Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 40: Reduksi




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Hidupku itu adalah Reduksi.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

11 comments:

  1. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Reduksi adalah mengurangi atau menyedehanakan. Manusia melakukan reduksi terhadap phenomena yang tejadi untuk menyelesaikan masalah yang ada. menghilangkan sifat-sifat tertentu dan memunculkan sifat lain yang dianggap mewakili dari suatu objek yang dipikirkan. Hal ini dikarenakan manusia adalah makhluk yang terbatas. Manusia tidak bisa menjelaskan semua yang ada dan mungkin ada yang dirasakan oleh indrawi secara sempurna. Misalnya ketika ingin mengatakan sebuah motor, maka manusia mereduksi berbagai jenis kendaraan bermotor yang diketahuinya, dan hanya mengambil sifat-sifat tertentu dari motor misalnya roda dua, memiliki stang, rem ditangan, atau dikaki, memiliki gas yang ditarik disebelah kanan.

    ReplyDelete
  2. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Reduksi merupakan pengurangan. Kehidupan itu reduksi, yang berarti kita mengurangi hal-hal yang kurang baik dan senantiasa lebih giat untuk berbuat kebaikan. Mereduksi keburukkan di segala bidang sedikit demi sedikit dan menambah kebaikan bertujuan untuk menghasilkan harmonisasi dalam kehidupan

    ReplyDelete
  3. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Hidupku itu adalah reduksi. Hal berkaitan dengan keterbatasan kita sebagai manusia. Sebagai contoh, pandangan kita sangat terbatas, kita tidak bisa melihat benda-benda di balik dinding, kita tidak bisa melihat sesuatu dibelakang kepala kita tanpa menoleh, dsb. Pendengaran kita juga terbatas, hanya bisa mendengar suara-suara dengan volum tertentu saja, kita juga tidak bisa mendengar suara yang sumber bunyinya sangat jauh. Ya itulah manusia dengan segala keterbatasannya Karena sesungguhnya manusia diciptakan sempurna dalam ketidaksempurnaan sekaligus tidak sempurna dalam kesempurnaan.

    ReplyDelete
  4. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Reduksionisme dapat diartikan sebagai (a) suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar atau (b) suatu posisi [filsafat filosofis] bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Dalam hidup kita harus mereduksi segala sesuatu untuk lebih mudah memahaminya. Jadi hidup adalah reduksi.

    ReplyDelete
  5. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Hidup itu reduksi. Reduksi adalah mengurangi atau mengeliminasi yang lain sehingga berkurang. Manusia melakukan reduksi fenomena - fenomena yang tejadi untuk menyelesaikan masalah yang ada. Hal ini dikarenakan manusia adalah makhluk yang terbatas, sedangkan pikirannya tidak terbatas. Manusia tidak bisa menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada setelah dirasakan oleh panca indera secara sempurna.

    ReplyDelete
  6. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Perlu kita ketahui bahwa sadar atau tidak, kita telah banyak melakukan reduksi pada setiap fenomena. Sebagai contoh, apabila kita bertemu banyak orang di kampus, di antara mereka ada teman kita yang satu kelas, selanjutnya kita menghampirinya dan di saat itulah kita mereduksi teman2 kelas lainnya untuk mengingat teman yang kita temui itu. Ya, seperti itulah hidup, proses eliminasi dan mengeliminasi setiap fenomena.

    ReplyDelete
  7. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Secara harfiah, Reduksi berarti pengurangan, tetapi bisa berarti juga memilih satu diantara yang ada dan yang mungkin ada. Maka dapat saya katakan bahwa sebenar-benar hidup manusia itu adalah Reduksionism. 

    ReplyDelete
  8. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Saya memahami makna reduksi secara sederhana yakni menyederhanakan. Maka, apabila dalam artikel ini memaknai hidupku itu adalah reduksi. Saya rasa memang benar. Hidup ini sederhana. Se-sederhana pikiran kita dan hati kita dalam perjalanannya. Hidup ini hanya untuk satu tujuan, kembali kepada yang menciptakan kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

    ReplyDelete
  9. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Reduksi berarti pemotongan atau pengurangan. Dalam konteks kehidupan, terdapat banyak sekali hal-hal yang terjadi dalam hidup seseorang yang mengalami reduksi. Dari hari ke hari, pertambahan usia seseorang pada hakekatnya adalah suatu pemotongan kouta hidup seseorang di dunia ini untuk menuju ke kehidupan yang lebih kekal. Maka dari, seseorang mestinya sadar untuk melakukan reduksi terhadap tingkah laku atau perbuatan-perbuatannya yang negatif dengan menggantinya oleh perbuatan-perbuatan yang baik yang sejalan dengan koridor agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat sehinggga kehidupan kita dapat menjadi lebih baik dan tercipta suasana kemasyarakatan yang aman, tenteram, dan damai.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  10. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Reduksi yang terjadi dalam kehidupan merupakan proses menyeleksi pengalaman, hikmah, nilai-nilai yang pernah kita alami dan rasakan serta memandang mana yang dianggap baik dan buruk. Reduksi harus mengarah pada hal positif yang akan membangun diri kita menjadi lebih baik, sehingga kehidupan meliputi intropeksi diri secara kontinu untuk menjadi manusia yang taqwa.

    ReplyDelete
  11. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Hidup manusia itu direduksi. Ya, direduksi umurnya. Kian hari, umur manusia kian direduksi dan akhirnya habis. Hingga saat kita mencapai kematian, kita akan direduksi lagi menjadi tanah. Kita kembali ke tanah, menjadi tanah. Sebelumnya kita dari tanah dan kembali ke tanah. Jika diibaratkan adalah seperti kurva melengkung ke atas. Koefisien dari x kuadrat adalah negatif. Kita dari lahir tidak tahu apa-apa semakin lama semakin dewasa semakin tahu. Akhirnya sampai puncak di mana kita harus turun dan legowo. turun dan terus turun hingga mencapai batasnya. Itulah kontradiksinya.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id