Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 67: Aktivitas, Serba-serbi, Problematika Pembelajaran dan Solusinya




Oleh Marsigit

Ass, berikut saya nukilkan Sebagian Ungkapan dari Ibu Isna Farida yang menggambarkan berbagai macam Kegiatan Guru. Akan sangat bermanfaat jika kita (guru yang lain) dapat membaca atau sharing pengalaman atau jenis dan variasi kegiatan dari Guru yang lainnya. Oleh karena itu saya berharap agar Forum ini dapat digunakan untuk menyampaikan pengalaman masing-masing, jenis dan variasi kegiatan, problematika dan solusi yang mungkin sesuai dengan Tugas Pokok mengajar (baik Sain, Matematika atau mapel yang lainnya) dan (jika mungkin) Kelas berapa serta Sekolah. Konteks dari berbagai daerah akan memperkaya khasanah kita semua. Dapat ditambahkan Sintesis dengan menanggapai dari komen yang lainnya. Silahkan Bapak Ibu semoga bermanfaat untuk kita semua. Forum ini bersifat terbuka untuk semua guru atau calon guru atau pengamat pendidikan, baik tingkat Pendidikan Dasar, Menengah atau Pendidikan Tinggi, tidak dibatasi Ruang dan Waktu. Amin


Isna Farida
PSn Sains. Kalsel.2010
Kalau,melihat proses pembelajaran yang bapa gambarkan di Inggris, saya melihat ada kemiripan dengan PBM DI sekolah TK dan SD didaerah saya, hanya istilahnya bukan membuat kurikulum, tapi keinginan siswa yg di salurkan guru, bedanya mungkin dari segi disiplin adm pbm seperti, penilaian Fortofolio dan lKS.Kalau di SMP apa bisa ya..., membuat LKS per hari,mengingat beban kerja kita full time dan full variasi. coba bapak bayangkan seorang guru di Daerah yg harus mengajar aneka disiplin ilmu ?, seperti IPA, Kesenian, Muatan Lokal dan ...ditambah lagi dengan tugas sebagai wali kelas.. Wali kelas, sorenya membimbing eskul...,dan kadang2 mengikuti MGMP dan Diklat jadi dari senin sampai sabtu ngajar terus...padahal setiap disiplin ilmu tentu perlu persiapan khusus sebelum PBM dilaksanakan.Dan untuk sertifikasi hanya satu mata pelajaran yg sesuai jurusan kuliahnya yg dihargai,..fakta dilapangan, kami tdk punya hak unt menolak mengajar yg bukan bid kita itu,karena akan berdampakpada penilaian DP3, jadi kita mesti ikhlas belajar sambil mengajar,..termasuk ikhlas untuk tidak dihargai...ga profesional..katanya...ya jelaslah tapi siapa yg suruh kita tdk profesional..?..mau protes kemana coba..., dalam kondisi seperti ini, mampu ga ya, kita buat 3 RPP berbeda sesuai dgn taraf kemampuan siswa, atau...jgn2 guru di Inggris jam ngajarnya tidak sepadat kita. kalau teman2 yg jam ngajarnya standard saya rasa bisa menerapkan spt rekan guru diInggris itu tentunya setelah disesuaikan dengan kondisi kita disini...ah...orang Indonesia itu pandai kog dalam hal memodifikasi...,semoga dunia pendidikan kita segera bangun dan membangunkan, karena kalau gurunya bangun, tapi kepala sekolah dan kep Dinasnya Tidur...kan repot..., tapi bagi guru yg tugasnya rangkap dan seabreg2 ya legowo aj, sambil bertanya pada rumput yg bergoyang..., bagaimanapun adanya kita harus tetap optimis..dlm menjalankan tugas,.......

