Jul 14, 2014

Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia




Ass Wr Wb, Bacaan menarik dari artikel saya terbaru berjudul:"Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia: Sebuah Tinjauan Filsafat, Politik dan Ideologi Pendidikan",dapat dibaca di Link berikut:

https://www.academia.edu/7444798/Refleksi_Pendidikan_Kontemporer_Indonesia_Sebuah_Tinjauan_Filsafat_Politik_dan_Ideologi_Pendidikan

Demikian semoga bermanfaat
Wss Wr Wb,
Yogyakarta, 14 Juli 2014
Marsigit

80 comments:

  1. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Dunia pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan mutu pendidikan diantaranya adalah keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru itu sendiri dinilai masih kurang

    ReplyDelete
  2. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Salah satu perkembangan dalam dunia globalisasi saat ini adalah perkebangan IPTEK. IPTEK sangat memberikan perubahan besar terhadap dunia pendidikan dan segala sektor bangsa, namun ironinya Indonesia masih mengalami krisis multidimensi. Krisis mutidimensi bangsa ditandai dengan beragam konflik dalam dimensi kehidupan dan kekisruhan bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya. Kini menjadi tugas kita bersama untuk menemukan solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa ini.

    ReplyDelete
  3. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pendidikan saat ini seperti yang Bapak katakan sedang krisis multidimensi.Dimana orangtua lebih membelikan anaknya HP daripada membayar SPP atau kepentingan sekolah lainnya. Berkembangnya gadget dewasa ini sudah tak lagi bisa dikejar, orang-orang dengan sendirinya akan lebih sibuk pada dunia maya dari pada dunia nyatanya,

    ReplyDelete
  4. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Saya sangat setuju dengan artikel tersebut. Di indonesia anak kecil selalu berkembang sesuai dengan perkembangan yang sedang terjadi. Bannyaknya krisis kehidupan memerlukan penanganan yang sesuai dengan berbagai macam sudut pandangm kehidupan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  5. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Adanya berbagai krisis masalah dalam kehidupan membutuhkan banyak penyelesaian. Penyelesaian yang dapat mengatasi semua krisis tersebut. Hal yang dimaksud adalah penanganan sesuai dengn sudut pandang filsafat, politik dan pendidikan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  6. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Perkembangan teknologi yang sedang berkembang saat ini tidak lagi dapat diatasi oleh orang tua. Orang tua yang lebih memilih memberikan anaknya gadget dari pada pendidikan yang baik sangat sering ditemui. Gadget yang awalnya hanya menjadi kebutuhan sudah beralih fungsi menjadi gaya hidup dan kebutuhan yang seolah-olah orang tidak dapat hidup tanpa hal itu.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  7. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Pendidikan kontemporer harus menyesuaikan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi. Untuk itu yang perlu dilakukan adalah mengembangkan sistem pendidikan yang berwawasan global agar menghasilkan out put (lulusan) dari lembaga pendidikan yang lebih bermutu, supaya mereka percaya diri dalam menghadapi persaingan global, dan mengedepankan metode interdisipliner, interkonektifitas.

    ReplyDelete
  8. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam suatu negara, karena dengan pendidikan akan melahirkan generasi penerus bangsa. Pendidikan yang maju akan melahirkan generasi penerus bangsa yang terus berpikir dan bertindak untuk kemajuan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan harusnya terus diupayakan agar tujuan dari pendidikan dapat tercapai.

    ReplyDelete
  9. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Pendidikan merupakan human investment yang sangat strategis untuk menciptakan generasi yang akan datang. Bagaimana generasi kita yang akan datang adalah tergantung bagaimana kualitas pendidikan kita. Pendidikan kontemporer di Indonesia saat ini memiliki banyak perbedaan dengan pendidikan di masa lampau. Salah satu ciri khas pendidikan kontemporer saat ini adalah maraknya penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Pendidikan kontemporer juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. penggunaan teknologi dalam pembelajaran terkadang disalahgunakan oleh siswa. hai ini yang menjadi kekurangan dari pendidikan konteporer di Indonesia.

    ReplyDelete
  10. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Saya setuju jika pendidikan konteporer terkini bagi Indoneisa adalah Pendidikan Demokrasi Pancasila. Hal ini karena pancasila adalah bangsa Indonesia itu sendiri. Pancasila dicetuskan oleh para pemuda asli Indonesia. Pemikiran para pencetus pancasila berasal dari apa yang ada disekitarnya (Indonesia). Dilihat dari sisi religius, kemanusian, persatuan, demokrasi, sosial dan budaya, yang berkembang di Indonesia. Saya belum menemukan satu bangsa lain yang mampu menyusun seperti Pancasila. Pancasila adalah paket lengkap dan di rasa sangat cocok diterapkan berbagai bidang, termasuk pendidikan. Terlebih setelah Bapak uraikan pada makalah di atas, menambah keyakikan inilah pendidikan kontenporer Indonesia.

    ReplyDelete
  11. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Memang demikian adanya bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang belum terlepas dari krisis multidimensi, salah satunya pada bidang pendidikan. Ketika kita membicarakan pendidikan di Indonesia secara kategori masih bernilai gagal, terlihat bahwa politik dan sistem pendidikan nasional Indonesia belum menggambarkan pola dan struktur yang bersifat konsisten dan komprehensif. Pendidikan kontemporer di Indonesia dituntut dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing dengan dunia internasional.

    ReplyDelete
  12. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Gagasan dalam pendidikan kontemporer yaitu bagaimana mencapai pendiidkan yang demokrasi berlandaskan Pancasila. menarik bahwa, untuk meningkatkan jati diri bangsa dengan berlandaskan identitas ideologi negara. diharapkan pendidikan menjadi lebih student-centered dimana siswa meningkatkan kreatifitasnya dengan mengkonstruk sendiri pengetahuan yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  13. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Agar bisa berkesinambungan, pendidikan kontemporer harus menyesuaikan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi. Untuk itu yang perlu dilakukan adalah mengembangkan sistem pendidikan yang berwawasan global agar menghasilkan out put dari lembaga pendidikan yang lebih bermutu, supaya mereka percaya diri dalam menghadapi persaingan dunia.

    ReplyDelete
  14. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam link diatas terdapat makalah yang berjudul Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia. Dalam makalah tersebut ada pembahasan mengenai Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Mikro Filsafat dan Mikro Ideologi Pendidikan. Terdapat tabel ontologi mikro filsafat dan mikro ideologi pendidikan yang membagi Pendidikan menjadi Pendidikan kapitalisne, Pendidikan saintisisme, Pendidikan sosialisme, Pendidikan spiritualisne, Pendidikan demokrasi dan Pendidikan kontemporer Indonesia. Berdasarkan taebl tersebut Pendidikan yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia adalah Pendidikan demokrasi karena menganut ideologi demokrasi, dengan pembelajaran yang kreatif dan iinteraktif.

    ReplyDelete
  15. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih atas link yang Bapak berikan, sangat bermanfaat bagi guru maupun calon guru untuk menambah wawasan tentang pendidikan kontemporer.

