Feb 11, 2015

Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika



Oleh Marsigit

Guru Matematika:


Wahai muridku, engkau kelihatan berbeda dan kelihatan cerdas. Sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi Guru Matematika di kelasmu maka apakah permintaan-permintaanmu kepadaku?

Murid:

Aku menginginkan agar pelajaran matematika itu menyenangkan bagi diriku, memberi semangat kepadaku, dan bermanfaat bagiku.

Aku juga ingin bahwa pelajaran matematika itu mudah aku pelajari.

Aku harap engkau juga menghargai pengetahuan-pengetahuan yang sudah aku miliki.

Aku ingin juga bahwa pelajaran matematika itu mempunyai keindahan, sesuai dengan norma dan nilai agama.

Aku mohon agar aku diberi kesempatan untuk berdoa sebelum pelajaran matematika itu dimulai.

Aku ingin agar persoalanku sehari-hari dapat digunakan dalam belajar matematika.

Ketahuilah wahai guruku bahwa rasa senang itu juga milikku, walaupun engkau juga berhak mempunyai rasa senang.

Tetapi menurutku, rasa senang itu tidaklah engkau berikan kepadaku, melainkan harus muncul dari dalam diriku sendiri.

Engkau tidaklah bisa memaksa diriku menyenangi matematika, kecuali hanya dengan keikhlasanku.

Aku juga ingin engkau agar memberi kesempatan kepada diriku agar aku bisa mempersiapkan psikologis diriku dalam mengikuti pelajaran matematika.

Ketahuilah wahai guruku, bahwa diriku dan diri teman-temanku semua itulah yang sebenar-benarnya melakukan persiapan.

Itulah yang menurut Pamanku disebut sebagai Apersepsi.

Maka berilah kami semua tanpa kecuali untuk melakukan kegiatan-kegiatan agar kami bisa melaukan Apersepsi, dan tidak hanya engkau ceramahi atau engkau hanya bertanya kepada sedikit siswamu yang duduk di depan.

Aku juga berharap agar pelajaran matematika itu engkau persiapakan sebaik-baiknya agar aku dapat melakukan berbagai aktivitas di kelas.

Aku juga memohon agar engkau bersikap adil, tidak pilih kasih. Jika nilaiku jelek, janganlah engkau remehkan diriku, tetapi jika nilaiku terbaik maka janganlah terlalu disanjung-sanjung.

Menurutku, belajar matematika itu adalah hak dari setiap murid-muridmu di kelas. Oleh karena itu mohon agar perhatianmu jangan hanya yang duduk di bagian depan saja, melainkan harus meliputi semuanya.

Aku juga memohon agar engkau tidak bersikap otoriter. Tetapi aku mohon agar engkau dapat bersikap demokratis.

Oleh karena itu, aku mohon agar engkau jangan terlalu banyak bicara apalagi terkesan menggurui.

Berikanlah kami beraneka ragam aktivitas matematika.

Karena jika engkau terlalu banyak bercerita dan mengguruiku maka sebenar-benar diriku merasa tersinggung dan kasihan terhadap dirimu karena engkau terkesan sombong.

Aku juga mohon agar engkau tidak hanya bercerita, tetapi hendaknya memberikanku kesempatan untuk beraktivitas.

Aku ingin agar engkau guruku, dapat membuat atau menyiapkan LKS agar aku bisa berlatih di situ, sekaligus aku akan mempunyai catatan dan informasi-informasi.

Aku mohon agar LKS yang engkau siapkan bukan sekedar kumpulan soal, melainkan dapat menjadi sarana bagiku untuk belajar mandiri maupun kelompok.

Kata Pamanku, LKS merupakan sarana yang sangat strategis bagi guru agar mampu melayani kebutuhan belajar matematika siswa-siswanya yang beraneka ragam kemampuan.

Aku mohon juga agar engkau jangan menilai aku hanya dari test saja, tetapi tolonglah agar penilaianmu terhadap diriku itu bersifat komprehensif, lengkap meliputi proses kegiatanku dan juga hasil-hasilku.

Aku juga menginginkan dapat menampilkan karya-karyaku.

Aku sungguh merasa jemu jika engkau hanya menggunakan metode ceramah saja.

Wahai guruku, seberapakah engkau menyadari betapa kecewanya murid-muridmu ketika sudah engkau minta untuk unjuk jari bertanya, tetapi engkau hanya menunjuk satu saja diantara kami. Padahal hal itu engkau lakukan setiap hari dan dari waktu ke waktu. Menurut Pamanku, ini disebabkan karena pengelolaan kelas yang belum bagus.

Aku dan teman-temanku juga merasa tidak begitu nyaman, jika engkau selalu bertanya dengan kalimat panjang dan kalimat terbuka, kemudian menyuruhku untuk menjawab secara koor/choir. Seakan-akan engkau telah memperlakukan diriku hanya sebagai obyek pelengkap kalimat-kalimatmu. Sungguh guru hal yang demikian telah membuat diriku telah tidak berdaya dihadapanmu. Lagi-lagi menurut Pamanku, metode mengajar yang demikian perlu segera diubah.

Oleh karena itu aku memohon agar engkau menggunakan berbagai variasi metode mengajar, variasi penilaian, variasi pemanfaatan sumber belajar.

Aku juga menginginkan agar engkau mampu menggunakan teknologi canggih seperti website dalam pembelajaranmu. Kenapa guru, aku belajar matematika musti menunggu hari Selasa, padahal pada hari Selasa yang telah aku tunggu-tunggu terkadang engkau tidak dapat mengajar dikarenakan mendapat tugas yang lebih penting. Aku sangat kecewa akan hal ini.

Aku ingin agar engkau guruku, dapat membuat Website yang memungkinkan aku belajar matematika setiap saat, kapan saja dan dimana saja, tidak tergantung dengan keberadaanmu. Aku juga ingin bertanya persoalan matematika kepadamu setiap saat, kapan saja dan dimana saja, tidak tergantung keberadaanmu. Menurut Pamanku, itu semua bisa dilayani jika engkau membuatkan Wbsite atau Blog untuk murid-muridmu.

Aku ingin engkau menunjukkiku di mana sumber-sumber belajar matematika yang baik.

Aku juga akan merasa bangga jika engkau sebagai guruku mampu membuat modul-modul pembelajaran, apalagi jika engkau dapat pula membuat buku-buku teks pelajaran matematika untukku.

Aku juga menginginkan engkau dapat memberi kesempatan kepadaku untuk memperoleh keterampilan matematika.

Aku ingin agar matematikaku bermanfaat tidak hanya untuk diriku tetapi juga untuk orang lain.

Aku juga menginginkan masih tetap bisa berkonsultasi denganmu di luar jam pelajaran.

Pak Guru, aku ingin sekali tempo juga belajar di luar kelas. Kelihatannya belajar diluar kelas udaranya lebih segar dan menyenangkan.

Tiadalah seseorang di muka bumi ini selain diriku sama dengan diriku. Oleh karena itu dalam pelajaran matematika itu nanti aku berharap agar engkau dapat mengenalku dan mengerti siapa diriku.

Tetapi aku juga mengetahui bahwa diri yang lain juga saling berbeda satu dengan yang lain.

Maka sesungguh-sungguhnya dirimu sebagai guru akan menghadapi murid-muridmu sebanyak empat puluh ini, juga sebanyak empat puluh macam yang berbeda-beda.

Oleh karena itu aku memohon agar engkau jangan hanya menggunakan metode tunggal dalam mengajarmu, supaya engkau dapat membantu belajarku.

Menurutku, untuk melayani sebanyak empat puluh siswa-siswa yang berbeda-beda ini, maka tidaklah bisa kalau engkau hanya menggunakan metode mengajar tradisional atau ceramah.

Menurut bacaan di internet dan menurut Pamanku, maka untuk dapat melayani siswa-siswamu yang beraneka ragam, maka engkau perlu mengembangkan RPP yang flesibel, perlu membuat LKS dan yang penting lagi adalah engkau sebagai guruku harus mempercayai bahwa jika diberi kesempatan maka muridmu ini mampu mempelajari matematika.

Itulah yang aku ketahui bahwa engkau harus lebih berpihak kepada kami.
Keberpihakan engkau kepada kami itulah yang menurut Pamanku disebut sebagai student centered.

Mohon agar engkau lebih sabar menunggu sampai aku bisa mengerjakan matematika. Usahakanlah agar matematika itu menjadi miliku, maka janganlah aku hanya diberi kesempatan untuk melihat atau menonton saja.

Yang betul-betul perlu belajar matematika itu adalah diriku.
Aku ingin betul-betul belajar dan melakukan kegiatan belajar dan tidak hanya menonton engkau yang mengerjakan matematika.

Maka jikalau engkau mempunyai alat peraga, maka biarkan aku dapat menggunakannya dan jangan hanya engkau taruh di depan saja.

Aku bahkan dapat mempelajari matematika lebih efektif jika belajar bersama-sama dengan teman-temanku.

Oleh karena itu wahai guruku, maka dalam pelajaran matematika itu nanti berikan kami kesempatan untuk belajar bersama-sama dalam kelompok.

Tetapi jika engkau telah menyuruhku belajar dalam kelompok, maka berikanlah aku waktu yang cukup untuk berdiskusi dan janganlah engkau terlalu banyak memberikan petunjuk dan ceramah lagi ketika aku sedang bekerja dalam kelompok.

Karena hal demikian sangat mengganggu konsentrasiku dan terkesan engkau menjadi kurang menghargai kepada murid-muridmu.

Aku juga mohon agar engkau memberikan kesempatan kepada diriku untuk membangun konsepku dan pengertianku sendiri.

Wahai guruku, ketahuilah bahwa aku juga ingin menunjukkan kepada teman-temanku bahwa aku juga dapat menarik kesimpulan dari tugas-tugasmu mengerjakan matematika.

Ketahuilah wahai guruku bahwa kesimpulan-kesimpulan dari tugas-tugasmu itu sebenarnya adalah milikku.

Oleh karena itu janganlah engkau sendiri yang menyimpulkan tetapi berikan kesempatan kepadaku agar aku juga bisa menemukan rumus-rumus matematika.

Rumus yang aku temukan sendiri itu sebenar-benarnya akan bersifat lebih awet dan langgeng dari pada hal demikian hanya sekedar pemberianmu.

Maka jika aku sudah susah-susah melakukan kegiatan kearah menemukan rumus, sementara pada akhirnya malah engkau yang menyimpulkan, maka sebetulnya aku menjadi marah kepadamu.

Janganlah engkau membuat pesan ganda kepada diriku. Janganlah engkau memberi hukuman kepadaku dengan menyuruh aku untuk mengerjakan sebanyak-banyak soal. Karena bagiku, hukuman adalah jelek sedangkan mengerjakan soal adalah baik.

Jangan pula engkau pura-pura memberi soal yang sangat sulit kepadaku padahal engkau sesungguhnya bermaksud untuk menghukumku.

Aku memohon agar engkau mempercayaiku. Kepercayaanmu kepadaku itu merupakan kekuatan bagiku untuk memperoleh pengetahuanku. Tolong sekali lagi tolong, percayailah diriku, bahwa jika aku diberi kesempatan maka insyaAllah aku bisa.

Aku akan bangga jika guruku suatu ketika dapat muncul di kegiatan seminar baik secara nasional maupun internasinal. Wahai guruku, gunakanlah data-dataku, hasil-hasilku, dan proses belajarku sebagai data penelitianmu. Menurut Pamanku, jika engkau mampu menggunakan data-data dikelas mengajarmu, maka engkau akan menghasilkan karya ilmiah setiap tahunnya.

Wahai guruku, aku juga bangga dan ingin membaca karya-karya ilmiahmu. Setidaknya hal demikian juga akan memotivasi diriku.

Wahai guruku yang baik hati, aku merasa dari waktu ke waktu terdapat perubahan dalam diriku. Aku juga melakukan percobaan atau eksperimen mencari cara belajar yang baik. Kelihatannya aku belum menemukan cara belajar yang terbaik bagi diriku. Tetapi aku dapat menyimpulkan bahwa cara belajarku haruslah dinamis, fleksibel, dan kreatif menyesuaikan dengan kompetensi yang harus aku kuasai. Oleh karena itu sungguh aneh jika engkau guruku hanya mengajar diriku dengan metode yang sama dari waktu ke waktu.

Permintaan terakhirku adalah apakah bisa engkau Guruku, untuk kami yang beraneka ragam, berilah kesempatan untuk mempelajari matematika yang beraneka ragam pula, dengan alat peraga atau fasilitas yang beraneka ragam pula, dengan buku matematika yang beraneka ragam pula, dengan kompetensi yang beraneka ragam pula, dengan waktu yang beraneka ragam pula, walaupun kami semua ada dalam satu kelas, yaitu kelas pembelajaran matematika yang akan engkau selenggarakan.

Demikian guru permohonanku, saya minta maaf atas banyaknya permintaanku karena sesungguhnya permintaanku itu telah aku kumpulkan dalam jangka waktu yang lama. Sampai aku menunggu ada seorang guru yang bersifat terbuka untuk menerima permohonan dan saran dari muridnya.

Sekali lagi mohon maaf guruku. Mohon doa restunya. Amin


Guru Matematika:

Astagfirullah al adzimu....ya Allah ya Robi ampunilah segala dosa-dosaku.

Wahai muridku, aku tidak bisa berkata apapun dan aku merasa terharu mendengar semua permintaanmu itu.

Mulutku seakan terkunci mendengar semua permintaan dan penuturanmu itu.

Tubuhku tergetar dan keringat dingin membasahi tubuhku.

Aku tidak mengira bahwa diantara murid-muridku ada murid yang secerdas kamu.

Aku tidak mengira bahwa jika aku beri kesempatan dan aku beri sarana penyambung lidah bagi suara hati nuranimu, maka ternyata harapan-harapanmu, permintaan-permintaanmu, dan pikiran-pikiranmu bisa melebihi dan di luar apa yang aku pikirkan dewasa ini.

