Jul 5, 2013

Metode Pembelajaran yan COCOK unttuk Kurikulum 2013


Dear all,
Dapat disimak tentang Metode Pembelajaran yang COCOK untuk Kurikulum 2013. Klik berikut:
http://uny.academia.edu/MarsigitHrd
Thank's
Marsigit

87 comments:

  1. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Salah satu manfaat bagi siswa yang paling menonjol dari pendekatan scientific adalah pada kegiatan mengamati. Dari kegiatan mengamati yang paling diharapkan adalah munculnya rasa ingin tahu siswa yang tinggi sebagai modal belajar siswa. Dalam mempelajari matematika, modal tersebut digunakan anak untuk berpikir. Beberapa sumber belajar yang bisa memfasilitasi kegiatan mengamati yaitu seperti pola bilangan, alat peraga, video, gambar, LKS, model bangun ruang, lingkungan, dan sebagainya. Selain itu yang tak kalah pentingnya, untuk pemahaman konsep, siswa bisa mengamati contoh dan non contoh dari konsep yang dipelajari. Pada materi Aljabar misalnya, siswa bisa mengamati dan membedakan yang mana koefisien, variabel, konstanta, dan suku.

    Selain itu yang harus diperhatikan pada tahap mengamati adalah yang diamati harus menimbulkan pertanyaan di benak siswa atau yang diamati harus mengandung sesuatu yang dapat dipertanyakan siswa. Salah satu kesulitan pada pendekatan scientific adalah pada kegiatan menanya. Guru harus menunda keinginannya untuk memberikan pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan pada masalah matematika ditunda agar mendorong siswa bertanya. Jika siswa memberikan pertanyaan yang tidak sesuai dengan konteks atau siswa sekedar memberikan komentar, itu bukanlah masalah, yang penting guru harus mengiring anak ke pertanyaan yang diinginkan. Dan pertanyaan yang diharapkan ditulis di RPP.

    ReplyDelete
  2. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    model pembelajaran berbasis projek (Project Based Learning) menurut saya cocok untuk kurikulum 2013 saat ini. dimana kurikulum 2013 berpusat pada siswa, pembelajaran PBL ini siswa dituntut menyelesaikan proyek yang diberikan oleh guru. Sehingga siswa berperan aktif dalam pembelajaran siswwa aktif dalam berdiskusi dan bekerjasama dengan siswa lainnya.

    ReplyDelete
  3. Agus Cahyanto
    14301241033
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, ada banyak metode pembelajaran yang cocok untuk kurikulum 2013. Itu karena setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan metode pembelajaran menurut saya adalah harus disesuaikan dengan karakter siswa, karena karakter siswa setiap sekolah memiliki keunikan masing-masing. Jadi, sebagai guru harus jeli dalam memilih metode pembelajaran yang cocok untuk siswanya agar tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik.

    ReplyDelete
  4. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Kurikulum 2013 menekankan pada pendekatan saintifik dimana siswa dalam menemukan konsep atau pengetahan yang dipelajari melalui kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan menyimpulkan. Dari hal tersebut terlihat bahwa pendekatan saintifik dapat memfasilitasi siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  5. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifif tersebut dapat dipadukan dengan pendekatan pembelajaran konstektual yang berkaitan dengan masalah nyata yang ada dalam kehidupan sehari-hari, maupun dengan pembelajaran etnomatematika yang menggunakan konteks budaya bisa berupa artefak atau peninggalan budaya lainnya yang bisa digunakan dalam pembelajaran matematika misal bentuk-bentuk artefak candi yang bisa digunakan dalam pembelajaran bangun geometri.

    ReplyDelete
  6. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matemtaika A 2014
    Selain itu pendekatan saintif juga bisa diterapkan dengan metode-metode pembelajaran yang inovatif misal metode pembelajaran discovery dinamakan siswa dalam memahami konsep yang sedang dipelajari melalui kegiatan penemuan.

    ReplyDelete
  7. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Metode lainnya yang bisa diterapkan pada kurikulum 2013 adalah metode Inkuiri dimana proses pembelajaran melibatkan siswa secara langsung dalam menemukan konsep yang sedang dipelajari melalui kegiatan investigasi mulai dari mengidentifikasi /merumuskan masalah, mengumpulkan informasi, menganalisis, dan merumuskan kesimpulan

    ReplyDelete
  8. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Terimakasih Prof. Marsigit atas link yang diberikan. Kurikulum 2013 yang telah diterapkan selama emapat tahun memang maih mengalami beberapa kali perombakan. Revisi-revisi yang dilakukan bertujuan agar kurikulum 2013 terus dapat mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia. Metode pembelajaran yang disarankan dalam kurikulum 2013 merupakan metode pembelajaran saintifik, namun penggunaaan metode lain juga dapat diterapkan seperti inkuiri, problem based learning, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  9. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Terimakasih pak Marsigit yang telah membagikan tulisan yang sangat bermanfaat untuk dijadikan acuan pendidik saat ini. Karena sudah menjadi masalah umum, kesulitan untuk memilih metode pembelajaran yang cocok untuk digunakan dalam Kurikulum 2013. Karena untuk mengetahui metode apa yang cocok, tentu kita harus mengetahui filosofi kurikulum 2013 itu sendiri. Selain itu kita juga harus memahami sintaks yang terdapat dalam pembelajaran yang diinginkan oleh kurikulum 2013, agar sesuai dengan metode yang akan kita gunakan.

    ReplyDelete
  10. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Kurikulum 13 menuntut siswa untuk aktif mencari tahu, mengumpulkan informasi dan mengasosiasi secara mandiri. Salah satu metode yang cocok digunakan adalah problem based learning. Dengan metode ini siswa akan menyelesaikan masalah secara mandiri menggunakan intuisinya, dengan begitu intuisi siswa akan terlatih untuk kreatif mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  11. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Kurikulum 13 menggunakan pendekatan saintifik, pendekatan yang baik digunakan untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa, juga melatih kemandirian siswa dalam mencari tahu. Namun sayangnya guru-guru yang belum dibekali pengetahuan tentang pendekatan ini malah salah dalam penerapan pendelatan yang digunakan. Hal ini berakibat pada salahnya proses pembelajaran dan tujuan yang dicapai guru pada lapangan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  12. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Salah satu metode yang sesuai diterapkan dalam K13 adalah discovery learning. Dalam metode ini siswa akan mencari tahu pengetahuan baru melalui percobaan-percobaan yang dilakukan secara mandiri dan membuat kesimpulan secara mandiri. Hal ini akan melatih kemandirian siwa dalam belajar dan juga akan melatih insting siswa dalam mencari tahu. Sebagai guru harus mampu membimbing siswa agar sejalan dengan pengetahuan yang hendak dicapai.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  13. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Berdasarkan artikel tersebut, metode pembelajran yang cocok untuk kurikulum 2013 adalah metode pembelajaran berbasis masalah atau problem based learning, pembelajaran dengan pendekatan ilmiah, pembelajaran kontekstual, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kooperatif, dan pembelajaran komunikatif. Salah satu metode pembelajaran dengan pendekatan ilmiah adalah pembelajaran discovery learning. Metode discovery ini dikemukakan oleh Bruner. Menurut Bruner, belajar adalah proses sosial yang aktif dimana siswa mengkonstruksi ide baru dan konsep berdasakan pengetahuannya saat ini (Sugihartono, 2013: 111). Langkah-langkah operasional discovery learning yaitu : (1) pemberian rangsang (2) identifikasi masalah, (3) pengumpulan data, (4) pengolahan data, (5) pembuktian, (6) penarikan kesimpulan.

