Jul 5, 2013

Metode Pembelajaran yan COCOK unttuk Kurikulum 2013


Dear all,
Dapat disimak tentang Metode Pembelajaran yang COCOK untuk Kurikulum 2013. Klik berikut:
http://uny.academia.edu/MarsigitHrd
Thank's
Marsigit

9 comments:

  1. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Dirasa akan sulit untuk mengatakan satu metode yang paling cocok digunakan di dalam kelas. Suatu kelas terdiri dari siswa yang heterogen. Heterogen karena setiap siswa memiliki karakter yang berbeda seperti minat, bakat, kecepatan berpikir, kemampuan awal, dan lain-lain. Hal yang demikianlah yang tidak memungkin untuk memilih satu metode yang dirasa cocok dalam pembelajaran. Memilih satu metode yang digunakan secara terus menerus akan menimbulkan masalah bagi siswa. Mengapa? hal ini dikarenakan fasilitas yang diberikan untuk membangun pengetahuan siswa tidak disediakan oleh guru. Kemampuan dan minat yang bermacam-macam mengharuskan menggunakan metode yang bermacam-macam sehingga siswa dapat terfasilitasi dengan baik dalam membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  2. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Dalam kurikulum 2013 metode yang digunakan adalah metode saintifik. Metode saintifik terdiri dari 5 kegiatan yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Namun, dalam kurikulum 2013 juga dikatakan bahwa metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran dapat divariasi dan dikombinasikan dengan metode lain, seperti project based learning, discovery laerning, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  3. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Dalam kurikulum 2013, terdapat istilah pembelajaran MALIMA yang terdiri dari Mengamati, Menanya, Menalar, Mengasosiasi, dan Mengomunikasikan. Dengan pembelajaran MALIMA ini dapat menggunakan berbagai metode yang terpusat pada siswa. Disini, siswa sebagai subjek belajar. Karena itu, ada beberapa metode dengan pendekatan yang cocok untuk diterapkan dalam kurikulum 2013, yaitu Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah, Pendekatan Pembelajaran Kontekstual, Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah, Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek, Pendekatan Pembelajaran Kooperatif, Pendekatan Pembelajaran Komunikatif.

    ReplyDelete
  4. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Problem Based Learning, Project Based Learning, dan Discovery Learning memang disarankan oleh pemerintah karena fase-fase pada ketiga model di atas cocok dengan Scientific Approach yang menjadi pijakan Kurikulum 2013. Namun jika aspek saintifik nya masih tidak tepat, maka sama saja dengan pembelajaran kooperatif biasa.

    ReplyDelete
  5. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Dalam kurikulum 2013 metode saintifik dirasa kurang pas. Memang untuk kurikulum 2013 terdapat kelebihan dan ada kekurangan. Metode saintifik adalah metode penemuan yang melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran. Tetapi tidak semua materi cocok dan lebih mudah untuk disampaikan dengan saintifk. Jika harus dipaksakan menggunakan saintifik pada semua pelajaran akan merugikan baik bagi siswa maupun bagi guru. Padahal tentu guru memiliki style sendiri-sendiri dalam mengajar, dan tentu saja siswa itu memiliki gaya belajar masing-masing. Maka ada baiknya biarkan guru berimprovisasi sesuai dengan kreativitasnya yang disesuaikan dengan karakter siswanya.

    ReplyDelete
  6. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Model pembelajaran kurikulum 2013 yang disarankan yaitu ada problem based learning, project based learning, dan discovery learning sebab prosedur pada model pembelajaran tersebut sesuai dengan sintak pada pembelajaran saintific, namun tidak semua materi pembelajaran matematika efektif dengan model pembelajaran tersebut, akan tetapi guru juga bisa memilih dan menggunakan alternatif metode/model belajar lainnya yang dapat mendukung proses pembelajaran dengan tetap mengutamakan “student centered”.

    ReplyDelete
  7. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017


    Pembelajaran discovery learning, problem based learning, project based learning, dinilai cocok untuk kurikulum 2013. Pendekatan saintifik yang meliputi mengamati, menanya, menalar, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan dapat membiasakan siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri. Namun kenyataan yang terjadi terkadang tidak sesuai dengan teori yang diharapkan. Karena tidak semua materi pelajaran yang dapat diterapkan dengan pendekatan saintifik. Sehingga dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang dapat menarik rasa ingin tahu siswa.

    ReplyDelete
  8. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kegiatan pembelajaran pada kurikulum 2013 pada dasarnya adalah menuntut siswa untuk lebih melakukan kegiatan aktif daripada hanya duduk, mendengarkan guru menerangkan dan mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru. Siswa dituntut untuk melakukan kegiatan penyelidikan (mengamati, menanya dan mengumpulkan informasi / eksplorasi), siswa dituntut untuk melakukan analisa dan mengolah data hasil penyelidikan (mengasosiasi / elaborasi), siswa juga dituntut untuk menyampaika kesimpulan dari analisa datanya (mengkomunikasikan/konfirmasi). Model pembelajaran Discovery Learning, Project Based Learning dan Problem Based Learning, berdasarkan sintaks-sintaks-nya sangan sesuai dengan tuntutan-tuntutan tersebut sehingg direkomendasikan untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran, akan tetapi model pembelajaran yang lain tentunya masih bisa digunakan apabila bisa memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut.

    ReplyDelete
  9. Junianto
    PM C
    17706251065

    Metode pembelajaran dengan pendekatan saintifik merupakan gagasan yang sangat bagus karena mendorong siswa untuk memiliki rasa ingin tahu dan mereka difasilitasi untuk menemukan sendiri pengetahuan mereka. Namun, pelaksanaanya tentu masih sangat perlu adanya evaluasi agar tujuan yang telah dirancang bisa tercapai secara maksimal. Tentu masih menjadi PR bagi guru terkait dengan bagaimana membuat siswa berperan aktif dalam pembelajaran sehingga mereka bisa menemukan sendiri konsepnya. Dalam hal ini siswa adalah subjek belajar yang berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete