Oct 28, 2012

Kutarunggu Sayembara Ahilu




Oleh Marsigit

Ahilu:
Dua kerajaan dan satu percabaan sudah aku kuasai. Aku sudah mengetahui semua kekuatan dan kelemahan Stigmaraja. Aku juga sudah mengetahui semua kekuatan dan kelemahan Rakata. Aku sudah menguasai sebagian ilmunya sang Bagawat. Heemmm..apalagi bagiku. Kalau hidup biasa-biasa saja aku bosan rasanya. Akun ingin menciptakan sensasi biar semua orang tahu kekuatan dan kehebatanku. Aku mempunyai ide cemerlang yaitu aku ingin mengadakan sayembara perang. Aku akan menguji semua panglima dari Kerajaan Stigma dan Kerajaan Hanuya, bahkan para petinggi cantrik dari Kutarunggu pun aku ingin mengujinya. Untuk itu aku perlu membuat rencanaku dan mengimplementasikannya.



Stigmapangla:
Wahai Ahilu apa maksud anda menemuiku. Bukankah engkau tahu bahwa satu-satunya tujuan hidupku adalah mengabdi kepada rajaku sang Stigmaraja untuk menguasai dunia. Apakah engkau ingin membantuku?

Cantralweda:
Wahai Ahilu apa maksud anda menemuiku. Bukankah engkau tahu bahwa satu-satunya tujuan hidupku adalah mengabdi kepada sang Bagawat untuk memelihara percabaan Kutarunggu. Apakah engkau ingin membantuku?

Pampilu:
Wahai Ahilu apa maksud anda menemuiku. Bukankah engkau tahu bahwa satu-satunya tujuan hidupku adalah mengabdi kepada sang Rakata untuk menjaga ketenteraman kerajaan Hanuya. Apakah engkau ingin membantuku?

Ahilu:
Wahai Stigmapangla, Cantralweda dan Pampilu...jangan engkau semua salah paham. Ketahuilah bahwa selama aku belum berhasil mengujimu maka aku akan selalu menganggap rendah dirimu. Aku akan menaruh hormat kepada dirimu asal engkau bisa mengalahkanku. Jika engkau bisa mengalahkanku maka penghargaanmu adalah nama baikku dan kedudukanku.

Stigmapangla:
Waha..kebetulan..tumbu dapat tutup. dasar saya sedang mencari tambahan kuasa ada orang menawarkan hadiah kuasa. Aku sambut tantanganmu.

Pampilu:
Aku tidak ada waktu memikirkan tantanganmu. Pekerjaan saya sangat banyak. Tetapi jika terpaksa maka tantanganmupun bisa menjadi prioritas.

Cantralweda:
Ohh..Gusti..aku sedang menghadapi jaman kala tidha. Aku tidak tahu apa makna dari peristiwa ini. Tetapi aku khawatir bahwa peristiwa ini adalah pertanda bahwa aku telah sampai batas ruang dan waktu. Ya Tuhan ampunilah diriku dan ampunilah orang-orang disekitarku.

38 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Untuk mengetahui kemampuan seseorang dan membandingkan kemampuan seseorang dengan orang yang lain perlu dilakukan suatu tes (sayembara). Siapa yang memenuhi kriteria dalam sayembara tersebut ialah yang akan berkuasa, memiliki penghargaan, nama baik, dan kedudukan. Peristiwa seperti ini dapat dipandang menjadi 2 sudut pandang, yakni positif dan negatif. Artinya persaingan untuk memperebutkan kekuasaan ini dapat menjadi peristiwa negatif karena orang-orang yang memperebutkan kekuasaan telah dikuasai oleh kekuasaan sehingga tujuan hidupnya hanya mencari kekuasaan, nama baik, penghargaan, dan kedudukan. Dalam persaingan ini biasanya orang-orang menghalalkan segala cara untuk memperoleh kekuasaan tersebut. Misalnya : suap, korupsi, Kolusi, nepotisme, dll. Dari cara pandang lain peristiwa ini dapat dikritisi menjadi peristiwa yang positif karena tes sangat diperlukan untuk menyaring, menentukan atau memilih suatu kedudukan guna mendapatkan orang-orang yang benar-benar berkualitas dan pantas untuk mengisi kedudukan tersebut.

    ReplyDelete
  2. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Seringkali seseorang yang telah mendapatkan pencapaian-pencapaian dalam hidupnya kemudian timbul sifat sombong pada dirinya. Menganggap orang lain tidak ada apa-apanya. Padahal belum tentu ia lebih hebat dibanding mereka yang direndahkannya. Berhati-hatilah dengan sikap demikian, karena mungkin saja itu pertanda kita sudah sampai pada batas ruang dan waktu. Banyak-banyak mohon ampun sama yang Kuasa.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  3. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    ketika seseorang merasa berkuasa akan sesuatu maka ia akan menyombongkan apa yang telah ia kuasai kepada orang-orang di sekitarnya agar orang-orang tersebut mengetahui kekuatan yang dimilikinya. Akan tetapi kesombongan adalah sebuah kesombongan dan kesombongan pula itu telah menjadi stigma dalam diri sehingga sebenar-benarnya ia bukan menunjukkan seberapa hebatnya dia melainkan ia telah memperlihatkan betapa rapuh dan lemahnya dia.

    ReplyDelete
  4. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Manusia dengan segala yang ia punya, selalu menginginkan hal lain untuk dimiliki. Lalu dimana rasa bersyukur itu datang jika kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki sekarang. Setiap manusia mempunyai keimanan. Tetapi seberapa besarnya keimanan seseorang tidak akan bisa terlihat kecuali Yang Maha Kuasa, Yang Maha Mengetahui keimanan seseorang. Jika keimanan kita terhadap-Nya selalu berjalan, maka rasa syukur kita terhadap sesuatu akan selalu ada.

    ReplyDelete
  5. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Setiap orang pastilah ingin mendapatkan kesuksesan, akan tetapi terkadang seseorang hanya memikirkan bagaimana cara meraih kesuksesan agar dipandang oleh orang lain dan akan merasa bangga jika telah memiliki kedudukan, penghormatan dan segala yang dimiliki, yang bahkan orang lain tidak memiliki. Akan tetapi disinilah kita diuji bagaiman kita dapat mengendalikan ego kita akan sesuatu yang membuat kita bersyukur. Apabila kita tidak mengendalikan ego kita yang terjadi kita hanya akan sombong dan merasa kita memiliki segalanya dan kesempurnaan seolah milik kita. Padahal semua hanyalah titipan dan dunia hanyalah fana. Maka sudah selayaknya kita melawan rasa sombong dan perbanyak bersyukur atas apapun yang ada.

    ReplyDelete
  6. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Setiap manusia memiliki kemampuan masing2. Dari kemampuan tersebut, manusia dapat menggapai keinginan yang diharapkan. Namun, terkadang manusia memiliki keterbatasan dalam mewujudkan keinginan tersebut. Oleh karenanya, selain dari kemampuan dan usaha, maka untuk menggapai keinginan tertsebut disertai dengan do’a dan ridha terhadap segala keputusan kepada-Nya.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  7. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dalam elegi ini, dapat kita perhatikan tentang sifat ahilu. Dengan cara mengadakan sayembara perang, maka ia akan menguji kehebatan dari pakar-pakar yang lainnya bahkan pada seorang Kutarunggu. Ahilu mengharapkan sayembara perang tersebut dapat menguju para pakar, sehingga hasil dari keberhasilan tes tersebut dapat dicantumkannya nama Ahilu. Jika sebatas keinginan seperti yang Ahilu lakukan tersebut, maka sebaiknya kita selalu berdo’a dan memohon petunjuk dari Allah agar dapat melanjutkan langkah yang baik di jalan yang Allah tentukan.

    ReplyDelete
  8. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dari postingan Bapak di atas saya mendapati bahwa perasaan sombong, merasa memiliki derajat lebi tinggi dari orang lain akan mengundang stigma kepada diri kita. Stigma negatif dapat menguasai diri kita melalui kesombongan. Kesombongan dapat membawa kehancuran seseorang. Ilmu seseorang dengan kesombongan tidak akan berkah.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Tidak semua tantangan harus kita terima. Apalagi tantangan dari orang- orang yang sombong seperti Ahilu. Ahilu memiliki sikap sombong dan merasa lebih telah menguasai banyak ilmu. Hal ini tidak boleh kita tiru apalagi dengan kesombongan mengadu berbagai pihak. Karena itulah kita tidak harus menerima tantangan apalagi yang bisa berakibat pada kekacauan dan perpecahan. Kita harus lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memohon petunjuk jalan terbaik yang seharusnya kita tempuh.