Setelah mendengar semua permintaanmu, aku menjadi tahu betapa tidak mudah menjadi Guru Matematika bagimu.

Setelah mendengar permintaanmu, aku menjadi ragu tentang kepastianku.

Setelah mendengar permintaanmu, aku merasa malu dihadapanmu.

Setelah mendengar permintaanmu, aku merasakan betapa diriku itu bersifat sangat
egois.

Setelah mendengar permintaanmu, aku menyadari betapa aku telah berbuat sombong dihadapanmu.

Setelah mendengar permintaanmu, aku menyadari betapa malas diriku itu.

Setelah mendengar permintaanmu, aku menyadari betapa selama ini aku telah berbuat tidak adil terhadapmu.

Selama ini aku telah berbuat aniaya terhadap dirimu karena aku telah selalu menutupi sifat-sifatmu, aku selalu menutupi potensi-potensimu, aku selalu mendominasi inisiatifmu, aku selalu menimpakan kesalahan pada dirimu, dan
sebaliknya aku selalu menutupi kesalahanku.

Selama ini aku telah berpura-pura menjadi manusia setengah dewa dihadapanmu.

Dihadapanmu, aku telah menampilkan diriku sebagai manusia sempurna yang tiada cacat, serba bisa, serba unggul, serba hebat, tiada gagal, wajib digugu, dan wajib ditiru.

Setelah mendengar permintaanmu, aku menyadari betapa selama ini aku telah berbuat munafik di depanmu, karena aku selalu menyembunyikan keburukan-keburukanku sementara aku menuntumu untuk menunjukkan kebaikan-kebaikanmu.

Oh muridku hanyalah tetesan air mataku saja yang telah mengalir merenungi menyadarai bahwa KERAGUANKU terhadap praktek pembelajaran matematika ternyata benar adanya.

Ternyata yang aku lakukan selama ini lebih banyak mendholimi murid-muridku.

Wahai orang tua berambut putih salahkan jika aku berusaha membimbing murid-muridku?

Orang Tua Berambut Putih:

Ketahuilah wahai guru, jikalau engkau renungkan, maka hakekat membimbing adalah memberdayakan siswa. Sudahkah kegiatan membimbingmu memberdayakan siswa? Saya khawatir jangan-jangan niatmu membimbing, tetapi yang terjadi sebetulnya justeru membuat siswamu tidak berdaya.

Guru Matematika:

Subhanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Orang tua berambut putih, salahkan jika aku mewajibkan murid-muridku untuk belajar giat?

Orang Tua Berambut Putih:

Wahai guru, jika engkau renungkan, maka hakekat belajar itu adalah kebutuhan dan kesadaran siswa, dan bukanlah kewajiban dan perintah-perintahmu. Saya khawatir jangan-jangan dibalik kegiatanmu mewajib-wajibkan dan perintah-perintah kepada siswamu itu, sebetulnya terselip sifat egoismu.

Guru Matematika:
Subhanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Salahkah jika aku mengajar dengan cepat dan tergesa-gesa untuk memberi bekal sebanyak-banyaknya kepada siswa. Apalagi beban kurikulum yang banyak sementara waktunya terbatas.

Orang Tua Berambut Putih:

Wahai guru, jika engkau renungkan, maka hakekat pendidikan itu adalah kegiatan jangka panjang. Cepat dan tergesa-gesa itu artinya tidak teliti dan memaksa. Maka tiadalah gunanya engkau dipundakmu membawa segunung pengetahuanmu untuk engkau tuangkan kepada siswamu sementara siswa-siswamu meninggalkan dirimu. Sebaliknya jika siswamu telah berdaya, merasa senang, menyadari dan memerlukan mempelajari matematika, maka sedikit saja engkau memberinya, maka mereka akan meminta dan mencari yang lebih banyak lagi.

Guru Matematika:
Subhanallah....baru kali ini aku menyadarinya.
Salahkah jika saya menggunakan metode tunggal saja yaitu metode ekspositori?


Orang Tua Berambut Putih:

Metode ekspositori atau ceramah itu metode yang sudah kadaluwarsa, tidak mampu lagi melayani kebutuhan siswa dalam belajarnya. Metode ekspositori selalu sajalah merupakan siklus dari kegiatan: menerangkan, memberi contoh, memberi soal, memberi tugas, dan menerangkan kembali, demikian seterusnya. Selamanya ya seperti itu. Itu hanya cocok jika paradigma mengajarmu adalah paradigma lama yaitu trasfer of learning. Jaman sekarang dan kecenderungan internasional, metode yang dikembangkan adalah multi metode, yaitu metode yang bervariasi, dinamis dan fleksibel.

Guru Matematika:

Subhanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Kemudian bagaimanakah caranya aku melayani kebutuhan siswa-siswaku mempelajari dan menemukan sendiri matematikanya? Sementara murid-muridku itu jumlahnya banyak dan kemampuannya berbeda-beda pula?

Orang Tua Berambut Putih:
Tidaklah mungkin engkau mampu melayani kebutuhan belajar murid-muridmu, jika engkau tidak merubah paradigmamu.

Guru Matematika:
Paradigma seperti apa sehingga saya mampu melayani siswa-siswaku mempelajari matematika?

Orang Tua Berambut Putih:
Hijrahlah, berubahlah, bergeraklah.
Ubahlah paradigmamu:
-dari transer of knowledge menjadi to facilitate
-dari directed-teaching menjadi less directed-teaching
-dari menekankan kepada teaching menjadi menekankan kepada learning
-dari metode tunggal menjadi metode jamak
-dari metode yang monoton menjadi metode yang dinamis dan fleksibel
-dari textbook oriented menjadi problem-based oriented
-dari UNAS oriented menjadi process-product oriented
-dari cepat dan tergesa-gesa menjadi sabar dan menunggu
-dari mewajibkan menjadi menyadarkan
-dari tanya jawab menjadi komunikasi dan interaksi
-dari otoriter menjadi demokrasi
-dari penyelesaian tunggal menjadi open-ended
-dari ceramah menjadi diskusi
-dari klasikal menjadi klasikal, kelompok besar, kelompok kecil dan individual
-dari guru sebagai aktor menjadi siswa sebagai aktor
-dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa
-dari mencetak menjadi menembangkan
-dari guru menanamkan konsep menjadi siswa membangun atau menemukan konsep
-dari motivasi eksternal menjadi motivasi internal
-dari siswa mendengarkan menjadi siswa berbicara
-dari siswa duduk dan menunggu menjadi siswa beraktivitas
-dari siswa pasif menjadi siswa aktif
-dari kapur dan papan tulis saja menjadi media dan alat peraga
-dari abstrak menjadi kongkrit
-dari inisiatif guru menjadi inisiatif siswa
-dari contoh oleh guru menjadi contoh oleh siswa
-dari penjelasan oleh guru menjadi penjelasan oleh siswa
-dari kesimpulan oleh guru menjadi kesimpulan oleh siswa
-dari konvensional menuju teknologi
-dari siswa diberitahu menjadi siswa mencari tahu
-dari hasil yang tunggal menjadi hasil yang plural

Guru Matematika:

Subhanallah ...ya Allah ya Rab ampunilah segala dosa-dosaku. Baru kali ini aku menyadarinya.
Kemudian, secara kongkrit, bagaimanakah aku dapat melayani kebutuhan belajar siswa-siswaku yang banyak itu.

Orang Tua Berambut Putih:

Selama ini mengajarmu berpola atau berprinsip: "untuk siswa-siswa yang bermacam-macam kemampuan, engkau hanya mengajarinya matematika yang sama, dalam waktu yang sama, dengan tugas yang sama, dengan metode mengajar yang sama, dan mengharapka hasil yang sama, yaitu hasil yang sama dengan apa yang engkau pikirkan". Itulah sebenar-benar metode mengajar Tradisional yang tidak mampu lagi dipertahankan. Berubah dan berubahlah segera...

Guru Matematika:

Subhanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Kemudian akau harus mengubah pola mengajarku yang bagaimana?

Orang Tua Berambut Putih:

Jika engkau menginginkan mampu menerapkan metode pembelajaran inovatif, maka terapkanlah prinsip:"untuk siswa yang berbeda-beda, seyogyanya mempelajari matematika yang berbeda dan bermacam-macam, walau memerlukan waktu yang berbeda-beda, tetapi dengan metode yang berbeda-beda pula, alat yang berbeda-beda pula, serta hasil yang boleh berbeda, yaitu boleh berbeda dengan apa yang engkau pikirkan"

Guru Matematika:

Subhanallah ...baru kali ini aku menyadarinya.
Apakah yang dimaksud teknologi atau alat agar aku mampu melayani kebutuhan siswa belajar matematika?

Orang Tua Berambut Putih:

LKS sementara ini dianggap sebagai teknologi atau alat yang sangat strategis. Namun jangan salah paham, LKS bukanlah sekedar kumpulan soal, melainkan LKS adalah wahana bagi siswa untuk beraktivitas untuk menemukan ilmu atau menemukan rumus matematikanya. Maka seorang guru harus menembangkan sendiri LKS nya. Tiadalah orang lain mengetahui kebutuhan guru ybs. Maka tidaklah bisa mengadakan LKS hanya dengan cara membeli. Itu betul-betul salah dan tidak proesional.

Guru Matematika:

Subhanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Kenapa musti siswa harus belajar dengan berdiskusi dalam kelompoknya.

Orang Tua Berambut Putih:
Hakekat ilmu itu diperoleh dengan cara berinteraksi antara obyektif dan subyektif, antara teori dan praktek, antara guru dan siswa, antara siswa dan siswa, ..dst. Maka diskusi kelompok itu sebenarnya adalah sunatullah.

Guru Matematika:
Subahanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Terimakasih orang tua berambut putih.
Ya Allah ya Robbi, ampunilah segala dosa dan kesombonganku selama ini, yang telah mengabaikan betapa pentingnya aspek psikologis belajar matematika itu, yang telah meremehkan kemandirian siswa, yang telah serampangan dan hantem kromo terhadap perlakuan pedagogis belajar matematika, yang telah merasa cukup dan puas terhadap ilmu dan pengetahuanku selama ini.
Permohonan ampunku yang terus menerus kiranya belum cukup untuk menghapus dosa-dosaku.
Ya Allah ya Rab semoga Engkau masih bersedia melindungi dan meridai pekerjaan-pekerjaanku.

Amin

159 comments:

  1. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Komponen dalam pembelajaran antara lain ialah guru, siswa, metode, dan materi. Komponen tersebut akan bekerja secara bersamaan agar tujuan dalam pembelajaran terwujud atau tercapai. Melalui pembelajaran harapan pada siswa ialah mereka paham terhadap materi yang diajarkan. Metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap proses belajar siswa. Guru tidak harus selalu menggunakan metode pembelajaran tradisional yaitu metode ceramah dan menjelaskan materi di depan para siswa. Guru dapat memodifikasi atau menerapkan pembelajaran yang lebih modern. Seorang guru yang kreatif, akan membuat siswa tertarik sehingga dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik.

    ReplyDelete
  2. Hendra Erik Rudyanto
    S3 dikdas

    Siswa cenderung cemas ketika mendengar bahkan belajar matematika. Kecemasan itu muncul karena banyak faktor seperti yang disampaikan di atas yaitu guru yang tidak memahami karakteristik siswa (perkembangan mental), penggunaan metode yang kurang tepat dan tidak inovatif, tidak memanfaatkan fasilitas yang memadai sebagai media belajar, bentuk penilaian yang tidak komprehensif,dll. Guru harus merubah paradigmanya dengan merubah paradigma mengajar menjadi paradigma belajar untuk memfasilitasi siswa belajar dan membangun pengetahuan baik secara mandiri maupun kelompok. Sehingga pembelajaran lebih bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  3. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Memang jika ingin menjadi guru harus banyak belajar, bahkan saat kita sudah menjadi seorang guru sekalipun kita tetap dituntut untuk belajar. Tuntutan yang sudah diatur dari pemerintah pun semakin mempersulit guru-guru untuk lebih mengeksplore kelasnya menjadi lebih baik, bahkan susah membuat pembelajaran matematika di kelas menjadi menyenangkan. Itulah tantanga kita sebagai guru jaman sekarang, guru yang bisa membuat siswanya menjadi sadar akan pentingnya belajar matematika, dan membuat para siswa dengan sendirinya tertarik belajar matematika

    ReplyDelete
  4. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dengan merubah kebiasaan selama ini yang sudah mendarah daging dengan pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dengan pembelajaran seperti ini diharapkan siswa menjadi ikhlas dalam belajar matematika, pembelajaran matematika pun menjadi lebih menyenangkan, dan lebih menarik antusias siswa dalam mengikutinya. Pembelajaran seperti ini pula yang diharapkan agar para siswa dapat lebih siap dalam mengembangkan dirinya menghadapi perkembangan jaman sekarang. Memang untuk merubah kebiasaan pembeajaran yang telah menjadi kebudayaan dan tradisi dari tahun ke tahun sangatlah tidak mudah, namun perlahan-lahan pasti kebiasaan baru akan terbentuk dan akan menjadikan pembelajaran lebih bermakna.

    ReplyDelete
  5. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi ini membahas mengenai kegiatan belajar mengajar di kelas yang bersifat konvensional, berpusat pada guru, sementara itu sekarang ini telah berlaku kurikulum 2013 yang mengharapkan siswa aktif dengan pendekatan saintifiknya. Walaupun kurikulum terdahulu juga mengharapkan siswa aktif. hal ini semuanya dikembalikan kepada setiap guru agar berinovasi mengubah paradigmanya dalam hal belajar mengajar di kelas.

