Oct 28, 2012

Kutarunggu Stigmapangla Si Buruk Rupa




Oleh Marsigit

Stigmapangla:
Berikan kepadaku cupu itu wahai sang Bagawat. Engkau sepertinya menghina diriku. Seorang perwira dari sebuah negara besar Kerajaan Stigma hanya diuji untuk membuka sebuah cupu. Malu rasanya. Berikanlah kepadaku cupu itu.



Bagawat:
Terimalah wahai sang Stigmapangla

Stigmapangla:
Oh hah..barang kayak gini saja ...lihatlah...set..hus..set..dah. Set ..hus..set..duh. Set..hus..set..waduh. Wahai sang Bagawat, betulkah ini sebuah tutup. Jangan-jangan memang bukan tutup. Kenapa sulit dibuka?

Bagawat:
Wahai Stigmapangla..lihatlah cermin itu. Lihatlah dirimu. Bukankah engkau akan tidak bisa mengenali dirimu sendiri dikarenakan keburukanmu. Sebaik-baik stigma maka hukumnya akan tetap buruk juga. Itulah hakekat stigma yang sekarang sedang merajalela, yaitu keburukan yang menjadi lawan kebaikan.

Bagawat:
Bagaimana wahai Ahilu dan Pampilu? Apakah engkau ingin mencoba membukanya.

Ahlu dan Pampilu:
Wahai sang Bagawat, setelah menyaksikan apa yang dialami oleh Stigmapangla, aku lebih baik tidak usah mencoba saja, dari pada aku nanti menjadi buruk rupa.

Bagawat:
Ooo..begitu. Aku sedang menyaksikan bahwa kemunafikan telah menimpamu berdua. Padahal engkau adalah alumnus percabaan Kutarunggu. Maka karena sikapmu yang munafik itu maka aku tidak lagi mengakui engkau sebagai muridku. Maka pergilah dan terserahlah apa nasib yang akan menimpa dirimu.

38 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dalam berpikir filsafat haruslah bersifat terbuka. Artinya berpikir filsafat adalah mengkaji sesuatu dari berbagai macam ruang dan waktu. Oleh karena itu pikiran yang luas ini kemudian direfleksikan kembali sehingga disesuaikan dengan argumen-argumen dari diri sendiri. Orang-orang yang tidak mau berpikiran luas (terbuka) maka orang tersebut dianggap munafik karena dirinya tidak memiliki keberanian yang cukup untuk menggunakan pikiran kritisnya, menggunakan pengetahuannya untuk mengkritisi suatu hal. Orang-orang yang demikian ini adalah orang-orang yang dikuasai oleh stigma, stigma telah merajalela yaitu keburukan menjadi lawan kebaikan. Stigma membuat takut seseorang untuk melakukan kajian ulang (mengkritisi) akan suatu hal. Inilah sebenarnya musuh utama diri kita yang sedang berusaha mengembangkan diri, membuka cakrawala pikiran kita, agar dapat berpikir dan memandang sesuatu melalui berbagai ranah kajian.

    ReplyDelete
  2. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    seseorang ketika telah di kuasai oleh stigma-stigma negatif maka ia tidak akan mengenali dirinya lagi karena telah terjadi perubahan sikap-sikap yang ia miliki sebelumnya. Sikap itu akan terus menjerumuska dia kedalam suatu tindakan yang buruk akibatnya ia bisa saja kehilangan kontrol akan tubuh yang dimilikinya, maka ketika itu terjadi bukan hanya stigma saja yang ada melainkan telah terdapat campur tangan syaitan di daialamnya.

