Jul 14, 2014

Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia




Ass Wr Wb, Bacaan menarik dari artikel saya terbaru berjudul:"Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia: Sebuah Tinjauan Filsafat, Politik dan Ideologi Pendidikan",dapat dibaca di Link berikut:

https://www.academia.edu/7444798/Refleksi_Pendidikan_Kontemporer_Indonesia_Sebuah_Tinjauan_Filsafat_Politik_dan_Ideologi_Pendidikan

Demikian semoga bermanfaat
Wss Wr Wb,
Yogyakarta, 14 Juli 2014
Marsigit

37 comments:

  1. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Pembelajaran di sekolah bertahun-tahun seolah-olah hanya untuk mendapatkan nilai UN yang hanya ditentukan dalam beberapa hari saja. Ya, mungkin tujuan pemerintah adalah untuk mendapatkan nilai capaian akhir selama masa sekolah habis. Tetapi apakah sudah benar? Kebijakan masalah UN pun sering menjadi permasalahan di dunia pendidikan. Hal ini jelas tidak sesuai dengan cita-cita Indonesia. Tetapi saya yakin pemerintah juga tidak tinggal diam. Karena benar banyak perubahan-perubahan yang dilakukan. Seperti nilai Ujian Sekolah dan nilai rapor yang juga menjadi pertimbangan dalam menentukan nilai akhir setiap siswa.

    ReplyDelete
  2. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pendidikan kontemporer adalah pendidikan yang dapat mengkonstruksi pengetahuan siswa sehingga siswa dapat mencapai tahap rigour (keakuratan). Tahap ini meruapakan tahap yang tertinggi dari cara berfikir dan bernalar siswa. Selain itu, pendidikan kontemporer juga harus mengacu kepada pendidikan yang berorientasi kepada kemampuan 4C yang meliputi Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, Creativity and Innovation. Untuk itu pembelajaran matematika di kelas membutuhkan guru yang kualifaid dan professional untuk mendukung tercapainya ketrampilan 4C, literasi matematika, dan kesetaraan dalam pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  3. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Perjalanan pendidikan Indonesia telah dipengaruhi oleh perkembangan hasil kemajuan zaman. Maju bukan selalu berarti baik. Namun malah dapat menjadi ancaraman lunturnya jati diri bangsa. Tidak jarang kita mendengar pendidikan Indonesia sedang mengalami krisis. Potensi-potensi negatif mulai berkuasa pada sistem pendidikan. Seakan pendidikan kita menjadi permaianan politik. Dan seakan lupa dengan tujuan akhir pembelajaran di setiap tingkat, UN terus diprioritaskan semua pihak. Perlu langkah serius dalam mengatasi krisis multidimensi ini. Pendidikan kontemporer yang berkembang haruslah segera dialihkan menuju politik dan ideologi pendidikan berdasar filsafat pancasila dan demokrasi UUD 1945 Amandemen. Generasi Indonesia diharapkan tumbuh dengan menjunjung jati diri bangsa dan memiliki karakter bernurani, adil, beradab, jujur, mandiri, serta unggul baik secara mampu nasional, maupun internasional.

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    "Tanpa ilmu (filsafat) kita menjadi buta, tanpa pengalaman (penerapan) kita menjadi kosong"
    Dari kalimat tersebut kita dapat belajar bahwa ilmu dan pengalaman merupakan dua hal yang saling terkait. Maka kita harus melakuan apa yang kita pikirkan (ilmu kita) dan memikirkan apa yang kita lakukan (pengalaman kita). Keduanya harus saling berhermenetika, saling terjemah dan diterjemahkan untuk saling membangun. Karena itulah dalam pendidikan memberikan ilmu dan pengalaman kepada siswa adalah hal yang penting. Guru harus berusaha memfasilitasi siswa memperoleh ilmu melalui pengalaman.

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Pendidikan di Indonesia diarahkan pada pembentukan karakter siswa yang cerdas, berpengetahuan, dan juga berspiritual yang baik. Hal ini akan menyeimbangkan kebutuhan siswa dalam mengembangkan diri dan membawa diri. Siswa sebagai subjek pembelajaran yang membangun pengetahuannya dan memanfaaatkan segala bentuk sumber belajar. Penilaian bukan sekedar nilai matematika yang baik akan tetapi bagaiman pengetahuan itu, dalam refleksi bagi siswa.

