Oct 10, 2012

Forum tanya Jawab 54: Dialog Filsafat ke dua

Oleh Marsigit

Mahasiswa:
Maaf Pak, masih banyak hal yang perlu kami tanyakan.



Marsigit:
Silahkan

Mahasiswa:
Lha, apakah yang disebut Filsafat Ilmu? Apa bedanya Filsafat Ilmu dengan Filsafat?

Marsigit:
Filsafat Ilmu mempelajari sumber-sumber ilmu, macam-macam ilmu dan pembenaran ilmu.
Filsafat Ilmu tidak lain tidak bukan adalah Epistemologi itu sendiri.

Mahasiswa:
Apa hubungan antara Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi?

Marsigit:
Ontologi mempelajari hakekat atau makna segala sesuatu. Epistemologi adalah metodenya. Sedangkan Aksiologi adalah normanya. Tiadalah metode berpikir tanpa obyek berpikir. Metode berpikir adalah epistemology, obyek berpikir adalah ontology, maka tiadalah dapat dipisahkan antara epistemology dan ontology.

Mahasiswa:
Apa hubungan antara Filsafat dengan Filsuf?

Marsigit:
Filsafat adalah pikiran para Filsuf. Maka mempelajari Filsafat adalah mempelajari Pikiran Para Filsuf. Adalah omong kosong jika engkau ingin mempelajari Filsafat tetapi tidak mempelajari Pikiran para Filsuf.

Mahasiswa:
Kalau begitu bagaimana aku bisa mempelajari pikiran para Filsuf dalam perkuliahan Bapak?

Marsigit:
Baca dan bacalah referensinya. Sumber Primer adalah Buku-buku karya Filsuf yang berisi pikiran mereka. Sumber Sekunder adalah buku-buku yang berisi Pikiran para Filsuf yang dituturkan oleh orang lain. Demikian ada sumber Tersier, Kuarter dst.

Mahasiswa:
Apa relevansi pikiran Pak Marsigit dalam perkuliahan Filsafat.

Marsigit:
Dalam perkuliahan Filsafat maka mahasiswa perlu mempelajari pikiran para Filsuf. Seorang Dosen Filsafat seperti saya berkewajiban menghadirkan pikiran para Filsuf dengan berbagai cara.

Mahasiswa:
Maksud saya, apakah pikiran Pak Marsigit mencerminkan Filsafat?

Marsigit:
Tidaklah mudah menerima amanah menjadi dosen Filsafat itu. Maka ujilah pikiran-pikiranku itu melalui tulisan-tulisanku dalam Elegi-elegi. Anda sendiri yang kemudian menentukan seberapa jauh pikirankumencerminkan Filsafat.

Mahasiswa:
Kenapa P Marsigit tidak menjelaskan Filsafat secara singkat, padat, gamblang sehingga mudah dipelajari? Kemudian, apakah dan bagaimanakah metode mengajar Filsafat yang diterapkan?

Marsigit:
Aku berusaha membelajarkan Filsafat dengan metode filsafat. Aku membiarkan murid-muridku membangun sendiri Filsafatnya. Aku hanya berusaha sekeras mungkin melayani kebutuhan muridku dalam membangun Filsafat. Maka tidaklah aku memberikan Filsafat itu kepada murid-muridku, kecuali anda semua mencari dan membangunnya sendiri.

Mahasiswa:
Mengapa Bapak membuat Blog dan Elegi-elegi?

Marsigit:
Blog adalah teknologi, sedangkan Elegi adalah pikiranku. Jikalau engkau ingin belajar Filsafat kepadaku maka pelajarilah Pikiranku. Pikiranku sudah aku sebarkan di dalam Elegi-elegi.

Mahasiswa:
Paradigma apa yang melatarbelakangi cara Bapak mendidik kami?

Marsigit:
Berdasarkan pengalaman saya, maka dengan ini aku proklamirkan bahwa aku telah menemukan dan mengembangkan Paradigma Belajar sebagai berikut: “Belajar adalah sintesis dari tesis-tesis dan anti-tesis anti tesis dari segala yang ada dan yang mungkin ada dari diriku maupun dari luar diriku yang merentang dalam ruang dan waktu, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan, baik secara intensif maupun ekstensif”

Mahasiswa:
Wah saya agak bingung, karena kalimatnya telalu panjang. Singkatnya bagaimana Pak?

