Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 8: Memanipulasikan Ruang dan Waktu 1




Ass, khusus untuk Mahasiswa S2 P. Sain dan S2 P Matematika:

Manipulasikanlah Ruang dan Waktu Absolut sehingga anda bisa mendefinisikan Dunia sebagai Ruang dan Waktu Relatif. Bisa menggunakan referensi.

Demikian selamat mencoba, semoga bermanfaat. Amin.

Marsigit

44 comments:

  1. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Dalam kehidupan pasti sudah terletak dalam dimensi ruang dan waktu. Tidak mudah untuk terampil menyesuaikan diri denga ruang dan waktu, tetapi jika kita mau berusaha tentunya kita akan mampu untuk mencapainya. Ruang dan waktu yang absolute menjadi ruang dan waktu yang relatif untuk menjadikan sesuatu yang bermanfaat dalam kehidupan. Karena banyak orang yang lalai dalam memanfaatkan ruang dan waktunya dengan baik. Seseorang yang tidak mau menyesuaikan dengan ruang dan waktu, maka dia masih memiliki sifat egois dan sombong. Ruang dan waktu yang relatif kita bisa mengetahui keadaan yang sebenarnya dan dengan begitu terasa indah untuk dinikmati.

    ReplyDelete
  2. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Ruang dan waktu bisa juga bersifat relatif. Ruang bergantung pada pengamatnya. Ruang merupakan semacam hubungan antara benda-benda yang diukur dengan cara-cara tertentu. Dengan demikian apabila pengukurannya dilakukan dengan cara berbeda maka hasilnya akan berbeda. Waktu bersifat relatif karena hasil pengukurannya terhadap hubungan yang menyangkut waktu bergantung pada pengertian keserampakan, apabila sesuatu terjadi misalnya ledakan maka kuatnya bunyi akan berbeda di berbagai tempat.

    ReplyDelete
  3. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Elegi memanipulasi ruang dan waktu, keduanya itu adalah suatu keadaan dimana manusia selalu berdampingan dengannya. Ruang dan waktu bersifat relative, tergantung bagaimana kita menyikapinya dan memanfaatkannya. Kita sebagai manusia hendaknya dapat menggunakan waktu sebik mungkin agar kita tidak merasa rugi dengan waktu yang kita gunakan selama ini. Gunakanlah waktu yang kita miliki dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat baik untuk orang lain maupun untuk diri sendiri. Selain itu terkait dengan ruang kita harus tahu dengan siapa kita berbicara, dengan siapa kita bertindak dan berhadapan agar kita dapat memposisikan diri sebagaimana dengan lawan bicara kita. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus memnfaatkan waktu sebaik mungkin supaya kita bukan termasuk orang yang merugi.

    ReplyDelete
  4. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Ruang dan waktu adalah 2 konsep yang saling berhubungan, kita mengerti ruang karena adanya waktu dan kita mengerti waktu karena ada ruang dalam arti yang seluas-luasnya. Apabila kita melakukan manipulasi ruang dan waktu, misalnya tidak ada ruang, maka dekat dan jauh ada disini. Sehingga jika ruang ditiadakan, maka sudah disebut kiamat dan menjadi blackhole. Misal sekarang waktu ditiadakan, awal dan akhir jaman itu menjadi sekarang, Ilmuwan lahirnya sekarang, matinya juga sekarang, sehingga kiamat juga dan tidak ada kehidupan.

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016

    Ruang dan waktu adalah suatu keadaan keterkaitan antara satu hal dengan yang lainnya. Ruang merupakan tempat berlangsungnya suatu kejadian dan waktu merupakan penanda akan kejadian tersebut berlangsung. Ruang dan waktu tidak dapat dipisahkan dan juga tidak dapat diabaikan karena dalam hidup ini kita yang ada dalam alam semesta ini pasti menempati suatu ruang dengan berbagai kondisi kita, dimana kesemuanya itu direkam dalam perjalanan waktu.

    ReplyDelete
  7. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Kita dikatakan sopan santun terhadap sesuatu jika kita sadar dan sesuai dengan ruang dan waktu sesuatu tersebut. Ruang dan waktu bisa absolut bisa juga relatif, tergantung pada sudut pandang subjektifitas masing-masing. Dunia tertentu pada ruang dan waktu yang absolut adalah dunia tertentu yang ada pada ruang dan waktu pada saat itu. Jika dunia dilihat secara keseluruhan maka dunia menjadi pada ruang dan waktu yang relatif.

