Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 32: Ilmu Tentang Semua Hukum-hukum




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya bahwa ditengah-tengah yang semuanya tampak seperti tidak teratur, ternyata aku menemukan bahwa Filsafat adalah Ilmu yang Mempelajari Tentang Segala Aturan-aturan atau Hukum-hukum

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

11 comments:

  1. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat Kelas B 2016
    Sumber hukum adalah sesuatu yang menjadi dasar hukum atau pedoman didalam kehidupan. Banyak sumber-sumber hukum misalnya hukum adat yang berasal dari kebiasaan atau adat istiadat yang sudah turun-temurun dari nenek moyang untuk masyarakat maupun wilayah tertentu saja, hukum negara yang berasal dari ide-ide kedaulatan negara dan dasar negara yang mengatur wilayah dinegara tersebut dan menjalin hubungan dengan negara lain. Hukum internasional berasal dari kesepakatan bersama perserikatan bangsa-bangsa yang mengatur hubungan antara negara satu dan negara lainya didunia internasional dan hukum agama yang berasal dari wahyu yaitu Al Quran dan As Sunah yang berlaku universal, yang tidak terikat dari suku, ras, budaya, negara dll, bahkan daun yang jatuh dari pohon sudah ada sumber hukumnya dalam Agama. Maka sebenar-benarnya sumber hukum adalah hukum agama yang absolut dari Allah yaitu Al Quran dan As Sunah.

    ReplyDelete
  2. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Filsafat merupakan dasar dari pembentukan makna yang ada sesuai dengan pemikiran kita. Adanya buah pemikiran yang muncul dalam berfilsafat ketika kita kaitkan dalam kehidupan sehari hari dalam bidang, ekonomi, politik, budaya, etnologi, dsb memberikan sebuah harmonisasi jika kita menggunakannya sesuai dengna ruang dan waktu. Hukum dan peraturan perundang-undangan juga memiliki filosofi jika kita kaitakan dengan olah pikir kita. Sehingga ketika dalam segala hal kita berfilsafat sesuai dengan ruang dan waktu dalam hukum atau aturan apapun akan tercipta adanya harmonisasi.

    ReplyDelete
  3. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan, dan pemikiran manusia secara kritis, dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran, dan ketertarikan. Jadi tidak heran kalau filsafat menjadi ilmu yang mempelajari tentang segala aturan karena filsafat memandang suatu fenomena dari berbagai sudut pandang.

    Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat

    ReplyDelete
  4. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Filsafat adalah ilmu olah pikir manusia. Hasil dari pemikiran manusia tersebut, dalam hal ini adalah para filsuf, akan tercipta suatu pandangan, aturan, acuan dalam menjalani segala aspek kehidupan. Jadi filsafat adalah Ilmu yang Mempelajari Tentang Segala Aturan-aturan atau Hukum-hukum, untuk dapat menjalni hidup dengan seimbang. Dari hasil berbagai olah pikir manusia yang tak teratur (berbeda-beda) maka dihasilkan berbagai aturan / hukum yang berbeda pula.

    ReplyDelete
  5. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Hubungan Filsafat dengan berbagai aturan-aturan atau kukum adalah bahwa filsafat itu terdiri dari beberapa bagian. Salah satu bagian utamanya adalah filsafat moral, yang disebut juga etika. Objek dari bagian utama ini ialah tingkah laku manusia dari segi baik dan buruk yang khas ditemukan dalam tingkah laku manusia, yaitu baik atau buruk menurut kesusilaan. dari hal ini lahir satu cabang filsafat yaitu filsafat hukum. Sedangkan diketahui bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara aturan-aturan atau hukum sangat diperlukan untuk menjamin kebebasan atau hak-hak dasar dari satu individu. Makanya itu dengan adanya filsafat yang tercipta dari pemikiran manusia dan sikap kritis manusia terhadap lingkungan sekitarnya maka terciptalah aturan-aturan yang mengikat individu dalam masyarakat.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  6. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Saya mendefenisikan makna hukum disini secara sederhana, yakni sesuatu yang mengatur atau sumber aturan. Sebagai mahasiswa, yang tentunya telah “mengecap” bangku sekolah dan perkuliahan tentunya kita telah menerima banyak ilmu tentang hukum baik hukum yang mengatur negara, hukum yang mengikat di masyarakat dan sebagai umat beragama kita memiliki hukum dari “kitab suci” yang mengatur segala tata kehidupan kita.