    ReplyDelete
  3. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Kita tidak boleh sombong lantas meremehkan apapun yang kelihatannya mudah, maka bisa jadi kita sendiri tidak sanggup melakukannya. Orang sombong tidak akan pernah menyadari kesombongannya seperti sosok stigmapangla dalam elegi ini.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  4. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Hati seseorang akan tertutup sejalan dengan perbuatan dan perkataannya yang mencerminkan keburukannya. Hidup kita ini adalah cermin. Cermin yang memantulkan objek yang ada didepan. Stigma yang ada merupakan cerminan prasangka kita yang mengakibatkan buruk rupa jiwa kita. Sehingga,
    Seseorang dalam menentukan sikap terhadap seseorang lainnya bahkan terhadap sesuatu itu penting. Maka pertanyaannya, sikap yang seperti apa yang ideal. Sifat open minded yang paling utama. Berpikir bahwa hal positif yang ada didepan, menjadikan kita saling terbuka terhadap suatu hal.

    ReplyDelete
  5. Prasangka buruk adalah menduga-duga atas sesuatu yang kita belum ketahui secara pasti kebenarannya. Adanya prasangka buruk merusak hati dan menimbulkan fitnah yang dapat merusak tali silaturahmi. Sudah selayaknya kita memiliki prasangka baik dan pikiran yang positif kepada siapapun. Apabila seseorang melakukan kesalahan pahami lah ada alasan apa di balik semua itu bisa jadi dia hanya melindungi sesuatu atau ketidaksengajaan yang terjadi. Sehingga agar hidup menjadi damai dan rukun buang jauh –jauh prasangka buruk.

    ReplyDelete
  6. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dari elegi di atas dapat kita ambil sebuah pelajaran yaitu terkadang kita melihat stigma (aib) orang lain dan merendahkannya, tetapi lupa terhadap aib diri sendiri. Sehingga, hal itu akan membuat kita tidak berubah ke arah kebaikan, dan hal tersebut berbalik kepada diri kita sendiri.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  7. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Ibarat pepatah “Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak”. Sebuah pribahasa yang menyatakan kecenderungan seseorang dengan mudah melihat kesalahan atau kekurangan orang lain, namun sebaliknya sangat sulit untuk melihat kesalahan atau kekurangan dirinya sendiri. Sebelum mengoreksi orang lain sebaiknya kita bercermin terlebih dahulu, memperbaiki diri jayh lebih penting daripada mengomentari orang lain. Tak perlu banyak berkomentar tentang hidup orang lain, jika hidup orang lain terlihat baik cukuplah kita meniru kebaikannya. Namun jika hidup orang lain buruk, cukup untuk kita menjadikannya pelajaran. Lebih baik koreksi diri sendiri dan melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik serta hidup bahagia tanpa memusingkan orang lain.

    ReplyDelete
  8. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Sifat kemunafikan yang ada pada ahilu dan pampilu ini mungkin telah menunjukkan bahwa dirinya tidak akan masuk ke dalam suatu bagian atau keompok tersebut. Tetapi kita perlu ingat kembali, bahwa bagawat memiliki cakupan ilmu yang luas. Maka ketika ia mengetahui ada sifat kemunafikan pada ahilu dan pampilu maka sebaiknya dapat kita jadikan pelajaran untuk menghindari sifat kemunafikan. Karena ketika ada seseorang yang menyadai bahwa missalnya memiliki sikap munafik, maka itu dapat menghancurkan ilmu-ilmu yang telah kita bangun selama ini.

    ReplyDelete
  9. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Kita harus berpikir kritis terhadap berbagai kemudahan teknologi yang ada sekarang. Kemudahan-kemudahan yang ada dapat memabawa kita ke dalam keburukan atau membawa kita ke dalam kebaikan. Kita dapat memanfaatkan sebaik-baiknya kemajuan teknologi yang ada, tetapi jang sampai kita lupa pada kodrat kita, lupa pada waktu, yang nantinya akan menyebabkan stigma negatif.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  10. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sebagai seorang manusia kita tidaklah boleh memiliki sikap sombong. Meskipun hanya membuka tutup karena sejatinya setiap hal telah kita lakukan adalah atas kehendakNya. Maka apabila tuhan berkehendak untuk mencabut kemampuan kita maka itu akan sangat mudah. Oleh karena itulah kita tidak boleh memiliki sikap sombong karena kita hanyalah manusia yang hanya memiliki keburukan- keburukan.