    ReplyDelete
  16. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan di Indonesia saat ini masih berada pada posisi yang tidak jelas. Hal ini disebabkan karena Indonesia sedang mengusahakan pendidikan yang inovatif namun masih sering menggunakan pendidikan tradisional. Sehingga banyak aspek dalam pendidikan inovatif yang terlewatkan. Seharusnya, saat ini sistem pendidikan di Indonesia mulai dimantapkan agar dalam pengembangannya menjadi terarah.

    ReplyDelete
  17. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dengan adanya globalisasi saat ini, semua aspek kehidupan ikut terpengaruh, termasuk pendidikan. Pendidikan di Indonesia mendapat banyak pengaruh dengan adanya globalisasi, baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Oleh karena itu, untuk menghadapi pengaruh negatif dari globalisasi tersebut, pengembangan pendidikan di Indonesia harus selalu sejalan dengan pancasila dan UUD. Sehingga, pendidikan di Indonesia akan selalu selaras dengan cita-cita dan identitas bangsa Indonesia itu sendiri.

    ReplyDelete
  18. Nama : iLania Eka Andari
    Kelas: PM C (S2)
    NIM : 17709251050

    Fenomena kehidupan anak-anak terkadang cepat berlalu bahkan kadang sangat cepat berlalu, bisa dikatakan salah satu sumber yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah dari diri kita selaku orang tua maupun guru. Disaat seharusnya anak-anak masih asyik dengan dunia bermainnya, kita sebagai orang tua/guru selalu 'mengejar-ngejar' mereka untuk belajar, belajar, dan selalu belajar. Apalagi saat-saat dimana anak-anak kita mulai mendekati masa masa UN, intensitas kita sebagai orang tua/guru untuk 'mengejar-ngejar' mereka akan semakin meningkat. Bahkan hal tersebut juga dialami oleh anak-anak SD. Anak-anak SD (yang rata-rata baru berusia 7-12 tahun) yang akan menghadapi masa-masa UN pun tak luput dari bayang-bayang orang tua/guru yang terus mengejar-ngejar mereka untuk belajar, belajar, dan selalu belajar. Semua orang tua/guru selalu mengkondisikan bahwa kegagalan menempuh UN adalah sebuah kegagalan hidup. mengapa demikian? apakah karena pemerintah mensyaratkan nilai UN sebagai prasyarat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi? jika terus "begini" bukankah siswa/anak menjadi lebih berorientasi kepada hasil akhir bukan kepada proses? bahkan demi mendapat nilai UN yg bagus tidak menutup kemungkinan mereka akan mengesampingkan nilai-nilai moral, terutama kejujuran.

    ReplyDelete
  19. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Hal yang kami pelajari dari paparan Bapak adalah bahwa kondisi pendidikan Indonesia masih sangat terpengaruh oleh paham Positivisme Auguste Comte dan kepentingan Pasar Bebas, sehingga masih jauh dari nilai-nilai filosofis Pancasila. Pendidikan Indonesia juga menghadapi masalah krisis Multidimensional. Kami (saya) melihat solusi yang Bapak tawarkan sangat sesuai dengan kondisi pendidik kita, semoga pengampu kebijakan bisa menggunakan pendekatan tersebut dalam penentuan kebijakan mengenai pendidikan nasional selanjutnya

    Terima kasih Pak, tulisan ini sangat menginspirasi.

    ReplyDelete
  20. Junianto
    PM C
    17709251065
    Isu-isu pendidikan di Inonesia tentu sangat banyak dan selalu menraik untuk dibicarakan. Pendidikan juga salah satu saranan untuk menyiapkan generasi penerus bangsa Indonesia di tengah perkembangan iptek yang kiang pesat. Pendidikan juga menggambarkan tingkat kemajuan suatu bangsa dan berbanding lurus dengan kualitas. Pendidiknn kontemporer diartikan sebagai pendidikan yang kekinian atau modern dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Namun, jika kita melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini tentu kita akan sepakat bahwa pendidikan dengan demopkrasi Pancasila lah yang paling tepat diterapkan di negara kita. Hal ini disebabkan karena Pancasila diambil dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  21. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Selain mengupas permasalahan pendidikan di Indonesia, artikel tersebut juga menawarkan solusi yang layak untuk diterapkan. Seperti yang kita tahu bahwa Pancasila sebagai ideologi telah memuat falsafah hidup bangsa Indonesia, dan itu merupakan cita-cita bangsa. Saya setuju bahwa Pendidikan Demokrasi Pancasila yang Bapak tawarkan dapat menjadi opsi dalam mengatasi krisis multidimensi yang sedang terjadi. Dalam artikel tersebut terdapat gagasan saintifik-spiritualisme, ini merupakan suatu gagasan yang menarik untuk diterapkan. Salah satu penyebab utama terjadinya krisis multidimensi ialah rendahnya kehidupan spiritualisme. Saintifik berakar dari positivism yang meletakkan kehidupan spiritual sebagai sesuatu yang tidak penting. Padahal kita tahu bahwa filsafat orang Indonesia idealnya menempatkan kehidupan spiritual di atas kepentingan yang lain. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan tidak dapat lepas dari kehidupan spriritual, perkembangan ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan kehidupan spiritual, maka saintifik-spiritualisme ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut.

    ReplyDelete
  22. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terimakasih Prof. sebelumnya,
    Saat saya membaca tulisan tersebut saya merasa miris dan prihatin dengan kondisi anak-anak yang cenderung berkembang tidak sesuai dengan usianya. Kondisi tersebut umumnya juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kecanggihan teknologi. Saya berharap ini dapat ditindaklanjut oleh para pengamat anak dari berbagai disiplin ilmu. Selain itu, perlu juga diberikan intervensi pada permasalahan anak-anak terkait dengan lingkup pendidikan. Bagi saya pribadi, ini merupakan PR yang membutuhkan effort lebih dalam mengatasinya. Bidang pendidikan dan moral merupakan landasan utama untuk membuat suatu perubahan pada perilaku manusia. Pembentukan dan pengembangan pola pikir dapat diperoleh dari pendidikan. Kemudian, tidak ada salahnya juga falsafah Pancasila terus direfleksikan dalam satuan pendidikan dan kehidupan sehari-hari serta generasi masa kini. Nilai-nilai yang terkandung dalam butir-butir Pancasila setidaknya dapat menjadi jembatan dan rambu-rambu dalam berperilaku.

