Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 11: Intensif dan Ekstensif Logika




Ass, khusus untuk Mahasiswa S2 P. Sain dan S2 P. Matematika:

Intensif dan Ekstensifkanlah Logika anda sehingga anda mampu menggunakannya untuk mendefinisikan Dunia. Dapat menggunakan referensi.

Tuliskanlah uraian anda sebagai komen pada posting ini.

Demikianlah selamat mencoba, semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

27 comments:

  1. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Pemikiran manusia secara langsung berkaitan dengan logika.Logika adalah bagaimana manusia berpikir sesuai dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Dengan logika kita mampu menalar dunia ini dengan isinya apakah sudah sesuai dengan ilmu pengetahuan yang beradap dan sesuai dengan agama yang diyakini sehingga kita tahu arah membangun dunia. Dunia adalah pikiran dan diri kita. Kita dapat menuangkan segala hal yang ada dalam pikiran kita ke dunia yang nyata , dunia yang sebenarnya. Semoga kita mampu membangun dunia secara intensif (sedalam-dalamnya) dan ekstensif (seluas-luasnya) sehingga kita dapat melihat dunia dan seisinya yang berguna untuk kehidupan kita sendri dan orang lain.

    ReplyDelete
  2. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Dunia adalah tentang apa yang ada dalam pikiran kita. Sehingga apa saja yang akan kita capai, itu tergantung logika kita bagaimana memainkannya. Misal ingin mendapatkan pengetahuan yang tinggi, maka yang kita lakukan ya bagaimana cara kita menggapainya, mejadikan mitos menjadi logos. Manusia dikarunia akal dan pikiran oleh Allah, sehingga akan mampu mendeskripsikan dunianya masing-masing. Dan setiap dunia setiap manusia itu berbeda, tergantung apa yang dipikirkan dan tergantung oleh dimensinya serta terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  3. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dunia merupakan akumulasi dari ruang dan waktu. Dalam dunia juga ada batas-batas bagi ruang, dimana segala yang ada akan musnah. Begitrupun dengan waktu, ada saatnya dunia ini dihancurkan dengan batas waktu yang telah ditentukan.
    Adapun nilai ekstensif bergantung dari seberapa banyaknya materi yang diukur dan nilai intensif merupakan sifat posisi fungsi waktu.
    Sehingga, jika kita tarik pernyataan ini, maka dunia tak ubahnya adalah hanya tempat yang fana. Waktu di dunia sangatlah singkat, maka menempatkan dunia sebagai ladang beramal menjadi hal yang patut untuk direnungkan dan diamalkan.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  4. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    pikiran kita adalah dunia kita yang dibatasi oleh ruang dan waktu. Terdapat dua macam jenis berpikir, yang pertama adalah menggunakan pikiran dan yang kedua menggunakan pengalaman. Jadi dalam membangun dunia, kita menggunakan pikiran dan pengalaman. Selain itu, kita berpikir berawal dari mitos dimana kita mengalami tanpa perlu mempelajarinya, dari mitos tersebut kemudian kita mulai menggunakan logos dan akhirnya kita mengetahui dan memaknai segala sesuatu. Dalam membangun dunia, pikiran kita sedang berusaha mencapai logos, akan tetapi jika pikiran tidak diektensikan, maka pikiran kita akan berhenti dan menjadi mitos, sehingga dunia kita pun juga berhenti atau kiamat.

    ReplyDelete
  5. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016

    Dunia ini sangatlah kompleks. Ada banyak unsur di dalamnya untuk kita kaji satu persatu. Logika adalah bagaimana kita mengolah pikiran kita untuk menemukan suatu kebenaran yang masuk akal. Namun, pikiran manusia adalah sesuatu yang memiliki batas, tidak semua hal yang ada dalam dunia ini dapat kita pikirkan kebenaranya. Pada saat itulah, logika memiliki keterbatasan. Walaupun demikian, bukan berarti logika tidak memiliki peran penting dalam dunia ini, perkembangan ilmu pengetahuanlah salah satu produk dari penggunaan logika oleh manusia.

    ReplyDelete
  6. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Dunia itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada dan yang mungkin ada terdiri dari struktur-struktur. Yang paliing terkecil dari struktur adalah wadah dan isi. Tidak ada wadah tanpa isi dan tidak ada isi kalau tiada wadah. Dunia begitu luas, semua memiliki dunia. Tergantung dunia tersebut berada pada ruang dan waktunya. Jadi menurut saya semua memiliki dunia karena semua yang ada dan yang mungkin ada berstruktur dan berhierarki.

