Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 55: Tentang Tes Filsafat 1

Oleh Marsigit

Mahasiswa:
Maaf Pak saya ingin bertanya lagi perihal Pertanyaan-pertanyaan Bapak pada Tes Jawab Singkat.



Marsigit:
Silahkan

Mahasiswa:
Pertanyaan saya berasal dari pertanyaan Bapak. Jadi pertanyaan Bapak saya kembalikanke Bapak, untuk saya mohonkan jawaban Bapak.

Marsigit:
Silahkan

Mahasiswa:
Apa makna filsafat dari Lingkaran yang jari-jarinya tak terhingga?

Marsigit:
Jika Lingkaranjari-jarinya tak berhingga, maka Pusatnya ada di mana-mana. Itulah bahasa analog sebagai alat agar kita mampu memahami kekuasaanTuhan yang Tak Berhingga, sehingga Tuhan yang Esa, walaupun satu tetapi berada di mana-mana.

Mahasiswa:
Menurut Bapak, Filsafat menggunakan Bahasa Analog. Apakah Bahasa Analog itu pak?

Marsigit:
Bahasa Analog itu lebih dari sekedar Bahasa Kiasan. Kant mengatakan bahwa jika engkau ingin mengetahui Dunia, maka tengoklahke dalam pikiranmu, karena Dunia itu persis seperti apa yang engkau pikirkan. Artinya Kant menggunakan analogi Dunia sebagai Pikiran.

Mahasiswa:
Bagaimana cara mempelajari Filsafat secara cepat dan efektif pak?

Marsigit:
Tiadalah ada cara mempelajari Filsafat secara instan. Satu-satunya cara adalah baca..baca..dan bacalah..

Mahasiswa:
Apakah filsafat yang obyeknya di luar pikiran?

Marsigit:
Realisme

Mahasiswa:
Apakah filsafat yang obyeknya di dalam pikiran?

Marsigit:
Idealisme

Mahasiswa:
Apakah filsafat yang dibangun berdasarkan rasio?

Marsigit:
Rasionalisme

Mahasiswa:
Apakah filsafat yang dibangun di atas pengalaman?

Marsigit:
Empirisisme

Mahasiswa:
Apakah filsafat dimana nilai kebenarannya bersifat mutlak?

Marsigit:
Absolutisme

Mahasiswa:
Apakah filsafat dengan nilai kebenaran koheren?

Marsigit:
Koherentisme

Mahasiswa:
Apakah filsafat dengan obyek benda-benda alam?

Marsigit:
Filsafat alam atau Naturalisme

Mahasiswa:
Apakah filsafat yang berlandaskan keraguan?

Marsigit:
Skeptisisme

Mahasiswa:
Apakah filsafat yang mempelajari logika para Dewa?

Marsigit:
Transendentalisme

Mahasiswa:
Apakah filsafat dimana hakekatnya adalah materi?

Marsigit:
Materialisme

Mahasiswa:
Apakah filsafat yang mengatasi segala ramalan dan prakiraan?

Marsigit:
Teleologi

Mahasiswa
Apakah nama lain Filsafat Bahasa?

Marsigit:
Analitik

Mahasiswa:
Apakah filsafat pertama?

Marsigit:
Filsafat Alam

Mahasiswa:
Hidup adalah pilihan, apakah filsafatnya?

Marsigit:
Reduksionisme

Mahasiswa:
Apakah filsafat yang kebenarannya berdasar asas manfaat?

Marsigit:
Utilitarian

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya yang hanya mengejar kenikmatan dunia?

Marsigit:
Hedonism

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya yang dibangun berdasarkan asas Permodalan?

Marsigit:
Kapitalisme

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya yang berdasarkan criteria diri?

Marsigit:
Individualtisme

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya yang kebenarannya memerlukan konfirmasi orang lain?

Marsigit:
Obyektivisme

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya yang menggunakan permulaan?

Marsigit:
Foundationalisme

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya yang tidak menggunakan permulaan?

Marsigit:
Intuitionisme

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya yang tidak mau berhenti?

Marsigit:
Infinite regress

Mahasiswa:
Siapakah Kausa Prima itu?

Marsigit:
Tuhan

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya dari khusus menuju umum

Marsigit:
Induktionisme

Mahasiswa:
Apakah filsafat yang berkaitan dengan ketiadaan?

