Oct 28, 2012

Kutarunggu Konflik Diperbatasan




Oleh Marsigit

Stigmagata:
Hei..siapakah yang berdiri didepanku. Engkau telah menghalangi jalanku. Kalau engkau mau ikutlah aku, tetapi jika tidak, menyingkirlah dari hadapanku.



Cantralya:
Siapakah dirimu juga. Engkau mau kemana, jika melewati jalan yang ini maka engkau harus sebutkan maksud dan tujuanmu.

Stigmagata:
Kelihatannya aku sedang bertemu dengan orang yang membawa kuasa atau diberi kuasa atau sedang berkuasa atau sok kuasa. Jika engkau memang kuasa maka usirlah diriku jika engkau bisa.

Cantralya:
Kelihatannya aku sedang bertemu dengan orang yang membawa kuasa atau diberi kuasa atau sedang berkuasa atau sok kuasa. Jika engkau memang kuasa maka usirlah diriku jika engkau bisa.

Stigmagata:
Whe..lha kenapa engkau cuma menirukan saja ucapanku?

Cantralya:
Engka telah memproduksi stigma untuk melemahkanku. Maka aku kembalikan saja stigmamu itu.

Stigmagata:
Kelihatannya engkau waspada.

Cantralya:
Kelihatannya engkau kurang waspada.

Stigmata:
Whe..lha jawabanmu hanya kebalikan dari ucapanku saja.

Cantralya:
Kebalikan dari stigma itu stigma juga.

Stigmata:
Kelihatannya engkau berilmu.

Cantralya:
Kelihatannya engkau kurang berilmu.

Stigmata:
Whe... jawabanmu mengulang yang terdahulu.

Cantralya:
Diulang, diingkar, dibalik maka sebuah stigma tetaplah stigma.

Stigmata:
Engkau paham betul tantang diriku, padahal aku tidak mengetahuimu.

Cantralya:
Jangan lanjutkan perjalananmu. Aku tahu bahwa engkau akan mencari dan mencuri data ke Kutarunggu dan ke Hanuya. Maka enyahlah dirimu.

Stigmata:
Enyahlah dirimua

...
Enyahlah Cantralya..enyahlah Stigmata...enyahlah Cantralya...enyahlah Stigmata...enyahlah Cantralya...enyahlah...Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah....Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah...Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah....Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah Stigmata...enyahlah Cantralya...enyahlah Stigmata

49 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Elegi diatas membicarakan tentang hal-hal yang berkecamuk dipikiran manusia. Ketika stigma buruk sedang meracuni pikiran kita, terkadang kita sulit untuk berpikir jernih dan cenderung terjebak dalam stigma tersebut sehingga terjadi konflik antara hati dan pikiran. Dalam hati kita tidak ingin berpikir seperti itu namun disisi lain kita sudah terlanjur termakan oleh mitos-mitos yang beredar di ambang batas pikiran kita. Jalan satu-satunya adalah kita harus membalikkan stigma yang membawa pengaruh negatif itu keluar dari pikiran kita dengan mencoba memikirkan segala kemungkinan terbaik yang ada dan yang mungkin ada dalam dimensi ruang dan waktu. Selalu membentengi hati dengan ikhtiar dan doa, karena itu bisa membantu kita untuk menyelaraskan olah hati dan olah pikir kita. Selalu menyerahkan diri kepada Allah SWT dalam setiap hal yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  2. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Stigma merupakan ciri negatif yang ada pada diri seseorang. Dari elegi ini, terlihat bahwa stigmata ingin memberikan stigma untuk melemahkan Cantralya. Maka sebenar-benarnya hal yang harus dilakukan untuk melawan/ mengusir stigma adalah dengan menggunakan stigma juga.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  3. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    stigma adalah suatu hal yang dapat mempengaruhi kita dengan pengaruh terhadap pikiran dan terhadap hati, untuk melepaskan diri kita dari stigma-stigma negatif maka kita perlu berpikir secara kritis dan berhati yang bersih atau ikhlas, karena sebuah stigma, di putar, di balik, tetaplah sebuah stigma. dan stigma itu berfungsi untuk melemahkan apa yang ada di dalam diri kita.

