Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 17: Menemukan bahwa Filsafat adalah Diriku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskanlah tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Filsafat itu tidak lain tidak bukan adalah Diriku Sendiri.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskanlah sisntesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikianlah, selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

32 comments:

  1. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Fungsi filsafat hanyalah menemukan prinsip-prinsip umum yang sama dengan ilmu pengetahuan dan darinya umat manusia dibimbing dalam hidupnya. Berfilsafat juga berarti memfungsikan pikiran dan berarti juga diri sendiri. keinginan dan kemauan memikirkan apa saja hingga menemukan bahwa filsafat proses menemukan diri sendiri. Kekuatan pikiran dapat membentuk dan menjelaskan apapun yang ada maupun yang mungkin ada sekaligus mendefinisikan apapun didunia, termasuk diri sendiri. Karena berfikir berasal dan hasil diri sendiri, maka berfilsafat adalah diriku sendiri.

    ReplyDelete
  2. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Berfikir merupakan proses yang terjadi dalam diri sendiri. Berfikir dilakukan untuk menemukan jawaban atas segala pertanyaan yang diinginkan. Berfikir terhadap sesuatu yang ada dan konkrit maupun memikirkan sesuatu yang mungkin ada hingga menjadi ada. Seseorang yang berfikir disebut filsuf. Dan orang yang berfikir berarti dia sedang berfilsafat. Maka filsafat adalah diriku.

    ReplyDelete
  3. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Semua yang ada dan yang mungkin ada, terdapat di pikiranku. Aku sebagai subjek terhadap diriku sendiri, dan semua yang ada disekitarku adalah objekku. Namun aku juga bisa menjadi objek terhadap diriku sesuai ruang dan waktuku. Diriku aku anggap sebagai objekku, orang lain aku anggap sebagai objekku, benda-benda yang aku pandang adalah objekku, dunia dan semua yang ada adalah objekku. Maka aku adalah diriku yang berfilsafat. Namun aku masih belum mengerti tentang yang jauh dari diriku, yaitu mengapa dan untuk apa tujuan keberadaanku? Ditengah-tengah objek yang sama sepertiku? Meski dalam spiritualku aku berusaha untuk mencarinya?

    ReplyDelete
  4. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Filsafat adalah diriku sendiri, apapun yang aku filsafatkan itulah diriku, tiada yang dapat menyatakan bahwa diriku adalah salah dan salah adalah diriku. sebenar-benarnya diriku adalah diriku diruang dan waktu diriku. diriku bukanlah dirimu yang berdimensi berbeda.

    ReplyDelete
  5. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    filsafat itu memiliki arti yang luas seluas-luasnya dan dalam sedalam-dalamnya, objek filsafat itu adalah yang ada dan mungkin ada, semua yang ada dan yang mungkin ada merupakan objek filsafat, dan filsafat itu adalah olah pikir dan refleksi, maka dalam diri kita itu selalu berpikir dan refleksi pada setiap kejadian yang di alama, maka saya menemukan bahwa filsafat itu tidak jauh dengan apa yang saya rasakan karena ternyata Filsafat itu tidak lain tidak bukan adalah Diriku Sendiri.

    ReplyDelete
  6. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Filsafat tidak lain dan tidak bukan adalah diriku sendiri. Tidak perlu jauh jauh untuk mencari apa itu ilmu filsafat karena filsafat adalah tentang bagaimana kita menjelaskan sesuatu, Filsafat itu olah pikir maka setiap orang mempunyai pola pikir yang ada pada dirinya masing dan bisa jadi berbeda bedadengan yang lainnya.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  7. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Filsafat itu adalah diriku. Filsafat di bangun sesuai dengan pengalamanku pada dunia filsafat dan sesuai dengan pengetahuanku. Karena filsafat itu adalah menerjemahkan dan diterjemahkan, maka filsafatku adalah kemampuanku menerjemahkan. Hal ini tentunya akan berbeda dengan yang lain karena filasafat yang lain adalah sesuai dengan kemampuan yang lain menerjemahkan sesuatu. Maka filsafatku adalah diriku.

    ReplyDelete
  8. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Filsafat adalah olah pikir yang refleksif, artinya mampu memikirkan apa yang ada di dalam pikiran, mampu menjawab pertanyaan serta mampu memberikan penjelasan secara bebas dan independen berdasarkan apa yang dipahami dalam pikiran tanpa memandang benar atau salah karena sesungguhnya kebenaran filsafat bersifat subjektif yang bergantung pada subjek pikirnya sebab sebenar-benarnya filsafat adalah penjelasanmu dan penjelasanmu itu adalah dirimu sendiri

    ReplyDelete
  9. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Filsafat adalah diriku sendiri. Setiap diri individu pasti melakukan kegiatan berpikir. Hasil pemikiran setiap individu dengan individu lain juga pasti berbeda. Apa yang kita nilai benar, belum tentu benar untuk orang lain. Sebenar-benarnya filsafat adalah kegiatan refleksi. Seperti yang dikatakan prof marsigit bahwa refleksi itu penting dan pasti bervariasi. Sehingga, filsafat adalah bagaimana dirimu sendiri itu berpikir.

    ReplyDelete
  10. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Berfilsafat adalah kegiatan berpikir dengan sedalam-dalamnya atau cenderung memikirkan suatu renungan. Yang direnungkan adalah segala yang Ada dan yang mungkin Ada. Siapa yang merenung dan berpikir? Diri kita. Apa yang kita pikirkan dan renungkan? Segala yang ada dan yang mungkin Ada. Bagaimanakah cara mengetahui segala yang ada dan yang mungkin ada? Merenungkan yang ada di sekitar kita, merenung dengan pikiran kritis kita, serta hati kita harus ikhlas. Filsafat adalah hasil memikirkan renungan kita. Jadi sudahlah jelas bahwa filsafat sebenarnya adalah diri kita sendiri. Kita yang mengada, sebagai pengada, serta berdasar keberadaan kita juga. Mengunakan hati, pikiran, dan kenyataan.

    ReplyDelete
  11. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Ketika mengikuti perkuliahan filsafat ilmu pertama kalinya, makna filsafat ilmu yang dipaparkan oleh Bapak Prof. Dr. Marsigit, MA adalah “philoshophy is you”. Saat itu saya seolah masih “meraba-raba” makana dari filsafat ilmu itu sendiri. Bagaimana mungkin filsafat dikaitkan dengan diriku? Sedangkan aku sendiri belum paham apa itu filsafat. Dan di tengah pembelajaran filsafat saya menemukan bahwa “memahami bahwa aku belum paham itu penting”. Maka filsafat bukan sekedar ilmu yang menuntut dipahami. Filsafat dimulai dari memahami diri kita sendiri, sehingga nantinya kita mudah memahami ilmu yang kita dapatkan. Filsafat adalah dirimu, maka filsafat tergantung pada pikiranmu.

    ReplyDelete
  12. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Berfilsafat itu salah satu bentuk mengolah pikiran kita. Yang dekat dengan pikiran kita adalah pengetahuan-pengetahuan kita, pengalaman kita di masa lampau, lingkungan kita, apa yang ada di pikiran kita, apa yang ada di hati kita, dan juga diri kita sendiri. Sehingga kemampuan berfilsafat seseorang itu berbeda-beda. Maka sebenar-benar filsafat adalah diriku sendiri.

    ReplyDelete
  13. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Filsafat merupakan olah pikir. Sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri. Diri kita yang berpikir. Filsafat adalah bagaimana diri kita menjelaskan apa yang kita pikirkan. Menjelaskannya melalui aktivitas kita, perilaku kita, sikap kita. Itulah menandakan bahwa kita ini hidup. Sebenar-benar hidup adalah berpikir.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  14. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Filsafat secara sempit diartikan sebagai olah pikir. Dalam berbagai pertemuan di perkuliahan filsafat sering juga diartikan sebagai dirimu dan diriku. Ini berarti bahwa selama orang berpikir maka ia sedang berfilsafat. Dalam tulisan lain dijelaskan pula bahwa filsafat adalah ilmu perenungan. Maksudnya adalah sebagai manusia yang telah dibekali dengan akal dan pikiran kita mampu untuk merenungkan apa yang dan yang mungkin ada di sekitar kita dengan pemikiran kritis kita. Hasil dari perenungan tersebut menjadikan kita dapat mengambil suatu pelajaran yang bermanfaat dan bisa diterapkan di kehidupan bermasyarakat.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  15. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat adalah dirimu sendiri. Objek filsafat dalam dirimu sendiri meliputi yang ada di dalam pikiran dan di luar pikiran. Oleh karena itu, ada di dalam pikiran bersifat tetap, ideal, konsisten serta melibatkan rasio yabg menjadi prinsip. Sementara di Laur pikiran itu yang bersifat realistik, hal hal yang berubah, sesuai dengan kenyataan (konkret), maka tidaklah terlalu sifat identitas lagi karena di luar pikiran pun terpengaruh oleh adanya ruang dan waktu. Dengan demikian, sebaik sebaiknya hidup adalah interaksi antara yang berubah dan yang tetap.