    ReplyDelete
  6. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pendidikan merupakan suatu sistem yang dalam pelaksanaannya memerlukan refleksi serta evaluasi demi tercapainya pendidikan yang lebih baik lagi. Refleksi pendidikan di Indonesia yang disampaikan oleh Prof. Marsigit menguraikan realita pendidikan yang ada di Indonesia, kemudian mengulas pula beberapa teori filsafat dan teori politik pendidikan dan diakhiri dengan alternatif solusi yang ditawarkan. Fenomena pendidikan di Indonesia memang menyuguhkan "keharusan lulus UN" yang kemudian menjadi momok yang menakutkan bagi generasi muda, serta jika ditinjau dari keterlaksanaan sistem pendidikan di Indonesia benar adanya masih terjadi campur-aduk paradigma pendidikan yang dilakukan dalam praktiknya. Hal tersebut tentu saja memberikan pengaruh besar baik dari segi proses maupun hasil pendidikan yang ada di Indonesia. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  7. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Mengenai alternatif solusi yang diberikan oleh Prof. Marsigit, pendidikan yang mengangkat identitas bangsa Indonesia ke dalam kurikulumnya patut untuk dicoba, hal ini karena Indonesia memiliki ideologi tersendiri sehingga dalam praktik pendidikannya pun menggunakan ideologi yang dihayati jauh hari disinyalir akan membawa angin segar dan hasil yang lebih baik lagi. Benar bahwa korupsi yang terjadi menandakan rendahknya atau kurang positifnya karakter bangsa Indonesia, sehingga pembenahan karakter harus ditegakkan segera. Dengan menggantungkan harapan pada kurikulum yang tengah dilaksanakan yang memiliki nafas pengembangan karakter, maka kita patut melaksanakan kurikulum dengan mengimplenetasikannya dalam kegiatan pembeljaran secara sungguh-sungguh. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  8. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Sejalan dengan pernyataan diatas bahwa segala aktivitas sekolah seolah-olah dan realitasnya terfokus karena akan menghadapi UAN. Oleh karena itu perlu adanya evaluasi dan reflesi untuk menyadarkan kembali apa sejatinya belajar dan mengajar. Pemerintah sebagai salah satu fasilitator pendidikan formal menjadi sang revolutor yang paling besar untuk mengubah wajah pendidikan Indonesia, oleh karena itu kami setuju dan sependapat dengan Prof Marsigit bahwa pendidikan negeri ini harus kembali dan disesuaikan dengan ideology dan Undang-undang dasar agar terciptanya output-output yang dapat bermanfaat untuk bangsa, agama, Negara dan diri sendiri. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

  10. Kebijakan pemerintah dalam melakukan standarisasi Ujian Nasional merupakan salah satu hal yang harus kita introspeksi, ada dua perspektif yang menjadikan dilema, pertama ketidak siapan masyarakat terhadap standarisasi sistem pendidikan yang sudah menjadi kebijakan pemerintah saat ini, dibuktikan dengan banyaknya angka siswa yang tidak lulus ujian nasional, adanya kecurangan dengan adanya modus pembocoran soal ujian dan masih banyak lagi hal-hal yang membuktikan bahwa bangsa ini memang belum seluruhnya mampu menerima standarisasi Ujian nasional. Adanya penyamaan soal ujian yang di tuangkan dalam bentuk standariasasi Ujian nasioanal, hal itu semua merupakan langkah pemerintah untuk menstimulus generasi bengsa ini untuk lebih giat dalam proses belajar,ketidaksiapan siswa dalam menghadapi kebijakan ini bisa menjadi boomerang bagi perkembangan sistem pendidikan bangsa ini. Sehingga perlu kiranya kita evaluasi lagi mengenai kebijakan standarisasi tadi apakah sudah relevan dengan kondisi obyektif semua siswa.

    ReplyDelete
  11. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Terima kasih banyak Prof. untuk linknya. Ujian Nasional sebagai syarat utama kelulusan memang sangat membebani siswa karena proses belajar yang mereka laksanakan selama betahun-tahun ditentukan hanya dalam beberapa hari saja. Ujian Nasional yang diharapkan dapat memberi dampak positif justru memberikan efek yang negatif. Keputusan bahwa Ujian Nasional bukan syarat satu-satunya seorang siswa dapat dikatakan lulus sekolah saya rasa merupakan keputusan yang sangat tepat karena dengan begini siswa tidak merasa terlalu terbebani.