35 comments:

  1. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    dalam penerapan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan portofolio dan LKS membutuhkan waktu yang banyak, dan persiapan guru untuk mengimplementasikannya membutuhkan persiapan dan rancangan yang mantap sebelum dilaksanakan dikelas. semua sekolah tidak mungkin bisa untuk disetarakan dalam hal ini. karena waktu pembelaaran dan guru yang berbeda-beda. sebagaiman kita tahu bahwa dibagian indonesia yang lain masih kekurangan guru dalam mengajar, sehingga banyak guru yang merangkap mata pelajaran sehingga agak kurang memungkinkan untuknya mempersiapkan segala macam hal tentang persiapan untuk dilaksanakannya portofolio dan LKS.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Mendidik bukan perkara yang mudah namun juga tidak selalu sulit. Pekerjaan apapun jika dilakuakn dengan tulus dan ikhlas akan memberikan energi positif dalam jiwa. Seperrti apa kualitas dan profesionalisme kita dalam mengajar hanyalah kita yang tau apakah selama ini kta sudah memaksimalkan diri dalam mengkontribusikan ilmu yang dimiliki. Yang jelas tuntutan profesionalitas adalah bagian dari keharusan yang harus dilakuakn. Mengajar dengan hati akan lebih nikmat dari pada mengajar karena dipandang semata sebagai sebuat kewajiban dan tuntututan profesi

    ReplyDelete
  3. Desy Dwi Frimadani
    16909251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Sepengalaman saya dalam mengajar, hampir serupa dengan bu Isna. Dimana kegiatan seorang guru bukan hanya mengajar, tetapi guru ditugasi dengan sedertan kegiatan disekolah misalnya saja kepanitiaan disekolah, membimbing siswa ekstrakurikuler, mempersiapkan administrasi guru dengan baik, dan guru yang harus belajar mata pelajaran lain untuk memenuhi kebutuhan siswa. Sedertan kegiatan guru ini jika tidakdilakukan dengan ikhlas maka tidaklah bergunna. Pendidikan di Indonesia sangatlah kompleks, perubahan kurikulum yang begitu cepat membuat guru harus beradaptasi dengan kurikulum baru secara cepat, dan beberapa kebijakan pemerintah tentang guru. Itu semua tidak akan bermakna tanpa adanya keikhlasan guru pada profesinya dan keikhlasan itu inshaallah akan menjadikan guru itu dipandang profesional.

    ReplyDelete
  4. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Telah kita ketahui bersama bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia khususnya di bidang pendidikan adalah mengenai pemerataan pendidikan dan tingkat kualitas guru. Kedua permasalahan ini berkaitan satu sama lain, khususnya mengenai jumlah ketersediaan guru yang berkompeten. Di satu sisi, keadaan guru di perkotaan sangat lah berbeda dengan keadaan guru yang ada di daerah khususnya daerah-daerah terpencil. Banyak sekolah-sekolah di daerah yang sangat kekurangan guru, akibatnya guru yang satu harus mengampuh beberapa mata pelajaran yang di luar dengan kompetensinya. Hal ini tentunya sangat menyedihkan di mana di satu sisi guru dituntut untuk mencetak generasi-generasi bangsa yang berkualitas tetapi hal tersebut bertolak belakang dengan keadaan guru yang ada di lapangan. Namun demikian perlu juga diacungi jempol dan diberikan penghargaan kepada guru-guru yang telah rela mengabdikan hidupnya guna meningkatkan pendidikan di Indonesia khususnya guru-guru yang berada di daerah terpencil, di mana di saat sebagian besar guru memilih untuk mengajar di sekolah-sekolah kota tetapi mereka lebih memilih sekolah yang jauh dari fasilitas yang memadai.
    Namun pemerintah terus berupaya untuk pemerataan pendidikan khususnya hak mendapatkan pengajaran dari guru-guru yang berkompeten, dimana pemerinta telah memprogramkan SM3T yang diperuntukkan khusus bagi sekolah-sekolah yang ada di pelosok dan tertinggal. Selain itu, pemerintah juga telah memprogramkan PPG dengan prakteknya langsung ke daerah 3T tersebut.

    ReplyDelete
  5. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menjadi seorang pendidik memiliki tanggung jawab yang sangat besar atas anak didiknya. setiap anak berhak mendapat pendidikan yang layak, namun apalah daya jika guru di negeri ini mungkin masih belum tersebar secara merata, akibatnya masih banyak guru yang merangkap mengajar mata pelajaran lain. sehingga akan terkesan kurang efektif. tetapi ya mau bagaimana lagi memang kondisinya seperi itu, yang penting anak didik mndapat pendidikan yang layak dan agar kelak menjadi anak yang berguna bagi Bangsa dan Negara.