    ReplyDelete
  11. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Stigmapala berusaha untuk mencoba menjawab tantangan dari bagaway akan tetapi dia menanggapi dengan kesombongan bahwa dia mampu dan merasa terhina bila tidak mencoba akan tetapi karena kesombongan nya sehingga menjebloskan dia dalam jebakan cupu.
    Ahlu dan pampilu dianggap munafik apa karena antara pikiran dan kenyataan nya berbeda? saya masih belum memahami hal itu.

    ReplyDelete
  12. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Makna tersirat yang bisa diambil dari elegi ini adalah keburukan kita adalah ketika kau merasa hebat dan merasa terhina apabila tidak bisa mencoba. Jadi lebih menekankan pada aspek ambisi yang berlebihan. Jadi tetap jadi hati adalah komando pikiranmu yang direfleksikan dalam perbuatan. Serta jangan menjadi orang yang munafik, lain di hati, lain di mulut, lain dalam tindakan.

    ReplyDelete
  13. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pikiran yang kalut dan hati yang kotor penyebab kesombongan stigma yang menganggap remeh untuk membuka tutup cupu, dan tidak dapat mengenali dirinya sendiri, sehingga karena itulah stigma merupakan si buruk rupa. Ahlu dan Pampilu tidak mau mencoba untuk membuka tutup cupu dikarenakan tidak mau dianggap buruk rupa, sehingga Ahlu dan Pampilu ini seperti stigma, karena sikap pesimis yang berasal dari pikiran yang kalut dan hati yang kotor.

    ReplyDelete
  14. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Keburukan membuat kita tidak mampu mengenali diri kita sendiri. Maka sebaik-baik stigma pun hukumnya akan terlihat buruk juga. Maka keburukan hakikatnya hanya merusak, tidak hanya pikiran bahkan hati kita. Apabila hati kita sudah rusak, maka rusaklah semuanya.
    Dunia ini berbatas pada apa yang ada di pikiran kita dan hati akan menentukan arah tujuannya.

    ReplyDelete
  15. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Sebaik-baik stigma maka hukumnya akan tetap buruk juga. Seseorang yang sudah dikuasai stigma negatif cenderung berfikir negatif. Orang yang berpikir negatif hanya berkutat pada problem, hingga menular kepada orang lain. Saat orang lain tidak dapat menyelesaikan masalah itu, maka pikiran-pikiran negatifnya akan membuatnya merasa takut untuk mencoba. Dengan begitu orang tersebut hidup dalam rotasi negatif. Permasalahan yang dihadapi pun semakin membesar dan hidupnya semakin tidak terarah.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  16. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs PM B

    Elegi ini secara tersirat mengingatkan kita untuk tidak berlaku sombong. Seperti yang diperankan oleh stigmapala yang berlaku sombong seolah-olah dia menganggap remeh sesuau, tetapi ternyata ia juga tidak mampu melakukan apa yang ia anggap mudah. Maka yang sebenarnya di dalam mencari ilmu ialah kita tidak akan pernah menggapainya. Di sisi lain, meski kita tidak akan pernah benar-benar menggapainya, kita tidak boleh lantas menyerah begitu saja, kita memiliki potensi dan kesempatan untuk berusaha. Bahkan kodrat kita sebagai manusia ialah berihtiar dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  17. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Kesombongan adalah salah satu sifat tercela yang perlu dihindari, kesombongan salah satu menganggap semuanya mudah dan gampang, namun belum tentu kita dapat melakukannya dengna baik. sama halnya ketika kita kuliah kita diberikan tugas namun kita menggampangkan dengan mengatakan bahwa sepetinya tugas nya tidak susah dan bisa dikerjakan dilain waktu, sikap seperti itu telah dapat dikatakan sombong, jika terus dilakukan akan menyebabkan kita rugi dalam hidup. Elegi ini mengajarkan saya untuk tidak menggampangkan segala sesuatu yang akan kita lakukan.

