Oct 28, 2012

Kutarunggu Sang Rakata Transendenta




Oleh Marsigit

Rakata:
Saya tidak pernah memikirkan hal yang buruk-buruk, apalagi melakukannya. Tetapi kenapa kejadian buruk selalu menimpa kerajaanku. Kejadiannya selalu datang silih berganti dan bergelombang. Jelas hal yang demikian itu diluar kemampuanku sebagai seorang manusia. Tetapi apa salahnya? Saya sebagai seorang pemimpin itu bukan semata-mata kehendakku. Aku merasa diberi amanah untuk itu. Namun sebagai seorang pemimpin aku harus selalu berikhtiar. Tetapi apapun yang terjadi aku lebih baik bertawakal dan aku serahkan saja kepada kekuasaan Tuhan.



Bagawat:
Wahai Rakata, selama engkau berada dalam kebajikan, memikirkan kebajikan dan melakukan kebajikan, maka aku tetap bersamamu. Hal-hal buruk yang menimpamu dan kerajaanmu itu tidak semata sebagai suatu yang negatif, tetapi jikalau engkau ikhlas maka hal yang demikian itu merupakan kelengkapan hidupmu. Namaun jika ujianmu ternyata cenderung melampaui batas dan engkau merasakan al yang demikian maka serahkan saja ketentuan-ketentuan itu kepada sang pembuat ketentuan. Jangankan nasib manusia, ketahuilah bahwa Tuha itu maha mengetahui dan maha merawat semua ciptaannya.

Dewi Hermein:
Wahai sang Rakata, bukankah engkau tahu bahwa dunia itu meliputi banyak hal, tetapi apakah engkau telah mengetahui batas-batasnya? Jika aku bermain-main dengan batas dunia, maka akupun dapat menyebut bahwa dunia itu bisa batas pikiranmu, dunia itu bisa batas kerajaanmu, dunia itu bisa semua yang bisa engkau pikirkan, dunia bisa dirimu pribadi saja. Keahuilah bahwa peristiwa penyerbuan prajurit Kerajaan Stigma terhadap Kerajaan Hanuya itu bisa terjadi hanya pada wilayah pikiranmu saja. Aku bisa dan kuasa mengatakan hal yang demikian itu dikarenakan engkau telah meninggalkan sifat-sifat dunia dan menuju sifat-sifat transendent. Maka tiadalah banyak orang dapat mengetahui keadaanmu sekarang kecuali hanya sedikit orang saja. Itulah kelebihanmu dibanding dengan semua orang yang engkau pimpinnya. Maka jika engkau berkenan, engkau sekarang aku sebut sebagai sang Rakata Transendenta. Ketahuilah bahwa sifat transendenmu itu tidak berasal dari mana-mana, tetapi dia itu berasal dari keikhlasan semua orang yang engkau pimpinnya. Itulah amanah. Maka jika aku lengkapkan, namamu bisa aku perpanjang menjadi sang Rakata Transendenta si Pengemban Amanah. Itu tidak berasal dari mana-mana, tetapi itu semata-mata kuasa Tuhan sang pencipta alam. Maka jika engkau ikhlas, percaya dan meyakininya, maka sebetul betul yang terjadi adalah bahwa engkau selalu terjaga atas kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa. Janganlah ragu-ragu untuk itu. Maka jika segalanya telah merasa berkecukupan, maka segera kembalilah engkau ketempatmu bekerja dan uruslah segala macam persoalan pengelolaan kekuasanmu di kerajaanmu. Pegang teguhlah sesanti dalam hati dan pikiranmu kedalam keadaan cendekia, mandiri dan bernurani. Selanjutnya sebarkan dan amalkan hal yang demikian kepada semua wargamu, niscaya hal yang demikian akan menjadi benteng bagi dirimu dan kerajaanmu dalam menghadapi segala cobaan, termasuk dari sang Stigmaraja.

