Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 16: Sintesis Hati dan Pikiran




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan Hati dan Pikiran anda untuk membangun Dunia Pikiran yang berlandaskan Hati. Dapat menggunakan referensi.

Tulislah sisntesis anda sebagai komen pada posting ini.

Demikian, selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin.

Marsigit

28 comments:

  1. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Aku adalah diriku yang berfilsafat. Semua disekelilingku terdapat dipikiranku. Apapun dari isi dunia ini, yang hidup maupun yang mati ada di dalam pikiranku. Yang hidup dapat aku matikan dan yang mati dapat aku hidupkan semua sesuai keinginan dan harapanku, aku lakukan di dalam pikiranku. Namun terkadang pikiranku tidak sesuai dengan keinginanku. Ketika aku mencari tahu tentang diriku ternyata aku adalah objekku dan sekaligus subjekku yang masing masing aku pikirkan dan masing-masing aku perhatikan agar menemukan kesepakatan yang akhirnya menjawab setiap pertanyaanku.

    ReplyDelete
  2. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Kenyataan tidak selalu sama dengan keinginanku. Keinginan tidak sama dengan pikiranku. Suatu saat logikaku berseberangan dengan intuisiku. Ingin aku teruskan tetapi semakin bertolak belakang denganku. Pikiranku dan hatiku selalu bertengkar. Namun aku tidak mampu melawan diriku sendiri. ternyata aku sangat lemah dan merasa ada rahasia yang belum aku mengerti tentang diriku. Semakin aku memikirkan objek objek terkecil di dalam diriku dan sekitarku, semakin jauh aku dengan subjekku. Ketika aku memikirkan subjekku, maka tidak penting semua objek terkecil disekitarku. Namun disaat aku merenungi akan diriku, yaitu subjek dan objek diriku, maka aku mulai mengerti diriku. Dan terus mencari hakikat diriku ini.

    ReplyDelete
  3. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Hati dan pikiran terdapat di dalam diri-diri setiap orang. Hati bersifat irasional, sedangkan pikiran bersifat rasional. Ketika fungsi hati berperan dominan, maka sejatinya seseorang itu tidak memanfaatkan kehidupannya. Ketika fungsi pikiran berperan dominan, maka sejatinya pula orang itu tidak memanfaatkan kehidupannya. suatu saat hati dan pikiran berjalan berseberangan, dan suatu ketika hati dan pikiran berjalan berdampingan. Ketika jalan hidup berseberangan, maka orang tidak akan menemukan kebahagiaan seseungguhnya. Namun ketika hati dan pikiran berfungsi dan berjalan berdampingan, maka cukuplah kebahagiaan itu dapat dia temukan di dalam dirinya, karena kebahagiaan sesungguhnya dimulai dan ada di dalam dirinya.

    ReplyDelete
  4. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Hati mewakili dunia tak tampak, dunia metafisik, dan dunia spiritual. sedangkan pikiran mewakili dunia tampak, dunia empiris. dialektika antara dinia tampak dan dunia tak tampak sering terjadi dalam diri manusia, pertentangan antara hati dan pikiran, antara idealisme dan rasionalisme.

    ReplyDelete
  5. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    dalam dialektika tersebut, adaseseorang yang cenderuung untuk mengikuti kata hatinya, ada pulaseseorang yang cenderung memilih apa yang ada dalam pikirannya. Sintesis dari dialektika antara hati dan pikiran akan melahirkan suatu kebijakan dalam langkah dan tindakan seseorang dalam menjalani hidupnya.

    ReplyDelete
  6. RHomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Hati bersumber dari apa yang kita pikirkan, yang tidak kita wujudkan dengan perbuatan. hati kadang berupaya sendiri tanpa didukung pikiran, pikiran menjadikan hati istimewa karena tidak ada yang lebih mengetahui hati selain pikiran, namun segala pikiran ada dalam hati seseorang. menjadikan manusia yang bijak bersumber dari hati yang di reflektifkan kedalam pikiran, sehatnya hati sehat juga pikiran.

