Oct 25, 2012

MORALITY




Ass Wr Wb
Jika berkehendak mendalami tentang MORALITY, bacalah berikut:



Wss Wr Wb
Marsigit



45 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Saya setuju jika moral merupakan sesuatu hal yang penting. Moral penting bagi perkembangan pribadi sesorang. Tidaklah cukup seseorang hanya memiliki intelektual yang tinggi saja, moralitaslah yang menjadi fondasi kehidupan sehingga harus diperhatikan.

    ReplyDelete
  2. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Moralitas terkandung dalam sila kedua Pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Dimana kita harus berperilaku sesuai dengan nilai nilai moral. Moral/moralitas juga berperan sebagai pengatur dan petunjuk bagi manusia dalam berperilaku agar dapat dikategorikan sebagai manusia yang baik dan dapat menghindari perilaku yang buruk. Namun sayang, dewasa ini sudah banyak terjadi bentuk bentuk degradasi moral apalagi pada generasi muda bangsa Indonesia. Hal ini harus menjadi perhatian semua pihak karena generasi penerus bangsa Indonesia ada pada genggaman anak anak muda . Maka, mulai dari diri sendiri mari kita ubah lingkungan kita dengan terus berperilaku sesuai dengan nilai nilai kemanusiaan.
    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  3. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Dalam Al-Qur’an juga sering dijelaskan bahwa setelah ada pernyataan “orang-orang beriman,” maka langsung diikuti oleh “beramal saleh.” Dengan kata lain amal saleh sebagai manifestasi dari akhlak merupakan perwujudan dari keimanan seseorang. Pemahaman moralitas dalam bahasa aslinya dikenal dengan dua istilah yaitu al-akhaq al-karimah dan al-akhlaq al-mahmudah. Keduanya memiliki pemahaman yang sama yaitu akhlak yang terpuji dan mulia, semua perilaku baik, terpuji, dan mulia yang diridhai Allah.

    ReplyDelete
  4. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Moral adalah pesan yang disampaikan atau pelajaran yang bisa dipetik dari cerita atau acara Moralitas tampaknya digunakan dalam dua pengertian yang luas yang berbeda, yaitu deskriptif dan normatif. Secara deskriptif untuk merujuk pada perilaku yang ditujukan kepada perilaku masyarakat atau kelompok (seperti agama) atau perilaku sendiri, dan secara normatif untuk merujuk kepada kode etik, mengingat kondisi yang ditentukan akan diajukan oleh semua orang secara rasional.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  5. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Perkembangan moral berfokus pada munculnya, perubahan, dan pemahaman tentang moralitas dari bayi sampai dewasa. Di bidang perkembangan moral, moralitas didefinisikan sebagai prinsip bagaimana individu harus memperlakukan satu sama lain, sehubungan dengan keadilan, kesejahteraan orang lain. Penting untuk mengukur keyakinan, emosi, sikap, dan perilaku mereka yang berkontribusi terhadap pemahaman moral. Bidang perkembangan moral mempelajari peran teman sebaya dan orang tua dalam memfasilitasi perkembangan moral, peran hati nurani dan nilai-nilai, sosialisasi dan pengaruh budaya, empati dan altruisme, dan perkembangan positif. Kepentingan dalam moralitas mencakup banyak disiplin ilmu (misalnya, filsafat, ekonomi, biologi, dan ilmu politik ) dan spesialisasi dalam psikologi ( misalnya, sosial , kognitif , dan budaya ) . Penelitian psikologi perkembangan moral yang berfokus pada pertanyaan asal-usul dan perubahan moralitas seluruh jangka hidup . (https://en.wikipedia.org/wiki/Moral_development)