Marsigit:
Nihilisme

Mahasiswa:
Apakah filsafat dimana yang ada adalah “satu”

Marsigit:
Monism

Mahasiswa:
Apakah filsafat dimana yang ada adalah “dua”

Marsigit:
Dualisme

Mahasiswaa:
Apakah filsafat dimana yang ada adalah “banyak”

Marsigit:
Pluralisme

Mahasiswa:
Terimakasih Pak

Marsigit:
Terimakasih kembali. Mohon dicatat, jawaban-jawabanku itu tidak untuk dihafalkan, tetapi untuk dimengerti. Tetapi dimengerti saja juga tidak cukup, melainkan dihayati. Tetapi dihayati saja juga tidak cukup melainkan juga diperbincangkan. Tetapi diperbincangkan juga tidak cukup melainkan dihidupkan.

Mahasiswa:
Lho kenapa Pak pakai dihidupkan segala?

Marsigit:
Karena filsafat tidak lain tidak bukan adalah dirimu.

Mahasiswa:
Maksudnya?

Marsigit:
Otoritarian, Demokratis, Absolutis, Relatif, Pluralis,…dst ..adalah dirimu dan diriku juga.

Mahasiswa:
Terimakasih pak.

Marsigit:
Terimakasih kembali. Semoga buahmu semakin banyak. Amin

Mahasiswa:
Lho buah yang mana Pak?

Marsigit:
Jawaban filsafatmu itulah buah filsafatmu, yaitu buah dari membaca.

Mahasiswa:
O begitu, terimakasih Pak.

Marsigit:
Amin.

27 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Belajar dapat dilakukan dengan berbagai metode. Begitu pula dengan filsafat. Filsafat mengajak kita terus berpikir kritis. Memikirkan apapun yang ada dan mungkin ada dalam diri kita. Belajar filsafat tidak hanya mengkaji secara instan tetapi perlu dihapal, dihayati, diperbincangkan, dan dihidupkan. Jawaban yang tidak pernah saya temukan sebelumnya, dengan belajar filsafat kita berpikir tidak hanya tertuju pada satu teori saja, tetapi hasil pemikiran dari beberapa teori.

    ReplyDelete
  2. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    dalam berfilsafat objek yang dikaji memang banyak adanya. maka dari itu bapak menugaskan pada kita untuk membaca lebih banyak dan membaca dengan ikhlas. dalam artikel ini menjelaskan bahwa si mahasiswa sebenarnya bisa saja memahami apa itu filsafat dengan membaca lebih banyak, tapi karena keinginannya untuk selalu mengetahui dengan instan tanpa adanya usaha hanya membuatnya menyusahkan dirinya sendiri. maka dari itu, baca dan komenlah dengan ikhlas sebagaimana yang selalu bapak pesankan.

    ReplyDelete
  3. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ada berbagai cara untuk dapat memahami sesuatu. Dengan praktek langsunglah biasanya kita akan lebih memahami. Pada proses untuk memahami filsafat dapat dilakukan dengan banyak membaca dan meningkatkan kualitas diri. Usaha yang diterapkan dalam memahmi filsafat ertujuan guna mengikhlaskan diri untuks elalu belajar dengan cara banyak berfikir, banyak membaca dan juga banyak menulis

    ReplyDelete
  4. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Belajar filsafat ilmu memang tidak cukup dengan menghafal saja, namun belajar filsafat itu dengan membangun filsafat kita sendiri. Secara tidak langsung dengan membaca elegi-elegi serta artikel-artikel dalam blog ini bisa membantu kita untuk membangun filsafat kita sendiri. Setelah kita membangunnya secara perlahan-ahan, kemudian kita bisa menerapkan pada kehidupan sehari-hari serta merefleksikan kedalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari elegi-elegi sebelumnya dijelaskan bahwa untuk mempelajari filsafat kita tidak boleh setengah-setengah, kita harus mempelajarinya secara menyeluruh karena apabila kita mempelajarinya setengah-tengah bisa jadi filsafat yang kita bangun sendiri menjadikan kita sesat. Ada banyak aliran-aliran dalam filsafat sesuai dengan objek yang masing-masing dikaji. Aliran-aliran tersebut tidak hanya untuk dibaca tetapi lebih dalam untuk dipahami, dihayati sehingga pemikiran-pemikiran tersebut dapat kita refleksikan untuk memberikan kontribusi dalam masyarakat. Dan untuk memahaminya adalah satu-satunya jalan dengan membaca, membaca, dan membaca.

    ReplyDelete
  6. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam mengahadapi sebuah tes membutuhkan persiapan. Persiapan tersebut dilakukan dengan membaca, membaca dan membaca materi yang akan diujikan. Membaca sambil berpikir secara mendasar tentang suatu masalah sampai pada masalah yang paling mendasar.

