Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 68: Tajamnya dan Kejamnya Reduksionism




Ass, masih tercecer persoalan belajar filsafat. Berikut saya nukilkan pendapat atau pernyataan Ibu Sri Mugiyoningsih " pembelajaran kontekstual yang menghubungkan matematika dengan dunia nyata, maka aspek filsafatnya adalah logicism".


Berbagai macam Alat Berpikir yang saya kembangkan dalam perkuliahan Filsafat meliputi pengertian tentang : Mitos, Jebakan Filsafat, Berpikir secara Ikhlas, Abstraksi, Reduksi, Determinist, Infinite Regress...dst..mempunyai tujuan agar kita mampu memberFilsafatkan Hidup ini dengan intensif dan ekstensif.

Di dalam Reduksi terkandung Abstraksi yaitu suatu metode berpikir yang Sangat Tajam tetapi sekaligus Sangat Berbahaya. REDUKSI dengan ABSTRASI nya Sangat Tajam karena Tidak Ada Aspek hidup ini yang terbebas darinya. Sampai-sampai aku bisa mengatakan bahwa Hidup ini tidak lain adalah Reduksi atau Abstraksi.

Tetapi Reduksi dengan Abstraksinya sangatlah Berbahaya karena Setiap Langkahnya mengandung ELIMINASI sifat-sifat yang tereduksi.

Kembali ke pernyataan Ibu Sri Mugiyoningsih "pembelajaran kontekstual yang menghubungkan matematika dengan dunia nyata, maka aspek filsafatnya adalah logicism", menurut saya inilah salah satu Bahayanya Reduksi. Jika Pembelajaran Kontekstual direduksikan ke Filsafat Logicism, menurut saya terlalu Gegabah atau suatu Reduksi yang kurang tepat. Kenapa?

Maka cermatilah ontologisnya atau hakekatnya Pembelajaran Kontekstual, dan cermatilah Filsafat Logicism?

Alasan mengapa dan bagaimananya, kembali saya serahkan kepada Pembaca.

Selamat mencoba.

Amin

27 comments:

  1. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengamati fenomena-fenomena di sekitarnya yang kemudian dimodelkan ke dalam bentuk matematika yang relevan. Proses pemodelan ke dalam bentuk matematika itulah yang disebut dengan abstraksi. Di dalam proses abstraksi terdapat reduksionisme yang dapat berarti pengurangan, penyederhanaan atau bahkan proses eliminasi.
    Kurang tepatnya karena dalam konteks logicism lebih ke hal-hal abstrak dan logika. Dan terkadang bertentangan dengan fenomena yang ada. Misalnya untuk mengukur ketinggian pesawat dengan jarak sekian dengan sudut elevasi sekian. Secara abstraksi dapat diukur namun dalam konteks kesehariannya tidak dapat diukur.

    ReplyDelete
  2. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pembelajaran kontekstual adalah "sebuah sistem yang merangsang otak untuk menyusun pola-pola yang menghubungkan muatan akademis dengan konteks dalam kehidupan sehari-hari sehingga menghasilkan suatu makna" Johnson (Lestari, 2015).

    ReplyDelete
  3. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa. Filsafat logicism adalah aliran filsafat matematika yang berpendapat bahwa semua matematika dapat dibangun dengan prinsip logika. Menurut saya, aspek filsafat pembelajaran kontekstual sangatlah kompleks. Kita tidak dapat mengatakan bahwa pembelajaran kontekstual hanyalah menggunakan filsafat A, atau hanya filsafat B.

    ReplyDelete
  4. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Reduksionisme tidak menghalangi keberadaan apa yang biasa disebut dengan [fenomena emergen], tetapi hal itu menyiratkan kemampuan untuk memahami fenomena tersebut secara lebih lengkap dalam hal proses di mana mereka terbentuk. Pemahaman reduksionis ini sangat berbeda dari yang biasanya diimplikasikan oleh istilah emergence, yang secara khusus bermaksud bahwa apa yang muncul lebih dari jumlah proses-proses dimana ia muncul. Dalam matematika, reduksionisme dapat diartikan sebagai filosofi bahwa semua matematika dapat (atau harus) dibangun di atas dasar yang sama, yaitu teori himpunan aksiomatik biasanya. Ernst Zermelo adalah salah satu pendukung utama dari pandangan ini, dia juga mengembangkan banyak teori himpunan aksiomatik. Hal ini telah dikemukakan bahwa metode yang berlaku secara umum dari pembenaran aksioma matematika dengan kegunaannya dalam praktik umum dapat berpotensi merusak program reduksionis Zermelo.