    ReplyDelete
  6. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Moral menurut beberapa ahli antara lain Damon (1988) adalah aturan dalam berperilaku (code of conduct). Aturan tersebut berasal dari kesepakatan atau konsesus sosial yang bersifat universal. Moral yang bermuatan aturan universal tersebut bertujuan untuk pengembangan ke arah kepribadian yang positif (intrapersonal) dan hubungan manusia yang harmonis (interpersonal). Lebih lanjut, Nucci & Narvaes (2008) menyatakan bahwa moral merupakan faktor determinan atau penentu pembentukan karakter seseorang. Oleh karena itu, indikator manusia yang berkarakter moral adalah: 1) Personal improvement; yaitu individu yang mempunyai kepribadian yang teguh terhadap aturan yang diinternalisasi dalam dirinya. Dengan demikian, ia tidak mudah goyah dengan pengaruh lingkungan sosial yang dianggapnya tidak sesuai dengan aturan yang diinternalisasi tersebut. 2)Social skill; yaitu mempunyai kepekaan sosial yang tinggi sehingga mampu mengutamakan kepentingan orang lain. Hal ini ditunjukkan dengan hubungan sosialnya yang harmonis. 3) Comprehensive problem solving; yaitu sejauhmana individu dapat mengatasi konflik dilematis antara pengaruh lingkungan sosial yang tidak sesuai dengan nilai atau aturan dengan integritas pribadinya terhadap nilai atau aturan tersebut. Dalam arti, individu mempunyai pemahaman terhadap tindakan orang lain (perspektif lain) yang menyimpang tetapi individu tersebut tetap mendasarkan keputusan/sikap/ tindakannya kepada nilai atau aturan yang telah diinternalisasikan dalam dirinya

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  7. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Moralisasi, berarti uraian (pandangan, ajaran) tentang perbuatan dan kelakuan yang baik. Demoralisasi, berarti kerusakan moral. Menurut asal katanya “moral” dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian diterjemahkan menjadi “aturan kesusilaan”. Dalam bahasa sehari-hari, yang dimaksud dengan kesusilaan bukan mores, tetapi petunjuk-petunjuk untuk kehidupan sopan santun. Jadi, moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik. Kata susila berasal dari bahasa Sansekerta, su artinya “lebih baik”, sila berarti “dasar-dasar”, prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan hidup. Jadi susila berarti peraturan-peraturan hidup yang lebih baik.

    ReplyDelete
  8. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    PPs PEP B 2016

    filsafat moral meliputi ontologi moral, atau asal moral, serta epistemologi moral, atau pengetahuan tentang moral. sistem yang berbeda untuk mengekspresikan moralitas telah diusulkan, termasuk sistem deontologis etika yang mematuhi seperangkat aturan yang ditetapkan, dan sistem etika normatif yang mempertimbangkan manfaat dari tindakan itu sendiri. Contoh filsafat etika normatif adalah Golden Rule, yang menyatakan bahwa: ". Orang harus memperlakukan orang lain sebagai salah satu ingin orang lain memperlakukan diri sendir

    ReplyDelete
  9. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    PPs PEP B 2016

    Kant dalam fase kritis berusaha untuk 'terbalik' orientasi filsafat pra-kritis dengan menunjukkan bagaimana masalah tradisional metafisika dapat diatasi dengan mengandaikan bahwa kesepakatan antara realitas dan konsep-konsep yang kita gunakan untuk hamil itu timbul bukan karena konsep mental kita memiliki datang ke pasif cermin realitas, tetapi karena realitas harus sesuai dengan konsep aktif pikiran manusia untuk menjadi dibayangkan dan keadaan memungkinkan bagi kita untuk mengalami.

    ReplyDelete
  10. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Akal budi dan pengalaman inderawi, tidak dapat dianggap sebagai dasar menyatakan keberadaan Tuhan. Bagi Kant, eksistensi Tuhan diperlukan sebagai postulat bagi kehidupan moralitas.

    Maka, moralitas erat kaitannya dengan spiritualisme. Seperti yang kita ketahui bahwa moral adalah suara hati, perasaan, menentukan sesuatu yang benar atau salah. Maka yang memerintah ketika kita bicara moral adalah hati, dan strukturnya telah naik ke spiritualisme.

    ReplyDelete
  11. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Indonesia dan dunia gencar melaksanakan program terkait keadilan dunia dan persamaan
    hak dan kewajiban. Di indoenesia sampai membuat aturan atau falsafah negara yang tertuang di dalam undang-undang dan pancasila. Terutama pancasila sila 1 hingga 5, semua menyentuh tentang kemanusiaan dan sikap moral manusia. Di dunia sangat banyak badan kemanusiaan untuk menjaga kedamaian dunia, antar lain; PBB, World Health Organization, High Commissioner for Human Rights UNICEF dan lainnya. Menyimpulkan bahwa moralitas adalah hal terpenting yang sangat diperhatikan oleh seluruh manusia di dunia karena pengeruh dan manfaatnya bagi kemanusiaan.

