Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 19: Menemukan Dunia adalah Pikiranku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Dunia itu tidak lain adalah Pikiranku sendiri.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

26 comments:

  1. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Paham Rasionalisme menekankan pikiran sebagai sumber utama pengetahuan dan pemegang otoritas terakhir bagi penentuan kebenaran. Manusia dengan akalnya memiliki kemampuan untuk mengetahui struktur dasar alam semesta secara apriori. Pengetahuan diperoleh tanpa melalui pengalaman inderawi. Paham Empirisme bertolak belakang dengan rasionalisme yang memandang akal budi sebagai satu-satunya sumber dan penjamin kepastian kebenaran pengetahuan, empirisme memandang hanya pengalamanlah sumber pengetahuan manusia. Walau mereka berbeda-beda, namun ada satu hal yang sama yaitu, semuanya bersifat antrophosentrisme (berpusat pada manusia). Dengan kata lain bahwa seluruh keadaan yang ada dan yang mungkin ada adalah di pikiran manusia. Sehingga dunia ada dipikiran manusia.

    ReplyDelete
  2. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Fungsi filsafat hanyalah menemukan prinsip-prinsip umum yang sama dengan ilmu pengetahuan dan darinya umat manusia dibimbing dalam hidupnya. Banyaknya penemuan teknologi dan sains serta revolusi industri Inggris pada abad 18 menjadi penyebab kemunculan pandangan positivisme. Tokoh positivisme yaitu, Henri Saint Simon dan muridnya Auguste Comte. Comte membuat tiga tahap perkembangan sejarah yaitu; Teologis, Metafisis, dan Positivis-ilmiah. Pada tahap terakhir manusia mulai meninggalkan kekuatan absolut baik yang berupa ilahiah maupun yang metafisis atau kodrati dan beralih pada observasi, pengukuran dan kalkulasi guna memahami hukum di jagad raya ini. Pada masa ini kekuatan logika dan pikiran sangat dominan terhadap kehidupan dunia seseorang. Dunia adalah pikiran manusia.

    ReplyDelete
  3. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Semua yang ada di pikiran kita adalah terminologi yang telah masuk ke dalam otak. Begitu pula dunia, segala sesuatu yang ada di dunia mungkin telah ada di dalam pikiran kita. Sebagai contoh, jika berfikir dengan yakin Wakatobi itu ada dan terminologi Wakatobi kita masukkan ke dalam pikiran kita. Maka kita akan tau bahwa Wakatobi itu ada di dunia walaupun kita belum pernah ke sana. Segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia ini yang ada di dalam pikiran kita, maka itulah yang kita yakini sebagai dunia

    ReplyDelete
  4. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    berfilsafat sebenarnya merupakan suatu olah pikir, olah hati. bahwa sesungguhnya kekuatan filsafat itu ada dalam pikiran. maka ketika kita memandang dunia ini maka kita sedang memikirkan dunia ini, namun kita tidak bisa pergi kemanapun, namun dalam pikiran kita bisa mengenal dunia ini, dalam pikiran pula saya bisa berada di eropa pada saat ini, saya bisa berada di china pada saat ini, saya bisa merasakan dalam pikiran saya bahwa saya sedang memancing di lautan, namun ketika kita pikirkan kembali ternyata apa yang telah saya pikirkan itu hanya ada dalm ikiran saja, sehingga saya menyadari bahwa ternyata Dunia itu tidak lain adalah Pikiranku sendiri.
    dan saya teringat dengan kata-kata salah seorang filsuf yaitu Immanuel Kant, Kant mengatakan jika engkau ingin mengetahui Dunia maka tengoklah ke dalam pikiranmu sendiri, karena sebenar-benar Dunia itu persis sama dengan apa yang engkau pikirkan.

    ReplyDelete
  5. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Memahami tubuh manusia secagai tubuh objek atau badan dengan memahami persepsi sevagai intensi dari seluruh cara mengada kita didunia ini, tubuh manusia dapat dipahami sevagai tubuh subjek dan bukan badan. Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut pertautan manusia dengan dunia material, melainkan juga dengan orang lain. Descartes menyatakan bahwa orang lain adalah konstitusiku. Sesuatu yang kupikirkan dan dengan cara itu ada dalam kenyataan.jika orang lain di pahami demikian, bagaimana masih dapat dipertahankan kenyataan bahwa orang lain merupakan aku yang lain, bagaimana mampu berbicara dengan “aku” yang lain dari diriku bila kesadaran dipandang sebagai sesuatu yang memenuhi dirinya sendiri. Teori yang mendasarkan dirinya pada subjek yang mengkonstitusi orang lain tidak dapat menjelaskan adanya masyarakat, yaitu sesuatu yang tidak hanya terdiri 1, 2, atau 3 orang tapu merupakan koeksistensi yang mencakup sejumlah kesadaran yang tidak terbatas.