    ReplyDelete
  5. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Reduksionisme ontologis merupakan suatu anggapan bahwa segala sesuatu yang ada terbuat dari sejumlah kecil zat dasar yang berperilaku secara biasa (bandingkan dengan monisme). Reduksionisme ontologis menyangkal gagasan munculnya ontologis, dan mengklaim bahwa kemunculannya merupakan fenomena epistemologis yang hanya ada melalui analisis atau deskripsi dari suatu sistem, dan tidak ada pada tingkat dasar. Reduksionisme ontologis mengambil dua bentuk yang berbeda: reduksionisme ontologis tanda dan reduksionisme ontologis tipe. Reduksionisme ontologis tanda adalah gagasan bahwa setiap hal yang ada adalah sebuah gabungan hal. Untuk hal-hal yang dapat dipahami, dikatakan bahwa setiap hal yang dapat dipahami merupakan jumlah hal pada tingkat kompleksitas yang lebih kecil. Reduksi ontologis tanda dari hal-hal biologis menuju hal-hal kimia secara umum diterima. Reduksionisme ontologis tipe adalah gagasan bahwa setiap tipe hal merupakan jumlah dari tipe hal, dan bahwa setiap tipe hal yang dapat dipahami adalah jumlah tipe hal pada tingkat kompleksitas yang lebih rendah. Reduksi ontologis tipe dari hal-hal biologis menuju hal-hal kimia sering ditolak. Michael Ruse telah mengkritik reduksionisme sebagai suatu argumentasi yang tidak layak melawan vitalisme.

    ReplyDelete
  6. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Reduksionism dalam setiap langkahnya mengandung eliminasi sifat-sifat yang tereduksi. Di dalam reduksi terkandung abstrasi yaitu suatu metode berpikir yang sangat tajam tetapi sekaligus sangat berbahaya. Tidak ada aspek hidup ini yang terbebas dari reduksi dan abstasi. Dengan kata lain hidup ini adalah reduksi dan abstrasi.
    Tetapi reduksi juga dapat menjadi bahaya jika dilakukan dalam proses belajar filsafat. Filsafat itu ilmu yan tidak bisa dipelajari secara instan. Juga tidak tepat apabila dijawab hanya dengan simbolisasi saja. Jika pertanyaan filsafat benar-benar butuh dijawab maka jawabannya tak akan habis sampai pergantian masa jabatan presiden. Memberikan penjelasan filsafat secara singkat itu berbahaya karea yang demikian itu berarti telah melakukan reduksi yang luar biasa. Maka sebenar-benar jawaban dari pertanyaan filsafat itu membutuhan penjelasan. Akan sangat berbahaya jika belajar filsafat dengan cara mereduksi penjelasan-penjelasannya.

    ReplyDelete
  7. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya setuju dengan artikel di atas bahwa hidup ini adalah reduksi atau abstraksi. Kalimat lain menyatakan bahwa reduksi dengan abstraksinya sangatlah berbahaya karena setiap langkahnya mengandung eliminasi sifat-sifat yang tereduksi. Jadi sebenarnya reduksi dan abstraksi itu berbahaya karena mengandung pengurangan sifat-sifat yang seharusnya ada. Untuk itu dalam berfilsafat terkadang digunakan bahasa analog yang mencakup makna yang lebih luas. Selain itu untuk menghindari reduksi yang berlebihan, sering dalam berfilsafat bahwa satu pertanyaan, dijawab dengan banyak jawaban bisa puluhan bahkan ratusan jawaban.

