Jul 2, 2013

Foto Pembelajaran Matematika SD




Dear all,

Ass Wr Wb.

Bisa dilihat foto-foto pembelajaran matematika di SD, pada Mata Kuliah yang saya ampu yaitu
Matematika SD 2 pada Program PGSD Semester 2/IIF Kampus UNY Wates Kulon Progo pada Hari Senin 24 Juni 2013.

Kegiatan adalah Simulasi Pembelajaran Pecahan untuk SD Kelas II, oleh Kelompok V.

Kebetulan kegiatan juga diobservasi oleh seorang kerabat profesional Prof. Dr. Kaye Stacey dari Melbourne University.

Untuk melihat foto silahkan akses di:

http://www.flickr.com/photos/98353251@N08/


Selamat menyimak, semoga bermanfaat. Amin

Yogyakarta, 1 Juli 2013

Prof. Dr. Marsigit, M.A
Jurusan Pendidikan Matematika
FMIPA UNY

3 comments:

  1. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Presentasi yang dihasilkan sangat menarik dan tidak hanya berupa tulisan-tulisan saja. Untuk siswa SD, media sebaiknya dibuat dengan kreatifitas dan se menarik mungkin karena pada umurnya siswa SD masih sangat tertarik dengan sesuatu yang unik, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk mengingat materi. Pengalaman saya ketika SD, guru di sekolah menggunakan media permainan serupa domino untuk materi pecahan, sehingga sangat membekas di ingatan saya.

    ReplyDelete
  2. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Berdasarkan poto-poto kegiatan pembelajaran matematika mengenai simulasi pembelajaran pecahan untuk SD sangat bermanfaat sekali dan begitu menginspirasi, kegiatan belajar berkelompok kemudian membuat media pembelajaran yang bisa dipergunakan untuk memperkenalkan pecahan kepada anak SD itu akan lebih memudahkan siswa SD dalam memahami pecahan, ini sangat sesuai dengan perkembangan mental anak yang lebih mudah memahami sesuatu yang lebih konkret.

    ReplyDelete
  3. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    terimakasih Prof, berdasarkan foto pada link tersebut, saya melihat bahwa sebenarnya pembelajaran seperti inilah yang cocok untuk pembelajaran pada siswa SD, karena pada anak usia SD mereka cenderung lebih aktif dan senang melakukan kegiatan yang tidak hanya berpikir tapi juga bergerak. Penggunaan media membuat siswa "doing mathematics" bukan hanya "thunking mathematics" dimana diharapkan pembelajaran tersebut lebih bermakna untuk siswa.

    ReplyDelete