Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 56: Tentang Tes Filsafat 2




Oleh Marsigit

Mahasiswa:
Masih ingin meneruskan ni Pak?



Marsigit:
Boleh

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, orang yang hobinya menentukan nasib orang lain?

Marsigit:
Determinisme

Mahasiswa:
Apakah determinisme itu Pak?

Marsigit:
To determineadalah menentukan.

Mahasiswa:
Kalau begitu menurutku orang yang paling berbahaya adalah Determinist, Pak?

Marsigit:
Saya setuju, orang paling berbahaya adalah diriku yang Determinist ekstrim.

Mahasiswa:
Kapan dan bagaimana diriku disebut Kapitalis Pak?

Marsigit:
Misal orang tua anda memberi khabar sedang datang menjenguk anda , dansudah sampai di terminal Bus, minta anda untuk menjemputnya. Kemudian anda mengatakan agar orang tua anda menunggu sampai 2 jam, karena anda sedang ada urusan bisnis. Jika anda tinggalkan urusan bisnis maka anda akan mengalami kerugian. Sikap demikian itu adalah contohnya sikap Kapitalis.

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, yang dibangun berdasarkan Aksioma, Definisi dan Theorema?

Marsigit:
Formalis

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, yang menghasilkan Ilmu sintetik a priori?

Marsigit:
Criticism

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya jika yang ada adalah bangunan-bangunan?

Marsigit:
Strukturalis

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya jika yang ada adalah tanda-tanda?

Marsigit:
Simbolisme atau Semiotik

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, jika yang ada adalah pembeda?

Marsigit:
Categoricism

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, jika kesalahan dianggap ada dan bermanfaat sebagai nilai pedagogis?

Marsigit:
Fallibism

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, jika yang ada adalah kegiatan membangun pengetahuan di dalam pikiranku?

Marsigit:
Constructivism

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, jika ilmu dipandang sebagai kegiatan social?

Marsigit:
Socio-constructivism

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, jika yang benar itu relative?

Marsigit:
Relativisme

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, jika yang ada adalah perubahan tingkah laku?

Marsigit:
Behaviorisme

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, jika perilaku manusia itu un predictableatau sulit diduga?

Marsigit:
Hologram

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, pada abad ke 18?

Marsigit:
Modern

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya pada abad sekarang?

Marsigit:
Kontemporer atau Powernow atau Pos pos Modern

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, menghalalkan segala macam cara?

Marsigit:
Macheviavelian

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, Pancasila itu?

Marsigit:
Monodualisme

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, ingin berkuasa secara mutlak?

Marsigit:
Totalitarian

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, berpikir partial kesukuan?

Marsigit:
Sektarianisme

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, berserah 100 % kepada nasib?

Marsigit:
Fatalisme

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, mengandalkan 100% kepada nasib itu?

Marsigit:
Vitalisme

Mahasiswa:
Pak, ada yang protes kenapa Bapak mengatakan bahwa Ontologi itu obyek Filsafat?

Marsigit:
Obyek filsafat itu meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada, termasuk filsafat itu sendiri?

Mahasiswa:
Terimakasih Pak, atas penjelasan soal-soal Ujian Jawaban Singkat.

Marsigit:
Saya prihatin.

Mahasiswa:
Lho kenapa Bapak prihatin.

Marsigit:
Terlalu berbahaya memberikan penjelasan filsafat secara singkat, karena yang demikian itu berarti aku telah melakukan Reduksi yang luar biasa. Maka sebetulnya jawaban-jawabanku itu masih memerlukan penjelasan-penjelasan.

Mahasiswa:
Kalau begitu aku mohon penjelasannya Pak.

Marsigit:
Kalau tadi aku prihatin, sekarang aku ingin menangis.

Mahasiswa:
Lho kenapa sekarang Bapak ingin menangis?

Marsigit:
Menangisi sikapmu yang maunya serba instant. Berartiaku telah gagal mengahantarkan filsafat.

Mahasiswa:
Lho maunya Bapak saya harus bagaimana?

Marsigit:
Kalau tadi saya menangis, sekarang saya hamper pingsan.

Mahasiswa:
Lho kenapa Bapak hampir pingsan?

Marsigit:
Menyaksikan ulahmu. Sudah maunya serba instant, tidak mengerti sindiran, pura-pura bertanya lagi.

Mahasiswa:
Oh maaf Pak..maaf. Sebetulnya saya sadar dan tahu. Tetapi karena kesulitan teknis kurang membaca, maka sikap saya menjadi demikian. Saya sebetulnya mengetahui bahwa sebenar-benar Filsafat itu adalah diriku sendiri. Itu yang Bapak ajarkan.

Marsigit:
Sekarang saya harus bangkit, untuk menginatkan diriku bahwa telah merasa tahu dan jelas itu adalah manusia yang paling bodhoh di dunia.

Mahasiswa:
Oh maafkan Bapak..maafkan. saya telah berlaku demikian.

Marsigit:
Semoga kita selalumemperoleh kecerdasan hati dan pikir. Amin

Mahasiswa:
Amin Pak, terimakasih.