    ReplyDelete
  12. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Pendidikan kontemporer merupakan pendidikan modern yang sesuai dengan perkembangan zaman. Indonesia sendiri memiliki nilai-nilai demokrasi pancasila yang dijadikan sebagai pedoman hidup bangsa. Alangkah lebih baiknya jika pendidikan di Indonesia saat ini menggunakan pendidikan dengan demokrasi pancasila. Paradigma demokrasi pancasila tersebut sesuai dengan keadaan dan cita-cita pendidikan di Indonesia. Terimakasih

    ReplyDelete
  13. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dilihat dari sudut pandang filsafat, ideology, dan politik pendidikan di Indonesia saat ini masih jauh dari pendidikan demokrasi yang diharapkan.Secara falsafah kehidupan bangsa mungkin masih sesuai, namun utk sudut pandang ideology, pendidikan Indonesia saat ini banyak dipengarhui oleh kapitalisme, liberalism, utilitarianisme, pragmatism, dan materialism. Sangat jelas bagaimana pendidikan dijadikan sebagai komoditi, proyek. Akhirnya siswa menjadi korban. Siswa tidak mendapat kan kebebasannya untuk belajar. Secara politik, pendidikan di Indonesia masih memegang prinsip ego-transaksional, ego pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pasar.

    ReplyDelete
  14. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Berawal dari melihat realitas bahwa negara Indonesia yang belum memiliki sistem yang handal dalm pendidikan. Pendidikan Indonesia banyak menimbulkan ketidak pastian, merugikan, dan melemahkan jati diri bangsa dari dalam diri. Dimana sebenarnya ini adalah hal yang nyata bahwa masih tergantung pada Power Now. Kemudian fenomena-fenomena anak-anak yang sekolah dan segala rintangan dan hambatannya yang ironis sekali. Kemudian disampakan pula dalam bacaan ini mengenai filsafat ontologi filsafat pendidikan. Kemudian disampaikan pula jika politik pendidikan kontemporer Indonesia memandang penddikan sebagai investasi, memandang kurikulum sebagai instrumen untuk mencapai tujuan, pun pendidikan inovatif sangat sulit.

    ReplyDelete
  15. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Melalui refleksi beliau ini, sehingga sitem yang Bapak Marsigit sarankan yaitu Pendidikan Demokrasi Pancasila. Dimana filsafat dan ideologi yang berdasarkan pancasila. Politiknya berdasarkan demokrasi. Nilai nilai sosial yang diangkat yaitu kesatuan. Budaya dan karakter yang diangkat yaitu jati diri Indonesia. Hakikat ilmu yang dianut yaitu sangat baik dan muli yaitu saintifik-spiritualisme. Tujuan pendidikannya yaitu memperoleh selamat, sejahtera lahit dan batin dan dunia akhirat. Teori mengajarnya mengadopsi dari Ki Hajar Dewantoro. Dan saya setuju akan sistem yang Beliau tawarkan karena menyeluruh aspeknya baik dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  16. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pendidikan di Indonesia saat ini sedang bergerak ke arah yang lebih baik. Perbaikan kurikulum secara nasional terus dilakukan pemerintah dan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru mulai meningkat dengan adanya guru UMP, pengangkatan guru PNS di daerah 3T, dan tunjangan-tunjangan lainnya. Harapannya ke depannya pemerintah terus melakukan evaluasi dan pengembangan secara konsisten.

    ReplyDelete
  17. Latifah Fitriasari
    PM C

    Kontemporer harus sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Kontemporer pendidikan di Indonesia saat ini banyak sekali. Isu-isu tersebut berkembang begitu cepat dan pesat dengan adanya ict sekarang ini. Kontemporer artinya kekinian, modern atau sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama saat ini. Sehingga tanggung jawab akan keberhasilan dan keberlangsungan pendidikan Indonesia sebenarnya adalah salah satu tugas pemerintah. Jika di hubungkan dalam pembelajaran maka untuk dapat mempersiapkan pembelajaran matematika yang efektif, dibutuhkan pemahaman tentang bagaimana siswa belajar matematika.

