Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 12: Perjalanan Filsafat




Ass, untuk semuanya:

Lakukanlah Perjalanan Filsafat imajiner. Kemudian laporkanlah hasil perjalanan anda dan tuliskanlah sebagai komen mengikuti posting ini.

Dapat menggunakan referensi.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

29 comments:

  1. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Sejak awal filsafat dan sampai akhir zaman nanti, itu tentang pengetahuan dan ilmu pengeatahuan karna olah pikir.Dalam filsafat ada dua macam persoalan, dan dua persoalan ini tidak pernah tercapai, bisanya hanya berusaha mencapai. Dengan filsafat dapat menjelaskan apa yang engkau ketahui yang ada didalam pikiranmu. Maka sebenar-benar filsafat adalah penjelasanmu sebenar-benar penjelasanmu aktifitasmu. Jadi konsen kalau belajar filsafat tanpa membaca. Dalam filsafat tidak perlu menjadi orang lain, jadilah dirimu sendiri.Maka kerjakanlah hidup itu.Hijrahlah.Kita perlu hijrah.Hijrah itu untuk mendapatkan pengetahuan baru untuk menjadi hebat, hebat harus sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  2. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Seperti yang pernah diuraikan pada perkuliahan filsafat pendidikan yaitu tentang narasi besar awal dan akhir jaman, dijelaskan bahwa pandangan kita layaknya garis imajiner. Diatas merupakan formalitas dan dibawah bersifat empirism. Jadi menurut saya, filsafat secara imajiner adalah menyeimbangkan antara pengetahuan dan pengalaman sesuai dengan ruang dan waktunya. Perjalanan filsafat imajiner yang saya alami adalah dengan membaca elegi Prof. Marsigit tentang narasi awal dan akhir jaman, membaca pikiran filsuf mulai dari jaman Rene Descartes dan D. Hume kemudian Immanuel Kant yang dilanjutkan dengan Compte yang sekarang menjelma menjadi Power Now. Disana, saya menembus ruang dan waktu serta berusaha menggapai pikiran filsuf dan menghubungkan dengan posisi saya saat ini.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Ketika memulai berfikir lebih jauh dan lebih dalam lagi mengenai apa yang ada di pikiranku itulah yang aku namankan dengan perjalanan filsafat imajiner. Sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu sendiri, maka sebenar-benarnya filsafat adalah pikiranmu sendiri pula. Semakin dalam memahami pikiran kita sendiri maka terdapat goyahan hati dan jiwa mengenai makna hidup dan kehidupan. Dan dari situlah saya dapat memahami bahwa sebenar-benar hidup adalah mencoba dan terus mencoba agar mengetahui apa makna hidup yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  5. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Belajar filsafat artinya belajar mengolah pikir. Perjalanan filsafat ini harus dilandasi dengan iman yang kuat, agar setelah kita mengembarakan pikiran kita, kita masih bisa kembali lagi. Ketika kita perpegang dengan iman yang kuat, hati kita akan terjaga agar tetap jernih. Dengan begitu, pikiran kita juga akan menjadi jernih. Sehingga kita bisa memikirkan suatu fenomena dengan bijak.

    ReplyDelete
  6. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Perjalanan filsafat menjadikan kita mengolah pikiran kita atas terjadinya apapun di dunia. melihat secara luas tentang pemikiran para filsuf tentang bagaimana perjalanan manusia dalam mengembangkan kehidupannya dari abad ke abad. Banyaknya aliran yang tak sadar kita termasuk didalamnya. Bisa saja pagi menjadi demokratis, malam menjadi individualis. Memahami struktur dunia yang berubah-berubah. Perjalanan filsafat tak akan ada akhirnya untuk seseorang, sampai diambilnya ruang dan waktu. dimana Filsafat menjadikan seseorang yang teguh imannya menjadi lebih teguh, yakin menjadi sangat yakin, taat menjadi sangat taat. Karena filsafat membangun hidup seseorang dengan olah pikir diri sendiri.