    ReplyDelete
  7. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Hati dan pikiran memiliki keterikatan yang sangat erat. Apabila hati dalam keadaan bersih, tidak ada prasangka ataupun penyakit hati pikiran kita akan secara langsung juga akan menghasilkan pikiran positif. Tapi jika hati kita tercemari oleh penyakit hati dan ada setitik niatan kotor di dalam hati, pikiran kita juga akan menghasilkan pemikiran yang negatif dan tidak produktif. Sehingga yang perlu dimulai adalah membenahi dan membersihkan hati untuk senantiasa menginngat Allah agar hati ini tenang dan bersih.

    ReplyDelete
  8. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    berfilsafat itu sebenarnya tentang olah pikir, maka filsafat itu juga seperti apa yang kita pikirkan, namun jangan sampai pikiran dan logos yang kita miliki menjadi sebuah mitos-mitos besar yang menguasai diri kita, maka untuk meredam dan menghilangkan mitos-mitos itu maka disitulah filsafat berubah menjadi refleksi, karean disitu muncul hati, karena filsafat juga harus dengan hati, maka sebenar-benar pikiran adalah yang bersumber dari hati yang bersih dan menghasilkan pikiran yang bersiih juga. maka jika kita telah memahami hati dan pikiran kita serta ikhlas didalamnya, maka dunia pikiran yang berlandaskan hati akan bisa dibangun.

    ReplyDelete
  9. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    saya teringat dengan sebuah hadits yaitu: Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari).
    begitu besarnya pengaruh hati dalam diri kita, karena ketika kita berfilsafat dengan berpikir saja, dan meng agung-agungkan pikiran mka kesombongan akan melanda kita, dan kesombongan itu merusak logos dan menjadi mitos yang kekal. dan saya teringat Firman Allah SWT.
    “Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’ 37].
    jangan sampai kita menjadi orang yang sombong dengan pemikiran yang kita miliki, maka perbaiki hati kita, maka pikiran kita pun akan menjadi baik, maka mari kita bangun dunia pikiran yang berlandaskan hati yang bersih. dan semoga kita semua termasuk orang yang diberi ampun atas kesombongan dan dosa kita selama ini. Amiin.

    ReplyDelete
  10. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Sangat penting bagi kita untuk melakukan segala sesuatunya dengan agama yang salah satunya bisa terjaga dalam hati nurani. Setiap olah pikir yang kita lakukan, semoga selalu terasosiasi dengan baik dengan hati nurani. Hati adalah tempatnya iman, maka ketika seseorang mempunyai hati yang sehat maka sehatlah pula pikirannya. Maka pentinglah bagi kita menyirami hati kita dengan nilai nilai Allah yang maha suci dan baik.



    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  11. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013


    Hati dan pikiran adalah hal yang selalu beriringan dan berpasangan. DAlam membangun sebuah hidup juga harus seimbang. Ada hubungan dengan sang pencipta yang kita namakan hubungan secara vertikal. Dan ada hubungan dengan masing-masing hamba Allah yang kita namakan hubungan horizontal. Dalam kehidpan ini harus mempertimbangkan antara hubungan secara vertikal maupun horizontal.

    ReplyDelete
  12. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Dalam membangun dunia pikiran harus dilandasi oleh hati yang bersih dan ikhlas karena jika segala sesuatu hanya berdasarkan logika maka akan sangat mungkin kita akan tersesat dalam dunia yang kita bangun. Sehingga adalah sangat penting untuk menjadikan hati sebagai dasar dalam berpikir agar jika kelak apabila di suatu waktu dalam berfilsafat kita menemukan hal-hal yang bertentangan dalam pikiran kita yang sulit dipahami secara logika maka jangan sampai hati kita menjadi ragu dan goyah, jadikan pemikiran itu hanya sekedar sebagai pengetahuan saja bukan sebagai keyakinan untuk dipercayai

