Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 58: Hidup Adalah Pilihan




Oleh Marsigit

Pertanyaan dari Bapak Irwandi Uncen:

Bapak Irwandi :

Saya ingin bertanya sesuatu kepada Bapak
Hidup adalah pilihan, semua terbentang di depan mata, tinggal kita memilih dan menjalaninya. Biasanya dalam hidup ada beberapa momen, kita harus membuat pilihan berat yang akan menentukan jalan hidup kita dikemudian hari tetapi ada sebuah ungkapan bahwa hal jodoh, terlepas dari benar dan salah atau dosa atau tidak berdosa, "Kita jangan membiarkan orang yang kita cintai itu memilih siapa jodohnya".



Ungkapan tersebut juga didukung oleh pernyataan yang kurang lebih artinya sama, yaitu
Tuhan yang Maha baik memberi kita rezeki, tetapi kita harus menjemput untuk mendapatkannya.
Demikian juga Jika kita terus menunggu waktu yang tepat, mungkin kita tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang ... mulailah di mana kita berada sekarang dengan apa adanya.
Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih sesuatu untuk dicintai,
tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.
Maka tentukanlah pilihanmu untuk masa depanmu !!!.
Pertanyaan saya adalah Bagaimana menurut Bapak tentang kedua pernyatan tersebut berkaitan determinisme?


Tanggapan saya:
Pertanyaan Jawab Singkat saya pada Test Filsafat Ilmu adalah “Hidup adalah pilihan maka apakah Filsafatnya?”
Pertama, ingin saya sampaikan bahwa berfilsafat harus dapat menggunakan bahasa yang sangat dan paling mudah dipahami oleh audience atau pembaca. Jika kita belum mampu menggunakan bahasa yang mudah dipahami, ditengarai bahwa kita masih mempunyai persoalan dengan pemahaman konsep-konsep filsafat dan pengalaman yang mendukungnya.
Kedua, ingin saya sampaikan kembali bahwa obyek filsafat itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Artinya, setiap yang ada dan yang mungkin ada dapat diusahakan penjelasan filsafatnya. Yang ada dan yang mungkin ada itu beterbaran dalam Ruang dan Waktu. Sedangkan Ruang dan waktu itu meliputi hidup dan dunia ini. “Hidup adalah pilihan” adalah suatu ungkapan yang tidak asing yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai seorang yang sedang berusaha mempelajari filsafat maka menjadi tantangannya bagaimana bisa menjelaskan secara filosofis setiap yang ada dan yang mungkin ada dari aspek kehidupan sehari-hari. Maka marilah kita mencoba mengambil satu fenomena yaitu ungkapan “Hidup adalah pilihan” sebagai sampel kegiatan sintesis kita.
Berikut uraian atau sisntesis saya:
Kesempurnaan absolute itu hanyalah milik Tuhan yang Maha Kuasa. Sejak dari Takdirnya, manusia itu sudah bersifat Dipilih oleh Tuhan, perihal kapan lahirnya, dimana lahirnya dan melalui perantaraan siapa lahirnya. Itu semua adalah Kehendak atau Pilihan Nya. Jadi saya menemukan paling tidak ada 2 (dua) jenis Pilihan di sini, yaitu Pilihan dari Luar (Ekstrinsik) dan Pilihan dari Dalam (Intrinsik). Kemudian cermatilah apa yang terjadi pada diri manusia setelah penciptaan oleh Nya. Makna Manusia ditentukan oleh sifat yang jenis dan jumlahnya tak hingga, yaitu yang meliputiyang ada dan yang mungkin ada. Karena sifat keterbatasan manusia dalam ruang dan waktu, maka tiadalah dia mampu sekaligus dalam suatu Ruang dan suatu Waktu berelasi dengan semua sifat yang ada dan yang mungkin ada. Jika dia berada di sini sekarang, maka dia tidak bisa berada di sana sekarang. Dia harus memilih apakah di sini ataudi sana. Jika sekarang dia ingin mengatakan A, maka dia tidak mampu mengatakan selain A. Maka dia harus memilih untuk mengatakan A atau selain A. Pilihan manusia itu meliputi semua sifat yang ada pada diri manusia, termasuk pilihan Hati, pilihan Pikir, Pilihan Perkataan, Pilihan Tulisan, dan Pilihan Perbuatan. Dikarenakan terpaksa berkeadaan harus memilih satu atau dua dari yang ada dan yang mungin ada itulah maka itulah suatu sifat yang disebut sebagai Reduksi.
Secara harfiah, Reduksi berarti pengurangan, tetapi bisa berarti juga memilih satu diantara yang ada dan yang mungkin ada. Maka dapat saya katakana bahwa sebenar-benar hidup manusia itu adalah Reduksionism. Jadi makna dari “Hidup adalah pilihan” itu mengandung filsafat “Reduksionism” dan saya belum sampai mengaitkannya sampai ke Determinism.
Jadi menurut saya, Bapak Irwandi memulai pertanyaan dengan Reduksionism tetapi mengakhiri pertanyaan dengan Determinism. Saya ingin meninjau pernyataan Pak Irwandi berikut "Kita jangan membiarkan orang yang kita cintai itu memilih siapa jodohnya". Kalimat ini mengandung 2 (dua) filsafat sekaligus yaitu Reduksionism dan Determinism. Memilih Jodoh itu berarti Reduksi. Tidak membiarkan atau melarang itu berarti Determinism. To determine adalah Menentukan. Jadi dapat dipikirkan bahwa Determinism itu merupakan Derajat atau Degreenya Reduksionism. Artinya, Reduksi itu merentang dari Reduksi Aktif (intrinsik) sampai Reduksi Pasif (ekstrinsik). Jika seseorang mempunyai Potensi melakukan Reduksi Aktif sangat kuat maka dikatakan dia itu melakukan Determiniasi dengan kuatnya. Ketahuilah bahwa Reduksi Absolut dan Determinasi Absolut itu hanyalah Kuasa Tuhan YME. Pertanyaan Bapak Irwandi telah mendorong saya menemukan hubungan antara Reduksionism dan Determinism. Maka ingatlah pertanyaan saya yang lain dalam Test Jawab Singkat, siapakah orang yang paling suka menentukan Nasib orang lain. Itulah dia seorang Diterminism. Menjadi seorang Diterminis itu juga ternyata adalah Pilihan. Jadi Diterminis itu ternyata adalah Reduksionism. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada terbebas dari hukumnya Reduksionism dan Determinism.
Demikianlah sekali lagi kita telah dan sedang membuktikan bahwa Pengetahuan atau Ilmu itu dimulai dari Pertanyaan (nya P Irwandi). Demikian semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin

40 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pilihan untuk menjadi orang bermanfaat, bodoh, merugikan atau bahkan membahayakan. Hidup pilihan apakah akan menjadi orang yang penuh syukur atau selalu mengeluh. Manusia telah dipilih oleh Tuhannya untuk hidup di mana, keluarga mana, dengan lingkungan apa, namun manusia juga bisa memilih apakah akan terbuai dengan keadaan tanpa berusaha atau berusaha dengan sepenuh hati sebagai wujud syukur. Seoga kita selalu dalam lindungannya.

    ReplyDelete
  2. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    dalam hal jodoh dan rezeki memang sudah ditentukan oleh yang maha kuasa. namun disini ada takdir yang akan berbicara. dimana semua itu membutuhkn usaha dan ikhtiar kita dalam menggapai dan mewujudkannya. ingat, jika semua sudah ditentukan Allah, bukan berarti kita hanya diam tanpa aksi. hal ini sama saja mengharapkan makanan jatuh dari langit. karena dengan usaha dan doa, Allah tahu apa yang sedang kita perjuangkan, kualitas yang kita dapatkan pun akan berbeda nantinya.

    ReplyDelete
  3. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dua hal yang menjadi penting dan jangan sampai salah pilih yaitu jodoh dan pekerjaan. Karena hampir separuh hidup kita akan dihabiskan bersama jodoh dan pekerjaan, sehingga pilihlah secara benar. Lantas bagaimana mengetahui jodoh dan pekerjaan itu benar atau tepat? Kembali lagi kepada masing-masing individu untuk dapat peka memahaminya. Kadang kala dalam menentukan keduanya tidaklah semudah memilih menu makanan hari ini, lebih dari itu memilih jodoh dan pekerjaan berkaitan erat dengan masa depan seseorang. Agar bisa dikatakan tepat jodoh dan tepat pekerjaan adalah kembali lagi kepada seperti apa jodoh yang kita butuhkan sampai tua nanti, dan pekerjaan seperti apa yang kita butuhkan. Untuk memantapkan hati dalam suatu pilihan hidup kita jangan pernah lupa untuk melibatkan Allah didalamnya.