    ReplyDelete
  7. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Logika dapat digunakan untuk berpikir dan menalar. Kemampuan menggunakan logika ini ditentukan dengan tingkatan ilmu dan pengalaman yang dimiliki seseorang. Dengan logika, diharapkan kita bisa menentukan mana yang benar mana yang salah, mana yang baik mana yang buruk. Dan karena dunia itu persis seperti apa yang ada di pikiran kita. Maka kemampuan logika kita juga menentukan seperti apa pandangan kita terhadap dunia.

    ReplyDelete
  8. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Logikanya, kita hanyalah makhluk ciptaan Allah yang jika dilihat dari seluruh alam semesta ini hanyalah titik yang kemungkinan terlihat atau tidak terlihat, sehingga buat apa menyombongkan diri atas apa yang kita punya di dunia, bahkan tak ada satu pun kecuali amal perbuatan yang akan dibawa setelah kehidupan didunia. Sedalam-dalamnya logika seseorang adalah gagasan tentang adanya Allah SWT. Dimana kita mempunyai tujuan dalam kehidupan dunia.

    ReplyDelete
  9. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016



    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Logika adalah salah satu unsur dalam membentuk pengetahuan. Logika menjadi dasar kita dalam bertindak, melakukan aktivitas dan kegiatan lainnya. Dengan logika kita bisa belajar bahwa hidup itu memang penuh pilihan dan kita harus cermat dalam mengambil setiap tindakan. Logika sangat dibutuhkan untuk memanage dunia kita sendiri, masyarakat, Negara bahkan dunia ini. Semoga dengan berlogika yang baik serta dilandasi agama kita bisa mengintensifkan, mengekstensifkan dunia secara bijak, baik dan terarah.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  10. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013


    Logika adalah bagaimana manusia berpikir sesuai dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Logika sendiri biasa untuk menalar fenomena yang ditemui oleh seseorang. Dengna logika maka kita mampu menalar apakah sesuatu itu benar atau tidak. Dengan logika kita mampu menalar dunia ini dengan isinya apakah sudah sesuai dengan ilmu pengetahuan yang beradap dan sesuai dengan agama yang diyakini sehingga kita tahu arah membangun dunia.

    ReplyDelete
  11. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Dunia itu gambaran yang terbentuk dalam akal dan pikiran manusia. Warna, ukuran, luas, bentuk, dan beragam fenomena di dalamnya adalah apa yang dipahami di dalam pikir. Secara indrawi, fenomen dunia dapat diketahui melalui saintifik analitik. Secara rasional, pembentukan dunia sebagai konsep kebenaran dilakukan secara analitik apriori.

    ReplyDelete
  12. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Keadaan dunia dalam pikiran berupa sesuatu yang ada berdasarkan pengelaman empirik. Kebenarannya adalah konsep kebenaran. pengalaman tersebut diperkuat dengan akal yang menjelaskan objeknya dalam konsep empirik. Sehingga menciptakan pengetahuan yang kuat.

    ReplyDelete
  13. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Logika merupakan sarana berfikir ilmiah, yang pada dasarnya ada dua macam logika yang digunakan, yaitu logika induktif dan logika deduktif. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya menggunakan pola pikir silogismus. Semenatara itu, matematika yang merupakan salah satu puncak kegemilangan intelektual manusia mendasarkan pada metode dalam proses penalaran. Menalar secara induksi dan analogi memerlukan pengamatan dan mungkin percobaan untuk memperoleh fakta yang dapat dipakai sebagai dasar argumentasi.

    ReplyDelete
  14. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    dunia itu sama halnya seperti apa yang ada dalam pikiran kita, jika kita ingin mengenal dunia lebih dalam lagi maka kita harus mengintensifkan dan mengekstensifkan logika yang kita miliki secara maksimal yaitu dengan mempadukan antara pikiran ataupun logika dengan hati sehingga logika sejalan dengan hati. seperti apa yang dikatakan oleh Immanuel Kant mengatakan jika engkau ingin mengetahui Dunia maka tengoklah ke dalam pikiranmu sendiri, karena sebenar-benar Dunia itu persis sama dengan apa yang engkau pikirkan.

    ReplyDelete
  15. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Immanuel Kant (1724-1804) mengatakan bahwa "Berpikir tanpa isi adalah kosong, intuisi tanpa konsep adalah buta" (“Thought without contents are empty, intuition without concepts are blind.” ). maka sama halnya denagn logika yang kita miliki jika hendak mengerti dunia maka harus ada isinya, janganhanya berpikir namun tanpa isi, karena itu akan membuat kerusakan, begitu juga harus memiliki konsep, jika tidak maka kita akan buta dalam mengintensifkan dan mengekstensifkan logika kita.