7 comments:

  1. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Di dalam belajar filsafat pasti muncul pertanyaan-pertanyaan di dalam pikiran kita. karena hakekat seseorang berpikir adalah dengan munculnya pertanyaan di dalam pikiran kita. jika pertanyaan-pertanyaan filsafat dijawab dengan singkat maka itu adalah salah. Filsafat itu ilmu yan tidak bisa dipelajari secara instan. Juga tidak tepat apabila dijawab hanya dengan simbolisasi saja. Jika pertanyaan filsafat benar-benar butuh dijawab maka jawabannya tak akan habis sampai pergantian masa jabatan presiden. Memberikan penjelasan filsafat secara singkat itu berbahaya karea yang demikian itu berarti telah melakukan reduksi yang luar biasa. Maka sebenar-benar jawaban dari pertanyaan filsafat itu membutuhan penjelasan.
    Filsafat tidak dapat dipelajari secara instan. Satu-satunya cara adalah dengan yterus membaca. Yang dibaca adalah sumber-sumber yang berupa pemikiran-pemikiran para filsuf yang merentang dari waktu ke waktu. Pemikiran-pemikiran inilah yang nantinya menjadikan seseorang mampu berfilsafat. Oleh karena itu jika kita ingin belajar filsafat, maka kita harus mempelajari pemikiran beberapa filsuf dan bukan hanya pemikiran satu filsuf. Adalah omong kosong jika kita ingin mempelajari filsafat tetapi tidak mempelajari pemikiranpara filsuf. Jika dalam psesi tanya jawab mahasiswa masih mendapatkan nilai rendah bahkan nol berarti tandanya mahasiswa tersebut masih kurang ilmunya. Dengan kata lain masih harus lebih banyak membaca dan membaca.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Saya memahami bahwa banyak orang di zaman ini yang menginginkan hal-hal instan. Selesai diberikan jawaban, minta penjelasan, minta contoh aplikasi dalam kehidupan, bahkan jangan-jangan minta dinilai apakah hidupnya sudah bermakna. Waduh, kalau sudah begini sulit.
    Jika memahami bahwa "sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu sendiri" maka sadarlah kita bahwa penjelasan dan penerapan filsafat ada pada refleksi dirimu sendiri. Melalui proses berpikir dan berefleksi, kita diharapkan lebih memaknai kehidupan dan terus berproses karena proses hidup tak kan pernah selesai.

    ReplyDelete
  4. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Belajar filsafat tidak dapat secara instan. Belajar dengan berproses. Proses itu akan terjadi ketika ada usaha dan kerja keras untuk memperoleh pengetahuan. Ternyata belajar filsafat tidak hanya tentang mengerti akan istilah-istilah yang berhubungan dengan filsafat, tetapi bagaimana dapat memaknainya sehingga dapat menentukan arah dan alur pikiran. Selain itu juga perlu untuk memahami pemikiran-pemikiran para filsuf serta memahami pula maknanya. Jadi perjalanan belajar filsafat saya sungguh masih panjang. Dan untuk melaluinya masih butuh kerja keras dan semangat untuk belajar dan membaca.

    ReplyDelete
  5. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu-ilmu yang telah dibagikan
    Melalui postingan di atas saya melihat bahwa belajar filsafat harus sedikit demi sedikit tapi bukanlah sepotong-sepotong. Sedikit demi sedikit bukan berarti delakukan secara singkat-singkat. Malah, sedikit demi sedikit itu prosesnya. Proses itu bisa jadi penjelasannya. Sedikit demi sedikit itu bisa jadi waktunya, jadi belajar filsafat dilakukan dengan jeda yang sedikit, atau bahkan jangan dikasih jeda. Bukankah belajar filsafat di mana saja dan kapan saja?
    Terimakasih sekali lagi saya ucapkan, benar-benar memotivasi diri saya

    ReplyDelete
  6. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dari postingan ini, bahwa filsafat itu adalah baca, baca, dan baca. Jika kita ingin belajar filsafat maka seharusnya kita perbanyak membaca. Dengan membaca maka wawasan kita akan menjadi luas, oleh sebab itu olah pikir kita pun akan menjadi matang. Dalam filsafat sesuatu tidak bisa dijelaskan secara singkat, dan instan. Karena sesungguhnya jika menjelaskan sesuatu dalam berfilsafat maka begitu banyak yang dapat dijelaskan. Untuk menjelaskan sesuatu itu maka olah pikir haruslah matang oleh sebab itu membaca adalah salah satu faktor yang harus dipenuhi. Semoga kita menjadi orang yang hobi membaca . Terimakasih

    ReplyDelete
  7. Gamarina Isti Ratnasari
    Pendidikan Matematika Kelas B (Pasca)
    17709251036

    Berfilsafat dapat diartikan dengan berfikir, berfikir dari suatu fenomena atau gejala. Saat sesuatu yang kita pelajari akan terjadi dua kemungkinana , kita hanya membaca saja tapi tidak memahami isi dari bacaan tersebut karena hanya syarat. Akan sangat berbeda apabila ilmu yang kita baca diiringi dengan keikhlasan untuk menggapai ilmu. Tentu saja mudah untuk kita dalam berfilsafat atau menggunakan pemikiran kita dalam berfilsafat.

    ReplyDelete