Oct 17, 2012

Philosophical Ground of Human Resources Development: Its implication to Educational Change




By Marsigit
Yogyakarta State University

a.Human Resources Development

According to Swanson, R.A. and Holton III, E.F. (2009) the philosophical ground of human resources development covers:


(1) a shift to the human resources school of thought,
(2) the growth of laboratory training,
(3) the use of survey research and feedback,
(4) an increased use of action research (problem-solving) techniques,
(5) an acknowledgment of socio-technical systems and quality of work life, and
(6) a new emphasis on strategic change.

Further, they suggested that devel¬oped mostly in response to serious concerns about the viability of traditional and bureaucratic organizations, the human relations model attempted to move away from these classical assumptions and focused more heavily on individual iden¬tities, their needs, and how to facilitate stronger interpersonal communication and relationships.

Accordingly, much of the concepts of human resources development are currently focusing on the increase of the effective¬ness of strategic change. The use of open-systems planning was one of the first applications of strategic change methods. An educational institutions’ demand and response systems could be described and analyzed, the gaps reduced, and performance improved.

In the case of education, this work represents a shift in teachers’ professional development away from a sole focus on the individual, and the supporting assumption that it is completely mediated through individuals, to a more holistic and open sys¬tems view of educational institution. This shift continues to this day and is evidenced in key revelations stemming from strategic change work including the importance of educational leadership support, multilevel involvement, and the criticality of alignment between organizational strategy, structure, culture, and systems (ibid)

b.Managing Educational Change
Fullan (1982, 1991) proposed that there are four broad phases in the educational change process: initiation, implementation, continuation, and outcome.
1)Initiation
The factors that affecting the initiation phases include: existence and quality of innovations, access to innovations, advocacy from central administration , teacher advocacy, and external change agents

2)Implementation
Three areas of the major factors affecting implementation: characteristics of change, local characteristics and external factors (government and other agencies). They identified different stakeholders in local, and federal and governmental levels. They also identified characterizations of change to each stakeholder and the issues that each stakeholder should consider before committing a change effort or rejecting it.

3)Characteristics of Change
Fullan (1999) characterized educational changes and their factors at different levels as follows:
Characteristics of Change
•Need of change
•Clarity about goals and needs
•Complexity: the extent of change required to those responsible for implementation
•Quality and practicality of the program
Local factor
•The school district
•Board of community
•Principal
•Teacher
External factor
•Government and other agencies
4)Continuation/ Sustainability

According to Fullan (1999), continuation is a decision about institutionalization of an innovation based on the reaction to the change, which may be negative or positive. Continuation depends on whether or not:
a)The change gets embedded/built into the structure (through policy/budget/timetable)
b)The change has generated a critical mass of administrators or teachers who are skilled and committed to change.
c)The change has established procedures for continuing assistance

Fullan (1999) pointed out the importance of the recognition that the educational change process is complex. To deal with such complexity is not to control the change, but to guide it. He provides eight new lessons about guiding educational change:
a)Moral purpose is complex and problematic
b)Theories of education and theories of change need each other
c)Conflict and diversity are our friends
d)Understanding the meaning of operating on the edge of chaos
e)Emotional intelligence is anxiety provoking and anxiety containing
f)Collaborative cultures are anxiety provoking and anxiety containing
g)Attack incoherence connectedness and knowledge creation are critical
h)There is no single solution. Craft your own theories and actions by being a critical consumer.

References:

Fullan, M., 2002, Leading and Learning for the 21stC Vol 1 No. 3 - January 2002Furlong, J., 2002, Ideology and Reform in Teacher Education in England:
Some Reflections on Cochran-Smith and Fries. Retrieved

Swanson, R.A. and Holton III, E.F., 2009, Foundation of Human Resources Development
: Second Edition, Berrett-Kohler Publisher Inc.

