Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 34: Tidak Percaya Hukum Sebab Akibat




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menentukan sikapku, apakah aku harus menerima atau menolak Hukum Sebab Akibat?

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

12 comments:

  1. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Menerima hukum sebab akibat artinya kita menggunakan rasionalisme kita dalam sebuah peristiwa. Benar adanya akibat muncul karena adanya penyebab. Hukum ini selalu beriringan, sebagai contoh banjir, pasti ada penyebabnya tidak mungkin tidak ada penyebab, bisa karena hujan lebat, saluran air mampet, atau bahkan peringatan untuk kita lebih beriman.

    ReplyDelete
  2. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Apakah kita harus menerima atau menolak Hukum Sebab Akibat ini haruslah disesuaikan dengan konteksnya. Ketika kita menerima hukum sebab akibat, artinya kita menggunakan pikiran kita untuk mencari penyebab dari suatu fenomena serta memikirkan akibat yang mungkin jika kita mengambil suatu keputusan atau melakukan suatu tindakan. Namun, ada hal-hal yang sebaiknya kita terima saja, kita yakini saja, yaitu perkara takdir Tuhan. Kita harus meyakini takdir kita tersebut adalah ketetapan Tuhan, tanpa perlu mencari penyebab-penyebabnya.

    ReplyDelete
  3. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    “Segala sesuatu yang terjadi tidak mungkin disebabkan oleh kebetulan, tentu ada sebabnya” dinyatakan oleh Andrew Ho . Alam semesta yang begitu besar beserta isinya ternyata tunduk dan patuh tehadap hukum alam. Salah satu hukum alam tersebut menegaskan bahwa segala sesuatu terjadi di alam semesta merupakan akibat dari sesuatu. Fenomena di seluruh belahan dunia, baik yang buruk atau positif, semua dikarenakan suatu sebab. Itulah yang dinamakan hukum sebab akibat, yang merupakan induk dari semua hukum alam yang ada. Saya adalah orang yang percaya adanya hukum sebab akibat.

    ReplyDelete
  4. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Segala sesuatu yang dilakukan pasti mempunyai akibat tersendiri. Akibat tersebut dapat bersifat positif maupun bersifat negatif. Siapa yang berbuat maka dialah yang bertanggung jawab. Bahkan tak hanya bagi manusia saja hukum ini berlaku, seluruh makhluk di kolong langit ini akan menerima konsekuensi dari hukum itu. Mau suka atau tidak pun tak kan bisa berpaling dari hukum kasualitas ini. Begitu pun hukum alam, mengajak manusia untuk senantiasa menanam kebaikan dengan bersikap jujur, ikhlas, dan ringan tangan membantu sesama. Karena sekecil apapun bentuk kebaikan itu akan memberikan imbalan positif secara tidak terduga. Tetapi jika seseorang selalu bersikap jahat, kejam dan selalu menyebarkan isu negatif, berarti ia sudah menanamkan benih-benih kehancuran. Maka jangan heran jika suatu ketika ia akan menelan bencana. Dalam Al Qur'an juga dijelaskan bahwa Menanam satu kebaikan maka akan tumbuh tujuh kebaikan dan dari tujuh kebaikan itu akan berlipat lagi menjadi kebaikan-kebaikan yang lain. Begitu pula dari satu kejahatan, maka akan tumbuh tujuh kejahatan lain dan terus menerus menjadi kejahatan-kejahatan lain yang akan datang begitu saja. Jadi kita hidup di dunia ini tidak akan terlepas dari hukum sebab akibat.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  5. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Saya termasuk orang yang percaya hukum sebab akibat. Karena seperti pepatah “tidak ada asap kalau tidak ada api”. Analogi dari saya sederhana, kabut asap yang tebal yang pernah melanda Kota Pontianak setahun lalu itu, memang bukan karena kebakaran hutan yang tidak disengaja namun karena ulah tangan manusia tak beradab yang mengambil “keuntungan” dengan merugikan orang banyak. Namun, jika kita melihat sumbernya, kabut asap itu tetaplah disebabkan oleh “api” yang membakar, hanya dengan cara yang berbeda.