    ReplyDelete
  6. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Sebagai seorang guru, kita harus menyadari bahwa siswa kita bukanlah mesin. Yang apabila disuruh akan langsung bekerja. Jika diminta berhenti akan menurut untuk berhenti. Atau jika diminta mengerjakan pekerjakan tanpa henti akan terus dilaksanakan tanpa melakukan perlawanan. Siswa kita adalah manusia yang tentu saja mempunyai nilai – nilai humanistik. Oleh karena itu, guru perlu mempertimbangkan faktor – faktor yang ada pada diri siswa, antara lain karakteristik siswa, sikap, minat, pendapat siswa, hak siswa, kemampuan kongitif, afektif, priskomotorik dan lain – lain.
    Hal ini membuat kita berkaca untuk mengelola proses pembelajaran dengan sebaik – baiknya.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Setelah membaca “Elegi Permintaan Murid Cerdas Kepada Guru Matematika” saya sadar bahwa untuk menjadi seorang guru matematika yang baik dan benar tidaklah mudah. Banyak bekal yang perlu dipersiapkan mulai dari penguasaan materi, penguasaan mengelola pembelajaran matematika termasuk salah satunya mempersiapka LKS yang baik untuk siswa, juga penguasaan dalam memahami karakteristik masing-masing siswa. Dari sini saya sadar bahwa pembelajaran ekspositori untuk murid sejatinya sudah tidak layak di zaman ini, namun rasanya guru masih sangat mengagung-agungkan pembelajaran ini karena dirasa inilah yang bisa dilakukan untuk siswa. Setelah membaca Elegi ini, saya akan berusaha mempersiapkan diri untuk menjadi guru matematika yang baik dan diidamkan oleh murid-murid. Terus berusaha dan tawakal, semoga dimudahkan. Aamiin.

    'Aynun Fitri
    14301241016
    Pendidikan Matematika 2014 A

    ReplyDelete
  9. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi ini adalah suara hati anak-anak murid kita, dan suara-suara hati anak-anak murid ita yang sekarang baik itu murid kita yang kita ajar di sekolah ataupun di sekolah lain di daerah yang berbeda. Jika seorang guru membaca ini mungkin dia akan sadar bahwa curahatan hati sisawa kita seperti ini. Mungkin mulai sekarang kita bisa intropeksi diri kita sendiri, apakah sampai detik ini dan sampai skerang kita sudah memberikan yang terbaik untuk murid kita.

    ReplyDelete
  10. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca tulisan di atas, membuka mata pikiran setiap orang bahwa seorang guru mempunyai tugas yang sangat berat untuk mendidik anak orang lain. Guru harus memenuhi semua kebutuhan siswanya, mulai dari hal yang kecil sampai hal yang kompleks. Guru bukan hanya mengajar, melainkan juga mendidik siswanya menjadi pribadi yang mulia. Salah satu tugas guru (terutama guru matematika) dalam mendidik siswa antara lain memfasilitasi siswa dalam mempelajari matematika secara nyata, seperti membawa matematika ke dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa memiliki ketertarikan lebih dalam mempelajari matematika. Hal tersebut bisa dituangkan dalam perangkat pembelajaran, seperti RPP, LKS, modul, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  11. Eka Novi Setiawan
    14301240144
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Astaghfirullah ... mari beristighfar terlebih dahulu para pendidik atau bahkan calon pendidik. Setelah membaca elegi permintaan urid di atas, hal yang paling perlu kita renungkan adalah sudah pantaskah kita menjadi guru matematika bagi anak-anak yang kita. Sejujurnya pasti di hati kecil kita sangat belum pantas jika mengingat kekurangan dalam memfasilitasi mereka untuk mempelajari matematika. Guru diharapkan tidak melakukan hal yang bersifat otoriter sesuai tulisan di atas, akan tetapi guru perlu ikhlas dan sabar membantu siswa mendapatkan pengetahuan mereka tanpa memaksakan kehendak guru. Beberapa tindakan guru yang kurang sesuai dilakukan adalah memaksa siswa menyelesaikan soal-soal sulit dan monoton dalam pembelajaran tanpa aktivitas yang melibatkan keseluruhan siswa. Oleh karena itu mari pada pendidik dan calon pendidik untuk segera mewujudkan keinginan siswa-siswa kita di luar sana agar mereka dapat memahami apa arti mempelajari matematika ini.

    ReplyDelete
  12. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Postingan mengenai 'Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika' tersebut sangat bermanfaat. Postingan tersebut mencerminkan keadaan seorang guru dan murid dalam proses pbm di suatu kelas. Dari situasi tersebut memang sangat sulit untuk mengotrol kelas. Bahkan RPP yang sudah dibuat oleh guru sedemikianrupa untuk mencapai tujuan pembelajaran pun terkadang gagal untuk dilaksanakan. Dalam hal itu, guru pun tidak bisa menyalahkan siswa. Sehingga guru harus selalu siap siaga kapanpun saat pbm untuk mencapai tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  13. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sebagaimana permintaan si murid cerdas kepada guru matematika, seperti itu jugalah seyogyanya yang diinginkan semua murid pada umumnya. Saya sebagai bekas murid juga mengingkan hal yang si murid cerdas itu inginkan. Dengan Elegi si murid cerdas kepada guru matematika ini, semoga calon guru bahkan yang sudah menjadi guru memahami apa mau murid-murid kita. Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita dan membuat mereka sebagai robot. Sebab mereka punya gaya belajar mereka sendiri, dan tugas kita harus bisa memahami gaya belajar mereka dan menciptakan model pembelajaran yang disukai mereka.

    ReplyDelete
  14. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Menurut saya, merubah paradigma pembelajaran dari "diberi tahu" menjadi "mencari tahu" membutuhkan penyesuaian-penyesuaian dan pengkajian yang mendalam utamanya karakter siswa disetiap sekolah. Dengan melakukan pengkajian, kita dapat memutuskan apakah "diberi tahu" atau "mencari tahu" yang tepat untuk dijalankan pada proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  15. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    'Elegi permintaan si murid cerdas kepada guru' ini mengingatkan kami calon guru, atau bahkan para guru yang membacanya bahwa sekali lagi guru merupakan fasilitator dalam pembelajaran bukan diktator. Hal-hal yang selalu Prof Marsigit tekankan pada pembelajaran microteaching tertuang pada elegi ini, mengenai pengelolaan kelas, apersepsi, dan segala hal yang sering kali masih menjadi kesalahan guru pada umumnya. Sebagai fasilitator, guru harus kreatif untuk membuat pembelajaran yang bermakna sekaligus menyenangkan.Sebagai calon guru dan bahkan guru pun harus terus belajar, memperbaiki kesalahan, terus kreatif dan inovatif demi keberhasilan suatu pembelajaran.

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebagai calon guru maupun para guru, elegi di atas sangat jelas menggambarkan keadaan guru dan siswa yang telah terjadi atau yang seharusnya terjadi. Terimakasih Bp Prof Marsigit yang telah menyajikan elegi yang sangat bermanfaat ini untuk kami (yaitu calon guru dan guru). Dari elegi di atas pula, menyadarkan kami untuk terus belajar mengenai hal-hal yang berkenaan dengan pembelajaran dan memahami siswa dengan beragam karakteristik. Sehingga harapannya nanti kami menjadi fasilitaor dan motivator yang mampu memenuhi kebutuhan siswa-siswa yang heterogen.

    ReplyDelete
  18. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pembelajaran matematika adalah suatu proses transfer ilmu, yang dalam perjalanannya salah maka tidak akan sampai pada tujuannya. Perlu adanya perubahan paradigma guru dalam membelajarkan materi, konvensional menjadi inovatif, teacher-centered menjadi student-centered, siswa pasif menjadi aktif, sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai dengan optimal.

    ReplyDelete
  19. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika memang sulit, maka Si murid cerdas meminta agar matematika menyenangkan baginya dan bagi rekan-rekan sekelasnya. Sudah menjadi tugas guru untuk mendesain dan melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan bagi setiap muridnya. Tentu itu bukan tugas yang mudah mengingat begitu banyak murid yang ada dalam suatu kelas dengan karakteristik dan kemampuan yang berbeda-beda pula. Dibutuhkan kreativitas dalam memadukan pendekatan, metode, dan semisalnya agar mampu memfasilitasi setiap muridnya dalam pembelajaran yang bermakna. Dari kebermaknaan ini diharapkan murid dapat merasakan kesenangan dalam pembelajaran kemudian Si murid sampai pada kesadaran bahwa matematika bukanlah zat yang asing baginya melainkan suatu yang bermanfaat dalam kehidupannya.

    ReplyDelete
  20. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Si murid cerdas meminta agar diberikan berbagai aktivitas matematika. Untuk itu sudah menjadi kewajiban sang guru untuk menyediakan LKS yang berisi aktivitas-aktivitas matematika. Permintaan sang murid selaras dengan anggapan Hans Freudenthal bahwa matematikanya murid (anak) adalah aktivitasnya. Ini yang kemudian disebut Matematika Realistik. Berikanlah murid keleluasaan untuk bermatematika. Berilah Ia konteks matematika yang familiar dengan latarbelakangnya. Dari konteks itu izinkanlah mereka untuk bermatematisasi horisontal, kemudian setelah sampai di alam matematika izinkanlah dia bermatematisasi vertikal. Bermula dari konkret hingga ke formal. Itulah mamatematika bagi murid yang masih anak-anak.

    ReplyDelete
  21. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Si murid cerdas meminta agar sang guru menggunakan data-data murid untuk menghasilkan karya ilmiah. Hal ini memang manjadi salah satu tugas guru yaitu melakukan penelitian maupun tulisan non penelitian yang melibatkan murid-muridnya. Betapa senang hati sang murid bila kemudian karya itu dipresentasikan di seminar kemudian banyak orang yang belajar dari karya itu. Betapa bermanfaat karya itu bila akhirnya banyak orang yang merujuk dan menyematkannya di daftar pustaka. Meski si murid bukan penulis namun Ia akan senang dan bangga karena dapat berkontribusi dan bermanfaat secara luas bagi pendidikan.

    ReplyDelete
  22. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sang murid juga memiliki permintaan pada guru untuk memberikan kesempata untuk menyimpulkan pembelajarannya. Hal ini sudah semestinya dikabulkan oleh guru. Karena memang setiap murid yang belajar berhak merefleksikan apa yang Ia pelajari. Akan tidak baik bila guru yang menyimpulkan dengan kesimpulan yang tunggal dan mutlak. Hal ini akan menyia-nyiakan kemampuan muridnya. Hal ini dapat mematikan kreativitasnya. Berbeda jika murid diberi kebebasan untuk menyimpulkan sendiri. Sang guru akan tahu mana yang sudah paham dan mana yang belum. Sang guru akan tahu betapa beragamnya jawaban murid. Bahkan sang guru akan menemukan hal untuk menyempurnakan kesimpulan.

    ReplyDelete
  23. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca postingan di atas “Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika” dengan sangat jelas menggambarkan kondisi pembelajaran matematika bahwa guru kurang inovatif dan masih dominan serta masih menggunakan metode ceramah. Guru sebagai fasilitator belum sepenuhnya muncul, padahal siswa memiliki hak untuk mendapatkan pembelajaran dengan kegiatan yang menyenangkan, adanya variasi media dan metode, adanya LKS, modul dan buku yang beragam sebagai kegiatan dan sumber belajar. Beri waktu siswa belajar dengan dirinya sendiri. Jangan memaksa siswa, biarkan siswa mengerjakan sendiri dan menyimpulkan sendiri. Adakan kegiatan belajar kelompok agar siswa dapat saling berdiskusi.

    Elegi di atas dapat sangat dijadikan gambaran serta cermin bagi kita para calon guru matematika agar dapat menyajikan pembelajaran yang dapat memenuhi hak-hak siswa sehingga siswa mampu belajar dengan dirinya sendiri dan pembelajaran matematika dapat bermakna.

    ReplyDelete
  24. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika ini memberikan makna yang dalam sekali. Sebagai calon guru, saya menjadi paham bahwa masih sangat kurang bekal yang dimiliki saat ini. Banyak hal yang harus diperhatikan saat menjadi guru matematika nantinya. Menjadi seorang guru itu tidak hanya menyampaikan materi lalu memberikan tugas begitu saja. Seorang guru harus bisa membimbing siswa belajar dengan memperhatikan segala sesuatunya agar siswa bisa senang dan merasa tidak terbebani dengan apa yang kita sampaikan. Tentu itu bukan hal yang mudah. Maka dari itu sebagai calon guru harus benar-benar belajar banyak dan mempersiapkan semua apa yang dibutuhkan untuk bisa menjadi seorang guru seperti permintaan si murid cerdas tadi.

    ReplyDelete
  25. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    dalam suatu pembelajaran yang sudah dilaksanakan, memang kita perlu melakukan evaluasi. baik dari segi kemampuan anak dalam menyelesaikan soal, maupun dari segi psikologis anak. kita juga butuh tahu apakah gaya belajar anak sesuai dengan gaya mengajar kita. hal ini penting untuk menunang agar tercapainya kualitas pendidikan yang lebih baik. dengan begitu tentu siswa lebih terbuka dalam menyampaikan apa saja yang menjadi hambatannya dalam belajar.

    ReplyDelete
  26. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    siswa dalam pembelajaran juga harus melakukan adaptasi dengan gaya mengajar guru, disamping guru juga berusaha untuk menyesuaikan dengan gaya belajar siswa. dengan penyampaian permintaan anak, guru menjadi paham dengan apa saja kebutuhan sang anak. hal ini lebih mendekatkan siswa dengan guru secara emosional. denga bersikap lebih terbuka kepada guru, diharapkan siswa mampu menjadi nyaman dalam belajar dan lebih percaya diri dalam bertanya atau memberikan tanggapan.

    ReplyDelete
  27. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Guru yang venderung memperlihatkan kekuasaan yang mutlak atas peserta didik inilah sebenarnya guru yang mengajar dengan tipe otoriter. Guru tipe ini menganggap bahwa ruang kelas adalah wilayah kekuasaannya yang tidak dapat diusik oleh siapapun khususnya oleh siswa. Padahal seperti yang kita ketahui, pembelajaran yang baik yang akan mengaktifkan siswa yaitu dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Sehingga ada baiknya ketika kita menjadi guru yaitu dengan memberi ruang kepada peserta didik untuk memaksimalkan berkembangnya potensi positif pada dirinya dan selalu mendengar saran-saran dan penddapat siswa.