    ReplyDelete
  4. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Manusia dalam menjalani kehidupan ini diberikan kelebihan seperti: pikiran, akal budi, dan hati nurani sebagai alat untuk mendukung dalam mengambil suatu keputusan, oleh karena itu jika kita mampu menggunakan pikiran, akal budi, dan hati nurani untuk sesuatu yang berguna maka hidup kita akan menjadi berguna. Begitu juga sebaliknya, jika kita tidak memanfaatkan potensi pikiran, akal budi, dan hati nurani kita, maka sia – sialah hidup yang kita jalani. Hidup hanya satu kali, maka pergunakan kesempatan itu dengan semaksimal mungkin.

    ReplyDelete
  5. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Hidup merupakan pilihan. Saat kita sudah menjatuhkan pilihan, pasti ada konsekuensi yang akan kita terima, ada beberapa hal yang harus kita lakukan sesuai dengan pilihan kita. itulah sifat kedewasaan manusia, bertanggung jawab atas pilihan yang telah kita ambil. Dalam hidup kita semua pilihan sudah dituliskan sebagai fatal, dan usaha memilih dan mempertanggung jawabkannya adalah vitalnya.

    ReplyDelete
  6. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Hidup adalah pilihan, tetapi ingat tetap Tuhanlah yang memilihkan. Kita hanya bisa berusaha menjadi orang yang bermanfaat, yang A B C tetapi tetaplah Tuhan yang dapat menentukan hal itu bisa atau tidak baik atau tidak bagi kita. berusahalah dengan bersungguh sungguh dari dalam hati dan tak lupa untuk berdoa dengan sungguh sungguh pula agar supaya Tuhan juga dapat menambulkan dan menerima apa yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  7. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Jika kita melihat dalam pandangan agama, memang kita hidup di dunia ini adalah merupakan pilahan. Karena sebelum kita terlahir ke dunia ini, kita telah bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan maka Dia menciptakan kita ke dunia in. Maka dari itu “Apakah hidup adalah pilihan?” Jawabannya ya, dalam menjalani kehidupan kita selalu dihadapkan oleh berbagai pilihan baik itu yang bergerak ke arah positif atau pun ke arah negatif. Meskipun telah dijelaskan bahwa hidup ini adalah panggung sandiwara di mana kita menjalaninya dengan berbagai ketentuan yang telah ditetapkan oleh SWT, namun demikian itu tidak semudah yang kita bayangkan. Hidup ini perlu usaha dan ikhtiar. Ada banyak hal yang telah ditetapkan oleh Allah SWT bagi kita dalam menjalani kehidupan, misal dalam hal jodoh, rezeki, dan maut yang ke semua itu adalah takdir kita yang merupakan rahasia Allah SWT. Namun demikian meski pun telah ditetapkan, kita tidak boleh hanya duduk diam menantikan semuanya. Kita perlu usaha untuk menggapainya, sehingga dengan usaha tersebut menjadikan kita menjadi mulia di hadapan Allah SWT. Sesuai dengan firman Allah SWT, yang artinya "tidaklah akan berubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya".

    ReplyDelete
  8. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Hidup adalah pilihan. Pilihan juga dapat dikatakan sebagai reduksi. Kapanpun dan dimanapun kita selalu melakukan pilihan atau reduksi. Setiap saat kita melakukan pilihan terhadap apa yang kita pikirkan, apa yang kita lihat, apa yang kita tulis, apa yang kita bicarakan, dan lain sebagainya. Namun ketika kita terlalu aktif memilih boleh jadi kita telah berubah menjadi determinis, padahal determinis bukanlah sifat yang baik. Jadi, dalam memilih sebaiknya jangan terlalu berlebihan.

    ReplyDelete
  9. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hidup itu pilihan. Kita bisa memilih satu dari sekian banyak pilihan yang ada. Kita juga bisa tidak memilih karena tidak memilih itu juga merupakan suatu pilihan.

    ReplyDelete
  10. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kita diberi kebebasan untuk bisa memilih oleh Tuhan Yang Maha Berkehendak untuk menjadi seorang pahlawan atau seorang pecundang, menjadi something atau nothing. Setiap pilihan ada konsekuensinya masing-masing. Jika memilih untuk memutuskan memilih yang pertama, maka kita harus siap dengan kehidupan yang memayahkan, penuh perjuangan dan sangat menyakitkan. Pilihlah yang terbaik buat hidup kita yang hanya sebentar di dunia yang fana ini yang penuh dengan senda gurau dan permainan belaka, menuju tempat terindah di akhirat nanti untuk hidup di surga yang penuh dengan kenikmatan selama-lamanya. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian seperti peribahasa bilang. Jika ingin hidup kekal abadi di akhirat nanti, maka kita harus siap menempuh perjalanan yang penuh dengan ujian dan cobaan-Nya.