    ReplyDelete
  4. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Kondisi pikiran kita melambangkan sehat tidaknya kita. Pikiran adalah akal, logika. Kondisinya pikiran merupakan akal, logika yang sudah bercampur dengan emosi. Ini merupakan hal penting dimana jika akal dan emosi menjadi satu akan menciptakan keseimbangan kondisi pikiran kita. Tetapi dengan catatan ‘akal yang cerdas’ dan ‘emosi yang positif’ yang harus diseimbangkan. Sehingga jika pemikiran negatif sudah tersimpan didalam pemikiran kita, akibatnya perkataan dan perbuatan negatif punya potensi untuk muncul. Stigma-stigma yang datang, seharusnya dicerna dahulu. Karena tidak ada stigma itu baik. Stigma melemahkan kondisi pikiran kita yang seimbang dengan noda hitam.

    ReplyDelete
  5. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Seseorang sering melakukan kebaikan dan keburukkan. Tidak selamanya yang baik akan berbuat baik terus menerus dan tidak selamnya yang buruk akan melakukan hal buruk terus menerus. Semua tergantung pada diri kita, sekuat apa kita dapat memfilter keburukkan yang ada untuk tidak dilakukan. Dan selalu berusaha untuk melakukan hal yang baik. Terkadang memang sering terbesit untuk melakukan hal yang buruk karena ada kesenangan yang ingin dicapai di dalamnya. Tapi kembali lagi kita harus memperkuat iman dan keyakinan kita. Karena semua dimulai dari hati dan niat. Niat yang baik akan membuat hati dan pikiran menjadi bersih dan jernih sehingga dapat melakukan kebaikan. Hati yang memiliki penyakit, akan menggoyahkan niat untuk berbuat baik dan akan melakukan keburukkan. Sehingga selalu mengingat untuk apa kita hidup dan kepada siapa nantinya kita akan dikembalikan.

    ReplyDelete
  6. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Elegi di atas merupakan kondisi yang berlawanan antara satu hal dengan hal lainnya. Stigma negatif yang bisa meracuni hati dan pikiran kita,. Kemudian ditambah dengan mitos-mitos yuang sudah tertanam dalam diri kita. Sehingga, hal tersebut membuat diri kita kurang terkontrol. Maka untuk menghindari hal tersebut, kita bisa melakukan istighfar agar dijauhkan dari hal tersebut dan sennatiasa mendekat kepada Allah dengan melakukan ibadah-ibadah sunnah.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  7. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dalam elegi ini akan dijelaskan kembali mengenai stiga, stigma merupakan suatu pandangan yang cenderung bernilai negative akan suatu hal. Stigma inilah yang kiranya akan membatasi langkah seseorang untuk menggapai logosnya. Karena, jika ia telah berkonflik dengan stigma, maka akan merugikan. Dalam agama kita telah diajarkan untuk berbaik sangka kepada sesama dan bukanlah untuk melakukan perbuatan buruk sangka (suudzon). Dan yang benar maka akan Allah tunjukkan benar, begitu pula dengan hal-hal yang salah. Ddemikianlah hidayah dari Allah, jika kita senantiasa mengharap dan meminta pertolongan kepadaNya.

    ReplyDelete
  8. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dalam menjalani hidup terdapat stigma-stigma yang dapat mempengaruhi kita. Tentunya stigma-stigma tersebut dapat memberikan dampak negatif terhadap diri kita. Untuk itu kita perlu membentengi diri dengan selalu memohon berdoa kepada Tuhan untuk selalu dilindungi dari stigma-stigma yang dapat merusak.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Stigma berasal dari pikiran yang tidak kritis disertai hati yang tidak bersih bersih. Stigma- stigma ini akan berusaha mempengaruhi kita dengan berbagai upaya. Oleh karena itulah kita harus selalu waspada terhadap stigma- stigma. Kita harus memiliki kesadaran bahwa mau diulang, diingkar, dibalik maka sebuah stigma tetaplah stigma. Oleh karena itulah untuk mengusir stigma- stigma itu dibutuhkan pikiran yang kritis dan hati yang bersih.