    ReplyDelete
  8. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu-ilmu yang ditularkan lewat postingan ini
    Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang memiliki keterbatasan. Oleh karena itu apa yang dikatakan ataupun apa yang dilakukan tidak terlepas dari aktivitas reduksi. Jadi hidup kita memanglah mereduksi dan mengabstraksi. Tiadalah dari kita yang mampu mengungkapkan makna hidup dari awal hingga akhir sama persis dengan kehidupan yang sesungguhnya. Maka di sinilah manfaat dari reduksi.
    Yang kedua, saya setuju dengan postingan di atas, salah satunya tentang bahaya reduksi. Ya, dengan reduksi, sering kali kita mengeliminasi sifat-sifat yang tereduksi. Lebih buruknya lagi, yang kita eliminasi adalah bagian-bagaian yang seharusnya tidak pernah dihilangkan. Subjektifitas manusia, sering kali menghilangkan hal-hal yang merugikan atau tidak membawa keuntungan baginya. Benar-benar di sini letak bahayanya. Sekali lagi terimakasih, sudah mengijinkan saya ikut berpendapat, sungguh ini sumber pembelajaran bagi saya. Terimakasih

    ReplyDelete
  9. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dalam hidup selalu ada yang namanya reduksi dan abstraksi. Reduksi yaitu teori atau prosedur menyederhanakan gejala, data, dan sebagainya yang kompleks sehingga menjadi tidak kompleks. Kalau Abstraksi yaitu proses atau perbuatan memisahkan untuk mendapatkan suatu kepastian. Dalam reduksi dan abstraksi maka akan dilakukannya eliminasi. Eliminasi yaitu menghilangkan, atau menyingkirkan sesuatu. Untuk mereduksi atau menyederhanakan sesuatu maka ada sesuatu yang dihilangkan atau eliminasi. Begitu juga abstraksi, untuk memisahkan/memilah sesuatu pasti ada proses eliminasi di dalamnya. Namun dalam mengeliminasi harus hati-hati. Takutnya malah kita menghilangkan sesuatu yang baik. Jadi dalam mengeliminasi sesuatu haruslah benar benar dipahami/ di teliti lagi.

    ReplyDelete
  10. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Pasca


    Dalam penelitian kualitatif proses mereduksi merupakan hal yang penting untuk menganalisis data. Setelah data yang diperoleh dikumpulkan kemudian disegmentasi atau dipilih sesuai dengan teori yang dirunut, maka tahap selanjutnya adalah mereduksi atau mencari kesamaan dari pengumpulan data tersebut. Reduksionisme menjadikan kita memiliki sifat teliti karenna seluruh objek diteliti bagian-bagiannya. Hal ini akan membantu kita dalam membuat sesuatu yang kompleks menjadi lebih sederhana walaupun terdapat penggabungan komponen-komponennya. JAdi menurut saya kegiatan reduksi sah saja untuk dilakukan, asalakan kegiatan reduksi ini lebih memberikan manfaatnya.

    ReplyDelete
  11. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Hakekat dari pembelajaran konstekstual dari sumber yang saya baca adalah suatu pembelajaran di mana tujuannya untuk memotivasi siswa untuk dapat memahami makna dari materi yang dipelajarinya dengan mengaitkan materi tersebut dengan kehidupan sehari-hari siswa. Sedangkan filsafat logicism khususnya pada matematika merupakan suatu filsafat matematika yang beranggapan bahwa matematika dianggap sebagai logika. Jika matematika hanya dianggap sebagai logika saja, maka matematika sulit untuk berkembang dan juga berbahaya. Kemungkinan dalam belajar matematika nanti tidak dapat berpikir secara dalam dan luas karena hanya menggunakan logika saja. Bukankah logika hanya mengenal benar dan salah?

    ReplyDelete
  12. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami reduksionisme adalah suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan cara menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar, tentu saja dalam proses ini akan banyak pengurangan-pengurangan fitur dan sifat-sifat yang dianggap kompleks dan dianggap tidak begitu esensial dari objek yang akan dipelajari. Dan hal ini lama-lama akan bisa merubah makna dan esensi dari objek itu sendiri. Sehingga terlalu sering dan terlalu mengandalkan reduksionisme sesunguhnya tidaklah bijaksana.

    ReplyDelete
  13. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang sesuai dengan konteks dunia nyata, dan apabila terkait dengan dunia nyata maka kita akan berinteraksi langsung dengan alam sekitar kita, dengan dunia luar, sehingga jika aspek filsafatnya adalah logicism (logika) maka hal ini berarti kegiatan pembelajaran tersebut dapat diterima dengan logika, atau dengan kata lain pembelajaran tersebut akan dinalar dengan baik oleh siswa.

