Oct 20, 2012

Referensi Hakekat Berpikir


38 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Hakikat berpikir yang paling tinggi menurut Immanuel Kant adalah judgement. Kant menunjukkan bahwa ruang dan waktu merupakan bentuk-bentuk sensibilitas manusia. Jadi, konsep ruang dan waktu tidak akan bisa ada dalam sebuah realitas tanpa subjek. Hakikat berpikir dimulai dari representation, yang kemudian akan menimbulkan sebuah persepsi. Persepsi itu dapat berupa pengetahuan atau sekedar sensasi. Sensasi ini dirasakan karena adanya pengalaman. Sedangkan pengetahuan meliputi konsep dan intuisi. Konsep pun terbagi lagi menjadi konsep murni atau istilahnya apriori dan empiris atau berdasar pengalaman. Sedangkan hakikat tertinggi adalah judgement. Tahap judgement sudah merupakan ide transendental.

    ReplyDelete
  2. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Dalam elegi ini, proses berpikir menurut kant bahwa kondisi tertentu dalam pikiran manusia ikut menentukan konsepsi. Apa yang kita lihat dianggap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu yang disebut bentuk intuisi, mendahului setiap pengalaman. Menurut Kant objek mengarahkan diri ke subjek.Pengetahuan manusia muncul dari dua sumber utama dalam benak yaitu kemampuan penerimaan kesan-kesan indrawi (sensibility) dan kemampuan pemahaman (understanding) yaitu membuat keputusan-keputusan tentang kesan-kesan indrawi yang diperoleh melalui kemampuan pertama.Kedua kemampuan tesebut saling membutuhkan dalam mencapai suatu pengetahuan.kemampuan penerimaan bertugas menerima kesan-kesan yang masuk dan menatanya dengan pengetahuan apriori intuisi ruang dan waktu. Kemampuan pemahaman bertugas mengolah yaitu menyatukan dan mensintesis pengalaman-pengalaman yang yang telah diterima dan ditata oleh kemampuan penerima selanjutnya diputuskan.

    ReplyDelete
  3. Sementara itu, dalam pengalaman ada intuisi, di berpikir ada intuisi.Jadi tidak bisa berpikir tanpa intuisi.Yang mendahului berpikir itu adalah intuisi, jadi dalam mengajar kita tidak boleh merampas intuisi siswa.Intuisi ada kaitanya dengan kesadaran. Maka letakkanlah kesadaran anda di depan hakekat kalau anda ingin memahami suatu hakekat. Dalam mengajar di kelas terdapat apersepsi.Apersepsi dalam pembelajaran maksudnya kesiapan siswa.Kesatuan apersepsi itu disebut sebagai kesatuan transendental dari kesadaran diri.Kesadaran diri ini penting untuk bisa berpikir a priori.Supaya bisa berpikir maka harus sadar dulu.Apersepsi yang membentuk kesadaran tadi adalah prinsip yang tertinggi dari kesadaran brpikir.Ruang dan waktu adalah intuisi.Ruang dan waktu jika di isi dengan manipul kesatuan content, maka dia merupakan representasi tunggal tadi.Understanding adalah kemampuan kognisi.Tujuan dari apersepsi yaitu untuk melakukan kegiatan berpikir, sehingga kita bisa memaksimalkan olah pikir kita.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Kant memandang rasionalisme dan empirisme senantiasa dalam keadaan tidak seimbang dalam menilai akal dan pengalaman sebagai sumber pengetahuan. Kant tidak menentang adanya akal murni, ia hanya menunjukkan bahwa akal murni itu terbatas. Akal murni menghasilkan pengetahuan tanpa dasar indrawi atau independen dari alat pancaindra. Immannuel Kant membedakan akal (vertstand) dari rasio dan budi. Tugas akal merupakan yang mengatur data-data indrawi, yaitu dengan mengemukakan “putusan-putusan”. Sebgaimana kita melihat sesuatu, maka sesuatu itu ditrasmisikan ke dalam akal, selanjutnya akal mengesaninya. Hasil indra diolah sedemikian rupa oleh akal, selanjutnya bekerja dengan daya fantasi umtuk menyusun kesan-kesan itu sehingga menjadi suatu gambar yang dikuasai oleh bentuk ruang dan waktu.