    ReplyDelete
  10. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Saya berusaha memahami elegi sayembara kutarunggu ahilu kepada stigmapala, pampilu dan cantralweda, ketiga orang tersebut memberikan respon yang berbeda. Mengabaikan tujuan ahilu dalam mengadakan sayembara agar dia ingin diakui, saya cenderung tertarik melihat perspektif ketiga orang tadi dalam menanggapi tantangan tersebut karena mereka memberikan respon yang berbeda sesuai dengan tupoksi mereka.

    ReplyDelete
  11. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Stigmapala memberikan respon sesuai namanya agar dia bisa melebarkan stigma yang dia berikan untuk Ahilu. Sedabgkan tanggapan pampilu yang merupakan abdi dari rakata sang pengemban amanah dia berusaha menjaga dunia sang rakata dan apabila terpaksa dia akan mengikuti sayembara ahilu untuk ketentraman dunia yang ia ajaga. Berbeda dengan cantralweda yang dengan tenang dan berdoa kepada Tuhan agar dia dijaga dari jaman yang semakin tidak karuan.

    ReplyDelete
  12. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Elegi ini kalau direfleksikan dalam masyarakat sekarang kita diadakan sayembara terdapat golongan yang sesuai dengan stigmapala, pampilu dan cantralweda. Ada golongan yang berambisi kuat untuk memenangkan sayembara agar nama dan kedudukannya diakui. Ada yang dengan terpaksa mengambil sayembara itu untuk mempertahankan dunianya apabila dengan tetpaksa. Ada yang menimbang dengan pikiran kritis dan hati yang ikhlas serta menyerahkan semua kepada Allah SWT. So, pilihan kita terserah pada dunia kita masing-masing.

    ReplyDelete
  13. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Bersaing, berkompetisi, saling berlawanan hanya untuk mengukur siapa yang lebih “hebat, siapa yang lebih “kuat, siapa yang lebih “tinggi” dan siapa yang lebih “baik” dengan ukuran-ukuran manusia sejatinya dapat dikatakan hal yang sia-sia. Tak ada gunanya. Semua orang akan selalu berusaha menjadi yang paling baik setidaknya untuk dirinya sendiri. Maka sebaik-baik manusia adalah memperbaiki diri dan jangan membandingkan diri dengan orang lain. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Perbaiki dan bersyukur.

    ReplyDelete
  14. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kesombongan sang ahilu yang ingin orang tahu kekuatan dan kehebatannya, kesombongan inilah yang membuat sang ahilu menantang panglima dari kerajaan stigma, kerajaan hanuya dan petinggi cantrik dari kutarunggu. Kesombongan seperti ini akan menimbulkan dampak buruk bagi dirinya, apalagi tujuan dari ahilu hanya mencari sensasi dan agar orang tahu kekuatan dan kehebatannya. Sehingga semoga kita semua dijauhkan dari sikap sombong seperti ini.

    ReplyDelete
  15. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Respon terhadap tantangan yang diajukan oleh sang ahilu berbeda-beda sesuai dengan status mereka. Stigmapangla yang mengabdi pada raja stigma raja langsung menerima tantangan dari sang ahilu tanpa dipikirkan telebih dahulu karena pikirannya yang kalut serta hati yang tidak ikhlas. Pampilu yang mengabdi kepada sang Rakata ragu-ragu untuk menerima tantangan ahilu. Sedangkan Cantralweda yang mengabdi kepada sang Begawat menolak dengan tegas karena selalu berpikir kritis serta memliki hati yang bersih dan ikhlas.

    ReplyDelete
  16. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Elegi ini menggambarkan Ahilu sebagai suatu godaan dalam hidup manusia misalnya harta duniawi atau kekuasaan, dimana ahilu berhasil menggoda stigmapangla dan pampilu yg memiliki tujuan awal untuk mengabdi kepada pemimpinnya. Sedang cantrawelda menyadari bahwa orang-orang di sekitarnya melakukan suatu hal yang tidak benar. Oleh karena itu dibutuhkan prinsip dan komitmen yang teguh agar tidak mudah terjebak oleh ahilu dan melupakan tujuan hidup kita sebenarnya.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  17. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs PM B

    Sayembara identik dengan adanya kompetisi untuk memenangkannya. Seringkali terjadi perselisihan bahkan sampai peperangan di dalam sayembara demi mendapatkan kekuasaanya. Jika ditarik ke dalam kehidupan kita sekarang ini. Perebutan kekuasaan tersebut salah satunya seperti terjadinya perselisihan orang-orang yang merasa dirinya adalah yang paling hebat. Hal ini merupakan salah satu bentuk kesompongan. Perasaan tersebut akan membuat mereka tidak mau mempertimbangkan pendapat orang lain dan menganggap dirinya yang paling benar, bahkan saling bertengkar demi mempertahankan pendapatnya. Hal ini tentu akan sangat berbahaya, maka hendaknya kita senantiasa memohon pertolongan Allah dalam menghadapi kejadian-kejadian tersebut.