    ReplyDelete
  28. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi permintaan si murid cerdas kepada guru matematika. Dari apa yang dibicarakan antara guru dan murid dalam postingan tersebut, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran agar tercapai tujuannya, maka sangat penting dilakukan antara guru dan siswa untuk saling mengerti. Namun hal terpenting yang dapat dilakukan adalah bagaimana cara guru dalam menyampaikan meteri, membuat matematika itu bukan suatu yang menakutkan, melainkan membuat matematika itu menyenangkan. Membuat matematika itu bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari siswa, sehingga siswa akan senang belajar matematika. Guru harus bisa melakukan pendekatan terhadap siswanya. Siswa jangan dipaksa, namun siswa dibimbing bagaimana caranya agar bisa menerima pelajaran dengan ikhlas. Penguasaan guru dalam mengelola kelas juga penting diperhatikan, agar siswa tidak ada yang meras dipilih dan dikasih. Jadikanlah kelas menjadi aktif, jangan hanya menjadi guru yang pasif dengan hanya menyampaikan yang ada di dalam buku. Sehingga, jika semua itu sudah dimiliki oleh seorang guru, maka pembelajaran akan tercipta dengan baik.

    ReplyDelete
  29. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Matematika adalah pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa. Untuk menghapus anggapan - anggapan negatif tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Guru memerlukan persiapan untuk mendesain alur pembelajaran yang menarik, membuat siswa senang sehingga tidak membosankan, membuat siswa aktif dalam kegiatan matematika tidak lagi menjadikan guru sebagai pusat pembelajaran. Semua perubahan itu perlu proses dan dukungan dari berbagai pihak untuk menciptakan pembelajaran yang ideal dan harapan siswa.

    ReplyDelete
  30. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Mengajar merupakan aktivitas yang mengasikkan. Namun ternyata mengajar juga memiliki tanggungjawab yang berat. Ada banyak cara mengajar yang saya pelajari, namun cara mengajar yang menarik dan ingin sekali saya coba adalah mengajar seperti Plato. Cara Plato mengajar ialah berjalan-jalan di kebun, juga dalam mengajar seperti itu ia teruskan sistem dialog, bersoal-jawab, seperti yang dikemukakan oleh Socrates. Kadang-kadang pada sekelompok murid dikemukakannya suatu soal yang akan dipecah bersama-sama dengan bersoal-jawab oleh mereka. Lantas ia berjalan ke kelompok lain dengan mengemukakan pula sebuah soal yang harus mereka perbincangkan bersama-sama. Akhirnya Plato kembali kepasda kelompok yang pertama untuk mendengar jawaban mereka atas soal yang diajukan. Demikianlah seterusnya ia berkeliling. Cara mengajar ini juga sebenarnya sudah menjadi standar dalam pendidikan di Indonesia. Namun, dalam praktiknya entah kenapa tidak seperti cerita dalam cara mengajar Plato. Mencari esensi yang menghidupkan proses belajar mengajar Plato adalah suatu yang sangat menarik untuk diungkap.

    ReplyDelete
  31. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Belum terlambat menyadari keegoisan wahai para guru. Guru seharusnya jangan egois karena akan menjadikan siswa tertekan. Guru yang egois akan memaksa siswanya mengerjakan apa yang diperintah oleh guru. Padahal itu merupakan kesadaran siswa itu sendiri. sehingga jangan membuat siswa tertekan.

    ReplyDelete
  32. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Secara umum, ada tiga bekal yang harus dimiliki seseorang untuk dapat menjadi seorang guru yang baik. Tiga hal ini apabila dimiliki seseorang yang bermaksud untuk menjadi seorang guru akan mengantarkan orang ini mendapatkan kesuksesan dalam proses pengajarannya. Tiga bekal yang dimaksud di sini adalah: (1) kompetensi yang cukup (2) kreatifitas yang memadai sehingga gaya mengajarnya guru tersebut bervariasi, dan (3) memiliki sifat ikhlas dan mau mendoakan kesuksesan pada anak didiknya. Dengan begitu, guru tersebut akan siap menghadapi siswa dengan karakteristik yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  33. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hampir sebagian besar siswa menganggap belajar matematika adalah suatu hal yang sangat membosankan. Hal ini dikarenakan masih banyak guru matematika yang mesih menggunakan metode ceramah dan juga sangat minim menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran. Tugas guru matematika saat ini adalah mengubah kesan belajar matematika yang semula menakutkan menjadi menyenangkan bagi siswa.

    ReplyDelete
  34. Jum’at, 19 Mei 2017
    EKA RETNO SARI (14301241013)
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Semoga tulisan ini dapat membuka mata para pembaca yang tengah menjalankan peran sebagai pendidik di luar sana, serta mengarahkan kami selaku calon pendidik untuk mengikuti perkembangan yang ada. Berbekal pengetahuan tentang pembelajaran saintifik yang dapat ‘memanusiakan’ siswa, saya berharap jika tiba masanya nanti generasi kami telah benar-benar diberi amanat sebagai guru, dapatlah mengimplementasikan pembelajaran dalam tulisan ini demi tercapainya tujuan pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  35. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Menjadi seorang guru matematika memang tidak mudah. Kita harus mengerti betul tentang siswa. Bagaimana pengetahuan awalnya, bagaimana cara dia belajar, apa kebutuhannya, bagaimana mengajarkan konsep agar dia paham, dll. Sebagai guru dituntut untuk kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, dalam melaksanakan pembelajaran, guru seharusnya menggunakan berbagai macam metode pembelajaran, perangkat pembelajaran yang dibuat juga harus memfasilitasi siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri, agar pembelajaran bisa bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  36. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca tulisan Bapak, sejujurnya membuka pikiran saya mengenai bagaimana seharusnya menjadi guru yang dapat menjadi panutan, tidak memikirkan diri sendiri, dan dengan keihklasan memfasilitasi siswa untuk mendapatkan pengetahuannya, sehingga terbentuk pembelajaran yang bermakna. Guru tidak langsung memberikan ilmu nya namun guru memancing siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya melalui LKS yang diberikan dan fasilitas fasilitas lainnya.

    ReplyDelete
  37. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tulisan Bapak ini benar benar saya alami ketika saya berada di bangku sekolah SMP, dimana saat itu pelajaran yang saya terima adalah kami (yang saat itu menjadi siswa) harus menghafalkan rumus rumus tanpa kami tau asalnya dari mana, kami berangkat sekolah untuk mendengarkan bukan untuk menambah pengalaman dan mencoba suatu hal yang baru, kami yang terlihat baik atau buruk dari hasil ujian. Disadari atau tidak hal itu sering kita jumpai pada proses pembelajaran, dimana guru hanya berorientasi pada hasil dan menyampingkan proses. Proses ini sebenarnya sangat penting untuk siswa sehingga siswa dapat memahami materi yang diajarkan dan tidak hanya memikirkan bagaimana bisa mendapatkan nilai bagus, ketika orientasi nya pada hasil saja maka siswa seringkali berbuat curang agar mendapatkan hasil yang bagus seperti mencontek dll. pembelajaran yang seperti itu harus di ubah dan diperbaiki dimana orientasi nya pada proses bagaimana siswa mengkonstruk pengetahuannya.

    ReplyDelete
  38. ORIZA DEVI FERBINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    saya setuju dengan tulisan Bapak, dimana jadilah guru yang tidak menggurui, membuat siswa nyaman bukan dengan kesombongan, guru sebenarnya juga masih dalam tahap belajar. menjadi guru itu sulit sehingga butuh latihan, persiapan, dan pengalaman banyak.
    Guru dapat menciptakan proses pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa, dengan inovasi inovasi metode dan media pembelejaran yang diberikan, ketika siswa telah merasa senang maka mitos matematika yang begitu menakutkan bagi siswa dapat terbantahkan, siswa akan lebih tertarik dan selalu ingin belajar matematika.
    Guru diharapkan dapat menghargai siswa dengan melakukan proses pembelajaran yang melibatkan siswa didalamnya, bukan dengan secara langsung memberikan ilmunya, dan dalam proses pembelajaran terkadang hal hal kecil dapat mempengaruhi siswa daalam belajar, dengan guru dapat menyebutkan nama siswa dengan benar itu merupakan suatu penghargaan tersendiri bagi siswa, karna siswa terlihat ada dikelas, terkadang guru hanya berfokus pada siswa siswa yang duduk dibarisan depan dan juga siswa siswa yang aktif, siswa yang kurang aktif terasa tidak dianggap karena tidak dituntun dalam mengikuti proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  39. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjadi seorang guru memang tidak mudah, dimana kita harus memfasilitasi siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya, in the real siswa memiliki sikap dan sifat yang berbeda beda, hal itu merupakan suatu tantangan bagi kita sebagai calon guru. Perlu adanya effort dan pengalaman yang banyak untuk dapat menjadi guru yang profesional. matematika yang dianggap menjadi momok yang menakutkan bagi siswa membuat guru harus berpikir bagaimana membuat anggapan itu terbantahkan, salah satunya dengan selalu terus belajar dan tidak malas melakukan inovasi pembelajran dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang telah dipelajari. dan satu hal yang paling utama adalah niat ikhlas lillahita'ala untuk mentransfer ilmu kepada siswa dengan guru sebgai fasilitatornya.

    ReplyDelete
  40. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    guru dan siswa saling melengkapi dalam proses pembelajaran. pendidikan tidak akan terlkasana jika tidak ada keduanya. menjadi guru bukan hanya memberikan ilmu pengetahuannya, namun bagaimana menciptakan suasana belajar yang inovatif dan menyenangkan agar siswa merasa nyaman saat belajar.

    ReplyDelete
  41. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A

    Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca artikel Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru, saya menyadari bahwa tugas seorang guru tidak hanya mengajarkan suatu konsep sehingga siswa mampu menguasai dan menerapkan konsep tersebut saat ujian seperti yang banyak terjadi termasuk ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah. Guru hendaknya mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan psikologis siswa, bahan ajar yang dibutuhkan siswa, pengelolaan kelas yang baik, metode yang memfasilitasi berbagai macam karakteristik siswa, mampu menggali dan mengenali segala potensi pada siswa, memberikan sumber belajar yang memadai untuk siswa, memberikan ruang untuk siswa menampilkan segala hasil belajarnya, mampu mengapresiasi segala pencapaian muridnya, menciptakan suasana belajar yang menarik bagi siswa dan menjadi fasilitator yang mampu memberdayakan siswa sehingga siswa dapat membangun konsep yang mereka pelajari secara mandiri. Hal tersebut memang berat, namun dengan niat dan keikhlasan mendidik, insyaallah akan diberi kemudahan oleh ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  42. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika memang bukan tentang menghitung dan bagaimana mendapatkan nilai yang sempurna. Belajar mamtematika adalah tentang keiklhasan dan kebahagiaan anak untuk mencintai, merasakan matematika sebagai bagian dalam hidupnya yang ia butuhkan, dan sebagai jalan mereka untuk mencapai tingkatan berpikir yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  43. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Belajar matematika adalah belajar keterkaitan, mengaitkan apa yang sudah dimengerti terhadap apa yang akan dipelajari dan apa yang dipelajari di kelas hendaknya dapat terintegrasi dengan aktivitas-aktivitas sehari-hari siswa sehingga siswa dapat merasakan secara langsung bahwa apa yang mereka dapat tidak berhenti pada nilaia di atas kertas.

    ReplyDelete
  44. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjadi guru yang bijak memang tidak boleh menjudge kemampuan setiap anak yang berbeda-beda dengan cemoohan yang dapat menurunkan motivasi belajarnya. Dengan kemampuan apapun, siswa berhak mendapatkan pembelajaran yang sama, yang tentunya dapat mengupgrade kapasistas kemampuan mereka. Guru adalah fasiltator yang harusnya memberikan fasilitas dan kesempatan anak untuk belajar dan mengembangkan kemampuan dirinya.

    ReplyDelete
  45. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menilik perkembangan pendidikan saat ini, guru matematika harusnya mampu membawa siswa untuk menguasai kemampuan abad 21 yakni berpikir kreatif, berpikir kritis, kerjasama, dan komunikasi. Desain pembelajaran yang baik adalah desain pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut dan mendorong siswa menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi era kekinian.

    ReplyDelete
  46. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang otoriter tidak akan memberikan siswa kesempatan untuk berkembang. Siswa hanya akan terus terlkungkung pada apa yang dikatakan oleh gurur sehingga pemikiran siswa hanya statis dan tidak akan dapat menghadapi persaingan global. Pembelajaran hendaknya membuat siswa merasa bebas mengemukakan ide gagasan maupun menggali pengetahuan sehingga apa yang mereka pelajari akan lebih bermakna untuk perkembangan kognitif dan mental siswa.

    ReplyDelete
  47. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjadi guru memang tidak mudah, mengukur keberhasilan suatu pembelajaran bukan hanya melalui seberapa banyak siswa yang mampu mengerjakan soal yang sulit dan seberapa banyak soal-soal yang dikerjakan oleh siswa. Akan tetapi, seberapa luas pengetahuan siswa, seberapa mampu siswa mengomunikaiskan ide gagasannya, seberapa kuat literasi matematisnya, seberapa mampu siswa merepresentasikan soal, dsb. Memberikan soal yang sulit dengan niat menghukum bukan lagi menjadi cara terbaik, siswa hanya akan fokus pada soal yang diberikan tanpa mengetahui asal muasal rumus yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut.

    ReplyDelete
  48. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru yang baik harus mampu melakukan inovasi-inovasi mengenai apa yang dibutuhkan oleh siswa. Kekurangan-kekurangan pembelajaran yang berada di kelas dapat diangkat menjadi topik tulisan dan diberikan inovasi pembelajaran untuk mengatasi maslah yang ada.