    ReplyDelete
  13. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Setiap manusia pasti mempunyai hati dan pikiran. Perasaan dan logika kita harus sejalan. Kita tidak bisa menjalani kehidupan ini hanya dengan hati saja. Namun, kita juga tidak bisa menjalani kehidupan ini hanya dengan pikiran saja. Hati dan pikiran harus bersinergi untuk bisa menjalani hidup menggapai ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  14. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Pemimpin yang berkuasa akan menjadi pemimpin yang bijaksana apabila pemimpin tersebut memiliki ilmu pengetahuan mengenai cara memimpin. Ilmu pengetahuan yang dimiliki diperoleh melalui berpikir, potensinya, pengalamannya, keterampilannya, dan juga hatinya. Pemimpin yang menyadari akan kekuasaannya, kepandaiannya, tanpa melupakan nilai moral dan etikanya.

    ReplyDelete
  15. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Keistimewaan manusia adalah diberikan akal/pikiran dan hati. Inilah yang membedakan manusia dan menjadikannya spesial dibandingkan makhluk lainnya. Dalam hidup, manusia akan selalu dihadapkan pada putusan-putusan hidupnya, yang selalu membutuhkan proses berpikir. Proses berpikir ini tentu melibatkan akal pikiran kita, namun ketika kita hanya menggunakan pikiran untuk mengambil putusan ini terkadang berbahaya. Maka, perlu melibatkan hati agar putusan yang kita ambil tidak bertentangan dengan etika atau moral yang berlaku umum di masyarakat.

    ReplyDelete
  16. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Hati dan pikiran adalah dua hal yang saling berkaitan. Ketika kita dihadapkan dengan suatu fenomena, kita harus memikirkannya dengan pikiran kita dan merasakannya dengan hati. Sehingga, kita harus senantiasa menjaga agar hari dan pikran kita tetap jernih. Dalam hidup ini jangan ada yang timpang sebelah, hati dan pikiran pun juga harus seimbang. Kita tidak bisa mengagungkan pikiran saja dan mengabaikan hati, ataupun sebaliknya. Hingga ada pepatah yang mengatakan bahwa pikirkan dengan hati dan rasakan dengan pikiran. Hal ini akan membuat kita lebih objektif dalam memandang sesuatu.

    ReplyDelete
  17. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Manusia diberikan oleh Allah SWT hati untuk merasa, dan juga akal pikiran. Dalam kehidupan kita tentunya sering mensintesiskan antara hati dan pikiran. Namun terkadang juga terjadi perbedaan anatara hati dan pikiran kita. Dalam mensintesiskan keduanya, haruslah didasari oleh hati yang bersih dan pikiran yang kritis. Melalui itulah kita membangun dunia pikiran berlandaskan hati.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  18. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Hati dan pikiran adalah salah anugerah terbesar yang diberikan kepada manusia. Hati dan pikiran memiliki kaitan yang kuat. Banyak orang sangat meyakini bahwa kekuatan pikiran positif dapat membawa manusia meraih kesuksesan dalam mencapai tujuannya. Memang, tidak diragukan lagi, kalau kekuatan pikiran positif ini dan membawa manusia pada kesuksesan dalam meraih tujuannya. Mereka yang dapat mengarahkan pikirannya selalu kearah positif, maka diyakini bahwa hasilnya adalah sesuatu kehidupan yang positif juga, meskipun demikian, kita sebagai manusia yang memiliki keyakikan keimanan kepada ALLAH, kita menyadari bahwa bukan hanya mengandalkan kekuatan otak semata, bukan hanya mengandalkan akal dan kekuatan pikiran semata. Karena ada kekuatan lain yang lebih dahsyat dari kekuatan otak, akal dan pikiran. Kekuatan ini bukan hanya mengantarkan manusia meraih sukses namun juga mampu mengantarkan manusia pada kemuliaan hidup. Yakni kekuatan hati atau kekuatan hati yang positif, kekuatan hati yang jernih. Kekuatan hati ini memiliki kedahsyatan yang melebihi kekuatan pikiran manusia. Karena hati adalah rajanya, hatilah yang mengatur dan memerintahkan otak, pikiran dan panca indra manusia.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  19. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

