Apr 10, 2015

Keadaan Pendidikan dan Pendidikan Guru saat ini

Aslm, berikut saya tayangkan konsep dan pemikiran saya secara singkat berkaitan dengan keadaan 



pendidikan dan pendidikan guru di Indonesia, dalam rangka (bagian dari) memberikan masukan tentang reformasi LPTK, yang sedang digodog secara keseluruhan oleh tim kecil Majelis Guru Besar UNY. Selamat membaca dan memberi komentar atau berkontribusi pemikiran tambahan.

Keadaan Pendidikan dan Pendidikan Guru saat ini
Oleh: Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Pendidikan di Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan dan tantangan yang kompleks dan mendasar, sekaligus kita menyongsong harapan di tengan era global. Bangsa Indonesia dengan pasti tidak dapat menghindar dari pergaulan Pasar Bebas seperti GATT, WTO, AFTA dan pergaulan dunia yang mempengaruhi segala aspek berkehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Sebagai bangsa yang relatif muda (belum sampai berumur satu abad), tentulah jika masa depan kita berorientasi kepada kecenderungan modus (standar) internasional dewasa ini, akan banyak dijumpai kekurangan-kekurangan yang bersifat ontologis baik yang menyangkut sumber daya manusia maupun penguasaan teknologi.

Derasnya aliran barang, jasa, pengetahuan, dan teknologi dari luar negeri tidak diimbangi dengan kesadaran adanya aliran pemikiran/paham, karakter atau gaya hidup yang tidak sesuai dengan karakter dan budaya bangsa. Sehingga bangsa dan masyarakat Indonesia dewasa ini bersifat terbuka absolut dari pengaruh luar. Hal inilah yang menyebabkan bangsa Indonesia dewasa ini seakan mengalami disorientasi baik dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan. Dewasa ini Indonesia sedang mengalami disorientasi epoleksosbud, yang ditandai dengan bergesernya orientasi pendidikan dari nasionalisme dan jati diri bangsa menuju berorientasi isme-isme baru pengaruh dunia Barat seperti Pragmatisme, Kapitalisme, Utilitarianisme, Materialisme, Liberalisme, bahkan Hedonisme.   Revolusi mental yang digulirkan oleh Presiden Joko Widodo kiranya patut direnungkan, digali dan diimplementasikan untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan. Revolusi mental perlu didukung dengan penguatan 4 (empat) pilar yaitu: Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan BhinekaTunggal Ika.

Kegamangan pendidikan salah satunya disebabkan oleh keraguan menetapkan komitmen terhadap konsep pendidikan yang berkarakter Indonesia. Selama ini bangsa Indonesia telah terbuai dengan janji dan implementasi berbagai konsep pendidikan dari luar yang ternyata hanya menjauhkan atau mencerabut marwah ke Indonesiaan dari generasi ke generasi berikutnya. Sudah saatnya kita menggali, mengembangkan dan mengimplementasikan harta karun konsep pendidikan asli Indonesia yaitu yang salah satunya telah digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Hanya di Indonesialah terdapat konsep ing ngarsa sung tuladha dan tut wuri handayani. Sementara di negara-negara Barat, mereka hanya unggul ing madya mangun karsa. Sehingga pendidikan di negara-negara Barat bersifat linear yaitu maju berkelanjutan tanpa batas dan tanpa mengetahui akhir ujung bentuk masyarakat dan peradaban yang diinginkan; sedangkan di negara-negara Timur termasuk Indonesia, pendidikan mempunyai potensi besar untuk bersifat siklik, yaitu mengedepankan interaksi (Agama: silaturakhim) untuk melakukan ikhtiar dalam kodratnya untuk semata-mata memperoleh ridhla Allah SWT. Dengan demikian, jelaslah kiranya bahwa konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara cukup menjanjikan solusi untuk mengatasi krisis multidimensi bangsa. Adalah tantangan dan tugas kita semua, para pelaku dan stake holder pendidikan untuk mampu menggali dan mengimplementasikannya; sementara pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional diharapkan mampu memfasilitasi dan membuat kebijakan kependidikan yang selaras dengan semangat pengembangan jati diri bangsa.

Ditengah kegamangan politik, ekonomi, sosial dan budaya maka dalam bidang pendidikan terdapat pertanyaan guru seperti apakah dewasa ini yang dianggap ideal bagi bangsa ini? Berbagai penelitian menunjukkan bahwa selama ini, walaupun telah mengalami berbagai fase perubahan kurikulum yang dibarengi dengan berbagai macam peraturan perundangan, masih saja kualitas pendidikan belum seperti yang diharapkan, terutama jika dilihat dari prestasi yang dibandingkan dengan prestasi pendidikan bangsa-bangsa lain. Walaupun hasil penelitian OECD tahun 2015 menunjukkan adanya inovasi pembelajaran, tetapi herannya mengapa prestasi belajar masih belum memuaskan? Penjelasannya adalah bahwa inovasi pembelajaran yang terjadi dan sudah mulai menampakan bentuknya merupakan kerja keras dan hasil dari pelaksanaan kurikulum KTSP beserta segala usaha inovatif lainnya seperti adanya projek-projek SEQIP, PEQIP, IMSTEP-JICA, Lesson Study, CTL, dst. Disorientasi bidang epoleksosbud ditengarai sebagai biangnya segala persoalan yang muncul dalam bidang pendidikan, sehingga mengaburkan bahwa inovasi yang berhasil dilakukan adalah baru langkah awal, sedangkan prestasi belajar adalah langkah berikutnya. Disorientasi epoleksosbud menyebabkan timbulnya anomali paradigma kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, yang pada gilirannya menghasilkan ketidakteraturan pola kehidupan masyarakat yang dapat berujung pada perikehidupan yang anarkhis dan mendegradasi peradaban bangsa.

Pengembangan pendidikan di Indonesia terkendala oleh adanya anomali paradigma pendidikan yaitu: pendidikan jangka panjang versus pendidikan jangka pendek, pendidikan terdesentralisasi versus pendidikan terpusat, pendidikan terbuka versus pendidikan tertutup, inovasi pendidikan versus status quo pendidikan, pendidikan sebagai kebutuhan versus pendidikan sebagai investasi, pendidikan yang melestarikan versus pendidikan yang konstruktif, pendidikan berorientasi proses versus pendidikan berorientasi hasil, pendidikan untuk semua versus pendidikan terkanalisasi, pendidikan berorientasi jati diri bangsa versus pendidikan berorientasi pasar dst. Selama anomali paradigma tersebut belum memperoleh solusinya maka selama itu pula persoalan pendidikan masih bersifat imanent dan latent.

Akibat lanjut dari adanya persoalan pendidikan yang belum tuntas maka berdampak pula pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar. Anomali paradigma pada gilirannya juga muncul dalam pengembangan pendidikan guru di Indonesia, misalnya: guru sebagai pengembang pendidikan versus guru sebagai pelaksana pendidikan, guru kelas versus guru mata pelajaran, guru pusat versus guru daerah, pendidikan guru concurant versus pendidikan guru consecutive, tanggung jawab masyarakat versus tangung jawab pemerintah, idealitas pendidikan versus pragmatisme pendidikan, dst.

Dengan kondisi seperti tersebut di atas maka banyak persoalan pendidikan yang menghadang didepan kita: kegamangan penerapan kurikulum, kontroversi (fungsi) ujian nasional, persoalan sertifikasi guru dan dipenuhinya jam mengajar, penguatan peran LPTK, sinergitas antar lembaga birokrasi pendidikan, persoalan penempatan guru, pengembangan profesionalitas guru, peran lembaga penjaminan mutu yang overlaping dengan peran LPTK, reformasi pendidikan, overlaping permendiknas, sustainabilitas dan akuntabilitas pendidikan, pemerataan pendidikan, partisipasi pendidikan, standar nasional pendidikan guru, pendidikan karakter dan karakter bangsa, dst.

Terdapat harapan dari apa yang disampaikan oleh Mendikbud Anies Baswedan bahwa pengembangan pendidikan guru akan dilakukan dengan memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan.


Yogyakarta, 9 April 2015


140 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Menjalankan pendidikan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bermacam persoalan sering menjadi penghambat pertumbuhan pendidikan baik di daerah, di pusat, bahkan hingga di tingkat dunia. Persoalan yang dihadapi tidak jauh berkisar antara unsur yang terdapat dalam pendidikan itu sendiri, yaitu berupa tujuan pendidikan, subjek pendidikan, objek pendidikan, materi atau kurikulum pendidikan, dan lain sebagainya. Dalam proses pembelajaran, seringkali terdapat kendala pada subjek dan objek pendidikan, yaitu guru dan siswa. Munculnya fenomena yang terjadi antara guru dan siswa kadang memberikan dampak negatif bagi perkembangan ranah kognitif, ranah efektif, dan ranah psikomotorik siswa. Untuk ranah kognitif diperlukan analisis yang tajam untuk menemukan solusi atau langkah yang jelas untuk memperbaiki hal tersebut. Menjawab fenomena yang ada, perlu dilakukan kajian teori yang nantinya dapat memberikan pengalaman bersama untuk memecahkan permasalahan yang ada.

    ReplyDelete
  2. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Memang entah disadari atau tidak, kegamangan pendidikan di Indonesia hingga saat ini pun masih berlangsung. Proses pendidikan yang dilakukan oleh negara-negara lain yang terlihat lebih unggul dari Indonesia membuat Indonesia tergiur untuk menjadi seperti negara-negara itu. Namun tanpa disadari, Indonesia sebenarnya juga telah memiliki harta karun konsep pendidikan yang telah ada sejak dulu yang telah di gagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Jika kita benar-benar mengikuti itu dan menerapkannya di era globalisasi dengan pasar bebasnya, maka dirasa gagasan sangat cocok denngan Indonesia.

    ReplyDelete
  3. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Persoalan pendidikan yang belum tuntas maka memberikan dampak pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar. kualitas pendidikan Indonesia diharapkan tidak mengalami penurunan padahal sudah diusahakan dengan diberlakukan kurikulum baru. Kadang kala perlu disadari juga bahwa permasalahan tak datang hanya dari pihak pendidik, pemerintah. namun dari dalam diri siswa juga. perlu adanya minat belajar siswa. apalagi di era sekarang ini, siswa dihantui dengan gemerlapnya smartphone yang tak digunakan sebagaimana mestinya.

