Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 21: Tidak Mengetahui Apapun




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata pada akhirnya Diriku tidak mampu mengetahui apapun.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

27 comments:

  1. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Kebenaran bahwa seseorang dianggap memiliki pengetahuan tidaklah selalu tepat. ilmuan filsof berpandangan rasional Decrates mengedepankan pengetahuan yang diperoleh melalui logika dianggap tepat dan tidak ada yang membantahnya. Namun menurut filsof lain berbeda pandangan bahwa pengetahuan yang sesungguhnya adalah pengalaman, tanpa pengalaman maka tidak ada ilmu pengetahuan. Satu pihak membenarkan pandangannya, dan pihak lain menyalahkan kebenarannya.

    Sejarah pengembangan ilmu pengetahuan terjadi perubahan dan peningkatan dari masa ke masa. Hingga pada masanya, bahwa pemahaman tentang ilmu pengetahuan yang hanya secara logika atau rasionalisme dan pengalaman empirisme tidaklah dianggap benar dan tepat. karena sebenar-benar pengetahuan adalah apa yang dipikirkan dan apa yang dilakukan sehingga menghasilkan pengetahuan baru (Sintesis).

    Itulah sebenarnya pengakuan atas kemahatahuan diri seseorang tidak benar dan tepat, sebab sungguh masih banyak pengetahuan lain yang belum seseorang ketahui. Pengetahuan sesungguhnya adalah pertanyaan di dalam diri seseorang yang masih banyaknya kenyataannya yang belum terungkap.

    ReplyDelete
  2. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Sebagai manusia kita tidak akan pernah bisa memikirkan apa yang tidak bisa dipikirkan. Itulah batas pikiran manusia. Seperti Socrates yang menjelaskan tentang dirinya bahwa”Diriku tidak mengerti apapun.” Ya itulah kita, sebgaai manusia kita sempurna dalam ketidaksempurnaan dan tidak sempurna dalam kesempurnaan.

    ReplyDelete
  3. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Manusia dengan segala keterbatasannya mencoba untuk mengetahui segala hal yang ada dan yang mungkin ada. Seperti halnya ketika kita ingin mencari ilmu sebanyak-banyaknya, setiap kita mendapatkan sebuah ilmu baru kita akan merasa ternyata kita tidak mengetahui apapun sebelumnya. Sehingga semakin kita mendapatkan sebuah ilmu semakin kita menyadari bahwa kita tidak mengetahui apapun

    ReplyDelete
  4. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    pada hakekatnya setiap manusia yang berkembang akan mencari tahu dan menambah ilmu dan pengetahuannya, namun semakin banyak ilmu penegetahuan itu malah membuat kita semakin bingung dan merasa bahwa sebenarnya ilmu yang kita peroleh hanyalah sedikit, ketika kita disekolah dasar kita berjumpa dengan anak SMP maka ketika berbicara ternyata pengetahuan kita masih rendah dibawah anak SMP tersebut, dan anak SMP begitu pula dengan anak SMA dan begitu seterusnya, SMA dengan S1, S1 dengan S2, S2 dengan S3, S3 dengan Profesor dst, disitulah kita akan semakin menyadari bahwa sebenarnya diriku tidak mampu mengetahui apapun, adakalanya kita sudah berencana dengan sematang mungkin namun kenyataannya tidak sesuai dengan rencana maka disitulah kita sadar bahwa apa yang kita ketahui itu terbatas. dan ketika menghadap Allah SWT. maka sebenarnya kita adalah manusia yang lemah, dan tidak mengetahui apapun. karena yang maha mengetahuai adalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  5. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Filsafat adalah subjektif, setiap orang memiliki olah pikir masing-masing sesuai dengan ruang dan waktu yang ditempatinya dengan dimensi yang berbeda. filsafat menjadikan seseorang bijak dalam menyikapi sesuatu tapi juga dapat membuat kita terjerumus dalam dunia kelam mitos. tidak ada tingkatan setiap filsafat seseorang, filsafat ku berbeda dengan filsafat mu, dimensi ku berbeda dengan dimensimu, ruang ku berbeda dengan ruangmu, waktu ku berbeda dengan waktu mu, aku yang sekarang berbeda dengan aku yang dulu dan bahkan berbeda dengan aku yang barusan. aku memiliki keterbatasan mengenai apa yang aku ketahui, aku tidak tau tak hingga itu seberapa, aku tidak tau apa yang akan aku pikirkan nanti, dan aku bahkan tidak tau sedetik kemudian itu bagaimana, aku merasa kecil yang tidak tau apa apa.

    ReplyDelete
  6. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Sebenar-benar orang yang selalu mencari ilmu dalah ketika merasa tidak mengetahui apa-apa ketika rasa ingin tahunya akan ilmu itu bertambah. Seperti contohnya pemahamanku tentang filsafat detik ini dengan satu detik yang lalu pun bisa menjadi sangat berbeda, maka justru malah aku menjadi ragu apa sebenarnya yang aku ketahui tentang filsafat karena pikiranku berubah-ubah sehingga aku menjadi tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  7. Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016



    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Ketika kita terus belajar maka kita akan sampai pada titik dimana sebenarnya diri kita tidak mengetahui apapun. Semakin banyak belajar, semakin banyak tahu maka semakin merasa kuranglah diri kita, merasa bahwa kita sejatinya tidak mempunyai apapun, tidak mengetahui apapun. Maka semoga Allah bimbing kita semua agar bisa belajar berkah dan bermanfaat bagi banyak orang Aamiin.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  8. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Aku merasa bahwa aku telah memiliki ilmu, sehingga aku mengetahui segalanya. Namun segalanya itu ada banyak sekali, mencakup yang ada dan yang mungkin ada. Yang aku ketahui hanya yang ada dalam pikiranku, sedangkan yang ada di luar pikiranku ada banyak sekali yang tidak aku ketahui. Yang ada dipikiranku iu pun hanyalah hasil dari reduksi-reduksi dari apa yang ada dan yang mungkin ada. Maka jika aku ingin menguraikan apa yang aku ketahui di dalam pikiranku maka akan ada banyak sekali yang tidak aku ketahui. Sehingga aku dapat menyimpulkan bahwa diriku tidak mampu mengetahui apapun.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  9. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Semakin banyak kita belajar makin banyak yang kita tahu, dan semakin banyak yang kita tahu maka kita akan semakin tahu bahwa ternyata masih banyak yang kita tidak tahu yang akhirnya kita tersadar bahwa sebenarnya kita tidak tahu apa-apa. Seperti misalnya dulu saya berpikir dengan bangganya bahwa matematika adalah ilmu yang bersifat pasti dan konsisten sehigga kebenarannya tidak dapat dibantah lagi tapi setelah saya mencoba mempelajari lebih jauh dengan membaca lebih banyak referensi ternyata unsur-unsur pembentuk matematika bersifat kontradiksi dan ada begitu banyak ketidak pastian dalam matematika yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara pasti maka akhirnya saya menyadari bahwa sebenarnya saya masih belum mengetahui segalanya tentang matematika.

    ReplyDelete
  10. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Allah SWT menciptakan manusia dengan otak untuk berfikir. Kegiatan berfikir adalah kegiatan belajar untuk memperbaiki sikap menjadi lebih baik lagi. Dengan belajar, kita akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman. Anehnya, semakin banyak yang kita pelajari semakin tidak tahulah kita tentang itu. Sebaik-baiknya kehidupan adalah yang tidak berlebihan karena Allah SWT tidak menyukai hambanya yang berlebihan.

    ReplyDelete
  11. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Jika hati kita jernih, semakin kita belajar, maka kita semakin merasa bahwa kita tidak mengetahui apa-apa. Beda dengan orang yang dipenuhi rasa sombong dalam hatinya, baru belajar sedikit saja sudah merasa tahu segalanya. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga agar hati dan pikiran kita dalam keadaan jernih. Salah satu nya dengan selalu memohon pertolongan kepada Allah dan memohon agar dijauhkan dari sikap sombong.

    ReplyDelete
  12. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Dunia adalah pikiranku, begitu ungkapan filsafat yang sering terdengar. Manusia dapat mendefinisikan dunia sebatas yang ada di pikiran mereka. Definisi menurut anak umur 2 tahun akan berbeda dengan definisi dunia dari seorang mahasiswa, karena segala yang ada di dunia bersifat relatif. Sifat dari dunia adalah semakin kita berusaha mengetahuinya, maka kita akan semakin merasa tidak tahu. Bukan berarti manusia mengalami penurunan, namun semakin banyak ilmunya semakin manusia menyadari bahwa ilmu di dunia ini sangat luas dan banyak. Terlampau banyaknya hingga manusia tidak sanggup untuk mengetahui semuanya dan selalu berpikiran bahwa masih banyak yang tidak diketahui, dan pada akhirnya merasa tidak bisa memikirkan apa pun.

    ReplyDelete
  13. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    “Puncak berpikir adalah menyadari bahwa kita belum mengetahui apa-apa”. Kalimat dari seorang filsuf besar ini pernah diucapkan Bapak Prof. Dr. Marsigit, MA dalam salah satu perkuliahan filsafat di kelas kami. Bagaimana mungkin? Bukankah seharusnya ketika kita berpikir maka seharusnya ilmu yang kita dapat semakin bertambah. Ya. Tapi bukankah ada begitu banyak ilmu di dunia ini yang tidak mungkin kita pahami semuanya, sehingga diciptakanlah “spesialisasi”.
    Ada kalanya kita menyadari sesungguhnya kita tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  14. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dari awal kita lahir ke dunia, kita tidak mengetahui satu hal pun. Kemudian kita beranjak dewasa, belajar berbagai ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang di olah di dalam pikiran kita hanyalah sangat sedikit dari ilmu pengetahuan yang ada. Masih banyak hal yang tidak ketahui, masih banyak tempat untuk mencari ilmu pengetahuan, dan kita tidak mungkin mengetahui segala sesuatu. Itulah tanda kita tidak sempurna, memiliki keterbatasan.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  15. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Manusia dilahirkan di dunia ini dalam keadaan yang tidak mengetahui apapun. Dalam perjalanan kehidupan di dunia manusia selalu berusaha dan terus berusaha untuk memperoleh pengetahuan. Misalkkan dari tamat SMA, kita melanjutkan ke jenjang S1. Dari S1 kita melanjutkan ke jenjang S2 dan begitu seterusnya. Ini terjadi karena ada sifat manusia yang tidak puas akan ilmu. Tetapi semakin kita mencari ilmu maka, kita juga akan semakin sadar bahwa ternyata kita hanya sebagian kecil dari ilmu yang ada di dunia ini. setiap kita menerima atau mempelajari suatu ilmu baru maka kita akan semakin menyadari bahwa kita sebenarnya tidaklah mengetahui apa-apa yang ada di dunia ini.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  16. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Bahwa ternyata ilmu itu tiadalah batasnya. Ketika aku masih bayi aku belum tahu apapun. Namun dalam perkembanganku aku telah mempelajari banyak hal dan akupun semkain tahu. Namun ketika seseorang telah merasa diri telah mengetahui segalanya ia telah melampaui batas. Ingatlah ketika Musa as. merasa diri paling berilmu dan paling tahu, ia di tegur dan diminta untuk menemui Khidr as. untuk menguji pengetahuannya. Dan pada akhirnya Musa asa. pun mengakui bahwa dirinya belum mampu mengetahui apapun.
    "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui" ~ Al-Baqarah: 30.

    ReplyDelete
  17. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Ketidaktahuan adalah kondisi asli manusia. Artinya, manusia sejatinya adalah mahluk yang tidak tahu. Ketika lahir ke dunia, ia belum tahu apapun. Maka, ia lalu mencoba untuk melakukan segalanya, belajar dan bereksperimen. Semuanya merupakan proses untuk menutupi ketidaktahuan sedikit demi sedikit.

    ReplyDelete
  18. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Berfikir merupakan hal yang selalu dilakukan oleh manusia, dan berpikir pula merupakan keistimewaan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita manusia. Akal yang diberikan oleh-nya merupakan suatu pembeda antara kita dengan makhluk lainnya.
    Filsafat merupakan suatu upaya berfikir yang jelas dan terang tentang seluruh kenyataan, filsafat dapat mendorong pikiran kita untuk meraih kebenaran yang dapar membawa manusia kepada pemahaman, dan pemahaman membawa manusia kepada tindakan yang lebih layak.
    Jadi dunia akan kita temukan bila ita berfikir dan berfikir.....

    ReplyDelete
  19. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Padi, semakin berisi maka dia akan semakin merunduk. Seseorang semakin berilmu maka dia akan semakin menyadari bahwa banyak hal yang belum diketahuinya. Dengan belajar filsafat kita akan menyadari bahwa kita belum tahu, menyadari dan mengetahui ketidaktahuan kita, menyadari kapan kita mulai mengetahui, serta menyadari batas antara tahu dan tidak tahu. Semakin banyak kita belajar maka kita akan semakin menyadari bahwa ternyata ada banyak hal yang tidak kita ketahui. Dan menyadari bahwa kita tidak tahu adalah penting karena bisa menghindarkan kita dari sifat sombong. Maka sebenar-benar diriku sejatinya tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  20. Bayu Adhiwibowo
    S2 Pend. Matematika 16709251014
    Manusia secara kodratnya akan berusaha mancari ilmu setinggi-tingginya. Akan tetapi pikiran manusia ada batasnya, tidak mungkin seseorang akan bisa menguasai banyak hal. Oleh karena itu kita sebetulnya tidak tahu apa-apa sama sekali. Hanya Allahlah yang maha Mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  21. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Diriku sebenarnya tidak mengetahui apapun. Hal itu benar. Bahkan sepersekian detik setelah ini pun diriku tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi. Itulah sebenar-benarnya diriku. Namun diriku juga mengetahui banyak hal sesuai dengan tuntunan di kitab suci. Diriku mengetahui eksistensi Tuhan, meski diriku tidak tahu di mana secara pasti Tuhan berada. Diriku juga mengetahui paradoks-paradoks kehidupan yang digunakan untuk membuat kesimpulan tentang apa yang saya ketahui.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  22. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Seperti pada tanya jawab 20 mengenai ketidakmampuan mendifinisikan filsafat karena cakupan kajiannya sangat luas begitupun akan sama halnya mengenai topik pada tanya jawab ini. Kajian ilmu itu seluas lautan samudra juga, jadi ilmu yang kita pahami sekarang ini hanyalah setetes air dari lautan samudra. Maka jelas kita tidak akan pernah mampu mengetahui segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga sikap bijak orang yang berfilsafat sebagaimana kata filsuf Socrates adalah sikap pengakuan bahwa kenyataannya ternyata diriku ini mengerti bahwa aku tidak mengerti apapun.


    ReplyDelete
  23. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh.
    Manusia mempunyai kemampuan terbatas, ilmu pengetahuan tidak terbatas. Semakin kita belajar, semakin kita banyak mengetahui hal hal lain. Tapi pada titik tersebut kita nyatanya tidak mengetahui apapun. Kadang kita merasa ilmu kita sudah banyak, tapi itu tidak seberapa dengan ilmu yang ada di alam semesta ini. Maka terus belajarlah, sampai maut menjemput. Jangan berpuas diri dan termakan oleh mitos sendiri bahwa kita sudah mengetahui sesuatu. Padahal tidak. Inilah yang berbahaya.


    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh.

    ReplyDelete
  24. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Hal yang tidak dapat kita pikirkan adalah yang diluar pikiran kita. Maka jangan berusaha memikirkan apa yang ada diluar pikiran kita. Salah satu contohnya adalah jodoh rejeki, jodoh dan rejeki bukan kita yang mengatur, sudah ditentukan oleh Tuhan, maka kita tidak perlu memikirkan siapa jodohnya kelak, bagaimana rejekinya kelak, karena kamu tidak mengetahui apapun yang menjadi takdirmu, karena bukan kamu yang menentukan. Biarkan itu mengalir, dan tentu saja perbanyak doa agar dapat dipertemukan dalam ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  25. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Semua Manusia pada hakekatnya dipenuhi kekurangan dan keterbatasan, terkadang manusia itu khilaf, terkadang lupa, bahkan terkadang salah. Manusia tidak mengetahui apapun yang akan terjadi tentang hidup, mati, jodoh dan juga rezeki. Dan ilmu yang kita miliki adalah bagian yang sangat kecil dari semua yang Allah SWT ciptakan didunia, karenanya sesungguhnya kita tidak mengetahui apapun selain dari apa yang dapat kita pikirkan.

    ReplyDelete
  26. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Dalam belajar sering sekali kita jumpai berbagai macam pertanyaan-pertanyaan yang muncul yang terkadang tidak mengetahui jawabannya sehingga membutuhkan berbagai macam sumber untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut. Manusia belajar harus dapat menyesuaikan diri dengan ruang dan waktu, agar apa yang akan dipelajri dapat dengan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, semakin kita belajar tentang sesuatu hal (ilmu/pengetahuan) sebenarnya semakin kita tidak mengetahui akan hal itu. Karena ilmu yang kita dapatkan selama kita belajar belum semuanya dapat kita pahami sehingga membutuhkan waktu yang cukup untuk dapat mempelajari dan memahaminya.

    ReplyDelete
  27. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada yang diolah menggunakan pikiran hingga memperoleh suatu kebijaksanaan. Sebuah pertanyaan merupakan suatu bukti ada. Sebenar-benar pertanyaan adalah awal dari ilmuku. Tanpa bertanya kita tidak mengetahui apapun sebelumnya. Maka untuk penerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari haruslah berhermeneutika, yakni saling menterjemahkan. Menurut Socrates aku adalah pertanyaanku, menurut Plato aku adalah ideku, menurut Arstoteles, aku adalah pengalamanku, menurut Descartes aku adalah rasionalku, Wittgenstain aku adalah bahasaku, menurut Lakatos aku adalah kesalahanku, dan menurut Ernest aku adalah pergaulan. Jadi aku dan filsafatku adalah pertanyaanku, ideku, pengalamanku, rasionalku, bahasaku, pergaulanku yang sedang membangun pikiran.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id