    ReplyDelete
  6. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Fakta di lapangan terkadang tidak sesuai dengan teori yang ada. Ketika seseorang ingin memaksimalkan kinerjanya namun di sisi lain terdapat tanggung jawab besar yang ada di pundaknya, maka bukanlah hal yang mudah untuk memikul kedua hal tersebut. Berusaha untuk ikhlas dan selalu berusaha adalah kuncinya. Selama kita terus berusaha untuk ikhlas dan terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan diri, maka masalah yang ada dapat dihadapi.

    ReplyDelete
  7. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menjadi seorang pendidik memang tidaklah mudah. Tanggung jawabnya begitu besar karena peran pendidik sangat besar atas generasi generasi selanjutnya yang lebih baik. Walaupun tidak sesuai yang diinginkan, tetaplah optimis dan mengingat tujuan awal menjadi seorang pendidik.

    ReplyDelete
  8. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebuah gambaran mengenai kondisi yang ada di lapangan, yang memberikan pengetahuan kepada calon tenaga pendidik untuk bersikap sesuai dengan sebagaimana mestinya dengan penuh rasa tanggungjawab serta keikhlasan.

    ReplyDelete
  9. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Mengenai masalah pedidikan, perhatian pemerintah kita masih terasa sangat minim. Gambaran ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal, bahkan aturan UU pendidikan kacau. Dampak dari pendidikan yang buruk itu, negeri kita kedepannya makin terpuruk. Keterpurukan ini dapat juga akibat dari kecilnya rata-rata alokasi anggaran pendidikan baik di tingkat nasional, propinsi, maupun kota dan kabupaten.

    ReplyDelete
  10. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sistem pendidikan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial budaya dan masyarakat sebagai supra sistem. Pembangunan sistem pendidikan tidak mempunyai arti apa-apa jika tidak sinkron dengan pembanguanan nasional. Kaitan yang erat antara bidang pendidikan sebagai sistem dengan sistem sosial budaya sebagai supra sistem tersebut, dimana sistem pendidikan menjadi bagiannya, menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga permasalahan intern sistem pendidikan itu menjadi sangat kompleks. Artinya suatu permasalahan intern dalam sistem pendidikan selalu ada kaitan dengan masalah-masalah di luar sistem pendidikan itu sendiri. Misalnya masalah mutu hasil belajar suatu sekolah tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat di sekitarnya, dari mana murid-murid sekolah tersebut berasal, serta masih banyak lagi faktor-faktor lainnya di luar sistem persekolahan yang berkaitan dengan mutu hasil belajar tersebut.

    ReplyDelete
  11. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Apa yang disampaikan sdri Isna Farida tidak jauh berbeda dengan yang saya alami ketika mengajar di daerah pinggiran. Penghargaan yang di berikan kepada pendidik mash tergolong sangat minim, dengan beban kerja yang banyak pendidik hanya dihargai pada bidang studi tertentu. Ketika saya melihat hal tersebut awalnya saya merasa jenuh dengan pemerintah, maupun dinas terkait namun apa yang bisa saya lakukan? Seiring berjalan waktu saya mulai melihat betapa tulus perjuangan pendidik di daerah untuk mencerdaskan anak bangsa dengan penghargaan yang tak seberapa mereka tetap semgat mendidik siswa. Memang benar pepatah orang-orang tua dulu kalau guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Selain itu, ilmu juga merupakan salah satu hal yang tidak akan putus amalannya. Semoga kita sebagai guru, selalu ikhlas lahir batin untuk membagi ilmu yang kita milki. Aamiin