    ReplyDelete
  8. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Leibniz yang mengatakan ruang dan waktu adalah ideal dan relatif. Ruang dan waktu hanya berkaitan dengan penampakan monad, sehingga bersifat ideal dan tidak riil. Namun, Leibniz tidak beranggapan bahwa ruang dan waktu tidak nyata. Ia hanya menganggap hal itu relatif. Contohnya saja, seperti fenomena pelangi. Munculnya pelangi merupakan sebuah fenomena yang tidak bisa dikatakan riil. Hal itu hanya penampakan monad yang bersifat ideal, karena berkaitan secara relatif dengan sudut pandang masing-masing individu.

    ReplyDelete
  9. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016



    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Hakikinya semua yang ada di dunia itu relatif. Absolutnya dunia juga relative karena pikiran kita terbatas. Immanuel Kant mengatakan bahwa dunia itu tidak awal dan tidak punya awal. Punya akhir dan tidak punya akhir Namanya saja olah pikir. Maka berfilsafatlah dengan baik. Berbicara tentang ruang dan waktu maka tidak bisa dipisahkan. Untuk mengetahui waktu kita butuh ruang, untuk mengetahui ruang kita membutuhkan waktu. Maka sebenar benarnya hidup adalah hidup sesuai ruang dan waktu.
    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  10. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013


    Subyek dikatakan mampu bersikap sopan dan santun jika dia mampu menyesuaikan ruang dan waktu diaman dia berada. Dari pengertian di atas diketahui bahwa ruang dan waktu bersifat absolut. Namun ruang dan waktu dapat menjadi relatif jika kita pandang dengan subyektivitas masing-masing individu. Karean keadaan hati, pengalaman dan ilmu masing-masing individidu berbeda maka ruang dan waktu relatif adalah tergantung dari pandangan masing-masing individu.

    ReplyDelete
  11. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Dipahami secara umum Ruang dan waktu absolut adalah gambaran keabadian yang tidak pernah berhenti maupun tidak pernah memiliki batasan akhirnya. Secara filsafati, kondisi absolutnya ruang dan waktu memikirkan dirinya sebagai objek tetap dan tidak mengalami degradasi fisik. Sehingga kenyataan bahwa konstruksi absolut ruang dan waktu merupakan visi analitik aprioari yang menjadi pengetahuan tetap.

    ReplyDelete
  12. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Olah pikir dapat membentuk suatu konsep didasari kemampuan analitik dan penalaran tinggi. Menempatkan objek ruang dan waktu dalam pikiran membutuhkan konsep ruang dan waktu, sehingga pengetahuan tentang konsep tersebut akan mendefinisikan ruang dan waktu absolut.

    ReplyDelete
  13. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Ruang dan waktu yang absolut adalah ruang dan waktu yang masih pada batasan-batasan definisi. Ruang yang terbatas pada dua dimensi, tiga dimensi, dan seterusnya masih tetap bisa didefinisikan. Waktu yang berlalu setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, dekade, bahkan abad pun masih dapat didefinisikan. Sejauh ruang dan waktu masih dapat didefinisikan maka sifatnya absolut. Ruang dan waktu bisa menjadi relatif ketika definisinya tak lagi dapat dibatasi. Sama halnya dengan ruang dan waktu dalam filsafat, ruang dan waktu yang dilambangkan dengan bahasa analog, definisinya tak lagi mempunyai batas, sehingga sifatnya relatif, bisa berlaku kapan saja dan dimana saja. Hanya bergantung pada pemahaman masing-masing individu mengenainya.

    ReplyDelete
  14. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Jika melihat dari sisi manusia maka segala sesuatu itu termasuk ruang dan waktu adalah bersifat rrelatif, seperti kata Einstein, ruang dan waktu yang absolut berdasarkan manusia juga disebut relatif. sehingga absolutnya ruang dan waktu itu ialah kedudukan ruang dan waktu tersebut. sedangkan pemahaman tentang ruang dan waktu tersebut adalah relatif.