    ReplyDelete
  7. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Untuk memulai imajinasi, seseorang harus berada pada atau pemposisikan diri terhadap dua hal; pertama, bahwa diri sebagai subjek dan sekaligus objek terhadap dirinya adalah yang mendasari segala aspek pengembangan hidup dan kehidupan di dunia, baik dalam dirinya maupun lingkungannya. kedua, bahwa imajinasi adalah karya fonumental yang lahir dari dalam diri yang bertujuan memberikan definisi dan gambaran masa depan dan langkah yang perlu diambil dan ditetapkan untuk merentangkan jalan kehidupan.

    ReplyDelete
  8. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Lahirnya imajinasi maupun pemikiran adalah perjalanan dari olah pikir dan intuisi manusia. Selain karena sifat dan karakternya sebagai manusia, maka latar belakang yang mendasarinya berupa pengembangannya maupun sejarahnya adalah bentuk dari suatu harapan memenuhi pikiran itu sendiri dan intusi sebagai makhluk yang terus mancari hingga menemukan sebuah kebahagiaan yang hakiki.

    ReplyDelete
  9. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Seperti ilmu pengetahuan yang terus dan selalu berkembaang sejalan dengan majunya zaman demi zaman, maka begitu pula pikiran manusia akan selalu terus berkembang sejalan pula dengan waktunya. Pikiran mengalami reaksi dari setiap fenomena yang dialaminya. Sehingga melahirkan imajinasi sebagai reaksi pemenuhan harapan dari setiap problematika kehidupan.

    ReplyDelete
  10. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Ketika saya mencoba berfilsafat mengenai konsep bilangan saya mencoba melihat sisi fungsional tubuh. Hanya karena manusia-manusia primitif menciptakan bilangan dan kata bilangan yang sama dengan jumlah jari yang dimilikinya, skala bilangan kita sekarang adalah skala desimal, yaitu skala yang didasarkan pada sepuluh, dan terdiri dari pengulangan tak terhingga dari kata-bilangan sepuluh yang pertama.Jika manusia diberi duabelas jari bukannya sepuluh, tentu kita akan memiliki bilangan duodesimal saat ini, berdasarkan duabelas, terdiri dari pengulangan tak berhingga dari kata bilangan dua belas yang dasar." Nyatanya, sistem duodesimal memiliki keuntungan dibanding sistem desimal. Sementara sepuluh hanya dapat dibagi genap oleh dua dan lima, duabelas dapat dibagi genap oleh dua, tiga, empat dan enam.

    ReplyDelete
  11. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Paerjalanan filsafat seseorang dimulai ketika kita berusaha memulai mengolah pikiran kita untuk membangun filsafat itu sendiri. Perjalan filsafat saya dimulai ketika pertama kali mengikuti perkuliahan Filsafat untuk pertama kalinya, pengembaraan berlanjut setelah membaca elegi-elegi dalam blog ini. Walaupun semuanya yang tertulis seperti analog yang memebutuhkan pemikiran ekstra dalam pemahamannya, juga banyak rintangan yang menghadang dalam mempelajari filsafat seperti koneksi internet yang tidak stabil, dan factor dari luar yang mengahalangi untuk melakukan komen. Tetapi itu semua hanya ujian untuk memperkuat agar filsafat yang dibangun dapat lebih baik dan tidak ada kata menyerah.