    ReplyDelete
  12. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan menyampaikan problematika pembelajaran menurut pengalaman saya. Yang pertama, persepsi dalam pembelajaran yang berpusat pada guru. Sering sekali saya temui pembelajaran dengan cara konvensional yaitu lebih banyak menggunakan ceramah dalampenyampaian materi atau bahan ajar. Guru dengan kekuasaanya mencekoki siswa dengan materi pelajaran yang belum tentu mereka siap dan mampu menerimanya. Sehingga seolah-olah guru adalah dewa sekaligus hakim di dalam kelas. Permasalahan yang kedua adalah LKS oleh guru yang hanya berupa kumpulan soal.
    Solusi dari kedua masalah saya di atas yaitu untuk yang pertama, sebaiknya guru menggunakan metode diskusi atau pembelajarana berpusat pada siswa. Sehingga pembelajaran akan lebih bermakna. Yang kedua, guru sebaiknya mempersiapkan beberapa macam LKS untuk siswa yang memiliki kemampuan berbeda. Tentu saja LKS yang dibuat adalah sarana yang bertujuan untuk membantu siswa aktif berpikir dalam memahami materi pembelajaran bukan hanya kumpulan soal-soal. Sehingga setiap siswa yang memiliki kemampuan berbeda akan merasa terpuaskan dengan pencapaian kemampuan yang mereka dapatkan saat pembelajaran. Selain itu diperlukannya komunikasi yang baik antar siswa maupun antara guru dan siswa terutama dalam menyimpulkan kegiatan pembelajaran. Sehingga guru bukanlah satu-satunya sumber belajar di kelas melainkan siswa dapat menyampaikan pemikirannya.

    ReplyDelete
  13. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Saya salut dengan para guru yang bersusah payah mengabdikan dirinya untuk pendidikan. Alangkah mulianya setiap tetesan keringat yang diikhlaskan demi kecerdasan bangsa. Terkadang tuntutan kewajiban yang sangat luar biasa tidak sepadan dengan hak yang beliau-beliau dapatkan. Menurut saya, berusaha untuk selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran merupakan hal yang memang harus dilakukan. Bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana misalnya mengenali karakteristik setiap siswa di kelas, mencari tahu tentang pembelajaran yang diinginkan oleh siswa, dan mencari tahu apa yang membuat siswa bersemangat dalam belajar sembari guru mengajar. Berdasarkan hal-hal tersebut guru bisa menjadikannya landasan untuk menyusun instrumen pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa. Selain itu, forum-forum guru dan teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk saling berbagi, berdiskusi, dan bekerjasama dalam hal pembelajaran untuk meringankan beban yang diemban oleh seorang guru. Tidak ada salahnya untuk berusaha mencoba dan memanfaatkan segala yang ada meskipun dalam keterbatasan. Tetap semangat untuk guru Indonesia, perjuangan kita belumlah selesai.

    ReplyDelete
  14. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu yang ditularkan lewat postingan ini
    Sala hormat dan kagum saya kepada Ibu Isna Farida dan guru-guru lainnya. Kepada Ibu Isna Farida, sungguh saya membaca surat Ibu, muncul perasaan yang berkecamuk. Saya kagum dengan pengorbanan Ibuk, di sisi lain saya seolah tidak terima dengan keadaan yang harus Ibuk jalani di daerah. Karena apa, karena hal ini semakin menunjukan betapa pendidikan di Indonesia kurang merata. Kebutuhan jumlah guru yang masih kurang. Entah kesalahannya di sebelah mana. Sangat berbanding terbalik dengan kondisi senyatanya, di mana sarjana sarjana calon pendidik begitu banyaknya, tiap tahun makin bertambah-tambah. Hal ini benar-benar menjadi PR bagi kita semua. Bagaimana kita memecahkan permasalahan seperti ini. Jika dibuat analisi SWOT terdapat hubungan yang kurang relevan sehingga sulit untuk didapatkan garistengah dan solusinya. Pada bagian strength, untuk memecahkan masalah kekurangan guru, disampaikan gagasan tentang banyaknya lulusan keguruan yang meningkat setiap tahunnya. Akan tetapi, pada bagian weakness, bisa jadi muncul opini bahwa para lulusan tidak mau ditempatkan di daerah-daerah tertentu. Sangat sulit memecahkan masalah ini jika tidak diiringi dengan diskusi berkala.
    Kemudian, berkaitan dengan bebang kerja yang banyak, sedangkan “sertifikasi” hanya diberikan pada satu bidang saja sesuai dengan ijazah terakhirnya. Sesungguhnya, hal ini bisa terpecahkan jika kebutuhan akan jumlah guru pendidik sudah terpenuhi di semua daerah.