    ReplyDelete
  11. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Orang yang benar-benar yakin bahwa Tuhan itu ada, pasti dia tidak akan malas, pasti akan selalu mencari solusi terhadap masalah yang dihadapinya, pasti dia berusaha semaksimalnya untuk memperbaiki hidupnya dan mengikhlaskan apa yang terjadi kemudian dan diyakini sebagai kehendak Tuhan. Bila kita menemui kegagalan di suatu waktu maka kegagalan itu pasti ada hikmahnya, bisa jadi kegagalan itu pertanda bahwa itu bukan jalan kita, ataukah memang kita disuruh untuk tidak cepat puas dan masih diharuskan lagi belajar lebih tekun. Apa pun yang kita pilih dalam hidup ini, maka Tuhan akan menyediakan hambatan dan tantangannya. Tinggal kita yang memilih jalan pilihan mana yang kita senangi. Sekarang kita sehat atau tidak, juga merupakan sebuah pilihan. Tentunya tanpa kita sadari, Tuhan sudah menyampaikan informasi kesehatan kepada kita baik itu lewat TV, belajar di sekolah, membaca koran di pinggir jalan, browsing di internet, dan lain-lain. Informasi yang kita dapatkan itu semestinya menjadi pegangan buat kita untuk tahu mana yang menyehatkan dan mana yang mendatangkan penyakit. Jadi semua yang kita dengar, baca, dan lihat adalah tanda-tanda Tuhan yang harus disikapi dengan benar agar kita tidak salah melangkah.

    ReplyDelete
  12. Nama: Ilma Rizki Nur Afifah
    NIM: 17709251020
    Kelas: S2 Pendidikan Matematika A

    Life is a choice. Hidup adalah pilihan. Proses dalam kehidupan juga merupakan pilihan. Tujuan hidup pun adalah pilihan, mejadi baik atau buruk. Memang, Tuhan yang menciptakan takdir manusia, tapi manusia diberi kesempatan untuk mengusahakan dan mengendalikan menjadi baik atau buruk. Manusia dapat merencanakan dan berikhtiyar, selanjutnya pasrahkanlah kepada Maha Pencipta.

    ReplyDelete
  13. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Luasnya alam semesta adalah bukti keagungan Allah SWT yang wajib kita syukuri. Sebagai manusia kita dtakdirkan hidup pada demensi yang dibatasi ruang dan waktu. Dengan anugrah akal, pikiran, dan hati yang kita miliki, kita dapat menjadi mahluk paling maju dibandingkan denganmahluk-makhluk lainnya. Manusia berhak memilih, dan kemajuan ini adalah buah dari pilihan manusia.

    ReplyDelete
  14. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Determiniasi adalah menentukan batas sedangkan reduksionism adalah penarikan kesimpulan yang singkat. Dengan kata lain determinis hampir sama dengan reduksionisme. Jika di dalam belajar filsafat seseorang menginginkan cara cepat atau instan ia enggan membeca sumber-sumber filsafat yang berupa pemikiran-pemikiran para filsuf. Sehingga cenderung menginginkan kesimpulan yang singkat dari bacaan-bacaan yang begitu panjang. Hal ini berarti orang tersebut telah melakakukan reduksionisme di dalam belajar filsafat. Dengan kata lain ia juga telah menderminiskan proses belajarnnya.
    Determinisme dan reduksionisme sangat berbahaya jika menjadi suatu kebiasaan, khususnya dalam proses belajar. Hal ini berarti orangtersebut mals untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya dan hanya menginginkan hal dengan cara instan. Menjadikan seseorang tidak kuat pondasi dan lemah ilmunya. Karena ia telah melewatkan hal terpenting di dalam belajar yaitu prosesnya. Memang hidupitu adalah pilihan tapi bukan berarti memilih yang instan dan cepat. Mari kita membuat pilihan sebanyak-banyaknya agar menambah pengalan kita yang nantinya dapat pula menambah ilmu kita.

    ReplyDelete
  15. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Hidup adalah pilihan, kalimat yang sering terdengar. Manusia diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk memilih. Dalam setiap langkah perjalanan hidup seseorang selalu berhadapan dengan pilihan. Setiap hal yang dipilih harus bisa dipertanggungjawabkan oleh si pemilih. Sehingga perlu adanya bekal dan kemampuan untuk memilih dengan tepat dengan cara belajar. Jadi sebenarnya belajar adalah kewajiban setiap yang hidup.
    Setelah saya membaca saya belajar bahwa memilih sebenarnya adalah reduksionism. Mereduksi dari yang ada dan yang mungkin ada menjadi yang dipilih. Jadi setiap manusia yang hidup pasti pernah melakukan reduksi karena sebenar-benar hidup adalah memilih dan sebenar-benar memilih adalah melakukan reduksi.