    ReplyDelete
  11. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Adanya Stigma karena adanya dunia yang saling mengintervensi satu sama lain. Mungkin juga stigma itu salah satu pelabelan yang diberikan orang satu ke orang yang lain. Stigma berasal dari pikiran yang tidak disertai hati yang bersih. Banyak sekali contoh stigma negatif baik di dunia pendidikan maupun di penelitian itu sendiri.

    ReplyDelete
  12. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Stigma yang sering terjadi dalam penelitian adalah terkadang kita berasumsi tanpa melakukan deep thinking tentang obyek penelitian di suatu tempat yang menghasilkan penelitian yang bersumber pada stigma negatif pada pikiran kita. Untuk itu, diperlukan pikiran yang positif dan kritis bersumber pada hati yang ikhlas sebelum berujung pada stigma stigma yang membawa pada kemudharatan.

    ReplyDelete
  13. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Dalam dunia pendidikan, stigma yang terjadi adalah ketika guru menganggap bahwa murid ini terlalu bodoh untuk memahami apa yang disampaikan. Padahal, kalau kita berefleksi kita seharusnya mencari sumber dari dunia siswa, apakah metode bermasalah? instrumen bermasalah? atau ada apa. Kembali lagi ke dalam pikiran kritis yang bersumber pada hati yang ikhlas. Ikhlas mau mencari, meneliti dan mengevaluasi.

    ReplyDelete
  14. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Dalam elegi di atas, yang sangat menarik untuk saya adalah perkataan Cantralya, “Diulang, diingkar, dibalik maka sebuah stigma tetaplah stigma”. Ya, stigma ibarat tanda lahir adalah sesuatu yang melekat pada diri seseorang. Sulit mengubah pandangan orang lain yang telah melekat, karena jangankan mengubah pikiran orang lain, mengendalikan pikiran kita sendiri saja terkadang sulit. Maka benarlah jika dikatakan bahwa stigma tetaplah stigma meski diulang, diingkar atau dibalik. Tak ada yang perlu diperdebatkan tentang ini.

    ReplyDelete
  15. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Untuk menghalau para stigma yaitu dengan selalu berpikir kritis dan berhati bersih atau ikhlas. Stigma selalu menggoda manusia dengan pikiran tidak kritis dan hati yang kotor atau tidak ikhlas, ketika kita berhenti untuk berpikir kritis dan mulai tidak ikhlas maka siap-siaplah stigma akan menyerang diri kita dan dapat membuat kita pesimis, takut, ceroboh, dan lainnya.

    ReplyDelete
  16. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Dalam elegi ini dapat kita lihat bahwa cantralya berusaha mengusir stigma dengan membalikkan stigma tersebut. Namun diulang, diingkar, dibalik maka sebuah stigma tetaplah stigma. Karena stigma tercipta dari hati dan pikiran yg kotor. Oleh karena itu untuk dapat mengusirnya kita harus dapat menguraikan stigma ke dalam komponennya, yaitu hati dan pikiran. Jadi jika kita ingin benar-benar dapat mengusir stigma kita harus menggunakan hati yang bersih dan berpikir kritis.


    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  17. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs PM B

    Konflik antara Stigmagata dan Cantralya seperti menggambarkan konflik yang terjadi di dalam hati kita masing-masing ketika sedang menolak suatu keburukan yang datang untuk mengotori hati. Namun, meski begitu, stigma akan tetap terus menerus menggoda hati kita. Stigma tersebut dapat muncul dalam bentuk yang berbeda-beda. Maka jika kita tidak bisa membentengi hati kita kita akan mudah terpengaruh oleh stigma negatif. Oleh karenanya agar tidak masuk dalam perangkap stigma, kita harus selalu mawas diri, berpikir kritis, dan selalu memohon pertolongan Allah SWT.