38 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Transendentalisme merupakan paradigma yang menganggap bahwa ilmu pengetahuan pada hakekatnya tidak bebas nilai. Pada hakekatnya manusia tidak akan pernah menemukan ilmu yang benar-benar etis dan netral. Semua ilmu dimuati oleh nilai etika, dan etika yang paling benar adalah yang turun dari Tuhan dalam bentuk wahyu. Sesuai dengan elegi diatas, sebagai seorang yang diberi amanah pemimpin hendaknya harus selalu berikhtiar untuk membuat rakyatnya makmur, adil, sejahtera. Namun semuanya itu pasti ada sandungan, ganjalan, rintangan yang mengakibatkan kegagalan. Oleh karena itu apapun yang terjadi bertawakal dan menyerahkan diri kepada kekuasaan Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Dalam hidup ini kita pasti pernah mendapatkan masalah/cobaan/ujian hidup. Bahkan orang sebaik apapun pasti pernah mengalaminya. Sebenar-benarnya ujian yang diberikan adalah untuk menguatkan kita, untuk meninggikan derajat kita. Jangan pernah takut. Pasrahkan saja semuanya kepada Allah SWT, tetaplah istiqomah dalam kebaikan. Allah akan menolong kita.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  3. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Seberapa lurusnya diri kita terhadap hidup, maka akan selalu mendapat ujian hidup. Karna pada dasarnya hidup itu identik dengan menghadapi masalah. Karena setiap masalah selalu ada harapan yang muncul. Kita harus terpacu untuk berkembang, bergerak, ini membuat kita dikatakan ‘hidup’. Berkembang, bergerak juga ada tantangannya. Inilah dibutuhkannya otak. Luas tidaknya otak seseorang diukur dari seberapa jauh jangkauan pikirannya yang sudah tersimpan didalam pengalaman hidupnya melalui belajar. Dengan belajar, kita bisa bersikap untuk menghadapi masalah yang ada. Tentunya dengan ilmu. Maka sebaik-baiknya hidup, haruslah mencari ilmu.

    ReplyDelete
  4. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Masalah dalam hidup sebenarnya jalan untuk kita menjadi pribadi yang lebih tegar dan menemukan seberapa jauh kita berusaha dalam menyelesaikan sebuah masalah. Tanpa adanya masalah dalam hidup kita, dapat mebuat kita sombong dan jauh dari rasa syukur terhadap Allah SWT. Memegang teguh hati dan pikiran dengan mandiri dan berhati nurani serta melakukan segala sesuatu dengan ikhlas dapat membentegi dari segala macam cobaan yang datang. Karena sesungguhnya Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya.

    ReplyDelete
  5. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Perbuatan manusia terdiri atas dua hal, yaitu perbuatan yang menguasai manusia dan perbuatan yang dikuasai manusia. Perbuatan yang menguasai manusia merupakan perbuatan yang memang di luar kehendak manusia. Sehingga, manusia tidak dimintai pertanggung jawaban tsb. Misalnya, kebakaran, kecelakaan, dll. Namun, manusia diberi bebas untuk memilih bentuk ungkapan terhadap kejadian tersebut. Apakah bersedih atau bersyukur.
    Adapun perbuatan yang dikuasai manusia, manusia bebas memilih perbuatan tersebut apakah perbuatan tersebut sesuai dengan perintah Allah atau melanggarnya. Dengan ini, manusia dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya tersebut.

    Dari hal di atas, maka kita berusaha untuk senantiasa bersyukur dan ikhlas menerima atas segala keadaan yang menimpa kita. Selain itu, dituntut untuk menuntut ilmu agama sehingga kita tahu perbuatan yang diperintahkan oleh Allah dan yang dilarang-Nya.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete

  6. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Seorang pemimpin yang baik adalah dirinya selalu menggantungkan urusan duniawi dan tak lupa akhiratnya hanya kepada Allah. Mengenai permasalahan yang kerap kali muncul, maka sebaiknya baik bagi pemimpin atau sebagai sorang manusia pun yaitu perlu berusaha, bertaqwa, dan memiliki rasa keikhlasan dalam menghadapi permasalahnnya. Selain itu juga perlu untuk mengetahui batas pikiran diri sendiri, supaya dapat lebih dikembangkan lagi.

