Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 26: Hidupku antara Fatal dan Vital




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Hidupku itu Terletak diantara Fatal dan Vital.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

15 comments:

  1. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat Kelas B 2016

    Hidup manusia adalah fatal dan vital. Hidup yang fatal yaitu hidup yang takdirnya dipilih oleh Tuhan. Hidup yang vital adalah ikhtiar atau usaha manusia itu sendiri. Sebenar-benanya hidup adalah interaksi antara fatal dan vital. Fatal dan vital adalah potensi. Sebenar-benarnya manusia tidak mengetahui potensinya masing-masing dan hanya mengetahu sedikit. Maka sebagai seorang manusia kita harus mengembangkan potensi itu sendiri. Potensi manusia dilahirkan sebagai seorang laki-laki atau perempuan, jika seorang laki-laki bagaimana ia harus menjalankan kehidupannya sebagai seorang laki-laki dan sebaliknya jika dilahirkan sebagai seorang perempuan maka bagaimana ia harus menjalankan pkehidupannya sebagai seorang perempuan. Jika ia terlahir dari seorang rakyat maka bagaimana ia akan menjalani dan mengusahakan kehidupannya apakah ia akan menjadi seorang rakyat juga atau ingin menjadi seorang pejabat. Jika ia terlahit dari seorang pejabat atau bangsawan maka bagaimana ia akan menjalani dan mengusahakan kehidupannya apakah ia akan menjadi seroang pejabat, bangsawan ataupun rakyat dll. Maka untuk dapat hidup adalah terus mengembangkan potensi tersebut, karena Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak merubahnya sendiri. Tuhan tidak merubah nasib seseorang jika tidak ada usaha dari orang tersebut.


    ReplyDelete
  2. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Hidup itu memilih dan dipilih. Dalam berkehidupan, sejatinya manusia memiliki potensi dalam menentukan langkahnya. Sehingga muncul paradigma bahwa manusia berhak berusaha atas dirinya untuk memilih. Para filsuf mengatakan bahwa itu adalah fitalnya manusia dalam kehidupannya. Namun, dalam usaha memilih juga sebenarnya terbatas oleh pilihan yang telah dipilih oleh takdir terhadap manusia. Inilah yang dikatakan sebagai fatalnya kehidupan. Dengan demikian, sebenar benarnya hidup adalah interaksi antara fital dan fatal.

    ReplyDelete
  3. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Setelah membaca postingan tentang interaksi antara fital dan fatal dalam proses kehidupan, atau jika bahasanya diturunkan sedikit, maka saya memahami bahwa hidup itu interaksi antara usaha dan takdir.
    Saya jadi teringat juga ketika aku mendapatkan ilmu dari penyampaian suatu hadist tentang ruang lingkup hidup manusia. Ruang lingkup hidup manusia digambarkan sebagaimana persegi panjang yang tengahnya ada garis horisontal yang membagi dua persegi panjang itu sama besar, yakni menggambarkan sebagai usaha manusia. Lalu pada garis tengah itu terdapat garis-garis vertikal yang memotong garis horisontal itu yang mengilustrasikan sebagai manusia. Sedangkan garis persegi panjang tersebut adalah takdir yang menyelimuti manusia. Dengan demikian, ruang lingkup hidup manusia adalah interaksi antara usaha dan takdir, yang senada dengan para filsuf katakan adalah interaksi antara fital dan fatal.

    ReplyDelete
  4. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Hidup adalah fatal apabila kita hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun dan hanya bergantung pada nasib yang akan kita terima. Hidup adalah vital bila kita terus berusaha agar hidup terjadi sesuai dengan apa yang kita kehendaki. Namun, hidup tidaklah murni fatal ataupun vital. Hidup adalah kombinasi dari keduanya. Sekeras apapun kita berusaha jika itu bukan takdir kita maka kita akan diberikan jawaban lain karean Allah tau yang terbaik untuk kita. Begitu pula jika itu takdir kita dan kita tidak berusaha untuk menjemputnya, makin jauhlah kita akan ketentuan itu, sehingga harus seimbang antara fatal dan vital.

    ReplyDelete
  5. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Hidup antara fatal dan vital dapat diumpamakan seperti antara hidup dan mati. Ketika ada kehidupan maka ada kematian, maka berlakukah sebab-akibat dimana hidup dan mati hanya Allah yang tahu. Hidup adalah takdir. Dimana takdir setiap manusia sudah pasti digariskan oleh Allah SWT. Akan tetapi, manusia juga dapat merubah takdir hidupnya sendiri dengan cara berusaha untuk merubah takdirnya. Ketika manusia berhasil merubah takdirnya, maka itulah takdir yang harus dijalaninya. Dan semua itu yang tahu hanya Allah SWT, manusia hanya bisa berusaha berusaha dan disertai dengan doa.

    ReplyDelete
  6. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Hidupku itu terletak diantara fatal dan vital. Fatal adalah takdir dan ketentuan Allah, sedangkan fital adalah ikhtiar kita dalam menjalani hidup ini. Kita memang harus berserah diri akan takdir Allah. Tapi bukan berarti kita menjadi orang yang malas, yang tidak mau berusaha demi kehidupan kita yang lebih baik. Karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka.

    ReplyDelete
  7. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Vitalisme adalah pandangan filsafat mengenai kehidupan, kehidupan yang dimaksud adalah jiwa dan energi dari manusia, bukannya suatu materi. Sedangkan fatalisme adalah pandangan filsafat mengenai kepasrahan seseorang dalam menghadapi kehidupan.Kehidupan manusia berarti bagaimana jiwa dan energi dari manusia dalam menghadapi hidup ini. Dalam menghadapi kehidupan tidak sepenuhnya pasrah, namun diperlukan suatu usaha, barulah setelah berusaha diperbolehkan pasrah kepada Allah SWT. Jiwa dan energi dalam menghadapi kehidupan adalah sebagai semangat rohani, namun diperlukan juga kekuatan fisik untuk menghadapi kehidupan. Terlihatlah bahwa kehidupanku tidak sepenuhnya Fatalisme maupun Vitalisme, namun terletak di antaranya.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Benar bahwa hidup kita berada antara fatal dan vital. Fata dapat diartikan sebagai nasib yang telah ditentukan oleh sang Pencipta Allah SWT, sedangkan vital merupakan usaha kita untuk menjalani kehidupan ini. Dalam hidup ini, Ketika kita meyakini adanya yang fatal maka sepenuhnya kita mempercayakan pada nasib. Ketika kita meyakini adanya vital maka sepenuhnya kita mengupayakan atau percaya bahwa segala sesuatu itu karena usaha bukan semata pasrah terhadap nasib. Oleh karena itu seharusnya kita dapat menyeimbangkan kedua unsur tersebut untuk menjalani kehidupan. Karena dengan keseimbangan dua unsur akan memberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan mendominankan salah satu unsur saja." Sesuai dengan isi dari surah Ar-Rad ayat 11 yang artinya sesungguhnya Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka". Dari ayat ini kita dapat memahami bahwa selain bergantung pada takdir yang dituliskan bagi kita, usaha juga sangat juga sangat berperan menentukan bagaimana kehidupan kita selanjutnya.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  10. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Sebagaimana filsafat, hidup juga merupakan interaksi. Interaksi antara baik dan buruk, benar dan salah, yakin dan ragu. Begitupun merupakan interaksi antara fatal dan vital. Menurut saya, hidup yang fatal adalah ketika kita tidak percaya bahwa kehidupan sebenarnya memberikan kita sejuta alasan untuk bersyukur namun kita menyia-nyiakannya. Sedangkan hidup yang vital adalah hidup yang menyadari kesempatan baik untuk hidup dan mensyukurinya.
    Jika filsafat adalah olah pikir, maka begitupun hidup kita adalah hasil dari buah pemikiran kita sendiri. Jika kita berpikir positif, maka akan bertimbal balik positif. Dan begitupun sebaliknya. Vital dan fatal hidupmu tergantung pada pikiranmu.

    ReplyDelete
  11. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Sebelum manusia dilahirkan ke dunia ini, sudah Allah catat dengan jelas di lauhul mahfudz bagaimana nanti kehidupannya. Manusia memang tidak terlepas dari fatal dan Vital. Oleh karena itu, panjatan do’a serta usaha harus dilakukan. Tetapi, semua itu hanya sebatas kemampuan manusia, tidak lebih dari itu. Ikhtiar itu dianjurkan namun tetap harus tawakal, menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah, agar tetap tenang dan selalu optimis. Karena Allah telah menentukan hasil dari apa yang telah diusahakan.

    ReplyDelete
  12. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Kehidupan manusia itu antara fatal dan vital. Fatal adalah kodrat, sedangkan vital adalah impian. Fatal adalah sesuatu yang kita terima mentah apa adanya. Vital adalah sesuatu yang masih dapat kita perjuangkan di dalam hidup kita. Kita tidak boleh membaliknya dan menggugat Allah. Mengapa saya dilahirkan begini. Mengapa tidak begini. Atau kita mempunyai keinginan dan impian namun kita diam saja tidak berusaha mewujudkannya. Hanya mengharapkan keajaiban yang ada di dunia dongeng.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  13. Bayu Adhiwibowo
    S2 Pend. Matematika 16709251014
    Hidup manusia ini memang antara fatal dan vital. Fatal adalah ketetapan Allah terhadap diri kita atau istilah lain takdir. Sedangkan vital adalah adalah usaha kita dalam hidup ini atau istilah lainnya adalah ikhtiar. Dalam hidup kita memang harus pasrah terhadap takdir Allah akan tetapi kita juga harus senantiasa berusaha untuk mencapai hidup kita yang lebih baik dengan berikhtiar. Oleh karena itu hidup manusia terdiri atas fatal dan vital

    ReplyDelete
  14. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B


    Baik nuruk manusia yang menentukan adalah manusia itu sendiri, fatal dan vital adalah mengenai apa yang penting dan yang riskan pada suatu hal. Maka hidup ini itu fatal dan vitalnya salah satunya adalah perbuatan manusia. Karena manusia dapat berbuat salah, dan akan berakibat pada diri mereka, dan bagi orang lain. Sehingga setiap perbuatan yang kita lakukan hendaknya selalu dipikirkan apakah sudah sesuai dengan ruang dan waktunya atau belum. Karena jika kita memikirkannya maka akan mengurangi kesalahan yang terjadi.

    ReplyDelete
  15. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Hidup itu adalah sebuah pilihan, dimana pilihan setiap manusia berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya. Selagi kita dikasih kesempatan untuk memilih, maka kita manfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Kita harus benar-benar memikirkan terlebih dahulu apa yang akan menjadi pilihan kita kelak, agar nantinya tidak berakibat fatal. Karena apabila sudah fatal maka tidak ada gunanya lagi. Manusia berusaha dan berdoa kepada Allah swt agar memperoleh banyak ilmu dan pahala, yang nantinya ilmu tersebut dapat disampaikan kepada orang lain. Agar lebih terarah hidupnya, manusia harus dapat mengubah keadaan yang sudah fatal menjadi vital. Misalnya dengan manusia berdoa dan berikhtiar kepada Allah swt agar senantiasa dikasih kemudahan dan kelancaran dalam menjalani hidup serta apa yang dilakukannya mendapatkan pahala dari Allah SWT.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id