    ReplyDelete
  23. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Terimakasih pak atas postingannya, postingan ini memberikan wawasan yang lebih luas mengenai pendidikan kontemporer Indonesia. Bahwa sudut pandang suatu konsep dipengaruhi oleh hakikat konsep, pendekatan atau metode. Pendidikan Demokrasi Pancasila dipandang sebagai bentuk konsep Politik Pendidikan yang lebih berbasis pada kekuatan diri bangsa, dan mempunyai totalitas yang tinggi untuk berinteraksi dengan masyarakat. Sikap dan cara pandang sebagai sebuah epistemologi yang memberikan sumber dan pembenaran pengetahuan dan pengalaman Bangsa Indonesia untuk mengatasi krisis Multi Dimensi, tiada jalan lain bagi Bangsa Indonesia untuk mewujudkan Politik dan Ideologi Pendidikan berdasar Filsafat Pancasila dan Demokrasi UUD agar diperoleh sikap moral berjati diri Indonesia yang sesuai butir butir Pancasila dan struktur kemasyarakatan Bhineka Tunggal Ika untuk membangun hidup manusia Indonesia seutuhnya, untuk memperoleh karakter bernurani, adil, beradab, jujur, mandiri dan mampu bekerjasama baik pada tataran lokal, nasional, maupun internasional. Untuk itu, Sistem Pendidikan Nasional dikembangkan agar mampu mengembangkan hakikat keilmuan sebagai Saintifik dan Spiritualisme yang didukung dengan kurikulum. Tujuan Pendidikan hendaknya diarahkan untuk memperoleh hidup selamat, sejahtera lahir batin dan dunia akhirat, yang dapat dicapai melaui fasilitasi guru sesuai prinsip/ajaran Ki Hajar Dewantara "ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun, dan tut wuri handayani. Sistem Pendidikan hendaknya mampu memberi kedudukan atau memposisikan siswa sebagai subjek didik yang diharapkan bersifat tuma'ninah, istiqamah dan tawakal dalam membangun sikap, pengetahuan, ketrampilan dan pengalamannya dengan memanfaatkan segenap alam semesta ciptaan Tuhan sebagai sumber belajarnya. Metode Pembelajaran hendaknya bersifat kritis, fleksibel, dinamis berdasarkan atau memanfaatkan hasil hasil penelitian baik jangka pendek maupun jangka panjang.

    ReplyDelete
  24. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Pendidikan di Indonesia sudah mengalami multidimensi. Untuk mengurangi multidimensi ini perlu pedoman yang harus dipatuhi dan dilaksanakan yaitu sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Dengan pedoman ini, diharapkan lebih memperkuat jati diri bangsa dan bisa bersaing secara internasional. Seorang guru sebaiknya ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun, dan tut wuri handayani. Sehingga menghasilkan peserta didik yang kritis dan kreatif karena pembelajaran berpusat pada peserta didik itu sendiri.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  25. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dengan adanya pendidikan yang berorientasi pada filsafat pancasila dalam setiap jenjang pendidikan formal, menjadi sebuah wadah untuk memahami makna pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Dan yang perlu diingat adalah pendidikan yang berpusat pada karakter tidak hanya sebatas menanggapi isu-isu aktual yang dijadikan sebagai komoditas iklan pendidikan, tetapi ada tujuan masa depan yang harus diraih, yaitu membangun bangsa yang berdaulat, mandiri, dan unggul.

    ReplyDelete
  26. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Berbiacara tentang pendidikan di Indonesia tidak bisa terlepas dari masalah.Anak-anak kecil mulai dihadapkan pada keadaan yang kurang kondusif.Cenderung mencari jati diri pada hal-hal yang kurang baik.Perlu penjagaan yang ketat dari orang tua.Karena orang tua adalah liingkungan pendidikan pertama bagi anak.Sayangnya orang tua memberikan hak asuh sepenuhnya kepada sekolah.Lingkungana kan mebawa pengaruh besar bagi anak,pergaulan anak tergantung pada lingkungannya.Berbagai kecurangan dan ketidakjujuran dalam pendidikan sering terjadi.Seperti ketika menghadapi ujian, perekrutan CPNS. Dan hadirnya filsafat pendidikan ini, akan memberikan gambaran pencerahan untuk merancang sistem pendidikan yang lebih baik lagi.Wassalamualaikum wr wb

    ReplyDelete
  27. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Siswa sebagai subjek didik diharapkan bersifat tuma’ninah, istiqamah dan tawakal dalam membangun sikap, pengetahuan, ketrampilan dan pengalamannya. Untuk mewujudkan harapan tersebut hendakanya guru di kelas mengembangkan strategi, pendekatan, metode, dan model yang bersifat kritis, fleksibel, dinamis. Pendidik harus meninggalkan gaya mengajar yang berpusat pada guru, guru menjelaskan konsep. Metode deduktif dan tunggal, dan mentransfer ilmu, agar dihasilkan siswa yang tidak hanya bisa mengerjakan soal tetapi paham, memiliki kreatifitas, inovasi, yang akan berguna dalam kehidupannya. Melalui proses pendidikan terssebut siswa akan terbiasa dalam berpikir kreatif dan inovatif yang sesuai dengan perkembangan zaman dan era zaman yang menuntut siswa lebih kreatif lagi agar tidak tertinggal dari yang lain.

    ReplyDelete
  28. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Setelah membaca refleksi pendidikan kontemporer Indonesia ini saya mulai menyadari, ternyata bangsa Indonesia telah mengalami krisis multi dimensi sudah dari sekian lama. Dan faktor dari itu semua tidak lain dan tidak bukan karena pikiran para pemimpin bangsa yang mengalami kegamangan dalam menata kualitas pendidikan. Padahal di Indonesia banyak sekali generasi bangsa yang pemikirannya luar biasa. Apakah ini karena negara tidak berusaha memanfaatkan sumber daya manusia yang ada? Ataukah sumber daya manusia yang ada sengaja tidak diperhatikan? Padahal jika saja sumber daya manusia yang berharga tersebut dimanaatkan dengan sebaik-baiknya, pendidikan di negara Indonesia mungkin bisa lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  29. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Sebuah tulisan yang bagi saya menguak pendidikan secara kompeherensif dan mendalam. Saya berpendapat bahwa pendidikan kita saat ini telah pengalami disorentasi yang begitu kompleks, mulai dari tataran kebijakan hingga berdampak kepada tataran praktis di kelas. Kebijakan UN menurut saya adalah kebijakan yang cukup pragmatis, karena UN saat ini cenderung dijadikan ‘dewa’ dalam menentukan keberhasilan siswa, sekolah, dinas maupun daerah.

