Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 56: Tentang Tes Filsafat 2




Oleh Marsigit

Mahasiswa:
Masih ingin meneruskan ni Pak?



Marsigit:
Boleh

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, orang yang hobinya menentukan nasib orang lain?

Marsigit:
Determinisme

Mahasiswa:
Apakah determinisme itu Pak?

Marsigit:
To determineadalah menentukan.

Mahasiswa:
Kalau begitu menurutku orang yang paling berbahaya adalah Determinist, Pak?

Marsigit:
Saya setuju, orang paling berbahaya adalah diriku yang Determinist ekstrim.

Mahasiswa:
Kapan dan bagaimana diriku disebut Kapitalis Pak?

Marsigit:
Misal orang tua anda memberi khabar sedang datang menjenguk anda , dansudah sampai di terminal Bus, minta anda untuk menjemputnya. Kemudian anda mengatakan agar orang tua anda menunggu sampai 2 jam, karena anda sedang ada urusan bisnis. Jika anda tinggalkan urusan bisnis maka anda akan mengalami kerugian. Sikap demikian itu adalah contohnya sikap Kapitalis.

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, yang dibangun berdasarkan Aksioma, Definisi dan Theorema?

Marsigit:
Formalis

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, yang menghasilkan Ilmu sintetik a priori?

Marsigit:
Criticism

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya jika yang ada adalah bangunan-bangunan?

Marsigit:
Strukturalis

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya jika yang ada adalah tanda-tanda?

Marsigit:
Simbolisme atau Semiotik

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, jika yang ada adalah pembeda?

Marsigit:
Categoricism

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, jika kesalahan dianggap ada dan bermanfaat sebagai nilai pedagogis?

Marsigit:
Fallibism

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, jika yang ada adalah kegiatan membangun pengetahuan di dalam pikiranku?

Marsigit:
Constructivism

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, jika ilmu dipandang sebagai kegiatan social?

Marsigit:
Socio-constructivism

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, jika yang benar itu relative?

Marsigit:
Relativisme

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, jika yang ada adalah perubahan tingkah laku?

Marsigit:
Behaviorisme

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, jika perilaku manusia itu un predictableatau sulit diduga?

Marsigit:
Hologram

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, pada abad ke 18?

Marsigit:
Modern

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya pada abad sekarang?

Marsigit:
Kontemporer atau Powernow atau Pos pos Modern

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, menghalalkan segala macam cara?

Marsigit:
Macheviavelian

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, Pancasila itu?

Marsigit:
Monodualisme

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, ingin berkuasa secara mutlak?

Marsigit:
Totalitarian

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, berpikir partial kesukuan?

Marsigit:
Sektarianisme

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, berserah 100 % kepada nasib?

Marsigit:
Fatalisme

Mahasiswa:
Apakah filsafatnya, mengandalkan 100% kepada nasib itu?

Marsigit:
Vitalisme

Mahasiswa:
Pak, ada yang protes kenapa Bapak mengatakan bahwa Ontologi itu obyek Filsafat?

Marsigit:
Obyek filsafat itu meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada, termasuk filsafat itu sendiri?

Mahasiswa:
Terimakasih Pak, atas penjelasan soal-soal Ujian Jawaban Singkat.

Marsigit:
Saya prihatin.

Mahasiswa:
Lho kenapa Bapak prihatin.

Marsigit:
Terlalu berbahaya memberikan penjelasan filsafat secara singkat, karena yang demikian itu berarti aku telah melakukan Reduksi yang luar biasa. Maka sebetulnya jawaban-jawabanku itu masih memerlukan penjelasan-penjelasan.

Mahasiswa:
Kalau begitu aku mohon penjelasannya Pak.

Marsigit:
Kalau tadi aku prihatin, sekarang aku ingin menangis.

Mahasiswa:
Lho kenapa sekarang Bapak ingin menangis?

Marsigit:
Menangisi sikapmu yang maunya serba instant. Berartiaku telah gagal mengahantarkan filsafat.

Mahasiswa:
Lho maunya Bapak saya harus bagaimana?

Marsigit:
Kalau tadi saya menangis, sekarang saya hamper pingsan.

Mahasiswa:
Lho kenapa Bapak hampir pingsan?

Marsigit:
Menyaksikan ulahmu. Sudah maunya serba instant, tidak mengerti sindiran, pura-pura bertanya lagi.