    Adapun hakikat berpikir menurut Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani adalah Berpikir atau sebut saja berpikir rasional atau metode ‘aqliyyah, merupakan proses pengkajian untuk mengetahui realitas sebagai obyek kajian dengan cara mentransfer fakta ke otak melalui indera, disertai dengan adanya sejumlah informasi pendahulu yang sudah dimiliki yang akan digunakan untuk menafsirkan/menilai fakta yang ada. Penilaian ini, menurut Taqyuddin an-Nabhani, pada hakikatnya merupakan pemikiran (fikr) atau kesadaran rasional Karena itu, berpikir merupakan proses yang melibatkan: (1) fakta/realitas; (2) indera; (3) otak; dan (4) informasi yang dimiliki. Dengan proses berpikir ini akan terbentuklah sebuah kesadaran. Apa yang disebut ‘teori ilmiah’ pada hakikatnya merupakan kesadaran seseorang terhadap realitas. Dengan sendirinya ‘teori’ itu sarat nilai, baik nilai yang berasal dari agama (wahyu), ideologi maupun lingkungan social-budaya tertentu. (https://kuliahpemikiran.wordpress.com/2012/07/25/apa-itu-berfikir/)

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  6. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016



    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Kant menjelaskan bahwa berpikir adalah sebuah kegiatan yang didalamnya terdapat banyak sekali proses. Mulai dari representasi/aperepsi sebuah fenomena/objek kemudian terbentuklah persepsi dengan dibantu imajinasi, kemampuan analitik lalu dihubungkan dengan pengetahuan (konsep, intuisi) dan sensasi (pengalaman)yang ia miliki diproses sedemikian rupa sehingga berakhir pada pemahaman atau judgement.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh


    ReplyDelete
  7. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Refersensi hakekat berpikir terdiri dari bagian a priori, dimana ilmu pengetahuan didapatkan karena sumber yang telah diketahuinya sebelumnya dan a posteriori, dimana ilmu pengetahuan didapatkan karena sumber yang telah ia alami setelahnya, jadi berasalkan dari pengalaman. Selain itu hakekat berpikir juga dimulai dari representasi, yang kemudian akan membentuk suatu persepsi, sehingga akan mewujudkan pengetahuan dan sensasi. Kemudian hakekat berpikir juga dapat dimulai dari adanya suatu konsep, konsep ini terdiri dari dua bagian yaitu murni dan empiris, dimana dalam konsep murni akan dapat mewujudkan suatu ide dan pengertian.

    ReplyDelete
  8. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Menurut Immanuel Kant, berpikir itu berstruktur dan berhierarkhi dan bersifat Sintentik A Priori yang merupakan perpaduan kerangka berpikir menurut Descartes dan Hume. Sehingga hakikat berpikir adalah logika dibangun diatas pengalaman dan terikat oleh ruang dan waktu. Pikiran itu analitik yang konsisten dan juga apriori. Maksud dari apriori adalah kita dapat membuat rancangan-rancangan atau rencana-rencana walaupun belum terlaksana dalam pikiran kita. Kemudian, pengalaman itu terdiri atas sintesis dan aposteriori. Sintesis itu ialah segala sesuatu yang terikat oleh ruang dan waktu. Sehingga permulaan berpikir melalui dengan aktivitas sosial atau pengalaman dan selanjutnya pikiran kita mampu mentransformasikan ide dalam bentuk judgment.