    Dalam Filsafat Kritisisme, Kant mengungkapkan bahwa faham rasionalisme (akal) dan faham empirisme (indra/pengalaman) itu benar sebagian dan salah sebagian. Jadi baik “indra” maupun “akal” sama-sama memainkan peranan dalam konsepsi kita mengenai dunia. Dengan kata lain bahwa akal budi manusia hanya dapat berfungsi apabila dihubungkan dengan pengalaman (indra). Bagi Kant, ruang dan waktu adalah sebuah “bentuk formal” dari penginderaan. Kedua, sumbangan Kant bagi Etika. Etika adalah aturan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena bayangkan saja dunia tanpa adanya etika atau moralitas maka konsekuensinya akan menjadi dunia dimana tidak ada seorangpun yang memiliki hati nurani, di mana tak seorang pun yang akan pernah merasa bersalah atau menyesal atas apa yang mereka lakukan atau tidak mereka lakukan. Maka untuk membangun sebuah dunia yang baik, dunia yang selalu kita idam-idamkan dalam pikiran kita, kita harus menggunakan hati nurani dalam kehidupan kita, yaitu dengan mempertimbangkan aspek etika dan moralitas.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  20. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Aku nukilkan sebuha kisah tentang Luqman al-Hakim.
    Pada suatu hari tuannya menyuruhnya : “Sembelihkanlah buat kami kambing ini” Lukman pun menyembelihnya dan tuannya berkata : “Keluarkanlah dari dalamnya dua gumpal darah yang terbaik.” Lalu Lukman mengeluarkan lidah dan hati, Lukman tinggal beberapa lama sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah, lalu tuannya berkata lagi : “Keluarkanlah dari dalamnya dua gumpal darah yang paling kotor” maka Lukman mengeluarkan lidah dan hati pula, membuat tuannya bertanya : “Ku perintahkan kamu untuk mengeluarkan dua gumpal darah yang terbaik dari dalamnya, maka kamu mengeluarkan keduanya, dan ku perintahkan pula kamu untuk mengeluarkan dua gumpal darah yang terburuk dari dalamnya ternyata kamu mengeluarkan keduanya pula.” Lukman pun menjawab : “Sesungguhnya tiada suatu bagian pun yang lebih baik daripada keduanya jika keduanya buruk.” (Ibnu Katsir : 1990 : III : 427)

    ReplyDelete
  21. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Hati dan Pikiran merupakan hal yang mempengaruhi kehidupan kita. Dua hal tersebut adalah karunia terbesar Tuhan dalam hidup kita dan kedua hal tersebut mempunyai komunikasi yang kuat atau satu kesatuan. Jika Hati kita bersih dan dalam keadaan mengakui dan mengikuti ajaran Tuhan, maka pikiranpun akan ikut bersih, bijak, dan berpikiran positif. Dalam mensintetiskan hati dan pikiran dalam membangun dunia berlandaskan hati merupakan cara yang bijak, akan tetapi hati harus dalam keadaan bersih dari sifat kotor seperti: iri, dengki, kufur, sombong, riya', dll. Sehingga pikiran kita dapat mengambil keputusan yang bijak.

    ReplyDelete
  22. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Ada dua unsur yang sangat berpengaruh bagi manusia dalam menjalani hermenitika kehidupan, yaitu hati dan pikiran. Di mana hati adalah berorientasi pada perasaan yang bersumber deari kaidah kebaikan dan keburukan. Sedangkan pikiran berorientasi pada logika atau rasionalisme. Namun, keduanya memiliki hubungan yang korespondensi dalam menentukan perilaku manusia. Misalnya saja ketika manusia berpikiran tentang sesuatu hal harus disesuaikan dengan hati yang apakah itu masuk dalam kaidah kebaikan atau keburukan.