    ReplyDelete
  14. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih atas informasi yang Bapak berikan, saya jadi lebih mengetahui lebih mendalam tentang apa saja metode pembelajaran yang cocok untuk diterapkan pada kurikulum 2013 sehingga siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dan pengetahuan itupun akan terkenang dalam benak mereka.

    ReplyDelete
  15. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode pembelajaran yang cocok adalah dengan pendekatan guided inquiry learning, karena siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, guru sebagai fasilitator membimbing siswa agar tujuan pembelajaran tercapai. Akibtanya siswa mengkonstruk sendiri pengetahuannya. Pembelajaran akan menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  16. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Penerapan Pembelajaran Kurikulum 2013 merupakan salah satu cara agar pendidikan Indonesia bisa maju sehingga bisa melahirkan generasi emas. Peserta Didik setelah mempelajari suatu muatan pembelajaran, menamatkan suatu program, atau menyelesaikan satuan pendidikan tertentu. Jika telah berjalan dengan baik maka bukan tidak mungkin Indonesia bisa menyaingi kekuatan-kekuatan negara yang maju, karena sebenarnya Indonesia adalah negara yang kaya akan SDM dan SDA.

    ReplyDelete
  17. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kurikulum 2013 menyarankan salah satu pendekatan pembelajaran yaitu saintifik. Pendekatan pembelajaran saintifik dapat dipadu padankan dengan beberapa model pembelajaran, salah satunya pembelajaran berbasis masalah. Dengan memadukan model PBM dengan pendekatan saintifik akan sesuai dengan sintak pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Siswa disajikan suatu permasalahan yang kemudian siswa sendirilah yang menemukan solusi dan menyimpulkan. PBM sangat baik untuk memfasilitasi siswa memperoleh pengetahuan dengan dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  18. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendekatan pembelajaran yang juga dapat diterapkan dalam kurikulum 2013 adalah pendekatan pembelajaran kontekstual. Pendekatan ini sangat bagus untuk diterapkan sebab siswa akan mampu mengaitkan konteks kehidupan sehari-hari dengan matematika, sehingga siswa akan mampu menerapkan pembelajaran yang telah dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai. Selain itu dengan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual akan menjadikan belajar siswa menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  19. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013 adalah model pembelajaran inkuiri. Langkah-langkah dalam model inkuiri terdiri atas: observasi/mengamati berbagai fenomena alam, mengajukan pertanyaan tentang fenomena yang ihadapi, mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban, mengumpulkan data, dan merumuskan kesimpulan.

    ReplyDelete
  20. Febrian Luthfi F
    13301241062
    pendidikan matematika 2013

    terikasih telah membagi informasi, semoga bermanfaat untuk kedepannya

    ReplyDelete
  21. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Dirasa akan sulit untuk mengatakan satu metode yang paling cocok digunakan di dalam kelas. Suatu kelas terdiri dari siswa yang heterogen. Heterogen karena setiap siswa memiliki karakter yang berbeda seperti minat, bakat, kecepatan berpikir, kemampuan awal, dan lain-lain. Hal yang demikianlah yang tidak memungkin untuk memilih satu metode yang dirasa cocok dalam pembelajaran. Memilih satu metode yang digunakan secara terus menerus akan menimbulkan masalah bagi siswa. Mengapa? hal ini dikarenakan fasilitas yang diberikan untuk membangun pengetahuan siswa tidak disediakan oleh guru. Kemampuan dan minat yang bermacam-macam mengharuskan menggunakan metode yang bermacam-macam sehingga siswa dapat terfasilitasi dengan baik dalam membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  22. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Dalam kurikulum 2013 metode yang digunakan adalah metode saintifik. Metode saintifik terdiri dari 5 kegiatan yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Namun, dalam kurikulum 2013 juga dikatakan bahwa metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran dapat divariasi dan dikombinasikan dengan metode lain, seperti project based learning, discovery laerning, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  23. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Dalam kurikulum 2013, terdapat istilah pembelajaran MALIMA yang terdiri dari Mengamati, Menanya, Menalar, Mengasosiasi, dan Mengomunikasikan. Dengan pembelajaran MALIMA ini dapat menggunakan berbagai metode yang terpusat pada siswa. Disini, siswa sebagai subjek belajar. Karena itu, ada beberapa metode dengan pendekatan yang cocok untuk diterapkan dalam kurikulum 2013, yaitu Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah, Pendekatan Pembelajaran Kontekstual, Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah, Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek, Pendekatan Pembelajaran Kooperatif, Pendekatan Pembelajaran Komunikatif.

    ReplyDelete
  24. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Problem Based Learning, Project Based Learning, dan Discovery Learning memang disarankan oleh pemerintah karena fase-fase pada ketiga model di atas cocok dengan Scientific Approach yang menjadi pijakan Kurikulum 2013. Namun jika aspek saintifik nya masih tidak tepat, maka sama saja dengan pembelajaran kooperatif biasa.

    ReplyDelete
  25. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Dalam kurikulum 2013 metode saintifik dirasa kurang pas. Memang untuk kurikulum 2013 terdapat kelebihan dan ada kekurangan. Metode saintifik adalah metode penemuan yang melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran. Tetapi tidak semua materi cocok dan lebih mudah untuk disampaikan dengan saintifk. Jika harus dipaksakan menggunakan saintifik pada semua pelajaran akan merugikan baik bagi siswa maupun bagi guru. Padahal tentu guru memiliki style sendiri-sendiri dalam mengajar, dan tentu saja siswa itu memiliki gaya belajar masing-masing. Maka ada baiknya biarkan guru berimprovisasi sesuai dengan kreativitasnya yang disesuaikan dengan karakter siswanya.

    ReplyDelete
  26. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Model pembelajaran kurikulum 2013 yang disarankan yaitu ada problem based learning, project based learning, dan discovery learning sebab prosedur pada model pembelajaran tersebut sesuai dengan sintak pada pembelajaran saintific, namun tidak semua materi pembelajaran matematika efektif dengan model pembelajaran tersebut, akan tetapi guru juga bisa memilih dan menggunakan alternatif metode/model belajar lainnya yang dapat mendukung proses pembelajaran dengan tetap mengutamakan “student centered”.