    ReplyDelete
  6. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dunia adalah apa yang kita pikirkan terhdapa dunia itu. JAdi dunnia adalah pikiran masing-masing individu terhdap dunia. seperti halnya definisi filsafat di awal adalah pikiran masing-masing individu maka jika dihubungkan dengan dunia, masing-masing individu mempunyai dunia yang berbeda, baik dunia pendidikan, dunia sosialnya, dunia politiknya ataupun dunia keluargnya.

    ReplyDelete
  7. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Dunia adalah pikiranku. Dunia adalah apa yang kita pikirkan. Kita bisa mengatakan bahwa warna rambut adalah hitam karena di pikiran kita sudah ada kategori warna hitam. Dan lain sebagainya. Maka pendefinisian dunia adalah berhubungan dengan pikiran kita masing masing, bukan pemikiran yang lainnya. Maka sangat relative dan berbeda dengan yang lainnya.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  8. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Dunia ini berisi segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Namun meski begitu, aku dapat memikirkan dunia walau harus mereduksi sifat-sifatnya, sehingga dunia dalam pikiranku bisa saja berbeda dari dunia yang dipikirkan orang lain. Aku bisa saja tidak ada di dalam dunia yang dipikirkan orang lain. Tetapi aku pasti ada dalam dunia yang aku pikirkan. Oleh karena itu, dunia itu tidak lain adalah pikiranku sendiri.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  9. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Apa yang kita pikirkan akan menentukan arah kehidupan kita.Kesuksesan hidup ini adalah tergantung bagaimana kita memaknainya, karena dunia ini seperti apa yang kita pikirkan, jadi banyaklah berpikir tentang, keindahan, kebahagiaan dan segala hal-hal yang baik agar kita dapat menemukan dunia dimana kita akan merasa nyaman dan bahagia ketika berada disana. Karena itu berusahalah untuk selalu melakukan yang terbaik agar di masa depan kelak kita akan menemukan dunia yang terbaik bagi kita .

    ReplyDelete
  10. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Aku bisa mengatakan bahwa dunia adalah pikiranku. Kamu juga bisa mengatakan bahwa dunia adalah pikiramu. Pikiranku dan pikiranmu tidak akan pernah sama. Apa yang kamu pikirkan dengan yang aku pikirkan pasti berbeda. Aku bisa mengatakan bahwa jeruk itu bentuknya bulat karena di dalam pikiranku sudah tertanam konsep bentuk bulat. Mungkin itu berbeda dengan konsep yang ada dipikiranmu. Aku bisa menemukan dunia melalui pikiranku. Begitupun kamu juga bisa menemukan dunia pasti melalui pikiranmu.

    ReplyDelete
  11. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Banyak tokoh-tokoh filsafat mengungkapkan makna filsafat dengan cara gamblang atau bahkan secara implisit. Di antaranya adalah menurut Plato filsafat adalah ide, menurut Socrates filsafat adalah pertanyaan, menurut Kant filsafat meliputi yang ada dalam pikiran dan di luar pikiran. Ide dan pertanyaan mengenai sesuatu munculnya setelah kita berpikir. Mustahil jika suatu ide muncul tanpa proses berpikir terlebih dahulu, mustahil ada pertanyaan mengenai sesuatu jika si penanya tidak memikirkan obyeknya hingga menimbulkan pertanyaan. Pengertian filsafat yang sering disebut oleh Prof. Marsigit adalah berpikir kemudian merenung dengan sedalam-dalam dan seluas-luasnya. Oleh karena itu, filsafat sebenarnya adalah pikiran kita sendiri.

    ReplyDelete
  12. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dunia itu persis seperti apa yang ada di pikiran kita. Masing-masing individu memiliki pengetahuan dan pengalaman masing-masing. Pengetahuan dan pengalaman inilah yang akan mengonstruksi cara berpikir seseorang termasuk caranya berpikir terhadap dunia. Ketika kita melihat dunia secara langsung, pada hakekatnya kita hanya mencocokan apa yang ada di pikan kita dengan apa yang sebenarnya terjadi.

