Mar 25, 2015

Referensi Berbagai Teori Belajar dan Mengajar

Aslm, berikut saya akseskan referensi untuk mendalami berbagai macam teori belajar dan mengajar



untuk para mahasiswa S1 Ethnomathematics, S2 Learning Trajectory, S3 Kajian Kurikulum Matematika, dan S3 StudiMandiri Bidang Matematika SD:
(Saran: Belajar dari pengalaman yg sudah, agar para mahasiswa menyegerakan diri untuk mengakses kalau perlu mendokumentasi file-file yang dianggap bermanfaat, karena web tersebut bisa saja sewaktu-waktu off-line atau berganti identitas, terlebih jika banyak pengunjungnya). 
http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/User:Cash/test
https://www.youtube.com/watch?v=jm559ucUePg   (Jerome Bruner lengkap)

Salam, dosen ybs,

Marsigit

117 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Guru sebaiknya memperhatikan tingkat kematangan siswanya dalam belajar. Menurut teori tahap perkembangan, Jean Piaget membagi anak berdasarkan usia dan tingkat kematangannya. Sebaiknya guru memperhatikan teori ini, sehingga guru dapat memfasilitasi siswa sesuai dengan tingkat kematangannya agar konsep yang dipelajari siswa dapat dipahami dengan baik. Oleh karena itu, guru tidak mungkin mengajarkan matematika formal pada siswa SD karena siswa SD tidak dapat memahami matematika formal dengan baik.

    ReplyDelete
  2. Assalam’alaikum wr.wb.

    Terima kasih kepada bapak Prof. Marsigit, telah menunjukkan Link untuk belajar lebih banyak tentang teori belajar dan mengajar. Pemahaman guru tentang teori belajar merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan pembelajaran di sekolah. Seorang guru sangat perlu memperoleh wawasan tentang teori belajar agar dapat menerapkannya dalam pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas. Wawasan tersebut diharapkan menjadi acuan bagi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran, dewasa dan berwibawa dalam mengajar, memahami peserta didik, memahami bagaimana seharusnya proses pembelajaran berlangsung, serta menilai pelaksanaan pembelajarannya sendiri. Teori belajar behaviorisme dan teori belajar kognitifisme berbeda dengan teori belajar konstruktivisme. Teori belajar konstrutivisme adalah teori pembelajaran yang berfokus pada produk akhir serta menekankan pada proses pembelajaran yang terjadi. Penilaian teori konstruktivisme adalah penilaian otentik, penilaian kinerja dan penilaian fortofolio. Penilaian Berbera dari ketidakpuasan terhadap pendekatan penilain sumatif yang tidak dapat membedakkan kemampuan individu siswa secara menyeluruh. Sememtara teori belajar toeri belajar behaviorisme dan kogninitifisme penilaiannya cenderung subyektif dalam menilai siswa. Penilaian dalam teori belajar konstruktivisme diadopsi dalam penerapan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  3. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Terimakasih atas referensi teori belajar dan mengajar yang telah diberikan, memang beberapa sudah saya dapatkan dapat perkuliahan selama ini, namun dengan adanya referensi ini saya sagat berterimakasih kepada Prof Marsigit. Referensi ini sangat membantu kita sebagai calon pendidik untuk lebih memahami berbagai macam teori belajar dan mengajar.

    ReplyDelete
  4. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari artikel yang dijelaskan dalam http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/PBL_and_Math_Education bahwa perbedaan pembelajaran tradisional dan PBL adalah jika dalam pembelajaran tradisional, peran guru lebih dominan dalam proses pembelajaran. Sedangkan dalam PBL, siswa lebih dominan. Pembelajaran yang terjadi berpusat pada siswa. Siswa berperan aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu peran guru dan siswa bergeser. Peran guru dalam pembelajaran PBL adalah memfasilitasi dan bekerjasama dengan siswa untuk mengembangkan pengetahuan dari proses pemecahan masalah.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dari arttikel diatas saya tertarik pada link https://www.youtube.com/watch?v=0XwjIruMI94 (Piaget lengkap) di video ini dijelaskan secara jelas tentang teori piaget dan bagaimana pengajaran kepada siswa sesuai kategor yang digolongkan pada teori piaget. Terimakasih prof telah memberikan saya kesempatan untuk mempelajari berbagai teori belajar dari link di atas.

    ReplyDelete
  6. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Link-link tersebut sangat bermanfaat bagi seorang calon pendidik. Karena sebagai calon pendidik, pengetahuan tentang materi yang akan diajarkan saja tidaklah cukup, seorang pendidik harus dibekali dengan psikologi pendidikan, strategi pembelajaran dsb sebagai jalan dalam menyampaikan pengetahuan yang dimiliki. Karena sesungguhnya, pendidik dikatakan berhasil dalam mendidik siswa-siswinya apabila pengetahuan tersebut bermakna bagi mereka. Terima kasih Prof, karena telah menyediakan jalan bagi kami untuk menuju gerbang ilmu yang kami butuhkan.

    ReplyDelete
  7. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada pak prof marsigit karena telah memberikan sumber referensi yang sangat-sangat berguna. Apalagi lagi menyangkut masalah belajar mengajar yang mana erat kaitannya dengan pembelajaran. Untk mencapai kesuksesan pembelajarna dibutuhkan suatu pendekatan, model , strategi dan metode belajar yang tepat walaupun tidak semua itu bisa berlaku pada pembalajaran yang lain.

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dari referensi yan prof berikan saya bisa menyimpulkan bahwa pembelajaran scaffolding dapat diartikan sebagai suatu teknik pemberian dukungan belajar secara terstruktur, yang dilakukan pada tahap awal untuk mendorong siswa agar dapat belajar secara mandiri.

    ReplyDelete
  9. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D
    Evaluasi terhadap pembelajaran konstruktivis meliputi evaluasi formatif dan sumatif. Evaluasi formatif menekankan pada proses dan tujuannya lebih kepada perbaikan mutu pembelajaran; sedangkan evaluasi sumatif menekankan pada hasil

    ReplyDelete
  10. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam pembelajaran, memang kurang efektif jika siswa pasif artinya teacher-centered. Oleh karenanya diperlukan model pembelajaran inovatif sepeti yang bapak lampirkan di http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/PBL_and_Math_Education tentang Problem Based Learning. PBL juga merupakan salah satu model pembelajaran yang disarankan untuk diterapkan di Kurikulum 2013 Model pembelajaran ini membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah.

    ReplyDelete
  11. Isna Nur Hasanah H
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terima kasih kepada bapak Prof. Marsigit telah memberikan bekal kepada kami untuk belajar lebih mendalam mengenai berbagai teori belajar dan mengajar. Berbagai teori belajar mengajar tentunya memiliki berbagai manfaat ataupun kebaikan, salah satunya adalah mengenai PBL. Seperti yang dijelaskan dalam http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/PBL_and_Math_Education, dengan menggunakan PBL akan memungkinkan peserta didik untuk menjadi lebih bertanggung jawab dan mandiri, menunjukkan kepada siswa bahwa ada banyak cara untuk memecahkan masalah dan mungkin juga ada lebih dari satu jawaban atas masalah tersebut, membuat siswa dapat bekerja sama dan saling berkolaborasi dalam suatu kelompok untuk menyelesaikan permasalahan matematika, serta dapat meningkatkan motivasi diri dan berpikir kritis.