    ReplyDelete
  15. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Pada elegi ini menceritakan suatu kondisi dimana banyak yang terjadi dilapangan, guru dianggap mengerti segala bidang pelajaran. Padahal seorang guru juga terkadang punya konsentrasi bidangnya masing-masing. Namun didaerah terpencil misalnya, disana kekurangan guru sehingga guru disana haruslah sanggup/menyanggupi mungkin mengajar diluar ahlinya. Ini adalah salah satu problema dalam pembelajaran. Solusinya, ya seorang guru harus ikhlas menjalaninya, keluar dari zona nayaman juga bukanlah hal yang dilarang, ambil hikmahnya, mungkin ini jalan yang Allah berikan agar guru tersebut makin profesional dengan kemampuan yang multitalented.

    ReplyDelete
  16. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Saya sedikit menceritakan keadaan tenaga pengajar yang pernah saya lihat disuatu daerah, yaitu disuatu derah terpencil dikalimnatan. tenaga pengajar didaerah terpencil memang lah kurang diperhatikan. Tenaga pengajar yang dituntut banyak untuk mendidik anak-anak bangsa agar menjadi penurus bangsa yang cerdas, sedangkan feedback yang diberikan sangat lah tidak sesuai dengan apa yang diminta dan apa yang diperjuangkan oleh guru-guru yang ada didaerah terpencil. Gaji yang minim, fasilitas untuk mendukung proses belajar mengajar didalm kelas saja sangat minim. Apalagi dibalik proses belajar mengjar terdapat perjungan yang begitu luar biasa untuk samapi disekolah. Terkadang Jarak sekolah yang jauh dari pemukiman, medan jalan yang sangat susah untuk ditempuh. Modal ketulusan untuk mencerdasakn anak bangsalah yang tertanamkan paada guru-guru didaerah terpencil.

    ReplyDelete
  17. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sungguh menarik. Menjadi salah satu bacaan favorit saya karena benar-benar menggambarkan situasi yang ads di sekolah selama ini. Saya menyadari bagaimana banyaknya administrasi yang harus dilakukan oleh seorang guru. Tak hanya mengajar, RPP, koreksian seabrek, administrasi sekolah dan segala ekstrakurikuler membebankan dirinya.
    Jadi guru itu cuapeeeek sekali lo. Apalagi di SD saat seharian harus menghadapi siswa di kelas ditambah segala macam administrasi yang mengejar targetnya. Saya pernah punya pengalaman amat mengesankan ketika PPL. Seharian saya mengampu satu kelas karena gurunya harus mengikuti diklat. Ya, tak habis pikir juga saya kok diklat dilakukan pada hari kerja seperti itu. Bukankah kasian sekolah yang tak punya guru ekstra? Siswa-siswa akan terbengkalai dan diampu oleh guru kelas lain yang mungkin juga akan keteteran harus mengajar di banyak kelas kosong. Hebatnya jadi guru kelas itu, kita harus belajar bagaimana capek di badan itu harus ditahan dan tak diperlihatkan kepada siswa. Semacam memanipulasi diri agar terlihat ceria dan kuat, padahal semalam begadang menyelesaikan koreksian dan seharian telah capek menangani anak yang sakit, ribut di kelas bahkan bertengkar.
    Tapi memang passion itu berbeda. Ketika kita punya passion mengajar, semua rasa letih dapat sekejap hilang ketika seorang siswa mendapat nilai yang cukup baik setelah remidi, atau seorang siswa yang bersedia membacakan karangannya di depan kelas, atau seorang siswa yang bahkan hanya menanyakan kabar gurunya.
    Wah tadi sampai mana ya? Saya keasyikan bercerita.. hahaha yang saya yakini adalah ketika kita punya passion mengajar, maka segala problematika yang kita hadapi ketika mengajar bukanlah hal yang sulit untuk dihadapi. Dengan sukarela kita akan mencari solusinya, yang terbaik untuk anak didik kita. Salam pendidik bangsa!!