    ReplyDelete
  7. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Setiap manusia pasti mengalami kejadian buruk/ujian hidup maupun kejadian yang menyenangkan. Apabila kita dihadapkan oleh suatu ujian hidup maka hendaklah kita ikhlas menerima dan menjalaninya, karena dibaik semua itu pasti ada hikmah yang dapat diambil. Tuhan memberikan ujian kepada manusia untuk menaikkan derajatnya. Dan Tuhan tidak akan pernah memberikan ujian hidup yang melebihi batas kemampuan seseorang.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  8. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam kehidupan pastilah selalu ada cobaan dan ujian yang menghampiri. Sebagai seorang manusia kita harus percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita. Cobaan yang Tuhan berikan merupakan sarana untuk kita meningkatkan derajat kita asalahkan kita melalui cobaan itu dengan kesabaran dan keikhlasan. Kita harus percaya bahwa sebesar apapun masalah atau cobaan yag menghadang kita, kita memiliki Tuhan yang Maha Besar. Oleh karena itulah kita harus senantiasa memohon petunjuk Nya dalam mengahdapi setiap cobaan.

    ReplyDelete
  9. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Dalam olah pikir saya, Dunia yang paling kecil adalah dunia yang ada dalam pikiranmu dan yang lain tak tahu akan duniamu, maka itulah batas duniamu. Berbeda ketika menjadi pemimpin, bahwa dunia pikiran dan hati dari sang pemimpin berefek pada dunia pikiran rakyatnya. Akan tetapi batas dunia pikiran pemimpin hanya ada pada dunia yang memberikan amanah pada pemimpin tersebut. Jadi dunia pemimpin pun mempunyai batasan, jadi dia tidak bisa menjangkau dunia yang lain. Seperti halnya pemimpin dunia barat tidak bisa keputusannya menjangkau dunia selatan. Akan tetapi dunianya raja bagian barat mempunyai efek tidak langsung pada dunia selatan. Mungkin ini adanya jargon dunia barat yang memunculkan jargon dunia selatan yang tertindas.

    ReplyDelete
  10. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Akan tetapi dari elegi ini, saya berolah pikir bahwa Kutarunggu Sang Rakata Transendenta merupakan sang pengemban amanah rakyat yang memilihnya dan mempercayai dunianya dapat menyejahterakan dunia rakyat yang memberikan kepercayaan padanya. Dalam menjadi seorang yang transenden, dia harus mampu menyelesaikan persoalan-persoalan dengan pendekatan yang dimilikinya berlandaskan pada pikiran dan hati yang ikhlas dan percaya bahwa Sang Khalik tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hambaNYA.

    ReplyDelete
  11. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Hal-hal buruk yang menimpamu itu tidak semata sebagai suatu yang negatif, tetapi jikalau engkau ikhlas maka hal yang demikian itu merupakan kelengkapan hidupmu. Ketika kita dihadapkan oleh suatu hal yang buruk, pasti kita akan berusahan untuk mencari solusi atau mencari cara untuk menyelesaikan hal yang buruk ini, ketika kita berhasil menyelesaikan hal yang buruk ini kita mempunyai kemampuan baru dalam menyelesaikan suatu masalah sehingga kelengkapan kitapun bertambah.

    ReplyDelete
  12. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Hal-hal buruk yang menimpa kita tidak selalu berarti negatif, apabila kita ikhlas dan selalu berserah kepada-Nya. Selama kita berada dalam kebajikan, memikirkan kebajikan dan melakukan kebajikan, maka bahkan ketika hal buruk menimpa kita, kita akan tetap mensyukurinya.
    Dalam hidup, setiap makhluk pasti mendapat ujian hidupnya masing-masing. Ujian hidup yang menjadikan kita lebih dekat kepada-Nya jauh lebih baik daripada segala bentuk kebahagiaan yang menjauhkan kita dari-Nya.