    ReplyDelete
  12. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Indonesia sebagi budaya timur, meyakini tentang kehidupan yang religius. Pesanten adalah suatu wadah yang sejak lama berdiri sejak masuknya islam di indonesia untuk memberikan pengetahuan, didikan, dan praktik langsung mengenai kemanusiaan dan sikap moral . pengajaran yang berbasis spiritual dan dikemas dengan metode pesantren sangat berhasil melahirkan sosk-sosok yang dapat dikatakan berhasil di indoenesia pada saat itu.

    Meskipun sekarang ini mengalamai sistem pemerintahan yang sudah berubah, dari kerajaan menjadi sistem demokrasi. Namun, pesantren masih mampu bertahan melahirkan tokoh tokoh yang dapat dicontoh kepribadiannya. ulama kharismatik pendiri pesantren yang berpengaruh di indonesia yang dianggap memiliki kepribadian adalah Kh Abdul Qadir Al Fathani Kh Hasyim Asy’Ari, Kh Ahmad Dahlan, Kh Muhammad Mukhtar. Dan lain-lain. Tugas yang paling penting dari keadiran mereka adalah perbaikan dan pembentukan kepribadian atau akhlak.

    ReplyDelete
  13. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Moral adalah tindakan, prinsip, karakter, cara, keputusan, niat seseorang. Mengutip salah satu sumber yang ditampilkan di atas menyebutkan bahwa "Morality may also be specifically synonymous with "goodness" or "rightness". Tentang kebaikan dan kebenaran. Saya kembalikan lagi kepada filsafat yang memandang segala sesuatu relatif, dan tergantung pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  14. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Moralitas menunjukkan baik-buruknya perilaku manusia. Saat ini banyak masyarakat terutama generasi muda mengalami degradasi moral, hal ini dapat dilihat dari banyaknya kasus pembunuhan, pemerkosaan, narkoba, pergaulan bebas, dan sebagainya. Degradasi moral ini dapat diakibatkan oleh kemajuan teknologi seperti handphone yang dapat mengakses secara bebas semua informasi seperti gaya hidup dari mana saja, selain itu juga dimungkinkan karena kurangnya penanaman nilai-nilai agama serta norma yang berlaku dalam masyarakat oleh keluarga dan sekolah.

    ReplyDelete
  15. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Psikologi moral adalah bidang studi di kedua bidang filsafat dan psikologi. Beberapa menggunakan istilah "psikologi moral" yang relatif sempit untuk merujuk pada studi perkembangan moral. Beberapa topik utama lapangan adalah pertimbangan moral, penalaran moral, kepekaan moral, tanggung jawab moral, motivasi moral, identitas moral, tindakan moral, perkembangan moral, keragaman moral, karakter moral (terutama yang terkait dengan etika moralitas), altruisme, psikologis egoisme, moral yang beruntung, peramalan moral, emosi moral, peramalan afektif, dan ketidaksepakatan moral. psikologi moral yang merupakan cabang baru dalam bidang psikologi. Studi tentang perkembangan identitas moral yang merupakan salah satu aspek psikologi yang menunjukkan paling potensial untuk pertumbuhan karena banyak bagian dalam lapangan mengenai struktur, mekanisme, dan dinamika.

    ReplyDelete
  16. Bismillah
    RatihKartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Moral erat kaitannya dengan budi pekerti. Kalau moral atau identitas moral kita bagus, maka kita bisa menjadi manusia yang mempunyai tindakan yang bagus. Maka penting bagi setiap orang untuk menjaga moralitas, bisa membedakan yang baik dan buruk sesuai dengan agama, Semoga paham paham kapitalis, hedonism dll bisa kita tangkis.