    Ketika menghadapi ancaman UN, siswa kerap dituntut untuk mempelajari dan menghafal tentang apa yang akan diujikan. Kemudian, guru akan membantu melatih peserta didik untuk menjawab soal dengan cara mengadakan bimbingan tes di sekolah. Selanjutnya, orang tua mendorong anak untuk dapat lulus tes. Dengan siklus seperti ini, maka kita dapat berasumsi bahwa pelaksanaan UN selalu menitikberatkan pada hasil tes sehingga memperhambat proses pembelajaran sekaligus mematikan metode pembelajaran. Akibatnya, siswa ahli dalam menjawab tes namun tidak memiliki kecakapan hidup, dan guru menjadi tidak kreatif sehingga semakin malas berinovatif dalam mengembangkan proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  30. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Pendidikan indonesia sangat ini memang masih membutuhkan banyak inovasi kearah yang lebih baik. Namun tidak dapat dipungkiri pendidikan saat ini juga telaha jauh lebih dari pendidikan di masa lampau. Pendidikan di indonesia saat ini ndigadang-gadang harus mampu memasukkan nila-nilai pancasila dalam proses pembelajarannya. Hal ini diharapakan iedologi pancasila dapat sejalan dalam ranah pendidikan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  31. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Terimakasih atas link yang Bp berikan,
    Berbicara tentang pendidikan terutama pendidikan di Indonesia merupakan pembahasan yang sangat menarik, karna memiliki banyak aspek yang dikaji, terkait pendidikan pada anak, seharusnya mengikuti perkembangan dan kebutuhan anak, sehingga anak bisa berkembang mengikuti masanya bukan terlampau jauh meninggalkan masanya ataupun terlampau jauh tertinggal oleh masanya. Ini akan sangat berpengaruh kepada mereka di masa depan, karena ketika pendidikan mereka di masa Anak 2 tidak sesuai dengan karakter mereka atau tidak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan maka mereka akan kesulitan menyesuaikan diri ketika menempuh pendidikan selanjutnya.

    ReplyDelete
  32. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Berdasarkan artikel dalam link tersebut yang menjadi masalah utama adalah krisis multidimensi bangsa yang ditandai dengan adanya berbagai macam konflik yang saat ini terus bersinggungan. Untuk itu pendidikan bertujuan untuk memperbaiki pola pikir dan perilaku bangsa Indonesia yang sesuai denga tujuan pendidikan yaitu memperoleh hidup selamat, sejahtera seutuh-utuhnya lahir batin, dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  33. indah purnama sari
    17701035125
    PEP B 2017

    terimakasih prof, dari tulisan tersebut saya sangat merasa sangat miris akan dunia pendidikan negara kita ini. miris karena anak-anak zaman sekrang dewasasebelum waktunya diakibatkan tekhnologi padahal tekhnologi dapat berdampak positif jika digunakan dengan baik. ini adalah tugas para pengamat sosial, para pendidik serta campur tangan orang tua juga supaya hal ini tidak terjadi secara terus menerus.

    ReplyDelete
  34. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Krisis multidimensi melanda Indonesia, begitu juga pada ranah budaya dan pendidikan. Konsumsi masyarakat kita terhadap budaya kontemporer sudah tidak terbendung, yang bahaya adalah adanya budaya negatif yang dikuti masyarakat baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Dengan semakin berkembangnya teknologi terutama internet, maka bahaya pun semakin besar. Pada artikel diatas disebutkan bahwa filsafat pancasila sejajar dengan filsafat kontemporer, menurut saya benar karena ideologi pancasila dari sejak awal berdiri NKRI sampai sekarang masih relevan dengan kehidupan di Indonesia. Pancasila sampai sekarang ini masih sanggup mempersatukan kemajemukan bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  35. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Seiring berjalannya waktu, anak-anak di Indonesia menjadi pintar dalam hal teknologi. Pada zaman sekarang, tidak ada satu anak pun yang tidak bisa menggunakam smartphone. Internet sudah biasa dimata mereka. Teknologi semakin maju membuat mereka lupa akan kewajibannya untuk menuntut ilmu. Memang benar apapun itu sudah berada di internet. Namun, terkadang anak tidak menggunakam teknologi dengan baik. Banyaknya iklan-iklan yang berbau negatif dan banyak membuat mereka terjerumus dalam hal yanh negatif. Padahal dengan adanya teknologi sebenarnya sangat membantu bagi anak untuk memperluas pandangannya. Oleh karena itu, pendidikan sangatlah penting untuk membentuk pola pikir dan karakter mereka sesuai dengan ideologi Pancasila.

    ReplyDelete
  36. AnisaSafitri
    17701251038
    PEP B

    kita dapat belajar bahwa pendidikan kontemporer harus menyesuaikan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi karena era globalisasi semakin berkembang dan menuntut bangsa bangsa untuk mengikutinya, karena pendidikan dan teknologi tidak dapat terpisahkan. teknologi dapat membantu perkembangan pendidikan yang ada jika digunakan dengan tepatguna dan tepat sasaran.

    ReplyDelete
  37. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Pembelajaran di sekolah bertahun-tahun seolah-olah hanya untuk mendapatkan nilai UN yang hanya ditentukan dalam beberapa hari saja. Ya, mungkin tujuan pemerintah adalah untuk mendapatkan nilai capaian akhir selama masa sekolah habis. Tetapi apakah sudah benar? Kebijakan masalah UN pun sering menjadi permasalahan di dunia pendidikan. Hal ini jelas tidak sesuai dengan cita-cita Indonesia. Tetapi saya yakin pemerintah juga tidak tinggal diam. Karena benar banyak perubahan-perubahan yang dilakukan. Seperti nilai Ujian Sekolah dan nilai rapor yang juga menjadi pertimbangan dalam menentukan nilai akhir setiap siswa.

    ReplyDelete
  38. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pendidikan kontemporer adalah pendidikan yang dapat mengkonstruksi pengetahuan siswa sehingga siswa dapat mencapai tahap rigour (keakuratan). Tahap ini meruapakan tahap yang tertinggi dari cara berfikir dan bernalar siswa. Selain itu, pendidikan kontemporer juga harus mengacu kepada pendidikan yang berorientasi kepada kemampuan 4C yang meliputi Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, Creativity and Innovation. Untuk itu pembelajaran matematika di kelas membutuhkan guru yang kualifaid dan professional untuk mendukung tercapainya ketrampilan 4C, literasi matematika, dan kesetaraan dalam pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  39. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Perjalanan pendidikan Indonesia telah dipengaruhi oleh perkembangan hasil kemajuan zaman. Maju bukan selalu berarti baik. Namun malah dapat menjadi ancaraman lunturnya jati diri bangsa. Tidak jarang kita mendengar pendidikan Indonesia sedang mengalami krisis. Potensi-potensi negatif mulai berkuasa pada sistem pendidikan. Seakan pendidikan kita menjadi permaianan politik. Dan seakan lupa dengan tujuan akhir pembelajaran di setiap tingkat, UN terus diprioritaskan semua pihak. Perlu langkah serius dalam mengatasi krisis multidimensi ini. Pendidikan kontemporer yang berkembang haruslah segera dialihkan menuju politik dan ideologi pendidikan berdasar filsafat pancasila dan demokrasi UUD 1945 Amandemen. Generasi Indonesia diharapkan tumbuh dengan menjunjung jati diri bangsa dan memiliki karakter bernurani, adil, beradab, jujur, mandiri, serta unggul baik secara mampu nasional, maupun internasional.

    ReplyDelete
  40. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    "Tanpa ilmu (filsafat) kita menjadi buta, tanpa pengalaman (penerapan) kita menjadi kosong"
    Dari kalimat tersebut kita dapat belajar bahwa ilmu dan pengalaman merupakan dua hal yang saling terkait. Maka kita harus melakuan apa yang kita pikirkan (ilmu kita) dan memikirkan apa yang kita lakukan (pengalaman kita). Keduanya harus saling berhermenetika, saling terjemah dan diterjemahkan untuk saling membangun. Karena itulah dalam pendidikan memberikan ilmu dan pengalaman kepada siswa adalah hal yang penting. Guru harus berusaha memfasilitasi siswa memperoleh ilmu melalui pengalaman.