    ReplyDelete
  16. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Revolusi informasi merupakan intensifikasi logika dari jaman industri dan juga merupakan pembelokan arah yang baru. Dia memindahkan kemanusiaan lebih jauh dari perasaan keterikatannya terhadap alam sebagai bagian serta paket dari padanya. Ini bermakna bahwa dunia dibangun dari intensifikasi logika. Karena revolusi informasi ikut berperan dalam membangun dunia menjadi seperti sekarang (komunitas bumi: etika bumi)

    ReplyDelete
  17. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Filsafat adalah olah pikiran yang refleksif yang berarti bahwa filsafat adalah logika karena logika merupakan kemampuan (kecakapan) untuk berpikir secara, tepat, lurus dan teratur. Logika dibangun berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki seseorang maka diperlukan kesadaran bagi kita untuk dapat menintesif dan ekstensifkan proses berpikir kita agar dapat meningkatkan kualitas dimensi berpikir kita. Tapi juga harus dipahami bahwa logika memiliki keterbatasan karena tidak semua dalam hidup ini bersifat tepat,lurus, dan teratur sehingga jangan hanya kita membangun dunia kita dengan mengandalkan logika semata.

    ReplyDelete
  18. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Logika adalah proses menalar dengan menggunakan pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki. Filsafat merupakan konsep berpikir, begitupun dengan logika. Untuk melogika dunia, kita perlu menggunakan pengetahuan dan pengalaman kita. Dunia itu adalah apa yang kita pikirkan. Dunia itu sama seperti apa yang ada di dalam pikiran kita. Mungkin juga antara duniaku dengan dunia yang dipikirkan orang lain sama. Walaupun demikian, diharapkan kita tidak memiliki dunia yang melenceng dari ajaran agama yang kita anut. Kita harus tetap berserah diri kepada Allah dan meningkatkan keimanan kita.

    ReplyDelete
  19. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Logika erat kaitannya dengan akal, yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika bersifat praktis dan berpangkal pada penalaran, dan juga dapat dikatakan sebagai sarana penghubung ilmu. Logika membantu kita memahami suatu persoalan, memilah dan mempertimbangkan yang baik dan yang kurang atau tidak baik. Menghadapi dunia yang penuh pilihan ini, kadang kala kita membutuhkan logika sebagai dasar utamnya, yang diimbangi dengan sisi moral dan spiritualisme.

    ReplyDelete
  20. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Logika adalah salah satu manifestasi dari pikiran manusia. Logika merupakan sarana berpikir ilmiah untuk memperoleh suatu kebenaran yang masuk akal. Logika erat kaitannya dengan kebenaran. Logika dan kebenaran sangat dibutuhkan dan menjadi tujuan dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Logika, filsafat, dan ilmu saling berkaitan satu dengan yang lainnya guna memperoleh sebuah kebenaran yang sahih. Dengan kata lain, ketiga-tiganya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Ilmu seharusnya bermain di atas logika dan didukung oleh data (konfirmasi). Tanpa logika ilmu kurang bermakna. Logika akan mengarahkan seorang peneliti ketika mencari kebenaran. Logika mengutamakan kesadaran dan dan nalar yang jernih dalam segala hal. Logika yang nalar harus didukung oleh konfirmasi, artinya ada penjelasan dan pemahaman mendalam. Konfirmasi dapat menjadi jalan mencapai kebenaran ketika didukung oleh strategi berpikir logis.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  21. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Menurut Betrand Russel matematika adalah ilmu yang menyangkut deduksi logis tentang akibat-akibat dari pangkal fikir umum semua penalaran. Logika mengkaji prinsip-prinsip penalaran yang benar dan penalaran kesimpulan yang abash. Sifat intensif tidak bergantung pada jumlah materi yang di ukur, sedangkan sifat ekstensif bergantung terhadap materi yang di ukur.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  22. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Abdullah dan al-Makmun al-Suhrawardy memberikan pengertian dunia sebagai sebuah penjara bagi orang beriman, dan surga bagi orang kafir. Jika saya menggunakan referensi ini untuk mendefinisikan dunia menurut logika saya, maka benarlah bahqa dunia dengan segala macam fasilitas, kemewahan, dan kenikmatan yang ditawarkan membuat orang yang tidak beriman terlena dan menganggap bahwa tiada kehidupan setelah dunia sehingga orientasi utama mereka terfokus pada hal hal duniawi, pun begitu halnya dengan manusia-manusia yang imannya lemah dan mudah goyah, seperti dalam elegi rumahku terlalu besar, dan elegi ahilu maupun elegi-elegi lainnya yang Pak Marsigit tuliskan. Namun bagi orang yang sungguh beriman, dunia ini hanyalah penjara baginya yang menjadi hijab antara dirinya dengan Tuhan. Kemewahan dunia dianggap sebagai ujian keimanan dirinya.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  23. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    In philosophy, the term world has several possible meanings. In some contexts, it refers to everything that makes up reality or the physical universe. In others, it can mean have a specific ontological sense (see world disclosure). While clarifying the concept of world has arguably always been among the basic tasks of Western philosophy, this theme appears to have been raised explicitly only at the start of the twentieth century and has been the subject of continuous debate. The question of what the world is has by no means been settled.