    ReplyDelete
  12. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Terimakasih Prof. Marsigit. Link-link diatas sangat bermanfaat bagi kami calon guru dan pembaca lain baik untuk pengetahuan maupun referensi dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Memang sangat banyak teori belajar dan mengajar yang terkenal seperti yang beberapa sudah kami pelajari dalam mata kuliah sebelumnya. Teori-teori belajar dan mengajar tersebut sangat membantu bagi para pendidik dan calon pendidik.

    ReplyDelete
  13. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Terima kasih bapak telah memberikan banyak link mengenai referensi berbagai teori belajar dan mengajar. Tentunya ini sangatlah bermanfaat bagi kami sebagai calon guru dan saya khususnya karena bisa belajar banyak hal yang akan bisa digunakan nanti saat benar-benar berhadapan dengan siswa. Sebagai calon guru harus mempunyai bekal yang kuat seperti teori belajar, psikologi belajar, strategi pembelajaran supaya dapat melaksanakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa nanti.

    ReplyDelete
  14. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih kepada Prof. Marsigit atas postingan yang sangat bermanfaat untuk kami. Berbagai referensi tersebut dapat menambah wawasan kami mengenai teori belajar dan mengajar. Melalui referensi tersebut pula dapat memberikan kami ide atau inovasi yang kelak (sebagai calon guru) dapat kami terapkan dalam pembelajaran. Salah satu link yang saya baca adalah mengenai pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran kolaboratif didasarkan pada kondisi dimana suatu kelompok berusaha belajar bersama-sama yang anggotanya secara aktif berinteraksi dengan berbagi gagasan dan pengalaman serta mengambil peran yang berbeda. Setiap individu juga saling bergantung dan bertanggungjawab atas tugas yang diberikan. Selain itu proses kolaborasi juga dapat dilakukan dalam forum online yang dapat dipantau oleh gurunya.

    ReplyDelete
  15. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih Prof. blog ini benar-benar memfasilitasi kami sebagai mahasiswa sekaligus calon guru untuk terus belajar dan memahami tentang teori -teori belajar dan mengajar secara lebih fleksibel. Sangat dapat dirasakan bahwa belajar bisa dimanapun dan kapanpun, dan bahkan semua telah disajikan dalam satu tempat.
    Banyak sekali teori-teori yang dapat digunakan sebagai acuan belajar mengajar, beberapa diantaranya yang tersaji pada postingan ini adalah PBL, Cobectivism, Collaborrative, Brunner, dan masih banyak lagi.
    Ada salah satu dari lamman laman yang disematkan pada posting ini yang kadang sering dilupakan oleh guru maupun calon guru kebanyakan. Bahwa ketika diterapkan PBL siswa akan membentuk learning issues, kemudian guru akan memberikan guided questions untuk memfasilitasi siswa bereksplorasi.

    ReplyDelete
  16. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terima kasih kepada Prof.Marsigit telah menyediakan link-link mengenai berbagai teori belajar dan mengajar yang sangat beragam. Link-link tersebut sangat bermanfaat bagi kami para calon pendidik untuk dapat mengelola pembelajaran dengan lebih bervariasi. Salah satu link yang menjadi perhatian saya adalah http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Collaborative_Learning yang menampilkan mengenai pembelajaran kolaborasi yaitu pembelajaran yang dilakukan secara kelompok yang sebaya dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Siswa saling membantu satu sama lain. Karakteristik pembelajaran ini adalah fokus pada proses yang dicapai oleh kelompok belajar. Pembelajaran kolaborasi lebih efektif untuk meningkatkan berpikir kritis, belajar konsep, dan problem solving. Akan lebih baik jika kelompok belajar terdiri dari 3 anggota kelompok atau kurang dari itu. Pembelajaran ini bisa diterapkan dalam pembelajaran di kelas untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab antar anggota kelompok dan kerja sama dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

    ReplyDelete
  17. Aditya Raenda Ananta
    14301241036
    S1 Pend Matematika A 2014

    Terimakasih atas referensi-referensi megenai berbagai macam teori belajar dan mengajar. Saat ini sebagian besar guru matematika masih menggunakan model pembelajaran ekpositori yang berpusat pada guru sehingga siswa lebih cenderung pasif didalam pembelajaran. Referensi-referensi datas sangat berguna bagi kami sebagai calon guru supaya kelak ketika kami menjadi seorang guru mempunyai inovasi dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  18. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    proses belajar mengajar selalu berkaitan erat dengan teori belajar yang ada hingga saat ini. dengan referensi diatas tentang berbagai macam teori belajar diharapkan guru mampu mempelajari dan memberikan yang terbaik dalam mengajar dikelas. semoga referensi diatas bisa menjadi tambahan pengetahuan kita semua.

    ReplyDelete
  19. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Salah satu teori belajar mengajar yang menarik saya adalah PBL (Problem Based Learning) merupakan pendekatan pembelajaran dengan student center atau berpusat pada siswa dan dengan menggunakan kontruktivis dalam pembelajarannya. PBL berawal dari masalah yag dirancang dengan cermat oleh guru dan akan relevan dengan siswa, pertanyaan yang digunakan menantang dan memacu siswa untuk menggunakan berbagai strategi pemecahan masalah. Siswa dengan PBL dikelompokkan dalam kelompok kecil dan guru sebagai fasilitator. Penilaian dan evaluasi pembelajaran sangat diperhatikan dalam PBL. Sehingga PBL sangat direkomendasikan dalam pembelajaran agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  20. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Banyak sekali manfaat dari membaca referensi teori pembelajan ini karena untuk meningkatkan proses dalam pembelajaran.. salah satunya yaitu teori pembelajaran behavioral, yang dibentuk melalui tingkah laku yang dapat diamati dan diukur dan juga adanya pengaruh lingkungan.

    ReplyDelete
  21. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menanggapi salah satu artikel yang saya baca diatas menerangkan bahwa teori kompleksiti adalah teori yang muncul sebagai implikasi dari perkembangan ilmu pengetahuan, informasi dan teknologi, sehingga teori ini mengajarkan kita sebagai calon guru untuk berupaya menciptakan lingkungan belajar yang sedemikian menariknya sehingga siswa dapat mengaitkan pembelajarn yang dilakukan dengan kehidupan sehari hari. Banyak hal yang bisa kita lakukan seperti menggunakan model pembelajaran RME atau bahkan pembelajaran Open Ended. Semoga guru kita semakin kreatif dan inovatif dari mempelajari teori teori belajar yang ada.

    ReplyDelete
  22. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Perkembangan kognitif seseorang tidak Dalamserta merta dapat mengolah informasi baru yang disebut pengetahuan. Pengetahuan baru muncul karena adanya proir knowledge atau bisa kita sebut dengan skema. Kemudian ditemukan informasi baru kemufian akan muncul disekulibrium atau ekuilibrium. Jika masuk ke dalam ekuilibrium maka dapat berlangsung ke akomodasi, dan begitu seterusnya dimulai dari akomodasi (skema baru).

