat ini seakan kehilangan jati diri yang sebenarnya. Masih terombang-ambing ditengah derasnya pengaruh dari luar. Dengan keadaan pendidikan Indonesia yang seperti ini, tentunya sedikit banyak akan berdampak pada kualitas pendidikan di Indonesia. Misalnya pada hasil riset TIMMS yang menunjukkan prestasi siswa Indonesia hanya mencapai peringkat 41 dari 45 negara peserta.
    Walaupun telah berbagai macam usaha yang dilakukan, akan tetapi masih saja kondisi pendidikan Indonesia belum mampu bersaing di dunia global. Untuk itu, diperlukan usaha yang lebih, terutama bagi para pelaku pendidikan untuk bangkit dan menggali pendidikan Indonesia yang berlandaskan karakter bangsa.

    ReplyDelete
  69. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Ada beberapa hal yang saya pahami dari postingan ini. Salah satunya adalah bahwa sebenarnya Indonesia memiliki identitasnya sendiri untuk mengembangkan sistem pendidikan di Indonesia. Namun pada kenyataannya, sistem pendidikan di Indonesia kini dipengaruhi oleh berbagai paham isme-isme yang dianut oleh negara Barat. Bahwa sebenarnya Indonesia memiliki semboyan dalam dunia pendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu ing ngarsa sung tuladha (di depan sebagai teladan), ing madya mangun karsa (di tengah menumbuhkan motivasi), dan tut wuri handayani (di belakang mendorong), sedangkan negara Barat jika dikaji secara umum hanyalah menganut ing madya mangun karsa. Hal ini mengindikasikan bahwa di negara Barat tidak menempatkan guru sebagai teladan untuk muridnya. Sedangkan pendidikan di Indonesia semestinya tetap memegang teguh semboyan tersebut. Maka alangkah baiknya jika pendidikan guru di Indonesia mengedepankan juga pendidikan moral dan agama, sehingga murid dapat mengeksplor dan mengembangkan atau menemukan ilmunya dengan bebas namun tetap dalam batas, sehingga tidak menyalahi keberadaan Tuhan.

    ReplyDelete
  70. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dengan telah terbukanya pergaulan dunia, maka dengan ini sudah terbukalah batas batas antar Negara dan status masyarakat sekarang telah menjadi masyarakat gobal. Meskipun telah menjadi salah satu masyatakat global, akan lebih baik jika masyarakat Indonesia tetap memiliki karakteristiknya sendiri. Salah satunya adalah karakteristik di bidang pendidikan yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara. Adapun konsep yang dibawa oleh beliau adalah ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Akan menjadi nilai lebih yang dimiliki bang Indonesia jika mampu mengaplikasikan konsep pendidikan tersebut. Semua system saling mendukung baik system tersebut merupakan system yang berada di depan ditengah maupun dibelakang.

    ReplyDelete
  71. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalalmu'alaikum wr.wb

    Disorientasi ipoleksosbud (ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya) tidak disadari oleh kebanyakan orang. untuk menghadapi bergesernya orientasi pendidikan, apakah hanya melibatkan orang-orang yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi? mungkin kita sekarang juga lebih bisa memikirkan bagaimana caranya agar sebagian besar rakyat juga bisa memahami hal tersebut. walaupun kita tidak bisa memaksakan, khususnya bagi orang-orang tua dan saudara-saudara kita yang tinggal di daerah terpencil, kadang mereka tidak peduli dengan hal-hal semacam itu.

    ReplyDelete
  72. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Penanaman karakter hendaknya dimulai sejak dini pada masyarakat Indonesia ini tak lain melalui pendidikan di rumah. Namun berdasarkan pengalaman terjun langsung ke salah satu sd di tengah kota Yogyakarta, karakter anak sudah mulai terlihat condong ke arah tidak baik. Banyak kata kata terlontar dari mulut kecil mereka kata kata yang tidak pantas diucapkan untuk anak sebelia mereka. Hal ini tidak terlepas dari lingkungan social tiap hari anak bersosialisasi. Lingkungan keluarga merupakan kunci anak dapat membentuk karakter keindonesiannya. Anak lebih banyak menghabiskan waktu dilingkungan rumah dan sekitarnya dari pada di lingkungan sekolah. Sehingga lingkungan sekolah hanya memiliki peran yang sedikit dalam penanaman karakter dibandingkan dengan lingkungan rumahnya. Jika pihak sekolah dengan pihak orang tua siswa tidak mengkomunikasikan dengan baik tentnag penanaman karakter ini, sepertinya akan mustahil konsep pendidikan berkarakter Indonesia ini akan terwujud.

    Selain itu terdapat juga paradigm sekolah disalah satu daerah di boyolali bahwa orangtua siswa berpandangan bahwa anaknya yang bersekolah di sekolah luar negeri (swasta) lebih bagus dari pada jika disekolahkan di sekolah negeri. Kenyatan ini menimbulkan akibat sekolah di desa tempat anak sekolah dasar tersebut menetap kekurangn siswa.tak jarang juga terdapat kelas yang tidak ada muridnya bahkan sampai ada yang terancam akan ditutup karena tidak ada siswa.

    ReplyDelete
  73. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Terkait dengan pendidikan guru saat ini. Guru yang mendapat tugas di daerah yang terpencil tersebut kurang dalam melakukan profesionalismenya sebagai seorang guru. Hal ini tercemin ketika masuk sekolah yang dimolorkan hingga 30 menit dari awal masuk. Jam pulang yang dicepatkan dari biasanya serta adanya jam kosong yang mana anak dibiarkan bermain tanpa pengawasan. Selain itu juga sarpras sekolah yang tidak memenuhi/ tidak layak. Walaupun pihak kepala sekolah telah meminta ke dinas pendidikan setempat. Hal ini menunjukkan kurang efektifnya birokrasi pendidikan sehingga perlu adanya peninjauan ulang terhadap birokrasi yang terkait agar kualitas pendidikan dapat meningkat.

    ReplyDelete
  74. Insan A N/ PPs S2 PM C 2017
    Paradigma dalam memandang pendidikan dewasa ini sangat berpengarh dalam pelaksanaan nya dilapangan. Stake holder dan pelaksana pendidikan memandang bahwa pendidikan dewasa ini masih berorientasi jangka pendek,sistem masih bersifat materialis. Hal ini mudah dilihat dari bagaimana sistem sertifikasi, pemenuhan jam mengajar, dll. Hal ini menjadikan guru atau pendidik berfokus pada sertifikasi dan pemenuhan material lainnya, daripada berfokus pada pengembangan diri siswa.

    ReplyDelete
  75. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menilik kembali oernyataan Pak Marsigit mengenai KTSP yang sebenarnya telah membawa angin segar bagi perkembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia, berdasarkan tukar pikiran bersama beberapa guru dan seorang kepala sekolah dasar di tanah kelahiran saya, beliau berargumen bahwa sebenarnya KTSP sangat progresif di sekolah mereka. KKEmajuan sekolah mulai dapat terlihat, di sisi lain pemerintah mulai mengubah konsep kurikulum yang mau tak mau harus diikuti oleh seluruh sekolah. Ibu kepala sekolah di sana berpendapat mengenai kebijakan pengelolaan sekolah yang sangat fleksibel di zaman pemberlakuan KTSP, sehingga sekolah dapat mengembangkan diri secara bebas dan maksimal sesuai zona perkembangan dan kemajuan yang mungkin dicapai. Namun menilik kebijakan manajemen sekolah saat ini, lebih ribet dan membatasi sekolah. Andaikan sekolah membutuhkan es campur untuk siswa-siswanya. Namun peraturan hanya membolehkan sekolah untuk berbelanja es teh atau es jeruk saja misalnya, padahal itu semua tidak dibutuhkan sekolah. Oleh sebab itu, manipulasi dilakukan demi tercukupinya kebutuhan siswa maupun kebutuhan sekolah. Sehingga beliau menilai dan lebihasertif terhadap kebijakan yang berlaku saat KTSP tengah berjaya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  76. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Jika berbicara mengenai pendidikan guru, dewasa ini memang sangat digencarkan pendidikan untuk guru yang telah mengabdi di sekolah untuk dapat memenuhi kualifikasi seorang pendidik. Banyak beasiswa dan program kerja sama yang ditawarkan baik dari kemendikbud maupun kemenag demi mengentaskan pendidikan guru sekolah maupun guru madrasah. Hal ini disambut baik oleh sekolah-sekolah, banyak diantaranya menyekolahkan guru-guru mereka untuk lebih meningkatkan kualitas pendidik mereka. Saat kita memandang pendidikan di Indonesia, kita tidak bisa memandangnya secara parsial maupun hanya sebatas region tertentu. Hal ini tentu dilatarbelakangi pendidikan berjalan sebagai sistem, bukan sebagai suatu program yang berdiri sendiri dan Indonesia adalah negara kepulauan, sehingga monitoring dan evaluasi yang dilakukan haruslah menyeluruh. Kita tidak boleh menutup mata terhadap perkembangan pendidikan di daerah 3T, dengan adanya program SM3T yang dicanangkan oleg pemerintah memberikan harapan baru semoga pendidikan di Indonesia dapat berubah menjadi yang lebih baik lagi. WAllahu a'lam

    ReplyDelete
  77. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Masalah pendidikan di Indonesia selalu menjadi hal yang menarik untuk di bahas. Setiap 5 tahun sekali selalu saja ada perubahan yang dilakukan pemerintah dengan tujuan untuk menaikkan mutu pendidikan. Apakah tidak bisa dilakukan sebuah ujicoba terhadap peraturan yang baru tersebut di satu sekolah atau daerah terlebih dahulu? jika berhasil barulah diterapkan di semua sekolah yang ada di Indonesia. Setiap siswa dan guru di daerah mempunyai tantangan sendiri dalam mencapai target yang diinginkan pemerintah pusat.

