Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 66: Tangisan dan Nyanyian Para Filsuf



Ass, kepada semua Pembaca yang budiman,

Apa, bilamana dan bagaimana Tangisan dan Nyanyian Para Filsuf?

Selamat menjawab, semoga bermanfaat.

Amin

10 comments:

  1. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Kesedihan yang membuat seseorang menjadi menangis biasanya jika apa yang diharapkan tidak sesaui dengan kenyataan. Walau pada akhirnya disarankan untuk tidak berharap agar tidak kecewa dan timbul sebuah tangisan. Begitupula dengan para filsuf, tangisan yang dimaksud adalah jika kita mempelajari filsafat tetapi tidak dengan ikhlas maka olah pikir yang kita dapatkan tidak akan pernah bisa sampai pada sebuah titik terang. Padahal, dalam sejarahnya, para filsuf telah berjuang memberikan pemikirannya untuk berfilsafat agar dapat dipahami dengan baik. Dalam mempelajari filsafat juga diperlukan proses dan waktu sehingga tidak instan.

    ReplyDelete
  2. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Menurut saya, tidak ada orang yang menganggap dirinya seorang filsuf melainkan orang lain yang memiliki pemikiran dan pandangan kepada seseorang bahwa ia adalah seorang filsuf. Seorang filsuf bernyanyi melalui teori-teori dan pandangan yang ia kemukakan tentang dunia ini. Mereka menciptakan sebuah lagu tentang bagaimana dunia terbentuk, bagaimana dunia bekerja, dll. Selain nyanyian, mereka juga kadang menangis. Menurut saya, tangisan mereka adalah tentang pertengkaran-pertengkaran antar sesama filsuf. Seperti apapun filsuf bertengkar, tidak akan pernah selesai.

    ReplyDelete
  3. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Tangisan dan nyanyian para filsuf dapat dimaknai sebagai pemikiran dan teori-teori yang mereka ungkapkan. Para filsuf ini bisa saja memiliki pemikiran yang sejalan, bisa juga bertolak belakang antar para filsuf tersebut. Hal ini menyebabkan banyaknya aliran-aliran dalam filsafat. Terserah kita mau memihak pada aliran yang mana karena semua aliran tersebut memiliki dasar pemikiran masing-masing.

    ReplyDelete
  4. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Banyak di antara menjelma menjadi seorang reduksionis dan determinis dalam belajar filsafat. Hal ini dimungkinkan karena orang-orang memahami pemikiran-pemikiran filsuf tidak secara menyeluruh, mereka belajar setengah-setengah. Bahkan yang membuat filsuf lebih bersedih, mereka kurang ikhlas dalam mempelajari pemikiran-pemikiran filsuf. Sesungguhnya tak ada nilai kebanaran dalam mempelajari filsafat jikalau belajar tanpa mengacu kepada pemikiran-pemikiran filsuf. Belajar filsafat tanpa mengacu pada pemikiran filsuf maka hasilnya akan tercipta seorang yang diterminis.

    ReplyDelete
  5. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Sebelumnya saya pernah membaca elegi dengan judul yang sama seperti artikel di atas. Para filsuf, para pemikir yang menciptakan banyak ilmu tentu mengharapkan bahwa nantinya ilmu tersebut dapat memberi kebermanfaatan bagi manusia. Namun, hidup ini selalu menawarkan dua sisi bertolak belakang. Harapan tidak selalu berbanding lurus dengan kenyataan. Seperti halnya, jika ada nyanyian pun akan ada tangisan.

    ReplyDelete
  6. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Saya mengartikannya secara sederhana, tangisan dapat diartikan dengan kesalahan paham, nyanyian dapat diartikan dengan kebenaran paham. Dalam salah satu pertemuan perkuliahan filsafat, Bapak Prof. Dr. Marsigit, MA pernah berkata seperti ini “Bahayanya mempelajari filsafat setengah-setengah”. Artinya, kita akan lebih mudah terjebak dalam “jebakan filsafat” apabila kita mempelajarinya tidak tuntas terlebih lagi apabila tidka ikhlas.

    Filsafat sudah rumit, jika ditambah dengan ketidak ikhlasan, akan jadi lebih rumit. Ikhlas dalam belajar agar kita tidak ter-kategori dalam kesalahan pahaman dan menyebabkan “tangisan” para filsuf.

    ReplyDelete
  7. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Nyanyian para filsuf itu adalah ketika kita mempelajari, mencoba memahami teori-teori dari para filsuf, bahkan mencoba mengambil hikmah untuk menerapkannya dalam kehidupan. Para filsuf akan bernyanyi karena ilmunya bermanfaat. Sedangkan para filsuf akan menangis saat munculnya orang-orang yang berpikiran Reduksionist dan Determinis, hal ini dimungkinkan mereka memahami pemikiran-pemikiran para filsuf itu sepotong-sepotong, bahkan kurang ikhlas dalam mempelajari pemikiran-pemikiran mereka, bukannya malah menambah tahu malah menambah masalah.

    ReplyDelete
  8. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Nyanyian dan tangisan para filsuf. Dalam filsafat,sebenar-benarnya orang berfilsafat adalah orang yang memahami pemikiran para filsuf itu sendiri. Dari sini, menurut saya nyanyian para filsuf bermakna bahwa apabila kita memahami dan dapat mengambil hal positif dari pemikiran filsuf yang kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan tangisan para filsuf itu sendiri adalah ketika kita hanya mempelajari setengah-tengah pemikiran para filsuf dan tidak ikhlas dalam mempelajarinya.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  9. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Nyanyian para filsuf dapat saya pahami sebagai cara filsuf memandang dan merefleksikan dunia ke dalam pikirannya. Karena disebut nyanyian, maka merujuk kepada keindahan. Sedangkan dunia yang dia tahu memang indah karena filsafat tertinggi adalah setelah normatif yaitu spiritual. Dia akan membayangkan menulis elegi-elegi dan seperti suatu nyanyian di dalam dirinya. Sedangkan tangisan para filsuf adalah dia tidak bisa menjabarkan sesuatu yang mungkin ada. Terkadang para filsuf juga dibingungkan akan sesuatu. Misalnya tentang ini mimpi atau tidak. Atau membayangkan pikiran-pikirannya yang tidak terdimensi.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  10. Bayu Adhiwibowo
    S2 Pend. Matematika 16709251014
    Nyanyian dan tangisan adalah 2 hal yang berbeda secara umum tangisan adalah ungkapan kesedihan dan nyanyian adalah ungkapan rasa senang atau bahagia. Rasa senang para filsuf adalah ketika hasil pemikiran mereka termanfaatkan dengan baik oleh para pembaca serta di tularkan pada orang lain. kesedihan akan muncul ketika yang membaca hasil pemikiran filsafat itu hanya membaca saja, tanpa dilakukan pemahaman, atau secara umum bisa dikatakan bahwa dalam membaca filsafat itu tidak ikhlas

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id