Marsigit:
Singkatnya, “Belajar itu kapanpun dan dimanapun secara kontinu”. Itulah relevansi penggunaan Blog, karena Blog akan menjamin dan menfasilitasi anda dapat belajar kapanpun dan di manapun.

Mahasiswa:
Kenapa Pak Marsigit pernah mengatakan bahwa pada akhir perkuliahan malah nantinya mahasiswa tidak bisa mendefinisikan Filsafat?

Marsigit:
Pada akhir kuliah anda akan tahu bahwa ada berbagai macam kebenaran. Jika kebenaran itu satu maka itu Monisme. Jika kebenaran itu mutlak maka itu Absolutisme. Jika kebanaran itu satu maka cukup mudah mendefinisikan Filsafat, yaitu cukup diambil dari sumbernya saja. Jika kebenaran itu banyak itu Pluralisme. Dalam Pluralisme, maka yang ada dan yang mungkin ada berhak mendefinisikan Filsafat. Jika demikian maka engkau tidak bisa hanya mengambil satu atau beberapa dari semuanya itu. Maka anda tak pernah mampu mendefinisikan Filsafat.

Mahasiswa:
Siapakah yang paling berhak mempelajari Filsafat? Apakah orang beragama? Apakah orang kafir boleh mempelajari Filsafat?

Marsigit:
Setiap orang bisa mempelajari Filsafat. Jika orang Islam berfilsafat maka semoga semakin baik ke Islamannya. Jika orang Majusi belajar filsafat maka semakin baik Majusinya. Jika orang Kafir berfilsafat maka mungin semakin Kafirlah dia.

Mahasiswa:
Kapan dan darimana kita mulai dan berhenti belajar Filsafat

Marsigit:
Anda dapat mempelajari Filsafat kapanpun dan dari manapun. Berhenti kapanpun dan di manapun.

Mahasiswa:
Siapakah orang yang paling bodhoh itu?

Marsigit:
Orang yang paling bodhoh adalah orang yang sudah merasa jelas.

Mahasiswa:
Siapakah orang yang paling pandai itu?

Marsigit:
Orang yang paling pandai bukanlah diriku.

Mahasiswa:
Siapakah orang yang paling seksi?

Marsigit:
Orang yang paling seksi adalah Barack Obama

Mahasiswa:
Siapa orang yang paling berbahaya?

Marsigit:
Orang yang paling berbahaya adalah diriku.

Mahasiswa:
Saya harus bagaimana Pak, karena kemarin tidak ikut ujian?

Marsigit:
Dunia adalah dirimu. Aku hanya menyaksikannya. Hidup ini berkomponen liner ke depan. Maka sabar, tawakal dan berdoalah secara ikhlas untuk menatap masa esokmu.

Mahasiswa:
Nilaiku Test Jawab singkat jelek Pak. Sedangkan Ujian tertulisnya sangat sulit. Terus bagaimana Pak, apakah saya terancam tidak lulus?

Marsigit:
Semua tes dan ujian bermanfaat untuk melihat diri dan introspeksi. Tes yang telah aku laksanakan menunjukkan lemahnya pikiran kita untuk mengetahui segala yang ada danyang mungkin ada di luar pikiranku. Jika demikian maka satu-satunya harapan adalah dengan cara membaca Elegi-elegi secara ikhlas.

Mahasiswa:
Apa yang dimaksud membaca Elegi secara Ikhlas?

Marsigit:
Pahamilah isinya. Bacalah komen-komennya. Sintesiskan pikiran yang lain dan hasilkanlah anti-tesis anti-tesisnya.

Mahasiswa:
Terimakasih Pak.

Marsigit:
Terimakasih kembali. Selamat berjuang. Semoga sukses. Amin.