    ReplyDelete
  23. Bayu Adhiwibowo
    S2 Pend. Matematika 16709251014
    Hati adalah bentuk spiritualitas manusia, dimana dalam kajian filsafat ini ada pada fase paling tinggi pembagian dunia ini. Sedangkan pikiran adalah bentuk normatif ketika dipandang pada kajian filsafat. Kedua hal tersebut pastilah akan selalu berhubungan satu sama lainnya. Segala tindakan kita pastilah akan dipikirkan dengan pikiran dan akan dirasakan dengan menggunakan hati. Oleh karena itu kedua hal itu penting

    ReplyDelete
  24. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Sabda Rasulullah, “Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila ia buruk, maka buruk pula seluruh tubuhnya. Ketahuliah ia adalah hati” (HR. Bukhari dan Muslim).
    Bahwa seluruh langkah dari raga kita pengendalinya adalah hati. Manusia memiliki hati nurani yang senantiasa menuntun ke arah yang benar. Namun, pikiran dan perlakuan kadang tidak sejalan. Hal yang harus dilakukan adalah kita seharusnya bisa menekan hawa nafsu kita agar tidak merugikan diri kita sendiri.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  25. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Hati mengungkapakan perasaan yang tidak bisa digambarkan secara logis sdangkan pikiran lebih cendrung rasional dan praktis. Hati dan pikiran kita ibarat dua penasehat, terkadang berbeda pendapat, mereka memainkan perannya dengan cara yang berbeda dan berbicara dengan bahasa yang berbeda. Jadi untuk membangun dunia fikiran yang berlandaskan hati untuk membangun dunia yang harmonis perlu sebuah proses dialektika dari hati dan fikiran. Mungkin dalam satu konteks fikiran tesis dan hati adalah anti tesis intinya kita harus selalu megkomunikasikan dengan hati dan fikiran sesuai dengan peran masing-masing, pemikiran logis kita mungkin mencoba untuk memberikan jawaban yang paling rasional tetapi harus sama pentingnya mempertimbangkan alasan dengan menggunakan hati kita dengan begitu maka akan tercipta sebuah keputusan hasil dari sintesis dari tesis-anti tesis sebagai proses dialektika fikiran dan hati.

    ReplyDelete
  26. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Sintesa dari artikel diatas adalah bahwa manusiaa dikaruniai pikiran san akal budi yang membuat manusia unik dan istimewa. Manusia adalah makhluk “yang lain dari yang lainnya”. Pikiran saja sebenarnya tidak menjamin kehidupan. Kehidupan akan terjamin bila ada jaminan bahwa hidup itu selalu bergerak dan berkembang maju. Pikiran manusia juga berkembang,tetapi pikiran saja tanpa didasari moralitas yang baik pada akhirnya akan merusak dunia. Pikiran yang didasari akhlak yang baik,moral yang baik tentu akan membuat dunia semakin berkembang,maju dan menjamin kehidupannya....

    ReplyDelete
  27. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Hati dan pikiran terdapat pada semua manusia. Hati dan pikiran haruslah bekerja secara bersinergi. Pikiran berfungsi untuk memikirkan suatu fenomena secara logis dan masuk akal. Sedangkan hati digunakan untuk merasakan terhadap baik buruknya suatu fenomena tersebut. Apabila pikiran berjalan tanpa hati, maka yang terjadi adalah ketidakseimbangan hidup.

    ReplyDelete
  28. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Letak perbedaan manusia dan hewan yang selama ini kita ketahui yaitu terletak pada akal/pikiran. Namun, HATI juga menjadi hal yang membedakan antara manusia dan hewan. Hati bukan dalam artian segumpal daging yang terletak di dalam tubuh. Akan tetapi hati dalam artian pemanfaatannya dalam hal olah rasa, olah budi, dan olah karsa. Hati untuk mendengar, meraba, dan merasakan. Bukan hati yang sekedar untuk metabolisme itu. Jika kita memiliki “HATI” tentu kita akan merasa berdosa jika melakukan perbuatan-perbuatan tercela.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id