    ReplyDelete
  24. Kartika Nur Oktaviani
    1670925032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Sejatinya dalam pendefinisian dunia adalah menyangkut logika umat manusia sendiri. Namun sebagai orang beriman tentu saja hal yang sudah menjadi ketepatan jangan ditanyakan kembali. Nantinya hanya akan berputar-putar di dalam saja dan kita tidak sempat memikirkan yang lainnya. Iman artinya percaya. Kita jika sudah percaya akan sesuatu, semestinya tidak perlu lagi menanyakan hal-hal yang dirasa tidak pada tempatnya.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  25. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Logika formalnya adalah ketepatan penalaran. KEtepatan penalaran itu telah mebentuk keteraturan dan tersistematik. Kemampuan manusia untuk ber-"logika" bisa dilihat dari proses berpikir tepatnya ia dan kemampuannya dalam mengungkapkan ketepatan itu. Seperti yang diungkapkan tadi, suatu ketepatan pastilah akan menghasilkan ketarturan akan suatu objek. Misalnya saja jika ia bisa berpikir tentang suatu obyek, maka dengan logikanya ia bisa mendeskripsikan dan menggambarkan apa-apa yang ada pada obyek itu. Struktur, berat, volume, tinggi, bahan dasar, dan segala acam sifatnya dan itu telah menggambarkan keteraturan. Sehingga dengan logika akan terlihat bahwa dunia itu adalah keteraturan dengan segala sifat-sifatnya.

    ReplyDelete
  26. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Socrates (469-399 SM) mengatakan ribuan tahun yang lalu, bahwa pada dasarnya manusia bersifat ingin tahu. Keingintahuan yaitu bagian dari kealamiahan manusia. Seorang anak kecil yang masih usia dini ke¬tika dia bermain balok kemudian menyusun balok-balok itu menjadi suatu bangunan, akan menemui suatu logika dari permainan itu, misalnya mengapa gedung yang dibuat dari balok itu bisa roboh, lalu dia menemu¬kan jawabannya sendiri "oh karena fondasi bangunan yang dia buat tidak besar, jadi tidak punya kekuatan." Lalu si anak ketika membuat bangunan gedung dengan balok kembali, dia membuat fondasi bangunan baloknya dibuat menjadi lebih besar,, agar bangunan yang dibuat tidak ambruk atau rubuh. Begtulah logika dalam ilmu pengetahuan dapat diperkenalkan pada seorang anak hingga seorang ilmuwan dapat mengembangkan logika ber-pikirnya dalam ilmu pengetahuan. Mengapa seorang anak bertanya atas perbuatannya sendiri terhadap balok-balok kayu yang dia susun, ini meru¬pakan salah satu bentuk manusia yang penuh dengan rasa ingin tahu. Dari contoh ini sudah bisa kita bayangkan bagaimana peran logika itu itu sendiri dalam mendefiniskan dunia itu sendiri.

    ReplyDelete
  27. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas B

    Dunia akan menjadi sebuah kumpulan permasalahan kompleks jika kita berpikir secara intensif (sedalam-dalamnya ) dan secara ekstensif (luas seluas-luasnya), meliputi dunia dan akhirat. Dengan berkembangnya cara berpikir kita secara intensif dan ekstensif, maka akan diperoleh Struktur Pengetahuan yang kemudian disebut sebagai Ilmu Pengetahuan. Dengan Ilmu Pengetahuan yang telah berhasil kita bangun maka kita akan memperoleh nilai-nilai kebijakan, antara lain adalah kita dapat mengambil Keputusan secara bijaksana. Sebenar-benar orang cerdas adalah jika mampu menembus dan berada dalam Ruang dan Waktu yang benar. Kita harus lah sadar akan ruang dan waktu, maka kita harus pandai-pandai menterjemahkan dan ikhlaslah untuk diterjemahkan. Sebenar-benar bijak adalah kesadaran akan ruang dan waktu. Semua subyek, obyek dan predikat yang terikat oleh Ruang dan Waktu maka hukum-hukum/aturan yang melekat juga terikat dari ruang dan waktu. Jika kita ingin sukses, hendaklah menerapkan kriteri filsafat yaitu sopan dan santun terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id