    ReplyDelete
  9. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Pikiran kita tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Dalam hakekat berpikir terdapat a priori dan a posteriori. A priori yaitu paham walau hanya melalui logika sedangkan a posteriori yaitu paham setelah di persepsi. Di dalam pikiran terdapat intuisi, jika tidak ada konsep dalam pikiran kita maka tidak ada intuisi. Di dalam pemikiran kita terdapat konsep yang murni, di dalamnya terdapat ide, judgment, dan notion dan juga ada konsep yang empiris. Terdapat empat kategori pengetahuan yaitu quantity, quality, relation, dan modality.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  10. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Dalam proses berpikir, Kant berpendapat bahwa kondisi tertentu dalam pikiran manusia ikut menentukan konsepsi. Apa yang kita lihat dianggap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu yang disebut bentuk intuisi, mendahului setiap pengalaman. Pengetahuan manusia muncul dari dua sumber utama dalam benak yaitu kemampuan penerimaan kesan-kesan indrawi (sensibility) dan kemampuan pemahaman (understanding) yaitu membuat keputusan-keputusan tentang kesan-kesan indrawi yang diperoleh melalui kemampuan pertama. Pengambilan keputusan atau pengetahuan ada dua yaitu analitik (intuisi murni) dan sintetik (intuisi empiris). Sedangkan jenis pengetahuan ada 2, yaitu a priori (paham walau hanya melalui logika) dan a posteriori (paham setelah di persepsi). Logika atau penalaran bersifat analitik a priori, sedangkan pengamatan fenomena matematika menghasilkan konsep matematika yang bersifat sintetik a posteriori dan pertemuan keduanya menghasilkan pemahaman dan bangunan matematika yang bersifat sintetik apriori. Matematika bisa menjadi ilmu maka dia haruslah bersifat sintetik a piori yaitu gabungan antara logika atau penalaran dengan pengamatan oleh siswa itu sendiri.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  11. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Hakekat berpikir sebenarnya tidak jauh berbeda dengan berfilsafat. Pada gambar diberikan diagram mengenai teori pengetahuan dari Immanuel Kant. Terlihat terdapat sungai (garis putus-putus) yang membatasi kubu pikiran dan kubu pengalaman. Pikiran atau idealis yang berada dalam otak memiliki ciri seperti yang tertulis pada bagian bawah sungai yang intinya tetap. Pengalaman (empirisme beserta sifatnya yang tertulis pada bagian atas sungai pada intinya bersifat fleksibel, relatif karena terikat oleh ruang dan waktu. Sungai (garis putus-putus) berisi pengetahuan, sebenar-benar pengetahuan berada pada perbatasan antara idealis dan empirisme. Pada perbatasan berarti memiliki sifat keduanya dan bersifat sintetik a priori.

    ReplyDelete
  12. Menurut Kant dijelaskan bahwa berpikir adalah sebuah kegiatan yang terdiri dari proses yang sitematis, mulai dari representasi obyek tertentu kemudian terbentuklah persepsi melalui imajinasi yang selanjutnya dihubungkan dengan pengetahuan berdasarkan konsep tertentu serta disesuaikan dengan pengalaman yang ia miliki hingga akhirnya diproses sedemikian rupa menjadi sebuah pemahaman atau judgement.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  13. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Dalam proses berpikir, Kant berpendapat bahwa kondisi tertentu dalam pikiran manusia ikut menentukan konsepsi. Apa yang kita lihat dianggap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu yang disebut bentuk intuisi, mendahului setiap pengalaman. Menurut Kant objek mengarahkan diri ke subjek. Pengetahuan manusia muncul dari dua sumber utama dalam benak yaitu kemampuan penerimaan kesan-kesan indrawi (sensibility) dan kemampuan pemahaman (understanding) yaitu membuat keputusan-keputusan tentang kesan-kesan indrawi yang diperoleh melalui kemampuan pertama. Kedua kemampuan tesebut saling membutuhkan dalam mencapai suatu pengetahuan. kemampuan penerimaan bertugas menerima kesan-kesan yang masuk dan menatanya dengan pengetahuan apriori intuisi ruang dan waktu. Kemampuan pemahaman bertugas mengolah yaitu menyatukan dan mensintesis pengalaman-pengalaman yang yang telah diterima dan ditata oleh kemampuan penerima selanjutnya diputuskan. Konsep berpikir itu adalah sebagai kategori. Ada judgement, unity, plurality, totality, reality, kemudian kalau dicari hubungannya modality dan possibility itu merupakan impossibility, neceserity itu adalah kontingensi. Kalau dikaitkan antara pikiran dengan pengalamannya. Kontingensi itu pengalaman, pengalaman itu bersifat kontingen, yang bersifat unpredictable. Kalau analitik metodenya deduksi. Analitik dengan deduksi itu cocok/ chemistry, bahasa itu chemistry. Deduksi di sini bersifat transenden, deduksinya para dewa. Ada deduksi yang bersifat empiris. Sebenarnya tidak ditemukan deduksi yang bersifat empiris dalam hakekat orang yang berpikir.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  14. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Imanuel Kant berpendapat bahwa penalaran atau logika bersifat analitik a priori yakni berada di dalam pikiran, sedangkan pengamatan fenomena matematika akan menghasilkan konsep-konsep matematika yang bersifat sintetik a posteriori yakni berdasarkan pengalaman sehingga perpaduan antara analitik a priori dan sintetik a posteriori menghasilkan sintetik a priori. Maka dari itu haruslah matematika dapat bersifat sintetik a priori yakni dengan menggabungkan penalaran (logika) dengan pengamatan agar siswa dapat memahami bahwa matematika juga bisa diamati dan dekat dengan kehidupannya bukan hanya matematika yang abstrak dan hanya berada di dalam pikiran