    ReplyDelete
  18. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Pasca

    RPP merupaakan rancangan pembelajaran yang akan dilakukan guru saat proses pembelajaran. Rencana merupakan sesuatu yang diharapkan akan terjadi dengan baik dan saat guru telah merancang RPP tersebut tetu saja sudah tersedia model pembelajaran, strategi, dan langkah-langkah yag harus dilakukan. Namun pada kenyataannya bias saja rencana tersbeut tidak terlaksana.Hal tersbeut dapat dimungkinkan karena waktu pembelajran yang kurang atau terkendala oleh media yang tidak berjalan lancar. Oleh karena itu selain rencana yang telah tertuang di RPP guru sebaiknya memiliki alternatif lain dalam pembelajaran sehingga apabila rencana dalam RPP tidak terwujud sesuai harapan masih terdapat rencana-rencna lain yang dapat menyelesaikan maslaah guru tersebut.

    ReplyDelete
  19. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Sungguh luar biasa Ibu Isna Farida dari Kalimantan Selatan ini. Seorang guru daerah yang kegiatannya seabreg tetapi ikhlas untuk tidak diakui. Sungguh mulia hati para guru-guru Indonesia seperti beliau (Bu Isna). Inilah fenomena yang terjadi pada dunia pendidikan di Indonesia khususnya pada daerah yang terluar, terdepan, dan tertinggal. Beberapa alasan yang banyak menjadi permasalahan guru untuk mengabdi di daerah tersebut terkait honor yang didapat. Menurut para guru, honor yang didapat tidak sesuai dengan perjuangan untuk mengabdi di daerah yang sangat jauh dari perkotaan, fasilitas sekolah pun terkadang tidak memadai untuk digunakan. Sehingga, guru butuh tenaga, pikiran, dan hati yang ekstra untuk mengabdi di daerah tersebut. Jika kunci utamanya bukan ikhlas, maka susah untuk mengabdi menjadi seorang pendidikan di daerah tersebut.

    ReplyDelete
  20. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepengetahuan kami, masalah yang dihadapi oleh pendidikan di Indonesia cukup kompleks. Salah satunya adalah tenaga pendidik di negara kita yang kurang memadai serta penyebarannya pun cenderung terpusat di kota-kota besar. Sehingga diperlukan perubahan sistem dalam distribusi penyebaran guru. Salah satu penyebabnya lagi adalah cukup banyak guru yang beralih fungsi yang bekerja sebagai tenaga kantor.

    ReplyDelete
  21. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Saya belum mengajar sebagai seorang guru di sekolah. Tetapi berdasarkan pengalaman saya ketika PPL S1 dulu ada beberapa problematika yang ada. Guru ketika saya PPL mengeluhkan banyaknya administrasi yang harus dikerjakan. Apalagi waktu itu adalah ketika baru revisi 2016 kurikulum 2013. Saat itu masih ada berbagai perubahan bahkan ketika sudah dimulai tahu ajaran baru. Hal ini membuat berbagai perangkat pemebelajaran dibuat secara mendadak. Selain itu dalam penerapan kurikulum 2013, terdapat banyak administrasi baru yang membuat guru keteteran.

    ReplyDelete
  22. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Seorang guru sebaiknya memang merancang pembelajaran setiap ia akan melakukan pembelajaran. karena karakteristik siswa sangatlah berbeda-beda, sebagai guru harus berusaha menyesuaikan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswanya. Ketika guru tidak membuat rencana pembelajaran sendiri dan hanya copy paste dari internet atau orang lain sangat disayangkan sekali karena siswa yang akan menjadi korban dalam pembelajaran. untuk menyusun rencana pembelajaran memang tidak bisa cepat kilat dan asal jadi, namun ketika kita telah memantapkan hati untuk menjadi seorang guru, maka hal itu akan menjadi lebih ringan untuk kita lakukan. Apalagi dengan menyusun rencana pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa yang sedang dihadapi akan memberikan proses dan hasil belajar yang lebih baik.