    ReplyDelete
  13. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Dalam hidup ini, manusia tidak akan pernah bisa terlepas dari permasalahan-permasalahan. Begitupun seorang pemimpin. Sebaik apapun seorang pemimpin, pasti akan datang kepadanya permasalahan-permasalahan yang menjadi ujian untuk meningkatkan levelnya. Maka jika kita ikhlas, percaya dan meyakininya, maka sebetul-betul yang terjadi adalah bahwa kita selalu terjaga atas kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  14. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs PM B

    Keburukan yang menimpa kita bisa merupakan balasan yang Allah segerakan terhadap perbuatan buruk kita. Namun, keburukan yang menimpa tidak selalu merupakan azab, melainkan ujian. Setiap orang tentu mengalami ujian di dalam hidupnya. Jenis ujian dan beratnya ujian bagi setiap orang pun berbeda-beda. Ujian bagi seorang pemimpin akan berbeda dengan ujian bagi seorang yang dipimpin, demikian pula seorang yang menunut ilmu juga akan menghadapi berbagai ujian. Semakin tinggi imannya akan semakin berat ujian yang harus dihadapi. Namun, Allah selalu memiliki rencana dibalik setiap ujian yang diberikan pada makhluknya. Selalu ada makna yang Allah selipkan. Oleh karenanya sifat keikhlasanlah yang dapat membuat manusia tetap bersabar dan tawakal dalam menghadapi setiap ujian yang datang. Ketika menghadapi ujian-ujian-Nya itu, kita hendaknya senantiasa memohon pertolongan Allah agar kita diberikan kekuatan dalam menghadapinya.

    ReplyDelete
  15. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai, pepatah tersebut sesuai dengan elegi diatas yang mana dikatakan keadaan terburuk apapuun yang kita dapatkan itu semua adalah balasan atas segala perbuatan buruk yang kita lakukan. namun balasan tersebut bukan berarti memberikan hukuman tapi sebagai bahan pembelajaran terhadap kita agar tidak mengulangi hal yang sama.

    ReplyDelete
  16. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Manusia diturunkan di bumi, dipercaya oleh Allah mengemban amanah sebagai khalifah. Dalam memenuhi tugasnya itu manusia diberi kewajiban untuk selalu berikhtiar dan kemudian menyerahkan hasil ikhtiarnya tersebut kepada Allah. Ikhtiar dalam mencapai suatu tujuan hidup, tentulah memiliki berbagai tantangan yang harus dihadapi, terkadang tantangan itu sulit hingga menyebabkan suatu kegagalan. Satu keyakinan bahwa Allah tak akan memberi cobaan di luar kemampuan manusia, oleh karena itu hadapi dengan hati yang ikhlas, sehingga dalam menghadapinya akan menghilangkan stigma yang ada.

    ReplyDelete
  17. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Manusia yang diberikan cobaan maka ia harus mengadapinya dengan ikhtiar, karena Allah S.W.T. tidak akan menguji hambanya di luar kemampuannya, yakin dan tanamkan di dalam pikiran bahwa Allah S.W.T. akan membantu dan memberikan kelancaran. Disetiap kesusahan pasti ada kemudahan. Oleh karena itu, tetaplah berdoa meminta pertolongan-Nya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  18. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Pada hakekatnya manusia tidak akan pernah menemukan ilmu yang benar-benar etis dan netral. Semua ilmu dimuati oleh nilai etika, dan etika yang paling benar adalah yang turun dari Tuhan dalam bentuk wahyu. Masalah dalam hidup sebenarnya jalan untuk kita menjadi pribadi yang lebih tegar dan menemukan seberapa jauh kita berusaha dalam menyelesaikan sebuah masalah. Tanpa adanya masalah dalam hidup kita, dapat mebuat kita sombong dan jauh dari rasa syukur terhadap Allah

    ReplyDelete
  19. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Kutarunggu Sang Rakata Transendenta merupakan sang pengemban amanah rakyat yang memilihnya dan mempercayai dunianya dapat menyejahterakan dunia rakyat yang memberikan kepercayaan padanya.Seorang pemimpin yang baik adalah dirinya selalu menggantungkan urusan duniawi dan tak lupa akhiratnya hanya kepada Allah. Mengenai permasalahan yang kerap kali muncul, maka sebaiknya baik bagi pemimpin atau sebagai sorang manusia pun yaitu perlu berusaha, bertaqwa, dan memiliki rasa keikhlasan dalam menghadapi permasalahnnya.