    ReplyDelete
  12. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Filsafat Yunani bertumbuh atas dasar pemikiran mitis dan arkais menuju ke suatu refleksi sistematis mengenai susunan dalam (logos) segala sesuatu yang terjadi. Perkembangan ini kita saksikan pada abad ke-6 dan ke-5 sebelum masehi di daerah Ionia dan Yunani Raya (Sisilia dan Italia Selatan). Perkembangan filsafat Yunani ini membentuk suatu pemikiran yang sangat terkenal sepanjang sejarah berkembangnya filsafat. Terbagi menjadi dua buah aliran, yaitu filsafat tesis (tetap) dan filsafat antitesis (berubah). tokoh yang terkenal dari filsafat tesis adalah Parmenides, dan tokoh yang terkenal filsafat antitesis adalah Herakleitos. dan terus tumbuh para filsuf seperti Plato, Socrates, Aristoteles sampai Immanuel kant dst sampai kapan pun para filsuf atau pemikir filsafat akan terus tumbuh, karena filsafat itu adalah diri kita sendiri, dan filsafat itu adalah tentang olah pikir, baik yang ada maupun yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  13. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Perjalanan filsafat imajiner tentu tidak akan ada habisnya, namun yang perlu di pertegas adalah dalam perjalanan filsafat dari zaman dahulu sampai sekarang adalah bahwa selalu ada tesis dan antitesis dari filsafat itu sendiri. semua orang bisa menjadi bagian dari filsafat selama masih hidup dan pemikirannya masih bisa di terapkan. oleh karena itu perjalanan filsafat itu bagaikan imajiner yang tak bisa di selesaikan tuntas namun dapat di pahami dan diguanakan dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  14. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Perjalanan imajiner mengajarkan kita bahwa hidup sebenar benarnya hidup adalah menyeimbangkan antara ide dan pengalaman sehingga terbentuk pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan. Dengan melakukan perjalanan imajiner pula kita belajar bagaimana perjalanan filsafat sampai sekarang narasi besar dunia (power now). Auguste comte sudah menjelma dimana mana, teknologi mengalihkan manusia dari kehidupan beragama, bersosial dan lain lain maka hidup yang sehat adalah kembali kepada ruang dan waktu dengan berlandaskan spiritual.

    Terimakasih.Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  15. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Belajar filsafat adalah belajar mengenai olah pikir. Dalam kita belajar olah pikir kita harus memiliki peganggan kuat terlebih dahulu. Peganggan yang harus kita gunakan dalam berfilsafat adalah dengan iman yang kuat. Ketika kita mempunyai iman yang kuat maka bisa berpikir secara arif dan bijaksana. Kita dapat saja berubah pandangan setiap saat dengan filsafat itu. Semua itu juga akan menyesuaikan dengan ruang dan waktu juga.

    ReplyDelete
  16. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Sebenar-benarnya filsafat adalah pengembaraan pikiran, dalam berfilsafat kita diberikan kebebasan dalam berpikir, bebas mencari tahu, bebas menentukan cara atau jalan pikiran yang akan kita lalui tetapi sebaiknya dalam berfilsafat harus dilandasi keyakinan spiritual yang kuat, dan harus ikhlas dalam hati dan pikiran karena jika pemikiran tidak dibatasi maka akan sangat mungkin filsafat akan menggiring kita masuk dalam jebakan-jebakan filsafat dan menjadi sesat. Misalnya menurut filsafat kematian adalah ketika manusia berhenti berpikir sehigga di dunia ini ada begitu banyak orang yang sudah mati karena mereka tidak lagi menggunakan pikirannya tapi ketika mereka berpikir maka mereka kembali hidup sehingga kematian dipandang sebagai sebuah mitos dan sebenar-benarnya mitos adalah sebuah kebodohan.

    ReplyDelete
  17. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Perjalanan filsafat imajiner adalah perjalanan untuk mengenali diri kita sendiri berdasarkan padangan-pandangan yang muncul baik tentang idealisme, realisme, rasionalisme, positivisme, kontemporer, hingga pada kekuatan Power Now yang mulai menjajah diri kita. Berdasarkan perjalanan fisafat yang imajiner, diharapkan kita meningkatkan keimanan pada Allah SWT untuk dikuatkan hati dan pikiran supaya tidak diberdaya oleh Power Now.

    ReplyDelete
  18. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Perjalanan filsafat imajinerku saat ini saya mencoba mengamati mengenai dunia hiburan. Pada saat ini saya sedang mendengarkan lagu-lagu yang penyanyinya berasal dari Inggris dan Korea. Saya menyukai semua jenis lagu yang saya tahu, baik dari Indonesia maupun dari mancanegara. Tanpa dipungkiri lagu-lagu dari mancanegara yang sudah go internasional memang lagunya menyenangkan dan nyaman untuk didengarkan. Padahal dengan mengagumi lagu-lagu mancanegara berarti telah termakan oleh kaum Neo. Terdapat istilah bahwa seni itu tiada batasnya, namun hal tersebut berarti saya sendiri pun telah dikuasai oleh kaum Neo melalui hiburan yang berbentuk lagu. Bagaimana cara untuk menghindari kekuasaan kaum Neo yang memang telah merajalela menguasai bumi?