    ReplyDelete
  18. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Dalam elegi di atas, dijelaskan bahwa jika hati manusia telah terkena stigma-stigma negatif maka orang tersebut sudah tidak dapat mengenali dirinya sendiri, dalam artian orang tersebut tidak akan sadar bahwa dia telah melakukan kesalahan-kesalahan atau keburukan-keburukan. Salah satu sifat yang mungkin muncul apabila kita terkena stigma negatif adalah sifat munafik. Munafik adalah orang yang memiliki sifat nifak. Nifak artinya menampakkan yang baik dan menyembunyikan yang buruk. elegi secara tidak langsung mengajarkan kita untuk selalu waspada dan istiqomah di jalan Allah SWT.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  19. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Dalam elegi di atas, dijelaskan bahwa jika hati manusia telah terkena stigma-stigma negatif maka orang tersebut sudah tidak dapat mengenali dirinya sendiri, dalam artian orang tersebut tidak akan sadar bahwa dia telah melakukan kesalahan-kesalahan atau keburukan-keburukan. Salah satu sifat yang mungkin muncul apabila kita terkena stigma negatif adalah sifat munafik. Munafik adalah orang yang memiliki sifat nifak. Nifak artinya menampakkan yang baik dan menyembunyikan yang buruk. elegi secara tidak langsung mengajarkan kita untuk selalu waspada dan istiqomah di jalan Allah SWT.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  20. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Menurut ungkapan dari Prof.Marsigit,MA, stigma adalah keadaan dimana pikiran kalut dan hati yang kotor. Dalam menghadapi segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini, bila memandangnya menggunakan stigma maka pandangannya pasti cenderung determinis atau meng'klaim' padahal kebenarannya masih diragukan. Bermaksud melakukan suatu kebaikan sekalipun, apabila menggunakan stigma maka hasilnya akan tetap bersifat determinis. Oleh karena itu sebelum manusia merasa hebat dan berkuasa, haruslah melihat kepada diri sendiri. Melihat diri sendiri dibutuhkan hati yang ikhlas dan bersih, pikiran yang tenang dan kritis.

    ReplyDelete
  21. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Stigma dilihat dari apapun juga tetap saja buruk. Seseorang yang tidak ingin merefleksikan dirinya atau tidak ingin melihat sisi buruknya dan tidak ingin mengubah sikap buruknya menjadi seseorang yang lebih baik lagi maka iapun sudah terkena oleh stigma.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  22. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Berpikir filsafat adalah mengkaji sesuatu dari berbagai macam ruang dan waktu. Oleh karena itu pikiran yang luas ini kemudian direfleksikan kembali sehingga disesuaikan dengan argumen-argumen dari diri sendiri.Elegi ini secara tersirat mengingatkan kita untuk tidak berlaku sombong. Seperti yang diperankan oleh stigmapala yang berlaku sombong seolah-olah dia menganggap remeh sesuau, tetapi ternyata ia juga tidak mampu melakukan apa yang ia anggap mudah.

    ReplyDelete
  23. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Kita sebagai manusia seringkali memiliki rasa tinggi hati,Ketika merasa bahwa kekuasaan dalam tempatnya adalah yang paling tinggi, itu adalah sikap sombong, angkuh dan arogan. ketika seseorang telah berada dalam tingkatan ilmu yang tinggi tentu perlu adanya menjalin sosialisasi dan berkomunikasi satu dengan yang lain. baik dengan orang ditingkatan yang sama ataupun tidak. jika bersama dengan orang ditingkatan yang sama maka dari hal tersebut dapat digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan bersama.

