Oct 20, 2012

Ritual Mathematics




By Marsigit

In Javanese society all aspect of daily life or activities can be viewed as underpine from religious perspectives. It is not surprising that, for example, in a certain village, the people in one week get invitation to come to ritual activities for more than seven.


Some of the important activities are the celebration of the 'fifth' and the 'thirty fifth' baby birthday, the ritual feast to mark some one's death in the 'seventh day', 'forthyth day', 'a hundreth day' and 'a thousanth day'. The problem is the people, specifically the man who are responsible of carrying out the ritual meal, should exactly decide that the death has long been whether seven days, forthy days, one hundreth days, or one thousand days. They do it well and they learn it for generations. The people, who are concerned about it, sometimes involves in the dialog informally to justify whether the counting the numbers of tha days is right or wrong. Most of them are relatively correct. They just use simple formula which is ussualy spoken and not ever written, e.g. 'nomosarmo', 'norosarmo', nonemsarmo', etc.

They use three kinds of numbers system at the same time : 10 based numbers system, 7 based numbers system and 5 based numbers system, in the frame work of position system. Position system for numbers was found by Indian and Javanese people knew it before the Europen because it directly was brought by Indian to Indonesia. They use Numbers System Basis 10 when they should decide the duration of time; 35 days, 40 days, 100 days and 1000 days. They use Numbers System Basis 7 (Week system) when they use the name orderly of the days : Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday, Thuersday, Friday and Saturday.

They use Numbers System Basis 5 (Dino Pasaran system) when Javanese people have been using system 'Dino Pasaran' for along time before Western system of callendar came to Indonesia. In this system there are only five days orderly in a cycle of period of time called 'Pasar'. Those are 'Legi', 'Pahing', 'Pon', 'Wage', 'Kliwon'. One day in this system is equals to one day in Week system, that is 24 hours.

Thus one Dino Pasaran has five days, two Dino Pasaran has 10 days, three Dino Pasaran has 15 days, etc.
Mathematically, for all of the system numbers, the notation of numbers 'm' can be written as polynomial from 'b' such as follows : m = a0 bn-1 + a1 bn-2 + a2 bn-3 + ... + an-1 b + an where, b is any numbers greater than 1, and a is the basis. According to this formula, we can write any number at any system using the same pattern i.e. for basis 10, basis 7 and basis 5. In Basis 10 we have the numbers : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. In Basis 7 we have the numbers : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6

We can match the name of the day with those numbers orderly : 0 = Sunday 1 = Monday; 2 = Tuesday; 3 = Wednesday; 4 = Thuersday; 5 = Friday and 6 = Saturday. In Basis 5 we have the numbers : 0, 1, 2, 3, 4. We can match the name of the day in Dino Pasaran with those numbers orderly : 0 = Legi, 1 = Pahing, 2 = Pon, 3 = Wage, 4 = Kliwon. How can we write 35 of Basis 10 into Basis 7 ? The following is the formula 3510 = 5 x 71 + 0 x 70 = 507. How can we write 100 of Basis 10 into Basis 7 ? The formula is 10010 = 2 x 72 + 0 x 71 + 2 x 70 = 2027. How can we write 1000 of Basis 10 into Basis 7 ? The formula is 100010 = 2 x 73 + 6 x 72 + 2 x 71 + 6 x 70 = 26267

How can we write 35 of Basis 10 into Basis 5? The following is the formula 3510 = 7 x 51 + 0 x 50 = 705. How can we write 100 of Basis 10 into Basis 5? Thai is 10010 = 4 x 52 + 0 x 51 + 0 x 50 = 4005 How can we write 1000 of Basis 10 into Basis 5 ? That is 100010 = 1 x 54 + 3 x 53 + 0 x 52 + 0 x 51 + 0 x 50 = 130005

Javanese people always have two unseparated name for the day. For example : Sunda Legi, Sunday Kliwon, Monday Wage, Friday Pahing, Saturday Kliwon, Saturday Pon, etc. It is clear that the numbers of combinations is 35 names. If this day is Monday Pahing then the duration up to on the next Monday Pahing is 7 x 5 = 35 days. Thus when somebody wish to celebrate the 35 th of his son's birthday he just waiting for the next day with the same name. It is easy and he need not to do with mathematics at all in his mind. Forthyth days ritual feast to mark some one's death by transforming 4010 = 557 and 4010 = 805. Numbers 55 is ended by 5; it mean that 'the fourty days duration of time' will begin on the day i and ended on the day 5 th of Week System.

