Jul 14, 2014

Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia




Ass Wr Wb, Bacaan menarik dari artikel saya terbaru berjudul:"Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia: Sebuah Tinjauan Filsafat, Politik dan Ideologi Pendidikan",dapat dibaca di Link berikut:

https://www.academia.edu/7444798/Refleksi_Pendidikan_Kontemporer_Indonesia_Sebuah_Tinjauan_Filsafat_Politik_dan_Ideologi_Pendidikan

Demikian semoga bermanfaat
Wss Wr Wb,
Yogyakarta, 14 Juli 2014
Marsigit

23 comments:

  1. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Agar bisa berkesinambungan, pendidikan kontemporer harus menyesuaikan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi. Untuk itu yang perlu dilakukan adalah mengembangkan sistem pendidikan yang berwawasan global agar menghasilkan out put dari lembaga pendidikan yang lebih bermutu, supaya mereka percaya diri dalam menghadapi persaingan dunia.

    ReplyDelete
  2. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam link diatas terdapat makalah yang berjudul Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia. Dalam makalah tersebut ada pembahasan mengenai Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Mikro Filsafat dan Mikro Ideologi Pendidikan. Terdapat tabel ontologi mikro filsafat dan mikro ideologi pendidikan yang membagi Pendidikan menjadi Pendidikan kapitalisne, Pendidikan saintisisme, Pendidikan sosialisme, Pendidikan spiritualisne, Pendidikan demokrasi dan Pendidikan kontemporer Indonesia. Berdasarkan taebl tersebut Pendidikan yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia adalah Pendidikan demokrasi karena menganut ideologi demokrasi, dengan pembelajaran yang kreatif dan iinteraktif.

    ReplyDelete
  3. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih atas link yang Bapak berikan, sangat bermanfaat bagi guru maupun calon guru untuk menambah wawasan tentang pendidikan kontemporer.

    ReplyDelete
  4. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan di Indonesia saat ini masih berada pada posisi yang tidak jelas. Hal ini disebabkan karena Indonesia sedang mengusahakan pendidikan yang inovatif namun masih sering menggunakan pendidikan tradisional. Sehingga banyak aspek dalam pendidikan inovatif yang terlewatkan. Seharusnya, saat ini sistem pendidikan di Indonesia mulai dimantapkan agar dalam pengembangannya menjadi terarah.

    ReplyDelete
  5. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dengan adanya globalisasi saat ini, semua aspek kehidupan ikut terpengaruh, termasuk pendidikan. Pendidikan di Indonesia mendapat banyak pengaruh dengan adanya globalisasi, baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Oleh karena itu, untuk menghadapi pengaruh negatif dari globalisasi tersebut, pengembangan pendidikan di Indonesia harus selalu sejalan dengan pancasila dan UUD. Sehingga, pendidikan di Indonesia akan selalu selaras dengan cita-cita dan identitas bangsa Indonesia itu sendiri.

    ReplyDelete
  6. Nama : iLania Eka Andari
    Kelas: PM C (S2)
    NIM : 17709251050

    Fenomena kehidupan anak-anak terkadang cepat berlalu bahkan kadang sangat cepat berlalu, bisa dikatakan salah satu sumber yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah dari diri kita selaku orang tua maupun guru. Disaat seharusnya anak-anak masih asyik dengan dunia bermainnya, kita sebagai orang tua/guru selalu 'mengejar-ngejar' mereka untuk belajar, belajar, dan selalu belajar. Apalagi saat-saat dimana anak-anak kita mulai mendekati masa masa UN, intensitas kita sebagai orang tua/guru untuk 'mengejar-ngejar' mereka akan semakin meningkat. Bahkan hal tersebut juga dialami oleh anak-anak SD. Anak-anak SD (yang rata-rata baru berusia 7-12 tahun) yang akan menghadapi masa-masa UN pun tak luput dari bayang-bayang orang tua/guru yang terus mengejar-ngejar mereka untuk belajar, belajar, dan selalu belajar. Semua orang tua/guru selalu mengkondisikan bahwa kegagalan menempuh UN adalah sebuah kegagalan hidup. mengapa demikian? apakah karena pemerintah mensyaratkan nilai UN sebagai prasyarat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi? jika terus "begini" bukankah siswa/anak menjadi lebih berorientasi kepada hasil akhir bukan kepada proses? bahkan demi mendapat nilai UN yg bagus tidak menutup kemungkinan mereka akan mengesampingkan nilai-nilai moral, terutama kejujuran.