    ReplyDelete
  18. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPS Pendidikan Matematika B 2016

    Yang dapat dipetik dari elegi diatas adalah stigma adalah suatu hal yang dapat mempengaruhi kita dengan pengaruh terhadap pikiran dan hati, berpikir secara kritis dan berhati yang bersih atau ikhlas adalah salah satu cara kita untuk melepaskan diri kita dari stigma yang negatif tersebut serasa berlindung dalam naungan Allah SWT.

    ReplyDelete
  19. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Elegi konflik ini menunjukkan konflik perbatasan antara stigma dengan pikiran dan hati yang bersih. Perbatasan tentulah memiliki sifat yang memuat kedua unsur yang dibatasi. Stigma yang selama ini dianggap sebagai hasil pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Namun bagaimanapun jika dalam perbatasan, tentu sulit untuk mutlak menolak stigma. Dalam usahanya penolakan terhadap stigma masih dipengaruhi oleh stigma itu sendiri. Sehingga dalam perbatasan pasti rentan dengan konflik yang disebabkan oleh kebingungan itu sendiri. Sehingga sebenarnya perbatasan itu sendiri sebenarnya adalah stigma, yang memiliki pikiran kalut dan hati yang kotor. Semoga kita bukan menjadi orang yang tanggung dalam menolak stigma, namun benar-benar menghilangkan stigma.

    ReplyDelete
  20. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Dengan ilmu yang kita miliki maka kita akan mudah menghindar dari stigma, kita akan bisa melemahkan stigma dengan dengan menggunakan stigma juga. Tetaplah berusaha agar stigma tidak dapat masuk dan mempengaruhi kehidupan kita.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  21. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Dari elegi ini, terlihat bahwa stigmata ingin memberikan stigma untuk melemahkan Cantralya. Maka sebenar-benarnya hal yang harus dilakukan untuk melawan/ mengusir stigma adalah dengan menggunakan stigma juga.Ketika stigma buruk sedang meracuni pikiran kita, terkadang kita sulit untuk berpikir jernih dan cenderung terjebak dalam stigma tersebut sehingga terjadi konflik antara hati dan pikiran. Dalam hati kita tidak ingin berpikir seperti itu namun disisi lain kita sudah terlanjur termakan oleh mitos-mitos yang beredar di ambang batas pikiran kita.

    ReplyDelete
  22. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Stigma berasal dari pikiran yang tidak kritis disertai hati yang tidak bersih bersih. Adanya Stigma karena adanya dunia yang saling mengintervensi satu sama lain. Mungkin juga stigma itu salah satu pelabelan yang diberikan orang satu ke orang yang lain.Stigma inilah yang kiranya akan membatasi langkah seseorang untuk menggapai logosnya. Karena, jika ia telah berkonflik dengan stigma, maka akan merugikan.

    ReplyDelete
  23. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Stigma merupakan sesuatu hal yang yang biasanya berkonotasi negatif, meskipun masih ada stigma-stigma yang sifatnya positif. Dalam kehidupan ini, seringkali stigma yang sifatnya negatif melanda hati atau pikiran kita. Ketika stigma telah meracuni pikiran kita, maka seseorang akan susah untuk berpikiran jernih dan akan bertolak belakang dengan apa yang ada di hati kita. Sehingga dengan demikian apabila kita menghadapi masalah maka kita akan melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Oleh karena kita harus senantiasa waspada, berikhtiar, dan berdoa agar kita selalu berada dalam lindungan Allah SWT sehingga dalam menjalani kehidupan kita bisa terhindar dari stigma-stigma negatif yang ada yang dapat merusak tatanan kehidupan baik itu kehidupan beragama maupun kehidupan sosial.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  24. Elegi ini bercerita tentang stigma. Stigma merupakan pandangan terhadap suatu hal yang cenderung bersifat negatif. Stigma berusaha mempengaruhi hati dan pikiran manusia untuk berbuat yang kurang baik. Hati dan pikiran seringkali berkecamuk dan tergoda untuk melakukan stigma-stigma yang kurang baik, sesuatu yang melewati batas dan menentang norma-norma yang ada. Oleh karena itu kita harus terus memelihara pikiran dan hati kita untuk tetap kritis dan bersih agar terhindar dari sigma-stigma buruk tersebut. Karena hanya dengan pikiran dan hati yang bersih kita bisa melidungi diri kita dari stigma-stigma tersebut.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  25. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Stigma adalah merupakan ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungan.Dalam kehidupan kita tidak bisa untuk selalu terhindar dari stigma karena sifat dasar kita sebagai manusia yang terbatas, yang bisa kita lakukan adalah dengan menjaga hati agar selalu bersih dan ikhlas dan terus berpikir dengan kritis serta tetap menjaga hubungan yang dekat dengan Tuhan YME karena hanya di dalam Dialah ada keselamatan yang sebenar-benarnya.