    ReplyDelete
  15. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Kant menunjukkan bahwa ruang dan waktu merupakan bentuk-bentuk sensibilitas manusia. Jadi, konsep ruang dan waktu tidak akan bisa ada dalam sebuah realitas tanpa subjek. Hakikat berpikir dimulai dari representation, yang kemudian akan menimbulkan sebuah persepsi.Dalam hakekat berpikir terdapat a priori dan a posteriori. A priori yaitu paham walau hanya melalui logika sedangkan a posteriori yaitu paham setelah di persepsi. Di dalam pikiran terdapat intuisi, jika tidak ada konsep dalam pikiran kita maka tidak ada intuisi.

    ReplyDelete
  16. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Berpikir adalah logika dibangun diatas pengalaman dan terikat oleh ruang dan waktu. Apersepsi yang membentuk kesadaran adalah prinsip yang tertinggi dari kesadaran brpikir. Ruang dan waktu adalah intuisi.Ruang dan waktu jika di isi dengan manipul kesatuan content, maka dia merupakan representasi tunggal tadi.Understanding adalah kemampuan kognisi.Tujuan dari apersepsi yaitu untuk melakukan kegiatan berpikir, sehingga kita bisa memaksimalkan olah pikir kita.

    ReplyDelete
  17. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Peta atau diagram di atas terkait sama dengan peta yang dimuat dalam Teori Pengetahuan Immanuel Kant. Teori Pengetahuan Immanuel Kant pada dasarnya memang memuat teori berpikir.
    Maka, apabila dikaitkan dengan teori berpikir. Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa awal mula berpikir adalah sensibilitas. Kemampun subjek untuk menerima representasi objek disebut “sensibilitas” atau “kemampuan mengindrawi”. Jadi intuisi manusia adalah” intuisi indrawi”. Efek sebuah objek pada kemampuan representasi atau pikiran (Gemut ) sejauh dipengaruhinya disebut penginderaan (Empfindung ).

    Maka, hakekat berpikir dalah menginterpretasi, mempersepsikannya ke dalam pikiran kita yang nantinya sesuatu tersebut dapat menjadi pengetahuan atau hanya sensasi saja.

    ReplyDelete
  18. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Hakikat berfikir merupakan Proses berpikir berdasarkan logika diatas pengalaman. Berfikir didorong atas segala kondisi, fenomena, pengalaman, lingkungan, sejarah, kejiwaan, emosi, sikap, sifat, referensi, bacaan, pandangan, pendengaran, objektifitas, subjektif, rasa, dan atas latar belakang. Sehingga segala keadaan melatar belakangi proses berfikir seseorang.

    ReplyDelete
  19. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Pada sebuah kegiatan observasi, diamati suatu objek untuk diinterpretasikan dan dibuat sebuah kesimpulan menurut pengamat ataupun observer, atau evaluatoor. Maka proses berfikir dipengaruhi oleh beberapa keadaan, yaitu pengetahuan awal, proses empirik, dan analitik. Maka kesimpulan yang dihasilkan adalah interpretasi terhadap keadaan yang dilalui sehingga menghasilkan kesimpulan yang berupa sintetis a priori.