    ReplyDelete
  23. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    salah satu teori belajar adalah teori konstruktivistik yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari gestalt. teori konstruktivistik dikembangkan oleh John Dewey, Jean Piaget, Jerome Brunner, dan Lev Vygotsky. teori ini sangat dipercaya bahwa siswa mampu mencari sendiri masalah, menyusun sendiri pengetahuannya melalui kemampuan berpikir dan tatangan yang dihadapinya, menyelesaikan dan membuat konsep mengenai keseluruhan pengalaman realistik dan teori dalam satu bangunan utuh.

    ReplyDelete
  24. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih Bapak Prof. Marsigit, link-link di atas sangat bermanfaat bagi kami (calon pendidik). Dengan mempelajari teori belajar dan mengajar dapat menjadikan kami bagaimana menjadi pendidik yang baik, bagaimana cara menjadikan belajar yang bermakna, mengetahui berbagai karakteristik siswa dan lain sebagainya. Hal ini penting guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  25. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terimakasih atas link-link yang diberikan Prof. Setelah ssaya membaca http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Collaborative_Learning , saya memahami bahwa pembelajaran kolaboratif adalah salah satu model pembelajaran yang menekankan kerjasama kelompok, semua siswa secara bersama memahami materi tanpa ada yang ketinggalan. Model ini hampir sama dengan pembelajaran kooperatif, hanya saja sedikit berbeda. Diharapkan guru mampu menerapkan model pembelajaran ini dengan tepat sesuai kemampuan siswa

    ReplyDelete
  26. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Terdapat banyak teori belajar dan mengajar yang dikemukaan para ahli dengan tujuan agar mempermudah kita dalam proses mengajar dan proses memahami bagaimana siswa belajar tokoh yang terlibat dalam pengambangan teori-teori ini antara lain Vygotsky, Jean Piaget, Albert Bandura, Jerome Bruner, dst. Kita sebaiknya mempelajari dan memahami teori-teori terkait belajar dan mengajar tersebut. Sehingga kita dapat menentukan sikap kita dalam menghadapi siswa yang memiliki kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  27. Teori-teroi belajar sangat penting untuk dipahami. Sebagai seseorang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan wajib memahami teori pendidikan, agar tidak salah penerepannya. kesalahan dalam penerapan dapat mengakibatkan hasil yang diperolehpun tidak akan baik. setiap Teori belajar belum tentu cocok untuk semua bidang keilmuan, maka kita harus memperlajari setiap karakteristik teori belajar agar bisa menentukan teori belajar behavior untuk bidang keilmuan apa, kognitif, construktivis, dan teori-tori lainnya.

    ReplyDelete
  28. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Saat ini banyak sekali referensi teori belajar dan mengajar yang dapat menjadi acuan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Seperti yang dicantumkan oleh Prof. Marsigit dalam artikel ini. Dengan mengetahui teori belajar mengajar, guru menjadi mengerti bagaimana siswa belajar dan guru dapat menentukan cara mengajar apa yang tepat untuk diterapkan ke siswa, sehingga pembelajaran berlangsung dengan baik dan materi yang diajarkan bisa bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  29. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Referensi-referensi di atas merupakan hal yang penting untuk diimplemetasikan dalam pembelajaran. Misalnya Zone of Proximal Development (ZPD) yang dikemukakan oleh tokoh sosial konstruktivis Lev Vygotsky. ZPD akan membantu guru untuk memahami kemampuan siswanya agar dapat memfasilitasi secara optimal. Dengan ZPD ini guru dapat menentukan porsi scaffolding yang tepat bagi siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  30. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terimakasih Pak atas link-link yang telah diberikan sangat bermanfaat sekali bagi saya untuk menambah wawasan saya mengenai proses pembelajaran. teori belajar sangat penting dipelajari oleh guru agar dapat mengerti dan memahami hakekat dari proses pembelajaran, karena disekolah guru sebagai fasilitator utama untuk mentransfer ilmu.

    ReplyDelete
  31. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam artikel Referensi Berbagai Teori Belajar dan Mengajar salah satu sumber yaitu http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/EvaluationConstructivistLearning diperoleh bahwa evaluasi adalah bagian dari keseluruhan proses pembelajaran. Evaluasi memberikan arahan tentang tujuan guru dan siswa sehingga siswa mampu memberikan umpan-balik terhadap pembelajaran mereka serta membimbing guru dan siswa untuk membuat tugas pembelajaran yang tepat. Evaluasi dalam konstruktivisme memandang bahwa proses pembelajaran ditekankan pada produk akhir dari suatu pembelajaran tertentu. Berbeda dengan behaviorisme dan kognitifisme yang menekankan untuk mengukur hasil yang spesifik secara objektif.

    ReplyDelete
  32. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terima kasih Prof. atas diberikannya sumber-sumber referensi tentang teori Belajar dan Mengajar. Hal ini sangat membantu kami dalam menemukan teori yang bisa kami aplikasikan pada kegiatan belajar dan pembelajaran di kelas. Dengan adanya banyak pengetahuan tentang teori belajar dan mengajar maka guru dapat mencari metode yang tepat untuk kelas yang diampunya.

    ReplyDelete
  33. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam artikel http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Situated_Cognition/Learning_Theory, menurut beberapa ahli bahwa ketika sebuah kelas menjadi komunitas pembelajaran, struktur sosial berubah menjadi satu di mana guru dan peserta didik bekerja sama untuk mencapai tujuan penting, tujuan yang mungkin telah terbentuk bersama-sama.

    ReplyDelete
  34. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan referensi tentang teori pembelajaran soaial yang bapak berikan diatas dan berdasarkan hasil pencarian saya, Teori pembelajaran sosial ini dikembangkan oleh Albert Bandura (1986). Hal terpenting dalam teori ini adalah penggunaan penjelasan eksternal dan internal kognitif untuk belajar memahami dari orang lain, karena terkadang apa yang dilakukan orang lain menjadi pembelajaran bagi kita. Menurut Bandura, sebagian manusia belajar dari pengamatan selektif dan mengingat tingkah laku orang lain.

    ReplyDelete
  35. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan referensi http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Collaborative_Learning dan beberapa sumber yang saya cari seperti artikel dari Dr. Ali Mahmudi, pembelajaran kolaboratif adalah suatu metode pembelajaran yang menempatkan siswa dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam bekerja sama dalam suatu kelompok kecil untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini diperkuat dengan pendapat Gokhale yaitu "Thus, the success of one student helps other students to be successful".
    Hipotesis saya, pembelajran kolaboratif dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis karena dalam kelompok, secara tidak langsung siswa dituntut untuk dapat berkomunikasi dengan siswa yang lain.

    ReplyDelete
  36. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Metode pembelajaran yang sering kita dengar dan sudah tidak asing lagi adalah metode pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning. Berdasarkan reerensi http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/PBL_Problem_Design secara langsung mengatakan bahwa PBL adalah Student Centred. artinya adalah, segala sesuatu dalam proses pembelajaran di kelas di design siswa yang merekonstruksi sendiri pengetahuannya, sedangkan guru menjadi fasilitator.
    Design PBL ada 4 tahapan berdasarkan referensi tersebut. Pertama adalah siswa disajikan suatu masalah, kemudian mencari fakta dari data-data yag mendukung, ketiga adalah siswa menghipoptesis dari teori yang telah didapatkannya, dan yang terakhir adalah learning needs maksudnya adalah apa yang dibutuhkan untuk diketahui.