    ReplyDelete
  18. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dari bacaan pada link di atas, saya tertarik dengan satu pembahasan yakni terenggutnya keceriaan siswa di Indonesia karena tuntutan pendidikan zaman sekarang. Anak-anak ialah usia yang seharusnya melakukan kegiatan dengan penuh suka ria begitupula dengan kegiatan belajar. Siswa belajar dengan kegiatan untuk memperoleh dan membangun pengetahuannya sendiri. Siswa melakukan praktik agar pembelajaran yang ia peroleh lebih bermakna, sehingga materi yang disampaikan tida mudah dilupakan. Namun, kenyataannya guru dan orangtua justru menakut-nakuti siswa dengan tuntutan nilai Ujian Nasional yang katanya sangat menentukan hidup dan mati siswa di masa depan.

    Tentu saja hal ini menjadi momok bai siswa dalam melaksanaan kegiatan pembelajaran. Di tambah lagi metode yang digunakan guru terkesan mencekoki siswa dengan materi-materi dan seolah terburu-buru mengejar kurikulum. Maka, yang ada di pikiran siswa ialah sekolah merupakan tempat yang membosankan bakan menyeramkan, serta belajar merupakan kegiatan yang membuat pusing dan lelah. Salah satu imbasnya ialah tida bersemangatnya siswa pada pelajaran Matematika dan pelajaran lain yang di UN kan. Berbeda dengan pelajaran olahraga yang bergerak dan bermain, mereka pasti akan lebih antusias. Dari refleksi tersebut, marilah kita sebagai akademisi memperbaiki lagi sistem pendidikan di Indonesia dimulai dari diri sendiri dan lingkungan akademik kita.

    ReplyDelete
  19. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Makalah mengenai Refleksi Pendidikan Kontemporer ini sangat menarik dan bermanfaat bagi kita karena memberikan gambaran bagaimana pendidikan Indonesia sebenarnya. Pada pendahuluan, saya tertarik sekali dengan pernyataan Pak Masigit yang mengatakan bahwa keceriaan dan kegembiraan anak-anak itu hanya sampai TK atau hanya sampai SD kelas 1 dan 2, selebihnya anak sudah tercemar oleh yang namanya UN. UN selalu menjadi momok yang mengerikan, menjadi monster yang sangat ditakuti oleh siswa-siswa di Indonesia. Hal itu pun pernah saya alami, sewaktu SD, SMP dan SMA pun hal yang paling saya takutkan adalah UN, saya sempat berpikir “bagaimana bisa sekolah ku yang bertahun-tahun ini hanya bergantung di selembar kertas?Lalu bagaimana jika jawaban ku tidak terbaca oleh mesin pemeriksa, atau kertas LJK itu rusak atau hilang?” banyak sekali pemikiran-pemikiran seperti itu yang muncul. Saat itu UN menjadi syarat utama kelulusan, jika tidak lulus UN ya wassalam. Pada saat UN segala macam ilmu sudah tidak berarti, segala macam cara dihalalkan agar lulus UN, ritual ini dan itu dilakukan, keluar duit sana dan sini. Banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut, akan tetapi praktek seperti ini masih tetap terjadi. Lalu seperti ini kah yang arti dari UN itu atau seperti inikah diinginkan oleh para petinggi negeri. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  20. Pancasila adalah muncul berkat pemikiran dan perpejuangan para pahlawan bangsa Indonesia dalam rangka membangun Indonesia yang berkarakter budaya, yang demokrasi. Pancasila menjadi identitas dari bangsa Indonesia sehingga Pancasila seharusnya menjadi landasan semua kegiatan termasuk pendidikan namun yang terjadi Pancasila hanya di kertas saja namun didalam prakteknya hal itu tidak terjadi. Bahkan orang dewasa pun ada yang sudah tidak ingat dengan Pancasila, sehingga mereka pun mungkin juga tidak ingat dengan makna yang terkandung didalamnya. Padahal di dalam Pancasila ada semua unsur karakter yang baik yang mampu menahan pengaruh power now, misalnya karakter spiritual yang ada di sila satu. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum,wr.wb.

    ReplyDelete
  21. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Refleksi dalam artikel ini menerangkan bahwa objek ontologis dari filsafat adalah meliputi yang adadan yang mungkin ada, sedangkan manusia bertugas sebagai pengada. Denga adanya pengada maka sesuatu yang mungkin ada dapat ada menjadi objek. Pendidikan mampu membantu pengada memproses objek yang mnungkin ada menjadi ada.