Thus, if now is Sunday then forty days to come will be the fifth day from Sunday that is Thuersday. Javanese people called 'five' as 'limo' or briefly 'mo'. Number 80 is ended by 0; it mean that 'the fourty days duration of time' will begin on the day of Pasar j and ended on the day j + 0 or ended on the same day. Thus If this day is Sunday Kliwon then it will be 40 days on the next Thuersday Kliwon.

If this day is Friday Legi then it will be 40 days on the next Tuesday Legi. If this day is Wednesday Pahing then it will be 40 day on the next Sunday Pahing, etc. Javanese people just called 'no mo; sar mo' that mean : no = dino = day; mo = limo = five; and sar = Pasar = Basis 5. Thus, no mo means 'the fifth day of Week System' sar mo means 'the fifth day of Pasar System'

For one hundred days ritual feast to mark some one's death as I described that :10010 = 2027 and 10010 = 4005. Number 202 is ended by 2; its mean that 'the one hundred days duration of time' will begin on the day i and ended on the day 2 th of Week System . Thus, if now is Sunday then forty days to come will be the 2 nd day from Sunday that is Monday. Javanese people called 'two' as 'loro' or briefly 'ro'. Number 400 is ended by 0; it mean that 'the fourty days duration of time' will begin on the day of Pasar j and ended on the day j + 0 or ended on the same day.

Thus If this day is Sunday Kliwon then the next 100 days will be on the next Monday Kliwon. If this day is Friday Legi then the next 100 days will be on Saturday Legi. If this day is Wednesday Pahing then the next 100 day will be on Sunday Pahing, etc. Javanese people just called 'no ro; sar mo' that mean : no = dino = day; ro = loro = dua; and sar = Pasar = Basis 5. Thus, no ro means 'the second day of Week System' sar mo means 'the fifth day of Pasar System'. One thousand days ritual feast to mark some one's death is calculated by the same way they use the formula 'no nem; sar mo' that mean 'the sixth day of Week System and the fifth day of Pasar System'

26 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Nenek moyang kita sudah dapat menerapkan ilmu matematika dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sebagai contoh di budaya Jawa, di peringatan kematian misalnya, mereka akan memperingati di hari ketujuh, hari keempat puluh, hari keseratus, dan di hari keseribu kematian. Saya pikir bahwa hal tersebut dihitung hari secara manual (dengan menambahkan tanggal kematian dan 7, 40, 100, 1000). Padahal merekan dasar teori bilangan. Dari elegi di atas, juga kita tahu bahwa ada begitu banyak aplikasi matematika dalam kehidupan nyata terutama dalam budaya. Kita bisa mempelajari kasus ini lebih lanjut di ethnomathematics. Ini sangat menarik, menemukan matematika dalam budaya khususnya di Indonesia, seperti yang kita tahu bahwa kita memiliki begitu banyak budaya dari Sabang sampai Merauke.