    ReplyDelete
  7. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Hal yang kami pelajari dari paparan Bapak adalah bahwa kondisi pendidikan Indonesia masih sangat terpengaruh oleh paham Positivisme Auguste Comte dan kepentingan Pasar Bebas, sehingga masih jauh dari nilai-nilai filosofis Pancasila. Pendidikan Indonesia juga menghadapi masalah krisis Multidimensional. Kami (saya) melihat solusi yang Bapak tawarkan sangat sesuai dengan kondisi pendidik kita, semoga pengampu kebijakan bisa menggunakan pendekatan tersebut dalam penentuan kebijakan mengenai pendidikan nasional selanjutnya

    Terima kasih Pak, tulisan ini sangat menginspirasi.

    ReplyDelete
  8. Junianto
    PM C
    17709251065
    Isu-isu pendidikan di Inonesia tentu sangat banyak dan selalu menraik untuk dibicarakan. Pendidikan juga salah satu saranan untuk menyiapkan generasi penerus bangsa Indonesia di tengah perkembangan iptek yang kiang pesat. Pendidikan juga menggambarkan tingkat kemajuan suatu bangsa dan berbanding lurus dengan kualitas. Pendidiknn kontemporer diartikan sebagai pendidikan yang kekinian atau modern dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Namun, jika kita melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini tentu kita akan sepakat bahwa pendidikan dengan demopkrasi Pancasila lah yang paling tepat diterapkan di negara kita. Hal ini disebabkan karena Pancasila diambil dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  9. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Selain mengupas permasalahan pendidikan di Indonesia, artikel tersebut juga menawarkan solusi yang layak untuk diterapkan. Seperti yang kita tahu bahwa Pancasila sebagai ideologi telah memuat falsafah hidup bangsa Indonesia, dan itu merupakan cita-cita bangsa. Saya setuju bahwa Pendidikan Demokrasi Pancasila yang Bapak tawarkan dapat menjadi opsi dalam mengatasi krisis multidimensi yang sedang terjadi. Dalam artikel tersebut terdapat gagasan saintifik-spiritualisme, ini merupakan suatu gagasan yang menarik untuk diterapkan. Salah satu penyebab utama terjadinya krisis multidimensi ialah rendahnya kehidupan spiritualisme. Saintifik berakar dari positivism yang meletakkan kehidupan spiritual sebagai sesuatu yang tidak penting. Padahal kita tahu bahwa filsafat orang Indonesia idealnya menempatkan kehidupan spiritual di atas kepentingan yang lain. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan tidak dapat lepas dari kehidupan spriritual, perkembangan ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan kehidupan spiritual, maka saintifik-spiritualisme ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut.

    ReplyDelete
  10. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terimakasih Prof. sebelumnya,
    Saat saya membaca tulisan tersebut saya merasa miris dan prihatin dengan kondisi anak-anak yang cenderung berkembang tidak sesuai dengan usianya. Kondisi tersebut umumnya juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kecanggihan teknologi. Saya berharap ini dapat ditindaklanjut oleh para pengamat anak dari berbagai disiplin ilmu. Selain itu, perlu juga diberikan intervensi pada permasalahan anak-anak terkait dengan lingkup pendidikan. Bagi saya pribadi, ini merupakan PR yang membutuhkan effort lebih dalam mengatasinya. Bidang pendidikan dan moral merupakan landasan utama untuk membuat suatu perubahan pada perilaku manusia. Pembentukan dan pengembangan pola pikir dapat diperoleh dari pendidikan. Kemudian, tidak ada salahnya juga falsafah Pancasila terus direfleksikan dalam satuan pendidikan dan kehidupan sehari-hari serta generasi masa kini. Nilai-nilai yang terkandung dalam butir-butir Pancasila setidaknya dapat menjadi jembatan dan rambu-rambu dalam berperilaku.