    ReplyDelete
  14. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Reduksionisme dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar (Wikipedia.org). Reduksionism ini dapat menjadi sesuatu yang buruk tetapi ada kalanya menjadi sesuatu yang baik. Reduksionism dapat menjadi sesuatu yang buruk ketika kita tidak bijak menggunakannya, ketika kita malah sembarangan mereduksi sesuatu yang tidak tepat atau tidak perlu. Maka kita harus berhati-hati dengan reduksi agar tidak terjebak dalam buruknya reduksi.

    ReplyDelete
  15. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    saya menjadi penasaran untuk mencermati kedua obyek permasalahan yaitu Pembelajaran Kontekstual dan Filsafat Logicism. Yang saya dapatkan yaitu bahwa pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang mendorong siswa mengaitkan pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan Filsafat Logicism adalah salah satu cabang Filsafat Matematika yang berpendirian bahwa matematika dapat dianggap sebagai logika dan nilai kebenaran suatu konsep matematika ditentukan oleh nilai kebenaran konsep terdahulu.
    Karena pengertian di atas, benar jika pembelajaran kontekstual melibatkan berpikir logis dalam diri siswa, namun tidak menjadikan pembelajaran tersebut masuk ke dalam aspek filsafat Logicism karena segala hal yang mengandung unsur logika belum tentu diidentifikasikan ke dalam Logicism.

    ReplyDelete
  16. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Menurut Terry Mart, reduksionisme merupakan aliran yang memandang bahwa sistem kompleks di alam ini dapat direduksi menjadi sistem-sistem yang lebih sederhana atau malahan menjadi sistem paling fundamental. Ide ini pertamakali diperkenalkan oleh Descartes di awal abad ke 17 dan telah menjadi bagian integral dari prinsip pengembangan sains selama hampir empat abad. Meski saat itu Descartes menempatkan manusia pada posisi holistik, ide reduksionisme kini telah berkembang jauh dan bahkan telah menampik campur tangan supranatural dalam penjelasan fenomena-fenomena alamiah. Reduksionisme dianggap oleh sebagian ilmuwan dapat menyatukan semua sisi sains. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa fenomena kimia dapat dijelaskan oleh hukum-hukum fisika, fenomena di bidang biologi dijelaskan oleh reaksi-reaksi kimia, psikologi dapat dijabarkan oleh biologi, sosiologi didasarkan pada psikologi, dan seterusnya.

    ReplyDelete
  17. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Reduksionism didefinisikan sebagai menyederhanakan gejala, data, dsb yg kompleks sehingga menjadi tidak kompleks. Reduksionisme sering dipandang sebagai kebalikan dari holisme/menyeluruh. Reduksionisme mengandung anggapan bahwa sistem yang kompleks itu dapat dijelaskan dengan cara melakukan pengurangan ke bagian fundamental saja, sehingga banyak hal-hal yang dihilangkan atau dianggap tidak ada.

    ReplyDelete
  18. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Reduksi dilakukan untuk menyederhanakan keseluruhan substansi dengan mengambil pokok-pokok yang sesuai dengan yang dibicarakan agar lebih fokus. Reduksi harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan, bukan sesuai kepentingan. Hal yang berbahaya ketika kita sembarangan melakukan eliminasi pada sifat-sifat yang direduksi. Reduksi memerlukan suatu kajian holistik dan mendalam, sehingga didapati unsur-unsur penting hasil reduksi.

    ReplyDelete
  19. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Reductionism itu memandang dunia yang kompleks ini dengan mewakili suatu objek. Jadi semua sistem yang kompleks dapat dibuat ke dalam sistem yang lebih sederhana. Reductionism juga mengembangkan cara-cara yang tepat agar dapat mereduksi dari apa yang dipelajari untuk menjadi sesuatu hal yang lebih sederhana. Contohnya saja di dalam pembelajaran , materi yang kompleks kita reduksi dengan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai agar menjadi bagian yang lebih sederhana sehingga mudah untuk dipahami siswa. Misalnya pada pembelajaran matematika dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, materinya diperoleh dari kehidupan sehari-hari, begitu pula sebaliknya, materinya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran matematika, perlu mengaitkan materi dengan kehidupan dunia nyata. Salah satu caranya ialah menggunakan pembelajaran kontekstual. Sehingga siswa dapat belajar dari apa yang dia lakukan dalam aktivitas sehari-harinya. Tetapi jika dikaitkan dengan paham logisme, menyangkut hal-hal yang dapat di nalar, maka materi-materi yang disampaikan hanyalah materi-materi yang dapat dinalar oleh pikiran manusia. Maka jika kita belajar dari kehidupan sehari-hari kita, kelebihannya kita dapat dengan mudah memahami materi, tetapi kelemahannya adalah sulit dalam mengembangkan materi yang bersifat abstrak.