    ReplyDelete
  2. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Matematika sejak dulu telah digunakan manfaatnya secara umum. Salah satunya adalah untuk perhitungan bulan jawa.Perhitungan jawa ini menggunakan basis bilangan. Sehingga sebenarnya masyarakat jawa telah lama mengenal teori bilangan. Sebagaimana yang kita ketahui, masyarakat Jawa mengenal tradisi peringatan 5 hari, dan 35 hari kelahiran, 7 hari, 40 hari, 100 hari dan 1000 hari serta kurun waktu lebih lama lagi untuk peringatan kematian. Persoalannya adalah penentuan hari-hari tersebut melibatkan hari dalam kalender Masehi (sistem mingguan) dan hari dalam penanggalan Jawa (pasar), sehingga perlu kiranya dipahami beberapa hal berikut: Masyarakat Jawa menggunakan tiga sistem bilangan pada saat bersamaan yaitu sistem bilangan basis 10, sistem bilangan basis 7, dan sistem bilangan basis 5. Sistem bilangan basis 10 digunakan untuk menentukan kurun waktu tertentu misalnya 35 hari, 40 hari, 100 hari, dan 1000 hari. Sistem bilangan basis 7 digunakan untuk menentukan hari (sistem mingguan) seperti halnya dalam kalender Masehi: Minggu, Senin, dan lima hari yang lain. Sistem bilangan basis 5 digunakan untuk menentukan hari (dino pasaran): 'Legi', 'Pahing', 'Pon', 'Wage', 'Kliwon'. Dalam penentuan x hari, sebagai contoh 40 hari kematian, masyarakat Jawa menentukan hari i (saat meninggal) sebagai hari ke-1, begitu pula untuk peringatan hari kelahiran.

    ReplyDelete
  3. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016



    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Ritual matematika telah kita lakukan setiap hari sebenarnya. Sejak bangun tidur hingga tidur kembali. Dari artikel diatas dijelaskan bagaimana implementasi matematika dalam budaya masyarakat Jawa. Peramalam hari dalam Jawa seperti contoh jika hari ini adalah Minggu Kliwon maka setelah dikalkulasi 100 harus selanjutnya dipastikan adalah Senin Kliwon. Jika hari ini Jumat Legi maka 100 hari lagi adalah Sabtu Legi. Begitu contoh bagaimana matematika dalam budaya Jawa digunakan. Dari artikel ini kita menyadari bahwa matematika adalah ilmu yang sangat dekat dengan budaya, social dan kehidupan sehari hari kita. Ini sangat menarik.


    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  4. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    S3 PEP A 2016

    Sangat indah paparan elegi ritual Mathematics yang diuraikan oleh Prof. Marsigit. Ini merupakan pengetahuan yang dibutuhkan oleh mahasiswa atau siswa yang belajar matematika bahwa esensi Mathematics menjadi fundamen bagi kehidupan manusia. Tidak melulu bahwa matematika ditemukan dan hanya digunakan di esensi dunia barat saja. Apakah ritual matematika sama dengan etnomatematika ya Prof? Sepertinya itu sangat diperlukan menjadi salah satu section dalam mata kuliah history of mathematics. Jadi mahasiswa belajar bagaimana matematika yang dikembangkan di india, arab, Yunani mendasari kehidupan di Indonesia.

    ReplyDelete
  5. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Matematika dapat di aplikasikan pada setiap bidang kehidupan. Misalnya untuk menentukan peringatan hari kelahiran atau peringatan kematian seperti yang sudah di uraikan dalam bacaan di atas. Peringatan hari-hari besar lain pun dapat ditentukan dan diperhitungkan dengan matematika.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  6. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Setelah membaca posting di atas, saya terkesan bahwa sebenarnya para sesepuh kami sudah menggunakan matematika dalam perhitungan ritual mereka. Kadang-kadang, saya sebagai yang lebih muda, sebagai orang Jawa juga, tidak bisa mengerti bagaimana mereka bisa menghitung hari yang tepat untuk upacara ritual. Ini benar-benar menakjubkan, bahwa matematika benar-benar ada, digunakan, oleh rakyat, bahkan mungkin mereka tidak tahu rumus. Mereka hanya menggunakannya dari generasi ke generasi.