    ReplyDelete
  37. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Desain pembelajaran problem based learning menggunakan masalah nyata sebagai dasar diskusi siswa dan melatih siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah.dalam desain pembelajaran ini melatih siswa untuk mengkosntruksi pengetahuanya sendiri.

    ReplyDelete
  38. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Terimakasih atas referensi teori belajar dan mengajar yang telah Bapak diberikan. Referensi ini sangat membantu saya sebagai calon pendidik untuk lebih memahami berbagai macam teori belajar dan mengajar. Karena sebagai calon pendidik, pengetahuan tentang materi yang akan diajarkan saja tidaklah cukup, seorang pendidik harus dibekali dengan psikologi pendidikan, strategi pembelajaran dsb sebagai jalan dalam menyampaikan pengetahuan yang dimiliki. Seorang pendidik dikatakan berhasil dalam mendidik peserta didiknya apabila pengetahuan tersebut bermakna bagi mereka.

    ReplyDelete
  39. Dalam kaitannya dengan pendidikan, Sistem Berpikir menawarkan perspektif yang belajar didasarkan pada "non-linearitas dari pemikiran dan pada variasi sebagai sumber dan hasil dari pemikiran" (Phelps dkk., 2005, hal. 73). Dalam pandangan complexivist kemudian, "belajar disebabkan, tidak disebabkan" (2005, hal. 74). Kurikulum yang telah ditetapkan dan pra-terstruktur bekerja melawan munculnya dan dengan demikian membatasi belajar dengan meletakkan trek untuk rute yang ditentukan untuk menargetkan pengetahuan. Jadi kompleksitas sebagai teori belajar membutuhkan pembelajaran terbuka dan dalam melakukannya menyediakan untuk desain universal untuk belajar-mana pembelajaran dapat diakses oleh semua jenis peserta didik.
    Pendidikan perlu berevolusi untuk mengatasi kompleksitas dengan membantu peserta didik untuk beradaptasi dengan perubahan konstan. Peserta didik harus diinstruksikan tentang bagaimana menerapkan pengetahuan untuk berbagai konteks untuk membantu mereka untuk memperoleh kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi berubah pengetahuan. Pendidikan perlu untuk membantu peserta didik untuk membangun tujuan belajar mereka sendiri, menerima umpan balik dan merefleksikan kemajuan mereka. Pendidikan harus menjadi proses yang berkesinambungan di mana peserta didik terus berkembang untuk meningkatkan kinerja dan menghasilkan pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  40. Untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran maka perlu menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa, lingkungan dan materi. Banyak teori belajar dan mengajar yang dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Teori tersebut dapat diterapkan langsung atau melalui tahap modifikasi atau penyesuaian. Guru yang mungkin tertarik pada suatu teori belajar maka akan melakukan penelitian untuk menemukan teori baru yang sesuai dengan karakter siswanya.

    ReplyDelete
  41. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Prof MArsigit yang telah memberikan link-link tentang teori belajar dan mengajar. Teori belajar dan mengajar sangat berguna dalam kegiatan belajar dan mengajar. Teori merupakan hasil idealita seseorang atau dapat dikatakan suatu pandangan. Dalam pembelajaran dibutuhkan strategi dalam pembelajaran dengan mengaplikasikan teori-teori tersebut. Sehingga diharapkan hasil belajar siswa optimal dan tujuan pembelajaran tercapai. Semoga bermanfaat.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  42. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terimakasih kepada Prof Marsigit yang telah memberikan referensi bagi kami untuk kami pelajari dan kami terapkan nantinya dalam melaksanakan pembelajaran bagi siswa, sehingga dapat terjadi pembelajaran yang mendekati ideal dan siswa dapat belajar secara tepat dan menyenangkan

    ReplyDelete
  43. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari link http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Multiples_Approaches_to_Understanding, saya mengetahui tentang multiple intelligences. Menurut Gardner, ada bermacam kecerdasan yang dimiliki oleh setiap orang yang berbeda, yaitu linguistik, logika-matematika, spasial, fisik-kinestetik, musik, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Kedelapan macam kecerdasan tersebut umumnya terdapat pada setiap orang, namun tidak semuanya kuat. Ada beberapa kecerdasan yang baik, namun lemah di kecerdasan yang lain, namun hal tersebut dapat diatasi dengan practice/latihan

    ReplyDelete
  44. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan link http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Collaborative_Learning, dijelaskan tentang pembelajaran kolaboratif, yaitu suatu metode pembelajaran berkelompok yang menitikberatkan pada satu tujuan dimana saling ada rasa tanggungjawab suksesnya pembelajaran dengan satu kelompoknya. Siswa yang sudah paham akan membantu teman lain di kelompoknya untuk sama-sama memahami pelajaran. Metode ini dapat diterapkan dengan beberapa strategi, diantaranya jigsaw atau think-pair-share. Diharapkan siswa dapat memiliki rasa tanggungjawab terhadap dirinya sendiri dan teman lain dalam melaksanakan pembelajaran

    ReplyDelete
  45. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Dari link http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Vygotsky%27s_Zone_of_Proximal_Development, saya mempelajari tentang ZPD (Zone of Proximal Development). Teori ini mengatakan bahwa siswa pastilah memiliki area dimana secara mandiri tidak dapat menyelesaikan masalah namun terselesaikan saat didampingi atau dalam kolaborasi dengan orang dewasa (dalam hal ini guru) atau teman sebaya lainnya. Hal ini terjadi karena siswa atau anak tidak lepas dari pengaruh lingkungannya. Penerapan dari teori ini contohnya adalah mengajarkan siswa yang memiliki keterbatasan budaya (adanya perbedaan budaya antar siswa atau peserta didik)

    ReplyDelete
  46. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Teori perkembangan kognitif oleh Piaget dijelaskan dalam link http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Jean_Piaget%27s_Developmental_Stage_Theory. Ada 4 tahap perkembangan anak, yaitu Tahap sensorimotor, Tahap pra-operasional, Tahap operasional kongkret, dan tahap operasional formal. Pada setiap tahap, anak memiliki karakteristik tertentu. Hal tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun metode dan strategi pembelajaran agar sesuai dengan kemampuan kognitif siswa, sehingga tercapai pembelajaran yang tepat sasaran

    ReplyDelete
  47. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Dari link http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/PBL_and_Math_Education, penerapan pembelajaran PBL dimulai dari masalah kontekstual yang termasuk ill-structured, yang mana nantinya siswa yang memecahkan masalah tersebut menjadi well-defined problem. Pembelajaran ini tidak ada jawaban benar, guru melihat dari kesesuaian siswa menemukan solusi. Sehingga terdapat beberapa kemungkinan jawaban yang ditemukan siswa.

    ReplyDelete
  48. Elli susilawati
    16709251073
    Pmat_D 2016
    Terima kasih kepada prof atas link yang diberikan kpd kami. Link tersebut sangat bermanfaat untuk kami sebagai calon pendidik. Menjadi pendidik dan memahami konsep-konsepnya merupakan tantangan bagi pendidik, sehingga mampu menghadapi situasi kegiatan belajar mengajar dalam kondisi apapun. Pendidik masih harus banyak mencari sumber2 pengetahuan dari berbagai sumber untuk meningkatkan kualitasnya.