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  21. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Setelah membaca elegi ini, Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Reduksionisme sendiri memiliki beberapa jenis lain. Reduksionisme Teoritis berarti paham bahwa sebagian dari bidang pengetahuan merupakan bagian dari teori yang besar. Pandangan ini mendukung adanya “Grand Unified Theory” Reduksionisme Ontologis lebih condong ke pada filsafat, dia berpendapat bahwa kenyataan tersusun dari benda, substansi dan entitas dalam jumlah terbatas

    ReplyDelete
  22. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa. Filsafat logicism adalah aliran filsafat matematika yang berpendapat bahwa semua matematika dapat dibangun dengan prinsip logika. Menurut saya, aspek filsafat pembelajaran kontekstual sangatlah kompleks. Kita tidak dapat mengatakan bahwa pembelajaran kontekstual hanyalah menggunakan filsafat A, atau hanya filsafat B.

    ReplyDelete
  23. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Dalam usaha melihat hakikat dengan intuisi, Husserl memperkenalkan pendekatan reduksi. Yang dimaksud reduksi dalam hal ini adalah penundaan segala pengetahuan yang ada tentang objek sebelum pengamatan intuisi dilakukan. Reduksi juga dapat diartikan penyaringan atau pengecilan. Reduksi ini adalah salah satu prinsip yang mendasari sikap fenomenologi bersikap netral. Tidak menggunakan teori-teori atau pengertian-pengertian yang telah ada dalam hal ini diberi kesempatan berbicara tentang dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  24. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    setelah membaca artikel diatas, Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Reduksionisme sendiri memiliki beberapa jenis lain. Reduksionisme Teoritis berarti paham bahwa sebagian dari bidang pengetahuan merupakan bagian dari teori yang besar. Pandangan ini mendukung adanya “Grand Unified Theory” Reduksionisme Ontologis lebih condong ke pada filsafat, dia berpendapat bahwa kenyataan tersusun dari benda, substansi dan entitas dalam jumlah terbatas

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  25. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Reduksionisme sepemahaman saya adalah cara mengurangi atau mengeliminasi suatu hal yang terkandung dalam suatu cakupan tertentu, bagaimana ketika kita mereduksi pasti ada dampak dari elemen yang kita hilangkan. Dengan reduksionismebisa jadi kita mengeliminisi bagian yang penting darisuatu cakupan atau kita mengeliminasi terlalu banyak sehingga bagian yang tersisa tidak cukup mewakili dasar-dasar dari cakupannya yang menimbulkan persepsi yang tidak sesuai setelah diadakannya reduksi ini.

    ReplyDelete
  26. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Reduksi merupakan istilah yang digunakan dalam suatu pengolaan data hasil penelitian kualitatif, reduksi dialakukan dengan tujuan untuk meyederhanakan dan mengambil pokok-pokok pembicaraan atau data yang sesuai dengan kebutuhan. Reduksi kental akan nilai subjektivitasnya. Mengurangi susbtansi atau sesuatu dengan sembarangan terkadang menimbulkan makna berbeda atau bahkan dapat kehilangan esensi penting yang seharusnya tidak tereduksi.
    Dalam konteks kehidupan secara tidak sadar seseorang sangat sering melakukan reduksi yang tidak bertanggung dan mengakibatkan salah paham bahkan terjadi perselisihan akibat dari mereduksi informasi dengan menyampaikan suatu maksud namun tidak secara menyeluruh. Seperti fenomena kasus penistaan-penistaan yang terjadi ditanah air ini misalnya.

    ReplyDelete
  27. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Reduksi kadang memang dibutuhkan, karena ada hal-hal yang membutuhkan eliminasi hal tidak penting guna mengefisienkan sesuatu. Namun perlu diingat bahwa reduksi yang dilakukan harus dilakukan secara cermat sehingga tidak salah seleksi. Dalam pembelajaran kontekstual yang mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari tidak sepenuhnya dapat dilakukan karena ada materi pelajaran yang sulit untuk dikaitkan dengan hal-hal yang sifatnya kontekstual.

    ReplyDelete