Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 39: Infinit Regress




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya bahwa Hidupku itu ternyata adalah Infinite Regress.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

13 comments:

  1. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat Kelas B 2016
    Manusia adalah makhluk terbatas. Manusia tidak bisa menjelaskan semuanya apa yang dipikirkan dan tidak bisa memikirkan yang ada didalam kehidupannya secara menyeluruh dan mendalam. Karena kehidupan ini adalah bagian Infinite regress yaitu urutan penalaran atau penjelasan yang tidak pernah bisa berakhir. Sehingga dengan pikiran manusia, hanya mengambil sifat-sifat tertentu dari bermilyar-milyar sifat dari suatu objek pikiran yang ada. Misalnya tidak ada yang mengenal dirinya sendiri, bagian dari dirinya bahkan manusia tidak bisa menjelaskan secara keseluruhan dari tangannya sendiri, manusia hanya bisa menjelaskan tangan dengan fungsinya dan terdiri dari tulang, darah, kulit, daging, urat dll biasanya yang nampak oleh indrawi saja, tetapi tidak secara keseluruhan menjelaskan tangannya dari yang ada dan mungkin ada. Contoh lain mencari bilangan bulat positif terbesar dan bilangan bulat negatif terkecil atau mencari pembagian dari 10 : 3 = 3,3333333…dst. Dengan keterbatasan itulah maka manusia melakukan abstraksi dan idealisasi yaitu memilih sifat-sifat tertentu dan menganggap sempurna sifat tersebut.

    ReplyDelete
  2. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Contoh metafisika yang diberikan oleh Plato adalah jika ada suatu ide untuk banyak hal yang sama, maka ketika kita mempertimbangkan ide bersama-sama untuk suatu hal yang lain, kita akan memerlukan ide lebih lanjut dan seterusnya sampai tak terbatas (infinit regress).

    ReplyDelete
  3. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Infinite regrees dapat dimaknai sebagai suatu yang tidak pernah berujung. Seperti hidup kita yang ternyata adalah infinite regrees. Hidup ini tidak terbatas ketika usia kita di dunia habis. Saat usia kita di dunia telah habis, kita masih bisa “hidup” di dunia, yaitu dengan karya-karya dan pemikiran kita, bisa pula dengan kebaikan kita yang masih bisa dirasakan manfaatnya untuk orang lain. Selain itu, seperti yang kami yakini bahwa setelah kehidupan dunia selesai, masih ada kehidupan akhirat yang kekal.

    ReplyDelete
  4. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Infinite regress adalah sebuah kemunduran yang tak terbatas yang muncul saat kita mempertanyakan pembenaran dari alasan kita sendiri. Kita merasa benar dengan segala pemikiran kita. Dengan berpikiran seperti ini kita tidak akan mau berubah menjadi lebih baik, karena sudah merasa baik.

    ReplyDelete
  5. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam dunia filsafat, aku dikenalkan dengan istilah infinite regress yang mana adalah suatu kondisi yang tak terbatas. Bisa juga dimana dengan hal yang tidak berujung. Jika dikaitkan dengan pikiran, maka ini terdapat di dalam pikiran, dan apabila dikaitkan dengam objek filsafat, maka ia adalah yang ada, dan sifatnya melekat pada suatu Benda. Misal, rambut kebanyakan yang memiliki berjuta-juta bahkan milyaran sifat yang melekat, hingga

    ReplyDelete
  6. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Manusia tidak bisa menjelaskan semuanya apa dipikirkan dan tidak bisa memikirkan yang ada didalam kehidupannya secara menyeluruh, mendalam, dan mendetail. Oleh karena itu kehidupan ini adalah Infinite regress yang berisi penjelasan-penjelasan yang tidak berakhir. Contoh saja, manusia yang saat ini berusia 21 tahun, ia sejatinya juga memiliki waktu 21 tahun untuk menceritakan pengalaman selama 21 tahun itu ia lewati, begitu seterusnya. Karena terbatasnya pikiran manusia sehingga dengan pikiran manusia, hanya mengambil sifat-sifat tertentu dari bermilyar-milyar sifat dari suatu objek yang ada di dalam pikiran.