    ReplyDelete
  4. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu indikator keberhasilan adanya pendidikan dapat dilihat dari perilaku. Pendidikan di Indonesia, maka dikatakan berhasil apabila karakter-karakter bangsa atau perilaku-perilaku bangsa selalu diterapkan dan dijaga kapanpun dan dimanapun. Namun, yang terjadi di negeri kita saat ini adalah permasalahan yang menantang bagi dunia pendidikan Indonesia untuk dapat mengembalikan nilai-nilai karakter bangsa Indonesia yang mulai luntur dengan masuknya berbagai macam hal dari luar negeri yang diserap dan diterima tanpa adanya filter.
    Oleh karena itu, kualitas pendidikan dan pendidik dapat menjadi langkah awal untuk mengembalikan nilai-nilai karakter bangsa yang hilang. Kita semua, dari berbagai elemen masyarakat harus ikut serta dalam mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih baik. Kita semua harus memiliki kesadaran yang tinggi bahwa untuk mencapai semua itu, dibutuhkan kekuatan dari seluruh elemen masyarakat tidak hanya melalui para pemegang jabatan dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  5. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Pendidikan dan guru saat ini menjadi topik perbincangan yang sering dibicarakan, karena dengan adanya pendidikan negara akan bisa maju. Kita tahu bahwa konsep pendidikan asli Indonesia yaitu yang salah satunya telah digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Dan memang benar hanya di indonesia yang menerapkan konsep ini apalagi dilambang sekolah kita sellau ada tulisan tut wuri handayani yang berarti kita/ guru sebagai pendorong bagi kemajuan pserta didika kita. Kita selalu dibelakang mereka kita sellau mensuport anak-anak murid kita sampai dia berhasil. Baik itu anak SD, SMP, SMA hingga Mahasiswa (i). Dengan menggunakan konsep ki hajar dewantara adalah sebuah tantang yang besar bagi guru. Memang tidak gampang dalam menjalaninya akan tetapi kalau kita berusaha pasti bisa. Pendidikan di barat dan timur juga berbeda yang mana pendidikan di barat mereka hanya unggul ing madya mangun karsa. Sehingga pendidikan di negara-negara Barat bersifat linear yaitu maju berkelanjutan tanpa batas dan tanpa mengetahui akhir ujung bentuk masyarakat dan peradaban yang diinginkan sedangkan di negara Timur termasuk Indonesia, pendidikan mempunyai potensi besar untuk bersifat siklik, yaitu mengedepankan interaksi (Agama: silaturakhim) untuk melakukan ikhtiar dalam kodratnya untuk semata-mata memperoleh ridhla Allah SWT

    ReplyDelete
  6. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu bahasan yang menjadi perhatian saya adalah pengembangan guru yang salah satunya akan dilakukan dengan memperkuat kompetensi guru. Hal yang sering dilakukan untuk memperkuat kompetensi guru adalah dengan penataran. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah kegiatan penataran tersebut berpengaruh terhadap kompetensi guru. Tidak sedikit guru yang mengikuti penataran, namun belum menerapkan ilmu yang diperoleh. Inilah yang menjadi koreksi bersama, bahwa penataran adalah salah satu sarana yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru, bukan malah hanya menjadi agenda rutin para pendidik.

    ReplyDelete
  7. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Keadaan pendidikan dan pendidikan guru saat ini menurut saya yang perlu disoroti saat ini adalah keadaan minimnya pendidik di daerah pelosok. Di luar sana banyak sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pendidik karena kesadaran pendidik yang hanya ingin mengajar pada sekolah di kota besar. salah satu alasan tenaga pendidik baru tidak memilih daerah terpencil karena takut tidak diperhatikan pemerintah kesejaheraannya. Oleh karena itu, perlu digencarkan seminar-seminar dari pendidik berpengalaman di kota besar untuk memberikan pengetahuan dan motivasi ke pada pendidik yang berada di daerah pelosok di Indonesia dengan cara terjun langsung untuk menyaksikan dan memberikan saran untuk meningkatkan kompetensi siswa maupun guru pada daerah tersebut. Hal tersebut akan sangat membantu ditengah pesatnya pengembangan-pengembangan perangkat pembelajaran dan model pembelajaran yang banyak muncul saat ini.

    ReplyDelete
  8. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Indonesia haruslah mempertahankan ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani agar pendidikan siklik. Seperti negara timur lain indonesia mengintegrasikan pendidikan dengan proses spiritual yang mengutamakan interaksi. Proses interaksi tersebut dilaksanakan agar pendidikan selaras dengan salah satu tujuan hidup manusia yaitu memperoleh rida-Nya.

    ReplyDelete
  9. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Jika kita lihat saat ini, kondisi pendidikan Indonesia masih saja memprihatinkan, terutama mengenai fasilitas pendidikan di daerah-daerah, baik sarana maupun prasarana pendidikan. Masih saja terdengar kabar ada bangunan sekolah yang tidak layak untuk digunakan. Begitulah kondisi pendidikan Indonesia saat ini dibeberapa daerah. Sentuhan tangan dari pemerintah belum terasa secara merata.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    53. Melihat kondisi pendidikan di Indonesia saat ini dari segi pendidik atau guru. Menurut apa yang saya temukan di lapangan ketika kegiatan PPL dengan beberapa kali mengamati proses pembelajaran di kelas, pembelajaran yang dilakukan masih sangat berpusat pada guru. Siswa cenderung bersifat pasif dan beberapa nampak tidak tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Nah, sebagai seorang calon guru, masalah ini adalah "PR" bagi kita bersama, mengenai bagaimana kita dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi siswa dan menjadi fasilitator yang baik bagi mereka untuk membangun dan menemukan pengetahuan baru.

    ReplyDelete




  11. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014



    Pendidikan yang baik akan melahirkan generasi yang baik pula. Untuk itu perlu adanya hubungan yang sinergi baik antara pemerintah, pendidik, peserta didik, dan masyarakat. Apabila terjadi kesenjangan di antara komponen tersebut tentu akan berdampak pada kondisi pendidikan. Di era global ini, pendidikan karakter perlu digiatkan, mengingat banyaknya generasi penerus bangsa yang melanggar norma. Pendidkan tidak hanya berada di sekolah, melainkan setiap saat bahkan kita belajar. Misal dalam masyarakat kita dapat belajar bagaimana menghargai orang lain, bagaimana bersyukur, bagaimana berperilaku sopan dll.

    ReplyDelete
  12. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Pendidikan merupakan hal yang penting dan mendasar bagi kemajuan suatu bangsa. Indonesia senantiasa melakukan pembaharuan terkait kurikulum pendidikan. Hal tersebut merupakan suatu upaya untuk selalu memperbaiki dan mengikuti perkembangan jaman. Seperti misalnya saat ini digencarkan pendidikan karakter.Hal tersebut didasari oleh maraknya kasus kejahatan di Indonesia, korupsi, dll. Kemudian kini juga digencarkan model" pembelajaran student centered. Hal tersebut dimaksudkan agar tercetak generasi yang cerdas, mandiri, kreatif, dan inovatif.
    Untuk menyukseskan tujuan yang akan dicapai tentu semua unsur pendidikan harus saling bersinergi. Misalnya, dengan adanya kebijakan kurikulum yang seperti saat ini, seharusnya guru juga sudah dapat mengimplementasikan dengan kecakapan yang mumpuni untuk menjadi fasilitator, bukan lagi bersikap menjadi "diktator" yang terus memberi pembelajaran searah.

    ReplyDelete
  13. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Implementasi Pendidikan dan Pendidikan Guru di Indonesia memang masih perlu banyak perbaikan dan pemantapan di beberapa aspek. Salah satunya adalah kurang matangnya penerapan Kurikulum 2013 saat ini. Mulai dari tahapan persiapan sampai dengan praktiknya yang bahkan belum merata saat ini dan menimbulkan banyak pertanyaan bagi guru dalam praktiknya. Kemudian, dengan adanya sertifikasi guru ini menjadi menarik sekali, karenanya banyak lembaga pendidikan yang menawarkan kemampuannya dalam mencetak guru di Indonesia. Ini tentu juga harus diimbangi dengan kualitas yang baik.

    ReplyDelete
  14. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Konsep pendidikan yang diajarkan Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani kalau diterapkan di jaman era global seperti sekarang ini, maka akan menghasilkan indonesia yang tangguh. Dimana yang di depan dapat menjadi panutan atau contoh, yang di tengah menjadi penjalar atau penyeimbang sepantara, dan yang di belakan melakukan dorongan (prajurit, ibaratnya). Seorang guru dapat menjadi contoh bagi anak didiknya dan dapat membimbing dengan sabar dan bijaksana maka akan menghasilkan generasi penerus yang baik (berkarakter).

    ReplyDelete
  15. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Siap ataupun tidak Indonesia akan dihadapkan kepada pergaulan internasional yang terbuka. Zaman dimana persaingan semakin ketat. Subjek yang dilibatkan tidak hanya antar negara tapi antar individu lintas negara. Untuk itu peran pendidikan akan teramat penting untuk mempersiapkan SDM. Dengan Pendidikan diharapkan Indonesia akan memiliki SDM yang siap dan berdaya saing tinggi untuk menjawab tantangan global di berbagai bidang kehidupan. Walaupun faktanya belum berhasil bila ditinjau dari hasil PISA. Menjadi negara dengan peringkat 10 terendah patut dijadikan renungan. Pasalnya Indonesia adalah negara langganan PISA sejak tahun 2000. Tentunya butuh kontribusi dari setiap insan yang berkarya di bidang Pendidikan untuk memperbaikinya.

    ReplyDelete
  16. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Kemajuan teknologi dan derasnya arus globalisasi memanglah menjadi salah satu tantangan yang besar bagi bangsa Indonesia. Khususnya bagi pendidikan dan pendidik yang ada di Indonesia. Kemajuan pendidikan di Indonesia sangatlah dibutuhkan untuk menghadapi tantangan ini. Pemerintahpun terus berusaha untuk memajukan pendidikan yang ada di Indonesia ini dengan memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Akan tetapi pada kenyataannya sistem pendidikan yang ada belumlah terlaksana dengan baik dan benar sesuai dengan konsep pendidikan asli dari Indonesia seperti apa yang digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara. Oleh karenanya dalam memajukan pendidikan di Indonesia ini yang dibutuhkan tidak hanya dalam segi pendidikan saja akan tetapi moralitas dan budaya juga harus diperbaiki.

    ReplyDelete
  17. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi suatu bangsa. Dunia pendidikan ini yang akan membantu kemajuan suatu bangsa. Maka dari itu, sudah selayaknya bahwa pendidikan di Indonesia ini harus sangat diperhatikan. Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Aanak-anak yang berada dalam daerah pedalaman berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Karena pada saat ini masih banyak anak di luar sana yang tidak bisa merasakan duduk dalam bangku pendidikan. Selain itu, pendidikan juga perlu ditingkatkan dimanapun kita berada. Tidak hanya di sekolah, akan tetapi dalam lingkungan-lingkungan kecilpun sudah harus diterapkan yang namanya pendidikan, misalnya dalam keluarga. Hal ini akan bepengaruh dengan mutu generasi bangsa.