    ReplyDelete
  20. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Ada pepatah yang mengatakan bahwa semakin tinggi suatu pohon semakin kencang angin yang menerpanya. Begitupun dengan jabatan yang diamanahkan kepada kita akan menemui banyak cobaan baik itu sifatnya sebuah kesenangan ataupun sebuah musibah. Yang penting untuk kita perhatikan adalah sebagai pemimpin kita harus benar-benar bertanggung jawab atas kepemimpinan kita dan selalu mendahulukan kepentingan rakyat daripada kepentingan yang lain. Dan mengenai cobaan yang menimpa dalam suatu kepemimpinan, sebagai umat yang beriman kita harus yakin bahwa Allah SWT tidak akan memberikan cobaan kepada hamba Nya di luar kemampuannya.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  21. Manusia seharusnya selalu berada dalam kebaikan, memikirkan kebaikan dan melakukan kebaikan. Namun jika terjadi hal-hal buruk yang menimpa kita itu semua diluar kuasa kita. Hal-hal buruk itu bukan semata-mata sebagai sesuatu yang negatif karena jika kita ikhlas meneriamnya sebagai suatu ujian, kita bisa mengambil hikmah dari hal tersebut sebagai pelajaran dan pelengkap hidup kita. Sebagai manusia kita harus terus berikhtiar dan melakukan yang terbaik, selebihnya apapun yang terjadi kita harus bertawakal dan menyerahkan semuanya pada kekuasaan Tuhan. Pegang teguhlah hati dan pikiran kita dalam keadaan cendekia, mandiri dan bernurani. Sebarkan dan amalkan kebaikan kepada semua orang, maka hal yang demikian itu akan menjadi benteng bagi kita dalam menghadapi segala cobaan.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  22. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Masalah dan kehidupan adalah 2 hal yang tak dapat dipisahkan. Masalah adalah ketika kenyataan tidak seperti yang diharapkan, yang menentukan kesuksesan kehidupan adalah bukan dari betapa besar-kecilnya masalah yang kita alami tapi bagaimana respon kita ketika menghadapi masalah, apakah kita menjadikan masalah sebagai tembok yang membatasi diri kita untuk bergerak bebas atau menjadikan masalah sebagai batu loncatan yang dapat membuat kita bisa melompati sesuatu yang lebih tinggi. Kiranya kita semua dapat berpikir secara kritis dan dapat melihat setiap masalah dari sisi positif sehingga mampu menghadapi setiap ujian-ujian (masalah) dalam kehidupan sambil menyadari bahwa Tuhan YME tidak akan memberikan ujian yang melebihi kemampuan kita.

    ReplyDelete
  23. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Sang rakata transenden adalah sosok yang bekerja ikhlas, amanah, jujur, adil, bermoral, santun, bijasana, penyayang, dan segala sifat baik yang ada disematkan kepadanya. Pemimpin yang paham akan hakikat amanahnya. Dia tidak mencari kekuasaan, namun kekuasaan tersebut yang ternyata datang kepadanya. Begitu banyak realitas yang terjadi, apalagi saat pilkada, kekuasaan diperebutkan, dicari dengan sekuat tenaga, bahkan dibeli dengan harta. Demi sebuah kekuasaan dan tidak dengan lata belakang etika dan moral serta cita-cita membangun kesejahteraan. Maka bukanlah seorang rakata transenden, namun sang powernow.

    ReplyDelete
  24. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Manusia itu mudah tidak konsisten, banyak kasusnya. Saat pagi putih, disaat sore berubah hitam. Diwaktu siang hitam, diwaktu malam putih. Sejatinya semua manusia memiliki sisi baik, apalagi dirinya tidak dalam stigma buruknya. Namun ketidak teguhan dirinya dalam olah pikir dan olah hati, ditambah hatinya tidak bersih, maka godaan buruk bertambah kuat di dalam dirinya. Maka bersihkanlah hati, dan olah pikirlah yang benar. Sinkronkan keduanya untuk menemukan diri yang dekat dengan sifat ketuhanan, yaitu sang transenden.