    ReplyDelete
  18. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Perasaan ingin berkuasa juga merupakan salah satu sikap sombong yang dimiliki manusia. kekuasaan akan menggoda manusia untuk dapat berbuat lebih semaunya, karena dengan kekuasaaan kita akan dapat mengatur dan mengolah apa yang kita hendaki. Namun kadang dalam perebutan kekuasan terjadi perselisihan hebat dan untuk merebut kekuasaan dilakukan dengan cara yang tidak terpuji, baik dengan merugikan lawan dengan fitnah-fitnah kejam atau bahkan dengan saling membunuh. semoga kita senantiasa dibuka kan pintu hati kita mengenai kekuasaan, jabatan dan segala nya oleh Alllah SWT agar kita dijauhi dari sifat tercela tersebut.

    ReplyDelete
  19. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Setiap orang pastinya mempunyai keinginan untuk berhasil dan sukses. setiap orang mempunyai standar kesuksesan tersendiri. Namun terkadang banyak orang yang mempunyai ambisi yang kuat untuk memperoleh kesuksesan menghalalkan segala cara untuk mencapainya. Namun sebaliknya orang-orang yang mempunyai iman yang kuat dalam meraih kusuksesan akan selalu berusaha dengan cara -cara yang baik dan berdoa dalam meraih kesusksesannya. Dalam mencapai kesuksesan baik itu jaabatan, harta, pengetahuan dan sebagainya,kita harus selalu rendah hati dan tidak boleh sombong.Dan satu hal juga yang harus diperhatikan adalah rasa syukur atas kesuksesan yang telah didapatkan.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  20. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Kekuasaan dan kemampuan yang Allah berikan kepada kita janganlah dijadikan sebuah kesombongan. Bolehlah kita merencanakan, berangan-angan, kemudian berikhtiar dan berdoa. Namun ingat, jangan pernah memiliki keinginan di luar batas kemampuan manusia, karena hal yang seperti itu tentulah melanggar ketentuan kita. Selain melanggar ketentuan, juga berarti kita tidak menyadari akan kekuasan-Nya. Mana mungkin manusia memiliki kekuasaan yang luar biasa hingga menyaingi-Nya, itu adalah mustahil. Oleh karena itu, manusia dengan kesempurnaan dibanding makhluk lain, haruslah menyadari kodrat sebagai makhluk ciptaan Allah.

    ReplyDelete
  21. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Manusia memang tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Tetapi ada kalanya ketidapuasan itu bagus, misalnya ketidakpuasan dengan ilmu yang dimiliki. Ketidak puasan yang tidak baik adaah ketika kita memiliki sikap serakah dan tidak bisa bersyukur dengan apa yang sudah diberikan Tuhan. Oleh karena itu, tetaplah bersyukur agar kita terhindar dari melampaui batas ruang dan waktu.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  22. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Setiap manusia memiliki kemampuan dan bakatnya masing-masing,manusia dapat menggapai keinginan yang diharapkan dengan kemampuan itu. Akan tetapi disinilah kita diuji bagaiman kita dapat mengendalikan ego kita akan sesuatu yang membuat kita bersyukur. Apabila kita tidak mengendalikan ego kita yang terjadi kita hanya akan sombong dan merasa kita memiliki segalanya dan kesempurnaan seolah milik kita.padahal semua kemampuan yang kita miliki itu adalah pemberian Allah.

    ReplyDelete
  23. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    kesombongan inilah yang membuat sang ahilu menantang panglima dari kerajaan stigma, kerajaan hanuya dan petinggi cantrik dari kutarunggu.Stigmapangla yang mengabdi pada raja stigma raja langsung menerima tantangan dari sang ahilu tanpa dipikirkan telebih dahulu karena pikirannya yang kalut serta hati yang tidak ikhlas. Pampilu yang mengabdi kepada sang Rakata ragu-ragu untuk menerima tantangan ahilu.