    ReplyDelete
  18. Anwar Novianto
    16706261005
    S3 Pendidikan Dasar 2016

    Sebagai pendidik atau guru merupakan orang tua kedua setelah orang tua kandung. Bahkan tidak mengherankan jika anak-anak lebih percaya terhadap gurunya dari pada orang tuanya sendiri. Sekedar contoh dalam pembelajaran matematika tentang penggunaan rumus atau cara untuk menyelesaikan soal, pasti anak-anak akan lebih percaya terhadap gurunya dari pada cara yang diajarkan oleh orang tuanya. Jika cara yang diajarkan oleh orang tua berbeda dengan cara yang diajarkan oleh guru, tidak mengherankan jika anak akan melontarkan kata-kata “cara yang diajarkan Bu/Pak guru tidak seperti itu, aku mau pakai cara yang diajarkan Bu/Pak guru saja”. Konsep pendidikan di Indonesia yang sudah lama dicetuskan oleh Bapak Pendidikan kita yaitu Ki Hadjar Dewantara baru kita sadari beberapa tahun ini. Kurikulum baru yang menekankan pendidikan karakter, yang menggembar-gemborkan karakter bangsa baru akhir-akhir ini saja mulai getol membahana untuk memaksimalkan pendidikan karakter. Padahal, jika kita amati semboyan dari KHD yaitu olah hati olah pikir olah raga olah rasa maka karakter seseorang pasti akan terbentuk sejak kecil dengan sendirinya. Dengan catatan orang tua dan pendidikan harus berperan secara maksimal. Sebagai tauladan yang baik untuk anak-anak dengan ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Jadilah pendidik yang dapat mendidik, dan mendidik yang baik adalah dengan memberikan contoh/perilaku agar ditiru oleh anak-anak generasi yang akan datang. jadilah pendidik yang profesional dengan menguasai empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik kompetensi kepribadian kompetensi profesional dan kompetensi sosial

    ReplyDelete
  19. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Masalah pendidikan akan selalu ada jika tidak ada sinergi antara penggiat-penggiat pendidikan. Semakin maju jaman tentu akan mempengaruhi keadaan dan perkembangan pendidikan, utamanya di Indonesia. Pengaruh luar yang masuk ke Indonesia dapat menggerus dan mempengaruhi karakter bangsa Indonesia, oleh sebab itu pendidikan dan guru tentunya dapat menjadi salah satu sarana pembangun karakter dalam pendidikan maka pendidikan harus bisa membangun karakter bangsa. Seperti yang termuat dalam postingan ini bahwa Indonesia telah memiliki konsep pendidikannya sendiri seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara, konsep tersebut apabila dapat diimplementasikan dengan baik akan mampu mengembangkan jati diri dan karakter bangsa. Selain itu, perlunya pengembangan kualitas pendidik dan profesional guru agar pendidikan dapat berjalan lebih baik dari sebelumnya.

    ReplyDelete
  20. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kemajuan suatu bangsa (Indonesia). Melalui pendidikan, diharapkan tercipta masyarakat yang kompeten di bidangnya dan berkarakter luhur sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Pesatnya perkembangan dan kemajuan zaman mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia. Hal ini jelas bahwa pendidikan akan terus menyesuaikan kebutuhan zaman. Karena kebutuhan semakin kompleks maka, pendidikan juga harus mampu memenuhinya. Akan tetapi, walaupun sudah dilaksanakannya inovasi-inovasi di dunia pendidikan di Indonesia, entah mengapa masih nampak stagnan? Bahkan, semakin kesini banyak terjadi kasus yang tidak pantas dilakukan oleh oknum-oknum pendidikan, yang mengindikasi lunturnya karakter bangsa.
    Salah satu aktor yang mempengaruhi lunturnya karakter bangsa adalah kurangnya kemampuan untuk memfilter dan memberi tameng pada derasnya arus globalisasi. Oleh karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh melupakan jati diri kita yang termuat dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Bahkan, kita memiliki konsep asli pendidikan Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain, yaitu konsep yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara. Kita telah memiliki harta karun tersendiri, selanjutnya yang dibutuhkan adalah sinergi dari subjek-subjek pendidikan, baik itu pemerintah, masyarakat, orang tua, guru, maupun siswa. Semua subjek tersebut bertanggung-jawab atas kemajuan kualitas pendidikan.

    ReplyDelete
  21. Aditya Raenda Ananta
    14301241036
    S1 Pend Matematika A 2014

    Pendidikan disuatu negara merupakan salah satu indikator yang dapat menunjukan apakah negara tersebut sudah majau atau belum. Pembentukan karakter penerus bangsa melalui pendidikan di Indonesia saat ini memang sangatlah kurang. Sebagian besar guru hanya mengedepankan materi pembelajaran tersampaikan. Salah satu contoh kurangnya karakter pelajar Indonesia adalah masih banyaknya tawuran antar pelajar ini terjadi karena dasar negara UUD 45 dan Pancasila sudah tidak diperhatikan lagi.
    Dengan ini maka adanya gagasan untuk memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan pendidikan di Indonesia akan menuju ke arah yang lebih baik dan dapat mempertahankan gagasan oleh Ki Hajar Deantara ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

    ReplyDelete
  22. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    dengan semakin majunya perkembangan zaman, membuat kita juga harus lebih bekerja keras untuk mengimbangi dengan negara lain, terutama pendidikan. dalam pendidikan indonesia agar menjadi lebih baik, memang harus mengupayan kemutakhiran ilmu dengan melakukan penelitian dan pembaharuan dalam metode pembelajaran yang digunakan, namun kita juga dituntut untuk lebih menyaring kemajuan tersebut yang masuk ke negara kita, agar sesuai dengan karakteristik bangsa indonesia. banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa.

    ReplyDelete
  23. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pendidikan yang berorientasi antara proses dan hasil. Seperti halnya penyampaian materi yang sangat cepat ala kadarnya, karena ujian nasional ditentukan dari hasil akhirnya bukan prosesnya. Padahal dalam pembelajaran dikelas, siswa haruslah berlatih untuk berpikir kritis, aktif dan menumbuhkan rasa percaya dirinya sebagai bekal untuk ketahap selanjutnya. Sehingga sangat penting pendidikan karakter bagi siwa. Peran guru sebagai fasilitator tidaklah cukup karena guru mutlak perlu menyediakan sumber dan media belajar yang cocok dan beragam dalam setiap kegiatan pembelajaran, dan tidak menjadikan dirinya sebagai satu-satunya sumber belajar bagi para siswanya.

    ReplyDelete
  24. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Salah satu keadaan pendidikan diindonesia saat sekarang ini adalah Keadaan guru di Indonesia juga sangat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya. Bukan itu saja, sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. Kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri. Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi, pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi, sebagai cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.

    ReplyDelete
  25. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pendidikan di Indonesia mempunyai potensi besar untuk bersifat siklik, yaitu mengedepankan interaksi (Agama: silaturakhim) untuk melakukan ikhtiar dalam kodratnya untuk semata-mata memperoleh ridhla Allah SWT. Karena semua berawal dan berakhir dari dimensi spiritual. Oleh karena itu dunia ini jika diberikan awal dan akhir tiada akan mencapai batasnya. Karena semua kembali kepada spiritual.

    ReplyDelete
  26. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Ternyata pendidikan di indonesia juga dipengaruhi oleh pasar bebas. Dulu saya belum sempat terpikirkan seperti itu. Saya setuju dengan pemikiran tersebut. Budaya selfie, facebookan, chatting, game online bukan berasal dari Indonesia. Budaya tersebut muncul karena derasnya import barang teknologi dan internet ke dalam Indonesia. Kepo (budaya ingin tahu segala hal) juga merupakan budaya yang muncul akibat dari munculnya barang berupa handphone dan jasa berupa internet. Budaya Kepo semakin deras berkembang dengan semakin berkembangnya wadah berupa facebook tempat menumpahkan status tentang kegiatan maupun perasaan yang sedang dialami pemilik akun. Pengguna lain yang membaca jadi memiliki penasaran dan keingintahuan, terkadang membuatnya berkomentar. Budaya kepo dan senang berkomentar ini muncul ke permukaan karena memang di facebook didesain supaya masing-masing penggunanya bisa menulis status dan berkomentar. Anehnya, blog pak Marsigit sebenarnya juga memiliki kolom komentar. Namun untuk berkomentar disini tidak seperti perasaan saat berkomentar di status facebook. Seakan budaya kepo dan budaya senang berkomentar sulit berkembang disini.

    ReplyDelete
  27. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    saya sebenarnya cukup miris dengan keadaan negeri ini. terutama banyaknya guru yang memperlakukan siswa dengan kurang baik. seperti saya pernah mendengar sisw yang di setrum oleh gurunya karena hal sepele. tidak sedikit siswa yang mendapatkan perlakuan tidak semestinya tersebut. Guru yang seharusnya digugu dan ditiru malah seolah olah membuat siswanya menjadi takut olehnya. hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan pendidikan di negeri ini. jika masih banyak guru yang seperti itu tentunya pendidikan di negeri ini tidak akan maju maju.

    ReplyDelete
  28. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menarik sekali yang pak Prof sampaikan mengenai contoh-contoh anomali paradigma yang saat ini sedang dirasakan oleh pendidikan di Indonesia. Memang jika kita telusuri ternyata keadaan itulah benar adanya. Apakah pendidikan kita ini stagnan ataukah melestarikan atau bahkan saling lempar tanggungjawab akan kemajuan pendidikan di Indonesia ini. Saya setuju dengan tulisan pak Prof memunculkan kembali pesan Ki Hajar Dewantoro yang mungkin selama ini sedang kita abaikan karena silau dengan konsep pendidikan di luar negeri. Padahal jika diterapkan dengan baik dan tepat, bisa jadi pendidikan di Indonesia akan memiliki keunikan sendiri dan maju dengan indikator kita sendiri, tanpa mengurangi nilai yang dibawa oleh negara-negara lain. Hal yang perlu menjadi poin penting juga adalah rasa tanggungjawab dari seluruh elemen pendukung pendidikan; mulai dari keluarga, siswa, guru, sekolah, masyarakat, hingga pembuat kebijakan (pemerintah dan jajarannya)

    ReplyDelete
  29. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pendidikan di Indonesia sekarang ini tumbuh ditengah kegamangan politik, ekonomi, sosial dan budaya. Pengembangan pendidikan di Indonesia terkendala oleh adanya anomali paradigma pendidikan antara lain: pendidikan jangka panjang versus pendidikan jangka pendek, pendidikan terdesentralisasi versus pendidikan terpusat, inovasi pendidikan versus status quo pendidikan, dst. Hal ini tentunya berdampak pula pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar siswa.

    ReplyDelete
  30. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Pendidikan guru dan pendidikan seharusnya berbanding lurus. Ketika guru yang dicetak oleh LPTK mempunyai kualitas yang bagus, maka kualitas pendidikan di Indonesia juga meningkat. Begitu juga sebaliknya. Saat ini, pendidikan guru di Indonesia belum sesuai harapan, karena ketika calon guru melaksanakan pendidikan guru di LPTK, metode belajar, model belajar, pendekatan belajar, perangkat pembelajaran yang digunakan untuk simulasi pun bervariasi, kreatif dan inovatif. Namun ketika sudah lulus dan langsung menghadapi kenyataan di lapangan, kembali lagi ke cara konvensional sehingga pendidikan tidak akan berkembang jika tipe pembelajaran yang digunakan hanya itu-itu saja.