    ReplyDelete
  15. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Waktu muncul sebagai hasil perbandingan antara beberapa ilusi yang tersimpan di dalam otak. Bila seseorang tidak memiliki memori, maka otaknya tidak dapat melakukan interpretasi seperti itu sehingga persepsi tentang waktu tidak terbentuk. Alasan seseorang menyatakan dirinya berumur 30 tahun hanyalah karena ia telah mengakumulasi informasi berkaitan dengan 30 tahun tersebut di dalam otaknya. Bila memorinya tidak ada, maka ia tidak akan berpikir tentang keberadaan periode yang telah berlalu dan ia hanya akan mengalami momen” tunggal yang sedang dijalaninya. Relativitas waktu tidak disebabkan oleh perlambatan atau percepatan jam, atau perlambatan pegas mekanis alat penghitung waktu. Relativitas ini merupakan hasil perbedaan waktu operasi sistem materi secara keseluruhan, termasuk di dalamnya partikel-partikel sub atom. Dengan kata lain, bagi yang mengalaminya, perlambatan waktu bukan berarti menjalani kejadian seperti dalam film gerak lambat. Dalam keadaan di mana waktu memendek, detak jantung, replikasi sel, fungsi otak dan segala sesuatunya berjalan lebih lambat daripada manusia yang bergerak di bumi. Orang tersebut akan menjalani kehidupan sehari-hari tanpa menyadari sama sekali adanya pemendekan waktu. Pemendekan waktu tersebut tak akan terlihat jelas, sampai dilakukan perbandingan. (http://id.harunyahya.com/id/Buku/3014/fakta-fakta-yang-mengungkap-hakikat/chapter/10491)

    ReplyDelete
  16. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Menurut Newton ruang dan waktu bersifat absolut dengan mengemukakan hukum gerakan yang hakiki dari fisika kuno sebagai berikut: “Suatu benda terus berada dalam diam atau bergerak, kecuali mendapat pengaruh dari suatu keadaan yang terdapat di luar dirinya.” sehingga ruang dan waktu benda tersebut bersifat absolut asalkan tidak ada pengaruh dari keadaan luar sedangkan Einstein berpendapat bahwa ruang dan waktu bersifat relatif. dimana ruang itu bergantung pada pengamatnya. Ruang merupakan semacam hubungan antara benda-benda yang diukur dengan cara-cara tertentu. Dengan demikian apabila pengukurannya dilakukan dengan cara berbeda maka hasilnya akan berbeda. dan waktu sifatnya relatif ,misalnya apabila terjadi ledakan maka kuatnya bunyi akan berbeda di berbagai tempat. sehingga menurut Einstein tidak ada waktu yang bersifat absolut dan tidak ada ruang yang terpisah dari waktu yang ada hanya ruang-waktu.

    ReplyDelete
  17. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Waktu adalah relatif, ilmuwan fisika Einstein bahkan mampu menemukan rumus relativitas, pada praktiknya hal itu memang benar bahwa waktu berjalan terasa berbeda antara individu satu dengan individu lainnya.

    ReplyDelete
  18. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Waktu yang relatif dapat dirasakan ketika bermain, misalkan sepakbola. Ketika skor 1-0 dan memasuki injury time 5 menit, maka waktu 5 menit akan terasa lama oleh tim yang menang sementara 5 menit menjadi waktu yang sedikit bagi tim yang kalah.

    ReplyDelete
  19. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Ruang yang realtif pun demikian, suatu lapangan bola yang menurut pemain bola adalahhal yang biasa, akan terasa sangat luas bagi pemain futsal dan sebaliknya lapangan futsal yang dirasa biasa oleh pemain futsal, akan terasa sempit bagi pemain bola, yang berarti ruang mengikuti kebiasaan individunya.

    ReplyDelete
  20. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Apapun yang ada dan mungkin ada di dunia ini adalah relatif. Dunia itu adalah apa saja yang ada di pikiran kita. Pikiran setiap orang pasti berbeda-beda. Maka dunia itu berbeda tergantung pada pikiran seseorang. Selain itu, dunia itu juga berbeda relatif tergantung pada ruang dan waktu. Apa yang terjadi di dunia saat ini belum tentu sama dengan apa yang akan terjadi masa depan. Sederhana saja, sekarang dan nanti saja bisa berbeda tergantung konteks ruang, waktu dan pemikiran seseorang.