17 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dari postingan diatas saya mengetahui bahwa ada empat fase dalam proses perubahan pendidikan : inisiasi, implementasi, kelanjutan, dan hasil. Pertama Inisiasi adalah faktor-faktor yang mempengaruhi fase inisiasi meliputi: eksistensi dan kualitas inovasi, akses ke inovasi, advokasi dari administrasi pusat, advokasi guru, dan agen perubahan eksternal. Kedua Pelaksanaan tiga bidang faktor utama yang mempengaruhi pelaksanaan : karakteristik perubahan, karakteristik lokal dan faktor eksternal (pemerintah dan lembaga lainnya). Ketiga karakteristik perubahan. Keempat kelanjutan/keberlanjutan pentingnya pengakuan bahwa proses perubahan pendidikan yang kompleks. Untuk menghadapi kompleksitas tersebut tidak untuk mengontrol perubahan, tetapi untuk memandunya.

    ReplyDelete
  2. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Salah satu fase dalam proses perubahan di bidang pendidikan adalah keberlanjutan. Menurut Fullan ( 1999), keberlanjutan adalah keputusan tentang pelembagaan suatu inovasi yang didasarkan pada reaksi terhadap perubahan, yang mungkin negatif atau positif. Keberlanjutan tergantung pada apakah iya atau tidaknya:
    a) Perubahan akan tertanam / dibangun ke dalam struktur (melalui kebijakan / anggaran / jadwal)
    b ) Perubahan ini telah menghasilkan massa kritis administrator atau guru yang terampil dan berkomitmen untuk berubah.
    c ) Perubahan ini memiliki prosedur yang ditetapkan untuk bantuan yang terus menerus

    ReplyDelete
  3. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Filsafat sebagai pondasi dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Dengannya akan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. Perubahan pendidikan kea arah yang lebih baik merupakan ukuran keberhasilan atas penyebabnya, yaitu objek objekya.

    ReplyDelete
  4. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Dapat disimpulkan beberapa yang menjadi sebab atau indikator yang membuat perubahan terhdap pendidikan, dari banyaknya faktor yang memepengaruhinya. Diantaranya adalah tujuan pendidikan tidak terfokus pada objek materinya, tetapi subjeknya, yaitu manusianya. Pengembangan sumber daya manusia.

    ReplyDelete
  5. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Dalam artikel di atas dijelaskan fase-fase dalam perubahan pendidikan. Fullan (1982, 1991) mengusulkan bahwa ada empat fase dalam proses perubahan pendidikan: inisiasi, implementasi, kelanjutan, dan hasil. Salah fase dalam perubahan pendidikan adalah tahap implementasi, yaotu bagaimana menerapkan perubahan atau inovasi pendidikan yang baru ke dalam sistem. Terdapat tiga kategori faktor dalam proses implementasi yaitu: (1) karakteristik proyek inovasi atau perubahan: kebutuhan, kejelasan, kompleksitas dan kualitas/praktikalitas, (2) Karakteristik atau peranan lokal: distrik, komunitas, kepala sekolah, guru, dan (3) faktor eksternal: pemerintah dan agensi lainnya.Tema-tema dalam proses implementasi adalah (a) membangun visi, (b) perencanaan evolusioner, (c) pengambilan inisiatif dan pemberdayaan, (d) pengembangan staf dan asistensi sumber daya, (e) monitoring/pemecahan masalah[1] dan (f) restrukturisasi. Selanjutnya, ada empat tilikan tidak predictable yang ternyata penting dalam proses implementasi: (a) inisiasi dan partisipasi aktif, starting small and thinking big, bias untuk tindakan dan belajar sambil bekerja, (b) tekanan dan dukungan, (c) perubahan perilaku dan kepercayaan dan (d) masalah kepemilikan perubahan pendidikan.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  6. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Fullan (1982, 1991) mengusulkan bahwa ada empat fase yang luas dalam proses perubahan pendidikan: inisiasi, implementasi, kelanjutan, dan hasil.
    begitu juga kaitannya dengan pendidikan yang ada di indonesia saat ini, inisiasi sudah ada dan sudah banyak, namun tiga komponen berikutnya, implementassi masih jauh dari harapan, kelanjutan pun tidak ada, karena setiap pergantian pemimpin maka pergantian sistem juga sehingga tidak ada kemajuan, hasil pun menunjukkan bahwa pendidikan di negeri ini masih jauh dari apa yang diharapkan, hal ini semua terjadi karena motif setiap pemimpin berbeda dan ada kepentingan politik di dalamnya.

