Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 31: Pikiranku Tidak Mampu Memikirkan Semua Relung Hatiku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Pikiranku Tidak Mampu Memikirkan Semua Relung Hatiku.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

10 comments:

  1. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Terkadang apa yang kita rasakan dalam hati kita setiap detik atau bahkan setiap detak jantung yang berdebar memiliki perasaan yang berbeda. Tidaklah sama setiap waktu, tidak mungkin kita akan sedih terus atau bahagia selalu. Begitupun jika kita teruskan ke dalam pikiran. Pikiran kita mempunyai batasan akan terminology yang masuk dan tidak semua yang kia rasakan dapat kita pikirkan.

    ReplyDelete
  2. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Kita tidak bisa memikirkan semua isi hati kita. Karena memang dalam hidup ini ada sesuatu yang cukup kita yakini saja dan ada sesuatu yang menuntut kita untuk berpikir dahulu agar kita tidak tersesat dalam menjalani hidup ini. Hal-hal yang cukup dirasakan dan diyakini dalam hati yaitu urusan hubungan kita dengan Sang Pencipta. Justru ketika kita semakin memikirkan, semakin mengkritisi, kita terancam semakin jauh dengan Tuhan.

    ReplyDelete
  3. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Seperti ungkapan, isi hati siapa yang tahu. Kita tidak dapat memikirkan apa yang ada dalam hati kita. Hati inilah satu-satunya yang dapat mengalahkan iblis dan kesombongan. Hati inilah yang dapat memilah mana yang baik dan mana yang buruk, jika hati kita selalu ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Dikatakan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, apabila segumpal daging tersebut baik maka baik jugalah seluruh tubuh, begitupun sebaliknya apabila segumpal daging tersebut buruk (tidak baik) mak tidak baik pulalah seluruh tubuh. Dan segumpal daging tersebut adalah hati. Hati memang menjadi suatu misteri dalam kehidupan manusia. Terkadang kita sedih, kita senang, marah, dan sebagainya di mana pikiran tidak mampu untuk memikirkannya apa penyebab ke semua itu. Dengan hati juga membuat tingkat keimanan manusia kepada penciptanya dapat naik dan turun. Imam asy-Syaukani berkata, “Harta dan kerabat tidak bisa memberikan manfaat kepada seseorang pada hari kiamat. Yang bisa memberikan manfaat kepadanya hanyalah hati yang selamat. Dan hati yang selamat dan sehat adalah hati seorang mukmin yang sejati". Oleh karena itu ,mari kita kita menjaga hati kita agar tetap menjadi hati-hati yang bersih yang dapat menambah keimanan kita kepada Allah SWT.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  5. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Pikiran dan hati seharusnya selalu saling terkait dalam menentukan tindakan manusia. Namun kadang kala, pola kepribadian dan situasi membuat kita hanya menggunakan salah satunya. Ada kalanya, manusia hanya menggunakan akal/pikiran untuk menentukan tindakannya. Ada kalanya pula, manusia hanya menggunakan hatinya. Itulah mengapa, pikiran kita “tidak mampu” memikirkan semua yang ada dalam relung hati kita. Hati itu sifatnya merasa, sedangkan pikiran merupakan buah kerja otak yang hakikatnya berbeda.

    ReplyDelete
  6. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas B

    Pikiran kita mampu mengembara jauh sehingga banyak ide cemerlang yang lahir dari pemikiran yang sebelumnya tak terbesit sedikitpun. Bahkan pada zaman sekarang ini manusia mampu memikirkan dan merancang teknologi yang terkadang tak dapat dinalar oleh akal sehat manusia. Akan tetapi ada keterbatasan pula yang dimiliki oleh pikiran kita. Pikiran kita tak mampu memikirkan apa yang ada dalam relung hati kita. Kita fokus pada apa yang ada di luar diri kita, namun kita sendiri kesulitan memikirkan semua yang ada di relung hati. Wallahua’lam..

    ReplyDelete
  7. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Manusia diberikan anugerah akal dan pikiran untuk digunakan sebaik mungkin. Pikiran yang luas dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan. Hati bekerja dengan spiritual, maka hati sebagai petunjuk arah pikiran kita. Hati akan mengintruksikan sesuatu yang baik dan buruk dalam pikiran, sehingga sebaik-baiknya pikiran adalah yang berlandaskan hati. Hati dapat mengkontrol kerjanya pikiran, namun pikiran tidak dapat mengatur hati yang berhubungan kuat dengan tingkat spiritual.

    ReplyDelete
  8. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Hati bekerja dengan rasa, pikiran bekerja dengan logika. Rasa dan logika adalah sesuatu yang bisa sama bisa beda. Sama adalah di saat apa yang kita rasakan dan ingin lakukan adalah sesuai dengan logika berpikir kita. Misalnya saat kita akan melakukan hal yang baik, tentunya hati dan pikiran kita akan sinkron. Sementara saat kita akan melakukan hal tidak baik, hati dan pikiran kita tidak bisa kita sinkronkan. Oleh karena itu, contohnya ada pengacara yang memilih mundur dari kasus yang ditanganinya karena bertentangan dengan hati nuraninya yang tidak mau membela seorang pembunuh.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  9. Bayu Adhiwibowo
    S2 Pend. Matematika 16709251014
    Hati manusia pada filsafat terletak pada bagian spiritual, sedangkan pikiran manusia ada pada bentuk normatif. Bentuk spiritual ada di atas bentuk normatif, dari sini jelas sudah bahwa tidak mungkin bahwa pikiran manusia bisa tidak bisa memikirkan seluruh relung hati manusia.

    ReplyDelete
  10. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Hati dan pikiran itu saling terkait, pikiran itu tugasnya memikirkan, hati merasakan. Hati yang gundah menjadikan pikiran kacau, bukan pikiran kacau menyebabkan hati yang gundah. Maka sebelum kita pikirkan, kita merasakannya telebih dahulu melalui hati. Kemudian emosi itu alami dan otomatis, kita tidak bisa memerintahkan untuk senang, karena diluar kendali kita. Oleh karena itu, kadang kita juga sering kebingungan mengenai apa yang kita rasakan, kenapa tiba-tiba menjadi resah. Perasaannya tiba-tiba aneh, dll. Itu menggambarkan bahwa pikiran kita tidak mampu untuk memikirkan semua relung hati.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id