    ReplyDelete
  7. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Berdasarkan elegi di atas ritual mathematics, terlihat bahwa matematika digunakan dalam berbagai ranah kehidupan. Salah satunya dalam ranah budaya atau yang dikenal Ethnomathematics. Dari tulisan di atas digambarkan penggunaan matematika dalam berbagai ritual. Ini menunjukkan bahwa peradaban yang tinggi di kalangan masyarakat saat itu. Pada saat itu kita yakin masyarakat belum menggunakan matematika saat sekarang ini. Mereka hanya menggunakan pola-pola yang mereka amati dan menggunakan intuisi mereka sehingga mereka dapat misalnya membangun bangunan yang secara goemetri terlihat sempurna.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  8. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Ternyata matematika telah diterapkan dari zaman nenek moyang kita, khususnya untuk orang Jawa. Walaupun mungkin mereka tidak mengenal apa itu basis, apa itu mod, tetapi secara tidak langsung mereka menggunakan matematika dalam menentukan suatu tanggal, misalnya saja untuk hari pasaran. Ini membuktikan bahwa matematika sangat berguna dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  9. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Kita ketahui dalam catatan peradaban manusia dari zaman sejarah. matematika sudah
    digunakan dalam kehidupan sehari hari. Dimulai dari logika sederhana. Sebelumnya mereka tidak mengenal arti dari suatu lambang atau simbol, namun dengan intuisi pada manusia mampu mengetahui arti sebuah kumpulan, persamaan, pembagian, penjumlahan, dan sebagainya secara sederhana yang tidak secara simbolis. Contohnya manusia yang hidup sebelum kita mampu mendirikan bangunan dan mendirikan rumah, meski tanpa alat ukur yang modern, namun mampu menciptakannya yang tanpa sadar melalui tahap perhitungan.

    ReplyDelete
  10. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Menurut sejarah yang ada. Angka pertama kali sudah ada pada sejak bangsa romawi, sehingga dikenal dengan angka romawi yaitu, I, II, III, IV, IV.....dst. pada masa setelahnya, di India sudah mengenal tenntang angka yang kita kenal yaitu 1,2,3,4,5,...9. kemudian ketika sampai angka tersebut dipersia, tersebar pengetahuan tersebut hingga ke arab, sehingga disebut angka hindu-arab. Namun ada angka yang belum ada, yaitu 0. Lalu siapakah yang menemukan angka 0 tersebut? di adalah Al Khawarismi, seorang intelektual muslim. Dari sini bisa kita pahami bahwa ternyata latar belakang, baik budaya, sosial, bahkan ritual atau spiritual mendasari matematika.

    ReplyDelete
  11. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Kini di dunia modern, teknologi dan sains. Sudah mampu mengembangkan ilmu matematika kedalam suatu sistem yang lebih canggih yaitu suatu bilangan yang mampu dioperasikan kedalam sistem komputer, berupa prosesor. Bilangan tersebut dikenal dengan nama bilangan biner, yaitu bahasa mesin. Bilangan biner hanya mengenal dua angka saja yaitu 0 dan 1. 0 diartikan sebagai tidak adanya aliran listrik. Sedangkan arti 1 sebagai adanya aliran listrik.

    ReplyDelete
  12. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Elegi di atas menjabarkan bahwa dari zaman dahulu kala, manusia sudah mengenal ilmu matematika yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menggunakan matematika untuk menentukan hari kematian seseorang untuk diadakan ritual yaitu tujuh hari, 40 hari, bahkan 100 hari. Secara tidak langsung, mereka sudah mengimplementasikan ilmu matematika dalam kehidupan dengan sangat baik.

    ReplyDelete
  13. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Ritual matematika pada dasarnya adalah sebuah kebiasaan atau sebuah ritual yang sudah biasa di gunakan dalam kehidupan sebuah suku namun secara tanpa sadar merupakan bagian dari matematika, seperti halnya perhitungan dan nama hari dalam adat jawa seperti di jelaskan di atas, pada dasarnya nama-nama hari jawa diatas merupan sebuah perhitungan matematika.