    ReplyDelete
  16. Rigia Tirza Hardini
    17701251021
    S2 PEP B

    "Masa depanmu adalah pilihanmu". Hal ini terngiang-ngiang di kepala saya sejak saja mendengar hal ini dalam perkuliahan. Saya menyadari benar bahwa pilihan saya akan menentukan seperti apa masa depan saya. Tetapi sebesar apapun kemampuan saya untuk memilih, tetaplah lebih besar kuasa Tuhan untuk menentukan takdir kita masing-masing. Tuhan telah memberikan manusia kebebasan untuk memilih, kita patut bersyukur untuk hal itu. Oleh karena itu, kita harus selalu meminta tuntunan Tuhan dalam memilih dan tetap menyadari bahwa seperti apapun pilihan kita, Tuhanlah yang lebih berkuasa dalam menentukan takdir.

    ReplyDelete
  17. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu yang dibagikan
    “Hidup adalah Pilihan”. Beberapa kali saya berbincang denga teman terkait hal ini. Ya, “hidup adalah pilihan”, maka pertanyaan kami pada perbincangan kala itu adalah “apakah semua orang diberikan pilihan yang sama?, tapi kenapa ada orang yang sepertinya tidak berupaya memilih tapi memiliki kehidupan selayaknya hadiah dari sebuah pilihan yang tepat?”

    Dari perbincangan itulah, sedikit demi sediki, serining berjalannya waktu, saya menyadari bahwa di atas semua pilihan yang ada, di atas pilihan yang sudah kita pilih, ada Alloh yang akan menntukan. Maka ada juga ungkapan kawan saya, “Hidup adalah pilihan tapi Tuhan yang memilih”.

    Saya rasa kehendak dan kuasa Tuhan adalah yang terbaik. Asal, kita sudah berusaha semaksimal mungkin menciptakan pilihan-pilihan yang akan kita pilih salah satunya. Asal berusaha, kita akan mampu menciptakan pilihan sendiri, bukan? Tapi keikhlasan kita dalam bertindak menjadi hal yang penting untuk senantiasa dimasukkan ke dalam kehidupan kita. Usaha, usaha, usaha dan doa, doa, doa.

    ReplyDelete
  18. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kehidupan ini terdiri atas banyak sekali pilihan-pilihan hidup yang seringkali membingungkan kita karena kita tidak akan tahu mana yang terbaik untuk kita pilih. Dan diantara pilihan-pilihan itu harus kita reduksi satu persatu hingga tersisa satu pilihan terakhir dan itulah yang akan kita ambil, dan kita harus siap menanggung segala resiko yang akan terjadi dengan mengambil pilihan tersebut.

    ReplyDelete
  19. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dalam menjalani hidup kita selalu berada di dua pilihan. Oleh sebab itu kita harus punya keputusan untuk memilih. Karena sudah kodratnya dalam menentukan sesuatu dipenuhi dengan pilihan. Memilih pilihan pun tentunya jangan asalah asalan. Kita harus benar benar yakin dapat memilih sesuatu yang terbaik, dari sini kita harus tetap istiqomah, berdoa kepada-Nya agar kita selalu memilih sesuatu yang terbaik untuk kita. Jalan hidup kita adalah pilihan kita, dan Allah yang telah memilih kita untuk menjalani itu semua. Maka memilih dan dipilih pun semuanya berkesinambungan.

    ReplyDelete
  20. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaiukum Wr.Wb

    Kita adalah orang terpilih, orang terpilih dari yang Allah pilih untuk menjalankan kehidupan didunia. Kehidupan didunia menuntut kita untuk selalu menentukan pilihan. Terkadang apa pilihan kita itu adalah kualitas dari diri kita. Pilihan yang sudah diputuskan haruslah dapat dipertanggungjawabkan, karena apa yang dipilih itulah yang harus menjadi tanggung jawab sipemilih. Misalkan seseorang menentukan pilihan untuk lanjut kuliah dan belajar dibangku perkuliahan, jadi orang tersebut harusalah bertanggungjawab dengan apa yang dia pilih untuk menyelesaikan bangku perkuliahannya dengan baik. Apa yang dipilih harus sesuai dengan apa yang melatarbelakanginya dan harus mempunya bekal ilmu untuk mencapai suatu pilihan tersebut, sehingga apa yang dipilih benar-benar hal yang pantas untuk terpilih. Jadi saya dapat menyimpulkan bahawa sebenar-benarnya memilih adalah reduksionism, mereduksi dari yang ada dan mungkin ada.