    ReplyDelete
  49. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kepercayaan guru terhadap siswa juga akan memberikan pengaruh yang positif terhadap kepercayaan diri siswa dan motivasi siswa untuk belajar. Memberikan kepercayaan kepada siswa bukan berarti guru melepaskan tangungjawabnya, akan tetapi guru hanya memberikan stimulus yang ruang untuk siswa dapat mengembangkan diri dan belajar secara mandiri dengan tetap pada koridor guru

    ReplyDelete
  50. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam proses pembelajaran siswa dan guru merupakan komponen yang sangat penting. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang didinginkan seringkali guru menggunakan berbagai macam metede maupun strategi pembelajaran untuk menunjang ketercapaian tujuan tersebut. Dalam penerapan strategi maupun metode seorang guru harus memperhatikan setiap karakter yang dimiliki siwanya sehingga tercipta pembelajarn aktif, kreativ dan inovatif. Selama pembelajaran berlangsung hendaknya guru berperan sebgai fasilitator yang memberikan kebebasan kepada siswa dalam memahami suatu konsep. Guru dapat memfasilitasi siswa dalam belajar menggunakan RPP yang fleksibel, memberikan waktu sejenak bagi siswa untuk saling berdiskusi, menggunakan alat peraga yang beraneka ragam, metode yang bervariasi, LKS yang inovatif, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan sendiri.

    ReplyDelete
  51. Muhammad Nur Fariza
    14391241024
    S1 pendidikan matematika 2014

    Sang murid cerdas meminta waktu diskusi kepada gurunya. Menurut saya sang guru akan mengabulkan permintaan itu. Dikarenakan dalam matematika komunikasi jadi hal yang sangat penting seperti tertulis dalam NCTM tahun 2000. Di dalamnya ada dua keuntungan yakni berkomunikasi untuk belajar matematika dan belajar untuk berkomunikasi secara matematis. Insyaallah dengan diskusi akan memfasilitasi komunikasi dalam kelas matematika.

    ReplyDelete
  52. Muhammad Nur Fariza
    14391241024
    S1 pendidikan matematika 2014

    Penilaian yang komprehensif merupakan hal yang harus dipenuhi oleh guru. Apabila guru hanya menilai dari satu atau test saja maka guru tidaklah bisa menilai proses belajar dalam satu semester maupun setahun. Dari penilaian yang komprehensif guru dapat mengetahui peningkatan muridnya pada setiap waktu yang ditentukan dan dari berbagai variabel kemampuan murid. Sehingga hasilnya akan lebih akurat untuk menilai miridnya.

    ReplyDelete
  53. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Penting untuk menyadari bahwa belajar adalah kebutuhan dan keinginan individu siswa. Maka sebagai guru kita harus bisa memotivasi dan membuat siswa paham bahwa ia membutuhkan pelajaran.

    ReplyDelete
  54. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Manjadi guru yang ideal dalam melaksanakan pembelajaran memang tidaklah mudah sesuai dengan kriteria yang disebutkan. Hal ini dikarenakan masih adanya guru yang menggunakan metode pembelajaran tradisional sehingga membuat siswa hanya menjadi obyek dalam pembelajaran, siswa tidak pernah diberi kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri. Oleh karena itu, sudah waktunya untuk melakukan perubahan paradigma dari teacher center menjadi student center, dimana guru sebagai fasilitator bukan lagi seseorang yang mentransfer ilmunya kepada siswa. Dengan demikian proses pembelajaran yang diidamkan siswa, yang memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya melalui metode pembelajaran yang bervaiasi. Guru harus belajar dari bagaimana siswanya belajar, kepekaan harus diasah untuk melihat perkembangan siswanya.

    ReplyDelete
  55. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kecemasan matematika sangat nyata dan terjadi di antara ribuan orang. Sebagian besar kegelisahan ini terjadi di kelas karena kurangnya pertimbangan gaya belajar yang berbeda dari siswa. Saat ini, kebutuhan masyarakat memerlukan kebutuhan yang lebih besar untuk matematika. Matematika harus dipandang secara positif untuk mengurangi kecemasan matematika. Oleh karena itu, guru harus memeriksa kembali metode pengajaran tradisional yang sering tidak cocok dengan gaya belajar siswa dan keterampilan yang diperlukan dalam masyarakat. Pelajaran harus disajikan dalam berbagai cara. Misalnya, konsep baru dapat diajarkan melalui bermain akting, kelompok koperasi, alat bantu visual, kegiatan nyata dan teknologi. Akibatnya setelah siswa melihat matematika menyenangkan, mereka akan menikmatinya, dan matematika yang menyenangkanbisa tetap bersama mereka sepanjang hidup mereka.

    ReplyDelete
  56. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kecemasan matematika adalah hal yang sulit untuk ditaklukkan, karena tidak seperti bentuk kecemasan lainnya, Anda tidak bisa mengajarkan seseorang untuk sepenuhnya menghindari kecemasan jika mereka berjuang untuk memecahkan masalah. Beberapa tingkat kecemasan adalah alami, dan beberapa orang percaya bahwa terlalu percaya diri (yaitu, tidak mempunyai kecemasan) dapat menyebabkan masalah juga. Tidak banyak guru yang memberikan penjelasan rasional pada siswanya mengapa mereka harus belajar matematika. Hal tersebut menyebabkan banyak siswa yang mempunyai persepsi bahwa belajar matematika itu tidak berguna, ruwet, dan mempersulit diri.

    ReplyDelete
  57. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pada elegi ini mengajarkan kepada kita bahwa sungguh masih banyak kekurangan kita sebagai guru, sungguh masih banyak realisasi kita belum terlaksana sebagai guru. Maka marilah kita belajar dari kekuranagn kita berdasarkan elegi ini agar kelak kita mampu menjadikan diri lebih baik lagi Memang jika ingin menjadi guru harus banyak belajar, bahkan saat kita sudah menjadi seorang guru sekalipun kita tetap dituntut untuk belajar. Tuntutan yang sudah diatur dari pemerintah pun semakin mempersulit guru-guru untuk lebih mengeksplore kelasnya menjadi lebih baik, bahkan susah membuat pembelajaran matematika di kelas menjadi menyenangkan

    ReplyDelete
  58. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Siswa menyimpan begitu banyak harapan dari gurunya. Dari sekian banyak poin yang ditampilkan dalam artikel ini, saya menggarisbawahi satu poin, bahwa guru harus merubah paradigmanya dari transer of knowledge menjadi to facilitate. Memfasilitasi bukan sekedar guru diam dan membiarkan siswa bekerja mandiri. Memfasilitasi berarti guru harus bisa menjadi sumber ilmu saat siswa bertanya, menjadi pelayan saat siswa membutuhkan bantuan pembelajaran, menjadi teman saat siswa ingin berdiskusi, dan menjadi orang tua yang dapat memonitor sikap siswa.

    ReplyDelete
  59. Diharapkan guru tidak dominan untuk menjelasakan atau menerangkan suatu materi matematika. Guru haruslah dapat menyediakan kesempatan siswa mengeksplorasi agar dapat mengkonstruk pengetahuannya dengan cara menyediakan media atau sumber penegtauan atau aktivitas yang harus dilakukan siswa melalui lembar kegiatan. Pembelajaran haruslah berpusat pada siswa, guru berperan dengan memberi scaffolding jika siswa membutuhkan bantuan karena guru berperan sebagai fasilitator, sebagai sumber ajar dan memonitor siswa agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya agar pembelajaran bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  60. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Pendidikan itu sejatinya bukan merupakan proses mentransfer ilmu atau pengetahuan, namun lebih kepada bagaimana siswa dapat mengkonstruk pengetahuannya sendiri. pembelajaran yang dilakukan berpusat pada siswa. guru sebagai fasilitator memberikan Lembar kegiatan siswa sebagai acuan siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya. ketika siswa langsung diberikan rumus rumus secara instan itu sama saja membunuh kreatifitas dan pemikiran siswa, efeknya siswa akan malas berpikir, tidak terlatih dalam menganallisis suatu permasalahan dan lemahnya kreatifitas siswa, maka dari itu proses pembalajran dengan memberikan kesempatan siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri itu penting dilakukan.

    ReplyDelete
  61. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi tersebut mengingatkan kita akan tanggung jawab dan profesionalisme guru. Ternyata, guru memiliki tanggung jawab yang cukup besar, tidak hanya sekedar memberikan ilmu pengetahuan (mengajar), melainkan sebagai pendidik, pelatih, inovator, fasilitator, mediator, maupun elevator. Sebagai pendidik profesional, guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan. Suatu keberhasilan pendidikan tidak hanya ditinjau dari banyaknya materi yang diajarkan, kecepatan dalam mengajar, hafal rumus-rumus pelajaran, memberi bekal soal yang banyak, nilai yang tinggi, melainkan lebih berorientasi pada proses pendidikan tersebut yang lebih mengutamakan pada keaktifan dan keterampilan peserta didik.

    ReplyDelete
  62. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas dan kuantitas pengajaran. Untuk memenuhi hal tersebut, guru dituntut mampu memberikan rangsangan kepada siswa, sehingga siswa merupakan subjek utama dalam belajar yang merencanakan, aktif, dan termotivasi belajar dari dirinya sendiri. Selain itu, guru mampu tanggap terhadap perubahan-perubahan baik ilmu pengetahuan maupun teknologi yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

    ReplyDelete
  63. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada umumnya di sekolah-sekolah seringkali guru yang lebih aktif dan siswa hanya cenderung menerima serta patuh, sehingga adanya pandangan siswa hanyalah robot pendidikan. Maksudnya, tingkat ketergantungan siswa kepada guru sangatlah tinggi. Hal ini sungguh ironis dan menjadi tantangan yang besar bagi kita. Muncul suatu pertanyaan, siapakah yang salah dalam hal ini? Kita tidak bisa menyalahkan salah satu faktor saja, misalnya guru, media, metode, kurikulum atau siswa. Karena pembelajaran merupakan suatu proses hubungan timbal balik atau interaksi antara guru dan siswa serta kerja sama unsur pendukung lainnya. Sehingga dalam proses belajar mengajar diibaratkan menjadi satu kesatuan anggota tubuh yang tak terpisahkan.

    Oleh karena itu, kita sebagai calon guru, hendaknya sebagai penggerak revolusi paradigma pembelajaran menuju pembelajaran inovatif.
    Bagaimana langkah kita untuk mengikis metode pembelajaran yang tradisional ke arah pembelajaran yang inovatif?

    ReplyDelete
  64. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi tersebut, diungkapkan tentang keresahan seorang murid yang cerdas. Keresahan tentang bagaimana seharusnya pembelajaran di dalam kelas yang seharusnya berpusat kepada murid, tetapi masih secara konvensional, yaitu berpusat kepada guru. Murid tersebut mengungkapkan keinginannya, agar ilmu yang ia peroleh merupakan ilmu yang ia bangun sendiri. Sehingga ilmu tersebut akan terus melekat pada murid tersebut.

    ReplyDelete
  65. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca artikel tersebut, saya pun menyadari bahwa menjadi seorang guru tidak mudah. Terutama guru yang berperan sebagai fasilitator. Guru dituntut untuk mampu bersikap tidak egois seperti yang sudah sudah yang lebih memilih metode ceramah dalam suatu pembelajaran. Keegoisan guru tersebut adalah membatasi kreatifitas siswa, sehingga siswa hanya menjadi objek, bukan subjek dari suatu kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  66. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum terbaru yang telah disusun untuk memenuhi kebutuhan siswa. Hal ini sesuai dengan apa yang ada dalam elegi murid cerdas tersebut. Dikatakan bahwa dalam elegi tersebut, murid ingin membangun pengetahuannya sendiri, beraktivitas secara mandiri dan berkelompok, tidak terkekang oleh guru yang hanya menjelaskan di depan kelas dan sebagainya. Hal ini sama seperti yang ada dalam Kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  67. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Murid cerdas adalah murid yang memiliki kemampuan intelektual atau taraf inteligensi yang unggul. Dengan keunggulan ini ia di harapkan memiliki peluang besar untuk mencapai prestasi tinggi dan menonjol didalam bidang pekerjaanya. Murid yang cerdas adalah murid yang mampu menyesuaikan raga dan pikirannya dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  68. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Elegi yang menjadi pengingat untuk para guru agar tetap menjadi pendidik yang baik, memfasilitasi murid agar murid dapat belajar sebagai mana mestinya tanpa harus memaksakan siswa untuk belajar, tapi membimbing siswa untuk dapat belajar secara bermakna. Membaca elegi ini selalu menjadi motivasi saat belajar bagaimana cara menajdi pengajar yang baik. Seorang guru tidak boleh egois dalam mengajar, harus memperhatikan kebutuhan siswa, media, pengetahuan awal dan cara interaksi yang baik agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan siswa dapat belajar dengan baik.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  69. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Membaca elegi ini membuat para calon guru memiliki kesadaran untuk menjadi guru yang baik membutuhkan banyak hal, menjadi guru tidak sebatas mentransfer ilmu kepada murid, tetapi juga tentang menumbuhkan dan menjaga ilmu yang ada dalam benak siswa. Sehingga ilmu yang telah didapat siswa bisa bermanfaat untuk sekitarnya. Selain itu guru sendiri juga akan mendapat manfaat, semakin banyak pengalaman mengajar seseorang akan semakin banyak hal yang dapat dilakukan oleh guru.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  70. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Elegi yang sesuai untuk dibaca oleh guru dan juga murid. Elegi yang mampu menjadi pengingat bagi para guru tentang tugas dan kewajibannya sebagai guru, juga sebagai contoh bagi para siswa agar lebih kritis dan bisa menjadi pengingat bagi gurunya. Sebagai ssiwa hendaknya mengetahui apa yang harus ia dapatkan dan apa yang menjadi tugasnya sebagai siswa. Dapat menerima pembelajaran dengan baik serta mengembangkannya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  71. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Siswa yang cerdas secara intelektualitasnya sangat mempermudah guru dalam memberikan pelajaran, namun akan lebih baik siswa yang memiliki kecerdasan akhlak dan tingkah laku.