    ReplyDelete
  27. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017


    Pembelajaran discovery learning, problem based learning, project based learning, dinilai cocok untuk kurikulum 2013. Pendekatan saintifik yang meliputi mengamati, menanya, menalar, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan dapat membiasakan siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri. Namun kenyataan yang terjadi terkadang tidak sesuai dengan teori yang diharapkan. Karena tidak semua materi pelajaran yang dapat diterapkan dengan pendekatan saintifik. Sehingga dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang dapat menarik rasa ingin tahu siswa.

    ReplyDelete
  28. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kegiatan pembelajaran pada kurikulum 2013 pada dasarnya adalah menuntut siswa untuk lebih melakukan kegiatan aktif daripada hanya duduk, mendengarkan guru menerangkan dan mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru. Siswa dituntut untuk melakukan kegiatan penyelidikan (mengamati, menanya dan mengumpulkan informasi / eksplorasi), siswa dituntut untuk melakukan analisa dan mengolah data hasil penyelidikan (mengasosiasi / elaborasi), siswa juga dituntut untuk menyampaika kesimpulan dari analisa datanya (mengkomunikasikan/konfirmasi). Model pembelajaran Discovery Learning, Project Based Learning dan Problem Based Learning, berdasarkan sintaks-sintaks-nya sangan sesuai dengan tuntutan-tuntutan tersebut sehingg direkomendasikan untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran, akan tetapi model pembelajaran yang lain tentunya masih bisa digunakan apabila bisa memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut.

    ReplyDelete
  29. Junianto
    PM C
    17706251065

    Metode pembelajaran dengan pendekatan saintifik merupakan gagasan yang sangat bagus karena mendorong siswa untuk memiliki rasa ingin tahu dan mereka difasilitasi untuk menemukan sendiri pengetahuan mereka. Namun, pelaksanaanya tentu masih sangat perlu adanya evaluasi agar tujuan yang telah dirancang bisa tercapai secara maksimal. Tentu masih menjadi PR bagi guru terkait dengan bagaimana membuat siswa berperan aktif dalam pembelajaran sehingga mereka bisa menemukan sendiri konsepnya. Dalam hal ini siswa adalah subjek belajar yang berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  30. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Kurikulum 2013 menuntut agar proses pembelajaran berpusat pada siswa. Metode pembelajaran yang identik dengan kurikulum 2013 adalah metode saintifik. Metode saintifik ialah metode yang menginginkan siswanya mengkonstruk pengetahuannya sendiri melalui tahapan-tahapan saintifik yakni mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengolah data, dan menyimpulkan. Tahapan-tahapan pembelajaran ini akan membuat proses pembelajaran berpusat kepada siswa dan siswa secara aktif mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Selain metode saintifik, metode-metode lain yang cocok dengan kurikulum 2013 adalah metode penemuan terbimbing, problem based learning, group investigation, inquiry learning dll. Metode-metode ini secara umum sama prinsipnya, berpusat pada siswa dan siswa secara aktif mengkonstruk pengetahuannya.

    ReplyDelete
  31. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Ada beberapa metode pengajaran yang dianggap cocok untuk kurikulum 2013. Namun ini kembali lagi dari guru melihat kondisi kelas dan menyesuaikannya. Bukan hanya itu, beberapa topik matematika pun menuntut untuk menggunakan meotde pengajaran yang berbeda. Dengan kata lain kunci utamanya adalah guru harus inovatif dan kaya akan sumber pengatahuan yang dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  32. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Salah satu metode pembelajaran yang cocok untuk Kurkulum 2013 berdasarkan makalah tersebut adalah problem based learning (PBL). Sintak pada PBL dimulai dari mengorientasikan siswa pada masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar, membantu penyelidikan mandiri dan kelmpok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya serta memamerkan, dan menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Masalah yang diberikan menjadi sumber untuk menanamkan konsep dan keterampilan siswa. Maka salah satu hal penting yang perlu mendapatkan banyak perhatian guru adalah adalah pemilihan masalah. Masalah yang baik adalah yang dapat digunakan untuk tujuan tersebut. Misalnya, masalah yang tidak terstruktur, open ended, menimbulkan minat dan tantangan bagi siswa, dan lain sebagainya. Selain itu masalah yang dipilih juga harus disesuaikan dengan materi dan konteks kehidupan siswa. Maka guru tidak bisa sembarang memilih masalah dalam melaksanakan PBL.

    ReplyDelete
  33. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Kurikulum 2013 adalah kurikulum dimana siswa menjadi center of learning, guru hanya berperan sebagai fasilitator. Memang dalam penerapannya menuai banyak pro dan kontra. Apalagi tidak semua guru memiliki pengetauan tentang itu. Beberapa model pembelajaran yang cocok di kurikulum 2013 adalah inquiry based learning, discovery based learning, projek based learning, problem based learning. Penggunaan model pembelajaran tergantung pada materi yang akan dibawakan.

    ReplyDelete
  34. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Kurikulum 2013 pada dasarnya menunutut keaktifan siswa dimana pembelajaran berpusat kepada siswa agar siswa lebih aktif selama pembelajaran berlangsung, daripada hanya mendengarkan penjelasan (metode ceramah) dari guru. Kurikulum 2013 ini terkenal dengan 5M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan. Dari tahapan-tahapan tersebut memang mengharuskan siswa untuk lebih aktif dimulai dari melakukan penyelidikan terhadap permasalahan nyata pada tahap mengamati, menanya dan mengumpulkan informasi. Kemudian dilanjutkan dengan menganalisa data yang telah dikumpulkan pada tahap mengasosiasi. Dan terakhir menyampaikan hasil analisa pada tahapan mengomunikasikan.
    Pada pelaksanaannya terdapat beberapa pendekatan dan metode pembelajaran yang cocok untuk pelaksanaan kurikulum 2013 karena memang sesuai dengan tahapan-tahapannya, diantaranya yaitu Problem Based Learning (PBL), Discovery Learning dan Project Based Learning.