    ReplyDelete
  24. Sombong adalah sifat yang harus kita hindari sebagai manusia, merasa diri kita selalu mampu melakukan semua hal sehingga memandang remeh hal tersebut akan berpengaruh buruk bagi hati dan pikiran kita karena seringkali kita melampui batas ruang dan waktu yang kita miliki. Stigam-stigma yang buruk biasanya menggoda kita untuk bersikap angkuh. Sementara ilmu yang kita miliki akan bermanfaat jika kita menggunakannya dengan pikiran dan hati yang ikhlas, bukan sebaliknya mengingkarinya dengan bersikap munafik. Lakukan yang terbaik sesuai dengan dimensi ruang dan waktu yang kita miliki, selebihnya serahkan hasilnya pada yang Maha Kuasa. Yang penting kita telah mencoba dan tidak sombong karena kita tidak tahu seperti apa hasilnya nanti.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  25. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Ketika stigma telah merasuk dan mempengaruhi diri kita maka secara sadar atau tidak sadar kita telah bertransformasi menjadi buruk rupa, yang dimaksud buruk rupa adalah bukan secara fisik tapi dari sifat dan perilaku. Seperti dalam elegi di atas ketika kesombongan menguasai stigmapangla yang merasa hebat akan kemampuannya dan menganggap dia bisa melakukan segala sesuatu dengan mengandalkan dirinya sendiri yang pada akhirnya ternyata ia gagal dan malah menyalahkan keadaan pada saat itu sehingga stigmapangla telah bertransformasi mejadi buruk rupa karena kesombongannya. Oleh karena itu kiranya kita mampu menjauhkan diri dari sifat kesombongan karena segala sesuatu yang ada di dunia ini semuanya hanya bersifat semu belaka

    ReplyDelete
  26. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016





    Astagfirullahaladzim. Sesungguhnya manusia berada di jalan yang rugi. Manusia selalu memiliki rasa kurang puas dengan apa yang sudah Tuhan limpahkan. Saya belajar untuk ikhlas, ikhlas, dan ikhlas untuk menerima dan mensyukuri apa yang ada di dalam kehidupan saya. Walaupun itu sulit, namun saya berusaha sekuat hati untuk terus menanamkan sikap ikhlas.

    ReplyDelete
  27. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Salah satu cara agar seseorang tidak menjadi buruk karena stigmanya, maka refleksikanlah keadaan yang dialami disekitar sebagai sebuah pengalaman. Apapun kondisinya, baik ataupun buruk, maka sikap kritis dan hati yang terbuka, akan mampu memandang dan merefleksikannya menjadi pengetahuan dan manfaat bagi dirinya.

    ReplyDelete
  28. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Kalau kita kritis, dan hati kita bersih. Maka kita akan mampu melihat segalanya sebagai hal yang baik. Coba bayangkan pisau, sebagai objek sangat ditentukan oleh subjeknya. Maka seperti apapun bentuk dan rupa suatu objek sangat ditentukan oleh orang yang ada dibelakngnya. Sebaliknya jika subjeknya ternyata memiliki niat jahat, maka objek yang tidak dianggap burukpun dapat menjadi musibah. Maka seseorang dibalik suatu perbuatan akan dianggap buruklah orang tersebut, bukan perbuatannya yang dilihat, tetapi siapa pelakunya

    ReplyDelete
  29. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Sesungguhnya seperti itulah rua dari stigma. Ketika telah digerayang olh stigma, maka seketika itu juga ia akan tertutup. Karena ia memandang segala sesuatu itu buruk. Yang baik hanyalah menurut yang menurutnya baik saja. Ya, seperti itulah stigma. Akan selalu dan selalu untuk menutupi semua pandangannya, bagaikan kabut yang menutupi keindahan yang ada dibaliknya.

    ReplyDelete
  30. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    To do philosophy one must think philosophically. This is not as simple as it first seems. It requires you to train yourself to think in a way that is specific to philosophy, rather than, say, science. Like everything in philosophy, there is no unique right way, but there are some things you can practice to give yourself a good start.

    ReplyDelete
  31. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Tidak mudah untuk terampil menyesuaikan diri denga ruang dan waktu, tetapi jika kita mau berusaha tentunya kita akan mampu untuk mencapainya. Seseorang yang tidak mau menyesuaikan dengan ruang dan waktu, maka dia masih memiliki sifat egois yang tinggi. Pikiran negatif membuat seseorang merasa senang pada orang yang mendukung pendapat negatifnya dan orang yang sejenis yang memiliki pikiran sejenis dengannya. Jadi, pikiran negatif melahirkan persahabatan yang negatif. Selain itu dia juga dapat kita sebut sebagai orang yang sombong karena dia memaksakan kehendak bahwa apapun yang terjadi harus sesuai dengna keinginannya.