    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  17. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Morality berasal dari bahasa latin ‘moralis’. Moral merupakan sesuatu sesuai dengan aturan yang mengatur atau adat perilaku. Seseorang dikatakan tidak mempunyai moral apabila ia melakukan perbuatan tidak sesuai dengan aturan atau kaidah yang ada. Moral merupakan salah satu hal yang diajarkan di sekolah. Bagaimana agar siswa memiliki moral, sikap, karakter yang positif. Namun banyak berita sekarang yang menunjukkan moral anak bangsa. seperti seringnya terjadi tawuran, tidak jujur saat ujian, tidak sopan terhadap guru, dan lain-lain. Hal ini menunjukkan kurangnya moral dari anak bangsa kita.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  18. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Moralitas dalam filsafat memuat ontologi moral, atau asal-usul moral, dan juga epistimologi moral, atau pengetahuan tentang moral. Sistem-sistem yang berbeda dalam mengungkapkan moralitas telah banyak diajukan, termasuk sistem "deontological ethical" yang mengikuti seperangkat aturan yang ditetapkan, dan sistem "normative ethical" yang mempertimbangkan manfaat dari tindakan sendiri. Contoh filsafat "normative ethical" adalah Golden Rule, yang menyatakan bahwa: "Orang harus memperlakukan orang lain seperti memperlakukan sesuatu pada diri sendiri".

    ReplyDelete
  19. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Dalam arti deskriptif, "moralitas" mengacu pada nilai-nilai pribadi atau budaya, kode etik atau adat istiadat sosial. Ini tidak dapat diartikan sebagai klaim objektif terhada benar atau salahnya, tetapi hanya mengacu pada apa yang dianggap benar atau salah. Etika deskriptif adalah cabang filsafat yang mempelajari moralitas dalam pengertian ini.

    ReplyDelete
  20. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas B

    Manusia bermoral adalah manusia yang mempu menjalankan kebaikan-kebaikan dalam kehidupannya. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya. Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. Moral berhubungan dengan proses sosialisasi. Individu tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi. Moral adalah nilai ke-absolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat dimana ia tinggal. Setiap daerah tentu mempunyai standar sendiri-sendiri dalam menilai moral seseorang. Maka kita haruslah bijaksana dalam menghadapinya serta mampu menempatkan diri, menyesuaikan dengan lingkungan yang ada.

    ReplyDelete
  21. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Morality describes the principles that govern our behavior. Without these principles in place, societies cannot survive for long. In today's world, morality is frequently thought of as belonging to a particular religious point of view, but by definition, we see that this is not the case. Everyone adheres to a moral doctrine of some kind.

    ReplyDelete
  22. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Moralitas adalah pelaksanaan kewajiban karena hormat terhadap hukum yang tertulis dalam hati manusia. Suatu tindakan hanya dianggap bermoral kalau diambil secara otonom, berdasarkan kesadaran sendiri tentang kewajiban. Kriteria mutu moral seseorang adalah kesetiaannya terhadap suara hatinya sendiri.Moralitas dapat dipahami sebagai suatu tata aturan yang mengatur pengertian baik atau buruk Manusia dapat membedakan baik dan buruknya, yang boleh dilakukan dan larangan sekalipun dapat mewujudkannya, atau suatu azas dan kaidah kesusilaan dalam hidup bermasyarakat.

    ReplyDelete
  23. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Moralitas dapat bersifat objektif atau pun subjektif. Moralitas objektif adalah moralitas yang diterapkan pada perbuatan sebagai perbuatan, terlepas dari modifikasi kehendak pelakunya. Sedang moralitas subjektif adalah moralitas yang memandang perbuatan ditinjau dari kondisi pengetahuan dan pusat perhatian pelakunya, latar belakangnya, stabilitas emosional, serta perilaku personal lainnya. Moralitas subjektif merupakan fakta pengalaman bahwa kesadaran manusia (suara hatinya) menyetujui atau melarang apa yang diperbuat manusia.

    ReplyDelete
  24. 16701251016
    PEP B S2

    Moral yang ada dalam sebuah kehidupan masyarakat identik dengan suatu kebaikan. Moral ini mencakup dalam berbagai bidang kajian filsafat maupun psikologi. Moral dapat pula berarti sebagai aturan yang berlangsung pada sebuah masyarakat, oleh karenanya dapat bersifat khas yang berbeda antar wilayah satu dengan yang lain.

    Dikatakan moral yang baik bila mana jika pribadi itu tidak melakukan sebuah disorientasi dengan tatanan hidup masyarakat. Disoreintasi dalam kasus penyimpangan moral akan menimbulkan ketidak harmonisan dalam hidup yang semestinya.