    ReplyDelete
  35. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Metode pembelajaran yang cocok untuk kurikulum 2013 berdasarkan dari postingan Bapak adalah Problem-Based Learning. Melalui metode pembelajaran PBL, menurut saya peserta didik diarahkan untuk berfokus pada aspek kognitif dan perilaku. Saat peserta didik diarahkan pada pemecahan masalah, bagi saya ini dapat dijadikan sebagai bekal anak-anak dalam melihat dan peka akan dirinya dan lingkungan. Kemudian, sasaran yang ingin dicapai adalah berpikir kritis. Menurut saya, berpikir kritis sangatlah penting dan sebaiknya dilatih pada hal yang kecil sekalipun. Sehingga otak juga dapat memiliki konsep dan pemetaan dalam berpikir. Melalui pembelajaran secara nyata tentunya membuat anak dapat belajar berdasarkan pengalaman yang ia peroleh. Bagi saya, belajar sekaligus mengenal alam sekitar adalah hal yang menyenangkan. Saya merasa mudah mengikuti pembelajaran saat saya merasa senang. Namun, alangkah baiknya jika anak juga diarahkan pada pengasahan afektifnya. Misalnya, belajar bagaimana mengelola aspek sosioemosionalnya.

    ReplyDelete
  36. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Hidup itu pilihan, dan memang tidak mudah menjatuhkan pilihan mana yang tepat, terlebih pilihan itu bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk banyak orang (siwa-siswi). Dari sekian banyak siswa, mereka yang heterogen adanya, harus bersedia mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan metode yang telah dipilih oleh gurunya. Terkait metode yang cocok untuk kurikulum 2013, baik Problem Based Learning, Project Based Learning, dan Discovery Learning, semuanya memiliki sintaknya masing-masing. Dan semua sintaknya itu menuju untuk membangun dan menggali pengetahuan siswa. Berarti metode yang mana saja cocok digunakan, hanya saja harus disesuaikan dengan materinya, jika memungkinkan suatu materi dengan menggunakan metodenya PBL, maka gunakan PBL, begitupun yang lainnya.

    ReplyDelete
  37. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia terus menerus dilakukan, salah satunya dengan adanya kurikulum 2013. Kurikulum 2013 ini menggunakan pendekatan sainifik, dengan sintaknya yaitu: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Tentunya akan lebih baik jika dalam pelaksanaan proses pembelajaran dikombinasikan dengan metode pembelajaran yang lainnya, secara bervariasi sesuai dengan kebutuhan. Mengapa bervariasi? Menurut saya, dengan kondisi kelas yang heterogen, guru sebaiknya menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi keseluruhan siswa dalam semua materi pembelajaran yang diajarkan.

    ReplyDelete
  38. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Metode pembelajaran yang cocok untuk kurikulum 2013 adalah metode pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif untuk mengonstruksi pemikirannya dan menumbuhkan rasa ingin tahunya terhadap suatu materi yang sedang dipelajari. Metode yang disarankan oleh pemerintah antara lain metode saintifik, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran penemuan, dan pembelajaran inkuiri.

    ReplyDelete
  39. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Terimakasih, saya mendapatkan sumber yang baik untuk menjadi salah satu pegangan mengenai kurikulum 2013. Saya mohon ijin juga untuk mendownload artikel ini, sebab saya membutuhkan waktu untuk membaca ulang sampai dapat memahami sungguh apa sebetulnya landasan kurikulum 2013 ini. Tahun depan sekolah akan mulai menerapkan kurikulum ini, dan artikel ini sungguh dapat membantu saya untuk bersiap-siap, sekaligus berpikir kritis mengenai bagaimana pelaksanaannya kelak. Bagaimanapun, yang utama dipentingkan adalah pemekaran diri anak-anak didik.

    ReplyDelete
  40. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Terimakasih, saya mendapatkan sumber yang baik untuk menjadi salah satu pegangan mengenai kurikulum 2013. Saya mohon ijin juga untuk mendownload artikel ini, sebab saya membutuhkan waktu untuk membaca ulang sampai dapat memahami sungguh apa sebetulnya landasan kurikulum 2013 ini. Tahun depan sekolah akan mulai menerapkan kurikulum ini, dan artikel ini sungguh dapat membantu saya untuk bersiap-siap, sekaligus berpikir kritis mengenai bagaimana pelaksanaannya kelak. Bagaimanapun, yang utama dipentingkan adalah pemekaran diri anak-anak didik.

    ReplyDelete
  41. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Salah satu metode yang cocok pada k13 adalah problem based learning. Siswa dituntut aktif dan kreatif dalam menyelesaikan soal yang berbasis masalah. Soal yang berbasis masalah sangat cocok bagi siswa karena masalah yang diberikan sesuai dengan permasalahan kontekstual. Guru sebagai fasilitator mempunyai peran membuat berbagai kegiatan di kelas supaya siswa belajar bermakna. Sehingga akan muncul pemahaman menyeluruh terkait dengan materi pembelajaran.

    ReplyDelete
  42. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Saat ini Indonesia menerapakan kurikulum 2013. Pada kurikulum ini menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan ini dirancang agar siswa aktif selama pembelajaran. Selain itu, pendekatan ini menggunakan cara berfikir induktif. Dimana siswa diajak untuk melihat hal-hal yang berada dilingkungan sekitar dan selanjutnya diajak menyimpulkan. Tujuannya adalah agar siswa memahami akan materi yang diberikan serta konsep ada di benak siswa. Guru berperan sebagai fasilitator, sehingga siswa dapat menemukan konsep. Berbagai macam metode pembelajaran yang dapat dibilih untuk menerapkan Kurikulum 2013. Menurut saya tidak ada model yang paling cocok, sebab penerapan model pembelajaran juga harus melihat tingkat kemampuan siswa, karakteristik siswa, fasilitas yang di miliki sekolah, kemampuan guru. Aspek-aspek tersebut harus difikirkan didalam menentukan model pembelajaran agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

    ReplyDelete
  43. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Mengacu pada artikel yang berjudul “Pendekatan saintifik dan Penerapannya dalam Kurikulum 2013” Saya melihat bahwa pendekatan yang sesuai dengan penerapan kurikulum 2013 adalah pendekatan santifik .Pendekatan yang dapat mengembangkan pengetahuan siswa berdasarkan potensinya masing-masing.Dalam artikel ini ada lima point yang harus dilakukan seorang demi keberhasilan dalam poses pembelajaran.Yang pertama pembelajaran yang berpusat pada siswa,kedua mengembangkan kreativitas peserta didik, ketiga menciptakan suasana belajar yang menenangkan , yang ke empat mengandung nilai- nilai etika, estetika,logika dan kinestetika kemudian yang terakhir menyediakan pengalaman belajar yang beragam.Di samping itu guru perlu mengembang RPP atau silabus dalam melakukakn praktik mengajar.Menurut saya ke lima hal di atas adalah sangat penting sekali yang harus dipahami oleh guru.

    ReplyDelete
  44. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang baru. Kurikulum 2013 menekankan pada pendekatan saintifik dimana siswa berperan act as scientists yang diharuskan memiliki kemampuan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan mengkomunikasikan informasi. Hal ini membuat siswa untuk membangun konsep dan meneliti apa yang terjadi disekitarnya dengan langkah langkah saintifik. pembentukan siakpilmiah yang digaungkan dalam pembelajaran ini menyebabkan siswa harus aktif dalam pembelajaran dikelas dan selalu kritis dalampembelajaran.

    ReplyDelete
  45. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Berdasarkan Permendikbud No. 65 tahun 2013 tentang standar proses, pendekatan saintifik dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mengamati, (2) menanya, (3) mencoba, (4) mengasosiasi, dan (5) mengomunikasikan serta dapat ditambahkan (6) mencipta. Walaupun kegiatan mencipta bukan merupakan langkah wajib dalam pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, namun sangat dianjurkan. Sesuatu yang diciptakan dapat berupa benda yang merupakan penerapan pengetahuan yang telah dipelajari oleh siswa seperti karya teknologi, prakarya, karya blog, video animasi, atau karya lainnya. Namun karya ciptaan juga bisa berupa karya tulis, seperti karya ilmiah atau karya sastra.

    ReplyDelete
  46. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  47. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Seorang pendidik atau guru perlu adanya untuk menentukan model pembelajaran yang digunakan selama proses pembelajaran, karena model pembelajaran yang kita gunakan selama proses pembelajaran memiliki pengaruh yang besar terhadap keberhasilan siswa dikelas dan untuk kehidupan sehari-hari. Untuk memilih model pembelajaran yang tepat tentunya guru harus benar-benar memahami model tersebut dan disesuaikan dengan keadaan lingkungan kelas dan perkembangan para siswanya. Seorang guru yang mampu memahami kemampuan dan perkembangan peserta didik, maka dapat membuat model pembelajaran yang sesuai, sehingga dapat menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan efektif.

    ReplyDelete
  48. Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan. Sejatinya metode apa yang cocok adalah tergantung kesesuaian materi dan karakteristik siswanya. Maka yang paling memahami metode yang sesuai untuk dalam pembelajaran adalah guru. Oleh karena itu guru harus menguasai banyak metode, agar dapat menggunakan atau mengkombinasikan sesuai kebutuhan. Guru jangan hanya mengadopsi satu metode pembelajaran sepanjang waktu karena akan menghasilkan pembelajaran yang menoton. Di samping itu dalam memilih metode pembelajaran, guru perlu memperhatikan pedoman sistem pendidikan yang berkembang.

    ReplyDelete
  49. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Saya masih ingat betul apa yang pernah disampaikan oleh Prof. Marsigit pada suatu perkuliahan yang pernah saya ikuti pada jenjang S1 Pendidikan Matematika dulu. Bahwa sebaik-baik metode adalah ‘berganti-ganti metode’. Saya menangkap maksud dari hal ini adalah dalam pembelajaran guru hendaknya tidak terpaku pada satu metode saja, namun harus selalu berubah-ubah sesuai dengan kebutuhannya, sesuai dengan bagaimana siswanya, sesuai dengan apa materinya. Karena tentu saja setiap metode akan menjadi optimal ketika diterapkan pada ruang dan waktu yang tepat. Maka dari itu guru dituntut untuk kreatif dan inovatif, memiliki banyak pengetahuan dan mampu menguasai berbagai metode pembelajaran. Namun yang juga harus diperhatikan adalah, metode yang digunakan hendaknya sebisa mungkin harus mampu memfasilitasi siswa untuk secara aktif membangun pengetahuan dan pengalamannya.

    ReplyDelete
  50. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Terima kasih Pak, telah memberikan gambaran mengenai metode pembelajaran yang cocok untuk kurikulum 2013 dan yang dibahas adalah mengenai problem based learning berupa pengertian, tujuan, sintaks, ciri-ciri, contoh RPP. Kurikulum 2013 memiliki ciri yang identik yaitu berdasarkan student center. Sehingga problem based learning sangat cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran pada kurikulum 2013, selain itu problem based learning yang berasal dari konteks masalah akan menjadikan siswa mengetahui kebermanfaatan dari materi yang mereka pelajari, sehingga anggapan bahwa matematika hanya mempelajari rumus saja dapat ditolak dengan adanya model pembelajaran seperti problem based learning.

    ReplyDelete
  51. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Referensi yang dituliskan dalam link tersebut memberikan kami informasi bahwa metode pembelajaran yang cocok dan tepat untuk digunakan dalam pembelajaran K13 adalah metode yang dirancang agar siswa aktif secara fisik dan pikiran dalam proses pembelajaran yakni seperti metode pendekatan pembelajaran kontekstual, Berbasis masalah, berbasis proyek, kooperatif dan komunikatif. Dengan adanya referensi ini merupakan tantangan bagi kami untuk mempelajari dan memaksimalkannya dalam proses pembelajaran. Terima Kasih

    ReplyDelete
  52. Metia Novianti
    17709251021
    P Mat A

    Apa yang Prof share dapat memberikan kami gambaran tentang bagaimana dan apa saja metode pembelajaran yang dapat kami gunakan dalam Kurikulum 2013. Sesungguhnya, tidak ada metode pembelajaran yang sempurna, sehingga dalam proses pembelajaran pemilihan metode sangat dipengaruhi oleh karakteristik siswa dan tingkat komleksitas materi yang akan diberikan. Dari bacaan tersebut, kami mendapatkan berbagai macam referensi yang dapat digunakan dalam pembelajaran, tinggal bagaimana kami memahaminya, memilih dan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  53. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Terimakasih atas sumber yang Prof. berikan. Sampai saat ini, pengimplementasian kurikulum 2013 sebagian besar masih terjadi pada bagian luarnya saja. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya guru yang masih melakukan kegiatan pembelajaran dengan metode konvensional. Banyak faktor yang menyebabkan pembelajaran konvensional masih digunakan. Kemungkinannya adalah guru masih terbatas pengetahuannya dalam hal metode pembelajaran yang cocok digunakan dalam K13. Melalui link yang Prof. berikan, dapat memberikan inspirasi bagi guru untuk memilih metode yang dapat diterapkan dalam pembelajaran pada kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  54. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Terimakasih Bapak, atas share pengetahuan di atas. Sesuai yang saya pelajari di kelas Prof, metode yang terbaik adalah berganti-ganti metode. Perubahan kurikulum merupakan momentum untuk berganti metode yang sesuai dengan kurikulum yang sedang berjalan namun tetap mampu memfasilitasi karakter materi pembelajaran, karakter siswa, juga memperhatikan lingkungan termasuk kebudayaan dan fasilitas sekolah. Semoga dengan segala upaya perbaikan baik dari pemerintah maupun kita sebagai praktisi di lapangan, negara kita akan mengalami kemajuan dalam dunia pendidikan. Aamiin

    ReplyDelete
  55. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Metode dipandang sebagai cara untuk melaksanakan pembelajaran. Cara dapat bermacam-macam bentuk dan rupanya, tapi memiliki kesamaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kurikulum 2013 sebagai kurikulum terbaru di Indonesia tentunya banyak menurunkan metode yang sesuai untuk digunakan. K13 dengan pendektan saintifiknya menginginkan agar siswa memiliki kemampuan analisis dan sintesis yang kuat, oleh karena tentu harus banyak variasi metode ang dilakukan untuk mencapai tujuan ersebut, mustahil hanya dengan satu cara dapat mencapai tersebut.