8 comments:

  1. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Prof Marsigit menyampaikkan pemikirannya melalui tulisan yang ada dalam elegi-elegi di dalam blog.hal ini bertujuan agar mahasiswanya dapat mengkonstruksikan filsafatnya sendiri dimanapun dan kapanpun. Melalui blog Bapak ini kami dapat belajar banyak mengenai matematika, filsafat, dll, karena sebenarnya belajar itu dapat dilakukan kapan saja, dimana saja dan secara kontinu. Dalam berfilsafat juga sertakan keseimbangan antara kecerdasan hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  2. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dalam mempelajari filsafat tidak bisa didapat secara instan. Karena mempelajari filsafat berarti juga mempelajari pemikiran para filsuf, yang kesemuannya itu sangatlah luas. Maka kita harus banyak-banyak membaca. Hal ini membutuhkan ikhlas hati dan iklhas pikir agar kita tidak mudah menyerah ataupun berpuas diri.

    ReplyDelete
  3. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Berdasarkan postingan di atas, saya tertarik terhadap kalimat “Semua tes dan ujian bermanfaat untuk melihat diri dan introspeksi”. Tes yang telah aku laksanakan menunjukkan lemahnya pikiran kita untuk mengetahui segala yang ada dan yang mungkin ada di luar pikiranku. Jadi hasil tes bukanlah satu-satunya penentu nilai kita, melainkan sebagai sarana refleksi dan introspeksi. Seperti dalam tes jawab singkat dalam perkuliahan filsafat, nilai yang kita peroleh menandakan kita belum menguasai filsafat. Yang penting adalah kita senantiasa berusaha membaca elegi dengan ikhlas, karena dengan demikian kita akan terbiasa untuk belajar memahami segala yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  4. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Dari dialog di atas, saya menemukan jawaban dari pertanyaan dalam artikel ertikel sebelumnya. Seperti halnya orang yang paling bodhoh adalah orang yang sudah merasa jelas, orang yang paling pandai bukanlah diriku, orang yang paling seksi adalah Barack Obama, dan orang yang paling berbahaya adalah diriku. Beberapa jawaban tersebut masih bisa saya pahami secara “nalar”, namun mengapa Barack Obama dikatakan sebagai orang paling seksi? Mohon berkenan penjelasannya, pak.

    ReplyDelete
  5. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Sebenar-benar berfilsafat adalah hasil pikiran para filsuf. di sisi lain filsafat yang baik bagi diri seseorang adalah filsafat yang ia bangun sendiri. Maka dari itu untuk membangun filsafat kita masing-masing harus mempunyai landasan atau referensi yang kokoh dengan membaca pemikiran-pemikiran para filsuf terdahulu yang sesuai dan logis agar filsafat yang kita bangun adalah filsafat yang baik dan dapat berguna bagi kehidupan bermasyarakat. Dalam berfilsafat orang yang paling berbahaya adalah diriku sendiri, jika aku memaksakan kehendak atau pendapat ku kepada orang lain. Maka dalam berfilsafat kita harus menjunjung tinggi sopan santun dan menghargai orang lain.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  6. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P. Matematika Kelas B 2016

    Siapapun boleh mempelajari filsafat kapanpun dan dimanapun, karena dengan filsafat seseorang akan lebih memahami keilmuannya, makna hidupnya, dan lebih terbuka pikirannya. Usaha sudah dilakukan secara maksimal dengan membaca elegi-elegi, namun hasil tes masih saja nol. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya, mungkin salah satunya adalah keikhlasan, sudahkah kita ikhlas mempelajari filsafat? belajar filsafat harus kontinu agar kita dapat menterjemahkan dan diterjemahkan dengan pengalaman kehidupan sehari-hari. Jika belum memahaminya maka berdoalah agar pintu pikiran dan hati dapat terbuka.

    ReplyDelete
  7. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Mempelajari filsafat sama artinya kita mempelajari pikiran para filsuf, yang kemudian kita bangun filsafat diri kita sendiri berdasarkan olah pikir kita sendiri. Mempelajari filsafat harus kontinu, tidak boleh sebagian saja. Kuncinya adalah rajin membaca. Membacanya juga harus disertai hati dan pikiran yang ikhlas.

    ReplyDelete
  8. Bayu Adhiwibowo
    S2 Pend. Matematika 16709251014
    Mempelajari filsafat memang bukan hal yang mudah. Membangun filsafat sendiri pada perkuliahan filsafat ilmu ini. Hal itu bukan hal mudah pula. Dengan membaca blog ini adalah salah satu caranya. Dari membaca blog ini maka kita bisa mengetahui pemikiran filsuf-filsuf tersebut kemudian secara tidak langsung kita akan membangun filsafat dalam diri kita.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id