Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 49: Permohonan Maaf atas Kelancangan Filsafatku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk memahami bahwa ternyata untuk yang kesekian kalinya saya harus minta maaf atas Kelancangan Filsafatku terhadap Subyek Penguasaku.

Salah satu bentuk Kelancangan Filsafatku adalah aku Selalu Berani Mengatakan Benar sebagai Benar dan Salah sebagai Salah di Hadapanmu; sementara aku mengetahui bahwa jika aku melakukan hal demikian maka Dirimu tidak merasa Nyaman.

Kelancanganku yang lainnya terhadapmu adalah bahwa aku berusaha melihat apa yang olehmu tidak boleh dilihat, berusaha mendengar apa yang olehmu tidak boleh didengar. Padahal aku tahu bahwa engkau adalah Subyek Penguasaku yang menentukan sebagian nasibku.


Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.
Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

8 comments:


  1. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat Kelas B 2016
    Hidup adalah sebab akibat. Adanya dosen disebabkan oleh adanya mahasiswa dan adanya mahasiwa disebabkan oleh adanya juga dosen. Maka adanya dosen dan mahasiswa disebabkan adanya kampus atau perguruan tinggi juga. Mahasiwa belajar, bertanya, meminta arahan tentang pengetahuan kepada dosen. Sehingga mahasiwa memiliki batasan-batasan tersendiri didalam berfikir dan bertindak sesuai ruang dan waktunya sehingga tidak kebablasan atau terjebak didalam ruang dan waktu yang gelap. Dosen atau guru juga memberikan ketegasan yang benar ya benar dan yang salah adalah salah adalah sebagai salah satu langkah agar siswa atau mahasiswa dapat mengetahui yang benar dan salah. Karena yang benar jelas benarnya dan salah adalah jelas salahnya tidak abu-abu atau meragukan. Karena setiap jawaban itu haruslah benar atau salah bukan diantara keduanya yaitu tidak benar dan tidak salah. maka itulah membangun pengetahuan yang dapat membedakan yang salah dan benar.

    ReplyDelete
  2. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Permohonan maaf atas kelancangan sebenarnya menjadikan cambukkan untuk kita merefleksikan diri. Setelah beberapa saat membaca elegi-elegi dan berusaha untuk membangun filsafatnya sendiri, ternyata hal yang dihasilkan masih belum banyak yang diketahui. Dengan adanya hal ini , kita seperti diingatkan agar selalu semangat membaca agar berfilsafat kita menjadi semakin baik dan sesuai dengan hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  3. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Salah satu kelancangan filsafat yang diungkapkan di atas yaitu selalu berani mengatakan benar sebagai benar dan salah sebagai salah. Hal ini berarti telah berlaku determinist. Ini adalah sikap yang berbahaya karena ini berarti kita tidak mau menerima pendapat orang lain. Padahal belum tentu pendapat orang lain itu salah. Kita sebaiknya selalu membuka pikiran kita agar bisa menerima pendapat orang lain yang baik dan semoga kita terhindar dari sikap determinist.

    ReplyDelete
  4. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Menurut saya, dari berbagai macam artikel dan elegi dalam blog Bapak Prof. Dr. Marsigit, MA, salah satu yang paling menarik untuk dikomentari adalah tentang “forum tanya jawab”. Mengapa? Karena disini terkesan ada ruang yang lebih “bebas” untuk beraspirasi. Namun seringkali ruang berpendapat yang saya kemukaakan hanya berbasis pada pikiran saya yang masih sempit ini dan tanpa menggunakan referensi. Maka, jika diberi ruang untuk memohon maaf pada filsafat, yang terpenting bagi saya adalah kelancangan aspirasi yang saya ungkapkan terkadang menunjukkan bahwa saya belum mampu berfilsafat. Mohon maaf kelancangan filsafatku.

    ReplyDelete
  5. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Subyek Penguasaku adalah Allah SWT, Dia adalah yang paling tepat untuk menentukan benar dan salah pada manusia. Salah satu bentuk Kelancangan Filsafatku adalah aku Selalu Berani Mengatakan Benar sebagai Benar dan Salah sebagai Salah di HadapanMu. Sebenarnya manusia belajar tentang salah dan benar bertujuan untuk menghindari kesalahan dan melakukan hal yang benar. Hal ini kita lakukan dalam rangka mencoba memahami segala tanda-tanda kekuasaanNya untuk lebih dapat menjalani hidup dengan seimbang. Allah selalu menyuruh kita untuk belajar, dengan kata "Iqro'" dalam salah satu ayatNya. Ini berarti bahwa kita harus senantiasa membaca, juga dalam artian membaca situasi.

    ReplyDelete
  6. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Filsafat adalah dirimu dan diriku. Dalam berfilsafat sering kali membuat seseorang terlihat kejam dan membuat orang menjadi tidak hormat terhadap orang lain. filsafat adalah olah pikir, maka bisa jadi dalam berfilsafat seseorang merasa bahwa dirinya atau pemikirannya adalah yang benar, dan pemikiran orang lain menjadi salah. Inilah yang biasa membuat seseorang menjadi tidak hormat terhadap orang lain. Pengetahuan seseorang dapat membuatnya menjadi sombong, namun dalam hal ini kita harus ingat bahwa di atas langit masih ada langit. Pengetahuan yang kita miliki tidak ada apa-apanya dengan pengetahuan yang ada di dunia ini. Sehingga dengan demikian dalam berfilsafat kita harus selalu menjadikan hati sebagai komandan, maka dengan demikian dalam berfilsafat kita menjadi orang yang sopan santun.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  7. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Sebelum memulai belajar filsafat, Aku selalu berdoa kepada subyek penguasaku, yaitu Allah SWT terlebih dahulu agar pikiranku dan hatiku bisa menemukan kebenaran dan memperbaiki kesalahan. Saya juga memohon ampun jika melakukan kesalahan pemahaman dalam berfilsafat. Benar dan salahnya filsafat itu bergantung pada ruang dan waktunya, ketika hal itu tidak sesuai maka itulah kelancanganku. Aku berusaha belajar untuk taat terhadap ketentuan subyek penguasaku agar ilmuku bermanfaat.

    ReplyDelete
  8. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Filsafat bukanlah bermaksud ingin menjadikanmu seperti diriku. Nanti kita termakan jargon-jargon akhirnya diri kita sendiri yang pure hilang. Sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri. Tidak apa-apa kita menilai suatu kebenaran atau kesalahan agar kita tahu apa yang terbaik. Apa yang bagus untuk diri kita. Meski apa yang baik bagi kita belum tentu baik bagi orang lain. Begitu juga sebaliknya. Namun, setidaknya kita dapat berpikir dulu apakah itu memang baik untuk kita. Yang baik, pertahankan. Yang tidak baik, buang.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id