    ReplyDelete
  56. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sebaik-baik metode untuk kurikulum 2013 adalah sering berganti metode. Wajar jika demikian karena k13 lebih menekankan pada proses mengamati, mengidentifikasi, menanya, sampai pada tahap sintesis pengetahuan siswa. Untuk itu diperlukan variasi metode mengjar yang komplit sebagai sarana siswa belajar berbagai pengetahuan. Guru dalam k13 berpotensi untuk mengembangkan ide kreatifnya dalam menjalankan metode, sehingga siswa benar-benar mengalami atau melakukan kegiatan belajar. Bukan lagi transfer of knowledge, tapi sudah pada tahapan learning by doing, learning activity.

    ReplyDelete
  57. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Kurikulum 2013 menekankan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Dalam pendekatan pembelajaran saintifik terdapat 5 tahaman yang biasanya disingkat 5M. yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Tentu sja kegiatan 5M ini merupakan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Atau siswa sebagai subyek belajar membangun sendiri pengetahuannya melaui kegiatan belajarnya. Guru bertugas memfasilitasi siswa dalam rangka belajar untuk membangun pengetahuannya. Selain dilakukan secara tunggal, metode saintifik juga bisa dikolaborasikan dengan metode pembelajaran lain misalnya kooperatif. Jadi, siswa tidak hanya menjadi pusat pembelajaran tetapi juga secara aktif mengembangkan kemampuan lainnya disamping kemampuan akademik.

    ReplyDelete
  58. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Adapun ciri-ciri secara umum metode pembelajaran yang cocok untuk kurikulum 2013 yaitu yang berpusat pada siswa, guru sebagai fasilitator, kemudan pembelajaran yang bermakna bagi siswa, yang dapat membangun sikap terampil, dan memeberikan kesempatan pada siswa untuk mengkomunikasikan. Sehingga model modelnya dengan pembelajaran penedekatan ilmiah yaitu inquiry dan discovery, dengan kontekstual, PBL, berbasis proyek atau yang sering disebut PjBL, kooperatif, dan pembelajaran komunikatif. Karena model-model di atas memenuhi ciri-ciri pembelajaran aktif.

    ReplyDelete
  59. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Berdasarkan artikel tersebut, metode pembelajran yang cocok untuk kurikulum 2013 adalah metode pembelajaran berbasis masalah atau problem based learning, pembelajaran dengan pendekatan ilmiah, pembelajaran kontekstual, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kooperatif, dan pembelajaran komunikatif. Salah satu metode pembelajaran dengan pendekatan ilmiah adalah pembelajaran discovery learning. Metode discovery ini dikemukakan oleh Bruner. Menurut Bruner, belajar adalah proses sosial yang aktif dimana siswa mengkonstruksi ide baru dan konsep berdasakan pengetahuannya saat ini (Sugihartono, 2013: 111). Langkah-langkah operasional discovery learning yaitu : (1) pemberian rangsang (2) identifikasi masalah, (3) pengumpulan data, (4) pengolahan data, (5) pembuktian, (6) penarikan kesimpulan.

    ReplyDelete
  60. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Banyak sekali metode pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang dilakukan berdasarkan kurikulum 2013. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik yang mengedepankan siswa harus dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, pembelajaran dapat dilakukan dengan pembelajaran yang dapat memfasilitasi hal tersebut dan yang dapat meningkatkan kebermaknaan pembelajaran, karena walaupun pembelajaran yang dilakukan telah berbasis saintifik namun tidak bermakna, maka sama saja.Metode pembelajaran yang dapat digunakan antara lain ialah pembelajaran inkuiri, pembelajaran discoveri, pembelajaran penemuan, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek dan masih banyak pembelajaran yang dapat dipilih. guru dapat pula mengkombinasikan dua dari beberapa pilihan metode pembelajaran untuk digunakan dalam proses pembelajaran, tidak hanya terspaku dengan metode-metode di atas. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  61. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Banyaknya pilihan atau variasi metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran berdasarkan kurikulm 2013, namun jika mindset guru mengenai desain pembelajaran tidak berubah, maka hal itu tidak akan membantu untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang tercipta. Kurikulum 2013 mengusung beberapa perubahan aspek pembelajaran secara langsung, sehingga terbuka lebar kemungkinan bahwa para guru merasa kesulitan dalam pelaksanaannya. Biarpun demikian, pemerintah telah menyediakan buku pegangan guru dan buku siswa agar dapat memudahkan guru, lengkap dengan bimbigan atau arahan apa yang harus dilakukan guru agar dapat menjalankan pembelajaran sesuai dengan tagihan kurikulum, namuun hal tersebut akan menjadi kakku bilamana guru tidak berhasil berproses mengubah mindsetnya mnegenai pembelajaran dan hanya sebatas menjalankan apa yang tertulis pada buku panduang yang ada. Guru harus berhasil mengubah miindsetnya sebelum memberikan materi kepad siswa, karena hal tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  62. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Modul diatas berisi informasi yang sangat penting bagi calon pendidik dan pendidik karena berisi metode-metode yang cocok digunakan untuk pembelajaran yang menerapkan kurikulum 2013. Beberapa metode yang cocok diantaranya adalah pembelajaran dengan pendekatan ilmiah, kontekstual, berbasis masalah, berbasis proyek, kooperatif dan komunikatif. Tetapi penjabarannya hanya pada pembelajaran berbasis masalah. Dalam modul tersebut ada penjabaran mengenai beberapa aspek dalam pembelajaran berbasis masalah, seperti : pengertian, teori belajar, tujuan, kegiatan-kegiatan, langkah-langkah, model bahan ajar, ciri-ciri, outcome, kelemahan, kata kerja yang sesuai, sintaks, evaluasi, format RPP, dsb. Oleh karena itu, saya merekomendasikan untuk membaca modul ini karena memang bermanfaat.

    ReplyDelete
  63. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Kurikulum 2013 yang telah diteapkan di sekolah –sekolah harus sepenuhnya dipahami oleh guru. Guru merupakan tombak pendidikan yang mampu mengaplikasikan kurikulum tersebut dalam tataran kelas. Dengan demikian diperlukan banyak refensi metode pembelajran yang cocok unutk guru agar dapat di aplikasikan di kelas masing masing.