    ReplyDelete
  24. Kekuasaan sering kali membuat manusia lupa dan tergelincir untuk melakukan hal-hal diluar batas kemampuannya. Kekuasaan juga sering kali membuat kita terlena dan menjadi sombang, selalu menginginkan sesuatu yang lebih dan lebih lagi dari semua yang sudah kita miliki. Persaingan bisa menjai salah satu alternatif pembuktian kekuasaan kita namun persaingan itu dapat bernilai positif maupun negatif. Persaingan itu bernilai positif saat persaingan itu dilakukan dengan cara yang benar dan untuk tujuan-tujuan yang baik seperti pencapaian yang lebih tinggi dan kemajuan, namun persaingan itu bernilai negatif saat kita menghalalkan segala cara untuk mencapainya, tidak peduli jika itu melewati batas rauang dan waktu yang kita miliki. Jangan sampai kekuasaan mengauasai hati dan pikiran kita karena hanya dengan pikiran kritis dan hati yang bersih kita bisa jauh dari sifat sombong.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  25. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Manusia diciptakan dengan bakat dan talenta masing-masing. ketika kita merasa memiliki kemampuan yang lebih dari orang lain maka jangan kita merasa puas dan sombong karena kita tidak mungkin dapat menjadi ahli di segala bidang. Manusia yang kuat (mampu) ada bukan untuk menindas manusia yang lemah (tidak mampu) melainkan manusia yang kuat diciptakan untuk melindungi manusia yang lemah karena ebenar-benarnya hidup adalah ketika kita mampu memanusiakan manusia lain untuk dapat memperoleh kesempatan dan perlakuan yang sama di segala aspek kehidupan.

    ReplyDelete
  26. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Setiap manusia diciptakan dengan tujuan untuk saling menghargai, saling membantu, saling menyayangi dan mengasihi. Setiap manusia diciptakan tidak untuk mencaci, menertawakan, mengganggap rendah orang lain. Semua manusia memiliki derajat yang sama di mata Allah SWT. Oleh karena itu, senantiasalah menghargai hidup diri sendiri dan hidup orang lain.

    ReplyDelete
  27. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Inilah sifat manusia, penuh dengan rasa sombong dan durja. Stigma buruknya mendominasi dirinya. Merasa Keadaannya berada pada puncaknya, maka seakan dialah yang paling kuasa dan lainnya dianggap hina. Apapun bentuk sayembara yang dilakukan, jika untuk membandingkan kehebatannya dengan orang lain maka dia termakan mitosnya. Itu berarti sudah di batas akhir kehidupannya.

    ReplyDelete
  28. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Jika pikiran tidak lagi kritis. Ditambah dengan hati yang kotor. Maka akan sangat berbahaya orang tersebut. Berbahaya bagi dirinya, bahaya bagi orang terdekatnya, dan bahaya bagi semua orang disekutarnya. Dan berakhir pada kehancuran dan kebinasaan. Kalau hati sebagai transendennya yang mengontrol keharmonisan di dalam dirinya tidak lagi difungsikan apalagi diabaikan. Maka kiamat bagi dirinya, maka itulah setannya. Naudzubillah.

    ReplyDelete
  29. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Sebenar-benar manusia adalah yang takut kepada Penciptanya karena mereka selalu yakin diawasi oleh Pemlik Segala Ilmu atau mereka yang selalu memandang Penguasa Ruang dan Waktu dengan hatinya setiap akan bersikap atau berbuat sehingga mencegah dirinya dari melakukan sesuatu yang dibenci-Nya. Menghindari perbuatan maksiat, menghindari perbuatan keji dan mungkar sehingga terbentuklah ke'aliman yang dapat diridhai-Nya.

    ReplyDelete
  30. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Arrogance is the act or habit of arrogating, or making undue claims in an overbearing manner; that species of pride which consists in exorbitant claims of rank, dignity, estimation, or power, or which exalts the worth or importance of the person to an undue degree; proud contempt of others; lordliness; haughtiness; self-assumption; presumption.

    ReplyDelete
  31. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Sebenar-benar Ahilu yang dijabarkan di atas ternyata masih tetap terperangkap dan terpedaya oleh stigma, fenomena ini memamparkan kepada kita bagaimana sekarang ini banyak dijumpai orang yang terperangkap oleh stigma dengan saling hujat sini hujat sana banting sana banting sini sikut sini sikut sana semata-mata bertujuan untuk mendeklarasikan pengakuan dari orang lain akan kehebatan diri dan ini mungkin saja pernah saya lakukan baik secara sadar maupun tidak sadar. Astagfirullohal`adzim

    ReplyDelete
  32. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Harta, tahta, wanita masih menjadi primadona utama yang merusak kehidupan manusia. Sekarang ini banyak fenomena dimana orang sangat gila pada kekuasaan. Bagi orang yang menjadi korban fenomena ini, kekuasaan, jabatan, kedudukan, ketenaran merupakan tujuan hidupnya. Sesungguhnya gila kekuasaan duniawi akan membawa kita pada kemungkaran baik di dunia maupun di akhirat. Sesungguhnya tugas kita di dunia adalah mengabdikan diri kepada Allah SWT dengan tujuan mengharapkan ridhaNya. Maka hindarilah sifat cinta kekuasaan yang berlebihan, karena sungguh itu tidak akan membawa kita kepada keridhaan Allah. Segalanya milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Wallahua’lam..