    ReplyDelete
  78. Lembaga Pendidikan Tenaga Kerja
    Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Sebagai negara yang masih berkembang, persolan pendidikan menjadi salah satu topik penting untuk dibahas dan dievaluasi setiap tahunnya. Permasalahn tersebut dapat diatasi dengan adanya kesadaran dari masyrakatnya itu sendiri. Dengan memberikan masukan seperti yang bapak tulis, merupakan sumbangan kepada dunia pendidikan yang memang diperlukan oleh bangsa ini. Kesadaran siswa dalam menuntut ilmu dan kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan bagi anak juga dirasa sangat perlu untuk ditingkatkan. Merubah paradigma dari pendidikan untuk investasi ke pendidikan sebagai kebutuhan merupakan hal penting yang dapat mengurangi permasalahan di dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  79. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih prof. Marsigit atas postingan di atas. Ulasan di atas menyadarkan kita bahwa keadaan pendidikan dan pendidikan guru saat ini terjadi kegamangan yang disebabkan karena keraguan penetapan komitmet pada konsep pendidikan yang berkarakter. Disorientasi yang terjadi pada bidang epoleksosbud, memang tidak dapat dipungkiri dan telah menjadi salah satu faktor yang membuat pendidikan di Indonesia menjadi tidak ke indonesiaan, seperti yang pernah diutarakan oleh Ki Hajar Dewantoro. Padahal, pendidikan merupakan kunci yang berpengaruh besar terhadap kesuksesan dan kemajuan suatu bangsa, karena negara lain melihat sejauh mana masyarakat di indonesia mampu bersaing secara global, baik secara nasional maupun di kancah internasional. Hal itu juga tidak telepas dari para tenaga kependidikan yang juga harus mumpuni dan berkompeten dalam melaksakan proses pendidikan kepada para peserta didik. Pembuat kebijakan tertinggi pun haruslah tegas dan kuat dalam menghadapi segala pengaruh dari luar, serta memahami dan memiliki jiwa 4 pilar yakni pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Dengan begitu, pengembangan pendidikan dan pendidikan guru mampu meningkatkan kualitasnya dari jaman ke jaman.
    Wassalamualaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  80. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum wr.wb. dan
    Selamat Malam,

    Pendidikan sangat berperan penting dalam pembangunan bangsa, namun hingga kini pendidikan masih menjadi salah satu persoalan bangsa Indonesia yang hingga kini belum ketemu titik terang pemecahannya. Segala macam cara, perubahan, dan perbaikan sudah dilakukan namun hasilnya masih belum memenuhi harapan yang diinginkan. Pendidikan Indonesia seharusnya berlandaskan pada landasan negara kita sendiri (yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika) yang sudah sesuai dengan karakter dan budayanya, jangan berlandaskan landasan negara lain yang tidak sesuai dengan karakter dan budaya bangsa Indonesia. Karena jika demikian generasi-generasi yang akan dihasilkan pun tidak akan seperti yang harapkan, mereka akan lebih berkarakter dan berbudaya bangsa lain ketimbang berkarakter dan berbudaya Indonesia serta mereka pun akan lupa dengan karakter dan budaya bangsanya sendiri. Oleh karena itu, pendidikan menjadi masalah yang tiada henti-hentinya mendapat perhatian dan dicari solusinya demi kebaikan bangsa & negara, dan karena itu pemerintah beserta pihak-pihak yang berada dalam lingkungan pendidikan perlu terus bekerja sama mencari atau memperbarui pendidikan Indonesia sehingga nantinya mampu menghasilkan generasi-generasi yang berkarakter Indonesia.

    Selamat Malam, dan
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  81. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B 2017

    Pendidikan merupakan hal yang sangat berharga bagi suatu bangsa yang akan menentukan kualitas dan mutu suatu bangsa. Kegagalan pendidikan suatu bangsa adalah kegagalan perkembangan suatu bangsa.
    Sangat disayangkan, bangsa Indonesia belum berhasil dalam pendidikannya. Keberhasilan pendidikan di Indonesia bergantung pada semua elemen yang ada di dalamnya. Salah satunya adalah tidak meratanya pendidikan di Indonesia (kualitas dan kuantitas guru di berbagai daerah di Indonesia).
    Pemerintah memiliki banyak strategi dalam menanganinya, salah satunya dengan adanya beasiswa bagi calon guru. Agar nantinya tercetak guru-guru yang berkualitas dan profesional dibidangnya. Sehingga guru tidak hanya sekedar memberikan asupan materi saja, namun juga sebagai pemikir untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  82. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Terkait pendidikan di indonesia dihantui berbagai macam masalah.Terkait dengan berbagai macam fasilitas dan media seperti gedung misalnya.Banyak gedung yang telah rusak dan tidak layak untuk ditempati.Bagian atap gedung bocor ketika hujan.Ini salah satu masalah yang harus perlu diselesaikan.Sampai ada lokasi belajarnya dipindahkan ke rumah-rumah.Keadaan pendidikan indonesia juga belum merata.Perlu kita menatap lebih dalam tentang kondisi sekolah diberbagai polosok daerah.Sepertinya masih yang belum terisolir, misalnya jalan yang ditempuh oleh anak-anak ke sekolah bagi daerah terpencil masih sangat menyedihkan.Mengenai pendidikan guru sekarang sudah jauh dari kata menciptakan guru yang profesional.Jadi, bagaimana mungkin bisa menciptakan murid atau siswa yang cerdas?Yang perlu dibangun untuk menjadi pondasi yang kuat bagi pendidikan di negeri ini, mungkin dari sisi karakter atau sifatnya.Betapa banyak orang cerdas, namun karakternya masih kurang indah.Saya sangat setuju yang dikatakan oleh bapak bahwa pendidikan harusnya mengedapan agama (silaturrakhim) untuk melakukan ikhtiar dalam mencari ridho Allah semata.Dan saya berpikir bahwa itulah yang seperti kurang dalam pendidikan ini.Semoga keadaan pendidikan dan pendidikan guru menjadi sesuatu yang diharapkan.

    ReplyDelete
  83. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Sedikit saja mencermati apa yang terjadi di dunia pendidikan kita saat ini, barang kali kita akan langsung tersadar bahwa pendidikan di Indonesia saat ini bisa dikatakan tengah dalam permasalah yang cukup kompleks. Mimpi besar untuk menjadi salah satu negara yang maju di dunia pendidikan seringkali tidak diimbangi oleh kerjasama yang sinergi dari semua pihak yang berkepentingan di dunia pendidikan itu sendiri. Oleh sebab itu, andaikan semua pihak di dunia pendidikan baik itu pemerintah, sekolah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat saling bahu - membahu membentuk kerjasama yang sinergi, berkerja dengan tulus ikhlas untuk memajukan dunia pendidikan sesuai dengan bidang kerja masing-masing, bukan tidak mungkin sedikit demi sedikit permasalahan ini akan terurai dan dunia pendidikan Indonesia akan mengalami kemajuan dan akan menjadi salah satu negara yang diperhitungkan di dunia pendidikan internasional.

    ReplyDelete
  84. Riandika Ratnasari
    17709251043
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Mengubah itu butuh waktu dan waktu itu bergantung pada ruang. Waktu itu tak terbatas dan berjalan. Keputusan menjadi yang terpenting untuk mengubah sebuah kebiasaan. Keputusan di ambil berdasarkan pengalaman yang di peroleh. Oleh karena itu, pengalaman pada dunia pendidikan di Indonesia ini sangat banyak, dari kurikulum yang berganti dan birokasi yang sulit. Hal ini membuat guru tidak fokus untuk mengajar namun untuk melengkapi aturan yang di tetapkan pemerintah. Mimpi yang tinggi itu perlu, tapi kita juga harus melihat kenyataan. Karena kenyataan kadang tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Mengubah pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik hanya dapat di mulai dari diri kita sendiri dan perlunya menanamkan budaya serya cinta tanah air. Karena dengan budaya kita dapat mengenalkan negara kita di kancah Internasional dan dengan cinta tanah air akan membuat orang untuk berfikit memajukan negaranya di mulai dari pendidikan.
    Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmu yang diberikan .

    ReplyDelete
  85. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Hal yang paling menarik perhatian saya adalah ternyata indonesia masih gamang dalam menentukan konsep pendidikan karekter. Karena saat ini di Indonesia masih dipengaruhi oleh sistem pendidikan dari barat. Padahal Ki Hajar Dewantara telah menetankan tiga konsep pendidikan yang sangat linier dengan karakteristik dan budaya orang indonesia. Namun kita tetap menjadikan Pendidikan barat sebagai kiblat utama. Sehingga akibat dari itu semua marwah bangsa Indonesia mulai terkikis. Sehinnga diharapkan Kementerian Pendidikan Nasional dapat memfasilitasi pendidikan Indonesia ke ranah yang lebih baik.

    Demikia, terimakasih.

    ReplyDelete
  86. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Keadaan pendidikan saat ini memang bisa dibilang sangat gamang. Terlihat dari pemerataan kurikulum yang belum sempurna. Saat ini sekolah nasional menjadi terbagi tiga, ada yang kurikulum 2013 revisi, kurikulum 2013, dan bahkan masih ada yang menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan, sedangkan evaluasinya sama-sama menggunakan Ujian Nasional yang notabenenya semua kemampuan siswa dianggap sama. Hal ini menimbulkan kegamangan terutama bagi siswa yang sekolahnya masih menerapkan ktsp.

    ReplyDelete
  87. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Guru merupakan garda terdepan untuk menuntun generasi bangsa menjadi generasi yang lebih baik. Namun, peran LPTK sebagai lembaga yang merupakan gerbong pengantar guru ke pada misi mulianya. LPTK banyak memiliki PR terhadap kualitas guru. Namun, selain LPTK yang memiliki tanggung jawab terhadap kualitas guru, kita juga harus melihat peran pemerintah sebagai pemberi ruang terhadap inovasi guru. Jika kualitas guru telah baik, namun kebijakan pendidikan tidak didasarkan pada keleluasaan guru dalam berinovasi tentu menjadi hal yang mustahil dalam mengembangkan pendidikan. Bagi saya, banyak aspek yang mempengaruhi kualitas guru.

    ReplyDelete
  88. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017

    Terima kasih prof untuk ulasannya. Saya juga merasakan bahwa arah pendidikan kita masih gamang mau dibawa kemana. Seperti yang prof katakan, "pendidikan jangka panjang versus pendidikan jangka pendek, pendidikan terdesentralisasi versus pendidikan terpusat, pendidikan terbuka versus pendidikan tertutup, inovasi pendidikan versus status quo pendidikan, pendidikan sebagai kebutuhan versus pendidikan sebagai investasi, pendidikan yang melestarikan versus pendidikan yang konstruktif, pendidikan berorientasi proses versus pendidikan berorientasi hasil, pendidikan untuk semua versus pendidikan terkanalisasi, pendidikan berorientasi jati diri bangsa versus pendidikan berorientasi pasar dst." Kita juga terkesan belum percaya diri untuk mengembangkan Pancasila beserta budaya bangsa sebagai identitas pendidikan kita, dan justru melihat rumput tetangga lain, mengadopsi pendidikan dari negara-negara lain dan mencampur adukkannya tanpa melihat apakah hal tersebut sesuai dengan karakater dan kepribadian bangsa kita

    ReplyDelete
  89. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pendidikan guru saat ini memang telah dilakukan perbaikan-perbaikan disetiap bidang, namun kompetensi yang diperoleh guru masih sangat kurang hal ini disebabkan salah satunya adalah kurangnya pelatihan-pelatihan guru yang dilaksanakan terutama pada daerah-daerah yang jauh dari sudut kota. Harusnya LPTK atau pemerintah harus lebih jeli dan intensif dalam memadang gejala ini, sehingga kompetensi guru saat ini bisa merata terutama salah satunya adalah kompetensi dalam menggunakan media pembelajaran sperti komputer dll. Maka dari itu diharapkan kedepannya agar fasilitas sekolah-sekolah di daerah pedalaman atau jauh dari sudut kota dapat diperhatikan lagi dengan seksama.