    ReplyDelete
  22. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Dari artikel di atas timbul pertanyaan, apa yang menjadi dasar teori pendidikan positivisme yang mengangga bahwa karakter spiritual mempunyai karakter yang Irasional sehingga tidak dapat digunakan untuk mengembangkan metode saintifik? Bukankah di dalam metode saintifik juga diperlukan karakter tanggung jawab, disiplin, rasa ingin tahu, dan yang lainnya.

    ReplyDelete
  23. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Transformasi pendidikan bisa dilakukan di berbagai tingkatan baik dari satuan terkecil di satuan pendidikan yaitu sekolah maupun di tingkat pemerintahan dari tingkat kabupaten sampai nasional. Saat ini Indonesia sudah menuju perubahan dengan terbitnya kurikulum 2013 namun sistem penilaian yang masih bertumpu pada ujian nasional mungkin perlu dikaji ulang untuk menentukan sistem penilaian terbaik.

    ReplyDelete
  24. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Saya turut prihatin dengan keadaan Pendidikan yang ada di Indonesia. seperti yang pernah Bapak sampaikan di perkuliahan waktu lalu bahwa seharusnya anak-anak tidak dijejali dengan pengetahuan formal yang justru membuat mereka menjadi stress. Alangkah baiknya pengetahuan yang diberikan kepada Anak-anak seharusnya lebih ke pengetahuan intuisi.

    ReplyDelete
  25. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Bangsa Indonesia sedang mengalami krisis Multi Dimensi secara laten, masif, dan terstruktur dalam berbagai aspek kehidupan. Prof. Marsigit menawarkan sebuah solusi untuk mengatasi krisis tersebut yaitu konsep Politik Pendidikan Indonesia dengan nama "Pendidikan Demokrasi Pancasila". Tujuan Pendidikan sebaiknya diarahkan untuk memperoleh hidup selamat, sejahtera lahir batin dan dunia akhirat, yang dapat di capai melalui memfasilitasi guru sesuai ajaran Ki Hajar Dewantara: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani.

    ReplyDelete
  26. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Mengikuti perkembangan zaman harus diikuti oleh perkembangan psikologis siswa. Kebebasan siswa mengakses berbagai fungsi dari gadget dan teknologi mutakhir bisa menjerumuskan siswa ke dalam hal yang malah menghambat proses belajarnya. Teknologi pada dasarnya diciptakan untuk memudahkan pekerjaan manusia, dan dalam dunia pendidikan diharapkan siswa melek iptek agar tidak tertinggal jauh oleh negara lainnya. Pendidikan kontemporer sudah keluar dari paradigma transfer of knowledge. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi dan memonitor siswa dalam membangun pengetahuannya sehingga pembelajaran menjadi bermakna.

    ReplyDelete
  27. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Berbicara masalah pendidikan di Indonesia adalah membahas hal yang sangat luas, dinamis, fluktuatif dan relatif. Oleh karena itu, kita hanya bisa mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia ‘gagal’ secara kategoris. Sebenarnya pendidikan Indonesia telah banyak menghasilkan tokoh-tokoh nasional dan output yang brilyan dan kompetitif dari masa ke masa. Kalau digeneralisasi bahwa dunia pendidikan kita sudah gagal, maka Republik ini sudah lama bubar.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  28. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Isu-isu kontemporer pendidikan di Indonesia saat ini banyak sekali. Isu-isu tersebut berkembang begitu cepat dan pesat dengan adanya ICT sekarang ini. Kontemporer artinya kekinian, modern atau sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama saat ini. Jadi isu kontemporer pendidikan menurut penulis adalah isu-isu terkait dunia pendidikan yang tidak terikat lagi oleh aturan-aturan zaman dulu, dan berkembang sesuai zaman sekarang. Salah satu isu kontemporer pendidikan di Indonesia yaitu "Komersialisasi Pendidikan".
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  29. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Pendidikan kontemporer harus menyesuaikan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi. Untuk itu yang perlu dilakukan adalah mengembangkan sistem pendidikan yang berwawasan global agar menghasilkan out put (lulusan) dari lembaga pendidikan yang lebih bermutu, supaya mereka percaya diri dalam menghadapi persaingan global, dan mengedepankan metode interdisipliner, interkonektifitas.