    ReplyDelete
  11. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Terimakasih pak atas postingannya, postingan ini memberikan wawasan yang lebih luas mengenai pendidikan kontemporer Indonesia. Bahwa sudut pandang suatu konsep dipengaruhi oleh hakikat konsep, pendekatan atau metode. Pendidikan Demokrasi Pancasila dipandang sebagai bentuk konsep Politik Pendidikan yang lebih berbasis pada kekuatan diri bangsa, dan mempunyai totalitas yang tinggi untuk berinteraksi dengan masyarakat. Sikap dan cara pandang sebagai sebuah epistemologi yang memberikan sumber dan pembenaran pengetahuan dan pengalaman Bangsa Indonesia untuk mengatasi krisis Multi Dimensi, tiada jalan lain bagi Bangsa Indonesia untuk mewujudkan Politik dan Ideologi Pendidikan berdasar Filsafat Pancasila dan Demokrasi UUD agar diperoleh sikap moral berjati diri Indonesia yang sesuai butir butir Pancasila dan struktur kemasyarakatan Bhineka Tunggal Ika untuk membangun hidup manusia Indonesia seutuhnya, untuk memperoleh karakter bernurani, adil, beradab, jujur, mandiri dan mampu bekerjasama baik pada tataran lokal, nasional, maupun internasional. Untuk itu, Sistem Pendidikan Nasional dikembangkan agar mampu mengembangkan hakikat keilmuan sebagai Saintifik dan Spiritualisme yang didukung dengan kurikulum. Tujuan Pendidikan hendaknya diarahkan untuk memperoleh hidup selamat, sejahtera lahir batin dan dunia akhirat, yang dapat dicapai melaui fasilitasi guru sesuai prinsip/ajaran Ki Hajar Dewantara "ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun, dan tut wuri handayani. Sistem Pendidikan hendaknya mampu memberi kedudukan atau memposisikan siswa sebagai subjek didik yang diharapkan bersifat tuma'ninah, istiqamah dan tawakal dalam membangun sikap, pengetahuan, ketrampilan dan pengalamannya dengan memanfaatkan segenap alam semesta ciptaan Tuhan sebagai sumber belajarnya. Metode Pembelajaran hendaknya bersifat kritis, fleksibel, dinamis berdasarkan atau memanfaatkan hasil hasil penelitian baik jangka pendek maupun jangka panjang.

    ReplyDelete
  12. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Pendidikan di Indonesia sudah mengalami multidimensi. Untuk mengurangi multidimensi ini perlu pedoman yang harus dipatuhi dan dilaksanakan yaitu sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Dengan pedoman ini, diharapkan lebih memperkuat jati diri bangsa dan bisa bersaing secara internasional. Seorang guru sebaiknya ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun, dan tut wuri handayani. Sehingga menghasilkan peserta didik yang kritis dan kreatif karena pembelajaran berpusat pada peserta didik itu sendiri.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  13. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dengan adanya pendidikan yang berorientasi pada filsafat pancasila dalam setiap jenjang pendidikan formal, menjadi sebuah wadah untuk memahami makna pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Dan yang perlu diingat adalah pendidikan yang berpusat pada karakter tidak hanya sebatas menanggapi isu-isu aktual yang dijadikan sebagai komoditas iklan pendidikan, tetapi ada tujuan masa depan yang harus diraih, yaitu membangun bangsa yang berdaulat, mandiri, dan unggul.