    ReplyDelete
  7. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Saya tertarik dengan pertanyaan yang menyatakan bahwa bagaimana kita dapat belajar filsafat dengan tepat? memang hanya dengan membaca membaca membaca karya seorang filusuf tersebut maka kita dapat belajar filsafat dengan efektif. dan ingat dibutuhkan niat dan keikhlasan dalam mempelajarinya/membacanya sehingga akan terasa mengena dan hasilnya pun memuaskan.

    ReplyDelete
  8. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Filsafat itu adalah diri kita sendiri, muncul dari semua pemikiran kita tentang segala yang ada dan yang mungkin ada. Namun semua pemikiran itu tidak sebatas pada pikiran kita saja tetapi juga harus dimengerti, dihayati, diperbincangkan dan dihidupkan. Hal ini berarti segala bentuk filsafat yang telah kita pelajari yang berkaitan dengan diri kita dan kehidupan kita sehari-hari hendaknya dapat menjadi bahan refleksi sehingga dapat kita amalkan dan wujudnyatakan dalam kehidupan kita sehari-hari.

    ReplyDelete
  9. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Saya setuju dengan kalimat Bapak bahwa jawaban-jawaban mengenai filsafat di atas tak perlu dihafal melainkan dimengerti, dihayati, uga diperbincangkan dab kemudian dihidupkan. Saya memahami kesulitan saya belajar filsafat selama ini adalah karena saya menganggap filsafat itu berada jauh antah-berantah dalam awang-awang para filsuf di sana sehingga tak mungkin saya menggapainya. Setelah memperoleh kuliah Bapak, saya tersadar bahwa sayalah filsafat saya sendiri. Jawaban dari pertanyaan jawab singkat yang sering dilakukan dalam kelas bukanlah inti dari pembelajaran filsafat. Intinya adalah bagaimana kita mencoba untuk mengerti jawaban-jawaban tersebut, kemudian menghayatinya dalam proses refleksi diri. Ketika masih sulit mengerti, maka kita dapat memperbincangkannya, menanyakannya kembali, hingga saat kita sudah sedikit mengerti, kita bisa menghidupkannya dalam kehidupan kita masing-masing.
    Terimakasih Pak atas sarana belajar filsafat yang sungguh membuat kami belajar banyak dari sekedar jawaban singkat, tetapi refleksi diri yang mendalam, bahkan bagaimana kami menghidupinya.

    ReplyDelete
  10. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Dalam belajar filsafat banyak istilah yang berakhiran dengan “isme”. Berdasarkan perkuliahan filsafat dengan Prof.Marsigit “isme” berarti pusat. Berbicara tentang pusat maka harus berhati-hati karena Tuhan ada. Tuhan itu tunggal tetapi ada dimana-mana berdasarkan dengan analogi pada bacaan.
    Saya setuju bahwa belajar filsafat bukan hanya sekedar menghafal saja karena belajar filsafat adalah tentang hidup dan kehidupan. Belajar pula dalam mengetahui batas antara pikiran dan hati. Sehingga dapat mengontrol segala tindakan yang dilakukan agar sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  11. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu ilmu yang telah diberikan
    Pertama, lewat postingan ini saya mengetahui bahwa pendapat dan refleksi saya terkait postingan yang berjudul lingkaran dengan jari-jari tak berhingga kuranglah tepat. Ternyata makna sesungguhnya adalah seperti yang dijelaskan pada postingan ini, bahwa lingkaran dengan jari-jari tak terhingga adalah analogi dari kekuasaan Tuhan yang tak berhingga.
    Kedua, postingan ini benar-benar memberikan banyak ilmu pengetahuan bagi saya. Jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan. Bukan bermaksut untuk menghafalkan, tapi saya harus membacanya berulang-ulang, agar nantinya saya mampu untuk menghidupkan.
    Untuk menghidupkan, saya masih benar-benar belajar bagaimana caranya. Filsafat, belajar filsafat, baru beberapa minggu ini saya berusaha belajar filsafat dengan lebih intensif. Maksut saya, baru beberapa minggu ini saya menaruh perhatian besar pada pembelajaran filsafat. Dahulu, sebelum memperoleh mata kuliah Filsafat Ilmu saat ini, cara saya belajar filsafat barulah pada tahapan kuliat luar bagian terluar, yaitu baru belajar dengan membaca buku sebagai sumber pengetahuan utama. Dan ternyata belajar filsafat ibarat membangun rumah, pondasi yang bagus tidaklah didapat dari satu material saja, harus menggunakan penggabungan beberapa material. Terimakasih Prof, sekali lagi saya benar-benar mendapatkan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  12. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dalam belajar filsafat, begitu banyak istilah yang kita dapatkan. Istilah istilah ini, tentunya bukan untuk dibaca, didengar, dan dihapalkan saja. Banyak istilah dalam filsafat yang sesuai dengan kegiatan kita dalam kehidupan sehari-har. Oleh sebab itu, harapan dari pembelajaran filsafat yaitu kita nantinya dapat menerapkan dalam kehidupan, dapat menghidupkannya dalam kegiatan kita sehari-hari. Agar tetap melekat di hati dan pikiran kita. Semoga ini semua dapat menjadi manfaat yang berarti dari diri kita.