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Apabila dikaitkan dalam artikel ini, dan diminta mendeskripsikan tesis dan anti tesis bahwa ditengah-tengah yang semuanya tampak seperti tidak teratur. Ya, terkadang di tengah-tengah saya merasa memang hidup ini dengan segala aturannya tetap terasa “tidak teratur”, dan filsafat hadir dengan berbagai teori para filsuf yang mempelajari ilmu tentang segala aturan-aturan. Bahkan terkadang menyentuh ranah spiritual. Namun, hukum tertinggi yang mengatur tetaplah hukum Allah subhanahu wa ta’ala.

    ReplyDelete
  8. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Filsafat mengandung aturan-aturan menyeluruh untuk sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, baik itu hukum Tuhan maupun hukum yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Hidup tanpa adanya aturan atau hukum pasti menjadi kekacauan dalam pikiran, akan muncul rasa tidak aman dan tidak tenang. Aturan yang ada adalah nilai-nilai dan hakekat yang harus dianut manusia selagi hidup di dunia. Aturan/hukum hanya memberikan jawaban sepihak dan hanya melihat gejala - gejala hukum sebatas yang dapat dilihat oleh panca indra mengenai perbuatan - perbuatan manusia dan kebiasaan - kebiasaan manusia sementara itu pertimbangan nilai dari hakekat tsb luput dari norma yang berlaku.

    ReplyDelete
  9. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Hukum-hukum di dunia ini ada banyak. Ada hukum di bidang IPA, Matematika, dan sebagainya. Yang paling terkenal adalah hukum positif. Yaitu pada dasarnya adalah hukum yang tidak pandang bulu. Itu jika yang menerapkannya adalah orang yang tahu. Orang yang tahu adalah orang yang berilmu. Jika tidak tahu, tidak berilmu, dia akan memperlakukan hukum positif tersebut sekehendak hatinya. Menyengsarakan banyak orang. Dia wan prestasi, menafikan jabatan.
    Hukum yang dilandasi ilmu dengan benar adalah hukum yang sesuai dengan ruang dan waktunya. Menjadikan dan menjanjikan kehidupan yang indah.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  10. Bayu Adhiwibowo
    S2 Pend. Matematika 16709251014
    Filsafat itu intinya adalah olah pikir manusia. Olahpikir manusia itu akan menghasilkan pemikiran-pemikiran. Dari pemikiran itu pastilah akan tercipta hukum-hukum. Filsafat itu memiliki banyak sisi pandang terhadap sebuah ilmu. Itulah filsafat yang kita liat selama ini dan bisa disebut sebagai hukum-hukum

    ReplyDelete
  11. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas B

    Filsafat mempelajari hukum sebab akibat yang telah diturunkan di dunia. Sehingga ruang lingkupnya adalah alam semesta ini. Karena begitu luasnya ruang lingkup filsafat, maka dari situ dapat mempelajari banyak hal terkait segala aturan-aturan atau hukum-hukum. Dari alam semesta ini kita dapat membaca fenomena alam dan memahami hukum-hukum yang ada untuk menjadi pedoman selama kita berpijak di bumi. Dalam mempelajari filsafat berarti kita mempelajari ontologi (hakekat), epistemologi (metodelogi), dan estetika (kepantasan). Objek yang dipelajari dari filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Dengan demikian berarti ketika kita mempelajari filsafat maka kita akan mempelajari hakekat dari segala sesuatu yang ada dan mungkin ada, mempelajari metodelogi dari segala sesuatu yang ada dan mungkin ada, dan mempelajari kepantasan dari segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Jadi dalam filsafat, apa yang kita pelajari menjangkau segala sesuatu yang ada dan mungkin ada, termasuk segala aturan-aturan atau hukum-hukum.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id