    ReplyDelete
  14. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Berbiacara tentang pendidikan di Indonesia tidak bisa terlepas dari masalah.Anak-anak kecil mulai dihadapkan pada keadaan yang kurang kondusif.Cenderung mencari jati diri pada hal-hal yang kurang baik.Perlu penjagaan yang ketat dari orang tua.Karena orang tua adalah liingkungan pendidikan pertama bagi anak.Sayangnya orang tua memberikan hak asuh sepenuhnya kepada sekolah.Lingkungana kan mebawa pengaruh besar bagi anak,pergaulan anak tergantung pada lingkungannya.Berbagai kecurangan dan ketidakjujuran dalam pendidikan sering terjadi.Seperti ketika menghadapi ujian, perekrutan CPNS. Dan hadirnya filsafat pendidikan ini, akan memberikan gambaran pencerahan untuk merancang sistem pendidikan yang lebih baik lagi.Wassalamualaikum wr wb

    ReplyDelete
  15. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Siswa sebagai subjek didik diharapkan bersifat tuma’ninah, istiqamah dan tawakal dalam membangun sikap, pengetahuan, ketrampilan dan pengalamannya. Untuk mewujudkan harapan tersebut hendakanya guru di kelas mengembangkan strategi, pendekatan, metode, dan model yang bersifat kritis, fleksibel, dinamis. Pendidik harus meninggalkan gaya mengajar yang berpusat pada guru, guru menjelaskan konsep. Metode deduktif dan tunggal, dan mentransfer ilmu, agar dihasilkan siswa yang tidak hanya bisa mengerjakan soal tetapi paham, memiliki kreatifitas, inovasi, yang akan berguna dalam kehidupannya. Melalui proses pendidikan terssebut siswa akan terbiasa dalam berpikir kreatif dan inovatif yang sesuai dengan perkembangan zaman dan era zaman yang menuntut siswa lebih kreatif lagi agar tidak tertinggal dari yang lain.

    ReplyDelete
  16. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Setelah membaca refleksi pendidikan kontemporer Indonesia ini saya mulai menyadari, ternyata bangsa Indonesia telah mengalami krisis multi dimensi sudah dari sekian lama. Dan faktor dari itu semua tidak lain dan tidak bukan karena pikiran para pemimpin bangsa yang mengalami kegamangan dalam menata kualitas pendidikan. Padahal di Indonesia banyak sekali generasi bangsa yang pemikirannya luar biasa. Apakah ini karena negara tidak berusaha memanfaatkan sumber daya manusia yang ada? Ataukah sumber daya manusia yang ada sengaja tidak diperhatikan? Padahal jika saja sumber daya manusia yang berharga tersebut dimanaatkan dengan sebaik-baiknya, pendidikan di negara Indonesia mungkin bisa lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  17. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Sebuah tulisan yang bagi saya menguak pendidikan secara kompeherensif dan mendalam. Saya berpendapat bahwa pendidikan kita saat ini telah pengalami disorentasi yang begitu kompleks, mulai dari tataran kebijakan hingga berdampak kepada tataran praktis di kelas. Kebijakan UN menurut saya adalah kebijakan yang cukup pragmatis, karena UN saat ini cenderung dijadikan ‘dewa’ dalam menentukan keberhasilan siswa, sekolah, dinas maupun daerah.