    ReplyDelete
  21. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Pasca


    Sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang hidup dengan bermanfaat. Untuk menjadi orang yang bermanfaat tentu saja harus diiringi oleh ilmu yang bermanfaat. Ilmu tersebut akan membuat hidup kita menjadi lebih bermakna dan bermanfaat. Hidup kebermanfaat akan dipengaruhi orleh pengetahun dan pengalaman, dan pengalaman serta pengetahuan setiap orang berbeda. Perbedaan tersebut akan mempengaruhi pilihan yang akan diambilnya. Hidup memang pilihan terkadang akan ada situasi yang membuat sulit untuk menentukan pilihan mana yang tepat. Tapi hal tersebut dapat diatasi dengan selalu berserah diri kepada Allah untuk menunjukkan pilihan yang terbaik.

    ReplyDelete
  22. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Salah satu hal yang kami pahami setelah belajar filsafat adalah, kami menyadari bahwa manusia hidup diantara berbagai macam kontradiksi-kontradiksi. Dan kami sebagai manusia dalam emnghadapi kontradiksi-kontradiksi tersebut dituntut untuk memilih. Dan hidup kami tidak lain dan tidak bukan adalah senantiasa memilih. Dan terkadang memilih tidak dapat dilakukan dengan sesuka hati, terkadang kami dipaksa memilih suatu pilihan yang sebenarnya bukan pilihan kami, jika terjadi demikian maka kami sebenarnya terkena sifat determinis dari sesuatu.

    ReplyDelete
  23. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Tidak hidup jika tidak memilih. Dalam setiap langkah, tentu kita sebagai manusia pasti dihadapkan pada dua atau lebih pilihan. Untuk menentukan pilihan mana yang akan diambil, maka kita harus melakukan reduksi. Dengan pertimbangan kelebihan kekurangan, kebaikan keburukannya, kita harus mengeliminasi atau mereduksi pilihan-pilihan yang tidak kita pilih. Sebagai pertimbangan, pilihan yang kita buang memiliki kekurangan atau dampak buruk lebih besar daripada kelebihannya. Dengan demikian kita tidak salah dalam menentukan sebuah pilihan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  24. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Sebenar-benar pilihan yang terbaik adalah pilihan yang telah Allah pilihkan untuk kita. Saat kita ikhlas menerima pilihan Tuhan untuk kita, maka kita akan lebih mudah pula dalam menjalani hidup. Terkadang ada orang yang tidak bisa atau sulit menerima ketetapan Tuhan, atau dengan kata lain tidak menerima apa yang sudah Tuhan pilihkan atau ditakdirkan yang terbaik untuk kita. Maka orang tersebut akan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah dimilikinya. Semua yang ia lakukan tanpa didasari rasa ikhlas sehingga kurang bersyukur dan akhirnya selalu merasa kurang. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur menerima pilihan terbaik dari Tuhan untuk kita. Aamiin.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  25. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Sebenar-benar pilihan yang terbaik adalah pilihan yang telah Allah pilihkan untuk kita. Saat kita ikhlas menerima pilihan Tuhan untuk kita, maka kita akan lebih mudah pula dalam menjalani hidup. Terkadang ada orang yang tidak bisa atau sulit menerima ketetapan Tuhan, atau dengan kata lain tidak menerima apa yang sudah Tuhan pilihkan atau ditakdirkan yang terbaik untuk kita. Maka orang tersebut akan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah dimilikinya. Semua yang ia lakukan tanpa didasari rasa ikhlas sehingga kurang bersyukur dan akhirnya selalu merasa kurang. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur menerima pilihan terbaik dari Tuhan untuk kita. Aamiin.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  26. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Hidup itu prinsipnya hanya ada dua, dipilih atau memilih. Aku terlahir sebagai perempuan karena aku dipilih, aku terlahir dari rahim ibuku sekarang karena dipilih, tetapi bagaimana karakterku nanti, bagaimana pikiranku nanti itu aku yang memilih. Oleh karena itu, karakter, pikiran tergantung dengan diri kita. Kita yang memilih ingin menjadi orang yang berhasil, gagal, pintar, tidak pintar, bermanfaat, atau merugikan. Dari pilihan yang kita tentukan tersebut, kemudian ternyata dapat mempengaruhi segala sikap kita.