    ReplyDelete
  23. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  24. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Dalam matematika kita mengenal sifat operasi. Semua operasi dalam matematika memiliki filosopinya masing-masing. Siswa belajar pembagian akan lebih sulit dibandingkan dengan belajar perkalian. Mungkin kalau pembagian yang tidak memiliki sisa sedikit lebih mudah jika dibandingkan dengan pembagian bersisa. Sebagai pendidik dan tenaga pengajar matematika selain harus memiliki pemahaman terhadap konsep operasi pembagian juga harus tahu pula mengenai filosopinya agar dapat melaksanakan pembelajaran matematika menjadi lebih bermakna. Pembelajaran yang bermakna tentu tidak mudah dilakukan karena banyak faktor yang harus diperhatikan, contohnya adalah penggunaan model pembelajaran yang tepat, media, buku sumber, dan bagaimana kemampuan awal siswa.

    ReplyDelete
  25. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Menjadi seorang guru bukanlah perkara yang mudah. Agar dapat mendidik para siswa dengan baik, seorang guru harus melalui berbagai macam proses pendidikan yang panjang. Tuntutan profesionalitas adalah bagian dari keharusan yang harus dilakukan. Tidak hanya sekedar menguasai materi, tetapi perlu juga menguasai bagaimana cara agar dapat menyampaikan materi dengan mudah ke siswa. Oleh karena itu, diperlukan metode yang tepat, dan dapat mengetahui karakteristik dari siswa tersebut. Kita juga harus menyadari bahwa tidak ada pekerjaan yang enak, semua pekerjaan pasti ada enaknya dan ada tidak enaknya. Maka dalam melakukan suatu pekerjaan haruslah dilandasi dengan hati yang ikhlas, perasaan senang, maka niscaya akan ditunjukkan jalannya, dan dimudahkan dalam segala urusannya

    ReplyDelete
  26. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Masalah pendidikan di Indonesia begitu komplek, pekerjaan yang tidak mudah untuk membenahinya tetapi jika dikerjakan secara bersama akan menjadi mudah dan cepat terselesaikan. Tetapi kerjasama akan dapat berjalan dengan baik dan akan ditemukan kesepakatan yang baik pula diperlukan keikhlasan, dan kecerdasan dibidang tersebut.

    ReplyDelete
  27. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Fakta di lapangan terkadang tidak sesuai dengan teori yang ada. Ketika seseorang ingin memaksimalkan kinerjanya namun di sisi lain terdapat tanggung jawab besar yang ada di pundaknya, maka bukanlah hal yang mudah untuk memikul kedua hal tersebut. Berusaha untuk ikhlas dan selalu berusaha adalah kuncinya. Selama kita terus berusaha untuk ikhlas dan terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan diri, maka masalah yang ada dapat dihadapi

    ReplyDelete
  28. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  29. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Perencanaan merupakan langkah awal dalam mensukseskan pembelajaran matematika. Dengan adanya perencanaan yang matang, maka pelaksanaan pembelajaran matematika akan dapat berjalan dengan baik. Sejak tahap perencanaan, guru sudah harus menentukan tujuan pembelajaran, materi, metode yang digunakan, media apa yang digunakan, kriteria penilaian, soal-soal yang digunakan sebagai evaluasi, dan sebagainya. Proses dan hasil yang baik lahir dari perencanaan yang baik pula.

    ReplyDelete
  30. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari artikel diatas, menurut saya. masih banyak pedalaman di Indonesia yang kekurangan guru. oleh karena itu banyak guru yang kelas yang merangkap menjadi guru mata pelajaran lainnya. hal ini mungkin yang sedang dibenahi oleh pemerintahan Indonesia dengan meningkatkan lowongan pekerjaan bagi para lulusan guru untuk mengabdi dipedalaman salah satunya melalui program SM3T.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  31. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Dalam melaksanakan pembelajaran, memang sebaiknya jika kita menyiapkan LKS yang sesuai terlebih dahulu, karena LKS yang beredar di sekolah kebanyakan berisi ringkasan materi dan latihan soal, bukan sebagaimana LKS yang seharusnya ada. Namun terkait dengan padantnya jadwal guru, memang tidak bisa dihindarkan, terlebih dengan mengajar yang tidak sesuai kompetensi keahlian sesuai jurusan masih banyak dilakukan (termasuk di sekolah tempat saya mengajar), sebaiknya jika ingin mengubah pembelajaran, memanglah harus dilakukan kerja sama dari segala elemen. tidak hanya dari guru saja namun dari petingginya juga.