    ReplyDelete
  13. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Dunia ini sebenarnya sempit sekali, hingga ada yang mengatakan “dunia hanya selebar daun kelor”. Ya, sejauh apapun kamu pergi, entah mengelilingi dunia atau sekedar menyebrangi pulau dari tempat tinggalmu nantinya kamu akan menyadari itu. Dunia ini tidak lain, hanya seluas pikiran kita saja. Jika kita berpikir bahwa dunia itu membosankan, maka seperti itulah terjadinya. Jika kita berpikir dunia ini terlalu melelahkan, seperti begitulah adanya. Maka, selalu berpikiran positif-lah, agar dunia nantinya memberi timbal balik positif kepadamu. Itulah mengapa, dunia ini tak lain adalah pikiran kita sendiri.

    ReplyDelete
  14. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dunia adalah pikiran. Bagaimana kita memikirkan, memandang, mempersepsikan dunia ini, itulah dunia yang kita tinggali. Jika kita berpikir bahwa dunia ini adalah tempat kita untuk memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya, maka itulah dunia. Jika kita memandang bahwa dunia tempat kita beribadah, maka itulah dunia. Jika kita memandang dunia sebagai tempat yang buruk penuh denngan kemunafikan, maka itulah dunia.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  15. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Berpikir merupakan anugerah Allah SWT yang telah diberikan kepada manusia yang memiliki akal pikiran. Karena sesungguhnya manusia tidak akan mengenal dirinya, orang lain, dan bahkan sang pencipta (Allah SWT) apabila dia tidak berpikir. Manusia memiliki potensi yang besar dalam berpikir, apa yang dia lakukan, tuliskan dan ucapkan merupakan realisasi dari berpikirnya manusia. Maka dengan pikiran kita mampu untuk melihat segala sesuatu yang di dunia ini, meskipun kita tidak pernah melihatnya secara inderawi. Misalkan kita memikirkan tentang kota Jogja dari artikel yang kita baca, sehingga secara tidak langsung konsep mengenai kota Jogja telah tergambar dengan jelas dalam pikiran kita meskipun kita belum pernah ke kota Jogja. Jika kita membayangkan dunia ini adalah suatu hal yang positif maka dunia akan memberikan hal yang positif untuk kita.Begitupun sebaliknya jika yang kita bayangkan dunia ini adalah negatif maka yang kita dapatkan sesuatu yang negatif. Jadi sejauhmana keterbatasan dan kemauan kita berpikir, sejauh itu pula ita bisa mengetahui tentang dunia.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  16. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Bahwa sesungguhnya dunia itu adalah sistem. Sistem yang telah diatur oleh Yang Maha Mengatur. Jika kita menelusuri lebih dalam bahwa ternyata pikiran kita juga merupakan sistem itu sendiri. Dan pikiranku ternyata bisa membangun sebuha sistem. Mungkin wujudnya adalah fantasi, namun pikiranku bisa menciptakan duniaku sendiri. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa Dunia ini memanglah diciptakan untuk kita agar kita bisa membangun sistem yang sesuai dengan kita. Dan inilah dunia yang telah kita kembangkan. Dunia yang mungkin awalnya hanyalah sebuah fantasi, namun bisa diwujudkan. Sehingga ketika dunia itu sendiri terlahir dari pikiran kita, maka saat itu pulalah Dunia itu tidak lain adalah Pikiranku sendiri.

    ReplyDelete
  17. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Lihatlah pikiran kita jika kita ingin melihat dunia karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan. Sesungguhnya dunia ini adalah refleksi dari apa yang telah kita lakukan. Segala apa yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasan dariNya. Kebaikan yang kita lakukan akan membawa kebaikan bagi hidup kita, pun sebaliknya. Keburukan yang kita lakukan akan berimbas pada kehidupan kita.

    ReplyDelete
  18. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Filsafat itu dihasilkan dari pemikiranku, filsafat itu menilai dan dinilai oleh diriku sendiri, jika aku mengatakan filsafat itu benar maka benarlah filsafat itu untuk diriku sendiri. Jika diriku tidak bisa menerima filsafat para filsuf maka filsafat itu tidak benar juga untuk diriku sendiri. Filsafat itu adalah apa yang dapat aku pikirkan terhadap obyek yang dapat aku pikirkan, tidak ada yang benar dan salah dalam filsafat, karena setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  19. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Menurut saya manusia merupakan makluk yang sadar dan mempunyai pengetahuan akan dirinya. Selain itu juga manusia juga mempunyai pengetahuan akan dunia sebagai tempat dirinya bereksistensi. Dunia yang dimaksudkan di sini adalah dunia yang mampu memberikan manusia kemudahan dan tantangan dalam hidup. Dunia di mana manusia bereksistensi dapat memberikan kepada manusia sesuatu yang berguna bagi pembentukan dan pengembangan dirinya yaitu untuk mengetahui dirinya dan dunianya .......