    ReplyDelete
  25. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat memimpin rakyatnya menuju kemajuan yang baik. Jikalaupun ada yang tidak senang dengan seorang pemimpin sangatlah wajar. Setiap manusia memiliki karakteristik dan pandangan yang relatif berbeda. Sebagai seorang pemimpin, kita jangan memandang kehidupan hanya dari satu sudut pandang saja. Kita harus bisa membuka pikiran kita untuk menghadapi suatu masalah.

    ReplyDelete
  26. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    dengan melakuakn kebajikan, maka kebajikan itu akan mengarahkan kita kepada kebajikan yang lain. Tidaklah seseorang diuji melebihi kemampuannya. Itu pulalah yang kuanggap dengan apatheia. Bahwa segala macam cobaan itu bisa diselesaikan karena kita dibekali kemampuan untuk menyelesaikannya. Kecuali ia tidak ingin menggunakan kemampuan itu. Menembus batas dengan sikap apatheia itu akan menuntun seseorang ke arah transenden.

    ReplyDelete
  27. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Transcendentalists believed that society and social institutions such as organized religion and political parties corrupt the purity of individuals. The guiding principle of transcendentalism, therefore, is the belief that people are at their best when they are self-reliant and independent. Emerson's 1842 lecture "The Transcendentalist" summed up the movement's values. However, since the vast majority of transcendentalists were nonconformists and eccentrics, Emerson's work did not purport to speak for the entire movement. However, it is possible to identify some basic beliefs and principles by reading the works of other group members and coupling this with an understanding of their sources and influences.

    ReplyDelete
  28. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Transcendentalists believed that society and social institutions such as organized religion and political parties corrupt the purity of individuals. The guiding principle of transcendentalism, therefore, is the belief that people are at their best when they are self-reliant and independent. Emerson's 1842 lecture "The Transcendentalist" summed up the movement's values. However, since the vast majority of transcendentalists were nonconformists and eccentrics, Emerson's work did not purport to speak for the entire movement. However, it is possible to identify some basic beliefs and principles by reading the works of other group members and coupling this with an understanding of their sources and influences.

    ReplyDelete
  29. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Positive thinking sebuah sikap memandang dan memikirkan sesuatu secara positif merupakan jalan menuju keikhlasan. Maka jika dipahami secara mendalam segala ujian dan cobaan itu datangnya dari Allah SWT sehingga jika kita berfikir bahwa itu merupakan sebuah kuasa-Nya, kita harus memahmi sakit yang kita rasakan darti cobaan itu adalah sakit bersama Allah dalam artian kita ikhlas menjalaninya semata-mata demi menggapai ridho-Nya jadi sakit yang dialami dari cobaan itu secara hakekat adalah sebuah kenikmatan anugerah yang diberikan-Nya kepada kita.

    ReplyDelete
  30. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Banyak hal yang terkadang terlihat buruk, tetapi jika kita mampu memahami hikmah lebih mendalam kita dapat menemukan sesuatu hal yang berharga. Sejatinya kejadian buruk yang menimpa kita tidak selalu merupakan hal negatif. Namun bisa jadi musibah tersebut sebagai suatu ujian bagi hidup kita, dan jika kita mampu melewatinya dengan ikhlas, Allah akan mengangkat derajat kita. maka sebaiknya selalu berbaik sangka lah pada apa yang terjadi dalam hidup kita. yang wajib kita lakukan adalah teruslah berbuat dalam hal kebaikan. Karena apa yang kita perbuat adalah apa yang akan kita dapat nantinya. Wallahua’lam...

    ReplyDelete
  31. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    sebenar-benar belajar ialah ikhlas. setiap manusia pasti mengalami yang namanya ujian, tidak ada ujian yang tidak bisa di lewati karena ujian diberikan karena kita mampu untuk melewatinya, dan ketika kita berhasil maka sebenarnya kita telah menjadi lebih baik lagi di mata Tuhan, atau dalam istilah meninggalkan sifat-sifat dunia dan menuju sifat-sifat transendent.