    ReplyDelete
  26. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Kehidupan memang penuh dengan masalah. Masalah tersebut bisa menjadikan kita sebagai manusia yang kuat, yang tangguh, ikhlas, dan bersyukur. Apapun masalah yang menimpa kita, kita harus tetap menghadapinya dengan hati suci dan pikiran yang kritis agar kita tidak terjerumus pada stigma-stigma.

    ReplyDelete
  27. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Elegi diatas mengkisahkan tokoh stigmagata dan cantralaya. Dua orang yang saling membenarkan dirinya satu sama lain. Namun sebenarnya sama saja. Stigma memiliki komponen hati dan pikiran. Pikiran yang tidak kritis dan hati yang tidak bersih adalah stigma. Maka itulah kemunduran peradaban manusia. Fungsi utama dalam dirinya yaitu pikiran dan hati tidak digunakan sebagaimana fungsinya.

    ReplyDelete
  28. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Kemajuan sains dan teknologi pada masa sekarang ini sebagai indikasi tentang hidupnya peradaban tersebut. Diamana manusia yang ada didalamnya masih menggunakan akal dan pikirannya untuk menentukan masa depannya. Dan perdamaian yang kita rasakan sebagai infestasi kebersihan hati orang orang yang perduli dengan nilai kehidupan. Maka kemajuan kita saat ini, dan majunya peradaban masa depan ditentukan lagi oleh baik dan buruknya stigmanya.

    ReplyDelete
  29. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Bahwa pikiran kritis itu mampu menangkal setiap stigma. Seperti yang pernah diungkapakan sebelumnya bahwa untuk mengusir yang namanya stigma adalah dengan menggunakan pikiran yang kritis dan hati yang ikhlas. Tidaklah suatu kemungkaran dapat dicegah melainkan dengan pikiran yang kritis dan hati yang bersih lagi ikhlas.

    ReplyDelete
  30. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Don’t make negative thoughts personal, because they are not being thought by who you really are. This may sound confusing if you are identified with the part in you that thinks negative, imaging it to be you. Actually, the energy, or the consciousness, in you that thinks negative thoughts is what I refer to as the “Ego”. Whenever this energy is active, it stands out in your space. Who you are is pure positive energy, so the “Ego”, when it’s active, will always stand out as a “sore thumb” in your consciousness.

    ReplyDelete
  31. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Stigma bila bercermin tetap wujudnya berupa stigma juga meskipun stigma bercermin pada seseorang yang berfikir kritis dan berhati nurani ikhlas hasil yang drefleksikan cermin tetap berupa stigma juga, dan ini menjelaskan bahwa sebenar-benar diri kita itu adalah cerminan dari fikiran dan hati.

    ReplyDelete
  32. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Seringkali dalam kehidupan stigma negatif datang pada kita yang sangat mengacaukan kehidupan. Stigma datang tanpa mau mengetahui fakta dibaliknya, maka untuk menghindari para stigma adalah dengan selalu berpikir kritis dan berhati bersih atau ikhlas. Karena stigma selalu datang dengan membawa pertentangan kepada diri kita, maka kita patut berwaspada terhadap pikiran dan hati kita sendiri. karena jika rusak pikiran dan kotor hati kita, maka hidup kita akan terancam hancur.