    ReplyDelete
  32. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Selalu ada banyak harapan dalam mewujudkan pendidikan yang baik bagi bangsa ini. Namun, dalam mengimplementasikannya, terasa sulit apalagi jika harus berkiblat atau meniru sistem pendidikan di luar negeri. Sistem pendidikan di luar negeri memang dipandang baik jika dibandingkan dengan sistem pendidikan di negara ini. Sebelum menirunya, mari lihat bersama-sama terlebih dahulu. Apakah kita mampu menciptakan suasana belajar di kelas di mana siswa aktif dan guru hanya berperan sebagai fasilitator saja jika nyatanya di negara ini, siswa yang datang di kelas hanya demi memenuhi daftar hadir saja dan guru yang masih harus menyuapi mereka dengan materi pelajaran? Terdapat banyak perbedaan jika mesti dibandingkan dengan negara luar yang siswa dan gurunya sama-sama merasa berkewajiban menjalankan tugasnya masing-masing. Maka dari itu, pendidikan karakter dirasa sangat perlu diterapkan sejak dini sehingga dapat menciptakan manusia yang sadar akan kewajibannya serta dapat menjalankan dengan sebaik-baiknya dan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  33. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran atau yang biasa kita singkat dengan RPP menurut saya itu hal yang penting dan mutlak bagi seorang pendidik untuk mampu merancangnya. Karena dari RPP tersebut menggambarkan pembelajaan seperti apa yang bakal kita terapkan di dalam kelas. Dari hasil observasi PLT baik informasi dari rekan-rekan dan saya sendiri, kebanyakan dari pendidik jarang sekali yang membuat rancangan pembelajaran jadi, tidak jarang yang sering kali menyimpang dari silabus yang ada. Sebagai seorang guru, apa lagi dengan sekarang dituntut untuk mampu membuat perangkat pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswanya seharusnya tidak malas walopun dengan alasan rutinitas yang padat dan hampir tidak ada waktu untuk istirahat. Asalkan dengan niat dan ikhlas bahwa apa yang dilakukan dan diusahakan demi menghasilkan proses dan hasil belajar yang baik.

    ReplyDelete
  34. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Sampai saat ini, saya belum memiliki pengalaman mengajar di sekolah. Akan tetapi, dari pengalaman pembelajaran mikro, membuat RPP bukanlah hal yang mudah karena selain harus mengerti seluk-beluk materi yang akan diajarkan, pendidik harus merancang aktivitas bagi siswa yang dapat menunjang pembangunan pengetahuan. Selain itu, dalam merancang pembelajaran, pendidik juga dituntut untuk menyelenggarakan pembelajaran yang bervariasi mulai dari soal-soal latihannya, komunikasinya, media pembelajarannya, dsb. Jam terbang menjadi salah satu faktor yang dapat menjadikan seseorang menjadi expert, termasuk menjadi guru yang expert. Namun, jika bergantung pada jam terbang saja sepertinya membutuhkan penantian yang sangat lama. Maka dari itu, untuk mengatasinya, menurut saya salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengikuti forum sharing guru. Dalam forum tersebut sangat mungkin terjadi pertukaran pikiran dari guru-guru baru dan guru-guru senior untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam kelas.

    ReplyDelete
  35. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Dari cuplikan cerita yang diberikan Ibu Isna Farida saya dapat mengambil mengetahui kondisi pembelajaran sebenarnya di lapangan. Menjadi guru bukanlah hal yang mudah. Guru harus bisa membagi waktu untuk membuat rancangan kegiatan pembelajaran serta berbagai variasi mengajar. Bahkan dengan adanya perubahan kurikulum saat ini, guru masih merasa kewalahan dan memilih menggunakan metode lama yaitu ceramah. Sebagai guru nantinya, kita harus bersikap optimis agar tujuan pendidikan nasional Indonesia dapat tercapai sesuai yang diharapkan.

    ReplyDelete