    ReplyDelete
  64. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Untuk mensukseskan pembelajaran pada kurikulum 2013 diperlukan metode yang bervariasi. tentunya metode-metode yang digunakan lebih mengarah ke metode yang inovatif. Dengan metode yang inovatif dan variatif diharapkan siswa lebih terfasilitasi untuk menumbuhkan dan mengembangkan ilmunya. Sehingga pembelajaran yang menggunakan metode inovatif dapat lebih efektif dalam mensukseskan tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  65. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Terima kasih Pak, karena telah memberikan referensi kepada kami mengenai pembelajaran matematika yang dapat digunakan. Pembelajaran saat ini yang sesuai dengan kurikulum 2013 adalah pembelajaran yang konstruktivis, yang berdasarkan pengalaman, yang sesuai dengan dunia anak-anak. Akan tetapi yang sesungguhnya terjadi adalah guru-guru saling berlomba dengan kurikulum 2013, berlomba dengan materi pembelajaran. Padahal seperti yang Bapak sering ungkapkan sesungguhnya kurikulum saat ini bukan kurikulum yang tujuannya mengejar materi, senggol atau materi, karena hal itu merupakan hal yang konyol karena siswa tidak mungkin mengejar materi. Kurikulum seperti itu adalah kurikulum kuno, ada pada zaman phytocantropus. Sehingga yang pembelajaran yang sesuai dengan K 13 adalah pembelajaran inovatif, yang kontruktivis, yang memfasilitasi siswa-siswa yang memiliki beragam karakteristik itu untuk membangun pengetahuannya sesuai dengan potensinya masing-masing.
    Wassalamualaikum, wr.wb

    ReplyDelete
  66. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Terimakasih Prof. Marsigit atas link yang diberikan. Kurikulum 2013 yang telah diterapkan selama emapat tahun memang maih mengalami beberapa kali perombakan. Revisi-revisi yang dilakukan bertujuan agar kurikulum 2013 terus dapat mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia. Metode pembelajaran yang disarankan dalam kurikulum 2013 merupakan metode pembelajaran saintifik, namun penggunaaan metode lain juga dapat diterapkan seperti inkuiri, problem based learning, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  67. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Metode pembelajaran merupakan salah satu penentu keberhasilan belajar siswa. Ada banyak metode mengajar yang cocok untuk pembelajaran kurikulum 2013. Apapun metode pembelajaran yang dipilih guru tidak akan menjadi masalah apabila ia mempertimbangakan ciri dan karakteristik dari kurikulum 2013 itu sendiri seperti pedekatan saintifik dan pembelajaran berpusat pada siswa. Maka metode pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru tidak hanya dan tidak harus selalu discovery learning, PBL, PjBL, dan sebagainya itu, sebab itu hanya apa yang disarankan saja, guru bisa menggunakan metode lainnya namun dengan masih mempertimbangkan pendekatan dan berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  68. Jika pembelajaran pada kurikulum berubah menjadi berpendekatan scientific maka hal ini bahwa pemerintah ingin mengubah total pembelajaran dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Namun, jangan sampai paradigma ini memiliki makna yang berbeda dengan pikiran guru. Guru harus dapat memilih metode pembelajaran yang memposisikan guru sebagai pembimbing, bukan berarti membiarkan siswa untuk belajar sendiri.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  69. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Metode-metode pembelajaran yang di sebutkan merupakan metode pembelajaran yang sangat cocok untuk kurikulum 2013 terutama bidang matematika dan sains yang akan sangat lebih baik jika menerapkan metode student center, karena metode tersebut lebih dapat membantu siswa mengembangkan pola pikir mereka. sehingga mereka sendiri yang menemukan matematika (dengan bantuan guru), bukan mendapatkan transfer ilmu matematika yang sudah jadi dari guru.

    ReplyDelete
  70. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang pada proses pembelajarannya berorientasi pada pendekatan student center. Sehingga metode-metode yang berbasis student center lah yang dianggap cocok untuk kurikulum 2013. Dengan demikian metode pembelajaran yang disarankan dalam kurikulum 2013 yaitu metode pembelajaran saintifik. Akan tetapi penggunaaan metode lain juga dapat diterapkan masih banyak, yaitu seperti inkuiri, problem based learning, dan lain-lain.
    Wassalamu'alaikum wr. wb

    ReplyDelete
  71. Ilania Eka Andari
    17709251050
    s2 Pmat C 2017

    memang benar bahwa metode yang baik untuk diterapkan di dalam kelas adalah metode yang berganti-ganti. Artinya guru tidak hanya melulu menggunakan satu metode tertentu saja.
    Tetapi realita di lapangan saat ini Mayoritas guru masih menggunakan metode yang "itu-itu saja". Dan sangat disayangakan bahwa metode yang justru selalu diterapkan adalah metode ceramah / konvensional.

    Proses Pembelajaran akan terjadi manakala terdapat interaksi atau hubungan timbal balik antara siswa dengan lingkungannya guna transfer of knowledge dan juga transfer of value. Dalam proses pembelajaran yang selama ini terjadi di dunia pendidikan indonesia adalah proses pembelajaran dengan menganut metode konvensional yaitu ceramah. Dimana metode tersebut menjadikan siswa sebagai penerima informasi secara pasif sedangkan guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran. Hal tersebut dapat menyebabkan siswa berasumsi bahwa segala informasi dan pengetahuan yang berasal dari guru bersifat absolut dan mutlak. Metode konvensional seperti ini cenderung lebih menekankan point teacher-centered, dimana yang diperhatikan adalah bagaimana cara guru mengajar.

    ReplyDelete
  72. Ilania Eka Andari
    17709251050
    s2 Pmat C 2017

    Seharusnya metode yang kita gunakan adalah metode yang lebih menekankan kepada point student-centered, dimana yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana siswa belajar. Dengan menitikberatkan point student-centered, siswa dapat menjadi lebih aktif dan mandiri. Selain itu, dalam suatu kelas yang heterogen student centered sangatlah berperan penting karena Student-Centered Learning memiliki potensi untuk mendorong siswa belajar lebih aktif, mandiri, sesuai dengan irama belajarnya masing-masing.

    ReplyDelete
  73. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    pemilihan metode pembelajaran sangat mempengaruhi terhadap sukses dan tidaknya suatu pembelajaran. setiap metode pembelajaran mempunyai karakteristik, kelebihan dan kekurangannya masing-masing. pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013 merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa, jadi pembelajaran yang cocok untuk diterapkan dalam implementasi kurikulum 2013 yaitu metode yang dalam pembelajarannya menitikberatkan kepada siswa dan memacu siswa untuk berpikir kritis.