    ReplyDelete
  19. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Perjalanan filsafat? Suatu perjalanan tentu memiliki awal dan akhir. Saya memahami filsafat sebagai olah pikir yang reflektif. Maka awal mula dari berfilsafat adalah pertanyaan yang membangun daya kritis sehingga mengasah olah pikir kita. Dalam perjalananya, kita akan menemukan titik-titik reflektif yang membantu kita menghadapi dunia. Dan yang haru selalu kita ingat, bahwa dalam hidup kita tidak boleh berhenti belajar. Karena ketika kita berhenti belajar, maka itulah akhir sesungguhnya.

    ReplyDelete
  20. 16701251016
    PEP B S2

    Kajian filsafat adalah meliputi yang ada dan mungkin ada. Filsafat adalah ilmu olah pikir, dengan pemikiran kritis dan hati yang bersih, dengan demikian olah pikir yang dihasilkan setiao orang adalah bervariasi maka filsafat adalah berdasarkan diri sendiri. Perjalanan hidup manusia secara filsafat adalah hadir dari masa lalu yang dipilihkan Allah utnuk lahir dirahim seorang ibu, dengan jenis kelamin, suku bangsa, dan segalanya. Hingga akhirnya dalam kehidupan kita akan menuju masa depan menurut filsafat. Perjalanan filsafat dapat pula sebagai perjalanan seluruh hidup, karena filsafat adalah olah pikir yang mana ketika kita masih bisa berfikir itu dinyatakan hidup. Akan tetapi kemampuan berfikir adalah berdasarkan ruang dan waktu, belum tentu tidak hidup mana kala kita tidak berfikir salah satunya adalah tidur, ketika tidur apapun tidak bisa berjalan, kecuali sistem nafas dan pompa jantung yang tiada henti bekerja dibawah kendali

    ReplyDelete
  21. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Filsafat imajiner merupakan kebenaran berdasarkan hati, pikiran yang belum menjadi kenyataan. Kebenaran yang ada di dalam hati, kebenaran yang berasal dari hati yang bersih. Kebenaran yang berada di dalam pikiran. Melalui pikiran kita melihat dan menjelajahi dunia. Dalam sekejap saja kita bisa berada di negara manapun di dalam pikiran kita. Pikiran itu diperoleh dari pengalaman yang tidak langsung menghasilkan perjalanan imajiner.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  22. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Filsafat adalah olah pikir dan di sisi lain filsafat dapat diartikan sebagai ilmu reflektif atau ilmu perenungan. Dari salah satu tulisan dalam blog ini dikatakan bahwa filsafat sebagai ilmu perenungan maksudnya adalah dengan berfilsafat seseorang tidak hanya membuat kita untuk berpikir kritis dalam menanggapi hal yang sifatnya nampak atau nyata, tetapi juga diharapkan kita mampu menarik sesuatu yang bermanfaat dari hasil pemikiran untuk diterapkan di masyarakat. Dalam suatu perkuliahan filsafat digambarkan bahwa menjalani kehidupan itu diibaratkan kita berada antara suatu garis imajiner yaitu antara objek yang ada dan tidak ada yang sifatnya tetap dan berubah. Dari pemikiran-pemikiran tersebut sebenarnya ada sesuatu yang paling besar yang menghadang kehidupan manusia dan bahkan sekarang kita telah berada dan terpengaruh di dalamnya. Hal tersebut adalah powernow. Powernow disimbolkan sebagai suatu kekuatan yang besar yang bertujuan untuk menguasai dunia dengan menggunakan kapitalisme, materialisme, liberalisme, pragmatisme, hedonisme, utilitarian, dan sebagainya.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  23. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Perjalanan filsafat imajiner menggambarkan tentang sesuatu yang ada dalam angan-angan, ia berada dalam pikiran yang diwujudkan dalam berpikir intensif (sedalam-dalamnya) dan ekstensif (seluas-luasnya). Maka sebenarnya dengan menjawab pertanyaan dalam forum ini, aku telah melakukan perjalanan filsafat imajiner, yaitu mengunjungi University of Königsberg dimana Immanuel Kant menghabiskan sisa hidupnya untuk mengajar disana. Aku membaca sejarah hidup Kant dari semenjak ia lahir hingga meninggal dalam ruang dan waktu yang terbatas ini, dan aku menemukan bahwa Kant adalah seorang yang sangat disiplin dengan jadwalnya, sampai-sampai orang-orang saat itu menentukan jam dengan melihat aktivitas Kant.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  24. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Dalam sejarah perkembangannya, di zaman dahulu yang lazim disebut tahap-mistik, tidak terdapat perbedaan di antara pengetahuan-pengetahuan yang berlaku juga untuk obyek-obyeknya. Pada tahap mistik ini, sikap manusia seperti dikepung oleh kekuatan-kekuatan gaib di sekitarnya, sehingga semua obyek tampil dalam kesemestaan dalam artian satu sama lain berdifusi menjadi tidak jelas batas-batasnya.