    ReplyDelete
  33. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    seperti yang di ungkapkan pada elegi sebelumnya bahwa sebetul-betul Kutarunggu itu adalah pikiran dan hatimu, maka sebenar-benar stigma akan selalu merusak kutarungu supaya tidak berkembang karena stigma merupakan pikiran yang tidak kritis dan hati yang tidak jernih, maka akan ada selalu konflik.

    ReplyDelete
  34. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Yang namanya hal yang terlanjur buruk, mau ditutup, mau disembunyikan, mau coba dimusnahkan seperti apapun, tetap tidak akan bisa. Setiap hari kita akan selalu ingat dan dihantui perasaan-perasaan bersalah dan tidak menyenangkan. Kita tidak bisa membalikkan waktu sebelumnya. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  35. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Ada beberapa faktor penyebab berkembang atau tidaknya potensi hidup manusia. Antara lain dengan niat dari manusia itu sendiri. Apabila diikuti dengan tekad yang kuat maka tidak ada kata tak mungkin berbagai macam kemampuan dapat mereka kuasai. Akan tetapi jika potensi itu terus dipendam maka manusia tersebut hanyalah menjadi manusia yang tak berguna. implementasinya dalam kehidupan manusia di dunia adalah pikiran diumpamakan sebagai Stigmagata sedangkan hati diumpakan sebagai Cantralaya. Ketika pikiran mudah dipengaruhi oleh keadaan-keadaan di luar diri untuk menjadi negatif maka hati akan coba melindunginya sehingga nantinya pikiran akan berpikir kembali secara kritis. Maka yang paling di sini adalah bagaimana kita mampu untuk mengolah hati agar hati kita tetap dapat melindungi segala pikiran kita dari pengaruh buruk termasuk stigma itu sendiri. Semua itu dikembalikan kepada Tuhan Allah yaitu dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

    ReplyDelete
  36. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    saya kira elegi diatas memperingatkan kita bahwa stigma, kebalikan, ingkaran dari stigma juga tetaplah stigma. Merasa sudah menjadi guru yang baik maka itupun sigma. Maka selalu konsisten untuk terus mengembangkan diri dan profesionalisme keguruan dengan menjadi guru yang inovatif, kreatif adalah cara agar guru tidak terjaring stigma.

    ReplyDelete
  37. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Menurut saya, konflik yang dikatakan dalam artikel ini adalah perlawanan terhadap stigma yang selalu saja muncul dan menggoda manusia. Oleh sebab itu sebaiknya kita selalu memohon dijauhkan dari hati dan pikiran yang kotor untuk melawan stigma itu.

    ReplyDelete
  38. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Stigma yang berbaur pada hal negatif selalu datang dalam kehidupan untuk melemahkan kondisi kita dalam melangkah. Stigma sering menjadi permasalahan bagi diri kita sendiri apakah akan dilakukan atau tidak. Permasalahan terhadap stigma dalam diri bisa berupa perdebatan antara hati dan pikiran untuk merasakan dan memikirkan secara mendalam tentang dilakukan selanjutnya atau tidak.

    ReplyDelete
  39. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Stigma adalah pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Stigma dapat meracubi pikiran manusia. Sehingga manusia tidak dapat berpikir jernih. Pikiran yang teracubi oleh stigma sangat berbahaya. Hal ini memunygkinkan keputusan yang diambil bukanlah keputusan yang tepat karena racun stigma tadi.

    ReplyDelete
  40. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Stigma adalah pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Stigma dapat meracubi pikiran manusia. Sehingga manusia tidak dapat berpikir jernih. Pikiran yang teracubi oleh stigma sangat berbahaya. Hal ini memunygkinkan keputusan yang diambil bukanlah keputusan yang tepat karena racun stigma tadi.

    Hal yang dapat dilakukan untuk melawan stigma adlah menggunakan stigma juga. Suatu stigma dapat dihancurkan dengan melemahkan stigma tersebut. Cara untuk melemahkan stigma adalah menyerang dengan antonim atau kebalikan stigma tersebut.

