Feb 11, 2015

Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika



Oleh Marsigit

Guru Matematika:


Wahai muridku, engkau kelihatan berbeda dan kelihatan cerdas. Sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi Guru Matematika di kelasmu maka apakah permintaan-permintaanmu kepadaku?

Murid:

Aku menginginkan agar pelajaran matematika itu menyenangkan bagi diriku, memberi semangat kepadaku, dan bermanfaat bagiku.

Aku juga ingin bahwa pelajaran matematika itu mudah aku pelajari.

Aku harap engkau juga menghargai pengetahuan-pengetahuan yang sudah aku miliki.

Aku ingin juga bahwa pelajaran matematika itu mempunyai keindahan, sesuai dengan norma dan nilai agama.

Aku mohon agar aku diberi kesempatan untuk berdoa sebelum pelajaran matematika itu dimulai.

Aku ingin agar persoalanku sehari-hari dapat digunakan dalam belajar matematika.

Ketahuilah wahai guruku bahwa rasa senang itu juga milikku, walaupun engkau juga berhak mempunyai rasa senang.

Tetapi menurutku, rasa senang itu tidaklah engkau berikan kepadaku, melainkan harus muncul dari dalam diriku sendiri.

Engkau tidaklah bisa memaksa diriku menyenangi matematika, kecuali hanya dengan keikhlasanku.

Aku juga ingin engkau agar memberi kesempatan kepada diriku agar aku bisa mempersiapkan psikologis diriku dalam mengikuti pelajaran matematika.

Ketahuilah wahai guruku, bahwa diriku dan diri teman-temanku semua itulah yang sebenar-benarnya melakukan persiapan.

Itulah yang menurut Pamanku disebut sebagai Apersepsi.

Maka berilah kami semua tanpa kecuali untuk melakukan kegiatan-kegiatan agar kami bisa melaukan Apersepsi, dan tidak hanya engkau ceramahi atau engkau hanya bertanya kepada sedikit siswamu yang duduk di depan.

Aku juga berharap agar pelajaran matematika itu engkau persiapakan sebaik-baiknya agar aku dapat melakukan berbagai aktivitas di kelas.

Aku juga memohon agar engkau bersikap adil, tidak pilih kasih. Jika nilaiku jelek, janganlah engkau remehkan diriku, tetapi jika nilaiku terbaik maka janganlah terlalu disanjung-sanjung.

Menurutku, belajar matematika itu adalah hak dari setiap murid-muridmu di kelas. Oleh karena itu mohon agar perhatianmu jangan hanya yang duduk di bagian depan saja, melainkan harus meliputi semuanya.

Aku juga memohon agar engkau tidak bersikap otoriter. Tetapi aku mohon agar engkau dapat bersikap demokratis.

Oleh karena itu, aku mohon agar engkau jangan terlalu banyak bicara apalagi terkesan menggurui.

Berikanlah kami beraneka ragam aktivitas matematika.

Karena jika engkau terlalu banyak bercerita dan mengguruiku maka sebenar-benar diriku merasa tersinggung dan kasihan terhadap dirimu karena engkau terkesan sombong.

Aku juga mohon agar engkau tidak hanya bercerita, tetapi hendaknya memberikanku kesempatan untuk beraktivitas.

Aku ingin agar engkau guruku, dapat membuat atau menyiapkan LKS agar aku bisa berlatih di situ, sekaligus aku akan mempunyai catatan dan informasi-informasi.

Aku mohon agar LKS yang engkau siapkan bukan sekedar kumpulan soal, melainkan dapat menjadi sarana bagiku untuk belajar mandiri maupun kelompok.

Kata Pamanku, LKS merupakan sarana yang sangat strategis bagi guru agar mampu melayani kebutuhan belajar matematika siswa-siswanya yang beraneka ragam kemampuan.

Aku mohon juga agar engkau jangan menilai aku hanya dari test saja, tetapi tolonglah agar penilaianmu terhadap diriku itu bersifat komprehensif, lengkap meliputi proses kegiatanku dan juga hasil-hasilku.

Aku juga menginginkan dapat menampilkan karya-karyaku.

Aku sungguh merasa jemu jika engkau hanya menggunakan metode ceramah saja.

Wahai guruku, seberapakah engkau menyadari betapa kecewanya murid-muridmu ketika sudah engkau minta untuk unjuk jari bertanya, tetapi engkau hanya menunjuk satu saja diantara kami. Padahal hal itu engkau lakukan setiap hari dan dari waktu ke waktu. Menurut Pamanku, ini disebabkan karena pengelolaan kelas yang belum bagus.

Aku dan teman-temanku juga merasa tidak begitu nyaman, jika engkau selalu bertanya dengan kalimat panjang dan kalimat terbuka, kemudian menyuruhku untuk menjawab secara koor/choir. Seakan-akan engkau telah memperlakukan diriku hanya sebagai obyek pelengkap kalimat-kalimatmu. Sungguh guru hal yang demikian telah membuat diriku telah tidak berdaya dihadapanmu. Lagi-lagi menurut Pamanku, metode mengajar yang demikian perlu segera diubah.

Oleh karena itu aku memohon agar engkau menggunakan berbagai variasi metode mengajar, variasi penilaian, variasi pemanfaatan sumber belajar.

Aku juga menginginkan agar engkau mampu menggunakan teknologi canggih seperti website dalam pembelajaranmu. Kenapa guru, aku belajar matematika musti menunggu hari Selasa, padahal pada hari Selasa yang telah aku tunggu-tunggu terkadang engkau tidak dapat mengajar dikarenakan mendapat tugas yang lebih penting. Aku sangat kecewa akan hal ini.

Aku ingin agar engkau guruku, dapat membuat Website yang memungkinkan aku belajar matematika setiap saat, kapan saja dan dimana saja, tidak tergantung dengan keberadaanmu. Aku juga ingin bertanya persoalan matematika kepadamu setiap saat, kapan saja dan dimana saja, tidak tergantung keberadaanmu. Menurut Pamanku, itu semua bisa dilayani jika engkau membuatkan Wbsite atau Blog untuk murid-muridmu.

Aku ingin engkau menunjukkiku di mana sumber-sumber belajar matematika yang baik.

Aku juga akan merasa bangga jika engkau sebagai guruku mampu membuat modul-modul pembelajaran, apalagi jika engkau dapat pula membuat buku-buku teks pelajaran matematika untukku.

Aku juga menginginkan engkau dapat memberi kesempatan kepadaku untuk memperoleh keterampilan matematika.

Aku ingin agar matematikaku bermanfaat tidak hanya untuk diriku tetapi juga untuk orang lain.

Aku juga menginginkan masih tetap bisa berkonsultasi denganmu di luar jam pelajaran.

Pak Guru, aku ingin sekali tempo juga belajar di luar kelas. Kelihatannya belajar diluar kelas udaranya lebih segar dan menyenangkan.

Tiadalah seseorang di muka bumi ini selain diriku sama dengan diriku. Oleh karena itu dalam pelajaran matematika itu nanti aku berharap agar engkau dapat mengenalku dan mengerti siapa diriku.

Tetapi aku juga mengetahui bahwa diri yang lain juga saling berbeda satu dengan yang lain.

Maka sesungguh-sungguhnya dirimu sebagai guru akan menghadapi murid-muridmu sebanyak empat puluh ini, juga sebanyak empat puluh macam yang berbeda-beda.

Oleh karena itu aku memohon agar engkau jangan hanya menggunakan metode tunggal dalam mengajarmu, supaya engkau dapat membantu belajarku.

Menurutku, untuk melayani sebanyak empat puluh siswa-siswa yang berbeda-beda ini, maka tidaklah bisa kalau engkau hanya menggunakan metode mengajar tradisional atau ceramah.

Menurut bacaan di internet dan menurut Pamanku, maka untuk dapat melayani siswa-siswamu yang beraneka ragam, maka engkau perlu mengembangkan RPP yang flesibel, perlu membuat LKS dan yang penting lagi adalah engkau sebagai guruku harus mempercayai bahwa jika diberi kesempatan maka muridmu ini mampu mempelajari matematika.

Itulah yang aku ketahui bahwa engkau harus lebih berpihak kepada kami.
Keberpihakan engkau kepada kami itulah yang menurut Pamanku disebut sebagai student centered.

Mohon agar engkau lebih sabar menunggu sampai aku bisa mengerjakan matematika. Usahakanlah agar matematika itu menjadi miliku, maka janganlah aku hanya diberi kesempatan untuk melihat atau menonton saja.

Yang betul-betul perlu belajar matematika itu adalah diriku.
Aku ingin betul-betul belajar dan melakukan kegiatan belajar dan tidak hanya menonton engkau yang mengerjakan matematika.

Maka jikalau engkau mempunyai alat peraga, maka biarkan aku dapat menggunakannya dan jangan hanya engkau taruh di depan saja.

Aku bahkan dapat mempelajari matematika lebih efektif jika belajar bersama-sama dengan teman-temanku.

Oleh karena itu wahai guruku, maka dalam pelajaran matematika itu nanti berikan kami kesempatan untuk belajar bersama-sama dalam kelompok.

Tetapi jika engkau telah menyuruhku belajar dalam kelompok, maka berikanlah aku waktu yang cukup untuk berdiskusi dan janganlah engkau terlalu banyak memberikan petunjuk dan ceramah lagi ketika aku sedang bekerja dalam kelompok.

Karena hal demikian sangat mengganggu konsentrasiku dan terkesan engkau menjadi kurang menghargai kepada murid-muridmu.

Aku juga mohon agar engkau memberikan kesempatan kepada diriku untuk membangun konsepku dan pengertianku sendiri.

Wahai guruku, ketahuilah bahwa aku juga ingin menunjukkan kepada teman-temanku bahwa aku juga dapat menarik kesimpulan dari tugas-tugasmu mengerjakan matematika.

Ketahuilah wahai guruku bahwa kesimpulan-kesimpulan dari tugas-tugasmu itu sebenarnya adalah milikku.

Oleh karena itu janganlah engkau sendiri yang menyimpulkan tetapi berikan kesempatan kepadaku agar aku juga bisa menemukan rumus-rumus matematika.

Rumus yang aku temukan sendiri itu sebenar-benarnya akan bersifat lebih awet dan langgeng dari pada hal demikian hanya sekedar pemberianmu.

Maka jika aku sudah susah-susah melakukan kegiatan kearah menemukan rumus, sementara pada akhirnya malah engkau yang menyimpulkan, maka sebetulnya aku menjadi marah kepadamu.

Janganlah engkau membuat pesan ganda kepada diriku. Janganlah engkau memberi hukuman kepadaku dengan menyuruh aku untuk mengerjakan sebanyak-banyak soal. Karena bagiku, hukuman adalah jelek sedangkan mengerjakan soal adalah baik.

Jangan pula engkau pura-pura memberi soal yang sangat sulit kepadaku padahal engkau sesungguhnya bermaksud untuk menghukumku.

Aku memohon agar engkau mempercayaiku. Kepercayaanmu kepadaku itu merupakan kekuatan bagiku untuk memperoleh pengetahuanku. Tolong sekali lagi tolong, percayailah diriku, bahwa jika aku diberi kesempatan maka insyaAllah aku bisa.

Aku akan bangga jika guruku suatu ketika dapat muncul di kegiatan seminar baik secara nasional maupun internasinal. Wahai guruku, gunakanlah data-dataku, hasil-hasilku, dan proses belajarku sebagai data penelitianmu. Menurut Pamanku, jika engkau mampu menggunakan data-data dikelas mengajarmu, maka engkau akan menghasilkan karya ilmiah setiap tahunnya.

Wahai guruku, aku juga bangga dan ingin membaca karya-karya ilmiahmu. Setidaknya hal demikian juga akan memotivasi diriku.

Wahai guruku yang baik hati, aku merasa dari waktu ke waktu terdapat perubahan dalam diriku. Aku juga melakukan percobaan atau eksperimen mencari cara belajar yang baik. Kelihatannya aku belum menemukan cara belajar yang terbaik bagi diriku. Tetapi aku dapat menyimpulkan bahwa cara belajarku haruslah dinamis, fleksibel, dan kreatif menyesuaikan dengan kompetensi yang harus aku kuasai. Oleh karena itu sungguh aneh jika engkau guruku hanya mengajar diriku dengan metode yang sama dari waktu ke waktu.

Permintaan terakhirku adalah apakah bisa engkau Guruku, untuk kami yang beraneka ragam, berilah kesempatan untuk mempelajari matematika yang beraneka ragam pula, dengan alat peraga atau fasilitas yang beraneka ragam pula, dengan buku matematika yang beraneka ragam pula, dengan kompetensi yang beraneka ragam pula, dengan waktu yang beraneka ragam pula, walaupun kami semua ada dalam satu kelas, yaitu kelas pembelajaran matematika yang akan engkau selenggarakan.

Demikian guru permohonanku, saya minta maaf atas banyaknya permintaanku karena sesungguhnya permintaanku itu telah aku kumpulkan dalam jangka waktu yang lama. Sampai aku menunggu ada seorang guru yang bersifat terbuka untuk menerima permohonan dan saran dari muridnya.

Sekali lagi mohon maaf guruku. Mohon doa restunya. Amin


Guru Matematika:

Astagfirullah al adzimu....ya Allah ya Robi ampunilah segala dosa-dosaku.

Wahai muridku, aku tidak bisa berkata apapun dan aku merasa terharu mendengar semua permintaanmu itu.

Mulutku seakan terkunci mendengar semua permintaan dan penuturanmu itu.

Tubuhku tergetar dan keringat dingin membasahi tubuhku.

Aku tidak mengira bahwa diantara murid-muridku ada murid yang secerdas kamu.

Aku tidak mengira bahwa jika aku beri kesempatan dan aku beri sarana penyambung lidah bagi suara hati nuranimu, maka ternyata harapan-harapanmu, permintaan-permintaanmu, dan pikiran-pikiranmu bisa melebihi dan di luar apa yang aku pikirkan dewasa ini.

Setelah mendengar semua permintaanmu, aku menjadi tahu betapa tidak mudah menjadi Guru Matematika bagimu.

Setelah mendengar permintaanmu, aku menjadi ragu tentang kepastianku.

Setelah mendengar permintaanmu, aku merasa malu dihadapanmu.

Setelah mendengar permintaanmu, aku merasakan betapa diriku itu bersifat sangat
egois.

Setelah mendengar permintaanmu, aku menyadari betapa aku telah berbuat sombong dihadapanmu.

Setelah mendengar permintaanmu, aku menyadari betapa malas diriku itu.

Setelah mendengar permintaanmu, aku menyadari betapa selama ini aku telah berbuat tidak adil terhadapmu.

Selama ini aku telah berbuat aniaya terhadap dirimu karena aku telah selalu menutupi sifat-sifatmu, aku selalu menutupi potensi-potensimu, aku selalu mendominasi inisiatifmu, aku selalu menimpakan kesalahan pada dirimu, dan
sebaliknya aku selalu menutupi kesalahanku.

Selama ini aku telah berpura-pura menjadi manusia setengah dewa dihadapanmu.

Dihadapanmu, aku telah menampilkan diriku sebagai manusia sempurna yang tiada cacat, serba bisa, serba unggul, serba hebat, tiada gagal, wajib digugu, dan wajib ditiru.

Setelah mendengar permintaanmu, aku menyadari betapa selama ini aku telah berbuat munafik di depanmu, karena aku selalu menyembunyikan keburukan-keburukanku sementara aku menuntumu untuk menunjukkan kebaikan-kebaikanmu.

Oh muridku hanyalah tetesan air mataku saja yang telah mengalir merenungi menyadarai bahwa KERAGUANKU terhadap praktek pembelajaran matematika ternyata benar adanya.

Ternyata yang aku lakukan selama ini lebih banyak mendholimi murid-muridku.

Wahai orang tua berambut putih salahkan jika aku berusaha membimbing murid-muridku?

Orang Tua Berambut Putih:

Ketahuilah wahai guru, jikalau engkau renungkan, maka hakekat membimbing adalah memberdayakan siswa. Sudahkah kegiatan membimbingmu memberdayakan siswa? Saya khawatir jangan-jangan niatmu membimbing, tetapi yang terjadi sebetulnya justeru membuat siswamu tidak berdaya.

Guru Matematika:

Subhanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Orang tua berambut putih, salahkan jika aku mewajibkan murid-muridku untuk belajar giat?

Orang Tua Berambut Putih:

Wahai guru, jika engkau renungkan, maka hakekat belajar itu adalah kebutuhan dan kesadaran siswa, dan bukanlah kewajiban dan perintah-perintahmu. Saya khawatir jangan-jangan dibalik kegiatanmu mewajib-wajibkan dan perintah-perintah kepada siswamu itu, sebetulnya terselip sifat egoismu.

Guru Matematika:
Subhanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Salahkah jika aku mengajar dengan cepat dan tergesa-gesa untuk memberi bekal sebanyak-banyaknya kepada siswa. Apalagi beban kurikulum yang banyak sementara waktunya terbatas.

Orang Tua Berambut Putih:

Wahai guru, jika engkau renungkan, maka hakekat pendidikan itu adalah kegiatan jangka panjang. Cepat dan tergesa-gesa itu artinya tidak teliti dan memaksa. Maka tiadalah gunanya engkau dipundakmu membawa segunung pengetahuanmu untuk engkau tuangkan kepada siswamu sementara siswa-siswamu meninggalkan dirimu. Sebaliknya jika siswamu telah berdaya, merasa senang, menyadari dan memerlukan mempelajari matematika, maka sedikit saja engkau memberinya, maka mereka akan meminta dan mencari yang lebih banyak lagi.

Guru Matematika:
Subhanallah....baru kali ini aku menyadarinya.
Salahkah jika saya menggunakan metode tunggal saja yaitu metode ekspositori?


Orang Tua Berambut Putih:

Metode ekspositori atau ceramah itu metode yang sudah kadaluwarsa, tidak mampu lagi melayani kebutuhan siswa dalam belajarnya. Metode ekspositori selalu sajalah merupakan siklus dari kegiatan: menerangkan, memberi contoh, memberi soal, memberi tugas, dan menerangkan kembali, demikian seterusnya. Selamanya ya seperti itu. Itu hanya cocok jika paradigma mengajarmu adalah paradigma lama yaitu trasfer of learning. Jaman sekarang dan kecenderungan internasional, metode yang dikembangkan adalah multi metode, yaitu metode yang bervariasi, dinamis dan fleksibel.

Guru Matematika:

Subhanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Kemudian bagaimanakah caranya aku melayani kebutuhan siswa-siswaku mempelajari dan menemukan sendiri matematikanya? Sementara murid-muridku itu jumlahnya banyak dan kemampuannya berbeda-beda pula?

Orang Tua Berambut Putih:
Tidaklah mungkin engkau mampu melayani kebutuhan belajar murid-muridmu, jika engkau tidak merubah paradigmamu.

Guru Matematika:
Paradigma seperti apa sehingga saya mampu melayani siswa-siswaku mempelajari matematika?

Orang Tua Berambut Putih:
Hijrahlah, berubahlah, bergeraklah.
Ubahlah paradigmamu:
-dari transer of knowledge menjadi to facilitate
-dari directed-teaching menjadi less directed-teaching
-dari menekankan kepada teaching menjadi menekankan kepada learning
-dari metode tunggal menjadi metode jamak
-dari metode yang monoton menjadi metode yang dinamis dan fleksibel
-dari textbook oriented menjadi problem-based oriented
-dari UNAS oriented menjadi process-product oriented
-dari cepat dan tergesa-gesa menjadi sabar dan menunggu
-dari mewajibkan menjadi menyadarkan
-dari tanya jawab menjadi komunikasi dan interaksi
-dari otoriter menjadi demokrasi
-dari penyelesaian tunggal menjadi open-ended
-dari ceramah menjadi diskusi
-dari klasikal menjadi klasikal, kelompok besar, kelompok kecil dan individual
-dari guru sebagai aktor menjadi siswa sebagai aktor
-dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa
-dari mencetak menjadi menembangkan
-dari guru menanamkan konsep menjadi siswa membangun atau menemukan konsep
-dari motivasi eksternal menjadi motivasi internal
-dari siswa mendengarkan menjadi siswa berbicara
-dari siswa duduk dan menunggu menjadi siswa beraktivitas
-dari siswa pasif menjadi siswa aktif
-dari kapur dan papan tulis saja menjadi media dan alat peraga
-dari abstrak menjadi kongkrit
-dari inisiatif guru menjadi inisiatif siswa
-dari contoh oleh guru menjadi contoh oleh siswa
-dari penjelasan oleh guru menjadi penjelasan oleh siswa
-dari kesimpulan oleh guru menjadi kesimpulan oleh siswa
-dari konvensional menuju teknologi
-dari siswa diberitahu menjadi siswa mencari tahu
-dari hasil yang tunggal menjadi hasil yang plural

Guru Matematika:

Subhanallah ...ya Allah ya Rab ampunilah segala dosa-dosaku. Baru kali ini aku menyadarinya.
Kemudian, secara kongkrit, bagaimanakah aku dapat melayani kebutuhan belajar siswa-siswaku yang banyak itu.

Orang Tua Berambut Putih:

Selama ini mengajarmu berpola atau berprinsip: "untuk siswa-siswa yang bermacam-macam kemampuan, engkau hanya mengajarinya matematika yang sama, dalam waktu yang sama, dengan tugas yang sama, dengan metode mengajar yang sama, dan mengharapka hasil yang sama, yaitu hasil yang sama dengan apa yang engkau pikirkan". Itulah sebenar-benar metode mengajar Tradisional yang tidak mampu lagi dipertahankan. Berubah dan berubahlah segera...

Guru Matematika:

Subhanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Kemudian akau harus mengubah pola mengajarku yang bagaimana?

Orang Tua Berambut Putih:

Jika engkau menginginkan mampu menerapkan metode pembelajaran inovatif, maka terapkanlah prinsip:"untuk siswa yang berbeda-beda, seyogyanya mempelajari matematika yang berbeda dan bermacam-macam, walau memerlukan waktu yang berbeda-beda, tetapi dengan metode yang berbeda-beda pula, alat yang berbeda-beda pula, serta hasil yang boleh berbeda, yaitu boleh berbeda dengan apa yang engkau pikirkan"

Guru Matematika:

Subhanallah ...baru kali ini aku menyadarinya.
Apakah yang dimaksud teknologi atau alat agar aku mampu melayani kebutuhan siswa belajar matematika?

Orang Tua Berambut Putih:

LKS sementara ini dianggap sebagai teknologi atau alat yang sangat strategis. Namun jangan salah paham, LKS bukanlah sekedar kumpulan soal, melainkan LKS adalah wahana bagi siswa untuk beraktivitas untuk menemukan ilmu atau menemukan rumus matematikanya. Maka seorang guru harus menembangkan sendiri LKS nya. Tiadalah orang lain mengetahui kebutuhan guru ybs. Maka tidaklah bisa mengadakan LKS hanya dengan cara membeli. Itu betul-betul salah dan tidak proesional.

Guru Matematika:

Subhanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Kenapa musti siswa harus belajar dengan berdiskusi dalam kelompoknya.

Orang Tua Berambut Putih:
Hakekat ilmu itu diperoleh dengan cara berinteraksi antara obyektif dan subyektif, antara teori dan praktek, antara guru dan siswa, antara siswa dan siswa, ..dst. Maka diskusi kelompok itu sebenarnya adalah sunatullah.

Guru Matematika:
Subahanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Terimakasih orang tua berambut putih.
Ya Allah ya Robbi, ampunilah segala dosa dan kesombonganku selama ini, yang telah mengabaikan betapa pentingnya aspek psikologis belajar matematika itu, yang telah meremehkan kemandirian siswa, yang telah serampangan dan hantem kromo terhadap perlakuan pedagogis belajar matematika, yang telah merasa cukup dan puas terhadap ilmu dan pengetahuanku selama ini.
Permohonan ampunku yang terus menerus kiranya belum cukup untuk menghapus dosa-dosaku.
Ya Allah ya Rab semoga Engkau masih bersedia melindungi dan meridai pekerjaan-pekerjaanku.

Amin

229 comments:

  1. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi permintaan si murid cerdas kepada guru matematika. Dari apa yang dibicarakan antara guru dan murid dalam postingan tersebut, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran agar tercapai tujuannya, maka sangat penting dilakukan antara guru dan siswa untuk saling mengerti. Namun hal terpenting yang dapat dilakukan adalah bagaimana cara guru dalam menyampaikan meteri, membuat matematika itu bukan suatu yang menakutkan, melainkan membuat matematika itu menyenangkan. Membuat matematika itu bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari siswa, sehingga siswa akan senang belajar matematika. Guru harus bisa melakukan pendekatan terhadap siswanya. Siswa jangan dipaksa, namun siswa dibimbing bagaimana caranya agar bisa menerima pelajaran dengan ikhlas. Penguasaan guru dalam mengelola kelas juga penting diperhatikan, agar siswa tidak ada yang meras dipilih dan dikasih. Jadikanlah kelas menjadi aktif, jangan hanya menjadi guru yang pasif dengan hanya menyampaikan yang ada di dalam buku. Sehingga, jika semua itu sudah dimiliki oleh seorang guru, maka pembelajaran akan tercipta dengan baik.

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Matematika adalah pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa. Untuk menghapus anggapan - anggapan negatif tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Guru memerlukan persiapan untuk mendesain alur pembelajaran yang menarik, membuat siswa senang sehingga tidak membosankan, membuat siswa aktif dalam kegiatan matematika tidak lagi menjadikan guru sebagai pusat pembelajaran. Semua perubahan itu perlu proses dan dukungan dari berbagai pihak untuk menciptakan pembelajaran yang ideal dan harapan siswa.

    ReplyDelete
  3. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Mengajar merupakan aktivitas yang mengasikkan. Namun ternyata mengajar juga memiliki tanggungjawab yang berat. Ada banyak cara mengajar yang saya pelajari, namun cara mengajar yang menarik dan ingin sekali saya coba adalah mengajar seperti Plato. Cara Plato mengajar ialah berjalan-jalan di kebun, juga dalam mengajar seperti itu ia teruskan sistem dialog, bersoal-jawab, seperti yang dikemukakan oleh Socrates. Kadang-kadang pada sekelompok murid dikemukakannya suatu soal yang akan dipecah bersama-sama dengan bersoal-jawab oleh mereka. Lantas ia berjalan ke kelompok lain dengan mengemukakan pula sebuah soal yang harus mereka perbincangkan bersama-sama. Akhirnya Plato kembali kepasda kelompok yang pertama untuk mendengar jawaban mereka atas soal yang diajukan. Demikianlah seterusnya ia berkeliling. Cara mengajar ini juga sebenarnya sudah menjadi standar dalam pendidikan di Indonesia. Namun, dalam praktiknya entah kenapa tidak seperti cerita dalam cara mengajar Plato. Mencari esensi yang menghidupkan proses belajar mengajar Plato adalah suatu yang sangat menarik untuk diungkap.

    ReplyDelete
  4. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Belum terlambat menyadari keegoisan wahai para guru. Guru seharusnya jangan egois karena akan menjadikan siswa tertekan. Guru yang egois akan memaksa siswanya mengerjakan apa yang diperintah oleh guru. Padahal itu merupakan kesadaran siswa itu sendiri. sehingga jangan membuat siswa tertekan.

    ReplyDelete
  5. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Secara umum, ada tiga bekal yang harus dimiliki seseorang untuk dapat menjadi seorang guru yang baik. Tiga hal ini apabila dimiliki seseorang yang bermaksud untuk menjadi seorang guru akan mengantarkan orang ini mendapatkan kesuksesan dalam proses pengajarannya. Tiga bekal yang dimaksud di sini adalah: (1) kompetensi yang cukup (2) kreatifitas yang memadai sehingga gaya mengajarnya guru tersebut bervariasi, dan (3) memiliki sifat ikhlas dan mau mendoakan kesuksesan pada anak didiknya. Dengan begitu, guru tersebut akan siap menghadapi siswa dengan karakteristik yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  6. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hampir sebagian besar siswa menganggap belajar matematika adalah suatu hal yang sangat membosankan. Hal ini dikarenakan masih banyak guru matematika yang mesih menggunakan metode ceramah dan juga sangat minim menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran. Tugas guru matematika saat ini adalah mengubah kesan belajar matematika yang semula menakutkan menjadi menyenangkan bagi siswa.

    ReplyDelete
  7. Jum’at, 19 Mei 2017
    EKA RETNO SARI (14301241013)
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Semoga tulisan ini dapat membuka mata para pembaca yang tengah menjalankan peran sebagai pendidik di luar sana, serta mengarahkan kami selaku calon pendidik untuk mengikuti perkembangan yang ada. Berbekal pengetahuan tentang pembelajaran saintifik yang dapat ‘memanusiakan’ siswa, saya berharap jika tiba masanya nanti generasi kami telah benar-benar diberi amanat sebagai guru, dapatlah mengimplementasikan pembelajaran dalam tulisan ini demi tercapainya tujuan pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Menjadi seorang guru matematika memang tidak mudah. Kita harus mengerti betul tentang siswa. Bagaimana pengetahuan awalnya, bagaimana cara dia belajar, apa kebutuhannya, bagaimana mengajarkan konsep agar dia paham, dll. Sebagai guru dituntut untuk kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, dalam melaksanakan pembelajaran, guru seharusnya menggunakan berbagai macam metode pembelajaran, perangkat pembelajaran yang dibuat juga harus memfasilitasi siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri, agar pembelajaran bisa bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  9. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca tulisan Bapak, sejujurnya membuka pikiran saya mengenai bagaimana seharusnya menjadi guru yang dapat menjadi panutan, tidak memikirkan diri sendiri, dan dengan keihklasan memfasilitasi siswa untuk mendapatkan pengetahuannya, sehingga terbentuk pembelajaran yang bermakna. Guru tidak langsung memberikan ilmu nya namun guru memancing siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya melalui LKS yang diberikan dan fasilitas fasilitas lainnya.

    ReplyDelete
  10. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tulisan Bapak ini benar benar saya alami ketika saya berada di bangku sekolah SMP, dimana saat itu pelajaran yang saya terima adalah kami (yang saat itu menjadi siswa) harus menghafalkan rumus rumus tanpa kami tau asalnya dari mana, kami berangkat sekolah untuk mendengarkan bukan untuk menambah pengalaman dan mencoba suatu hal yang baru, kami yang terlihat baik atau buruk dari hasil ujian. Disadari atau tidak hal itu sering kita jumpai pada proses pembelajaran, dimana guru hanya berorientasi pada hasil dan menyampingkan proses. Proses ini sebenarnya sangat penting untuk siswa sehingga siswa dapat memahami materi yang diajarkan dan tidak hanya memikirkan bagaimana bisa mendapatkan nilai bagus, ketika orientasi nya pada hasil saja maka siswa seringkali berbuat curang agar mendapatkan hasil yang bagus seperti mencontek dll. pembelajaran yang seperti itu harus di ubah dan diperbaiki dimana orientasi nya pada proses bagaimana siswa mengkonstruk pengetahuannya.

    ReplyDelete
  11. ORIZA DEVI FERBINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    saya setuju dengan tulisan Bapak, dimana jadilah guru yang tidak menggurui, membuat siswa nyaman bukan dengan kesombongan, guru sebenarnya juga masih dalam tahap belajar. menjadi guru itu sulit sehingga butuh latihan, persiapan, dan pengalaman banyak.
    Guru dapat menciptakan proses pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa, dengan inovasi inovasi metode dan media pembelejaran yang diberikan, ketika siswa telah merasa senang maka mitos matematika yang begitu menakutkan bagi siswa dapat terbantahkan, siswa akan lebih tertarik dan selalu ingin belajar matematika.
    Guru diharapkan dapat menghargai siswa dengan melakukan proses pembelajaran yang melibatkan siswa didalamnya, bukan dengan secara langsung memberikan ilmunya, dan dalam proses pembelajaran terkadang hal hal kecil dapat mempengaruhi siswa daalam belajar, dengan guru dapat menyebutkan nama siswa dengan benar itu merupakan suatu penghargaan tersendiri bagi siswa, karna siswa terlihat ada dikelas, terkadang guru hanya berfokus pada siswa siswa yang duduk dibarisan depan dan juga siswa siswa yang aktif, siswa yang kurang aktif terasa tidak dianggap karena tidak dituntun dalam mengikuti proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  12. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjadi seorang guru memang tidak mudah, dimana kita harus memfasilitasi siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya, in the real siswa memiliki sikap dan sifat yang berbeda beda, hal itu merupakan suatu tantangan bagi kita sebagai calon guru. Perlu adanya effort dan pengalaman yang banyak untuk dapat menjadi guru yang profesional. matematika yang dianggap menjadi momok yang menakutkan bagi siswa membuat guru harus berpikir bagaimana membuat anggapan itu terbantahkan, salah satunya dengan selalu terus belajar dan tidak malas melakukan inovasi pembelajran dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang telah dipelajari. dan satu hal yang paling utama adalah niat ikhlas lillahita'ala untuk mentransfer ilmu kepada siswa dengan guru sebgai fasilitatornya.

    ReplyDelete
  13. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    guru dan siswa saling melengkapi dalam proses pembelajaran. pendidikan tidak akan terlkasana jika tidak ada keduanya. menjadi guru bukan hanya memberikan ilmu pengetahuannya, namun bagaimana menciptakan suasana belajar yang inovatif dan menyenangkan agar siswa merasa nyaman saat belajar.

    ReplyDelete
  14. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A

    Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca artikel Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru, saya menyadari bahwa tugas seorang guru tidak hanya mengajarkan suatu konsep sehingga siswa mampu menguasai dan menerapkan konsep tersebut saat ujian seperti yang banyak terjadi termasuk ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah. Guru hendaknya mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan psikologis siswa, bahan ajar yang dibutuhkan siswa, pengelolaan kelas yang baik, metode yang memfasilitasi berbagai macam karakteristik siswa, mampu menggali dan mengenali segala potensi pada siswa, memberikan sumber belajar yang memadai untuk siswa, memberikan ruang untuk siswa menampilkan segala hasil belajarnya, mampu mengapresiasi segala pencapaian muridnya, menciptakan suasana belajar yang menarik bagi siswa dan menjadi fasilitator yang mampu memberdayakan siswa sehingga siswa dapat membangun konsep yang mereka pelajari secara mandiri. Hal tersebut memang berat, namun dengan niat dan keikhlasan mendidik, insyaallah akan diberi kemudahan oleh ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  15. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika memang bukan tentang menghitung dan bagaimana mendapatkan nilai yang sempurna. Belajar mamtematika adalah tentang keiklhasan dan kebahagiaan anak untuk mencintai, merasakan matematika sebagai bagian dalam hidupnya yang ia butuhkan, dan sebagai jalan mereka untuk mencapai tingkatan berpikir yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  16. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Belajar matematika adalah belajar keterkaitan, mengaitkan apa yang sudah dimengerti terhadap apa yang akan dipelajari dan apa yang dipelajari di kelas hendaknya dapat terintegrasi dengan aktivitas-aktivitas sehari-hari siswa sehingga siswa dapat merasakan secara langsung bahwa apa yang mereka dapat tidak berhenti pada nilaia di atas kertas.

    ReplyDelete
  17. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjadi guru yang bijak memang tidak boleh menjudge kemampuan setiap anak yang berbeda-beda dengan cemoohan yang dapat menurunkan motivasi belajarnya. Dengan kemampuan apapun, siswa berhak mendapatkan pembelajaran yang sama, yang tentunya dapat mengupgrade kapasistas kemampuan mereka. Guru adalah fasiltator yang harusnya memberikan fasilitas dan kesempatan anak untuk belajar dan mengembangkan kemampuan dirinya.

    ReplyDelete
  18. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menilik perkembangan pendidikan saat ini, guru matematika harusnya mampu membawa siswa untuk menguasai kemampuan abad 21 yakni berpikir kreatif, berpikir kritis, kerjasama, dan komunikasi. Desain pembelajaran yang baik adalah desain pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut dan mendorong siswa menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi era kekinian.

    ReplyDelete
  19. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang otoriter tidak akan memberikan siswa kesempatan untuk berkembang. Siswa hanya akan terus terlkungkung pada apa yang dikatakan oleh gurur sehingga pemikiran siswa hanya statis dan tidak akan dapat menghadapi persaingan global. Pembelajaran hendaknya membuat siswa merasa bebas mengemukakan ide gagasan maupun menggali pengetahuan sehingga apa yang mereka pelajari akan lebih bermakna untuk perkembangan kognitif dan mental siswa.

    ReplyDelete
  20. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjadi guru memang tidak mudah, mengukur keberhasilan suatu pembelajaran bukan hanya melalui seberapa banyak siswa yang mampu mengerjakan soal yang sulit dan seberapa banyak soal-soal yang dikerjakan oleh siswa. Akan tetapi, seberapa luas pengetahuan siswa, seberapa mampu siswa mengomunikaiskan ide gagasannya, seberapa kuat literasi matematisnya, seberapa mampu siswa merepresentasikan soal, dsb. Memberikan soal yang sulit dengan niat menghukum bukan lagi menjadi cara terbaik, siswa hanya akan fokus pada soal yang diberikan tanpa mengetahui asal muasal rumus yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut.

    ReplyDelete
  21. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru yang baik harus mampu melakukan inovasi-inovasi mengenai apa yang dibutuhkan oleh siswa. Kekurangan-kekurangan pembelajaran yang berada di kelas dapat diangkat menjadi topik tulisan dan diberikan inovasi pembelajaran untuk mengatasi maslah yang ada.

    ReplyDelete
  22. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kepercayaan guru terhadap siswa juga akan memberikan pengaruh yang positif terhadap kepercayaan diri siswa dan motivasi siswa untuk belajar. Memberikan kepercayaan kepada siswa bukan berarti guru melepaskan tangungjawabnya, akan tetapi guru hanya memberikan stimulus yang ruang untuk siswa dapat mengembangkan diri dan belajar secara mandiri dengan tetap pada koridor guru

    ReplyDelete
  23. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam proses pembelajaran siswa dan guru merupakan komponen yang sangat penting. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang didinginkan seringkali guru menggunakan berbagai macam metede maupun strategi pembelajaran untuk menunjang ketercapaian tujuan tersebut. Dalam penerapan strategi maupun metode seorang guru harus memperhatikan setiap karakter yang dimiliki siwanya sehingga tercipta pembelajarn aktif, kreativ dan inovatif. Selama pembelajaran berlangsung hendaknya guru berperan sebgai fasilitator yang memberikan kebebasan kepada siswa dalam memahami suatu konsep. Guru dapat memfasilitasi siswa dalam belajar menggunakan RPP yang fleksibel, memberikan waktu sejenak bagi siswa untuk saling berdiskusi, menggunakan alat peraga yang beraneka ragam, metode yang bervariasi, LKS yang inovatif, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan sendiri.

    ReplyDelete
  24. Muhammad Nur Fariza
    14391241024
    S1 pendidikan matematika 2014

    Sang murid cerdas meminta waktu diskusi kepada gurunya. Menurut saya sang guru akan mengabulkan permintaan itu. Dikarenakan dalam matematika komunikasi jadi hal yang sangat penting seperti tertulis dalam NCTM tahun 2000. Di dalamnya ada dua keuntungan yakni berkomunikasi untuk belajar matematika dan belajar untuk berkomunikasi secara matematis. Insyaallah dengan diskusi akan memfasilitasi komunikasi dalam kelas matematika.

    ReplyDelete
  25. Muhammad Nur Fariza
    14391241024
    S1 pendidikan matematika 2014

    Penilaian yang komprehensif merupakan hal yang harus dipenuhi oleh guru. Apabila guru hanya menilai dari satu atau test saja maka guru tidaklah bisa menilai proses belajar dalam satu semester maupun setahun. Dari penilaian yang komprehensif guru dapat mengetahui peningkatan muridnya pada setiap waktu yang ditentukan dan dari berbagai variabel kemampuan murid. Sehingga hasilnya akan lebih akurat untuk menilai miridnya.

    ReplyDelete
  26. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Penting untuk menyadari bahwa belajar adalah kebutuhan dan keinginan individu siswa. Maka sebagai guru kita harus bisa memotivasi dan membuat siswa paham bahwa ia membutuhkan pelajaran.

    ReplyDelete
  27. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Manjadi guru yang ideal dalam melaksanakan pembelajaran memang tidaklah mudah sesuai dengan kriteria yang disebutkan. Hal ini dikarenakan masih adanya guru yang menggunakan metode pembelajaran tradisional sehingga membuat siswa hanya menjadi obyek dalam pembelajaran, siswa tidak pernah diberi kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri. Oleh karena itu, sudah waktunya untuk melakukan perubahan paradigma dari teacher center menjadi student center, dimana guru sebagai fasilitator bukan lagi seseorang yang mentransfer ilmunya kepada siswa. Dengan demikian proses pembelajaran yang diidamkan siswa, yang memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya melalui metode pembelajaran yang bervaiasi. Guru harus belajar dari bagaimana siswanya belajar, kepekaan harus diasah untuk melihat perkembangan siswanya.

    ReplyDelete
  28. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kecemasan matematika sangat nyata dan terjadi di antara ribuan orang. Sebagian besar kegelisahan ini terjadi di kelas karena kurangnya pertimbangan gaya belajar yang berbeda dari siswa. Saat ini, kebutuhan masyarakat memerlukan kebutuhan yang lebih besar untuk matematika. Matematika harus dipandang secara positif untuk mengurangi kecemasan matematika. Oleh karena itu, guru harus memeriksa kembali metode pengajaran tradisional yang sering tidak cocok dengan gaya belajar siswa dan keterampilan yang diperlukan dalam masyarakat. Pelajaran harus disajikan dalam berbagai cara. Misalnya, konsep baru dapat diajarkan melalui bermain akting, kelompok koperasi, alat bantu visual, kegiatan nyata dan teknologi. Akibatnya setelah siswa melihat matematika menyenangkan, mereka akan menikmatinya, dan matematika yang menyenangkanbisa tetap bersama mereka sepanjang hidup mereka.

    ReplyDelete
  29. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kecemasan matematika adalah hal yang sulit untuk ditaklukkan, karena tidak seperti bentuk kecemasan lainnya, Anda tidak bisa mengajarkan seseorang untuk sepenuhnya menghindari kecemasan jika mereka berjuang untuk memecahkan masalah. Beberapa tingkat kecemasan adalah alami, dan beberapa orang percaya bahwa terlalu percaya diri (yaitu, tidak mempunyai kecemasan) dapat menyebabkan masalah juga. Tidak banyak guru yang memberikan penjelasan rasional pada siswanya mengapa mereka harus belajar matematika. Hal tersebut menyebabkan banyak siswa yang mempunyai persepsi bahwa belajar matematika itu tidak berguna, ruwet, dan mempersulit diri.

    ReplyDelete
  30. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pada elegi ini mengajarkan kepada kita bahwa sungguh masih banyak kekurangan kita sebagai guru, sungguh masih banyak realisasi kita belum terlaksana sebagai guru. Maka marilah kita belajar dari kekuranagn kita berdasarkan elegi ini agar kelak kita mampu menjadikan diri lebih baik lagi Memang jika ingin menjadi guru harus banyak belajar, bahkan saat kita sudah menjadi seorang guru sekalipun kita tetap dituntut untuk belajar. Tuntutan yang sudah diatur dari pemerintah pun semakin mempersulit guru-guru untuk lebih mengeksplore kelasnya menjadi lebih baik, bahkan susah membuat pembelajaran matematika di kelas menjadi menyenangkan

    ReplyDelete
  31. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Siswa menyimpan begitu banyak harapan dari gurunya. Dari sekian banyak poin yang ditampilkan dalam artikel ini, saya menggarisbawahi satu poin, bahwa guru harus merubah paradigmanya dari transer of knowledge menjadi to facilitate. Memfasilitasi bukan sekedar guru diam dan membiarkan siswa bekerja mandiri. Memfasilitasi berarti guru harus bisa menjadi sumber ilmu saat siswa bertanya, menjadi pelayan saat siswa membutuhkan bantuan pembelajaran, menjadi teman saat siswa ingin berdiskusi, dan menjadi orang tua yang dapat memonitor sikap siswa.

    ReplyDelete
  32. Diharapkan guru tidak dominan untuk menjelasakan atau menerangkan suatu materi matematika. Guru haruslah dapat menyediakan kesempatan siswa mengeksplorasi agar dapat mengkonstruk pengetahuannya dengan cara menyediakan media atau sumber penegtauan atau aktivitas yang harus dilakukan siswa melalui lembar kegiatan. Pembelajaran haruslah berpusat pada siswa, guru berperan dengan memberi scaffolding jika siswa membutuhkan bantuan karena guru berperan sebagai fasilitator, sebagai sumber ajar dan memonitor siswa agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya agar pembelajaran bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  33. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Pendidikan itu sejatinya bukan merupakan proses mentransfer ilmu atau pengetahuan, namun lebih kepada bagaimana siswa dapat mengkonstruk pengetahuannya sendiri. pembelajaran yang dilakukan berpusat pada siswa. guru sebagai fasilitator memberikan Lembar kegiatan siswa sebagai acuan siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya. ketika siswa langsung diberikan rumus rumus secara instan itu sama saja membunuh kreatifitas dan pemikiran siswa, efeknya siswa akan malas berpikir, tidak terlatih dalam menganallisis suatu permasalahan dan lemahnya kreatifitas siswa, maka dari itu proses pembalajran dengan memberikan kesempatan siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri itu penting dilakukan.

    ReplyDelete
  34. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi tersebut mengingatkan kita akan tanggung jawab dan profesionalisme guru. Ternyata, guru memiliki tanggung jawab yang cukup besar, tidak hanya sekedar memberikan ilmu pengetahuan (mengajar), melainkan sebagai pendidik, pelatih, inovator, fasilitator, mediator, maupun elevator. Sebagai pendidik profesional, guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan. Suatu keberhasilan pendidikan tidak hanya ditinjau dari banyaknya materi yang diajarkan, kecepatan dalam mengajar, hafal rumus-rumus pelajaran, memberi bekal soal yang banyak, nilai yang tinggi, melainkan lebih berorientasi pada proses pendidikan tersebut yang lebih mengutamakan pada keaktifan dan keterampilan peserta didik.

    ReplyDelete
  35. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas dan kuantitas pengajaran. Untuk memenuhi hal tersebut, guru dituntut mampu memberikan rangsangan kepada siswa, sehingga siswa merupakan subjek utama dalam belajar yang merencanakan, aktif, dan termotivasi belajar dari dirinya sendiri. Selain itu, guru mampu tanggap terhadap perubahan-perubahan baik ilmu pengetahuan maupun teknologi yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

    ReplyDelete
  36. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada umumnya di sekolah-sekolah seringkali guru yang lebih aktif dan siswa hanya cenderung menerima serta patuh, sehingga adanya pandangan siswa hanyalah robot pendidikan. Maksudnya, tingkat ketergantungan siswa kepada guru sangatlah tinggi. Hal ini sungguh ironis dan menjadi tantangan yang besar bagi kita. Muncul suatu pertanyaan, siapakah yang salah dalam hal ini? Kita tidak bisa menyalahkan salah satu faktor saja, misalnya guru, media, metode, kurikulum atau siswa. Karena pembelajaran merupakan suatu proses hubungan timbal balik atau interaksi antara guru dan siswa serta kerja sama unsur pendukung lainnya. Sehingga dalam proses belajar mengajar diibaratkan menjadi satu kesatuan anggota tubuh yang tak terpisahkan.

    Oleh karena itu, kita sebagai calon guru, hendaknya sebagai penggerak revolusi paradigma pembelajaran menuju pembelajaran inovatif.
    Bagaimana langkah kita untuk mengikis metode pembelajaran yang tradisional ke arah pembelajaran yang inovatif?

    ReplyDelete
  37. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi tersebut, diungkapkan tentang keresahan seorang murid yang cerdas. Keresahan tentang bagaimana seharusnya pembelajaran di dalam kelas yang seharusnya berpusat kepada murid, tetapi masih secara konvensional, yaitu berpusat kepada guru. Murid tersebut mengungkapkan keinginannya, agar ilmu yang ia peroleh merupakan ilmu yang ia bangun sendiri. Sehingga ilmu tersebut akan terus melekat pada murid tersebut.

    ReplyDelete
  38. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca artikel tersebut, saya pun menyadari bahwa menjadi seorang guru tidak mudah. Terutama guru yang berperan sebagai fasilitator. Guru dituntut untuk mampu bersikap tidak egois seperti yang sudah sudah yang lebih memilih metode ceramah dalam suatu pembelajaran. Keegoisan guru tersebut adalah membatasi kreatifitas siswa, sehingga siswa hanya menjadi objek, bukan subjek dari suatu kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  39. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum terbaru yang telah disusun untuk memenuhi kebutuhan siswa. Hal ini sesuai dengan apa yang ada dalam elegi murid cerdas tersebut. Dikatakan bahwa dalam elegi tersebut, murid ingin membangun pengetahuannya sendiri, beraktivitas secara mandiri dan berkelompok, tidak terkekang oleh guru yang hanya menjelaskan di depan kelas dan sebagainya. Hal ini sama seperti yang ada dalam Kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  40. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Murid cerdas adalah murid yang memiliki kemampuan intelektual atau taraf inteligensi yang unggul. Dengan keunggulan ini ia di harapkan memiliki peluang besar untuk mencapai prestasi tinggi dan menonjol didalam bidang pekerjaanya. Murid yang cerdas adalah murid yang mampu menyesuaikan raga dan pikirannya dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  41. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Elegi yang menjadi pengingat untuk para guru agar tetap menjadi pendidik yang baik, memfasilitasi murid agar murid dapat belajar sebagai mana mestinya tanpa harus memaksakan siswa untuk belajar, tapi membimbing siswa untuk dapat belajar secara bermakna. Membaca elegi ini selalu menjadi motivasi saat belajar bagaimana cara menajdi pengajar yang baik. Seorang guru tidak boleh egois dalam mengajar, harus memperhatikan kebutuhan siswa, media, pengetahuan awal dan cara interaksi yang baik agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan siswa dapat belajar dengan baik.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  42. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Membaca elegi ini membuat para calon guru memiliki kesadaran untuk menjadi guru yang baik membutuhkan banyak hal, menjadi guru tidak sebatas mentransfer ilmu kepada murid, tetapi juga tentang menumbuhkan dan menjaga ilmu yang ada dalam benak siswa. Sehingga ilmu yang telah didapat siswa bisa bermanfaat untuk sekitarnya. Selain itu guru sendiri juga akan mendapat manfaat, semakin banyak pengalaman mengajar seseorang akan semakin banyak hal yang dapat dilakukan oleh guru.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  43. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Elegi yang sesuai untuk dibaca oleh guru dan juga murid. Elegi yang mampu menjadi pengingat bagi para guru tentang tugas dan kewajibannya sebagai guru, juga sebagai contoh bagi para siswa agar lebih kritis dan bisa menjadi pengingat bagi gurunya. Sebagai ssiwa hendaknya mengetahui apa yang harus ia dapatkan dan apa yang menjadi tugasnya sebagai siswa. Dapat menerima pembelajaran dengan baik serta mengembangkannya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  44. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Siswa yang cerdas secara intelektualitasnya sangat mempermudah guru dalam memberikan pelajaran, namun akan lebih baik siswa yang memiliki kecerdasan akhlak dan tingkah laku.

    ReplyDelete
  45. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Di sekitar kita banyak contoh membuktikan bahwa orang yang memiliki kecerdasan otak saja belum tentu sukses berkiprah di dunia pekerjaan. Kebanyakan program pendidikan hanya berpusat pada kecerdasan akal atau sering disebut dengan intelegence question (IQ) padahal yang diperlukan sebenarnya adalah bagaimana mengembangkan kecerdasan hati, seperti ketangguhan, inisiatif, optimisme, kemampuan beradaptasi yang kini telah menjadi dasar penilaian baru.

    ReplyDelete
  46. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Hakekat pendidikan itu adalah kegiatan jangka panjang. Cepat dan tergesa-gesa itu artinya tidak teliti dan memaksa.” Benar sekali tentang hal tersebut, akan tetapi menjadi dilemma jika guru dituntut untuk membuat nilai UN siswa harus baik semua. Sehingga materi harus cepat-cepat dihabiskan tanpa memperdulikan siswa yang masih kesulitan dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  47. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Hakekat belajar itu adalah kebutuhan dan kesadaran siswa, dan bukanlah kewajiban, Siswa diarahkan untuk bisa mencintai matematika sehingga dalam bawah sadarnya mengatakan matematika adalah suatu kebutuhannya dengan sadar.

    ReplyDelete
  48. 58. Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika
    https://powermathematics.blogspot.co.id/2010/08/elegi-permintaan-si-murid-cerdas-kepada.html

    KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    “Ketahuilah wahai guru, jikalau engkau renungkan, maka hakekat membimbing adalah memberdayakan siswa. Sudahkah kegiatan membimbingmu memberdayakan siswa? Saya khawatir jangan-jangan niatmu membimbing, tetapi yang terjadi sebetulnya justeru membuat siswamu tidak berdaya.” Tanpa sadar, bisa saja kita melakukan hal ini sehingga bisa membuat siswa tidak nyaman.

    ReplyDelete
  49. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Inilah refleksi sesungguhnya seorang guru yang menyadari bahwa dirinya tidak pantas melakukan hal ini. “Selama ini aku telah berpura-pura menjadi manusia setengah dewa dihadapanmu.” Guru harus tetap membumi untuk melayani kebutuhan siswanya dalam belajar. Guru bukan untuk ditakuti tapi untuk dihormati karena jasa-jasanya.

    ReplyDelete
  50. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Siswa akan merasa bangga dan termotivasi atas prestasi guru-gurunya. Karya ilmiah guru bisa dipresentasikan di seminar nasional/internasional dan bisa dipublsih di internet sehingga siswa akan mengetahui bahwa gurunya adalah guru yang benar-benar pantas menjadi motivasinya untuk selalu belajar matematika.

    ReplyDelete
  51. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Jangan pula engkau pura-pura memberi soal yang sangat sulit kepadaku padahal engkau sesungguhnya bermaksud untuk menghukumku.” Soal yang berupa pengembangan bisa diberikan kepada siswa yang sudah di atas KKM sedangkan soal yang taraf sedang diberikan kepada siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM.

    ReplyDelete
  52. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saat dilakukan diskusi kelompok maka sepenuhnya waktu yang diberikan itu untuk siswanya. Guru harusnya sudah memberikan semua petunjuk pada awal sebelum melakukan diskusi kelompok. Hal ini agar siswa fokus dengan apa yang mereka kerjakan.

    ReplyDelete
  53. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Maka sesungguh-sungguhnya dirimu sebagai guru akan menghadapi murid-muridmu sebanyak empat puluh ini, juga sebanyak empat puluh macam yang berbeda-beda. Oleh karena itu aku memohon agar engkau jangan hanya menggunakan metode tunggal dalam mengajarmu, supaya engkau dapat membantu belajarku.” Berdasarkan tulisan tersebut kita tahu bahwa di kelas terdapat banyak siswa denga berbeda karakter dan cara belajar. Dengan menggunakan metode yang bervariasi maka akan bisa membantu siswa dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  54. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Pak Guru, aku ingin sekali tempo juga belajar di luar kelas. Kelihatannya belajar diluar kelas udaranya lebih segar dan menyenangkan.” Pembelajaran memang sejatinya tidak hanya berkutat di dalam kelas tapi bisa di luar kelas. Hal ini sesuai yang telah Bapak Prof. Marsigit ajarkan kepada kami dalam pembelajan etnomatematika di Candi Prambanan, Candi Borobudur, dan Kraton Yogyakarta.

    ReplyDelete
  55. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru perlu membuat wadah yang berisi pengetahuan-pengetahuan yang bisa diakses siswanya di manapun ia berada. Website atau blog dapat menjadi solusi untuk hal tersebut sehingga siswa bisa belajar tanpa harus di dalam kelas. Hal ini sesuai dengan perkembangan teknologi sekarang ini dan disandingkan dengan pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  56. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dari elegi ini yang dapat saya peroleh adalah sebagai guru kita harus lebih terbuka kepada siswa.
    Lebih memberikan kebebasan siswa dalam berfikir, serta bagaimana sebagai guru kita memberikan pembelajaran yang bermakna kepada peserta didik. Berusaha semaksimal mungkin tidak mendzolimi siswa dalam proses belajar mengajar.
    Initinya bagaimana keseimbangan antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai dengan baik, tidak merugikan pihak manapun.

    ReplyDelete
  57. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sungguh banyak hal yang harus dipersiapkan seorang guru jika ingin menjadi guru idaman bagi siswa-siswanya. Suatu hal yang tidak mudah akan tetapi akan lebih terasa mudah jika dengan keikhlasan hati.

    ReplyDelete
  58. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kebutuhan siswa saat ini sangat didukung dengan adanya kurikulum 2013. Siswa tidak hanya mendengarkan ceramah guru akan tetapi siswa bisa lebih aktif menggali ide-idenya dengan luas

    ReplyDelete
  59. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dari elegi ini memberikan bagaimana gambaran pembelajaran yang seharusnya dilakukan.. Dalam proses pembelajaran hendaknya guru dapat mengembangkan dan memberdayakan kemampuan siswa sehingga proses pembelajaran diharapkan bisa memberikan peran yang lebih besar kepada siswa untuk melaksanakan aktivitas belajar mereka. Pada zaman modern ini hendaknya guru mampu mengubah paradigma dari teacher centered menjadi student centered, peran guru sebagai fasilitator bukan lagi seorang yang mentransfer ilmunya kepada siswa sehingga mengarahkan guru bahwa dalam proses pembelajaran, siswa adalah sebagai subyek pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk aktif melalui metode pembelajaran yang bervaiasi akan lebih membantu siswa untuk dapat membangun pengetahuan matematikanya sendiri.

    ReplyDelete
  60. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari Elegi di atas si Murid meminta agar pelajaran matematika itu menyenangkan, memberi semangat, dan bermanfaat, serta mudah dipelajari. Dari hal tersebut dapat menggambarkan pelajaran matematika beberapa tahun belakang bahkan sampai saat ini. Pelajaran matematika begitu membebani dan menjadi momok yang menakutkan bagi si Murid, dan itupun pernah saya alami dulu ketika masih sekolah. Pelajaran matematika yang ada saat itu ‘hanya’ berkutat pada bilangan-bilangan dan rumus, padahal definisi yang sesungguhnya dari matematika untuk siswa SD atau SMP adalah “Mathematics is an activity” seperti yang disampaikan di kuliah Prof. Marsigit. Maka dari itu, pelajaran matematika yang sesungguhnya ialah kegiatan yang dilakukan oleh mereka untuk dapat mengkonstruk ilmunya sendiri, bukan diberikan matematika formal karena tidak sesuai dengan perkembangan kognitif mereka.

    ReplyDelete
  61. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Banyak hal yang dapat dipelajari dari Elegi tersebut. Sebagai guru dan calon guru nantinya hendaklah kita menyadari peran kita yaitu sebagai fasilitator atau pemberi fasilitas kepada siswa. Maka kita harus dapat berlaku adil dan tidak pilih kasih terhadap semua siswa yang berhak diberi fasilitas, tidak hanya pada siswa yang pandai saja, tetapi kepada semuanya. Memberikan beragam kegiatan matematika, tidak hanya berceramah dan menggurui mereka karena sikap itu terkesan sombong. Astaghfirullah.

    ReplyDelete
  62. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Cara pandang atau paradigma seorang guru terhadap pelajaran matematika tetunya sangat berpengaruh terhadap bagaimana mereka mengajarkan matematika terhadap murid-muridnya. Seperti elegi di atas, Guru Matematika tersebut masih menganut paradigma yang beranggapan bahwa belajar adalah “transfer of knowledge” maka cara mengajar guru itu hanya berceramah dan mentransfer ilmunya kepada murid-murid. Maka, seperti yang Orang Tua Berambut Putih sampaikan, hijrahlah, berubahlah, dan bergeraklah dari paradigma lama ke paradigma yang memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan siswa yang dapat membantu siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Hakekat ilmu itu diperoleh dengan cara berinteraksi antara teori dan praktek, antara guru dan murid, antara siswa dan siswa, maka bangunlah hubungan yang harmonis antara subyek dan obyek itu secara aktif bukan pasif.

    ReplyDelete
  63. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah saya membaca tulisan diatas yang berjudul “Elegi Permintaan Si Murid Cerdas kepada Guru Matematika”, saya menyadari banyaknya hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan guru dalam melakukan pembelajaran dikelas. Guru harus mampu menjadi fasilitator yang dapat membantu siswa agar dapat mengkonstruk sendiri pengetahuannya. Guru harus dapat menciptakan suasana kelas yang menjadikan siswa sebagai pusat dari pembelajaran. Guru juga harus mampu menerapakn metode dan strategi-strategi agar siswa yang diajar menjadi tertarik dan termotivasi untuk mempelajari matematika

    ReplyDelete
  64. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bukanlah suatu hal yang mudah menjadi seorang guru. Guru harus mempertimbangkan kemampuan siswa, sifat, dan minat siswa yang beranekaragam sehingga dapat tercipta suatu pembelajaran yang ideal. Teknologi yang serba canggih juga harus dikuasai oleh guru agar pemikiran guru menjadi terbuka lebar sehingga proses pembelajaran yang tradisional/konvensional dengan metode kuno tidak lagi menjadi sesuatu yang harus dilakukan. Guru tidak harus menekankan metode ekspositori/ ceramah yang membuat siswa tidak tertarik dan tidak tertantang mempelajari matematika. Metode ceramah sudah bukanlah hal yang baik dilakukan dalam proses pembelajaran karena informasi diberikan oleh guru tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri informasi yang ingin diperolehnya, sehingga dapat memunculkan rasa malas dan berkurangnya rasa keingintahuan siswa.

    ReplyDelete
  65. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seperti yang disampaikan oleh Orang Tua Berambut Putih dan Prof. Marsigit dalam kuliahnya, beliau selalu menyampaikan bahwa LKS merupakan sarana atau wahana bagi siswa untuk melakukan berbagai macam kegiatan yang bertujuan untuk menemukan konsep matematika dan berguna dalam mengkonstruk pengetahuan siswa, tidak hanya kumpulan soal-soal saja. Maka sesungguhnya guru sendirilah yang membuat LKS sesuai dengan apa yang siswa butuhkan, bukan dengan cara membeli. Selain itu, menurut saya pun LKS merupakan ide guru dalam rangka memfasilitasi siswa untuk dapat mengkonstruksi pengetahuannya yang dituangkan dalam bermacam aktivitas. Oleh karena itu, LKS yang dikembangkan oleh setiap guru akan berbeda sesuai dengan ciri mereka masing-masing.

    ReplyDelete
  66. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca artikel di atas, saya menjadi paham bahwa pada saat ini metode mengajar tradisional yaitu metode mengajar dengan guru sebagai sumber belajar utama dan selalu memberikan ceramah dan siswa sebagai obyek dalam proses belajar sudah tidak sesuai lagi karena metode tersebut akan menyebabkan guru menjadi terkesan sombong, selain itu partisipasi dan kemampuan siswa tertutupi. Guru masa kini dituntut untuk menjadi guru yang demokratis, tidak lagi otoriter , maksudnya guru memberi kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan menemukan kesimpulan dan informasi sendiri tidak hanya mendapatkannya dari guru, dengan menemukan sendiri maka pengetahuan itu akan lebih awet diingat. Guru tidak dapat memaksakan kepada siswa untuk suka terhadap pelajaran matematika, karena kesenangan itu tidak dapat dibuat oleh guru melainkan kesenangan itu berasal dari dalam siswa itu sendiri yang menerima pelajaran matematika dengan ikhlas. Guru juga dituntut bersikap adil pada siswa, tidak menganggap remeh siswa yang nilainya jelek dan tidak telalu memuji siswa yang nilainya bagus.

    ReplyDelete
  67. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saat ini siswa perlu diberi kesempatan untuk dapat berpartisipasi secara aktif di kelas, bukan hanya sebagai penonton saat guru menerangkan materi pelajaran. Dengan metode pembelajaran inovatif maka hal tersebut akan dapat tercapai. Metode pembelajaran inovatif adalah metode pembelajaran dimana siswa adalah subjek dari pembelajaran, dan guru hanyalah fasilitator atau yang memfasilitasi siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  68. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode inovatif yang digunakan guru di kelas dapat ditambah dengan blog atau website yang dapat menjadi tempat siswa memperdalam pelajaran matematika. Selain itu guru dapat membuat LKS atau modul sendiri yang dapat digunakan instrumen belajar, berlatih dan ekslorasi anak di bidang matematika. itulah yang dapat saya pahami setelah membaca elegi diatas. Semoga semua guru dan calon guru dapat menjadi guru yang seperti demikian. Amin.

    ReplyDelete
  69. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. terkadang guru lupa bahwa siswa juga memiliki keinginan-keingan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang matematika. guru terlalu sombong dengan berpikir bahwa dirinyalah yang paling tahu apa yang terbaik untuk siswa. Guru perlu mendengarkan pendapat siswa dalam setiap pelajaran agar siswa juga menikmati belajar matematika dan prestasi belajr siswa dapat meningkat.

    ReplyDelete
  70. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih atas informasi yang Bapak berikan, saya jadi lebih mengetahui lebih mendalam mengenai apa saja yang diperlukan untuk menjadi guru sehingga siswa dapat membangun sendiri konsep matematika seperti yang sudah Bapak jelaskan dalam posting ini.

    ReplyDelete
  71. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Suasana yang diinginkan siswa dalam pelajaran matematika yaitu kelas yang menyenangkan, variatif, inovatif, membuat matematika bermanfaat karena ada di kehidupan mereka. Sehingga para siswa merasa senang belajar matematika. Hal ini dapat mempengaruhi psikolgis siswa sehingga lebih mudah memahami pelajaran, layaknya teori psikologi belajar yang bernah saya pelajari. Jika siswa merasa senang dan tidak merasa tertindas, ia akan lebih mudah menyerap pembelajaran. Dan bisa sampai tahap, siswa merasa tidak sedang belajar, namun ternyata ia telah belajar banyak hal. Hal ini dapat terwujud, jika dipersiapkan dengan baik oleh para guru dari pembukaan, apersepsi hingga kesimpulan dan penutup.

    ReplyDelete
  72. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebagai siswa, tentunya siswa memiliki keinginan dan pengharapan terhadap jalannya pembelajaran di kelasnya. Mereka tentu menginginkan pembelajaran di kelas menjadi lebih mudah dan tentunya tidak membuat mereka bosan akan pembelajaran yang sedang dijalankan. Siswa merasa sulit dan bosan dimungkinakn dikarenakan pembelajaran yang kurang inovatif. Sehingga, diperlukan pembelajaran yang inovatif, yaitu pembelajaran yang mengaktifkan siswa, dan membuat siswa beraktifitas untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  73. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebagai guru, tentunya menginginkan pembelajaran dapat berjalan dengan baik, serta kompetensi yang ingin dicapai dapat terpenuhi. Maka dari itu, guru perlu mempersiapkan dengan baik apa-apa saja yang harus dan wajib diperlukan di dalam pembelajaran di kelas. Sebagai guru pun, guru juga perlu mendengarkan pendapat, saran, dan keluh kesah dari siswa-siswanya, serta berfikir terbuka dan demokratis terhadap pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  74. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan eligi permintaan si murid cerdas yaitu “Ketahuilah wahai guruku, bahwa diriku dan diri teman-temanku semua itulah yang sebenar-benarnya melakukan persiapan. Itulah yang menurut Pamanku disebut sebagai Apersepsi.” Ternyata apresepsi itu sangatlah penting dan harus ada di setiap permulaan pembelajaran sebelum masuk pada inti pembelajaran.

    ReplyDelete
  75. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan eligi permintaan si murid cerdas yaitu “Aku sungguh merasa jemu jika engkau hanya menggunakan metode ceramah saja.” Maka sebagai guru harus bisa menggunakan metode yang bisa memberikan kesempatan siswa untuk mengeluarkan ide dan pikirannya sehingga mereka tidak terkekang.

    ReplyDelete
  76. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Berdasarkan eligi permintaan si murid cerdas yaitu “Oleh karena itu aku memohon agar engkau menggunakan berbagai variasi metode mengajar, variasi penilaian, variasi pemanfaatan sumber belajar.” Guru harus selalu berupaya melakukan inovasi dan inovasi terus menerus secara dinamis.

    ReplyDelete
  77. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai seorang guru, diharapkan untuk tidak otoriter dalam pembelajaran di kelas. Sehingga psikologis siswa tidak baik, menjadikan siswa akan takut apabila mengikuti pembelajaran di kelas. Dalam hal ini keegoisan seperti itu tidak di anjurkan dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  78. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru sebagai fasilitator diharapkan mampu membimbing dan memfasilitasi siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya, siswa tidak hanya langsung dikasih materi namun selalu diberikan kesempatan untuk mencoba menyelesaikan permasalahnnya. Maka dari itu pembelajaran yang inovatif harus diperhatikan oleh seorang guru agar tercipta iklim pembelajaran yang menarik.

    ReplyDelete
  79. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. guru harus dapat memenuhi setiap kebutuhuan belajar siswa. Guru perlu melakukan berbagai inovasi belajar. guru perlu membiarkan siswa melakukan kegiatan penelusuran pola, kegiatan pemecahan masalah, kegiatan investigasi dan komunikasi dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  80. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada intinya, dalam mempersiapkan diri sebelum terjun di lapangan kelak. Seorang calon guru harus melatih dirinya sendiri terlebih dahulu untuk menjadi semakin cerdas dalam segala aspek yang akan menunjang kesuksesan proses belajar mengajar. Semakin guru merasa siap, semakin maksimal pula ilmu yang akan diserap oleh siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  81. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dengan melihat kemampuan siswa yang berbeda-beda, maka guru yang cerdas juga diwajibkan untuk mampu menempatkan diri pada kondisi yang berbeda-beda pula. Jangan sampai ketika menghadapi siswa yang berkemampuan diatas rata-rata, perlakuannya disamakan terhadap siswa yang biasa saja. Jika sampai hal tersebut terjadi, dapat menimbulkan ketidakpuasan atau ketidakpercayaan siswa tersebut terhadap gurunya. Yang pada jangka panjangnya, apa saja yang berusaha disampaikan oleh guru mungkin tidak akan diperhatikan oleh siswa yang bersangkutan tersebut.

    ReplyDelete
  82. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Media pembelajaran memiliki peran yang teramat penting dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Terlebih dengan diberlakukannya kurikulum 2013 yang menuntut siswa untuk lebih aktif dalam mengembangkan kemampuan yang dimiliki, maka sudah selayaknya sebelum dilaksanakan kegiatan belajar mengajar, guru harus cerdas dalam menyiapkan media pembelajaran yang cocok terhadap topik pembelajaran. Selain itu ketika menggunakan permasalahan sehari-hari, diupayakan untuk sampai pada logika siswa serta sesuai dengan perkembangannya.

    ReplyDelete
  83. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Siswa cerdas merupakan berkah yang harus disyukuri oleh seorang guru. Bukan berarti siswa yang kurang cerdas dijadikan beban oleh guru tersebut. Tolak ukur antara cerdas dan kurang cerdas sebenarnya terletak dalam perbandingan antara satu dengan lainnya. Dan pada akhirnya, sungguh tidak ada siswa yang tidak cerdas dalam kemampuan mereka masing-masing.

    ReplyDelete
  84. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi permintaan si murid cerdas kepada guru matematika pada postingan ini sangat bermanfaat dan perlu untuk dicermati. Percakapan antara si murid cerdas dan guru matematika itu merupakan hakekat pembelajaran matematika yang sebenarnya. Sedangkan percakapan antara guru matematika dan orang tua berambut putih merupakan cara yang harus ditempuh guru agar dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan hakikat pembelajaran matematika yang sesungguhnya. Dengan membaca, merenungi, dan melaksanakan setiap kalimat dalam elegi tersebut, maka perencanaan pembelajaran akan lebih baik.

    ReplyDelete
  85. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca elegi permintaan si murid cerdas kepada guru matematika tersebut, saya dapat menggaris bawahi poin-poin penting yang harus diperhatikan dalam pembelajaran matematika, diantaranya yaitu RPP harus disusun dengan cermat dan seinovatif mungkin, LKS dibuat sesuai dengan pendekatan yang digunakan, kegiatan apersepsi sebelum memasuki materi baru, adanya variasi media, metode, dan interaksi, adanya diskusi kelompok, ada presentasi, refleksi, dan kesimpulan oleh siswa, dan adanya portofolio.

    ReplyDelete
  86. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Di dalam pembelajaran, penting adanya interaksi antara guru dan siswa. Interkasi pun juga bermacam-macam. Baik interaksi antara guru dengan seluruh siswa, guru dengan seorang siswa, guru dengan sekelompok siswa, antar dua orang siswa, interkasi dalam kelompok siswa, dan interaksi seorang siswa terhadap seluruh teman sekelasnya. Interaksi yang sangat beragam ini dalam pembelajaran yang inovatif diperlukan. Ini akan membantu siswa untuk lebih bisa menyampaikan gagasannya, dan guru tidak terlalu banyak mendominasi di kelas.

    ReplyDelete
  87. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika mengingatkan agar guru selalu bisa memposisikan ketika menjadi siswa. Ternyata permintaan yang begitu banyaknya benar-benar adanya. Ketika menjadi siswa, tidak ingin ketika kita mengikuti pelajaran matematika hanya sebagai sarana menghabiskan waktu dan hanya sarana mencari nilai. Lebih dari itu harusnya.

    ReplyDelete
  88. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Ketika menjadi guru, banyak hal yang perlu disiapkan. Kita juga harus pandai mengontrol emosi untuk bisa memahami perbedaan individu siswa. Untuk mengajar matematika agar lebih baik kita dapat menyiapkan diantaranya mendalami materi matematika, menggunakan alat peraga atau media, dan meyediakan LKS.

    ReplyDelete
  89. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika kepada siswa terutam untuk anak SD dan SMP harusnya dibuat aktivitas yang penuh kesenangan. Hal ini agar siswa betah dan menyukai suasana kelas matematika. Bisa juga ketika pembelajaran matematika, diadakan permainan yang relevan dengan materi matematika, sehingga siwa dapat beraktivitas dan juga belajar.

    ReplyDelete
  90. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru yang baik yaitu bisa mengetahui apa yang dibutuhkan siswanya. Guru membantu memfasilitasi kebutuhan siswa dengan terus memahami karakteristik siswa-siswanya. Guru di kelas baiknya menggunakan berbagai inovasi dalam pembelajaran matematika. Inovasi pembelajaran akan menumbuhkembangkan juga pemikiran siswa.

    ReplyDelete
  91. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru bisa membuat media pembelajaran matematika yang lebih inovatif sesuai denga n perkembangan teknologi. Misal guru membuat game pembelajaran ataupun membuat blog yang berisi tentang pengetahuan matematika yang relevan. Pemanfaatan teknologi ini yang harus terus dikembangkan.

    ReplyDelete
  92. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berkembangnya teknologi membuat siswa mudah mengakses pengetahuan. Sehingga siswa tidak hanya mendapatkan materi dari guru di kelas. Akan tetapi bisa memperoleh informasi dan pengetahuan dari berbagai sumber. Alangkah baiknya perkembangan teknologi ini diimbangi dengan mengembangkan budaya Indonesia juga. Inilah salah satu peran dari adanya etnomatematika.

    ReplyDelete
  93. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Dalam tulisan diatas permintaan murid yang berharap agar pelajaran matematika itu guru persiapakan sebaik-baiknya agar murid dapat melakukan berbagai aktivitas di kelas akan membuat guru merancang kegiatan pembelajaran yang tidak hanya efektif namun juga menarik. Menarik untuk murid dalam arti murid dapat bereksplorasi dengan beraktivitas. Hal ini memang merupakan hal yang penting untuk guru.

    ReplyDelete
  94. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    S1 Pendidikan Matematika

    Hakikat mengajar adalah membimbing siswa. Orientasi dalam mengajar tidak sekedar transfer of knowladge, agar siswa plek sama dengan pikiran guru, lebih jauh dan lebih berkembang dari itu, orientasi membimbing bagai mengantarkan siswa kepada setiap pintunya, sehiongga pada titik tertentu seorang murid masih mampu mengembangkan ke atas, ke samping ke kanan, ke kiri. dalam artian pendidikan, seorang murid diharapkan dapat berkembang dan melebihi kemampuan guru.

    ReplyDelete
  95. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Bagaimana seharusnya seorang pendidik memberi media yang dapat membangun pengetahuan siswa dengan sendirinya dan bagaimana siswa ingin diperlakukan sesuai dengan psikologinya. Elegi ini merupakan contoh langsung inovasi pembelajaran yang bapak lakukan, bapak menyadarkan kami tentang tugas-tugas kami sebagai seorang pendidik namun bukan dengan menceramahi hal-hal yang harus kami lakukan namun membimbing kami untuk menemukan tugas-tugas itu yang tertuang dalam percakapan antara murid dan guru dalam tulisan ini.

    ReplyDelete
  96. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013


    Saya mengucapkan terima kasih karena banyak ilmu yang dapat saya ambil dari Elegi Permintaan Si Murid kepada Guru Matematika ini. Berdasarkan elegi ini, saya memahami bahwa siswa memiliki banyak hak yang terkadang diabaikan oleh guru. Seorang guru yang baik selain mengingatkan kewajiban siswa yaitu belajar juga menghormati hak-haknya sebagai siswa. Hal ini menunjukkan bahwa betapa mulianya profesi seorang guru, akan tetapi tidak mudah dalam menjalani semua tugas dan kewajiban bagi seorang guru.

    ReplyDelete
  97. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Pada percakapan guru matematika dan orang tua berambut putih, saya memahami seorang guru seharusnya memberdayakan siswanya, mengembangkan multi metode, yaitu metode yang bervariasi, dinamis dan fleksibel, mengembangkan LKS yang dapat memberikan wahana bagi siswa untuk beraktivitas untuk menemukan ilmu, dan tentunya guru sebagai fasilitator bagi siswa.

    ReplyDelete
  98. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013
    Saya mengucapkan terima kasih karena banyak ilmu yang dapat saya ambil dari elegi permintaan si murid kepada guru matematika ini. Berdasarkan elegi permintaan si murid cerdas kepada guru matematika, saya memahami bahwa siswa memiliki banyak hak yang terkadang diabaikan oleh guru. Seorang guru yang baik selain mengingatkan kewajiban siswa yaitu belajar juga menghormati hak-haknya sebagai siswa. Hal ini menunjukkan bahwa betapa mulianya profesi seorang guru, akan tetapi tidak mudah dalam menjalani semua tugas dan kewajiban bagi seorang guru.

    ReplyDelete
  99. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013
    Pada percakapan guru matematika dan orang tua berambut putih, saya memahami seorang guru seharusnya memberdayakan siswanya, mengembangkan multi metode, yaitu metode yang bervariasi, dinamis dan fleksibel, mengembangkan LKS yang dapat memberikan wahana bagi siswa untuk beraktivitas untuk menemukan ilmu, dan tentunya guru sebagai fasilitator bagi siswa.

    ReplyDelete
  100. Yudit Pardianti
    15712251001
    S2. DIKDAS kelas A 2015


    Terimakasih prof, tulisan ini cukup membuka wawasan saya mengenai pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru dalam setiap pembelajara yang dilakukan. Sangatlah penting seorang guru untuk melakukan pembelajaran yang inovatif dalam setiap pembelajaran yang dilakukan. Pembelajaran yang mampu memotivasi dan menginspirasi siswa adalah pembelajaran yang menfasilitasi siswa untuk dapat bereksploasi. Dalam setiap pembelajaran yang dilakukan, guru harus senantiasa melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Seorang guru harus mengubah pradigmanya dari mengajar (mentransfer ilmu) menjadi menfasilitasi dan membangun.

    ReplyDelete
  101. Khotimah
    15712251030
    S2. Pendidikan Dasar kelas B 2015

    Terimakasih atas tulisan ini Prof.
    Tulisan ini menambah wawasan saya bahwa guru mempunyai peranan yang sangat penting bagi siswa dalam membangun pengetahuan. Selama ini ternyata sebagian besar siswa merasa matematika menjadi pelajaran yang paling sulit dan membosankan salah satunya dikarenakan oleh guru. Guru yang selama ini mengajar dengan menerangkan, memberi contoh, memberi soal, memberi tugas, dan menerangkan kembali, demikian seterusnya ternyata membuat siswa kurang menikmati belajar matematika yang akhirnya berujung pada kesulitan belajar matematika. Oleh sebab itu diperlukan adanya kesadaran guru untuk mengubah paradigma dari teacher centered menjadi student centered, dari transer of knowledge menjadi to facilitate, dari directed-teaching menjadi less directed-teaching, dari menekankan kepada teaching menjadi menekankan kepada learning, dari metode tunggal menjadi metode jamak, dan lain-lain. Guru harus mampu memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan mereka. Guru juga harus mampu menerapkan pembelajaran yang inovatif agar siswa tidak merasa bosan pada pembelajaran matematika sehingga kesulitan belajar matematika yang mereka alami akan berkurang.

    ReplyDelete
  102. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sekiranya memang pembelajaran seperti yang dikatakan Orang Tua Berambut Putih itulah yang harus dilaksanakan, mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Namun pergeseran tersebut harus diikuti dengan kesiapan guru dan siswa pula. Bagi guru yang masih close minded tentulah sulit menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan guru sebagai fasilitator. Dan pada kenyataannya di lapangan, siswa masih banyak yang meminta guru menjelaskan saja dibandingkan dengan diskusi kelompok dan presentasi. Miris memang, tapi pandangan masyarakat harus diubah. Jika guru saja yang berusaha maka percuma. Seluruh pihak harus merubah cara pandang mereka terhadap pendidikan.

    ReplyDelete
  103. Nama : iLania Eka Andari
    Kelas : PM C 2017 (S2)
    NIM : 17709251050

    Sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Bapak Marsigit karena telah membuat tulisan
    "Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika",
    dimana tulisan ini dapat menjadi salah satu acuan untuk mengetahui apa yang harus dan tidak harus kami lakukan sebagai seorang guru maupun calon guru.

    Berdasarkan elegi tersebut, kesimpulan yang saya dapatkan adalah bahwasannya seorang guru selain harus bisa menjadi fasilitator juga harus bisa menjadi organisator dan inisiator.
    Sebagai organisator, guru dalam melaksanakan tugasnya harus dapat mengatur dan mengelola sumber-sumber pembelajaran yang tersedia. Seorang guru harus menyadari bahwa sumber belajar tidak hanya dari buku atau jurnal semata, melainkan dapat juga melalui blog yang dibuat guru untuk muridnya. Dengan demikian, peserta didik dapat memanfaatkan sumber-sumber tersebut sebagai media pembelajaran yang memungkinkan siswa melakukan proses pembelajaran dengan efektif dan efisien.
    Sedangkan sebagai inisiator, guru dituntut untuk menggali dan mencetuskan ide-ide dalam proses pembelajaran. Ide-ide yang dikemukakan adalah ide-ide yang kreatif dan dapat memotivasi peserta didik untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencetuskan ide-ide yang dimiliki peserta didik adalah dengan cara diskusi kelompok dan juga membuat LKS untuk siswa. Dimana LKS ini bertujuan sebagai wahana siswa untuk menemukan rumus matematika dengan caranya sendiri. Sehingga mereka akan lebih memahami rumus tersebut.

    ReplyDelete
  104. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Hal yang kami (saya) pelajari dari elegi ini adalah kebutuhan siswa itu banyak sehingga pekerjaan/profesi seorang guru termasuk juga guru matematika itu sejatinya cukup sulit. Selain matematika yang sudah berpredikat sulit, objek dari matematika sendiri itu abstrak. Sehingga terkadang siswa sudah tertekan dulu sebelum pembelajaran matematika. Guru tidak bisa memaksa siswa untuk suka matematika dan giat belajar, akan tetapi setidaknya guru bisa berusahan keras agar siswa bisa memiliki atau menumbuhkan rasa suka terhadap matematika dan menumbuhkan keinginan siswa untuk belajar lebih giat salah satu nya adalah mengembangkan pembelajaran yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan siswa tersebut. Karena sejatinya setiap orang yang terpenuhi kebutuhannya itu biasanya bahagia.

    Terima kasih Pak, Elegi ini sangat menginspirasi.

    ReplyDelete
  105. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih kepada Prof. Marsigit, karena berkat bapak saya menjadi sadar tentang bagaimana seharusnya kita bersikap kepada siswa ketika membantu mereka dalam proses pembelajaran. Siswa yang berbeda-beda karakter dan kemampuannya, tetapi masih dituntut untuk mencapai hasil yang sama dengan cara yang seragam. Padahal dengan kemampuan dan karakter yang berbeda tentu saja siswa seharusnya diberi perlakuan yang berbeda pula, sesuai dengan kebutuhannya.
    Kemudian, permasalahan masih banyaknya LKS yang beredar bukanlah lembar yang mengeksplore kemampuan serta membangun pengetahuan siswa, namun hanyalah penjelasan singkat dan lebih banyak soal-soal. masih banyaknya kekurangan dalam mengajar tentunya menjadi keprihatinan bersama sehingga diharapkan dimasa depan lebih banyak orang yang sadar akan pentingnya mengetahui kewajiban dan tugas serta harapan yang harus dipenuhi dari menjadi seorang guru.

    ReplyDelete
  106. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PPs UNY PEP S2 B 2017

    Semakin antusias mendengar wejangan sang orangtua berambut putih. Postingan di atas menjadi jawaban dan solusi lanjutan selepas saya membaca tulisan Bapak Marsigit dengan judul "Jargon Pertengkaran Guru dan Siswa" serta "Jargon Pertengkaran Tradisional dan Inovatif". Terlepas dari begitu bermanfaatnya isi postingan dia atas (betapa pentingnya keberadaan dan kesadaran guru di tengah-tengah peserta didiknya), sejauh ini, meskipun baru sedikit sekali yang saya baca, saya belajar bahwa fenomena ataupun permasalahan harus diselesaikan secara sistematis dan berkelanjutan. Hal ini memotivasi saya untuk semakin menambah referensi bacaan saya.

    Pada postingan di atas saya sangat setuju bahwa guru memang harus mengubah paradigma yang dimiliki. Satu kalimat penuh makna, "Berubahlah dan berbahlah segera". Berinovasi. Menggunakan berbagai media. Dan lainnya

    ReplyDelete
  107. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Elegi yang Bapak Marsigit sampaikan menyadarkan saya, bahwa sebagai guru tidak selamanya berada di posisi yang terbaik, paling mengerti segalanya, paling pandai atau bahkan merasa lebih dari siswa-siswanya. Guru tidak boleh memperlakukan siswanya seperti robot yang diisi baterai, kemudian digerakkan dengan remote control. Guru tidak diperkenankan menganggap siswa sebagai 'tong kosong' yang tidak mengerti apa-apa, lugu, dan polos. Setiap siswa pada dasarnya sudah memiliki potensi-potensi, tinggal bagaimana guru mengarahkan atau sekadar memfasilitasi bagaimana potensi-potensi tersebut dapat berkembang ke arah lebih baik. Guru bukanlah sosok malaikat yang mampu memahami segalanya, termasuk memahami isi hati dan pikiran siswanya. Sempatkan para siswa untuk lebih sering bertanya, diskusi, mengungkapkan pendapat, ide, gagasan, uneg-uneg, bahkan sanggahan kepada guru (dengan sopan tentunya).

    ReplyDelete
  108. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    S2 PM A

    Elegi ini menggambarkan problematika yang sering terjadi di lapangan, bahkan kita sebagai siswa pun mungkin juga pernah merasakannya. Uneg-uneg yang dirasakan oleh siswa terhadap matematika (baik dari segi cara mengajar guru maupun media pembelajaran yang digunakan) dan situasi yang dihadapi oleh guru matematika tersebut (dengan beban kurikulum yang banyak sementara waktunya terbatas, harus memberikan pelajaran matematika yang beragam kepada siswa yang beragam pula). Jika jawaban Orang Tua Berambut Putih adalah benar kiranya, hal tersebut sudah menjawab problematika antara guru dan siswa tadi. Oleh karena itu sekarang dibutuhkan kerjasama antara guru dan siswa, serta berbagai pihak yang terkait lainnya untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang bisa memberdayakan siswa.

    ReplyDelete
  109. Afiramita Hertanti
    S2- PMA 2017
    NIM. 17709251008

    terima kasih, pak. saya sangat takjub membaca elegi percakapan antara 3 subjek diatas. yang membuat saya bertanya-tanya sebagai mantan guru smp yang belum pernah menemukan jenis murid yang kelewat cerdas seperti itu adalah, dalam konteks material (kehidupan sehari-hari) mungkinkah kita menemukan murid yang memiliki keceradasan emosi yang sekompleks itu di tengah-tengah peradaban kapitalisme? setidaknya dalam usia sekolah dasar dan menengah? atau apakah elegi di atas hanyalah sebatas satire (sndiran positif) kepada sosok guru yang selalu menempatkan dirinya sebagai subjek yang aktif?

    ReplyDelete
  110. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Terimakasih banyak Prof. Marsigit..
    Tulisan di atas akan sangat baik jika juga dibaca oleh guru-guru matematika sebagai cerminan untuk memperbaiki kulitas dalam mengajarkan matematika.
    Dari tulisan di atas, saya merasa malu sekali. Sebagai seseorang yang pernah menjadi guru mata pelajaran matematika SMA di salah satu pondok pesantren di kota saya, saya merasa jauh sekali dari kriteria guru matematika yang dijelaskan di atas. Begitu juga dengan teman-teman yang lainnya, kendala kami antara lain, masih banyak siswa yang belum mampu untuk mengikuti pembelajaran yang siswa sendiri mengkonstruk pengetahuannya, sehingga waktu yang dibutuhkan lebih lama dan pada akhirnya target materi dari atas tidak bisa dipenuhi semua dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Sehingga pada akhir-akhir menjelang Ujian Semester materi dikebut oleh guru dalam waktu yang singkat dan hanya dengan metode ceramah. Masalah ini sering kami hadapi. Padahal kami tahu ini tidaklah baik. Tetapi harus kami lakukan karena semua materi harus kami sampaikan. Bagaimanakah sebenarnya solusi untuk masalah ini?

    ReplyDelete
  111. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya membaca elegi ini dari dua sudut pandang. Yaitu sebagai murid dan sebagai guru. Pertama sudut pandang sebagai murid. Jika seorang murid ditanya oleh seorang guru tentang permintaan-permintaannya kepada sang guru, maka pastilah ia akan mengungkapkan seluruh isi hatinya. Saya yakin setiap murid pasti memiliki permintaan atau unek-unek di pikirannya mengenai pelaksanaan pembelajaran yang ia alami di sekolah. Betapa senangnya jka seorang murid diberi kesempatan untuk menyampaikan isi hatinya di depan gurunya. Namun jika tidak ditanya oleh guru maka hampir mustahil murid mau mencurahkan isi hatinya pada guru. Pasti ada rasa ragu atau takut dimarahi oleh guru. Sebaliknya, siswa akan dengan senang hati menyampaikan perasaannya jika ia merasa nyaman dengan gurunya. Karena harapan terbesar setiap siswa adalah agar keinginan mereka dapat dipahami oleh guru mereka. Dan belajar yang efektif menurut siswa adalah jika mereka dapat leluasa mengembagkan pola pikir mereka dan berdiskusi dengan teman.
    Sudut pandang yang kedua adalah sebagai seorang guru. Guru yang seperti elegi di atas menurut saya adalah guru yang sangat baik karena mau mendengarkan bahkan memikirkan dan berusaha mengabulkan permintaan-permintaan dari si murid. Karena sangat jarang ada guru yang repot-repot memikirkan keinginan siswa. Sebagian besar guru sibuk mengejar target materi mengajar, sehingga mengajar dengan otoriter dan tergesa-gesa. Tentu saja pencapaian tersebut penting, tetapi sebagai guru juga harus ingat bahwa siswa juga memiliki hak untuk mengembangkan pola pikirnya. Bukan hanya disuapi materi sebanyak-banyaknya. Guru harus memperhatikan proses dalam belajar dan tidak hanya terpaut pada hasil. Guru yang bijak adalah guru yang mau membuka diri kepada muridnya sehingga murid merasa nyaman dengan gurunya. Jangan sampai membuat murid tidak menyukai pelajaran matematika hanya karena gurunya yang dianggap galak atau membosankan. Mari kita menjadi guru yang inovatif dan kreatif.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  112. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingan elegi yang tidak hanya menyentuh tapi juga seakan menampar saya sebagai seorang guru. Tanpa sadar guru masih sering menempatkan dirinya sebagai pusat dalam proses belajar mengajar sehingga lupa dengan kebutuhan siswa. Guru terkadang terlalu fokus akan target atau hasil pencapaian belajar yang harus dicapai sampai lupa memperhatikan detail-detail kecil namun penting yang terjadi selama proses pencapaian hasil tersebut.

    ReplyDelete
  113. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Elegi ini merupakan penggambaran akan pembelajaran yang dilakukan selama ini oleh sebagian besar guru. Hal ini juga menyadarkan saya karena selama pengalaman saya mengajar terdapat beberapa situasi seperti yang diutarakan diatas. Hal ini memang memilki kecendruangan besar untuk terjadi dimana guru yang seharusnya menjadi fasilitator malah terkesan menggurui dengan cara ceramah dan melakukan segala hal seperti menganggap bahwa siswa tidak mampu melakukan apapun. Elegi ini berisi permintaan siswa agar guru lebih menghargai keberadaannya, yaitu dengan membiarkannya beraktivitas dalam kelas. Siswa beragam dengan cara belajar yang beragam pula, untuk itu, guru diminta untuk lebih siap dalam merencanakan pembelajaran. Semoga kelak kami sebagai calon guru bisa lebih meningkatkan kualitas guru indonesia di masa yang akan datang. Amin

    ReplyDelete
  114. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Percakapan tiga tokoh dalam postingan tersebut sangat menarik dan mengandung makna mendalam terutama bagi guru. Pelajaran yang dapat dipetik dari percakapan tersebut adalah tentang kriteria seorang guru yang diperlukan untuk memfasilitasi siswa belajar saat ini. Banyak hal yang harus dipersiapkan oleh guru agar dapat memfasilitasi siswa dengan baik. Dari percakapan tersebut saya memperoleh informasi yang lebih luas tentang posisi guru dan siswa, hak-hak yang seharusnya siswa dapat, serta perlakuan guru terhadap siswa.

    ReplyDelete
  115. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Selama ini, kebanyakan dari guru lupa bahwa siswanya terdiri dari berbagai macam kakakteristik. Padahal di dalam kelas terdiri dari berbagai macam siswa dengan berbagai macam kebutuhan pula. Maka elegi ini mengingatkan guru untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif, variatif, dinamis, dan fleksibel. Guru juga perlu menyadari bahwa pada hakikatnya, yang belajar adalah siswa. Maka siswa lah yang membangun pengetahuannya sendiri, sedangkan guru hanya bertindak sebagai fasilitator dan pengelola kelas. Guru juga tidak seharusnya menuntut siswa untuk belajar, tetapi justru membuat siswa agar sadar terhadap kebutuhan belajarnya. Maka dengan sendirinya, siswa akan belajar dengan senang, ikhlas, dan menyadari pentingnya belajar.

    ReplyDelete
  116. Junianto
    17709251065
    PM C

    Belajar yang paling baik adalah belajar atas kemauan dan kesadaran sendiri. Begitu juga kegiatan belajar siswa, tidak sepantasnya guru memaksa siswa untuk suka dengan pelajaran matematika karena siswa memiliki bakat dan kemampuan sendiri. Biarkan siswa menemukan konsep dan kecintaan pada matematika dengan sendirinya. Siswa memiliki hak untuk suka maupun tidak suka dengan pelajaran matematika. Maka dari itu, guru hanyalah sebagai fasilitator saja, bukan transfer ilmu.

    ReplyDelete
  117. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Subhanallah.. baru kali ini saya menyadari.
    Terimakasih Prof atas postingan kali ini. Elegi permintaan si murid cerdas kepada guru matematika, akan menjadi pembelajaran kepada saya dan teman-teman lainnya. Ini bekal penting untuk saya (Insya Allah) sebagai calon seorang guru matematika. Yang dapat saya simpulkan bahwa, ketika kita mengajar, kita harus bisa memposisikan diri kita sebagai murid, agar kita paham apa yang dibutuhkan murid, dan apa yang diinginkan murid. Jadi dengan adanya elegi ini, dapat menjadi wawasan untuk saya dan teman-teman, sehingga kami menjadi tahu sebenarnya apa saja yang diharapkan siswa dalam proses pembelajaran matematika. Dan ilmu serta nasehat dari bapak berambut putih pun akan menjadi bekal pengetahuan untuk kami sebagai calon seorang guru, agar menjadi guru yang baik, profesional, dan berkualitas tentunya.

    ReplyDelete
  118. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak yang telah membuat Elegi yang sangat menginspirasi dan menyadarkan kami.
    Elegi ini benar-benar harapan yang di inginkan seorang siswa di kelas akan matematika. Sering kali apa yang kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan, salah satu evaluasi karena kita sebagai pendidik kadang mendidik dengan apa yang kita inginkan, bukan apa yang di inginkan siswa.
    Tentulah yang benar dan baik sebagai pendidik yang benar-benar ikhlas hati dan pikirnya perlu memperhatikan apa yang di inginkan siswa. Bagi guru yang telah khilaf mengabaikan hal yang terpenting yaitu melakukan HIJRAH dari metode tradisional menjadi modern, menggunakan metode yang beraneka ragam, memperhatikan keberagaman siswa, memanfaatkan media dan fasilitas yang ada. Dan untuk calon pendidik yang ingin ikhlas hati dan pikir haruslah membuka mata lebar, telinga yang lebar untuk mendapatkan wahyu/pengetahuan untuk bekal bagaimana mengajar yang baik itu.

    ReplyDelete
  119. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Subhanallah, terima kasih Pak Prof. atas eligi diatas yang Bapak posting. Eligi permintaan si murid cerdas kepada guru matematika ini seakan menjadi sentilan bagi kita semua, terutama bagi guru maupun calon guru mtematika, dan sekaligus eligi yang sangat menginspirasi dan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi kita. Bagaimana tidak? Melalui eligi ini, kita guru dan calon guru matematika serasa mendapat tamparan dari permintaan-permintaan si “murid”, bahwa selama ini dalam proses belajar mengajar kita (guru dan calon guru matematika) merasa egois, merasa sempurna, dengan menuntut siswa harus begini dan begitu tanpa menyadari sesungguhnya awal dari kesulitan yang ditemui siswa berawal dari ketidakpekaan kita sebagai guru.
    Melalui eligi ini juga, para guru matematika disentil untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa dengan berbagai pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Dalam hal ini, guru hanya bertindak sebagai fasilitator sedangkan siswa yang bergerak untuk membangun pengetahuan mereka melalui fasilitas yang diberikan oleh guru. Dengan demikian, siswa dapat berkembang dan merasa bahwa belajar itu memang penting untuk dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  120. Yopi K
    15712259024
    Dikdas 2015

    Terimakasih atas tulisannya prof, tulisan yang sangat menginspirasi, semoga dengan ini dapat menjadi jalan memperbaiki cara pandang yang berujung pada upaya perbaikan proses pembelajaran. Mohon izin untuk share agar menjadi inspirasi bagi pendidik lainnya.

    ReplyDelete
  121. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Apa yang disajikan oleh bapak pada artikel ini membuka mata saya untuk selalu berjuang dalam menyiapkan pembelajaran matematika yang baik bagi anak. Tadi saya mengikuti talk show dengan Prof. suyanto, Ph.D. bliau memaparkan mengenai pendidikan yang ada pada zaman sekarang. Salah satu kekurangan dari pendidikan di Indonesia adalah sikap guru yang terlalu mengekang siswa-siswinya untuk melakukan apa yang diinginkan oleh guru dengan fasilitas maupun bahan ajar yang diberikan seadanya. Disini secara tidak langsung saya berfikir bahwa selama ini saya telah mendzolimi murid saya yang pernah saya ajar. Saya selalu menuntut siswa melakukan ini itu tanpa berfikir apakah cara penyampaian saya sudah benar dan membuat siswa paham. Semoga kedepan saya sebagai calon pendidik akan berusaha lebih keras dalam mempersiapkan pengajaran di dalam maupun di luar kelas.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  122. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Permintaan murid cerdas kepada guru matematika sangatlah banyak. Ini mengindikasikan bahwa yang selama ini dilakukan oleh guru matematika tidak sesuai dengan kebutuhan murid. Padahal pembelajaran yang baik adalah yang memenuhi kebutuhan murid dalam belajar. Salah satunya adalah kesempatan untuk bertanya. Sejak dulu, Indonesia menerapkan metode belajar ekspositori, dimana guru menjelaskan materi atau topik belajar kepada siswa. Karena pembelajaran yang strict, terkadang membuat siswa menjadi takut untuk bertanya. Takut salah, takut dibilang bodoh, takut disuruh menjawab pertanyaannya sendiri, dan ketakutan-ketakutan yang lain. Hal ini menyebabkan siswa enggan bertanya kepada guru. Padahal dengan bertanya, akan membantu siswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Pertanyaan adalah refleksi dari ketidaktahuan. Ketidaktahuan adalah indikasi bahwa seseorang sedang mempelajari sesuatu. Metode ekspositori adalah metode yang sudah kadaluwarsa untuk digunakan di kelas, menurut orangtua berambut putih. Hal ini dikarenakan kondisi dunia saat ini sudah sangat berbeda dengan zaman dulu ketika ekspositori digunakan. Selain itu, metode ekspositori membatasi gerak siswa di kelas. Bukan hanya gerak fisiknya, namun juga gerak pikirannya. Metode belajar yang relevan saat ini salah satunya adalah discovery learning, dimana siswa mengkonstruk pengetahuannya atas kesadarannya dan tanpa paksaan pihak lain.

    ReplyDelete
  123. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    masyaAllah begitu cerdarnya murid tersebut sehingga dapat merinci sebegitu detailnya permintaan unutk guru matematikanya.
    Tidak terasa bahwa beban guru tersebut banyak sekali. Harus menfasilitasi begitu banyak permintaan sang anak. Satu anak. Tidak bisa dibayangkan bagaimana sang guru akan menghadapi banyak anak di dalam satu kelas. Dan pasti tidak hanya anak yang kelihatan cerdas saja yang memiliki keinginan seperti itu.
    Besar harapan saya dapat menfasilitasi anak didik dengan segala keinginan yang mereka harapkan.

    ReplyDelete
  124. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Perminta'an yang diajukan oleh murid cerdas tersebut sebenarnya sangat mewakili permintaan oleh seluruh siswa walaupun mereka tidak menyadarinya ataupun tidak bisa mengungkapkan nya, bahkan mungkin belum pernah terpikir oleh mereka bahwa. tidak hanya pada murid-murid disekolah, tetapi juga bagi mereka yang menemppuh pendidikan di perguruan tinggi.

    ReplyDelete
  125. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Jika dilihat dari sederetan permintaan permintaan murid itu, memang merupakan banyak hal yang harus dilakukan seorang guru terhadap muridnya. Dan jika guru tidak melakukan hal tersebut maka guru tersebut telah mendzolimi anak didiknya. Sebagai contoh, ketika guru hanya bertanya kepada siswa yang didepan, hanya menerapkan satu model pembelajaran dll. Hal-hal tersebut lah yang patut untuk ditunjau kembali pelaksanaannya ketika dikelas. Pasti banyak faktor mengapa guru melakukan hal yang tidak menyenangkan siswa tersebut. Kemungkinan mengapa hanya siswa yang bagian depan saja yang mendapat pertanyaan adalah karena siswa yang bagian belakang rame dengan teman sebangkunya dan guru telah memperingatkan berkali kali namun tidak ditanggapinya.

    ReplyDelete
  126. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Saya setuju dengan orang tua yang bijak berambut putih ini. Bahwa cepat dan tergesa-gesa itu tidak lah baik. Tergesa gesa adalah kemauan untuk mendapatkan apa yang diinginkan namun belum waktunya untuk didapatkan. Ada yang berpendapat juga bahwa sifat tergesa gesa itu adalah dari setan sehingga harus dijauhi. Tidak hanya tergesa gesa yang harus diperbaiki oleh guru, namun guru juga dituntut untuk menyelesaikan sebegitu banyak materi dalam waktu yang bisa dikatakan singkat belum lagi guru juga dituntut untuk mereview pokok bahasan yang siswa belum paham. Bagaimana menurut bapak akan hal tersebut ?

    ReplyDelete
  127. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Dengan melihat percakapan di atas benar-benar membuka mata kami, sejauh mana keberhasilan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Untuk itu sangat penting dalam mengajar benar-benar jeli dalam mempersiapkan dan membuat segala perangkat pembelajaran. Agar pembelajaran yang diharapkan baik siswa yang cerdas maupun sebaliknya dapat menjadi sebuah realitas dan bukan hanya sekedar apersepsi belaka.

    ReplyDelete
  128. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Membaca permintaan-permintaan si murid cerdas saya semakin menyadari bahwa pembelajaran yang pernah atau bahkan familiar jauh dari kata mampu untuk menutupi permintaan-permintaan tersebut. Dengan bijaknya si Murid cerdas mengutarakan keinginan-keinginannya yang sebenarnya tidak hanya cerminan kebutuhan siswa yang cerdas saja, melainkan yang dibutuhkan oleh semua siswa. Jika berbicara mengenai LKS yang kerap digunakan di sekolah, benar adanya bahwa LKS tersebut kurang memfasilitasi siswa. Terlebih dengan pendekatan saintifik yang dicanangkan dewasa ini, peran LKS semakin jauh untuk bisa menjadi sumber belajar yang beik. Mengingat konten LKS biasanya memaparkan tujuan pembelajaran, ringkasan materi, contoh soal kemudian soal-soal yang diberikan LKS tak jauh beda dengan contoh dan sedikit sekali yang menampilkan permasalahan sehari-hari siswa. Oleh karena itu, kiranya guru perlu memperdalam dan mengembangkan LKS sesuai kebutuhan siswa dan sesuai metode yang cocok dengan karakteristik siswa yang diajar. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  129. Menarik membaca segmen antara guru dan orang tua berambut putih. ORang tua berambut putih bermaksud memberikan pencerahan kepada guru sebagai "a wise person who know so much abouth education". Petuah-petuah orang tua berambut putih kian menyadarkan kita para guru atau calon guru mengenai seluk-beluk pendidikan yang harus diperhatikan agar tercipta harmoni di dalamnya sehingga tercapainya tujuan pendidikan bukan hanya wacna belaka. Ambil contoh mengenai LKS, Diskusi Kelompok,paradigma belajar mengajar, cara meng-cover semua karakteristik siswa dan lain sebagainya. Mungkin para guru atau calon guru sebenarnya paham dan mengerti, hanya saja manusia kadang lupa dan membutuhkan orang lain untuk mengingatkan dan untuk diteladani, terima kasih Prof

    ReplyDelete
  130. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Terimakasih banyak pak, pesan yang bapak sampaikan melalui tulisan bapak tentang elegi permintaan murid cerdas kepada guru matematika sungguh berarti dan membuat saya sadar bagaimana gambaran umum sudut pandang siswa terhadap pembelajaran matematika sebelum ini. Elegi ini meninggalkan kesan mendalam sekaligus menjadi evaluasi diri bagi kita sebagai guru maupun calon guru matematika, agar menyadari bagaimana harapan dan keinginan siswa dalam belajar matematika.
    Sebagai langkah utama yang harus dilakukan guru untuk memenuhi ‘apa yang diinginkan dan dibutuhkan siswa dalam belajar matematika’ yaitu dengan hijrah, berubah dan mengubah paradigma, sebagaimana yang telah dirincikan satu-persatu secara detail oleh orang tua berambut putih pada wacana di atas.

    ReplyDelete
  131. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pemberdayaan berarti memberikan siswa lebih dari sekedar kewenangan mengikuti materi pelajaran. Para guru tidak harus kaku dalam menyampaikan materi. Oleh karena itu, siswa hendak diberikan peran yang lebih aktif lagi dalam kegiatan sekolah. Mereka bukan saja sebagai peserta, tetapi juga penggagas pelaksanaan suatu kegiataan. Mereka juga perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan dalam batas-batas tertentu sehingga guru dan siswa sama-sama menjadi subjek. Artinya, siswapun diharapkan berperan aktif, berinisiatif, dan berkreasi dalam proses pembelajaran di sekolah. Terimakasih Prof, postingan Prof sangat menginspirasi.

    ReplyDelete
  132. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terimakasih banyak Prof. Marsigit atas cerita di atas. Begitu banyak hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik dari tulisan tersebut, baik tersirat maupun tersurat. Permintaan-permintaan cerdas seorang siswa yang ingin mendapatkan pendidikan dan pembelajaran yang sebaik-baiknya dari seorang guru seperti di atas, tidaklah semua siswa memiliki harapan dan angan yang sama. Karena kenyataannya, setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Namun demikian, usaha guru dalam melaksanakan proses pembelajaran seperti yang diminta sosok siswa di atas, amatlah penting dicoba, tidak hanya sekali namun berkali-kali. Karena segala rintangan dan kegagalan yang berulang pasti akan menjadi hambatan dalam proses perjalanannya. Guru yang memadai dan bersedia melaksakan seperti permintaan siswa di atas, akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa bagaimana ia perlahan akan mampu melakukan dengan benar cara membimbing dan membelajarkan siswa nya hingga mereka menjadi manusia yang berdaya guna di dalam kehidupan mereka. Begitupun siswa, proses pembelajarannya dengan guru pun akan menjadi pengalaman yang sangat berharga, akan teringat sepanjang waktu dan pengetahuan mereka akan lebih abadi dalam ingatan mereka.
    Wassalamualaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  133. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Elegi ini memberikan pelajaran yang sangat berharga mengenai bagaimana seharusnya guru mengambil dan melakukan perannya dalam proses belajar mengajar. Paradigma bahwa seorang guru merupakan sumber pengetahuan yang mentransfer ilmu kepada siswa, merupakan paradigma lama yang memang sudah harus ditinggalkan. Seorang guru yang baik adalah mereka yang mampu memberikanan kesempatan kepada siswanya untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan dan konsep baru melalui serangkaian aktivitas baik di dalam maupun di luar kelas. Selain itu, hendaknya seorang guru mampu memahami alur dan pola berfikir siswa, menyesuaikan metode pembelajaran dengan tingkat kemampuan siswa, sehingga ia akan mampu memposisikan diri pada posisi yang tepat dalam membantu siswa membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  134. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Sungguh luar biasa, posting diatas benar-benar kompleks menggambarkan situasi pendidikan di Indonesia dan sekaligus memberikan gambaran bagaimana mestinya pendidikan yang cocok untuk siswa dimasa sekarang ini. Baik dari perspektif siswa ataupun guru. Keinginan-keinginan siswa yang dipaparkan diatas mengkritik guru, ini bisa menjadi bahan introspeksi diri bagi para guru, Keinginan-keinginan itu juga memotivasi siswa untuk meningkatkan semangat belajar.
    Kemudian percakapan guru matematika dengan orang tua berambut putih menjawab semua permasalahan yang sering dihadapi guru untuk memenuhi Keinginan-keinginan siswa dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  135. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Ceritanya mengharukan.Guru memang berperan penting dalam mengembangkan bakat anak didiknya.Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.Guru adalah orang tua kedua bagi murid.Guru harus memposisikan diri sebagai sahabat.Guru adalah wadah buat siswa menuangkan masalahnya, kemuadian mencari solusi bagaimana cara memecahkan masalah tersebut.Harapannya, seorang siswa tidak merasa takut terhadap gurunya.Maka dari itu seorang guru setidaknya memberikan wajah ramah kepada siswanya.Niat siswa yang menggebu-gebu di dalam hati untuk berusaha mencintai pelajaran, semoga tidak hilang.Diharapkan seorang guru menuntunnya.Buat ia tambah mencintai pelajaran tersebut.Terkadang ada siswa yang bosan terhadap gurunya, ada yang mendoakannya gurunya supaya tidak mengajar.Oleh karena demikian, buatlah keadaan yang ketika hadirrnya kita mereka merasa senang bahagia.Ketika kita tidak ada kita dirindukan.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  136. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Tidak banyak komentar untuk elegi ini, BAGI kita CALON PENDIDIK marilah kita bersama-sama introspeksi untuk berhijrah dari hal yang kurang baik menjadi hal yang baik, dari hal yang sudah baik menjadi lebih baik. Mulai dari diri kita sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulai dari sekarang juga.

    ReplyDelete
  137. Arina Husna Zaini
    PEP B S2
    17701251024

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terima Kasih bapak atas postingannya diatas. percakapan antara guru, siswa dan orang tua putih sebagai simbol pencerahan bagi para pendidik di masa sekarang bahwasanya pendidikan bukan hanya sekedar transfer pemgetahuan semata.Namun, lebih dari itu pendidikan adalah menanamkan nilai-nilai kepada siswa untuk membuahkan akhalal yang terpuji. Untuk mengahsilkan pengetahuan baik dan akhlak yang terpuji harus ada sinergi antara guru, siswa dan orang tua agar pembelajaran berjalan baik dan mampu menghasilkan buah yang maksimal. Karena pada zaman sekarang ini banyak guru yang belum memahami keadaan siswa di kelasnya sehingga beberapa siswa yang memang semestinya memiliki potensi lebih menjadi belum bisa memaksimalkan potensinya. Namun, dengan adanya hal tersebut kita tidak boleh menyelahkan kepada guru oleh karena itu perlu obrolan dan diskusi dari berbagai macam pihak. terima kasih

    ReplyDelete
  138. Arina Husna Zaini
    PEP B S2
    17701251024

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terima Kasih bapak atas postingannya diatas. percakapan antara guru, siswa dan orang tua putih sebagai simbol pencerahan bagi para pendidik di masa sekarang bahwasanya pendidikan bukan hanya sekedar transfer pemgetahuan semata.Namun, lebih dari itu pendidikan adalah menanamkan nilai-nilai kepada siswa untuk membuahkan akhalal yang terpuji. Untuk mengahsilkan pengetahuan baik dan akhlak yang terpuji harus ada sinergi antara guru, siswa dan orang tua agar pembelajaran berjalan baik dan mampu menghasilkan buah yang maksimal. Karena pada zaman sekarang ini banyak guru yang belum memahami keadaan siswa di kelasnya sehingga beberapa siswa yang memang semestinya memiliki potensi lebih menjadi belum bisa memaksimalkan potensinya. Namun, dengan adanya hal tersebut kita tidak boleh menyelahkan kepada guru oleh karena itu perlu obrolan dan diskusi dari berbagai macam pihak. terima kasih

    ReplyDelete
  139. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Ikhlas hati dan pikiran adalah hal mutlak yang harus dimiliki guru. Tidak seharusnya guru hanya memaksakan kehendaknya dan berlaku sesukanya dalam mendidik siswa, perlu juga mempertimbangkan berbagai faktor seperti kondisi siswa dan likungan. Guru seharusnya dapat berganti dari pembelajaran tradisional ke modern. Pembalajaran modern dengan banyaknya metode akan membantu siswa mengeksplor diripnya dan tidak hanya berpaku pada satu hal saja.
    Tentunya pemilihan metode yang tepat sesuai dengan kondisi siswa, lingkungan dan materi yang disajikan adalah hal yang wajib dilakukan oleh guru, tidak sembarang metode yang digunakan. Dengan proses pembelajarana yang tepat siswa akan lebih mudah memahami materi pelajaran dan diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan tanpa ada perasaan tertekan saat proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  140. Riandika Ratnasari
    17709251043
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Matematika merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit untuk siswa. Oleh karena itu, seorang guru harus memiliki beribu cara untuk membuat siswa mengerti dan paham dengan materi matematika. Metode pembelajaran adalah salah satu komponen yang penting di dalam pembelajarab matematika. Guru harus memilih metode belajar yang tepat dan inovatif sehingga siswa merasa tertarik dengan pembelajaran. Guru juga harus menjadi teman untuk siswanya dengan cara mendengarkan keluh kesah yang dirasakan dalam pembelajarn. Guru juga harus kreatif membuat alat peraga untuk pembelajaran matematika. Kesimpulannya untuk menjadi guru tidak hanya pintar dalam materi, tetapi harus pintar dalam bersosialisasi dengan siswa. Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya.

    ReplyDelete
  141. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Curahan hati murid diatas membuka mata hati saya bahwa kelak saya harus menjadi guru yang seperti apa dan bagaimana. Karena tidak bisa dipungkiri masih banyak hal-hal yang dianggap sepele oleh guru, namun sangat memberi efek besar pada siswa. Seperti "jangan menggurui, karena itu mejadikan murid merasa bahwa guru tersebut orang yang sombong". Selain itu cara guru mengajar juga harus menjadi perhatian utama, apalagi tujuan guru untuk dapat memberikan pemahaman kepada murid yang beragam. Adapun salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah paradigma guru tentang arti mengajar yang sebenarnya.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  142. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Postingan ini memberikan pembelajaran yang begitu erat kaitannya dengan refleksi diri. Hakikat antara guru dan murid tidaklah hanya sebatas mengajar. Murid memiliki kapasitas yang terdapat dalam diri dan tugas guru tersebut hanyalah mengembangkan dan menjadi stimulus kemampuan yang masih terpendam di dalam diri. Sependapat dengan statement yang ada di dalam postingan ini mendidik merupakan proses jangka panjang. Maka dari itu, saat proses belajar berlangsung murid sangat dianjurkan untuk diberdayakan. Guru diharapkan dapat menjadi pendamping dan fasilitator dalam belajar dan sangat penting guru memiliki sikap yang bijak saat mengajar.

    ReplyDelete
  143. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Kisah yang sungguh menarik, saya rasa ini adalah potret dari pendidikan kita saat ini. Cobaan terbesar dari guru adalah menjadi maha tahu, maha kuasa, dan maha sumber dari segala sumber. Dengan dialog di atas, saya dapat memetik bahwa tugas dari guru bukanlah berjalan sesual dengan rel yang ia ciptakan sendiri. Melainkan, guru harus mampu membangun rel bersama, yaitu dengan siswa, orangtua, masyarakat. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut maka guru dapat melaksanakan proses pembelajaran yang lebih mudah, mulus dan nyaman.

    ReplyDelete
  144. Aristiawan
    177012510125
    PEP B 2017

    Terima kasih prof untuk tulisannya. Tulisan tersebut benar-benar menggambarkan isi hati dari dua belah pihak yaitu guru dan murid. Andai tiap guru dan murid membaca tulisan tersebut, barangkali akan menambah pemahaman satu pihak pada pihak lain. Sekali lagi, tulisan prof benar-benar mewakili isi hati dari pihak murid maupun guru.
    Pelajaran matematika seolah-olah dijadikan hantu untuk menakuti anak-anak, sehingga anak-anak terlebih dahulu mengembangkan perasaan takutnya meskipun belum bertemu dengan matematika. Efek selanjutnya mereka seringkali menghakimi diri bahwa mereka tidak bisa menguasai matematika dan menyerah pada asumsi tersebut. Disinilah peran guru untuk memotivasi dan menciptakan kesadaran bahwa belajar (apapun mapelnya) merupakan sebuah kebutuhan bagi murid, bukan perintah dari guru

    ReplyDelete
  145. Terimakasih bapak atas postingannya yang sangat menggugah hati. Dan saya berharap bahwa semua guru yang ada di Indonesia membaca tulisan bapak ini, saran saya jika perlu saya mohon bapak untuk mengembangkan tulisan ini menjadi buku yang akan dibaca oleh semua guru di Indonesia. Saya mohon izin bapak, apakah boleh untuk membagikan postingan bapak ini ke berbagai social media yang saya miliki? Agar semua guru Indonesia dapat tergugah hatinya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  146. Alangkah sangat baik jika semua guru Indonesia dapt mengubah pola piker paradigmanya dalam pembelajaran matematika. Saat saya sedang menjalankan kegiatan PPL, dimana observasi guru yang mengajar matematika, dimana beliau hanya banyak berinteraksi dengan siswa yang duduk di depan dan yang tergolong siswa pintar. Sementara siswa di belakang tampak tidak diperhatikan, sehingga saya lihat siswa tersebut juga tidak ikut memberikan perhatian penuh pada pembelajaran saat itu. (guru yang mengajar tersebut sudah tergolong guru yang umurnya sudah tua/senior). Saat saya mulai praktek mengajar, saya ubah keaadan, saya tidak hanya memperhatikan siswa yang tergolong pintar/duduk di depan, hasilnya siswa yang tadi di duduknya di belakang / tergolong tidak pintar, bisa lebih percaya diri mengikuti pelajaran, bahkan mereka ikut aktif mencoba sendiri di tempat duduknya. Ini sungguh membuktikan bahwa perubahan itu perlu.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  147. Saat saya mengajar privat anak SMA, kebanyakan dari mereka mengeluh kepada saya, “Mbak, kami ini idak ngerti belajar matematika di sekolah, guru kami di sekolah itu hanya menjelaskan pelajaran kepada yang pintar, pelajaran matematika idak ado dijelaskan, guru tu cuman menuliskan ringkasan rumus dan contoh, trus dibaca, trus nyuruh kami ngerjakan latihan, sering idak masuk, langsung dikasih soal-soal aja”. Bahwasanya ini membuktikan bahwa sesugguhnya mereka sangat ingin untuk dapat predikat “bisa belajar matematika”, namun terkadang keadaan si guru yang kurang dapat membuat proses pembelajaran di kelas dengan baik. Semoga…semoga…semoga…guru di Indonesia menjadi sebaik-baiknya guru menjalankan amanah sebagai guru dengan baik.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  148. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Terimakasih pak atas postingan bapak yang sangat bermanfaat ini. Postingan ini memberikan gambaran kepada kami calon pendidik bagaimana harus bersikap kepada siswa dan apa saja yang perlu dipersiapkan serta diperbaiki ketika akan mengajar. Saya yang pernah praktik mengajar baik secara non formal maupun yang formal (di sekolah-sekolah) sering kali mengalami kesulitan untuk bisa mendekati sifat-sifat dan kegiatan-kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh guru seperti yang diuraikan pada postingan ini. Hal ini karena banyak faktor salah satunya target materi yang banyak dengan waktu proses belajar mengajar tatap muka yang sedikit. Namun saran untuk membuat blok atau web bisa digunakan sebagai solusi. Sekali lagi terimakasih pak atas postingan ini. Semoga saya khususnya bisa lebih mempersiapkan diri untuk menjadi guru yang insyaAllah terbuka/demokratis, kreatif, dan fleksibel. Aamiin

    ReplyDelete
  149. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    tulisan ini menyadarkan saya, bahwa menjadi guru itu tidak mudah. namun juga tidak terlalu sulit. intinya seorang guru harus dapat menerima kritikan jika ingin menjadi guru yang baik. menjadi guru berurusan dengan tuhan jika salah maka hajablah. bukan hanya didunia tapi juga diakhirat saat didunia ketika mengajarkan pengerjaan suatu rumus yang salah terus anak itu membawanya hingga ke jenjang yang lebih tinggi dan sadar jika pengerjaan yang bertahuntahun ia pahami itu salah, maka ia akan menyalahkan gurunya atau malah mengutuk gurunya disebabkan membuat ia malu ketika menjawab soal didepan teman temannya. dan kutukan itu akan sampai ke ALLAH karna anak tersebut termasuk org di dzolimi jika sudah berurusan dengan akhirat maka hanya allah yang tahu, allahu'alam
    semoga kita semua menjadi pendidik yang senantiasa berlapang dada menerima kritikan, bijak dalam mengambil kesimpulan dan bertawakkal kepada ALLAH

    ReplyDelete
  150. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Elegi ini sangat memberikan pelajaran yang besar bagi kami, terutama jika mengingat bagaimaan kami menyusun kegiatan pembelajaran matematika baik saat praktik pengalaman lapangan maupun dalam beberapa kali kesempatan. Sungguh jika tidak diingatkan, kami lupa hakikat dan peran guru ini. Elegi diatas mengingatkan kembali kewajiban-kewajiban kami untuk memfasilitasi siswa-siswa kami mengembangakan kemampuan masing-masing dengan cara menyusun RPP yang menumbuhkan semangat belajar siswa. Jika siswa memiliki semangat dan merasa butuh, maka dia akan berkembang dengan pesat. Untuk mengembangkan kemampuan kita dalam memfasilitsi siswa tentunya kita harus memiliki kretivitas dalam menyusun RPP, nah salah satu cara menambah ilmu dan mengasah kreativitas bisa kita lakukan dengan aktif dalam penelitian-penelitian dan mengikuti kegiatan seminar.

    ReplyDelete
  151. Junianto
    PM C
    17709251065

    Pada hakikatnya, kehidupan di dunia ini adalah tempat belajar. Setiap detik manusia pun belajar. Akan tetapi, belajar secara formal juga menjadi kebutuhan dasar manusia. Salah satunya adalah dengan menempuh pendidikan di sekolah-sekolah. Belajar yang paling baik adalah belajar atas kemauan dan kesadaran sendiri. Begitu juga kegiatan belajar siswa, tidak sepantasnya guru memaksa siswa untuk suka dengan pelajaran matematika karena siswa memiliki bakat dan kemampuan sendiri. Biarkan siswa menemukan konsep dan kecintaan pada matematika dengan sendirinya. Siswa memiliki hak untuk suka maupun tidak suka dengan pelajaran matematika. Maka dari itu, guru hanyalah sebagai fasilitator saja, bukan transfer ilmu.

    ReplyDelete
  152. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Keberhasilan pembelajaran bukan hanya dari terselesaikannya materi dalam satu silabus tetapi kebermaknaan pembelajaran itu sendiri. Oleh sebab itu menjadi guru adalah selain sebagi pendidik tetapi juga seorang pembelajar sepanjang hayat, yang harus selalu mengasah ilmu dan memiliki sikap yang baik dimanapun berada karena menjadi contoh bagi murid-muridnya.

    ReplyDelete
  153. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamualaikum wr.wb

    Elegi kali ini sangat menambah wawasan saya sebagai calon tenaga pengajar. permintaan seorang anak yg cerdas kepada guru matematikanya sangat lah membuka pikiran para guru2 agar menjadi guru yg memang sebenar-benarnya guru, tidaklah guru yang hanya mengajar didalam kelas dan melihat kemampuan siswa dari penilaian akhir. Dengan membaca jawaban dari orang tua berambut putih saya sangat mendapatkan solusi dari semua permintaan2 siswa yang cerdas tersebut. Dari solusi yang sangat lengkap hingga metode2 yg diberikan dari orang tua bermabut putih semoga saya dapat menjadi guru yang diharapakan siswa cerdas tersebut sekaligus tetap berada pada sunatulloh. Aamiin

    ReplyDelete
  154. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Masya Allah sungguh teramat cerdas murid yang memiliki pemikiran seperti itu. Semoga tulisan-tulisan tersebut dibaca oleh para guru matematika dan guru-guru mata pelajaran lainnya agar semakin terbuka pemikirannya.

    ReplyDelete
  155. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam belajar motivasi itu penting, baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. Guru bisa memberikan motivasi dengan berbagai macam cara, namun motivasi belajar terbesar adalah motivasi dari dalam diri siswa itu sendiri. Selain motivasi, siswa juga butuh sumber belajar yang banyak yang tidak terbatas di kelas saja, misalnya website sehingga bisa diakses kapanpun dan dimanapun.

    ReplyDelete
  156. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Seorang guru yang bijak dan profesional sudah sepantasnya dapat menerima dan mendengar permintaan murid-muridnya. Permintaan disini maskdunya permintaan kebutuhan siswa dalam proses belajar. Dengan permintaan siswa tersebut diharapkan guru dapat melakukan perubahan yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Sehingga pembelajaran itu sesuai dengan kebutuhan siswa, dan sesuai dengan kapasitas berpikir siswa. Tidak mengekang tidak juga terlalu membebaskan, karena permintaan si murid dan guru harus berjalan beriringan, supaya pembelajaran kedepannya bisa lebih baik lagi dengan mengeavaluasi pembelajaran sebelumnya.

    ReplyDelete
  157. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- Pascasarjana
    17701251037

    Seorang pendidik memang sebenarnya harus dapat membantu peserta didik untuk menemukan strategi belajar yang tepat bukan malah memaksakan strategi pembelajarannya sendiri. Elegi ini menceritakan tentang gambaran pendidik yang profesional. Sebagai seorang calon pendidik yang sedang belajar menjadi pendidik profesional, saya merasa sangat terinspirasi dengan elegi tersebut. Sebagai mahasiswa, saya pun mengidolakan tipe dosen atau pendidik seperti permintaan murid dan deskripsi orang tua berambut putih.

    ReplyDelete
  158. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    Masya Allah..luar biasa pemaparannya pak. tulisan ini membuat saya bercermin sudah sejauh apa saya bisa membelajarkan matematika ke siswa. seperti yang bapak sebutkan bahwa menjadi seorang guru matematika itu tidak mudah, tapi setidaknya masih ada kesempatan untuk belajar memperbaiki kualitas diri. setelah membaca tulisan ini, saya jadi merasa bersalah dengan siswa-siswa yang pernah saya ajar dulu. semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya.

    ReplyDelete
  159. Gamarina Isti Ratnasari
    Pendidikan Matematika Kelas B (Pasca)
    17709251036

    Guru sering menganggap bahwa dia adalah ornag yang paling benar dan paling lebih tahu dari pada siswanya. Guru macam ini adalah guru yang jadul dan sombong karena dia tidak mau belajar dari siswanya. Mungkin pengetahuan guru lebih banyak dari siswa karena pengalamannya [un juga lebih banyak. Namun dunia belajar siswa yang sekarang berbeda dengan dunia belajar saat guru tersebut menjadi siswa. Oleh karena itu tidak ada salahnya mendengarkan siswa saat pembelajaran. Siswa akan terbiasa menyampaikan pendapatnya sehingga dia akan semakin cakap dalam berkomunikasi dan berpikir kreatif.

    ReplyDelete
  160. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Seorang guru adalah penguasa bagi siswa-siswanya. Dimana ujian bagi seorang penguasa adalah kuasa akan yang dikuasai. Ujian bagi seorang guru adalah kuasa akan siswa-siswanya. Seorang guru seringkali mendhalimi siswa-siswanya melalui pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan keinginan guru, bukan pembelajaran yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan siswa. Seorang guru seringkali mendhalimi siswa-siswanya melalui penilaian yang dilakukan sesuai keinginan guru tanpa memperhatikan keinginan siswa-siswanya. Maka elegi permintaan si murid cerdas kepada guru matematika ini benar-benar menampar saya sebagai seorang calon guru. Bagaimana sebenarnya yang diinginkan siswa, dan bagaimana guru berproses memfasilitasi pembelajaran yang diinginkan siswa. Seorang guru harus benar-benar menyadari bahwa dirinya adalah sebagai fasilitator, bukan seoran diktaktor bagi siswa-siswanya. Maka saya sebagai seorang calon guru harus benar-benar belajar kembali tentang bagaimana nantinya saya memfasilitasi siswa membangun pengetahuannya melalui proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  161. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Saya tertarik membaca artikel yang bapak tulis pada bagian lampiran. Dimana di bagian lampiran dipaparkan mengenai dialig antara guru matematika dan murid yang cerdas. Setelah membaca lampiran tersebut, saya menyadari bahwasanya sebagai seorang guru itu harus peka terhadap kebutuhan muridnya. Dalam belajar matematika murid ingin merasakan kondisi yang nyaman dan menyenangkan saat belajar matematika . Pengondisian tersebut dapat guru lakukan melalui apersepsi. Kemudian dalam prosesnya siswa akan merasa bosan jika hanya diberikan ceramah saja, karena mereka ingin kegiatan yang menyenangkan dan mereka dapat terlibat aktif dalam pembelajaran. Sehingga dalam peneilaiannya guru tidak hanya mempertimbangkan hasil tes saja, namun juga hasil dari bagaimana cara siswa tersebut berproses. Oleh karena itu, marilah menjadi guru yang peka terhadap kebutuhan siswa, jangan menjadi guru matematika yang otoriter. Terimakasih

    ReplyDelete
  162. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Kemajuan dunia global yang tidak dapat dihindari, perlu disikapi dengan bijak oleh semua pihak, terkhusus dalam dunia pendidikan. Pendidikan adalah mulainya seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan. Jika dalam dunia pendidikan, anak terbiasa hanya di beri pengetahuan (Transfer knowledge) dan terbiasa menerima apa yang diberikan oleh guru atau dosen di kelas, maka sampai besar ia akan terbiasa menerima jika diberi. Ia tidak akan ada usaha untu mendapatkan apa yang ia inginkan. Siswa ingin mendapatkan nilai A, tetapi dia hanya pasrah berharap mendapat nilai A tanpa ada saha belajar lebih giat lagi. Hal ini sangat berbahaya apabila mindset tersebut tetap terus berkelanjutan hingga ia membangun sebuah rumah tangga.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  163. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Guru adalah sutradara utama dalam kehidupan dunia pendidikan. Dengan demikian ia harus mampu mengkondisikan siswanya baik kegiatan belajar di dalam kelas maupun di luar kelas sedemikian hingga mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif tetapi tetap menyenangkan bagi siswanya. Sehingga indikator pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan harapan dan cita-cita guru, sekolah, bangsa, maupun dunia. Guru harus bekerja secara ekstra untuk mewujudkannya. Selain itu guru juga harus memiliki rasa ikhlas dan motivasi yang tinggi dalam mencerdaskan anak didiknya tanpa mengharap imbalan apapun.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  164. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Permintaan murid pada artikel ini membuat kita para pendidik dan calon pendidik intropeksi diri tentang apa yang kita lakukan dan kita pahami terkait proses pembelajaran yang baik selama ini. Segala sikap, perhatian, aktivitas, dan gerak gerik seorang pendidik ikut mempengaruhi peserta didik. Maka sebenar-benar usaha yang dapat dilakukan seorang pendidik agar mampu menciptakan lingkungan yang bersahabat dengan peserta didik, tidak lain dan tidak bukan adalah memiliki kecakapan pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.

    ReplyDelete
  165. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami meyakini bahwa bukan suatu hal yang mudah bagi seseorang untuk menjadi guru. Karena sebagai guru, guru harus mampu melayani siswa dalam kegiatan belajar. Siswa memiliki kecerdasan yang berbeda, oleh karena itu mereka membutuhkan pengetahuan yang berbeda pula dari apa yang akan mereka dapatkan dari guru dalam proses belajar. Dalam menyusun lembar kerja siswa juga haruslah membantu siswa dalam mengontruksi sendiri pengetahuan mereka, selain itu untuk siswa yang memiliki kemampuan tinggi guru harus mempersiapkan masalah yang tersendiri pula. Hal yang demikian ini merupakan yang rumit dan kompleks, dan kami menyadari bahwa kami harus mampu menjadi guru yang baik, sehngga kami menyadari bahwa kami harus berusaha dan berjuang sebaik mungkin sehingga kegiatan pembelajaran yang kami laksanakan bisa mendekati yang kondisi ideal tersebut.

    ReplyDelete
  166. Dari berbagai macam permintaan yang disampaikan murid keda guru matematika pada artikel diatas, inti dari semua permintaan tersebut adalah agar pembelajaran matematika menjadi lebih mudah. Susah atau mudahnya siswa dalam mempelajari matematika tidak hanya bergantung bagaimana guru mengajar tetapi juga bergantung dengan diri siswa itu sendiri. Dalam psikologi dikenal istilah Fixed Mindset dan Growt Mindset. Siswa yang tergolong Fixed mindset adalah siswa yang menganggap matematika itu susah dan merasa dirinya tidak akan mampu untuk mempelajarinya, sedangkan siswa yang tergolong growt mindset adalah siswa yang selalu berusaha agar dapat mengerti materi matematika yang dipelajarinya

    ReplyDelete
  167. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum.. Membaca elegi ini membuat saya menyadari apa keinginan murid dan guru mengenai proses pembelajaran matematika yang diinginkan. Guru berperan sebagai fasilitator, menghargai pendapat siswa, dan menyadari bahwa setiap siswa unik dengan caranya sendiri. guru perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga siswa tidak merasa takut kepada guru. Jika siswa menyukai guru matematika, maka mereka akan tertarik untuk mempelajari matematika dan mereka tidak akan takut terhadap pelajaran matematika. Pembelajaran perlu dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan mendorong siswa untuk maju serta menyukai matematika. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

    ReplyDelete
  168. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sungguh saya sangat terinspirasi dengan bacaan ini. Saya disadarkan melalui ungkapan hati si murid cerdas ini. Sungguh yang seperti itu yang sebenarnya diharapkan oleh siswa kita. Meski tidak semua siswa bisa mengungkapkan keinginannya bahkan tidak ada satu pun, namun sudah sepantasnya kita mengerti tentang harapan mereka. Tuntutan sebagaimana harusnya guru jaman sekarang merupakan jalan yang harus ditempuh dan diikuti alurnya. Hal ini dilakukan agar kualitas belajar mencapai proses dan hasil yang optimal. Guru dengan segala tuntutannya akanlah terasa ringan dan ikhlas jika kita melakukannya dengan tujuan mulia yaitu dalam rangka mencari Ridho-Nya. Menjadi guru dengan ikhlas dalam mencapai hakekat belajar dengan siswa merupakan hal mulia yang tidak semua orang dapat melakukannya. Semoga kita adalah salah satu diantaranya yang kedepannyamampu menjadi guru dengan segala kebaikannya dan ikhlas dalam menjalankan perannya.

    ReplyDelete
  169. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sebaiknya seorang guru mampu memberikan keleluasaan kepada murid-muridnya agar muridnya mampu berkembang dan tidak ada perasaan tertekan dalam menimba ilmu. Sebagaimana konstruktivisme, setiap siswa diberikan kesempatan untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, tidak perlu selalu mengikuti apa kemauan sang guru karena tentunya setiap siswa memahami satu masalah dengan cara yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  170. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013


    Murid jaman now sudah banyak sekali pekembangan dan perubahan, oleh karena itu guru pun harus memiliki intuisi dan inovasi. terimakasih sebelumnya pak atas pengetahuan baru lagi dengan kritisnya bahwa guru pun memiliki tingkatan yang besar bagi pendidikan.