    ReplyDelete
  21. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Saya akan mencob berkomentar dengan mengaitkan pada Teori Pengeatuhan Immanuel Kant. Kant menganggap kondisi tertentu dalam pikiran manusia ikut menentukan konsepsi. Apa yang kita lihat dianggap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu yang disebut bentuk intuisi, mendahului setiap pengalaman. Ruang dan waktu bukanlah sesuatu yang dipahami, ruang dan waktu itu adalah alat persepsi. Oleh karena itu ruang dan waktu itu apriori. Memanipulasi ruang dan waktu sama dengan memanipulasi persepsi kita sendiri.

    ReplyDelete
  22. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Manusia dapat mengukur ruang dan waktu, hal ini berkaitan dengan logika manusia padahal dalam konteks logika Tuhan hidup adalah “satu detik”. Secara ilmiah ruang adalah tempat di mana benda-benda berada terkait oleh panjang, lebar, tinggi, dan volume. Sedangkan waktu adalah perpindahan saat ke saat lainnya. Menurut Newton ruang dan waktu adalah objektif, mutlak, dan bersifat universal. Ruang mempunyai tiga matra, yaitu atas-bawah, depan belakang, kiri kanan. Sedangkan waktu hanya bermatra depan belakang.Menurut Einstein ruang dan waktu bersifat relatif. Ruang bergantung pada pengamatnya, Waktu bersifat relatif karena hasil pengukurannya terhadap hubungan yang menyangkut waktu bergantung pada pengertian keserampakan, apabila sesuatu terjadi misalnya ledakan maka kuatnya bunyi akan berbeda di berbagai tempat. Pada dasarnya waktu tetap merupakan hal yag abstrak dan kosong. Waktu adalah intensitas yang berlangsung melalui diri sendiri. Manusia tidak bisa menjangkau, mengendalikan, apalagi membagi-baginya dalam kalender atau buku agenda. Yang terjadi sebaliknya, manusia terperdaya dan dikendalikan waktu. Karena itu, penyesalan selalu datang setiap akhir menandai bahwa kesadaran menusia tentang waktu terjebak pada pandangan materialisme. Segalanya seolah-olah bisa ditaklukkan termasuk waktu tetapi waktu bisa dikendalikan oleh manusia. Manusia menggunakan ruang atau tempat sebagai tempat tinggal dan melakukan interaksi antara satu dan yang lainnya. Manusia saling menyapa, berkenalan, menegur, dan saling berinteraksi. Manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia selalu berhubungan dengan manusia lainnya. Hubungan tersebut tercermin dalam hubungan interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan kunci dalam sendi-sendi kehidupan sosial karena tanpa interaksi, tidak mungkin terjadi aktivitas sosial.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  23. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Waktu itu relatif. Menurut Einstein waktu tidaklah mutlak, waktu yang mengitari si A bisa saja berbeda dengan waktu yang mengitari si B. Misalkan Jika si A berada pada pesawat dengan kecepatan yang tinggi sementara si B tetap "diam" maka waktu yg berjalan pada si A akan melambat. Einstein juga berpendapat bahwa yang bersifat mutlak adalah kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya menjadi besaran mendasar di alam semesta ini Bagaimanapun kecepatan pengamat, laju merambatnya cahaya selalu 300.000 km/detik.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  24. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Baik ruang maupun waktu, menurut Newton, dipahami sebagai sesuatu yang absolut, karena itu ruang dan waktu akan terus ada sekalipun semua materi di alam ini telah musnah. Namun nyatanya, baik ruang dan waktu terdiri atas persepsi, maka waktu bergantung sepenuhnya pada orang yang merasakannya.
    Contoh seseorang yang terkurung sendirian selama 3 jam dalam sebuah lift tanpa membawa apapun akan merasakan waktu berjalan begitu lsma dan ruang lift terasa sangat sempit. Sedangkan seseorang yang terkurung selama 3 jam dalam lift bersama orang yang dia senangi dan membawa benda-benda yang dia senangi tidak begitu merasakan sempitnya ruang dan lamanya waktu seperti yang dirasakan orang yang terperangkap sendirian. Padahal luas ruang dan waktu mereka terkurung sama-sama absolut: seluas lift dan selama 2 jam. Namun persepsi mereka masing-masing membuat ruang dan waktu menjadi relatif.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  25. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    There are three competing theories. Presentists argue that necessarily only present objects and present experiences are real, and we conscious beings recognize this in the special vividness of our present experience compared to our dim memories of past experiences and our expectations of future experiences. So, the dinosaurs have slipped out of reality even though our current ideas of them have not. However, according to the growing-past theory, the past and present are both real, but the future is not real because the future is indeterminate or merely potential. Dinosaurs are real, but our future death is not. The third theory is that there are no objective ontological differences among present, past, and future because the differences are merely subjective. This third theory is called “eternalism.”