    Penekanan moral dalam individu dapat dipacu dan ditumbuhkembangkan sebagai tujuan akhir penyelenggaraan pendidikan, yang mana akan merubah dan menerapkan karakter sesuai norma moral yang berlaku bagi dirinya, agar mampu hidup yang lebih bermakna dan berguna bagi bangsanya sendiri

    ReplyDelete
  25. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Immanuel Kant, mengatakan bahwa moralitas itu menyangkut hal baik dan buruk, yang dalam bahasa Kant, apa yang baik pada diri sendiri, yang baik pada tiap pembatasan sama sekali. Kebaikan moral adalah yang baik dari segala segi, tanpa pembatasan, jadi yang baik bukan hanya dari beberapa segi, melainkan baik begitu saja atau baik secara mutlak.

    ReplyDelete
  26. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Moralitas dalam pandangan Kant dibedakan atas moralitas heteronom dan moralitas otonom. Moralitas heteronom diartikan sebagai sikap dimana kewajiban ditaati dan dilaksanakan bukan karena kewajiban itu sendiri, melainkan lebih karena sesuatu yang berasal dari luar kehendak si pelaku. Dalam konteks ini, dapatlah dikatakan bahwa dependensi manusia menunjukkan inkonsistensi oleh seseorang tersebut (Tjahjadi, 1991)

    ReplyDelete
  27. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Moralisasi, berarti uraian (pandangan, ajaran) tentang perbuatan dan kelakuan yang baik. Demoralisasi, berarti kerusakan moral. moral merupakan sebuah tolak ukur. Moral dapat digunakan untuk mengukur kadar baik dan buruknya sebuah tindakan manusia sebagai manusia, mungkin sebagai anggota masyarakat (member of society) atau sebagai manusia yang memiliki posisi tertentu atau pekerjaan tertentu. moral adalah suatu tendensi rohani untuk melakukan seperangkat standar dan norma yang mengatur perilaku seseorang dan masyarakat. Pengertian moral kali ini erat hubungannya dengan akhlak manusia ataupun fitrah manusia yang diciptakan memang dengan kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Perbuatan manusia dikatakan baik apabila motivasi, tujuan akhir dan lingkungannya juga baik. Apabila salah satu factor penentu itu tidak baik, maka keseluruhan perbuatan manusia menjadi tidak baik. Motivasi adalah hal yang diinginkan para pelaku perbuatan dengan maksud untuk mencapai sasaran yang hendak dituju. Jadi, motivasi itu dikehendaki secara sadar, sehingga menentukan kadar moralitas perbuatan.

    ReplyDelete
  28. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Menurut Sedley, D.N. (1987) Moralitas berasal dari bahasa Latin 'Moralis' yang artinya "cara, karakter, perilaku yang tepat". Moralitas adalah diferensiasi niat, keputusan, dan tindakan yang dibedakan sebagai yang tepat dan yang tidak tepat. Sedangkan menurut W.Poespoprojo, (1998: 18) moralitas adalah kualitas dalam perbuatan manusia yang menunjukkan bahwa perbuatan itu benar atau salah, baik atau buruk. Moralitas mencakup tentang baik-buruknya perbuatan manusia.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  29. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Moralitas merupakan suatu aturan atau prinsip yang menjelaskan dan membedakan tentang baik atau buruknya suatu perbuatan manusia berdasarkan kesepakatan sosial, normatif negara dan aturan agama. Moral merupakan hal mutlak yang harus dimiliki manusia, karena dengan moral, manusia dapat mengendalikan kondisi pikiran, perasaan, ucapan, dan perilakunya yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk yang digunakan untuk berinteraksi dalam masyarakat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa orang yang bermoral adalah orang yang tindakannya memiliki nilai positif di mata masyarakat maupun agama.

    ReplyDelete
  30. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Moral/moralitas berperan sebagai pengatur dan petunjuk bagi manusia dalam berperilaku agar dapat dikategorikan sebagai manusia yang baik dan dapat menghindari perilaku yang buruk. Tidaklah cukup seseorang hanya memiliki intelektual saja, moralitaslah yang menjadi fondasi kehidupan sehingga harus diperhatikan.

    ReplyDelete
  31. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Moralitas merupakan baik buruknya perbuatan tersebut. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. Dengan kata lain moralitas dapat disebut sebagaia etika. Sehingga moralitas mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.