    ReplyDelete
  41. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Pendidikan di Indonesia diarahkan pada pembentukan karakter siswa yang cerdas, berpengetahuan, dan juga berspiritual yang baik. Hal ini akan menyeimbangkan kebutuhan siswa dalam mengembangkan diri dan membawa diri. Siswa sebagai subjek pembelajaran yang membangun pengetahuannya dan memanfaaatkan segala bentuk sumber belajar. Penilaian bukan sekedar nilai matematika yang baik akan tetapi bagaiman pengetahuan itu, dalam refleksi bagi siswa.

    ReplyDelete
  42. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pendidikan merupakan suatu sistem yang dalam pelaksanaannya memerlukan refleksi serta evaluasi demi tercapainya pendidikan yang lebih baik lagi. Refleksi pendidikan di Indonesia yang disampaikan oleh Prof. Marsigit menguraikan realita pendidikan yang ada di Indonesia, kemudian mengulas pula beberapa teori filsafat dan teori politik pendidikan dan diakhiri dengan alternatif solusi yang ditawarkan. Fenomena pendidikan di Indonesia memang menyuguhkan "keharusan lulus UN" yang kemudian menjadi momok yang menakutkan bagi generasi muda, serta jika ditinjau dari keterlaksanaan sistem pendidikan di Indonesia benar adanya masih terjadi campur-aduk paradigma pendidikan yang dilakukan dalam praktiknya. Hal tersebut tentu saja memberikan pengaruh besar baik dari segi proses maupun hasil pendidikan yang ada di Indonesia. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  43. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Mengenai alternatif solusi yang diberikan oleh Prof. Marsigit, pendidikan yang mengangkat identitas bangsa Indonesia ke dalam kurikulumnya patut untuk dicoba, hal ini karena Indonesia memiliki ideologi tersendiri sehingga dalam praktik pendidikannya pun menggunakan ideologi yang dihayati jauh hari disinyalir akan membawa angin segar dan hasil yang lebih baik lagi. Benar bahwa korupsi yang terjadi menandakan rendahknya atau kurang positifnya karakter bangsa Indonesia, sehingga pembenahan karakter harus ditegakkan segera. Dengan menggantungkan harapan pada kurikulum yang tengah dilaksanakan yang memiliki nafas pengembangan karakter, maka kita patut melaksanakan kurikulum dengan mengimplenetasikannya dalam kegiatan pembeljaran secara sungguh-sungguh. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  44. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Sejalan dengan pernyataan diatas bahwa segala aktivitas sekolah seolah-olah dan realitasnya terfokus karena akan menghadapi UAN. Oleh karena itu perlu adanya evaluasi dan reflesi untuk menyadarkan kembali apa sejatinya belajar dan mengajar. Pemerintah sebagai salah satu fasilitator pendidikan formal menjadi sang revolutor yang paling besar untuk mengubah wajah pendidikan Indonesia, oleh karena itu kami setuju dan sependapat dengan Prof Marsigit bahwa pendidikan negeri ini harus kembali dan disesuaikan dengan ideology dan Undang-undang dasar agar terciptanya output-output yang dapat bermanfaat untuk bangsa, agama, Negara dan diri sendiri. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  45. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

  46. Kebijakan pemerintah dalam melakukan standarisasi Ujian Nasional merupakan salah satu hal yang harus kita introspeksi, ada dua perspektif yang menjadikan dilema, pertama ketidak siapan masyarakat terhadap standarisasi sistem pendidikan yang sudah menjadi kebijakan pemerintah saat ini, dibuktikan dengan banyaknya angka siswa yang tidak lulus ujian nasional, adanya kecurangan dengan adanya modus pembocoran soal ujian dan masih banyak lagi hal-hal yang membuktikan bahwa bangsa ini memang belum seluruhnya mampu menerima standarisasi Ujian nasional. Adanya penyamaan soal ujian yang di tuangkan dalam bentuk standariasasi Ujian nasioanal, hal itu semua merupakan langkah pemerintah untuk menstimulus generasi bengsa ini untuk lebih giat dalam proses belajar,ketidaksiapan siswa dalam menghadapi kebijakan ini bisa menjadi boomerang bagi perkembangan sistem pendidikan bangsa ini. Sehingga perlu kiranya kita evaluasi lagi mengenai kebijakan standarisasi tadi apakah sudah relevan dengan kondisi obyektif semua siswa.

    ReplyDelete
  47. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Terima kasih banyak Prof. untuk linknya. Ujian Nasional sebagai syarat utama kelulusan memang sangat membebani siswa karena proses belajar yang mereka laksanakan selama betahun-tahun ditentukan hanya dalam beberapa hari saja. Ujian Nasional yang diharapkan dapat memberi dampak positif justru memberikan efek yang negatif. Keputusan bahwa Ujian Nasional bukan syarat satu-satunya seorang siswa dapat dikatakan lulus sekolah saya rasa merupakan keputusan yang sangat tepat karena dengan begini siswa tidak merasa terlalu terbebani.

    ReplyDelete
  48. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Pendidikan kontemporer merupakan pendidikan modern yang sesuai dengan perkembangan zaman. Indonesia sendiri memiliki nilai-nilai demokrasi pancasila yang dijadikan sebagai pedoman hidup bangsa. Alangkah lebih baiknya jika pendidikan di Indonesia saat ini menggunakan pendidikan dengan demokrasi pancasila. Paradigma demokrasi pancasila tersebut sesuai dengan keadaan dan cita-cita pendidikan di Indonesia. Terimakasih

    ReplyDelete
  49. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dilihat dari sudut pandang filsafat, ideology, dan politik pendidikan di Indonesia saat ini masih jauh dari pendidikan demokrasi yang diharapkan.Secara falsafah kehidupan bangsa mungkin masih sesuai, namun utk sudut pandang ideology, pendidikan Indonesia saat ini banyak dipengarhui oleh kapitalisme, liberalism, utilitarianisme, pragmatism, dan materialism. Sangat jelas bagaimana pendidikan dijadikan sebagai komoditi, proyek. Akhirnya siswa menjadi korban. Siswa tidak mendapat kan kebebasannya untuk belajar. Secara politik, pendidikan di Indonesia masih memegang prinsip ego-transaksional, ego pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pasar.

    ReplyDelete
  50. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Berawal dari melihat realitas bahwa negara Indonesia yang belum memiliki sistem yang handal dalm pendidikan. Pendidikan Indonesia banyak menimbulkan ketidak pastian, merugikan, dan melemahkan jati diri bangsa dari dalam diri. Dimana sebenarnya ini adalah hal yang nyata bahwa masih tergantung pada Power Now. Kemudian fenomena-fenomena anak-anak yang sekolah dan segala rintangan dan hambatannya yang ironis sekali. Kemudian disampakan pula dalam bacaan ini mengenai filsafat ontologi filsafat pendidikan. Kemudian disampaikan pula jika politik pendidikan kontemporer Indonesia memandang penddikan sebagai investasi, memandang kurikulum sebagai instrumen untuk mencapai tujuan, pun pendidikan inovatif sangat sulit.