Mahasiswa:
Oh maaf Pak..maaf. Sebetulnya saya sadar dan tahu. Tetapi karena kesulitan teknis kurang membaca, maka sikap saya menjadi demikian. Saya sebetulnya mengetahui bahwa sebenar-benar Filsafat itu adalah diriku sendiri. Itu yang Bapak ajarkan.

Marsigit:
Sekarang saya harus bangkit, untuk menginatkan diriku bahwa telah merasa tahu dan jelas itu adalah manusia yang paling bodhoh di dunia.

Mahasiswa:
Oh maafkan Bapak..maafkan. saya telah berlaku demikian.

Marsigit:
Semoga kita selalumemperoleh kecerdasan hati dan pikir. Amin

Mahasiswa:
Amin Pak, terimakasih.

27 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Filsafat memiliki jangkauan yang luas meliputi berbagai bidang ilmu. Misalnya determinisme, kapitalis, formalis, criticism, dst. Filsafat ada dalam diri kita masing-masing. Ada kalanya kita menjadi kapitalis, kita juga bisa menjadi derterminis. Karena berfilsafat adalah proses belajar sepanjang hayat maka kita sebaiknya tidak berperilaku sombong terhadap apa yang sudah kita ketahui. Semoga kita dapat terhindar dari sikap sombong dan bisa memperoleh kecerdasan hati serta pikiran.

    ReplyDelete
  2. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    dalam berfilsafat objek yang dikaji memang banyak adanya. maka dari itu bapak menugaskan pada kita untuk membaca lebih banyak dan membaca dengan ikhlas. dalam artikel ini menjelaskan bahwa si mahasiswa sebenarnya bisa saja memahami apa itu filsafat dengan membaca lebih banyak, tapi karena keinginannya untuk selalu mengetahui dengan instan tanpa adanya usaha hanya membuatnya menyusahkan dirinya sendiri. maka dari itu, baca dan komenlah dengan ikhlas sebagaimana yang selalu bapak pesankan.

    ReplyDelete
  3. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Yang menjadi tolak ukur dalam menentukan suatu hal adalah sudut pandang. Dapat berakibat baik dan buruk sesuatu berpengaruh dari sisi mana kita melihatnya. Banyak salah persepsi juga yang diakibatkan oleh sudut pandang. Maka dari itu bijaksanalah seseorang jika ia dapat melihat banyaj hal dari berbaagai sisi yang berbeda sehingga diperoleh pemahaman yang uas dan lebih kuat.

    ReplyDelete
  4. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam berfilsafat bahasa yang digunakan adalah bahasa analog yang lebih rumit untuk dipahami dibandingkan dengan bahasa Indonesia sehari-hari pada umumnya. Mungkin ini salah satu penyebab mahasiswa kurang membaca hal-hal mengenai filsafat dan selalu mengharapkan penjelasan yang instant dari dosen tentang filsafat itu sendiri. Namun demikian, sesulit-sulitnya untuk memahami bahasa yang ada di dalam filsafat, mahasiswa seharusnya bersyukur karena dalam perkuliahan ini disajikan berbagai macam bacaan (dalam blog) yang sesuai untuk membangun filsafat mahasiswa masing-masing. Maka sekali lagi intinya, apabila seseorang ingin mendalami suatu ilmu maka tidak ada jalan lain adalah dengan terus membaca, karena apabila kita selalu mengharapkan penjelasan dari dosen maka sebenarnya itu adalah suatu keterbatasan, baik keterbatasan waktu maupun ruang.

    ReplyDelete
  5. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Belajar filsafat itu adalah belajar secara keseluruhan dan mendalam dari sebuah hakekat. Tidaklah mudah dalam mempelajari, namun tak susah pula jika ingin mempelajarinya. Karena semua filsafat ada dalam peerapannya di kehidupan sehari-hari. Belajar filsafat haruslah senantiasa belajar yang berkesinambungan secara terus menerus tiada henti. Kita akan berhenti belajar ketika sudah mati begitu juga dalam belajar, kita harus selalu berproses. Kita harus banyak membaca serta memahami arti bacaan itu dan diamalkan dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  6. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Tes merupakan bagian kecil dari alat untuk mengukur pemahaman kita mempelajari filsafat. Jadi sebenarnya tidak hanya jawaban singkat yang harus dihafal, tetapi makna yang lebih dalam dari filsafat harus dipahami lagi sehingga kita benar-benar berfilsafat.
    Belajar filsafat berarti belajar membaca, mencari hakekat dari sesuatu dan menganalisis suatu kejadian. Tes bisa dijadikan sebuah ukuran juga dijadikan sebuah motivasi, terinspirasi dan terstrukturisasi. Filsafat sejauh ini sudah mencakup banyak hal, sehingga filsafat batupun ada yaitu archaistik, orang terdahulu sungguh penuh dengan pertanyaan dan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga penemuan-penemuan dahulu sungguh hebat salah satunya filsuf-filsuf yang melahirkan aliran-aliran sehingga menjadi sebuah kajian dan ilmu yaitu dalam filsafat.