    ReplyDelete
  90. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Keadaan Pendidikan dan Guru merupakan permasalahan yang panjang sekali jika ingin diuraikan. Indonesia memiliki banyak kepulauan, kebudayaan, suku dan ras yang mana bisa memperngaruhi keadaan pendidikan dan pendidikan guru. Dengan keberagaman yang begitu banyak pemerintah berusaha dengan mengelurakan kebijakan-kebijakan yang dapat menyelesaikan permasalahan pendidikan dan bisa memberikan keadilan kepada semua elemen pendidikan yang ada di Indonesia. Namun, permasalahan lain tidak hanya datang dalam negara sendiri melainkan adanya pengaruh dari negara lainpun bisa menjadi permasalahan baru. Melihat ke negara-negara yang memiliki perkembangan pendidikan yang maju tidak ada salahnya, namun akan lebih bijak jika kita mengoptimalkan konsep pendidikan yang telah disusun oleh tokoh pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara yang berdasarkan pendapat bapak ini merupakan konsep yang sangat bagus yang mana di negara lain tidak memiliki konsep dasar selengkap dan bersifat siklik seperti miliki kita. Semoga kita sebagai orang-orang yang peduli dengan pendidikan kita bisa saling berpegangan tangan untuk memajukan pendidikan kita yang berdasarkan kekayaan dalam negeri.

    ReplyDelete
  91. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B


    Saya setuju dengan pendapat Prof.
    Marsigit yang mengatakan "Pengembangan pendidikan di Indonesia terkendala oleh adanya anomali paradigma pendidikan" sebagaimana di paparkan diatas, para pelaku dan pengembang pendidikan di Indonesia terlalu asik bermain dengan anomali-anomali tersebut, sehingga mulai melupakan konsep pendidikan yang telah disusun oleh bapak pendidikan kita (Ki Hajar Dewantara), konsep yang benar-benar sesuai dengan karakter Indonesia, konsep yang dikembangkan bukan atas dasar kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan dengan tujuan kemajuan bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  92. Karakter bangsa Indonesia yang saat ini sedang mendapat banyak badai dari pengaruh luar mempengaruhi bidang pendidikan Indonesia yang mempunyai banyak persoalan. Berbagai macam pengaruh konsep pendidikan dari luar yang membuat kita kurang mampu memfilter konsep yang sesuai dengan karakter bangsa yang sesungguhnya. Diharapkan kedepannya pemimpin kita mampu untuk menggiring para contributor di bidang pendidikan (guru, kepala sekolah, dll)untuk pengembangan pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik yang sesuai dengan karakter bangsa yang kokoh yang tidak tergoncang pengaruh luar yang tidak sesuai.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  93. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Memang iri rasanya melihat Negara-negara lain yang memiliki kualitas pendidikan yang baik, sehingga ada keinginan dari kita untuk mencontoh, mencoba mengaplikasikan apa yang mereka lakukan kepada para siswa kita. Tetapi sayangnya, hal itu tidaklah cukup untuk meningkatkan kualitas pendidikan Negara kita.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  94. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Mengapa? Karena pada dasarnya pembangunan pendidikan di Negara ini terkendala oleh banyaknya permasalahan-permasalahan mendasar sehingga pondasi pendidikan yang keropos inilah yang menghalangi kita membangun pendidikan ini. Seperti layaknya sebuah bangunan, dengan pondasi yang keropos kita tidak akan bisa membangun bangunan tersebut lebih tinggi lagi karena tanpa pondasi yang kokoh, bangunan tersebut akah runtuh.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  95. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Keadaan pendidikan saat ini memang bisa dibilang sangat gamang. Terlihat dari pemerataan kurikulum yang belum sempurna. Saat ini sekolah nasional menjadi terbagi tiga, ada yang kurikulum 2013 revisi, kurikulum 2013, dan bahkan masih ada yang menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan, sedangkan evaluasinya sama-sama menggunakan Ujian Nasional yang notabenenya semua kemampuan siswa dianggap sama. Hal ini menimbulkan kegamangan terutama bagi siswa yang sekolahnya masih menerapkan ktsp.

    ReplyDelete
  96. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Melihat dunia pendidikan di Indonesia saat ini memang tertinggal sangat jauh dari negara-negara lain. Jujur, yang saya rasakan saat ini Indonesia di Era digital mengalami krisis moral. Budaya ketimuran kita semakin hari semakin terkikis digantingan dengan budaya barat. Ini dikarenakan sebagian besar orang indonesia masih sangat kurang dalam memfilter budaya atau hal-hal dari luar. Begitu banyak potret krisis moral yang terjadi, seperti, pudarnya kualitas keimanan, hilangnya kejujuran, hilangnya rasa tanggung jawab. Kira-kira apakah faktor yang menyebabkan terjadinya kerusakan moral generasi muda kita?. Menurut saya, hanya satu kuncinya yaitu pendidikan karakter. Pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini. Dan harus dilaksanakan oleh semua lapisan masayarakat, semua harus terlibat, dari pihak pemerintah sampai pihak keluarga sendiri.

    ReplyDelete
  97. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamualaikum wr.wb.

    Penjelasan artikel kali ini ckup menarik untuk dipelajari, dimana disini menjelaskan bahwa inovasi pendidikan yang terjadi di indonesia tidak diikuti dengan prestasi yang didapat oleh pelajar yang ada di indonesia,hal itu dikarnakan masyrakat indonesia belum benar - benar mampu untuk mengimplememtasikan inovasi yang diinginkan oleh pendidikan yang seharusnya terjadi di indonesia.
    dan tenaga pengajar di indonesia juga dituntut untuk mengerti dan lebih progresif dalam memberikan pemahaman inovasi dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  98. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Melihat kegamangan dan keterbukaan bangsa kita terhadap pemikiran-pemikiran dari luar membuat saya melihat sedikit rasa tidak percaya diri akan karakter yang kita miliki. Oleh karena itu muncul program penguatan karakter bagi siswa. Pengaruh luar yang begitu deras masuk ke Indonesia akan menimbulkan kebingungan yang sama bagi generasi selanjutnya jika mereka tidak dibekali jiwa Indonesia.

    ReplyDelete
  99. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Semakin maju teknologi yang membawa globalisasi di setiap negara menuntut kita untuk meningkatkan kualitas bangsa demi menyambut persaingan secara global. beberapa tahun yang lalu gencar terdapat sekotalh-sekolah yang berbasis internasional, namun pada akhirnya dihilangkan karena belum sempurnanya sistem tersebut. sistem memang bagus, namun sayangnya banyak kepribadian bangsa yang tidak diperoleh siswa sehingga siswa kehilangan jiwa nasionalismwnya. dengan kembalinya kita ke konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara, semoga siswa-siswa dapat mendalami jiwa kebangsaannya dan mampu bersaing secara internasional dengna membawa karakter bangsa Indonesia dan tidak mudah hanyut dalam pengaruh negatif globalisasi.

    ReplyDelete
  100. Junianto
    PM C
    17709251065

    4. Berbicara masalah pendidikan di Indonesia bahkan di dunia sekalipun tidaka akan ada habisnya. Selalu perlu dilakukan perbaikan dan inovasi guna meningkatkan kualitas pendidikan dan semua elemennya. Di Indonesia juga tidak terlepas dari masalah pendidikan yang perlu adanya solusi konkret. Menemukan solusi bukanlah hal yang mudah apa lagi merealisasikan solusi. Diperlukan kerja keras dan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat untuk bisa mencapainya.

    ReplyDelete
  101. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr. Wb
    Pendidikan merupakan kebutuhan mutlak bagi setiap manusia agar mereka mampu berkembang dengan baik dan dapat berkompetisi di dunia. Kami sependapat dengan apa yang di paparkan oleh Prof. Marsigit, M.A bahwa kita hidup di era global dengan segala macam informasi, teknologi, budaya luar dll dapat mudah diakses maka agar tidak kehilangan nilai-nilai kearifan negeri sendiri maka perlu setiap warna Negara memiliki pengan yang kuat agar tidak terjebak dalam berbagai informasi yang diterima karena sesunnguhnya segala informasi yang berada di era globar tidak semuannya dapat di terima. Oleh karena itu, pendidikan penjadi pionir penting untuk selalu ditegakkan. Semoga pendidikan yang ada di Indonesia dapat berjalan dan memaksimalkan hasil capaian. Amien Terima kasih Prof.

    ReplyDelete
  102. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya sebagai seorang guru Juga sedang berada di tengah kemelut ini. Negara Indonesia sangat plural, sehingga di satu sisi sentralisasi menjadi pilihan pendidikan, namun masih banyak daerah yang belum siap juga bila dilakukan desentralisasi pendidikan.
    Namun bagaimana pun kondisi saat ini, Negara harus maju pendidikan nya. Dimulai dari guru yang kompeten. Guru yang senantiasa belajar dan mampu berkolaborasi. Ke depan, generasi emas harus disiapkan untuk kemajuan yang serba pesat. Maka guru hendaknya menyiapkan murid untuk senantiasa belajar, terbuka Dan rendah hati berkolaborasi dengan banyak orang. Mulai dari mana? Dari tiap tiap pribadi guru. Sebab pendidikan itu adalah keteladanan. Ing ngarsa sung tuladha, ing madya Mangun karsa, tut wuri Handayani.

    ReplyDelete
  103. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Peningkatan kompetensi guru mutlak diperlukan karena dengan meningkatnya kompetensi guru akan berdampak pada kualitas pembelajaran di kelas. Menurut saya untuk mengoptimalkan peran guru dalam proses pembelajaran, guru jangan dibebani tugas selain mengajar di kelas. Semisal RPP, modul, soal ujian, evaluasi pembelajaran seharusnya ada tim khusus yang menangani itu, jadi guru fokus mengajar sembari menanamkan karakter pada peserta didik.

    ReplyDelete
  104. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Konsep pendidikan yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara memiliki keunikan tersendiri, berbeda dari konsep-konsep negara lain, karena konsep yang diusung mengedepankan interaksi untuk melakukan ikhtiar dalam kodratnya untuk semata-mata memperoleh ridha Allah. Konsep ini seharusnya bisa mengatasi atau dapat memberikan solusi atas segala permasalahan terkait pendidikan dan pendidikan guru saat ini. Karena dengan konsep itu artinya dalam proses pendidikan kita ikhlaskan berjihad di jalan Allah, maka dibutuhkan ikhlas dan ikhtiar. Tetapi bagaimana dengan persoalan pendidikan mengenai ujian nasional yang tidak juga menemukan titik terangnya. Meskipun saat ini hasil UN tidak lagi dijadikan sebagai syarat mutlak kelulusan, masih saja guru dan siswa lebih mengejar hasil UN dibanding dengan meningkatkan proses pembelajaran. Bagaimana hal itu tidak terjadi, meskipun hasil UN tidak lagi menjadi syarat mutlak kelulusan tetapi dijadikan nilai untuk masuk ke jenjang sekolah selanjutnya, sama saja belum ada solusi untuk masalah ini.

    ReplyDelete
  105. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- Pascasarjana
    17701251037

    Findanlia sukses dengan metode pembelajarannya karena menerapkan metode pembelajaran yang cocok dengan iklim belajar siswa di negara tersebut. Pendidikan Indonesia belum tentu semaju Finlandia jika Indonesia menerapkan metode pembelajaran sepertii Finlandia, karena metode pembelajaran di Finlandia belum tentu sesuai dengan karakter Indonesia. Indonesia mempunyai tokoh pendidikan yang mencerminkan kepribadian Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara. Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani adalah ajaran dari Ki Hajar Dewantara yang seharusnya diaplikasikan di sekolah-sekolah.