    ReplyDelete
  16. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Oleh karena filsafat adalah dirimu sendiri, yang mana meliputi apa yang ada di dalam pikiran maupun di luar pikiran, maka filsafat adalah berpikir tentang rasionalisme dan empirisme. Rasionalisme yang belajar dari logika yang jadi patokan utama dalam kehidupan. Sedangkan empirisme belajar pada pengalaman manusia dalam kehidupan. Pada akhirnya pikiran masing masing individu yang akan berinteraksi antara rasionalisme dan empirisme yang digambarkan seperti Dewa Dunia. Sehingga diperlukan adanya Dewa di atas Dewa untuk mengaturnya. Diharapkan Raja para Dewa ini dapat memahami secara korespondensi keperluan dan kemampuan hamba hamba di bawahnya dalam berpikir dan berkehidupan.

    ReplyDelete
  17. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Selain itu, filsafat juga meliputi yang tetap dan yang berubah, yang tetap itu absolut, konsisten yang ada di pikiran kita, sedangkan perpisahan atau sesuatu yang berubah adalah yang berkorespondensi di luar pikiran dengan menembus ruang dan waktu, karena begitu banyaknya faktor godaan yang mempengaruhinya.

    ReplyDelete
  18. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013 

    Sebenar benarnya filsafat adalah memikirkan apa yang ada dalam fikiran dan apa yang ada di luar pikiran. Oleh karena itu filsafat adalah dirimu.

    ReplyDelete
  19. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Filsafat merupakan sebuah pola pikir atau olah pikir. Sedangkan berfilsafat adalah berpikir dalam koridor spiritual, etik dan estetika. Dari kedua ilustrasi di atas, semuanya bersumber dari pikiran. Apa yang aku pikirkan itulah duniaku, yaitu dunia filsafatku. maka filsafatku tidak lain adalah diriku sendiri.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  20. komen 294
    Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    ReplyDelete
  21. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Filsafat adalah diriku yang berada pada ruang dan waktu, mendefinisikan yang ada dan yang mungkin ada dengan seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Aku berfilsafat dengan mulai bertanya dilandaskan oleh pikiran dan hati yang ikhlas. Diriku tidak mampu menjelaskan semua yang ada di pikiran, karena filsafat itu berhubungan dengan intuisi yang aku tidak tahu kapan itu ada di dalam diriku.

    ReplyDelete
  22. Bayu Adhiwibowo
    S2 Pend. Matematika 16709251014
    Filsafat belajar mengenai olah pikir. Ketika belajar itu adalah proses membangun filsafat pada diri kita sendiri sesuai dengan pemikiran kita. Dengan bepikir maka kita akan senantiasa berfilsafat setiap saat, sehingga ini bisa kita sebut bahwa filsafat itu adalah diri kita sendiri, kita akan selalu berfilsafat.

    ReplyDelete
  23. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Filsafat adalah pikiran. Belajar filsafat adalah berdasarkan pemikiran para filsuf. Menurut saya adalah karena mereka memang sudah sangat berkompeten di bidang filsafat. Seperti kita belajar teorema-teorema di matematika. Kita juga merujuk kepada teorema-teorema yang telah ditemukan oleh ilmuwan-ilmuwan terdahulu. Jika tidak, kita kehilangan arah dan hanya menjadi fatamorgana saja. Seperti belajar sejarah. Kita tahu juga bukan karena berandai-andai tapi karena memang ada dokumentasinya. Lalu kita olah di dalam pikiran kita agar sesuai antara bukti dan pikiran kita. Maka sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  24. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Sebagaimana fungsi filsafat itu adalah proses refleksi diri, untuk menggapai fungsi dari belajar filsafat sebagai proses agar kita bisa mengenali diri sendiri maka kita harus selalu melakukan proses refleksi. Refleksi disini bisa kita lakukan selama kita memahami dan menyadari bahwa segala apa yang ada dalam diri kita adalah tesisnya sedang segala yang diluar dari diri kita itu sebagai anti tesisnya. Jika kita sudah melakukan proses dialektika seperti ini maka sintesis yang kita dapat adalah hasil proses refleksi sehingga semakin sering kita mengadakan proses dialektika tesis-anti tesis-sintesis kita akan semakin dekat dalam mengenal pribadi masing-masing dengan intensif.

    ReplyDelete
  25. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Berfilsafat adal selalu berfikir dan berfikir,bersikap kritis dan selalu kritis dalam setiap kehidupan.Berfilsafat adal mengamati dan memperhatikan apa yang ada dalam diri kita dan yang ada disekitar kita,apa yang ada didalam kita dan diluar kita. Berfilsafat adalah belajar kehidupan dan belajar segala hal di dunia. Jadi berfilsafat adala mencoba mengenal diriku,berfilsafat adalah mencoba mengenal sekitarku,berfilsafat adalah diriku....