    ReplyDelete
  30. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    pendidikan di Indonesia masih sangat memprihatinkan, pemerintah tentu sudah menyadari hal ini dan berusaha untuk memperbaiki sistem pendidikan. salah satunya adalah dengan merubah kurikulum dan mengubah pendekatan teavher center menjadi student center. namun alangkah baiknya jika kurikulum yang akan diterapkan hendaknya dipersiapkan dengan matang sehingga benar-benar siap untuk diterapkan di sistem pendidikan Indonesia. saat ini banyak guru yang tertinggal atau tidak dapat mengikuti pergantian kurikulum yang sering berubah dan direvisi, akibatnya guru menjadi dilema dan pembelajaran menjadi kurang efisien.

    ReplyDelete
  31. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Pendidikan kontemporer merupakan pendidikan jaman now yang disesuaikan dengan perkembangan jaman. Pendidikan harus berkembang terus sesuai dengan perkembangan jaman agar menjadi negara tertinggal diantara pendidikan negara lain. Semua unsure dalam system pendidikan sangat berpengaruh terhadap kemajuan pendidikan di suatu Negara. Unsure-unsurnya antara lain guru, kurikulum, menteri pendidikan, dll.

    ReplyDelete
  32. Pendidikan kontemporer memang jika kita lihat sudah ketinggalan dengan peradaban manusia zaman abad 21 ini. Namun ada juga unsur dalam pembelajran kontemporer yang tidak bisa sepenuhnya kita hilangkan. Dalam proses pembelajaran sendiri, guru masih sulit untuk mengubah paradigma pandangan mereka dari pembelajaran kontemporer.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  33. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Ujian Nasional masih menjadi standar kelulusan di sekolah, pembelajaran yang dilakukan selama bertahun-tahun kelulusannya hanya ditentukan beberapa hari. Saya kurang setuju dengan ujian nasional sebagai suatu standar kelulusan, kenapa? Karena pada saat 1 tahun terakhir pembelajaran, mereka akan terfokuskan pada ujian nasional, bagaimana caranya agar lulus ujian nasional dengan nilai yang baik, mereka hanya akan mempelajari kisi-kisi yang diberikan. Bahkan yang membuat saya lebih prihatin adalah kebocoran kunci jawaban ujian nasional. Penyalahgunaan wewenang oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

    ReplyDelete
  34. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Melihat pendidikan kontemporer di negeri ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan langkah-langkah yang signifikan untuk merombak sistem pendidikan yang telah ada, dengan mengganti yang sudah tidak releva, dan mempertahan kan yang masih relevan. tentu langkah-langkah kritis sangat diperlukan, dan peran serta berbagai elemen.

    ReplyDelete
  35. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Siswa sebagai subjek didik diharapkan bersifat tuma’ninah, istiqamah dan tawakal dalam membangun sikap, pengetahuan, ketrampilan dan pengalamannya. Untuk mewujudkan harapan tersebut hendakanya guru dikelas mengembangkan strategi, pendekatan, metode, dan model yang bersifat kritis, fleksibel, dinamis.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  36. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Baru diawal paragraph, Prof Marsigit sudah menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia belum memiliki form yang jelas, sehingga pendidikan kita berjalan diatas sebuah ketidak pastian. Hal ini nampak jelas bila kita melihat dalam kenyataan yang ada pada dunia pendidikan kita, dimana kurikulum berganti dengan cepat, dan pergantian kurikulum ini terkadang bukan merupakan sebuah penyempurnaan melainkan lebih menonjol sebagai antithesis. Sebagai contoh kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang mengutamakan kompetensi diantitesiskan dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

    ReplyDelete
  37. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Sebagaimana aspek lain dalam kehidupan, pendidikan juga terus berkembang mengikuti kebutuhan dan perkembangan peradaban. Hal ini menjadi sebuah keharusan untuk dilakukan, mengingat pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam menjali hidup, maka apa yang ada di dalamnya juga harus mampu mengikuti perkembangan. Khusus di Indonesi, perkembangan pendidikan begitu terasa, mulai dari yang dulu awalnya berpusat pada guru dengan kebiasaan transfer ilmunya, kini sudah mulai bergerak menuju pembelajaran aktif dengan berpusat pada siswa melalui paradigma konstruktivis. Yang harus tetap dijaga dalam setiap perubahan adalah nuansa kebangsaan yakni Ideologi Pancasila. Dimana setiap perubahan tidak seharusnya bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

    ReplyDelete