    ReplyDelete
  13. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Baca, baca dan baca itu lah yang terus bapak pesankan kepada kami untuk mempelajari filsafat. Dan saya juga cukup merasakn efek dari apa yang bapak pesankan tersbut, perlahan-perlahan saya yang semula tidak tahu menjadi tahu tentang dasar-dasar ilmu filsafat itu apa. Setalah membaca dari apa yang bapak sampaikan, bahwa jangn hanya sekedar tahu dan janagn hanya saja sekedar dimengerti tetapi juga dihayati, dan diperbincangkan agar tetap konsisten dalm mengingat dan harus tetap dihidupkan agar mejadi filsafat pada diri kita. Karena sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu sendiri.

    ReplyDelete
  14. Gamarina Isti Ratnasari
    Pendidikan Matematika Kelas B (Pasca)
    17709251036

    Membaca merupakan satu kata yang mudah diucapkan tapi menurut saya hal tersebut termasuk susah untuk dilakukan dengan ikhlas. Apabila seseorang ikhlas dalam membaca maka ilmu yang diperoleh tersbeut akan menjadikan sesuatu yang bermanfaat darinya. Mungkin saja orang tersbeu dapat menjadi filsof dan dapat mengungkapkan suatu definisi dengan hasil pemikirannya sndiri. Tentu saja hal ini tidak mudah apabila referensi yang dibaca sedikit dan ilmu yang dipelajari juga terbatas. Oleh karena itu hal ini juga menjadi cambuk bagi saya untuk menjadi pribadi yang suka membaca, agar ilmu saya juga bertambah dan semakin mudah dalam mendefinisikan sesuatu.

    ReplyDelete
  15. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Belajar filsafat tidak hanya sekedar belajar untuk menghafal dan mengetahui istilah-istilah yang ada dalam filsafat, akan tetapi bagaimana kita mampu berpikir secara mendalam dan luas setelah belajar filsafat. Kami menyadari bahwa ilmu filsafat harus dipelajarai, dipahami, dikembangkan dan dihidup-hidupkan karena hidup kami adalah filsafat kami. Otoritarianisme, Rasionalisme, Absolitisme, Relativisme, Empirisme, dst ada dalam diri kami sendiri dan kesemua hal tersebut lah membentuk pola pikir dan pribadi kami.

    ReplyDelete
  16. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Tidak ada cara untuk mempelajari filsafat secara instan. Filsafat adalah olah pikir kita, apabila kita mampu berpikir kritis maka kita akan berfilsafat, dan untuk dapat berpikir kritis maka kita perlu membaca, membaca seluruh pikiran filsuf, dan membacapun tidak sekedar membaca namun juga dimengerti kemudian di hayati, diperbincangkan dan selanjutnya dihidupkan

    ReplyDelete
  17. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Filsafat itu berhemeutika yaitu menghubungkan semua yang ada di dunia ini. Maka filsafat itu sebenarnya juga menuntut kita untuk berfikir secara kritis, oleh karena itu pemikiran yang baik itu adalah pemikiran yang memperhatikan ruang dan waktu. Yang awalnya mengira tidak ada hubungannya dengan kehidupan di dunia ini ternyata filsafat erat hubungannya dengan kehidupan di dunia ini. Dimana dengan berfilsafat kita akan mengetahui dan meghargai adanya perbedaan-perbedaan yang ada dan menjadikan perbedaan sesuatu untuk saling melengkapi manusia satu dan yang lain, dimana dengan berfilsafat kita menjadi paham dan bisa menyesuaikan tentang ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  18. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dengan adanya tes singkat ini, mahasiswa menjadi termotivasi untuk terus-terus membaca dari berbagai sumber, berusaha memahami kata-kata baru yang sebelumnya asing, dan berusaha membuka beberapa sumber yang memuat kata-kata yang sedang kita cari. Dengan begitu belajar filsafat seperti belajar secara menyeluruh tentang seluk beluk kehidupan diri kita, sehingga kita mampu memahami siapa sebenarnya diri kita.