    ReplyDelete
  171. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Sebagai seorang guru, kita harus menyadari bahwa siswa kita bukanlah mesin. Yang apabila disuruh akan langsung bekerja. Jika diminta berhenti akan menurut untuk berhenti. Atau jika diminta mengerjakan pekerjakan tanpa henti akan terus dilaksanakan tanpa melakukan perlawanan. Siswa kita adalah manusia yang tentu saja mempunyai nilai – nilai humanistik. Oleh karena itu, guru perlu mempertimbangkan faktor – faktor yang ada pada diri siswa, antara lain karakteristik siswa, sikap, minat, pendapat siswa, hak siswa, kemampuan kongitif, afektif, priskomotorik dan lain – lain. Hal ini membuat kita berkaca untuk mengelola proses pembelajaran dengan sebaik – baiknya.

    ReplyDelete
  172. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika yang telah bapak tuliskan ada banyak pelajaran berharga yang kami dapatkan. Elegi ini juga menunjukkan bahwa sungguh, menjadi seorang guru itu bukan hanya sekedar menyampaikan materi dan memberi penilaian. Elegi ini menjadi introspeksi diri dan renungan bagi calon-calon pendidik bahwa ada begitu banyak yang harus diperhatikan dalam pembelajaran, ditambah lagi dengan karakteristik siswa yang berbeda-beda, pembelajaran yang diberikan harus tepat, efisien dan bervariasi. Semoga dengan membaca elegi ini, banyak calon-calon pendidik yang akan termotivasi.

    ReplyDelete
  173. Latifah Fitriasari
    PM C

    Harapandan doa yang telah disampaikan di atas adalah yang selalu ingin saya sampaikan kepada guru-guru lain karena dapat mewakili seluruh doa serta harapan semua anak - anak yang ingin belajar dan memahami matematika. Pembelajaran yang dilakukan selama ini oleh sebagian besar guru masih sangat jauh dari harapan siswa. Guru yang seharusnya menjadi fasilitator malah terkesan menggurui dengan cara ceramah. Sehingga memberikan gambaran kepada kita semua layaknya calon pendidik ataupun yang sedang mendidik mengenai idealnya pembelajaran disekolah seperti apa baiknya yang dilakukan untuk melayani siswa baik dalam hal teknis maupun non teknis.

    ReplyDelete
  174. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Elegi ini sangat bermanfaat sekali bagi kita calon-calon pendidik. Melalui elegi ini kita diberikan gambaran bagaimana pembelajaran matematika yang sebenarnya, pembelajaran yang bermakna, pembelajaran dari, untuk dan oleh siswa (student center), karena menciptakan pembalajaran yang demikian bukanlah hal yang mudah. Keberhasilan pembelajaran tergantung pada gurunya, guru harus rendah hati, menyadari kekurangan-kekurangan kompetensinya, menyadari bahwa paradigma pembelajarannya keliru, menyadari karakteristik siswa-siswanya berbeda, menyadari bahwa matematika yang harus diberikan bukanlah matematika orang dewasa melainkan matematika anak-anak yang berdasarkan aktivitas/pengalaman dan kontekstual. Sekian dan Terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  175. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Guru dituntut untuk lebih berperan sebagai fasilitator daripada sebagai satu-satunya sumber utama dalam proses pembelajaran. Begitu juga sebaliknya, seorang siswa harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berperan lebih aktif dalam proses pembelajaran. Dengan keterlibatan siswa yang tinggi dalam proses pembelajaran maka kreatifitas mereka akan muncul dan proses pembelajaran menjadi lebih aktif dan menyenangkan, sehingga tujuan pembelajaran tercapai sesuai dengan yang harapkan.

    ReplyDelete
  176. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "LKS bukanlah sekedar kumpulan soal, melainkan LKS adalah wahana bagi siswa untuk beraktivitas untuk menemukan ilmu atau menemukan rumus matematikanya."
    Nah ini. Biasanya LKS itu identik dengan soal-soal. Hanya untuk latihan saja. Padahal akan menjadi bermakna jika LKS digunakan sebagai alat belajar siswa menemukan sendiri pengetahuannya. LKS yang menuntun, bukan sekedar menjadi kumpulan soal. Apalah arti mengerjakan soal jika pembelajaran yang dilakukan tak bermakna. Mengerjakan soal hanya sekedar untuk mengejar nilai saja. Bukan untuk pemahaman.

    ReplyDelete
  177. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi ini bagus sekali, seharusnya para calon pendidik, dan juga guru-guru bisa membaca ini. Perkataan dari si murid cerdas sepertinya merupakan ungkapan hati murid-murid di Indonesia saat ini, dimana pembelajaran masih ekspositori, LKS yang digunakan masih hanya kumpulan soal, kurangnya aktivitas untuk siswa, serta guru terlalu cepat memberikan materi karena tuntutan kurikulum.
    Dengan konsep kurikulum yang baru yaitu kurikulum 2013, diharapkan permasalahan-permasalahan yang diungkapkan di murid cerdas akan teratasi, karena konsep kurikulum ini sudah sejalan dengan apa yang Orang Tua Berambut Putih katakan.

    ReplyDelete
  178. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dari elegi di atas dapat kita ambil pelajaran bahwa sungguh masih banyak kekurangan kita sebagai guru, sungguh masih banyak realisasi kita belum terlaksana sebagai guru. maka marilah kita belajar dari kekurangan kita berdasarkan elegi ini agar kelak kita mampu menjadikan diri lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  179. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Hermeneutika pendidikan memang sangat diperlukan bagi guru. Karena pada dasarnya guru memang harus menjalis hubungan yang baik dengan siswa. Karena jika seorang gruu itu memberikan kebebasan namun tetap dimonitor, hal ini akan membuat perkembangan siswa akan lebih cepat daripada mereka harus mengikuti apa yang diperintahkan guru dan tidak bebas berkreasi dengan apa yang mereka fikirkan. Jadi seorang guru memang harus pintar dalam memberikan apa yang siswa butuhkan. karena jika tidak, maka hubungan antara guru dan siswa tidak akan baik dan menimbulkan banyaknya hal terjadi tidak sesuai dengan tujuan pendidikan
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  180. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Saya sangat tersentuh dan elegi ini menginspirasi tidak hanya untuk semua guru, tetapi juga semua pelajar di Indonesia. Kasus ini bisa menjadi pelajaran para praktisi pendidikan bahawa memperhatikan karakteristik siswa dalam pembelajaran itu penting. Pemerintah harus bersikap tegas untuk menangani permasalahan ini dengan melakukan kerjasama dengan LPTK. Karena LPTK menjadi tonggak awal pencetak guru dan tenaga pendidik yang kompeten. Di sisi lain, orang tua memiliki peran utama untuk mendukung pendidikan anak-anak mereka. Jika masalah yang terjadi dengan anak-anak di sekolah, mereka bisa memberi masukan atau memberikan nasihat pada guru. Terakhir, pesan utama elegi ini adalah jika Anda seorang mahasiswa, Anda harus berani dan kritis untuk mengungkapkan pendapat.

    ReplyDelete
  181. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    dalam postingan ini dapat saya ketahui bahwa sesungguhnya siswa yang cerdas sekalipun membutuhkan cara agar pembelajaran matematika menjadi mudah dipahami, indah dan menyenangkan. berdasarkan penelitian yang telah saya lakukan pada akhir tahun 2016, salah satu cara yang dapat mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan media pembelajaran. aplikasi pada playstore menjadi alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan, karena dengan aplikasi tersebut siswa menjadi sangat antusias dalam belajar dan tidak merasa bosan. dengan media ini pembelajaran dapat berlangsung dengan efekti, mudah, indah, dan menyenangkan.

    ReplyDelete
  182. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    postingan ersebut juga bisa menjadi PR bagi para guru untuk terus berinovasi dalam melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan apa yang diinginkan oleh siswa.

    ReplyDelete
  183. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Membaca elegi permintaan si murid cerdas kepada Guru Matematika membuat saya sadar betapa banyaknya hal yang harus saya pelajari dan lakukan untuk menjadi guru yang profesional. Menjadi guru profesional ternyata tidak sesederhana yang selama ini saya pikirkan. Terima kasih Orang Tua Berambut Putih karena telah menyadarkan saya bahwa menjadi guru tidak sebatas transfer of knowledge and value tetapi juga harus mampu membuat siswa berdaya.

    ReplyDelete
  184. Ilania Eka Andari
    17709251050
    s2 pmat c 2017

    Artikel di atas menggambarkan keadaan pendidikan di Indonesia saat ini. Banyak guru di Indonesia yang mengajar masih menggunakan metode konvensional. Mengajar dengan cara ceramah serta guru menjadi satu-satunya sumber ilmu masih banyak kita temui. Selain itu menilai siswa hanya dari hasil yang didapat. Proses pembelajaran tidak menjadi bahan pertimbangan. Padahal proses adalah hal yang sangat penting dalam suatu pembelajaran

    ReplyDelete
  185. Seorang guru hendaklah mulai mengubah paradigma dari pembelajaran yang konvensional menjadi pembelajaran yang inovatif. Keberagaman siswa di kelas harus dipertimbangkan untuk menggunakan berbagai macam metode pembelajaran agar semua siswa dapat terlayani dengan baik. Guru harus bersikap adil kepada semua siswa jangan hanya memperhatikan yang duduk di depan atau siswa pandai saja. Semua siswa berhak mendapat kesempatan dan perlakuan yang sama di dalam kelas. Jangan menjadi seorang guru yang arogan yang membuat siswa merasa tidak nyaman.

    ReplyDelete
  186. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Sebagai tambahan dari komentar saya di atas,
    Pendidik atau guru memiliki peran yang sangat besar dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia. Pada era ini, guru tidak dapat lagi menggunakan cara tradisional dalam pembelajarannya. Cara tradisional hanya akan menghambat kreativitas siswa. Padahal kreativitas pada diri siswa adalah hal yang sangat penting untuk dikembangkan. Guru juga harus menggunakan cara yang bervariasi dan inovatif dalam menghadapi peserta didik yang memiliki karakter yang berbeda. Siswa memiliki kebutuhan, potensi, dan lingkungan yang berbeda, sehingga guru tidak dapat menggunakan cara yang "itu-itu" saja dalam pembelajarannya. Maka dari itu, guru juga harus dapat menciptakan pembelajaran yang inovatif, bervariasi, dan menarik.
    Guru harus memahami betul siswa-siswanya sehingga dapat membuat rancangan pembelajaran yang sesuai dan benar-benar dapat memfasilitasi siswa. Oleh karena itu, guru maupun calon guru harus terus menerus mempersiapkan diri, belajar, dan mengembangkan diri dalam rangka merancang pembelajaran yang dapat membentuk generasi masa depan yang berkualitas.

    ReplyDelete
  187. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Manusia sebagai makhluk yang unik memiliki karakter, sifat, hobi yang berbeda-beda. Bahkan dua atau lebih anak kembar pun pasti berbeda. Pembentukan kelas berkelompok hingga 40 siswa membuat kelas menjadi memiliki banyak karakter, Sifat, hobi yang beraneka ragam. Tuntutan agar guru menggunakan metode yang mampu memfasilitasi semua siswa dengan karakter yang berbeda menuntut saya hal yang sulit. Dengan tuntutan materi, waktu yang terbatas, administrasi serta beban kerja guru akan mengalami dilema yang besar. Antara tuntutan mendidik siswa atau memenuhi semua administrasi guru. Suatu sistem pendidikan tak akan baik jika unsur-unsur pendukung nya tidak bersatu satu tujuan. Pertanyaan anak tersebut menurut saya dapat dilakukan pada tingkat sekolah menengah atas dan perguruan tinggi.

    ReplyDelete
  188. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Permintaan yang diinginkan murid kepaga gurunya, sejatinya merupakan suatu saran akan pembelajaran yang sebenarnya yang diinginkan siswa. Atau bahkan hal ini bisa menjadi kritik bagi guru tentang pelajaran yanhg selama ini dilakukan, yang terkadang malah membuat murid susah mngerti akan pelajaran yang sedang ia pelajari.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  189. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan elegi ini saya menyadari bagaimana seharusnya guru bersikap kepada siswa ketika membantu mereka dalam proses pembelajaran. Siswa yang berbeda-beda karakter dan kemampuannya, tetapi siswa dituntut untuk mencapai hasil yang sama dengan cara yang seragam (metode pembelajaran sama dalam kelas). Padahal dengan kemampuan dan karakter yang berbeda tentu saja siswa seharusnya diberi perlakuan yang berbeda pula, sesuai dengan kebutuhannya. Kemudian, permasalahan masih banyaknya LKS yang beredar penjelasan singkat dan lebih banyak soal-soal yang setipe dan kurang kreatif. Kemudian masih banyaknya kekurangan dalam mengajar tentunya menjadi keprihatinan bersama sehingga diharapkan dimasa depan lebih banyak orang yang sadar akan pentingnya mengetahui kewajiban dan tugas serta harapan yang harus dipenuhi dari menjadi seorang guru.

    ReplyDelete
  190. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. terkadang guru lupa bahwa siswa juga memiliki keinginan-keingan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang matematika. guru terlalu sombong dengan berpikir bahwa dirinyalah yang paling tahu apa yang terbaik untuk siswa. Guru perlu mendengarkan pendapat siswa dalam setiap pelajaran agar siswa juga menikmati belajar matematika dan prestasi belajr siswa dapat meningkat.

    ReplyDelete
  191. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Elegi di atas jelas dapat menjadi refleksi diri bagi para guru, bagaimana sebenarnya masih banyak sekali kekurangan dan kesalahan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Andai saja ada satu saja siswa seperti itu dikelas, pasti akan menjadi pelajaran betul ketika guru-guru masuk ke kelas tersebut. Mungkin akan menjadi proses yang panjang dan menadalam untuk memperbaiki proses pembelajaran ke arah yang benar-benar mampu dikatakan student centered. Namun itu semua memang harus terus diupayakan agar pendidikan di negara kita semakin maju dan output yang dihasilkan juga berkualitas.

    ReplyDelete
  192. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Pembelajaran yang baik tentunya harus melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Disamping itu, siswa tentunya juga menginginkan suasana belajar yang nyaman yang membuat mereka bersemangat untuk mempelajari matematika. Suasana yang nyaman dan aktif akan membuat siswa belajar secara maksimal. Dalam hal ini guru hendaknya tanggap dengan situasi ini. Dengan kata lain guru sebagai fasilitator bagi siswa dlaam belajar harus mampu memilih dan menggunakan metode dan strategi pembelajaran yang tepat.

    ReplyDelete
  193. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PMC

    Belajar merupakan kebutuhan siswa, maka sudah seharusnya guru juga mendengar keinginan siswa. Jangan sampai seorang guru mendhalimi siswa-siswanya. Seorang guru perlu memahami pembelajaran seperti apa yang diinginkan siswa, penilaian seperti apa yang dapat memenuhi kebutuhan siswa. Guru perlu menyadari bahwa kedudukannya adalah sebagai fasilitator. Siswa adalah aktor utama dalam pembelajaran maka sudah seharusnya guru memberikan kesempatan kepada siswa bukan malah mengambil hak siswa.

    ReplyDelete
  194. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Dalam mengajar, guru tidak diperkenankan untuk selalu menggunakan metode ceramah. Student-oriented perlu untuk dikembangkan dengan lebih menekankan pada metode pembelajaran yang cooperative learning. Guru juga disarankan menggunakan alat-alat peraga yang inovatif yang mampu memudahkan siswa dalam mempelajari suatu konsep matematika. Guru juga harus dapat membuat pembelajaran matematika menjadi menarik dan menyenangkan, suapaya siswa aktif dan antusias dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  195. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca elegi ini, yang saya pahami bahwasnya pembelajaran mateamtika yang seharusnya diajarkan disekolah adah pembelajaran matematika yang bermakna. Dekat dengan kehidupan. Membuat siswa menjadi bahagia. Hal tersebut dapat dicapai jika guru tidak bersikap sombong. Sombong yang dimaksud disini adalah, bahwa guru selalu memposisikan diri sebagai pusat pembelajaran. Era ini, sudah saatnya guru memberikan kepercayaan kepada siswanya untuk membangun dan memiliki matematikanya sendiri. Guru sudah saatnya untuk memposisikan diri sebagai fasilitator dan motivator bagi siswanya. Terimakasih

    ReplyDelete
  196. Luluk Mauluah
    17706261012 S3 Dikdas
    Wahai murid yang cerdas...aku sangat suka pada kata-katamu ini:
    "....Engkau tidaklah bisa memaksa diriku menyenangi matematika, kecuali hanya dengan keikhlasanku...."
    Andaikan engkau mengijinkan aku menjadi gurumu, aku akan merasa sangat terhormat. Aku akan membersamaimu melampaui rentang waktu yang mungkin tak kau senangi ini. Akan kukatakan: tabahkan hatimu mengikuti pelajaran yang menurutmu tak menarik ini, akan kutanya dirimu: mana yang tak kau pahami? Jika engkau jawab: semuaa...Hahaha...aku akan tertawa: karena aku mengalami sendiri rasa ini, saat anakku memalingkan mukanya pada matematika yang padahal itu bidang ilmu ibunya, yaaa diriku ini. Jadi akan kuajak engkau sekedar membuka hati, menerima untuk melampaui sesi ini sebagai bagian proses engkau menemukan kesejatian apa yang engkau suka untuk kau pelajari dan kau geluti sepanjang hidupmu.
    Yang kupesankan padamu..., jangan sia-siakan saat berharga belajar bersama teman dan gurumu, tetap menghormati guru sebagai pembimbingmu di sekolah. Semoga engkau mendapat berkah atas kesabaran dan ketabahanmu menjalani proses...semoga engkau nanti mendapatkan tempat belajar sesuai bidang ilmu minatmu, dan mendapat tempat kerja mengamalkan ilmumu yang sesuai dengan harapanmu...aamiin...

    ReplyDelete
  197. Puspitarani
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244008
    Waalaikumsalam Pak
    MasyaAllah, saya sedikit merinding membaca artikel tersebut.
    Ternyata masih banyak yang harus saya lakukan, saya baca dan saya pelajari untuk menghadapi banyak sekali pertanyaan, keinginan, harapan dari peserta didik dan orang tua peserta didik.Salah satu amalan yang tidak akan pernah terputus adalah ilmu yang bermanfaat. Semoga saya dapat menjadi pendidik yang tidak biasa-biasa saja dan kelas saya selalu ditunggu oleh peserta didik saya suatu hari nanti.

    ReplyDelete
  198. Siti Efiana
    15301241029
    Pendidikan Matematika I 2015

    Terima kasih banyak, Prof. Marsigit. Sungguh, tulisan ini seakan semakin mengingatkan saya bahwa menjadi seorang Pendidik adalah pekerjaan mulia sekaligus berat. Banyak hal yang harus saya pelajari lagi, saya persiapkan lagi, agar bisa menjadi sebenar-benarnya pendidik.
    .
    Begitu banyak karakter yang akan saya temui besok, pun begitu banyak harapan dari siswa, orang tua, dan orang-orang pada para Pendidik. Oleh karena itu, sebagai seorang pendidik, kita harus senantiasa berpikiran terbuka, fleksibel terhadap perubahan, dan terus belajar.
    .
    Mendadak, saya teringat dengan kata-kata yang saya lupa dituliskan oleh siapa.
    .
    Umur kita terbatas, dan mendidik adalah salah satu cara untuk melanjutkan mimpi :)
    .
    Oleh karena itu, marilah senantiasa belajar, senantiasa bersiap, agar bisa mendidik dengan baik dan bisa menghasilkan generasi-generasi pemimpin masa depan yang terbaik :)

    ReplyDelete