    ReplyDelete
  14. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Sebagai contoh, matematika digunakan dalam kehidupan budaya Jawa. Perhitungan matematika digunakan dalam aktivitas masyarakat jawa untuk menghitung hari/perhitungan tanggal. Peringatan kelahiran bayi maupun kematian seseorang dihitung dengan perhitungan yang jeli. Menentukan tanggal baik untuk acara pernikahan pun juga menggunakan ilmu matematika, dan masih banyak lagi yang belum kita ketahui mengenai ritual kebudayaan yang sangat erat dengan nilai-nilai matematika.

    ReplyDelete
  15. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Tidak hanya di jawa, di daerah lain pun juga terdapat ritual matematika. Pembuatan Kapal Phinisi contohnya, yang pembuatannya berdasarkan angka-angaka. Yang paling menonjol adalah fiosofi angka 5 dan 7 yaitu hari mencari kayu untuk pembuatan kapalnya. Angka 5 (naparilimai dalle’na) yang artinya rezeki sudah ditangan. Sedangkan angka 7 (natujuangngi dalle’na) berarti selalu dapat rezeki.

    ReplyDelete
  16. martin/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Ritual is a science of precision. Like any proper performance or game, ritual choreographs action to the beat and bounds of time, and it manipulates symbols with rigorous rules of accounting. The calendar, the timepiece, the tokens, the altars, the counts—to mathematics and the astral sciences are owed the rigor of ritual, one might say, and to ritual, one of the very meanings of these sciences. In this workshop, we will reflect upon the interdependence of ritual, mathematics, and astronomy in the ancient world, giving special attention to the question of astronomical and computational practices unique to the context of ritual.

    ReplyDelete
  17. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Ini membuktikan bahwa matematika itu ilmu paling , matematika ada jauh sebelum peradaban dibumi ini dihuni oleh manusia. Dan matematika ini terus mengalami perkembangan dalam artian penemuan konsep matematika dari zaman ke zaman sampai sekarang ini dan sampai pada masa depan yang tak terdefinisikan.

    ReplyDelete
  18. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Pada dasarnya matematika sudah ada di dalam kehidupan masyarakat jawa. Ritual yang dilakukan dengan perhitungan matematika seperti hari perayaan kelahiran bayi yang ke 5 dan 35. hal itu dilaukan dengan makna tertentu yang tersirat di dalam masyarakat jawa, dan sudah menjadi tradisi dari generasi ke generasi. Selanjutnya pada perayaan atau ritual kematian seseorang hari ke-7, ke-40,, ke-100, ke 1000. Masyarakt jawa melakukaknnya dengan baik, dan mereka menghitung jumlah hari dengan perhitungan yang sederhana. Dalam perhitungan tersebut, dia tidak mempedulikan bahwa perhitungannya itu benar atau salah. Akan tetapi perhitungannya relative benar.

    ReplyDelete
  19. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Negara kita Indonesia memiliki budaya adat keagamaan yang sangat kental. Terlebih lagi di pulau jawa. Dalam adat orang jawa ternyata matematika digunakan, dimanfaatkan oleh masyarakat jawa. Dalam budaya jawa terdapat pekan yang terdiri dari lima hari (basis 5) yaitu legi, pahing, pon, wage, dan kliwon. Berbeda dengan banyak hari dalam satu pekan yang disepakati oleh masyarakat dunia.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  20. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Penerapan matematika ternyata tidak hanya mencakup dalam bidang-bidang keilmuan tertentu saja, tetapi juga dapat diaplikasikan dalam ibadah ritual seperti peringatan kematian, yang menghitung proses si mayit dalam perjalanan menuju akhirat, hal ini menurut kepercayaan masyarakat bahwa hari ke-7, ke-40, ke-100 dan ke-1000 seorang mayit mengalami proses perjalanan menuju alam akhirat yang kekal. Sehingga, harapannya si mayit dapat diampuni dosa-dosanya.