    ReplyDelete
  19. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Tes jawab singkat sebagai refleksi untuk melihat kemampuan kita dalam memahami perkuliahan filsafat. Meski awalnya bingung akan tetapi sedikit demi sedikit kita paham bagaimana belajar filsafat. Filsafat adalah olah pikir. Dan dengan membaca membaca dan membaca pengetahuan kita akan bertambah sehingga olah pikir kita akan lebih baik. Dan belajar memahami pikiran orang lain pun akan menambah proses olah pikir kita.

    ReplyDelete
  20. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Dalam mempelajari sesuatu tidak ada yang instan. Bahkan ketika belajar sepeda, kita harus jatuh bangun untuk dapat mengayuh kencang. Maka begitu pula dalam filsafat, tidak ada yang instan. Ketika kita mempelajari filsafat, kita harus berusaha setahap demi setahap. Kita harus membaca dan terus membaca. Maka ketika kita memperoleh nilai jelek dalam tes filsafat, artinya kita harus terus membaca dan membaca. Dengan terus membaca, dan membaca disertai pikiran kritis dan hati yang ikhlas, InsyaAllah kita akan dapat mengambil kebaikan dari apa yang kita pelajari.

    ReplyDelete
  21. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Teknis belajar filsafat secara sederhana hampir sama dengan belajar ilmu-ilmu lain yakni melalui membaca, mengkaji, mendiskusikan, membedah, menulis serta menyampaikan ulang apa yang sudah dipelajari melalui forum-forum ilimiah baik melalui perkuliahan, seminar, diskusi panel dan lain sebagainya. Jika kita punya media pembelajaran yang lengkap maka kita bisa menggunakan dunia maya sebagai media untuk melakukan hal-hal teknis di atas, kita juga bisa menggunakan media elektronik lainnya untuk mengkonkritkan hal-hal teknis di atas. Hal-hal teknis ini harus menjadi tradisi karena kelihatannya sepele namun akan berdampak bagi pengetahuan kita tentang filsafat.

    ReplyDelete
  22. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Dampak dari belajar filsafat sebenarnya tercermin dalam perilaku kita sehari-hari, apakah dengan belajar filsafat manusia semakin bijaksana. Paska belajar filsafat secara tuntas adakah berimplikasi bagi kecintaan manusia terhadap tuhan, sesama manusia maupun alam. Orang berfilsafat seyogyanya menjadi pencinta sejati serta senantiasa menyadari makna di balik segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupannya.

    ReplyDelete
  23. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari tanya jawab filsafat 1 diatas, dapat saya simpulkan bahwa dalam mempelajari filsfat tidak serta merta menghafal namun, filsafat diperoleh melalui membaca, membaca dan terus membaca. oleh karena itu sebagai manusia yang memegang kendali terhadap kesemuanya itu yang tidak absolute karena absolute adalah milik yang Kuasa maka dalam menjalani kehidupannya seraya menjalani kehidupan berfilsafatnya.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  24. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Hidup adalah hermenetika. Dimana kita mempelajari mensistesiskan apa-apa yang kita ketahui dengan pemikiran-pemikiran kita selanjutnya, sebagaimana kita yang kemarin berbeda dengan kita yang sekarang karena hidup seseorang terus berubah. Dimana dalam hidup kita penuh dengan kerelatifan karena keterbatasan dalam diri kita, dimana sifat relatif ini tergantung dari ilmu yang kita dapatkan salah satunya melalui membaca dan menghidupkan bacaan kita.

    ReplyDelete
  25. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Filsafat merupakan kehidupan itu sendiri, dan lebih luas dari apa yang kita pikirkan, karena meliputi dari yang ada dan yang mungkin ada. Mencakup semua hal yang kadang sangat tidak terpikirkan dalam keseharian.

    ReplyDelete
  26. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Tanya jawab tentang tes jawab singkat di atas, berpikir secara filsafat adalah dengan memahami bukan menghafal, karena pada nyatanya jawaban yang sama memiliki banyak cara untuk mengutarakan pertanyaannya begitulah filsafat. Namun bila mampu menangkap clue serta pokok pikiran dari setiap pertanyaan itulah yang dimaksud dengan belajar yang tidak hanya dimengerti akan tetapi dikatakan menghayati yang dipelajari.

    ReplyDelete
  27. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Banyak cara yang dapat digunakan dalam memahami sesuatu. Namun dengan praktik langsunglah biasanya kita akan lebih memahami. Pada perjalannya, untuk memahami filsafat dapat dilakukan dengan banyak membaca dan memperbaiki diri. Bentuk-bentuk yang diterapkan dalam usaha memahami filsafat ini bertujuan guna mengikhlaskan diri untuk selalu belajar dengan cara banyak membaca, banyak berfikir dan banyak menulis.

    ReplyDelete