    ReplyDelete
  6. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Maka, percaya ataupun tidak, setiap “benih” yang kita tanam akan kita tuai ‘buah”nya. Hidup ini selalu membutuhkan usaha untuk mendapatkan hasil. Usaha adalah sebab, dan hasil adalah akibat. Dalam Islam bahkan ditegaskan bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut tidak merubahnya. Itulah mengapa saya selalu percaya hukum sebab-akibat. Maka, tanamlah yang baik-baik agar mendapat yang baik. Allahu’alam.

    ReplyDelete
  7. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas B

    Tidak akan ada asap jika tidak ada api. Inilah hukum sebab akibat. Akibat merupakan sifat yang terjadi karena adanya sebab. Akibat terjadi karena sebab yang pada umumnya dilakukan oleh pelaku. Maka perlu berhati-hati dalam bersikap, karena sebab yang engkau lakukan akan memberimu “akibat” sesuai dengan “sebab” yang engkau lakukan. Terimalah sebab akibat karena kodrat “menanam” adalah “menuai” segitupun dengan sebab akibat. Engkau melakukan, engkau akan menerima resiko.

    ReplyDelete
  8. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Manusia tidak pernah terlepas dari hukum sebab akibat, bagaimana pun kita menghindarinya, hal ini pasti akan menimpa diri kita tanpa disadari. Menerimanya merupakan bentuk bahwa kita tahu jika berani berbuat, maka berani bertanggungjawab dan menerima akibatnya. Yang membedakan hanyalah dampak dari akibat tersebut apakah dampak itu besar atau kecil, semua bergantung pada perbuatan seseorang. Oleh karena itu, bersikap memerlukan etika atau sopan santun agar kita selalu berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu, pertimbangkan akibatnya dan ambil keputusan yang tepat.

    ReplyDelete
  9. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assaalamu'alaikum wr wb.
    Di dunia ini, rasanya tidak ada yang terlepas dari sebab akibat. Bahkan sebab ada atom pun akibat ada makhluk hidup. Sesuatu menjadi penyebab sesuatu yang lain, dan sesuatu yang lain menjadi penyebab sesuatu yang lain-lain. Kecuali sebab Absolut.
    Apakah kita harus menerima atau menolak Hukum Sebab Akibat?Menurut saya, biarlah sebab akibat itu berjalan terus. Namun, kita tidaklah usah terlalu mempedulikan jika saya melakukan ini apa yang terjadi, dan sebagainya. Tetaplah saja berbuat baik dan jadi diri sendiri.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  10. Bayu Adhiwibowo
    S2 Pend. Matematika 16709251014
    Hukum sebab akibat adalah hukum yang pasti adanya di dunia ini. Tidak ada asap kalau tidak ada apinya. Hal ini pasti secara rasional akan diterima oleh semua orang. Untuk urusan menerima atau menolak hukum sebab akibat sebaiknya kita ikut saja arus seperti air saja, nanti pasti akan terlihat sendiri mana yang sesuai.

    ReplyDelete
  11. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Tidak ada sesuatu yang kebetulan didunia ini. Alam semesta tidak mungkin terjadi dengan kebetulan tanpa ada yang menciptakannya. Tidak ada orang tua tanpa adanya masa muda. Tidak ada masa muda tanpa adanya masa balita. Tidak ada siswa tiba-tiba pintar tanpa adanya proses belajar ataupun guru yang mendampinginya serta pendidikan yang baik buatnya. Maka sebenar-benarnya yang mengadakan dunia dan segala isinya adalah kuasa Allah. Allah yang Maha Pencipta, yang mengetahui semua ciptaan-Nya.

    ReplyDelete
  12. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Hukum sebab akibat merupakan salah satu hukum yang biasa dipercayai masyarakat luas. Mereka percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi tidak mungkin terjadi begitu saja, tentu ada sebabnya. Namun, terlepas dari itu semua, yang saya yakini adalah segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Jika Allah SWT berkehendak, maka terjadilah. Kun fa yakun.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id