    ReplyDelete
  32. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Pada hakekatnya setiap manusia merupakan pemimpin dan setiap pemmimpin memegang amanah dan setiap amanah akan mendapatkan ujian, maka bagaimana kita menanggapi ujian tersebut apakah kita ikhlas ataukah kita malah berbalik menjadi orang kufur. pada dasarnya jika kita menggunakan hati dan pikiran kita yang jernih maka selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa, dan hikmah itu bertujuan untuk membuat diri kita menjadi lebih baik lagi atau membuat kita dari sifat-sifat dunia menuju sifat-sifat transendent. sebenar-benar hidup adalah untuk menjadi lebih baik dan meningkatkan keimanan kepada Tuhan YME yaitu Allah SWT.

    ReplyDelete
  33. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Hakikat cobaan adalah hiasan dalam menggapai cita-cita. Tidak akan orang menjadi lebih baik jika tidak ditempa. Tidak akan kita menemukan emas jika kita tidak susah payah mendulangnya. Tidak akan seonggok emas menjadi indah jika kita tidak mengikirnya pelan-pelan menuju bentuk yang kita inginkan. Prihatin dengan cara kita masing-masing.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  34. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Sifat spiritual yang paling tampak pada manusia adalah sifat transenden. Transenden berarti mengatasi atau melampaui hal baru yang belum ada dalam tahap hidup sebelumnya. Pada intinya manusia dapat mengatasi segala hal di luar hal yang pernah dijumpai dalam hidup melalui sifat transendennya. Dengan sifat transendennya pula manusia menjadi terbuka. seorang pemimpin itu adalah sang pengemban amanah. Sperti yang orang-orang katakan bahwa amanah tidak akan salah memilih pundak. Terkadang amanah memang terasa berat, namun seorang pemimpin harus ikhlas dan tawakal memegang keikhlasan pengikutnya untuk dipimpin.

    ReplyDelete
  35. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    Ikhlas, percaya dan yakin bahwa setiap yang kita lakukan, kita usahakan sesungguhnya muara akhirnya adalah bergantung pada ketentuan sang pencipta adalah kunci meraih dunia juga dunianya transenden. Dalam agama islam tawakal adalah menyerahkan semua yang diluar batas kemampuan daya upaya kita sebagai manusia kepada Allah SWT. Maka jika kita telah berusaha maksimal namun hasil yang terlihat belum sesuai dengan harapan dan tujuan maka yakinlah bahwa Allah SWT merncanakan sesuatu yang lebih baik darinya.

    ReplyDelete
  36. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Terkadang hal-hal buruk yang terjadi dalam kehidupan adalah sesuatu yang mampu mengajarkan kita, ambillah hikmah dari apa yang terjadi. Hal buruk menunjukan bahwa kita tidak boleh sombong kepada Tuhan. Kita harus selalu mensyukuri dan memohon pertolongan kepada-Nya.

    ReplyDelete
  37. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Sesuatu yang sudah terjadi sejak sekarang maupun masa lampau itu jelas merupakan takdir. Seseorang yang percaya dan beriman kepada takdir, ia akan selalu bersyukur atas apapun yang terjadi di waktu lampau yang jelas merupakan kehendak Tuhan. Ia tidak akan menyesali masa lampau yang sudah terjadi. Sebenar-benarnya hidup adalah sintesis interaksi antara doa dan ikhtiar. Dan sebenar-benar hidup itu adalah interaksi antara fatal dan vital, tiadalah engkau dirubah nasibnya oleh Tuhan kecuali engkau juga berusaha.

    ReplyDelete
  38. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Sebaik-baiknya kita telah menjalankan amanah yang diemban baik amanah terhadap diri sendiri maupun orang banyak, dengan penuh ikhtiar dan tawakal kepadaNya, tetaplah cobaan itu selalu ada dan datang untuk menguji umatNya. Maka untuk menghadapinya tetaplah berpegang teguh dalam hati dan pikiran ke dalam keadaan cendekia, mandiri dan bernurani.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id