    ReplyDelete
  20. Bayu Adhiwibowo
    S2 Pend. Matematika 16709251014
    Jelas bahwa dunia itu adalah pikiran kita. Setiap orang memiliki bayangan dunia masing-masing. Hal itu didasarkan pada pengalaman kita, pengetahuan kita dari hal itu maka kita akan menyusun dunia asli dalam bayangan atau pikiran kita. Atau bisa juga dunia adalah bentuk refleksi kita terhadap apa yg kita pikirkan tentang dunia.

    ReplyDelete
  21. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Dunia adalah pikiranku antara yang ada dan yang mungkin ada. Dunia adalah bagaimana saya memandangnya. Setiap dunia ada dunia lagi di dalamnya dan ada lagi, lagi dan lagi. Tidak pernah akan ada habisnya. Ada subdunia. Ada dunia dari semua dunia yang ada. Yaitu dunia absolut tempat tinggal Tuhan yang kita semua ingin ke sana.
    Dunia adalah pikiranku karena saat pikiran kita senang, dunia terasa senang. Saat pikiran kita gundah, dunia terasa gundah. Antitesisnya adalah saat pikiran kita dan dunia tidak sejalan. Misal saat terjadi peperangan, kita yang di sini tidak bisa apa-apa. Kita memang sedih, tapi kita tidak ada kemampuan untuk membantu. Kita tahu, namun kita tidak bisa apa-apa.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  22. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dunia itu kehidupan yang kita jalani dimana fikiran menuntun kita untuk mejalani kehidupan karena kita berfikir maka kita ada (berdasarkan pemahaman rene decrates). Dari sini kita bisa katakan bahwa adanya kondisi-kondisi didalam fikiran manusia yang ikut serta menentukan konsepsi kita tentang dunia. Jadi dunia merupakan interpretasi dari pemikiran kita dalam artian fikiran menciptakan konsepsi mengenai dunia itu sendiri.

    ReplyDelete
  23. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Filsafat itu olah pikir, meliuk-liuk kemana-mana, tidak hanya memikirkan perilaku manusia, pendidikan, dll, tak terbatas objeknya dari yang ada dan yang mungkin ada. Selain itu, lebih lembut dari pada eter, lebih cepat daripada kilat. Hal itu menunjukan bahwa filsafat itu setiap saat kita lakukan. Kita dapat pergi ke korea dalam satu detik, pergi kemanapun yang kita mau secepat kilat. Maka tentu saja kita dapat memikirkan semua hal yang ada di dunia ini di dalam pikiran kita masing-masing. Kita dapat menghadirkan mereka. Yang tidak bisa kita hadirkan adalah yang di luar pikiran kita, maka untuk mengetahui itu, baca-baca dan baca.

    ReplyDelete
  24. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Dalam filsafat kita disuruh berfikir secara ektensif dan intensif artinya segala sesuatu kita cari kebenarannya menurut logika dan pengalaman yang ada dalam diri kita. Cara berfikir manusia meliputi yang ada dan yang mungkin ada, dan merupakan obyek dalam filsafat yang keduanya berawal dari sebuah pemikiran. Bersumber dari pemikiran Kant, maka dapat disimpulkan bahwa dunia adalah pikiranku. Apa yang kita pikirkan, itulah dunia kita.

    ReplyDelete
  25. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Menurut Immanuel Kant, pengetahuan diperoleh dari pengalaman dan pemikiran logika manusia. Melalui pengalaman manusia melihat dan merasakan langsung dengan empiri, intuisi, sensasi. Sedangkan dengan pemikiran logika, pengetahuan dapat diperoleh melalui persepsi, ide, pure, konsep, ilmu pengetahuan, pemutusan /judgement. Dengan berpikir maka kita bisa mengenal dunia, meskipun kita belum pernah kesuatu tempat yang ada di dunia ini, Pikiran membawa kita untuk mengenal dunia, disamping itu juga ilmu pengetahuan menjadi dasar untuk mengenal dunia lebih luas.

    ReplyDelete
  26. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Manusia merupakan makhluk ciptaanNya yang sempurna karena salah satunya dianugerahi akal pikiran. Dengan akal pikiran yang ada, manusia dapat memahami dunianya. Manusia dapat memahami dirinya, lingkungan sekitarnya, dan tentu juga penciptanya. Ini juga sejalan dengan pendapat Immanuel Kant bahwa Jika kita ingin melihat dunia, maka tengoklah dalam pikiranmu. Karena dunia itu persis dengan apa yang kita pikirkan.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id