    ReplyDelete

  26. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh.

    Filsafat adalah diriku. Diriku mencerminkan apa yang aku olah dan pikirkan. Belajar filsafat tidak harus ke zaman Yunani kuno atau ke ahli ahli filsafat yang lainnya. Cukup dengan apa yang kita pikirkan, maka sejatinya kita telah belajar filsafat. Kita yang mengolah apa yang kita pikirkan, baik buruk, untung buntung, maju mundur, ambil atau tidak itulah kita dengan segala yang kita pikirkan, terjemah terjemahkan. Maka dari situlah apa yang kita pikirkan adalah arti filsafat itu adalah diri kita sendiri.


    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh.

    ReplyDelete
  27. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Saat aku mengatakan bahwa aku hanyah tong kosong yang mencari isi dari filsafat itu, saat itu pula aku sadar bahwa filsafat itu hanya menyandarkan aku terhadap apa yang aku tenui dan renungkan. Ketika aku merenungkan kebingunganku, maka ketika itu pulalah aku memperoleh asumsi akan kebingunganku. Dan bukanlah manusia ng ha mengandalak asumsiku sendiri. Kukumpulkan asumsi-asumsi ari yang lain sehingga aku bisa mengisi kosongan tongku.Hina kau bisa memahami diriku sendiri , saat aku telah memahami diriku sendiri, maka aku mungkin telah menyelami samudera filsafat yang luas iitu sendiri.

    ReplyDelete
  28. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Filsafat adalah olah pikir. Aku adalah olah pikir. Maka filsafat adalah dirik juga. Berfilsafat adalah merefleksikan pikiranku. Dan pikiranku menggambarkan diriku. Maka sebenar- benar filsafat adalah merefleksikan diriku. Objek filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Diriku adalah ada. Maka aku adalah objek filsafat.

    ReplyDelete
  29. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Filsafat itu olah pikir, setiap individu di anugerahi pikiran sendiri-sendiri, dan merdeka untuk memikirkan apa saja di dalam pikiran mereka. Maka karena filsafat adalah olah pikir, maka sebenar-benar filsafat itu adalah pikiranmu sendiri. Maka filsafat adalah dirimu sendiri. Teori-teori yang berkembang sebenarnya adalah olah pikir juga dari individu, hanya saja ternyata pemikirannya dapat diterima oleh orang lain, maka dapat berkembang secara luas. Sehingga jika ingin berfilsafat sangatlah mudah, tidak perlu jauh-jauh ke yunani, tetapi tengoklah pada pikiranmu masing-masing. Karena sesungguhnya filsafat itu lebih lembut daripada eter, lebih cepat dari kilat, dan meliuk-liuk kemana-mana.

    ReplyDelete
  30. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Filsafat adalah sebuah kegiatan berpikir (olah pikir) dengan obyek mencakup semua yang ada dan yang mungkin ada dalam kehidupan, yang sudah, sedang, maupun yang akan terjadi. Duniaku adalah apa yang kita pikirkan, karena olah pikir adalah filsafat maka sesungguhnya filsafat tidak lain adalah diri kita sendiri, diriku yang berpikir, diriku yang sadar dan diriku yang lainnya dalam dimensi ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  31. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Filsafat itu tidak lain dan tidak bukan adalah diriku. Karena sejatinya filsafat adalah olah pikir. Olah pikir yang menggunakan pikiran dan hati. Seseorang dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akherat tergantung dari bagaimana mereka menggunakan pikiran dan hati mereka. Jika mereka dapat menggunakan dengan baik dan benar maka mereka akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Inilah yang disebut dengan tesis. Bisa juga terjadi sebaliknya, jika seseorang tidak dapat menggunakan hati dan pikiran dengan baik maka kesengsaraan dunia bahkan akherat yang didapatkan. Inilah yang disebut antitesis. Jadi tesis dan antitesis dapat terjadi tergantung dari diri manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  32. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Filsafat adalah kebijaksanaan. Kebijaksanaan maksudnya dapat mengolah pikiran diri sendiri secara intensif dan ekstensif disertai keikhlasan dan kekritisan mengenai berbagai fakta yang muncul dalam dimensi ruang dan waktu. Cara agar kita dapat berfilsafat yang baik adalah dengan mempelajari berbagai filsafat yang sudah ada. Aliran filsafat yang ada bukan serta merta kita adopsi secara total pada diri. Namun dengan adanya aliran tersebut, kita dapat mempertimbangkan bagaimana filsafat yang harus kita lakukan dalam hidup.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id