    ReplyDelete
  7. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Fullan (1999) menunjukkan pentingnya pengakuan bahwa proses perubahan pendidikan yang kompleks. Untuk menghadapi kompleksitas tersebut tidak untuk mengontrol perubahan, tetapi untuk membimbing itu. Dia memberikan delapan pelajaran baru tentang membimbing perubahan pendidikan: a) tujuan moral adalah kompleks dan merupakan persoalan b) Teori pendidikan dan teori-teori perubahan saling membutuhkan c) Konflik dan keragaman adalah teman-teman kita d) Memahami makna beroperasi di tepi kekisruhan e) Kecerdasan emosional adalah kecemasan memprovokasi dan yang mengandung kecemasan f) budaya kolaboratif yang kecemasan memprovokasi dan yang mengandung kecemasan g) Serangan inkoherensi keterhubungan dan penciptaan pengetahuan sangat penting h) Tidak ada solusi tunggal. Kerajinan teori dan tindakan Anda sendiri dengan menjadi konsumen yang kritis.

    ReplyDelete
  8. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Sumber daya manusia akan mempengaruhi pendidikan. Semakin berkualitas sumber daya manusia yang ada disuatu negara, tentunya setiap aspek yang dipengaruhi akan berkualitas pula. Begitu pula pada dunia pendidikan. Di dunia pendidikan, sumber daya manusia yaitu guru akan menentukan kualitas pendidikan di Indonesia. Pemerintah sudah mencoba untuk memberikan pelatihan keterampilan supaya kualitas pendidik mampu mendidik dengan baik.

    ReplyDelete
  9. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Seperti disebutkan dalam artikel di atas bahwa untuk mengatur adanya perubahan dalam sebuah sistem pendidikan, ada empat fase yaitu inisiasi, implementasi, kelanjutan, dan hasil. Inisiasi berarti memulai langkah awal. Dimulai dari kesadaran akan perlunya sebuah perubahan, maka akan terdorong suatu sistem pendidikan baru dimana dengan perubahan ini diharapkan akan membawa sumber daya manusia ke arah yang lebih baik. Sehingga dirancanglah sebuah sistem baru. Setelah perancangan, maka yang dilakuan adalah pelaksanaan, atau implementasi. Banyak faktor yang harus diperhatikan pula dalam pelaksaan ini agar hasilnya nanti sesuai dengan yang diharapkan. Jika dirasa sistem yang baru sudah pas, maka kelanjutan atau keberlangsungannya pun harus dijaga, agar nantinya diperoleh hasil yang konsisten pula.

    ReplyDelete
  10. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Banyak konsep-konsep pembangunan umber daya manusia saat ini berfokus pada peningkatan efektivitas perubahan strategis. Penggunaan perencanaan open-sistem adalah salah satu aplikasi pertama dari metode perubahan strategis. Dalam kasus pendidikan, ini merupakan pergeseran dalam pengembangan profesional guru jauh dari satu-satunya fokus pada individu, dan asumsi pendukung bahwa itu benar-benar dimediasi melalui individu, untuk sistem yang lebih holistik dan terbuka dalam pandangan lembaga pendidikan.

    ReplyDelete
  11. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    The rapid changes and increased complexity of today’s world present new challenges and put new demands on our education system. There has been generally a growing awareness of the necessity to change and improve the preparation of students for productive functioning in the continually changing and highly demanding environment. In confronting this challenge it is necessary to consider the complexity of the education system itself and the multitude of problems that must be addressed. Clearly, no simple, single uniform approach can be applied with the expectation that significant improvements of the system will occur.