    ReplyDelete
  31. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan merupakan bidang penting yang mengupayakan agar warga negara memiliki kesiapan untuk menghadapi tantangan global. Meskipun begitu pendidikan Indonesia menghadapi berbagai permasalahan yang sangat kompleks. Pembaharuan sudah dilaksanakan namun beginilah pendidikan prosesnya perbaikannya bisajadi lambat dikarenakan daerah Indonesia. Dibutuhkan kepercayaan dan konsistensi dalam melakukan perbaikan sehingga tetap ada peningkatan di bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  32. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dilakukan, pendiidkan sendiri tidak hanya disekolah namun juga dalam kehidupan sehari-hari, hal utama yang perlu di tekankan adalah mengenai karakter dimana siswa didik agar memiliki karakter yang bagus, karna karakter itu menjadi dasar dari tingkah laku dan sikap siswa. Perbaikan dan peningkatan pendidikan dari waktu ke waktu diharapkan dapat memperbaiki pelaksanaan pendidikan.

    ReplyDelete
  33. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan di Indoneisa mengalami perbaikan dari tahun ke tahun, kemampuan guru pun takluput untuk dievaluasi dan diperbaiki, salah satu langkah pemerintah adalah dengan mengadakan penataran bagi guru. penataran bagi guru memang bagus dilakukan untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi guru, namun dari beberapa yang saya amati dan dari mendengar cerita dari guru guru, sebagian mengikuti penataran namun tidak menerapkan ilmunya setelah penataran, dan beberapa guru yang sudah berumur cenderung tidak mau untuk melakukan peruabahan dan inovasi pada proses pembelajarannya, ini merupakan suatu evaluasi bersama untuk bagaimana caranya meningkatkan kompetensi guru yang benarbenar dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar.

    ReplyDelete
  34. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan Indonesia sekarang ini sedang berfokus untuk ditingkatkan dengan acuan pendidikan di luar negri, namun pada dasarnya indonesia memiliki konsep pendidikan yang sangat bagus namun sering terabaikan yaitu konsep dari Ki Hajar Dewanatar, jika konsep tersebut benar benar di terapkan, pedidikan Indonesia dapat maju dengan tidak menghilangkan karakter karakter bangsa Indonesia

    ReplyDelete
  35. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Dewasa ini, bangsa dan negara kita masih terus menghadapi problematika khususnya dalam bidang pendidikan. Kita tentunya mempunyai harapan agar tercapainya mutu pendidikan nasional. Pihak yang bertanggung jawab akan permasalahan ini, dalam hal ini pemerintah hendaknya membuka mata, mencari solusi yang tentunya membawa perubahan agar mutu pendidikan di Indonesia semakin baik.

    ReplyDelete
  36. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan merupakan hal yang penting untuk ditingkatkan di setiap negara, tidak terkecuali Indonesia. Salah satu indikator majunya sebuah negara ialah tentang seberapa berhasil pendidikan yang diselenggarakan di negara tersebut. Bangsa Indonesia memerlukan peningkatan sistem pendidikan yang bisa membuat SDM yang banyak ini menjadi SDM yang bisa mengangkat bangsa ini menjadi negara yang maju.

    ReplyDelete
  37. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan dan budaya saling berkaitan. Budaya mendasari lahirnya pendidikan. Pendidikan di Indonesia harus didasari budaya-budaya asli Indonesia. Nilai-nilai budaya indonesia harus masuk dalam setiap pendidikan di indonesia. Hal ini untuk menjadi pondasi agar kita bisa memfilter kemajuan teknologi sekarang ini.

    ReplyDelete
  38. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan di Indonesia masih perlu diperbaiki kembali, hal itu terkait dengan sistem pendidikan dan pelaku pendidikan (guru dan siswa). Perlu adanya pelatihan peningkatan kemampuan guru agar kemampuannya dapat terus berkembang dan mengikuti perkembangan zaman. selain pelatihan , negara juga dapat mempermudah proses pembelajaran dengan memberikan buku acuan acuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  39. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Tugas utama seorang guru adalah membelajarkan siswa. Belajar berarti bila bahwa guru bertindak mengajar, maka diharapkan siswa berajar atau belajar. Dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah ditemukan hal-hal berikut. Guru telah mengajar dengan baik. Ada siswa yang giat. Ada siswa yang pura-pura belajar. Ada siswa yang belajar setengah hati. Bahkan ada pula siswa yang tidak belajar. Guru bingung menghadapi keadaan siswa. Guru tersebut berkonsultasi dengan guru konselor sekolah. Kedua petugas pendidik tersebut menemukan adanya masalah-masalah yang dialami siswa. Ada masalah yang dapat diselesaikan oleh konselor sekolah. Adapula yang dkonsultasikan dengan ahli psikologi. Guru menyadari bahwa dalam tugas pembelajaran ternyata masalah-masalah belajar dialami siswa. Bahkan guru harus memahami bahawa kondisi lingkungan siswa juga dapat menjadi sumber timbulnya masalah-masalah belajar.

    ReplyDelete
  40. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Guru professional berusaha mendorong siswa agar belajar secara berhasil. Ia menemukan bahwa ada bermacam hal yang menyebabkan siswa belajar.ada siswa yang tidak belajar karena dimarahi oleh orang tua. Ada siswa yang enggan belajar karena pindah tempat tinggal. Ada siswa yang sukar memusatkan perhatian waktu guru mengajarkan topic tertentu. Ada pula siswa yang giat belajar karena bercita-cita menjadi seorang ahli. Bermacam-macam keadaan siswa tersebut menggambarkan bahwa pengetahuan tentang masalah-masalah belajar merupakan hal yang sangat penting bagi guru atau calon guru.

    ReplyDelete
  41. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Inilah yang terjadi di bangsa kita ini dimana masih banyak terjadi kontradiksi-kontradiksi yang belum menemukan titik terangnya. Saya sangat setuju dengan perkataan pak Anis Baswedan yaitu” memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan. Karena masa depan bangsa ini tergantung pula pada pendidikan. Jika pendidikan baik tertata sempurna serta aplikasinya sesuai dengan apa yang diharapkan maka akan tercipta pendidikan yang lebih baik. Yakin dan percaya.marilah kita bersama-sama benahi diri.

    ReplyDelete
  42. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kegamangan pendidikan salah satunya disebabkan oleh keraguan menetapkan komitmen terhadap konsep pendidikan yang berkarakter Indonesia. ‘Pendidikan Karekter’ menjadi hal yang sangat krusial mengingat di era sekarang karakter pemuda Indonesia sudah mulai keropos. Mengapa hal ini menjadi penting? Karena estafet perjuangan Indonesia dipegang oleh pemuda Indonesia, jika baik pemudanya, maka baik negaranya ke depan. Oleh karena itu, penanaman nilai karekter harus digencarkan mulai dari pendidikan usia dini.

    ReplyDelete
  43. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan di Indonesia sekarang memang masih seperti ini. Kegalauan antara pendidikan jangka pendek atau panjang pun menjadikan sebuah bencana negeri ini. Kita semua menginginkan pendidkan yang Ideal ttpi dengan jalan lintas. Dan kebanyakan tenaga kependidikan hanya ingin mudah dan menghasilkan hal sangat baik. Pendidikan tak semudah membaringkan badan, semoga Pendidikan di Indonesia semakin baik.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  44. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya sependapat dengan perkataan bapak Anies Baswedan yang menekankan pengembangan pendidikan guru dengan memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lain. Hal tersebut akan memperkokoh bekal para pelaku pendidikan saat terjadi perkembangan kurikulum dan peraturan pemerintah tentang pendidikan di Indonesia. Sehingga diharapkan terjadi pula kesiapan siswa sebagai subjek pendidikan dalam belajar.

    ReplyDelete
  45. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pendidikan Indonesia saat ini memang sedang dalam ambang ke gambangan. Terlalu bergantungnya beberapa sektor terhadap pendidikan tidak dapat dibenarkan, Pendidikan bukanlah penyedia tenaga kerja, tetapi tempat menimba ilmu. Dengan banyaknya LPTK yang ada di Indonesia membuat lulusan pendidikan tak harus jadi guru, karena banyaknya saingan.

    Menanggapi tentang isme-isme yang dari luar, saya memang merasa gusar ketika melihat beberapa mahasiswa bangga dengan idealisnya yang dia ambil dari luar dirinya. Apakah hal tersebut dapat dikatakan idealis? memang aneh, anak muda sekarang memang lebih menyukai hal-hal dari luar Indonesia. PAdahal Indonesia memiliki Pancasila yang merupakan isme yang berasal dari diri Warga Indonesia. Semoga bermanfaat.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  46. Pengembangan pendidikan dapat dilakukan dengan memperkuat kompetensi sumber daya manusia yang bergerak di bidang pendidikan, kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidikan termasuk dinas dan pengawas serta pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan. Gagasan Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani dalam pendidikan perlu digalakkan kembali saat ini dan di masa yang akan datang.

    ReplyDelete
  47. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Untuk membentuk sistem pendidikan yang terarah dan berkembang, diperlukan sistematika yang baik antara pemerintah dan pelaksana pendidikan, pemerintah dalam membuat aturan atau konsep kurikulum pendidikan di Indonesia harus disesuaikan dengan perkembangan pendidikan di Indonesia, sehingga tidak ada kesenjangan antara konsep kurikulum yang dibuat oleh pemerintah dan kemampuan berpikir siswa, selain itu dari pelaksana pendidikan yaitu guru juga harus diperhatikan, diadakannya pengawasan dan pelatihan guru dalam menghadapi konsep kurikulum yang diterapkan sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai yang diharapkan.

    ReplyDelete
  48. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Terlepas dari permasalahan jangka panjang dan jangka pendek, satu hal yang harus tetap diperhatikan adalah pendidikan karakter, pendidikan karakter ini merupakan fondasi untuk siswa, karena ketika siswa memiliki karakter yang bagus maka perilakunya cenderung baik, jika siswa tidak memiliki karakter yang baik maka siswa cenderung melakukan penyimpangan penyimpangan. sehingga pendidikan karakter itu perlu diperhatikan.

    ReplyDelete
  49. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dari setiap negara. Setiap negara pun memiliki masalah-masalah yang harus dihadapi untuk mengembangkan pendidikannya. Di Indonesia sendiri, sebenarnya sudah ada konsep pendidikan yang dikemukakan Ki Hajar Dewantara yaitu, ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangunkarsa, tut wuri handayani, dengan maksud bahwa pendidikan Indonesia mempunyai tujuan yaitu memperoleh ridho Allah SWT, tidak seperti di luar negeri yang hanya linear dan tidak memiliki tujuan.

    ReplyDelete
  50. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Permasalahan-permasalahan dalam hal membangun pendidikan di Indonesia pun tidak sedikit, banyak masalah-masalah yang dihadapai, salah satunya yaitu penempatan guru. Tidak meratanya penempatan guru menjadi salah satu faktor penghambat berkembangnya pendidikan di Indonesia. Pemerintah sebaiknya mempunyai program pemerataan guru di Indonesia.