    ReplyDelete
  33. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    ungkapan dari elegi di atas memberikan gambaran seperti itulah keadaan saat ini dimana sudah mendekati dari akhir ruang dan waktu, dimana ketika seseorang diberi ujian ia akan melakukan segala cara yang tidak bagus dalam menghadapi ujian tersebut, padahal pada hakekatnya tanpa di uji tidak lah bernilai diri kita ini, dan dibalik setiaphal itu selalu terdapat hikmah. semoga ungkapan diatas bisa menjadi refleksi kita dalam berpikir dan beribadah, dan semoga kita semua termasuk orang yang ikhlas dan sabar.

    ReplyDelete
  34. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Orang yang sudah berada di atas cenderung selalu melihat ke bawah. Lupa daratan. Lupa asal usulnya. Lupa siapa yang telah mendidiknya dan membuatnya menjadi seperti itu. Merasa sudah hebat. Akhirnya muncullah yang namanya sifat sombong. Sudah seringkali kita dengar peristiwa mengerikan akibat kesombongan seseorang. Contohnya saja kita lihat World War. Tidak bisa dipungkiri itu akibat ulah kesombongan hati, pikiran, dan implementasinya di kenyataan. Tidak ada yang bisa kita dapat dalam sifat sombong itu selain kehancuran.
    Patutnya orang memang rendah hati. Namun juga harus lebih aktif agar menjadi lebih baik. Bagaimana caranya?Dengan diberi ujian-ujian untuk menentukan posisi dia apakah sudah setingkat lebih baik atau belum.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  35. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Ahilu sebagai suatu godaan misalnya dalam hidup manusia Ahilu adalah harta duniawi atau kekuasaan. Dibutuhkan prinsip dan komitmen tersendiri agar kita tidak mudah terjebak untuk menerima segala tantangan dari Ahilu di mana segalanya dapat diimbali atau dinilai dengan harta, uang, atau kekuasaan. Rasa tidak puas pada diri manusia memang manusiawi. Karena setiap insan selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik dan terbaik. Tetapi jika rasa tidak puas anda sudah dalam tahap berlebihan, dalam arti anda tidak pernah mensyukuri apa yang telah anda raih, inilah yang patut diwaspadai. Karena rasa tidak puas yang berlebihan akan membuat anda takabur dan selalu mengingkari nikmat atas hasil yang telah anda peroleh.

    ReplyDelete
  36. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    sayembaraa untuk keperluan tertentu atau pada ruang dan waktu yang sesuai adalah hal yang sesungguhnya tidak mengapa dan baik. Namun jika tidak ditempatkan pada ruang dan waktuinay akan menjadi hal yang tidak baik. Jika sayembara untuk membangkitkan motivasi dan minat dalam mengembangkan diri maka akan sesuai ruang dan waktunya. Jika dilakukan untuk menonjolkan kemampuan salah satu dan menonjolkan atau memperlihatkan ketidakmampuan yang lainnya maka itu bukan pada ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  37. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Dari artikel di atas menurut saya dapat dikatakan kejadian yang positif karena tes sangat diperlukan untuk menyaring, menentukan atau memilih suatu kedudukan guna mendapatkan orang-orang yang benar-benar berkualitas dan pantas untuk mengisi kedudukan tersebut.

    ReplyDelete
  38. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Pencapaian yang sudah didapatkan seseorang janganlah diumbar atau bahkan dibandingkan dengan orang lain. Tidak ada kebaikan yang akan timbul dari sikap riya, hanyalah keburukan yang akan didapatkan seperti menggolongkan kita sebagai orang yang munafik (An-Nisa: 142), menghilangkan makna pencapaian, merupakan dosa, menghapuskan amalan baik yang lainnya, dst. Maka sebaik-baik sikap terhadap pencapaian tidak perlu lah diumbar atau dibandingkan dengan orang lain tetapi banyaklah bersyukur atas segala nikmatNya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id