    ReplyDelete
  41. Faqih Mu'tashimbillah
    12313244030
    Pendidikan Matematika Internasional

    Elegi ini menceritakan tentang perjalanan stigmata mencuri data ke kutarungu dank e hanuya. Makna dari elegy ini adalah stigma tetap saja stigma diulang-ulang, dibolak balik ataupun diingkar. Stigma adalah pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Stigma tetap saja bersifat jahat dan harus dimusnahkan. Hati yang kotor menimbulkan kedengkian dan maksud yang jahat. Hendaknya kita menjaga diri agar terhindar dari stigma-stigma negatif yang ada di sekitar kita.

    ReplyDelete
  42. Elegi diatas menceritakan tentang dua tokong yang saling bersikeras membenarkan dirinya dengan apa yang dimilki, tapi sebenarnya sama saja. Seseorang yang memiliki perbedaan antara hati dan pikiran akan mempengaruhi terhadap moralnya dan menyebabkan kehancuran dalam peradaban manusia, maka kita sebagai manusia yang manusiawi harus menyeimbangkan keduanya agar kehidupan kedepannya lebih terarah dan gunakan hati untuk selalu berniat bersih sehingga akan menimbutkan perbuatan yang mulia.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP KElas A
    16701261024

    ReplyDelete
  43. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016
    Stigma merupakan suatu pandangan dan pengaruh negatif yang menggerogoti hati dan pikiran manusia. Stigma juga dapat diartikan sebagai tanda bahwa seseorang dianggap ternoda dan karenanya mempunyai watak yang tercela. Dalam hidup manusia seringkali dipengaruhi oelh stigma negatif dalam dirinya ataupun merupakan pengaruh dari orang lain. Alangkah baiknya jika manusia lebih bijaksana dalam menerima stigma-stigma agar tidak menjadi “kotoran” dalam hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  44. Sebuah konflik dalam diri sendiri dan sebuah keangkuhan muncul sebagai stigma. Bagaimana mengalahkan keangkuhan diri sendiri tidaklah mudah.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  45. Setiap insan pasti memiliki stigma. Prasangka buruk, memandang rendah orang lain dan merasa unggul dari yang lain telah merasuki kapan dan dimana saja. Mencoba untuk menjadi ikhlas adalah utama, namun perlu dilatih dengan pengalaman.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  46. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Stigma akan selalu berusaha untuk menggoda kita. Stigma dapat muncul dalam bentuk yang berbeda-beda. Oleh karenanya agar tidak masuk dalam perangkap stigma yang perlu diperhatikan adalah kewaspadaan kita. Jangan sampai lengah dan masuk ke dalam jebakan stigma

    ReplyDelete
  47. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh

    Stigma adalah salah satu contoh kecil sifat manusia yang tercela dan kadang kita kerap melakukannya. Maka diluar stigma ada banyak sifat tercela lainnya. Namun hidup kita tidak hanya dipenuhi oleh keburukan, kebaikan pun ada. Maka agar hidup kita sehat, penting untuk kita melihat ke dalam hati, bercermin dan jangan sampai setan menguasai hati. Ingat ada surga menanti bagi ia yang beriman dan bertakwa.


    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  48. Bismillah Berkah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh¬
    stigma merupakan suatu pandangan yang cenderung bernilai negative akan suatu hal. Stigma membuat kita berburuk sangka kepada yang lain. Maka hal tersebut berbahaya bagi kehidupan kita. Sehingga untuk menghindari hal tersebut, kita bisa melakukan istighfar dan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.


    Wallahualambishowab
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  49. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Menyelaraskan hati dan pikiran, hal ini sangat dibutuhkan dalam proses hidup kita. mampu menggunakan hati yang bersih dan pikiran yang jernih. hal-halnya mengandung stigma negatif mampu kita hindari dengan menggunakan hati dan pikiran yang selaras dan jernih. hati bisa menguatkan dan menyakinkan kita terhdapa suatu pilihan yang kita ambi, pikiran dapat memberikan gamabran yang akan terjadi pada saat kita mengambil keputusan itu. jadi bila telah berikhtiar kepada Allah dan menggunakan hati dan pikiran yang jernih dalam memilih suatu pilihan, maka selanjutnya yaitu berlaku ikhlas terhadap apa yang akan terjadi setelahnya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id