    ReplyDelete
  72. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Di sekitar kita banyak contoh membuktikan bahwa orang yang memiliki kecerdasan otak saja belum tentu sukses berkiprah di dunia pekerjaan. Kebanyakan program pendidikan hanya berpusat pada kecerdasan akal atau sering disebut dengan intelegence question (IQ) padahal yang diperlukan sebenarnya adalah bagaimana mengembangkan kecerdasan hati, seperti ketangguhan, inisiatif, optimisme, kemampuan beradaptasi yang kini telah menjadi dasar penilaian baru.

    ReplyDelete
  73. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Hakekat pendidikan itu adalah kegiatan jangka panjang. Cepat dan tergesa-gesa itu artinya tidak teliti dan memaksa.” Benar sekali tentang hal tersebut, akan tetapi menjadi dilemma jika guru dituntut untuk membuat nilai UN siswa harus baik semua. Sehingga materi harus cepat-cepat dihabiskan tanpa memperdulikan siswa yang masih kesulitan dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  74. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Hakekat belajar itu adalah kebutuhan dan kesadaran siswa, dan bukanlah kewajiban, Siswa diarahkan untuk bisa mencintai matematika sehingga dalam bawah sadarnya mengatakan matematika adalah suatu kebutuhannya dengan sadar.

    ReplyDelete
  75. 58. Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika
    https://powermathematics.blogspot.co.id/2010/08/elegi-permintaan-si-murid-cerdas-kepada.html

    KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    “Ketahuilah wahai guru, jikalau engkau renungkan, maka hakekat membimbing adalah memberdayakan siswa. Sudahkah kegiatan membimbingmu memberdayakan siswa? Saya khawatir jangan-jangan niatmu membimbing, tetapi yang terjadi sebetulnya justeru membuat siswamu tidak berdaya.” Tanpa sadar, bisa saja kita melakukan hal ini sehingga bisa membuat siswa tidak nyaman.

    ReplyDelete
  76. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Inilah refleksi sesungguhnya seorang guru yang menyadari bahwa dirinya tidak pantas melakukan hal ini. “Selama ini aku telah berpura-pura menjadi manusia setengah dewa dihadapanmu.” Guru harus tetap membumi untuk melayani kebutuhan siswanya dalam belajar. Guru bukan untuk ditakuti tapi untuk dihormati karena jasa-jasanya.

    ReplyDelete
  77. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Siswa akan merasa bangga dan termotivasi atas prestasi guru-gurunya. Karya ilmiah guru bisa dipresentasikan di seminar nasional/internasional dan bisa dipublsih di internet sehingga siswa akan mengetahui bahwa gurunya adalah guru yang benar-benar pantas menjadi motivasinya untuk selalu belajar matematika.

    ReplyDelete
  78. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Jangan pula engkau pura-pura memberi soal yang sangat sulit kepadaku padahal engkau sesungguhnya bermaksud untuk menghukumku.” Soal yang berupa pengembangan bisa diberikan kepada siswa yang sudah di atas KKM sedangkan soal yang taraf sedang diberikan kepada siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM.

    ReplyDelete
  79. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saat dilakukan diskusi kelompok maka sepenuhnya waktu yang diberikan itu untuk siswanya. Guru harusnya sudah memberikan semua petunjuk pada awal sebelum melakukan diskusi kelompok. Hal ini agar siswa fokus dengan apa yang mereka kerjakan.

    ReplyDelete
  80. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Maka sesungguh-sungguhnya dirimu sebagai guru akan menghadapi murid-muridmu sebanyak empat puluh ini, juga sebanyak empat puluh macam yang berbeda-beda. Oleh karena itu aku memohon agar engkau jangan hanya menggunakan metode tunggal dalam mengajarmu, supaya engkau dapat membantu belajarku.” Berdasarkan tulisan tersebut kita tahu bahwa di kelas terdapat banyak siswa denga berbeda karakter dan cara belajar. Dengan menggunakan metode yang bervariasi maka akan bisa membantu siswa dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  81. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Pak Guru, aku ingin sekali tempo juga belajar di luar kelas. Kelihatannya belajar diluar kelas udaranya lebih segar dan menyenangkan.” Pembelajaran memang sejatinya tidak hanya berkutat di dalam kelas tapi bisa di luar kelas. Hal ini sesuai yang telah Bapak Prof. Marsigit ajarkan kepada kami dalam pembelajan etnomatematika di Candi Prambanan, Candi Borobudur, dan Kraton Yogyakarta.

    ReplyDelete
  82. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru perlu membuat wadah yang berisi pengetahuan-pengetahuan yang bisa diakses siswanya di manapun ia berada. Website atau blog dapat menjadi solusi untuk hal tersebut sehingga siswa bisa belajar tanpa harus di dalam kelas. Hal ini sesuai dengan perkembangan teknologi sekarang ini dan disandingkan dengan pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  83. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dari elegi ini yang dapat saya peroleh adalah sebagai guru kita harus lebih terbuka kepada siswa.
    Lebih memberikan kebebasan siswa dalam berfikir, serta bagaimana sebagai guru kita memberikan pembelajaran yang bermakna kepada peserta didik. Berusaha semaksimal mungkin tidak mendzolimi siswa dalam proses belajar mengajar.
    Initinya bagaimana keseimbangan antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai dengan baik, tidak merugikan pihak manapun.

    ReplyDelete
  84. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sungguh banyak hal yang harus dipersiapkan seorang guru jika ingin menjadi guru idaman bagi siswa-siswanya. Suatu hal yang tidak mudah akan tetapi akan lebih terasa mudah jika dengan keikhlasan hati.

    ReplyDelete
  85. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kebutuhan siswa saat ini sangat didukung dengan adanya kurikulum 2013. Siswa tidak hanya mendengarkan ceramah guru akan tetapi siswa bisa lebih aktif menggali ide-idenya dengan luas

    ReplyDelete
  86. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dari elegi ini memberikan bagaimana gambaran pembelajaran yang seharusnya dilakukan.. Dalam proses pembelajaran hendaknya guru dapat mengembangkan dan memberdayakan kemampuan siswa sehingga proses pembelajaran diharapkan bisa memberikan peran yang lebih besar kepada siswa untuk melaksanakan aktivitas belajar mereka. Pada zaman modern ini hendaknya guru mampu mengubah paradigma dari teacher centered menjadi student centered, peran guru sebagai fasilitator bukan lagi seorang yang mentransfer ilmunya kepada siswa sehingga mengarahkan guru bahwa dalam proses pembelajaran, siswa adalah sebagai subyek pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk aktif melalui metode pembelajaran yang bervaiasi akan lebih membantu siswa untuk dapat membangun pengetahuan matematikanya sendiri.

    ReplyDelete
  87. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari Elegi di atas si Murid meminta agar pelajaran matematika itu menyenangkan, memberi semangat, dan bermanfaat, serta mudah dipelajari. Dari hal tersebut dapat menggambarkan pelajaran matematika beberapa tahun belakang bahkan sampai saat ini. Pelajaran matematika begitu membebani dan menjadi momok yang menakutkan bagi si Murid, dan itupun pernah saya alami dulu ketika masih sekolah. Pelajaran matematika yang ada saat itu ‘hanya’ berkutat pada bilangan-bilangan dan rumus, padahal definisi yang sesungguhnya dari matematika untuk siswa SD atau SMP adalah “Mathematics is an activity” seperti yang disampaikan di kuliah Prof. Marsigit. Maka dari itu, pelajaran matematika yang sesungguhnya ialah kegiatan yang dilakukan oleh mereka untuk dapat mengkonstruk ilmunya sendiri, bukan diberikan matematika formal karena tidak sesuai dengan perkembangan kognitif mereka.

    ReplyDelete
  88. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Banyak hal yang dapat dipelajari dari Elegi tersebut. Sebagai guru dan calon guru nantinya hendaklah kita menyadari peran kita yaitu sebagai fasilitator atau pemberi fasilitas kepada siswa. Maka kita harus dapat berlaku adil dan tidak pilih kasih terhadap semua siswa yang berhak diberi fasilitas, tidak hanya pada siswa yang pandai saja, tetapi kepada semuanya. Memberikan beragam kegiatan matematika, tidak hanya berceramah dan menggurui mereka karena sikap itu terkesan sombong. Astaghfirullah.

    ReplyDelete
  89. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Cara pandang atau paradigma seorang guru terhadap pelajaran matematika tetunya sangat berpengaruh terhadap bagaimana mereka mengajarkan matematika terhadap murid-muridnya. Seperti elegi di atas, Guru Matematika tersebut masih menganut paradigma yang beranggapan bahwa belajar adalah “transfer of knowledge” maka cara mengajar guru itu hanya berceramah dan mentransfer ilmunya kepada murid-murid. Maka, seperti yang Orang Tua Berambut Putih sampaikan, hijrahlah, berubahlah, dan bergeraklah dari paradigma lama ke paradigma yang memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan siswa yang dapat membantu siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Hakekat ilmu itu diperoleh dengan cara berinteraksi antara teori dan praktek, antara guru dan murid, antara siswa dan siswa, maka bangunlah hubungan yang harmonis antara subyek dan obyek itu secara aktif bukan pasif.

    ReplyDelete
  90. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah saya membaca tulisan diatas yang berjudul “Elegi Permintaan Si Murid Cerdas kepada Guru Matematika”, saya menyadari banyaknya hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan guru dalam melakukan pembelajaran dikelas. Guru harus mampu menjadi fasilitator yang dapat membantu siswa agar dapat mengkonstruk sendiri pengetahuannya. Guru harus dapat menciptakan suasana kelas yang menjadikan siswa sebagai pusat dari pembelajaran. Guru juga harus mampu menerapakn metode dan strategi-strategi agar siswa yang diajar menjadi tertarik dan termotivasi untuk mempelajari matematika

    ReplyDelete
  91. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bukanlah suatu hal yang mudah menjadi seorang guru. Guru harus mempertimbangkan kemampuan siswa, sifat, dan minat siswa yang beranekaragam sehingga dapat tercipta suatu pembelajaran yang ideal. Teknologi yang serba canggih juga harus dikuasai oleh guru agar pemikiran guru menjadi terbuka lebar sehingga proses pembelajaran yang tradisional/konvensional dengan metode kuno tidak lagi menjadi sesuatu yang harus dilakukan. Guru tidak harus menekankan metode ekspositori/ ceramah yang membuat siswa tidak tertarik dan tidak tertantang mempelajari matematika. Metode ceramah sudah bukanlah hal yang baik dilakukan dalam proses pembelajaran karena informasi diberikan oleh guru tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri informasi yang ingin diperolehnya, sehingga dapat memunculkan rasa malas dan berkurangnya rasa keingintahuan siswa.

    ReplyDelete
  92. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seperti yang disampaikan oleh Orang Tua Berambut Putih dan Prof. Marsigit dalam kuliahnya, beliau selalu menyampaikan bahwa LKS merupakan sarana atau wahana bagi siswa untuk melakukan berbagai macam kegiatan yang bertujuan untuk menemukan konsep matematika dan berguna dalam mengkonstruk pengetahuan siswa, tidak hanya kumpulan soal-soal saja. Maka sesungguhnya guru sendirilah yang membuat LKS sesuai dengan apa yang siswa butuhkan, bukan dengan cara membeli. Selain itu, menurut saya pun LKS merupakan ide guru dalam rangka memfasilitasi siswa untuk dapat mengkonstruksi pengetahuannya yang dituangkan dalam bermacam aktivitas. Oleh karena itu, LKS yang dikembangkan oleh setiap guru akan berbeda sesuai dengan ciri mereka masing-masing.

    ReplyDelete
  93. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca artikel di atas, saya menjadi paham bahwa pada saat ini metode mengajar tradisional yaitu metode mengajar dengan guru sebagai sumber belajar utama dan selalu memberikan ceramah dan siswa sebagai obyek dalam proses belajar sudah tidak sesuai lagi karena metode tersebut akan menyebabkan guru menjadi terkesan sombong, selain itu partisipasi dan kemampuan siswa tertutupi. Guru masa kini dituntut untuk menjadi guru yang demokratis, tidak lagi otoriter , maksudnya guru memberi kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan menemukan kesimpulan dan informasi sendiri tidak hanya mendapatkannya dari guru, dengan menemukan sendiri maka pengetahuan itu akan lebih awet diingat. Guru tidak dapat memaksakan kepada siswa untuk suka terhadap pelajaran matematika, karena kesenangan itu tidak dapat dibuat oleh guru melainkan kesenangan itu berasal dari dalam siswa itu sendiri yang menerima pelajaran matematika dengan ikhlas. Guru juga dituntut bersikap adil pada siswa, tidak menganggap remeh siswa yang nilainya jelek dan tidak telalu memuji siswa yang nilainya bagus.

    ReplyDelete
  94. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saat ini siswa perlu diberi kesempatan untuk dapat berpartisipasi secara aktif di kelas, bukan hanya sebagai penonton saat guru menerangkan materi pelajaran. Dengan metode pembelajaran inovatif maka hal tersebut akan dapat tercapai. Metode pembelajaran inovatif adalah metode pembelajaran dimana siswa adalah subjek dari pembelajaran, dan guru hanyalah fasilitator atau yang memfasilitasi siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  95. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode inovatif yang digunakan guru di kelas dapat ditambah dengan blog atau website yang dapat menjadi tempat siswa memperdalam pelajaran matematika. Selain itu guru dapat membuat LKS atau modul sendiri yang dapat digunakan instrumen belajar, berlatih dan ekslorasi anak di bidang matematika. itulah yang dapat saya pahami setelah membaca elegi diatas. Semoga semua guru dan calon guru dapat menjadi guru yang seperti demikian. Amin.

    ReplyDelete
  96. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. terkadang guru lupa bahwa siswa juga memiliki keinginan-keingan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang matematika. guru terlalu sombong dengan berpikir bahwa dirinyalah yang paling tahu apa yang terbaik untuk siswa. Guru perlu mendengarkan pendapat siswa dalam setiap pelajaran agar siswa juga menikmati belajar matematika dan prestasi belajr siswa dapat meningkat.