    ReplyDelete
  106. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    Mengulas tentang potret pendidikan kita saat ini nampaknya memang masih terdapat PR besar yang mesti diselesaikan. Saya cukup takut membayangkan disorientasi epoleksosbud yang bapak gambarkan. Seperti yang kita ketahui bahwa pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dengan membuat kurikulum baru (k2013), menjadikan UN bukan sebagai standar penentu kelulusan, dan sebagainya. berbagai kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah, hendaknya didukung oleh kualitas guru. saya berharap semakin banyak calon guru atau guru yang sadar akan peran pentingnya di dunia pendidikan sehingga tidak berpangku tangan menunggu kebijakan pemerintah namun selalu bersikap terbuka, berupaya mempelajari hal-hal baru yang mendukungnya membelajarakan siswa.

    ReplyDelete
  107. Gamarina Isti Ratnasari
    Pendidikan Matematika Kelas B (Pasca)
    17709251036

    Salah satu hal yang terdapat di UUD 1945 adalah mencerdaskan bangsa Indonesia dan hal tersebut dapat ditemukan dan dioleh melalui pendidikan. Saya pernah membaca curahan hati siswa di internet yang menyatakan bahwa dia jauh-jauh dating ke sekolah dengan membawa uang yang telah diberikan dari hasil kerja keras orangtuanya. Namun saat sampai ke sekolah guru jarang masuk dan saat mengajar pun hal yang monoton dan terkesan tidak ikhlas. Dari hal tersebut menurut saya pendidikan di Indonesia dapat lebih berkemabng ketika gurunya sendiri mau mengemabngkan pengetahuannya dalam pelakasanaan mengajarnya, bukan hanya sebagai kewajiban mengajar karena telah digaji namun guru dapat bertindak sebagai teman bagi siswa yang ingin membantu siswa dalam mencerdaskan siswa tersebut demi kelangsungan bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  108. efi septianingsih
    pep kelas b
    17701251013

    benar sekeli tentang keadaan pendidikan dan pendidik guru diindonesia yang masih banyak harus pengembangan
    banyak punya yang hanya dijadikan sebagai ajang untuk menglahirkan generasi-generasi penerus (sekolah yayasan atau swasta)
    balik lagi kepada indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki beragam suku bangsa yang berbeda adat istiadatnya, sehingga menyulitkan untuk dipantau lebih jauh
    peran pemerintah daerah sangat penting akan hal ini, karena mereka yang mensensus penduduk pada daerah2 tertentu

    ReplyDelete
  109. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Pendidikan di Indonesia sekarang berubah-ubah tergantung pemerintah yang sedang menjabat. setiap kali berganti presiden, mentri pendidikan juga akan berganti, akibatnya kebijakan tentang pendidikan juga ikut berganti. Kita dapat lihat dari kurikulum yang sering berubah-ubah dari Kurikulum Berbasis Kompetensi atau disingkat KBK yang di perkenalkan pada tahun 2004 dan hanya bertahan selama 2 tahun, karena pada tahun 2006 KBK digantikan oleh Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Perubahan yang singkat ini ini membuat guru menjadi kebingungan, karena belum selesai pelatihan dan pemahaman guru tentang sebuah kurikulum, kurikulum yang baru muncul dan menggantikan nurikulum lama. Kasus terakhir adalah kurikulum 2013 yang di cetuskan oleh mendikbud M. Nuh,tetapi belum lama kurikulum itu berjalan, 2014 presiden sudah berganti dan mendikbud dijabat oleh Anies Baswedan. Dampaknya langsung terlihat, Kurikulum 2013 dikembalikan ke kurikulum KTSP sambil menunggu kesiapan sekolah-sekolah dalam menerapkan kurikulum 2013
    `

    ReplyDelete
  110. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami merasa bahwa konsep pendidikan yang ditemukan dan dicanangkan oleh Ki Hajar Dewantoro merupakan konsep pendidikan yang sangat baik, dan konsep ini sesungguhnya dapat digunakan sebagai ciri khas pendidikan bangsa Indonesia. Kami merasa saat ini merupakan waktu yang tepat bagi kami untuk mempelajari dan menggali lebih dalam mengenai filosofi pendidikan yang disampaikan Ki Hajar Dewantoro tersebut, Kami berharap kmai mampu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan jaman yang ada, tanpa menghilang ciri khasnya. Kami juga berharap LPTK sebagai salah satu lembaga yang bisa "mendoktrin" calon-calon guru dan guru-guru yang ada di Indonesia untuk mengembangkan lagi filosofi itu. Jika demikian bisa terlaksana, kami yakin bahwa sistem pendidikan di Indonesia akan dikenal luas, tanpa harus mengadopsi cara Luar Negeri, karena banyak hal dalam ciri khas bangsa Indonesia sangat berbeda dengan luar negeri.

    ReplyDelete
  111. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pendidikan di Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan dan tantangan yang kompleks dan mendasar. Diluar kurikulum, profesionalisme guru, dan juga beberapa kebijakan pemerintah salah satu persoalan yang kian mendasar adalah tentang bagaimana pandangan masyarakat pada pendidikan. Banyak masyarakat terutama di pedesaan dan juga daerah 3T yang tidak memiliki minat dan motivasi pada pendidikan. Terkadang masyarakat hanya melihat hasil akhir dari pendidikan, namun tidak melihat bagai mana proses yang tejadi dalam dunia pendidikan itu berlangsung.

    ReplyDelete
  112. Rigia TIrza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Terdapat harapan dari apa yang disampaikan oleh Mendikbud Anies Baswedan bahwa pengembangan pendidikan guru akan dilakukan dengan memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan."
    Ya sebaiknya harapan itu tidak hanya menjadi harapan saja, tetapi juga dicari jalan keluarnya. Terlalu banyak pihak yang membonceng ditengah kebijakan pendidikan yang dibuat. Itulah yang membuat pendidikan Indonesia sulit berkembang.

    ReplyDelete
  113. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Setiap manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karakter merupakan jati diri yang telah diberi muatan sosial sehingga setiap manusia sudah sesuai dengan porsinya masing-masing, maka tidak akan bisa sama persis antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Tugas kita sebagai guru adalah memberikan pendidikan yang bermuatan karakter kepada siswa karena pendidikan karakter mengandung suatu tindakan mendidik yang diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu dalam hal ini adalah siswa yang dilakukan secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik.

    ReplyDelete
  114. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. Indonesia merupakan negara yang besar dengan berbagai budayanya. Perkembangan teknologi membuat budaya luar masuk dan mengeser budaya lokal, padahal tidak semua budaya luar sesuai untuk indonesia. Kebebasan yang dianut budaya barat misalnya, tidak sesuai dengan budaya jawa yang serba teratur, untuk lewat didepan orang yang lebih tua saja orang jawa punya aturan dan sopan santunnya tersendiri. Pendidikan merupakan hal penting yang menentukan masa depan suatu bangsa. budaya indonesia harus dipertahankan lewat pendidikan. Guru perlu membantu mempertahankan budaya lokal, jangan malah ikut-ikutan budaya luar sebab guru ialah contoh. Pendidikan Indonesia juga memiliki budayanya sendiri. Finlandia bisa sukses dengan sekolah 5 jam per hari dan tanpa PR, Korea Selatan bisa sukses dengan belajar sistem drill, maka menurut saya Indonesia pasti juga bisa sukses dengan caranya sendiri asalkan konsisten, jangan berganti-ganti kebijakan. Peningkatan kompetensi guru dan kekonsistenan kebijakan menurut saya dapat membuat pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh..

    ReplyDelete
  115. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Saya percaya dengan pendapat bahwa pendidikan dapat mengubah nasib seseorang. Dengan pendidikan yang baik, orang yang kurang mampu dapat mengangkat hidupnya. Pendidikan yang baik dapat membuat sumber daya manusia menjadi berkualitas sehingga pendidikan bukan hanya dapat mengubah nasib seseorang, melainkan nasib bangsa juga. Namun, jika kita melihat pendidikan di Indonesia saat ini, kondisinya masih memprihatinkan atau kurang perhatian dari pihak pemerintah. Fasilitas-fasilitas pendidikan masih belum memadai, terutama di daerah-daerah terpencil. Masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki, mulai dari kurikulum, kualitas guru, dan kebijakan-kebijakan pemerintah.

    ReplyDelete
  116. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Pendidikan di Finlandia yang notabene nomor wahid di dunia, belum tentu cocok jika diterapkan di Indonesia. Konsep pendidikan asli Indonesia adalah yang dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Dimana semboyannya yang terkenal yakni ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Ing ngarsa sung tuladha artinya di depan memberi contoh. Ing madya mangun karsa berarti di tengah memberi semangat. Tut wuri handayani bermakna di belakang memberikan daya kekuatan. Saya setuju dengan pernyataan Bapak bahwa Ki Hajar Dewantara melalui ajarannya merupakan salah satu solusi untuk mengatasi krisis multidimensi bangsa.

    ReplyDelete
  117. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Akhir-akhir ini masuknya budaya barat ke indonesia sangat deras. Tetapi masyarakat kita masih rendah dalam berpikir kritis. Cenderung menerima dan meniru secara utuh perilaku bangsa barat tanpa menyaringnya dan mempertimbangkan kecocokannya dengan budaya Indonesia. Saya setuju bahwa hal ini adalah salah. Seharusnya kita sebagai masyarakat Indonesia.

    ReplyDelete
  118. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Indonesia sedang dihadapkan dengan banyak masalah yang harus dihadapi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, ditambah lagi dengan adanya pengaruh dari luar dengan adanya globalisasi. Semua permasalahan ini harus segera diselesaikan karena dapat berdampak pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar.

    ReplyDelete
  119. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Yang kita rasakan saat ini adalah adanya ketertinggalan di dalam mutu pendidikan baik pendidikan formal maupun informal. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia agar tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain.

    ReplyDelete
  120. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Baik keadaan pendidikan maupun pendidikan guru saat ini sebenarnya masih jauh dari harapan. Meskipun demikian, tetap tidak boleh putus asa untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik lagi. Guru sebagai pendidik merupakan suatu profesi, yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan. Guru juga harus mampu menjadi panutan/contoh teladan bagi anak didik. Karena pada dasarnya perubahan perilaku yang dapat ditunjukan oleh peserta didik juga dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang guru.
    Wassalamu'alaikum wr. Wb.

    ReplyDelete
  121. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Realitas pendidikan saat ini, masih banyak siswa yang belum memiliki pribadi yang baik, tidak memiliki tata krama ketika berbicara dengan gurunya, bahkan secara terang-terangan berani melawan atau pun membantah nasihat guru. Peran orang tua juga harus ikut mendukung, di rumah siswa harus diajari tata krama yang baik, sopan santun, maupun diajari tutur kata yang lemah lembut. Sampai saat ini, kesadaran siswa terhadap tata krama semakin berkurang.
    Wassalamu'alaikum wr. Wb.

    ReplyDelete
  122. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Konsep pendidikan yang disampaikan Ki Hajar Dewantara malah lebih lengkap dibanding konsep-konsep di negara barat. Metode saintifik yang sekarang digunakan yang bercirikan berpusat pada siswa dan guru sebagai fasilitator hanya masuk pada konsep ing madya mangn karsa. Padahal ada konsep ing ngarsa sung tuladha diman guru bisa memberikan teladan untuk peningkatan karakter siswa. Juga ada konsep tutu wuri handayani, dimana guru bisa memberikan dorongan motivasi dari belakang sehingga siswa menjadi semangat belajar, juga mendorong potensi-potensi yang dimiliki siswa supaya berkembang.