    ReplyDelete
  7. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Tes dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh seseorang mengetahui apa yang ia ketahui, seberapa besar seseorang mengetahui apa yang tidak ia ketahui, seberapa besar ia tidak mengetahui apa yang ia ketahui dan seberapa besar ia tidak mengetahui apa yang ia tidak ketahui. Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tertuliskan dalam sebuah tes, seseorang harus berpikir secara spekulatif, berpikir tentang banyak kemungkinan-kemungkinan yang berpeluang benar adanya dengan menetapkan sebuah pemikiran yang memiliki kemungkinan benar yang lebih besar.

    ReplyDelete
  8. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Wajib untuk menghindari sikap kapitalis yang mungkin kebanyakan dari kita sudah atau bahkan akan melakuanya. karena bagaimanapun tidak baik jika kita tidak menghargai apa yang orang lain atau mungkin bahkan orang yang lebih tua sedang menyuruh kita padahal tidak setiap hari tetapi kita malah menolaknya dengan berbagai alasan tidak jelas dan tidak masuk akal. sungguh hsus ditinggalkan sikap yang seerti itu.

    ReplyDelete
  9. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Di dalam belajar filsafat pasti muncul pertanyaan-pertanyaan di dalam pikiran kita. karena hakekat seseorang berpikir adalah dengan munculnya pertanyaan di dalam pikiran kita. jika pertanyaan-pertanyaan filsafat dijawab dengan singkat maka itu adalah salah. Filsafat itu ilmu yan tidak bisa dipelajari secara instan. Juga tidak tepat apabila dijawab hanya dengan simbolisasi saja. Jika pertanyaan filsafat benar-benar butuh dijawab maka jawabannya tak akan habis sampai pergantian masa jabatan presiden. Memberikan penjelasan filsafat secara singkat itu berbahaya karea yang demikian itu berarti telah melakukan reduksi yang luar biasa. Maka sebenar-benar jawaban dari pertanyaan filsafat itu membutuhan penjelasan.
    Filsafat tidak dapat dipelajari secara instan. Satu-satunya cara adalah dengan yterus membaca. Yang dibaca adalah sumber-sumber yang berupa pemikiran-pemikiran para filsuf yang merentang dari waktu ke waktu. Pemikiran-pemikiran inilah yang nantinya menjadikan seseorang mampu berfilsafat. Oleh karena itu jika kita ingin belajar filsafat, maka kita harus mempelajari pemikiran beberapa filsuf dan bukan hanya pemikiran satu filsuf. Adalah omong kosong jika kita ingin mempelajari filsafat tetapi tidak mempelajari pemikiranpara filsuf. Jika dalam psesi tanya jawab mahasiswa masih mendapatkan nilai rendah bahkan nol berarti tandanya mahasiswa tersebut masih kurang ilmunya. Dengan kata lain masih harus lebih banyak membaca dan membaca.

    ReplyDelete
  10. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Saya memahami bahwa banyak orang di zaman ini yang menginginkan hal-hal instan. Selesai diberikan jawaban, minta penjelasan, minta contoh aplikasi dalam kehidupan, bahkan jangan-jangan minta dinilai apakah hidupnya sudah bermakna. Waduh, kalau sudah begini sulit.
    Jika memahami bahwa "sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu sendiri" maka sadarlah kita bahwa penjelasan dan penerapan filsafat ada pada refleksi dirimu sendiri. Melalui proses berpikir dan berefleksi, kita diharapkan lebih memaknai kehidupan dan terus berproses karena proses hidup tak kan pernah selesai.

    ReplyDelete
  11. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Belajar filsafat tidak dapat secara instan. Belajar dengan berproses. Proses itu akan terjadi ketika ada usaha dan kerja keras untuk memperoleh pengetahuan. Ternyata belajar filsafat tidak hanya tentang mengerti akan istilah-istilah yang berhubungan dengan filsafat, tetapi bagaimana dapat memaknainya sehingga dapat menentukan arah dan alur pikiran. Selain itu juga perlu untuk memahami pemikiran-pemikiran para filsuf serta memahami pula maknanya. Jadi perjalanan belajar filsafat saya sungguh masih panjang. Dan untuk melaluinya masih butuh kerja keras dan semangat untuk belajar dan membaca.