    ReplyDelete
  12. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Sumber daya manusia adalah bagian penting dalam pengembangan suatu negara. Dengan kata lain kemajuan suatu negara adalah berbanding lurus dengan kemajuan berpikir sumber daya manusianya. Dari yang saya pahami adalah baiknya sumber daya manusia itu depangaruhi oleh pemikiran kritis dari manusianya. Jika sumber daya manusianya dapat memikirkan secara kritis apa yang terjadi dengan sistemnya terlebih dalam dunia pendidikan, dibarengi dengan pencarian dan pemberian solusi terhadp suatu masalah dalam dunia pendidikan, maka sistem pendidikannya juga akan mengalami perkembangan.

    ReplyDelete
  13. 16701251016
    PEP B S2

    Penggunaan strategi efektif dalam oengembangan dalam dunua oendidikan adalah paling utama, oengembangan tersebut dimaksudkan untuk mengadakan suatu perubahan dengan tujuan merubah menjadi yang lebih baik tentunya. Pengembangan meliputi berbagai konsep yang digerakkan sebagai buah pemikiran dan perencanaan oleh sumber daya manusia sendiri. Kita memandang bahwa kualitas SDM akan mempengaruhi eksekusi dari pengembangan itu sendiri. Penerapan perkembangan dalam dunia pendidikan tidak terlepas dari faktor ekternal maupun internal, eksternal dari stakeholder seluruhnya dan internal bagi dirinya sendiri sebagai pemangku tanggung jawab dalam dunia pendidikan

    ReplyDelete
  14. Pengembangan yang diterapkan melalui tahapan yang meliputi inisiasi, implementasi, keberlanjutan, dan hasil. Inisiasi sebagai awal pada tahapnya adalah merupakan penjelasan terkait keberadaan, berbagai inovasi yang akan ditargetkan untuk mencapai hasil melalui impkementasi langsung. Dalam proses implementasi inilah yang mungkin pada bagian menyatakan efektif atau tidakkah sudah dapat terlihat, karena berproses langsung terhadap subyek maupun obyeknya. Sedangkan keberlangsunhan atau kelanjutan ini akan menjawab perlukah atau tidak berbagai inisia di implementasikan, jika tidak maka secara langsung dapat diberhentikan pada tahapan ini

    ReplyDelete
  15. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dari elegi tersebut, dapat kita ketahui bahwa empat fase dalam perubahan pendidikan yaitu inisiasi, implementasi, kelanjutan dan hasil. Dari proses tersebut, harapannya pendidikan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam tahap inisiasi yaitu bagaimana agar pengetahuan yang diperoleh dapat mengkristal dalam dirinya. Setelah pengetahuan telah didapat dalam alam pikirnya, kemudian diimplementasi kedalam aspek kehidupan dan hal ini akan terus berlanjut selama pengetahuan tersebut memang diperlukan. Kemudian, setelah melalui fase tersebut maka akan memetik sebuah hasil dari serangkaian fase yang telah dilalui.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  16. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Pengembangan sumber daya manusia merupakan usaha yang dilakukan untuk membentuk manusia yang berkualitas dengan memiliki keterampilan, kemampuan kerja dan loyalitas kerja dari sini selanjutnya bisa dikatakan bahwa agar terjadi perubahan dalam pendidikan maka pengembangan sdm sebagai kunci utama karena hal ini implikasinya akan berbanding lurus terhadap perubahan pendidikan

    ReplyDelete
  17. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

    Konsep Pengembagan Sumber Daya Manusia saat ini terfokus pada peningkatan keefektifan strategi perubahan. Penggunaan sistem perencanaan terbuka merupakan aplikasi pertama dari metode strategi perubahan. Dalam kasus pendidikan, pekerjaan ini menghadirkan perubahan dalam pengembangan keprofesionalan guru, dan asumsi pendukung bahwa itu benar-benar dimediasi melalui individu, ke sistem pendidikan yang lebih holistik dan terbuka.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id