    ReplyDelete
  27. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Saat kita merasa hidup, maka kita akan dihadapkan dengan banyak pilihan yang harus kita tentukan. Dengan begitu kita mampu menjalani kehidupan kita yang selanjutnya. Pilihan yang tepat akan membawa kita kepada kehidupan yang lebih baik, sedangkan pilihan yang salah akan membawa kita kepada kehidupan yang lebih buruk. Untuk membantu kita dalam menentukan pilihan, kita dapat melakukan sholat istiqoroh, supaya Allah memberikan kecondongan kepada hati kita terhadap pilihan yang tepat untuk kehidupan kita.

    ReplyDelete
  28. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Setiap orang berhak memilih. Kehendak bebas atau kesempatan memilih yang diberikan Allah kepada manusia inilah yang akhirnya melahirkan konsekuensi logis, yaitu pertanggungjawaban manusia atas perbuatan-perbuatan yang dipilih olehnya. Pertanggungjawaban ini di akhirat kita sebut dengan prosesi hisab. Bahkan dii dunia pun, sudah sewajarnya bila kita dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipilihnya.

    ReplyDelete
  29. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Kesempurnaan absolut itu hanyalah milik Allah swt. Beberapa tahun sebelum manusia lahir ke dunia Allah swt sudah menentukan perihal kapan lahirnya dan bagaimana kehidupannya di dunia nantinya. Tak ada yang pantas kita untuk takutkan, semuanya sudah diatur, kita tinggal menjalani takdir yang sudah ditetapkan oleh yang Maha Kuasa. Sifat manusia jumlahnya tak hingga banyaknya yaitu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Karena keterbatasan manusia dalam ruang dan waktu, maka tiadalah sekaligus dia bisa dalam suatu ruang dan suatu waktu berelasi dengan semua sifat yang ada dan yang mungkin ada. Jika berada dia di sini sekarang , maka dia tidak bisa berada di sana sekarang . dia harus memilih di sana atau di sini. Jika sekarang dia mengatakan A . Maka dia harus memilih untuk mengatakan A atau selain A. Pilihan manusia itu meliputi semua sifat yang ada pada diri manusia, termasuk pilihan hati, pilihan pikir, pilihan perkataan, pilihan tulisan, dan pilihan perbuatan. Dikarenakan manusia harus memilih satu di antara dua atau satu atau dua dari yang ada dan yang mungkin ada, dapat disimpulkan hidup itu adalah reduksi.

    ReplyDelete
  30. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Hidup itu bukan hanya tentang memilih, tetapi juga terpilih. Manusia diberi kesempatan memilih, tetapi kita juga akan terpilih. Jodoh itu memang ketetapan Allah SWT, maka artinya kita terpilih. Terpilih untuk berjodoh dengan si A. Tetapi sebenar-benar manusia juga diberi kesempatan memilih. Sebagai mana firman Allah, “ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26). Maka artinya kita juga dapat memilih. Ketika kita ingin memperoleh jodoh yang baik maka kitapun harus menjadi baik.

    ReplyDelete
  31. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kehidupan ini terdiri atas banyak sekali pilihan-pilihan hidup yang seringkali membingungkan kita karena kita tidak akan tahu mana pilihan yang terbaik untuk kita pilih. Dan diantara pilihan-pilihan itu harus kita reduksi satu persatu hingga tersisa satu pilihan terakhir dan itulah yang akan kita ambil. Dan kita harus siap menanggung segala resiko yang akan terjadi dengan mengambil pilihan tersebut.

    ReplyDelete
  32. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Hidup adalah pilihan. Pilihan juga dapat dikatakan sebagai reduksi. Kapanpun dan dimanapun kita selalu melakukan pilihan atau reduksi. Setiap saat kita melakukan pilihan terhadap apa yang kita pikirkan, apa yang kita lihat, apa yang kita tulis, apa yang kita bicarakan, dan lain sebagainya. Namun ketika kita terlalu aktif memilih boleh jadi kita telah berubah menjadi determinis, padahal determinis bukanlah sifat yang baik. Jadi, dalam memilih sebaiknya jangan terlalu berlebihan.