    ReplyDelete
  32. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Dari salah satu link diatas golden rule mengemukakan bahwa “One should treat others as one would like others to treat oneself”. Ini berarti moral berkaitan dengan sikap kita terhadap orang lain. Moral dalam zaman sekarang memiliki nilai implisit karena banyak orang yang memiliki moral atau sikap amoral itu dari sudut pandang yang sempit. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat.Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. Jadi saya kira jika seseorang melakukan sesuatu itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut atau tidak maka dia telah menjaga moralnya.

    ReplyDelete
  33. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Moralitas adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya. Moral dan etika adalah dua hal yang tidak dapat terpisahkan karena pada dasarnya moral adalah tingkah laku yang telah diatur atau ditentukan oleh etika......

    ReplyDelete
  34. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Moral merupakan kondisi pikiran, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk yang digunakan untuk berinteraksi dalam masyarakat. Hukum moral pada dasarnya merupakan adalah pengetahuan kita tentang perbedaan antara baik dan jahat, dan keyakinan batin kita yang harus kita lakukan apa yang baik.

    ReplyDelete
  35. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Moralitas atau moral merupakan ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. Berbicara tentang moralitas maka berbicara tentang sistem nilai yang terkandung dalam aturan hidup bermasyarakat dalam bentuk petuah, wejangan, nasihat, peraturan, perintah, dan semacamnya yang diwariskan secara turun-temurun melalui agama atau kebudayaan tertentu. Moral biasanya sepaket dengan nilai dan hukum yang berfungsi untuk melayani manusia, mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat, menarik perhatian pada permaslahan-permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia, dan dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala pembiasaan emosional.

    ReplyDelete
  36. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Moral adalah etika yang digunakan dalam kehidupan. Moral merupakan suatu tindakan yang membandingkan mana yang baik dan mana yang buruk. Hal tersebut hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. Moral merupakan kondisi pikiran, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk yang digunakan untuk berinteraksi dalam masyarakat. Namun, menurut Immanuel Kant, moralitas tidak hanya menyangkut pada baik dan buruk. Moralitas merupakan kehendak untuk mau melaksanakan kewajiban. Tindakan moral tersebut harus bersifat sintetik a priori, misalnya jujur itu benar. Jujur adalah a priori, diketahui oleh semua orang dalam akal murni. Sedangkan benar adalah sintesis karena konsep benar tidak terkandung di dalam konsep jujur. Oleh karena itu ia termasuk sintesis a priori.

    ReplyDelete
  37. Moralitas dapat didefinisikan sebagai sistem gagasan tentang benar dan perilaku yang salah. Moral itu biasanya didefinisakan oleh kebanyakan orang sebagai perilaku yang baik saja. Moral adalah diferensiasi niat, keputusan, dan tindakan antara mereka yang dibedakan sebagai yang tepat dan orang-orang yang tidak benar. Moralitas dapat menjadi badan standar atau prinsip berasal dari kode etik dari filsafat, agama, atau budaya tertentu, atau dapat berasal dari standar yang seseorang percaya harus bersifat universal. Moralitas juga mungkin secara khusus identik dengan "kebaikan atau "kebenaran".

    M. Saufi Rahman
    PEP KElas A
    16701261024

    ReplyDelete
  38. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Moralisasi, berarti uraian (pandangan, ajaran) tentang perbuatan dan kelakuan yang baik.
    Adapun memperoleh moral yang baik, mmerlukan proses dalam pencapaiannya. adapun moral yang baik memerlukan pemikiran yang baik pula. Terus belajar dan memperbaiki diri dan mengkaji pengetahuan agama (islam) menjadi modal dalam menguatkan akidah kita, sehingga dapat berefek kepada tindakan kita.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    ReplyDelete
  39. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Menurut asal katanya moral dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian diterjemahkan menjadi aturan kesusilaan. Dalam bahasa sehari-hari, yang dimaksud dengan kesusilaan bukan mores, tetapi petunjuk-petunjuk untuk kehidupan sopan santun. Moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik. Kata susila berasal dari bahasa Sansekerta, su artinya “lebih baik”, sila berarti “dasar-dasar”, prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan hidup. Jadi susila berarti peraturan-peraturan hidup yang lebih baik. Sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. Moralitas juga berperan sebagai pengatur dan petunjuk bagi manusia dalam berperilaku agar dapat dikategorikan sebagai manusia yang baik dan dapat menghindari perilaku yang buruk.