    ReplyDelete
  97. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih atas informasi yang Bapak berikan, saya jadi lebih mengetahui lebih mendalam mengenai apa saja yang diperlukan untuk menjadi guru sehingga siswa dapat membangun sendiri konsep matematika seperti yang sudah Bapak jelaskan dalam posting ini.

    ReplyDelete
  98. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Suasana yang diinginkan siswa dalam pelajaran matematika yaitu kelas yang menyenangkan, variatif, inovatif, membuat matematika bermanfaat karena ada di kehidupan mereka. Sehingga para siswa merasa senang belajar matematika. Hal ini dapat mempengaruhi psikolgis siswa sehingga lebih mudah memahami pelajaran, layaknya teori psikologi belajar yang bernah saya pelajari. Jika siswa merasa senang dan tidak merasa tertindas, ia akan lebih mudah menyerap pembelajaran. Dan bisa sampai tahap, siswa merasa tidak sedang belajar, namun ternyata ia telah belajar banyak hal. Hal ini dapat terwujud, jika dipersiapkan dengan baik oleh para guru dari pembukaan, apersepsi hingga kesimpulan dan penutup.

    ReplyDelete
  99. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  100. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebagai siswa, tentunya siswa memiliki keinginan dan pengharapan terhadap jalannya pembelajaran di kelasnya. Mereka tentu menginginkan pembelajaran di kelas menjadi lebih mudah dan tentunya tidak membuat mereka bosan akan pembelajaran yang sedang dijalankan. Siswa merasa sulit dan bosan dimungkinakn dikarenakan pembelajaran yang kurang inovatif. Sehingga, diperlukan pembelajaran yang inovatif, yaitu pembelajaran yang mengaktifkan siswa, dan membuat siswa beraktifitas untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  101. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebagai guru, tentunya menginginkan pembelajaran dapat berjalan dengan baik, serta kompetensi yang ingin dicapai dapat terpenuhi. Maka dari itu, guru perlu mempersiapkan dengan baik apa-apa saja yang harus dan wajib diperlukan di dalam pembelajaran di kelas. Sebagai guru pun, guru juga perlu mendengarkan pendapat, saran, dan keluh kesah dari siswa-siswanya, serta berfikir terbuka dan demokratis terhadap pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  102. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan eligi permintaan si murid cerdas yaitu “Ketahuilah wahai guruku, bahwa diriku dan diri teman-temanku semua itulah yang sebenar-benarnya melakukan persiapan. Itulah yang menurut Pamanku disebut sebagai Apersepsi.” Ternyata apresepsi itu sangatlah penting dan harus ada di setiap permulaan pembelajaran sebelum masuk pada inti pembelajaran.

    ReplyDelete
  103. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan eligi permintaan si murid cerdas yaitu “Aku sungguh merasa jemu jika engkau hanya menggunakan metode ceramah saja.” Maka sebagai guru harus bisa menggunakan metode yang bisa memberikan kesempatan siswa untuk mengeluarkan ide dan pikirannya sehingga mereka tidak terkekang.

    ReplyDelete
  104. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Berdasarkan eligi permintaan si murid cerdas yaitu “Oleh karena itu aku memohon agar engkau menggunakan berbagai variasi metode mengajar, variasi penilaian, variasi pemanfaatan sumber belajar.” Guru harus selalu berupaya melakukan inovasi dan inovasi terus menerus secara dinamis.

    ReplyDelete
  105. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai seorang guru, diharapkan untuk tidak otoriter dalam pembelajaran di kelas. Sehingga psikologis siswa tidak baik, menjadikan siswa akan takut apabila mengikuti pembelajaran di kelas. Dalam hal ini keegoisan seperti itu tidak di anjurkan dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  106. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru sebagai fasilitator diharapkan mampu membimbing dan memfasilitasi siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya, siswa tidak hanya langsung dikasih materi namun selalu diberikan kesempatan untuk mencoba menyelesaikan permasalahnnya. Maka dari itu pembelajaran yang inovatif harus diperhatikan oleh seorang guru agar tercipta iklim pembelajaran yang menarik.

    ReplyDelete
  107. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. guru harus dapat memenuhi setiap kebutuhuan belajar siswa. Guru perlu melakukan berbagai inovasi belajar. guru perlu membiarkan siswa melakukan kegiatan penelusuran pola, kegiatan pemecahan masalah, kegiatan investigasi dan komunikasi dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  108. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada intinya, dalam mempersiapkan diri sebelum terjun di lapangan kelak. Seorang calon guru harus melatih dirinya sendiri terlebih dahulu untuk menjadi semakin cerdas dalam segala aspek yang akan menunjang kesuksesan proses belajar mengajar. Semakin guru merasa siap, semakin maksimal pula ilmu yang akan diserap oleh siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  109. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dengan melihat kemampuan siswa yang berbeda-beda, maka guru yang cerdas juga diwajibkan untuk mampu menempatkan diri pada kondisi yang berbeda-beda pula. Jangan sampai ketika menghadapi siswa yang berkemampuan diatas rata-rata, perlakuannya disamakan terhadap siswa yang biasa saja. Jika sampai hal tersebut terjadi, dapat menimbulkan ketidakpuasan atau ketidakpercayaan siswa tersebut terhadap gurunya. Yang pada jangka panjangnya, apa saja yang berusaha disampaikan oleh guru mungkin tidak akan diperhatikan oleh siswa yang bersangkutan tersebut.

    ReplyDelete
  110. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Media pembelajaran memiliki peran yang teramat penting dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Terlebih dengan diberlakukannya kurikulum 2013 yang menuntut siswa untuk lebih aktif dalam mengembangkan kemampuan yang dimiliki, maka sudah selayaknya sebelum dilaksanakan kegiatan belajar mengajar, guru harus cerdas dalam menyiapkan media pembelajaran yang cocok terhadap topik pembelajaran. Selain itu ketika menggunakan permasalahan sehari-hari, diupayakan untuk sampai pada logika siswa serta sesuai dengan perkembangannya.

    ReplyDelete
  111. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Siswa cerdas merupakan berkah yang harus disyukuri oleh seorang guru. Bukan berarti siswa yang kurang cerdas dijadikan beban oleh guru tersebut. Tolak ukur antara cerdas dan kurang cerdas sebenarnya terletak dalam perbandingan antara satu dengan lainnya. Dan pada akhirnya, sungguh tidak ada siswa yang tidak cerdas dalam kemampuan mereka masing-masing.

    ReplyDelete
  112. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi permintaan si murid cerdas kepada guru matematika pada postingan ini sangat bermanfaat dan perlu untuk dicermati. Percakapan antara si murid cerdas dan guru matematika itu merupakan hakekat pembelajaran matematika yang sebenarnya. Sedangkan percakapan antara guru matematika dan orang tua berambut putih merupakan cara yang harus ditempuh guru agar dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan hakikat pembelajaran matematika yang sesungguhnya. Dengan membaca, merenungi, dan melaksanakan setiap kalimat dalam elegi tersebut, maka perencanaan pembelajaran akan lebih baik.

    ReplyDelete
  113. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca elegi permintaan si murid cerdas kepada guru matematika tersebut, saya dapat menggaris bawahi poin-poin penting yang harus diperhatikan dalam pembelajaran matematika, diantaranya yaitu RPP harus disusun dengan cermat dan seinovatif mungkin, LKS dibuat sesuai dengan pendekatan yang digunakan, kegiatan apersepsi sebelum memasuki materi baru, adanya variasi media, metode, dan interaksi, adanya diskusi kelompok, ada presentasi, refleksi, dan kesimpulan oleh siswa, dan adanya portofolio.

    ReplyDelete
  114. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika memang bukan tentang menghitung dan bagaimana mendapatkan nilai yang sempurna. Belajar matematika adalah tentang keiklhasan dan kebahagiaan anak untuk mencintai, merasakan matematika sebagai bagian dalam hidupnya yang ia butuhkan, dan sebagai jalan mereka untuk mencapai tingkatan berpikir yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  115. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Belajar matematika adalah belajar keterkaitan, mengaitkan apa yang sudah dimengerti terhadap apa yang akan dipelajari dan apa yang dipelajari di kelas hendaknya dapat terintegrasi dengan aktivitas-aktivitas sehari-hari siswa sehingga siswa dapat merasakan secara langsung bahwa apa yang mereka dapat tidak berhenti pada nilai di atas kertas.

    ReplyDelete
  116. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjadi guru yang bijak memang tidak boleh menjudge kemampuan setiap anak yang berbeda-beda dengan cemoohan yang dapat menurunkan motivasi belajarnya.

    ReplyDelete
  117. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menilik perkembangan pendidikan saat ini, guru matematika harusnya mampu membawa siswa untuk menguasai kemampuan abad 21 yakni berpikir kreatif, berpikir kritis, kerjasama, dan komunikasi.

    ReplyDelete
  118. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang otoriter tidak akan memberikan siswa kesempatan untuk berkembang. Siswa hanya akan terus terkungkung pada apa yang dikatakan oleh gurur sehingga pemikiran siswa hanya statis dan tidak akan dapat menghadapi persaingan global.

    ReplyDelete
  119. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjadi guru memang tidak mudah, mengukur keberhasilan suatu pembelajaran bukan hanya melalui seberapa banyak siswa yang mampu mengerjakan soal yang sulit dan seberapa banyak soal-soal yang dikerjakan oleh siswa. Akan tetapi, seberapa luas pengetahuan siswa, seberapa mampu siswa mengomunikaiskan ide gagasannya, seberapa kuat literasi matematisnya, seberapa mampu siswa merepresentasikan soal, dsb.

    ReplyDelete
  120. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru yang baik harus mampu melakukan inovasi-inovasi mengenai apa yang dibutuhkan oleh siswa. Kekurangan-kekurangan pembelajaran yang berada di kelas dapat diangkat menjadi topik tulisan dan diberikan inovasi pembelajaran untuk mengatasi maslah yang ada.

    ReplyDelete
  121. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kepercayaan guru terhadap siswa juga akan memberikan pengaruh yang positif terhadap kepercayaan diri siswa dan motivasi siswa untuk belajar.


    ReplyDelete
  122. ‘Aynun Fitri
    14301241016
    Pendidikan Matematika 2014 A

    Untuk menjadi guru yang baik, guru harus mempunyai empat kompetensi, yaitu :
    - Kompetensi pedagodik
    - Kompetensi kepribadian
    - Kompetensi profesional
    - Kompetensi sosial
    Guru hendaknya menjadi seorang fasilitator bagi siswanya.

    ReplyDelete
  123. ‘Aynun Fitri
    14301241016
    Pendidikan Matematika 2014 A

    Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum mengajar :
    - Memahami kurikulum
    - Menyiapkan perangkat mengajar
    - Memilih metode pembelajaran
    - Menyediakan media/sumber belajar
    - Memahami karakter siswa
    - Merancang penilaian

    ReplyDelete
  124. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi ini terlihat sekali bahwa karakteristik murid yang digambarkan sangatlah kritis dan cerdas. Mungkin bila kita melihat fakta, tidak banyak murid yang memiliki karakteristik seperti ini. Jika murid bisa memiliki karakteristik seperti yang ada di postingan Bapak ini, saya rasa pembelajaran di kelas pasti akan sangat hidup, dan disini murid lah yang akan berperan aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  125. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sosok murid yang digambarkan dalam elegi ini adalah sosok murid yang menuntut guru agar bisa melakukan pembelajaran Kurikulum 2013 sebagaimana mestinya. Dimana murid lah yang lebih berperan aktif dalam pembelajaran dengan mengerjakan LKS yang dibuat oleh guru, dan pembelajaran yang terjadi bukan lah guru yang aktif menerangkan di kelas (ceramah). Karena ini akan membuat kesan bahwa guru tidak memberikan ruang untuk murid bisa berkreasi dan beraktivitas lebih.

    ReplyDelete
  126. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang diharapkan oleh murid dalam elegi ini adalah pembelajaran yang bisa mengaktifkan murid dengan kegiatan yang diberikan oleh guru. Melalui kegiatan yang diberikan melalui LKS diharap dapat menjadi sarana yang strategis untuk melayani kebutuhan belajar matematika. Selain itu guru diharap dapat melakukan pembelajaran yang bervariasi, tidak monoton. Dengan menggunakan media dan metode mengajar yang bervarisi diharap dapat menarik perhatian murid. Pembelajaran yang tidak melulu itu-itu saja juga diperlukan untuk merefresh pikiran murid, misalnya saja dengan melakukan pembelajaran di luar kelas.

    ReplyDelete
  127. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Sesungguhnya dalam mengajar guru harus mengetahui apa yang dibutuhkan siswa, karna siswa memiliki hak dan kemerdekaan nya dalam proses pembelajaran, guru harus memberikan hak siswa dimana siswa diberi kesempatan untuk mengkosntruk pengetahuannya sendiri, dan guru memberikan fasilitas siswa untuk kegiatan tersebut. Jika guru memberikan secara instan mengenai rumus dan cara maka secara tidka lansung guru membunuh kreatifitas siswa, selain itu siswa juga menjadi tidak berkembang pola pikirnya dan cenderung menyukai yang instan juga, padahal tujuan pembelajaran yang paling penting adalah bagaimana siswa dapat memahmai konsep materinya.

    ReplyDelete
  128. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Dalam satu kali proses pembelajaran, guru hendaknya menjadi seorang evaluator yang baik, pembimbing yang baik. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan itu tercapai sesuai target atau belum, dan apakah materi pelajaran yang diajarkan sudah tepat. Semua pertanyaan tersebut akan dapat dijawab melalui kegiatan evaluasi atau penilaian.

    ReplyDelete
  129. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Dengan menelaah pencapaian tujuan pengajaran, guru dapat mengetahui apakah proses belajar yang dilakukan cukup efektif, sesuai target, memberikan hasil yang baik dan memuaskan atau sebaliknya. Jadi jelaslah bahwa hendaknya seorang Guru harus mampu dan terampil melaksanakan penilaian, karena dengan penilaian guru dapat mengetahui prestasi yang dicapai oleh siswa setelah ia melaksanakan proses belajar.