    ReplyDelete
  123. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Pendidikan pada aat ini yang saya lihat adalah banyaknya perubahan karena perkembangan di bidang teknologi sehingga memberikan pengaruh atau dampak baik itu positif maupun negatif kepada peserta didik. Jika kita berbicara mengenai dunia pendidikan yang maju, maka kebanyakan mindset orang akan berpikir mengenai sekolah yang memberikan fasilitas teknologi yang memadahi juga. Oleh karenanya, dunia pendidikan sekarang ini memang mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman agar dapat memfasilitasi dunia pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  124. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    sudah tidak heran lagi jika pendidikan di Indonesia termasuk peringkat dibawah diantara negara-negara lain. dapat dilihat dari hasil PISA dan TIMSS. banyak masalah yang dihadapi oleh negara berkembang seperti Indonesia, apalagi dengan masuknya pasar bebas, Indonesia harus mampu mengimbangi perkembangan jaman

    ReplyDelete
  125. Ilania Eka Andari
    17709251050
    s2 pmat c 2017

    Arus globalisasi memang telah sangat berpengaruh dalam segala aspek kehidupan bangsa Indonesia. Pergeseran nilai dan norma sedang terjadi besar-besaran di dalam masyarakat. Anak muda zaman dulu memang tidak sepandai anak muda zaman sekarang. Akan tetapi anak muda zaman dahulu masih sangat menjunjung tinggi nilai dan norma agama, kesopanan serta kesusilaan dalam masyarakat. Sedangkan anak muda zaman sekarang yang jauh lebih pandai namun sudah tidak memperhatikan lagi nilai dan norma yang ada. Maka tidak heran jika banyak generasi penerus bangsa yang memiliki jabatan tinggi melakukan tindak korupsi. Korupsi di Indonesia tidak akan habis jika hanya menangkap pelakunya saja tanpa melakukan pencegahan terhadap generasi yang akan datang. Disinilah peran pendidikan sangat penting. Pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan tetapi juga nilai agama, sosial dan moral.

    ReplyDelete
  126. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru saja, tetapi semua unsur-unsur yang terlibat didalamnya. Oleh katrena itu kepala sekolah, fasilitas, sarana dan prasarana juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan, guna menjadikan pendidikan Indonesia lebih baik. Kepala sekolah tidak boleh hanya menjadi orang yang memimpin, tanpa bisa menjadi seorang yang mendidik. Karena jika hal demikian terjadi, maka ia tidak akan mengerti permasalahan apa yang dialami oleh guru. Dimana nantinya ia dapat memberi solusi yang baik atas permasalahan yang terjadi dilingkup sekolah.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  127. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Pengembangan pendidikan saat ini, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain pengembangan kompetensi kepala sekolah, guru. Dan juga peningkatan kualitas sarana prasarana penunjang pembelajaran. Saat ini perlu adanya pemerataan kualitas pendidikan. Hal ini diharapkan bisa menjadi prioritas pemerintah. Peningkatan mutu pendidikan sebaiknya diimbangi dengan pemerataan di semua tempat.

    ReplyDelete
  128. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Keadaan guru dan pendidikan guru saat ini 1.
    Terima kasih Prof. atas elegi nya, mudah mudahan dapat menjadi tempat refleksi para guru dan pemangku kebijakan dan birokrasi pendidikan mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas hingga Mendikbud. Jika melihat capaian prestasi siswa Indonesia memang masih rendah. Hal ini di tunjukan dengan rangking yang sangat rendah pada PISA dan TIMMS. Hasil PISA dan TIMMS ini menunjukan bahwa siswa Indonesia cenderung menerapkan hasil belajar pada cara-cara instan. Sehingga apa yang perlu guru lakukan adalah memberikan soal-soal non rutin agar pengetahuan siswa dapat berkembang.

    ReplyDelete
  129. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Keadaan guru dan pendidikan guru saat ini 2.
    Tentang keadaan guru dan pendidikan guru saat ini saya setuju sekali dengan Prof. Marsigit. Melihat fenomena yang ada di masyarakat perang guru lebih cenderung ke arah transfer ilmu sains dan sosial. Guru tidak lagi menjadi insan yang di gugu dan di tiru sepeti singkatnya. Bahkan slogan pahlawan tanpa tanda jasa pun sekarang sudah tidak pernah saya dengar. Kiblat pengembangan pendidikan Indonesia yang mengarah kepada pendidikan karakter melalui k13 sudah sangat baik. Semua program d susun agar membentuk siswa yang memiliki kecerdasan emosionalnya dan kecerdasan spiritual. Namun pada prakteknya dikembalikan kepada guru sebagai ujung tombak. Bila guru mampu pelaksana peran nya maka tujuan pendidikan akan semakin dekat tercapai.

    ReplyDelete
  130. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terima kasih Prof atas artikel yang disajikan. Saya ingin sedikti berkomentar mengenani professionalitas guru. Guru di indonesia bukan tidak dapat mengembangkan kemampuan mereka namun kurang diberikan kesempatan untuk itu. Guru dibebani dengan jam mengajar yang snagat banyak dengan pelatihan yang sangat kurang sangat bebeda dengan guru di negara lain dimana mereka di fasilitasi dengan pengembangan keprofesian yang memadai. Semoga ke depannya pemerintah bisa lebih mempertimbangkan hal tersebut.

    ReplyDelete
  131. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih banyak prof. Marsigit atas postingan di atas. Iyap, seperti itulah keadaan pendidikan dan pendidikan guru saat ini di Indonesia. Saya sangat setuju, walaupun pendidikan di Indonesia telah mengalami berbagai macam fase perubahan kurikulum yang diiringi dengan berbagai macam peraturan perundangan, masih saja kualitas pendidikan belum seperti yang diharapkan, terutama jika dilihat dari prestasi yang dibandingkan dengan prestasi pendidikan bangsa-bangsa lain. Kalau berpatokan dengan negara lain, memang kualitas kita masih jauh. Karena, mereka lebih banyak praktek dari pada teori. Sedangkan kalau urusan teori jelas Indonesia dapat dikatakan unggul dibandingkan negara-negara luar. Saya hanya berharap, postingan bapak di atas banyak dibaca oleh pemangku pendidikan, para pengambil kebijakan pendidikan, para penentu nasib dan segala peraturan perundang-undangan tentang pendidikan. Sehingga, itu menjad refleksi bersama bagaimana keadaan pendidikan kita, baik untuk pendidikan anak maupun guru masih terbilang rendah dan kurang.

    ReplyDelete
  132. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Banyak sekali tantangan dalam menjalankan pendidikan, memang tidak mudah, butuh perjuangan disana. Bermacam problema tentu saling muncul berganti menjadi penghambat pertumbuhan pendidikan. Persoalan muncul di setiap aspek dan level, di pusat maupun di daerah-daerah. Dalam proses pembelajaran, yang bisa dibilang menjadi bagian penting dalam pendidikan, seringkali terdapat tantangan yang harus dihadapi, terutama pada subjek dan objek pendidikan, yaitu guru dan siswa. Tantangan ini bisa jadi kadang memberikan dampak negatif bagi perkembangan ranah kognitif, ranah efektif, dan ranah psikomotorik siswa. Namun jika dihadapi dengan bijak, dapat menjadi suatu pengalaman yang mendewasakan. Untuk ranah kognitif diperlukan analisis yang tajam untuk menemukan solusi atau langkah yang jelas untuk memperbaiki hal tersebut. Menjawab fenomena yang ada, perlu dilakukan kajian teori yang nantinya dapat memberikan pengalaman bersama untuk memecahkan permasalahan yang ada.

    ReplyDelete
  133. Assalamualaikum Wr. Wb. Menurut saya keadaan pendidikan dan pendidikan di Indonesia terjebak pada reduksionisme yaitu pengerdilan makan pendidikan yang hanya dibatasi pada penguasaan materi dan cederung mendiskreditkan aspek moral terutama filsafat. Banyak guru mengabaikan hal semacam itu karena menganggap bahwa yang terpenting adalah penguasaan materi. Itulah mengapa, dalam sistem pendidikan kita, yang ada hanya kebijakan pendidikan, bukan kebijaksanaan pendidikan.

    ReplyDelete
  134. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Masalah tersebut masih relevan dengan permasalahan guru saat ini. Terkait dengan kontroversi penyelenggaraan UN ternyata mempengaruhi kompetensi seorang guru. Dalam mengejar pencapaian skor tinggi pada UN, banyak guru mengabaikan kualitas proses pembelajaran. Baik guru dan siswa sama-sama test oriented dan goal oriented, tanpa process oriented. Tidak dipungkiri, setiap pembelajaran hanya diisi dengan membahas bank soal atau pengenalan rumus-rumus singkat. Materinyapun hanya seputar kisi-kisi materi UN, yang mereduksi substansi dari matematika. Hal ini perlu dievaluasi oleh para pemangku kebijakan pendidikan.

    ReplyDelete
  135. Wawan
    17703261038
    S3-Ilmu Pendidikan-Pendidikan Matematika

    Berbagai masalah tersebut memang menjadi isu utama dalam sistem pendidikan kita, bahkan sejak negara ini berdiri. Masalah mutu menjadi hal yang paling disoroti, karena sudah sejak lama masalah ini muncul namun sampai sekarang belum dapat ditangani dengan baik. Perubahan kurikulum yang dianggap sebagai solusi dalam peningkatan mutu nyatanya tidak lebih dari sekedar "unjuk gigi" dari suatu kepemimpinan nasional yang baru. Banyak guru yang tetap menggunakan 'gaya lama' meskipun kurikulum sudah berganti-ganti.. Masalah karakter juga menjadi sorotan utama dalam sistem pendidikan Nasional saat ini. Bahkan dua tahun terakhir sudah ada dua pendidik yang harus meregang nyawa karena ulah peserta didiknya. Seorang mahasiswa di Medan yang tega membunuh Dosene karena masalah skripsi, Guru di Madura yang dianiaya sampai tewas hanya karena dibangunkan saat tidur di Kelas. Ini mengerikan, bahkan bisa jadi ini hanya awal. Jika tidak segera ditangani masalah karakter ini, bisa jadi ke depan pendidikan kita akan semakin buruk. Atas dasar itu pendidikan karakter mutlak harus diimplementasikan secara nyata. Bukan lagi sebagai pendukung suatu pelajaran namun harus benar-benar terintegrasi dengan pelajaran tersebut. Buat apa pandai matematika namun tidak bermoral.. Atas dasar itu, sistem Tripusat ki Hajar Dewantara harus digalakkan kembali. Peran berbagai pihak dalam mengembangkan kompetensi dan perilaku peserta didik harus disadarkan kembali. Sinergitas antara lembaga pendidikan, keluarga dan masyarakat merupakan sesuatu yang sangat penting.