    ReplyDelete
  51. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pendidikan haruslah tetap digenjot agar tetap dapat bersaing dengan tantangan yang ada saat ini. contoh dengan Pasar Bebas. Tak hanya barang yang dapat tersebar di pasar bebas, tetapi juga gaya hidup. Gaya hidup lah yang membuat terjadi kegamangan di negeri ini. Sangat perlu jika Revolusi Mental yang dicanangkan bapak Presiden diterapkan, diharapkan negeri ini tak hanya bermentalkan tempe, tetapi dapat bersaingan di persaingan bebas Internasional, Indonesia harus siap menghadapi itu. Dalam hal ini dunia pendidikan memiliki peran yang sangat vital. Maka, perkembangan dalam dunia pendidikan sangatlah diperlukan. Semoga Bermanfaat

    Terimakasih

    ReplyDelete
  52. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Pendidikan memiliki peranan penting dalam suatu kemajuan bangsa. Pendidikan tidak akan terlepas dengan pemuda begitu pula sebaliknya.

    ReplyDelete
  53. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Dewasa ini dunia pendidikan mendapat banyak sorotan karena gagalnya dalam pembentukan karakter dan moral generasi muda. Menghadapi hal tersebut banyak yang berlomba menciptakan media dan metode baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Media dan metode yang digunakan sebagian besar berkiblat pada era modern atau globalisasi dan meninggalkan budaya dan kekayaan bangsa sendiri. Hal itu semakin membuat generasi muda lupa dengan jati diri nya, jati diri Indonesia dan jati diri Pancasila. Dalam pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran hendaknya dikembalikan ke budaya bangsa, tidak meninggalkan budaya dan kekayaan bangsa indonesia, untuk memperbaiki jati diri yang sekarang mulai kebarat-baratan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  54. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Marsigit yang telah menulis tulisan ini. Melalui tulisan ini saya menjadi lebih terbuka dalam melihat kondisi pendidikan dan pendidikan guru saat ini. Dengan begitu saya menjadi tau apa saja yang perlu saya perbaiki sebagai calon guru dan juga sebagai pelaksana pendidikan guru. Sehingga saya dan teman-teman saya diharapkan bisa memperbaiki apa yang sekarang perlu diperbaiki dan apa yang perlu ditingkatkan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  55. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Dalam tulisan ini saya tertarik dengan pernyataan semboyan dari Ki Hajar Dewantara. Saya baru menyadari bahwa memang semboyan seperti itu hanya ada di Indonesia. Semboyan yang menunjukan bahwa pendidikan yang seharusnya bersifat siklik, dan kontinu. Setelah lebih memahami makna semboyan itu diharap saya dapat menerapkannya salam kegiatan mengajar dan belajar saya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  56. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan adanya globalisasi banyak dari aspek kehidupan di Indonesia yang terpengaruh, salah satunya adalah pendidikan. Pendidikan di Indonesia kini selalu menganggap bahwa pendidikan barat lebih baik. Padahal jika dicermati seperti apa yang disampaikan Prof Marsigit. Sesungguhnya Indonesia memiliki sistem yang lebih baik, dengan adanya sistem yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara. Yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani.

    ReplyDelete
  57. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan adanya konsep pendidikan yang telah digagas oleh Ki Hajar Dewantara, seharusnya permasalahan dalam pendidikan di Indoneisa dapat diminimalisir. Salah satunya dengan menerapkan kurikulum yang tepat sesuai dengan apa yang telah disampaikan beliau. Namun kenyataannya di Indonesia setiap kali ganti masa pemerintahan, ataupun ganti Mentri Pendidikan, selalu diiringi dengan pergantian kurikulum. Sehingga menurut saya, alangkah lebih baik jika kita menentukan suatu kurikulum yang dapat berlajan terus dengan menggunakan konsep yang diampaikan Ki Hajar Dewantara.

    ReplyDelete
  58. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mengenai anomali pendidikan tentang pendidikan terpusat vs pendidikan terdesentralisasi. Yang saya tangkap adalah tentang pengembangan pendidikan di pusat ataupun di daerah. Menurut saya alangkah lebih baik jika keduanya dapat berjalan berdampingan. Dimana dengan pendidikan terpusat, kita dapat mengembangkan pendidikan secara maksimal. Selanjutnya dengan pendidikan terdesentralisasi, setelah dikembangkannya pendidikan di pusat, dapat menerapkannya di daerah-daerah. Dan hal ini juga harus didorong dengan pembangunan insftastruktur di daerah.

    ReplyDelete
  59. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Keadaan pendidikan dan pendidikan guru saat ini di negri ini cukup memprihatinkan. Menurut pengalaman saya dengan dalih-dalih menjadikan guru adalah sahabat terdekat siswa justru membuat siswa menjadi berperilaku kurang sopan kepada guru karena siswa merasa seperti teman dan tidak memiliki batasan kepada guru. Guru bersahabat dengan siswa dengan batasan yang jelas kiranya tidak ada rugi agar guru dapat memahami karakter siswa, namun jika tidak ada batasan yang jelas maka akan membuat sikap dan mental siswa menjadi kurang baik.

    ReplyDelete
  60. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang baik harus diimbangi dengan karakter manusia yang baik pula. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan asli Indonesia yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Konsep ini adalah konsep yang hanya dimiliki Indonesia. Ketika di dunia barat hanya unggul ing madya mangun karsa maka kita memiliki potensi yang lebih karena kita memiliki dua modal yang mendukung ing madya mangun karsa yaitu ing ngarsa sung tuladha dan ing ngarsa sung tuladha. Oleh karena itu menjadi tugas kita sebagai calon pendidikan untuk berusaha mengimplementasikan kedua konsep yang tidak dimiliki oleh dunia barat tersebut.

    ReplyDelete
  61. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca artikel ini, saya menyadari bahwa Indonesia memiliki konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara yang merupakan konsep pendidikan yang sangat baik, yaitu konsep pendidikan yang seimbang antara “karakter manusia yang baik” dan “manusia berilmu pengetahuan yang baik”. Namun sayangnya, implementasi dari konsep Ki Hajar Dewantara masih belum terlaksana secara maksimal. Sudah saatnya kita menjiwai konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara dan sedikit demi sedikit melaksanakannya dalam pembelajaran sebagai sarana terdekat kita sebagai calon pendidik.

    ReplyDelete
  62. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penentu kemajuan bangsa. Hanya bangsa yang cerdas dan berkarakter kuat yang mampu mengatasi persoalan zamannya. Pendidikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan dan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu perlu adanya perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Namun dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dipungkiri akan banyak permasalah-permasalahan yang dihadapi salah satunya perkembangan IPTEK yang jika tidak dapat disikapi dengan baik akan menimbulkan permasalahan yang lebih serius. Selain itu ketidakpastian penerapan kurikulum juga merupakan hambatan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Pergantian kurikulum yang sangat sering saat ini tidak memikirkan dengan serius apakah siswa dan guru dapat menerima dan beradaptasi dengan sistem atau kurikulum yang baru tersebut.

    ReplyDelete
  63. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan di Indonesia tidak lepas dari pengaruh pergaulan internasional. Misal saja dalam pembelajaran matematika banyak mengadaptasi dari luar seperti RME (Realistic Mathematics Education) diadaptasi dari Belanda juga CTL (Contextual Teaching learning) yang diadaptasi dari Amerika. Salah satu penyebabnya adalah karena umur negara Indonesia yang masih relatif muda.

    ReplyDelete
  64. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Memang tidak dipungkiri dewasa ini masyarakat Indonesia tengah mengalami disorientasi dalam berbagai aspek. Dalam artikel ini disebutkan penyebabnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai karakter dan budaya bangsa Indonesia akibatnya segala sesuatu yang masuk dibiarkan masuk tanpa melalui proses filtrasi terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  65. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu upaya Presiden Joko Widodo untuk menanggulangi dampak pengaruh luar yakni dengan revolusi mental memang harus di dukung oleh seluruh elemen bangsa. Dalam dunia pendidikan revolusi mental sendiri telah diimplementasikan dalam kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  66. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu pembeda sistem pendidikan di Indonesia dan di barat adalah konsep kurikulum ang diusung. Dimana di Indonesia pendidikan tidak lepas dari konsep yang telah di usung oleh Ki Hajar Dewantara yakni ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani

    ReplyDelete
  67. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Konsep pendidikan yang ditawarkan oleh Ki hajar dewantara sangat relevan untuk mengatasi krisis dan disorientasi multidimensi. Hal ini dikarenakan dalam pengimplementasiannya menuntut ilmu bertujuan untuk mencapai Ridha Allah SWT. Ketika tujuan mencari Ridha Allah telah mendarah daging dalam hati maka setiap orangpun dalam mengambil keputusan akan selalu mempertimbangkan baik-buruknya.

    ReplyDelete
  68. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Disorientasi epoleksosbud ternyata memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam bidang pendidikan itu sendiri. Disini dijelaskan ternyata pemerintah telah mengalami beberapa pergantian kurikulum untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Usaha pemerintah berhasil dilihat mulai beragamnya inovasi pembelajaran akan tetapi itu tidak dibarengi dengan peningkatan prestasi belajar siswa dan salah satu penyebab rendahnya adalah disorientasi epoleksosbud

    ReplyDelete
  69. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dampak dari adanya disorientasi epoleksosbud adalah munculnya anomali paradigma pendidikan dimana pendidikan dari setiap segi dipandang berbeda-beda. Anomali pendidikan tadi kemudian menjadi penyebab terhambatnya pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru serta prestasi belajar siswa. Pandangan terhadap penempatan guru juga mengalami perbedaan sehingga berdampak pada kualitas pendidikan serta prestasi belajar siswa.

    ReplyDelete
  70. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dampak-dampak disorientasi epoleksosbud tadi kemudian memberikan permasalahan lainnya dalam aparatur pendidikan itu sendiri. Sehingga untuk menekan dampak lainnya dari lembaga kependidikan lainnya Mendikbud Anies Baswedan mengusulkan untuk mengembangkan pendidikan guru hal ini bertujuan untuk mengefektivitaskan proses pendidikan serta dalam proses penyelesaian masalah dalam bidang pendidikan itu sendiri.

    ReplyDelete
  71. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Permasalahan pendidikan di Indonesia dewasa ini sesungguhnya sangat komplek. Hal ini dikarenakan oleh kenyataan kompleksnya dimensi-dimensei eksternal pendidikan itu sendiri. Dimensi-dimensi eksternal pendidikan meliputi dimensi sosial, politik, ekonomi, budaya, dan bahkan juga dimensi global. Permasalahan pendidikan di Indonesia saat ini diantaranya yaitu Globalisasi, perubahan social, system kelembagaan pendidikan, profesionalisme guru.

    ReplyDelete
  72. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pemerataan pendidikan merupakan salah satu permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia saat ini. Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga Negara untuk memperoleh pendidikan.Saat ini kondisi pendidikan di Indonesia masih belum merata. Misalnya saja di kota-kota besar sarana dan prasarana pendidikan disana sudah sangat maju. Sedangkan di desa-desa hanya mengandalkan sarana dan prasarana seadanya. Bukan hanya masyarakat di desa saja yang masih tertinggal pendidikannya. Daerah-daerah di Indonesia timur bukan hanya sarana dan prasarana yang kurang tapi juga kurangnya tenaga pengajar sehingga sekolah-sekolah disana masih membutuhkan guru-guru dari daerah-daerah lain.