    ReplyDelete
  49. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam artikel http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/User-Centred, desain yang berpusat pada pengguna menggunakan metodologi yang memberikan informasi terkait tentang individu, siapa yang akan terlibat dalam produk atau sistem yang dibuat. Metode ini menempatkan fokus langsung pada pengguna individual sepanjang perencanaan, perancangan dan pengembangan suatu produk atau sistem

    ReplyDelete
  50. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam artikel http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/PBL_and_Math_Education, tujuan PBL adalah mempersiapkan siswa untuk siap menghadapi kebutuhan hidup sejati dengan "meningkatkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi dengan mengharuskan mereka untuk memikirkan masalah secara kritis dan menganalisis data untuk menemukan solusi" (Sungur et al., 2006).

    ReplyDelete
  51. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam artikel http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/PBL_Problem_Design , Problem Based Learning (PBL) adalah Student-Centered, pendekatan konstruktivisme untuk belajar siswa. PBL diidentifikasi sebagai strategi pembelajaran aktif dan mencakup tiga fitur yang menentukannya.

    ReplyDelete
  52. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut John R. Savery, ada dua isu penting dalam menghadirkan masalah.
    1. Jika siswa terlibat dalam pemecahan masalah yang otentik, maka siswa harus memiliki masalahnya.
    2. Untuk menghadirkan masalah ini adalah memastikan bahwa data yang disajikan tidak menyoroti faktor penting dalam kasus ini.

    ReplyDelete
  53. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    MACAM-MACAM TEORI BELAJAR

    Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofis mengenai teori-teori belajar,
    1. Teori Belajar Behavioristik
    2. Teori Belajar Kognitivisme
    3. Teori Belajar Konstruktivisme

    ReplyDelete
  54. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    TEORI MENGAJAR
    Mengajar pada hakekatnya adalah kegiatan yang dilakukan seseorang secara sadar untuk merobah tingkah laku atau memberikan keterampilan baru kepada seseorang.
    Beberapa teori mengajar yang dikemukakan oleh beberapa ahli antara lain adalah:
    1. Teori Mengajar Bruner
    2. Teori Mengajar Ausubel
    3. Teori Mengajar Gagne

    ReplyDelete
  55. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada Pak Marsigit yang telah bersedia berbagi link tentang Teori Belajar dan Mengajar. Link-link tersebut sangat bermanfaat untuk menambah wawasan calon guru dan guru tentang Teori Belajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran di dalam kelas.

    ReplyDelete
  56. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu tulisan yang saya baca dari link di atas adalah collaborative learning atau pembelajaran kolaboratif. Collaborative learning merupakan metode pembelajaran dimana siswa dipasangkan dalam sebuah kelompok dan bekerja untuk sebuah tujuan. Setiap siswa memiliki tanggung jawab yang sama dalam kelompoknya.

    ReplyDelete
  57. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tulisan kedua yang saya baca adalah tentang stage of development (tahap perkembangan) pada anak oleh Jean Pieget. Urutannya adalah sensimotor stage (0-2 tahun), Preoperational stage (2-7 tahun), Concrete operational stage (7-11 tahun) dan Formal operation stage (lebih dari 11 tahun).

    ReplyDelete
  58. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih Prof.Marsigit atas sumber belajar yang telah Prof berikan melalui blog ini. Salah satu link yang saya buka adalah http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Situated_Cognition/Learning_Theory . Dalam web tersebut terdapat pendapat yang menarik dari Jean Lave. Beliau meyakini bahwa Sebagian besar pembelajaran terjadi secara alami melalui budaya, konteks, dan aktivitas. Oleh karena itu, etnomatematematika sangat diperlukan dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  59. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam proses pembelajaran, baik formal, informal maupun nonformal, teori pembelajaran memiliki peran yang penting. Teori pembelajaran akan menentukan bagaimana proses pembelajaran itu terjadi. Sebelum merancang pembelajaran, guru harus menguasai sejumlah teori tentang belajar, termasuk beberapa pendekatan dalam pembelajaran. Penguasaan teori ini dimaksudkan agar guru mampu mempertanggungjawabkan secara ilmiah perilaku mengajarnya di depan kelas.Secara luas teori belajar selalu dikaitkan dengan ruang lingkup bidang psikologi atau dengan kata lain, apabila berbicara masalah belajar, berarti membicarakan sosok manusia. Ini dapat diartikan bahwa ada beberapa aspek yang harus mendapat perhatian. Aspek-aspek tersebut yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Melalui teori-teori pembelajaran ini, guru akan memahami berbagai cara bagaimana peserta didik belajar dan seterusnya menghubungkan prinsip dan hukumnya dengan teknik mengajar untuk mencapai pembelajaran yang berkesan.

    ReplyDelete
  60. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terimakasih karena Prof Marsigit telah membagian link berbagai teori belajar dan mengajar. Hal ini sangat membantu bagi guru maupun calon guru. Bagi saya selaku calon guru, hal ini sangat membantu dalam memperisapkan saat akan menghadapi magang / PPL. Sehingga daya dapat memilih teori belajar yang tepat dalam menjumpai siswa di kelas.

    ReplyDelete
  61. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari teori belajar yang disampaikan pada link http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Vygotsky%27s_Zone_of_Proximal_Development . Teori ini hampir sama seperti Cognitive-construction yang disampaikan Jean Piaget. Namun Lev Vygostky menjabarkan ide dari Piaget dan secara spesifik melihat bagaimana interaksi sosial dan colaborasi dalam bagaimana peserta didik belajar.

    ReplyDelete
  62. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari teori belajar yang disampaikan pada link http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/PBL_Problem_Design tentang Problem based learning. Langkah awal adalah bagaimana guru menampilkan suatu masalah yang masih menjadi kapasitas siswa. Selanjutnya bagaimana siswa belajar melibatkan combinasi dari cara belajar secara individu maupun kelompok. Dan yang terakhir, siswa lebih aktif dalam pembelajaran sedangkan guru memfasilitasi siswa belajar.

    ReplyDelete
  63. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari konsep teori belajar yang disampaikan pada http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Collaborative_Knowledge_Building_Model tentang Collaborative Knowledge Building yang siampaikan oleh Scardamalian dan Bereiter (1994). CBK adalah model pembelajaran dimana ada beberapa fase yang dapat dibedakan yang membentuk siklus personal dan pengembangan pengetahuan sosial.

    ReplyDelete
  64. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. terimakasih Prof. Marsigit atas referensi-referensi tenatng teori belajar mengajar yang diberikan. Dengan memanfaatkan teori belajar yang dipelajari dari referensi-referensi ini semoga proses belajar mengajar senantiasa menyediakan inovasi-inovasi yang dapat membantu siswa belajar.

    ReplyDelete
  65. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Sebelumnya terimakasih atas semua referensi tentang teori-teori belajar yang Bapak berikan. Sebagai guru kita wajib mengetahui terori belajar dan mengajar. Meskipun teori tersebut sudah sangat lama, akan tetapi pasti masih ada hal yang relevan yang dapat di terapkan dalam pembelajaran. Teori-teori tersebut juga membantu guru untuk melakukan berbagai macam inovasi dalam pendidikan. Tidak hanya sekedar coba-coba tanpa thu akan berhasil atau tidak. Dengan berdasarkan teori tersebut, maka inovasi yang dilakukan memiliki peluang berhasil jauh lebih besar, karena sebelumnya telah dilakukan penelitian oleh para ahli. Serta arah inovasi yang dilakukan tersebut jelas.