    ReplyDelete
  74. Rosnida Nurhayati
    PPs PMB 2017
    17709251042

    Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang merubah proses pembelajaran, pembelajaran yang metode sebelumnya hanya menuntuk untuk siswa lebih aktif namun proses pembelajaran masih terpusat dengan guru. Kurikulum 2013 ini meminta untuk siswa lebih menjadi pusat, jadi semua kegiatan mengarahkan kepada siswa agar selama peembelajaran siswa memperoleh pengalaman dalam upaya menanamkan konsep.

    ReplyDelete
  75. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Metode pemeblajaran yang cocok dalam kurikulum 2013 adalah metode yang mengarah atau berpusat pada siswa (learner centered). Tidak hanya metode pembelajaran saja yang harus diperhatikan, tetapi juga apa yang akan siswa dapatkan atau capai dalam pembelajaran tersebut. Tentu metode pembelajaran tersebut harus sesuai dengan situasi dan kondisi siswa, karena dalam satu kelas yang bersifat heterogen setiap anak memiliki masalah atau kemampuan yang berbeda-beda. Untuk itu metode yang digunakan diharapkan dapat memenuhi prinsip pembelajaran yang menyeluruh dan adil.

    ReplyDelete
  76. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Untuk mengembangkan intuisi siswa yang dimana merupakan potensi manusia yang dibawa sejak lahir, diperlukan metode pembelajaran yang sesuai. Menciptakan hipotesis atau konjektur merupakan suatu aspek dalam taksonomi bloom pada level keenam yaitu mencipta. Dimana hipotesis dan konjektur ini merupakan dugaan sementara siswa dalam memecahkan masalah. Hal ini dapat membangun intuisi siswa dengan pengetahuan awal (apersepsi) yang telah dimiliki siswa. Nah, disinilah peran guru sebagai fasilitator yaitu memberikan scaffolding kepada siswa.

    ReplyDelete
  77. Assalamualaikum wr wb
    Terima kasih atas postingannya pak, postingan tersebut berisi tentang beberapa modul dan artikel. Dalam kurikulum 2013 menggunakan pendekatan yang berbasis saintifik maka untuk moodel pembelajaran yang cocok adalah model yang berbasis masalah seperti model pemebalajaran inkuiri (inquiry based learning), model pemebalajaran discovery, model pembelajaran berbasis projek, dan model pembelajaran berbabsis permasalahan. Penggunaan Model-model tersebut bisa disesuaikan dengan kompetensi sikap KI-1 dan KI-2, karakteristik KD,dan kesesuaian materi pembelajaran KD-3 dan KD-4.

    ReplyDelete
  78. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Pada dasarnya setiap metode pembelajaran memiliki tujuan khas masing-masing. sehingga adanya kelebihan dan kekurangan masing-masing adalah konsekuensi logis dari perbedaan tujuan tersebut. namun diantara semua metode pembelajaran yang ada, metode pembelajaran yang cocok dengan kurikulum 2013 adalah metode yang menggunakan pendekatan student learning center, yaitu pendekatan pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai focus utama atau pusat dalam pembelajaran, guru ‘hanya’ berperan sebagai fasilitator saja.

    ReplyDelete
  79. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Kurikulum 2013 menjadi salah satu kurikulum yang konsepnya begitu baik, namun sulit diimplementasikan ke lapangan. Tidak sedikit guru yang mengeluhkan sulitnya penerapan kurikulum 2013. Pada dasarnya, karakteristik kurikulum 2013 mirip dengan kurikulum 2006 yang mengusung konsep Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi. Hanya saja dalam kurikulum 2013, lebih dipertegas dan dijabarkan lebih luas menjadi kegiatan Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar dan Menyaji. Namun yang dirasa sulit, karena dalam kurikulum 2013, sistem administrasinya jelas. Guru benar-benar diminta untuk dapat menerapkan sepenuhnya konsep yang sudah ada lengkap dengan proses penilaiannya yang besifat autentik.

    ReplyDelete
  80. M. Zainudin
    16701261019
    PEP

    Apakah setiap pembrlajaran matematika harus diawali dari filsafat materi yang dikaji ataukah bagaimana agar subjek didik dapat berkembang sesuai kapasitas dan tujuan yg diinginkan

    ReplyDelete
  81. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Kurukilum 2013 seperti yang kita tahu bahwa kurikulum ini berpegang pada pendekatan saintifik. Namun pada prakteknya tidak semua materi dalam pembelajaran dapat menggunakan metode saintifik ini. oleh karena itu, guru harus bisa menentukan metode yang dapat dipadukan dengan pendekatan saintifik ddan sesuai dengan materi pellajarannya. Pegembangan pembelaajaran inovasi dengan variasi metode, interaksi dan media sehingga peembelajaran tidak akan monoton.

    ReplyDelete
  82. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dalam kurikulum 2013 ini mengacu pada pendekatan saintifik dimana terdiri dari 5 tahap yaitu Mengamati, Mengidentifikasi, Mengolah informasi, Menalar dan Mengomunikasikan. Tetapi di lapangan tidak sedikit guru yang merasa bingung dalam menerapkan pendekatan saintifik itu dalam pembelajaran. Hal ini dikarenakan tidak semua materi dapat diajarkan dengan pendekatan saintifik ini. Penggunaan suatu metode atau pendekatan hendaknya disesuaikan dengan kekhasan materi dan kondisi siswa.

    ReplyDelete
  83. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum dengan pendekatan saintifik. Pendekatan ini memiliki tahapan yang akan menuntun siswa dalam membangun konsep matematika sendiri. Pendekatan saintifik ini tidak dapat berdiri sendiri perlu perpaduan dengan metode lain yang akan membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran yang dilakukan. menurut saya metode yang sesuai untuk pendekatan saintifik yaitu : kooperatif, problem based learning, dan problem solving.

    ReplyDelete
  84. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dalam Kurikulum 2013 mengacu pada pendekatan saintifik. Tapi tidak semua materi dapat menggunakan pendekatan saintifik. Sehingga perlu adanya perpaduan dengan metode lain yang dapat dipadukan dengan pendekatan saintifik. Perpaduan tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah dibuat oleh guru. Dan pendekatan saintifik merupakan pendekatan yang berpusat pada peserta didik dan guru hanya sebagai fasilitator saja.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  85. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Pada dasarnya, setiap metode itu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Akan tetapi, suatu metode bisa dikatakan cocok apabila metode tersebut sesuai dengan materi yang diajarkan serta karakteristik dari siswa. Jika metode yang digunakan tidak bisa merangkul karakteristik dari siswa maka metode tersebut belum bisa dikatakan sebagai metode yang cocok. Serta, tidak ada metode yang cocok untuk mencakup semua materi, oleh karena itu selaku calon pendidik maupun pendidik perlu mempertimbangkan metode yang digunakan demi mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal.

    ReplyDelete
  86. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Terimakasih Prof. Metode pembelajaran tersebut dapat digunakan guna menciptakan pengalaman belajar yang tidak monoton

    ReplyDelete