    Ternyata matematika dapat meluas hingga mencakup aspek ibadah ritual. Jika hal ini disampaikan kepada siswa, maka bisa jadi akan menambah motivasi siswa dalam belajar matematika.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  21. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Sistem penghitungan matematika sangat terasa di sini. Banyak yang mengatakan matematika itu sulit. Nyatanya, kita bisa menghitung hari yang rumit seperti itu.
    Ritual di matematika bukanlah ke goa atau bersemedi ke gunung. Apalagi bermuatan syirik yang nyata-nyata ditentang agama. Ritual matematika adalah menghitung. Hasilnya adalah sebuah jawaban yang memuaskan.
    Budaya menghitung hari seperti itu saya kira jika mereka tidak memiliki kemampuan menghitung yang baik, tidak akan mampu. mungkin kita masih bisa kalau menghitung ritual 7 hari, 40 hari, 100 hari, atau 1000 hari. Namun bagaimana jika 1000 hari padahal nenek moyang dulu tidak mempunyai alat hitung?Itulah, kita sebenarnya memiliki pendahulu yang pintar hanya saja kita selalu dibodohi dengan penjajah.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  22. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Ritual Mathematics mengemukakan tentang perhitungan matematika yang digunakan dalam aktivitas masyarakat jawa untuk menghitung hari/perhitungan tanggal. Dalam perhitungan menggunakan formula menggunakan basis memberikan hasil yang relative benar. matematika memberikan makna kontekstual yang diperlukan untuk banyak konsep matematika yang abstrak. Bentuk aktivitas masyarakat yang bernuansa matematika yang bersifat operasi hitung yang dipraktikkan dan berkembang dalam masyarakat seperti caracara menjumlah, mengurang, membilang, mengukur, menentukan lokasi, merancang bangun, , jenis-jenis permainan yang dipraktikkan anak-anak, bahasa yang diucapkan, simbol-simbol tertulis, gambar dan benda-benda fisik merupakan gagasan matematika mempunyai nilai matematika yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran pada beberapa materi pelajaran matematika

    ReplyDelete
  23. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Matematika telah ada semenjak dahulu kala. Bahkan sejak dunia ini diciptakan. Seperti ungkapan oleh Paul Dirac, "God created world in beautiful mathematic". Sehingga kita tidak boleh meremehkan orang-orang dulu yang kita anggap tidak lebih maju dari kita. Karena sesungguhnya mereka lebih dahulu menerapkan matematika dalam kehidupan mereka, bahkan sebelum rumus formalnya ditemukan.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  24. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    dari elegi diatas, menunjukan bahwa matematika sejak dahulu telah ada dan digunakan untuk keperluan dan memenuhi kebutuhan tertentu. Salah satunya adalah untuk perhitungan bulan jawa sebagaimana diceritakan pada tulisan diatas. Kebiasaan masyarakat jawa dengan peringatan 5 hari, 7hari dan seterusnya menunjukan mereka telah menggunakan basis bilangan. Sehingga teori bilangan yang kita pelajari saat ini sesungguhnya telah ada dan dipaktekkan langsung oleh masyakat jawa paa waktu lampau.

    ReplyDelete
  25. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Ritual matematika di atas seperti peringatan kematian hari ketiga, ketujuh, keempatpuluh, sekseratus, keseribu; system dino pasaran yang menggunakan bilangan system berbasis lima; dst menggambarkan suatu cara-cara khusus yang dipakai oleh suatu kelompok budaya atau masyarakat tertentu dalam aktivitas matematika yang biasanya lebih dikenal dengan istilah etnomatematika. Matematika yang dimiliki dan dipraktikkan oleh masyarakat Jawa ini secara turun temurun, diharapkan dapat menjadi bahan rujukan pembelajaran matematika kontekstual.

    ReplyDelete
  26. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Ritual di matematika bukanlah ke goa atau bersemedi ke gunung. Apalagi bermuatan syirik yang nyata-nyata ditentang agama. Ritual matematika adalah menghitung. Hasilnya adalah sebuah jawaban yang memuaskan. Dari tulisan di atas digambarkan penggunaan matematika dalam berbagai ritual. Ini menunjukkan bahwa peradaban yang tinggi di kalangan masyarakat saat itu. Pada saat itu kita yakin masyarakat belum menggunakan matematika saat sekarang ini.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id