    ReplyDelete
  73. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih atas informasi yang Bapak berikan, saya jadi lebih mengetahui lebih mendalam tentang keadaan pendidikan dan pendidikan guru pada saat ini. Banyak sekali persoalan pendidikan yang belum tuntas sama seperti yang telah Bapak jelaskan dalam posting ini, dan persoalan itu pun harus diselesaikan agar pendidikan di negeri ini menjadi semakin baik.

    ReplyDelete
  74. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan adalah salah satu yang menjadi tolak ukur jati diri suatu bangsa. Adanya pendidikan yang berkualitas dalam suatu negara sangat didambakan oleh setiap warganegaranya. Namun pada kenyataannya persoalan-persoalan dalam dunia pendidikan terus muncul. Di Indonesia sendiri kegamangan pendidikan telah menjadi persoalan pelik yang baik disadari atau tidak mampu menimbulkan perubahan pada karakter dan budaya bangsa. Hal inilah yang memunculkan tanda-tanda krisis multidimensi bangsa. Namun dengan adanya konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, merupakan salah satu konsep yang digadang-gadang mampu menangani masalah krisis multidimensi bangsa dapat benar-benar menjadi konsep pendidikan yang mampu menangani masalah krisis multidimensi bangsa

    ReplyDelete
  75. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya sangat setuju dengan tulisan Prof Marsigit di atas, bahwa sebenarnya Bangsa Indonesia memiliki konsep pendidikan yang hebat yaitu konsep yang digagas oleh Bapak Pendidikan Indonesia KI Hadjar Dewantara yaitu “Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”. Konsep pendidikan tersebut sebenarnya lebih hebat dari konsep pendidikan bangsa-bangsa lain di luar sana, tetapi sangat disayangkan belum maksimal dalam pelaksanaannya, sehingga potensi besar bangsa Indonesia belum terkembangkan.

    ReplyDelete
  76. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam tulisan di atas dikatakan bahwa inovasi pendidikan di Indonesia telah berkembang, tetapi prestasi dari bangsa Indonesia belum terlihat mengalami peningkatan yang signifikan. Menurut saya, hal itu dikarenakan hasil mengikuti proses tetapi tidak dalam waktu yang singkat. Jadi, agar prestasi bangsa Indonesia dapat meningkat, baik guru, tenaga kependidikan, pemerintah, masyarakat, harus tetap terus berusaha untuk melakukan inovasi-inovasi terhadap pendidikan, jika itu dilakukan secara terus menerus, maka nantinya prestasi bangsa Indonesia juga dapat meningkat.

    ReplyDelete
  77. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Persoalan-persoalan pendidikan juga harus terus menerus diatasi agar pengembangan kualitas pendidikan dapat maksimal. Hal ini tentu membutuhkan dukungan dari banyak pihak, bukan hanya usaha dari pemerintah, tetapi juga harus dilakukan oleh pihak sekolah seperti kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lainnya, dan juga dari masyarakat. Jika persoalan-persoalan pendidikan cepat diselesaikan, maka pemerintah dapat lebih maksimal dalam usahanya mengembangkan kualitas pendidikan dari berbagai aspek

    ReplyDelete
  78. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Yaaa, kita tengah melihat fenomena pendidikan di Indonesia saat ini masih terseok-seok. Mencari pegangan sehingga dapat berdiri kembali. Sebuah lembaga atau sistem layaknya tubuh. Memiliki bagian dengan tugasnya masing-masing. Ketika tubuh itu jatuh, maka semua anggota tubuh harus berkoordinasi agar dapat berdiri kembali. Otak akan berpikir bagaimana cara untuk berdiri, mata untuk melihat keadaan sekitar, tangan akan bergerak mencari pegangan, kaki juga akan bergerak sehingga mampu menopang tubuh, dan lain sebagainya. Begitupun sebuah lembaga atau sistem, maka semua harus berkoordinasi secara serentak dan kompak.

    ReplyDelete
  79. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Dalam permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses telah dijelaskan bahwa salah satu teori yang dianut adalah teori mengajar Ki Hajar Dewantara yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Sehingga sudah semestinya teori tersebut tercermin dalam proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan permendikbud mengacu atau diturunkan berdasarkan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) yang merupakan rincian dari tujuan pendidikan nasional.

    ReplyDelete
  80. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Dalam permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses telah dijelaskan bahwa salah satu teori yang dianut adalah teori mengajar Ki Hajar Dewantara yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Sehingga sudah semestinya teori tersebut tercermin dalam proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan permendikbud mengacu atau diturunkan berdasarkan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) yang merupakan rincian dari tujuan pendidikan nasional.

    ReplyDelete
  81. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Baiknya kualitas suatu pendidikan dipengaruhi oleh pendidik dalam memberikan pembelajaran di kelas. sekarang ini ada program PPG bagi penigkatan kualitas guru, namun sekarang ini keadaan guru yang ada di daerah tertinggal dan daerah maju sangat berbeda, sehingga keadaan pendidikan di indonesia tidak merata, dengan adanya SM3T sangat baik untuk pemenuhan tenaga pendidik di daerah tertinggal.

    ReplyDelete
  82. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Kemajuan pendidikan Indonesia ada pada kesadaran setiap pelakunya, entah itu dari pihak pemerintah sampai kepada siswa bahkan masyarakat. Namun esensi pendidikan Indonesia yang menjadikan Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai jati dirinya kini sedang mengalami degradasi moral. Oleh karena itu, kesadaran kita semua sangat penting, maka tugas guru adalah untuk memperbaikinya malalui pendidan karakter. Revolusi karakter dapat menjadi salah satu caranya.

    ReplyDelete
  83. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 pendidikan Matematika A 2014

    Konsep pendidikan yang telah ada sejak dahulu yang telah di gagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani sesungguhnya konsep pendidikan yang lebih hebat dari negara-negara lain. Tetapi pada kenyataann, konsep tersebut tidak diterapkan secara utuh. di era zaman sekarang ini banyak pendidik yang sudah tidak lagi bisa menjadi panutan.

    ReplyDelete
  84. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pemerintah sudah berusaha menjadikan pendidikan di Indonesia lebih maju, dengan memperhatikan kesejahteraan guru serta sudah terdapat program yang dapat meratakan pendidikan di Indonesia yaitu program SM3T. Untuk program PPG sendiri diharapakan dapat meningkatkan kualitas calon-calon pendidik di Indonesia.

    ReplyDelete
  85. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Sebagian besar negara di dunia, pendidikan dijadikan indikator kemajuan suatu bangsa. Bahkan di negara-negara maju, pendidikan begitu diagung-agungkan dengan jalan terus meng-upgrade sistemnya maupun kualitasnya. Banyak orang begitu pesimis dengan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  86. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013
    Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Dengan begitu banyaknya masalah yang menjegal pendidikan Indonesia seperti yang disebutkan di atas, tak perlu kaget ketika orientasi masyarakat terhadap pendidikan di Indonesia begitu pasif. Berusaha memperbaiki pendidikan yang ada saat ini bukan berarti harus menurunkan sistem pendidikan di negara-negar maju. Kita harus bisa menyaringnya, mengambil yang baik dan membuang yang buruk untuk diterapkan dalam pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  87. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Indonesia memiliki konsep pendidikan ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Konsep ini hendaknya harus selalu diterapkan, karena ini salah satu aset bangsa yang membedakannya dengan konsep pendidikan di negara lain. Melalui konsep ini, diminta adanya interaksi yang baik dan berkualitas, baik secara horizontal (interaksi antara guru dan siswanya) maupun secara vertikal (interaksi antara pelaku pendidikan dengan Allah, untuk mencapai keridoan-Nya).

    ReplyDelete
  88. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan adalah suatu hal yang krusial. Melalui pendidikan, negara dapat mewujudkan salah satu dari empat tujuan bangsa, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak hanya itu, pendidikan mampu mencetak masyarakat yang berkualitas. Namun ini juga perlu ditunjang dengan pendidikan yang juga memiliki kualitas yang baik.

    Pendidikan yang baik juga ditunjang melalui kualitas guru yang baik. Pada saat ini, guru dituntut untuk dapat berinovasi di dalam pembelajarannya di kelas, sehingga peningkatan kualitas guru perlu dilakukan.

    ReplyDelete
  89. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    Pendidikan Matematika A 2014

    Globalisasi memang menjadi hal yang tidak dapat dihindarkan. Yang dapat kita lakukan hanya mengikuti arusnya agar tidak tertinggal dan terpuruk. Namun dalam mengikuti arus globalisasi ini kita harus mempunyai filter yang kuat dan berpegang teguh pada pedoman kita yaitu pancasila, UUD, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Jika tidak, maka identitas dan karakter bangsa Indonesia akan hilang. Dalam hal ini, pendidikan menjadi hal yang penting untuk kita agar dapat bertahan di era global ini, sehingga pendidikan harus selalu ditingkatkan kualitasnya. Peningkatan kualitas pendidikan harus selalu sejalan dengan konsep asli pendidikan Indonesia, salah satunya yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani, agar identitas dan karakter bangsa Indonesia tetap terjaga. Namun, dalam peningkatan kualitas pendidikan bukan hal yang mudah, banyak masalah yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama antara pemerintah, guru, dan masyarakat.

    ReplyDelete
  90. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    guru hendaknya dibekali dengan integritas dan profesionalitas yang mampu mengendalikan roda pendidikan yang nantinya akan berdampak pada kualitas peserta didik.

    ReplyDelete
  91. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Pendidikan Indonesia yang berkiblat pada konsep pendidikan luar sebetulnya tidak salah. hanya saja akan menjadi seuatu yang baik jika Indonesia dapat mengembangkan sendiri apa yang menjadi tujuan dan kepribadian bangsa Indonesia sehingga tujuan pembelajaran akan dapat mengkcounter segala macam aspek yang dibutuhkan dan sesuai dengan kultur dari bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  92. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Jika kita lihat saat ini, kondisi pendidikan Indonesia masih saja memprihatinkan, terutama mengenai fasilitas pendidikan di daerah-daerah, baik sarana maupun prasarana pendidikan. Masih saja terdengar kabar ada bangunan sekolah yang tidak layak untuk digunakan.

    ReplyDelete
  93. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Untuk mengatasi berbagai kekurangan ini, pemerintah pun mengupayakan berbagai hal agar kualitas pendidikan di Indonesia bisa berkembang dan maju. Misalnya, dengan memberikan bantuan-bantuan dalam pos pendidikan untuk meringankan biaya sekolah. Dalam hal ini, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar 20 persen untuk bidang pendidikan. Tak hanya itu saja, kualitas guru pun ditingkatkan dengan berbagai pelatihan untuk menambah kemampuan guru dalam menyampaikan mata pelajaran ke siswa-siswanya.

    Selain itu, pemerintah juga melakukan pemetaan kondisi pendidikan di setiap provinsi di Indonesia. Hal ini diperlukan untuk mengetahui kondisi pendidikan di setiap wilayah agar standar pelayanan dan standar nasional pendidikan tercapai. Dengan tercapainya kedua hal ini, tentunya mutu pendidikan secara nasional pun dapat dicapai.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  94. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:

    (1). Rendahnya sarana fisik,

    (2). Rendahnya kualitas guru,

    (3). Rendahnya kesejahteraan guru,

    (4). Rendahnya prestasi siswa,

    (5). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,

    (6). Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan,

    (7). Mahalnya biaya pendidikan.