    ReplyDelete
  20. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Hakikat berfikir menurut teori kant adalah suatu proses apabila jika berfikir ingin menghasilkan ilmu pengetahuan maka harus mentesiskan antitesis, proses analitik terhadap keadaan yang ada untuk mendapatkan pengetahuan baru sebagai sintesisnya. Maka sintesis sebagai proses logis apriori terhdap pengetahuan a posteriori. Merupakan Proses berpikir berdasarkan logika dan pengalaman

    ReplyDelete
  21. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Saya akan mencoba merepresentasikan hasil pemikiran saya terhadap gambar di atas. Pada awalnya, manusia berpikir dengan merepresentasikan fenomena dan neomena yang didasarkan pada ruang dan waktu sehingga timbul persepsi. Manusia menggunakan analitik a priori sehingga menghasilkan pengetahuan yang terdiri dari konsep dan intuisi. Manusia menggunakan pengetahuan dengan empiris yang akan menghasilkan pemikiran sintetik a posteori dan akhirnya akan menghasilkan idea dan judgement.

    ReplyDelete
  22. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    “Thought without contents are empty, intuition without concepts are blind.” Demikian salah satu kutipan pemikiran Immanuel Kant, Bagi Kant ilmu pengetahuan dalam bekerja harus memenuhi syarat obyektif maupun subyektif. Menurut Kant objek mengarahkan diri ke subjek. Pengetahuan manusia muncul dari dua sumber utama dalam benak yaitu kemampuan penerimaan kesan-kesan indrawi (sensibility) dan kemampuan pemahaman (understanding) yaitu membuat keputusan-keputusan tentang kesan-kesan indrawi yang diperoleh melalui kemampuan pertama. Kedua kemampuan tesebut saling membutuhkan dalam mencapai suatu pengetahuan. kemampuan penerimaan bertugas menerima kesan-kesan yang masuk dan menatanya dengan pengetahuan apriori intuisi ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  23. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  24. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Hakekat berpikir itu merupakan perpaduan antara pemikiran dan pengalaman, Pengalaman itu bersifat naik kemudian digunakan untuk berpikir, dan ada kategori terlebih dahulu, termasuk bisa membedakan. Pengalaman itu bersifat manipul, kaitannya dengan ruang berurutan, berkelanjutan dan berkesatuan, dan digabung menjadi manipul, itulah membentuk pengalaman, Imanual Kant menyebutnya sebagai manipul. Apersepsi itu bersifat sintetik. Perlu di ingat di pengalaman ada intuisi, di berpikir ada intuisi. Jadi tidak bisa berpikir tanpa intuisi. Yang mendahului berpikir itu adalah intuisi, jadi dalam mengajar kita tidak boleh merampas intuisi siswa. dan dalam berpikir harus ada proses apersepsi dan understanding, understanding adalah kemampuan kognisi. Tujuan dari apersepsi yaitu untuk melakukan kegiatan berpikir, supaya kita mampu berpikir.

    ReplyDelete
  25. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Pengetahuan manusia muncul dari dua sumber utama dalam benak yaitu kemampuan penerimaan kesan-kesan indrawi (sensibility) dan kemampuan pemahaman (understanding) yaitu membuat keputusan-keputusan tentang kesan-kesan indrawi yang diperoleh melalui kemampuan pertama. Kedua kemampuan tesebut saling membutuhkan dalam mencapai suatu pengetahuan. kemampuan penerimaan bertugas menerima kesan-kesan yang masuk dan menatanya dengan pengetahuan apriori intuisi ruang dan waktu. Kemampuan pemahaman bertugas mengolah yaitu menyatukan pengalaman-pengalaman yang yang telah diterima dan ditata oleh kemampuan penerima selanjutnya diputuskan.