    ReplyDelete
  40. Moralitas berkaitan dengan etika, nilai dan norma. Ada perbedaan pandangan moralitas masyarakat Barat dan Timur, karena Pahamnya berbeda. Moralitas dalam pandangan Liberal melihat kesisulaan yang berbeda dengan masyarakat belahan Timur yang banyak bersumber dari kesusilaan religi yang dianut. Sehingga mengatakan orang Barat tidak bermoral belum sepenuhnya benar karena bagi mereka itulah nilai moral yang dianut. Demikianhalnya masyarakat Barat menilai Timur lebih tradisional (istilah mereka) dan belum beradab, adalah stigma mereka yang memandang tidak sesuai dengan moralitas mereka, adalah pandangan western.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  41. adanya moralitas adalah hasil kesepakatan nilai. Dalam nilai-nilai Agama, moralitas sudah menjadi ketentuan yang harus ditaati. Dalam kehidupan sosial, moralitas ditentukan dari kesepakatan nilai dan norma dalam masyarakat. Sehingga ketentuan nila bisa berbeda antar suku bangsa. Bagi Indonesia, kesepakatan nilai tertuang dalam Pancasila sebagai aturan berperikehidupan dalam bangsa yang majemuk.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  42. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Moral dikaitkan dengan baik atau buruknya suatu perbuatan , sikap, budi pekerti, susila. Moral datangnya dari hati nurani, sehingga pada tingkat bawah sadar kita bertindak dengan moralnya kita. jika kita punya moral yang baik, maka secara alamiah melakukan perbuatan seperti orang yang baik. Para ilmuwan sebagai orang yang profesional dalam bidang keilmuan perlu memiliki visi moral, atau dalam filsafat disebut sebagai sikap ilmiah. Tanpa landasan moral, ilmuwan mudah sekali tergelincir dalam melakukan prostitusi intelektual. Tidak hanya ilmuwan, kita sebagai orang yang berilmu, sudah sepantasnya punya visi moral.

    ReplyDelete
  43. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    pendidikan matematika a 2013

    Moral dapat diartikan sebagai sikap, perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan seseorang pada saat mencoba melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman, tafsiran, suara hati, serta nasihat, dll. Sedangkan menurut Immanuel Kant, moralitas adalah keyakinan dan sikap batin dan bukan sekedar penyesuaian dengan aturan dari luar, entah itu aturan hukum negara, agama atau adat-istiadat. Moralitas adalah pelaksanaan kewajiban karena hormat terhadap hukum, sedangkan hukum itu sendiri tertulis dalam hati manusia. Dengan kata lain, moralitas adalah tekad untuk mengikuti apa yang dalam hati disadari sebagai kewajiban mutlak.

    ReplyDelete
  44. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Moralitas terkandung dalam sila kedua Pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab.Dimana kita harus berperilaku sesuai dengan nilai nilai moral.Moral/moralitas juga berperan sebagai pengatur dan petunjuk bagi manusia dalam berperilaku agar dapat dikategorikan sebagai manusia yang baik dan dapat menghindari perilaku yang buruk.Namun sayang, dewasa ini sudah banyak terjadi bentuk bentuk degradasi moral apalagi pada generasi muda bangsa Indonesia. Hal ini harus menjadi perhatian semua pihak karena generasi penerus bangsa Indonesia ada pada genggaman anak anak muda . Maka, mulai dari diri sendiri mari kita ubah lingkungan kita dengan terus berperilaku sesuai dengan nilai nilai kemanusiaan.
    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  45. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Moralitas adalah kualitas perbuatan manusiawi, sehingga perbuatan dikatakan baik atau buruk, benar atau salah. Penentuan baik atau buruk, benar atau salah tentunya berdasarkan norma sebagai ukuran. Moralitas diklasifikasikan menjadi dua. Pertama moralitas objektif adalah moralitas yang terlihat pada perbuatan yang hakikatnya baik atau buruk. Kedua moralitas subjektif adalah moralitas yang melihat perbuatan dipengaruhi oleh pengetahuah dan perhatian pelakunya, latar belakang, stabilitas emosional, dan perlakuan personal lainnya atau biasa menyangkut hati nurani sipelakunya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id