    ReplyDelete
  95. Indri Ardiati
    14301241047
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Keadaan pendidikan dan pendidikan guru saat ini memang masih belum semuanya yang sesuai harapan, hal ini dipengaruhi oleh salah satunya adalah arus globalisasi. Seperti yang disebutkan di atas sebagai bangsa yang masih muda apabila kita terpengaruh oleh arus globalisasi maka akan banyak dijumpai kekurangan-kekurangan baik yang berhubungan dengan sumber daya manusia maupun teknologi.

    ReplyDelete
  96. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Pendidikan yang efektif adalah suatu pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian, pendidik (dosen, guru, instruktur, dan trainer) dituntut untuk dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran agar pembelajaran tersebut dapat berguna.

    Selama ini, banyak pendapat beranggapan bahwa pendidikan formal dinilai hanya menjadi formalitas saja untuk membentuk sumber daya manusia Indonesia. Tidak perduli bagaimana hasil pembelajaran formal tersebut, yang terpenting adalah telah melaksanakan pendidikan di jenjang yang tinggi dan dapat dianggap hebat oleh masyarakat. Anggapan seperti itu jugalah yang menyebabkan efektifitas pengajaran di Indonesia sangat rendah. Setiap orang mempunyai kelebihan dibidangnya masing-masing dan diharapkan dapat mengambil pendidikaan sesuai bakat dan minatnya bukan hanya untuk dianggap hebat oleh orang lain.

    ReplyDelete
  97. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Efisien adalah bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih ‘murah’. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Hal-hal itu jugalah yang kurang jika kita lihat pendidikan di Indonesia. Kita kurang mempertimbangkan prosesnya, hanya bagaimana dapat meraih standar hasil yang telah disepakati.

    Beberapa masalah efisiensi pengajaran di dindonesia adalah mahalnya biaya pendidikan, waktu yang digunakan dalam proses pendidikan, mutu pegajar dan banyak hal lain yang menyebabkan kurang efisiennya proses pendidikan di Indonesia. Yang juga berpengaruh dalam peningkatan sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik.

    ReplyDelete
  98. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Untuk sarana fisik, banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboratorium dan sebagainya.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  99. Indri Ardiati
    14301241047
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mudahnya bangsa kita terpengaruh oleh arus globalisasi adalah karena masyarakat Indonesia dewasa ini bersifat terbuka absolut sehingga mengalami disorientasi salah satunya dalam bidang pendidikan. Saya sangat setuju apabila kita semua dapat merenungkan, menggali, bahkan mengimplementasikan revolusi mental sehingga dapat mewujudkan kemerdekaan Indonesia khususnya dalam bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  100. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat.

    Untuk itu, saya sebagai calon guru harus meningkatkan kompetensi saya agar menjadi guru yang berkualitas untuk siswa yang berkualitas

    ReplyDelete
  101. Indri Ardiati
    14301241047
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Selain mengimplementasikan revolusi mental kita sebagai bangsa Indonesia juga harus mengembangkan dan mengimplementasikan konsep pendidikan yang asli dari salah satu tokoh Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangin karsa, dan tut wuri handayani, sehingga pendidikan di Indonesia dapat mengedepankan interaksi atau agama.

    ReplyDelete
  102. Indri Ardiati
    14301241047
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dengan mengimplementasikan konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara diharapkan masalah pendidikan di Indonesia akan terselesaikan atau konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara akan menjadi solusi untuk mengatasi krisis multidimensi bangsa.

    ReplyDelete
  103. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    diera reformasi ini perlu adanya inovasi pembelajaran, hal ini bertujuan untuk memperbaiki sistem pendidikan yang ada. namun inovasi pembelajaran juga harus dibatasi agar tidak terlalu bebas dan menggusur karakter bangsa, batasan atau acuan terdapat pada dasar negara kita dan UUD 1945, jadi pengembangannya harus seusai dengan pedoman dan karakter bangsa.

    ReplyDelete
  104. Dwi Kawuryani
    14301241049 (Pendidikan Matematika I 2014)
    endidikan merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan bangsa, karena melalui pendidikan sebuah bangsa dapat membentuk karakter penduduknya. Di indonesia keadaan Pendidikan nya masih jauh tertinggal dari negara lain. Keinginan bangsa ini untuk berkembang sesuai dengan bangsa lain tidak dibarengi dengan kemampuannya, sehingga perkambangannya terlihat dipaksakan dan malah tidak maksimal.

    ReplyDelete
  105. Dwi Kawuryani
    14301241049 (Pendidikan Matematika I 2014)
    Kedudukan Indonesia sebagai negara muda membuat sifat bangsa kita menjadi pengikut dari bangsa lain yang sudah lama berdiri. Memang bagus ketika kita mencontoh kemajuan dari bangsa lain, tetapi dalam mencontoh hendaknya memperhatikan faktor-faktor dari dalam bangsa kita sendiri, sehingga bangsa kita tidak hanya meniru tanpa disesuaikan dengan karakter bangsa kita.

    ReplyDelete
  106. Dwi Kawuryani
    14301241049 (Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam tulisan tersebut dijelaskan tentang permasalahan yang menghadang Negeri kita, terutama dalam bidang Pendidikan. Penjelasan diatas bisa menjadi salah satu pemacu dan rolok ukur kita dalam merefleksi diri kita, baik sebagai penduduk Indonesia atau sebagai calon pendidik masa depan.

    ReplyDelete
  107. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Guru merupakan salah satu unsur penting dalam memajukan pendidikan Indonesia. Ketika kualitas guru tersebut baik maka akan berbanding lurus dengan kualitas pendidikan yang ada. Salah satu komponen penting dalam diri seseorang sebagai guru adalah pendidikan guru itu sendiri, bagaimana kompetensi nya sebagai seorang guru. Maka hal ini perlu mendapatkan perhatian lebih mengenai kompetensi dari setiap tenaga kependidikan untuk mencipatakan pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  108. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Pendidikan mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu, perkemabangan ini baik karena memang jika pendidikan stay ditempat maka akan tertinggal dengan Negara Negara lain. Namun di era globalisasi ini harus kita waspadai karena arus informasi dan komunikasi tidak bisa kita batasi dan mengakibatkan lunturnya karakter bangsa, untuk itu perlu adanya benteng diri untuk tetap dengan acuan dan pedoman dasar Negara kita dan UUD 1945, karean karakter itu penting untuk kemajuan bangsa.

    ReplyDelete
  109. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan yang berlangsung di Indonesia sangat memprihatinkan. Perbaikan dan pembaharuan yang terus dilakukan pemerintah dalam bidang pendidikan di Indonesia masih belum menunjukkan perbaikan kualitas secara signifikan. Hal ini disebabkan oleh berbagi faktor diantaranya kualitas guru dan fasilitas yang diadakan di sekolah belum memadai, pergantian kurikulum yang dilakukan dengan kurang atau bahkan tidak adanya sosialisasi, serta proses adaptasi baik dari segi guru, siswa, dan hal lainnya yang terkait dengan pendidikan membutuhkan waktu yang lama. Kebangkitan Pendidikan yang sangat diharapkan oleh warga masyarakat belum dapat terealisasikan dikarenakan hal tersebut.

    ReplyDelete
  110. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Dampak dari rendahnya pendidikan di Indonesia dan masih adanya penduduk Indonesia yang buta aksara maka sulit untuk memajukan pembangunan Bangsa yang akan berimbas pada kemunduran berbagai sektor baik ekonomi, pemerintahan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  111. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Berbicara masalah rendahnya pendidikan di Indonesia maka tak lepas dari peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru. Guru merupakan unsur yang paling penting dalam proses pendidikan. Tanpa adanya guru, pendidikan hanya menjadi slogan dan pencitraan karena segala bentuk kebijakan dalam sektor pendidikan pada akhirnya yang akan menentukan tercapainya tujuan pendidikan adalah guru.

    ReplyDelete
  112. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Karakter Bangsa Indonesia perlu diperkokoh dan diperkuat agar tidak tergoyah oleh paham-paham dari luar yang tidak cocok dengan kepribadian Bangsa Indonesia. Kelatahan terhadap paham dan gaya hidup luar harus segera diganti dengan pengokohan karakter dengan jiwa pancasila yang merupakn ciri Indonesia.

    ReplyDelete
  113. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk kepribadian dan karakter Bangsa Indonesia. Konsep pendidikan yang mengedepankan jati dirii Indonesia seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara haruslah dikaji dan diterapkan kembali agar Indonesia tidak kelhilangan ruhnya sebagai negara yang beradab.

    ReplyDelete
  114. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru ideal untuk Indonesia merupakan guru dengan segala cara dan metode mendidik yang tidak hanya membawa siswa menguasai aspek kognitif tetapi mengembangkan pula aspek ruhaniyah dan sosial maupun ketrampilan hidup.

    ReplyDelete
  115. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Yang harus diperhatikan oleh seluruh pihak yang memegang kendali atas pendidikan adalah anomali pendidikan yang masih terjadi di Indoesia.

    ReplyDelete
  116. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Persoalan yang menghadang penerapn kurikulum hendaknya menjadi prioritas utama para pemegang kekuasaan dalam hal ini adalah pendidikan.

    ReplyDelete
  117. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Penguatan kompetensi guru menjadi salah satu hal yag penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan disamping juga kemudahan birokrasi dalam penyelesaian permasalahan pendidikan.

    ReplyDelete
  118. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    saya kemarin mebaca salah satu surat yang dituliskan guru kepada seluruh orangtua wali yang anaknya sedang melaksanakan dan menunggu hasil UN. disitu saya sangat terkesima dengan kata-kata yang diungkapkan guru tersebut. beliau mengatakan bahwa banyak hal yang dapat dilakukan tanpa dengan nilai UN yang baik, bukan berarti nilai anak jelek dibiarkan tetapi lebih ke bagaimana siakp orangtua yang tidak memarahi anaknya saat nilai UN mereka tidak baik. justru motivasi dari orangtua adalah lebih berharaga bagi si anak untuk menatap masa depannya dengan begitu semangat.

    ReplyDelete
  119. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pendidikan tergantung pada sistem dan pelaku. Pelaku di sini adalah penggerak sistem itu sendiri. Sistem adalah suatu kebijakan yang akan dilaksanakan oleh pelaku. Sedangkan pelaku ini sendiri adalah pendidik, kepala sekolah, siswa, staf administrasi maupun pengawas. Jika dua hal ini berjalan dengan baik maka Indonesia dapat menciptakan penerus bangsa yang tak diragukan kemampuannya. Apakah peran pemerintah terlibat? Tentu. Siapa yang menciptakan dan merevisi suatu sistem kalau tidak dari pemerintah. Oleh karena itu dalam pengambilan suatu kebijakan setidaknya dipikirkan, direncanakan, dipersiapkan, dan diantisipasi hal – hal yang yang akan terjadi tidak sesuai dengan harapan.