    ReplyDelete
  26. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    There are three competing theories. Presentists argue that necessarily only present objects and present experiences are real, and we conscious beings recognize this in the special vividness of our present experience compared to our dim memories of past experiences and our expectations of future experiences. So, the dinosaurs have slipped out of reality even though our current ideas of them have not. However, according to the growing-past theory, the past and present are both real, but the future is not real because the future is indeterminate or merely potential. Dinosaurs are real, but our future death is not. The third theory is that there are no objective ontological differences among present, past, and future because the differences are merely subjective. This third theory is called “eternalism.”

    ReplyDelete
  27. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Karena ruang dan waktu saling terikat satu sama lain, maka ketika dalam pikiran saya, saya bisa menghentikan waktu, maka semua benda bergerak yang ada disekitar saya semuanya berhenti. Ketika saya berjalan menyusuri lingkungan diman waktu berhenti, maka ketika waktu kembali berjalan dengan normal kembali, orang-orang yang melihat saya akan berpikir saya menghilang dan berpindah tempat ke tempat lain, yaitu tempat dimana waktu telah kembali normal. Imanjinasi.

    ReplyDelete
  28. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Saya merasa sangat tertarik membahas topik ini meski saya tidak tahu pasti apakah pemikiran sudah bagus atau belum. Jika ruang dan waktu itu fleksibel, relatif, dan sebagainya, maka akan ada tarik ulur dalam diri saya. Suatu saat saya bisa kembali ke diri saya 10 tahun yang lalu, untuk melihat saya, untuk refleksi saya yang sekarang. Saya benar-benar bisa menjelma menjadi diri saya 10 tahun yang lalu. Bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada. Namun, hingga detik ini, dan detik ini juga adalah mitos, tidak ada yang namanya penjelajah waktu. Meski banyak fenomena-fenomena penjelajah waktu yang coba seseorang ungkapkan di internet. Bagi saya, jika saya tidak mengalami atau kroscek sendiri saya tidak percaya.
    Saya bisa mengembara dari waktu ke waktu dengan mudah karena Allah menganugerahkan kepada saya hal yang hebat, yaitu pikiran dan syaraf-syaraf otak saya. Saya memiliki long term memory hingga saya bisa kembali ke zaman-zaman tertentu di mana saya berada.
    Dewasa ini kita semakin mudah menembus ruang dan waktu sebenarnya, karena kita memiliki teknologi yang sedemikian canggih dan juga bermilyar-milyar buku berisi sejarah.
    Seandainya saya bisa pun, saya ingin menengok zaman azali, yaitu di mana saya belum diturunkan ke dunia. Saya itu dulu seperti apa. Saya dekat dengan Tuhan yang begitu menyayangi saya. Namun itu adalah pikiran sempit seorang hamba seperti saya, karena saya tahu itu tidak mungkin.
    Suatu saat kita akan menembus ruang dan waktu di mana di ruang tersebut kekal. Kita tidak tahu sekarang tanggal berapa tahun berapa, yang kita tahu apakah kita senang atau sedih. Mendapat anugerah atau siksa.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  29. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Kalau secara hakekatnya ruang dan waktu itu ketetapannya Allah yang absolute dan tidak akan pernah bisa dipahami oleh manusia dengan keterbatasan fikirnya. Jadi pemahaman kita terkait ruang dan waktu di dunia nyata ini hanyalah ruang dan waktu yang relatif berdasarkan persepsi kita saja, semisal ketika mengikuti seminar yang tidak menarik dan membosankan tentu kita akan merasa waktu sangat lama namun beda halnya kalau seminar itu menarik ditambah ada sang kekasih disamping yang menemani maka waktu terasa akan sangat cepat begitulah bagaimana waktu yang kita pahami ini hanyalah sebuah persepsi saja.

