Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 30: Kata-kataku Tak Mampu Mengucapkan Semua Pikiranku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Kata-kataku Tidak Mampu Mengucapkan Semua Pikiranku.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

13 comments:

  1. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Begitu banyak hal yangdapat kita pikirkan dan itu tidaklah mungkin untuk selalu diucapkan. Kita akan berfikir mengeluarkan kata-kata yang tepat sesuai dengan ruang dan waktu nya walau terkadang pemikiran kita lebih banyak dari apa yang kita katakana. Sebagai calon pengajar sudah sebaiknya kita menyaring kata-kata apa yang akan diucapkan, karena seorang pengajar kata-katanya akan menjadi tauladan bagi murid-muridnya kelak.

    ReplyDelete
  2. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Ternyata kata-kataku tidak mampu mengucapkan semua pikiranku. Kita bisa memikirkan beberapa hal sekaligus, namun kita hanya bisa berucap kata demi kata. Ini adalah ketentuan Allah yang harus disyukuri. Bayangkan kalau kita bisa mengucapkan semua yang kita pikirkan dalam sekali ucap. Bisa saja teman bicara kita justru tidak bisa mengerti apa yang kita bicarakan.

    ReplyDelete
  3. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Manusia dikarunia oleh nikmat akal dan fikiran yang dapat digunakan dalam berfikir, berkata, bersikap, dan mengambil keputusan. Sesungguhnya apa yang kita fikirkan tidak dapat kita lakukan sepenuhnya, sama halnya dengan apa yang kita ucapkan tidak mampu mengucapkan semua yang ada di dalam fikiran kita. Perencanaan bersumber dari pikiran, kemudian diucapkan untuk didiskusikan. Seringkali manusia salah dalam berbicara karena terkadang pikirannya terlalu cepat dibandingkan dengan kecepatan berbicaranya. Pikiran manusia itu luas sekali, sehingga kata-kataku tak mampu mengucapkan semua pikiranku.

    ReplyDelete
  4. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Salah anugerah terbesar yang ada dalam diri kita adalah akal. Karena dengan akal tersebut kita dapat berpikir secara logis, dan karena pikiran tersebut kita akan lebih bersikap kritis terhadap lingkungan sekitar. Pikiran adalah bayangan dunia karena dengan pikiran kita dapat membayangkan dan memikirkan berbagai objek, tempat, bahkan kata-kata sekaligus. Tidak sampai di situ dalam pikiran kata-kata yang akan dikeluarkan akan disintesiskan dan dihubungkan dari berbagai sumber sehingga terjadi reduksi kata-kata yang pantas untuk dikeluarkan atau diucapkan. Kata-kata yang diucapkan sifatnya terstruktur, teratur dari kata yang satu ke kata yang lainnya sehingga membentuk suatu kalimat yang baik dan sopan. Berbeda dengan apa yang terjadi dalam pikiran, di mana kata-kata tersebut dapat dipikirkan secara sekaligus. Inilah mengapa kata-kataku tidak dapat mengikuti pikiranku.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  5. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Otak sebagai pusat pengolah pikiran manusia, memiliki bermilyar-milyar sel di dalamnya. Cara kerja otak adalah salah satu bukti kebesaran Tuhan. Tidak akan ada yang mampu menduplikasi otak manusia yang mampu menyimpan memori bertahun-tahun, yang mampu mencerna dan memahami berbagai macam jenis ilmu. Otak manusia begitu istimewa, di situlah pikiran diolah dan dicerna sehingga pada akhirnya diucapkan melalui kata-kata atau diaplikasikan melalui lisan. Namun tak semua pikiran kita dapat diucapkan oleh lisan dan diaplikasikan oleh pikiran. Ada bagian yang “terbuang”, pun ada bagian yang hanya tersimpan, hingga tidak atau belum mampu diucapkan apalagi diaplikasikan.

    ReplyDelete
  6. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Dalam pikiran kita kadang-kadang ada suatu pendapat atas suatu peristiwa yang telah terjadi. Tapi pendapat itu sukar dinyatakan baik dengan tulisan maupun dengan diucapkan. Sama halnya dengan kita belajar, apabila kita mempelajari ilmu secara bermakna, tentunya kita bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.