    ReplyDelete
  32. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Tidak selamanya apa yang terlihat buruk secara kasat mata itu pada kenyataannya akan mengasilkan sebuah keburukan yang terpenting adalah sikap kita dalam memandang sebuah keburukan sebagai ilmu untuk merefleksikan diri dalam menggapai kebaikan. Karena jarak antara kemunafikan dengan keburukan dan kebaikan itu sama sehingga bisa dikatakan kebaikan itu hal yang bisa digapai setelah bisa melewati cobaan berupa kemunafikan.

    ReplyDelete
  33. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Stigma tetaplah stigma. Sebaik apapun stigma dia tidak akan membawa kepada kebaikan. Orang yang pikiran dan hatinya sudah dicemari oleh stigma buruk tidak akan melihat bahwa dirinya itu buruk. Dengan ketidakmampuan kita melihat keburukan dalam diri kita maka menutup kemungkinan bagi kita untuk memperbaiki diri. Maka jangan sekali-kali bermain dengan stigma. Teruslah bentengi hati dan pikiran kita dari virus stigma.

    ReplyDelete
  34. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    sebenar-benar apa yang dilakukan stigmapangla adalah sifat sombong sebuah keburukan, maka apabila kita menjadi seorang yang sombong maka keburukanlah yang menghiasi wajah kita, karena sombong tetap sebuah keburukan meskipun dibungkus dengan niat apapun. dan keburukan tetaplah keburukan, karena ketika keburukan ditutupi dengan topeng maka itu merupakan munafik.

    ReplyDelete
  35. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Seberapapun kita menganggap suatu keburukan adalah suatu kebaikan, hal itu tetap saja suatu keburukan. Sebaliknya, seberapapun kita menutupi kebaikan dengan mengatakan keburukan-keburukan, hal itu tetaplah kebaikan. Masih bersyukur jika kita mampu menyadarinya dan bertobat. Akan tetapi saat kita tetap memilih sebagai seorang munafik, yang terkandung didalam Firman-Nya dalam Al-Quran Surah An-Nisaa 145 yang artinya : Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

    Untuk itulah guru di mana saja akan selalu mengajarkan kebaikan-kebaikan, meski caranya agak keras. Itu agar murid-muridnya menjadi orang yang tidak merugi.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  36. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    Saya kira dari elegi diatas kita hendak memposisikan diri kita sesuai dengan kemampuan atau Jika ingin mendapatkan atau mengerjakan sesuatu maka persiapkan dan upayakan agar kita benar-benar pantas dan siap untuknya. Namun yang paling berbahaya apabila kita tidak mau mencoba melangkah memanfaatkan peluang yang ada didepan kita. Maka kita menjadi munafik karna kita dilahirkan didunia untuk memahami diri, lingkungan dan dunia serta tujuan hakiki spiritualitas hidup dan kehidupan kita.

    ReplyDelete
  37. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Terkadang kita melihat stigma (aib) orang lain dan merendahkannya, tetapi lupa terhadap aib diri sendiri. Hati seseorang akan tertutup sejalan dengan perbuatan dan perkataannya yang mencerminkan keburukannya. Hidup seperti cermin. Stigma yang ada merupakan cerminan prasangka kita yang mengakibatkan buruk rupa jiwa kita.

    ReplyDelete
  38. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Keburukan dan kebaikan merupakan sifat yang saling bertolak belakang. Kita tidak bisa sebenar-benar menilai tentang porsi kebaikan dan keburukan dalam diri melainkan orang lain lainlah yang bisa melihat dan menilainya. Orang lain dapat melihat dan menilai keburukan ataupun kebaikan yang tercermin melalui sikap dan perbuatan seseorang tersebut.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id