    ReplyDelete
  30. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Dimensi ruang dan waktu itu relatif. Tampaknya bahwa setiap dimensi ruang-waktu tertentu memiliki dimensi kekosongan sendiri yang unik dan teknik khusus dapat mengaksesnya. Namun, jika teknik dimensi yang berbeda alam, pengguna dapat mensinkronisasi dimensi masing-masing dengan yang lain untuk mendapatkan akses ke sana. Untuk mencapai tingkat ini, bagaimanapun, memerlukan lebih banyak chakra.

    ReplyDelete
  31. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Waktu merupakan suatu yang relatif. Hal ini telah disampaikan oleh Albert Einstein. Adapula 1400 tahun yang lalu, Al-Qur’an juga telah menyatakan hal ini. Dalam Firman Allah SWT yaitu ".... Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kamu hitung.” (QS: Al-Hajj:47).

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    ReplyDelete
  32. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Menurut ajaran Newton ruang dan waktu adalah objektif, mutlak dan bersifat universal. Ruang mempunyai tiga matra, yaitu atas-bawah, depan belakang, kiri kanan. Sedangkan waktu hanya bermatra depan belakang.

    ReplyDelete
  33. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Newton mengemukakan hukum gerakan yang hakiki dari fisika kuno dalam rangka menjelaskan kemutlakan ruang dan waktu, seperti ;”Suatu benda terus berada dalam keadaan diam atau bergerak, kecuali apabila mendapat pengaruh dari suatu keadaan yang terdapat di luar dirinya (HK. I Newton). Jika sesuatu benda dalam keadaan bergerak, maka ia akan tetap bergerak, kecuali jika ada sesuatu – sesuatu kekuatan – yang mengubah gerakan tersebut. Gerakan merupakan akibat suatu kekuatan yang mempengaruhi massa”. Jadi di sini gerakan bersifat mutlak yang terjadi di dalam ruang dan waktu; dengan demikian ruang dan waktu juga bersifat mutlak. Hukum ini kemudian dikenal dengan hukum inersia (kelembaman)

    ReplyDelete
  34. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Einstein memandang Ruan dan Waktu adalah Relatif. sebagai gambaran, Misalkan Seseorang berada di dalam mobil yang sedang bergerak dengan kecepatan tertentu dan seorang yang lain berada (berdiri) di tepi jalan. Dari kejadian ini terdapat dua prespektif dalm pengamatan; pertama, menurut seorang yang berdiri di tepi jalan orang yang berada di dalam mobil bergerak bersama dengan mobil kearah tertentu dengan kecepatan tertentu pula, dan sebaliknya orang yang berada di dalam mobil memandang seorang berdiri di tepi jalan bergerak dengan arah yang berlawanan. Kedua, terhadap orang yang berdiri di tepi janan, orang yang di mobil bergerak tetapi terhadap supir, bangku dan lain-lain di dalam mobil orang yang di mobil tidak bergerak sama sekali (diam). Perbedaan sudut pandang ini berada pada kerangka acuan. Oleh karena itu ruang tidak mungkin bersifat mutlak dan obyektif, melainkan senantiasa berhubungan dengan kerangka acuan pengamatnya

    ReplyDelete
  35. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Masing-masing individu mempunyai batas ruang dan waktu yang berbeda-beda. Semua itu tergantung kemampun pengetahuan dan pengalaman tiap individu. Semakin banyak penegethauan dan penegelaman seseorang maka akan semakin luas ruang dan waktunya. Seseorang akan bersikan salah atau negatif ketika ia tidak seusai dengan ruang dan waktu. Sehingga kita harus banyak memperluas pengetahuan dan pengalam agar dapat memperluas ruang dan waktu diri sendiri.

    ReplyDelete
  36. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Bila membahas mengenai ruang dan waktu berarti kita membahas tentang kehidupan atau kesempatan untuk hidup. Absolut dapat bemakna tidak terbatas sedangkan relatif dapat bermakna tidak mutlak, tidak tak terbatas. Ruang dan waktu yang mutlak saya ibaratkan sebagai kesempatan hidup di dunia yang hanya sebentar, tidak kekal, karena akan diakhiri oleh yang namanya kematian dan hari kiamat. Sementara ruang dan waktu absolut berarti tentang kehidupan sesudah kematian dan kiaat yaitu kehidupan akhirat yang bersifat kekal.

