Oct 10, 2012

Forum Tanya jawab 43: Membangun Dunia




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya bahwa Sangatlah Mudah Membangun Dunia itu; cukup dengan Hukum "Aku atau Bukan Aku" maka tertangkaplah semua Dunia beserta Isinya tanpa kecuali.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

10 comments:

  1. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat Kelas B 2016
    Dunia adalah dimensi, diriku adalah duniaku, duniaku adalah dimensiku dan diriku adalah dimensiku. Duniaku adalah ruang dan waktu, yang aku pikirkan adalah duniaku. Maka untuk membangun dunia adalah memikirkan dan berjalan sesuai sesuai ruang dan waktu. sehingga yang bisa aku tangkap dengan indrawi dan hatitu adalah membangun duniaku. Dunia anak-anak, dunia remaja, dunia dewasa, dunia kampus, dunia masyarakat, dunia rumah, Dunia material, dunia formal, dunia normatif dan dunia spiritual dan dunia-dunia lain semua yang bisa aku tangkap adalah duniaku. Dan yang tidak bisa aku tangkap dengan indrawi dan hatiku maka itu adalah bukan duniaku.

    ReplyDelete
  2. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Membangun sebuah dunia dimulai dengan membangun definisi dan komponen-komponennya. Misal kita akan membangun dunia anak, maka kita harus masuk dan menyelami bagaimana sifat, karakter, kebiasaan, kesenangan, hal yang tidak disukai dari anak-anak. Begitu juga jika kita ingin membangun dunia pendidikan maka kita harus mengetahui dan mengkaji komponan yang ada dalam pendidikan, seperti kurikulumnya, standar, kompetensi dan perangkat pendidikan.

    ReplyDelete
  3. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Hukum “Aku atau bukan Aku” ini sudah cukup untuk membangun dunia. Kita bisa mengatakan bahwa dunia ini tersusun dari aku dan bukan aku. Atau kita bisa mengatakan bahwa dunia ini tersusun dari udara dan bukan udara. Atau dunia ini tersusun dari pulau dan bukan bukan pulau, dst. Seperti pada konsep himpunan, himpunan semesta dapat terdiri dari himpunan A dan himpunan A komplemen.

    ReplyDelete
  4. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Membangun dunia adalah mimpi besar, yang hanya akan digapai oleh orang yang bermimpi besar pula. Semua bermula dari pikiran kita sendiri tentang diri kita. Dunia ini selalu menawarkan beberapa pilihan dengan segala kontradiksinya. Seringkali kita dengar, mulailah dari hal yang paling kecil yakni dengan membangun diri kita sendiri. Dan yang terpenting, percayakan segala hidup kita pada Yang Maha Menciptakan. Sangatlah mudah membangun dunia itu; cukup dengan hukum "aku atau bukan aku" maka tertangkaplah semua dunia beserta isinya tanpa kecuali.

    ReplyDelete
  5. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Filsafat dimulai dari hal sederhana. Segala macam permasalahan dalam filsafat, objeknya adalah yang ada dan yang mungkin ada. Dari objek tersebut, yang dieksplor adalah sifatnya. Sifat-sifat yang ada dan yang mungkin ada yaitu salah satunya adalah yang tetap dan yang berubah. Jika atu itu sifatnya berubah, maka ada bukan aku yang bersifat tetap. Dunia ini penuh dengan aku dan bukan aku. Jika aku adalah filsuf yang senantiasa berpikir untuk membangun dunia, maka pasti ada bukan aku, yaitu yang tidak berpikir untuk membangun dunia. Karena hanya ada dua kemungkinan di dunia ini, tesis dan anti tesis. Semua adalah kontradiksi yang dapat membangun dunia.

    ReplyDelete
  6. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Membangun dunia adalah membangun diriku sendiri. Sejauh mana aku mampu berpikir maka sejauh itu pula aku mampu untuk membangun dunia. Membangun dunia tidak terlepas dari hukum atau aturan-aturan. Hukum atau aturan diadakan guna untuk mengatur etika atau tingkah laku manusia itu sendiri agar tidak melakukan kesewenang-wenangan terhadap satu sama lain. Telah banyak pemikiran-pemikiran dari tokoh, filsuf dan semua yang bukan aku tentang bagaimana membangun dunia ini. Misalnya Auguste Comte yang mempunyai pemikiran positivisme nya dengan struktur-struktur dunianya sendiri. Jadi membangun dunia itu adalah hukum yang berasal dari aku atau bukan aku.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Dunia dibangun dengan kontradiksi, dimana tesis-tesis memiliki kontradisi dengan antitesis-antitesis sehingga aku dapat berpikir dengan seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya tentang sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Duniaku adalah aku yang kontradiksinya adalah bukan aku. Dengan pikiran kritis itulah aku membangun duniaku, aku mencari hakekat dari ilmu pengetahuan agar aku bisa menjadi manusia yang bisa menggunakan ilmunya sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  9. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Membangun dunia tidaklah sulit dan membutuhkan banyak uang dan sekolah yang begitu tinggi. Akan tetapi, membangun dunia adalah hanya mencakup dua unsur sederhana, yaitu aku dan bukan aku. Artinya, sisi 'Aku' adalah sisi dimana yang ada di dalam diri. Implikàsinya adalah dalam pikiran sendiri yang tetap, konsisten, absolut. Namun, sisi 'bukan Aku' adalah sisi yang ada di luar pikiran. Di mana di luar pikiran adalah suatu realita yang menembus ruang dan waktu. Selain itu, realita yang tidak lagi konsisten, berubah karena berbagai faktor. Oleh karena itu, dari dua unsur dalam pikiran dan di luar pikiran, sehingga 'Aku' dan 'Bukan Aku' bisa membangun dunia.

    ReplyDelete
  10. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Dunia jika diibaratkan hanya ada dua sisi. Yaitu aku dan bukan aku. Aku telah terstruktur menjadi aku. Yang belum menjadi aku tentu saja bukan aku. Bagaimana yang bukan aku bisa menjadi aku?Kita saling memahami dan saling menjelaskan. Jika dunia hanya ada aku saja, aku tidak bisa hidup. Aku memerlukan bukan aku untuk saling melengkapi. Gapailah bukan aku itu. Namanya membangun, adalah membangun bukan aku sedikit demi sedikit agar dunia menjadi sama seperti yang aku pikirkan.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id