    ReplyDelete
  26. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Pengetahuan menurut Kant adalah yang sintetik a priori. Pengetahuan tidak hanya berasal dari pure reason saja. Pengetahuan pun tidak hanya diperoleh dari experiment saja. Keduanya mestinya saling bertautan. Kant menengahi perdebatan antara rasionalis dengan rasionalismenya dan empiris dengan empirismenya. Bahwa pure reason saja tidaklah cukup, karena itu hanya tergambar dalam kepala saja. Namun berpandangan bahwa pengetahuan hanya dari pengalaman saja juga tidaklah cukup karena tidaklah mungkin menyusun experiment tanpa kerangka pikir dimana kerangka pikir itu adalah produk dari reason itu sendiri. Sehingga Kant mengambil jalan tenagh dari perbedaan kedua pandangan tadi dengan pahamnya yaitu sintetik a priori.

    ReplyDelete
  27. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Critical thinking of any kind is never all universal in any individual; everybody is liable to scenes of undisciplined or unreasonable thought. Its quality is accordingly normally a matter of degree and reliant on, in addition to a variety of other things, the quality and depth of experience in a given space of intuition or regarding a specific class of inquiries. Nobody is a critical thinker totally, however just to such-and-such an extent, with such-and-such bits of knowledge and blind sides, subject to such-and-such propensities towards dream toward oneself. Therefore, the improvement of basic deduction abilities and auras is a long lasting try.

    ReplyDelete
  28. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dari gambar di atas menjabarkan bagaimna seorang imanuel kant terbagun dalam dogma akibat munculnya pemikiran david hume yang menentang pemikiran Rene decrates dari sini menurut imanuel kant pada awal dia berfikir bahwa pengetahuan itu didapatkan dari sensation yang bisa diperoleh pengalam indrawi, menurutnya kita tau sesuatu itu apabila kita sudah mekaukan proses sesation, bisa mendifinisikan benda itu keras apabila sudah dipegang.

    ReplyDelete
  29. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Berdasarkan pemahaman saya mencermati peta teori pengetahuan kant. Suatu pengetahuan didapat dari sebuah representasi yang menghasilkan persepsi. Persepsi membentuk dua hal dalam pikiran, yaitu pengetahuan dan sensasi. Pengetahuan akan membentuk konsep, sedangkan sensasi akan membentuk intuisi. Konsep terdiri dari dua hal, yaitu murni dan empiris. Konsep murni akan menghasilkan ide dan notion.

    ReplyDelete
  30. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Salah satu keutamaan manusia dibandingkan dengan mahkluk-mahkluk lainnya di dunia adalah keberadaaan akalnya. Berbagai macam ilmu, seni, sastra, hukum, ilmu bahasa, dan cabang-cabang pengetahuan lain, tiada lain adalah produk akal, yang konsekuensinya juga merupakan produk proses berpikir. Maka, sangatlah naïf jika kita sering memberikan perhatian lebih kepada produk dari akal sementara terhadap fakta akal itu sendiri sering diabaikan. Apalagi mengkaji lebih lanjut fakta tentang proses berpikir dan metode berpikir.
    Berpikir adalah suatu bentuk kegiatan akal manusia yang diarahkan oleh pengetahuan melalui panca indera, diolah dan ditujukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.Guna mencapai kesimpulan yang benar tentang suatu pengetahuan, akal mestilah menggunakan penalaran yang benar dan logika yang tepat. Prinsip-prinsip penalaran ada empat yakni : prinsip identitas, prinsip kontradiksi, prinsip eksklusi tertii, dan prinsip cukup alasan. Dan logika adalah sarana atau alat yang mengatur kerja otak agar berpikir sistematis, valid, dapat dipertanggungjawabkan secara rasional dan terhindar dari kesalahan.

    ReplyDelete
  31. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Sumber pengetahuan melalui indera dan pemahaman. Indera (sense) memberikan obyek kepada kita, kemudian dipahami. Dengan memahami berarti kita memikirkan. Obyek pengetahuan sendiri dapat dikatakan noumena dan fenomena. Noumena merupakan sesuatu yang ada di dalam diri sendiri dan dipikirkan oleh akal. Sedangkan fenomena merupakan eksistensi indrawi yang menjadi obyek pengalaman, bukan sesuatu yang ada di dalam diri sendiri.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  32. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Di dalam bukunya, Immanuel Kant tidak hanya mengkritik namun ia juga mendamaikan antara pendapat dari Rene Descartes tentang rationalismenya yang bersifat analitik a priori dan D. Hume tentang pentingnya pengalaman yang bersifat sintetik a posteriori, maka Immanuel Kant berpendapat bahwa sebenar-benarnya ilmu adalah sintetik a priori yaitu pikiran yang bisa diterapkan dan pengalaman yang bisa diteorikan. Kita hidup di dunia ini penuh dengan intuisi, intuisi ruang dan waktu adalah intuisi yang paling besar, namun sebenar-benar yang ada dan mungkin ada itu adalah intuisi.

