Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 66: Tangisan dan Nyanyian Para Filsuf



Ass, kepada semua Pembaca yang budiman,

Apa, bilamana dan bagaimana Tangisan dan Nyanyian Para Filsuf?

Selamat menjawab, semoga bermanfaat.

Amin

7 comments:

  1. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Manusia menangis itu karena beberapa hal. Bisa saja menangis karena bahagia atau bahkan menangis karena sedang bersedih. Ketika sedih kita bisa saja bernyanyi untuk meluapkan perasaan, tetapi ketika senang kadang kita juga meyanyi. Jadi tangisan dan nyanyian itu relatif, sama-sama dapat berarti senang atau sedih. Sehingga senang dan sedih, baik dan buruk, mengenai reduksi dan determinis. Baik dan buruk akan tentu saja dapat berdampak pada diri kita masing-masing, jadi tergantung dari bagaimana kita menyikapi ketika kita mengalami hal yang baik dan yang buruk. Karena di dalam hidup ini terkadang setiap yang kita harapkan semua belum tentu sesuia dengan yang diinginkan. Demikian halnya mungkin dengan para filsuf karena harapannya itu orang-orang belajar filsafat dengan ikhlas, tetapi kenyatannya masih banyak yang mempelajarinya tidak dengan ikhlas yaitu hanya setengah-setengah. Karena memang filsafat tidak bisa secara instan.

    ReplyDelete
  2. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Para filsuf menangis ketika kita tidak mampu memahami pemikiran mereka dengan benar dan para filsuf menyanyi ketika kita mampu memahami pemikiran mereka dengan benar. Untuk dapat memahami pemikiran para filsuf kita perlu mengkajinya secara intensif dan ekstensif. Kita juga perlu mempelajari segala yang ada dan yang mungkin ada. Selain itu kita juga harus merefleksikan apa yang telah kita pelajari dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  3. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Nyanyian identik dengan suatu hal bernada positif, sedangkan tangisan identik dengan suatu hal bernada negatif. Nyanyian para filsuf muncul pada saat menggunakan olah pikir untuk berfilsafat. Sedangkan tangisan para filsuf muncul ketika pemikiran-pemikiran mereka tidak dihargai perbedaannya antara satu filsuf dengan filsuf lainnya.

    ReplyDelete
  4. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Tangisan dan Nyanyian adalah dua hal yang berbeda namun bisa saja diartikan bahwa tangisannya merupakan sebuah nyanyian dan nyayiannya adalah tangisan itu sendiri. Filsuf-Filsuf yang lahir dengan aliran-aliran baik yang sama dan yang berbeda begitu banyak. Filsuf mengkaji berbagai ilmu dan pengetahuan untuk melahirkan sebuah aliran atau pemikiran namun masa dulu sampai kontemporer pasti melahirkan tangisan dan nyanyian.
    Tangisannya filsuf yang paling menggema adalah ketika orang-orang mempelajari Filsafat dan letakkan di atas spiritual. Ketika tidak menyadari dan mengakui ilmu atau temuan sebelumnya. ketika Filsafat dijadikan alat untuk menjadi powernow dan menguasai dunia. dan Terpenting adalah ketika manusia tidak tahu tidak ingin tahu filsafat yang ada pada dirinya.
    Nyanyian Filsuf adalah ketika Filsafat dijadikan sebuah jambatan menuju rasa syukur akan Kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dan hal-hal kontradiksi dari pernyataan tangisannya.

    ReplyDelete
  5. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Dalam belajar filsafat yang kita pelajari adalah para filsfuf. Seorang filsuf menangis ketika kita yang mempelajari filsafat menjadi seorang yang menggunakan filsafat dalam ruang dan waktu yang dalah. Seperti menjadi determinis dan reduksionis dalam ruang dan waktu yang salah. Yaitu ketika kita memberikan komentar-komentas blog ini tetapi kita membuat pernyataan hanya dengan mereduksi pikiran para filsuf. Seorang filsuf bernyanyi ketika kita yang mempelajari filsafat dapat menggunakan filsafat sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  6. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Tangisan dan nyanyian merupakan dua hal yang bertolak belakang, namun dapat terjadi secara bersamaan. Para filsuf akan menangis ketika kita tidak berfilsafat atau befilsafat tetapi tidak ikhlas, terlalu banyak menggunakan reduksi dalam berfilsafat, menjadi determinis, berfilsafat dengan tidak komprehensif, serta tidak paham dengan ruang dan waktu. Sementara itu, para filsuf akan bernyanyi ketika kita mau berusaha untuk berfilsafat

    ReplyDelete
  7. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi diatas, ternyata tentang tangisan dan nyanyian para filsuf tentu memiliki suatu maksud untuk para pembacanya namun tidak semua pembaca satu pemahaman dan satu pemikiran dengan para filsuf tersebut, terdapat pro dan kontradiksi antara pembaca dengan para filsuf.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete