Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 20: Tak Mampu Mendefinisikan Filsafat




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata pada akhirnya Aku tidak mampu mendefinisikan apa itu Filsafat.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

28 comments:

  1. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Dari berbagai literatur terdapat 3 faktor yang menjadi penyebab munculnya filsafat yunani; 1. Bangsa Yunani yang kaya akan mitos, 2. Karya sastra Yunani yang dapat dianggap sebagai pendorong kelahiran filsafat Yunani, dan 3. Pengaruh ilmu-ilmu pengetahuan yang berasal dari Babylonia (Mesir). Kemudian Filsafat yang ada di Yunani terbagi dalam dua periode; yaitu periode YUNANI KUNO dan YUNANI KLASIK.

    Masa Yunani Kuno berkenaan dengan alam, asal mula kejadian (kosmosentris). Tokoh-tokohnya adalah Thales, Phytagoras, Xenophones dan Demokritos. Masa Yunani Klasik pembahasan dari alam hingga pada pembahasan tentang manusia (Antrophosentris). Tokoh-tokoh adalah Socrates yang banyak membicarakan tentang moral dan etika. Pada masa abad pertengahan, filsafat barat memiliki berbagai macam aliran filsafat. Meski tujuannya satu hal yaitu bersifat antrophosentrisme (berpusat pada manusia), namun aliran terbagi diantaranya, rasionalisme, empirisme dan positivism. Dari sekian banyak aliran filsafat di Yunani, pada akhirnya tidak akan mampu mendefinisikan apa itu filsafat karena beragam pandang yang satu dengan lainnya saling kontradiktif.

    ReplyDelete
  2. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Pandangan filsafat barat pada abad ke 20 yang berkembang adalah positivisme. Dalam literatur, secara geografis, filsafat barat adalah filsafat yang muncul di dunia barat, sedangkan filsafat timur adalah filsafat yang muncul di dunia timur. Maka ketika seseorang berpandangan barat ia termasuk di dalamnya, walaupun ia seorang timur sekalipun. Sebaliknya jika orang barat berpandangan timur, walaupun ia orang barat maka ia termasuk didalamnya. Perbedaan aliran filsafat di timur dan barat, tidak mampu seseorang mendefinisikan apa itu filsafat karena beragam pandang yang satu dengan lainnya saling kontradiktif. Yang tidak mampu digeneralisasikan dan digunakan secara bersama.

    ReplyDelete
  3. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Filsafat, pertama kali mengenal tentang filsafat muncullah rasa penasaran yang mendorong untuk mengetahui dan memahami lebih jauh. Semakin dipelajari lebih jauh, semakin merasa pikiran ku tidak mampu untuk menggapai filsafat karena aku merasa tidak sabar dan merasa kehilangan semangat untuk memahaminya. Akan tetapi di satu sisi hati yang lainnya diri ini ingin sekali benar-benar belajar filsafat. Sehingga dapat aku petik hikmahnya, aku tidak mampu mendefinisikan filsafat ketika aku kehilangan kesabaran dan semangat, karena sesungguhnya filsafat tidak dipelajari dengan instan. Butuh waktu untuk membangun filsafat sendiri dan kesabaran untuk memahami hal-hal yang masih serasa asing di dalam pikiran. Maka, jagalah kesabaran dan semangat untuk tidak hilang agar kita mampu untuk mendefinisikan filsafat.

    ReplyDelete
  4. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Filsafat adalah usaha untuk memahami atau mengerti dunia dalam hal makna dan nilai – nilainya. Dari segi etimologi, filsafat yang dalam bahasa arab disebut falsafah, berasal dari bahasa yunani yaitu philosophia. Philosophia berasal dari kata philos yang berarti teman dan Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jika digabungkan kedua kata tersebut maka berarti teman kebijaksanaan (kebijaksanaan dimaksudkan sebagai kata benda).
    Jika dipandang sebagai suatu sikap, maka filsafat merupakan suatu sikap terhadap kehidupan dan alam semesta. Sikap yang dewasa secara filsafat yaitu sikap menyelidiki secara kirtis, terbuka, toleran dan selalu bersedia meninjau suatu problem dari suatu sudut pandangan. Dalam suatu metode, filsafat dituntut untuk menggunakan cara berpikir secara reflektif (mendalam). Filsafat berusaha untuk memikirkan seluruh pengalaman manusia secara mendalam dan jelas. Dalam kaitannya dengan ilmu, filsafat juga mencoba menggabungkan kesimpulan – kesimpulan dari berbagai ilmu dan pengalaman manusia menjadi suatu pandangan dunia yang konsisten.Parafilsuf berhasrat meninjau kehidupan tidak dengan sudut pandangan yang khusus sebagaimana dilakukan oleh seorang ilmuwan.Parafilsuf memakai pandangan yang menyeluruh terhadap kehidupan sebagai suatu totalitas.
    Filsafat pada abad ke 21 ini masih sibuk dengan persolan – persolan yang sama seperti yang sudah dipersolkan lebih kurang 2500 tahun lalu. Apa yang sering dianggap sebagai kelemahan filsafat adalah filsafat tidak pernah selesai dan tak pernah sampai akhir pada sebuah masalah. Filsafat terbenam dalam putaran tesis – antitesis dan antitesisnya.hal ini menunjukkan bahwa sebenar-benarnya diriku bahwa ternyata pada akhirnya Aku tidak mampu mendefinisikan apa itu Filsafat.

    ReplyDelete
  5. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Jika diumpamakan seorang yang berfilsafat dapat diumpamakan seorang yang berpijak di bumi sedang tengadah ke bintang – bintang. Dia ingin mengetahui hakikat dirinya dalam kesemestaan galaksi atau sesorang yang berdiri di puncak tinggi, memandang ke ngarai dan lembah dibawahnya. Dia ingin menyimak kehadirannnya dengan kesemestaan yang ditatapnya.
    Pernyataan tentang filsafat yang tak pernah sampai pada akhir dari sebuah masalah dan filsafat abad ke 21 ini dengan persoalan yang sudah dipersoalkan lebih kurang 2500 tahun lalu adalah keliru. Karena jika kita umpamakan filsafat sebagai seorang marinir, maka filsafat sebagai marinir juga sebagai pionir. Artinya filsafat bukanlah pengetahuan yang bersifat memerinci. Filsafat menyerahkan daerah yang sudah dimenangkan kepada ilmu pengtahuan lainnya. Filsafat menyerahkan sesuatu ilmu yang dimiliki atau dikuasai kepada pengetahuan lain. Baik itu ilmu eksakta atau alam maupun ilmu sosial. Filsafat adalah sebagai induk dari sebuah ilmu pengetahuan. Itu tidak lepas karena pemikiran filsafat itu sendiri yang bersifat umum dan menyeluruh. Jika kita perhatikan, semua ilmu bertolak dari pengembangannya bermula dari filsafat. Itulah mengapa persoalan – persoalan yang dihadapi filsafat selalu sama dan jika dilihat secara sepintas dikatakan filsafat tidak maju.
    filsafat is all, filsafat adalah diri saya, filsafat adalah refleksi, filsafat adalah olah pikir dst. maka semakin aku mencoba untuk mendefinisikan apa itu filsafat maka pada akhirnya aku menemukan bahwa ternyata Aku tidak mampu mendefinisikan apa itu Filsafat.

    ReplyDelete
  6. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Filsafat dikatakan sebagai olah pikir yang reflektif, dimana setiap filsafat yang menuntut olah pikir menjadikan filsafat tidak jauh dari kehidupan sehari hari. Namun dalam prakteknya juga disebutkan bahwa Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. yang menjadi pertanyaan adalah olah pikir yang seperti apakah filsafat tersebut? bagaimana merefleksikannnya? apakah benar filsafat itu sebuah studi? kenapa filsafat berperan seperti agama yang dapat menyesatkan bagi orang yang berfilsafat? bagaimanakah bentuk konkrit filsafat? semakin mendalami filsafat akan semakin banyak hal yang ingin saya tanya kan, semakin banyak penjelasan yang saya dapat akan semakin banyak yang saya tidak pahami. ketika seseorang dalam berfilsafat tidak didampingi oleh kehidupan sosialnya, maka filsafat nya akan menemui kebuntuan karena tidak diperolehnya jawaban yang diperlukan. sehinga hal tersebut mmebuat filsafat tidak akan dapat dimengerti sepenuhnya.

    ReplyDelete
  7. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Aku tak mampu mendefinisikan filsafat yang sebenar-benarnya. Karena dikatakan pada postingan yang lain bahwa filsafat adalah pikiranku sendiri maka aku tidak dapat mendefnisikan filsafat dengan tepat. Karena filsafat itu adalah pikiran individu masing-masing. Bahkan dalam satu individu pun makna filsafat yang dirasakan bisa jadi berbeda antara yang sekarang dengna satu detik yang lalu. Sehingga tidak ada definisi yang pasti tentang filsafat

    ReplyDelete
  8. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016



    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Filsafat adalah olah pikir sehingga setiap orang berbeda penafsiran. Maka pada akhirnya kita tidak bisa mendefinisikan apa itu filsafat karena banyaknya pendapat/opini yang masuk. Maka sebenar benarnya filsafat adalah tentang diriku dan penjelasanku yang kadang berubah dan tidak sesuai dengan ruang dan waktu.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  9. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Filsafat mencakup segala yang ada dan yang mungkin ada. Sedangkan aku tidak pernah dapat menyebutkan dan mendefinisikan sesuatu tanpa mereduksinya. Begitupun saat aku ingin mendefinisikan filsafat yang memiliki sifat-sifat mencakup apa yang ada dan mungkin ada, aku tak mampu mendefinisikan semua sifatnya tanpa mereduksinya. Sehingga aku dapat menyimpulkan bahwa tidak aku tidak mampu mendefinisikan apa itu filsafat.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  10. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Filsafat adalah olah pikiran dan sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu sendiri sehingga kita takkan mampu mendefinisikan semua hal dalam filsafat karena objek filsafat yang begitu luas yang mencakup semua yang ada dan mungkin ada. Dalam filsafat ada 2 persoalan yang tak pernah dapat dijelaskan. Pertama tidak ada yang mampu menjelaskan apa yang ada dalam pikiran, yang bisa dilakukan hanya berusaha menjelaskan dengan cara mereduksi dan menyebut beberapa sifat kunci dalam batasan tertentu dimana seseorang dengan orang lain berada dalam pengetahuan yang sama. Persoalan kedua adalah dapat mengerti apa yang ada di luar pikiran karena sebenar-benarnya manusia tidak ada yang mampu memahami segala sesuatu yang ada diluar pikiran sehingga yang bisa dilakukan hanyalah berusaha memahami.

    ReplyDelete
  11. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Filsafat adalah kegiatan berpikir yang dilakukan manusia. Setiap manusia pasti melakukan kegiatan berpikir dalam hidupnya. Sehingga, filsafat itu bisa didefinisikan sebagai pandangan seseorang terhadap sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat adalah dirimu sendiri dan tidak bisa dipaksakan pada seseorang. Karenanya, saking banyaknya pandangan dan pendapat, saya sampai tidak mampu menjelaskan apa itu filsafat.

    ReplyDelete
  12. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Cakupan filsafat itu sangat luas, baik yang ada dan yang mungkin ada. Selama perkuliahan tatap muka pun, telah disampaikan banyak arti filsafat.
    Setiap membahas tentang suatu hal, kita bisa menyimpulkan bahwa itu lah filsafat. Kita hanya bisa mengartikan filsafat dari sudut pandang tertentu saja. Sehingga definisi setiap orang tentang filsafat akan berbeda-beda. Dengan kata lain, kita memiliki keterbatasan dalam mendefinisikan apa itu filsafat secara utuh tanpa meninggalkan satupun karakteristiknya.

    ReplyDelete
  13. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Filsafat adalah kegiatan berpikir, memikirkan refleksi terhadap segala yang Ada dan yang mungkin Ada dengan memikirkan sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Definisi filsafat yang seperti itu adalah definisi yang dikenal melalui elegi-elegi Prof.Marsigit. Obyek dari filsafat itu sangat luas, yaitu segala yang ada dan yang mungkin ada, untuk mendefinisikan filsafat satu per satu berdasarkan yang ada dan yang mungkin ada tentunya akan berbeda-beda. Karena segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia bersifat relatif, Maka definisi dari filsafat pasti juga berbeda-beda, bahkan filsuf pun mendefinisikan filsafat juga berbeda-beda. Sehingga pada akhirnya mahasiswa tidak akan mampu untuk mendefinisikan filsafat.

    ReplyDelete
  14. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Filsafat adalah olah pikir yang reflektif. Olah pikir setiap orang tentunya berbeda-beda, maka interpretasi atas segala sesuatu bagi setiap orang berbeda-beda. Mendefenisikan filsafat berarti mendefenisikan olah pikir yang ada dalam pikiran kita. Jika kita mendefiniskan, philoshophy is you, maka apa arti filsafat bagi dirimu? Jika kita mendefinisikan filsafat adalah olah pikir? Maka apa arti olah pikir dalam pikiranmu?
    Itulah kenapa hingga sekarang, saya masih belum mampu mendefenisikan filsafat dengan kata-kata. Karena kata-kata rasanya sulit menggambarkan arti filsafat yang memiliki berbagai macam makna.

    ReplyDelete
  15. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dalam filsafat sendiri, para filsuf mendefinisikannya dengan berbagai macam. Tidak ada definisi yang paling sempurna dari filsafat. Setiap individu pun mendefinisikan filsafat tentunya berbeda-beda. Di dalam filsafat sendiri kita mempelajari berbagai macam olah pikir para filsuf, bagaimana ia memandang dunia. Obyek dalam filsafat adalah semua yang ada dan yang mungkin ada. Dalam berfilsafat kita tidak mungkin memikirkan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, karena kita memiliki keterbatasan.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  16. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Objek filsafat sangatlah banyak, begitupun mengenai definisi filsafat. Sejuta pangkat sejuta belumlah cukup untuk mendefinisikan apa itu filsafat. filsafat muncul dari rasa keingintahuan dan penasaran para filsuf terdahulu tentang fenomena di kehidupan ini. Filsafat merupakan olah pikir dengan objek semua yang ada dan yang mungkin ada. Di dalam filsafat kita mempelajari pikiran para filsuf. Di dalam olah pikir dengan objek semua yang ada dan yang mungkin ada dengan dipengaruhi ruang dan waktu serta setiap objek tersebut berstruktur berhirarki maka tidak mungkin semua yang dipikirkan tersebut dapat kita definisikan. Dari para filsufpun juga memberikan definisi filsafat yang berbeda -beda sesuai dengan pemikiran masing-masing. sehingga aku tak mampu mendefinisikan filsafat.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  17. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Akupun hanya berasumsi dan terus berasumsi bahwa filsafat itu adalah A. Namun itu ternyata A itu memiliki sifat yang sangat banyak dengan bermiliar berpangkat bermilar sifat. Dan saat aku menemui yang lain, yang lain punya asumsi bahwa filsafat itu adalah A1. Namun itu ternyata A1 itu memiliki sifat yang sangat banyak dengan bermiliar berpangkat bermilar sifat. Ketika aku menemui yang lain, yang lain punya asumsi bahwa filsafat itu adalah A3, A4, A5..., An, A11, A12, A13, ..., A1n, ..., ∞ (infinite/ unidentified). Aku hanyalah tong kosong yang terus mencari isi tentang flsafat itu.

    ReplyDelete
  18. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Filsafat adalah sebuah perenungan yang muncul dengan diawali dari sebuah pertanyaan. Objek filsafat terdiri dari yang ada dan yang mungkin ada. Setiap yang ada dan yang mungkin ada mempunyai bermilyar-milyar sifat yang tidak dapat disebut satu per satu. Filsafat terdiri atas tiga aspek, yaitu ontologi (hakekat), epistemologi (metodologi), dan estetika (kepantasan). Secara filsafat pada hakekatnya mengadakan yang mungkin ada menjadi ada. Ada bagi saya belum tentu ada bagi yang lain, dan ada bagi yang lain belum tentu ada bagi saya. Sehebat-hebat pikiranku takkan mampu mendefinisikan apa itu filsafat, bahkan bermilyar-milyar dipangkatkan semilyar, namun sebanyak itu pun tak cukup untuk mendifinisikan filsafat.

    ReplyDelete
  19. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Ruang lingkup filsafat sangat banyak dari segala bidang ilmu pengetahuan. Semakin banyak seseorang berfilsafat atau ingin tahu terhadap sesuatu, maka semakin banyak ia tidak tahu. Itulah hakekatnya manusia, banyak ketidaktahuannya, oleh karena itu manusia diharuskan untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
  20. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Dari beberapa referensi yang saya baca,banyak sekali pendapat para ahli tentang filsafat. Dari masing-masing pendapat tidak ada yang sama persis. Tetapi dari beberapa pengertian para ahli tersebut,saya dapat sedikit mengambil kesamaan dari banyaknya perbedaan tersebut yaitu bahwa berfilsafat adalah berfikir kritis dan mendalam secara empiris dari masing-masing Individu tentang pemahaman filsafat yang sangat tergantung dimana dan darimana sudut pandang mereka masing-masing....

    ReplyDelete
  21. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Berfilsafat adalah berfikir kritis tentang segala sesuatu yang ada disekitarnya atau yang dialaminya...Jadi selama manusia itu berfikir kritis dan peka terhadapkeadaan di sekelilingnya Ia sedang berfilsafat....