    ReplyDelete
  136. Eka Cahya Sari Putra
    17706261010
    Pendidikan Dasar S3

    Kebijakan pendidikan yang selalu berubah-ubah berdasarkan siapa yang menjadi pimpinan memang menjadi sebuah permasalahan yang sangat memengaruhi jalannya sistem pendidikan di Indonesia. Jika diperhatikan tiap kebijakan seakan berjalan sendiri-sendiri, mengikuti latar belakang sang pemangku kebijakan, tidak terdapat benang merah yang menghubungkan tiap-tiap kebijakan tersebut. Hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh perilaku sebagian besar masyarakat yang menganggap "pemangku kebijakan" belum melaksanakan tugasnya jika hanya melanjutkan apa yang telah ada sebelumnya.
    Di sisi lain, dari pihak pendidik pun masih banyak yang terlena dalam zona nyaman mereka. Saat mendapat kebijakan baru, banyak dari mereka yang menolak dengan alasan hanya karena malas untuk berubah tanpa mengkaji terlebih dahulu kebijakan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran akan peran mereka sebagai pendidik itu masih kurang. Banyak kita temui seorang guru yang seharusnya mendidik anak menjadi hanya sekedar mengajar saja. Mereka hanya sekedar menyampaikan materi, bahkan lebih parahnya lagi, pengajaran yang terjadi hanya sebatas pertemuan dalam kelas untuk melaksanakan apa yang ada dalam silabus dan rpp.

    ReplyDelete
  137. Eka Cahya Sari Putra
    17706261010
    Pendidikan Dasar S3

    Kebijakan pendidikan yang selalu berubah-ubah berdasarkan siapa yang menjadi pimpinan memang menjadi sebuah permasalahan yang sangat memengaruhi jalannya sistem pendidikan di Indonesia. Jika diperhatikan tiap kebijakan seakan berjalan sendiri-sendiri, mengikuti latar belakang sang pemangku kebijakan, tidak terdapat benang merah yang menghubungkan tiap-tiap kebijakan tersebut. Hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh perilaku sebagian besar masyarakat yang menganggap "pemangku kebijakan" belum melaksanakan tugasnya jika hanya melanjutkan apa yang telah ada sebelumnya.
    Di sisi lain, dari pihak pendidik pun masih banyak yang terlena dalam zona nyaman mereka. Saat mendapat kebijakan baru, banyak dari mereka yang menolak dengan alasan hanya karena malas untuk berubah tanpa mengkaji terlebih dahulu kebijakan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran akan peran mereka sebagai pendidik itu masih kurang. Banyak kita temui seorang guru yang seharusnya mendidik anak menjadi hanya sekedar mengajar saja. Mereka hanya sekedar menyampaikan materi, bahkan lebih parahnya lagi, pengajaran yang terjadi hanya sebatas pertemuan dalam kelas untuk melaksanakan apa yang ada dalam silabus dan rpp.

    ReplyDelete
  138. Eka Cahya Sari Putra
    17706261010
    Pendidikan Dasar S3

    Kebijakan pendidikan yang selalu berubah-ubah berdasarkan siapa yang menjadi pimpinan memang menjadi sebuah permasalahan yang sangat memengaruhi jalannya sistem pendidikan di Indonesia. Jika diperhatikan tiap kebijakan seakan berjalan sendiri-sendiri, mengikuti latar belakang sang pemangku kebijakan, tidak terdapat benang merah yang menghubungkan tiap-tiap kebijakan tersebut. Hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh perilaku sebagian besar masyarakat yang menganggap "pemangku kebijakan" belum melaksanakan tugasnya jika hanya melanjutkan apa yang telah ada sebelumnya.
    Di sisi lain, dari pihak pendidik pun masih banyak yang terlena dalam zona nyaman mereka. Saat mendapat kebijakan baru, banyak dari mereka yang menolak dengan alasan hanya karena malas untuk berubah tanpa mengkaji terlebih dahulu kebijakan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran akan peran mereka sebagai pendidik itu masih kurang. Banyak kita temui seorang guru yang seharusnya mendidik anak menjadi hanya sekedar mengajar saja. Mereka hanya sekedar menyampaikan materi, bahkan lebih parahnya lagi, pengajaran yang terjadi hanya sebatas pertemuan dalam kelas untuk melaksanakan apa yang ada dalam silabus dan rpp.

    ReplyDelete
  139. Eka Cahya Sari Putra
    17706261010
    Pendidikan Dasar S3

    Kebijakan pendidikan yang selalu berubah-ubah berdasarkan siapa yang menjadi pimpinan memang menjadi sebuah permasalahan yang sangat memengaruhi jalannya sistem pendidikan di Indonesia. Jika diperhatikan tiap kebijakan seakan berjalan sendiri-sendiri, mengikuti latar belakang sang pemangku kebijakan, tidak terdapat benang merah yang menghubungkan tiap-tiap kebijakan tersebut. Hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh perilaku sebagian besar masyarakat yang menganggap "pemangku kebijakan" belum melaksanakan tugasnya jika hanya melanjutkan apa yang telah ada sebelumnya.
    Di sisi lain, dari pihak pendidik pun masih banyak yang terlena dalam zona nyaman mereka. Saat mendapat kebijakan baru, banyak dari mereka yang menolak dengan alasan hanya karena malas untuk berubah tanpa mengkaji terlebih dahulu kebijakan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran akan peran mereka sebagai pendidik itu masih kurang. Banyak kita temui seorang guru yang seharusnya mendidik anak menjadi hanya sekedar mengajar saja. Mereka hanya sekedar menyampaikan materi, bahkan lebih parahnya lagi, pengajaran yang terjadi hanya sebatas pertemuan dalam kelas untuk melaksanakan apa yang ada dalam silabus dan rpp.

    ReplyDelete
  140. Luluk Mauluah
    Dikdas S3 17706261012
    Saya sangat tertarik dengan kalimat prof Marsigit ini:
    ".................... Kegamangan pendidikan salah satunya disebabkan oleh keraguan menetapkan komitmen terhadap konsep pendidikan yang berkarakter Indonesia....."
    Sungguh di era global sekarang ini, sangat dibutuhkan distingsi karakter bangsa. Sangat dipahami bersama, kita banyak memiliki nilai adiluhung dalam berkehidupan dan berkebudayaan. Nilai-nilai itulah yang dipupuk menjadi dasar penetapan kebijakan pendidikan.
    Setelah ditetapkan blue print kebijakan pendidikan, maka dapat dilanjutkan kemudian menciptakan/menjalankan sistem tata negara yang sesuai pula dengan kondisi geografis, sosiologis dan antropologis Indonesia, tidak terlalu mengekor dengn negara lain yang tentu saja sangat berbeda dengan Indonesia. Belajar kepada negara lain tidak tabu, bahkan harus, tetapi diselaraskan ,dan diadaptasi sesuai konteks keindonesiaan adalah keniscayaan.
    Dan yang tidak kalah pentingnya adalah menciptakan sistem koordianasi pusat, daerah yang harmonis, yang tentu membutuhkan tokoh-tokoh panutan, teladan yang kesemuanya harus muncul dari dalam bangsa Indonesia ini.
    Tentu tidaklah mudah mengharmonisasikan, orkestra mahabesar sebesar Indonesia Raya ini, tetapi dengan semangat memperbaiki masa depan, jika terus diupayakan dari yang kecil, bersinergi, bersama, digaungkan dan diimplementasikan, niscaya harapan kemajuan pendidikan Indonesia bukanlah harapan maya.

    ReplyDelete
  141. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301241046

    terimakasih pak Marsigit, artikel ini membuat saya lebih mengetahui apa yang menjadi permasalahan terkait pendidikan di Indonesia.
    Akhir-akhir ini pendidikan memang mulai menjadi sorotan masyarakat. Mulai timbul kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia. Salah satun yang menyebabkan kesadaran ini adalah globalisasi yang dirasakan kuat dan merajalela. Kemajaun teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang terbuka sehingga orang bebas membandingkan kehidupan dengan negara lain.
    Kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan baik pendidikan formal maupun informal setelah kita membandingkannya dengan pendidikan di negara lain. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Pendidikan yang baik memerlukan banyak hal, salah satumya adalah guru yang berkompeten. Sayangnya, saat ini masih banyak guru yang kurang berkualiatas. Rendahnya kualitas guru bisa di atasi, misalnya, peningkatan kesejahteraan, membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru.

    ReplyDelete
  142. Puspitarani
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244008

    Waalaikumsalam Pak
    Terima kasih sudah menge-share tentang keadaan pendidikan dan pendidikan guru di Indonesia. Dari beberapa artikel dan koran yang saya baca keadaan pendidikan dan guru masih tergolong rendah di dunia. Setiap ganti menteri pasti diganti juga kurikulumnya. Mulai dari soal UN 20 paket, sekolah hanya lima hari, full day school hingga kurikulum 2013 yang "kurang bersahabat" bagi guru maupun peserta didik.Masih belum baik masalah penyebaran tenaga pendidik di Indonesia karena masih berpusat di Pulau Jawa. Masih banyak guru yang kurang berkualitas, kesejahteraan guru-guru pengabdian yang massih rendah dan sebagainya. Semoga sedikit demi sedikit masalah mengenai keadaan pendidikan dan pendidikan guru dapat teratasi dengan baik dan semoga nantinya saya bisa menjadi pendidik yang baik. Aamiin

    ReplyDelete
  143. Siti Nur fatimah
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241045

    Terimakasih Prof. Marsigit, artikel yang disajikan diatas membuat kami sadar bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih menjadi perhatian. Hal tersebut terlihat dari banyaknya kendala yang mempengaruhi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Seperti kebijakan-kebijakan pendidikan yang selalu berubah ubah setiap ganti pemerintahan, rendahnya kualitas guru, rendahnya kesejahteraan guru, sarana dan prasarana yang kurang memeadai dan sebagainya. Semua pihak harus saling bersinergi untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  144. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Pak Prof Marsigit untuk artikel ini. Benar adanya bahwa masih banyak permasalahan pendidikan yang terjadi di Indonesia ini, seperti kurangnya kualitas pendidikan. Pergantian kurikulum merupakan salah satu hal yang mempengaruhi kualitas pendidikan ini. Kurikulum yang berganti-ganti inilah membuat bingung guru begitu juga siswanya, akan lebih baik jika dilakukan penyempurnaan kurikulum bukan mengganti/mengubahnya. Permasalahan lain dalam pendidikan adalah pemerataan pendidikan dan guru, sarana dan prasarana pendidikan yang masih minim, kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan, dan sebagainya. Perlu adanya kerjasama dari pemerintah, pelaku pendidikan, dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan pendidikan yang ada.

    ReplyDelete
  145. Amayda Ade Pramesti
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244012

    Terimakasi kepada Prof Marsigit tentang artikel yang sudah beliau sajikan mengenai pendidikan di Indonesia. Tentang masih rendahnya pendidikan Indonesia di dunia dan factor – factor apa saja yang masih menjadi penghambat majunya pendidikan Indonesia. Kurikulum yang sering berganti, kesejahteraan guru yang masih rendah , dan pemerataan pendidikan yang masih rendah. Pemerintah bisa lebih mengkaji lagi kurikulum yang telah ditetapkan agar semua sekolah dapat menerapkan kurikulum tersebut dan mudah untuk dilaksanakan bagi pesertadidik maupun guru.