    ReplyDelete
  120. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Di zaman sekarang ini, masih saja ada guru yang diabaikan.mungkin juga kurang dihargai. memang tidak megherankan jika dalam sekolah masih ada saja guru yang tidak dihormati siswanya. siswa yang sepert itu sebaiknya segera menyadari dan menghormati gurunya, karena seorang guru telah berperan begitu banyak dalam tumbuh dan berkembangnya siswa dalam dunia persekolahan.

    ReplyDelete
  121. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan merupakan hal penting dan mendasar dalam pembangunan suatu bangsa. Pendidikan dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten, sehingga mampu bersaing secara global. Pendidikan di Indonesia terus dilakukan pengkajian dan perbaikan agar tujuan pendidikan di Indonesia tercapai dengan maksimal. Namun, kenyataannya hasil belajar siswa masih cukup rendah dibandingkan negara-negara lain se-Asia. Hal ini diduga disebabkan karena Indonesia sudah mulai melupakan jati dirinya sebagai penganut ideologi Pancasila. Sehingga, mudah terombang-ambing dalam arus globalisasi seperti saat ini.

    ReplyDelete
  122. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan melihat apa yang terjadi di sekitar kita, kita akan mengetahui bahwa keadaan pendidikan dan pendidikan guru saat ini belumlah baik atau belumlah maksimal. Masih banyak kekurangan di sana sini yang harus dibenahi oleh pemerintah maupun masyarakat. Karena masih adanya kekurangan di sana sini, menyebabkan prestasi Indonesia masih rendah, hal ini dibuktikan oleh data OECD bahwa belum adanya peningkatan prestasi Indonesia. Maka dari itu, perlu pembenahan dari semua pihak, pemerintah, masyarakat, maupun tenaga kependidikan.

    ReplyDelete
  123. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Memang tidak melulu keadaan guru di Negeri ini tidak membahagiakan. Dengan adanya sertifikasi guru maka kini pekerjaan menjadi guru sudah menjadi idola. Apalagi kaum Ibu ibu yang jika menjadi guru akan tetap bekerja dan juga dapat sekaligus mengurus rumah. dikarenakan menjadi guru tidak lah pulang malam dan jika siswa libur juga akan ikut libur.

    ReplyDelete
  124. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Pendidikan di Indonesia berkembang seiring perkembangan zaman, positifnya adalah pendidikan Indonesia dapat mengikuti dan berkembang seiring dengan perkembangan pendidikan di Negara Negara lain, namun negatifnya adalah arus globalisasi yang memudahkan informasi dari berbagai budaya dari berbagai Negara masuk ke Indonesia namun tidak diimbangi oleh kesadaran masyarakat mengenai paham dan karakter bangsa, dimana sekarang Indonesia mulai mengalami krisis karakter bangsa, hal ini perlu dibenahi agar karakter Indonesia akan tetap kuat da nada di bangsa nya sendiri.

    ReplyDelete
  125. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan di Indonesia khususnya pendidikan guru masih butuh pengembangan dan perbaikan. Pendidikan guru saat ini masih belum dapat menunjukan tingkat keprofesionalitasannya. Hal ini dikarenakan kompetensi guru yang belum baik dan juga mutu pendidikan guru yang perlu diadakannya pembaharuan. Keadaan karaker bangsa yang masih belum memiliki komitmen juga menjadi salah satu penyebab mutu pendidikan yang kurang baik di Indonesia. Selain itu disorientasi epoleksosbud juga menyebabkan ketidakteraturan pola kehidupan yang dapat berujung pada perikehidupan anarkhis dan mendegradasi peradaban dunia yang juga memiliki dampak pada pendidikan

    ReplyDelete
  126. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru merupakan salah satu ujung tombak dari berkembangnya pendidikan di suatu negara. Oleh karena itu, pengembangan keprofesionalan guru harus dilakukan.

    ReplyDelete
  127. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    pengembangan keprofesioanalan guru dalam arti adalah peningkatan mutu dan kualitas pendidik itu sendiri baik dari segi motivasi internal maupun kemampuan intelektual.

    ReplyDelete
  128. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Banyaknya calon pendidik harusnya dibarengi dengan kualitas lulusan yang mampu bersaing menciptakan nuansa pendidikan yang visioner bagi penerus bangsa ke depan.

    ReplyDelete
  129. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Keadaan pendidikan dan pendidikan guru sampai saat ini memang masih banyak tantangan yang akan dihadapi. Juga masih banyak guru-guru yang belum menampilkan sikap profesionalnya. Hal ini menjadi evaluasi yang besar bagi guru maupun bagi calon guru. Bagi calon guru, ini merupakan suatu pr yang harus diperhatikan.

    ReplyDelete
  130. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika dalam artikel di atas masih kurangnya konsep pendidikan di Indonesia. Maka janganlah sedih akan hal itu, karena masih ada harapan untuk memperbaikinya untuk menjadi lebih baik lagi. Tinggal manusia Indonesia saja yang harus sadar bahwa pendidikan itu bukan yang memegangnya itu elemen pendidikan di satu Negara namun semua elemen di Negara itu. Sehingga diharapakan dengan adanya kesadaran itu, maka pendidikan akan terdorong kedalam dimensi yang lebih tinggi lagi.

    ReplyDelete
  131. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    menurut saya, keadaan pendidikan dan pendidikan guru di indonesia masih mengkhawatirkan. banyak lulusan pendidikan guru yang masih dikatakan belum mampu menjadi seorang guru. ini menjadi catatan penting bagi guru maupun calon guru untuk mempersiapkan mental di kemudian hari.

    ReplyDelete
  132. Kusuma Wardani D.S
    1430124107
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendidikan memiliki peran yang cukup penting dalam mengembangkan potensi peserta didik agar emiliki akhlak yang mulia, berwawasan luas, bertaqwa, mandiri, dan cendekia. Dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut diperlukan kerjasama dari semua pihak salah satunya adalah peran guru dalam pembelajaran. Guru seharusnya menjadi fasilitator agar menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik.

    ReplyDelete
  133. Kusuma Wardani D.S
    1430124107
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam paradigma belajar (Moch. & Abdurrachman, 2007) siswa sebagi subjek dan pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi melainkan suatu proses yang harus digeluti, dipikirkan, dan dikonstruksi oleh siwa sendiri sehingga siswa sendirilah yang harus aktif. Sehingga pembelajaran disini bukan lagi aktif mentransfer pengetahuan melainkan bagaimana menciptakan kondisi belajar dan merencanakan jalannya pembelajaran dengan materi yang sesuai bagi siswa dan siswa dapat memperoleh pengamalaman belajar yang optimal.

    ReplyDelete
  134. Kusuma Wardani D.S
    1430124107
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran matematika tersebut juga ditentukan oleh perencanan pembelajaran yang baik dari guru itu sendiri mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran, pemilihan pendekatan dan metode pembelajaran yang sesuai sehingga memungkinkan siswanya terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  135. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hal yang perlu dilakukan untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia salah satunya adalah dengan menanamkan pendidikan karakter. Guru memegang peranan penting dalam hal ini. Guru yang berkualitas tidak hanya pandai dalam akademik saja, tetapi dia mampu mendidik siswa agar siswa memiliki nilai-nilai karakter. Dengan kata lain, guru disini berperan tidak sekedar sebagai “transfer of knowledge” akan tetapi sebagai “transfer of value”.

    ReplyDelete
  136. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Majunya teknologi yang membawa globalisasi di setiap negara menuntut kita untuk meningkatkan kualitas bangsa demi menyambut persaingan secara global. Beberapa tahun yang lalu gencar terdapat sekolah yang berbasis internasional, namun pada akhirnya dihilangkan karena belum sempurnanya sistem tersebut. Dengan kembalinya kita ke konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara, semoga siswa-siswa dapat mendalami jiwa kebangsaannya dan mampu bersaing secara internasional dengan membawa karakter bangsa Negara Kita dan tidak mudah hanyut dalam pengaruh negatif globalisasi.

    ReplyDelete
  137. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Globalisasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari, jika kita menghindari globalisasi maka kita akan dikucilkan oleh masyarakat dunia sehingga suka tidak suka kita harus menghadapi globalisasi. Globalisasi jangan dijadikan sebagai beban, akan tetapi dijadikan sebagai sebuah tantangan untuk memacu semangat perubahan agar menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  138. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Pendidikan di Indonesia memiliki banyak persoalan yang harus dihadapi seperti kegamangan penerapan kurikulum, kontroversi fungsi ujian nasional, persoalan sertifikasi guru dan dipenuhinya jam mengajar, penguatan peran LPTK, pemerataan pendidikan, partisipasi pendidikan, standar nasional pendidikan guru, pendidikan karakter dan masih banyak lagi. Maka dari itu perlu dilakukan revolusi mental yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo. Revolusi mental harus memperhatikan empat pilar yaitu: Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan BhinekaTunggal Ika. Dengan revolusi mental diharapkan kualitas lembaga pendidikan dan pendidik meningkat dan dapat menyelesaikan masalah - masalah pendidikan yang ada di Indonesia.

    ReplyDelete
  139. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan merupakan proses untuk mempersiapkan SDM di masa mendatang. Di tulisan ini disampaikan bahwa pendidikan Indonesia mengalami kegamangan, disorientasi. Mestinya hal ini harus segera menemui titik terang. Pasalnya saat ini Indonesia ditantang oleh zaman agar memiliki sistem pendidikan yang baik dan orientasi nya jelas. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan antara kebutuhan pasar dan jatidiri bangsa. Kedua hal tersebut layaknya harus disatukan dalam membangun sistem pendidikan.

    ReplyDelete
  140. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari pemaparan di postingan tersebut, telah dijabarkan beberapa masalah yang ada di dunia pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah Ujian Nasional (UN). UN saat in memang bukanlah syarat utama dan satu-satunya penentu kelulusan para siswa, tetapi menjadi salah satu syarat penentu kelulusan tersebut. Namun, UN masih menjadi momok bagi siswa. Mereka ketakutan tidak dapat nilai yang bagus, sehingga mengakibatkan mereka lebih mengutamakan untuk dapat memperoleh nilai yang bagus di UN mereka, dari pada mengutamakan pemahaman pada benak mereka terkait suatu kompetensi. Selain itu, ini membuat mereka hanya mempelajari suatu kompetensi matapelajaran yang di-UN-kan saja, tidak pada kompetensi yang lain.

    UN juga sarat akan digunakan berbagai macam cara untuk mendapatkan nilai yang bagus, termasuk cara yang tidak baik atau tercela, seperti mensontek atau membeli kunci jawaban dari pihak ketiga, yang entah kenapa kunci jawaban tersebut “mujarab”. Bagi siswa, ini dapat merugikan. Selain tidak membuat mereka “berkembang”, juga dapat mencederai kejujuran dari siswa-siswa sekolah.

    Sudah berkali-kali digadangkan bahwa UN akan dihapuskan. Akan tetapi masih perlu ditentukan solusi terbaik atau metode terbaik untuk dapat mengganti UN, karena UN ialah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam tingkat nasional.

    ReplyDelete