    ReplyDelete
  22. Bayu Adhiwibowo
    S2 Pend. Matematika 16709251014
    Kajian dari filsafat sangatlah luas sekali, dalam setiap perkuliahan kota selalu mmembahas banyak hal dan itu yg dimaksud fislafat. Ketika kita berfilsafat maka kita akan mengolah pikiran kita, menggembarakan pikiran kita kemana saja, oleh karena itu filsafat tidak bisa didefinisikan karena filsafat ada bentuk pemikiran reflektif dari segala permasalahan yang ada.

    ReplyDelete
  23. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Pengembangan ilmu filsafat adalah berdasarkan pemikiran para filsuf. Hal yang mengganggu saya sejak saya belajar filsafat adalah sesuai dengan forum ini, yaitu bagaimana seandainya saya salah dalam mendefinisikan filsafat?Saya hanya bisa mempelajarinya dari pemikiran para filsuf. Saya tidak bisa mengkroscek dan menanyakannya langsung sebab para filsuf tersebut telah tiada. Bagaimana jika saya salah? Namun karena filsafat lagi-lagi adalah olah pikir, dan olah pikir adala dirimu sendiri, maka saya memberanikan diri mengembarakan pemikiran saya hingga menyentuh langit, hanya sebatas itu, karena lebih dari itu, saya tidak mampu. Filsafat adalah olah pikir kita mengenai dunia tempat kita tinggal karena ilmu-ilmu filsafat berasal dari tesis dan antitesis dunia juga.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  24. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Filsafat itu adalah proses berfikir mengenai sesuatu yang ada dan yang mungkin ada namun sekritis apapun manusia pada hakekatnya memilki keterbatsan dalam berfikir. Karena filsafat proses berfikir kritis mengenai hakekat terhadap yang ada dan yang mungkin ada secara intensif (sedalam-dalamnya) dan ekstensif (seluas-luasnya). Orang berfilsafat itu seperti penyelam dan kajian filsafat itu cakupannya seperti lautan samudra jadi sampai kapanpun seorang penyelam tidak akan pernah mampu mengarungi lautan samudra karena penyelam meliki keterbatasan untuk menyelam. Jadi orang yang berfilsafat pada akhirnya tidak akan pernah mampu untuk mendefinisikan filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  25. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Objek filsafat itu dari yang ada dan yang mungkin ada, tak terbatas, tetapi juga ada batasnya. Sebenar-benar manusia tidak akan pernah bisa memikirkan apa yang ada di luar pikirannya. Sehingga karena filsafat adalah olah pikir, maka terbatasnya filsafat adalah ketika itu di luar pikiran kita. Kemudian sebenar-benar manusia tidak akan pernah bisa mengungkapkan semua yang ada dipikirannya, misalkan aku selesai mendefenisikan, maka aku sudah berubah menjadi aku yang berbeda. Filsafat itu meliuk-liuk, maka sangat sulit untuk mendefenisikan filsafat itu, karena filsafat adalah pikiran kita masing-masing. Maka untuk memahaminya, tengoklah pada pikiran kita masing-masing.

    ReplyDelete
  26. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Hakekat dari filsafat adalah filsafat itu sendiri. Filsafat menyangkut semua yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga makna dari filsafat sangatlah luas. Filsafat adalah refleksi yang objeknya sangat luas dan dalam yaitu semua yang ada dan yang mungkin ada. Berfilsafat artinya merefleksi semua yang ada dan yang mungkin ada dengan seluas – luasya dan sedalam – dalamnya sesuai dengan kemampuan masing – masing. Untuk memikirkan yang ada pun belum tentu kita bisa, bahkan untuk memikirkan yamg mungkin ada. Semakin jauh dan semakin dalam kita berfikir maka akan semakin sulit mendefinisikan filsafat, maka filsafat pun tak mampu untuk didefinisikan.

    ReplyDelete
  27. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang kita belum tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang seakan tak terbatas ini. Demikian juga berfilsafat berarti mengoreksi diri, semacam keberanian untuk berterus terang, seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang dicari telah kita jangkau.

    ReplyDelete
  28. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Filsafat itu sulit untuk didefinisikan mengingat sifat ruang dan waktu yang selalu berubah (tidak tetap). Kebijaksanaan seseorang mengolah pikirannya dalam berfilsafat tentu dipengaruhi ruang dan waktu yang terus berubah. Zaman semakin maju, maka semakin kompleks lah berbagai fenomena yang harus dihadapi seseorang. Setiap fenomena dalam tatanan ruang dan waktu memiliki karakteristik yang berbeda sehingga olah pikirpun harus bisa untuk menyesuaikannya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id