    ReplyDelete
  25. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Filsafat awalnya terlahir karena kebingungan seseorang. Ia pun merenungi kebinguangannya. Mencari jawaban atas kebingungannya. melahirkan asumsi-asumsi yang didasarakan atas perenungannya. Namun ketika masih dalam proses perenungan, yang lain juga ikut merenungkan tentang kebingungannya. dan menghasilkan asumsi-asumsi lain yang sesuai dengan proses perenungannya. Asumsi-asumsi itu ternyata menghasilkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang sesuai dengan proses perenungannya. Sehingga sampai saat ini pengembaraan dalam perenungan masih terus berjalan mencari jawaban atas kebingungan yang ada dalam pikirannya.

    ReplyDelete
  26. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Filsafat imajiner adalah apa yang kita pikirkan dan yang kita bayangkan, orang lain tidak akan mengetahui bagaimana kita melakukan perjalanan imajiner. Perjalanan filsafat imajiner yang harus dilakukan adalah kita harus berpikir intensif yakni berpikir sedalam-dalamnya dan berpikir ekstensif yakni berpikir seluas-luasnya untuk masuk dalam ruang dan waktu. Belajar dari membayangkan, kita belajar untuk melakukan perjalanan imajiner, karena sebenarnya perjalanan imajiner itu ada dalam pikiran kita, dan ada dalam diri kita.

    ReplyDelete
  27. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    All we do is to look after the opinions and learning of others: we ought to make them our own. We closely resemble a man who, needing a fire, goes next door to get a light, finds a great big blaze there and stays to warm himself forgetting to take a brand back home. [...] What use is it to us to have a belly full of meat if we do not digest it, if we do not transmute it into ourselves, if it does not make us grow in size and strength?

    ReplyDelete
  28. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    All we do is to look after the opinions and learning of others: we ought to make them our own. We closely resemble a man who, needing a fire, goes next door to get a light, finds a great big blaze there and stays to warm himself forgetting to take a brand back home. [...] What use is it to us to have a belly full of meat if we do not digest it, if we do not transmute it into ourselves, if it does not make us grow in size and strength?

    ReplyDelete

  29. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Keberadaan didunia ini dilihat dari keberadaan real dan keberadaan imajiner. Keberadaaan real terkait dengan hal-hal yang nyata diluar fikiran sedangkan keberadaan imajiner mengenai hal-hal yang nyata didalam fikiran. Jadi berbicara prihal perjalanan filsafat imajiner maka bisa saya katakan bahwa keberadaan real yang nyata diluar fikiranku seperti gunung,rumah,pantai,pohon, tanah dst, kesemuanya ini merupakan hasil reflektif dari perjalanan filsafat imajinerku sendiri karena dunia itu persis seperti apa yang aku bayangkan didalam fikiran.


    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id