    ReplyDelete
  66. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terima kasih atas referensi yang telah bapak bagikan, sangat bermanfaat bagi kami untuk mempelajari berbagai teori belajar dan mengajar. Teori belajar yang sekarang ini sering digunakan adalah teori belajar konstruktivisme.

    ReplyDelete
  67. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada teori konstruktivisme, siswa mengkonstruk pengetahuannya sendiri, sedangkan guru hanya memfasilitasi siswa untuk membentuk pengetahuannya. Teori belajar yang demikian seperti saintifik, discovery learning, guided inquiry dan lain sebagainya. Teori belajar seperti ini dikenal dengan student-centered.

    ReplyDelete
  68. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Teori-teori belajar yang di sebutkan pada artikel di atas memang sangat perlu dipelajari lagi bagi para guru. Contohnya, teori konstruktivisme yang memadukan antara kebiasaan dan teori kognitif. Tujuannya adalah untuk membangun pengetahuan dengan pengalaman sendiri. Melalui pemecahan masalah yang real dan sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  69. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih atas link yang telah Bapak berikan. Sehingga dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam kepada calon guru maupun guru mengenai teori belajar sehingga dapat diterapkan didalam kelas.

    ReplyDelete
  70. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    teori belajar mengajar sangatlah penting dalam pelaksanaan pendidikan. Secara umum teori belajar dikelompokkkan menjadi empat aliran yaitu
    a. Teori Behavioristik
    b. Teori Kognitif
    c. Teori Kontruktivisme
    d. Teori Humanisme .
    Masing masing teori menenkankan aspek tertentu dalam proses pembelajaran yang dapat dijadikan pertimbangan bagi seorang guru.

    ReplyDelete
  71. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Terima kasih atas link tentang teori belajar mengajar yang telah Bapak berikan. sehingga informasi tersebut dapat dijadikan suatu sumber atau referensi serta pertimbangan bagi guru dan calon guru dalam menerapkan teori belajar mengajar mana yang cocok dan bisa melaksanakan pembelajaran dengan baik sesuai dengan keadaan peserta didik (karakteristik peserta didik).

    ReplyDelete
  72. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebelumnya, terima kasih atas link yang telah bapak berikan ini. Postingan ini sangat bermanfaat bagi pendidik dan calon pendidik yaitu pendidik dan calon pendidik dapat mempertimbangkan penerpaan teori-teori belajar yang dapat mengembangkan potensi-potensi siswa. Pembelajran juga akan semakin menarik dan tidak monoton dengan menerapkan berbagai teori-teori belajar yang ada.

    ReplyDelete
  73. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Teori konstruktivistik merupakan teroi yang dikembangkan oleh Jean Piaget. Dalam teori ini dijelaskan bahwa pada dasrnya individu sejak kecil sudah memiliki kemampuan untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Pengetahuan dikonstruksi oleh anak sebagai subjek, maka akan menjadi pengetahuan yang bermakna bagi siswa

    ReplyDelete
  74. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam proses pembelajaran pasti setap guru mengingikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. teori konstrukstivistik ini dapat menjadi salah satu teori yang dapat memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. pada dasarnya pengetahuan yang hanya diperoleh melalui proses pemberitahuan tidak akan menjadi pengetahuan yang bermkan bagi siswa.

    ReplyDelete
  75. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam proses membangun pengetahuan melalui proses belajar meliputi tiga fase yaitu dase eksplorasi, fase pengenalan konsep, fase aplikasi konsep. Dalam fase eksplorasi, siswa mempelajari gejala dengan bimbingan. Dalam fase pengenalan konsep, siswa mengenal konsep yang ada hubungannya dengan gejala. sedangkan dalam fase aplikasi konsep, siswa menggunakan konsep untuk meneliti gejala lain lebih lanjut.

    ReplyDelete
  76. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    Pendidikan Matematika A 2014

    Terima kasih Pak atas sumber yang Bapak berikan. Link-link yang diberikan ini sangat bermanfaat dan perlu untuk dicermati oleh guru maupun calon guru. Guru maupun calon guru perlu mempelajari teori-teori belajar dan pembelajaran, karena guru harus mengerti bahwa dalam pembelajaran guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi, tetapi harus tau tahap perkembangan siswanya agar dapat memilih strategi, metode, maupun metode pembelajaran yang sesuai untuk menyampaikan materi.

    ReplyDelete
  77. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terima kasih atas link-link yang telah diberikan oleh Prof. marsigit. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya link-link tersebut. Teori belajar dan mengajar perlu diketahui oleh calon guru ataupun guru professional. Hal ini dikarenakan, teori belajar dan mengajar akan membantu guru dalam mengetahui bagaimana proses pembelajaran di kelas, bagaimana cara siswa belajar dan cara guru mengajar secara ideal. Teori belajar dan mengajar memberikan wawasan baru bagi guru dalam mengetahui bagaimana hakikat belajar dan mengajar.

    ReplyDelete
  78. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Belajar adalah rangkaian kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran berdasarkan alat indera dan pengalamannya. Sementara itu teori belajar yaitu suatu teori mengenai pelaksanaan dan tatacara pengaplikasian proses pembelajaran antara guru dan siswa atau upaya untuk mendeskripsikan bagaimana manusia belajar, sehingga membantu kita semua memahami proses inhern yang kompleks dari belajar. Teori belajar akan berguna dalam memahami pengetahuan (tingkat intelektual) seseorang (siswa. Banyak teori belajar yang telah berkembang di seluruh dunia. Teori yang berkembang diantaranya: teori belajar behaviouristik, konstruktivistik, humanistik dan lain sebagianya.

    ReplyDelete
  79. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Adanya teori belajar yang berkembang di seluruh dunia yang dikemukankan oleh para ahli dapat membantu guru dalam merencanakan proses pembelajaran dikelas, dengan adanya teori belajar guru menjadi paham mengenai bagaimana siswa belajar, perilaku siswa dalam belajar sehingga guru dapat menemukan cara-cara untuk menyikapinya. Selain itu, guru dapat mengelola kelas dengan baik sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung sistematis, efektif dan efisien. Selain itu kondisi kelas menjadi lebih aktif dan juga dinamis, yang dapat mengoptimalkan dan menyalurkan kemampuan siswa secara maksimal. Guru juga dapat mengidentifikasi keberhasilan aplikasi suatu teori.

    ReplyDelete
  80. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Terimakasih Pak, atas link link yang berisi informasi terkait teori belajar ini. Saya sebagai calon guru sangat merasa terbantu. Dengan mengetahui informasi terkait teori belajar ini, saya bisa mempersiapkan diri saya untuk menjadi pengajar yang baik. Guru yang baik adalah guru yang paham akan teori belajar. Paham akan dasar-dasar mengajar yang baik dan benar. Dengan informasi ini diharapkan akan melahirkan guru yang baik dan bisa mengajar dengan baik dan benar.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  81. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofis mengenai teori-teori belajar, yaitu: teori belajar behaviorisme, teori belajar kognitivisme, dan teori belajar konstruktivisme. Teori belajar behaviorisme hanya berfokus pada aspek objektif diamati pembelajaran. Teori kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan pembelajaran berbasis otak. Dan pandangan konstruktivisme belajar sebagai sebuah proses di mana pelajar aktif membangun atau membangun ide-ide baru atau konsep.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  82. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Teori behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  83. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  84. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  85. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  86. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern.

    Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong.

    Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.

    Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari idea dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih pahamdan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  87. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Connectionism adalah gerakan dalam ilmu kognitif yang berharap untuk menjelaskan kemampuan intelektual manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan (juga dikenal sebagai “jaringan syaraf” atau “jaring syaraf”). jaringan syaraf disederhanakan model otak terdiri dari sejumlah besar unit (young analog neuron) bersama-sama dengan bobot yang mengukur kekuatan hubungan antara unit. Model ini berat efek dari sinaps yang menghubungkan satu neuron yang lain. Percobaan pada model semacam ini telah menunjukkan kemampuan untuk mempelajari keterampilan seperti pengenalan wajah, membaca, dan deteksi struktur gramatikal sederhana.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  88. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Multiples_Approaches_to_Understanding pada link tersebut saya mendapatkan ilmu mengenai Teori Multiple Intelligences, dimana didasarkan pada temuan dari psikologi kognitif dan diferensial yang telah menantang keefektifan pendekatan generik terhadap pendidikan yang dicontohkan oleh pemberian tes IQ. pada teori ini dijelaskan 8 kecerdasan , kecerdasan linguistik, logika matematis, spasial, kinetis kemanusiaan, musikal,interpersonal, intrapersonal, dan naturalis.

    ReplyDelete
  89. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/PBL_Problem_Design , berdasarkan link tersebut ilmu yang saya dapat adalah mengenai problem based learning. Problem Based Learning (PBL) adalah Student Centered, pendekatan Constructivist untuk belajar. PBL diidentifikasi sebagai strategi pembelajaran aktif dan mencakup tiga fitur yang menentukan. Pertama, PBL terdiri dari masalah yang dirancang dengan cermat yang akan relevan bagi siswa di bidangnya. Pertanyaan-pertanyaan ini menantang dan mengharuskan siswa untuk menggunakan berbagai strategi pemecahan masalah. Kedua, siswa belajar di lingkungan yang melibatkan kombinasi pengarahan diri dan partisipasi kelompok kecil. Akhirnya, peran guru dan siswa berbeda dengan pembelajaran tradisional

    ReplyDelete
  90. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/User-Centred , melalui link tersebut saya menangkap bahwa pembelajaran student center sangat baik untuk siswa, karena pembelajaran yang berpusat pada siswa akan mengembangkan kemampuan berfikir siswa, siswa akan lebih kreatif dan kritis lagi dalam menyelesaikan masalah, jika pembelajaran berpusat pada guru maka siswa tidak akan terlatih dan cenderung selalu suka yang instan.

    ReplyDelete
  91. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Teori belajar merupakan teori yang mendasari bagaimana sebuah proses pembelajaran berlangsung. Terdapat begitu banyak macam-macam teori belajar menurut para ahli, beberapa diantaranya adalah teori belajar konstruktivisme, teori belajar behavioralisme, teori belajar kognitivisme, dan lain-lain. Di Indonesia teori yang sesuai dengan kurikulum 2013 dalam pendekatan saintifik adalah teori belajar kkonstruktivisme. Setiap teori memiliki ciri dan karakteristik masing-masing, memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Seorang guru harus tahu dan paham mengenai teori belajar dan mampu mengimplementasikan teori belajar yang sesuai dengan karakteristik siswa nya.

    ReplyDelete
  92. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Jean Piaget membagi siswa berdasarkan tingkat kematang siswa. Hal ini penting untuk mengetahui tindakan yang dilakukan guru dalam merencanakan dan mempersiapkan pembelajaran dengan metode dan pendekatan yangs sesuai dengan daya pikir dan tingkat kematangan siswa agar pembelajaran dapat lebih efektif.

    ReplyDelete
  93. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Salah satu teori belajar yaitu Teori Behavioristik yaitu sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.

    ReplyDelete
  94. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.

    ReplyDelete
  95. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Semakin saya membaca tentang teori beajar, saya menjadi membanding – bandingkan antara teori yang satu dengan teori yang lainnya. Menurut saya teori belajar yang diunggulkan adalah teori belajar konstruktivisme. Mengapa? Jika individu ingin belajar, maka ia yang harus belajar, bukan orang lain. Caranya ia belajar adalah ia membangun pengetahuannya sendiri melalui pemikirannya sendiri yang mana mungkin dibantu dengan orang – orang di sekitar dengan pemberian stimulus, pemberian pengatahuan atau informasi, kegiatan, media dan lain sebagainya. Maka dari itu banyak metode belajar yang bermunculan dengan berlandaskan pada teori belajar konstruktivisme ini.

    ReplyDelete
  96. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Mengajar, setiap orang sebenarnya dapat mengajar. Di sekolah, di rumah, dilingkungan sekitar. Mengajar sebaiknya juga melibatkan peran aktif dari si penerima, yaitu peserta didik. Peserta didik memiliki ide ide yang sangat cemerlang jika guru menyadarinya. maka libatkan siswa dalam proses mengajar.

    ReplyDelete
  97. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sesuai dengan judulnya, postingan Bapak Marsigit kali ini berisikan referensi berbagai teori belajar dan mengajar, ada berbagai macam teori belajar dan mengajar yang dikemukakan oleh para ahli, salah satunya adalah http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Collaborative_Learning yang berisikan tentang teori belajar yaitu pembelajaran kooperatif. Page tersebut ditulis oleh Gioia Breda and Yvonne Dawydiak pada tahun 2008. Pembelajaran kooperatif adalah metode instruksional yang mendorong pembelajaran melalui kolaborasi atau kerja sama dengan teman sebaya atau siswa di kelas, setiap siswa bertanggung jawab pada kelompoknya dan pembelajaran, serta membangun pengetahuan mereka sendiri. Sehingga, pembelajaran kooperatif tidak sekadar kerja kelompok dengan hanya satu atau beberapa siswa saja yang aktif, tetapi setiap siswa haruslah aktif dalam kelompoknya.

    ReplyDelete
  98. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Jean Piaget membagi anak berdasarkan usia dan tingkat kematangannya, pembelajaran yang baik adalah yang memperhatikan usia nya, agar sesuai dan tidak terlalu memberatkan, agar siswa dapat memahami pelajaran dengan baik, untuk siswa SD biasanya guru mengajarkan dri benda benda konkret dulu dan jika sudah dewasa dapat menggunakan abstrak.

    ReplyDelete
  99. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terimakasih atas link-link yang bapak berikan terkait teori belajar dan teori mengajar. Teor-teori tersebut sangat bermanfaat bagi guru sebagai referensi dalam melakukan pembelajaran di kelas. Teori belajar dapat menunjukkan bagaimana siswa berpikir dan bagaimana kemampuan siswa dan pola pikir siswa yang beranekaragam dapat diatasi oleh guru. Teori mengajar dapat membantu guru pada saat melakukan pembelajaran di kelas. Teori belajar dan teori mengajar dapat berperan penting dalam proses pembelajaran guru karena dengan teori tersebut guru dapat menganalisis metode yang tepat dan dapat memberikan tanggapan dan sikap yang tepat terhadap pertanyaan yang diajukan siswa.