    ReplyDelete
  12. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu-ilmu yang telah dibagikan
    Melalui postingan di atas saya melihat bahwa belajar filsafat harus sedikit demi sedikit tapi bukanlah sepotong-sepotong. Sedikit demi sedikit bukan berarti delakukan secara singkat-singkat. Malah, sedikit demi sedikit itu prosesnya. Proses itu bisa jadi penjelasannya. Sedikit demi sedikit itu bisa jadi waktunya, jadi belajar filsafat dilakukan dengan jeda yang sedikit, atau bahkan jangan dikasih jeda. Bukankah belajar filsafat di mana saja dan kapan saja?
    Terimakasih sekali lagi saya ucapkan, benar-benar memotivasi diri saya

    ReplyDelete
  13. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dari postingan ini, bahwa filsafat itu adalah baca, baca, dan baca. Jika kita ingin belajar filsafat maka seharusnya kita perbanyak membaca. Dengan membaca maka wawasan kita akan menjadi luas, oleh sebab itu olah pikir kita pun akan menjadi matang. Dalam filsafat sesuatu tidak bisa dijelaskan secara singkat, dan instan. Karena sesungguhnya jika menjelaskan sesuatu dalam berfilsafat maka begitu banyak yang dapat dijelaskan. Untuk menjelaskan sesuatu itu maka olah pikir haruslah matang oleh sebab itu membaca adalah salah satu faktor yang harus dipenuhi. Semoga kita menjadi orang yang hobi membaca . Terimakasih

    ReplyDelete
  14. Gamarina Isti Ratnasari
    Pendidikan Matematika Kelas B (Pasca)
    17709251036

    Berfilsafat dapat diartikan dengan berfikir, berfikir dari suatu fenomena atau gejala. Saat sesuatu yang kita pelajari akan terjadi dua kemungkinana , kita hanya membaca saja tapi tidak memahami isi dari bacaan tersebut karena hanya syarat. Akan sangat berbeda apabila ilmu yang kita baca diiringi dengan keikhlasan untuk menggapai ilmu. Tentu saja mudah untuk kita dalam berfilsafat atau menggunakan pemikiran kita dalam berfilsafat.

    ReplyDelete
  15. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Ilmu filsafat adalah ilmu yang sangat luas dan mencakup segala hal yang ada dan mungkin ada. Karena banyaknya dan luasnya filsafat tersebut, kami menayadari bahwa terkadang kami menjadi malas untuk membaca filsafat sehingga kami tidak dapat mengetahui dan memahami lebih lanjut dari apa yang telah kami ketahu dan pahami. Kami juga menyadari bahwa ilmu filsafat bukan lah ilmu yang dapat dipelajari dengan cepat dan instan, filsafat harus dipelajari sedikit demi sedikit, bertahap, dan menyeluruh yaitu dengan banyak membaca dan membaca.

    ReplyDelete
  16. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Berfilsafat membutuhkan proses, proses membaca berhari-hari, satu persatu artikel tentang pikiran para filsuf. Maka filsafat itu bukan untuk dihapalkan, namun dimengerti sehingga dapat dihayati dan akhirnya dihidupkan. Dengan kita menghidupkan filsafat itu sendiri maka dengan tidak sengaja kita juga telah menghapalkan isi dari filsafat itu, kenapa hapal karena kita sering membaca, mensintesis dan mengkomunikasikannya dengan cara berkomentar di blog.

    ReplyDelete
  17. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Manusia itu berbeda beda. Setiap manusia mempunyai pemikiran yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Tidak ada manusia yang paling benar dalam filsafat, karena sudah diterangkan sebelumnya bahwa benar menurut manusia satu belum tentu benar menurut manusia yang lainnya, karena benar salah itu bersifat relatif. Dan benar yang selalu benar adalah kuasa Tuhan. Oleh karena itu, kita jangan menyombongkan apa yang kita miliki dalam menjalani hidup, jangan menyombongkan ilmu yang sudah kita peroleh. Agar ilmu yang kita peroleh itu nantinya dapaat bermanfaat bagi diri sendiri dan juga bermanfaaat bagi orang lain. Kemudian kita perlu menyadari bahwa sebenarnya jika dilihat kembali ilmu kita itu kecil, apa yang dipelajari hanya sebagian kecil dari sesuatu yang sangat besar.