    Ketika menghadapi ancaman UN, siswa kerap dituntut untuk mempelajari dan menghafal tentang apa yang akan diujikan. Kemudian, guru akan membantu melatih peserta didik untuk menjawab soal dengan cara mengadakan bimbingan tes di sekolah. Selanjutnya, orang tua mendorong anak untuk dapat lulus tes. Dengan siklus seperti ini, maka kita dapat berasumsi bahwa pelaksanaan UN selalu menitikberatkan pada hasil tes sehingga memperhambat proses pembelajaran sekaligus mematikan metode pembelajaran. Akibatnya, siswa ahli dalam menjawab tes namun tidak memiliki kecakapan hidup, dan guru menjadi tidak kreatif sehingga semakin malas berinovatif dalam mengembangkan proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  18. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Pendidikan indonesia sangat ini memang masih membutuhkan banyak inovasi kearah yang lebih baik. Namun tidak dapat dipungkiri pendidikan saat ini juga telaha jauh lebih dari pendidikan di masa lampau. Pendidikan di indonesia saat ini ndigadang-gadang harus mampu memasukkan nila-nilai pancasila dalam proses pembelajarannya. Hal ini diharapakan iedologi pancasila dapat sejalan dalam ranah pendidikan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  19. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Terimakasih atas link yang Bp berikan,
    Berbicara tentang pendidikan terutama pendidikan di Indonesia merupakan pembahasan yang sangat menarik, karna memiliki banyak aspek yang dikaji, terkait pendidikan pada anak, seharusnya mengikuti perkembangan dan kebutuhan anak, sehingga anak bisa berkembang mengikuti masanya bukan terlampau jauh meninggalkan masanya ataupun terlampau jauh tertinggal oleh masanya. Ini akan sangat berpengaruh kepada mereka di masa depan, karena ketika pendidikan mereka di masa Anak 2 tidak sesuai dengan karakter mereka atau tidak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan maka mereka akan kesulitan menyesuaikan diri ketika menempuh pendidikan selanjutnya.

    ReplyDelete
  20. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Berdasarkan artikel dalam link tersebut yang menjadi masalah utama adalah krisis multidimensi bangsa yang ditandai dengan adanya berbagai macam konflik yang saat ini terus bersinggungan. Untuk itu pendidikan bertujuan untuk memperbaiki pola pikir dan perilaku bangsa Indonesia yang sesuai denga tujuan pendidikan yaitu memperoleh hidup selamat, sejahtera seutuh-utuhnya lahir batin, dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  21. indah purnama sari
    17701035125
    PEP B 2017

    terimakasih prof, dari tulisan tersebut saya sangat merasa sangat miris akan dunia pendidikan negara kita ini. miris karena anak-anak zaman sekrang dewasasebelum waktunya diakibatkan tekhnologi padahal tekhnologi dapat berdampak positif jika digunakan dengan baik. ini adalah tugas para pengamat sosial, para pendidik serta campur tangan orang tua juga supaya hal ini tidak terjadi secara terus menerus.

    ReplyDelete
  22. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Krisis multidimensi melanda Indonesia, begitu juga pada ranah budaya dan pendidikan. Konsumsi masyarakat kita terhadap budaya kontemporer sudah tidak terbendung, yang bahaya adalah adanya budaya negatif yang dikuti masyarakat baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Dengan semakin berkembangnya teknologi terutama internet, maka bahaya pun semakin besar. Pada artikel diatas disebutkan bahwa filsafat pancasila sejajar dengan filsafat kontemporer, menurut saya benar karena ideologi pancasila dari sejak awal berdiri NKRI sampai sekarang masih relevan dengan kehidupan di Indonesia. Pancasila sampai sekarang ini masih sanggup mempersatukan kemajemukan bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  23. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Seiring berjalannya waktu, anak-anak di Indonesia menjadi pintar dalam hal teknologi. Pada zaman sekarang, tidak ada satu anak pun yang tidak bisa menggunakam smartphone. Internet sudah biasa dimata mereka. Teknologi semakin maju membuat mereka lupa akan kewajibannya untuk menuntut ilmu. Memang benar apapun itu sudah berada di internet. Namun, terkadang anak tidak menggunakam teknologi dengan baik. Banyaknya iklan-iklan yang berbau negatif dan banyak membuat mereka terjerumus dalam hal yanh negatif. Padahal dengan adanya teknologi sebenarnya sangat membantu bagi anak untuk memperluas pandangannya. Oleh karena itu, pendidikan sangatlah penting untuk membentuk pola pikir dan karakter mereka sesuai dengan ideologi Pancasila.

    ReplyDelete