    ReplyDelete
  7. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Apa yang ada di dalam pikiran kita adalah hal yang tidak terbatas atau infinite regrees. Di mana hal hal itu tidak berujung selesai. Namun, apa yang kita ucapkan adalah melalui proses reduksi dari dalam pikiran sehingga apa yang dikatakan adalah twrbatas, tapi menembus ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  8. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Apa yang kita ucapkan adalah berasal dari pikiran kita yang dipilih dari sekian banyak pikiran pikiran yang ada di dalam pikiran. Oleh karena itu, apa yang kita ucapkan adalah proses dari reduksi yang ada di pikiran. Seandainya tidak ada proses reduksi, maka semua apa yang ada di pikiran kita terucap semua dalam sekali waktu. Tetapi, semua itu tidak bisa. Sekali lagi apa yang terucap adalah proses reduksi atau pilihan dari pilihan-pilihan yang ada di dalam pikiran.

    ReplyDelete
  9. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Kata-kata kita terbatas di ruang dan waktu. Kita sering dikejar-kejar ruang dan waktu untuk berkata-kata. Sedangkan pikiran kita bisa mengembara jauh kemanapun kita mau. Kita mau membawa di luar batas pun tidak apa-apa asal kita mampu menanggung risiko.
    Ada kata-kata yang walaupun tidak kita ucapkan secara lisan, hanya di dalam hati, akan terdengar. Terdengar oleh Allah. Yaitu rintihan doa-doa kita. Allah pasti akan mengabulkan doa hamba-Nya yang bertaqwa.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  10. Bayu Adhiwibowo
    S2 Pend. Matematika 16709251014
    Pikiran manusia adalah bentuk normatif ketika dilihat dari sisi filsafat. Bagian ini ada di atas dari bentuk formal, yaitu berupa kata-kata, maka dari situ sudah jelas terlihat bahwa tidak mungkin bahwa kata-kata bisa menggambarkan apa yang ada di pikiran kita.

    ReplyDelete
  11. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Dunia dibangun dari dunia idea dan dunia nyata. dunia nyata adalah bayang-bayang dari dunia idea itu sendiri. Prinsip, identitas dan olah pikir adalah bagian dari dunia idea. Manusia berada didunia nyata adalah bayang-bayang dari dunia idea. Dunia kata-kata adalah bagian dari dunia nyata. maka kata-kata adalah bagian dari dunia idea yaitu dunia pikir, prinsip dan lain sebagainya. Oleh karena itu kata-kata sebagai bayang-bayang dari dunia idea tidak akan mampu mengucapkan atau mengatakan semua yang ada didunia idea atau alam pikiran manusia.

    ReplyDelete
  12. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Kata-kata itu merupakan perwujudan dari pikiran, maka pikiran dulu baru kata-kata. Sehingga jelas bahwa kata-kata tidak akan mampu mengungkapkan semua yang ada dipikiran. Filsafat itu lebih lembut daripada eter, lebih cepat daripada kilat, filsafat itu olah pikir, maka pikiran kita juga sama cepatnya. Maka dari itu, kata-kata tidak akan mampu mengungkapkan apa yang ada dipikiran. Selain itu, sebelum aku selesai menjelaskan apa yang ada di pikiranku, aku sudah menjadi aku yang berbeda, pemikirannya pun berbeda pula.

    ReplyDelete
  13. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas B

    Kata-kata merupakan perwujudan dari yang ada dalam pikiran kita. Ketika mulai berkata, pikiran kita ikut berperan dalam proses merangkai kata untuk menghasilkan kalimat yang dapat dimengerti. Namun tidak hanya pikiran, hati pun berperan sebagai pengendali dari apa yang kita ucapkan. Terkadang terbesit keinginan untuk menyampaikan apa yang ada dalam pikiran kita, namun hati tak menghendakinya. Terkadang kita kehabisan kata untuk menjelaskan semua pikiran kita, karena tak semua kata mampu mendeskripsikan apa yang kita maksudkan. Dengan demikian, tak semua kata-kata kita mampu mengucapkan semua yang ada dalam pikiran kita.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id