    ReplyDelete
  33. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Menurut Plato dan Aristoteles berpendapat bahwa berfikir adalah berbicara dalam batin mempertimbangkan, menganalisis, membuktikan sesuatu, dan menarik suatu kesimpulan. Sedangkan proses berfikir dalam filsafat dapat dijelaskan dan dikatagorikan sebagai berikut antara lain : berfikir radikal,mencari asas, memburu kebenaran, mencari kejelasan, dan berfikir rasional.....

    ReplyDelete
  34. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    dari gambar diatas, yang saya pahami bahwa Dalam proses berpikir kondisi dalam ruang dan waktu tertentu dalam pikiran manusia ikut menentukan pemikiran akan konsepsi yang hendak dibangun. Apa yang terlihat dianggap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu yang disebut bentuk intuisi, mendahului setiap pengalaman dimana objek mengarahkan diri ke subjek. Pengetahuan manusia muncul dari dua sumber utama dalam benak yaitu kemampuan indrawi dan kemampuan pemahaman yang diperoleh melalui kemampuan pertama. Kedua kemampuan tesebut saling membutuhkan dalam mencapai suatu pengetahuan.

    ReplyDelete
  35. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Kant, dalam proses berpikir, pikiran manusia dapat menentukan sebuah konsep. Respon terhadap fenomena tanpa didahului pengalaman (intuisi). Selanjutnya pengetahuan muncul dari penerimaan inderawi (sensibility), dan kemampuan pemahaman (understanding) lalu dibuat keputusan secara analitik dan sintetik. Analitik adalah pengambilan keputusan berdasarkan konsistensi koherensi sedangkan sintetik berdasarkan pengalaman atau intuisi empiris.

    ReplyDelete
  36. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Berpikir merupakan salah satu keutamaan yang dimiliki oleh manusia sebagai salah satu makhluk yang ada di dunia. Kerangka berpikir diatas salah satu nya menunjukkan tentang a priori, menurut Kant's a priori adalah hubungan antara akal budi dan pengalaman inderawi dibutuhkan serentak. Dalam hal ini saya menyimpulkan bahwa saat berpikir manusia dituntut untuk tidak hanya akalnya saja yang jalan akan tetapi harus ada perbaduan yang layak atau sinkron dengan perilaku. Sehingga saat manusia sedang berpikir akan tercipta keselarasan antara akal dan perbuatan yang akan dilakukan.

    ReplyDelete
  37. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Mausia itu berkembang, setiap saat itu berubah dan berkembang menuju ke pemikiran yang lebih kompleks karena terpengaruh oleh pengalaman dan ruang dan waktunya. Hakikat berpikir menurut Immanuel Kant paling tinggi adalah judgement, dapat menentukan apakah itu benar atau salah berdasarkan bukti-bukti tertentu. dapat sampai memutuskan apakah itu benar atau salah tentu melalui proses berpikir dengan mengaitkan dengan sesuatu hal yang merupakan bukti-bukti otentik yang berkaitan dengan masalah itu. Sehingga dasarnya kuat, maka keputusannya juga kuat. Sehingga pengaruh pengetahuan untuk memutuskan itu sangat erat kaitannya. Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki seseorang, maka keputusannya semakin akurat.

    ReplyDelete
  38. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016



    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Kant menjelaskan bahwa berpikir adalah sebuah kegiatan yang didalamnya terdapat banyak sekali proses. Imanuel Kant berpendapat bahwa penalaran atau logika bersifat analitik a priori yakni berada di dalam pikiran, sedangkan pengamatan fenomena matematika akan menghasilkan konsep-konsep matematika yang bersifat sintetik a posteriori Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh



    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id