    ReplyDelete
  18. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Untuk menjawab tes singkat kita perlu membaca banyak referensi supaya ketika kita ditanya tentang sesuatu yang telah kita baca, pikiran kita serasa terpanggil untuk mengungkapkan jawaban atas pertanyaan yang kita dengar. Namun apabila kita tidak pernah membaca referensi, maka ketika kita mendengar pertanyaan yang diajukan kita seperti mendengar kata asing yang tidak mampu untuk kita definisikan dengan jelas.

    ReplyDelete
  19. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Tes singkat sebetulnya mengukur sejauh mana pikiran kita mampu berfilsafat. Bukan masalah benar atau salahnya tapi masalah sejauh mana pikiran dapat menembus ruang dan waktu. Filsafat tidak mengenal benar salah. Bahkan pemikiran para filsuf saja bisa saja berbeda-beda. Semuanya tergantung pada sudut pandang masing-masing dalam memandang suatu objek filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  20. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Tes jawaban singkat ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pengetahuan kita dalam memahami filsafat. Kunci belajar filsafat adalah dengan membaca. Seperti yang sering bapak sampaikan dalam perkuliahan bahwa jawaban tes jawab singkat itu sebenarnya ada di elegi, maka teruslah membaca elegi dengan ikhlas.Tidak akan pernah ada ilmu yang di dapat tanpa suatu proses. Dengan membaca kita melakukan proses memahami, menghayati, memikirkan, melakukan, mensintesisikan pemikiran dan merefleksikannya dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  21. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Tes jawab singkat merupakan refleksi pikiran kita. Ketika kita tidak memahami tes jawab singkat, artinya kita harus kembali membaca elegi-elegi yang ada di blog, referensi-referensi tentang berbagai pemikiran para filsuf yang ada di blog. Ketika kita ingin memahami filsafat secara instan, maka artinya kita belum memahami bagaimana belajar yang sesungguhnya. Karena dalam belajar, diperlukan kesungguhan dan ketekunan. Tidak ada belajar yang instan, yang ada adalah bagaimana kita menikmati proses belajar filsafat dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  22. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari tes filsafat 2 diatas, menurut saya sangat banyak sekali ilmu yang terdapat dalam filsafat, dalam memahami kosa kata dalam filsafat tidak hanya dilakukan dengan menghafal namun juga memahami bagaimana filsafat dalam kehidupan manusia.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  23. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Bagaimana pemikiran kita adalah hasil reduksi informasi dan pandangan yang kita temui selama ini, menciptakan pemikiran yang mendasari dunia kita. Dimana dunia kita bersifat relatif, kebenaran dalam dunia kitta belum tentu kebenaran dalam dunia orang lain. Memaksakan kebenaran dunia kita dengan sarana pemberian pandangan yang sangat terbatas kepada orang lain namun menjadikannya bernilai absolut padahal hal itu merupakan kerelatifan adalah hal yang harus dihindari karena kita hanyalah manusai yang penuh keter batasan, dan nilai kebenaran yang mutlak hanyalah kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  24. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Mungkin sudah seringkali kita alami bahwa sesuatu yang didapatkan secara instan hanya akan mampir sejenak dalam pikiran kita. Namun dengan melalui proses membaca, mengamati, menghayati maka akan menjadi suatu hal yang bermakna. Semoga kita selalu berusaha menyertai setiap tindakan kita dengan keikhlasan.

    ReplyDelete
  25. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Belajar membiasakan diri berfikir secara filsafat meningkatkan dimensi notion dimensi berfikir kita, adanya tes jawab singkat merupakan salah satu sacara mengevaluasi sudah seberapa dan sejauh apa kita mampu memahami dan menghayati apa yang telah dipelajari dan sejauh apa kita mampu memikirkan apa yang dipelajari sebelumnya maka untuk memahami dan mengertipun perlu ikhlas, ikhlas hati dan ikhlas pikir.

    ReplyDelete
  26. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Sudut pandang menjadi tolak ukur dalam mentukan sesuatu. Dapat berakibat baik atau buruknya sesuatu berpengaruh dari sisi mana kita melihatnya. Banyak salah persepsi juga diakibatkan karena hanya melihatnya daris atu sisi saja. Sehingga bijaksanalah seseorang jika ia dapat melihat banyak hal dari berbagai sisi yang berbeda sehingga diperoleh pemahaman yang lebih luas dan lebih kuat.

    ReplyDelete