    ReplyDelete
  51. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Melalui refleksi beliau ini, sehingga sitem yang Bapak Marsigit sarankan yaitu Pendidikan Demokrasi Pancasila. Dimana filsafat dan ideologi yang berdasarkan pancasila. Politiknya berdasarkan demokrasi. Nilai nilai sosial yang diangkat yaitu kesatuan. Budaya dan karakter yang diangkat yaitu jati diri Indonesia. Hakikat ilmu yang dianut yaitu sangat baik dan muli yaitu saintifik-spiritualisme. Tujuan pendidikannya yaitu memperoleh selamat, sejahtera lahit dan batin dan dunia akhirat. Teori mengajarnya mengadopsi dari Ki Hajar Dewantoro. Dan saya setuju akan sistem yang Beliau tawarkan karena menyeluruh aspeknya baik dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  52. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pendidikan di Indonesia saat ini sedang bergerak ke arah yang lebih baik. Perbaikan kurikulum secara nasional terus dilakukan pemerintah dan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru mulai meningkat dengan adanya guru UMP, pengangkatan guru PNS di daerah 3T, dan tunjangan-tunjangan lainnya. Harapannya ke depannya pemerintah terus melakukan evaluasi dan pengembangan secara konsisten.

    ReplyDelete
  53. Latifah Fitriasari
    PM C

    Kontemporer harus sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Kontemporer pendidikan di Indonesia saat ini banyak sekali. Isu-isu tersebut berkembang begitu cepat dan pesat dengan adanya ict sekarang ini. Kontemporer artinya kekinian, modern atau sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama saat ini. Sehingga tanggung jawab akan keberhasilan dan keberlangsungan pendidikan Indonesia sebenarnya adalah salah satu tugas pemerintah. Jika di hubungkan dalam pembelajaran maka untuk dapat mempersiapkan pembelajaran matematika yang efektif, dibutuhkan pemahaman tentang bagaimana siswa belajar matematika.

    ReplyDelete
  54. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dari bacaan pada link di atas, saya tertarik dengan satu pembahasan yakni terenggutnya keceriaan siswa di Indonesia karena tuntutan pendidikan zaman sekarang. Anak-anak ialah usia yang seharusnya melakukan kegiatan dengan penuh suka ria begitupula dengan kegiatan belajar. Siswa belajar dengan kegiatan untuk memperoleh dan membangun pengetahuannya sendiri. Siswa melakukan praktik agar pembelajaran yang ia peroleh lebih bermakna, sehingga materi yang disampaikan tida mudah dilupakan. Namun, kenyataannya guru dan orangtua justru menakut-nakuti siswa dengan tuntutan nilai Ujian Nasional yang katanya sangat menentukan hidup dan mati siswa di masa depan.

    Tentu saja hal ini menjadi momok bai siswa dalam melaksanaan kegiatan pembelajaran. Di tambah lagi metode yang digunakan guru terkesan mencekoki siswa dengan materi-materi dan seolah terburu-buru mengejar kurikulum. Maka, yang ada di pikiran siswa ialah sekolah merupakan tempat yang membosankan bakan menyeramkan, serta belajar merupakan kegiatan yang membuat pusing dan lelah. Salah satu imbasnya ialah tida bersemangatnya siswa pada pelajaran Matematika dan pelajaran lain yang di UN kan. Berbeda dengan pelajaran olahraga yang bergerak dan bermain, mereka pasti akan lebih antusias. Dari refleksi tersebut, marilah kita sebagai akademisi memperbaiki lagi sistem pendidikan di Indonesia dimulai dari diri sendiri dan lingkungan akademik kita.

    ReplyDelete
  55. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Makalah mengenai Refleksi Pendidikan Kontemporer ini sangat menarik dan bermanfaat bagi kita karena memberikan gambaran bagaimana pendidikan Indonesia sebenarnya. Pada pendahuluan, saya tertarik sekali dengan pernyataan Pak Masigit yang mengatakan bahwa keceriaan dan kegembiraan anak-anak itu hanya sampai TK atau hanya sampai SD kelas 1 dan 2, selebihnya anak sudah tercemar oleh yang namanya UN. UN selalu menjadi momok yang mengerikan, menjadi monster yang sangat ditakuti oleh siswa-siswa di Indonesia. Hal itu pun pernah saya alami, sewaktu SD, SMP dan SMA pun hal yang paling saya takutkan adalah UN, saya sempat berpikir “bagaimana bisa sekolah ku yang bertahun-tahun ini hanya bergantung di selembar kertas?Lalu bagaimana jika jawaban ku tidak terbaca oleh mesin pemeriksa, atau kertas LJK itu rusak atau hilang?” banyak sekali pemikiran-pemikiran seperti itu yang muncul. Saat itu UN menjadi syarat utama kelulusan, jika tidak lulus UN ya wassalam. Pada saat UN segala macam ilmu sudah tidak berarti, segala macam cara dihalalkan agar lulus UN, ritual ini dan itu dilakukan, keluar duit sana dan sini. Banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut, akan tetapi praktek seperti ini masih tetap terjadi. Lalu seperti ini kah yang arti dari UN itu atau seperti inikah diinginkan oleh para petinggi negeri. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  56. Pancasila adalah muncul berkat pemikiran dan perpejuangan para pahlawan bangsa Indonesia dalam rangka membangun Indonesia yang berkarakter budaya, yang demokrasi. Pancasila menjadi identitas dari bangsa Indonesia sehingga Pancasila seharusnya menjadi landasan semua kegiatan termasuk pendidikan namun yang terjadi Pancasila hanya di kertas saja namun didalam prakteknya hal itu tidak terjadi. Bahkan orang dewasa pun ada yang sudah tidak ingat dengan Pancasila, sehingga mereka pun mungkin juga tidak ingat dengan makna yang terkandung didalamnya. Padahal di dalam Pancasila ada semua unsur karakter yang baik yang mampu menahan pengaruh power now, misalnya karakter spiritual yang ada di sila satu. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum,wr.wb.

    ReplyDelete
  57. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Refleksi dalam artikel ini menerangkan bahwa objek ontologis dari filsafat adalah meliputi yang adadan yang mungkin ada, sedangkan manusia bertugas sebagai pengada. Denga adanya pengada maka sesuatu yang mungkin ada dapat ada menjadi objek. Pendidikan mampu membantu pengada memproses objek yang mnungkin ada menjadi ada.

    ReplyDelete
  58. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Dari artikel di atas timbul pertanyaan, apa yang menjadi dasar teori pendidikan positivisme yang mengangga bahwa karakter spiritual mempunyai karakter yang Irasional sehingga tidak dapat digunakan untuk mengembangkan metode saintifik? Bukankah di dalam metode saintifik juga diperlukan karakter tanggung jawab, disiplin, rasa ingin tahu, dan yang lainnya.