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Hidup adalah perjalanan yang tidak pernah berakhir selama kita hidup. Dalam perjalanannya, selalu ada halang rintang yang menjadikannya lebih berwarna. Sebagai manusia, tugas kita adalah menghadapinya denganberpedoman pada aturan Yang Maha Menciptakan untuk mencapai tujuan. Bukan hanya tujuan dunia namun untuk tujuan hidup yang kekal abadi. Maka, kehidupan ini adalah bagian Infinite regress yaitu urutan penalaran atau penjelasan yang tidak pernah bisa berakhir.

    ReplyDelete
  8. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Infinite regress adalah sesuatu yang tidak berakhir atau tidak berujung. Dalam menjalani kehidupan, seseorang tidak terlepas dari yang namanya infinite regress. Ini bisa muncul karena sifat dasar manusia yang tidak merasa puas akan sesuatu. Misalkan saja dalam hal materi, seseorang telah memiliki misalnya satu mobil tetapi karena rasa ketidakpuasan tersebut maka ia akan menambah jumlah mobilnya atau hartanya. Tetapi di sisi lain infinite regress dalam artian rasa tidak puas bisa menjadi sesuatu yang bernilai positif, misalkan dalam hal menuntut ilmu ataupun dalam hal beribadah dan mencari karunia Allah SWT.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  9. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Infinite regress dapat dibaratkan dengan pikiran yang memproduksi banyak ide yang tidak terbatas. Kemampuan pikiran manusia memang luar biasa, karena dengan banyaknya informasi yang diterima, maka akan semakin kreatif dan tidak ada batasnya untuk memikirkan hal-hal baru. Hidupku pun penuh dengan perubahan, dimana perubahan itu adalah hasil karya pikiranku yang tidak terbatas, sehingga perubahan dalam diriku pun tidak terbatas.

    ReplyDelete
  10. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Hidup manusia itu infinite regress. Kemunduran yang tak terbatas. Ada sebab akibat yang tidak terbatas hingga mundur ke belakang, hingga sampai dimensi kemunduran di mana manusia sudah tidak mampu memikirkannya lagi. Jadi, kemunduran tak terbatas juga suatu mitos dan anomali karena kita tidak tahu seberapa lamanya kemunduran namun kita tahu seberapa batasnya kita boleh memikirkannya. Dan antara kemunduran dan masa depan itu sama, berada pada satu titik temu, yaitu akhirat yang kekal.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  11. Bayu Adhiwibowo
    S2 Pend. Matematika 16709251014
    Infinite regress adalah sesuatu yang tidak pernah ada ujung akhir dari hal tersebut. Dalam setiap proses pada kehidupan ini pasti ada bagian yang tidak memiliki batas. Contohnya keinginan kita, saat kita memiliki keinginan pastilah ketika keinginan itu tercapai maka akan tercipta keinginan lagi di atasnya

    ReplyDelete
  12. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Menurut Socrates, infinite regrest adalah suatu yang tidak pernah berujung. Kehidupan ini tidak pernah ada yang mengetahui bagaimana akhir atau ujungnya. Jika dikatakan kematian adalah sebuah akhir, maka setelah kematian pun, beberapa meyakini akan dibangkitkan kembali untuk penghitungan amal, beberapa percaya akan hidup kembali untuk masuk ke surga atau neraka, beberapa lagi percaya akan dibangkitkan kembali dalam wujud yang berbeda (reinkarnasi). Maka sebenar-benarnya hidup adalah infinite regress. Dalam hidup ini pun aku memikirkan banyak hal dan menginginkan banyak hal yang tak ada habis dan ujungnya. Saat ini aku ingin menyelesaikan S2, setelah menyelesaikan S2 aku ingin bekerja, dan seterusnya. Maka dapat aku katakan bahwa ternyata hidupku ini ternyata adalah infinite regress.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  13. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Hidup kita adalah infinit regress, suatu yang tidak pernah ada batasnya. Ketika kita menginginkan sesuatu, saat sudah terpenuhi, muncul lagi keingingan-keinginan lainnya, begitu seterusnya. Begitu juga ketika kita menemukan suatu ilmu, ilmu tersebut menjadi dasar bagi ilmu-ilmu lainnya yang tak akan ada habisnya seiring dilakukannya penelitian-penelitian selanjutnya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id