    ReplyDelete
  100. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Belajar sebagai suatu proses,berfokus pada apa yang terjadi ketika aktivitas belajar itu berlangsung. Teori belajar adalah upaya untuk menggambarkan bagaimana orang dan belajar. Sedangkan mengajar pada hakekatnya adalah kegiatan yang dilakukan seseorang secara sadar untuk mengubah tingkah laku atau memberikan keterampilan baru kepada seseorang.

    ReplyDelete
  101. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Teori mengajar adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan seseorang dengan maksud untuk membuat anak didiknya paham akan tujuannya belajar. Ada banyak teori mengajar yang perlu dipelajari oleh seorang guru agar pembelajaran berjalan dengan lancar, di antaranya teori mengajar Bruner, Ausubel, dan Gagne.

    ReplyDelete
  102. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih Prof, sudah memberikan daftar link referensi yang begitu banyak mengenai teori belajar dan mengajar. Dari referensi yang Prof berikan sangat bermanfaat bagi pembaca dalam memahami teori belajar maupun mengajar.

    ReplyDelete
  103. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terima kasih atas referensi yang diberikan. Guru memanglah harus mengerti kebutuhan subjek didiknya. Sehingga guru harus pula terus belajar agar lebih baik lagi. Memanglah guru sebagai fasilitator, dan siswa dapat belajar dengan mencari referensi dari berbagai media. Dalam pembelajarannya guru khususnya saat ini harus memakai pembelajaran dengan pendekatan constructicism (Matematika) yaitu pandangan filosofis yang menegaskan perlunya membangun objek matematika untuk membuktikan bahwa itu ada. Maksudnya dlam menggapai objek matematika formal maka siswa diajak untuk membangun pengetahuannya dari objek-objek yang siswa kenal. (Wikipedia)

    ReplyDelete
  104. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Terima kasih atas link yang diberikan mengenai berbagai teori belajar mengajar. Ini akan bermanfaat sekali bagi calon guru. Proses belajar seseorang akan mengikuti pola dan tahap-tahap perkembangan sesuai dengan usianya. Sebagai seorang guru harus tahu pada tahap manakah siswa berada, supaya mereka dapat memahami apa yang sebenarnya sedang dipelajari.

    ReplyDelete
  105. Harumas Anom
    14301244013
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Terimakasih atas referensinya. Dari teori belajar yang disampaikan pada link http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Vygotsky%27s_Zone_of_Proximal_Development . Teori ini hampir sama seperti Cognitive-construction yang disampaikan Jean Piaget. Namun Lev Vygostky menjabarkan ide dari Piaget secara lebih spesifik melihat interaksi sosial dan kerjasama bagaimana peserta didik belajar

    ReplyDelete
  106. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sangat membantu saya sebagai calon pendidik untuk melakukan riset maupun diterapkan dalam kelas nantinya. Semoga bacaan tersebut dapat terus saya pelajari.

    ReplyDelete
  107. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Alhamdulillah akhinya saya menemukan berbagai sumber mengenai teori belajar. Terimakasih saya ucapkan kepada Prof. Marsigit atas link teori belajar yang sudah disampaikan.

    ReplyDelete
  108. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Marsigit karena telah memberikan link-link tersebut. Sangat membantu untuk saya dan teman-teman. Semoga dengan adanya referensi yang semakin kaya dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya, terutama bagi calon pendidik dan calon pendidik, serta bagi para instansi pendidikan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  109. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Marsigit karena telah memberikan link-link tersebut. Sangat membantu untuk saya dan teman-teman. Semoga dengan adanya referensi yang semakin kaya dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya, terutama bagi calon pendidik dan calon pendidik, serta bagi para instansi pendidikan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  110. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Link-link refrensi teori belajar mengajar ini sangat berguna untuk mengembangkan secara mandiri kemampuan yang dimiliki mahasiswa, guru, dosen ataupun siapa saja yang mengunjungi artikel tulisan ini. Pesan dari Bapak Prof. Marsigit ini yaitu “Belajar dari pengalaman yg sudah, agar para mahasiswa menyegerakan diri untuk mengakses kalau perlu mendokumentasi file-file yang dianggap bermanfaat, karena web tersebut bisa saja sewaktu-waktu off-line atau berganti identitas, terlebih jika banyak pengunjungnya”. Alhamdulillah semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  111. Kusuma Wardani D.S
    1430124107
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Teori belajar Vygotsky menyatakan bahwa peserta didik dalam mengkonstruksi suatu konsep perlu memperhatikan lingkungan sosial atau disebut dengan konstruktivisme social.

    ReplyDelete
  112. Kusuma Wardani D.S
    1430124107
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Ada dua konsep penting dalam teori Vygotsky, yaitu Zone of Proximal Development (ZPD) dan scaffolding

    ReplyDelete
  113. Kusuma Wardani D.S
    1430124107
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Zone of Proximal Development (ZPD) merupakan jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat perkembangan potensial yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau melalui kerjasama dengan teman sejawat yang lebih mampu.

    ReplyDelete
  114. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pembelajaran, penting bagi guru untuk memerhatikan tingkat kematangan dan umur siswanya agar dapat memfasilitasi siswanya dengan strategi pembelajaran yang tepat sesuai tingkat kematangan siswanya. Sehingga strategi pembelajaran tersebut akan sesuai dengan cara berpikir siswa dan konsep matematika yang dipelajari siswa akan dibangun dengan baik. Hal inj sesuai dengan teori belajar menurut Jean Piaget.

    ReplyDelete
  115. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pembelajaran penting untuk merefer teori-teori belajar. Hal ini dilakukan agar mencoba menerapkannya untuk mencari teori mana yang cocok di kelas tersebut. Selain itu juga dapay dilakukan hal yang sebaliknya. Yaitu dengan mendiagnosis masalah dikelas dan coba dicari solusinya melalui berbagai teori yang ada.

    ReplyDelete
  116. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Saya tertarik dengan link http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/PBL_and_Math_Education. Pada artikel tersebut dibahas perbedaan pembelajaran berbasis masalah dengan pembelajaran tradisional/konvensional, yaitu pada PBL lebih berpusat kepada siswa, artinya siswa menjadi pelaku/aktor pendidikan dan guru sebagai fasilitator, sedangkan pada pembelajaran tradisional guru lebih banyak menjelaskan dan siswa cenderung pasif dan menerima penjelasan guru.

    ReplyDelete
  117. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    PBL dimulai dengan pemberian masalah, kemudian siswa mengidentifikasi masalah (mencari informasi yang telah diketahui dan yang belum diketahui), melakukan penyelidikan, memperkirakan solusi yang mungkin, Merumuskan solusi yang paling tepat dan menyelesaikan masalah dengan solusi yang dipilih. PBL cocok diterapkan di matematika karena menghubungkan apa yang dipelajari dengan apa yang sudah dialami/diketahui oleh siswa. Dengan PBL siswa akan menjadi lebih kritis dalam menyelesaikan suatu permasalah karena siswa terbiasa melakukan problem solving (pemecahan masalah).

    ReplyDelete