    ReplyDelete
  33. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Jika kita menginginkan untuk berpikir efektif dan produktif, hendaknya kita tidak boleh mencampuradukkan pembahasan takdir dengan Ilmu Allah, Kehendak Allah dan takdir Allah. Tidak kita sangsikan bahwa Allah pasti mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada dunia yang diciptakan-Nya, ia juga mengetahui semua perbuatan hamba-Nya, baik yang telah kita perbuat, yang sedang kita buat maupun yang akan kita perbuat. Dan kita pun tahu bahwa apa pun yang menjadi kehendak Allah pastilah terjadi diatas muka bumi ini.

    ReplyDelete
  34. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari artikel diatas, menurut saya hidup itu memang suatu pilihan. untuk menuju kesempurnaan itu absolut merupakan milik sang Ilahi. sebagai manusia kita bisa menentukan jalan mana yang akan dijalani, memilih jalan yang akan dipilih

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  35. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Hidup adalah pilihan, bagaimana kita bersikap, bagaimana kita menyikapi suatu masalah adalah wujud dari kita memilih sesuatu. Dalam mencapai suatu keputusan yang sudah kita putuskan sebelumnya pun juga merupakan pilihan, apakah kita akan memenuhi keputusan itu, atau memilih mencari jalan lain yang bertentangan dengan keputusan awal kita. Namun tentu tidak lupa akan keterbatasan manusia bahwasanya manusai terbatas sebagaimana pilihan dan hal yang dapat dai pilih pun terbatas.

    ReplyDelete
  36. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Jika Tuhan memberikan segala sesuatunya kepada manusia secara cuma-cuma, maka manusia hidup di dunia ini tidak akan memiliki makna. Jika manusia sudah mengetahui tentang takdirnya, maka tidak akan manusia yang berikhtiar dan berdoa. Karena tidak ada yang mengetahui tentang takdirlah, maka manusia mengisi hidupnya dengan berikhtiar dan berdoa, berusaha menyeimbangkan hidupnya. Dalam ikhtiarnya itulah, manusia selalu dihadapkan dengan berbagai macam pilihan yang akan menentukan jalan mana dalam hidup ini yang akan dijalani.

    ReplyDelete
  37. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Hidup adalah pilihan ketika kita hidup dalam kewarasan. Kewarasan dalam arti kita mampu memberi reaksi terhadap kehidupan (manusia sebagai subjek). Dengan kata lain, sejatinya, manusia tidak hanya sebatas hidup, tetapi juga mengada (being). Oleh karena itu, Allah menurunkan Islam untuk merawat kewarasan kita agar dapat memilih pilihan yag benar. Orang yang tidak waras (gila secara psikis) adalah orang tidak mampu menghadapi dunia. Orang yang tidak mampu mengambil keputusan untuk menetapkan pilihan.

    ReplyDelete
  38. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Ada dua hal dalam hidup yang jangan sampai salah untuk ditentukan, yaitu jodoh dan pekerjaan. Karena hampir separuh hidup kita akan dihabiskan bersama jodoh dan pekerjaan, sehingga pilihlah secara benar. Lantas bagaimana mengetahui jodoh dan pekerjaan itu benar atau tepat? Kembali lagi kepada masing-masing individu untuk dapat peka memahaminya. Kadang kala dalam menentukan keduanya tidaklah semudah memilih menu makanan hari ini, lebih dari itu memilih jodoh dan pekerjaan berkaitan erat dengan masa depan seseorang. Komunikasi menjadi alternatif dalam pemecahannya, kepada yang lebih pakar, kepada yang dapat memberi wejangan, lebih-lebih kepada Sang Pembuat Keputusan.

    ReplyDelete
  39. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Pilihan untuk menjadi orang bermanfaat, bodoh, merugikan atau bahkan membahayakan. Hidup pilihan apakah akan menjadi orang yang penuh syukur atau selalu mengeluh. Manusia telah dipilih oleh Tuhannya untuk hidup di mana, keluarga mana, dengan lingkungan apa, namun manusia juga bisa memilih apakah akan terbuai dengan keadaan tanpa berusaha atau berusaha dengan sepenuh hati sebagai wujud syukur. Semoga kita selalu dalam lindungannya.

    ReplyDelete
  40. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Hidup memang suatu pilihan, ada baik pasti ada buruk. Setiap pilihan yang ada tentu memiliki resikonya masing-masing. Bahkan ketika kita memilih sesuatu yang benarpun terdapat resiko yang akan kita dapatkan. Maka dari itu, dalam setiap pilihan yang kita ambil harus disertai dengan sikap pasrah kepada Allah, sehingga jika kita memilih hal yang benar pasti akan diganti Allah dengan sesuatu yang lebih baik.

    ReplyDelete