    ReplyDelete
  59. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Transformasi pendidikan bisa dilakukan di berbagai tingkatan baik dari satuan terkecil di satuan pendidikan yaitu sekolah maupun di tingkat pemerintahan dari tingkat kabupaten sampai nasional. Saat ini Indonesia sudah menuju perubahan dengan terbitnya kurikulum 2013 namun sistem penilaian yang masih bertumpu pada ujian nasional mungkin perlu dikaji ulang untuk menentukan sistem penilaian terbaik.

    ReplyDelete
  60. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Saya turut prihatin dengan keadaan Pendidikan yang ada di Indonesia. seperti yang pernah Bapak sampaikan di perkuliahan waktu lalu bahwa seharusnya anak-anak tidak dijejali dengan pengetahuan formal yang justru membuat mereka menjadi stress. Alangkah baiknya pengetahuan yang diberikan kepada Anak-anak seharusnya lebih ke pengetahuan intuisi.

    ReplyDelete
  61. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Bangsa Indonesia sedang mengalami krisis Multi Dimensi secara laten, masif, dan terstruktur dalam berbagai aspek kehidupan. Prof. Marsigit menawarkan sebuah solusi untuk mengatasi krisis tersebut yaitu konsep Politik Pendidikan Indonesia dengan nama "Pendidikan Demokrasi Pancasila". Tujuan Pendidikan sebaiknya diarahkan untuk memperoleh hidup selamat, sejahtera lahir batin dan dunia akhirat, yang dapat di capai melalui memfasilitasi guru sesuai ajaran Ki Hajar Dewantara: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani.

    ReplyDelete
  62. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Mengikuti perkembangan zaman harus diikuti oleh perkembangan psikologis siswa. Kebebasan siswa mengakses berbagai fungsi dari gadget dan teknologi mutakhir bisa menjerumuskan siswa ke dalam hal yang malah menghambat proses belajarnya. Teknologi pada dasarnya diciptakan untuk memudahkan pekerjaan manusia, dan dalam dunia pendidikan diharapkan siswa melek iptek agar tidak tertinggal jauh oleh negara lainnya. Pendidikan kontemporer sudah keluar dari paradigma transfer of knowledge. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi dan memonitor siswa dalam membangun pengetahuannya sehingga pembelajaran menjadi bermakna.

    ReplyDelete
  63. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Berbicara masalah pendidikan di Indonesia adalah membahas hal yang sangat luas, dinamis, fluktuatif dan relatif. Oleh karena itu, kita hanya bisa mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia ‘gagal’ secara kategoris. Sebenarnya pendidikan Indonesia telah banyak menghasilkan tokoh-tokoh nasional dan output yang brilyan dan kompetitif dari masa ke masa. Kalau digeneralisasi bahwa dunia pendidikan kita sudah gagal, maka Republik ini sudah lama bubar.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  64. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Isu-isu kontemporer pendidikan di Indonesia saat ini banyak sekali. Isu-isu tersebut berkembang begitu cepat dan pesat dengan adanya ICT sekarang ini. Kontemporer artinya kekinian, modern atau sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama saat ini. Jadi isu kontemporer pendidikan menurut penulis adalah isu-isu terkait dunia pendidikan yang tidak terikat lagi oleh aturan-aturan zaman dulu, dan berkembang sesuai zaman sekarang. Salah satu isu kontemporer pendidikan di Indonesia yaitu "Komersialisasi Pendidikan".
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  65. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Pendidikan kontemporer harus menyesuaikan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi. Untuk itu yang perlu dilakukan adalah mengembangkan sistem pendidikan yang berwawasan global agar menghasilkan out put (lulusan) dari lembaga pendidikan yang lebih bermutu, supaya mereka percaya diri dalam menghadapi persaingan global, dan mengedepankan metode interdisipliner, interkonektifitas.

    ReplyDelete
  66. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    pendidikan di Indonesia masih sangat memprihatinkan, pemerintah tentu sudah menyadari hal ini dan berusaha untuk memperbaiki sistem pendidikan. salah satunya adalah dengan merubah kurikulum dan mengubah pendekatan teavher center menjadi student center. namun alangkah baiknya jika kurikulum yang akan diterapkan hendaknya dipersiapkan dengan matang sehingga benar-benar siap untuk diterapkan di sistem pendidikan Indonesia. saat ini banyak guru yang tertinggal atau tidak dapat mengikuti pergantian kurikulum yang sering berubah dan direvisi, akibatnya guru menjadi dilema dan pembelajaran menjadi kurang efisien.

    ReplyDelete
  67. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Pendidikan kontemporer merupakan pendidikan jaman now yang disesuaikan dengan perkembangan jaman. Pendidikan harus berkembang terus sesuai dengan perkembangan jaman agar menjadi negara tertinggal diantara pendidikan negara lain. Semua unsure dalam system pendidikan sangat berpengaruh terhadap kemajuan pendidikan di suatu Negara. Unsure-unsurnya antara lain guru, kurikulum, menteri pendidikan, dll.

    ReplyDelete
  68. Pendidikan kontemporer memang jika kita lihat sudah ketinggalan dengan peradaban manusia zaman abad 21 ini. Namun ada juga unsur dalam pembelajran kontemporer yang tidak bisa sepenuhnya kita hilangkan. Dalam proses pembelajaran sendiri, guru masih sulit untuk mengubah paradigma pandangan mereka dari pembelajaran kontemporer.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  69. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Ujian Nasional masih menjadi standar kelulusan di sekolah, pembelajaran yang dilakukan selama bertahun-tahun kelulusannya hanya ditentukan beberapa hari. Saya kurang setuju dengan ujian nasional sebagai suatu standar kelulusan, kenapa? Karena pada saat 1 tahun terakhir pembelajaran, mereka akan terfokuskan pada ujian nasional, bagaimana caranya agar lulus ujian nasional dengan nilai yang baik, mereka hanya akan mempelajari kisi-kisi yang diberikan. Bahkan yang membuat saya lebih prihatin adalah kebocoran kunci jawaban ujian nasional. Penyalahgunaan wewenang oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

    ReplyDelete
  70. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Melihat pendidikan kontemporer di negeri ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan langkah-langkah yang signifikan untuk merombak sistem pendidikan yang telah ada, dengan mengganti yang sudah tidak releva, dan mempertahan kan yang masih relevan. tentu langkah-langkah kritis sangat diperlukan, dan peran serta berbagai elemen.