    ReplyDelete
  37. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    Dunia terikat ruang dan waktu. Manusia yang hidup di dunia terikat ruang dan waktu. Ruang berarti tempat-tempat keberadaan sesuatu. Ruang berkaitan dengan panjang, lebar tinggi, luas dan lain-lain. Jika kita berada di dalam kelas, maka kelas merupakan tempat berada manusia, maka kelas adalah ruang nya. Jika kita berada di dalam pesawat terbang, maka pesawat terbang itu adalah ruangnya.

    ReplyDelete
  38. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    Begitu juga dengan waktu. Kita hidup beraktivitas terus menerus seiring dengan berjalannya waktu. Adanya hari ini karena adanya hari kemaren. Kita kuliah filsafat pada hari kamis pukul 09.20Wib sampai 11.00Wib itu adalah waktu. Waktu akan terus berjalan hingga akhir zaman. Untuk itu manipulasikan ruang dan waktu itu penting dalam menjalankan hidup.

    ReplyDelete
  39. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    Hidup terikat ruang dan waktu merupakan sebuah proses. Hidup itu proses, mengalir dari awal hingga akhir. Terikat ruang dan waktu mempunya konsekuensi bahwa hidup itu berubah. Dulu kita belum ada, sekarang menjadi ada lahir di dunia. Dulu kecil sekarang sudah dewasa. Dulu Muda sekarang sudah tua, Dulu baik sekarang buruk begitu seterusnya.

    ReplyDelete
  40. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Ruang dan waktu itu suatu keadaan, sesuai ruang dan waktu itu sesuai dengan keadaan. Sesuai dengan ruang dan waktu itu penting, yaitu untuk menghindari kesalahan, kekeliruan, kesalahpahaman, dll. Tetapi ruang dan waktu itu bisa dimanipulasi, karena ruang dan waktu itu suatu keadaan, maka keadaan itu hasil ciptaan, maka tentu kita dapat menciptakan keadaan sesuai dengan kebutuhan kita. Tergantung wewenang kita dalam suatu keadaan itu. Jika kita dapat memanipulasi ruang dan waktu, maka kita akan menjadi lebih sesuai, dan menghindari kesalahan, tindakan kurang pas.

    ReplyDelete
  41. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Memanipulasikan ruang dan waktu yang absolut sehingga dapat mendefinisikan Dunia sebagai ruang dan waktu yang relatif. Satu kalimat ini menurut saya memberikan gambaran bahwa dunia dikatakan sebagai ruang waktu yang relatif karena apa yang terjadi di dunia dapat kita lihat, dapat kita lakukan, dapat kita rasakan karena semuanya nyata. Sedangkan ruang dan waktu yang absolut adalah akherat. Sesuatu yang absolut karena memang tidak nyata, belum bisa kita lihat dan belum bisa kita rasakan. Contohnya adalah surga dan neraka. Kita belum bisa merasakan bagaimana nikmatnya surga dan bagaimana siksanya neraka, tetapi kita dapat memanipulasinya dengan membayangkan sesuai dengan penjelasan-penjelasan yang ada dalam AlQur'an, hadits ataupun ijtihad para ulama.

    ReplyDelete
  42. Memanipulasi ruang dan waktu dari aspek budaya adalah bagaimana kita membuat ruang dan waktu kita selaras dengan kehidupan lingkungan sekitarnya. Ruang dan waktu kita menyesuaikan kehidupan. Disatu sisi kita berada pada ruang dan waktu kita sendiri disisi lain ada faktor makrokosmos yang mempengaruhi kita. Sebagai bagian dari makrokosmos maka kita juga dikendalikan selain mengendalikan.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  43. Meminjam istilah Jawa, maka ini selaras dengan pengertian "empan papan", sesuai dengan tempatnya dan waktunya. Dengan memperhatikan tempat dan waktu akan menentukan bagaimana harus bersikap, bagaimana harus bertindak. Ada proses berfikir untuk apa yang harus dilakukan. Proses berfikir dalam "empan papan" terus bergulir seiring dengan perbedaan ruang dan waktunya.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  44. Sebenar-benar hidup adalah sopan santuan terhadap ruang dan waktunya. Sehingga kita tidak hanya berfikir alam mikro saja tetapi juga berfikir tentang alam makro. Sebenar-benar hidup adalah bermanfaat untuk manusia lain, bermanfaat untuk alam semesta. Semua ruang dan waktu berdasarkan tujuan yang diamanahkan pada masing-masing individu.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id