    ReplyDelete
  146. JATMIKO
    17703261032
    S3-Ilmu Pendidikan-Pendidikan Matematika

    Terima kasih Prof. Marsigit.
    Saya kira ini hanya sebagian kecil dari kekurangan dalam sistem pendidikan kita. Sebenarnya masih banyak lagi masalah-masalah yang muncul. Sebagai contoh sistem yang ada di sekolah, belum siapnya sistem yang ada disekolah membuat pelaksanaan pendidikan tidak dapat berjalan dengan maksimal.
    terimakasih

    ReplyDelete
  147. M. Zainudin
    16701261019
    PEP

    semua butuh proses, perbaikan pendidikan dan kualitas manusia bukan hanya tanggung jawab salah satu pihak tetapi semua lapisan masyarakat indonesia

    ReplyDelete
  148. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  149. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Terimakasih Pak Marsigit, artikel tersebut dapat menambah pengetahuan saya mengenai permasalahan pendidikan yang terjadi di Indonesia. Pendidikan di Indonesia memang masih tergolong rendah. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal seperti kurikulum yang berubah setiap terjadi pergantian pemerintahan. Kita tahu bahwa Indonesia merupakan negara yang luas dan tidak semua daerah memiliki fasilitas serta keadaan pendidikan yang sama. Oleh karena itu, dalam waktu yang singkat kebijakan kurikulum yang berganti setiap pergantian pemerintahan belum dapat diterapkan di seluruh daerah di Indonesia secara maksimal. Apalagi jika diamati, pendidikan di Indonesia masih berpusat di Pulau Jawa. Untuk mengatasi permasalaahn pendidikan tersebut, perlu adanya dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak dan dibutuhkan waktu yang tidak singkat pula.

    ReplyDelete
  150. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Terima kasih atas artikelnya, Pak.
    Seperti yang dijelaskan di UUD 1945 pasal 31, pendidikan adalah hak setiap warga negara. Pendidikan mutlak diperlukan untuk meningkatkan kapasitas, kemampuan diri.
    .
    Namun, sayangnya, sampai saat ini, masih banyak masalah yg melingkupi sektor pendidikan Indonesia, diantaranya pendidikan yang belum merata, masalah dalam hal guru, masalah dalam hal tingginya putus sekolah, kriminalitas pelajar, dsb.
    .
    Saat ini saya akan membahas mengenai Guru. Seperti yang kita tahu, permasalahan pelik guru honorer memang PR Kemendikbud dari tahun ke tahun. Banyak sekali guru yang gajinya masih sangat sedikit. Miris, guru telah mengabdi untuk negeri, tetapi tingkat kesejahteraannya jauh di bawah.
    .
    Memang tak mudah untuk mengatasi masalah menahun ini. Pun tidak mungkin untuk mengangkat semua guru menjadi PNS--anggaran dana negara sangat terbatas.
    .
    Namun, tentunya pemerintah harus benar2 mencari solusi, misalkan dengan seleksi ketat agar memang guru-guru yang berkompetensi dan berkualitas mendapatkan hak-haknya. Meskipun tentunya perlu diperhatikan juga durasi mengajar.
    .
    Pesan untuk saya, Anda, atau siapapun, sebagai guru, atau calon guru, sedari sekarang kita harus mengubah arah orientasi, jadikan mengajar itu sebagai ladang pahala dan jangan terlalu berharap.
    Semangat berjuang :) Semoga ke depannya masalah menahun ini bisa terselesaikan, yang tentunya memerlukan bantuan semua pihak.

    ReplyDelete
  151. Eka Zuliana
    17703261019
    S3 IP Matematika

    Terimakasih Prof Marsigit
    Pendidikan karakter adalah salah satu masalah pelik yang harus segera terselesaikan. Pendidikan karakter yang digaungkan dan harus masuk dalam kurikulum belum bisa menyelesaikan masalah karakter anak didik kita. Pendidikan karaker saat ini hanya ada dalam tataran teoritis dan belum kepada praktisnya.

    ReplyDelete
  152. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Banyaknya kekurangan pendidikan di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor. Masalah-masalah pendidikan yang terjadi di Indonesia pun sebenarnya masih mendasar.Hal yang cukup mendasar dan mengakar bagi permasalahan pendidikan di Indonesia adalah kurikulum dan pesebarannya. Persebaran fasilitas pendidikan termasuk guru masih sangat kurang di Indonesia meskipun kita tau sudah banyak upaya pemerintah untuk hal ini, namun Indonesia sangatlah luas. Selain itu pergantian kurikulum dalam waktu yang singkat juga cukup berpengaruh dalam pendidikan Indonesia. Kurikulum yang diterapkan sudah bagus, alangkah lebih bagus jika dikaji lebih dalam dan di terpakan dengan benar.

    ReplyDelete
  153. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas artikel tentang keadaan pendidikan dan pendidikan guru yang sudah Bapak share kepada kami. Saya banyak sekali menemui masalah di sekolah-sekolah, mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi. untuk SD, siswa-siswa susah sekali untuk diajak belajar, mereka lebih memilih menonton televisi atau bermain dengan gadget mereka. untuk anak SMP dan SMA mereka juga susah untuk belajar secara mandiri, mereka sangat mengandalkan informasi di internet untuk mengerjakan tugasnya, sopan santun mereka terhadap guru juga mulai terkikis, karena di benak mereka internet lebih memberikan segala informasi yang mereka butuhkan tanpa guru harus meneangkan panjang lebar suatu materi. ketika guru sedang mengajar, anak-anak juga lebih banyak asik berbicara sendiri atau bermain gadget mereka tanpa memperhatikan apa yang diasampaikan guru. Zaman saya dulu apabila guru menerangkan ya kami memperhatikan, apabila diberikan PR kita akan pergi ke guru atau ke perpus untuk dapat memperoleh jawaban yang pasti. sekarang budaya menulis dan membaca juga semakin berkurang Pak, ketika guru menulis di papan tulis mengenai suatu materi atau rumus yang penting siswa lebih suka memfotonya. tapi setelah itu mereka tidak mempelajarinya kembali, sehingga ketika ditanya pada pertemuan berikutnya mereka akan lupa. tidak hanya dari siswa saja, guru juga masih mempunyai banyak kekuranagn. Pemenrintah khususnya menteri pendidikan juga masih punya kekuranagn. sehingga perlu adanya kerjasama antara siswa, guru, pemerintah agar kerjasama yang baik, sehingga semuanya dapat mencapai tujuannya masing-masing.

    ReplyDelete
  154. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007
    Pembahasan dalam artikel ini, adalah keadaan yang sedang dialami pendidikan di Indonesia saat ini. Banyak kontrofersi yang ada dalam pendidikan. Banyak pergantian aturan. Pergantian dan kontrofersi ini yang membingungkan guru sebagai pendidik. Misalnya saja, pergantian kebijakan kurikulum, hal ini menyebabkan guru harus menyesuaikan cara mengajarnya dengan peraturan yang dibuat. Bahkan pergantian kurikulum ini ada yang mengurangi mata pelajaran di sekolah, yang menyebabkan guru mata pelajaran kebingungan. Selain itu, kontrofersi juga terjadi pada pelaksanaan ujian nasional, banyak siswa dan guru yang bingung dengan kebijakan yang ada. Selain itu, pemerataan pendidikan di Indonesia merupakan PR terbesar yang belum teratasi, kesenjangan yang ada merupakan sebuah ironi. Kebijakan yang mengatur kesejahteraan guru pun belum berpihak secara maksimal pada guru. Masih banyak guru yang terhimpit kesulitan ekonomi, khususnya guru yang belum menjadi PNS. Karena pendidikan juga tergantung dengan keputusan dan kebijakan pemerintah, sebaiknya setiap kebijakan dipertimbangkan sebaik mungkin agar tidak merugikan siswa maupun pendidik.

    ReplyDelete
  155. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Terimakasih Prof, artikel diatas menambah wawasan dan pengetahuan saya tentang kondisi pendidikan di Indonesia yang masih rendah yang disebabkan oleh seringnya perubahan kurikulum dimana kurikulum sebelumnya belum sempurna tetapi langsung diganti kurikulum yang baru, dimana kurikulum yang baru memeiliki beban yang berbeda. Peningkatan kualitas guru didaerah desa, perbatasan dan kekota agar kualitas pendiidkan merata dan juga sarana dan parasaran pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran pemerintah perku megkaji ulang dalam menentukan kurikulum baru agar kualitas pendidikan di Indonesia meningkat.

    ReplyDelete
  156. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015

    Terima kasih pak atas artikel tersebut. Artikel tersebut sangat memberikan gambaran terkait tingkat pendidikan Indonesia di mata dunia, dugaan permasalahan-permasalahan yang akan hadir dalam dunia pendidikan kedepannya dan faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya pendidikan di Indonesia. Dalam mengembangkan Pendidikan Indonesia, ada beberapa pertimbangan yang harus dilakukan.
    1. Penyebaran guru yang belum merata : Guru masih terpusat pada daerah-daerah tertentu saja sehingga daerah-daerah 3T masih kekurangan jumlah guru. Pemerataan calon-calon tenaga pendidik diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
    2. Sarana dan Prasarana Pendidikan: setiap daerah pasti memiliki sarana dan prasarana yang beragam sehingga apabila suatu kebijakan pendidikan dipukul rata atau harus diterapkan secara nasional tanpa memperhatikan sarana dan prasarana yang ada, maka hal ini bukanya memberikan kemudahan dalam pembelajaran tapi bisa jadi menambah beban pada sekolah tertentu.
    Selain itu, penekanan 4 pilar kebangsaan menjadi hal yang harus diperhatikan karena 4 pilar kebangsaan tersebut bisa menjadi tameng supaya pendidikan di Indonesia tidak banyak terpengaruh oleh hal-hal negatif dari pendidikan internasional.

    ReplyDelete
  157. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    Pendidikan Matematika I 2015

    Terima kasih Pak atas artikelnya, cukup membantu bagi saya untuk mengetahui keadaan pendidikan di Indonesia saat ini. Sebagaimana yang tertera dalam artikel tersebut, memang masih cukup banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pendidik maupun pengambil kebijakan dalam bidang pendidikan, salah satunya adalah capaian prestasi pendidikan siswa Indonesia yang masih bisa dibilang rendah jika dibandingkan negara-negara lain. Peningkatan prestasi tersebut memang patut untuk dijadikan perhatian, namun di sisi lain pendidik juga harus memperhatikan penanaman nilai-nilai moral dalam pembelajaran. Jangan sampai pendidik hanya berfokus dalam upaya peningkatan prestasi siswa, namun mengabaikan kualitas pembelajaran, termasuk didalamnya penanaman nilai moral dalam praktik pembelajaran itu sendiri.

    ReplyDelete
  158. Aji Pangestu
    S1 Pendidikan Matematika I 2015
    15301241009
    Terima kasih Prof. Marsigit untuk artikelnya. Kualitas pendidikan masih menjadi permasalahan pendidikan di Indonesia. Pergantian kurikulum yang dilakukan berkali-kali dan semua faktor pendukung yang belum siap menjadikan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia. Kurikulum yang berganti-ganti membuat bingung banyak pihak, termasuk tenaga pendidik dan wali peserta didik. Hal ini mengakibatkan banyak pihak yang mengeluh. Walaupun pada prinsipnya memang memiliki tujuan yang baik, namun dengan ketidaksiapan berbagai hal juga dapat menjadikan kendala dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Maka dari itu, dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak serta kesiapan kurikulum untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  159. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Pak telah membagikan artikel yang sangat menarik untuk dibaca. Saat ini pendidikan merupakan suatu hal yang dianggap penting dan sangat di elu-elukan di masyarakat. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk memperoleh pendidikan baik formal maupun informal.Namun, yang masih menjadi permasalahan adalah kualitas/mutu pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Inilah yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah karena melalui pendidikan, diharapkan Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara besar lainnya yang maju dan kualitas pendidikannya tidak diragukan lagi.