    ReplyDelete
  71. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Siswa sebagai subjek didik diharapkan bersifat tuma’ninah, istiqamah dan tawakal dalam membangun sikap, pengetahuan, ketrampilan dan pengalamannya. Untuk mewujudkan harapan tersebut hendakanya guru dikelas mengembangkan strategi, pendekatan, metode, dan model yang bersifat kritis, fleksibel, dinamis.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  72. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Baru diawal paragraph, Prof Marsigit sudah menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia belum memiliki form yang jelas, sehingga pendidikan kita berjalan diatas sebuah ketidak pastian. Hal ini nampak jelas bila kita melihat dalam kenyataan yang ada pada dunia pendidikan kita, dimana kurikulum berganti dengan cepat, dan pergantian kurikulum ini terkadang bukan merupakan sebuah penyempurnaan melainkan lebih menonjol sebagai antithesis. Sebagai contoh kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang mengutamakan kompetensi diantitesiskan dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

    ReplyDelete
  73. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Sebagaimana aspek lain dalam kehidupan, pendidikan juga terus berkembang mengikuti kebutuhan dan perkembangan peradaban. Hal ini menjadi sebuah keharusan untuk dilakukan, mengingat pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam menjali hidup, maka apa yang ada di dalamnya juga harus mampu mengikuti perkembangan. Khusus di Indonesi, perkembangan pendidikan begitu terasa, mulai dari yang dulu awalnya berpusat pada guru dengan kebiasaan transfer ilmunya, kini sudah mulai bergerak menuju pembelajaran aktif dengan berpusat pada siswa melalui paradigma konstruktivis. Yang harus tetap dijaga dalam setiap perubahan adalah nuansa kebangsaan yakni Ideologi Pancasila. Dimana setiap perubahan tidak seharusnya bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

    ReplyDelete
  74. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011

    Dari artikel tersebut saya memahami bahwa pendidikan kontemporer adalah pendidikan yang dapat mengkonstruksi pengetahuan siswa sehingga siswa dapat memahami apa yang dielajarinya dengan sendirinya. Kontemporer ini dibagi dalam 4 tahapan yaitu kreativitas, kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis dan pemecahan masalah. Tahap pertama yaitu pemecahan masalah kemudian dikolaborasikan barulah berpikir kritis untuk menghasilkan pemecahan masalah yang inovasi dan retaifitas barulah dikomunikasikan.

    ReplyDelete
  75. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Terima kasih Prof. atas informasi dan ilmunya yang telah dibagikan. Dari sumber informasi pada link tersebut saya banyak belajar tentang refleksi pendidikan kontemporer di Indonesia. Yangmana menurut saya tidak ada suatu metode yang cocok untuk diterapkan dalam semua pembelajaran. Karena setiap materi mempunyai karakteristik dan tingkat kesulitannya masing-masing. Termasuk pendiidkan kontemporer di Indonesia, menurut saya terkadang untuk materi tertentu penggunaan metode pembelajaran yang dianggap konvensional masih diperlukan jika memang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

    ReplyDelete
  76. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Terimakasih Prof, makalah tersebut sangat menarik dan bermanfaat. Pada bagian pendahuluan saya sangat tertarik dengan bahasan tentang keadaan anak-anak yang harusnya melakukan kegiatan dengan penuh suka ria dalam belajar, namun tiba-tiba dihantui cerita-cerita dan nasihat-nasihat tentang UN. Selain itu, nasib anak-anak juga terancam karena adanya SmartPhone, Gadget, Iphone, komputer dan Internet yang tidak digunakan secara bijak dengan pengawasan dari orangtua. Hal tersebutlah dapat menimbulkan krisis multidimensi bangsa. Dari sini, diperlukan sistem pendidikan yang memposisikan anak sebagai subjek didik yang diharapkan bersifat tuma'ninah, istiqomah dan tawakal dalam membangun sikap, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dengan memanfaatkan alam semesta sebagai sumber belajar.

    ReplyDelete
  77. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih prof telah membagikan link terkait makalah yang sangat bermanfaat. Link tersebut mengantarkan saya pada makalah yang berjudul Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia yang ditulis oleh Prof. Marsigit. Yang saya soroti dari bagian pendahuluan ini yaitu banyak anak-anak yang mengalami krisis dan disorientasi mental dan budaya. Hal ini menyebabkan banyak fenomena bersifat massif diantaranya yaitu pelecehan seksual oleh anak-anak, bullying anak di sekolah, bahkan tindak kriminal dan pembunuhan sudah dapat dilakukan oleh anak-anak. Akar dari permasalahan ini adalah banyak orang tua yang mengenalkan anak-anaknya dengan gadget atau SmartPhone semenjak usia dini. Hal ini membuat anak dengan mudah mengintip kehidupan orang dewasa yang kemudian akan merusak intuisi anak. Anak-anak seharusnya masih di masa-masa bermain sambal belajar tetapi dengan adanya gadget anak-anak menjadi lebih dewasa dari pada usia seharusnya. Untuk itu, orang tua hendaknya membatasi putra putrinya dalam hal penggunaan gadget. Adapun dalih mengenalkan teknologi itu ada masanya sendiri.

    ReplyDelete
  78. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    Pendidikan Matematika A 2015/S1
    15301241046
    Terimakasih Prof atas link yang dibagikan. Menurut saya pendidikn di Indonesia saat ini sudaah mulai bergeser dari yng berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Namun terkadang masih sangat memaksakan dengan metode konvensioalnya saintifik, karena masih ada beberapa materi yang cocok dengan metode ekspositori. Selain itu Pendidikan di Indonesia masih terpaku pada UN sehingga siswa hanya mengejar nilai un yang tinggi.

    ReplyDelete
  79. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Pendidikan di Indonesia belum memiliki bentuk yang jelas akan di bawa kemana, masih terombang-ambing, salah satu buktinya masih terus bergantinya kurikulum dengan cepat di Indonesia sehingga guru maupun siswa kurang siap menerima perubahan kurikulum yang ada.

    ReplyDelete
  80. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Terima kasih pak atas makalah yang telah Bapak berikan. Dari makalah tersebut, saya menyetujui bahwa kebahagiaan seorang anak hanya sampai pada kelas 3, karena mulai kelas 4 mereka sudah dihantui dengan persoalan-persoalan UN. Seakan-akan gagal UN seperti seakan-akan awal dari segala kegagalan hidup. Tekanan-tekanan tersebut tidak hanya dari lingkungan pendidikan saja bahkan orangtua, tetangga pun menyampaikan hal yang sama. Dengan adanya tekanan tersebut, mengganggu perkembangan kognitif dari peserta didik khususnya sekolah dasar. Karena, pada masa sekolah dasar, peserta didik masih masuk pada masa belajar sambil bermain. Mereka yang seharusnya masih mengkonstruk pengetahuannya dari suatu hal yang kongkret bukan dari suatu hal yang formal. Mereka masih perlu menyusun pengetahuaanya dari pengalaman-pengalamannya. Dengan adanya tekanan-tekanan tersebut membuat peserta didik terkadang menghalalkan berbagai cara supaya nilai UN mereka baik. Dengan menghalalkan berbagai cara inilah awal dari bobroknya mental seorang peserta didik. Padahal diketahui bahwa, ilmu berasal dari pola pikir, pengetahuan, pengalaman yang berjalan dengan nilai spiritual. Dengan menghalalkan berbagai cara dalam UN tersebut, akan menghilangkan nilai spiritual di dalamnya.

    ReplyDelete