    ReplyDelete
  130. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Guru dituntut melakukan pembelajaran yang efektif pada setiap kesempatan mengajarnya. Pembelajaran efektif dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah menciptakan pembelajaran yang inovatif. Bagaimana mewujudkannya? Caranya adalah membuat siswa senang dalam belajar, tidak merasa bosan pada saat pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat terwujud dengan variasi metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru, tentunya dengan perencanaan yang telah dilakukan dengan mencocokkan jadwal, jam pelajaran, materi dan lain sebagainya. Variasi sangat dperlukan untuk menghindari kebosanan. Sebaik apa pun metode pembelajarannya, jika dilakkan secara terus menerus maka tidak akan efektif karena hanya akan menimbulkan kebosanan pada siswa.

    ReplyDelete
  131. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam proses pembelajaran, harus ada komunikasi dua arah baik dari guru ke siswa, dari siswa ke guru, atau dari siswa ke siswa. Maka dari itu, sekali waktu dalam proses pembelajaran perlu diadakan diskusi atau kerja kelompok agar siswa dapat membangun konsep dan pengertian mereka sendiri terhadap suatu pengetahuan yang baru mereka dapatkan. Dengan diterapkannya metode pembelajaran inovatif tersebut, maka siswa akan merasa senang dan tidak akan terbebani dalam belajar matematika. Siswa dengan sendirinya juga akan menyadari bahwa belajar matematika bukanlah suatu keterpaksaan melainkan kebutuhan mereka sendiri.

    ReplyDelete
  132. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika di atas, sebenarnya adalah kondisi ideal untuk guru dan murid. Guru yang ideal adalah guru yang bertindak sebagai fasilitator untuk murid-muridnya, selain itu guru harus selalu mendengarkan setiap pendapat yang diajukan oleh siswa, serta sebagai guru janganlah merasa paling benar, karena yang dilakukan oleh siswa juga adalah benar. Dan sebagai siswa, idealnya adalah siswa yang aktif di kelas, berani mengajukan pendapat dan saran kepada guru, dan dapat mengembangkan kreativitasnya di kelas.

    ReplyDelete
  133. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Siswa memiliki hak dan kemerdakaannya, untuk memenuhi hak siswa guru berhak memberi kesempatan siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri, sehingga siswa lebih paham mengenai materinya, sesungguhnya ketika guru memberikan cara secara intsan itu kelihatannya mempermudah siswa namun itu sebenarnya membunuh siswa, membunuh kreatifitas siswa sehingga kemampuan berfikirnya tidak berkembang.

    ReplyDelete
  134. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang berlangsung di kelas hendaknya dapat memfasilitasi siswa untuk mengkonstruk sendiri pengetahuannya, sehingga pengetahuan yang diperoleh selama proses pembelajaran di kelas dapat terus melekat di benak siswa bahkan sampai siswa tersebut beranjak remaja ataupun dewasa. Selain itu sudah menjadi peran guru untuk mengkondisikan kelas sehingga siswa merasa aman dan nyaman dalam melakukan proses pembelajaran. Guru juga mempunyai peran penting untuk memberikan fasilitas dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa yang beranekaragam.

    ReplyDelete
  135. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Dengan kemampuan apapun, siswa berhak mendapatkan pembelajaran yang sama, yang tentunya dapat mengupgrade kapasistas kemampuan mereka. Guru adalah fasiltator yang harusnya memberikan fasilitas dan kesempatan anak untuk belajar dan mengembangkan kemampuan dirinya.

    ReplyDelete
  136. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    saya tertarik dengan kalimat "Aku ingin agar persoalanku sehari-hari dapat digunakan dalam belajar matematika."murid tersebut memang cerdas. si guru harus dapat menggunakan semisal pendekatan kontekstual atau pendekatan matematika realistik agar siswa dapat menggunakan persoalan sehari hari guna belajar.

    ReplyDelete
  137. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Dari postingan ini, menyadarkan saya bahwa adalah sesuatu yang fatal jika kita memaksakan memasukkan materi ke dalam otak anak. Terlebih jika anak masih belum dalam tahap berpikir abstrak. Sebagai seorang guru, seharusnya lebih memperhatikan perkembangan otak anak. Hal itu dikarenan banyak istilah yang belum dimengerti siswa. Pembelajaran yang baik baiknya juga harus berorientasi pada siswa. pembelajaran harus berpusat pada siswa agar siswa mengkonstruk sendiri konsep mereka.

    ReplyDelete
  138. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Tidak sedikit guru yang menjelaskan mengenai apresepsi dengan cara menjelaskan dan siswa diharapkan mendengarkannya. tetapi apa kenyataannya siswa masih saja ada yang tidak mendengarkan. oleh arenanya dengan cara memberi beberapa soal atau kuis kepada siswa sebagai apresepsi maka akan membuat seluruh siswa berperan dan melakukan apresepsi terhadap dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  139. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi diatas mengenai hubungan antara murid dan guru, saya mengambil makna baru bahwa sebagai seorang guru maupun calon guru hendaknya menyadari dan selalu ingat bahwa menjadi seorang guru itu sebagai fasilitator kepada murid.

    ReplyDelete
  140. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Aktivitas yang menarik tentunya akan memotivasi siswa dalam belajar. siswa akan termotivasi untuk terus bersemangat setiap hari masuk ke sekolah. dia merasa bahagia. dan jika siswa bahagia maka pelajaran akan mudah untuk di terima sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai.

    ReplyDelete
  141. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    saya tertarik dengan kalimat "untuk melayani sebanyak empat puluh siswa-siswa yang berbeda-beda ini, maka tidaklah bisa kalau engkau hanya menggunakan metode mengajar tradisional atau ceramah". karena memang benar bahwa dengan adanya murid yang begitu banyak dilengkapi dengan macamnya karakteristik maka dibutuhkan pembelajaran yang inovartif, agar dapat menjangkau semua karakteristik cara belajar siswa.

    ReplyDelete
  142. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pada kurikulum sekarang ini menggunakan pembelajaran bahwa siswa sebagai pusat pembelajaran (student centered). sehingga disini peran siswa begitu penting dan wajib untuk siswa menjadi aktif, bukannya guru yang aktif menjelaskan tetapi siswa yang harusnya aktif disini. guru bertugas memfasilitasi siswa dan mendorong siswa dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  143. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Akan menjadi baik sekali bagi guru ataupun calon guru jika dapat membaca postingan ini. karena dengan membaca postingan ini maka guru akan menyadari apa yang telah diperbuat kepada siswa. dan bagi calon guru dapat lebih belajar agar kelak menjadi guru yang baik bagi siswa.

    ReplyDelete
  144. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebenarnya siswa yang berkemampuan tinggi ingin mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi dalam pembelajran karena menyesuaikan pemikirannya. Sehingga guru tidaklah bnoleh untuk mebelajrankan materi dengan satu metode atau satu yang lainnya. Namun guru harus membuat variasi-variasi perangkat pembelajaran untuk mengatasi masalah ini. Sehingga setiap siswa dpat menrekonstruksi pengetahuannya sesuai dengan yang dikemampuinya. Jika siswa mempunyai kemampuan tinggi maka semakin banyak pula yang mereka. Karena keadilan bukan membagi sama rata. Namun mendapatkan sesuai haknya.

    ReplyDelete
  145. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  146. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Di dalam pembelajaran, penting adanya interaksi antara guru dan siswa. Interkasi pun juga bermacam-macam. Baik interaksi antara guru dengan seluruh siswa, guru dengan seorang siswa, guru dengan sekelompok siswa, antar dua orang siswa, interkasi dalam kelompok siswa, dan interaksi seorang siswa terhadap seluruh teman sekelasnya. Interaksi yang sangat beragam ini dalam pembelajaran yang inovatif diperlukan. Ini akan membantu siswa untuk lebih bisa menyampaikan gagasannya, dan guru tidak terlalu banyak mendominasi di kelas.

    ReplyDelete
  147. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika mengingatkan agar guru selalu bisa memposisikan ketika menjadi siswa. Ternyata permintaan yang begitu banyaknya benar-benar adanya. Ketika menjadi siswa, tidak ingin ketika kita mengikuti pelajaran matematika hanya sebagai sarana menghabiskan waktu dan hanya sarana mencari nilai. Lebih dari itu harusnya.

    ReplyDelete
  148. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Ketika menjadi guru, banyak hal yang perlu disiapkan. Kita juga harus pandai mengontrol emosi untuk bisa memahami perbedaan individu siswa. Untuk mengajar matematika agar lebih baik kita dapat menyiapkan diantaranya mendalami materi matematika, menggunakan alat peraga atau media, dan meyediakan LKS.

    ReplyDelete
  149. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika kepada siswa terutam untuk anak SD dan SMP harusnya dibuat aktivitas yang penuh kesenangan. Hal ini agar siswa betah dan menyukai suasana kelas matematika. Bisa juga ketika pembelajaran matematika, diadakan permainan yang relevan dengan materi matematika, sehingga siwa dapat beraktivitas dan juga belajar.

    ReplyDelete
  150. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru yang baik yaitu bisa mengetahui apa yang dibutuhkan siswanya. Guru membantu memfasilitasi kebutuhan siswa dengan terus memahami karakteristik siswa-siswanya. Guru di kelas baiknya menggunakan berbagai inovasi dalam pembelajaran matematika. Inovasi pembelajaran akan menumbuhkembangkan juga pemikiran siswa.

    ReplyDelete
  151. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru bisa membuat media pembelajaran matematika yang lebih inovatif sesuai denga n perkembangan teknologi. Misal guru membuat game pembelajaran ataupun membuat blog yang berisi tentang pengetahuan matematika yang relevan. Pemanfaatan teknologi ini yang harus terus dikembangkan.

    ReplyDelete
  152. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berkembangnya teknologi membuat siswa mudah mengakses pengetahuan. Sehingga siswa tidak hanya mendapatkan materi dari guru di kelas. Akan tetapi bisa memperoleh informasi dan pengetahuan dari berbagai sumber. Alangkah baiknya perkembangan teknologi ini diimbangi dengan mengembangkan budaya Indonesia juga. Inilah salah satu peran dari adanya etnomatematika.

    ReplyDelete
  153. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Dalam tulisan diatas permintaan murid yang berharap agar pelajaran matematika itu guru persiapakan sebaik-baiknya agar murid dapat melakukan berbagai aktivitas di kelas akan membuat guru merancang kegiatan pembelajaran yang tidak hanya efektif namun juga menarik. Menarik untuk murid dalam arti murid dapat bereksplorasi dengan beraktivitas. Hal ini memang merupakan hal yang penting untuk guru.

    ReplyDelete
  154. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    S1 Pendidikan Matematika

    Hakikat mengajar adalah membimbing siswa. Orientasi dalam mengajar tidak sekedar transfer of knowladge, agar siswa plek sama dengan pikiran guru, lebih jauh dan lebih berkembang dari itu, orientasi membimbing bagai mengantarkan siswa kepada setiap pintunya, sehiongga pada titik tertentu seorang murid masih mampu mengembangkan ke atas, ke samping ke kanan, ke kiri. dalam artian pendidikan, seorang murid diharapkan dapat berkembang dan melebihi kemampuan guru.

    ReplyDelete
  155. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Bagaimana seharusnya seorang pendidik memberi media yang dapat membangun pengetahuan siswa dengan sendirinya dan bagaimana siswa ingin diperlakukan sesuai dengan psikologinya. Elegi ini merupakan contoh langsung inovasi pembelajaran yang bapak lakukan, bapak menyadarkan kami tentang tugas-tugas kami sebagai seorang pendidik namun bukan dengan menceramahi hal-hal yang harus kami lakukan namun membimbing kami untuk menemukan tugas-tugas itu yang tertuang dalam percakapan antara murid dan guru dalam tulisan ini.

    ReplyDelete
  156. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013


    Saya mengucapkan terima kasih karena banyak ilmu yang dapat saya ambil dari Elegi Permintaan Si Murid kepada Guru Matematika ini. Berdasarkan elegi ini, saya memahami bahwa siswa memiliki banyak hak yang terkadang diabaikan oleh guru. Seorang guru yang baik selain mengingatkan kewajiban siswa yaitu belajar juga menghormati hak-haknya sebagai siswa. Hal ini menunjukkan bahwa betapa mulianya profesi seorang guru, akan tetapi tidak mudah dalam menjalani semua tugas dan kewajiban bagi seorang guru.

    ReplyDelete
  157. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Pada percakapan guru matematika dan orang tua berambut putih, saya memahami seorang guru seharusnya memberdayakan siswanya, mengembangkan multi metode, yaitu metode yang bervariasi, dinamis dan fleksibel, mengembangkan LKS yang dapat memberikan wahana bagi siswa untuk beraktivitas untuk menemukan ilmu, dan tentunya guru sebagai fasilitator bagi siswa.

    ReplyDelete
  158. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013
    Saya mengucapkan terima kasih karena banyak ilmu yang dapat saya ambil dari elegi permintaan si murid kepada guru matematika ini. Berdasarkan elegi permintaan si murid cerdas kepada guru matematika, saya memahami bahwa siswa memiliki banyak hak yang terkadang diabaikan oleh guru. Seorang guru yang baik selain mengingatkan kewajiban siswa yaitu belajar juga menghormati hak-haknya sebagai siswa. Hal ini menunjukkan bahwa betapa mulianya profesi seorang guru, akan tetapi tidak mudah dalam menjalani semua tugas dan kewajiban bagi seorang guru.

    ReplyDelete
  159. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013
    Pada percakapan guru matematika dan orang tua berambut putih, saya memahami seorang guru seharusnya memberdayakan siswanya, mengembangkan multi metode, yaitu metode yang bervariasi, dinamis dan fleksibel, mengembangkan LKS yang dapat memberikan wahana bagi siswa untuk beraktivitas untuk menemukan ilmu, dan tentunya guru sebagai fasilitator bagi siswa.

    ReplyDelete