    ReplyDelete
  160. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Banyak permasalahan pendidikan yang belum terselesaikan sampai saat ini, terdapat pula masalah yang kembali menjadi viral, bahkan permasalahan baru muncul. Tahun 2018 ini, persoalan UN kembali menjadi topik yang, baik UN SMP maupun SMA. Banyak siswa yang memberi komentar, kritikan yang tidak enak kepada pemerintah terkait soal UN yang sulit, jauh dari try out/simulasi UN yang telah diselenggarakan. Mendapati kondisi yang seperti ini sangat menunjukkan bahwa siswa Indonesia hanya menghafalkan prosedur atau rumus dan hanya mempelajari soal-soal rutin saja tanpa mau mengembangkan pengetahuan yang lebih dalam.
    Sebagai fasilitator, guru membantu siswa mengkonstruk dan selalu melatih logika atau pemikiran siswa, bukan hanya "menjejeli" rumus dan meminta siswa untuk menghafalkannya. Penanaman pemahaman yang mendalam dan pengembangan kemampuan yang yang lebih tinggi juga perlu lebih difokuskan agar siswa terbiasa dan tidak kaget saat menghadapi skalTentu saja hal in tidak mudah. Oleh karena itu kita harus selalu belajar dan menggali pengalaman agar kita dapat menciptakan siswa berkualitas, siswa yang siap menghadapi soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Tentu saja untuk mempersiapkan pembelajaran yang demikian, kita juga harus mempersiapkan diri. Kita harus senantiasa siap untuk mewujudkan siswa yang lebih siap.
    Semangat =)

    ReplyDelete
  161. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Dari artikel di atas saya bertambah wawasan tentang keadaan pendidikan dan pendidikan guru saat ini. Pendidikan merupakan salah satu realisasi dari tujuan bangsa ini, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurut saya negara yang maju adalah Negara menghargai dan menghormati jasa-jasa para pendidik, dalam hal ini terutamanya para guru. Peningkatan kesejahteraan sudah mulai dibangun oleh Pemerintah. Namun, di sisi lain perbaikan kulaitas dan mutu para pendidik inilah kunci utama majunya suatu bangsa dan peradabannya.

    ReplyDelete
  162. Rosmiyati Putri UtamiMay 13, 2018 at 5:03 AM

    Rosmiyati Putri Utami
    15301241031
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Budaya bangsa dan jati diri bangsa yang kian memudar disebabkan oleh sikap dari sebagian besar generasi bangsa sekarang ini yang sifatnya terlalu terbuka terhadap dunia luar, budaya luar apapun diterimanya tanpa melihat baik buruknya. Sebagai generasi bangsa ini seharusnya kita saling mengingatkan akan tujuan utama dari bangsa ini dan memilah baik buruknya suatu budaya serta menanamkan pemikiran untuk memajukan bangsa ini. Jika dari generasi-generasi muda yang sekarang ini tidak berkeinginan untuk berubah untuk memajukan pendidikan Indonesia maka perubahan kurikulum yang dilakukan oleh pemerintah tidak akan berpengaruh pada kualitas pendidikan saat ini.

    ReplyDelete
  163. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Kondisi guru saat ini mungkin tengah dibingungkan dengan system yang diterapkan oleh pemerintah. Ibu saya seorang guru SD, jika saya pulang ke rumah beliau selalu bercerita tentang keadaan yang sedang di alami di sekolah tempat beliau mengajar. Suatu hari beliau bercerita kepada saya tentang kebijakan pemerintah tentang kurikulum 2013 yang selalu di revisi. Awalnya beliau bercerita tentang sulitnya menerapkan kurikum 2013 dalam pembelajran kemudian tentang system penilaian yang dirasa sangat rumit apalagi untuk mata pelajaran tematik. Namun terakhir ibu saya bercerita tentang alokasi dana BOS. 20% dari dana BOS harus dialokasikan untuk membeli buku kurikulum 2013 yang direvisi setiap tahunnya. Bahkan jika ada sisa harus dikembalikan ke bank. Hal ini dirasa sangat memberatkan pihak-pihak yang ada disekolah. Untuk sekolah yang memiliki siswa dengan jumlah cukup banyak mungkin tidak terlalu terasa bebannya. Namun untuk sekolah pinngiran dengan jumlah siswa setiap kelas hanya sedikit bahkan bisa dihitung jari tentu hal ini terasa sangat berat. Bahkan guru-guru rela mengeluarkan dana pribadi demi lancarkan kegiatan administrasi dan pembelajaran di sekolah. Hal ini cukup memprihatinkan mengingat alokasi dana dari APBN untuk Pendidikan tidaklah sedikit.

    ReplyDelete
  164. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Salah satu tujuan bangsa ini yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa” hal ini berarti pendidikan merupakan salah satu koridor untuk mewujudkan tujuan bangsa ini. Namun problema pendidikan masa kini adalah kualitas/mutu pendidikan di Indonesia yang masih tergolong rendah. Orientasi sekarang ini hanya berfokus pada peningkatan nilai atau prestasi siswa, namun tidak memperhatikan kuallitas pembelajaran itu sendiri, dan juga nilai moral-moral di dalamnya.

    ReplyDelete
  165. Bayu Widyanto
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244010

    Terima Kasih atas artikel yang telah dibagi. Pendidikan merupakan salah satu hal penting dari dulu hingga sekarang. Permasalahan dalam dunia pendidikan pun masih ada sampai saat ini. Masalah tersebut salah satunya ialah kurikulum yang berganti-ganti. Hal ini dapat membuat kualitas pendidikan terpengaruh karena guru, siswa harus beradaptasi lagi dengan kurikulum baru. Selain itu juga kurangnya persiapan dari berbagai pihak mempengaruhi dalam pergantian kurikulum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alvi Khoirunnisak
      S1 Pendidikan Matematika A 2015
      15301241012

      Indonesia mengalami pergantian kurikulum beberapa kali. Hingga kurikulum yang sekarang ditetapkan adalah kurikulum Nasional atau kurikulum 2013, karena perubahan kurikulum ini terjadi pada tahun 2013. Namun pada awal pelaksanaannya, kurikulum 2013 masih memiliki banyak kekurangan. Sehingga sistem pendidikan di Indonesia menjadi cukup runyam. Akibat lanjut dari adanya persoalan pendidikan yang belum tuntas maka berdampak pula pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar.

      Delete
  166. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Dari artikel di atas, terlihat bahwa terdapat berbagai persoalan pendidikan di Indonesia. Persoalan tersebut meliputi kegamangan penerapan kurikulum, kontroversi UN, pemerataan pendidikan, persoalan penempatan guru, dsb. Namun, masih ada harapan untuk memperbaikinya agar menjadi lebih baik lagi. Tinggal bagaimana masyarakat Indonesia yang harus sadar bahwa pendidikan itu yang memegang bukan hanya elemen pendidikan di satu Negara namun semua elemen di Negara itu. Sehingga diharapakan dengan adanya kesadaran itu, maka pendidikan akan terdorong menjadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  167. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pendidikan diperlukan untuk membentukan moral suatu bangsa. Tetapi sekarang ini pendidikan di indonesia mengalami permasalahan yang tak kunjung menemui titik temu yaitu kurikulum yang terus berganti. Hal ini tentunya berakibat kurang baik bagi para pendidik dan peserta didik. Disaat pendidik dan peserta didik mulai beradaptasi dengan kurikulum yang ada, tapi pemerintah mengganti kurikulumnya dengan kurikulum baru. Hal ini membuat pendidik dan peserta didik menjadi kebingungan dan tidak berfokus di pembelajaran.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  168. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih atas artikelnya Pak.
    Artikel ini menambah wawasan kami terhadap permasalahan keadaan dan kualitas pendidikan di Indonesia. Berdasarkan hasil riset dunia pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah. Seperti pada artikel ini, banyak sekali hambatan dan persoalan yang dihadapi, seperti kurangnya kualitas pendidikan. Permasalahan yang sedang dihadapi terkait dengan pergantian kurikulum yang masih mengalami revisi sesuai dengan tujuan pendidikan yang dirumuskan oleh petinggi Indonesia. Pergantian kurikulum ini yang dirasa membuat guru dan siswa kurang siap akan kurikulum yang baru.
    Masalah lain yang timbul yaitu pemerataan pendidikan dan guru pada setiap daerah. Pemerataan pendidikan dan guru pada awalnya seperti hanya berpusat pada pulau Jawa, sedangkan daerah-daerah terpencil kurang diperhatikan. Program mengajar pada daerah 3T memang sudah dilaksanakan, namun terkadang dirasa belum ada efek yang berkelanjutan.
    Persoalan-persoalan lain timbul dalam pendidikan antara lain pro dan kontra ujian nasional baik bagi guru dan siswa, kesejahteraan guru, sarana dan prasana pendidikan bagi setiap daerah, serta masih banyak lainnya.
    Harapan-harapan yang diinginkan juga harus sesuai dengan pengembangan pendidikan dan pengembangan kualitas guru. Pengembangan pendidikan bukan berarti mengganti kurikulum yang ada, namun dapat juga menyempurnakan kurikulum yang ada. Pengembangan kualitas guru melalui pendidikan guru perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak.

    ReplyDelete
  169. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Terimakasih atas artikel yang sangat bermanfaat Prof. Dari artikel diatas dapat diketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang berkembang dan relatif muda (belum berusia 100 th) sehingga Indonesia masih terdapat beberapa kekuranagn baik dari segi sumberdaya manusia ataupun teknologi. Dari itu Indonesia juga harus mampu menyaring budaya-budaya luar yang hampir masuk ketika budaya tersebut bertentangan dengan ideologi Indonesia sendiri. Ketika Indonesia mengalami disorientasi epoleksosbud, maka revolusi mental yang dikemukakan perlu untuk diimplementasikan dengan baik. Salah satunya dalam pendidikan, diharapkan Indonesia mampu untuk menggunakan pendidikan yang berdasarkan dari konsep yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara yang sesuai dengan karakter Indonesia.

    ReplyDelete
  170. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terimakasih Pof, artikel yang sangat bermanfaat. Dari uraian artikel di atas dapat menjadi masukan yang baik terutama bagi saya dan teman-teman yang lain ketika mengajar kelak. Menjadi seorang guru memang bukanlah hal yang mudah. Guru harus dapat menyusun RPP dan LKS yang tepat agar siswa dapat memahami kompetensi yang diajarkan. Kemudian ketika di dalam kelas guru harus dapat mengelola kelas dengan baik. Dengan beragam karakter, kemampuan siswa. Semoga kegiatan lesson study seperti ini banyak diadakan di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan profesioanalisme guru.

    ReplyDelete